19 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Sejarah

advertisement
19
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Sejarah Berdirinya Warnet “Yo Net”
Warnet “Yo Net” merupakan merupakan kegiatan usaha dalam bidang
jasa internet yang didirikan oleh Muhtar Mulyono pada bulan Oktober tahun
2009. Sebelum mendirikan Warnet “Yo Net”, awalnya pemilik bekerja di
salah satu pabrik kendaraan roda dua selama beberapa tahun, namun pemilik
melihat peluang bisnis yang terbuka yaitu jasa internet. Setelah modal yang
dikumpulkan dari hasil bekerja di pabrik kendaraan roda dua tersebut cukup,
lalu pemilik mulai mendirikan usaha warnet tersebut. Saat penelitian ini
dibuat, Warnet “Yo Net” baru berjalan sekitar empat bulan.
Ide untuk membuka usaha di bidang jasa internet ini dipilih karena
berdasarkan pengamatan pemilik, terdapat peluang pasar terhadap
kebutuhan jasa internet yang masih dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan
membuka Warung Internet di lokasi yang strategis seperti wilayah
perkantoran dan perkuliahan, tentunya akan menghasilkan keuntungan yang
besar karena Warnet yang akan dikelola ini akan selalu didatangi
pengunjung seperti mahasiswa yang membutuhkan informasi sebagai bahan
acuan tugas mereka atau mereka yang membutuhkan rekreasi dengan cara
bermain game,mencari kenalan melalui chatting atau Friendster, menulis
artikel/blog telah menjadi fenomena tersendiri untuk menulis, bahkan suatu
karya ilmiah di dunia maya yang bukan tidak mungkin menarik minat orang
lain
untuk
mengutip
dan
membukukannya.
Kemudian
Setelah
memperhatikan beberapa warnet terkenal ternyata setiap warnet memiliki
kekurangan tersendiri yang apabila dapat kita tutupi dengan fasilitas yang
ada pada warnet kita, maka dapat dipastikan para pengunjung akan
berpindah kepada warnet yang kita kelola. Selain itu tempat tinggal pemilik
berada di dekat jalan utama yaitu Jl. Mayor Oking No 122, Cibinong, yang
merupakan tempat yang sangat strategis untuk membuka usaha jasa internet.
20
4.2. Studi Kelayakan Aspek Pasar Dan Pemasaran
Bentuk pasar produsen untuk usaha warnet adalah pasar persaingan
sempurna. Pada jenis pasar ini, jumlah produsen tidak terbatas karena pada
dasarnya usaha ini dapat dijalankan oleh berbagai pihak selama memiliki
kemampuan. Sedangkan pasar konsumen yang dipilih adalah pasar
penjualan langsung (direct selling), karena telah memiliki tempat usaha yang
tetap dan memungkinkan untuk menjual jasa langsung ke tangan konsumen.
Semakin sering dan luasnya orang yang mengakses situs internet baik
muda maupun tua, sehingga kebutuhan akan internet dan warnet semakin
pesat. Dengan jumlah penduduk sebesar 4.316.236 jiwa penduduk yang
terbagi atas 2.204.952 jiwa laki-laki dan 2.111.284 jiwa perempuan (Ismet,
2009), Kabupaten Bogor merupakan pasar potensial bagi pemasaran usaha
warnet.
4.2.1 Product (Produk)
Produk yang ditawarkan Warnet “Yo Net” yaitu berupa jasa yang
menyediakan layanan akses internet selama 24 jam penuh. Konsumen
dapat mengakses internet tanpa batasan waktu, sehingga konsumen
bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan sewaktu-waktu. Koneksi
internet yang lambat tentunya akan membuat kesal para pelanggan
selaku penyewa yang membutuhkan efisiensi waktu karena harga sewa
berdasarkan waktu pemakaian, yang sering membutuhkan waktu yang
cukup lama untuk membuka satu page saja. Berdasarkan pemantauan
penulis, warnet yang sudah ada memiliki kecepatan di atas rata-rata
256 kbps. Kemudian kondisi warnet yang tidak nyaman seperti tidak
adanya sekat-sekat yang melindungi privasi pelanggan, asap rokok
yang menimbulkan aroma tidak sedap, dan tidak tersedianya air
conditioner (AC) dan rata-rata pengunjung lebih menyukai warnet
dengan format lesehan daripada warnet yang menggunakan kursi
merupakan hal-hal yang harus sangat diperhatikan untuk mencapai
kepuasan pelanggan. Selain itu harus ada kontrol yang ketat terhadap
tingkat kelayakan pakai pada PC (Personal Computer) yang
21
digunakan,karena kualitas internet yang disajikan juga dipengaruhi
kemampuan komputer yang memadai. Maka dari itu warnet ini
didukung tujuh komputer dengan spek Processor Pentium 4 Core 2
Duo, RAM 2GB, dan Harddisk
180GB serta layar LCD 15 inch.
Warnet “Yo Net” juga dilengkapi dengan Webcam dan Headset pada
setiap komputer. Fasilitas pendingin udara dan ruang tunggu yang
dilengkapi TV diberikan agar konsumen merasa nyaman untuk
menggunakan jasa warnet tersebut.. Warnet “Yo Net” juga menerima
jasa print berwarna dan hitam serta dilengkapi areal parkir yang aman
dan cukup luas.
4.2.2 Price (Harga)
Penetapan harga berdasarkan biaya tetap dan biaya variabel yang
dikeluarkan oleh perusahaan dan mengikuti harga pasar dan mark up.
Warnet “Yo Net” berada dalam pasar persaingan sempurna yang
merupakan tempat usaha yang bertindak sebagai price taker, artinya
dalam penetapan harga jual jasanya harus mengikuti harga yang
berlaku di pasar. Harga yang ditetapkan oleh Warnet “Yo Net” adalah
Rp.3000/jam.
4.2.3 Place (Distribusi)
Bagaimana perusahaan menempatkan usahanya supaya mudah
dijangkau oleh konsumen yaitu dengan menempatkannya dekat dengan
jalan raya. Berkaitan dengan hal ini maka pemilik mendirikan
usahanya di Jl. Mayor Oking No 122, Cibinong yang merupakan jalan
utama dan banyak dilalui oleh banyak orang. Selain itu Lokasi ini
dinilai cukup strategis dan mudah dijangkau, karena merupakan daerah
yang ramai dilalui kendaraan. Selain itu warnet ini terletak di seberang
Rumah Sakit Bina Husada Cibinong yang merupakan salah satu
Rumah Sakit swasta yang cukup dikenal di Kabupaten Bogor serta
terdapat beberapa sekolah dan pabrik yang tersebar di daerah tersebut.
22
4.2.4 Promotion (Promosi)
Kegiatan promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk
kepada konsumen dan memudahkan pelaksanaan penjualan. Bentuk
promosi yang dilakukan oleh Warnet “Yo Net”selama ini masih
promosi dari mulut ke mulut serta testimonial dari konsumen yang
telah menggunakan jasa Warnet “Yo Net”, kemudian ada pula spanduk
yang dipasang di depan pintu masuk warnet agar mudah dilihat
konsumen. Selain itu, Warnet “Yo Net”juga memberikan potongan
harga untuk pemakaian internet selama beberapa jam dengan paketpaket harga tertentu seperti paket 8 jam dimulai dari pukul 10 malam
sampai pukul 6 pagi dengan hanya membayar Rp. 15.000, namun
paket ini berlaku pada waktu-waktu tertentu karena maraknya
perampokan-perampokan terhadap Warnet yang sering terjadi akhirakhir ini yang kondisi cukup meresahkan bagi pengusaha warnet. Jadi
hal ini perlu menjadi perhatian utama dengan mengantisipasi masalah
keamanan tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan mengintensifkan
penjagaan terutama pada waktu malam hari yang sangat rentan akan
terjadi perampokan. Selain itu pula perlu meningkatkan keamanan
pada waktu siang hari.
4.2.5
People (Orang)
Orang merupakan unsur penting dalam pemasaran. Setiap
organisasi jasa harus jelas menentukan apa yang diharapkan dari setiap
karyawan dalam interaksinya dengan pelanggan. Pelayanan/service
harus dapat memuaskan pelanggan dengan baik. Pengalaman
membuktikan bahwa pelayanan yang paling baik adalah keramahtamahan dan senyuman dari operator dalam menjalankan tugas
mereka. Seringkali terjadi operator/karyawan memasang muka yang
dingin dan cenderung tidak bersahabat dan bersikap seolah-olah
pelangganlah yang membutuhkan mereka dan bukannya mereka yang
membutuhkan pelanggan. Perlakuan seperti ini terkadang akan
membuat beberapa orang tersinggung atau merasa kecil hati karena
23
keluhan-keluhannya ditanggapi dengan sikap seperti itu. Hal seperti ini
harus dihindari dalam membuka usaha dalam bidang jasa karena
apabila dihadapkan dengan kondisi seperti ini bukan tidak mungkin
pelanggan akan “lari ke toko sebelah”.
Sumber daya manusia yang dimiliki oleh Warnet “Yo Net” saat
ini masih sangat terbatas yaitu 2 orang operator yang juga merangkap
pada bagian keuangan dan juga sebagai pemilik warnet. Namun hal ini
dapat dimaksimalkan dengan fasilitas warnet yang memadai dan
pelayanan yang memuaskan.
4.2.6
Physical Evidence (Bukti fisik)
Produk berupa pelayanan jasa warnet merupakan sesuatu hal
yang bersifat in-tangible atau tidak dapat diukur secara pasti seperti
halnya pada sebuah produk yang berbentuk barang. Jasa warnet lebih
mengarah kepada rasa atau semacam testimonial dari orang-orang
yang pernah menggunakan jasa Warnet “Yo net”. Cara dan bentuk
pelayanan kepada pelanggan Warnet “Yo Net” merupakan bukti
nyata yang bisa dirasakan atau dianggap sebagai bukti fisik (physical
evidence) bagi para pelanggannya.
4.2.7
Process (Proses)
Proses produksi merupakan faktor penting bagi konsumen,
yaitu bagaimana caranya membuat proses produksi berupa jasa dapat
diterima oleh konsumen Warnet “Yo Net”. Sebagai wirausahawan
kita harus peka dan hati-hati dalam menyikapi pelanggan yang
datang karena sebesar apapun reaksi yang kita berikan kepada
pelanggan akan memberikan bekas kepada mereka yang akan
menentukan apakah mereka akan datang lagi ke warnet kita atau
tidak. Dalam membangun usaha berarti juga membangun reputasi
karena usaha yang kita jalankan akan dibicarakan dari mulut kemulut
pelanggan yang tentunya membentuk penilaian orang-orang dan
akan membawa dampak baik atau buruk bagi kelangsungan usaha.
Mulai dari cara menerima konsumen yang datang hingga
24
memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih tempat dan
komputer yang akan digunakan, sampai pada proses akhir saat
konsumen selesai menggunakan jasa internet dan melakukan
pembayaran.
4.2.8
Pesaing dan Persaingan
Menjamurnya bisnis warnet saat ini membuat persaingan usaha
warnet ini sangat ketat. Dengan modal yang terjangkau setiap orang
dapat mengusahakan bisnis ini. Pesaing utama Warnet “Yo Net”
adalah warnet-warnet yang berada di Jalan Mayor Oking yaitu
“Flashnet” yang terletak di deretan Warnet “Yo Net” dan “Upnet”
yang terletak di seberang jalan. Kemudian menjamurnya mobile
modem yang sekarang banyak digunakan dan mudah dibawa
kemana-mana dapat menjadi ancaman bagi kelanjutan usaha warnet
di masa depan.
4.3 Aspek Teknis
Aspek teknis diperlukan untuk melihat apakah dari segi pembangunan
usaha dan implementasi secara teknis dapat dilaksanakan. Berdasarkan
analisis ini dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya investasi dari
usaha ini.
4.3.1
Lokasi
Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap aspek teknis
dalam usaha ini yaitu aspek lokasi. Dimana lokasi usaha Warnet “Yo
Net” berada di dekat jalan utama yaitu di Jl. Mayor Oking No 122,
Cibinong. Lokasi ini dinilai cukup strategis dan mudah dijangkau,
karena merupakan daerah yang ramai dilalui kendaraan. Selain itu
warnet ini terletak di seberang Rumah Sakit Bina Husada Cibinong
yang merupakan salah satu Rumah Sakit swasta yang cukup dikenal
di Kabupaten Bogor. Hal-hal tersebut sangat mendukung untuk
kegiatan operasional usaha “Yo Net”.
25
4.3.2
Peralatan dan Fasilitas Produksi
Peralatan dan fasilitas produksi yang digunakan yaitu:
a. 6 set komputer client dan layar LCD
b. 1 set komputer server dan layar LCD
c. 2 unit pendingin udara
d. 1 unit modem
e. 1 rol kabel lan
f. 1 unit switch hub
g. 7 unit kursi
h. 7 unit meja
i. 1 unit printer
j. 1 unit televisi
k. 1 unit UPS
l. 6 unit headphone
m. 1 set speaker
n. 7 unit webcam
o. 1 unit spanduk
p. 1 set meja operator
q. 1 set kursi operator
r. 1 unit telepon
s. 7 unit kursi plastik
t. 1 set antena televisi
4.3.3 Proses Produksi
Proses produksi berlangsung selama 24 jam, rata-rata
pemakaian satu komputer yaitu 14 jam/hari. Apabila komputer tidak
digunakan atau tidak dipakai, komputer dibiarkan dalam keadaan
standby. Billing atau tagihan pemakaian jasa warnet mulai berjalan
ketika user atau konsumen sudah melakukan log in atau registrasi
pada komputer yang akan digunakan. Setelah selesai pemakaian,
konsumen tinggal melakukan proses log out dan akan terlihat jumlah
26
waktu pemakaian dan tagihan yang harus dibayar. Kemudian apabila
warnet dalam keaadan penuh atau semua komputer sedang dalam
keadaan terpakai, konsumen dapat menunggu di ruang tunggu yang
dilengkapi televisi.
4.4
Aspek Manajemen
Legalitas suatu usaha berkaitan dengan sahnya keberadaan usaha di
mata hukum. Manfaat dari adanya legalitas adalah usaha tersebut akan
diakui eksistensinya, dengan pengakuan eksistensi ini, maka usaha tersebut
akan dikenal oleh masyarakat, kemudian memudahkan usaha untuk
mengembangkan bisnisnya, karena mendapatkan perlindungan secara
hukum dari pemerintah.
Warnet “Yo Net”didirikan oleh Muhtar Mulyono yang juga merupakan
pemilik dari tempat usaha ini, karena masih sangat sederhana, masih banyak
bagian yang tumpang tindih. Seperti pemilik yang bertugas sebagai operator
warnet juga merangkap bagian keuangan. Bagian keuangan bertugas untuk
mengatur pendapatan dan pengeluaran Warnet “Yo Net”, menginput setiap
data transaksi harian kedalam komputer yang akan digunakan sebagai
database. Oleh karena itu posisi yang terdapat dalam struktur organisasi
Warnet “Yo Net”masih sangat sederhana dan dalam kenyataannya masih
terjadi pembagian tugas yang kurang sempurna. Akan tetapi secara umum,
susunan struktur organisasi Warnet “Yo Net”dapat dilihat pada Gambar 2.
Pemilik
Operator
Operator
Gambar2. Struktur organisasi Warnet “Yo Net”
27
4.5
Aspek Finansial
Pada penelitian ini digunakan beberapa ketentuan-ketentuan dasar.
Ketentuan dasar tersebut meliputi :
1. Analisis kelayakan finansial diproyeksikan dengan jangka waktu dua
tahun.
2. Penentuan jam dalam satu hari adalah 24 jam.
3. Penentuan bulan dalam satu tahun adalah 12 bulan.
4. Penentuan hari dalam satu bulan adalah 30 hari.
5. Tarif per jam jasa warnet dari tahun pertama sampai tahun kedua
dianggap sama yaitu Rp. 3000.
6. Tarif print warna per lembar Rp. 1500.
7. Tarif print hitam per lembar Rp. 250.
8. 1 komputer dipakai selama 14 jam per hari.
9. Tingkat discount rate yang digunakan 16 persen diambil dari Kredit
Usaha Rakyat BRI tahun 2009.
10. Komputer yang dibeli sudah termasuk dengan OS Windows.
11. Tarif listrik dihitung flat sebesar Rp.500.000/bulan.
12.Metode penyusutan menggunakan metode garis lurus (straight line).
13. Nilai sisa yang diperoleh sebesar Rp. 23.939.000.
14.Pajak pendapatan usaha didasarkan pada UU No. 17 tahun 2000 tentang
Pajak Pendapatan Usaha dan Perseroan, yaitu :
a. Apabila mengalami kerugian tidak dikenai pajak.
b. Apabila pendapatan kurang dari Rp 50.000.000, dikenakan pajak
sebesar 10 persen.
c. Apabila pendapatan antara Rp 50.000.000 sampai Rp 100.000.000,
dikenakan pajak 10 persen dari Rp 50.000.000 pertama dan ditambah
dengan 15 persen dari pendapatan setelah dikurangi Rp 50.000.000.
d. Apabila pendapatan diatas Rp 100.000.000, dikenakan pajak sebesar
10 persen dari Rp 50.000.000 pertama ditambah dengan 15 persen
dari Rp 50.000.000 kedua dan ditambah dengan 30 persen dari
pendapatan yang telah dikurangi Rp 100.000.000.
28
Analisis kelayakan finansial dilakukan pada penelitian ini untuk
mengetahui kelayakan usaha sehingga diketahui apakah usaha warnet yang
dijalankan layak secara finansial. Arus biaya pada analisis kelayakan ini
terdiri dari biaya investasi, biaya tetap dan biaya variabel. Biaya investasi
yang dikeluarkan antara lain untuk pembelian komputer server, komputer
client, dan pendingin ruangan, dan lain-lain. Biaya investasi dapat dilihat
pada Tabel 2.
Tabel 2. Biaya Investasi
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Uraian
Komputer Client
Komputer server
AC
Modem
Kabel Lan
Switch hub
Meja
Kursi
Printer
Televisi
UPS
Headphone
Speaker
Webcam
Spanduk
Meja Operator
Kursi Operator
Telepon
Kursi Plastik
Antena TV
Satuan Jumlah
Unit
Unit
Unit
Unit
Rol
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
6
1
2
1
1
1
7
7
1
1
1
6
1
7
1
1
1
1
7
1
Total
Umur
Ekonomis
(Tahun)
5
5
5
2
2
2
5
5
2
5
3
3
3
3
3
5
5
3
3
5
Harga
Satuan
(Rp)
3.800.000
4.500.000
2.700.000
400.000
350.000
250.000
150.000
120.000
1.500.000
2.400.000
600.000
120.000
750.000
150.000
250.000
400.000
200.000
250.000
25.000
200.000
Nilai
(Rp)
22.800.000
4.500.000
5.400.000
400.000
350.000
250.000
1.050.000
840.000
1.500.000
2.400.000
600.000
720.000
750.000
1.050.000
250.000
400.000
200.000
250.000
175.000
200.000
44.085.000
Selain biaya investasi, biaya lain yang harus dikeluarkan oleh Warnet
”Yo Net” adalah biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya
yang tidak berubah dengan tingkat penjualan.. Jika kenaikan atau penurunan
penjualan tetapi tidak ada perubahan lain maka biaya tetap sama digunakan
29
untuk membiayai gaji tenaga kerja, internet, telepon, biaya listrik, sewa
tempat dan maintenance komputer. Biaya tetap dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Biaya Tetap
No
1
2
3
4
5
6
Uraian
Tenaga Kerja
Internet
Telfon
Listrik
Biaya Perawatan
Sewa Tempat
Total
Satuan
Orang
Bulan
Bulan
Bulan
Bulan
Jumlah
2
12
12
12
24
12
Harga per
Satuan (Rp)
1.200.000
800.000
200.000
500.000
300.000
1.500.000
Nilai (RP)
28.800.000
9.600.000
2.400.000
6.000.000
7.200.000
18.000.000
72.000.000
Kemudian, biaya variabel adalah biaya yang berubah secara
proporsional dengan penjualan. Contohnya meliputi biaya yang digunakan
untuk pembelian kertas dan tinta printer. Total biaya variabel pada tahun
pertama sampai tahun kedua dapat dilihat pada Lampiran 1.
Selain biaya yang telah diperkirakan, terdapat biaya penyusutan yang
diperhitungkan berdasarkan umur ekonomis semua peralatan yang
digunakan untuk kegiatan produksi. Biaya penyusutan yang dikeluarkan
Rp.10.073.000. Rincian biaya penyusutan dapat dilihat pada Lampiran 2.
Penerimaan pada usaha Warnet ”Yo Net” didapat dari penjualan jasa
internet, jasa print dan nilai sisa pada akhir periode jangka waktu analisis
kelayakan finansial. Pada tahun pertama pendapatan yang diperoleh
Rp.92.070.000, kemudian pada tahun kedua Rp.107.820.000. Rincian
pendapatan dapat dilihat pada Lampiran 3.
Penerimaan dari nilai sisa diperoleh dari sisa umur ekonomis pada
akhir jangka waktu analisis kelayakan finansial. Nilai sisa yang diperoleh
Rp.23.939.000. Rincian nilai sisa usaha Warnet “Yo Net” dapat dilihat pada
Lampiran 4.
Untuk total pengeluaran tahun pertama adalah Rp.73.140.000 dan
tahun kedua Rp.73.710.000. Berdasarkan perhitungan penerimaan dan
pengeluaran tersebut maka keuntungan bersih yang diperoleh Warnet ”Yo
Net” pada tahun pertama Rp.18.044.300, dan tahun kedua Rp.55.645.300.
30
Proyeksi laba rugi Warnet “Yo Net” dapat dilihat pada Lampiran 5 dan
aliran arus kas (cashflow) dapat dilihat pada Lampiran 6.
Analisis arus kas mencakup kriteria kelayakan usaha yang terdiri dari
NPV (Net Present Value), Net B/C (Net Benefit Cost), IRR (Internal Rate of
Return), dan PP (Payback Period). Hasil perhitungan analisis tersebut dapat
dilihat pada Tabel 5.
Tabel 4. Hasil Analisis Kelayakan Usaha Warnet “Yo Net”
No
Kriteria Kelayakan
Kelayakan
Satuan
Jumlah
1.
NPV
NPV > 0
Rp
12.823.954
2.
IRR
IRR > DR
Persen
34,66
3.
Net B/C
Net B/C > 1
-
1,29
4.
PP
PP < jangka waktu
Tahun
1,55
4.5.1 NPV (Net Present Value)
Pada hasil analisis kelayakan finansial yang dilakukan pada Warnet
“Yo Net” menunjukkan nilai NPV positif Rp.12.823.954. Hal ini
menunjukkan bahwa usaha tersebut layak dijalankan karena usaha tersebut
dapat menghasilkan arus kas masuk dengan persentase lebih besar
dibandingkan opportunity cost modal yang ditanamkan.
4.5.2 IRR (Internal Rate of Return)
Nilai IRR yang diperoleh berdasarkan perhitungan yang telah
dilakukan adalah 34,66 persen. Ini berarti usaha yang dijalankan oleh
Warnet “Yo Net” layak karena memiliki nilai pengembalian yang lebih
besar dari tingkat Discount Rate sebesar 16 persen.
4.5.3 Net B/C
Untuk nilai Net B/C pada analisis kelayakan usaha Warnet “Yo Net”
diperoleh nilai 1,29. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan
Warnet “Yo Net” layak. Karena angka tersebut menunjukkan bahwa setiap
Rp 1 biaya yang akan dikeluarkan akan menghasilkan manfaat Rp 0,29,
sehingga manfaat yang didapat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
31
4.5.4 PP (Payback Period)
Untuk
melengkapi analisis kelayakan usaha
maka dilakukan
perhitungan pengembalian modal usaha. Nilai PP yang diperoleh adalah
1,55. Angka tersebut menunjukkan bahwa usaha ini mampu mengembalikan
modal usaha dalam jangka waktu 18 bulan 6 hari. Hal ini menunjukkan
bahwa usaha ini layak dijalankan karena kemampuan mengembalikan modal
usaha lebih cepat daripada jangka waktu analisis yang direncanakan yaitu 2
tahun.
4.5.5 BEP (Break Even Point)
BEP atau titik impas adalah keadaan dimana tingkat produksi atau
besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran pada suatu proyek,
untuk usaha warnet ini BEP diperoleh ketika warnet memberikan pelayanan
sebanyak 48.000 jam atau sama dengan biaya yg dikeluarkan sebesar
RP.144.000.000.
4.5.6 Analisis Sensitivitas
Untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu dalam setiap
usaha diperlukan persiapan apabila terjadi guncangan ekonomi yang
menyebabkan adanya kenaikan biaya produksi atau penurunan penjualan.
Maka dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui sejauh mana Warnet
“Yo Net” dapat bertahan dalam kondisi krisis.
Dalam analisis sensitivitas untuk kenaikan biaya variabel dengan
asumsi harga penjualan dan kapasitas produksi tetap perusahaan dapat
mentolerir kenaikan biaya variabel maksimum sebesar 632,27 persen.
Apabila kenaikan biaya variabel tersebut lebih besar dari 632,27 persen
maka usaha tersebut akan mengalami kerugian dan tidak layak untuk
dilanjutkan kembali.
Untuk analisis sensitivitas terhadap penurunan harga jual atau adanya
penurunan kapasitas penjualan dengan asumsi biaya variabel tetap. Didapat
bahwa usaha ini dapat mentolerir penurunan penjualan maksimum sampai
8,9 persen. Apabila penurunan penjualan melewati angka 8,9 persen maka
usaha ini akan mengalami kerugian dan tidak layak untuk dilanjutkan.
32
Hasil perhitungan analisis sensitifitas pada Warnet “Yo Net”dapat
dilihat pada Lampiran 7 dan Lampiran 8.
Download