- Repository - UNAIR

advertisement
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
ABSTRAK
Mantra dalam masyarakat Tanjungpinang merupakan sastra lisan yang masih
digunakan oleh masyarakat pengguna aktif dalam kehidupan sehari-hari. Mantra
dalam kehidupan tidak terpisahkan dengan masyarakat pengguna karena lahirnya
mantra merupakan peran aktif dari masyarakat dalam proses penyebaran yaitu secara
lisan atau mulut ke mulut. Penelitian ini mengkaji mantra masyarakat
Tanjungpinang yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mencari mantra-mantra yang ada dalam masyarakat Tanjungpinang dan
menemukan fungsi mantra dalam kehidupan masyarakat Tanjungpinang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan folklor
dengan metode Tracer Study kualitatif. Penelitian kualitatif berupa data lisan dari
masyarakat yang ada di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini
mencari hubungan masa lampau mantra yang ditemukan saat ini. Data dalam
penelitian ini diperoleh dari penuturan kembali dan wawancara yang melibatkan
beberapa informan (penutur asli bahasa yang diteliti) yang berjumlah 14 informan
yang berasal dari 4 kecamatan yang ada di Tanjungpinang yaitu Kecamatan Bukit
Bestari, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Barat, dan
Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Dalam penelitian ini ditemukan 81 mantra yang ada dalam masyarakat
Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Mantra-mantra yang ditemukan memiliki
fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari. Mantra dianggap benda sakral dengan
daya magis yang mampu membantu keinginan pemantra agar terkabul. Mantramantra yang telah ditemukan memiliki 7 klasifikasi fungsi: pertama menundukkan
manusia, kedua menundukkan roh halus/syetan, ketiga menundukkan
hewan/binatang, keempat menundukkan tumbuhan, kelima menundukkan gejala
alam, keenam permohonan kepada Tuhan/ Allah, dan ketujuh permohonan kepada
magis. Diantara 81 mantra yang ditemukan, mantra menundukkan manusia dan
mantra melaut adalah mantra yang paling sering digunakan karena mantra tersebut
berhubungan langsung dengan manusia dan berkaitan dengan letak geografis
masyarakat Tanjungpinang yang berada didaerah kepulauan dengan kegiatan seharihari sebagai nelayan. Mantra yang berasal dari dari kepercayaan animisme ternyata
telah terjadi pergeseran yang disebabkan masuknya Islam di Masyarakat
Tanjungpinang. Isi mantra yang ditemukan saat ini, bukan lagi isi mantra yang
berasal dari kepercayaan animisme tetapi isi mantra tersebut telah mengalami
adaptasi dengan ajaran Islam. Kepercayaan masyarakat tentang mantra sudah mulai
luntur, hal ini disebabkan perubahan pola pikir dan masuknya pengaruh paham
positivisme yang memandang segala sesuatu harus dapat dibuktikan secara empiris.
Kata Kunci: Fungsi, Mantra, Masyarakat Tanjungpinang
vii
TESIS
FUNGSI MANTRA DALAM...
DODY IRAWAN
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
ABSTRACK
In Tanjungpinang society, Mantra is such an oral literature that is still used
by its active-user society in daily life. Within the life, Mantra is cannot be separated
with its user society because the nascence of Mantra is due to society’s active
contribution in deployment of Mantra, which is done orally. This research assesses
oral literature of Mantra of Tanjungpinang Society, Kepulauan Rian Province. This
research aims to looking for Mantras that are exist in Tanjungpinang society and
finding Mantra’s function in daily life of Tanjungpinang society.
Approach used in this research is folklor approach with qualitative
descriptive method. This qualitative research is formed from oral data from
Tanjungpinang society, Kepulauan Riau Province. This research data is obtained
from interview and retold of Tanjung Pinang society, which is involved 14
informants (which is native speaker of language researched) from 4 districts
(kecamatan) in Tanjung Pinang, Bukit Bestari District, Tanjungpinang Kota District,
Tanjungpinang Barat District, and Tanjungpinang Timur District.
This research finds 81 Mantras in Tanjungpinang society, Kepulauan Riau
Province. Mantras founded have important functions in daily life. Mantra is
considered as a sacral thing having magical power and different functions of each
mantra that can help wants of someone using it become true. The Mantras found
have some functions that can be classified into first subjugating humanity, second
subjugating devil, third subjugating animal, fourth subjugating plant, fifth
subjugating natural phenomenon, sixth solicitation to God / Allah, seventh
solicitation to the magic things. Among the 81 mantra found, subjecting him mantra
at sea is the most frequently used mantras for this mantra in direct contact with
humans and are associated with a geographic location that is located in the area of
Tanjungpinang society islands with daily activities as a fisherman. Mantra born from
animism belief has been changed due to entering of Islamic gospel in the society of
Tanjungpinang. Contents of the mantra found is not only come from animism belief,
but also come from adaptation with Islamic gospel. Tanjungpinang society’s belief
in mantra has been weakened because of influece of positivism perspective seeing
everything cannot be trusted if it is not empiric.
Keywords: Function, Mantra, Tanjungpinang Society
viii
TESIS
FUNGSI MANTRA DALAM...
DODY IRAWAN
Download