Renungan - Perkantas

advertisement
Edisi I / 2015
Januari - Maret
Renungan
Jalan yang Dia Tempuh
Oleh: Rigop Darmiko
D
alam tahun-tahun pelayanan Yesus di dunia,
apabila seorang Israel ditanya tentang gambaran
kerajaan Allah yang dinubuatkan oleh para
nabi, mereka akan segera berpikir tentang kejayaan
dan kesejahteraan kerajaan Israel kuno, yakni pada
masa pemerintahan Daud dan Salomo. Bangsa Israel
menyadari status mereka sebagai umat pilihan Tuhan
dan menyimpan sebuah janji selama beratus tahun, yaitu
bahwa seorang utusan Tuhan, Orang yang diurapi, yakni
seorang Juruselamat, akan datang untuk menegakkan
kembali kerajaan Allah.
Oleh karena pada masa itu kekuasaan biasanya
direbut melalui peperangan atau penggulingan raja yang
sedang memerintah, maka konsep Mesias umat Yahudi
pada waktu itu adalah seseorang yang akan memimpin
bangsa Israel untuk mengusir penjajah Romawi dan
mendirikan kembali kerajaan Israel.
Suatu ketika, Yesus meminta pendapat para murid
tentang siapakah Dia bagi orang banyak dan bagi diri
mereka sendiri, dan Petrus menjawab, bahwa Yesus adalah
Mesias dari Allah (Luk. 9:18-21). Para murid menyadari
akan kehadiran Yesus sebagai Mesias, dan jawaban Petrus
bukanlah sebuah pernyataan yang sederhana, melainkan
sebuah proklamasi iman akan penggenapan janji Allah
sebagaimana tertulis dalam kitab para nabi.
Akan tetapi, apakah konsep Mesias yang dipahami
oleh para murid itu sama dengan konsep Mesias yang
sedang dibawa oleh Yesus?
Jalan Mesias yang Sejati
Dalam
perikop
selanjutnya,
Yesus
kemudian
menjelaskan
tentang
peperangan
yang akan dihadapiNya
untuk meraih tahta dan
menegakkan
kerajaan
Israel. Peperangan itu
ternyata bukan seperti yang
dilakukan oleh beberapa
orang sebelum Yesus, yang
mengaku-ngaku
sebagai
Mesias, lalu mendirikan
gerakan pemberontakan terhadap kekaisaran Romawi.
Peperangan Yesus bukan hanya untuk menegakkan
kerajaan Israel, melainkan untuk menegakkan kerajaan
Allah atas seluruh bumi. Peperangan Yesus adalah
peperangan atas dosa.
Jalur peperangan Yesus adalah jalur penderitaan
(Luk. 9:22). Jalan salib. Perang Yesus adalah melawan
dan meluruskan kembali jalan bengkok legalisme dan
formalisme yang dilakukan oleh para tua-tua, ahli Taurat
dan orang Farisi. Peperangan yang Yesus lakukan bukan
menggulingkan kekaisaran Romawi. Yesus memerangi
dosa setiap manusia dengan menanggungkannya di
pundak-Nya dan memikulnya menyusuri jalan penderitaan
hingga ke Golgota (Luk 23:33).
Dengan demikian, Yesus bukan hanya mengganti
kerajaan Romawi, tetapi juga memerintah atas semua
raja di dunia. Atas setiap manusia. Kerajaan yang Yesus
bangun adalah kerajaan atas seluruh manusia, dan
setiap orang akan ditebus di dalam darah-Nya, sehingga
seluruh manusia dan ciptaan Allah kembali kepada Allah
sebagaimana mereka semula diciptakan (Kis. 2:36-39).
Dalam percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya,
Ia berkata bahwa di antara murid-murid-Nya ada yang
tidak akan mati sebelum melihat kerajaan Allah (Luk.
9:27). Namun, apakah para murid sudah mengerti akan
kerajaan Allah yang sesungguhnya, yang sedang didirikan
oleh Guru mereka itu? Rupanya, para murid terus
menantikan kerajaan Allah sebagaimana kerajaan Israel
era Daud dan Salomo. Buktinya, ketika Yesus akan naik
ke surga, mereka menanyakan kesediaan Yesus untuk
mendirikan kerajaan bagi Israel (Kis. 1:6).
Mengkhamirkan Seluruh Dunia
Setelah Yesus naik ke surga, Roh Kudus turun atas
murid-murid-Nya, dan ketika itulah kerajaan Allah
dibangun di atas dasar Yesus Kristus. Seperti biji sesawi,
Yesus mati di tanah, bangkit, dan menjadi pohon yang
besar, sementara bangsa-bangsa akan seperti burungburung yang berteduh dan bersarang di rantingrantingnya. Seperti ragi, para murid bukanlah orang-orang
besar dan bukan pula orang-orang populer, tetapi mereka
pergi memberitakan Injil hingga ragi itu berkembang
mengkhamirkan seluruh dunia.
Bersambung ke hal. 5
Kilas
Triwulan
Retreat Release and Restoration:
Dari Redaksi
Wadah Konseling Staf
T
erpujilah Allah atas terlaksananya retreat Release and
Restoration (RAR) tahap pertama pada tanggal 2-6 Maret
2015 di Wisma INRI, Tawang Mangu, Jawa Tengah. Retreat
RAR perdana ini diikuti oleh 25 orang staf dari berbagai daerah dan
komponen. Adapun tujuan retreat ini adalah supaya konseli atau
peserta mengalami self awareness, pemulihan, memiliki keterampilan
menanggapi sesuatu dengan tepat, dan mampu mengembangkan diri
dalam proses pemuridan.
Para peserta dikelompokkan menjadi 6 kelompok konseling, yaitu
2 kelompok konseling staf pria yang dipimpin oleh Sindu dan Gunawan
(staf senior Perkantas Solo), dan 4 kelompok konseling staf perempuan
yang dipimpin oleh Iis Achsa (staf senior Perkantas Surabaya), Yudit
Lam (staf senior Perkantas Semarang), Riris Pardede (PC Perkantas
Jawa Barat), dan Herlina (PC Perkantas Sumatera Bagian Utara).
Dari para peserta, ada beberapa masukan sebagai pertimbangan
penyelenggaraan RAR berikutnya. Ada yang mengusulkan agar sesi
akar permasalahan psikologis dan okultisme dipecah menjadi dua
sesi terpisah, perlunya tambahan waktu untuk sesi tanya-jawab dan
konseling kelompok, RAR khusus pasutri, dan sebagainya.
Kiranya kehadiran RAR I yang telah dinikmati oleh 25
staf Perkantas dari berbagai regio, daerah, dan komponen ini
mengoptimalkan pelayanan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah
asal peserta. Soli DEO Gloria.
2
Salam sejahtera,
T
idak ada berita yang paling
diantisipasi oleh Iblis dan anakanaknya selain berita mengenai
kebangkitan Yesus Kristus dari antara
orang mati. Itu sebabnya, musuhmusuh Kristus meminta tentara Romawi
untuk menjaga kubur Tuhan, dan
menyuap mereka untuk memberitakan
kebohongan paling tidak masuk di akal,
yakni bahwa para murid telah begitu
bernyali (dan berhasil!) mencuri mayat
Guru mereka.
Namun, tidak ada yang sanggup
menutupi fakta sejarah, bahwa Kristus
telah bangkit, dan bahwa kebangkitanNya merupakan pondasi terkokoh
Kekristenan. Seandainya Yesus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah beriman
kepadaNya. Tanpa kebangkitan, tidak
ada pengharapan akan hidup kemudian.
Tanpa kebangkitan, sia-sialah kita
menjadi murid dan memuridkan.
Segenap staf, pengurus, dan
karyawan Perkantas menyampaikan
selamat Paskah kepada Sahabat
pelayanan Perkantas sekalian. Kiranya
kuasa kebangkitan Kristus menyertai kita
senantiasa, sembari kita terus bertekun
melayani Dia. Amin.
Redaksi
Sola Scriptura 2015:
"Mukjizat Sungguh Nyata? Antara Keyakinan, Keraguan, dan Kebenaran
Sejarah"
T
ahun ini, Sola Scriptura kembali mengadakan
Seminar Akademis dan Seminar Publik yang
menarik. Mengapa menarik? Karena topik yang
dibahas adalah mengenai mukjizat, yang notabene bagi
kebanyakan kita di belahan dunia Timur, merupakan
"kebenaran sehari-hari", alias sesuatu yang kita terima apa
adanya, tanpa kecurigaan atau keraguan.
Mungkin itu sebabnya, dalam beberapa kesempatan,
Profesor Craig S. Keener (Asbury Theological Seminary,
Wilmore, KY, USA) yang diundang sebagai pembicara
utama, mengatakan bahwa dia merasa topik ini kurang
tepat untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Bukunya
yang
menjadi
dasar
presentasinya
selama
seminar memang ditujukan
bagi kaum skeptis Barat,
yang memandang mukjizat
yang dikisahkan di dalam
kitab suci sebagai kisah
yang dilebih-lebihkan atau
bahkan bualan.
Di Jakarta, Seminar
Akademis yang ditujukan bagi para hamba Tuhan dan
mahasiswa Fakultas Teologia diadakan di The City Tower
pada hari Kamis dan Jumat, 26-27 Maret 2015. Seminar
Publik diselenggarakan di lokasi yang sama pada hari
Sabtu, 28 Maret 2015.
Kilas
Triwulan
Dan, itu yang membuat presentasinya menarik.
Tentu saja, tujuan pemaparan Prof. Keener bukanlah
sekadar memamerkan berbagai kisah mukjizat yang terjadi
dalam nama Yesus, tetapi untuk menyatakan, bahwa
kisah-kisah mukjizat yang dilaporkan di dalam kitab suci,
khususnya kitab-kitab Injil, sangat mungkin terjadi.
Satu hal penting yang disampaikan oleh Prof. Keener
mengenai mukjizat yang terjadi, baik di zaman Yesus,
ataupun pada masa kini, adalah bahwa itu merupakan
foretaste, atau cicipan awal, mengenai kerajaan Allah, yang
di dalamnya tidak ada sakit-penyakit atau kematian.
Dari berbagai kisah dan pengalaman, baik yang
didapat dari orang lain
maupun yang dialaminya
sendiri, Prof. Keener juga
berkesimpulan,
bahwa
kebanyakan
mukjizat
justru muncul di daerahdaerah, dimana mayoritas
penduduknya
belum
mendengar tentang Injil.
Dengan kata lain, mukjizat
merupakan salah satu cara Allah untuk membawa orangorang percaya kepada Yesus Kristus.
Last but not least, Prof. Craig S. Keener juga
menyampaikan sebuah prinsip penting, bahwa yang
penting bukanlah seberapa besar iman kita, tetapi
seberapa besar Tuhan, yang kepadaNya kita menaruhkan
iman dan pengharapan kita.
Demikian sekilas laporan dari Seminar Akademis
dan Seminar Publik yang dihadiri oleh sekitar 700 orang
setiap harinya. Video rekaman dari pemaparan Prof Craig
S. Keener dapat diakses di laman Youtube SolaScriptura
Indonesia. Sampai jumpa di seminar-seminar berikutnya.
(Ayus)
Mukjizat="Mencicipi Surga"
Sebagai seorang akademisi, Prof. Craig Keener
melakukan penyelidikan yang luas dan mendalam
mengenai keberadaan mukjizat di berbagai zaman dan
belahan dunia, dengan bukti-bukti selengkap mungkin.
Prof. Keener memiliki "bank data" mukjizat yang lengkap,
mulai dari mukjizat fisik hingga mukjizat terkait alam.
Kegiatan-kegiatan Selanjutnya
Retreat Alone With God
Villa Lody, 23-24 Mei 2015
Orientasi Staf
Jakarta, 5 Juni - 5 Agustus 2015
KNPS XIII
Solo, 7-11 Agustus 2015
Pembicara:
Ir. Tadius Gunadi, MCS
Pembicara:
- Inawaty Teddy
- Yonky Karman
- Tiopan Manihuruk
- Harry Limanto
- Gunawan Sri Haryono
- dll.
Pembicara:
- Alex Nanlohy
- Budianto Tandirerung
- Yohanes Agung
- Eri Iwantoko
- Yudit Lam
- dll.
Tema:
"Revive Us Again"
(Renewing and Deepening Our
Relationship With God)
3
Pelayanan Medis
Nasional
PMdN Perkantas:
Bekerja Memberi Buah
P
elayanan Medis Nasional mengawali tahun 2015 dengan koordinasi
dan rapat-rapat kerja untuk memantapkan program Pelayanan Medis
Nasional 2015, khususnya program Divisi Pembinaan, yaitu mana saja
fokus yang akan dikerjakan sepanjang tahun, agar pelayanan Divisi Pembinaan
dapat berjalan efektif.
Tim redaksi Majalah Samaritan juga telah
mengadakan rapat redaksi untuk menentukan tema
sepanjang tahun 2015. Tema yang telah disepakati untuk
tahun 2015 adalah “Integral Mission”, dengan topik per
edisi, yaitu:
• “Misi dari Masa ke Masa, New Paradigm of
Mission” (edisi I),
• “Misi Sebagai Gaya Hidup” (edisi II), dan
• “Go Beyond” (edisi III).
Selain itu, diadakan juga rapat pembentukan panitia
CMMC (Christian Medical Mission Conference) yang
rencananya akan diadakan di Solo pada tanggal 14-17
Agustus 2015.
peserta diperlengkapi dari sisi misi, pengetahuan medis,
dan spiritualitas untuk dapat melayani di daerah PTT
atau tempat kerja masing-masing nantinya. Peserta juga
mengikuti live in ke masyarakat pedalaman dan terpencil,
didampingi oleh dokter-dokter yang berpengalaman
dan ahli bidangnya. Pengalaman ini tentunya akan
memberikan bekal yang sangat berharga bagi peserta
peserta MMC sebelum memasuki ladang misi yang
sesungguhnya.
Mengutip kalimat dari dr. Lineus Hewis (Ketua
PMdN), “Ketika Tuhan masih memberikan hari-hari
untuk kita lalui, biarlah itu berarti kesempatan untuk
‘bekerja memberi buah’, peluang untuk berkarya lebih
giat lagi dalam menyelesaikan pekerjaan yang telah
dipercayakanNya kepada kita.”
Medical Mission Course X
PMdN kembali membuka pelaksanaan MMC X pada
tanggal 1 Maret 2015. MMC kali ini istimewa, karena
untuk pertama kalinya perawat bisa mengambil bagian.
Ada 6 peserta dalam MMC tahun ini, yakni 2 dokter
umum dari Semarang, 1 dokter umum Medan, 1 dokter
gigi dari DIY, 1 dokter gigi dari Jakarta, dan 1 perawat dari
Surabaya. Peserta dibina di Guest House BPLP/YAPKI
pada tanggal 1-7 Maret 2015. Materi pembinaan termasuk
pemahaman mengenai misi, mental, dan formasi spiritual.
Setelah itu, pembinaan dilanjutkan ke RS Misi Bethesda,
Serukam, Kalimantan Barat.
Dari tanggal 8 Maret sampai tanggal 10 Maret 2015,
4
Literatur
Perkantas
Sambungan dari hal. 1
Mengikuti Jejak Yesus
Pembangunan kerajaan Allah adalah sebuah jalan
mengikuti jejak Yesus di jalan yang telah Dia tempuh.
Jadi, jikalau dalam proses pembangunan kerajaan Allah
kita harus menempuh jalan yang tidak populer dan
mengalami berbagai himpitan, kita tahu bahwa Yesus
telah terlebih dahulu menjalaninya.
Jikalau Yesus rela menempuh jalan demikian,
bagaimana bisa kita menginginkan jalan mudah dan
nyaman? Jika jalan yang kita tempuh adalah tekanan dari
pimpinan, cemoohan dari rekan sekerja, dan sebagainya,
karena ketaatan kita memperjuangkan nilai-nilai kerajaan
Allah, maka kita pun harus siap menjalaninya (Luk. 9:2326).
Dan, membangun kerajaan Allah bukanlah usaha
berjalan di atas karpet merah menuju pemujaan dunia,
tetapi usaha menapaki jalan Kristus yang merah oleh
darah, menuju sambutan dan pujian dari Tuhan sendiri
bagi hamba-hamba-Nya yang baik dan setia.
Pembangunan Kerajaan Allah bukanlah jalan
pembuktian eksistensi Kekristenan di tengah dunia
ini, melainkan pembuktian akan kehadiran Allah yang
memerintah umat-Nya. Dalam pelayanan, kita bisa
dengan mudah terjebak ke dalam usaha menghadirkan
eksistensi diri (Baca: pribadi orang percaya atau lembaga
atau persekutuan orang percaya itu sendiri). Kerajaan
Allah bukan soal kemasan, tetapi soal kedaulatan atau
pemerintahan Allah.
Kita dapat melakukan berbagai kegiatan misi dan
pelayanan, tetapi apakah setiap kegiatan itu menunjukkan
kehadiran pemerintahan Allah? Apakah kehadiran
setiap kita sebagai orang percaya dalam pekerjaan,
masyarakat, atau di mana saja, menandai pula kehadiran
pemerintahan Allah? Kehadiran kerajaan Allah bukanlah
soal semakin besarnya kelembagaan orang-orang percaya,
tetapi semakin nyatanya kedaulatan Allah dalam seluruh
aspek kehidupan kita.
Membangun kerajaan Allah bukan seperti usaha
menghias kue tart dengan berbagai warna, tetapi seperti
usaha ragi mengkhamirkan seluruh adonan.
*Penulis adalah staf Perkantas Rantauprapat
5
Gerak Pelayanan
Daerah
BPC Perkantas Medan:
Membuktikan Janji Penyertaan Allah
M
engutip kata yang ada di buku Kisah yang Belum
Usai, “Grace alone... Eben Hezer,” demikianlah
yang dapat diucapkan jika melihat kembali
bagaimana pergerakan pelayanan Perkantas di Medan dan
Sumatera Utara pada umumnya. Pelayanan yang dimulai
dengan pergerakan kecil di kalangan siswa maupun
mahasiswa, kini sudah menjadi BPC yang memasuki
tahun ke-27. Pergerakan yang diawali dari 2 komponen
pelayanan, kini berkembang menjadi 3 komponen bersama
beberapa persekutuan profesi dan interest group. Dari
gerak pelayanan di kota Medan, Tuhan menambahkan
BPC Pekan Baru, BPP Padang, BPR Pematangsiantar,
BPR Labuhan Batu, BPR Sidikalang, BPR Tebing Tinggi,
BPR Stabat-Binjai, Perintisan kota Nias, Sibolga, Balige,
dan Tanah Karo.
Terpujilah Allah yang sudah berkarya di masa
lalu; Allah yang sedang dan akan terus bekerja untuk
menuntaskan karya agung-Nya di dalam dan melalui
pelayanan Perkantas, hingga kegenapan waktu-Nya nanti.
Sejarah pelayanan Perkantas Medan tak bisa
dilepaskan dari kehadiran beberapa staf Perkantas dari
Jakarta yang sering berkunjung ke ibukota Sumatera
Utara ini untuk melayani siswa maupun mahasiswa,
sehingga persekutuan siswa dan pergerakan mahasiswa
yang telah muncul sejak tahun 1970an cukup memahami
pelayanan Perkantas, dan bahkan mendukung penuh
rencana pendirian cabang Perkantas di Medan. Pada saat
itu, pelayanan yang telah berjalan adalah persekutuan
siswa Kristen SMAN 1 Medan dan gerakan-gerakan
mahasiswa Kristen yang berpusat di USU (1980), IKIP
(1979, sekarang UNIMED), dan Darma Agung (1981).
dalam pelayanan mahasiswa, yaitu Tiopan Manihuruk,
menyerahkan dirinya sebagai staf lapangan yang pertama
sekaligus menjabat sebagai PC (Pemimpin Cabang)
Perkantas Sumut. Pada waktu itu, beliau juga adalah ketua
BPC Perkantas Sumut yang pertama. Perkembangan
berikutnya adalah bertambahnya komponen pelayanan
dalam Perkantas Medan, yaitu PMdK (dimulai pada
tahun 1993) dan PAK (1993).
Puji syukur kepada Bapa, yang telah mengutus anakanak-Nya sebagai associate staff dan staf di tengah-tengah
pelayanan Perkantas Medan, yaitu: Tiopan Manihuruk
(staf lapangan), Indrawaty Sitepu (diutus ke nasional),
Esni Naibaho (staf lapangan), Herlina Silitonga (staf
lapangan), Heppy Sirait (staf kantor), Danny Bukidz (staf
lapangan—sedang study lanjut), Iventura Tamba (staf
lapangan), Aswindo (staf lapangan), Juppa Halloho (staf
lapangan), Otto Mart (staf lapangan), Nova Damanik
(diutus ke Balige), dan Molenta Naibaho (staf kantor).
Kehadiran pelayanan Perkantas di Medan selama
lebih dari 26 tahun ini menjadi bukti dari janji penyertaan
Allah. Tentu sepanjang 26 tahun lebih berkiprah, sudah
banyak dihasilkan alumni yang mencintai Tuhan dan
berkarya bagi Tuhan melalui kehidupannya, meski tidak
sedikit juga yang kurang mengalami pertumbuhan dan
bahkan kembali ke kehidupan manusia lama. Selain
ucapan syukur, hal ini juga menjadi bahan evaluasi
terhadap Perkantas, sehingga pembinaan selanjutnya
dapat terus dikerjakan dengan lebih baik, sesuai dengan
maksud dan cara-Nya.
Kiranya pelayanan Perkantas Medan terus dan
semakin menjadi berkat, khususnya bagi siswa, mahasiswa,
dan alumni Kristen, dan semakin banyak di antara mereka
yang mengenal serta bertumbuh di dalam Dia. Kiranya
semua yang telah, sedang, dan akan dilayani menjadi
murid-murid Kristus yang tekun, setia, dan berani. Dan,
kiranya Bapa terus menguatkan dan memelihara para
pekerja-Nya, serta mengutus lebih banyak lagi pekerja
untuk melayani Dia. Segala kemulian hanya bagi Tuhan!
Pelayanan Perkantas di Medan diresmikan
Pada tanggal 24 Mei 1988, berdirilah BPR (Badan
Pengurus Ranting) Perkantas Medan di bawah binaan
BPC Perkantas Jakarta. Ketua BPR yang pertama adalah
Hasudungan Limbong. Kemudian, pada bulan Februari
1989, kantor Perkantas Medan mulai beroperasi dengan
Kasiani Sinulingga sebagai staf administrasi
merangkap pembina rohani. Untuk kegiatan
administrasi sehari-hari pada waktu itu, disewalah
sebuah rumah di Jalan Gajah Mada No. 31,
Medan, sebagai sekretariat.
Seiring
berjalannya
waktu,
Tuhan
mempercayakan semakin banyak jiwa, bidang,
maupun ladang pelayanan, sehingga status BPR
dirasa perlu untuk ditingkatkan. Oleh karena itu,
pada tanggal 3 Juni 1991, BPR Perkantas Medan
berubah status menjadi BPC (Badan Pengurus
Cabang) Perkantas Sumut. Ketika itu, kebutuhan
akan staf lapangan penuh waktu sangatlah
mendesak, sehingga salah satu penggerak
6
Pengurus dan Staf yang Berulang Tahun di Bulan Mei dan Juni
MEI
1 Ronald C. H. Arang (Pengurus
BPP Palangkaraya)
1 Berman Noel Christian Silalahi
(Staf BPR Malang)
4 Atta I.Allorante
4 Riana Rahmi Purnama (Pengurus
BPR Malang)
4 Rina Ayu Krisnani (Staf BPC
Jateng)
5 Nie Ing Yong (Pengurus BPC
Jateng)
6 Budi Haryanto (Staf BPC Jateng)
6 Eva Sumampow
6 Heber Sembiring (Pengurus BPC
Jabar)
7 Flafiana Trinurjani Tagung (Staf
BPC Jakarta)
9 Yonky Karman (Badan Pengawas)
9 Sokhinafao Daely (Staf BPP
Palembang)
9 Tjatur Wicaksono (Pengurus
BPC Jateng)
10Naomi Patioran(Badan Pengawas)
10Reny Triwardani (Pengurus BPC
DIY)
11 Agung Miyarta Hadi
11 Rendy Agustin Reynold (Staf
BPC Sulsel)
12 Esmelia Sihombing (Pengurus
BPC Pekanbaru)
13Linus (Pengurus BPP Jayapura)
14 Khristina Antariningsih
(Pengurus BPR Wonosari)
15Elisabeth Pentakostiana (Staf
BPC Kalbar)
18Harry Zakaria (Organ Pembina)
19 Mangapul Sagala (Staf BPC
Jakarta)
19Meilina Monatiur (Staf Kantor
Nasional)
19Yenita (Pengurus BPR Kediri)
20Christiany Juditha (Pengurus
BPC Sulsel)
20 Budianto Napoh (Pengurus BPC
Sulsel)
21 Yosef Patandung (Pengurus BPR
Toraja)
22Rino G.M Lamau (Staf BPR
Poso)
23Anton Budianto (Badan
Pembina)
23 Alfianus Yoan Samara (Staf BPP
Samarinda)
24Catur Suryandari (Staf BPC
Jateng
26Lidia Kristina Siahaan (Staf
Perkantas Jakarta)
26Tiopan Manihuruk (Staf BPC
Sumut)
28Sabda Wahyudi (Pengurus BPR
Solo)
29Edi S. Tehuteru (Pengurus
PMdN)
30 Wellem Sairwona
30Edy Sugiharto (Pengurus BPR
Wonosari)
30Elfrida Siburian (Pengurus BPP
Pematang Siantar)
31 Mei Herawati (Pengurus BPC
Jatim)
JUNI
2 Ferdinandus Saragih (Staf BPR
Pematang Siantar)
3 Yoel Anung Sundarto (Pengurus
BPR Wonosari)
3 Herald Siagian (Pengurus GC)
4 Jodelin Muninggar (Pengurus
BPR Salatiga)
4 Jodelin Muninggar (Pengurus
BPR Salatiga)
4 Nova Damanik (Staf BPC Sumut)
6 Aswindo (Staf BPC Sumut)
6 Yoanita Indrawati(Pengurus BPR
Banyuwangi)
7 Theopilus Tumole (Staf BPC
Sulut)
8 Alce Pasapari (Pengurus BPR
Poso)
9 Anggiat Tambunan (Staf BPC
Jabar)
9 Wahyu Respati Wulandari (Staf
BPR Jember)
13 Djemi Lassa (Pengurus BPC
NTT)
14 Laksana Umanda Sitanggang
(Pengurus BPC Sumut)
16 Samuel Salaka (Staf BPC
Maluku)
7
Ulang
Tahun
16Evan Aristol Lature (Staf BPC
Jabar)
16Nelta Ratana (Pengurus BPP
Palangkaraya)
17 Yuni (Pengurus BPR Magelang)
17 Ivanna Asnur Muskananfola (Staf
BPC Jatim)
17 Tirsa Sulleng (Pengurus BPP
Jayapura)
18 Benjamin Suhartono (Pengurus
BPR Malang)
18Kornelius Upa Rodo(Staf BPR
Salatiga)
21 Junus K.P Tipka (Pengurus BPC
Maluku)
21 Tuan Juniar Situmorang
(Pengurus BPC DIY)
23Dewi Santika Sihombing (Staf
BPP Jambi)
24Yudy Sushanto (Staf BPC Jatim)
25Erni Junita Hutasoit (Pengurus
BPP Palembang)
25Wahyu Rahardjo (Pengurus BPR
Banyuwangi)
27 Fany Gandatua Hutabarat (Staf
BPC Jabar)
27Jahja Setiawan (Pengurus BPC
Jatim)
27 Okta Evelina Pasaribu (Staf BPP
Palembang)
28 Erdayani Sabeng (Staf BPC
Sulsel)
28Adiana Yunita Prastuti (Pengurus
BPC DIY)
29Abraham Ronald (Pengurus BPC
NTT)
29Juppa Haloho (Staf BPC Sumut)
29Bernard Dima (Pengurus GC)
30Johny Tamus (Pengurus BPC
Sulut)
Pokok
Doa
SOE
• Mengucap
syukur
untuk
pelayanan yang terus berjalan
dan untuk dukungan yang
diterima, baik berupa doa, dana,
maupun daya.
• Doakan
untuk
persiapan
regenerasi Badan Pengurus
PSK Sekolah (SMA 1 dan SMA
Kristen 2) dan juga PSK Kota.
• Doakan agar tiap-tiap komponen
juga staf dapat mengerjakan tugas
dengan baik dan saling menjaga
komunikasi agar pelayanan dapat
terus berjalan dengan baik.
• Doakan kebutuhan dana rumah
persekutuan tahun kedua agar
Tuhan sediakan pada waktu-Nya.
WAIKABUBAK
• Mengucap
syukur
untuk
regenerasi Badan Pengurus
persekutuan siswa maupun
mahasiswa di bulan Maret dan
April yang telah berjalan dengan
baik.
• Doakan rencana pembelian
tanah untuk pembangunan
rumah persekutuan permanen,
agar dapat terwujud di tahun
2015 ini. Doakan Tim Ruper
agar
Tuhan
memberikan
koordinasi dan semangat dalam
mempersiapkan segala sesuatu
yang diperlukan.
LAMPUNG
BOGOR
• Mengucap
syukur
untuk
kebutuhan operasional yang
terus Tuhan cukupkan.
• Mengucap syukur untuk KTB
BPP dan Staf yang sudah
dilaksanakan.
• Mengucap syukur untuk evaluasi
kebersamaan komponen pada
tanggal 21-22 Maret.
• Doakan persekutuan umum di
tiap komponen yang dimulai
pada semester ini.
• Doakan 3 anggota BPP yang
bekerja di luar kota, agar
komunikasi di antara BPP
maupun dengan staf tetap
terjalin dengan baik.
• Doakan regenerasi BPR dan
Tim Dana Perkantas Bogor, agar
mendapatkan orang-orang yang
komitmen melayani, memahami
kondisi pelayanan di Bogor, mau
memperjuangkan
kebutuhan
pendanaan Perkantas Bogor.
Doakan juga kesehatian BPR,
Tim Dana, dan Staf.
• Doakan upaya-upaya pencarian
dana
untuk
memenuhi
kebutuhan
pelayanan
yang
semakin besar.
• Doakan kebutuhan adanya
penambahan staf lapangan
di tahun ini, supaya Tuhan
mengutus pekerja-Nya.
• Mengucap syukur untuk Ibadah
Paskah Perkantas Bogor pada
18 April 2015 yang dilayani
oleh Flafiana Tagung, dengan
tema
“Kebangkitan-Nya
Memperbaharui Hidupku”.
• Doakan
segala
program
PMKB, TPPM, dan PAK dalam
memperjuangkan pembinaan,
pelatihan, dan pemuridan/
KK baik di kampus maupun di
kalangan alumni.
WAINGAPU
• Mengucap syukur untuk BPR
baru yang sudah diteguhkan,
doakan agar dapat bersama-sama
menata pelayanan lebih baik.
• Mengucap
syukur
untuk
perintisan di Persisten SMA 3
di bulan Maret, doakan untuk
tindak lanjutnya.
• Berdoa untuk persekutuan
alumni yang akan regenerasi,
agar ada orang-orang yang
mau mengambil bagian dalam
pelayanan alumni.
• Doakan traveling nasional Iis
Achsa dan rencana perintisan
PMK Open House di dalamnya.
• Doakan Tim Rumah Persekutuan
dalam pencarian dana sebesar Rp
720 juta, kiranya tahun ini dapat
terwujud.
Selamat atas kelahiran Henokh Faith Sitohang, putra dari Bernard
Sitohang dan Stefany Purnama Siahaan (Staf Fundraising BPC Jakarta)
pada tanggal 7 Maret 2015
____________________________________________
Selamat atas pernikahan Milhan Kahandik Santoso (Staf Literatur
Perkantas Jawa Timur) dengan Mellany Lassa pada tanggal 14 Maret 2015
____________________________________________
Turut berbelasungkawa atas Jermias Tuasela, ayahanda dari Kenny
Tuasela (Staf Perkantas Sorong), yang telah dipanggil ke pangkuan Bapa di
surga pada tanggal 12 Maret 2015
8
"For prayer is nothing
else than being on terms
of friendship with God."
(Saint Teresa of Avila)
________________________
Pokok doa dari kota-kota lain
dapat dilihat di:
perkantas.net/pokok-doa/
Pengangkatan BPC Sulawesi Tengah
(periode 2015-2017)
1. I Nyoman Mertayasa, ST
2. Yudi Dille, SE
3. Merry Ronde, SE
4. Yeffri Urianto, SE
5. Kalvin A. Parinding M.Si
6. Edit Austika, SE
7. Yoas M. Anang Lallo, S.pt
8. Semy Tandawuya, Amd
Graduate
Center
G
raduate Center (GC) merupakan sentra pelayanan alumni
Perkantas Nasional yang bertujuan untuk membantu perintisan
dan pengembangan pelayanan alumni agar lebih berdampak bagi
bangsa, negara, gereja, tempat kerja, keluarga, maupun pelayanan siswa dan
mahasiswa. Hingga saat ini, terdapat enam divisi dalam pelayanan GC, yaitu
divisi pendidikan, politik dan hukum, keluarga dan gereja, PAK dan jejaring,
pemberdayaan masyarakat, serta divisi media dan budaya.
Divisi Pendidikan
TFT Educational Care (TFT EC)
Peserta dan pembicara TFT EC Serpong
Puji syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya
Training for Trainer Educational Care (TFT EC) di
Serpong (7-8 Januari 2015) dan Makassar (7-11 Januari
2015). Trainer yang melayani pada TFT Serpong adalah
Helmy Pardede, Prapti Sekarmadidjaja, dan Rasnanita
Ginting. Ada 27 guru dari sekolah Penabur dan sekolah
binaan Penabur yang mengikuti pelatihan ini, dan setiap
peserta membuat rencana aksi yang akan dilakukan
sebagai penerapan praktis.
Di Makassar, 16 peserta TFT EC dilayani oleh Frida
Hutagalung, Helmy Pardede, Indrawaty Sitepu, Fely S.
Doakan agar panitia dan trainer beroleh hikmat dan
Toding, dan Prapti Sekarmadidjaja.
pimpinan Tuhan dalam mempersiapkannya. Untuk
Sebagian trainer yang melayani di Serpong dan
informasi dan pendaftaran tentang TFT EC di Palu
Makassar di atas adalah peserta TFT EC tahun 2013 dan
dan Kupang, hubungi staf di daerah bersangkutan, atau
2014 lalu. Setiap peserta
hubungi sekretariat GC
yang mengikuti TFT EC
di nomor 081380326265
Peserta dan pembicara TFT EC Makassar
memang didorong untuk
(Prima).
menjadi
trainer
bagi
rekan-rekan lain di TFT
Kamp Nasional Dosen
EC berikutnya. Dengan
Indonesia (KNDI)
demikian,
diharapkan
Terpujilah Tuhan atas
lebih banyak lagi guru
penyertaan-Nya sepanjang
yang dapat dijangkau dan
Kamp Nasional Dosen
mendapatkan manfaat dari
Indonesia (KNDI) perdana
materi-materi training.
yang pada tanggal 20-22
Pada tanggal 17-20
Februari 2015. Tema yang
Juni 2014 mendatang, akan
diangkat adalah “Peran
diadakan TFT EC di Palu. Sedangkan pada tanggal 23Strategis Dosen dalam Membangun Bangsa.” Terdapat 57
26 Juli 2015, TFT EC akan diselenggarakan di Kupang.
orang peserta, panitia, dan pembicara dari 16 kota yang
hadir dalam KNDI perdana ini. Materi-materi dibagikan
melalui berbagai aktivitas, seperti eksposisi, seminar,
Peserta dan pembicara KNDI
maupun kapita selekta. Selain itu, juga diadakan konsultasi
sesuai bidang ilmu untuk mendiskusikan penerapan dan
rencana aksi dari materi yang didapat sepanjang kamp.
Melalui lembar evaluasi, peserta menyatakan menikmati
KNDI yang memperlengkapi, menguatkan, memberikan
peneguhan, dan menginspirasi mereka sebagai dosen
kristen yang melakukan peran garam dan terang bagi
bangsa ini, serta merindukan agar kamp serupa diadakan
kembali.
9
Graduate
Center
Divisi Politik dan Hukum
KTB KPHI (Komunitas Profesional Hukum Indonesia)
Puji Tuhan untuk KTB KPHI yang berjalan rutin
tiap dua bulan. Tahun ini, KPHI akan membuat buku PA
Hukum bagi mahasiswa dan alumni di bidang hukum.
Materi buku PA ini berasal dari bahan-bahan KTB yang
sudah dibahas di dalam KTB KPHI tahun lalu. Buku PA
ini ditargetkan dapat terbit perdana pada pelaksanaan
KNA, 24-27 September 2015 yang akan datang. Doakan
agar proses penyelesaian buku ini berjalan dengan baik,
dan agar buku PA Hukum ini benar-benar menjadi berkat
bagi mahasiswa dan alumni hukum.
KTB Politik
Puji syukur kepada Tuhan untuk KTB Politik yang
terus berjalan, dengan bahan diskusi dari buku Misi Umat
Allah dan isu-isu politik terkini. Selain KTB, Divisi Politik
juga melakukan diskusi melalui media sosial. Selain itu,
Divisi Politik juga sedang mempersiapkan buku PA Politik,
yang rencananya akan diluncurkan pada pelaksanaan
KNA. Doakan tim yang sedang mempersiapkan buku
PA ini (Iin, Tadius, Reza, dan Graal), agar buku ini dapat
selesai tepat waktu dan menjadi berkat, khususnya bagi
mahasiswa dan alumni yang menggumuli bidang politik.
Divisi PAK dan Jejaring
Pertemuan Pengurus PAK Indonesia se-Jabodetabek
Pada tanggal 25 Januari 2015, Divisi Pengembangan
PAK dan Jejaring mengadakan pertemuan penguruspengurus PAK Indonesia se-Jabodetabek. Pertemuan ini
dihadiri oleh 15 orang dari beberapa pengurus PAK yang
hadir diantaranya dari PAK Jakarta, PAK Bandung, PAK
Semarang, PAK Bogor. Selain pengurus PAK, juga hadir
beberapa pengurus GC. Selain ibadah, saling membagikan
program, dan berdoa bersama, para pengurus PAK yang
hadir juga bersepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
Retreat Alone With God
Pada tanggal 23-24 Mei 2015, akan diadakan Retreat
Alone With God yang ke-8 di Villa Lody, dengan tema
“Revive Us Again”. Retreat ini akan dipimpin oleh Ir.
Tadius Gunadi, MCS. Doakan agar pembicara, panitia,
dan peserta yang telah mendaftarkan diri terus diberikan
pimpinan dan hikmat Tuhan untuk mempersiapkan dan
mengikuti retreat ini. Untuk informasi dan pendaftaran,
silakan hubungi Juwita (083813873457) dan Citra
(08881215873).
Kamp Nasional Alumni
Di tahun 2015 ini, Graduate Center Perkantas
akan kembali mengadakan Kamp Nasional Alumni
(KNA). Perkantas Jateng menjadi tuan rumah KNA kali
ini, dengan dukungan dari PAK di Jakarta sebagai tim
usaha dana. KNA akan dilaksanakan pada tanggal 2427 September 2015 di Salib Putih, Salatiga, Jawa tengah.
Tema KNA kali ini adalah “Dipanggil untuk Berani dan
Berintegritas di Tengah Tantangan Bangsa.”
Adapun tujuan diselenggarakannya KNA 2015,
adalah:
1.
Meningkatkan
spiritualitas
alumni
dalam
kehidupannya secara utuh
2. Mengasah dan memantapkan titik pukul vokasi (titik
temu prioritas Allah, kebutuhan dunia, minat dan
karunia) alumni
3. Mengupayakan peningkatan peran, karya alumni
dan pelayanan alumni supaya semakin berdampak
bagi keluarga, gereja, dunia kerja, masyarakat, bangsa
dan negara.
4. Mengasah dan memperkuat karakter, keberanian,
kepemimpinan dan integritas alumni dalam
menghadapi tantangan bangsa ke depan.
5. Mengoptimalkan jejaring alumni dalam berbagai
bentuk dan peran alumni untuk mewujudkan visi
dan panggilannya.
Melalui kamp ini, alumni akan dikuatkan,
diperlengkapi melalui firman Tuhan dan kapita selekta,
serta dapat bersinergi dan berjejaring satu dengan
yang lain, sehingga makin efektif berkarya bagi bangsa
Indonesia.
Dukung dan doakan KNA 2015, agar segala yang
diperlukan Tuhan sendiri yang mencukupkan.
10
Weekend Panitia dan Rapat Panrah:
Menjalin Persekutuan Doa dan Kebersamaan Panitia
Persiapan
KNM 2016
P
uji syukur kepada Tuhan atas Weekend Panitia KNM 2016 yang
telah berlangsung pada tanggal 7-8 Maret 2015. Weekend ini
diikuti oleh Panitia Pengarah (Dance, Anthon Kattoba, Ricky,
dan Fifi), Staf Pendamping Panitia Pelaksana (Akhung, Issana, Intha,
Marlia, Milhan, dan lain-lain), serta Panitia Pelaksana yang dikoordinir
oleh Bagus. Fokus Weekend Panitia KNM 2016 ini adalah kebersamaan
panitia dan persekutuan doa.
Adapun rapat Panitia Pengarah KNM 2016 dilaksanakan pada
tanggal 9 Maret 2015, dengan pembahasan mengenai pembicara utama,
pleno, dan kapsel. Doakan proses dalam menggumuli tiga alternatif
pembicara utama, yaitu (sesuai prioritas):
1. Ramez Attalah (Direktur Lembaga Alkitab di Mesir, salah satu
pembicara senior di Lausanne)
2. Chris Dippenaar (Ahli Perjanjian Baru dari Afrika Selatan, pernah
menjadi misionaris di Taiwan)
3. Ivor Poobalan (Theolog Srilanka, rekomendasi dari Ajith Fernando).
Sambungan dari hal. 12
Shocked! Ya, saya terguncang karenanya, dan kembali
saya bertanya kepada Tuhan, mengapa Dia izinkan lagi
hal yang buruk terjadi di hidup saya. Bukankah selama
ini saya tetap mengerjakan aktivitas pelayanan? Kenapa,
Tuhan? Apa yang Tuhan inginkan dari saya? Setelah
orang tua meninggal, kemudian saya sakit paru-paru dan
membutuhkan dana pengobatan yang tidak sedikit.
Tuhan Mencukupkan
Namun di sisi lain, kedukaan dan kesusahan yang
saya alami memberi pemahaman kepada saya, bahwa
hidup dalam Tuhan adalah bagaimana kita menyerahkan
secara total hidup dan masa depan kita kepada Tuhan;
bukan apa yang kita mau, tetapi apa yang Tuhan
rencanakan dalam kehidupan kita. Sekalipun kedukaan
dan kesusahan terjadi di hidup saya dan keluarga (abang
dan kakak), yang harus mencari biaya untuk pengobatan
paru-paru yang tidak murah dan juga dana kuliah,
ternyata Tuhan mengadakan dengan cukup, tidak kurang
dan tidak lebih. Ada begitu banyak cara Tuhan untuk
memelihara kehidupan anak-anak-Nya.
Menjelang selesai masa kuliah, satu permohonan
saya kepada Tuhan adalah agar setelah lulus bisa langsung
mendapat pekerjaan, sehingga tidak menganggur. Dan,
Tuhan mengabulkannya. Dia memberikan pekerjaan
tanpa harus ada masa menganggur, pekerjaan yang
membawa saya untuk terbang dan berpindah-pindah
tempat di Jakarta, Batam, Balikpapan, dan Medan.
Pergumulan di dunia kerja
Menjadi alumni Kristen yang bekerja di dunia
profesional tidaklah semudah yang saya bayangkan
pada awalnya. Tekanan dan persaingan di tempat kerja
membuat saya menjadi down, apalagi berada jauh dari
Medan dan dari teman-teman serta kakak KTB di PSKM.
Tidak ada tempat sharing dan berbagi keluh kesah.
Kegagalan terjadi karena adanya kompromi terhadap
hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Kompromi
yang sering terjadi adalah kompromi untuk tidak bersaat
teduh dan berdoa setiap hari, baik karena kelelahan
maupun keterbatasan waktu. Kompromi dimulai dari
hal-hal kecil, yang berlanjut kompromi untuk tidak hidup
benar dan hidup jauh dari Tuhan, dan hal yang paling
parah terjadi dalam hidup saya sebagai alumni, adalah
mulai bergesernya nilai-nilai kehidupan dan pemahaman
saya. Bukan lagi Tuhan yang berkuasa dan memiliki hidup
saya, tetapi sayalah yang menentukan apa dan bagaimana
hidup saya. Pergeseran nilai-nilai hidup menjadikan diri
saya bagaikan sesuatu, padahal kosong. Looks like something,
but actually nothing.
Kita adalah manusia, bukan robot yang hidup
dengan perintah. Hidup kita adalah pilihan, dan Tuhan
mau supaya kita memilih untuk hidup taat kepadaNya.
Ketaatan kepada Tuhan dimulai dari hal yang paling
dasar namun sederhana yaitu HPDT (Hubungan Pribadi
Dengan Tuhan). Dengan memilih untuk bergaul dekat
dengan Tuhan, kita memilih untuk menyerahkan hidup
kita kepada Tuhan. Dengan memilih bergaul dekat
dengan Tuhan, kita memilih Tuhan untuk berkuasa
dan memimpin hidup kita. Hal inilah yang menolong
saya untuk bangkit dari kegagalan hidup rohani di awal
memasuki dunia alumni. Persekutuan pribadi dengan
Tuhan menjadi masa-masa untuk diajar waktu demi waktu,
selangkah demi selangkah, untuk semakin mengenal
Tuhan. Dan persekutuan pribadi dengan Tuhanlah yang
menolong saya. Saya terus memohon kepada Tuhan agar
diberikan hati untuk mengasihi Tuhan lebih dari apapun.
11
Sapa
Iwan Petrus Ruben H. Sipahutar, S.P.:
Menikmati Hubungan Pribadi dengan Tuhan
S
aya lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang
beragama Kristen, dimana orang tua dan saudara
saya sangat aktif dalam kegiatan di gereja kami.
Saya mulai mengikuti kegiatan Persekutuan Siswa
Kristen Medan (PSKM) saat duduk di kelas 2 SMP pada
waktu mengikuti Kebaktian Awal Tahun Ajaran, yang
ditindaklanjuti dengan Pembinaan Kelompok Kecil
bersama teman-teman satu sekolah. Sayangnya, perjalanan
kelompok kecil kami tidak berlangsung baik, karena satu
per satu mengundurkan diri.
Mulai dibentuk Tuhan
Meski demikian, Tuhan tetap memelihara saya untuk
bertumbuh dalam pengenalan akan Dia, karena setelah
masa SMP dan memasuki SMU, saya dipertemukan
dengan teman-teman kelompok kecil yang baru dengan
PKPA yang baru juga. Saya mulai terlibat aktif dalam
kegiatan-kegiatan PSKM. Tetapi, keterlibatan saya
mendapat tantangan dari orang tua yang belum mengerti
mengenai pelayanan PSKM. Saya dilarang mengikuti
kegiatan-kegiatan PSKM, termasuk KTB. Namun setelah
menerima kunjungan-kunjungan dari PKPA dan temanteman KK ke rumah, akhirnya orangtua mengizinkan
untuk ikut kegiatan PSKM lagi.
Masa pembinaan dalam KK dan pelayanan di
PSKM sangat membentuk kepribadian dan karakter saya
untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan. Tuhan
melalui pelayanan PSK Medan membentuk saya yang
dulunya adalah siswa yang pemalu, gagap, serta lambat
untuk berbicara, menjadi seorang yang berani untuk
menyampaikan pendapat dan pemikiran, bahkan juga
untuk memimpin.
rentang 5 (lima) bulan pada semester 3 (tiga) perkuliahan
merupakan pukulan yang sangat berat bagi hidup saya.
Semua seolah-olah menjadi gelap, dan saya merasa sebagai
orang yang paling berduka di dunia ini.
Sering saya bertanya kepada Tuhan, kenapa semua
kemalangan terjadi di hidup saya? Kenapa Tuhan izinkan
terjadi? Kenapa dan kenapa, pertanyaan itu selalu
berdengung di telinga saya.
Ketiadaan orang tua di rumah menjadikan hidup saya
menjadi tidak teratur. Kesibukan kuliah dan kegiatan di
PSKM membuat waktu saya banyak habis di luar rumah.
Waktu istirahat yang kurang dan makan yang tidak teratur
membuat saya jatuh sakit. Paru-paru saya bermasalah.
Dokter menyatakan bahwa saya sakit TBC dan harus
melakukan perngobatan jalan selama 9 bulan.
Bersambung ke hal. 11
Masa-masa gelap
Tuhan adalah pemilik kehidupan, dan Dia punya
rencana ketika kita dilahirkan, dan Dia mau kita mengerti
dan taat pada rencana dalam kehidupan kita.
Saya sangat meyakini pernyataan di atas, walaupun
pada awalnya saya tidak terlalu paham. Perjalanan
kehidupan memberi saya pemahaman dan pengertian
akan pernyataan tersebut. Kehilangan orang tua dalam
Penanggung Jawab Triawan Wicaksono, M. Div. (Sekjen Perkantas) | Redaktur Philip Ayus | Sekretaris Redaksi Meilina
Monatiur Simbolon | Kontributor Jacqueline Rorimpandey (PMdN), Prima Vista Sembiring (Graduate Center), Ellys Z Manalu
(Literatur Perkantas) | Penata Letak Philip Ayus | Alamat Redaksi Jalan Pintu Air Raya No. 7 Blok C-5, Jakarta 10710 |
Telepon 021-3519644 ext. 400 | Fax 021-3522170 | E-mail [email protected] | Website perkantas.net
Rekening (a.n. Yayasan Perkantas)
BCA Cab. Pintu Air, No. Rek. 1063003542
Bank Mandiri Cab. Gambir, No. Rek. 1190005040371
Download