Mendorong Kebijakan Layanan Kesehatan Seksual dan

advertisement
MENDORONG KEBIJAKAN
LAYANAN KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI
MELALUI BPJS YANG BERPIHAK KEPADA
PEREMPUAN MISKIN
Jakarta, 20 Mei 2015
Zumrotin K Susilo
MENGAPA JKN PENTING UNTUK PEREMPUAN?
• Mayoritas penduduk
Indonesia adalah
perempuan
• Perempuan sering berada
dalam posisi yang rentan
• Kebutuhan perempuan
lebih banyak terkait
dengan fungsi reproduksi
• Perempuan bertanggung
jawab untuk kesehatan
anak-anak dan keluarga
Sumber: Presentasi Rosalia Sciortiono
JKN Demi Perempuan
MENGAPA JKN PENTING UNTUK PEREMPUAN?
• Perempuan sangat
tergantung pada sistem
kesehatan
• Perempuan miskin kurang
mengutamakan
kesehatannya karena lebih
mementingkan cara untuk
bertahan hidup khususnya
bisa makan sekali sehari.
Sumber: Presentasi Rosalia Sciortiono
JKN Demi Perempuan
JKN memiliki potensi untuk membuka akses terhadap
sistem kesehatan pada perempuan, khususnya
perempuan miskin
BAGAIMANA IMPLEMENTASI JKN
• Kesulitan dalam mekanisme penggunaan kartu
jaminan kesehatan tersebut.
Sebagai contoh penolakan pasien salah satunya karena rumah
sakit tersebut belum bekerja sama dengan BPJS, dsb.
Wewenang pemerintah terhadap rumah sakit diatur dengan
gamblang dalam Undang-Undang Nomor No 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit. Undang-undang tersebut menyatakan
Setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidup yang layak.
Dapat diartikan setiap pasien wajib dirawat secara paripurna,
bukan setengah-setengah, apalagi ditolak. Sedangkan faktor
'layak' itu tidak akan terpenuhi dengan layanan kesehatan yang
buruk.
BAGAIMANA IMPLEMENTASI JKN?
• Kesulitan dalam mekanisme penggunaan kartu jaminan kesehatan
tersebut, sebagai contoh penolakan pasien salah satunya karena
rumah sakit tersebut belum bekerja sama dengan BPJS, dsb.
• Perbedaan komitmen antara manajemen dan penyedia layanan
kesehatan.
• Tata cara pendaftaraan yang belum memudahkan perempuan
• Belum dicovernya beberapa layanan kesehatan reproduksi dan
seksual yang komprehensif (contoh: infertilitas, visum, papsmer,
dsb)
• Pelaksanaan JKN yang tidak merata atau berbeda-beda pada
wilayah/profinsi satu dengan yang lainnya.
Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan
• JP2K didirikan sebagai jaringan kerja yang ingin mewujudkan
terselenggaranya pelayanan kesehatan melalui sistem jaminan
kesehatan nasional yang komprehensif dan responsif jender,
sehingga tanggungjawab negara dalam pembiayaan layanan
kesehatan mencakup semua aspek kebutuhan layanan
kesehatan bagi perempuan.
• Untuk mewujudkan hal itu, JP2K senantiasa mengembangkan
kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas anggotanya, baik
dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, untuk
senantiasa kritis dan mampu melakukan advokasi secara
serentak untuk mewujudkan layanan kesehatan yang
berkeadilan jender tersebut
KEGIATAN YANG DILAKUKAN BERSAMA
1.
Study pelaksanaan skema Jaminan kesehatan Nasional (JKN)
dalam kaitannya dengan kebutuhan perempuan dan pelayanan
kesehatan reproduksi dan seksual. Study ini dilakukan secara
longitudinal (setiap 6 bulan) untuk dapat memberikan masukan
dan mengetahui adanya perbaikan/perubahan atau tidak.
2.
Pengolahan hasil survey menjadi alat ADVOKASI dan
KAMPANYE, media pendidikan, naskah/ draft proses legislasi
3.
Pertemuan tingkat lokal (setiap 3 bulan sekali) dan nasional
(setiap 6 bulan sekali)
4.
Advokasi Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
dan Peraturan Pemerintah No 61 tahun 2014 tentang Kesehatan
Reproduksi
Atas Dasar Hasil Survey
Jaringan Menentukan Langkah Advokasinya, yaitu:
Rencana Nasional
Rencana Anggota
Memasukkan layanan penting yang belum
masuk dalam pelayanan BPJS, agar
pembiyaan pelayanan kesehatan reproduksi
dan seksual, komprehensif (Mencakup
semua kebutuhan). (contoh infertilitas,
visum, papsmer, dll).
Menjadi bagian yang mendukung
kerja advokasi pada level nasional.
pengajuan usulan tata cara pendaftaran,
pelayanan yang memudahkan perempuan.
Strategi advokasi dapat melalui
pengaturan dalam kebijakan
nasional maupun daerah.
Peran KP2K kepada anggota adalah
memfasilitasi terjadinya advokasi di
daerah oleh anggota.
Jaringan (JP2K) mendukung organisasi
anggota dalam melakukan advokasi di
daerah.
pengolahan hasil survey menjadi alat KAMPANYE, media pendidikan,
naskah/ draft proses legislasi
Terima Kasih
Download