DEMOKRASI

advertisement
DEMOKRASI
By: Yesi Marince
Gagasan demokrasi berawal dari Yunani Kuno Abad ke 6 SM.
Secara epistemologis kata demokrasi berarti “rakyat
berkuasa” diambil dari kata Yunani demos yg berarti rakyat
dan kratos/kratein berarti berkuasa. Konsep-konsep
Demokrasi dalam abad 19 dan permulaan abad 20 gagasan
mengenai perlunya pembatasan kekuasaan mendapat
perumusan Yuridis.
Pengertian Demokrasi menurut Abraham Lincoln
“Government of the people, by people, for people”
(Pemerintahan dari rakyat oleh rakyat untuk
rakyat).
Seymour Martin Lipset menyatakan demokrasi :
suatu sistem politik yang memberikan kesempatan
konstitusional secara berkala bagi pergantian pejabat
pemerintahan dan suatu mekanisme sosial yang
membolehkan sebagian besar anggota masyarakat untuk
mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan cara memilih
orang-orang tertentu untuk jabatan-jabatan politik.
Henry B. Mayo memberikan definisi sistem demokrasi,
sistem demokrasi ialah dimana kebijaksanaan umum
ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang
diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihanpemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip
kesamaan politik dan diselenggarakan dalam suasana
terjaminnya kebebasan politik
Ciri khas demokrasi konstitusional : pemerintahan yang
demokratis adalah pemerintahan yang terbatas
kekuasaannya dan tidak dibenarkan bertindak
sewenang-sewenang terhadap warga negaranya.
Empat (4) elemen penting yang menjadi tolak ukur
dalam pelaksanaan demokrasi dalam suatu sistem
politik atau negara :
1. adanya hak dan kebebasan berpolitik
2. penegakkan “rule of law”
3. pengakuan pluralisme dalam kehidupan berpolitik
4. berkembangnya budaya politik yang memberi akses
bagi terakomodasi aspirasi rakyatnya.
Ahli-ahli hukum Eropa Barat Kontinental seperti Immanuel
Kant dan Friedrich Julis Stahl memakai Rechsstaat,
sedangkan ahli Anglo Saxon seperti A.V Dicey memakai
istilah Rule Of Law.
Dalam hal ini Stahl menyebut empat unsur Rechsstaat :
1. Hak-hak Azasi Manusia
2. Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin
hak-hak itu – Trias Politika
3. Pemerintahan berdasarkan peraturan-peraturan
4. Peradilan administrasi dalam perselisihan.
Unsur-Unsur Rule Of Law yg dikemukakan AV Dicey
dalam Introduction to the law of the constitution
mencakup :
1. Supremasi aturan-aturan hukum (Supermacy of the
law ; tidak adanya kekuasaan sewenang-sewenang /
absence of abritari power)
2. Kedudukan yang sama dalam menghadapi hukum (
equality before law)
3. Terjaminnya hak-hak manusia oleh undang-undang
serta keputusan-keputusan pengadilan
Syarat-syarat dasar (prinsip dasar) untuk terselenggaranya
pemerintah demokratis dibawah Rule of Law :
1. Perlindungan Konstitusional
2. Badan Kehakiman Yang bebas dan Tidak memihak
3. Pemilihan Umum Yang Bebas
4. Kebebasan Untuk Menyatakan Pendapat
5. Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi dan beroposisi
6. Pendidikan Kewarganegaraan
Peter B. Harris dalam bukunya “Foundation Of Political
Sciences” mengatakan bahwa sekurang-kurangnya
dalam negara modern sekarang ini konsep demokrasi
tak langsung didalamnya terdapat 3 elemen :
1. Rakyat Pemilih : ketentuan mengenai siapa yang
berhak memilih-mempunyai hak suara biasanya
ditentukan undang-undang
2. Parlemen : Sekelompok masyarakat yang mewakili
rakyat dalam melaksanakan tugas membuat peraturan
perundang-undangan
3. Pemerintahan/eksekutif, sekelompok kecil masyarakat
yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
undang-undang yang telah ditetapkan oleh parlemen
Demokrasi didasari oleh beberapa nilai menurut Henry B.
Mayor:
1. Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara
melembaga (Institunazionalized peaceful settlement of
conflict)
2. Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai
dalam suatu masyarakat yang sedang berubah (peaceful
change in changing society)
3. Menyelenggarakan penggantian pimpinan secara teratur
(orderly succession of rulers)
4. Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum
(minimum of coercion)
5. Sistem peradilan yang bebas untuk menjamin hak-hak
az.asi manusia dan mempertahankan keadilan
David Held dalam bukunya “model of democracy” menyebutkan tujuh
(7) prinsip utama penyelenggaraan negara berdasarkan
demokrasi:
1. Masyarakat harus memerintah, dalam arti semua harus terlibat
dalam membuat undang-undang, memutuskan kebijakan umum
dan melaksanakan hukum dan administrasi pemerintahan .
2. Masyarakat secara perseorangan harus terlibat dalam perbuatan
keputusan yang penting, dalam arti memutuskan hukum-hukum
publik dan masalah-masalah kebijaksanaan umum.
3. Para penguasa harus bertanggung jawab terhadap masyarakat dan
juga digantikan oleh masyarakat.
4. Para penguasa harus bertanggung jawab terhadap perwakilan atau
representatif dari masyarakat.
5. Para penguasa harus dipilih oleh masyarakat
6. Para penguasa harus dipilih melalui representatif dari masyarakat
7. Para penguasa harus bertindak sesuai dengan kepentingan
masyarakat
Unsur-Unsur Demokrasi diantaranya:
1. Keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan
politik
2. Tingkat Persamaan hak diantara warga negara
3. Tingkat kebebasan dan kemerdekaan yang diberikan
pada atau dipertahankan dan dimiliki warga negara.
4. Sistem perwakilan
5. Sistem Pemilihan – ketentuan mayoritas
Ciri khas yang paling fundamental dari setiap sistem
demokrasi, sesuai dengan karakteristiknya adalah
pandangan bahwa warga negara (rakyat) harus dilibatkan
dalam pengambilan keputusan politik, baik dengan cara
langsung ataupun melalui perwakilan yang mereka pilih .
Kedua pendekatan ini dapat dicirikan :
Demokrasi langsung : rakyat ambil bagian secara pribadi di
dalam tindakan-tindakan sengaja dan memberi suara atas
masalah-masalah seluruh rakyat ikut serta membahas dan
mensahkan semua undang-undang.
Demokrasi perwakilan : rakyat memilih warga lainnya untuk
membahas dan mensahkan Undang-Undang.
Tiga (3) fase Demokrasi menurut Heraklius :
1.Hardware (Perangkat keras) seperti yang di cetuskan oleh
Montesquie dengan 3 lembaga dalam politik diantaranya :
1.Legislatif (Parlemen)
2.Eksekutif (Pemerintah)
3.Yudikatif (Otoritas Hukum)
2.Software (Perangkat Lunak):
7 isu dalam perangkat lunak Domokrasi adalah diantaranya :
1.Pemilu (Election) : disini pemilu adalah salah satu perangkat lunak yang harus ada
sebagai prasyrat utama keberadaan demokrasi ini sendiri, selain itu pemilu inipun harus
berlangsung secara demokratis dan menganut system multipartai dan memiliki
persaingan yang sehat dalam perjalanan pemilihan itu sendiri
2.Akutabilitas (acuntability): akuntabilitas disini adalah salah satu bentuk kredibiltis dan
tanggung jawab langsung yang harus di berikan kepada seluruh warga Negara dari
seorang pengambil keputusan terhadap keputusan yang di buat demi kepentingan
seluruh warga Negara.
3.Hak – hak dasar : hak – hak dasar individu harus di junjung tinggi dan diatur dalam
konstitusi untuk menjamin hak setiap individu dalam berpendapat dan dalam
kedudukannya di depan hokum.
4.Kesamaan di depan Hukum : antara yang memimpin yang yang di pimpin atau
antara kaum minoritas dan kaum mayoritas dalam kontrak social memiliki kesamaan hak
dan kedudukan dalam Hukum. Atau dengan kata lain keadilan dalam hokum harus di
junjung tinggi tanpa panda bulu.
5.Kompetensi : adanya persaingan secara sehat dalam tata Negara baik dalam politik
maupun ekonomi
6.Keterbukaan : adanya transparansi dari pihak pemerintah terhadap setiap warga
negaranya dalam setiap kebijakan yang di terapkan.
7.Integrasi.: yaitu integrasi anta relit politik dan integrasi antara elit politik dengan
masyarakat.
Lingkungan
Kebebasan
Paksa = Kekuasaan + Hukum
Komitmen
Dalam sebuah ilustrasi, mereka menggambarkan Demokrasi adalah Seperti
Uang Koin, dimana pada sisi bagian depan adalah kebebasan, kemudian di
sisi lain adalah Komitmen dan bagian tepi yang membentuk koin tersebut
adalah sebuah bentuk paksa dengan kata lain gabungan dari Kekusaan dan
hokum, sehingga sebuah demokrasi yang kita kenal hingga saat ini menjadi
sebuah bentuk demokrasi yang utuh
Asumsi pokok dalam keterlibatan rakyat ini adalah : rakyat harus
mempunyai hak untuk membahas kebijaksanaan negara mengenai
hal-hal yang dilakukan atas nama rakyat . Dalam Demokrasi
langsung keterwakilan ini bersifat pribadi ; sedangkan dalam
demokrasi perwakilan, ketelibatan tersebut dilakukan melalui orangorang yg telah dipilih oleh warga negara untuk berbicara demi
kepentingan mereka.
Download