1 FAKTOR – FAKTOR YANG MENDORONG DIPERGUNAKANNYA

advertisement
1
FAKTOR – FAKTOR YANG MENDORONG DIPERGUNAKANNYA
BENTUK USAHA PERSEKUTUAN KOMANDITER DIBANDINGKAN
DENGAN FIRMA DALAM PRAKTEK DI SAMARINDA
Edi Amad
Fakultas Hukum
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Samarinda.Indonesia
[email protected]
ABSTRACT
are as follows: The environment of
limited partner or not extensive; In
Factors - factors that encourage
alliance with a firm ally of the role of
entrepreneurs to choose the form of
capital and the role into one that can
business
not be separated between board
partnership
firm
Commanditaire compared with the
members
practice in the city of Samarinda is as
Responsibility
follows:
responsibility (Article 18 businesses).
younger
Kommandit
that
include
to
bear
capital;
the
gesellschaft raise capital by issuing
shares - shares, while the firm it can
ABSTRAK
not be done; Kommanditgesellschaft
Faktor – faktor yang mendorong
pengusaha memilih bentuk usaha
persekutuan
Komanditer
dibandingkan
dengan
Firma
dalam prakteknya di Kota
Samarinda adalah sebagai berikut
:Persekutuan Komanditer lebih
muda menghimpun modal dengan
cara mengeluarkan saham –
saham, sedangkan pada Firma hal
tersebut tidak dapat dilakukan;
Persekutuan Komanditer bisa
terdiri atas satu orang, sedangkan
Persekutuan dengan Firma harus
terdiri atas lebih satu orang; Pada
persekutuan
dengan
Firma
anggotanya
biasanya
dari
lingkungan keluarga, sedangkan
pada Persekutuan Komanditer
may consist of one person, while the
alliance with the Firm must consist of
more than one person; In partnership
with the firm usually from family
members,
while
the
Kommandi
tgesellschaft outsider can become a
member so mulunya can be assured;
Clear division of labor among the
allies,
because
of
the
different
motivations among them, so clearly
the responsibility of each - each
member,
then
as
a
result
be
controlled with good management.
While the barriers - barriers that exist
in a firm alliance with each partner
2
orang luar dapat menjadi anggota
sehingga mulunya dapat lebih
terjamin ; Pembagian kerja yang
jelas diantara para sekutu, karena
adanya motivasi yang berbeda
diantara mereka, sehingga jelas
tanggung jawab dari masing –
masing
anggota,
akibat
selanjutnya
manajemennya
menjadi terkontrol dengan baik.
Sedangkan hambatan – hambatan
yang ada dalam Persekutuan
dengan Firma setiap sekutu adalah
sebagai berikut : Lingkungan para
sekutu terbatas atau tidak luas;
Dalam Persekutuan dengan Firma
peranan modal dan peranan
sekutu menjadi satu sehingga
tidak dapat dipisahkan antara
pengurus
dengan
anggotaanggotanya yang memasukan
modalnya; Adanya tanggung
jawab tanggung menanggung (
Pasal 18 KUHD ).
BAB I PENDAHULUAN
didasari
oleh
alasan-alasan
mendasar yang menjadi faktorfaktor
pendorong
pemilihan
bentuk
hukum
perusahaan
tersebut.
Pemilihan bentuk hukum
suatu
perusahaan
semestinya
ditentukan setelah mengadakan
pertimbangan-pertimbangan yang
masak dan cermat, tetapi dalam
prakteknya
sering
dilakukan
dengan cara asal pilih, tanpa pikir
panjang, dan tanpa mengindahkan
aspek-aspek lain seperti aspek
hukum, aspek ekonomi maupun
kebiasaan-kebiasaan yang berlaku
A.
Alasan Pemilihan Judul
dalam
dunia
bisnis.
Hal
ini
Pemilihan bentuk hukum
tentunya
dapat
mengakibatkan
perusahaan merupakan salah satu
perusahaan yang didirikan tidak
keputusan pertama yang akan
dapat
berjalan
sebagaimana
diambil oleh perusahaan yang
mestinya seperti yang diharapkan
ingin terjun ke dalam suatu bisnis.
oleh pendirinya.
Penentuan bentuk hukum suatu
perusahaan
oleh
pengusaha
3
Dengan demikian bentuk
menyebabkan adanya perbedaan
hukum suatu perusahaan yang
dari
disertai
Persekutuan
pertimbangan
yang
segi
jumlah
antara
Komanditer
matang aspek-aspek hukum suatu
dibandingkan dengan Persekutuan
perusahaan
disertai
Firma. Pada kenyataannya hal ini
yang
matang
banyak dijumpai pada perusahaan
aspek-aspek
lainnya
di
yang
pertimbangan
tentang
Kota
Samarinda,
yang
seperti manajemen dan aspek
didalamnya terdapat perbedaan
ekonomi jelas merupakan salah
yang sangat menyolok dari segi
satu faktor penentu keberhasilan
jumlah antara perusahaan yang
suatu bisnis. Oleh sebab itu
berbentuk
sangatlah ideal dan bijaksana jika
Komanditer dengan Persekutuan
seseorang
dengan Firma.
yang akan terjun ke
Persekutuan
dunia bisnis atau ingin mendirikan
Pada
perusahaan
harus
Persekutuan
wawasan
yang
hakekatnya
mempunyai
luas
Komanditer
dan
tentang
Persekutuan dengan Firma adalah
bentuk-bentuk hukum perusahaan
sama, keduanya diatur pada satu
dan mengenal
persius
faktorrangkaian pasal Kitab Undang-
faktor yang mendorongnya untuk
undang Hukum Dagang yakni
memilih
bentuk
hukum
mulai dari pasal 16 sampai dengan
perusahaan tersebut.
pasal 35 Bab IV Bagian II Kitab
Pertimbangan
–
pertimbangan inilah yang dapat
Undang-undang Hukum Dagang.
4
Kedua
bentuk
tersebut
usaha
merupakan
perusahaan
dalam
bentuk
perusahaan komanditer jauh lebih
pengembangan
banyak
dari persekutuan perdata seperti
perusahaan
diatur
persekutuan dengan firma.
dalam
KUHPdt,
dan
keduanya bukan
dibandingkan
yang
Berdasarkan
merupakan suatu badan hukum.
Seperti disebutkan diatas,
inilah
dengan
penulis
berbentuk
perbedaan
ingin
meneliti
faktor-faktor yang menyebabkan
bahwa kedua bentuk perusahaan
kesenjangan itu terjadi.
pada hakekatnya adalah sama,
Dari uraian tersebut diatas penulis
perbedaannya hanya dalam hal
tertarik
para sekutu yang terlibat dalam
“FAKTOR–FAKTORYANG
perusahaan,
MENDORONG
dimana
dalam
mengangkat
persekutuan dengan firma hanya
DIPERGUNAKANNYA
terdapat
BENTUK
satu
sedangkan
macam
dalam
sekutu,
persekutuan
judul
USAHA
PERSEKUTUAN
komanditer terdapat dua macam
KOMANDITER
sekutu. Tetapi perbedaan yang
DIBANDINGKAN
hanya sedikit tersebut ternyata
FIRMA DALAM PRAKTEK DI
dalam
SAMARINDA”
praktek
menimbulkan
pengaruh yang besar bagi dunia
BAB II KERANGKA
bisnis seperti yang terjadi di
TEORITIS
samarinda,
dimana
jumlah
DENGAN
5
A.
Pengertian
keseluruhan
dan Dasar Hukumnya.
Pengertian
Perusahaan
Perusahaan
perusahaan
adalah
perbuatan
yang
dilakukan secara terus menerus,
dapat diketahui dari Pasal 1
bertindak
Undang-Undang Nomor 3 Tahun
memperoleh penghasilan dengan
1982
cara
tentang
Perusahaan
Wajib
Daftar
(UWDP)
yang
berbunyi sebagai berikut :
memperdagangkan
menyerahkan
barang,
atau
atau
perjanjian
perdagangan. Beliau memandang
pengertian perusahaan dari sudut
ekonomikarena
tujuan memperoleh penghasilan
dilakukan dengan cara :
a.
samping
untuk
mengadakan
“Perusahaan adalah setiap
bentuk
usaha
yang
menjalankan setiap jenis
usaha yang bersifat tetap
dan terus meneruskan dan
didirikan bekerja serta
berkedudukan
dalam
wilayah Negara Indonesia
untuk tujuan memperoleh
keuntungan atau laba”..1)
Di
keluar
Memperdagangkan
pengertian
barang, artinya memberi
perusahaan di atas ada fakar
barang
dan
menjualnya
hukum yang juga merumuskan
lagi dengan perhitungan
pengertian perusahaan
tersebut
memperoleh
keuntungan
antara lain :
atau laba.
1.
Molengraaff
b.
1)Abdulkadir
Pengantar
Muhammad,
Hukum
1991,
artinya
barang
melepaskan
Perusahaan
Indonesia, Bandung : Citra Aditya
Bakti, halaman 7.
Menyerahkan
penguasaan atas barang
dengan
perhitungan
6
memperoleh penghasilan,
Berdasarkan
misalnya
rumusan di atas dapat
menyewakan
barang.Perjanjian
diidentifikasikan
unsur-
perdagangan,
yaitu
unsur yang terdapat dalam
menghubungkan
pihak
pengertian
satu dengan pihak lain
c.
rumusan-
dengan
perhitungan
memperoleh
penghasilan
yaitu :
a.
Badan Usaha
Badan
usaha
berupa keuntungan atau
mempunyai
laba bagi pemberi kuasa
tertentu
dan upah bagi pemberi
Perusahaan
kuasa misalnya makelar,
Firma,
komisioner,
Komanditer,
agen
perusahaan
ini
bentuk
contohnya:
Dagang,
Persekutuan
Perseroan
perusahaan.
Terbatas,
Perusahaan
Polak
Umum, Koperasi.
Polak
memandang
Hal ini dapat diketahui
perusahaan
dari
sudut
melalui
komersial
artinya
baru
perusahaan.
dikatakan
perusahaan
perusahaan
apabila
diperlukan
memiliki akta pendirian
akta
pendirian
Bagi
yang
perhitungan laba rugi yang
dapat
dapat
ijin usaha seperti pada
diperkirakan
dan
dicatat dalam pembukuan.
diketahui
tidak
melalui
perusahaan perseorangan.
7
b.
Kegiatan
dalam
bidang
Maksudnya
ekonomi
dalam bidang ekonomi itu
Obyek
kegiatan
ekonomi
adalah
bidang
harta
dilakukan
secara
terus-
menerus
artinya
tidak
kekayaan, tujuannya ialah
terputus-putus,
memperoleh
keuntungan
secara insidental bersifat
dan atau laba. Kegiatan
tetap untuk jangka waktu
dalam bidang ekonomi ini
lama.
meliputi perdagangan (jual
tersebut ditentukan dalam
beli barang bergerak dan
akta pendirian perusahaan
tidak bergerak), pelayanan
atau dalam surat ijin usaha.
(penyediaan jasa misalnya
jasa
perbankan,
pengangkutan
c.
kegiatan
dan
d.
tidak
Jangka
waktu
Terang-terangan
jasa
Terang-terangan
artinya
lain-
diketahui
umum
oleh
lain), industri (mencari dan
danditujukan
mengolah
umum,
serta
kepada
diakui
dan
mengadakan sumber daya
dibenarkan
oleh
dan kekayaan, misalnya
masyarakat
juga
ekspiorasi,
pemerintah
berdasarkan
usaha
pertanian, kerajinan dan
undang-undang dan bebas
lain-lain ).
berhubungan pihak ketiga.
Terus-menerus
Bentuk terang-terangan ini
dapat diketahui dalam akta
8
pendirian
e.
f.
perusahaan,
yang diperoleh dan dapat
surat ijin usaha, surat ijin
juga dapat menjadi dasar
tempat usaha.
perhitungan Pajak
Keuntungan dan atau laba
wajib
Keuntungan dan atau laba
pemerintah.
ini menunjukan nilai lebih
Berdasarkan
dibayar
yang
kepada
unsur-unsur
(hasil) yang diperoleh dari
yang telah diuraikan diatas,maka
modal
dapat
yang
dijalankan.
dirumuskan
pengertian
Dengan modal perusahaan
perusahaan dari segi hukum yaitu
itu, keuntungan dan atau
setiap
laba dapat diperoleh. Hal
menjalankan
ini merupakan salah satu
bidang ekonomi secara terus-
tujuan utama perusahaan.
menerus
dan
Pembukuan
dengan
tujuan
Menurut Pasal 6 KUHD
keuntungan dan atau laba yang
Pengusaha
dibuktikan
diharuskan
badan
usaha
kegiatan
yang
dalam
terang-terangan
memperoleh
dengan
adanya
membuat pembukuan yang
pembukuan. Supaya perusahaan
berisi catatan tentang harta
dapat didaftarkan, perusahaan itu
kekayaan dan kewajiban
harus
perusahaan.
berkedudukan di Wilayah Negara
adanya
dapat
Dengan
pembukuan
ini
didirikan,
dan
Republik Indonesia.
diketahui
Perusahaan Perseorangan
keuntungan dan atau laba
ialah perusahaan swasta yang
9
didirikan
dan
pengusaha
bukan
dimiliki
oleh
bidang usaha penggunaan jasa
perseorangan
yang
dengan alat memproduksi barang-
dapat
barang
badan
berbentuk
hukum,
perusahaan
perusahaan
jasa,
untuk
memperoleh
dagang,
keuntungan atau laba.Perusahaan
perusahaan
industri adalah perusahaan yang
industri.2)
bergerak dalam bidang usaha
Menurut
Abdulkadir
membuat atau menghasilkan atau
Muhammad, Perusahaan Dagang
Perusahaan perseorangan
adalah perusahaan yang bergerak
ini bisanya didirikan oleh seorang
dalam usaha dagang. Pengertian
pengusaha
pokok “dagang” adalah perbuatan
cukup modal untukberusaha di
perusahaan yang bergerak dalam
sini pengusaha merangkap sebagai
usaha dagang. Pengertian pokok
pemimpin
“dagang”
modalnya kecil ia bekerja sendiri,
membeli
adalah
dan
menyewakan
perbuatan
menjual
barang
atau
dengan
yang
mempunyai
perusahaan.
Jika
jika modalnya besar dan usahanya
cukup
luas
pengusaha
tujuan memperoleh keuntungan
mempekerjakan beberapa orang
dan atau laba.
pembantu pengusaha.
Sedangkan
jasa
adalah
Perusahaan
perusahaan
bergerak dalam
yang
Hingga sekarang belum
ada
undang-undang
mengatur
tentang
yang
pendirian
perusahaan perseorangan tentang
datang menghadap notaris untuk
2) Ibid, halaman 54.
10
minta
dibuatkan
akta
Menurut Pasal 1618 KUH
pendiriannya, yang pokok isinya
Perdata yang berbunyi sebagai
telah
berikut :
dirancangkan
pengusaha
yang
oleh
bersangkutan.
Perserikatan Perdata adalah suatu
Akta pendirian ini tidak perlu
perjanjian,
didaftarkan kepada kepaniteraan
orang atau lebih mengingatkan
Pengadilan Negeri dan tidak perlu
diri untuk memasukan sesuatu ke
diumumkan dalam Berita Negara /
dalam
Tambahan Berita Negara.
maksud
Ruang gerak bidang usaha
perusahaan
ditentukan
perseorangan
dalam
pendiriannya.
perusahaan
perlu
pada
mana
perserikatan
keuntungan
dua
dengan
untuk
membagi
atau
kemanfaatan
yang diperoleh karenanya.
akta
Dari bunyi Pasal 1618 Perdata
Kegiatan
tersebut diatas dapat disimpulkan
perseorangan
menunjuk
dengan
tidak
bahwa
:
Perserikatan
Perdata
bidang
adalah perkumpulan dalam arti
usaha tertentu, melainkan di buat
luas ( sekelompok orang yang
sedemikian
mempunyai kepentingan bersama,
rupa,
sehingga
memudahkan ruang gerak bidang
kesepakatan
usaha perusahaan perseorangan
bersama dan adanya kerjasama )
ditentukan
Sedangkan persekutuaan Perdata
pendiriannya.
dalam
akta
bersama,
tujuan
adalah Perserikatan Perdata yang
menjalankan
Dikatakan
perusahaan.
menjalankan
11
perusahaan,
bila
sebuah
ditentukan juga bahwa pengurus
Perserikatan
Perdata
tersebut
berhak bertindak keluar atas nama
bertindak keluar terhadap pihak
Persekutuan Firma ( Pasal 17
ketiga dengan terang terangan dan
KUHD ). Jika tidak ada ketentuan,
terus-menerus untuk mencari laba.
setiap
sekutu
dapat
mewakili
Dari segi hubungan hukum
Persekutuan Firma yang mengikat
dan tanggung jawab sekutu, di
juga para sekutu lain sepanjang
dalam pendirian atau anggaran
mengeenai
dasar persekutuan firma harus
kepentingan Persekutuan Firma (
sudah ditentukan sekutu yang
Pasal
menjalankan tugas pengurus. Jika
kekuasaan
belum ditentukan pengurus harus
Persekutuan Firma ada dalam
ditentukan dalam akta tersendiri
tangan semua sekutu. Mereka
yang
memutuskan
harus
didaftarkan
perbuatan
18
KUHD
).
tertinggi
segala
bagi
Tetapi
dalam
persoalan
dipaniteraan Pengadilan Negeri
dengan musyawarah berdasarkan
setempat dan diumumkan dalam
ketentuan
Tambahan Berita Negara. Hal ini
dalam akta pendirian Persekutuan
penting supaya pihak ketiga dapat
Firma. Hubungan hukum antara
mengetahui siapa yang menjadi
sekutu-sekutu Firma meliputi :
pengurus firma yang berhubungan
a.
dengannya.
Dalam akta pendirian atau
akta
penetapan
pengurus
yang
ditetapkan
Semua
di
sekutu
memutuskan
dan
menetapkan dalam
akta
12
sekutu
b.
c.
d.
yang
ditunjuk
Hooggerechtshof
sebagai pengurus firma.
1930 ).
Semusekutuberhak melihat
Setiap
atau
mengadakan
mengontrol
20
sekutu
Pebruari
wenang
perikatan
dengan
pembukuanfirma ( Pasal
pihak ketiga bagi kepentingan
12 KUHD ).
persekutuan, kecuali jika sekutu
Semua sekutu memberikan
itu dikeluarkan dari kewenangan
persetujuan
jika
itu ( Pasal 17 KUHD ).
Persekutuan
Firma
Setiap sekutu bertanggung jawab
menambah sekutu baru (
secara
Pasal 1641 KUHPer ).
perikatan
Penggantian
kedudukan
meskipun dibuat oleh sekutu lain,
dapat
termasuk juga perikatan karena
diperkenankan jika diatur
perbuatan melawan hukum ( Pasal
dalam akta pendirian.
18 KUHD ).
sekutu
Sedangkan
hubungan
hukum
pribadi
atas
semua
Persekutuan
Firma,
Apabila seorang sekutu menolak
antara sekutu firma dengan pihak
penagihan
dengan
ketiga meliputi :
Persekutuan
Firma tidak ada
Sekutu yang telah keluar secara
karena tidak ada akta pendirian,
syah masih dapat dituntut oleh
maka pihak ketiga itu dapat
pihak ketiga atas dasar perjanjian
membuktikan adanya Persekutuan
yang
Firma dengan segala macam alat
belum
pembayarannya
dibereskan
(
Arrest
alasan
pembuktian ( Pasal 22 KUHD ).
13
Dalam
hal
berakhirnya
atau perubahan terhadap pihak
Persekutuan Firma ini, Firma
ketiga ( Pasal 31 KUHD ).
dapat berakhirnya karena alasan
Setiap
sebagai berikut:
Firma memerlukan pemberesan.
Lampaunya
waktu
kehendak
Untuk
perubahan
Persekutuan
pemberesan
tersebut
seorang sekutu atau beberapa
Persekutuan Firma yang sudah
orang
akibat
bubar tersebut masih tetap ada.
atau
Menurut Pasal 32 KUHD, yang
sekutu.Salah
bertugas melakukan pemberesan
sekutu
sebagai
pengunduran
diri
pemberhentian
seorang
sekutu
atau
mati,
beberapa
ditaruh
orang
dibawah
pengampuan atau jatuh pailit.
Dalam
dalam akta pendirian.
Apabila dalam akta pendirian
pembubaran
tidak ditentukan, sekutu pengurus
dilakukan
harus membereskan atas nama
dengan akta otentik di muka
Fima. Tetapi jika sekutu-sekutu
notaris,
dengan suara terbanyak menunjuk
Persekutuan
hal
adalah mereka yang ditetapkan
Firma
didaftarkan
di
Kepaniteraan Pengadilan Negeri
sekutu
setempat dan diumumkan dalam
untuk
Tambahan
Negara
maka sekutu inilah yang bertugas
dan
melakukan pemberesan. Apabila
pengumuman ini mengakibatkan
suara terbanyak tidak tercapai,
tidak
Pengadilan Negeri menetapkan
Kelalaian
Berita
pendaftaran
berlakunya
pembubaran,
pengunduran diri, pemberhentian,
siapa
yang
bukan
melakukan
pemberesnya.
pengurus
pemberesan,
Hubungan
14
hukum
antara para sekutu dan
pemberes
adalah
hubungan
hukum pemberian kuasa.
Tugas
semua
Persekutuan
Firma
menggunakan
uang
atau
tenaga
kerja
sebagai
pemasukan pada persekutuan. Ia
pemberes
menyelesaikan
hanya menyerahkan uang, barang,
ialah
hanya memperoleh keuntungan
hutang
dari pemasukan itu. Tanggung
dengan
jawab
kas.
Jika
terbatas
pada
jumlah
pemasukan itu.
masih ada saldo, maka saldo
Persekutuan
komanditer
tersebut dibagi di antara para
mempunyai dua macam sekutu,
sekutu, jika ada kekurangan maka
yaitu
kekurangan itu harus ditanggung
yang
dari kekayaan pribadi para sekutu.
persekutuan atau disebut sekutu
Apabila ada kekayaan berupa
aktif, dan “sekutu komanditer”
barang, pembagian barang itu
yang tidak mengurus persekutuan
dilakukan
seperti
atau disebut pasif. Dua macam
barangitu
dilakukan
pembagian
seperti
“sekutu
komplementer”
menjadi
sekutu
ini
menyerahkan
pembagian warisan ( Pasal
pemasukan
1652 KUHPer ).
secara
B.
Persekutuan Komanditer
memperoleh keuntungan bersama
adalah Persekutuan Firma yang
dan kerugian dipikul bersama
mempunyai satu atau beberapa
seimbang dengan pemasukan.
orang sekutu komanditer. Sekutu
komanditer adalah sekutu yang
pada
pengurus
persekutuan
bersama-sama
Apabila
untuk
diperhatikan
ketentuan Pasal 19 dengan Pasal
15
21 KUHD yang mengatur tentang
hubungan ke dalam antar
Firma,
bahwa
sekutu berlaku hubungan
Persekutuan Komanditer adalah
sekutu komplementer dan
Persekutuan Firma dengan bentuk
sekutu
komanditer.
khusus.
Persekutuan
komanditer
jelaskan
terletak
Kekhususannya
pada
adanya
itu
sekutu
diam-diam
dapat
komanditer yang tidak ada pada
disimpulkan
Persekutuan Firma. Persekutuan
ketentuan Pasal 19 sampai
Firma hanya mempunyai sekutu
dengan Pasal 21 KUHD.
aktif yang disebut fimant.
Dengan demikian, KUHD
Dilihat
dari
hubungan
tidak
melarang
dengan pihak ketiga, Persekutuan
Persekutuan
komanditer dibedakan
diiam-diam.
menjadi
tiga jenis yaitu:
a.
b.
Persekutuan
Komanditer
diam-diam
Pihak
Persekutuan
persekutuan ini
sebagai
Firma tetapi
mempunyai
adanya
Komanditer
Komanditer
terang-terangan
Disini
ketigamengetahui
dari
pihak
ketiga
mengetahui secara terangterangan
bahwa
Persekutuan Komanditer.
sekutu
Hal ini dapat diketahui
komanditer. Hubungan ke
dari merk kantor, surat
luar menggunakan nama
keluar masuk, penggunaan
Firma,
nama
sedangkan
Persekutuan
16
Komanditer, misalnya :
dilarang
C.V. Mahakam Jaya, C.V.
undang.
Cahaya
modal
dan
Persekutuan
lain-lain.
Komanditer
terang-terangan
tidak
undang-
Pembentukan
dengan
menerbitkan
saham
ini
diperbolehkan dalam Pasal
diatur secara khusus dalam
1337
KUHD, sebab Persekutuan
kepribadian kekeluargaan
Komanditer
pada
pada
hakekatnya
adalah
KUHPer.
Sifat
Persekutuan
Komanditer dengan saham
Persakutuan Firma dalam
mulai
bentuk khusus. Jadi dapat
dibandingkan
diikuti
Persekutuan
ketentuan-
mengendor
jika
dengan
Komanditer
ketentuan yang mengatur
terang-terangan yang pada
tentang
hakekatnya adalah Firma.
Persekutuan
Firma.
c.
oleh
Hal ini dapat dibuktikan
Persekutuan
Komanditer
dengan saham
dari saham yang dapat.
a.
Pada
Persekutuan
Hubungan
hukum
ke
dalam.
Komanditer ini modalnya
Hubungan ini meliputi hubungan
dibagi atas saham-saham.
kerja
Persekutuan semacam ini
komplementer dan antara sekutu
tidak
komplementer
KUHD,
di
atur
dalam
tetapi
tidak
antara
sesama
dengan
sekutu
sekutu
komanditer. Mengenai hubungan
17
hukum
antara
sekutu
sedangkan sekutu komplementer
komplementer sama seperti pada
bertanggung jawab ke luar dan ke
Persekutuan
dalam.
Sedangkan
anatra
sesama
dengan
Firma.
hubungan
hukum
sekutu
Tentang
Perseroan
komplementer
Terbatas yang berbunyi sebagai
dengan sekutu komanditer tunduk
berikut : “ Perseroan Terbatas
pada ketentuan Pasal 1624 KUHP
yang
Sampai
perseroan adalah badan hukum
dengan
Pasal
1641
selanjutnya
KUHPer.
yang
Pihak ketiga hanya dapat menagih
perjanjian, melakukan kegiatan
sekutu
sebab
usaha dengan modal dasar yang
sekutu inilah yang bertanggung
seluruhnya terbagi dalam saham,
jawab penuh. Sekutu komanditer
dan memenuhi persyaratan yang
hanya bertanggung jawab kepada
ditetapkan dalam Undang-undang
sekutu
ini,
komplementer
komplementer
menyerahkan
dengan
sejumlah
didirikan
disebut
serta
difinisi
KUHD
dikemukakan
Sedangkan
yang
peraturan
pelaksanaannya”.Berdasarkan
pemasukan ( Pasal 19 ayat 1
).
berdasarkan
perseroan
di
yang
telah
atas,
maka
bertanggung jawab kepada pihak
sebagai perusahaan yang berbadan
ketiga
hukum,
hanya
sekutu
perseroan
mempunyai
komplementer. Dengan kata lain
unsur-unsur sebagai berikut :
sekutu
1.
komanditer
hanya
bertanggung jawab ke dalam,
Badan hukum
18
Setiap perseroan adalah
secara tertulis dan tersusun
badan, artinya badan yang
dalam bentuk Anggaran
memenuhi syarat keilmuan
Dasar, kemudian dimuat
sebagai
dalam akta pendirian yang
pendukung hak
dan kewajiban yang antara
dibuat
dimuka
notaris.
lain
Setiap
pendiri
wajib
memiliki
harta
kekayaan sendiri terpisah
mengambil bagian saham
dari
pada
harta
kekayaan
pendiri atau pengurusnya.
didirikan.
Hal
merupakan
ini
secara
tegas
dinyatakan dalam Pasal 1
perseroan
Hal
ini
asas
dalam
pendirian perseroan.
butir (1) UUPT bahwa
3.
perseroan adalah badan
usaha.
hukum.
2.
saat
Melakukan
kegiatan
Melakukan kegiatan usaha
Diririkan
berdasarkan
perjanjian.
ini artinya menjalankan.
Setiap
perseroan
harus
Maksudnya bahwa untuk
melakukan kegiatan usaha
berdirinya suatu perseroan
yaitu kegiatan usaha yaitu
harus
kegiatan
ada
sekurang-
dalam
kurangnya dua orang yang
bidangperekonomian
bersepakat
untuk
industri, dagang dan jasa )
mendirikan
perseroan,
yang
yang
dibuktikan
mendapatkan laba dan atau
dapat
(
bertujuan
19
keuntungan.
Supaya
sekurang-kurangnya
kegiatan usaha itu sah,
5.
dari
undang-undang.
yang
berwenang
dan
Memenuhi
Setiap
persyaratan
perseroan
harus
didaftarkan dalam daftar
memenuhi
perusahaan
undang-undang perseroan
menurut
undang-undang
4.
juta rupiah.
harus mendapat ijin usaha
pihak
20
yang
persyaratan
dan
peraturan
berlaku.
pelaksanaannya. Uusur ini
Modal dasar.
menunjukkan
Setiap
Perseroan
harus
bahwa
perseroan
mempunyai modal dasar
sistem
yang seluruhnya terbagi
system).
dalam saham. Modal dasar
Perseroan
menganut
tertutup
(closed
Terbatas
merupakan harta kekayaan
sebagai badan hukum memenuhi
perseroan sebagai badan
unsur-unsur badan hukum seperti
hukum, yang terpisah dari
yang ditentukan dalam Undang-
harta
undang Perseroan Terbatas yang
kekayaan
pribadi
pendiri, organ perseroan,
selanjutnya
pemegang saham. Menurut
meliputi hal sebagai berikut :
ketentuan Pasal 25 UUPT,
1.
Modal
yang teratur.
dasar
perseroan
disingkat
Merupakan
UUPT,
organisasi
20
Perseroan
untuk
dari seluruh nilai nominal
tujuan
saham (Pasal 24 ayat (1)
perseroan serta mewakili
UUPT ) dan kekayaan
perseroan baik di dalam
dalam bentuk lain yang
maupun
berupa benda bergerak dan
kepentingan
dan
di
luar
pengadilan.
Mempunyai
tidak
benda
organisasi
berwujud
perseroan
berwujud,
misalnya
mempunyai organ yang terdiri
kendaraan
bermotor,
dari
gedung
yang
sebagai
bergerak,
teratur,
Rapat
Saham
Umum
(RUPS),
Pemegang
Direksi,
dan
barang inventaris,
berharga,
UUPT.
perseroan.
organisasi
dapat diketahui melalui ketentuan
3.
UUPT,
Dasar
hukum
Rumah
ketiga.
Anggaran
perseroan,
Anggaran
Tangga perseroan, dan keputusan
tidak
perkantoran,
Komisaris ( Pasal 1butir (2)
Keteraturan
dan
4.
piutang
Melakukan
sendiri
Sebagai
surat
hubungan
dengan
badan
pihak
hukum,
Rapat Umum Pemegang Saham.
perseroan
2.
hubungan hukum sendiri
Mempunyai
harta
kekayaan sendiri
Perseroan
melakukan
dengan pihak ketiga yang
memiliki
diwakili
oleh
Direksi.
kekayaan sendiri berupa
Menurut ketentuan Pasal
modal dasar yang terdiri
82
UUPT
Direksi
21
bertanggung jawab penuh
juga
atas pengurusan p tujuan
intern. Hubungan hukum
sendiri.
antar
Sebagai
badan
hukum
dan
perseroan
mempunyai
tetapi
sendiri.
Tujuan
tersebut
sekutu
hubungan
ini
tidak
terlihat dalam Pasal 19,20
yang melakukan kegiatan usaha,
tujuan
sebgai
21
KUHD.
jika
Akan
dilihat
dari
pengertian
persekutuan
ditentukan dalam Anggaran Dasar
komanditer
itu
perseroan (Pasal 12 butir b UUPT
yaitu,
persekutuan
). Karena perseroan menjalankan
komanditer
perusahaan, maka tujuan utama
“persekutuan firma yang
perseroan
memiliki
adalah
mencari
sendiri
adalah
seorang
atau
keuntungan dan atau laba.
beberapa orang sekutu”,
C.
maka hubungan inten antar
Hubungan Intern dan
Ekstrn
(
Sekutu
Hubungan
antara
Komanditer dengan
para
sekutu
ini
dapat
dilihat dari bagian kedua
Sekutu Komplementer).
Bab VIII Buku II KUHPer
1.
mulai Pasal 1624 sampai
HubunganInternad
alahHubungan
antara
hukum
sekutu-sekutu
komanditer dengan sekutu
komplementer ini disebut
dengan Pasal 1641 yang
mengatur
tentang
perikatan-perikatan antara
para sekutu.
22
2.
Hubungan
berkaitan
EksternHubungan
sekutu
antara
komplementernya
dengan pihak-pihak ketiga
adalah
berbeda.
dengan
persekutuan.
D.
Persekutuan
Dengan
Firma.
Sekutu
Pengertian dan Pengaturan
komplementer atau sekutu
Dunia
pasif atau disebut juga
berkembang dengan sangat pesat.
sekutu kerja adalah sekutu
Hal ini dapat dilihat dari tumbuh
yang hanya menjalankan
dan
kepengurusan persekutuan
bidang usaha yang dimiliki oeh
dan bertugas memelihara
beberapa orang yang tergabung
persekutuan, dalam hal ini
dalam
termasuk
perkumpulan,
mengadakan
perikatan-perikatan
atau
usaha
dewasa
berkembangnya
ini
beberapa
kesatuan
atau
salah
satunya
adalah persekutuan dengan Firma.
perjanjian-perjanjian
1.
Pengertian
persekutuan
dengan pihak-phak ketiga
dengan firma itu sendiri
sesuai
dengan
tujuan
dapat diketahui dari Pasal
persekutuan. Oleh karena
16 KUHD dan beberapa
itu sekutu komplementer
dibawah ini yang pada
bertanggung jawab secara
intinya
mengacu
pada
Pasal
16
pribadi untuk keseluruhan
ketentuan
terhadap segala hal yang
KUHD, yaitu : Pada 16
Kitab
Undang-undang
23
2.
Hukum Dagang sebagian
Kekhususannya
besar berbunyi :
terletak pada tiga unsur
Persekutuan dengan firma
mutlak sebagai tambahan
adalah perserikatan yang
pada persekutuan perdata
diadakan
untuk
yaitu
menjalankan
suatu
perusahaan, dengan nama
perusahaan
3.
dengan
bersama
menjalankan
atau
memakai nama bersama.3)
pertanggungan
H.M.N.
sekutu
Purwosutjipto,
S.H.
firma,
jawab
yang
bersifat
pribadi untuk keseluruhan.
Yang
4)
dinamakan
persekutuan firma ialah
4.
tiap-tiap
S.H.
perdata
persekutuan
yang
untuk
3)
:
ini
Abdukadir
Muhammad,
didirikan
Persekutuan firma adalah
menjalankan
setiap persekutuan perdata
perusahaan dengan nama
yang
bersama. Jadi persekutuan
menjalankan
firma adalah persekutuan
dengan
perdata
Sedangkan yang dimaksud
khusus.
. Ny. Siti Soemari Hartono, Kitab
Undang-Undang
Hukum
untuk
perusahaan
nama
bersama.
persekutuan
Hukum
Dagang, Seksi Hukum Dagang
Fakultas
dengan
didirikan
Universitas
Gadjah Mada, 1983, hal. 11
4). H.M.N Perwosutjipto, 1988 ,
Pengertian Pokok Hukum Dagang
Indonesia, Djmbatan, halaman
45.
24
perdata ialah perjanjian
mengikatkan firma dengan
dengan mana dua orang
pihak ketiga dan mereka
atau
masing-masing
lebih
mengikatkan
diri untuk memasukkan
bertanggung
sesuatu
jawab atas seluruh hutang
ke
persekutuan
dalam
dengan
firma
5.
atau
kemanfaatan
yang
tanggung-
menanggung.6)
maksud untuk membagi
keuntungan
secara
6.
DR. M. Natzir Said, S.H.
Perseroan
firma
adalah
perseroan
yang
diperoleh karenanya. 5)
tiap
R.Ali Rido, S.H.
didirikan
untuk
menjalankan
suatu
Perseroan
suatu
firma
maatschap
adalah
yang
menyelenggarakan
perusahaan
atas
perusahaan dibawah satu
nama
nama
(ondergemeenschappelijke
bersama, dinama tiap-tiap
naam) dan bertanggung
persero
jawab
yang
tidak
dikecualikan satu dengan
secara
tanggung
menanggung.7)
yang lain , hal mana dapat
5).Abdulkadir Muhammad, 1991 ,
Pengantar Hukum Perusahaan
Indonesia, Citra Aditya Bakti,
Bandung, halaman 56.
6). R. Ali Rido, 1977 , Badan Hukum
dan Kedudukan Badan Hukum
Perseroan, Perkumpulan, Koperasi,
Yayasan, Wakaf, Bandung , Alumni,
halaman 64.
7).M. Natzir, 1987 , Hukum Perusahaan
di Indonesia I (Perorangan),
Bandung , Alumni, halaman 17.
25
Berdasarkan pendapat para
lebih
ini
ahli tersebut di atas, maka dapat
“pendiri”
disimpulkan bahwa Persekutuan
firma.
Firma adalah perjanjian dengan
mana
dua
orang
mengikatkan
atau
diri
2.
dinamakan
persekutuan
Menjalankan
perusahaan
lebih
(Pasal 16 KUHD).
untuk
Unsur
menjalankan
menjalankan perusahaan dengan
perusahaan
nama bersama dan di antara para
dimaksudkan suatu usaha
sekutu bertanggung jawab secara
untuk mendapatkan laba
pribadi
atau keuntungan.
untuk
bertanggung
keseluruhan
jawab
(
secara
tanggung menanggung diantara
3.
Dengan
ini
nama
bersama
atau firma ( Pasal 16 KUHD ).
para sekutunya).
Maksudnya nama orang
Di lihat dari kesimpulan
(sekutu)
atau
gabungan
tersebut di atas, maka dapat
dari nama orang (sekutu)
dinyatakan
yang
bahwa
unsur-unsur
dijadikan
pokok dari Persekutuan Firma
perusahaan
adalah sebagai berikut :
persekutuan firma ).
1.
Persekutuan
Perdata
(
Pasal 1618 KUHPer ).
4.
nama
(c.q.
Tanggung jawab sekutu
(firmant) bersifat pribadi
Adanya perjanjian yang
untuk keseluruhan ( Pasal
diadakan antara dua orang
18 KUHD ).
atau lebih. Dua orang atau
26
Maksudnya dimana setiap
dengan
perikatan yang dilakukan
Persekutuan dengan Firma dan
oleh seorang firmant atas
tentang Persekutuan dengan jalan
nama persekutuan, maka
peminjaman uang atau disebut
segala
Persekutuan Komanditer.
akibat
yang
Pasal
35
tentang
ditimbulkan dari perikatan
Adapun Pendirian Persekutuan
yang bersangkutan dalam
dengan Firma.
arti untung ruginya akan
dipikul
bersama-sama.
Menurut Pasal 16 KUHD
jo Pasal 1618 KUHPer, untuk
Sifat kepribadian dalam
mendirikan
persekutuan
ini
dengan firma tidak disyaratkan
masih sangat kental. Oleh
adanya akta, tetapi Pasal 22
karena
biasanya
KUHD mengharuskan pendirian
persekutuan firma ini para
Persekutuan dengan Firma harus
sekutunya
dilakukan
firma
itu
keluarga
kalangan
Persekutuan
dihadapan
Notaris
atau
dengan akta otentik. Pasal 22
sahabat karib yang bekerja
KUHD berbunyi : “Persekutuan-
sama untuk mencari laba.
persekutuan dengan firma harus
Pengaturan
dekat
suatu
diadakan
dengan
(otentik),
tanpa
akta
resmi
persekutuan
kemungkinan
firma ini diatur dalam Kitab
dapat dikemukakannya ketiadaan
Undang-Undang Hukum Dagang,
akta
itu kepada fihak-fihak
Buku Kesatu, Bab III, Bagian
ketiga.
kedua dari Pasal
16
sampai
“Keharusan
untuk
27
menggunakan akta otentik ini
RI (Pasal 28 KUHD ). Kewajiban
tidak diikuti dengan sanksi, bila
untuk
pendirian
mengumumkan
persekutuan
dengan
mendaftarkan
itu
dan
merupakan
Firma ini tidak dibuat dengan akta
suatu keharusan yang bersanksi,
otentik. Malahan ketiadaan akta
selama
otentik
pengumuman
ini
tidak
boleh
pendaftaran
itu
dan
belum
dikemukakan untuk merugikan
dilaksanakan, maka pihak ketiga
pihak
menurut
dapat menganggap persekutuan
Undang-Undang,
firma itu sebagai persekutuan
persekutuan firma di Indonesia
umum, yakni persekutuan firma
dapat
akta
yang menjalankan segala macam
dibawah tangan. Tetapi di dalam
urusan, didirikan untuk waktu
prakteknya
semua
yang tidak terbatas, dan tidak ada
firma
Indonesia
ketiga.
pembentuk
Jadi
dibentuk
di
dengan
persekutuan
didirikan
seorang
sekutupun
dengan akta notaris (otentik).
dikecualikan
Sesudah akta pendirian dibuat,
bertindak
akta ini harus didaftarkan di
surat bagi persekutuan firma itu
Kepaniteraan Pengadilan Negeri
(Pasal 29 KUHD). Dari adanya
dalam Wilayah Hukum mana
sanksi dari Pasal 29 KUHD
Persekutuan firma itu berdomisili
tersebut dapat diambil kesimpulan
( Pasal 23 KUHD), dan akhirnya
bahwa akta pendirian persekutuan
akta
harus
firma itu harus tertulis, sebab
diumumkan dalam Berita Negara
kalau tidak tertulis tentunya tidak
pendirian
itu
dari
yang
dan
kewenangan
menandatangani
28
dapat didaftarkan dan diumumkan
mendorong
memilih
bentuk
dalam Berita Negara RI sesuai
persekutuan
ketentuan dalam Pasal 29 KUHD,
dibanding
Untuk menjaga agar apa yang
firma, adalah sebagai berikut:
didaftarkan dan yang diumumkan
1.
komanditer
persekutuan
Bahwa
dengan
manajemen yang
itu sama maka Pasal 29 ayat 2
solid dan efektif adalah
KUHD
ketentuan
cara yang tepat dan syarat
perbedaan
untuk mencapai sasaran
antara yang didaftarkan dan yang
dan tujuan . Manajemen
diumumkan maka pihak ketiga
yang solid dan efektif
cukup
merupakan
menetapkan
bahwa
bila
terjadi
memegang
apa
yang
salah
diumumkan saja sebab apa yang
faktor
diumumkan inilah yang mengikat
menentukan kelangsungan
kepada pihak ketiga.
hidup suatu perusahaan.
BAB III HASIL PENELTIAN
Hal inilah yang menjadi
DAN PEMBAHASANNYA
alasan
A.
Faktor-Faktor apa saja
memilih
yang
mendorong
menggunakan
memilih
pengusaha
bentuk Persekutuan
Komanditer
daripada
Suatu permasalahan bagi
pelaku
usaha
para
usaha
Komanditer
sangat
pengusaha
untuk
bentuk
persekutuan
daripada
bentuk usaha Persekutuan
Persekutuan dengan firma.
para
yang
satu
yang
dengan firma.
29
Berdasarkan
penelitian
kekayaan pribadi ) dan
lapangan
yang
penulis
sekutu
lakukan
,
banyak
komanditer
pengusaha
(
)
Sekutu
sebagai
penanam modal
yang
usaha
menantikan
hasil
Peresekutuan komanditer
keuntungan
dikarenakan dilihat dari
benda
segi manajemennya lebih
pemasukannya ( inbreng )
terarah
itu saja dan dilarang untuk
memilih
cenderung
pasif
bentuk
karena
adanya
dari
atau
uang,
tenaga
pembagian
melakukan
kepengururusan yang jelas
memberikan nama
yaitu
dengan
adanya
bekerja pada persekutuan
sekutu
aktif
sekutu
serta bertanggung jawab
(
komplementer
)
yang
bertugas
mengurus
sampai
pengurusan,
dan
modal
yang
dimasukan saja.
jalannya perusahaan, dapat
Pemasukan
modal
ini
mengikatkan persekutuan
merupakan dari anggota (sekutu)
komanditer dengan pihak
dari
persekutuan
komanditer
ketiga, bertanggung jawab
tersebut.
secara
pribadi
Dalam
prakteknya
,
untuk
berdasarkan
anggaran
dasar
keseluruhan ( bertanggung
persekutuan atau berdasarkan akta
jawab
secara
menanggung
tanggung
pendiriannya
mengenai
modal
persekutuan
rata-rata
tidak
sampai
30
ditentukan berapa besarnya. Jadi
sekutu
tergantung kemampuan anggota
kwitansinya.
masing-masing.
Disamping
tersebut
akan
diberi
itu
BAB IV PENUTUP
besarnya modal masing masing
A.
Kesimpulan
1.
Bahwa faktor – faktor
sekutu atau anggota yang telah
disetorkan di dalam persekutuan
yang
mendorong
pengusaha
dan jumlah modal persekutuan
memilih
bentuk
usaha
dicatat di dalam buku persekutuan
persekutuan
atau didalam
rekening modal
dibandingkan
persekutuan
atau
modal
dengan
Firma
didalam
dalam
rekening
Komanditer
prakteknya
di
Kota
persekutuan.
Samarinda adalah sebagai berikut
Sehingga
dari
buku-buku
:
persekutuan atau dari rekening
a.
modal
persekutuan
Persekutuan
Komanditer
tersebut
lebih muda menghimpun
besarnya modal yang disetorkan
modal
oleh
masing-masing
dengan
cara
anggota
mengeluarkan
saham
–
kedalam persekutuan setiap waktu
saham, sedangkan pada
dapat
dilihat
dan
dinyatakan
Firma hal tersebut tidak
setiap penyetoran modal dicatat
dapat dilakukan.
didalam buku persekutuan atau
b.
Persekutuan
Komanditer
rekening modal persekutuan atas
bisa terdiri atas satu orang,
nama
yang
menyetorkan
dan
sedangkan
Persekutuan
31
c.
dengan Firma harus terdiri
Persekutuan dengan Firma setiap
atas lebih satu orang.
sekutu adalah sebagai berikut :
Pada persekutuan dengan
a.
Firma
terbatas atau tidak luas.
anggotanya
biasanya dari lingkungan
d.
b.
Dalam
Persekutuan
keluarga, sedangkan pada
dengan
Persekutuan
modal dan peranan sekutu
Komanditer
Firma
menjadi
anggota sehingga mulunya
tidak
dapat lebih terjamin
antara pengurus dengan
Pembagian
kerja
yang
karena adanya motivasi
yang
berbeda
mereka,
jelas
jawab
dari
tanggung
c.
tanggung menanggung (
Pasal 18 KUHD ).
B.
hambatan
yang
Saran-saran
Peraturan
yang
mengatur
menjadi
beluk
hukum
terkontrol dengan baik.
Sedangkan
Adanya tanggung jawab
selanjutnya
manajemennya
perundangan
tentang
seluk
persekutuan
sesungguhnya sudah lengkap dan
–
jelas. Jelas akan tetapi sebaiknya
dalam
masih diperlukan penjelasan lebih
hambatan
ada
dipisahkan
memasukan modalnya .
masing – masing anggota,
akibat
dapat
sehingga
anggota-anggotanya yang
diantara
sehingga
satu
peranan
orang luar dapat menjadi
jelas diantara para sekutu,
2.
Lingkungan para sekutu
lanjut kepada para pengusaha
32
persekutuan mengenai peraturanperaturan tentang persekutuan (
DAFTAR PUSTAKA
Abdul
dalam hal ini peraturan mengenai
persekutuan
komanditer
dan
persekutuan dengan firma ). Hal
ini dimaksudkan agar masyarakat
yang
akan
mendirikan
suatu
perusahaan tertentu, khususnya
perusahaan
perkutuan
dalam
mengetahui
bentuk
dengan
jelas aturan-aturannya hak dan
kewajibannya
sesuai
dengan
ketentuan yang berlaku, sehingga
tidak
salah
menentukan
pilih
bentuk
yang akan didirikannya.
dalam
usahanya
Kadir
Muhammad.
Pengantar Hukum
Perusahaan
Indonesia,
Bandung : Citra
Aditya Bakti ,
1991.
Achmad Ichan. Hukum Dagang.
Jakarta :Cetakan
Ketiga.
Pradnya
Paramita ,2006.
Ali Rido R. Badan Hukum dan
Kedudukan Badan
Hukum Perseroan,
Perkumpulan,
Koperasi, Yayasan,
Wakaf , Bandung :
Alumni , 2007.
Kansil
C.S.T.
Pokok-pokok
Pengetahuan
Hukum
Dagang
Indonesia.
Buku
Kesatu
Hukum
Dagang Menurut
KUHD
dan
KUHPerdata
;
Jakarta , Sinar
Grafika,1994.
Download