Filosofi KKN-PPM - KKN-PPM Universitas Bung Hatta 2017

advertisement
Pembekalan KORKAB & DPL
OLEH
INDRA KHAIDIR
1. KEMISKINAN, KELAPARAN, DAN
KEBODOHAN AKAN DAPAT DIATASI DENGAN
MEBERDAYAKAN MEREKA, KELUARGA MEREKA DAN
MASYARAKAT MEREKA.
2. PEMBERDAYAAN (EMPOWERMENT) ADLH SUATU UPAYA UTK
MENGANGKAT DAYA DAN POTENSI YG ADA TIAP ANGGOTA MASYARAKAT, UTK
MENGUBAH DAN BERUBAH DARI YG SUDAH DIMILIKI SEJAK LAHIR, TTP
TERPENDAM DAN MEREKA SENDIRI TDK TAHU BHW DAYA DAN POTENSI ITU ADA,
BAIK POTENSI SDM, SDA, MAUPUN POTENSI LAINNYA.
3.
INPRES NO. 3 TH 2010, TENTANG PROG. PEMBANGUNAN
YG BERKEADILAN (1. PRO RAKYAT 2.KEADILAN UTK SEMUA
3. PENCAPAIAN TUJUAN PEMB. MILLENIUM/MDG’s)
4.
KETERBELAKANGAN PENDUDUK (IPM 2011: ke 124 dari 188
negara).
5.
NEGARA SANGAT MEMBUTUHKAN SDM YG BERKUALITAS DG
ETOS KERJA MAJU DAN MANDIRI YG DITUNJANG OLEH
PENGUATAN THD POTENSI YG DIMILIKI.
6.
OTODA MEMBERIKAN DAMPAK : 1. OTORITAS PELAK. PEMB. DAN ALOKASI
ANGG. DARI PUSAT KEDAERAH DG SEMANGAT BOTTOM UP PLANNING 2.
MEMBERIKAN PELUANG BESAR KE DAERAH MENENTUKAN ARAH
PEMB.SESUAI DG POTENSI YG DIMILIKI.
7.
HARAPAN PEMDA & MASYARAKAT: KEGIATAN KKN-PPM AKAN
DAPAT MEMBANTU PERCEPATAN PROSES PEMBANGUNAN
SERTA MEMBENTUK KADER PENERUS PEMBANGUNAN.
KuliahKerja Nyata Pembelajaran
Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM) adalah suatu kegiatan intrakurikuler
wajib yang memadukan pelaksanaan Tri
Dharma Perguruan Tinggi dengan metode
pemberian pengalaman belajar dan
bekerja kepada mahasiswa, dalam
kegiatan pemberdayaan masyarakat.
1. PKL merupakan kegiatan ‘monodisiplin’ untuk peningkatan
2.
3.
4.
5.
relevansi mahasiswa memasuki pasar kerja  menyiapkan
calon pekerja (pencari kerja)
KKN-PPM meningkatkan empati/kepedulian, nilai
kepribadian, serta kontribusi dan daya saing
daerah/nasional, bekerja secara multidisiplin, mendorong
learning community/society.
KKN-PPM merupakan kegiatan berbasis riset
KKN-PPM dilaksanakan secara co-creation, co-financing,
sustainable, dan flexible
KKN-PPM  menyiapkan calon pemimpin yg mampu create
job
PERGESERAN PARADIGMA
Perubahan dari KKN menjadi KKN-PPM
Tujuan :
1. Meningkatkan kepedulian dan empati mahasiswa
2. Menjamin keberlanjutan program, oleh masyarakat atau
oleh mahasiswa KKN-PPM
Dari . . .
• Top down
• Work for community
• No theme
• Development paradigm
Ke . . .
• Bottom up
• Work with community
• Based on theme or research
• Empowerment paradigm
9
PEUBAHAN PARADIGMA KKN
 Tekanan globalisasi  kehidupan makin kompleks
 Perubahan paradigma Perguruan Tinggi (PT)
(PTN menjadi PT-BHMN)
 Tekad PT menjadi Universitas Riset
Kontektualisasi KKN
(Melibatkan msyrkt dlm rncangn prog.
agar brmnfaat bg msyrkt)
menjadi KKN-PPM
•Personality development
•Community development
•Institutional development
•Personality empowerment
•Community empowerment
•Institutional development
Keterpaduan aspek Tri Dharma
Perguruan Tinggi.
Pelestarian Tri Gatra KKN PPM
- Personality Development
- Community Empowerment
- Institusi Development
Empati-Partisipatif
Interdisipliner
Komprehensif-Komplementatif
dan Berdimensi Luas.
Realistis-Pragmatis
Environmental development
Co-Creation
(Gagasan Bersama)
Co-Financing/CoFunding (Dana Bersama)
Flexibility (Keluwesan)
 Sustainability
(Berkesinambungan)
Berbasiskan Riset.
Meningkatkan Empati dan
Kepedulian Mahasiswa
Melaksanakan Terapan
IPTEKS Secara Teamwork
Menanamkan Nilai Kepribadian
dan Berdimensi Luas.
Meningkatkan Daya Saing
Nasional.
Menanamkan Jiwa Peneliti.
1. MONODISIPLINER, yaitu program kegiatan KKN PPM yang
dilaksanakan berdasarkan 1 bidang program kegiatan .
Contoh : Seorang mahasiswa Fakultas Biologi (Bidang PP)
melaksanakan program budidaya anggrek, maka program ini
termasuk monodisipliner karena tidak melibatkan bidang
ilmu dan tema lain.
2. INERDISIPLINER, yaitu program kegiatan KKN PPM yang
dilaksanakan berdasarkan minimal 2 bidang program
kegiatan. Contoh : Mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Kimia
(Bidang PP) mengadakan kegiatan membuat VCO (Virgin
Coconut Oil)
1. PROGRAM POKOK (sesuai dengan tema dan atau bidang
ilmunya). Program Pokok adalah program yang harus
dilaksanakan oleh setiap mahasiswa KKN PPM .
2. PROGRAM POKOK TAMBAHAN (di luar bidang ilmu dan
tema). Adalah program yang menjadi tanggung jawab
seorang mahasiswa KKN PPM, di luar bidang ilmu dan
temanya. Setiap mhs tidak wajib melaksanakanya dan
maksimal hanya 1 program dan 5% jam efektif kerja.
3. PROGRAM BANTU (disebut Nondisipliner). Adalah program
yang harus dikerjakan oleh setiap mahasiswa hanya
membantu peserta KKN-PPM lain dalam 1 unit, dan secara
operasional tetapi secara ilmiah tidak terkait dengan pola
kerja Interdisiplner.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman
mahasiswa tentang : Cara berfikir dan bekerja interdisipliner
dan lintas sektoral, Kegunaan hasil pendidikan dan penelitian
bagi pembangunan dan Kesulitan yang dihadapi masyarakat
dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah
pembangunan pengembangan daerah.
Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap
penelaahan dan pemecahan masalah yang ada di masyarakat
secara pragmatis ilmiah.
Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan
tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.
Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk
melaksanakan program-program pengembangan dan
pembangunan.
Membina mahasiswa agar menjadi seorang innovator,
motivator, dan problem solver.
Memberikan pengalaman dan ketrampilan kepada mahasiswa
sebagai kader pembangunan.
1. Memperoleh bantuan pikiran dan tenaga
untuk merencanakan serta melaksanakan
program pembangunan.
2. Meningkatkan
kemampuan
berfikir,
bersikap dan bertindak agar sesuai dengan
program pembangunan.
3. Memperoleh pembaharuan-pembaharuan
yang diperlukan dalam pembangunan di
daerah.
4. Membentuk kader-kader pembangunan di
masyarakat sehingga terjamin
kesinambungan pembangunan.
1.
Perguruan tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu
dan pengetahuan kepada mahasiswa, dengan adanya umpan
balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat.
Dengan demikian, kurikulum perguruan tinggi akan dapat
disesuaikan dengan tuntutan pembangunan. Tenaga pengajar
memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai
contoh dalam proses pendidikan.
2.
Perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan instansi
pemerintah atau departemen lainnya dalam melaksanakan
pembangunan dan pengembangan IPTEKS.
3.
Perguruan tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih
bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai
masalah pembangunan.
ADA YANG
KURANG
JELAS PAK EE
Download