interaksi sosial

advertisement
INTERAKSI SOSIAL
M. HALIM MAIMUN
PENGERTIAN
H Bonner
Interaksi sosial adalah hubungan
antara dua individu atau lebih,
dimana kelakuan individu yang
satu mempengaruhi , mengubah,
atau memperbaiki kelakuan
indivudu yang lain atau
sebaliknya.
 Gillin and Gillin
Interaksi sosial adalah hubunganhubungan antara orang-orang
secara individual, antar
kelompok orang dan orang
perorangan dengan kekompok

PENGERTIAN
Interaksi sosial
Hubungan timbal balik
antara individu dengan
individu, antara kelompok
dengan kelompok, antara
individu dengan
kelompokproses di mana
orang-oarang
berkomunikasi saling
pengaruh mempengaruhi
dalam pikiran dan
tindakan.

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI INTERAKSI
Imitasi
merupakan tindakan meniru pihak lain, dalam hal
tindakan dan penampilan, seperti cara berbicara,
cara berjalan, cara berpakaian, dan sebagainya.
Seorang individu melakukan imitasi sejak di
lingkungan keluarga, teman sepermainan,
ataupun teman sesekolahan. Meskipun demikian
imitasi juga dapat berlangsung melalui media
massa.
 Identifikasi
juga merupakan proses meniru, tetapi berbeda
dengan imitasi. Peniruan pada imitasi tidak
diikuti dengan pemberian makna yang dalam
terhadap hal-hal yang ditiru, tetapi pada
identifikasi diikuti dengan pemberian makna.
Apabila seseorang mengidentifikasikan dirinya
terhadap seseorang, maka dapat diartikan
individu tersebut sedang menjadikan dirinya
seperti orang lain tersebut, baik dalam tindakan
maupun nilai-nilai, ideologi atau pandangan
hidup tokoh yang dijadikannya sebagai
rujukan/panutan.

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI INTERAKSI
Sugesti
merupakan pengaruh yang diterima oleh
seseorang secara emosional dari pihak
lain, misalnya pengaruh dari tokoh
yang kharismatik, orang pandai,
seperti dukun, dokter, guru, tokoh
yang menjadi idola, dan lain-lain.
 Simpati
merupakan kemampuan seseorang
untuk merasakan diri dalam keadaan
pihak lain. Misalnya seseorang
merasa simpati kepada sahabatnya
yang sedang mengalami musibah.
Apabila ketertarikan atau dalam
merasakan keadaan orang lain
tersebut diikuti dengan reaksi-reaksi
fisiologis, misalnya meneteskan air
mata, dapat disebut sebagai emphati.

FAKTOR-FAKTOR YANG
MENDASARI INTERAKSI
Kontak
hubungan yang terjadi di antara dua
individu/kelompok. Kontak dapat berupa
kontak fisik, misalnya dua orang bersenggolan
dan dapat juga nonfisik, misalnya tatapan
mata orang yang saling bertemu.

komunikasi
merupakan proses penyampaian pesan atau
informasi dari suatu pihak kepada pihak lain
menggunakan simbol-simbol. Simbol dalam
komunikasi dapat berupa apa saja yang oleh
penggunanya diberi makna tertentu, bisa
berupa kata-kata, benda, suara, warna,
gerakan anggota badan/isyarat. Proses
komunikasi dinyatakan berhasil apabila
simbol-simbol yang digunakan dipahami
bersama oleh pihak-pihak yang terlibat, baik
komunikator dan komunikan

FAKTOR-FAKTOR YANG
MENDASARI INTERAKSI

Kontak dan komunikasi dapat
berlangsung secara primer
(yang berlangsung secara
tatap muka /face to face)
maupun sekunder. Kontak dan
komunikasi sekunder terdiri
terjadi melalui media
komunikasi, seperti surat, email, telepon, video call,
chating, dan semacamnya,
sedangkan tidak langsung
terjadi melalui pihak ketiga.
BENTUK-BENTUK
INTERAKSI
 Proses
yang asosiatif
(processes of association)
adalah proses interaksi yang
cenderung menjalin kesatuan
dan meningkatkan solidaritas
anggota kelompok.
 Proses yang disosiatif (process
of dissociation) yang
mencakup : persaingan dan
pertentangan atau pertikaian
BENTUK ASOSIATIF
KERJASAMA/ COOPERATION
 AKOMODASI/ ACCOMMODATION

KERJA SAMA






kerja sama dapat dilakukan paling
sedikit oleh dua individu
untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Di dalam mencapai tujuan bersama
tersebut, pihak-pihak yang terlibat
dalam kerja sama saling memahami
kemampuan masing-masing
dan saling membantu sehingga terjalin
sinergi.
Kerja sama dapat terjalin semakin kuat
jika dalam melakukan kerja sama
tersebut terdapat kekuatan dari luar
yang mengancam.
Ancaman dari pihak luar ini akan
menumbuhkan semangat yang lebih
besar karena selain para pelaku kerja
sama akan berusaha mempertahankan
eksistensinya,
AKOMODASI
suatu keadaan atau sebagai suatu proses.
 Sebagai keadaan, akomodasi adalah suatu
bentuk keseimbangan dalam interaksi antar
individu /kelompok dalam kaitannya dengan
norma sosial dan nilai sosial yang berlaku.
 Sebagai proses, akomodasi menunjuk pada
usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu
pertentangan

BENTUK DISOSIATIF
Persaingan
 Kontravensi
 conflict

Bargaining
1 15
29 43
57 71 85
Cooperation
2 16
30 44
58 72 86 100
Coalition
3 17
31 45
59 73 87
Coercion
4 18
32 46
60 74 88
Compromise
5 19
33 47
61 75 89
Arbitrasion
6 20
34 48
62 76 90
7 21
35 49
63 77 91
8 22
36 50
64 78 92
9 23
37 51
65 79 93
Stelemate
10 24
38 52
66 80 94
Adjudication
11 25
39 53
67 81 95
Competition/ Persaingan
12 26
40 54
68 82 96
Contravention/ Kontravensi
13 27
41 55
69 83 97
Conflict/ Pertentangan
14 28
42 56
70 84 98
Cooperation
Kerja sama
Asosiatif
Accommodation Mediation
Akomodasi
Conciliation
Tolerantion
Disosiatif
99
BENTUK KERJA SAMA
Bargaining;
merupakan bentuk kerja sama yang dihasilkan
melalui proses tawar menawar atau kompromi
antara dua pihak atau lebih untuk mencapai
suatu kesepakatan. Contohnya kegiatan tawar
menawar antara penjual dan pembeli dalam
kegiatan perdagangan.
 Kooptasi (cooptation)/ cooperation
proses penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan atau pelaksanaan politik suatu
organisasi agar tidak terjadi keguncangan atau
perpecahan di tubuh organisasi tersebut.
Contohnya pemerintah akhirnya menyetujui
penerapan hukum Islam di Nanggroe Aceh
Darussalam yang semula masih pro kontra, untuk
mencegah disintegrasi bangsa.
 Koalisi (coalition)
yaitu kombinasi antara dua pihak atau lebih yang
bertujuan sama. Contohnya koalisi parpol
mengusung calon bupati di pilkada.

BENTUK AKOMODASI
Koersi (coercion);
suatu bentuk akomodasi yang dilaksanakan karena adanya
paksaan, baik secara fisik (langsung) ataupun secara
psikologis (tidak langsung). Di dalam hal ini, salah satu
pihak berada pada kondisi yang lebih lemah. Contoh:
Koersi secara fisik adalah perbudakan dan penjajahan,
sedangkan koersi secara psikologis contohnya tekanan
negara-negara donor (pemberi pinjaman) kepada negaranegara kreditor dalam pelaksanaan syarat-syarat
pinjaman.
 Kompromi (compromize)
suatu bentuk akomodasi di antara pihak-pihak yang terlibat
untuk dapat saling mengurangi tuntutannya agar
penyelesaian masalah yang terjadi dapat dilakukan.
Contohnya perjanjian antara Indonesia dengan GAM
dalam hal menjaga stabilitas keamanan stabilitas
keamanan di Aceh.
 Arbitrasi (arbitration)
suatu cara mencapai kesepakatan yang dilakukan antara
dua pihak yang bertikai dengan bantuan pihak ketiga,
biasanya memiliki kedudukan lebih tinggi dari pihakpihak yang bertikai. Contohnya penyelesaian pertikaian
antara buruh dengan pemilik perusahaan oleh Dinas
Tenaga Kerja.

BENTUK AKOMODASI
Mediasi (mediation)
mediasi hampir sama dengan arbitrasi. Akan tetapi,
dalam hal ini fungsi pihak ketiga hanya sebagai
penengah dan tidak memiliki wewenang dalam
penyelesaian sengketa. Contohnya mediasi
Finlandia dalam penyelesaian konflik antara
Indonesia dengan GAM.
 Konsiliasi (conciliation);
yaitu usaha mempertemukan keinginan dari beberapa
pihak yang sedang berselisih demi tercapainya
tujuan bersama. Contohnya konsiliasi antara
pengusaha angkutan dengan Dinas Lalu Lintas
dalam penetapan tarif angkutan.
 Toleransi (tolerance);
suatu bentuk akomodasi yang dilandasi sikap saling
menghormati kepentingan sesama sehingga
perselisihan dapat dicegah atau tidak terjadi.
Dalam hal ini, toleransi timbul karena adanya
kesadaran masingmasing individu yang tidak
direncanakan. Contohnya toleransi antarumat
beragama di Indonesia.

BENTUK AKOMODASI
Stalemate;
suatu keadaan perselisihan yang berhenti
pada tingkatan tertentu. Keadaan ini
terjadi karena masing-masing pihak
tidak dapat lagi maju ataupun mundur
(seimbang). Hal ini menyebabkan
masalah yang terjadi akan berlarutlarut tanpa ada penyelesaiannya.
Contohnya perselisihan antara Amerika
dengan Iran terkait dengan isu nuklir.
 Pengadilan (adjudication);
merupakan bentuk penyelesaian perkara
atau perselisihan di pengadilan oleh
lembaga negara melalui peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Contohnya penyelesaian kasus sengketa
tanah di pengadilan.

PERSAINGAN
•
•
•
adalah suatu proses sosial yang
dilakukan oleh individu atau
kelompok dalam usahanya
mencapai keuntungan tertentu
tanpa adanya ancaman atau
kekerasan dari para pelaku.
Contohnya persaingan antar
perusahaan telekomunikasi
pelayanan tarif murah pulsa.
KONTRAVENSI
•
•
•
•
•
merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada di
antara persaingan dengan konflik.
Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi
terhadap orang atau unsur-unsur budaya kelompok
lain.
Sikap tersembunyi tersebut dapat berubah menjadi
kebencian, namun tidak sampai menjadi pertentangan
atau pertikaian.
Bentuk kontravensi, misalnya berupa perbuatan
menghalangi, menghasut, memfitnah, berkhianat,
provokasi, dan intimidasi.
Contohnya demontrasi yang dilakukan elemen
masyarakat untuk menghalangi atau menolak
kenaikan BBM
CONFLICT
adalah suatu proses sosial di mana individu
atau kelompok menantang pihak lawan dengan
ancaman dan atau kekerasan untuk mencapai
suatu tujuan.
 Contohnya pertentangan antara golongan muda
dengan golongan tua dalam menentukan waktu
pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan RI pada
tahun 1945.

SEKIAN…
SILAHKAN BERTANYA/ MENANGGAPI…
MUMPUNG MASIH GRATIS!!!!
Download