BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Periklanan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Periklanan merupakan salah satu aktivitas pemasaran yang memiliki
peran penting dalam mendukung daya saing dan keberhasilan perusahaan
dalam menghadapi persaingan. Periklanan merupakan alat komunikasi
pemasaran produk maupun jasa dengan cara mempresentasikan dan
mempromosikan ide, barang, jasa secara non personal (Hasan, 2009). Tanpa
dukungan iklan yang efektif, kemungkinan produk perusahaan untuk
diketahui, diminati, dan dibeli pelanggan akan memerlukan waktu yang
relatif lama.
Periklanan dapat memberikan dampak yang sifatnya strategis
kepada perusahaan, karena: (1) periklanan menjalankan fungsi "informatif",
yaitu mengkomunikasikan produk, ciri-ciri atau keistimewaan produk, serta
tempat-tempat
penjualannya;
(2)
periklanan
menjalankan
fungsi
"persuasif", artinya iklan berupaya untuk membujuk pelanggan untuk
membeli produk yang diiklankan, dan (3) periklanan menjalankan fungsi
"pengingat", artinya periklanan secara langsung akan terus-menerus
mengingatkan
pelanggan
tentang
produk
yang
diiklankan
tanpa
memperhatikan produk pesaing (Lee dan Johnson, 2007). Menurut Azwar
(2008), sikap seseorang dapat dibentuk atau diubah melalui sarana
komunikasi masal seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain.
Oleh karena itu, periklanan yang juga merupakan salah satu bentuk
komunikasi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membentuk sikap
pelanggan terhadap produknya. Melalui perencanaan iklan yang baik maka
produk perusahaan dapat disikapi secara positif atau baik, dan akhirnya
dibeli oleh pelanggan.
Iklan merupakan salah satu komponen di dalam promotion mix yang
memiliki peran penting dan strategis bagi perusahaan. Iklan merupakan
bentuk komunikasi dari perusahaan kepada konsumen yang pada dasarnya
bertujuan untuk mempengaruhi konsumen. Secara umum tujuan iklan
adalah memberi informasi, membujuk, dan mengingatkan (Sulaksana,
2007). Selain mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang
diiklankan, iklan juga berfungsi membangun kesadaran konsumen tentang
produk beserta atribut dan fungsinya. Dibandingkan dengan sarana promosi
yang lain, iklan memiliki keunggulan di antaranya yaitu fungsinya yang
serbaguna
dapat
memberikan
beragam
kreativitas
yang
dapat
diimplementasikan melalui gambar maupun suara, sehingga akan menjadi
efektif; di samping itu iklan dapat menyebarkan informasi dengan cepat dan
luas ke berbagai kalangan masyarakat atau konsumen, sehingga keberadaan
produk dapat cepat dan mudah diketahui konsumen. Selain itu, iklan juga
dapat menggunakan berbagai macam media komunikasi seperti televisi,
bioskop, radio, surat kabar, majalah, dan akhir-akhir ini melalui Internet
(Brannan, 2005).
Sejak pertama kali diperkenalkan sampai dengan saat ini, Internet
telah berkembang dengan sangat pesat. Di Indonesia perkembangan jumlah
pengguna Internet, khususnya lima tahun terakhir, mencapai angka 430
persen dan merupakan tingkat perkembangan tertinggi kedua di dunia
(Global Web Index, 2014). Badan Pusat Statistik (BPS, 2014) mencatat
angka pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia hingga akhir tahun 2013
sebesar 71,19 juta orang.
Gambar 1.1
Jumlah Pertumbuhan Pengguna Internet
Sumber: Global Web Index (2014).
Popularitas Internet telah membuka banyak peluang ragam iklan
yang dapat ditawarkan kepada publik antara lain: melalui Situs Jejaring
Sosial (SJS), website, e-mail, video, widget, game, pop-up, instant
messaging, dan lain-lain. Beriklan di Internet memiliki keunggulan
dibandingkan dengan media tradisional. Kehadiran Internet memberikan
revolusi fenomena dalam sejarah teknologi komunikasi masal. Meskipun
televisi mendapatkan tingkat penerimaan awal yang lebih tinggi
dibandingkan Internet, jumlah orang yang dapat mengakses Internet
semakin naik setiap tahun.
1.2.
Rumusan Masalah
Belakangan ini iklan Internet terutama yang ditempatkan pada
wibsite maupun blog dirasakan mulai mengganggu pengguna Internet.
Menurut Hidayat (2007) ini disebabkan beberapa hal,
1. Intrusif dan mengganggu experience pengunjung website ketika
berselancar mencari informasi, mulai dari iklan yang pop-up,
expanding, sampai yang sulit dicari tombol close-nya.
2. Iklan tidak relevan dengan apa yang pengunjung website cari dan ini
sebenarnya masalah targeting yang kurang tepat.
3. Membuat waktu loading halaman web semakin lama, terutama jika
browsing melalui mobile phone.
4. Terlalu banyak sehingga akhirnya menjadi blindspot bagi pengunjung
website.
Akibat dari beberapa hal tersebut menyebabkan banyak pengguna
Internet memilih untuk menggunakan AdBlock agar iklan-iklan Internet ini
tidak muncul lagi. AdBlock sendiri merupakan ekstensi penyaringan konten
dan pemblokiran iklan, AdBlock memungkinkan pengguna mencegah
munculnya elemen web tertentu seperti iklan (id.wikipedia.org), dengan
digunakannya AdBlock oleh para pengguna Internet mencerminkan sikap
negatif konsumen terhadap iklan Internet yang akan berpangaruh pada sikap
konsumen terhadap merek, bahkan dapat mempengaruhi niat membeli
konsumen terhadap produk yang diiklankan. Meskipun demikian saat ini
masih dengan mudah menemukan iklan Internet ini. Terkait fenomena
tersebut, perusahaan atau pengiklan di Internet perlu mengetahui faktorfaktor apa saja yang membuat konsumen bersikap lebih positif terhadap
iklan, bersikap positif terhadap merek, dan memiliki niat untuk membeli
merek yang diiklankan (Wei et al., 2010). Dalam penelitiannya Yakoop dan
Jane (2012) mengatakan bahwa nilai iklan merupakan hal yang penting
dalam menentukan sikap terhadap iklan. Nilai-nilai dari iklan tersebut antara
lain informasi produk, peran sosial, dan hedonis/kesenangan.
1.3.
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian dan rumusan masalah yang
diuraikan, maka pertanyaan penelitian ini adalah:
1. Apakah informasi produk sebagai dimensi dari nilai iklan Internet
berpengaruh pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet?
2. Apakah peran sosial sebagai dimensi dari nilai iklan Internet berpengaruh
pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet?
3. Apakah hedonis/kesenangan sebagai dimensi dari nilai iklan Internet
berpengaruh pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet?
4. Apakah sikap konsumen terhadap iklan di Internet berpengaruh pada
sikap konsumen terhadap merek yang diiklankan?
5. Apakah sikap konsumen terhadap merek yang diiklankan berpengaruh
pada niat untuk membeli?
1.4.
Tujuan Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu:
1. Untuk menguji pengaruh informasi produk sebagai dimensi dari nilai
iklan Internet pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet.
2. Untuk menguji pengaruh peran sosial sebagai dimensi dari nilai iklan
Internet pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet.
3. Untuk menguji pengaruh hedonis/kesenangan sebagai dimensi dari nilai
iklan Internet pada sikap konsumen terhadap iklan di Internet.
4. Untuk menguji pengaruh sikap konsumen terhadap iklan di Internet pada
sikap konsumen terhadap merek yang diiklankan.
5. Untuk menguji pengaruh sikap konsumen terhadap merek yang
diiklankan pada niat untuk membeli.
1.5.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
beberapa pikah, antara lain:
1. Manfaat bagi peneliti berikutnya
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi
empiris mengenai efektivitas iklan yang ada di Internet.
2. Manfaat bagi ilmu priklanan
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan yang
bersifat empiris mengenai efektivitas iklan yang ada di Internet.
3. Manfaat bagi pratisi bisnis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan
pratisi bisnis saat menentukan media iklan yang akan digunakan.
1.6.
Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Adapun ruang lingkup dan batasan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. penelitian akan menggunakan model yang di kembangkan oleh Wie et
al., (2010) dalam jurnal berjudul “Online Advertising: A Study of
Malaysian Consumers” dalam upaya untuk melakukan kajian mengenai
efektivitas iklan di Internet, serta digabungkan dengan model penelitian
oleh Yaakop et al., (2012) dalam jurnal yang berjudul “Hedonic Pleasure
and Social Image: The Effectiveness of Internet Advertising” dan Tan et
al., (2013) dalam jurnal yang berjudul “The Antecedents of Effectiveness
Interactive Advertising in the Social Media” .
2. Penelitian hanya akan dilakukan dengan cara mengambil responden yang
telah menggunakan Internet dan pernah melihat iklan di Internet.
3. Responden yang diambil berasal dari kota Yogyakarta yang dinilai layak
oleh peneliti untuk mewakili populasi.
1.7.
Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan hasil penelitian ini dibagi menjadi lima bab yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,
pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup
dan batasan penelitian, serta sistematika penulisan. Bab ini ditujukan agar
dapat mengantarkan pembaca untuk dapat mengetahui siapa dan apa yang
diteliti, mengapa dan apa diteliti, kapan diteliti, dan bagaimana penelitian
tersebut dilakukan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan tinjauan pustaka yang menguraikan mengenai
beberapa teori dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan
penelitian yang dilakukan, teori dasar yang memberikan penjelasan teori
yang kuat yang terkait dengan penelitian, dan hipotesis yaitu pernyataan
singkat yang disimpulkan dari landasan teori tentang jawaban sementara
terhadap suatu masalah dan masih harus dibuktikan kebenarannya.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan rancangan penelitian yang ditujukan sebagai acuan
strategi peneliti agar peneliti dapat memperoleh data dan alat penelitian
yang valid sesuai dengna karakteristik dan tujuan penelitian. Bab ini juga
berisikan definisi istilah, penjelasan tentang populasi dan sample yang
digunakan, instrumen penelitian, penjelasan mengenai pengumpulan data,
serta penjelasan mengenai metode analisis data yang digunakan dalam
penelitian.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan dijelaskan tentang hasil penelitian dan
pembahasanserta uraian tentang hasil pengujian hipotesis. Bab ini terdiri
dari deskripsi datayang diperoleh, penjelasan hasil hipotesis, serta uraian
pembahasan.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Berisi tentang simpulan hasil penelitian, keterbatasan yang dialami
olehpeneliti, serta implikasi dari temuan penelitian dan rekomendasi yang
diajukan.
Download