jurnal genap davi (01-14-16-06-46-36)

advertisement
eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (1) : 40 - 49
ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2016
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan CV. Sinar Utama Group Pusat Di Samarinda
Dini Muammar Khadafi1
Abstrak
Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk
meningkatkan kualitas kerja karyawan pada CV. Sinar utama Group Pusat di
Samarinda adalah dengan melakukan pelatihan. Dengan adanya pelatihan
dalam suatu perusahaan atau organisasi, maka dapat dimungkinkan terjadi
peningkatan produktivitas kerja, yang juga dikarenakan para karyawan telah
memiliki modal atau kemampuan yang cukup untuk mencapai tujuan
perusahaan atau organisasi. Salah satu cara untuk memperbaiki,
mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan dilakukan pelatihan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan
yang terdiri dari materi pelatihan (X1), pelatih (X2), metode pelatihan (X3),
terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) CV. Sinar Utama Group Pusat di
Samarinda, serta untuk mengetahui variabel pelatihan mana yang paling
berpengaruh.Pengambilan data dilakukan dengan pengumpulan data primer
melalui kuisioner, sedangkan metode analisis menggunakan analisis regresi
linier berganda. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama
variabel materi pelatihan, pelatih, dan metode pelatihan berpengaruh secara
signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan di Samarinda. Hasil uji
parsial menunjukkan bahwa variabel pelatih dan metode pelatihan yang
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan sedangkan
variabel matri pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas
kerja karyawan pada CV. Sinar Utama Group Pusat di Samarinda.
Kata kunci : materi pelatihan, pelatih, metode pelatihan dan produktivitas
kerja
Pendahuluan
Dalam menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif, masalah
sumber daya manusia menjadi perhatian bagi perusahaan untuk tetap dapat
bertahan. Perusahaan dituntut untuk memperoleh, mengembangkan, dan
mempertahankan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Sumber Daya
Manusia sebagai penggerak organisasi banyak dipengaruhi oleh pelaku para
Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Khadafi)
pesertanya, serta peran fungsinya sangat mendukung untuk keberhasilan
organisasi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk
meningkatkan kualitas karyawan dari perusahaan tersebut adalah dengan
melakukan pelatihan. Dengan adanya pelatihan dalam suatu perusahaan atau
organisasi, maka dapat dimungkinkan terjadi peningkatan produktivitas kerja,
yang juga dikarenakan para karyawan telah memiliki modal atau kemampuan
yang cukup untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Salah satu cara
untuk memperbaiki, mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan
dilakukan pelatihan. Pelatihan merupakan aktivitas yang tidak dapat
ditinggalkan
dalam suatu perusahaan. Perusahaan perlu melaksanakan
pelatihan bagi karyawannya, baik karyawan lama maupun karyawan baru guna
mencapai tujuannya.
Pelatihan yang diterapkan oleh CV. Sinar Utama Group Pusat
Samarinda dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang terampil
dalam menyerap dan mengambil alih teknologi baik untuk kebutuhan CV.
Sinar Utama Group Pusat Samarinda maupun untuk kebutuhan masyarakat
pada umumnya, serta mempersiapkan pendidikan bagi para karyawan CV.
Sinar Utama Group Pusat Samarinda dalam melaksanakan kegiatan operasional
dalam meniti karier pada berbagai bidang sesuai dengan keterampilannya.
Seperti yang penyusun amati di lokasi penelitian, diketahui bahwa
terjadi fluktuasi peningkatan dan penurunan antara target dan realisasi dari sisi
pelatihan dan produktivitas kerja karyawan di CV. Sinar Utama Group Pusat
Samarinda. Fluktuasi peningkatan dan penurunan ini dapat menjadi indikasi
bahwa pelatihan dan produktivitas kerja karyawan selama ini tidak stabil yang
berimbas pada peningkatan dan penurunan kinerja karyawan. Dalam penelitian
ini penyusun meneliti di bidang pekerjaan Administrasi CV. Sinar Utama
Group Pusat Samarinda karena dibidang administrasi tersebut sering terjadi
kesalahan dalam mengolah data dan mengeluarkan data dan tidak tepatnya
waktu menyelesaikan pekerjaan. Dengan dilakukannya pelatihan dapat
mengurangi dan mencegah terjadinya kesalahan dalam bekerja.
Berdasarkan gambaran latar belakang tersebut, maka diharapkan
melalui kegiatan pelatihan yang baik dan rutin, nantinya dapat meningkatkan
produktivitas kerja karyawan CV. Sinar Utama Group Pusat Samarinda. Hal ini
juga bertujuan untuk memberikan rasa percaya diri dan menumbuhkan rasa
keyakinan pada diri karyawan dalam melakukan pekerjaannya.
Dengan demikian, apabila rasa percaya diri telah diwujudkan, maka
karyawan tersebut akan bisa bekerja semaksimal mungkin, sehingga
perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu produktivitas
kerja yang lebih baik. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, maka penyusun
mencoba melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Pelatihan Terhadap
Produktivitas Kerja karyawan di CV. Sinar Utama Group Pusat Samarinda”.
41
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 1, 2016: 40 - 49
Teori dan Konsep
Sumber Daya Manusia
Faktor manusia adalah sangat penting dalam pencapaian tujuan yang
diharapkan organisasi. Mengatur karyawan adalah sulit dan kompleks, karena
mereka mempunyai pikiran, perasaan, status keinginan dan latar belakang yang
heterogen, untuk mempersatukannya dibutuhkan kemampuan khusus oleh
seorang pemimpin. Sumber daya manusia menurut Hasibun (2007:10) adalah
sebagai berikut : “Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesian membantu
terwujudnya perusahaan, karyawan , dan masyarakat”. Manusia sebagai sumber
daya bersifat potensial atau absrak, tidak dapat diukur dari jumlahnya. Potensi
itu merupakan proses dan hasil intraksi subtansi fisik dan psikis, berupa
kemampuan mencipta, kemampuan menghayal, kemampuan berfikir yang
hasilkan gagasan, kreativitas, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah,
memprediksi, wawasan kemasa depan, keterampilan dan keahlian, dan lainlain. Kemampuan ini sangat tinggi nilainya jika dikongkritkan nilainya
menjadinkegiatan bisnis yang kompetittif, sebagai kemampuan yang tidak
memiliki oleh semua manusia.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Agar pengertian manajemen sumber daya manusia lebih jelas, di bawah
ini dirumuskan dan dikutip definisi yang dikemukakan para ahli. Menurut
Umar (2008:3), memberikan definisi Manajemen Sumber Daya Manusia
sebagai berikut : “Sebagai suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan maksud untuk mencapai
tujuan organinasi perusahaan secara terpadu”. Menurut Hasibuan, (2007:10)
menyatakan definisi Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai Berikut :
“Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dengan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat”. Pengembangan
sumber daya manusia berupa pelatihan memiliki tujuan meningkatkan
kemampuan pegawai agar prestasi kerjanya bertambah baik dan dapat
mencapai hasil kerja yang optimal. Selain itu pelatihan serasa semakin penting
agar pegawai dapat melaksanakan pekerjaan dimasa sekarang maupun akan
datang.
Pengertian Pelatihan
Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performa pekerja pada suatu
pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau suatu
pekerjaan yang ada kaitan dengan pekerjaannya. Menurut Satmoko dan Irmin
(2006;2) :“Pelatihan adalah usaha untuk membekali pengetahuan,
pengembangan kompetensi kerja, meningkatkan kemampuan, meningkatkan
produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan”. Menurut Hasibuan (2008:69)
mengemukakan pengertian pelatihan sebagai berikut : “Latihan adalah suatu
42
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Khadafi)
usaha meningkatkan pengetahuan dan keahlian seorang pegawai untuk
mengerjakan suatu pekerjaan tertentu”. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa latihan merupakan usaha peningkatan kinerja melalui pengetahuan dan
keahlian, sikap dengan tingkah laku sosial serta pemahaman pegawai terhadap
lingkungan melalui praktek agar dapat mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performa pekerja
pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau
suatu pekerjaan yang ada kaitan dengan pekerjaannya. Menurut Satmoko dan
Irmin (2006;2) :“Pelatihan adalah usaha untuk membekali pengetahuan,
pengembangan kompetensi kerja, meningkatkan kemampuan, meningkatkan
produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan”. Menurut Moekijat (2005:45)
menyatakan tujuan umum latihan adalah Untuk mengembangkan keahlian,
sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
dengan lebih cepat dan lebih
efektif,untuk mengembangkan pengetahuan, sehingga pekerjaan dapat
diselesaikan secara rasional. untuk mengembangkan sikap, sehingga
menimbulkan kemauan kerjasama dengan teman-teman karyawan dan
manajemen (pimpinan).
Pengertian Produktivitas
Dalam pencapaian tujuan suatu instansi atau perusahaan secara
maksimal, maka suatu instansi atau perusahaan tersebut memerlukan tenaga
kerja yang memiliki atau mempunyai prosuktivitas tinggi. Produkivitas kerja
merupakan kemampuan memperoleh yang sebesar-besarnya dari sarana dan
perasarana yang tersedia dengan menghasilkan pengeluaran bahkan kalo
mungkin dengan maksimal. Produkivitas kerja merupakan kemampuan
memperoleh yang sebesar-besarnya dari sarana dan perasarana yang tersedia
dengan menghasilkan pengeluaran bahkan kalo mungkin dengan maksimal.
Menurut Sedarmayati (2011:57) mengemukakan definisi produktivitas sebagai
berikut : “Produktivitas adalah perbandingan antara hasilya yang dicapai
(output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input)”.
Peroduktivitas Kerja
Pada dasarnya produktivitas adalah konsep universal yang berlaku bagi semua
system, karena setiap kegiatan memerlukan produktivitas dalam pelaksanaan.
Produktivitas menunjukan tingkah laku sebagai keluaran (output) dan suatu
proses berbagi macam komponen kejiwaan yang melatar belakanginya.
Produktivitas menurut dewan produktivitas nasional mengartikannya sebagai
sikap mental yang selalu berpandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus
lebih baik dari hari kemarin Husein, (2008:9). Menurut Anoraga (2011:56)
berpendapat bahwa “produktivitas adalah menghasilkan lebih banyak dan
berkualitas lebih baik dengan usaha yang sama”. Dengan demikian
produktivitas tenaga kerja adalah efisiensi proses menghasilkan dan sumber
daya yang digunakan. Menurut Sinungan (2005:12) “Secara umum
43
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 1, 2016: 40 - 49
produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik
(barang-barang atau jasa) dengan masukan sebenarnya”.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan
metode kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pelatihan terhadap produktivitas kerja karyawan.
Definisi Konsepsional
a. Variabel Independen (X)
Variabel Independen (X) dalam penelitian ini adalah pelatihan CV. Sinar
Utama Group Pusat Samarinda memberikan pelatihan yaitu 5S (Senyum,
Salam, Sapa, Sopan dan Santun) dan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat,
Rajin) Awareness, Document Control and Filing System, dan Modern
Office Administration. Dalam penelitian ini ada 3 komponen dari pelatihan
yakni materi pelatihan, pelatih, dan metode pelatihan digunakan CV. Sinar
Utama Group Pusat Samarinda dalam mempengaruhi meningkatkan
produktivitas kerja. Variabel independen terdiri atas :
1) Materi pelatihan (X1)
a) Tingkat kesesuaian materi dengan pekerjaan
b) Kejelasan tujuan setiap materi sesi pelatihan
c) Manfaat materi pelatihan itu sendiri
d) Materi pelatihan mampu menarik perhatian peserta
e) Materi pelatihan mampu memenuhi keinginan peserta
2) Pelatih (X2)
a) Tingkat penguasaan materi
b) Tingkat kemampuan menyampaikan materi
c) Tingkat pemahaman metode pelatihan
d) Penggunaan alat bantu pelatihan yang sesuai dan menarik
e) Tingkat kemampuan penggunaan alat bantu pelatihan
3) Metode pelatihan (X3)
a) Metode sesuai dengan materi pelatihan
b) Metode sesuai dengan gaya belajar karyawan
c) Metode sesuai dengan peran aktif karyawan
d) Metode sesuai dengan job diskripsi karyawan
e) Metode sesuai dengan kasus yang terjadi di perusahaan
b. Variabel Dependen (Y) Variabel Dependen (Y) dalam penelitian ini adalah
Produktivitas Kerja CV. Sinar Utama Group Pusat Samarinda.
a.) Kuantitas, yaitu jumlah atau hasil pekerjaan
b.) Kualitas, yaitu mutu pekerjaan
c.) Ketepatan waktu, yaitu standar waktu yang telah ditetapkan
d.) Kejujuran, yaitu absensi (jam masuk, jam pulang dan jam lembur)
e.) Sikap, yaitu mendukung misi dan visi perusahaan dengan tulus
44
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Khadafi)
Populasi dan Sampel
Populasi adalah subjek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. (Sugiyono, 2003:91). Sedangkan sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Penulis
mengambil sampel berdasarkan pada pertimbangan sedikitnya 32 karyawan di
bagian Administrasi CV. Sinar Utama Grup Pusat Samarinda. Dengan sampel
jenuh adalah mengambil keseluruhan anggota populasi untuk diteliti.
Sumber Data
1) Data Primer
Data primer merupakan data yang langsung diperoleh dari obyek penelitian,
dalam hal ini adalah CV Sinar Utama Grup Pusat Samarinda melalui
wawancara, dokumentasi, observasi dan jawaban pertanyaan yang diberikan
dalam kuisioner kepada karyawan.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak luar perusahaan,
termasuk pengkajian literatur, hasil penelitian sebelumnya serta sumber-sumber
lain yang ada relevannya dengan masalah yang dibahas.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, diperlukan beberapa
teknik pengumpulan data, yaitu:
a) Kuisioner
b) Wawancara
c) Setudi Pustaka
Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini,analisis regresi berganda berperan sebagai teknik
statistik yangdigunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh pelatihan
terhadap produktivitas kerja karyawan.Untuk mempermudah dalam melakukan
analisis digunakan program SPSS. Adapun alat yang digunakan adalah sebagai
berikut:
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Dimana:
Y
= Produktivitas kerja
a
= Konstanta
b1
= Koefisien regresi dari variabel X1
X1
= Materi Pelatihan
b2
= Koefisien regresi dari variabel X2
X2
= Pelatih
b3
= Koefisien regresi dari variabel X3
X3
= Metode Pelatihan
e
= Error
45
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 1, 2016: 40 - 49
Data yang diperoleh nantinya akan diolah menggunakan program olah data
komputer yaitu SPSS (stastikal produck and service solutions) 13.0 untuk
menghasilkan nilai koefisien determinasi yang lebih akurat.
a) Uji instrumen
1. Uji validitas
2. Uji reliabilitas
b) Uji asumsi klasik
1. Uji normalitas
2. Uji heteroskedastisitas
3. Uji autokorelasi
4. Uji multikorelasi
c) Analisis regresi linier berganda
1. Persamaan regresi
2. Koefisien korelasi (R)
3. Koefisien Determinasi (R2)
d) Uji hipotesis
1. Uji F (Simultan)
2. Uji T (Parsial)
3. Paling Dominan
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Dari hasil output SPSS di dapatkan nilai koefisien korelasi sebesar
0,698 atau 69,8% yang berarti tingkat hubungan antara variabel materi
pelatihan (X1), pelatih (X2), metode pelatihan (X3) secara bersama-sama
terhadap produktivitas CV. Sinar Utama Group Pusat Samarinda termasuk
dalam tingkat kuat.
Dari pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar
0,488 hal ini menunjukkan besarnya proporsi sumbangan variabel materi
pelatihan (X1), pelatih (X2), metode pelatihan (X3) sebesar 48,8 % terhadap
produktivitas CV. Sinar Utama Group Pusat Samarinda, sedangkan sisanya
sebesar 51,2 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak di sertakan dalam
penelitian ini.
Dari hasil uji anova diperoleh nilai sig. F hitung = 0,00 < alpha 0,05
maka secara simultan variabel materi pelatihan (X1), pelatih (X2), metode
pelatihan (X3) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas (Y) pada CV.
Sinar Utama Group Pusat Samarinda.
Nilai sig. t hitung materi pelatihan (X1) 0,486 > alpha 0,05, berarti
variabel materi pelatihan (X1) secara parsial tidak berpengaruh signifikan
terhadap variabel Y. Nilai sig. t hitung pelatih (X2) 0,028 < alpha 0,05 berarti
variabel pelatih (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Y.
Nilai sig. t hitung materi pelatihan (X3) 0,034 < alpha 0,05, berarti variabel
46
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Khadafi)
metode pelatihan (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel
Y.
Pembahasan
1. Materi Pelatihan
Besarnya pengaruh pemberian materi pelatihan yang terdiri dari tingkat
kesesuaian dengan pekerjaan, kejelasan tujuan setiap sesi pelatihan, manfaat
dari pelatihan itu sendiri, materi pelatihan mampu menarik perhatian peserta
dan materi pelatihan mampu memenuhi keinginan peserta. Dari hasil penelitian
bahwa variabel materi pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap
peroduktivitas kerja hal ini disebabkan terdapat pengulangan materi yang
disampaikan pada karyawan sehingga menyebabkan karyawan tidak begitu
antusias dan merasa bosan dengan materi yang ada.
Hasil Penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh
Manullang (2006:26), Penentuan materi ditentukan oleh penilaian kebutuhan.
Isi materi yang diberikan berupa keterampilan khusus, memberikan
pengetahuan atau hanya berusaha mempengaruhi sikap. Apapun isi materi
harus memenuhi kebutuhan organisasi dan para peserta. Dari teori tersebuh
perusahaan telah memberikan materi pelatihan sesuaikan dengan rencana
perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Tetapi
karyawan tidak begitu antusias karena materi yang diberian terdapat
pengulangan dalam setiap pelatihan.
2. Pelatih
Salah satu faktor penting yang dapat mendorong dalam peningkatan
produktivitas kerja karyawan adalah pelatih yang bagus meliputi tingkat
penguasaan materi, tingkat kemampuan menyampaikan materi, tingkat
pemahaman metode pelatihan, penggunaan alat bantu pelatihan yang sesuai dan
menarik serta tingkat kemampuan penggunaan alat bantu pelatihan. Dari hasil
penelitian bahwa variabel pelatih berpengaruh signifikan terhadap produktivitas
kerja karyawan. Hal ini dapat mendorong terciptanya karyawan yang siap pakai
dan siap memakai, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Hasil Penelitian ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Manullang
(2006:51), Sesungguhnya salah satu variabel yang sangat menentukan untuk
efektivitas sesuatu training, selain peserta, methode training dan materi adalah
instruktur atau pelatih. Ada 3 (tiga) kualifikasi penting yang harus dipenuhi
oleh setiap instruktur yaitu :
a. pengetahuan yang dalam mengenai topiknya.
b. paham akan berbagai metode training.
c. adanya keinginan untuk mengajar.
Dari teori tersebuh perusahaan CV. Sinar Utama Group Pusat telah
memberikan pelatih yang profesional dan sesuai dengan bidang pekerjaan yang
ingin dilatih. Karena karyawan akan termotivasi dalam bekerja atau berprestasi,
apabila karyawan dalam bekerja mendapatkan pelatih yang sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan karyawan.
47
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, Nomor 1, 2016: 40 - 49
3. Metode Pelatihan
Metode pelatihan merupakan cara dan teknik komunikasi yang
digunakan oleh pelatih dalam menyajikan dan melaksanakan proses
pembelajaran, baik oleh pelatih maupun para peserta. Metode pelatihan ini bisa
berupa metode sesuai dengan materi pelatihan, metode sesuai dengan gaya
belajar karyawan, metode sesuai dengan peran aktif karyawan, metode sesuai
dengan job diskripsi karyawan dan metode sesuai dengan kasus yang terjadi di
perusahaan. Dari hasil penelitian bahwa variabel metode pelatihan berpengaruh
signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan hal ini dapat memudahkan
pelatih untuk menyampaikan materi pelatihan dengan metode yang baik.
Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Hardjana (2010:16), “metode
training adalah cara yang ditempuh dan langkah-langkah yang diambil untuk
mencapai tujuan training, baik secara keseluruhan maupun per sesi”. Dari teori
tersebuh perusahaan telah menyediakan metode sesuai dengan apa yang ingin
di sampaikan oleh pelatih ke karyawan.
Penutup
Diketahui bahwa variabel bebas yang terdiri dari materi pelatihan (X1),
pelatih (X2), dan metode pelatihan (X3) secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap variabel terikat, yaitu produktivitas kerja (Y).
Diketahui bahwa variabel bebas materi pelatihan secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, sedangkan variabel pelatih
(X2) dan metode pelatihan (X3) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas
kerja.
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, maka dapat diketahui
bahwa variabel pelatih (X2) merupakan variabel bebas yang berpengaruh
dominan terhadap variabel terikat (Y).
Dengan diketahui bahwa variabel pelatih mempunyai pengaruh yang
signifikan dan paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja
karyawan, maka di sarankan agar CV. Sinar utama Group Pusat di Samarinda
sebaiknya menggunakan pelatih dari kalangan intelektual dan profesional di
bidangnya. Hal ini akan berdampak pada para peserta pelatihan atau karyawan
yang dilatih, sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Diketahui bahwa variabel materi pelatihan tidak perpengaruh signifikan
disebabkan terdapat pengulangan materi yang disampaikan pada karyawan
sehingga menyebabkan karyawan tidak begitu antusias dan merasa bosan
dengan materi yang ada. Sebaiknya perusahaan memberikan materi pelatihan
yang baru dan menarik yang sesuai dengan bidang pekerjaan karyawan.
Perusahaan harus menjadikan pelatihan sebagai agenda rutin tiap
tahunnya, dan bila perlu perusahaan menambah kegiatan pelatihan agar
terciptanya kesetabilan dan peningkatkan produktivitas kerja karyawan.
48
Pengaruh Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Khadafi)
Daftar Pustaka
Anoraga, P. 2011. Psikologi Kerja. Cetakan ketiga. PT.Rineka Cipta : Jakarta.
As’ad, 2007. Psikologi Industri. Ed 4, Liberty,Yogjakarta.
Casico,wayne F, 2007, Managing Human Management, Eight Edition, prentice
Hall, New jersey
Dharma, Agus, 2006, Manajemen Prestasi kerja, CV. Rajawali, Jakarta.
Ghozali, Imam. 2005. Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Edisi ke-3.
Badan Penerbit UNDIP. Semarang.
Gomes, Faustino Cardoso, 2011, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit
Andi, Yogyakarta.
Hamalik, oemar, 2011 Manajemen Ketenagakerjaan (Pendekatan Terpadu),
Cetakan Kedua, Bumi Aksara, Jakarta
Hardjana, A. M. 2010. Training SDM yang Efektif. Kanisius, Yogyakarta.
Hasibun,. Malayu S. P, 2007 Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara,
Jakarta.
Hersey, Paul, Blachard, K, Dharma Agus (penterjemah). 2006. Manajemen
Perilaku Organisasi : Pendayagunaan Sumber Daya Manusia,
Erlangga Jakarta.
Husain Umar, 2003, Manajemen sumber daya manusia, Salemba, Jakarta
Kusnanto, Dwi, (2007), Analisis Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja
Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manullang,M, 2007, Manajemen Personalia, Balai Pustaka, Jakarta.
Manullang,M.2006. Dasar- dasar Manajemen. Gajah Mada University Press,
Yogyakarta.
Moekijat, 2005, Latihan dan Pengembangan Layanan Pegawai, Mandar Maju,
Bandung.
Nawawi, Hadari H. 2005 Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Keenam
revisi, Gadjah Mada University Press Yogyakarta Perusahaan.
Remaja Rosda Karya, Bandung.
Sarwoto, 2008. Dasar-dasar Organisasi dan Manajemen, Ghalia Indonesia,
Jakarta.
Satmoko & Irmin,S. 2006. Mendesain Strategi Pelatihan Karyawan. Seyma
Media, Jakarta
Sedarmayanti. 2011. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Bandung: Mandar Maju.
Simamora , Henry. 2010 Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Ketiga,
STIE YKPN, Yogyakarta
Simanjuntak, Payaman J. 2008. Pengantar Ekonomi Sumber Daya
Manusia. Penerbit : FE-UI, Jakarta
Sinungan Muchdarsyah, Drs. 2005. Produktivitas Apa dan Bagaimana PT
Bumi Aksara. Jakarta
Soekidjo Notoatmodjo, 2010, Pengembangan Sumber Daya Manusia, PT
Rineka Cipta, Jakarta
49
Download