Pakar Rusia: Israel Diambang Kehancuran

advertisement
Pakar Rusia: Israel Diambang Kehancuran
Written by Admin
Rabu, 08 Juni 2011
Kairo – Syamil Sultanuv adalah pakar dan pengamat Rusia terkenal. Ia pernah menjadi
koresponden khusus harian Don (to day) di tahun 1991 dan pimred harian Zavtara (tomorrow)
tahun 1994. Pernah menjadi anggota dewan nasional rakyat Rusia tahun 1995 dan pernah
menjadi wakil ketua Pusat Studi Internasional untuk Ekonomi Regional dan ketua asisten Partai
Aqalim Rusia. Sultanuv pernah menjadi anggota legislativ Doma Rusia dari tahun 2003 hingga 2005. Kini ia
menjabat ketua Pusat Studi Strategi Rusia – Dunia Islam. Selain seorang pakar futurologi soal
kondisi dunia Islam dan Rusia, Sultonov juga mumpuni dalam menganilisis situasi kekinian
Rusia, Cina, Amerika dan Eropa.
Ia dilahirkan tahun 1952 di Uzbekistan dan merupakan jebolan lembaga Universitas Moskow
untuk Hubungan Internasional, ia pernah mengetuai komunitas ilmiah di lembaga pendidikan
tersebut. Tahun 1989 ia pernah menjadi wakil ketua dekan fakultas ekonomi luar negeri di
universitas tersebut.
Berikut petikan wawancaranya dengan Markaz Filistini Lili’lam (Pusat Informasi Palestina):
PIP: Pertama, bagaimana Anda melihat situasi dunia internasional dan kawasan Timteng di
tengan sejumlah perubahan sekarang?
SS: Perkenankan saya pertama memulai tema paling mencuat secara umum di dunia yang
bisa masukkan dalam tema besar “situasi ketidakjelasan”. Ini kembali kepada krisis ekonomi
dunia dan krisis-krisis tata dunia sekarang. Krisis di Eropa, Amerika, Jepang dan negara-negara
besar lainnya saat ini belum ada tanda-tanda solusi krisis secara jelas sehingga menyebabkan
penentuan kebijakan di barat dan Jepang.
Masalah lain adalah hubungan antara Amerika dan Cina. Di satu sisi agaknya dua negara ini
saling membutuhkan satu sama lain dari sisi ekonomi. Namun di sisi lain, konfrontasi,
persaingan dan saling menantang antara keduanya begitu kuat. Bukan saja dalam bidang
energi secara khusus, tapi melibatkan bidang lain yang mempengaruhi keputusan politik dan
militer.
1/4
Pakar Rusia: Israel Diambang Kehancuran
Written by Admin
Rabu, 08 Juni 2011
Saat ini bisa disimpulkan bahwa hegemoni tunggal kutub Amerika atas dunia akan berakhir
yang telah mengendalikan dunia selama 20 tahun terakhir. Namun hingga sekarang terus
terang, tidak ada sistem dunia yang menjadi calon pengganti Amerika. Situasi ketidak jelasan
yang terjadi saat ini sedang menguasai dunia sekarang.
Bahayanya, situasi ketidak jelasan ini justru menggiring terjadinya perang dunia. Perang ini
arenanya bukan Korea Utara, Eropa, Amerik Latin namun ada tiga wilayah geografis yang
kemungkinan besar menjadi calon arena perang itu; yakni Timteng, Iran dan Kaukas. Sebagai
contoh, jika di Timteng terjadi perang maka Israel ambil bagian di dalamnya sehingga Amerika
harus intervensi secara terpaksa. Ini tabiat perang dunia. Atau Iran akan diserang, dan Cina
tidak akan tinggal diam karena dia akan mendukung Iran. Sebab Iran sangat membutuhkan
energi yang dijadikan sandaran Iran (gas dan minyak).
PIP: Bagaimana Anda melihat revolusi Arab saat ini dan masa depannya?
SS: Faktor ketidakjelasan dan blur di dunia saat ini memberikan pengaruh langsung kepada
revolusi Arab saat ini. Saya ingin tegaskan bahwa apa yang terjadi di Arab bukanlah
revolusi-revolusi di beberapa negara Arab, tapi “satu revolusi Arab” yang akan terus belanjut
satu hingga dua dekake sampai hasilnya kelihatan berupa perubahan yang diinginkan. Ini
terbukti secara historis seperti yang terjadi di Iran, Rusia, dan lainnya. Di Rusia revolusi terjadi
tahun 1917 dan berlangsung hingga 1936.
Soal pendorong revolusi tersebut, menurut saya itu adalah revolusi mencari jati diri dan
identitas. Sistem sekularisme, liberalisme, komunisme, dan nasionalisme terbukti gagal. Saya
melihat identitas yang muncul dari revolusi itu sangat kental islamnya. Namun menurut saya
juga, masalahnya adalah tidak ada program politik Islam praktis riil yang mampu membantu
mewujudkan harapan dan cita-cita bangsa Arab yang saat ini melakukan revolusi.
Ketika saya bicara soal Islam politik, maksud saya adalah dalam lingkup umum yang luas.
Misalnya, kita menemukan Ikhwanul Muslimin di Mesir merupakan organisasi yang sistem
politiknya berkembang secara besar. ini organisasi yang memiliki sejarah yang besar. ini salah
satu faktor besar revolusi. Ia memiliki keterlibatan yang jelas dalam revolusi ini. Namun
sayangnya, mereka tidak memiliki planing ekonomi untuk memajukan situasi kehidupan di
Mesir. Ketika saya bertanya kepada mereka apakah IM memiliki rencana ekonomi untuk
mengendalikan krisis yang saat ini dihadapi Mesir? Saya tidak mendapatkan jawaban yang
meyakinkan. Ketika bangsa Mesir keluar dari rumah mereka mencari makan karena lapar, apa
yang akan kalian berikan? Saya tidak menemukan jawab yang meyakinkan. Demikian halnya
yang berlaku di Mesir, Yaman dan Tunis.
Ketika saya bicara tentang ideologi Islam politik dalam tataran praktis, apakah mereka akan
mengikuti sistem Turki atau sistem Iran misalnya, atau sistem tertentu? Ini adalah masalah
kelompok elit intelektual di kawasan Arab yang memiliki gap besar dengan bangsanya. Ini
tantangan besar bagi bangsa yang melakukan revolusi.
Ada dua contoh revolusi Islam iran dan Turki. Revolusi Islam telah menunjukkan kelayakannya
2/4
Pakar Rusia: Israel Diambang Kehancuran
Written by Admin
Rabu, 08 Juni 2011
dalam mengembangkan sistem baru menggantikan sistem usang sebelumnya. Contoh
kesepahaman mereka dengan lembaga militer sekuler dan gagasan mereka di Turki terbukti
berhasil sampai sekarang. Gap itu bisa dipangkas.
PIP: Hamas dan Fatah sudah menandatangani draft perjanjian rekonsiliasi, menurut pendapat
Anda apakah ini akan berlangsung lama?
SS: Menurut pandangan saya Fatah tidak mungkin dianggap sebagai kekuatan independen.
Kinerja politik Fatah tergantung oleh politik Amerika dan Israel. Jadi tentu kami menyadari
bawha Israel anti segala jenis yang berbau rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas. Meskipun ada
kontrdiksi politik Israel terhadap rekonsiliasi. Di satu sisi, Israel bilang perunding Palestina tidak
mewakili bangsa Palestina dan tidak mungkin berunding dengan kelompok yang
mengatasnamakan bangsa Palestina seluruhnya. Di sisi lain Israel bilang menentang Fatah jika
rekonsiliasi dengan Hamas.
Di sini ada dua masalah; pertama, situasi terbaik bagi Israel adalah tidak perang dan tidak
damai. Ini sangat menenangkan Israel sebab perundingan tidak menghasilkan apa-apa. Kedua,
saya yakin, bahwa yang mendorong Abbas untuk rekonsiliasi dengan Hamas adalah Amerika.
Kenapa? Sebab ada kelompok di pemerintah Amerika tidak ingin lelah di Timur Tengah dan
ingin menenangkan sebagian masalah yang menimbulkan situasi panas sehingga mereka bisa
menangani masalah lainnya.
Ini adalah permainan. Saya pernah katakan bahwa Amerika tidak ingin perang sekarang. Ia
tidak siap menghadapi perang yang bisa jadi akan menyeret perang dunia. Hal itu karena
mereka gagal di Afganistan dan Irak. Disamping itu, Amerika tidak memiliki pasukan yang
memadai untuk menghadapi perang jenis ini.
Tahun 2003, ketika Rumsfeld Menhan Amerika kala itu ditanya tentang parang Irak, dia
menjawab dengan terang, “Saya memiliki 18.000 pasukan, beri saya 45.000 pasukan untuk
menentukan perang.” Namun Amerika tidak mungkin mencapai jumlah itu karena tidak mungkin
dikerahkan satu front.
Jadi, revolusi Arab yang menggolakkan Intifadah atau perang di kawasan tidak mungkin
Amerika akan siap menghadapinya. Karenanya, Amerika butuh menenangkan masalah
Palestina. Sebab perang jenis ini akan menimbulkan tragedi bagi ekonomi barat dan
kebudayaan barat yang tugasnya harus menjaga Israel. tindakan mendorong rekonsiliasi itu
juga untuk membuktikan bahwa itu berpihak kepada Timur Tengah sehingga harus mendukung
rekonsiliasi Fatah dan Hamas. Saya kira Amerika juga tidak akan menghalangi deklarasi
negara Palestina pada September mendatang.
PIP: Dalam peringatan “nakba” Mei lalu, bagaimana Anda melihat masa depan entitas Israel?
SS: Dengan terus terang, saya menilai Israel diambang kehancuran. Ini akan terjadi antara 15
hingga 20 tahun lagi. Sebab ini adalah negara buatan. Pernah terjadi perang dunia antara dua
aliran Uni Soviet dan Amerika Serikat. Uni Sovier sudah hancur. Hari ini, Amerika tidak
membangun rencana-rencananya di masa depan untuk bertahan karena ia berkoalisi dengan
Israel. Ada lobi politik yang terus meningkat di Amerika yang kini terus gencar mengkritik
3/4
Pakar Rusia: Israel Diambang Kehancuran
Written by Admin
Rabu, 08 Juni 2011
hubungan dengan Israel sebagai hubungan yang melibatkan Amerika kepada dilemaa-dilema
beragam. Hubungan Amerika dengan Israel justru dianggap bertentangan dengan kepentingan
Amerika di Timur Tengah dan hubungan dengan dunia Islam. Tahun lalu kita dengar kritikan
Jenderal Petraeus terhadap Israel. Jenderal ini yang memiliki masa depan menarik dalam
pemerintah mendatang. Ia termasuk elit militer yang memiliki posisi dalam penentu kebijakan di
Amerika Serikat.
Sumber: InfoPalestina
4/4
Download