GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KANKER

advertisement
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KANKER
SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
YOGYAKARTA
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Kebidanan
Stikes Jendral Achmad Yani Yogyakarta
RETNO RAHAYU SULISTYONINGSIH
1113014
PROGRAM STUDI KEBIDANAN (D-3)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
JENDERAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2016
i KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan
rakhmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang
berjudul “Gambaran Karakteristik Ibu Yang Mengalami Kanker Serviks Dirumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta”
Karya Tulis ini telah dapat diselesaikan , atas bimbingan, arahan, dan
bantuan sebagai pihak yang tidak penulis sebutkan satu persatu, dan pada
kesempatan ini penulis dengan rendah hati mengucapkan terimakasih dengan
setulus-tulusnya kepada :
1. Kuswanto Hardjo, dr., M.Kes selaku Ketua Sekolah Tinggi ilmu Kesehatan
Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
2. Reni Merta Kusuma, M.Keb selaku Ketua Prodi Kebidanan (D-3) Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Acmad Yani Yogyakarta.
3. Yuli Astuti, SST, selaku koordinator Karya Tulis Ilmiah (KTI).
4. Fatimah Dewi Anggraeni S.ST., MPH selaku dosen pembimbing KTI yang
telah memberikan arahan dan bimbingan pada penulis.
5. Haniek Farida, S.Psi., M.Si selaku dosen penguji penelitian ini, yang telah
meluangkan waktu untuk menguji, memberikan saran dan masukan dalam
berbagai hal untuk memperbaiki penelitian ini menjadi lebih baik.
6. Kepala RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta yang telah
mengizinkan dan membantu dalam melakukan penelitian.
7. Kedua orangtua, kakak, adik, dan sahabat yang selalu mendukung spiritual,
material, dan semangat pada penulis selama penyusunan penelitian ini.
8. Teman-teman Mahasiswa Kebidanan angkatan 2013 Stikes Jendral A Yani
Yogyakarta yang telah bersedia membantu dan memberikan nasihat serta
dorongan kepada penulis.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan kepada semuanya,
sebagai imbalan atas segala amal kebaikan dan bantuannya. Akhirnya besar
harapan penulis semoga karya tulis ilmiah ini berguna bagi semua.
Yogyakarta, Agustus 2016
Penulis
iv DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………..i
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………....... ii
PERNYATAAN…….…………………………………………………....... iii
KATA PENGANTAR…………………………………………………....... iv
DAFTAR ISI………………………………………………………………..v
DAFTAR TABEL…………………………………………………………..vii
DAFTAR GAMBAR………………………………………………………. viii
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………..ix
INTISARI....................…………………………………………………….. x
ABSTRACT................……………...……………………………………….. xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………….......……………………………... 1
B. Rumusan Masalah……...……………………………………….. 4
C. Tujuan Penelitian……………………………………………....... 4
D. Manfaat Penelitian ……………………………………………… 5
E. Keaslian Penelitian ……………………………………………... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori………..……………………………………..….. 8
B. Kerangka Teori…....…………………………………………….. 33
C. Kerangka Konsep Penelitian……………………………………. 35
D. Pertanyaan Penelitian…………………………………………… 35
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian…………………………………………….36
B. Lokasi dan Waktu Penelitian……………………………………. 36
C. Populasi dan sampel…………………………………………….. 36
D. Variabel Penelitian ………………………………………...…… 37
E. Definisi Operasional…………………………………………….. 38
F. Metode Pengumpulan Data…………………...……………….... 38
G. Metode Pengolahan dan Analisa Data…………………………...39
H. Etika Penelitian…………………………………………………..42
I. Jalannya Penelitian……...………….…..……………………….. 42
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian.........…………………………………………….44
B. Pembahasan......................………………………………………. 47
C. Keterbatasan Penelitian………………...……………………….. 52
v BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan................…………………………………………...53
B. Saran...........................………………………………………......54
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
vi DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian………………………………………………..
Tabel 2.1 Stadium Kanker Serviks…………………………………………..
Tabel 3.1 Definisi Operasional………………………………………………
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur…..…………
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan….……
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan…………
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Paritas.... …………
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kontrasepsi………
vii 7
26
38
45
46
46
46
47
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teori ………………………………………………
Gambar 2.2 Kerangka Konsep……………………………………………..
viii 32
33
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Jadwal Penelitian
Lampiran 2. Surat Izin Studi Pendahuluan Ka. BAPPEDA Kabupaten Bantul
Lampiran 3. Surat Izin Studi Pendahuluan Ka. Kantor Kesatuan Bangsa dan
Politik Kabupaten Bantul
Lampiran 4. Surat Izin Studi Pendahuluan Direktur. RSUD Panembahan Senopati
Bantul
Lampiran 5. Surat Balasan Izin Pendahuluan RSUD Panembahan Senopati Bantul
Lampiran 6. Surat Izin Penelitian Ka. BAPPEDA Kabupaten Bantul
Lampiran 7. Surat Balasan Izin Penelitian Ka. BAPPEDA Kabupaten Bantul
Lampiran 8. Surat Izin Penelitian Ka. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
Kabupaten Bantul
Lampiran 9. Surat Izin Penelitian RSUD Panembahan Senopati Bantul
Lampiran 10. Surat Balasan Izin Penelitian RSUD Panembahan Senopati Bantul
Lampiran 11. Check List Penderita Kanker Serviks
Lampiran 12. Hasil Penelitian
Lampiran 13. Lembar Konsultasi
ix GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU YANG MENGALAMI KANKER
SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
YOGYAKARTA
Retno Rahayu1, Fatimah Dewi Anggraeni2, Haniek Farida3
INTISARI
Latar Belakang : Kanker serviks masih menjadi penyakit terbanyak di Indonesia.
di Indonesia tercatat dalam Departemen kesehatan (Depkes) tahun 2012
menyebutkan angka kejadian dan kematian yang diakibatkan oleh kanker serviks
diperkirakan 13,2 juta jiwa. Beberapa faktor yang mempengaruhi kanker serviks
adalah umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan kontrasepsi hormonal.
Pernyataan ini didukung dengan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun
2013 bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta ada 130 kasus kanker serviks. Dari
studi pendahuluan di dapatkan penderita kanker serviks tahun 2015 sebanyak 50
orang yang menderita kanker serviks di RSUD Panembahan Senopati, untuk
rawat jalan ada 40 kasus dan rawat inap ada 10 kasus .
Tujuan Penelitian : Diketahuinya gambaran karakteristik ibu yang mengalami
kanker serviks.
Metode Penelitian : Merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling. Jumlah sampel
yang digunakan 50 responden dengan distribusi frekuensi yang diambil
menggunakan data sekunder dan checklist .
Hasil : Sebagian besar ibu yang mengalami kanker serviks di RSUD Panembahan
Senopati Bantul Yogyakarta berumur >35 tahun sebanyak 34 responden (68,0%),
tingkat pendidikan menengah (SMA dan SMK) sebanyak 26 responden (52,0%),
status pekerjaan sebagai petani sebanyak 18 responden (36,0%), dan paritas
primipara dan grandemultipara sebanyak 18 responden (36,0%), sebagian besar
menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak 29 responden (58,0%).
Kesimpulan : Ibu yang mengalami kanker serviks di RSUD Panembahan
Senopati Bantul Yogyakarta yaitu berusia >35 tahun, (SMA dan SMK), petani,
primipara dan grandemultipara, dan menggunakan kontrasepsi hormonal.
Kata Kunci : Karakteristik, Kanker Serviks.
1
2
Mahasiswa Prodi Kebidanan (D-3) Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Dosen Program Studi Kebidanan (D-3) Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
x CHARACTERISTICS OVERVIEW OF MOTHERS WHO ENCOUNTER
WITH CERVICAL CANCER IN PANEMBAHAN PUBLIC HOSPITAL
SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA
ABSTRACT
Retno Rahayu1, Fatimah Dewi Anggraeni2, Haniek Farida3
Background : Cervical cancer is still becoming the most prevalent diseases in
Indonesia. Health Department of Indonesia in 2012 recorded that the predicted
incidence and mortality rate which caused by cervical cancer were 13.2 million of
lifes. Factors that affecting cervical cancer are age, education, job, parity, and
hormonal contracepcy. This statement is supported with the Hospital Information
System (HIS) data in the year of 2013 which showed that there were 130 cases of
cervical cancer in Yogyakarta (DIY). From the conducted preliminary study,
obtained that in 2015 there were 50 persons of cervical cancer sufferer in
Panembahan Senopati Public Hospital, which were consist of 40 outpatient cases
and 10 inpatient cases.
Aim : To know the characteristics overview of mothers who encounter with
cervical cancer.
Research Methods : This research was a descriptive quantitative research. The
sampling technique used in this research was total sampling technique. The
samples were 50 respondents with frequency distribution that obtained by using
secondary data and checklist methods.
Results : Most of mothers who encounter with cervical cancer in Panembahan
Senopati public hospital Bantul Yogyakarta that aged >35 years old were as many
as 34 respondents (68.0%), as many as 26 respondents (52.0%) were high school
educated or graduated, as many as 18 repondents (36.05) were statused as a
farmer, as many as 18 repondents (36.0%) were statused as primiparas and
grandemulti parity, and as many as 29 respondents (58.0%) were using hormonal
contracepcy.
Conclusion : Mothers who encounter with cervical cancer in Panembahan
Senopati public hospital Bantul Yogyakarta that aged >35 years old were: high
school educated or graduated, farmers, primiparas and grandmultiparas, and using
hormonal contracepcy.
Keywords : Characteristic, Cervical cancer.
1
2
D-3 Midwifery Students of Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
D-3 Midwifery Lecturer of Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
xi BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka kematian Ibu adalah salah satu indikator Millennium Development
Goals (MDG’s) yang belum selesai dan perlu dilanjutkan pada agenda pasca 2015
yaitu pembangunan berkelanjutan atau Suistainable Development Goals (SDGs)
dengan target pada tahun 2030, mengurangi angka kematian ibu hingga dibawah
70 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015). Indikator ini berkaitan
langsung dengan kesehatan reproduksi perempuan. Masalah kesehatan reproduksi
yang dihadapi oleh wanita pada saat ini meningkatnya infeksi pada organ
reproduksi yang pada akhirnya menyebabkan kanker, salah satunya yaitu kanker
serviks (Martini, 2013).
Istilah umum kanker adalah tentang pertumbuhan sel yang tidak normal
yaitu tumbuh sangat cepat, tidak terkontrol dan tidak berirama yang dapat
menyusup ke jaringan tubuh normal dan menekan jaringan tubuh normal tersebut
sehingga memengaruhi fungsi tubuh (Romauli&Vindari, 2009). Kanker serviks
merupakan keganasan yang tumbuh pada awalnya di daerah SSK (Sambungan
Skuamo Kolumner) dari serviks (Darayani, 2011).
Angka kejadian dan kematian yang diakibatkan oleh kanker serviks di
dunia menempati urutan kedua setelah kanker payudara. Sementara itu, di negara
berkembang masih menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian akibat
kanker diusia produktif. Hampir 80% kasus berada di negara berkembang
(Rasjidi, 2007). Diperkirakan diseluruh dunia ditemukan 500.000 kasus baru
1 2 setiap tahunnya. Kanker ini masih merupakan penyebab utama kematian dari
seluruh kanker pada wanita terutama diusia produktif (Rarung, 2011).
Menurut data World Healthy Organization (WHO), setiap 2 menit di
negara berkembang terdapat satu penduduk meninggal karena kanker serviks.
Kanker serviks banyak dijumpai di negara-negara sedang berkembang seperti
Indonesia, India, Bangladesh, Thailand, Vietnam, dan Filiphina (Depkes, 2012).
Tingginya angka kematian ini disebabkan karena kanker serviks tidak memiliki
ciri yang khas, namun dapat dicegah dengan dilakukan program deteksi dini. Hal
ini belum dilakukan khususnya di negara berkembang. Data Depkes (2012)
memperkirakan 6% atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit
kanker dan sekaligus penyebab kematian di Indonesia. Rahayu (2014)
menyebutkan 274.000 wanita di Indonesia meninggal dunia setiap tahun akibat
kanker serviks.
Hasil penelitian Oemiati (2011) menunjukkan bahwa masalah penyakit
kanker di Indonesia antara lain hampir 70% penderita penyakit ini ditemukan
dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. Prevalensi kanker tertinggi berdasarkan
propinsi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 9,66% dan terendah adalah
Maluku Utara 1,95% dengan urutan jenis kanker tertinggi di Indonesia adalah
kanker ovarium dan kanker serviks.
Menurut WHO infeksi Human Papiloma Virus (HPV) merupakan faktor
resiko penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim. Wanita meninggal karena
kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi HPV tersebut. Infeksi HPV sangat
2 3 mudah terjadi, diperkirakan tiga perempat dari jumlah orang yang pernah
melakukan hubungan seksual, laki-laki maupun wanita (Rahayu, 2014).
Faktor yang mempengaruh kanker serviks adalah umur, karena wanita
yang berusia 35-50 tahun dan masih aktif melakukan hubungan seksual, kanker
serviks cenderung lebih banyak terjadi pada wanita yang berpendidikan rendah.
Pada pekerja wanita kasar, seperti buruh, petani memperlihatkan 4 kali lebih
mungkin terkena kanker serviks dibandingkan wanita pekerja ringan atau bekerja
dikantor. Penderita kanker serviks 7,9% adalah multipara dan 51% pada nullipara,
dimana bila persalinan pervaginam banyak maka kanker serviks cenderung timbul
(Rasjidi, 2010). Penggunaan kontrasepsi hormon dalam jangka waktu yang lama
juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks (Syafrudin dalam Astuti,
2012).
Pemerintah menganjurkan kepada wanita berusia 35-55 tahun yang masih
aktif melakukan hubungan seksual untuk melakukan deteksi dini kanker serviks
setiap 5 tahun sekali. Cara deteksi dini kanker serviks ada 2 metode skrining yaitu
dengan Pap Smear dan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA),
cara skrining ini terbukti mampu menurunkan insiden kanker serviks invasive dan
memperbaiki prognosis (Wijaya, 2010). Wanita-wanita yang tingkat ekonominya
rendah risiko terkena kanker serviks tinggi karena mereka tidak mempunyai akses
pada pelayanan kesehatan yang memadai, untuk melakukan Pap Smear dan IVA
test secara rutin (Soebachman, 2011), ketidaktahuan atau rendahnya pengetahuan
seseorang terhadap suatu penyakit kanker serviks dan pencegahannya dapat
menyebabkan kanker serviks tidak terdeteksi secara dini, apabila pengetahuan
3 4 seorang wanita tentang pencegahan kanker serviks luas maka akan menimbulkan
kepercayaan terhadap deteksi dini kanker serviks (Rahayu, 2014).
Data SIRS (Sistem Informasi Rumah sakit) tahun 2013 yang diperoleh dari
Dinas Kesehatan DIY, menyatakan bahwa kabupaten Bantul peringkat pertama
dengan kasus kanker serviks yaitu 74 kasus, kemudian kabupaten Yogyakarta
sebanyak 40 kasus, dan kabupaten Gunung Kidul sebanyak 25 kasus. Rumah sakit
dengan kejadian kanker serviks tinggi adalah RSUD Panembahan Senopati
Bantul, RS Bethesda diurutan kedua dan RSUD wonosari diurutan ketiga (Dinkes
DIY, 2013).
Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 10 juni 2016 di RSUD
Panembahan Senopati Bantul didapatkan penderita kanker serviks tahun 2015
sebanyak 50 orang yang menderita kanker serviks. Untuk rawat jalan ada 40 kasus
dan rawat inap ada 10 kasus.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang yang telah disusun, maka peneliti dapat
menentukan rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah
gambaran karakteristik ibu yang mengalami kanker serviks di RSUD Panembahan
Senopati Bantul?”.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui gambaran karakteristik ibu yang mengalami kanker serviks di
RSUD Panembahan Senopati Bantul.
4 5 2. Tujuan Khusus
Diketahui karakteristik ibu yang mengalami kanker serviks di RSUD
Panembahan Senopati Bantul, menurut:
a.
Mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks
berdasarkan umur
b.
Mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks
berdasarkan pendidikan
c.
Mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks
berdasarkan pekerjaan
d.
Mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks
berdasarkan paritas
e.
Mengetahui distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks
berdasarkan penggunaan kontrasepsi hormon
D. Manfaat penelitian
1. Manfaat Teoristis
Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk mengembangkan dan
menambah pengetahuan dalam ilmu kebidanan, khususnya yang
berhubungan dengan karakteristik kanker serviks serta dapat dijadikan
sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi bidan di RSUD panembahan Senopati Bantul
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi sehingga
meningkatkan promosi kesehatan serta kesadaran masyarakat akan
5 6 deteksi dini kanker serviks, dengan adanya deteksi dini diharapkan
insidensi kejadian kanker serviks dapat menurun serta dapat dijadikan
bahan informasi dan pendidikan tentang gangguan sistem reproduksi
khususnya kanker serviks.
b. Bagi Perpustakaan Stikes Jendral Achmad Yani Yogyakarta
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perpustakaan Stikes
Jendral Achamd Yani Yogyakarta sebagai salah satu masukan atau
informasi tentang gambaran karakteristik ibu yang mengalami kanker
serviks.
c. Bagi peneliti selanjutnya
Dapat dijadikan sebagai bahan pengalaman dalam melakukan
penulisan ilmiah dan menambah kemampuan serta pengetahuan
mengenai karakteristik wanita yang mengalami kanker serviks.
6 7 E. Keaslian penelitian
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian
Nama/judul
Metode
Penelitian
Hasil
Lasut, E, dkk.
Karakteristik
penderita kanker
serviks di Blu
RSUP Prof. Dr.
R. D. Kandou
tahun 2015
Desain penelitian
menggunakan
analisis deskriptif
retrospektif
dengan rancangan
penelitian Cross
Sectional jumlah
sampel 40
Melva. Faktorfaktor
yang
mempengaruhi
kejadian kanker
leher rahim pada
penderita
yang
dating berobat di
RSUP H. Adam
Malik pada tahun
2008
Metode penelitian
deskriptif
menggunakan
pendekatan cross
sectional,teknik
sampel
total
sampling,
alat
ukur
menggunakan
kuesioner
Dari hasil penelitian bahwa
usia paling banyak yang
terkena kanker serviks 35-50
tahun sebanyak 24 orang
(60%). Paritas paling banyak
adalah ibu P2 sebanyak 12
orang (30%). Penderita kanker
serviks banyak yang tidak
melakukan skrining pap smear
yaitu sebanyak 38 orang
(95%). Ibu yang bekerja
sebagai IRT yang terbanyak
menderita kanker serviks yaitu
37 orang (92,5%). Pekerjaan
suami sebagai petani adalah
yang
terbanyak
istrinya
menderita kanker serviks yaitu
15 orang (37,5%). Ibu yang
kawin pertama kali usia 20-24
tahun yang terbanyak 19 kasus
(47,5%).
Kanker
serviks
banyak
ditemukan
pada
stadium klinis IIB yaitu
sebanyak 10 orang (25%).
Hasil penelitian 60 penderita
KLR umur terbesar >40tahun
(76,7%), pendidikan SMP
kebawah (75%), tidak bekerja
(87,7%),
tidak
pernah
melakukan pap smear (91,7%).
Persamaan
7 Perbedaan dan
Persamaan:
melihat
karakteristik
pasien
yang
terkena
kanker
serviks, analisis
data perbedaan:
terletak
pada,
rancangan
penelitian, teknik
sampling, judul,
waktu,
tempat,
dan
jumlah
sampel
Perbedaan
penelitian pada
pendekatan,
waktu,
dan
tempat, analisis
dan pengambilan
data, alat ukur,
Persamaan
metode,
teknik
sampel
44 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran umum lokasi penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Panembahan Senopati Bantul yang merupakan rumah sakit rujukan bagi
pusat-pusat pelayanan kesehatan disekitarnya. Rumah Sakit ini merupakan
rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul yang terletak di
Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo no 14 Bantul. Rumah Sakit tersebut
berdiri sejak tahun 1953 dengan nama Rumah Sakit Umum Jebugan,
namun sejak tahun 2003 dirubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah
Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta yang lulus akreditasi 12
program pelayanan pada bulan November 1998 dan tanggal 1 Januari 2003
menjadi Rumah Sakit Swadana dengan Perda No.8 tanggal 8 Juni 2002.
Bertambahnya jumlah sarana, serta jumlah pelayanan spesifikasi
yang telah memadai, RSUD Panembahan Senopati Bantul memperoleh
pengakuan naik kelas menjadi B Non Pendidikan tertanggal 31 Januari
2009 dengan Perda No.3 tahun 2007. RSUD Panembahan Senopati Bantul
dilengkapi dengan fasilitas unit instalasi pendukung meliputi pelayanan 24
jam Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Laboratorium, Instalasi Radiologi,
Instalasi Onkologi, Instalasi Farmasi, Instalasi Gizi, dan Instalasi Bedah
Sentral (IBS). RSUD Panembahan Senopati Bantul dilengkapi pula
dengan sarana penunjang lain, yaitu Instalasi Rahabilitasi Medis, Unit
Elektromedik (Ultrasonografi (USG), USG Doppler).
44 45 RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan salah satu pusat
rujukan kasus-kasus kegawatan obstetric dan ginekologi. Rumah Sakit ini
juga merupakan pusat rujukan pasien yang menderita kanker serviks yang
selalu mengupayakan pelayanan dan melengkapi fasilitas untuk menangani
kasus kanker serviks salah satunya dengan kemoterapi.
2. Analisa Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 20 Agustus
2016 di RSUD Panembahan Senopati Bantul menggunakan data rekam
medik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang karakteristik
ibu yang mengalami kanker serviks. Responden dalam penelitian ini
adalah ibu yang mengalami kanker serviks di RSUD Panembahan
Senopati Bantul pada Tahun 2015 yang berjumlah 50. Hasil penelitian
sebagai berikut:
a. Karakteristik Berdasarkan Umur
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur di
RSUD Panembahan Senopati Bantul
Umur
<20 tahun
20-35 tahun
>35 tahun
Jumlah
F
%
0
16
34
50
0
32,0
68,0
100
(Sumber : Data Sekunder, 2015)
Tabel 4.1 menunjukan bahwa sebagian besar responden penderita
kanker serviks pada usia >35 tahun sebanyak 34 responden (68,0%).
45 46 b. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan di
RSUD Panembahan Senopati Bantul
Pendidikan
Dasar
Menengah
Tinggi
Jumlah
F
24
26
0
50
%
48,0
52,0
0
100
(Sumber : Data Sekunder, 2015)
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden penderita
kanker serviks berpendidikan menengah Sebanyak 26 responden (52,0%).
c. Karakteristik Bersadarkan Pekerjaan
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan di
RSUD Panembahan Senopati Bantul
Pekerjaan
Tidak bekerja
PNS
Buruh
Petani
Pedagang
Swasta
Total
F
12
1
15
18
3
1
50
%
24,0
2,0
30,0
36,0
6,0
2,0
100
(Sumber : Data Sekunder, 2015)
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden
penderita kanker serviks memiliki pekerjaan sebagai petani yaitu
sebanyak 18 responden (36,0%).
d. Karakteristik Berdasarkan Paritas
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Paritas di RSUD
Panembahan Senopati Bantul
Paritas
Nullipara
Primipara
Multipara
Grandemulti
Total
F
1
13
18
18
50
(Sumber : Data Sekunder, 2015)
46 %
2,0
26,0
36,0
36,0
100
47 Tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden
penderita kanker serviks memiliki paritas sebanyak multipara dan
grandemultipara sebanyak 18 responden (36,0%).
e. Karakteristik Berdasarkan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal
Tabel 4.5 Ditribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penggunaan
Kontrasepsi Hormonal di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Kontrasepsi hormonal
Ya
Tidak
Total
F
29
21
50
%
58,0
42,0
100
(Sumber : Data Sekunder, 2015)
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden pederita
kanker serviks menggunkan kontrasepsi hormonal yaitu sebanyak 29
responden (58,0%).
B. Pembahasan
1. Karakteristik Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Umur
Hasil analisis data di RSUD Panembahan Senopati Bantul tentang
penderita kanker serviks pada tahun 2015 menunjukkan bahwa mayoritas
responden penderita kanker serviks pada umur >35 tahun sebanyak 34
responden (68,0%). Umur sangat berpengaruh terhadap kejadian kanker serviks
khususnya di Negara Indonesia dibandingkan dengan negara berkembang
lainnya. Kebanyakan ditemukan pada usia produktif adalah antara umur 20-35
tahun (Manuaba, 2010).
Umur berkaitan dengan tingkat kematang seseorang dalam mengambil
keputusan. Kematangan seseorang dengan bertambahnya umur berhubungan
47 48 erat dengan kemampuan analisis terhadap permasalah atau fenomena yang
ditemukan (Slameto, 2008). Wanita yang rawan menderita kanker serviks
adalah wanita yang berusia 35-50 tahun dan masih berhubungan seksual, hal
ini dikarenakan semakin lemahnya sistem imunitas tubuh meskipun sebenarnya
perkembangan sel kanker telah dimulai sejak 10-15 tahun sebelumnya
(Purwadwiastuti, 2010).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Sulistiyowati (2012) yaitu ada hubungan yang bermakna antara tingkat
pendidikan dengan kanker serviks bahwa dimana usia >35 tahun tersebut
merupakan usia lanjut yang biasanya sering terjadi penurunan daya tahan tubuh
sehingga orang tersebut akan mudah terkena suatu penyakit, salah satunya
yaitu kanker serviks karena semakin bertambahnya usia seseorang maka akan
semakin banyak penyakit yang menyerang tubuh wanita, terutama pada wanita
dewasa dengan rentan usia 35-60 tahun.
2. Karakteristik Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Pendidikan
Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan menengah
sebanyak 26 responden (52,0%), dan responden yang berpendidikan dasar
sebanyak 24 responden (48,0%). Responden yang berpendidikan menengah
mempunyai pola pemikiran cukup baik terhadap kanker serviks dalam hal ini
adalah pengetahuan yang baik secara tepat mengetahui tentang deteksi dini
kanker serviks.
Wanita yang berpendidikan tinggi akan memikirkan faktor resiko dalam
bertindak/berperilaku sehingga akan lebih bersikap hati-hati, teratur dan jujur
48 49 dalam berperilaku (Soekanto, 2006). Kanker serviks cenderung lebih banyak
terjadi pada wanita yang berpendidikan rendah dibandingkan dengan wanita
yang berpendidikan tinggi. Tinggi rendahnya pendidikan berkaitan dengan
tingkat sosial ekonomi, kehidupan seksual dan kebersihan diri. Penderita
kanker serviks yang berpendidikan rendah merupakan faktor risiko yang
mempengaruhi kanker serviks (Harahap, 1997).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Anna, dkk (2009) yaitu ada hubungan yang bermakna antara tingkat
pendidikan dengan kanker serviks. Hasil penelitian kanker serviks sebagian
besar berpendidikan Menengah dan kurang memperhatikan keadaan kesehatan
mereka sendiri.
3. Karakteristik Penderita Kanker Payudara Berdasarkan Pekerjaan
Mayoritas responden merupakan Ibu yang bekerja sebagai petani yaitu
sebanyak 18 responden (36,0%) dan minoritas terdapat swasta dan PNS
sebanyak 1 responden (2,0%). Yang artinya ibu yang mengalami kanker
serviks memiliki status pekerjaan sebagai petani dan buruh. Ibu yang bekerja
sebagai petani dan buruh biasanya kurang memperhatikan masalah reproduksi
karena minimnya informasi dan pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan
dirinya seperti makanan dan perilaku sehari-hari yang bisa berpengaruh pada
kesehatan khususnya terkena kanker serviks.
Pekerjaan
merupakan
salah
satu
faktor
yang
mempengaruhi
pengetahuan, seperti minimnya informasi tentang menjada kesehatan diri.
Seseorang yang bekerja akan sering berinteraksi dengan orang lain sehingga
49 50 akan
memiliki
pengetahuan
yang
baik
pula.
Pekerjaan
seseorang
mempengaruhi pola hidup seseorang tersebut jika pola lingkungan disekitar
pekerjaan baik maka baik pula pemikiran orang tersebut (Anoraga, 2009). Bagi
para wanita pekerja kasar, seperti buruh, petani memperlihatkan 4 kali lebih
mungkin terkena kanker serviks dibandingkan wanita pekerja ringan atau
bekerja dikantor. Dua kejadian memperlihatkan adanya hubungan antara
kanker serviks dengan pekerjaan (Hidayati, 2001).
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Anna, dkk
(2009) yaitu perempuan yang aktif secara fisik, kemungkinan terkena kanker
serviks akan lebih kecil yaitu 20-40% dibanding perempuan yang tidak aktif.
Aktif secara fisik bukan hanya olahraga saja, tetapi juga kegiatan bekerja
mencari uang seperti petani, buruh, dagang, dan lain-lain.
4. Karakteristik Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Paritas
Responden perempuan dari berbagai paritas yaitu nullipara sebanyak 1
responden (2,0%), primipara sebanyak 13 responden (26,0%), multipara
sebanyak 18 responden (36,0%), dan grandemulti sebanyak 18 (36,0%). Dapat
diliat bahwa kejadian kanker serviks pada umumnya terjadi pada wanita yang
melahirkan lebih dari 3 kali.
Paritas dapat dibedakan menjadi nullipara, primipara, multipara, dan
grandemultipara (Prawirohardjo, 2009). Pada umumnya kanker serviks terjadi
pada wanita yang sering melahirkan 3-5 kali. Pada paritas tinggi rawan terjadi
kanker serviks dimana bila persalinan banyak maka kanker serviks cenderung
akan timbul. Tetapi wanita yang belum mumpunyai anak juga dapat terkena
50 51 kanker serviks karena kebersihan diri yang kurang baik sebelum dan sesudah
melakukan hubungan seksual tidak membersihkan alat kelamin sehingga
diperkirakan akan memudahkan terjadinya infeksi. Disamping kehidupan
seksual yang kurang sehat atau melakukan hubungan seksual sewaktu
menstruasi dimana parasite sejenis tricomonan vaginalis memudahkan
timbulnya kanker serviks (Rasjidi, 2010).
Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan Lasut (2015) yaitu
paritas berkaitan dengan jumlah yang diinginkan, bahwa makin tinggi paritas
maka insiden kanker serviks makin tinggi, tingginya paritas bukan merupakan
penyebab tetapi sebagai salah satu faktor risiko untuk terinfeksi virus HPV
yang berisiko tinggi.
5. Karakteristik Penderita Kanker Serviks Berdasarkan Penggunaan Kontrasepsi
Hormonal
Hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Panembahan Senopati Bantul
menunjukkan perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih
rentan terhadap risiko kanker serviks yaitu ditemukan sebanyak 29 responden
(58,0%). Berarti bahwa kontrasepsi hormonal kemungkinan merupakan faktor
risiko terjadinya kanker serviks.
Pemakaian kontrasepsi hormon dalam jangka waktu lama lebih dari 4
atau 5 tahun dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks 1,5-2,5 kali. Pil
kontrasepsi oral diduga akan menyebabkan defisieni asam folat yang
mengurangi metabolisme mutagen sedangkan estrogen kemungkinan menjadi
salah satu kofaktor yang membuat replikasi DNA HPV (Hidayati, 2001).
51 52 Penelitian ini juga sejalan dengan Melva (2008), dimana hasil
penelitiannya seluruh jenis kontrasepsi hormonal sebagai faktor risiko kejadian
kanker serviks dan yang paling rentang yaitu kontrasepsi oral. Kontrasepsi oral
menyebabkan wanita sensitive terhadap HPV yang dapat menyebabkan adanya
peradangan pada genitalia sehingga berisiko untuk terjadinya kanker serviks
(Hidayati, 2001).
C. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki berbagai keterbatasan diluar kemampuan
peneliti yang dapat mengakibatkan belum maksimalnya hasil yang diharapkan.
Keterbatasan dan kedala dalam penelitian ini meliputi:
1. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
diambil dari rekam medis dengan menggunakan format data..
2. Metode pengumpulan data dengan pedoman dokumentasi tanpa melihat
pasien dan mengontrol secara langsung, sehingga peneliti tidak dapat
mengetahui faktor-faktor yang terjadi secara langsung.
52 53 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat
disimpulkan bahwa cakupan gambaran karakteristik ibu yang mengalami kanker
serviks pada tahun 2015 di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta
berdasarkan karakteristik responden yaitu:
1. Distribusi frekuensi Ibu yang mengalami kanker serviks di Panembahan
Senopati Bantul sebagian besar berusia >35 tahun sebanyak 34 responden
(68,0%).
2. Distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks di Panembahan
Senopati Bantul sebagian besar berpendidikan Menengah yaitu SMA dan SMK
sebanyak 26 responden (52,0%).
3. Distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks di Panembahan
Senopati Bantul sebagian besar memiliki status berkerja sebagai petani
sebanyak 18 responden (36,0%).
4. Distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks di Panembahan
Senopati Bantul sebagian besar memiliki status paritas multipara dan
grandemultipara sebanyak 18 responden (36,0%).
5. Distribusi frekuensi ibu yang mengalami kanker serviks di Panemahan
Senopati Bantul sebagian besar menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak
29 responden (58,0%).
53 54 B. Saran
1. Bagi RSUD Panembahan Senopati Bantul
Para petugas kesehatan khususnya di RSUD Panembahan Senopati Bantul
disarankan dapat meningkatkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
kepada penderita kanker serviks tentang risiko, penanganan dan serta
pengobatan kanker serviks.
2. Bagi Perpustakaan STIKES A YANI Yogyakarta
Dapat menambah bahan bacaan mengenai gambaran karakteristik ibu yang
mengalami kanker serviks.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan
menambahkan variabel serta mengobservasi langsung terhadap kasus-kasus
penderita kanker serviks.
54 DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Renika Cipta
Anoraga, P. (2009). Psikologi Kerja. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Anna, M, dkk. (2009). Hubungan Kontrasepsi Pil dengan Tumor/Kanker Serviks
di Indonesia. Majalah Kedokteran Indonesia, Volume: 59, Nomor:8
Astuti, F.D. (2012). Analisis Karakteristik Penderita Kanker Serviks Di Rsup Dr.
Kariadi Semarang. Semarang: FK UNDIP Semarang.
Dahlan, M. Sopiyudin. (2009). Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel.
Jakarta: Salemba Medika.
Darayani, MD. (2011). Hubungan Umur Dengan Kejadian Ca Serviks di
Laboratorium Patologi Anatomi Rsup Sanglah. Jurnal Dunia Kesehatan,
Volume 2, Nomor 2.
Depdiknas. (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Dekmenum
Depdiknas
Depkes RI. (2012). Deteksi Kanker Leher Rahim. 5 Januari 2015.
Dinkes DIY. (2013). Sistem Informasi Rumah Sakit. Yogyakarta: Dinkes DIY.
Diananda, R. (2009). Kanker Serviks Sebuah Peringatan Buat Wanita.
Yogyakarta: Katahari.
Harahap, E. Ruslan. (1997). Neoplasia Intra Epitel (NIS) Pada Serviks. Jakarta:
UI Press.
Hidayat, Aziz Halimul. (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa
Data. Jakarta: Salemba Medika
Hidayati, W.B. (2001). Kanker Serviks Displasia Dapat Disembuhkan. Medika
No 3 Tahun XXVIII;97.
Lasut, E, dkk. (2015). Karakteristik Penderita Kanker Serviks Di Blu RSUP Prof.
Dr. R. D. Kandou. Jurnal e-Clinic (eCI), Volume 3, Nomor 1, JanuariApril 2015.
Manuaba, I.B.G. (2005). Pemeriksaan Pap Smear. Dasar-Dasar Teknik Operasi
Ginekologi. Jakarta: EGC.
Manuaba dkk. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk
Pendidikan Bidan. Ed 2. Jakarta : EGC
Martini, N.K. (2013). Hubungan Karakteristik, Pengetahuan dan Sikap Pasangan
Usia Subur dengan Tindakan Pemeriksaan Pap Smear Di Puskesmas II.
Tesis. Denpasar: Universitas Udayana.
Melva .(2008). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Kanker Leher
Rahim Pada Penderita Yang Datang Berobat Di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2008. Medan: FK Sumatera Utara Medan
Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, (2007). Kesehatan Masyarakat:Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka
Cipta.
Nurcahyo, J. (2010). Bahaya Kanker Leher Rahim Dan Kanker Payudara.
Yogyakarta: Wahana Totalita Pusblisher.
Nursalam. (2012). Manajemen Keperawatan:Aplikasi dan Praktik Keperawatan
Propesional. Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Medika.
Prawirohardjo, S. (2009). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Poerwodarminto, W.J.S. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka.
Purwadwiastuti. (2010). Kanker Serviks Pada Wanita. Alfabeta: Yogyakarta
Rahayu, D. (2014). Asuhan Ibu Dengan Kanker Serviks. Jakarta: Salemba
Medika.
Rarung, R. (2011). Karakteristik Penderita Kanker Serviks Stadium Lanjut di Bhu
Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011.
Rasjidi, I, Sulistiyanto. (2007). Vaksin Human Papilloma Virus Dan Era Kanker
Mulut Rahim. Jakarta: Sagung Seto.
Rasjidi, I,dkk. (2008). Imaging Ginekologi Onkologi. Jakarta: Sagung Seto.
Rasjidi, I, G Soehartati, Aditama T. (2010). Epidemologi Kanker Pada Wanita.
Jakarta: Sagung Seto.
Romauli Suryati, Vindari. (2009). Kesehatan Reproduksi Buat Mahasiswa
Kebidanan.Yogyakarta:Nuha medika.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2015). Kesehatan
Dalam Kerangka Sustainable Delelopment Goals (Sdgd). Jakarta:
Kemenkes RI
Saryono. (2011). Kumpulan Instrumen Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Mulia
Medika.
Soebachman A. (2011). Awas 7 Kanker Paling Mematikan. Yogyakarta: Syura
Media Utama.
Slameto. (2008). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Surbakti,E. (2004). Pendekatan Faktor Resiko Sebagai Rancangan Alternatif
Dalam Penanggulangan Kanker Serviks Uteri di RS Pirngadi. Medan:
Tesis.
Suliswati, dkk. (2009). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta:
EGC(3rd ed).Philadelphia: Lippincott Williams&wilkins.
Sulistyowati. (2012). Stadium Kanker Serviks Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu
Di Unit Rawat Jalan RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan. Vol. 3 ,
No.XIII, Des 2012.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT.Raja Grafindo
Persada
Syaifuddin. (2012). Anatomi Fisiologi: Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk
Keperawatan dan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Wijaya, D. (2010). Pembunuh Ganas Itu Bernama Kanker Serviks. Yogyakarta:
Sinar Kejora.
Download