Modul Mata Kuliahmakro baru

advertisement
Materi kuliah: “PeNGaNtar
teOri ekONOMi MakrO”
OLEH:
RACHMAENY INDAHYANI SE MA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN ILMU EKONOMI
TAHUN 2014.
Modul ini menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam
pembelajaran “Pengantar Teori Ekonomi Makro”, modul ini disertai tinjauan teoritis dan beberapa contoh disetiap
pertemuan, dengan harapan dapat membantu mahasiswa dalam mempelajari dan memahami tentang definisi teori
ekonomi makro, Perhitungan pendapatan Nasional, pertumbuhan ekonomi, Perekonomian Dua Sektor, Teori
Konsumsi dan Teori Investasi, Perekonomian Tiga Sector, Angka Penganda, Pemerintah, Bank dan Lembaga
Keuangan, Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran, Kurva IS dan Luva LM, kebijakan moneter, dan kebijakan fiscal,
Inflasi dan penganguran dan perdagangan luar negeri. Disarankan agar mahasiswa dapat membaca berbagai
literature untuk lebih memperdalam pemahaman tentang Pengantar Teori ekonomi Makro,
Dicetak dan dipakai untuk kalangan sendiri
1
REFERENSI :
1.
MACROECONOMICS, Thomas F. Dernburg, Duncan M. McDougall, McGraw-Hill, NY
2.
MACROECONOMICS, Rudiger Dornbusch, Stanley Fisher, Richard Startz, McGraw-Hill, NY
3.
EKONOMI MAKRO, Budiono, BPFE
4.
MAKRO EKONOMI, Muana Nanga, Rajawali Pers 2001, Jakarta
5.
EKONOMIKA MKARO, Asfia Murni, Aditama 2009, Bandung.
6.
TEORI MAKRO EKONOMI, n. Gregory Mankiw , Erlanga 2003, Jakarta
SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)
1.
Pendahuluan
2.
Pengertian Teori Ekonomi Makro
a. Definisi Ilmu ekonomi
b. Sejarah perkembangan Ilmu Ekonomi Makro
c. Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Makro
1)
Pelaku Ekonomi Makro
2)
Jenis – Jenis Barang dan Jasa
3)
Variabel – variable Makro
4)
Tujuan dan Sasaran Teori Ekonomi Makro
5)
Masalah Ekonomi Makro
6)
Kebijakan Kebijakan Ekonomi Makro
7)
Pasar Dalam Teori Ekonomi makro
3.
Perhitungan Pendapatan nasional
4.
Pertumbuhan Ekonomi
a. Arti konsep pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi dan pendapatan per kapita.
b. Data pendapatan per kapita di berbagai Negara.
c. Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
d. Teori-teori pertumbuhan ekonomi.
e. Masalah dan hambatan pembangunan di Negara berkembang
f.
5.
Peranan pemerintah dalam pembangunan.
Perekonomian Dua Sektor
a. Beberapa Asumsi Penting
b. Hubungan antara konsumsi dan Pendapatan
c. Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
d. Investasi (penanaman Modal)
2
e. Keseimbangan perekonomian Negara
f.
6.
Perubahan dalam keseimbangan multiplier
Perekonomian tiga Sektor
a. Angka penganda (Multiplier)
b. Pemerintah
7.
Bank dan Lembaga keuagan
a. Uang Bank dan Lembaga Keuangan
b. Beberapa kelemahan dalam Perdagangan Barter
c. Definisi dan Ciri-ciri Uang
d. Peranan uang dalam Kegiatan Perekonomian
e. Jenis Uang Sepanjang Sejarah
f.
Tujuan Motif Memegang Uang
g. Peranan dan Kegiatan Bank Umum
h. Lembaga – Lembaga Keuangan Dalam Perekonomian Modern
i.
Penciptaan Uang Oleh Bank – Bank Umum
j.
Mata uang Dalam Peredaran
k. Perkembangan da Peranaan Bank Sentral
l.
Pebedaan Bank Sentral dan Bank Umum
m. Tugas – Tugas Bank Sentral
8. Kurva Permintaan dan penawaran
a. Aggregate Demand
b. Aggregate Suply
c. Pasar Barang.
9. Kurva IS dan LM
a. Kurva IS
b. Kurva LM
c. Model IS- LM
10. Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal
11. Inflasi dan Penganguran
12. Perdagangan Luar Negeri
3
Materi Kuliah ( Pertemuan Pertama)
A. Pendahuluan
Ilmu ekonomi merupakan seni yang tertua didunia. Istilah ekonomi itu sendiri berasal dari
bahasa Yunani Oikos Nomos, yang berarti tata laksana rumah tangga. Sesudah melalui
masa yang sangat panjang, barulah ilmu ekonomi mendapatkan bentuk serta takrif (definisi)
yang mantap seperti sekarang ini. Di alam takrif itu ternyata bahwa masalah utama dari
setiap persoalan ekonomi adalah problem of choice (masalah pemilihan) di antara
berbagai alternative penggunaan sesuatu barang. Sementara itu masalah perekonomian
yang paling pokok meliputi tiga masalah yang fundamental dan saling berkait, yakni what,
how dan for whom goods should be produced, yang secara lengkap menunjukan hubungan
yang erat antara produksi dengan konsumen.
Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
1. Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
2. Sumber daya tersedia secara terbatas.
3. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Definisi Ilmu Ekonomi
o Ilmu ekonomi : suatu studi tentang kegiatan – kegiatan yang dengan atau tanpa
menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi – transaksi antar manusia.
o Ilmu ekonomi : suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat
untuk mendapatkan sumber-sumber produktif yang langka dan terbatas jumlahnya.
o Ilmu Ekonomi : studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari (untuk)
mendapat dan menikmati kehidupan.
o Ilmu Ekonomi : suatu studi tentang kekayaan.
o Ilmu Ekonomi : suatu studi tentang cara – cara memperbaiki masyarakat.
Definisi Ilmu Ekonomi Menurut Prof. Samuelson
Studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat menentukan atau menjatuhkan
pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan sumber-sumber produktif yang langka yang
dapat mempunyai penggunaan alternatif, untuk memproduksi berbagai barang serta
membagikannya untuk dikonsumsi. Baik untuk waktu sekarang maupun yang akan datang
kepada berbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat.
4
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi
kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas
dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
Atau dalam pengertian lainnya ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya – upaya
pengalokasian sumber daya yang tersedia untuk mencapai kepuasan atau kemakmuran
masyarakat. Pengalokasian sumberdaya dapat terjadi disetiap aktivitas manusia. Aktivitas
ekonomi meliputi produksi, konsumsi dan pertukaran. Secara garis besar ilmu ekonomi
dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Teori Mikroekonomi : Analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan bagian-bagian kecil
dalam keseluruhan kegiatan ekonomi yaitu kegiatan dalam suatu pasar tertentu, perilaku
konsumen dalam menentukan pilihannya untuk mencapai kepuasan maksimalnya, dan
perilaku produsen untuk berproduksi yang mendatangkan laba yang maksimal.
Teori Makroekonomi : Analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan gambaran
menyeluruh mengenai kegiatan ekonomi dalam analisisnya mencakup seluruh konsumen
dan seluruh produsen, pemerintah dan sector luar negeri yang masing-masing saling
mempengaruhi perkembagan pertumbuhan ekonomi suatu Negara ketidak serasian
interaksi pelaku ekonomi dapat menimbulkan masalah seperti inflasi, resesi, penganguran,
dan ketidakseimbangan neraca pembayaran luar negeri.
B. Sejarah dan Perkembangan Ilmu Ekonomi Makro
Dengan lahirnya Mashab Quesnay yang kemudian menarik perhatian Adam Smith,
sehingga akhirnya Smith menulis buku The Wealth of Nations yang merupakan Berita
memuat ide pokok mazhab ekonomi liberal. Mazhab ekonomi liberal yang diumumkan oleh
Adam Smith ini menentang segala bentuk campur tangan pemerintah dilapangan ekonomi.
Salah satu teori Smith yang terkenal di dalam hal ini adalah teori tangan Gaib (The Thoery
of Invisible Hand). Manfaat ilmu ekonomi bagi seorang individu, bagi bisnis maupun bagi
Negara. Secara keseluruhan dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan akan ilmu ekonomi
akan membantu orang bisnis, maupun pemerintah dalam mengambil keputusan
berdasarkan faktor-faktor ekonomis yang mempengaruhinya serta untuk membuat ramalan
(forecasting). Smith mengemukakan beberapa pandangan mengenai beberapa faktor yang
penting peranannya dalam pertumbuhan ekonomi. Pandanganpandangannya yang utama
adalah:
5
I.
Peranan sistem pasaran bebas. Smith berpendapat bahwa sistem mekanisme pasar
akan mewujudkan kegiatan ekonomi yang efisien dan pertumbuhan ekonomi yang
teguh. Oleh sebab itu Smith merasa pemerintah tidak perlu melakukan kegiatan
ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa. Fungsi pemerintah perlulah dibatasi
kepada menyediakan fasilitas-fasilitas yang menggalakkan perkembangan kegiatan
pihak
swasta.
Menyediakan
infrastruktur.
mengembangkan
pendidikan
dan
menyediakan pemerintahan yang efisien adalah beberapa langkah yang akan
membantu perkembangan pihak swasta.
II. Peluasan pasar. Perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan memproduksi dengan
tujuan untuk menjualnya kepada masyarakat dan mencari untung. Semakin luas
pasaran barang dan jasa, semakin tinggi tingkat produksi dan tingkat kegiatan ekonomi.
Smith juga menekankan pentingnya pasaran luar negeri dalam mengembangkan
kegiatan di dalam negeri.
III. Spesialisasi dan kemajuan teknologi. Perluasan pasar, dan perluasan kegiatan
ekonomi yang digalakkannya, akan memungkinkan dilakukan spesialisasi dalam
kegiatan ekonomi.
Seterusnya spesialisasi dan perluasan kegiatan ekonomi akan menggalakkan
perkembangan teknologi dan produktivitas meningkat.
Terbitnya buku karya John Maynard Keynes yang berjudul The General Theory of
Employment, Interest and Money (1936). Dalam buku tersebut keynes mengembangkan
suatu teori yang bersifat revolusioner yang menjelaskan sebab-sebab timbulnya depresi
besar (the Great Depression) pada tahun 1929 dan menawarkan suatu kebijakan (policy
prescription). Visi ekonomi dari keynes dapat dikatakan sangat bertolak belakang dengan
pendapat kaum Klasik, dimana dalam pandangan Keynes kekuatan-kekuatan koreksi
atau mekanisme yang bersifat otomatis (self-correcting forces or mechanism) itu adalah
begitu lemah dan lambannya, dan perekonomian dilihatnya sebagai sesuatu yang
penuh
dengan
berbagai
ketidak-stabilan
dan
ketidak-pastian
(instability
and
uncertainty), sehingga atas dasar itu Keynes menyarankan perlunya suatu campur
tangan atau intervensi pemerintah dalam perekonomian melalui berbagai kebijakan
makroekonomi, terutama kebijakan fiskal.
Namun demikian, pada awal tahun 1950-an gagasan-gagasan dari Keynes tersebut
kemudian diklarifikasi dan dimodifikasi oleh para pengikutnya, serta dicoba untuk
dikombinasikan dengan unsur-unsur tertentu dari ekonomi Klasik dan neo-Klasik.
Pengembangan lebih lanjut dari gagasan-gagasan Keynes seperti yang terdapat dibukunya
6
The General Theory itu, kemudian telah melahirkan apa kini dikenal dengan Keynesianism
atau Keynesians, dengan berbagai variannya seperti misalnya neo-keynesian dan Post
Keynesian. Model-model makroekonomi yang telah dimodifikasi oleh pengikutpengikut Keynes itu telah memberi perhatian terhadap faktor jumlah uang beredar,
harga-harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, hal mana sebelumnya
tidak pernah dilakukan oleh model-model makroekonomi dari Keynes tradisional
(traditional Keynesian).
Adapun gagasan – gagasan yang utama (main ideas) dari aliran keynesian adalah sebagai
berikut :
a. Perekonomian pasar pada dasarnya tidak stabil dan kegiatan ekonomi banyak diliputi
ketidak-pastian (uncertainty). Sumber utama ketidakpastian didalam perekonomian
menurut mereka adalah fluktuasi didalam investasi sebagai akibat dari perubahan
didalam ekspektasi bisnis.
b. Kekuatan – kekuatan koreksi otomatis (self-correcting forces) yang ada didalam
perekonomian bekerjanya sangat lemah dan lamban (very weak and slowly). Bahkan
kelompok Post Keynesian secara ekstrim mengatakan bahwa self correcting force yang
dikemukakan kaum klasik itu pada dasarnya tidak ada (nonexist) dan tangan gaib
(invisible hand) hanyalah suatu mitos belaka. Perekonomian pasar menurut post
keynesian
tidak memiliki kecenderungan secara otomatis untuk bergerak kearah
keseimbangan jangka panjang pada tingkat alamiah yaitu pada tingkat kesempatan kerja
penuh (full employment level).
c. Kebijakan manajemen permintaan agregat yang bersifat aktif atau diskresioner
merupakan sesuatu yang perlu (necessary). Dalam hal ini hendaknya pemerintah selalu
siap untuk melakukan campur tangan mana kala suatu perekonomian menunjukkan
tanda-tanda akan terjadinya resesi. Menurut Post Keynesian, dalam rangka untuk
menciptakan pembagian untuk pendapatan dan kekayaan yang lebih adil (more equal
distribution of income and wealt), serta untuk mengendalikan pengangguran dan inflasi ,
maka kebijakan manajemen permintaan agregat yang bersifat diskresioner seperti
kebijakan fiskal dan kebijakan moneter perlu pula dilengkapi dengan kebijakan –
kebijakan dari sisi penawaran seperti kebijakan pendapatan dan perencanaan dalam
bentuk pengawasan langsung terhadap upah, harga dan pendapatan.
C. Pengertian dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Makro
Dalam analisis ekonomi makro, pelaku ekonomi dikelompokkan menjadi beberapa sector
antara lain:
7
1. Sector rumah tangga konsumsi
2. Sektor rumah tangga produsen
3. Sector rumah tangga pemerintah (Negara)
4. Sektor rumah tangga luar negeri
Semua pelaku ekonomi tersebut akan selalu berinteraksi satu sama lain untuk mengelola
sumber daya yang ada dalam suatu Negara untuk kemakmuran masyarakatnya. Dimana
kemakmuran tergantung pada hasil produksi nasional/domestic ( GNP dan GDP)
Barang-barang berguna bagi manusia karena berbagai sebab :
 FORM UTILITY ( Berguna karena bentuk )
Bahwa suatu barang menjadi berguna bagi manusia sebab bentuknya memenuhi syarat.
Atau suatu benda menjadi berguna bagi manusia setelah bentuknya diubah untuk
disesuaikan dengan keadaan.
Contoh : Pohon Bambu, Tanah
 TIME UTILITY ( Berguna karena waktu )
Suatu barang menjadi bermanfaat bagi manusia karena segera digunakan atau karena
disimpan dahulu untuk nanti digunakan pada saat yang tepat.
Contoh : Buah Mangga Masak, Payung.
 PLACE UTILITY ( Berguna karena tempat )
Suatu barang menjadi bermanfaat bagi manusia karena tempatnya atau karena sudah
dipindahkan tempatnya.
Contoh : Palu dan Godam, kain Wol
 OWN UTILITY ( Berguna karena pemiliknya)
Suatu barang menjadi berguna bagi manusia karena barang tersebut dimiliki dan tidak
lagi berguna jika tidak dimiliki.
Contoh : Cincin kawin, Cincin Warisan
 ELEMEN-UTILI'I'Y (Berguna karena unsur)
Contoh : Tanah di Kalimantan Barat, Tanah di Saudi Arabia
Pembagian Mengenai Jenis Barang
1. Barang bebas dan barang ekonomi.
2. Barang awet dan barang cepat rusak
3. Barang konsumsi dan barang investasi.
Keterangan :
8
 Barang bebas : barang yang tersedia berlimpah - limpah, dan setiap orang dapat
memperolehnya dengan bebas dengan cara yang terlampu mudah.
Contoh : Udara, Sinar Matahari
 Barang Ekonomis: barang - barang yang penyediannya relative jarang atau langka
Contoh : Pakaian, Roti dan sepeda
 Barang cepat rusak (Durable Goods) : barang-barang yang akan segera lenyap atau
habis dengan sekali pakai
Contoh : Buah-buahan, Sayur mayur
 Barang awet (Durable Goods) : barang - barang yang bisa dipakai lebih dari sekali.
Contoh : Meja, Sepatu
 Barang Konsumsi : barang yang langsung dapat dipakai atau dinikmati.
Contoh : Baju, Bulpen, Rokok.
 Barang Investasi: barang - barang yang hanya dapat dinikmati hasilnya, jadi bukan
barang barang itu sendiri yang dinikmati melainkan hasilnya.
Contoh : Mesin jahit, Bulldozer.
Jasa (Service) : tindakan - tindakan ekonomis yang dilakukan oleh individu atau oleh bisnis
serta mampu memenuhi kebutuhan manusia. Ex. Jasa dokter, Siaran Radio.
Perbedaan Antara Barang Dan Jasa
 Perbedaan tehnis yaitu bahwa barang - barang semuanya berwujud dan dapat dilihat,
dirabah, ditangkap sedangkan jasa tidak berwujud.
 Perbedaan ekonomi yaitu bahwa barang bisa terdapat tenggang waktu antara produksi
dan konsumsi. Jasa terjadi pada saat yang bersamaan alias serentak.
SKEMA PEMBAGIAN BARANG
Menurut
Peyediaan
Barang Bebas
(Free Goods)
Barang Ekonomis
(Ekonomic Goods)
Barang Ekonomis
(Ekonomic Goods)
Barang
Menurut
Daya Tahan
Barang Awet
(Durable Goods)
Barang Konsumsi
(Comsumption)
Menurut
Penggunaan
Barang Investasi
(Investment Goods)
9
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan).
Variabel-variabel tersebut antara lain :
1.
Pendapatan nasional,
2.
Pertumbuhan ekonomi,
3.
Jumlah uang beredar,
4.
Laju inflasi,
5. Kesempatan kerja dan atau pengangguran
6. Distribusi pendapatan yang merata
7. Menurunnya tingkat kemiskinan,
8.
Neraca pembayaran internasional.
Tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dari kebijakan ekonomi makro adalah
dibedakan untuk jangka pendek dan untuk jangka panjang.
Tujuan atau sasaran jangka pendek meliputi:
1. Mengatasi masalah penganguran
2. Mengatasi masalah inflasi
3. Memperkuat stabilitas neraca pembayaran
Tujuan sasaran jangka panjang meliputi:
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menekan laju pertumbuhan penduduk
2. Meratakan distribusi pendapatan
3. Tersediannya dana untuk investasi
Perekonomian yang diidam-idamkan adalah:
1.
Tingkat pendapatan nasional yang tinggi
2.
Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi
3.
Keadaan inflasi dalam perekonomian yang stabil
4.
Tingkat kesempatan kerja yang tinggi
5.
Distribusi pendapatan yang lebih merata
6.
Neraca pembayaran luar negeri yang seimbang
7.
Menurunnya tingkat kemiskinan
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
1. Masalah penganguran
Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi.
Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment.
10
Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti
perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum
berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
2. Masalah inflasi
Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang
moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi
inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
3. Masalah Pertumbuhan dan distribusi pendapatan
Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut
disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi
dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang
satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
4. Masalah Neraca Pembayaran
Berbagai masalah ekonomi makro dapat diatasi dengan menerapkan berbagai kebijakan Kebijakan Ekonomi makro adalah tindakan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya
perekonomian dengan maksud agar keadaan perekonomian yang diidam-idamkan dapat
tercapai. Kebijakan dalam ekonomi makro terdiri dari kebijakan fiscal, kebijakan moneter,
kebijakan disektor luar negeri, kebijakan penawaran.
Pasar dalam teori ekonomi makro:
1. Pasar Barang
2. Pasar Tenaga Kerja
3. Pasar Uang
4. Pasar Luar Negeri.
Pasar Barang : Di pasar barang, permintaan total masyarakat akan barang-barang dan jasajasa bertemu dengan seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi ( dan di tawar
kan) oleh seluruh produsen yang ada di masyarakat dalam suatu periode
Pandangan Klasik tentang pasar barang
 Menurut kaum Klasik di pasar barang tidak mungkin akan kekurangan produksi atau
kelebihan produksi dalam jangka waktu lama, sehingga selalu terjadi pasar bersih
(clearing market) atau pasar dalam kondisi ekuilibrium.
 Pendapat ini dilandasi adanya kepercayaan di kalangan kaum Klasik bahwa di dunia
nyata ini :
11
1. Berlaku hukum Say ( Say’s Law) yang mengatakan bahwa “ setiap barang yang
diproduksikan selalu ada yang membutuhkannya” ( “ supply creates its own
demand”), dan
2. Harga-harga dari hampir semua barang-barang dan jasa-jasa adalah fleksibel, yaitu
bisa dengan mudah berubah ( naik atau turun) sesuai dengan daya tarik-menarik
antara permintaan dan penawaran.
Pasar Tenaga Kerja : Di pasar tenaga kerja, permintaan (kebutuhan) total akan tenaga kerja
dari sektor swasta dan pemerintah bertemu dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia
pada waktu itu. Pertemuan permintaan dan penawaran tenaga kerja tersebut akan
menentukan harga tenaga kerja/ UPAH TENAGA KERJA
Pandangan Klasik tentang pasar tenaga kerja
 Per definisi, tidak ada kemungkinan timbulnya pengangguran sukarela (tk tidak bersedia
bekerja pada tingkat upah yang berlaku). Artinya pada tingkat upah riel yang berlaku di
pasar tenaga kerja semua orang bersedia bekerja pada tingkat upah tersebut .
12
 Kaum klasik menganggap bahwa di pasar tenaga kerja, seperti halnya di pasar barang,
apabila harga tenaga kerja ( upah) cukup fleksibel maka permintaan tenaga kerja selalu
seimbang dengan penawaran tenaga kerja.
 Sejalan dengan proses penyesuaian dalam pasar barang, dimana jumlah barang akan
berada pada posisi keseimbangan, maka kurva D2 akan kembali ke D1. Akibatnya posisi
full employment tercapai kembali, di mana semua angkatan kerja bisa bekerja pada
tingkat upah riel yang lama, W 1
Pasar Uang :
Di pasar uang, permintaan (atau kebutuhan) masyarakat akan uang (kartal
dan giral) bertemu dengan jumlah uang (kartal dan giral) yang beredar. Pertemuan antara
permintaan dan penawaran uang akan menentukan harga uang , yang tidak lain adalah
tingkat bunga
Uang dapat terdiri dari uang kartal dan uang giral. Uang kartal adalah uang kertas dan
logam yang dikeluarkan oleh pemerintah. Uang giral adalah deposito yang dapat diuangkan
setiap waktu, biasanya dalam bentuk cek.
Kaum Klasik memiliki teori permintaan akan uang yang cukup terkenal,
yaitu
“ teori
kuantitas”. Teori kuantitas mengatakan bahwa masyarakat memerlukan uang tunai untuk
keperluan transaksi tukar-menukar ( misal : jual-beli barang dan jasa), bukan untuk tujuan
lain.
Pasar Luar Negeri : Di pasar luar negeri, permintaan dunia akan barang-barang ekspor
dalam negeri bertemu dengan penawaran barang-barang tersebut yang dapat disediakan
oleh para eksportir.
Sebaliknya, permintaan barang-barang impor untuk dalam negeri
bertemu dengan penawaran barang-barang tersebut yang dapat ditawarkan pihak luar
negeri.
Pertemuan antara permintaan barang-barang ekspor dan penawaran barang-barang tersebut
menentukan harga rata-rata ekspor. Harga rata-rata ekspor dikalikan dengan volume ekspor
13
memberikan penerimaan devisa dari ekspor.
Pertemuan antara permintaan impor dan
penawaran barang-barang tersebut dari luar negeri menentukan harga rata-rata impor.
Harga rata-rata impor dikalikan dengan volume impor memberikan pengeluaran devisa untuk
impor.
Penerimaan devisa dikurangi pengeluaran devisa tersebut disebut neraca
perdagangan . Harga rata-rata ekspor dibagi dengan harga rata-rata impor disebut “dasar
penukaran luar negeri” ( terms of trade).
Pandangan Klasik tentang pasar tenaga kerja
 Di pasar luar negeri, kaum klasik juga menganut pandangan bahwa dunia dapat secara
otomatis mengoreksi ketidakseimbangan.
 Implikasi dari pandangan ini adalah bahwa suatu perekonomian nasional tidak perlu
merepotkan diri untuk menyeimbangkan neraca perdagangan mereka dengan kebijakankebijakan khusus, asal saja pemerintah mau memakai salah satu dari sistem
pembayaran luar negeri di bawah ini :
1. Sistem standar emas : yaitu sistem di mana uang dalam negeri ( misalnya rupiah)
dijamin penuh dengan emas. Artinya setiap satuan uang tersebut ( misalnya, satu
rupiah) selalu bisa ditukar dengan emas murni seberat x gram di Bank Sentral.
2. Standar kertas dan Kurs devisa yang fleksibel: yaitu sistem keuangan dalam negeri
dapat menggunakan “standar kertas” atau menggunakan uang kertas yang tidak
dijamin dengan emas, dan harus menganut sistem kurs devisa “mengambang”.
14
Teori Klasik
Pada Pasar Barang
Teori Keynesian
1.
Pada Pasar Barang

Tidak mungkin ada kelebihan/ kekurangan produksi.

Dapat terjadi kelebihan/kekurangan produksi

Produksi total masyarakat = kebutuhan total masyarakat (

Tidak selalu mencapai “full employment”
full employment level of activity)

Tidak menerima hukum Say.
Landasan berfikirnya :

Sama dengan pendapat Klasik.

Tidak semua penghasilan dibelan-jakan, ada

a). Hukum Say : supply creates its own demand.
b). Harga umum fleksibel
sebagian yang ditabung.
Setiap proses produksi mempunyai dua akibat:

Perlu campur tangan pemerintah.
1.
Di Pasar Uang
a). Menghasilkan output
b). Memberikan penghasilan kepa-da pemilik faktor produksi
yang besarnya sama dengan nilai output.

Semua penghasilannya dibelanja-kan di pasar barang.

Tidak perlu campur tangan pemerintah.
Di pasar Uang

Menganut prinsip teori Kuantitas Uang : Uang hanya untuk
Terdapat tiga motif memegang uang: (1) untuk
transaksi.
transaksi, (2). jaga-jaga, dan (3) spekulasi.

Penawaran uang ditentukan oleh Pemerintah.
Penawaran uang ditentukan oleh pemerintah.

Keseimbangan dalam pasar uang:
Keseimbangannya :
MS = MD = [kQ + r] P
MS = MD = k PQ
Di Pasar Tenaga Kerja
1.
Di Pasar Tenaga Kerja

Tingkat upah fleksibel

Tingkat upah rigit/tegar

Selalu full employment

Tidak selalu full employment

Tidak perlu campur tangan pemerintah dalam mengatasi

Perlu campur tangan pemerintah dalam
pengangguran.
mengatasi pengangguran
Materi Kuliah ( Pertemuan Kedua)
A. Perhitungan Pendapatan nasional
Pendapatan Nasional Disebut juga national income, Pendapatan nasional sering dijadikan
Sebagai tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu Negara. Nilainya sama dengan produk
nasional atau national product. Perkiraan pendapatan dan produk nasional disebut rekening
atau account . Sebelum dikurangi penyusutan disebut juga PRODUK NASIONAL KOTOR
atau GROSS NATIONAL PRODUCT (GNP). Pendapatan nasional adalah nilai barang dan
jasa akhir yang dihasilkan oleh satu negara (perekonomian) selama satu periode tertentu,
biasanya satu tahun. Ada tiga cara menghitung pendapatan nasional yaitu :
1. Cara menghitung Pendekatan hasil produksi atau product approach
2. Pendekatan pendapatan atau income approach
3. Pendekatan pengeluaran atau expenditure approach
15
1. Menghitung pendapatan nasional dengan cara pendekatan hasil produksi
a. Merupakan jumlah nilai akhir barang-barang dan jasa-jasa.
b. Barang dan jasa tersebut dikonsumsi oleh konsumen, produsen, pemerintah, ekspor impor
Pendapatan nasional = Jumlah barang dan jasa x harga pasar yang berlaku
Contoh Soal :
(a) Pabrik besi baja mengunakan tenaga kerja dan ongkos produksi lainnya sebesar Rp
80.000.000, dan menjual baja sebagai hasil sebesar Rp. 100.000.000
(b) Pabrik mobil kijang membeli baja Rp. 100.000.000 sebagai input ditambah biaya
produksi sebesar Rp 70.000 000 Total biaya Rp. 170.000.000. kemudian mobil kijang
dijual sebesar 200.000.000
Pertanyaan mana yang merupakan PDB
a. Penjualan dari baja ditambah mobil kijang (Rp 300 jt)
b. Penjualan Baja (Rp100 juta)
c. Penjualan mobil kijang ( Rp 200 juta)
Jawabannya C
Keterangan
Penjualan
Biaya
Untung
Penjualan
Biaya baja
Biaya Tenaga kerja
Untung
Total
Nilai rupiah
Nilai Tambah
Rp. 100.000.000 Rp.100.000.000
Rp. 80.000.000
Rp. 20.000.000
Rp. 200.000.000 Rp. 200.000.000 ( - )
Rp. 100.000.000 Rp. 100.000.000
Rp. 70.000.000
Rp. 30.000.000
PDB
Rp 100.000.000
Rp. 100.000.000
Rp. 200.000.000
2. Menghitung pendapatan Nasional dengan pendekatan Pendapatan adalah :
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh para pemilik factor
produksi pada suatu Negara selama satu tahun. Jadi, pendapatan nasional merupakan
jumlah sewa tanah yang diterima oleh para pemilik tanah, ditambah upah yang diterima oleh
para tenaga kerja, ditambah bunga yang diterima oleh para pemilik, modal, dan ditambah
keuntungan yang diterima oleh para pengusaha.
Pendapatan nasional atas dasar harga pasar
GNP = r + w + i + p
+ Upah dan gaji ( w ) wage
+ Sewa ( r ) Rent
16
+ Bunga ( I ) Interst
+ Laba ( p ) Profit
Pendapatan Nasional Atas dasar Biaya Faktor Produksi
NNP = GNP - Tranfer perusahaan – Pajak langsung + subsidi - Penyusutan
+ Transfer perusahaan
+ Pajak tidak langsung
- Subsidi
+ Penyusutan
3.
Cara Menghitung Pendapatan nasional dengan cara Pengeluaran adalah:
Pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi
pada suatu Negara selama satu tahun. Jadi, pendapatan nasional merupakan jumlah
pengeluaran rumah tangga perseorangan, pengeluaran rumah tangga perusahaan,
pengeluaran pemerintah dan pengeluaran masyarakat luar negeri.
Produk nasional atas dasar harga pasar
GNP = C + l +G+(X-M)
Contoh Soal 1:
Diketahui informasi secara acak sebagai berikut:
- Sewa Rp 200 M
- Konsumsi Rp. 630 M
- Upah/Gaji Rp. 800 M
- Investasi Rp. 250 M
- Pengeluaran pemerintah R 300 M
- Laba usaha Rp 100 M
- Ekspor Rp 125 M
- Impor Rp 75 M
Dari informasi diatas hitunglah: (a). Pendapatan Nasional dengan pendekatan pengeluaran
(b). Pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan
Jawaban:
a. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran
Konsumsi
Rp. 650 M
Investasi
Rp. 250 M
Pengeluaran pemerintah Rp. 300 M
Ekspor Bersih
Rp. 50 M
Total
Rp. 1.250 M
b. Perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan penerimaan
Sewa
Upah/gaji
Laba usaha
Total
Rp. 200 M
Rp. 800.M
Rp. 100.M
Rp.1.100.M
17
Contoh soal 2:
Dalam suatu perekonomian diketahui data konsumsi masyarakat terhadap barang tahan
lama sebesar 473,6 dan untuk barang tidak tahan lama sebanyak 1.122,6 dan untuk jasa
berkisar 1.874,1 dan untuk data investasi yang terdiri dari investasi tetap sebesar 747,7 dan
investasi inventory sebesar 29,4 pengeluaran pemerintah pada tahun yang sama 1.036,7,
untuk neraca perdagangan tercatat export 624,4 dan impor 675.2 dengan kondisi diatas
berapakah besar PNB pada perekonomian tersebut.
Jawaban:
Keterangan
Konsumsi Rumah Tangga
Barang tahan lama
Barang tidak tahan lama
Jasa - jasa
Investasi bruto
Investasi tetap
Bukan rumah tempat tinggal
Rumah tempat tingal
Investasi inventory
Pengeluaran pemerintah
Ekspor netto
Ekspor
Impor
Total PNB
Nilai
Nilai Total
Persentase
3.470,3
66,3
473,6
1.122,6
1.874
777.1
14,9
1.036,7
(-) 50,9
19,8
(-) 1
5.233,2
100
747,7
512,5
235,2
29,4
1.036,7
6,24
6,75
Perbedaan istilah antara GNP dan GDP
GROSS NATIONAL PRODUCT adalah Semua nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan
oleh penduduk Indonesia yang berada di Indonesia maupun penduduk Indonesia yang
berada di luar negeri.
GROSS DOMESTIC PRODUCT adalah Semua nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan
di Indonesia (domestik) baik oleh penduduk Indonesia maupun penduduk asing yang ada di
Indonesia.
Kelemahan GNP
1. GNP hanya menghitung produk yang masuk pasar
2. GNP tidak menghitung waktu untuk istirahat (leisure time)
3. GNP menghitung kejadian yang jelek maupun baik
4. GNP tidak memperhitungkan masalah polusi
Dalam mempelajari pendapatan nasional, terdapat beberapa konsep yang perlu dipahami,
antara lain
18
a. GNP adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama satu tahun,
yang dinilai berdasar harga barang di pasar/harga pasar yang berlaku. GNP terdiri dari
tiga komponen, antara lain :
1. barang-barang konsumsi dan jasa-jasa yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan
perorangan dan swasta (C)
2. barang-barang investasi yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan rumah tangga
perusahaan (I)
3. barang-barang konsumsi dan jasa-jasa, serta barang – barang modal yang dihasilkan
untuk memenuhi permintaan pemerintah (G).
b. Net National Product (NNP) atau produksi Nasional Neto adalah nilai barang-barang dan
jasa-jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara, selama satu tahun setelah dikurangi
penyusutan atau pemakaian barang-barang modal. GNP - penyusutan barang - barang
modal - NNP
c. Nett National Income (Pendapatan Nasional Netto) adalah pendapatan keseluruhan dari
seluruh pemilik factor produksi selama berlangsungya produksi barang-barang dan jasajasa dalam suatu perekonomian /Negara selama satu tahun. NNP - pajak tak langsung
NNI.
d. Personal Income (Pendapatan Perseorangan) adalah pendapatan perseorangan yang
diperoleh dari upah dan gaji, serta pendapatan lain atas pemilik berupa sewa, bunga dan
pendapatan transfer, NNI ditambah transfer, dikurangi pajak perseroan, laba yang tidak
dibagikan dan iuran jaminan social = Personal Income (PI).
e. Disposible Income adalah pendapatan seseorang yang benar - benar siap untuk
dibelanjakan barang - barang maupun jasa jasa, yaitu pendapatan bersih sesudah
dikurangi pajak langsung yaitu pajak penghasilan (PPh). Jadi, Disposible Income (DI) =
Personal Income (PI) dikurangi pajak langsung (Direct Taxes).
Agar kita memperoleh gambaran yang jelas,tentang cara menghitung NNP, NI, PI dan DI,
marilah kita perhatikan contoh berikut ini:
(+ ) Pengeluaran Konsumsi
(+) Pengeluaran Investasi
(+) Pengeluaran Pemerintah
(+ ) Ekspor Neto
Jumlah GDP
(+) Penerimaan factor produksi dari luar negeri
( - ) Pembayaran factor Produksi ke luar negeri
Jumlah GNP
( - ) Dikurangi penyusutan
Jumlah Net National Product (NNP)
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
19
( - ) Pajak langsung
(+) (Subsidi)
Jumlah National Income
( - ) Laba ditahan
(+ ) bunga
( - ) Biaya social
(+) keuntungan individu yang diterima dari
pemerintah dan konsumen
Jumlah Personal Income ( PI)
( - ) Pajak Pendapatan
Jumlah Disposible Income ( DI)
( - ) Consumtion
( - ) Transfer
( - ) Investasi
Jumlah Personal Saving
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Contoh Soal:
Jika diketahui data sebagai berikut: transfer payment 15, biaya social 35, depresiasi 35,
penerimaaan factor produksi dari LN 4, belanja pengeluaran pemerintah dan investasi 75,
import 50, pembayaran factor produksi ke LN 5, pendapatan keuntungan individu dari
pemerintah dan konsumen 35, pajak 20, ekspor 60, net Investment 100, laba ditahan 60,
konsumsi 250, bunga/laba ditahan 4, pajak pendapatan 60, subsidi 5. Berdasarkan data
diatas hitunglah : a. Gross private domestic Investment, b. net ekspor, c. GDP, d.NNP e. NI,
f, PI dan DI
Jawaban :
a. GPDI = NI + DEPRESIASI
= 100 + 35
= 135
b. NET EKSPOR = X – M
= 60 – 50
= 10
c. GDP = C + I + G + NX
= 250 + 135 + 75 + 10
= 470
d. NNP 
GNP = GDP + FI – FP
= 470 + 4 - 5
= 469
NNP = GNP – DEPRESIASI
= 469 - 35
= 434
e. NI = NNP – PAJAK + SUBSIDI
= 434 - 20 + 5
= 419
f. PI = NI – LABA DITAHAN + BUNGA – BIAYA SOSIAL +KEUNTUNGAN DARI G DAN C
+TRANSFER PAYMENT
PI = 419 + 60+ 4 – 35 +35 +15
= 378
g. DI = PI – PAJAK PENDAPATAN
= 378 – 60
20
= 318
B. Pertumbuhan ekonomi.
Hal – hal yang dipelajarai dalam pertumbuhan ekonomi antara lain:
 Arti konsep pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi dan pendapatan per kapita.
 Data pendapatan per kapita di berbagai Negara.
 Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
 Teori-teori pertumbuhan ekonomi.
 Masalah dan hambatan pembangunan di Negara berkembang
 Peranan pemerintah dalam pembangunan.
1. KONSEP MENGENAI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah masalah makro ekonomi dalam jangka
panjang. Setiap Negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan
ekonomi oleh karena factor-faktor produks bertambah dari satu periode keperiode lainnya
dan oleh karenanya pendapatan nasional dapat ditingkatkan. Akan tetapi belum tentu
perkembangan yang berlaku dapat mencapai potensi pertumbuhan yang dapat
diwujudkan. Apabila hal ini berlaku, masalah pengangguran dapat menjadi semakin
serius. Keadaan seperti ini dapat dilihat dalam perekonomian yang selalu mengalami
pertumbuhan yang lambat.
Pertumbuhan ekonomi mempunyai arti yang sedikit berbeda dengan pembangunan
ekonomi. Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan PDB atau PNB riil. Sedangkan
pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam
aspek lain dalam perekonomian seperti perkembangan pendidikan, perkembangan
kemahiran tenaga kerja, perbaikan teknologi dan kenaikan dalam taraf kemakmuran
masyarakat.
Pembangunan ekonomi hanya berlaku apabila pendapatan per kapita
mengalami kenaikan secara berkepanjangan.
2. PENDAPATAN PER KAPITA SEBAGAI PENGUKUR KEMAKMURAN
Tingkat pembangunan ekonomi dan taraf kemakmuran masyarakat yang dicapai biasanya
diukur oleh data pendapatan per kapita nominal. Pada saat ini, untuk mengukur taraf
kemakmuran masyarakat ditentukan juga per kapita PPP. Pendapatan per kapita nominal
dihitung dengan formula: PDB dibagi dengan jumlah penduduk dan dinilai dalam dolar US.
Sedangkan pendapatan per kapita PPP disesuaikan dengan menggunakan tingkat harga
21
yang berlaku di Amerika Serikat dalam membandingkan pendapatan per kapita berbagai
Negara.
Kemakmuran Masyarakat: Suatu ukuran yang menunjukkan taraf kehidupan rata-rata
yang telah dicapai oleh masyarakat dalam sesuatu Negara. Pendapatan per kapita selalu
digunakan sebagai ukuran kasar untuk menunjukkan taraf kemakmuran yang dicapai
sesuatu masyarakat. Cara yang lebih tepat dalam menunjukkan taraf kemakmuran
masyarakat adalah dengan melengkapi data per kapita dengan informasi lain seperti
perbedaan dalam biaya hidup, distribusi pendapatan, tersedianya fasilitas public untuk
khalayak ramai seperti telepon, system jalan raya, fasilitas pendidikan dan fasilitas
kesehatan.
Pendapatan per kapita : pendapatan rata-rata penduduk suatu Negara. Nilainya dihitung
dengan membagi PNB dan PDB harga yang berlaku dengan jumlah penduduk pada tahun
yang sama. Apabila tingkat
harga di berbagai Negara disamakan dengan harga yang
berlaku di Amerika Serikat, pendapatan per kapita yang dihitung mengikut harga yang
sama ini dinamakan pendapatan per kapita PPP (Purcbasing Power Parity)
3. FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Sejak lama ahli-ahli ekonomi telah menganalisis factor-faktor penting yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan kepada pertumbuhan ekonomi yang berlaku di
berbagai Negara
dapat
disimpulkan
bahwa
factor
utama yang mempengaruhi
pertumbuhan dan pembangunan suatu Negara adalah: kekayaan sumber daya alam dan
tanahnya, jumlah dan mutu tenaga kerja, barang-barang modal yang tersedia, tingkat
teknologi yang digunakan dan system social dan sikap masyarakat.
4. TEORI-TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Beberapa teori telah dikemukakan yang menerangkan mengenai hubungan di antara
berbagai factor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. Pandangan teori-teori tersebut
diringkaskan di bawah ini :
1) Teori klasik : Menekankan tentang pentingnya factor-faktor produksi dalam menaikkan
pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang terutama
diperhatikan ahli ekonomi Klasik adalah peranan tenaga kerja. Menurut mereka tenaga
kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
2) Teori Schumpeter: Menekankan tentang peranan usahawan yang akan melakukan
inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
22
3) Teori Harrod-Domar: Menunjukkan peranan investasi sebagai factor yang menimbulkan
pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi
permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.
4) Teori Neo-Klasik: Melalui kajian empirical teori ini menunjukkan bahwa perkembangan
teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan factor yang terpenting
yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
a. Menunjukkan pandangan teori pertumbuhan Neo-Klasik dengan terlebih dahulu
memisalkan tidak terdapat perkembangan teknologi, yaitu tingkat teknologi
dianggap konstan.
b. Menunjukkan tabungan, investasi dan konsumsi pada setiap tingkat pertumbuhan
ekonomi.
c. Melihat efek depresiasi dan pertambahan penduduk ke atas pertumbuhan ekonomi.
d. Menunjukkan
bagaimana
perkembangan
teknologi
akan
mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi.
5. MASALAH DAN HAMBATAN PEMBANGUNAN DI NEGARA BERKEMBANG
Kebanyakan Negara berkembang menghadapi banyak masalah dalam mempercepat
pertumbuhan dan pembangunan ekonominya. Hambatan-hambatan terpenting dalam
mempercepat pembangunan ekonomi di Negara berkembang adalah :
1) Kegiatan sector pertanian masih tetap tradisional dan produktivitasnya sangat rendah.
2) Kebanyakan Negara menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal
(peralatan produksi) yang modern.
3) Tenaga terampil, terdidik dan keahlian keusahawan penawarannya masih jauh di
bawah jumlah yang diperlukan.
4) Perkembangan penduduk sangat pesat.
5) Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik sering dihadapi.
6. PERANAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN
Kebijakan pemerintah penting sekali peranannya dalam mempercepat pembangunan
ekonomi. Kebijakan pemerintah tersebut meliputi :
1) Mendiversifikasikan kegiatan ekonomi.
2) Mengembangkan infrastruktur.
3) Meningkatkan tabungan dan investasi.
4) Meningkatkan taraf pendidikan.
5) Mengembangkan institusi yang menggalakkan pembangunan.
6) Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.
23
Kebijakan deversifikasi Kebijakan pemerintah untuk membangun perekonomian dengan
cara mengembangkan kegiatan ekonomi di sector yang baru dan lebih modern-seperti
sector pertambangan dan industry pengolahan, dan mengembangkan penanaman komoditi
ekspor seperti kelapa sawit dan karet.
Contoh soal:
Berdasarkan data berikut ini dengan mengunakan pendekatan pengeluaran carilah GDP
1998, kemudian hitunglah berapa presentase pertumbuhan GDP 1998?
Keterangan
Import (M)
Personal consumption (C)
Service (S)
Goverment expenditure (G)
Export (X)
Investment (I)
1997
420
590
370
80
340
160
1998
450
630
400
90
360
180
Keterangan
Import (M)
Personal consumption (C)
Goverment expenditure (G)
Export (X)
Investment (I)
Total GDP
1997
420
590
80
340
160
750
1998
450
630
90
360
180
810
Jawaban :
Pertumbuhan GDP tahun 1998 adalah:
g = (GDP 1998 – GDP 1997) x 100
GDP 1997
g = 810 – 750 x 100 = 8,0%
750
Materi Kuliah ( Pertemuan Ketiga)
A. Perekonomian Dua Sektor
3
1.
(tiga) jenis perekonomian :
Perekonomian Dua Sektor (Tertutup Sederhana) yaitu : Suatu jenis perekonomian,
yang tidak terdapat campur tangan pemerintah dan perdagangan atau hubungan Luar
Negeri.
Y = C + I ..................... (R2)
2.
Perekonomian Tiga Sektor (Tertutup), yaitu Jenis perekonomian dimana adanya
campur tangan pemerintah dan tidak ada hubungan dengan Luar Negeri
24
Y=C+I+G
C = RT Keluarga
G = RT Pemerintah
3.
Perekonomian empat Sektor (Terbuka), yaitu : Suatu jenis perekonomian yang terdapat
campur tangan pemerintah dan perdagangan Luar Negeri.
Y = C + I + G + (X – M)
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL DALAM PEREKONOMIAN DUA SEKTOR

Beberapa asumsi Penting

Hubungan antara konsumsi dan Pendapatan

Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan

Investasi (penanaman Modal)

Keseimbangan perekonomian Negara

Perubahan dalam keseimbangan multiplier
Beberapa asumsi Penting Dalam Perekonomian Dua Sektor
• Upah uang dan harga dianggap sebagai peubah eksogen. Tingkat harga upah uang
dipertahankan tetap kaku, namun tidak dalam artian perfectly rigid, tetapi lebih dalam
artian bahwa harga-harga dan upah-upah mengalami penyesuaian secara perlahan atau
lambat.
• Tingkat suku bunga dianggap fixed karena sisi moneter dari perekonomian tidak
dimasukkan (excluded).
• Tidak terdapat sektor pemerintah. Dengan asumsi ini berarti tidak ada pajak, jaminan
sosial, pengeluaran pemerintah, atau setiap unsur yang berhubungan dengan sektor
pemerintah. Pendapatan nasional, pendapatan personal dan pendapatan disposable
adalah sama (Yd = Y).
• Sektor luar negeri tidak dimasukkan atau diabaikan. Karenanya tidak ada ekspor dan
impor. Jadi perekonomian diasumsikan sebagai perekonomian tertutup (closed
economy).
• Sektor bisnis dan rumahtangga diperhatikan dalam model ini
Fungsi Konsumsi, Tabungan Dan Investasi
1. Fungsi konsumsi
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam
suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu biasanya satu tahun.
Pengeluaran konsumsi terbagi atas dua bagian besar yaitu :
25
1. Konsumsi pemerintah ( government consumption )
2. Konsumsi rumah tangga/masyarakat (household consumption/private consumption )
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi yaitu :
a. Faktor - faktor ekonomi
b. Faktor - faktor Demografi
c. Faktor – faktor Non-Ekonomi
a. Faktor – faktor ekonomi, Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan:
1. Pendapatan rumah tangga ( Household Income)
2. Kekayaan yang telah terkumpul (Household wealth)
3. Tingkat bunga (Interes rate)
4. Sikap hemat
5. Keadaan perekonomian (Household expectation action)
6. Distribusi pendapatan
7. Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi
8. Dan Faktor lainnya
b. Faktor – faktor Demografi ( Kependudukan )
Yang tercakup dalam faktor-faktor kependudukan adalah jumlah dan komposisi
penduduk.
1. Jumlah penduduk
Jumlah penduduk yang banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara
menyeluruh, walaupun pengeluaran rata-rata per orang atau per keluarga relative
rendah.
Contoh :
Walaupun
tingkat konsumsi rata-rata penduduk Indonesia lebih rendah dari
penduduk Singapura. Oleh karena itu tingkat konsumsi rumah tangga akan
sangat besar. Pengeluaran konsumsi suatu Negara akan sangat besar bila jumlah
penduduk sangat banyak dan pendapatan perkapita sangat tinggi.
2. Komposisi penduduk
Komposisi penduduk suatu Negara dapat dilihat dari beberapa klasifikasi,
diantaranya:
- Usia ( produktif dan tidak produktif )
- Pendidikan ( rendah, menengah, tinggi )
- Dan wilayah tinggal ( perkotaan dan pedesaan)
26
c. Faktor-faktor Non-Ekonomi
Faktor – faktor nonekonomi yang sangat berpengaruh terhadap besarnya konsumsi
adalah sebagai faktor social - budaya masyarakat.
Misalnya :
Berubahnya pola kebiasaan makan, perubahan etika dan tata nilai karena ingin
meniru kelompok masyarakat lain yang dianggap lebih hebat.
Contoh paling kongrit di Indonesia adalah berubahnya kebiasaan berbelanja dari
pasar tradisional kepasar swalayan.
Teori Keynes ( Keynesian Consuption Model )
Empat macam teori konsumsi dari John Maynard Keynes Yaitu :
1. Hubungan Pendapatan Disposabel dan Konsumsi
2. Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal ( Marjinal Propensity to consume )
3. Kecenderungan Mengkonsumsi Rata-rata ( Average Propensity to consume )
4. Hubungan Konsumsi dan Tabungan.
Hubungan Pendapatan Disposabel dan Konsumsi
C = co + cY
Pemerintah belum berperan/belum ada, dan juga perdagangan dengan negara-negara lain
belum dilakukan. Dengan demikian dilihat dari sisi penawaran maka dalam perekonomian
tertutup sederhana, pendapatan yang diperoleh masyarakat (Y) hanya digunakan untuk
tujuan konsumsi (C) dan saving (S) atau :
Y = C + S .................... (R1)
Dilihat dari sisi Permintaan, pendapatan digunakan untuk konsumsi (C) dan investasi (I)
atau :
Y = C + I …………........ (R2)
Hubungan antara C dan Y disebut fungsi konsumsi
Secara matematis, hubungan antara C dan Y tersebut dapat ditulis sebagai berikut
(fungsi konsumsi yang berbentuk garis lurus mempunyai persamaan)
C = co + cY ....................(R3)
C = co + cY
(Deliarnov)
C = konsumsi
Co = parameter, yang menunjukkan konsumsi jika Y = 0.
Besarnya tingkat konsumsi pada saat pendapatan nasional adalah sebesar 0 (nol)
Ynas. = 0
27
“bahasa grafik” Co disebut intercept.
Nilai Co > 0
c atau Mpc adalah parameter, yang menunjukkan tambahan konsumsi (∆C) akibat
adanya tambahan pendapatan (∆Y)
Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal ( Marjinal Propensity to consume )
Menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi (MPC)
Nilai c atau Mpc > 0, tetapi nilai Mpc atau c lebih kecil dari 1 (c < 1)
Nilai Mpc atau c menunjukkan tingkat kemiringan/slope sebuah garis konsumsi.
C = Co + cY
gradien suatu garis = slope (turunan)
c kecil = MPC = ∆ C/∆Y
Y = Pendapatan/income (pendapatan nasional) yaitu: besarnya perubahan (besarnya
marginal propensity to consume) angka perbandingan atas besarnya perubahan
konsumsi (∆C) dengan perubahan pendapatan (∆Y) nasional.
Fungsi Konsumsi, APC dan MPC
(Fungsi c mempunyai hubungan yang erat antara MPc dan Apc)
C = (APCn – MPC) Yn + MPC.Y
 APC (Average Propensity to Consume) yakni hasrat mengkonsumsi rata-rata. APC
menunjukkan rasio antara C dengan Y.
C
APC = ---------Y.
...................(R5)
28
(APC ini menunjukkan rasio antara konsumsi dan pendapatan)
 MPC (Marginal Propensity to Consume) yakni kecenderungan untuk mengkonsumsi.
MPC merupakan perbandingan atau ratio antara tambahan konsumsi (∆C) dengan
tambahan dalam pendapatan (∆Y)
∆C
MPC = ----------------∆Y
....................(R4)
2. Fungsi Tabungan
Tidak semua pendapatan (Y) yang diperoleh langsung dikonsumsi pada periode yang
sama, sebagian diantaranya ada yang ditabung (Saving). Seperti halnya konsumsi,
besarnya jumlah tabungan juga tergantung pada Y.
 Jika Y rendah, tidak mustahil tabungan negatif, artinya: untuk memenuhi kebutuhan
hidup (Konsumsi)
terpaksa mengurangi tabungan yang ada, menjual harta yang
ada, dan lainnya;
 Jumlah tabungan nol (0) jika seluruh pendapatan hanya cukup untuk konsumsi dan
positif jika pendapatan lebih besar daripada kebutuhan konsumsi;
 Makin tinggi pendapatan, makin besar pula jumlah tabungan
Bagian daripada pendapatan nasional (Ynas) yang tidak dikonsumsi (bagian dari Y
yang tidak dikonsumsikan)
S=Y–C
Dari persamaan R1 kita tahu Y = C + S, yang menunjukkan bahwa sebagian dari Y
masyarakat dikonsumsi dan sebagian lagi ditabung.
Persamaan tersebut dapat ditulis menjadi
S = Y – C ..................... R6
Juga dari persamaan R3 kita tahu bahwa
Dengan mensubtitusi persamaan R3
C = co + c.Y
ke dalam persamaan
R6
maka hubungan
antara tabungan (S) dengan pendapatan (Y) dapat dicari :
S=Y–C
= Y – co – c.Y
= - co + [Y – c.Y]
= - co + [1 – c] Y
.................................................... R7
Hubungan antara MPC dengan MPS dan APC dengan APS
Hubungan antara MPC dengan MPS dapat dinyatakan sbb:
29
MPC + MPS = 1
Atau antara lain :
MPS = 1 – MPC
MPC = 1 – MPS
Pembuktian :
Y=C+S
Y = C + S, kalau ruas kanan dan kiri dibagi dengan Y, maka hasilnya adalah
1 = MPC + MPS
Hubungan antara APC dengan APS dapat dinyatakan sbb:
APC + APS = 1
Atau antara lain :
APS = 1 – APC
APC = 1 – APS
Pembuktian :
Y=C+S
Yn = Cn + Sn, kalau ruas kanan dan kiri dibagi dengan Yn, maka hasilnya adalah :
1
= APCn + APSn
3. INVESTASI
Investasi adalah tambahan bersih terhadap stok capital yang ada atau istilah lainnya
adalah pemupukan modal,
atau akumulasi modal. Pengertian lainya dari investasi
adalah jumlah yang dibelanjakan sector bisnis untuk menambah stok modal dalam
periode tertentu. Sedangkan modal merupakan stok ketika nilai uang dari gedunggedung , mesin-mesin, dan inventaris lainnya adalah tetap pada suatu waktu .
Investasi biasanya dibedakan dalam 2 jenis utama, yaitu (1) investasi tetap , dan (2)
investasi persediaan. Investasi tetap sendiri terdiri dari 2 yaitu investasi tetap bisnis dan
investasi residential.
Dibedakan
menjadi
INVESTASI
TETAP
(AUTONOMOUS
INVESTMEN)
dan
INVESTASI DIPACU (INDUCE INVESTMENT), Investasi tetap adalah Investasi yang
besarnya tidak tergantung pada besarnya Pendapatan Nasional
I = I0
Misal I = 10
Didalam bukunya the general theory of employment, interest and money (1936), Jhon
Maynard Keynes mendasarkan teori tentang permintaan investasi atas konsep efisiensi
marjinal capital (marginal efficiency of capital atau MEC).
30
MEC dapat didefinisikan sebagai tingkat perolehan bersih yang diharapkan atas
pengeluaran capital tambahan.
Secara matematis MEC dapat dinyatakan dalam bentuk formula sebagai berikut:
𝐶𝑘 =
𝑅1
𝑅2
𝑅𝑛
+
+
(1 + 𝑀𝐸𝐶) (1 + 𝑀𝐸𝐶) (1 + 𝑀𝐸𝐶)
dimana R adalah perolehan yang diharapkan (expected return) dari suatu proyek, dan
Ck adalah biaya sekarang (current cost) dari modal tambahan. Apakah suatu investasi
itu dilakukan atau tidak, sangat tergantung pada perbandingan antara PV dan CK, kalau
PV > CK maka investasi dilakukan.
𝑃𝑉 =
𝑅1
𝑅2
𝑅𝑛
+
+…+
(1 + 𝑖) (1 + 𝑖)
(1 + 𝑖)
Aturan keputusan investasi (investment decision rule) tersebut diatas dapat ditulis
kembali ke dalam bentuk lain, dengan jalan mensubtitusikan dari persamaan untuk PV
dan dari persamaan untuk Ck, dimana investasi akan diputuskan untuk dilakukan jika :
𝑃𝑉 =
𝑅1
𝑅2
𝑅𝑛
+
+ +
(1 + 𝑖) (1 + 𝑖) … (1 + 𝑖)
≥
𝑅1
𝑅2
𝑅𝑛
+
+ +
(1 + 𝑀𝐸𝐶)1 (1 + 𝑀𝐸𝐶)2 … (1 + 𝑀𝐸𝐶)𝑛
Yakni jika tingkat perolehan bersih yang diharapkan lebih besar daripada biaya pinjaman
dana (cost of borrowing funds) atau opportunity cost dari penggunaan dana yang dimiliki
oleh perusahaan, atau tingkat bunga (i), atau jika MEC > i.
Sedangkan hubungan antara permintaan investasi dan tingkat bunga (r) dengan MEC
tertentu, oleh Keynes dinyatakan dalam bentuk fungsi sebagai berikut :
𝐼 = 𝑓(𝑖) (𝐠𝐢𝐯𝐞𝐧 𝑴𝑬𝑪)
31
Gambar 6.7.2 . Kurva permintaan Investasi
Contoh soal
Fungsi Konsumsi C = 30 + 0,6 Y
Investasi = 10
Y=C+I
C = 30 + 0,6 Y + 10
C = 40 +0,6 Y
Faktor-faktor yang menetukan investasi:
a. Tingkat keuntungan investasi yang di ramalkan
b. Tingkat bunga
c. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan
d. Kemajuan tekhnologi
4. Angka penganda dalam perekonomian dua sektor
 Angka penganda investasi
ΔY = 1
ΔI
1- c
 Angka penganda konsumsi
ΔY = 1
Δa
1- c
Contoh: Diket Mpc 0,90 0.80, 0.60 berapakah angka pengandannya?
0.90 = 10,
0.80 =5
0.60=2.5
5. Keseimbangan dalam Perekonomian dua sektor
 Y=C+I
 Y=C+S
 S=I
Contoh Soal :
Fungsi konsumsi rumah tangga adalah c = 90 + 0.75 Y dengan fungsi Investasi I = 120 maka
tingkat pendapatan nasional pada keseimbangan adalah:
Jawaban :
Y =
C+I
Y =
90 + 0.75 Y + 120
Y – 0,75 Y =
210
o.25 Y =
210
32
y =
840
Dengan mengunakan persamaan yang kedua, yaitu S = I tingkat pendapatan nasional pada
keseimbangan adalah:
S =
- 90 + 0.25 Y
I
=
120
0.25 Y =
210
Y =
840
B. PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR
John Maynard Keynes, dalam bukunya The General Theory of Employment, Interest
and Money (1936), menunjukkan bahwa suatu perekonomian dapat mencapai posisi
keseimbangan pada kondisi less than full employment. Salah satu cara mengatasi
pengangguran di dalam perekonomian adalah penggunaan kebijakan fiskal yang ekspansif.
Kebijakan fiskal adalah terkait dengan sektor pemerintah, maka dalam model makro tiga
sektor, pengeluaran pemerintah (G) dimasukan dalam model (dalam model dua sektor
hanya C + I).
Beberapa asumsi Penting Dalam Perekonomian Tiga Sektor
1. Upah uang & harga adalah tetap kaku (rigid)
2. Tingkat bunga adalah tetap (fixed)
3. Sektor perusahaan membelanjakan seluruh dari penghasilannya kepada rumahtangga
4. Perekonomian adalah tertutup (closed economy), yang berarti tidak terdapat sektor
perdagangan luar negeri (ekspor dan impor)
5. Terdapat sektor pemerintah (G) yang membeli barang-barang dan jasa-jasa dalam
perekonomian
6. Pendapatan disposibel sama dengan pendapatan nasional dikurangi pajak (Yd=Y-T)
7. Penerimaan pajak untuk sementara diasumsikan sebagai variabel eksogen dan tidak
terdapat pembayaran transfer oleh pemerintah
8. Pemerintah bisa menjalankan suatu anggaran berimbang, surplus atau defisit
33
Fungsi Matematika dalam
Keterangan :
Perekonomian Tiga Sector:
•
Y = pendapatan nasional
PENAWARAN = PERMINTAAN
•
Yd = pendapatan disposibel
•
C = pengeluaran konsumsi oleh RT
Y=C+I+G
•
I = pengeluaran investasi oleh perusahaan
Y=C+S+T
•
G = pengeluaran pemerintah
I+G = S+T
•
T = penerimaan pajak
Contoh Soal :
Fungsi konsumsi rumah tangga adalah C = 60 + 0.75 Y, S = -100 + 0.25 Y dengan fungsi
Investasi I = 120 dan G = 60, dan T sebesar 40 maka tingkat pendapatan nasional pada
keseimbangan adalah:
Jawaban :
Y =
C+I+G
Y =
60 + 0.75 Y + 120 +60
Y – 0,75 Y =
240
o.25 Y =
240
y =
960
Dengan mengunakan persamaan yang kedua, yaitu I + G = S + T tingkat pendapatan
nasional pada keseimbangan adalah:
I+G =
120 + 60 =
S+T
- 100 + 0.25 Y + 40
120 + 60 +100 - 40 =
0.25 Y
240 =
0.25 Y
Y =
960
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan
DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah. APBD merupakan instrumen
bagi pemerintah dalam rangka mewujudkan pelayanan dan peningkatan
penting
kesejahteraan
masyarakat untuk tercapainya tujuan bernegara. Oleh karena itu, APBD memiliki fungsi
sebagai berikut:
1) Fungsi otorisasi
Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa anggaran menjadi dasar untuk melaksanakan
pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
2) Fungsi Perencanaan
34
Fungsi perencanaan mengandung arti bahwa anggaran menjadi pedoman bagi
manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
3) Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran menjadi pedoman untuk menilai
apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan.
4) Fungsi Alokasi
Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran harus diarahkan untuk mengurangi
pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan
efektivitas perekonomian.
5) Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan anggaran harus memperhatikan rasa
keadilan dan kepatutan.
6) Fungsi Stabilisasi
Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk
memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.
Angka penganda (Multiplier)
Y=C+I+G
C = co + c Yd
Yd = Y – Tx +Tr
Y= (co+cTr-cTx +I+G)
1-b
 Angka Penganda Transfer:
ΔY = c
ΔTr 1-c
 Angka penganda investasi
ΔY = 1
ΔI
1-c
 Angka penganda pajak
ΔY = - c
ΔTx 1-c
 Angka penganda anggaran berimbang
ΔY = ΔG
Pemerintah
35
Faktor-faktor Penentu Pengeluaran pemerintah
1. Proyeksi jumlah pajak yang diterima
2. Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai
3. Pertimbangan politik dan keamanan
Jenis Pajak:
a. Pajak langsung
Pajak langsung berarti jenis pungutan pemerintah yang secara langsung dikumpulkan
dari pihak yang wajib membayar pajak. Setiap individu yang bekerja dan perusahaan
yang menjalankan kegiatan dan memperoleh keuntungan wajib membayar pajak.
Pajak yang di pungut dan dikenakan keatas pendapatan mereka dinamakan pajak
langsung, yaitu pajak yang secara langsung dipungut dari orang yang berkewajiban
untuk membayar pajak.
b. Pajak tidak langsung
Pajak tak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dipindahkan kepada pihak
lain, salah satu jenis pajak tak langsung adalah pajak impor, biasanya yang akan
menangung beban pajak tersebut adalah konsumen, yang mula-mula membayar
pajak adalah perusahaan – perusahaan yang mengimpor barang akan tetapi pada
waktu menjual pengimpor akan menambahkan pajak dalam menentukan harga
penjualannya, dengan demikian keuntungannya tidak berkurang. Para pembeli yang
membayar pajak yaitu dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Contoh lain dari pajak
tidak langsung adalah pajak penjualan.
Bentuk-bentuk pajak
a. Regresif (pendapatannya naik pajaknya menurun)
Pajak regresif adalah system pajak yang persentase pungutan pajaknya menurun
apabila pendapatan yang dikenakan pajak menjadi bertambah tinggi. Dalam system
ini pada pendapatan rendah, pajak yang dipungut meliputi bagian yang tinggi dari
pendapatan tersebut, tetapi semakin tinggi pendapatannya semakin kecil presentase
pajak itu. Dibanding dengan keseluruhann pendapatan. Pajak impor dan pajak
penjualan dapat digolongkan sebagai pajak regresif. Mengapa demikian, karena bagi
orang kaya pajak tersebut merupakan sebagian kecil dari pendapatannya, tetapi
untuk golongan miskin merupakan presentase terbesar dari pendapatannya.
Pembayaran fiscal untuk orang yang bepergian ke luar negeri merupakan contoh lain
dari pajak regresif.
b. Proporsional (semua pendapatan dikenai pajak yang sama)
36
Presentase pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat pendapatan
yaitu dari pendapatan yang rendah sampai pendapatan yang tinggi, mereka harus
membayar pajak menurut presentase yang tetap. Walau bagaimanapun, dalam nilai
nominalnya, makin tinggi pendapatan atau kekayaan makin tinggi pula jumlah pajak
yang akan dibayarkan. Contohnya pajak pendapatan/ keuntungan perusahaan yang
berbentuk perseroan.
c. Progresif ( pendapatan naik pajaknya meningkat )
Adalah system pajak yang presentasenya bertambah apabila pendapatan semakin
meningkat. Pajak progresif menyebabkan pertambahan nominal pajak yang dibayar
akan menjadi semakin cepat apabila pendapatannya semakin tinggi. Tujuan
utamanya adalah untuk memperoleh pendapatan pajak yang lebih banyak disamping
untuk tujuan memeratakan pendapatan.
Contoh :
Pendapatan yang dipajak
Presentase pajak
1. Sampai Rp 500 ribu
2%
2. Rp 501 ribu – Rp 2 juta
4%
3. Rp 2001 juta – Rp 5 juta
10%
4. Lebih Rp 5 juta
20%
Materi Kuliah ( Pertemuan Kempat)
A. Uang, Bank dan Lembaga keuangan
Beberapa kelemahan dalam perdagangan barter
a.
Memerlukan kehendak ganda yang selaras
b.
Penentuan harga sukar dilakukan
c.
Membatasi pilihan pembeli
d.
Menyulitkan pembayaran tertunda
e.
Sukar menyimpan kekayaan
Definisi dan Ciri-ciri Uang
Uang adalah alat pembayaran yang diterima secara umum oleh para pelaku ekonomi
sebagai alat untuk melakukan transaksi ekonomi yang dilakukan yaitu berupa pembelian
barang dan jasa, serta pembayaran hutang.
Ciri-ciri uang :
37
a.
Nilainya tidak berubah
b.
Mudah dibawa
c.
Tahan lama
d.
Jumlahnya terbatas
e.
Bendanya mempunyai mutu yang sama
Peranan Uang Dalam Kegiatan Perekonomian
–
Untuk melancarkan kegiatan tukar menukar
–
Untuk menjadi satuan nilai
–
Untuk ukuran bayaran yang tertunda
–
Sebagai alat penyimpan nilai.
Jenis uang Sepanjang Sejarah
-
Bahan makanan, perhiasan, alat untuk pertahanan, alat-alat untuk pekerjaan
-
Pengunaan emas dan perak sebagai uang (Kelemahan: tempat penyimpanan, berat,
sukar di tambah jumlahnya)
-
Pengunaan uang kertas dan uang bank
Jenis Uang
Full bodied money adalah uang yang memiliki nilai sama antara nilai sebagai barang
(nilai bahan baku) dan nilai sebagai uang.
-
Nilai uang sebagai barang ditunjukkan dengan nilai bahan baku yang digunakan untuk
membuat mata uang tersebut per unitnya.
-
Nilai uang sebagai barang, disebut juga dengan nilai intrinsik.
-
Nilai uang sebagai uang ditunjukkan dengan nilai uang tertulis dalam satuan mata uang
tersebut.
-
Nilai uang sebagai uang disebut juga dengan nilai nominal.
Representative full bodied money dapat pula berupa surat keterangan penyimpanan
emas.
-
Dalam kondisi darurat misalnya perang pemerintah dapat mencetak uang kertas dalam
rangka menutupi defisit anggaran belanjanya.
-
Uang kertas yang dicetak pemerintah disebut dengan fiat money.
Tujuan (Motif ) memegang uang
1. Motif Transaksi Untuk menyelesaikan transaksi lewat uang., Uang tunai yang
diperlukan tergantung dari: Volume transaksi dan Tingkat harga umum
38
2. Motif Berjaga-jaga Untuk tujuan pembayaran yang tidak reguler atau yang di luar
rencana transaksi normal, misal:
Pembayaran keadaan darurat seperti kecelakaan,
sakit, pembayaran tak terduga lainnya.
3. Motif Spekulasi karena Pemilik kekayaan dapat memilih apakah memegang uang tunai
atau obligasi (bond), Uang tunai tidak memberi penghasilan , Obligasi memberi
penghasilan berupa sejumlah uang tertentu setiap periode.
Spekulasi tergantung dari gerak suku bunga., Keynes: Suatu waktu seseorang akan
memiliki pendapat mengenai tingkat bunga yang dianggap “normal”, Bila tingkat bunga
menjadi lebih tinggi dari yang dianggap normal, maka dimasa mendatang dianggap suku
bunga akan turun.. Demikian juga sebaliknya.
Peranan dan Kegiatan Bank Umum
–
Kesangupan BU untuk menciptakan Tabungan yang dapat sewaktu- waktu diambil
dengan mengunakan cek dan ATM
–
Kemampuan menciptakan daya beli baru
–
Kegiatan meminjamkan uang
Lembaga-lembaga Keuangan Dalam Perekonomian Modern:
-
Pasaran saham
-
Perusahaan peminjaman
-
Bank tabungan
-
Perusahaan asuransi
-
Bank Umum.
PENCIPTAAN UANG OLEH BANK-BANK UMUM
Contoh Soal :
Tabungan giral milik dimas sebesar Rp 100 disimpan di bank mandiri, besarnya cadangan
wajib minimum adalah 20% dan semua kelebihan cadangan dipinjamkan maka
bagaimanakah proses penciptaan uang tersebut ?
Jawaban :
Bank Mandiri
Aktiva
Cadangan
peminjaman
jumlah
Rp 20
Rp 80
Rp 100
Pasiva
Tabungan giral Rp 100
Jumlah
Rp 100
39
Orang –orang yang menerima pinjaman dari bank umum mandiri akan membelanjakan uang
yang mereka peroleh, orang kedua yang bernama siti ini menyimpan uangnya di bank BRI,
maka bank BRI akan mempunyai catatan sbb:
Bank BRI
Aktiva
Cadangan
Rp 16
peminjaman
Rp 64
jumlah
Rp 80
Pasiva
Tabungan giral Rp 80
Jumlah
Rp 80
Orang –orang yang menerima pinjaman dari bank BRI akan membelanjakan uang yang
mereka peroleh, orang ketiga yang bernama Hendra ini menyimpan uangnya di bank BNI,
maka bank BNI akan mempunyai catatan sbb:
Bank BNI
Aktiva
Cadangan
Rp 12,8
peminjaman
Rp 51,2
jumlah
Rp 64
Pasiva
Tabungan giral Rp 64
Jumlah
Rp 64
Dan seterusnya. Untuk mengetahui berapa pertambahan jumlah uang giral, pertambahan
cadangan, dan pertambahan pinjaman dalam perekonomian dapat dihitung dengan cara:
D=
S
R
D = adalah jumlah seluruh nilai uang giral yang tercipta dalam penciptaan uang
S = uang giral yang pertama kali diciptakan
R = cadangan wajib minimum
Berdasarkan formula diatas maka:
Pertambahan uang giral:
100 juta = Rp 500 Juta
0.2
Pertambahan Cadangan:
20 juta = Rp 100 juta
0.2
Pertambahan pinjaman:
80 Juta = Rp 400 Juta
0.2
Bank umum
Mandiri
BRI
BNI
dst
Julah
Tabungan giral
100
80
64
dst
500
Cadangan
20
16
12.8
dst
100
Pinjaman
80
64
51.2
dst
400
Jumlah seluruh tabungan Giral
100
180
244
dst
500
40
MATA UANG DALAM PEREDARAN, UANG BEREDAR DAN KEKAYAAN MUDAH
TUNAI
a.
Mata uang dalam peredaran adalah: seluruh jumlah mata
uang yang telah
dikeluarkan dan diedarkan oleh BS
b.
Uang beredar adalah: Semua jenis uang yang beredar dalam perekonomian ditambah
uang giral dalam BU
M1: Jumlah uang beredar dalam makna terbatas
M2 : Jumlah uang beredar dalam makna tak terbatas

Adalah jumlah uang kartal dan uang giral

Ms = K + D
– K = uang kartal
– D = uang giral

Ms* = K + D + T
– T = Saldo deposito berjangka
PERKEMBANGAN DAN PERANAN BANK SENTRAL

Bank umum adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam
bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup
rakyat banyak.

Bank berfungsi sebagai media untuk melakukan pertukaran antar nasabah dan juga
sebagai media antara yang kekurangan dan kelebihan dana.

Bank Sentral atau Bank Indonesia adalah lembaga (institusi) yang tidak mencari
keuntungan dan dioperasikan oleh pemerintah untuk mengendalikan sistem perbankan
dan merupakan penguasa tunggal penerbit uang.
Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum:
 Dalam Perek hanya ada satu BS
 BU banyak dimiliki pihak swasta
 Tujuan BU dan BS berbeda
 BS diberi Kekuasaan untuk mencetak uang kertas dan logam
Tugas – Tugas Bank Sentral
–
Bertindak sebagai bank kepada pemerintah
–
Bertindak sebagai bank kepada bank umum
–
Mengawasi BU dan lembaga keuangan lainya
41
–
Mengawasi keseimbangan kegiatan peradagan LN
–
Mencetak uang logam dan uang kertas
Materi Kuliah ( Pertemuan Kelima)
A.
Kurva Permintaan dan penawaran
Pasar adalah suatu proses bertemunya permintaan dan penawaran. Barang yang
diperjualbelikan tidak hanya satu macam barang saja akan tetapi semua jenis barang dan
jasa yang dihasilkan oleh semua produsen yang ada di suatu negara dan pembelinya adalah
semua konsumen yang ada di masyarakat. Pasar besar inipun merupakan pertemuan antara
permintaan dan penawaran seluruh barang dan jasa yang diproduksi.
Aggregate demand (AD) adalah nilai kuantitas total barang dan jasa yang ingin dibeli oleh
masyarakat pada tingkat harga tertentu sedangkan hal lain dianggap konstan. Masingmasing permintaan itu adalah, konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor
netto..Adapun factor-faktor yang mempengaruhi permintaan aggregate adalah sebagai
berikut:
2.
Pendapatan disposable atau pengeluaran konsumsi
3.
Tingkat bunga
4.
Kepercayaan dunia bisnis
5.
Jumlah uang beredar
6.
Pengeluaran pemerintah
7.
Pajak
8.
Pendapatan luar negeri
9.
Harga luar negeri
10. Nilai tukar riil
Aggregate Suply atau penawaran aggregate (AS) adalah kuantitas output total atau nilai
produksi nasional yang tersedia dan siap ditawarkan pada berbagai tingkat harga sedangkan
factor lain tetap. Perubahan pada AS ditentukan oleh Output potensial dan biaya-biaya input.
Penawaran aggregate didalam suatu perekonomian dipengaruhi oleh beberapa factor
sebagai berikut:
1.
Besarnya angkatan kerja
2.
Besarnya stok capital
3.
Keadaan atau tingkat teknologi
4.
Tingkat penganguran alamiah
42
5.
Harga factor-faktor produksi
Pasar barang adalah suatu bentuk pasar untuk seluruh macam barang dan jasa yang
diproduksi oleh semua produsen di suatu negara. Barang yang diproduksi ada minyak,
kelapa, telur, mobil, radio, kain, sayur mayur, dan sebagainya. Karena macam barangnya
banyak maka satuan untuk menghitungnya juga tidak sama.
Untuk mengatasi masalah tersebut kemudian menggunakan satuan nilai barang yang
menggunakan satuan uang, misalnya rupiah. Satuan ini disebut GDP atau Gross Domestik
Product, Produk Domestik Brutto (PDB). Harga untuk semua jenis barang yang diproduksi
kita sebut harga umum yang dapat ditunjukkan oleh suatu indeks yang disebut indeks harga.
Naik turunnya indeks harga menunjukkan naik turunnya harga semua barang dan jasa.
Indeks harga yang semakin tinggi merupakan suatu petunjuk bahwa harga barang dan jasa
semakin tinggi dan peristiwa ini disebut inflasi.
Inflasi dapat didefinisikan sebagai kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus
menerus.
PASAR BARANG
P
S
Pe
D
0
GDPe
GDP
A. Kurva IS
Dikenalkan oleh John Hicks, th 1937, Merupakan salah satu cara dalam menyajikan proses
keseimbangan umum Keynes
Keseimbangan di pasar barang adalah “Keseimbangan tercapai bila permintaan agregat
sama dengan penawaran agregat.. Keseimbangan sector riil atau pasar barang dan jasa
43
dikaitkan dengan nilai Investment = Saving ( I = S ) keseimbangan tersebut secara grafis
dinyatakan dengan kurva IS.
Kurva IS didefinisikan sebagai kurva yang menunjukan hubungan antara berbagai tingkat
bunga dan pendapatan nasional yang memungkinkan pasar barang dan jasa dalam
keseimbangan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi IS:
a.
Perubahan angka penganda
b.
Kepercayaan masyarakat dan pengusaha terhadap perekonomian
c.
Pengaruh marginal Propencity to Investment
S
S
I=S
S = Y – C(Y)
0
Y
I
0
I(i) = Y – C(Y)
i
i
IS
I = I(i)
0
Y
0
I
B. Kurva LM
Keseimbagan pasar uang merupakan keseimbangan antara permintaan uang (Liquidity
preference yang disingkat dengan L) dengan penawaran uang (Money Suply yang disingkat
dengan MS). Yang dinyatakan dengan kuva L-M
Definisi kuva LM adalah garis yang memperlihatkan berbagai kombinasi suku bunga dan
arus pendapatan yang menciptakan keseimbangan di pasar uang.
Penawaran uang adalah jumlah uang yang tersedia dalam perekonomian dan dapat
digunakan untuk membiaya transaksi. Penawaran disebut juga dengan jumlah uang beredar.
Permintaan Uang adalah keseluruhan jumlah uang yang ingin dipegang oleh masyarakat.
Untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kurva LM
1. Jumlah uang yang beredar
2. Jumlah uang yang diminta untuk spekulasi
3. Kepekaan permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga terhadap pendapatan
44
4. Kepekaan permintaan uang untuk spekulasi terhadap suku bunga.
m1
m1
m = kY
ms= m1 + m2
0
Y
m2
0
ms=kY+L(i)
i
i
LM
ms = L(i)
0
m2
0
Y
C. Model IS- LM
i
LM
IS
0
Y
Materi Kuliah ( Pertemuan Keenam)
A.
Bentuk-bentuk kebijakan Makro Ekonomi:
1.
Kebijakan
Fiskal
:
Merupakan
kebijakan
pemerintah
untuk
mengendalikan
perekonomian dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah
melalui APBN.
2.
Kebijakan Moneter : Merupakan kebijakan yang dilakukan bank sentral dalam
mengatur dan mengendalikan jumlah uang beredar
3.
Kebijakan Segi Penawaran : Mengurangi pajak, memberikan insentif fiskal, subsidi dan
infrastruktur, peraturan yang kondusif pada iklim usaha.
45
4.
Kebijakan luar Negeri : adalah kebijakan dalam mengendalikan uang yang masuk dan
keluar dari suatu Negara, agar neraca pembayaran tetap stabil dan mantap
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan makro yang dilaksanakan lewat APBN yang
dicerminkan oleh struktur pos-pos dalam APBN dan bukan hanya oleh nilai penerimaan dan
pengeluarannya.
1. Pos Utama Pada Sisi Pengeluaran
adalah : Pembelian barang dan jasa (G). Gaji
pegawai (W), Transfer Payment (R).
2. Pos utama pada sisi penerimaan adalah: Penerimaan pajak (T), Kredit dari bank sentral
(U), Pinjaman masyarakat dalam negeri (B), Pinjaman luar negeri (F)
Bentuk kebijakan fiscal dapat dibagi dua;
 Untuk Jangka pendek : berupa perubahan-perubahan dalam belanja maupun dalam
pengeluaran pemerintah, dan dalam system perpajakan.
 Untuk jangka panjang
a. Kebijakan penstabil otomatik , artinya menjalankan system perpajakan yang telah
ada, misalnya system pajak progresif dan proporsional.
b. Kebijakan fiscal diskresioneri artinya kebijakan yang secara khusus membuat
perubahan terhadap system yang ada, misalnya membuat undang – undang,
peraturan baru dibidang penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Kebijakan Moneter terdiri atas 2 bentuk yaitu kebijakan moneter yang kuantitatif dan
kebijakan moneter yang kualitatif.
a.
Kebijakan moneter Kuantitatif merupakan kebijakan umum yang bertujuan untuk
mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian yang
terdiri dari :
1. Operasi pasar terbuka (Open market Operation) yaitu melakukan jual beli suratsurat berharga pemerintah
2. Politik diskonto (tingkat bunga) yaitu kebijakan dalam menetukan tingkat bunga,
3. Cadangan wajib minimum (reserve requiretmen), yaitu kebijakan dalam
menetapkann cadangan wajib minimum untuk simpanan bank dan lembaga
keuangan lainya kepada bank Indonesia.
b.
Kebijakan moneter Kualitatif : bersifat melakukan kebijakan terpilih keatas beberapa
aspek dari masalah moneter yang dihadapai oleh pemerintah biasanya dibedakan
dalam dua jenis yaitu:
46
1)
Pengawasan pinjaman selektif yaitu menentukan jenis-jenis pinjaman mana yang
harus dikurangi atau digalakan kembali.
2)
Pembujukan moral yaitu bank sentral mengadakan pertemuan langsung dengan
pimpinan bank umum untuk meminta melakukan langkah-langkah tertentu
B. INFLASI DAN PENGANGURAN
Definisi inflasi Adalah kecenderungan dari harga-harga umum untuk naik secara terusmenerus. Dapat diamati dengan indek harga. Digolongkan menjadi: laju inflasi, sebabmusababnya, asal inflasi.
Jenis inflasi berdasarkan laju inflasi
1. Moderat Inflation (Ringan), < 10% setahun
2. Sedang, 10% - 30% setahun
3. Galloping inflation (Berat), 30% - 100% setahun
4. Hiperinflasi, > 100% setahun.
Sebab terjadinya inflasi
1. Demand Inflation, inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai
barang terlalu kuat.
2. Cost Inflation, inflasi yang timbul karena kenaikan ongkos produksi.
Asal inflasi :
1. Domestic Inflation, inflasi yang berasal dari dalam negeri.
2. Imported Inflation, inflasi yang berasal dari luar negeri.
Teori yang berkaitan dengan inflasi antara lain :
1. TEORI KUANTITAS Penyebab utama inflasi adalah pertambahan jumlah uang yang
beredar, dan Psikologi masyarakat mengenai kenaikan harga-harga di masa
mendatang.
2. TEORI KEYNES
Inflasi terjadi karena masyarakat hidup di luar batas kemampuan
ekonomisnya.Terjadi perebutan rezeki antara golongan-golongan masyarakat, sehingga
permintaan agregat melebihi jumlah barang yang tersedia.
3. TEORI STRUKTURALIS Adalah teori inflasi jangka panjang karena menyoroti sebabsebab inflasi yang berasal dari kekakuan struktur ekonomi Pertambahan produksi terlalu
lambat dibandingkan pertumbuhan kebutuhannya.
Dampak Buruk Inflasi bagi perekonomian
1. Inflasi mempengaruhi efisiensi dalam kegiatan ekonomi , karena akan menimbulkan
distorsi harga, yaitu suatu kondisi harga produk berada dibawah biaya produksi, inflasi
47
menyebabkan para pengusaha untuk mengkalkulasi harga dan mengubah ulang label –
label harga yang tidak efisien , Ketika biaya naik akibat inflasi hal ini merugikan bagi
pengusaha
2. Inflasi mengakibatkan turunnya pertumbuhan ekonomi, ketidakstabilan harga disaat
inflasi berdampak terhadap keenganan investor berinvestasi, Terjadinya peralihan
modal bagi para investor akibat ketidakpastian dalam inflasi menyebabkan merosotnya
jumlah invetasi dalam suatu kegiatan ekonomi yang akan memperlambat pertumbuhan
ekonomi.
3. Mematikan perdagangan dalam negeri misalnya inflasi berpengaruh terhadap debitor
dan kreditor, debitor mendapat keuntungan atas penderitaan kreditor selama inflasi.
4. Berdampak yang buruk bagi neraca pembayaran luar negeri
5. Inflasi mengubah distribusi pendapatan, ketika terjadi inflasi real income masyarakat
turun dan mereka terpaksa melakukan redistribusi pendapatan yang diterimannya.
Inflasi juga mempengaruhi perubahan kekayaan yang dimiliki mayarakat secara
individual.
Menghitung Inflasi
Berdasarkan data berikut ini berapakah indeks konsumen tahun 1999 jika diketahui indeks
harga tahun 1998 sebesar 130. Berapakah inflasi tahun 1999?
Tahun 1998
Jenis barang
1. Teh botol
2. Baju
3. celana
4. Sewa rumah
5. pengakutan
6. nonton film
Harga
Rp. 1.000
Rp.10.000
Rp.15.000
Rp. 50.000
Rp.
500
Rp. 2 000
Jumlah
100
2
1
1
30
2
Harga
Rp. 1.200
Rp.15.000
Rp.20.000
Rp.75.000
Rp. 750
Rp. 3 000
Jumlah
100
2
1
1
30
2
Nilai
Rp. 100.000
Rp. 20.000
Rp. 15.000
Rp. 50.000
Rp. 15.000
Rp. 4.000
Rp 204.000
Jawaban :
Tahun 1999
Jenis barang
2. Teh botol
2. Baju
3. celana
7. Sewa rumah
8. pengakutan
9. nonton film
Nilai
Rp. 120.000
Rp. 30.000
Rp. 20.000
Rp. 75.000
Rp. 22.500
Rp. 6.000
Rp 273.500
Dengan demikian indeks harga konsumen untuk akhir tahun 1999 adalah
Formula Inflasi:
Indeks Harga = IHK 1 x 100
IHK o
= 273.500 x 100
= 134.07
204.000
48
Tingkat Inflasi = IHK 1 – IHK 0 x 100
IHK 0
=134.07 – 130 X 100
= 3.13 %
130
PENGANGURAN
Definisi dari penganguran adalah orang-orang yang usianya berada dalam angkatan kerja
dan sedang mencari pekerjaan. Setiap orang dikatakan mengangur jika orang tersebut
berada dalam usia angkatan kerja (18 – 55 tahun) tetapi tidak mempunyai pekerjaan secara
rutin dan telah melakukan upaya untuk mendapatakan pekerjaan selama empat minggu
terakhir sangat sulit untuk menciptakan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, hal ini sesuai
dengan teori Philips tentang inflasi dan penganguran.
Tingkat Penganguran =
Jumlah yang mengangur
---------------------------------- x 100%
Jumlah angkatan kerja
Contoh Soal :
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah
14.891.761 orang, tetapi hanya sebanyak 9.124.458 orang yang tergolong sebagai
angkatan kerja. Diantara angkatan kerja tersebut sebanyak 8.528.571 orang yang
mempunyai pekerjaan. Berdasarkan pada data tersebut hitunglah tingkat partisipasi
angkatan kerja, jumlah pengaguran dan partisipasi penganguran?
Jawaban:
b. Tingkat partisipasi angkatan kerja = 9.124.458 X 100 = 61,3 persen
14.891.761
c. Jumlah Penganguran = 9.124.458 – 8.528.571
d. Tingkat partisipasi penganguran = 595.887
9.124.458
= 595.887 orang
x 100 = 6.5 persen
Jenis-jenis Penganguran
1.
Penganguran Friksional : penganguran yang disebabkan ketidakcocokan antara
lapangan kerja yang tersedia dengan keinginan pekerja
2.
Penganguran Struktural ; penganguran yang disebabkan karena adanya perubahan
atau perkembangan teknologi dalam kegiatan ekonomi
3.
Penganguran Siklikal : adalah penganguran yang disebabkan oleh adanya fluktuasi
dalam perkembangan bisnis atau yang dinamakan kemerosotan perekonomian suatu
Negara.
4.
Penganguran musiman ini terjadi pada sector pertanian, yang kegiatan kerja
tergantung kepada musim.
49
5.
Penganguran tidak kentara adalah penganguran ini bukan berarti mereka tidak bekerja
sama sekali, mereka bekerja tetapi nilai produktivitas mereka sangat rendah atau tidak
ada, artinya misalnya suatu kegiatan usaha bila dikerjakan oleh lima orang hasilnya 20
unit, tetapi bila dikerjakan dua orang hasilnya tetap sama, tiga orang dari lima pekerja
tersebut adalah penganguran karena nilai produktivitasnya boleh dikatakan tidak ada.
Dampak penganguran terhadap perekonomian
1. Tingkat kesejahteraan menurun
2. Pertumbuhan ekonomi menurun
3. Penerimaan pemerintah berkurang
4. GNP actual yang dicapai lebih rendah
Kondisi ini menyebabkan ketersediaan produk nasional tidak dapat mencukupi kebutuhan
masyarakat, dampak social berawal pada aspek psikologi seperti hilangnya rasa harga diri
dan timbulnya depresi. Hal ini akan menimbulkan berbagai ganguan terhadap kesehatan
dan bisa juga mendorong meningkatnya tingkat kejahatan atau kriminalitas.
Pasar tenaga kerja adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Permintaan akan tenaga kerja datang dari produsen dan pemerintah, sedangkan
penawaran tenaga kerja berasal dari rumah tangga konsumen.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah tenaga kerja yang diminta antara lain adalah
upah tenaga kerja, tehnologi, pendidikan serta ketrampilan tenaga kerja, dan penerimaan
produsen.
Selain itu, faktor-faktor lainnya seperti umur tenaga kerja, pengalaman, penampilan dapat
juga ikut mempengaruhi permintaan akan tenaga kerja.
50
Materi Kuliah ( Pertemuan Ketujuh)
A. Perdagangan Luar Negeri
Yang dimaksud dengan perekonomian terbuka adalah ada pasar luar negeri di dalam
proses keseimbangan umum.
Terdapat 3 konsep pokok yang terpengaruh dengan pasar luar negeri ini:
1. permintaan agregat
2. permintaan/penawaran uang
3. harga barang/jasa
Permintaan agregat mempunyai unsur tambahan, yaitu neraca perdagangan.
Z=C+I+G+X–M
Impor adalah kegiatan membeli produk luar negeri untuk keperluan atau untuk dipasarkan
dalam negeri. Yang dapat berupa impor yang dapat dilihat secara fisik , non fisik maupun
dalam bentuk modal.
Permintaan akan barang impor dan penawaran barang impor akan menentukan harga impor
dan volume impor. Harga rata-rata impor dikalikan volume impor menghasilkan pengeluaran
devisa.
Faktor-faktor yang menetukan impor:
1. Harga dan nilai tukar/kurs valuta asing
2. Kondisi produk nasional yang dihasilkan dalam negeri
3. Kebijakan proteksi Negara pengimpor
Ekspor adalah suatu kegiatan menjual produk dalam negeri kepasar diluar negeri yang
dapat berupa ekspor yang dapat dilihat secara fisik, non fisik dan ekspor dalam bentuk
modal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor:
1. Daya saing produk yang dihasilkan seperti kualitas dan harga
2. Kondisi ekonomi Negara yang menjadi penerima ekspor terutama daya beli
3. Kebijakan proteksi Negara yang menjadi tujuan ekspor
4. Kurs Valuta asing.
Pasar ekspor umumnya diamati bersama-sama dengan pasar impor, melalui:
1.
Neraca Perdagangan: penerimaan devisa ekspor dikurangi pengeluaran devisa untuk
impor
51
2.
Dasar Penukaran Luar Negeri (terms of trade) adalah: Harga rata-rata ekspor dibagi
harga rata-rata impor
3.
Cadangan Devisa: adalah: Persediaan devisa yang kita punyai pada awal tahun plus
saldo neraca pembayaran
Pengertian permintaan dan penawaran uang atau yang disebut dengan Pasar uang
adalah : Permintaan dan penawaran uang harus mencakup hubungan keuangan dengan luar
negeri, Tingkat bunga di luar negeri harus diperhitungkan, Penciptaan uang inti yang berasal
dari defisit atau surplus neraca pembayaran harus diperhitungkan.
Harga Barang dan jasa adalah: Harga luar negeri barang ekspor dan impor dan kurs
devisa merupakan variabel baru yang akan mempengaruhi proses keseimbangan umum.
Kebijakan Makro pada perekonomian terbuka
1.
Bagaimana membawa perekonomian ke arah posisi keseimbangan intern dan
keseimbangan ekstern secara simultan.
2.
Keseimbangan intern (internal balance): mencapai tingkat output full employment tanpa
inflasi.
3.
Keseimbangan ekstern (external balance): Neraca Pembayaran yang seimbang.
4.
Menurut kaum Klasik, posisi keseimbangan bisa dicapai secara otomatis tanpa campur
tangan pemerintah.
5.
Pendapat kaum Klasik tidak sesuai dengan kenyataan, semuanya harus dicapai melalui
kebijakan fiskal/moneter.
Ada dua bentuk kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan luar negeri:
1.
Kebijakan ekspansi ekspor : yaitu upaya perluasan ekspor baik dalam bentuk maupun
jumlahnnya dengan kualitas yang mempunyai daya saing yang tinggi.
2.
Kebijakan substitusi impor yaitu upaya membatasi impor untuk produk-produk yang
dapat dihasilkan Negara sendiri. Yang dapat dilakukan dengan kebijakan proteksi
berupa tarif, subsidi ekspor dan quota serta dalam bentuk kebijakan berupa pemberian
hak monopoli kepada pengusaha domestic.
52
Download