KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK

advertisement
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI
UNTUK
MENINGKATKAN
MOTIVASI
SISWA
MENYAMPAIKAN
PENDAPAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN KELAS VIII SMPN 2
PUHPELEM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Agnista Ayu Fitriana dan Soetarno
Abstrak : Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui keefektifan bimbingan
kelompok teknik diskusi untuk meningkatkan motivasi siswa menyampaikan
pendapat dalam proses pembelajaran siswa kelas VII SMP NEGERI 2 PUHPELEM
Tahun Pelajaran 2013/2014.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah
kelas VIII yang berjumlah 108 siswa. Sumber data berasal dari siswa kelas VIII.
Teknik pengumpulan data mengunakan angket. Pengujian keefektifan layanan
bimbingan kelompok dengan teknik teknik diskusi dalam meningkatkan motivasi
berpendapat siswa kelas VII SMPN 2 Puhpelem digunakan prosedur analisis
menggunakan rumus uji beda analisis variance (ANOVA).
Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah diberi perlakuan yaitu bimbingan
kelompok teknik diskusi skore kelompok eksperiment meningkat. Peningkatan skore
ini dapat dilihat melalui hasil perbedaan mean dan hasil uji Anova skore prettest dan
skore posstet pada kelompok eksperimen. Peningkatan mean skor kelompok
eksperimen yang telah diberi perlakuan dari 107,03 menjadi 118,133. Hasil uji
analisis sub hipotesis 1 dengan nilai Fhitung sebesar = 12,404 sedangkan Ftabel
sebesar = 3,91 maka Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan
signifikansi sebesar = 0,001 < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan. Pada uji
analisis sub hipotesis 2 dengan nilai Fhitung sebesar = 12,725 sedangkan Ftabel
sebesar = 3,91 maka Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan
signifikansi sebesar = 0,001 < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan. Pada uji
analisis sub hipotesis 3 dengan nilai Fhitung sebesar = 15,800 sedangkan Ftabel
sebesar = 3,91 maka Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dan dengan
signifikansi sebesar = 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan Sedangkan
pada kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan hasil skore pretest dan posstes
tidak mengalami peningkatan
Simpulan dari penelitian ini adalah Bimbingan kelompok dengan teknik diskusi
efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam menyampaikan pendapat kelas
VIII SMPN 2 PUHPELEM tahun ajaran 2013/2014.
Kata kunci : diskusi, motivasi menyampaikan pendapat
hasil pekerjaannya didepan kelas,
PENDAHULUAN
Motivasi merupakan salah satu
ataupun
menjawab
semua
proses
pertanyaan guru yang diberikan
pembalajaran. Seorang siswa tidak
kepada siswa secara lisan tentang
mempunyai motivasi, maka tidak
telah dipelajari pada saat proses
akan mungkin aktivitas dalam
pembelajaran. Maka dari itu siswa
proses belajar terlaksana dengan
dapat memahami dengan baik apa
baik. Menurut Sardiman (2011:84)
yang telah disampaikan oleh guru.
proses belajar sangat memerlukan
Kenyataan dalam lapangan yaitu di
motivasi.
SMPN
faktor
penting
dalam
Hasil
belajar
akan
2
Pupelem
Kabupeten
menjadi optimal, kalau siswanya
Wonogiri
mempunyai motivasi yang tinggi.
sebagian besar dari siswa kurang
Motivasi yang harus dimiliki siswa
memiliki
adalah
pembelajaran berlangsung. Salah
motivasi
menyampaikan
ditemukan
motivasi
bahwa
saat
proses
proses
satu nya adalah motivasi untuk
ini
menyampaikan pendapat mereka
merupakan potensi yang harus
pada saat proses pembelajaran.
dimiliki oleh siswa agar siswa
Siswa
dapat aktif dalam mengikuti proses
menyampaikan pendapat mereka
belajar mengajar..
didepan
pendapat
dalam
pembelajaran.
.
Motivasi
Adanya
motivasi
cenderung
kelas,
tidak
takut
mau
untuk
menjawab pertanyaan dari guru,
pada
sering gugup apabila ditunjuk oleh
siswa maka ia akan mempunyai
guru. cenderung pasif didalam
dorongan
kelas
menyampaikan
timbal
tentang
pendapat
untuk
balik
meteri
memberikan
seperti
yang
bertanya
. Berdasarkan hasil wawancara
belum
dengan guru BK SMP Negeri 2
dimengerti, dapat memaparkan
Puhpelem
Kabupaten
Wonogiri
pada
tanggal
23
2013
depan kelas. Dengan cara ini pun
menunjukan banyak siswa yang
masih banyak siswa yang enggan ,
cenderung
malu dan tidak berani
pasif
maret
dalam
proses
untuk
pembelajaran. Siswa tidak mau
menyampaikan pendapatnya saat
menyampaikan
proses pembelajaran.
pendapatnya
ataupun berbicara ketika diberi
Rendahnya
jumlah siswa di
pertanyaan oleh guru. Ketika guru
SMPN
meminta siswa maju kedepan kelas
menyampaikan
untuk
atau
proses belajar disebabkan oleh
pengalamannya,
banyak faktor terutama faktor dari
siswa lebih banyak diam, enggan
dalam diri siswa, sepeti malu
atau
apabila
membacakan
menceritakan
malu
dan
lebih
sering
2
Puhpelem
pendapat
diejek
teman
dalam
dalam
tentang
menunjuk temannya daripada dia
pendapat mereka, merasa tidak
berbicara sendiri di dapan kelas.
mempunyai
Sebagian
dibandingkan
besar
siswa
mau
kemampuan
lebih
teman-temannya.
menyampaikan pendapatnya jika
Sehingga
dipaksa oleh guru baru siswa
menyampaikan pendapat mereka.
berani
hal ini menyebabkan motivasi
untuk
pendapatnya
menyampaikan
padasaat
pembelajaran.
proses
diri
takut
siswa
untuk
untuk
yang
menyampaikan pendapat mereka
dilakukan oleh guru BK SMPN 2
cenderung lemah. Mereka tidak
Puhpelem ini untuk merangsang
mempunyai dorongan dari dalam
siswa nya agar mau memaparkan
diri mereka sehingga mereka lebih
hasil pekerjaanya di depan kelas
banyak diam dan pasif saat proses
guru
pembelajran.
BK
hitungan
Seperti
dalam
mereka
tersebut
mundur,
melakukan
yaitu
3,2,1,
Dilihat
dari
permasalahan
sehingga dengan demikian siswa
diatas
merasa takut dan akirnya mau
kurangnya motivasi siswa dalam
menyampaikan
menyampaikan pendapatnya dalam
pendapatnya
di
yang berkenaan dengan
proses belajar menjadi salah satu
membagi siswake dalam beberapa
tugas guru BK untuk mengatasi
kelompok kecil agar siswa dapat
permasalahan
membahas
ini.
Pemberian
tentang
topik
bantuan yang dilakukan dalam
permasalahan yang sedang mereka
menyikapi permasalahan ini adalah
hadapi
pemberian bimbingan kelompok
bertukar pikiran, informasi dan
pada siswa
pengetahuan
bimbingan
merupakan
kelompok
satu
siswa
yang
permasalahan
menyangkut
tersebut.
bantuan yang dapat digunakan
semua
untuk
untuk dapat memberikan pendapat.
dalam
menyampaikan
ini
Dengan
teknik
meningkatkan memotivasi
didkusi
dapat
bentuk
siswa
salah
sehingga
diharapkan
siswa dapat terdorong
Tujuan penelitan ini adalah
pendapat yaitu berupa menjawab
untuk
pertanyaan, memberi sanggahan,
bimbingan
memaparkan hasil pekerjaannya
diskusi
untuk
meningkatkan
didalam proses pembelajaran.
motivasi
siswa
menyampaikan
Ada
beberapa
teknik
mengetahui
keefektifan
kelompok
pendapat
teknik
dalam
proses
bimbingan kelompok antara lain
pembelajaran siswa kelas VIII
diskusi, sosiodrama, permainan,
SMP NEGERI 2 PUHPELEM
simulasi, psikodrama, sosiodrama.
Tahun Pelajaran 2013/2014.
Teknik bimbingan kelompok yang
akan
digunakan
meningkatkan
guna
motivasi
siswa
adalah teknik diskusi. Diskusi ini
digunakan
digunakan
Motivasi
dengan
Menyampaikan
persepsi
Pendapat
Motivasi
kegiatan yang dipengaruhi oleh
merupakan
konsep untuk melakukan suatu
seseorang
keadaan
dan
tingkah
untuk
dari
laku
mengubah
yang
tidak
diharapkan menjadi keadaan
ataupun
yang diharapkan. Uno (2007:3)
disampaikan oleh seseorang..
menjelaskan
Pendapat
yang
adalah kekuatan dari dalam
siswa
dalam
individu, yang menyebabkan
pembelajaran
individu tersebut berbuat atau
menyangkut tentang pelajaran
bertindak
Sehingga
yang telah dipelajari. Siswa
motivasi adalah kekuatan yang
memberikan timbal balik atas
tersembunyi dari dalam diri
pelajaran yang telah diberikan
seseorang sebagai penggerak
oleh guru.
agar
bahwa
sesuatu.
dia
terdorong
motif
untuk
komentar
yang
disampaikan
yang
proses
dimana
Tujuan
dari
bertindak lebih aktif dalam
penyampaian pendapat dalam
mencapai
proses
Motivasi
suatu
tujuan.
secara
merupakan
pembelajran
adalah
psikologi
pertukaran informasi tentang
internal
materi pelajaran. Jadi dapat
proses
dengan aktivitas, pengendalian
disimpulkan
diri, dan menjaga tingkah laku
penyampaian
setiap waktu. Hamalik ( 173 :
berpendapat
2000)
bahwa
penyampaian ide atau gagasan,
semua
komentar, masukan ataupun
gejala yang terkandung dalam
saran yang diungkapkan oleh
perubahan
seseorang di depan orang lain.
menyatakan
motivasi
merupakan
tindakan
atau
tingkah laku setiap individu
bahwa
pendapat
atau
adalah
Bardasarkan
dari
yang didasari oleh dorongan
pengertian diatas maka dapat
dari internal dan dorongan
simpukan
eksternal individu. .
menyampaikan
Papera
bahwa
Motivasi
pendapat
(1991:185)
adalah dorongan dari seorang
menyatakan bahwa pendapat
individu yang berasal dari diri
adalah gagasan, ide, masukan
individu (instrisik)
tersebut
maupun dari lingkungan luar
menyampaikan
(ektrinsik)
untuk
Bimbingan kelompok adalah
gagasan
Suatu kegiatan yang dilakukan
ataupun komentar dari satu
oleh sekelompok orang dengan
individu
memanfaatkan
mengutarakan
ide,
ke
individu
lain,
bahwa
dinamika
ataupun dari individu kedalam
kelompok.
kelompok agar siswa tersebut
peserta
lebih
kegiatan
kelompok saling berinteraksi,
mencapai
bebas mengeluarkan pendapat,
hasil yang maksimal untuk
menanggapi, memberi saran,
hasil belajarnya.
dan lain-lain sebagainya; apa
aktif
belajar
dalam
,berusaha
Artinya,
dalam
semua
kegiatan
yang dibicarakan itu semuanya
Layanan
Bimbingan
Kelompok
dengan
Teknik
bermanfaat untuk diri peserta
yang bersangkutan sendiri dan
untuk peserta lainnya.
Diskusi
Nurihsan (2007 : 23)
menyatakan bahwa
Layanan
bimbingan
kelompok
dimaksudkan
Diskusi
salah
satu
merupakan
teknik
yang
digunakan dalam bimbingan
untuk
kelompok.
pada
Moedjiono
(2009
:
individu yang dilaksankan pada
menyatakan
bahwa
Diskusi
situasi kelompok dari nara
adalah suatu cara membimbing
sumber
lewat
memberikan
layanan
(terutama
guru
pembimbing) yang bermanfaat
memberi
untuk
siswa
kehidupan
sehari-hari
Hasibuan
kelompok,
kesempatan
nya
untuk
&
20)
dengan
pada
dapat
baik sebagai individu maupun
mgutarakan
sebagai
pelajar,
anggota
menyimpulkan mengenai suatu
keluarga
dan
masyarakat.
permasalahan atau menyusun
Prayitno
(1995:
61)
berbagai
pendapatnya,
alternatif
suatu
permasalahannya itu. Diskusi
siswa
melibatkan
membantu
semua
aggota
digunakan
untuk
siswa
dalam
kelompok diikutsertakan secara
memecahkan
aktif
menyusun
dalam
mencapai
kemungkinan
pemecahan
masalah,
rencana
dan
pengambilan keputusan yang
masalah secara bersama-sama
tepat
dengan
mengutarakan
masalahnya,
kesempatan pada siswa nya
mengutarakan
ide-ide,
mengutarakan
saran-saran
untuk
dapat
pendapatnya,
memberi
mgutarakan
menyimpulkan
saling menanggapi satu dengan
mengenai suatu permasalahan
yang
atau
lain
dalam
pemecahan
masalah
rangka
yang
dihadapi.
menyusun
berbagai
alternatif
suatu
permasalahannya itu.
Koestoer (1995 : 84 )
menyatakan
bahwa
diskusi
adalah suatu situasi belajar
dimana
Adapun
bimbingan
kepada
dalam
kelompok
teknik diskusi adalah:
memberikan
kesempatan
tahapan
1) Tahap pembentukan
siswa
Tahap
ini
untuk mengutarakan ide dan
merupakan
pendapatnya.
pengenalan, tahap pelibatan
Ide
tersebut
tahap
berhubungan dengan topik atau
diri
permasalahan yang sedang di
memasukkan diri ke dalam
bahas untuk mencapai sebuah
kehidupan suatu kelompok.
keputusan.
Pada
Dari pengertian diatas
maka
dapat
atau
tahap
umumnya
tahap
ini
para
pada
anggota
disimpulkan
saling memperkenalkan diri
Bimbingan kelompok teknik
dan juga mengungkapkan
diskusi adalah bimbingan yang
tujuan
diberikan
harapan yang ingin dicapai
pada
sekelompok
ataupun
harapan-
baik oleh masing-masing,
perhatian utama bukanlah
sebagian, maupun seluruh
pada berapa kali kelompok
anggota.
itu harus bertemu, tetapi
2) Tahap Peralihan
Tahap
pada
kedua
merupakan
yang
telah
dicapai oleh kelompok itu.
“jembatan”
antara tahap pertama dan
ketiga.
hasil
Ada
METODE
kalanya
Metode penelitian yang
jembatan ditempuh dengan
dipilih dalam penelitian ini
amat mudah dan lancar,
adalah
artinya
Eksperimental Semu (Quasi
para
kelompok
anggota
dapat
penelitian
segera
Ekperimental
memasuki kegiatan tahap
Sukmadinata
ketiga
penuh
menyatakan bahwa Penelitian
kemauan dan kesukarelaan.
Eksperimental Semu (Quasi
3) Tahap Kegiatan
Ekperimental Design ) adalah
dengan
Tahap
merupakan
ini
inti
dari
Design
(2009
:
rancangan penelitian
).
207)
yang
memiliki variabel bebas dan
kegiatan kelompok, maka
terikat
aspek-aspek yang menjadi
terdapat satu kelompok kontrol
isi dan pengiringnya cukup
dan
banyak, dan masing-masing
yang pemberian perlakuan atau
aspek
perlu
manipulasi
pada
mendapat perhatian yang
eksperimen
masih
seksama
pada ancaman validitas internal
tersebut
dari
pemimpin
kelompok.
kelompok
didalamnya
eksperimen
kelompok
terbatas
dalam penelitian. Rancangan
4) Tahap Pengakiran
Pada
pengakhiran
yang
ini,
penelitiaan
yang
digunakan
tahap
dalam penelitian ini adalah
pokok
nonequivalent control group
design (rancangan kelompok
adalah
purposive
control tidak sepadan).
sampling.
Teknik
random
purposive
Narbuko dan Acmadi (
random sampling yaitu dengan
1999: 112 ) menyatakan bahwa
pemilihan sekelompok subyek
Rancangan Kelompok Kontrol
didasarkan atas ciri-ciri atau
Tidak Sepadan (nonequivalent
sifat-sifat
control group design) adalah
dipandang mempunyai sangkut
rancangan
dengan
paut yang erat dengan ciri-ciri
menggunakan dua kelompok
atau sifat-sifat populasi yang
yang
sudah diketahui sebelumnya,
bertindak
sebagai
kelompok
eksperimen
kelompok
kontrol
dan
dengan
tertentu
setelah
yang
anggota
sampel
berdasarkan ciri-ciri yang ada
pemberian pra uji ( pre test
sudah dikelompokkan
)pada
pembagian kedalam kelompok
kedua
kelompok,pemberian perlakuan
eksperimen
pada kelompok eksperimen dan
kontrol dilakukan secara acak,
diakhiri
tdak memandang cirri-ciri pada
dengan
pemberian
pasca uji ( post test ) pada
kedua
kelompok
dapat
dan
kelompok
subjek penelitian.
sehingga
diketahui
dan
maka
Pada
teknik
penelitian
purposisive
ini
random
dibandingkan hasil dari dua
sampling digunakan
kelompok.
dalam
untuk menentukan sampel yang
penelitian ini adalah seluruh
memiliki ciri yang sama yaitu
siswa
yang
memiliki nilai dibawah rata-
mempunyai motivasi rendah
rata hasil nilai pretest. Sampel
dalam menyampaikan pendapat
yang sudah didapat kemudian
pada saat proses pembelajaran.
membaginya
Teknik
kelompok
Sample
kelas
VIII
sampling
yang
digunakan dalam penelitian ini
dengan
kedalam
kontrol
dan
kelompok eksperiment. Dalam
pembagian anggota kelompok
teknik teknik diskusi dalam
ini dilakukan secara random
meningkatkan
tidak melihat ciri yang sama
berpendapat siswa kelas VIII
pada subyek penelitian.
SMPN 2 Puhpelem digunakan
Sampel yang digunakan
motivasi
prosedur analisis menggunakan
berasal dari 4 kelas yang
rumus
mepunyai
variance (ANOVA).
ciri-ciri, atau sifat
uji
beda
analisis
yang relative sama. Ciri subyek
yang menjadi sampel pada
PEMBAHASAN
penelitian ini adalah siswa
Pemberian
kelas VIII SMPN 2 Puhpelem
dua kali yaitu pada saat pretest
yang
motivasi
dan posttest. Berdasarkan hasil
pendapat
data pretest maka didapat 60
didalam elas masih enderung
siswa yang memiliki motivasi
lemah. Pengambilan sampel ini
menyampaikan
ada 60 anak yang kemudian
rendah, 30 siswa dijadikan
akan
dua
sebagai kelompok kontrol dan
kelompok
30 siswa di jadikan kelompok
mempunyai
menyanpaiakan
dibagi
kelompok
menjadi
yaitu
control dan eksperimen.
Data
yang
angket
sebanyak
pendapat
eksperimen. Pada kelompok
akan
eksperimen
akan
digunakan dalam penelitian ini
treatmen
data yang diperoleh dari pretes
kelompok
dan postes yang diberikan pada
dalam penelitian ini diskusi
siswa.
Teknik
dilaksanakan sebanyak empat
pengumpulan yang digunakan
kali pertemuan. Berdasarkan
dalam penelitian ini adalah
hasil nilai posttest yang didapat
menggunakan
angket.
setelah pelaksanaan treatment
Pengujian keefektifan layanan
maka data yang diolah dengan
bimbingan kelompok dengan
rumus anova di dapat hasil uji
Sehingga
berupa
diberi
teknik
bimbingan
diskusi.
analisis
hipotesis
telah
maka Ho ditolak dan Ha
dilakukan diperoleh tiga analisis
diterima dengan signifikansi
sub
sebesar = 0,001 < 0,05 maka
hipotesis.
hipotesis
Hasil
pertama
perbedaan
yang
analisis
yaitu
kelompok
Ada
ada perbedaan yang signifikan.
nilai
Kesimpulan
motivasi menyampaikan pendapat
motivasi
sebelum diberi perlakuan (pretest)
pendapat
dan setelah perlakuan (postest)
eksperimen
pada kelompok eksperimen dan
kontrol.
kelompok kontrol.
:
ada
perbedaan
menyampaikan
antara
kelompok
dan
kelompok
3. Pada uji analisis sub hipotesis
1. Pada uji analisis sub hipotesis
3 dengan nilai Fhitung sebesar =
1 dengan nilai Fhitung sebesar
15,800 sedangkan Ftabel sebesar
= 12,404 sedangkan Ftabel
= 3,91 maka Fhitung
sebesar = 3,91 maka Fhitung >
maka Ho ditolak dan Ha
Ftabel maka Ho ditolak dan Ha
diterima
diterima dengan signifikansi
signifikansi sebesar = 0,000 <
sebesar = 0,001 < 0,05 maka
0,05 maka ada perbedaan yang
ada
signifikan.
perbedaan
yang
signifikan.
Kesimpulan
kelompok
:
ada
perbedaan
nilai
motivasi
menyampaikan
pendapat
sebelum
diberi
perlakuan
kelompok
dengan
(postest)
(postest)
kelompok
eksperimen
kelompok
kontrol.
pada
dan
nilai
motivasi
pendapat
diberi
perlakuan
(pretest) dan setelah perlakuan
(pretest) dan setelah perlakuan
eksperimen
dan
Ftabel
Kesimpulan : ada interaksi antara
menyampaikan
sebelum
>
pada
kelompok
dan kelompok
kontrol
2. Pada uji analisis sub hipotesis
2 dengan nilai Fhitung sebesar =
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil
12,725 sedangkan Ftabel sebesar
penelitian yang telah dilakukan,
= 3,91 maka Fhitung
dapat disimpulan bahwa hipotesis
>
Ftabel
yang
berbunyi
Bimbingan
perlakuan
(postest)
pada
kelompok dengan teknik diskusi
kelompok
eksperimen
dan
efektif
kelompok kontrol
untuk
motivasi
meningkatkan
siswa
menyampaikan
pendapat
dalam
2. Hasil analisis sub hipotesis 2
kelas
dengan nilai Fhitung sebesar =
VIII SMPN 2 PUHPELEM tahun
12,725
ajaran 2013/2014. terbukti dan
sebesar = 3,91 maka Fhitung >
dapat
Ftabel maka Ho ditolak dan Ha
diterima
kebenarannya.
sedangkan
Peningkatan mean skor kelompok
diterima
eksperimen
diberi
motivasi
perlakuan dari 107,03 menjadi
pendapat
118,133.
eksperimen
yang
telah
Berdasarkan
penelitian
yang
dinyatakan
bahwa
kelompok
eksperimen
hasil
diperoleh,
mean
ada
Ftabel
perbedaan
menyampaikan
antara
kelompok
dan
kelompok
kontrol.
dari
3. Hasil analisis sub hipotesis 3
yang
dengan nilai Fhitung sebesar =
berjumlah 30 siswa mengalami
15,800
peningkatann
sebesar = 3,91 maka Fhitung >
menyampaikan
motivasi
pendapat
sedangkan
Ftabel
saat
Ftabel maka Ho ditolak dan Ha
proses pembelajaran. Hipotesis
diterima ada interaksi antara
tersebut di dukung oleh beberapa
kelompok
hasil analisis, yaitu :
menyampaikan
1. Hasil analisis sub hipotesis 1
sebelum
diberi
perlakuan
dengan nilai Fhitung sebesar =
(pretest)
dan
setelah
12,404
perlakuan
(postest)
sedangkan
Ftabel
nilai
motivasi
pendapat
sebesar = 3,91 maka Fhitung >
kelompok eksperimen
Ftabel maka Ho ditolak dan Ha
kelompok kontrol.
diterima.
kelompok
ada
nilai
menyampaikan
sebelum
(pretest)
dan
dan
perbedaan
motivasi
pendapat
diberi
pada
perlakuan
setelah
SARAN
Berdasarkan simpulan dan
implikasi
tersebut,
beberapa
saran
maka
bagi
ada
kepala
sekolah, guru BK, dan siswa
sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
1. Kepala
sekolah
hendaknya
membantu guru BK dengan
mendukung
fasilitas
dan
untuk
melaksanakan
memberi
guru
BK
seluruh
kegiatan BK.
2. Bagi guru BK hendaknya
lebih
sering
memberikan
layanan layanan yang ada
Sardiman A.M.(2011).Interaksi
Motivasi & Belajar Mengajar.
Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada.
Hamzah B. Uno. (2008). Teori
Motivasi dan Pengukurannya.
Jakarta : Bumi Aksara
Papera J.S. (1991). Belajar
Mengamukakan Pendapat.
Jakarta: Erlangga
pada bimbingan dan konseling
sehinga dapat membatu siswa
dalam mengembangkan diri
Nurihsan, A.J. 2006. Bimbingan
dan Konseling. Bandung : Refika
Aditama
secara optimal
3. Bagi siswa harus aktif untuk
mengikuti setiap
kegiatan
yang dilaksanakan oleh guru
Bimbingan
dan
Konseling
karena kegiatan tersebut akan
berguna bagi kehidupan baik
di masa sekarang maupun
masa yang akan datang.
Oemar Hamalik.(2000). Psikologi
Belajar dan Mengajar. Bandung :
PT Sinar Baru Algensindo.
Koestoer. (1995). Dinamika
dalam Psikologi Pendidikan.
Jakarta : Erlangga.
Prayitno .(1995).Layanan
Bimbingan dan Konseling
Kelompok. Jakarta: Balai Aksara
Hasibuan & Moedjiono. (2009) .
Proses Belajar Mengajar.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Nana
Syaodih Sukmadinata.
(2009). Metodologi penelitian.
Bandung : Remaja Rosdakarya.
Download