STADIUM KANKER PAYUDARA DITINJAU DARI USIA DAN

advertisement
STADIUM KANKER PAYUDARA DITINJAU DARI USIA DAN PARITAS IBU
DI UNIT RAWAT JALAN RSUD Dr. SOEGIRI
KABUPATEN LAMONGAN
Sulistiyowati
…………......……….…… ……
. .….ABSTRAK…… … ......………. …… …… . .….
Payudara merupakan salah satu organ penting wanita yang erat kaitannya dengan fungsi
reproduksi dan kewanitaan. Karena itu gangguan payudara tidak sekedar memberikan gangguan
kesakitan sebagaimana penyakit pada umumnya, seorang wanita terkena kanker keduanya,
mungkin harus ditindaki bedah dimana kedua payudaranya diangkat. Dari survei awal didapatkan
(16,7%) kasus kanker payudara, maka masalah penelitian adalah masih tingginya kanker payudara
di RSUD Dr. Soegiri-Lamongan.
Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, populasinya adalah seluruh
penderita kanker payudara di Unit Rawat Jalan RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2012,
sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Besar sampel 50. Variabel independen
usia dan paritas sedangkan variabel dependen stadium kanker payudara. Data Penelitian melihat
data rekam medis. Data ditabulasi dan analisis dengan uji Rank Spearman dan uji coefficient
contingency dengan tingkat signifikan 0.05.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian ibu penderita kanker payudara
berusia 41-55 tahun yaitu sebanyak 29 orang (58,0%), dari sebagian responden termasuk
resiko tinggi (nullipara dan grandemultipara) yaitu 34 orang (68,0%) dan lebih dari sebagian
ibu menderita kanker payudara pada stadium II yaitu sebanyak 26 orang (52%), terdapat hubungan
antara usia dan paritas dengan stadium kanker payudara dengan nilai p= 0,000.
Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya upaya diagnosis dini dengan SADARI agar dapat
meminimalkan frekuensi stadium kanker yang dialami penderita kanker payudara dengan diadakan
perkumpulan ibu-ibu untuk memberikan penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara sehingga
menurunkan kejadian kanker payudara.
Kata Kunci : Usia, paritas , Kanker payudara
PENDAHULUAN. …… .
… ….
Payudara dimiliki oleh setiap orang,
laki-laki maupun wanita. Pada laki-laki
payudara mengalami rudimenter dan tidak
penting, sedangkan pada wanita menjadi
besar dan penting. Payudara merupakan salah
satu organ penting wanita yang erat
kaitannya dengan fungsi reproduksi dan
kewanitaanya. Karena itu gangguan payudara
tidak sekedar memberikan gangguan
kesakitan sebagaimana penyakit pada
umumnya, tetapi juga akan mempunyai efek
estetika dan psikologi khusus bila seorang
wanita terkena kanker kedua payudaranya,
mungkin harus ditindaki dengan bedah
SURYA
dimana kedua payudaranya diangkat
(Bustan, 2007).
Payudara terdiri dari kumpulan
kelenjar dan jaringan lemak yang terletak
diantara kulit dan tulang dada (Bustan, 2007).
Payudara lazimnya mulai pada kosta ke-2
atau ke-3 sampai tulang rawam iga ke-7, dan
dari garis aksilla depan sampai ke pinggir
sternum (Hanifa, 2005). Kanker payudara
merupakan hasil dari perubahan sel yang
mengalami pertumbuhan tidak normal dan
tidak terkontrol. Peningkatan jumlah sel tidak
normal ini membentuk benjolan yang disebut
kanker (Bobak, 2004).
Kanker payudara hingga saat ini
masih menjadi masalah besar di dunia
9
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
maupun di Indonesia. Angka kesakitan dan
kematian cenderung meningkat. Hal ini
disebabkan
sebagian besar
penderita
ditemukan dalam keadaan stadium lanjut,
sehingga upaya penanggulangan sulit
dilakukan
(Koesnadi, 2008). Kanker
payudara sering ditemukan di seluruh dunia
dengan insiden relatif tinggi yaitu 20% dari
seluruh keganasan. Dari 600.000 kasus
kanker payudara baru yang didiagnosa setiap
tahunnya, sebanyak 350.000 diantaranya
ditemukan di negara maju, sedangkan
250.000 di negara yang berkembang. kanker
payudara menempati urutan kedua dari
seluruh kanker pada perempuan dengan
insiden rate 38 per 100.000 perempuan
(Sirait, 2009).
Berdasarkan survei awal di URJ
RSUD Dr. Soegiri, pada tahun 2010
penderita kanker payudara sebanyak 62 kasus
baru atau 17,4% dari jumlah kunjungan 356
sedangkan tahun 2011 sebanyak 57 kasus
baru atau 16,7% dari jumlah kunjungan 340 .
Pada bulan Januari sampai Maret tahun 2012
penderita kanker payudara sebanyak 9 kasus
baru atau 5,7% dari jumlah kunjungan 157.
Berdasarkan data diatas maka masalah
penelitian masih tingginya kejadian kanker
payudara di RSUD Dr. Soegiri-Lamongan.
Beberapa faktor yang diperkirakan
mempunyai pengaruh terhadap terjadinya
kanker payudara antara lain faktor umur,
faktor hormon, faktor penyakit fibrokistik,
faktor radiasi, faktor paritas, konsumsi lemak.
Umur tua lebih beresiko dari umur
muda. Semakin tua seseorang akan
berpotensi untuk terserang kanker payudara.
Seorang wanita yang berumur 50 tahun 8x
lipat lebih berpeluang untuk terserang kanker
payudara dibanding dengan wanita yang
berusia 30 tahun. Kanker payudara sangat
jarang ditemukan pada wanita dengan usia
dibawah 35 tahun (Syafir, 2011).
Paritas, jika nuliparitas (tidak ada
anak) maka mempunyai risiko kanker
payudara. Paritas 1 atau 2 dianggap rendah
risiko dan kemudian paritas banyak
meningkatkan risiko lagi. Salah satu faktor
yang harus diperhatikan dalam paritas ini
adalah kelahiran anak full-trem sehingga
SURYA
tidak termasuk yang abortus dalam
perhitungan jumlah paritas (Bustan, 2007).
Hormon, terdapat peningkata kanker
payudara yang bermakna pada para
pengguna terapi estrogen replacement.
Pengaruh hoormonal seperti menstruasi
terlalu dini (dibawah 12 tahun), terlambat
menaupose, tidak pernah mengalami
kehamilan, terlambat hamil (setelah usia 30
tahun) dan penggunaan pil KB juga
merupakan faktor terjadinya kanker (Syafir,
2011).
Penyakit fibrokistik, pada wanita
dengan adenosis, fibroadenoma dan fibrosis,
tidak ada peningkatan risiko terjadinya
kanker payudara. Pada hiperplasis dan
papiloma,resiko sedikit meningkat 1,5
sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia
atipik,risiko meningkat hingga 5 kali (Syafir,
2011).
Obesitas, terdapat hubungan yang
positif antara berat badan dan bentuk tubuh
dengan kanker payudara pada wanita pasca
menaupose. Konsumsi lemak, diperkirakan
sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker
payudara (Syafir, 2011).
Riwayat
keluarga,
merupakan
komponen yang penting dalam riwayat
penderita yang akan dilaksanakan skrining
untuk
kanker
payudara.
Terdapat
peningkatan risiko keganasan ini pada
wanita yang keluarganya menderita kanker
payudara (Soleman, 2009).
Zat
karsinogenetik,
zat
karsinogenetik yang masuk lewat makanan
antara lain adalah asam lemak dari makanan
tinggi lemak jenuh, cairan empedu, serta zat
karsinogenik yang terkandung dalam
makanan seperti daging asap maupun
makanan yang mengandung bahan pengawet
(Siswono, 2001).
Pencegahan
kanker
payudara
dilakukan upaya diagnosis dini dengan
SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
Tujuan dari SADARI secara rutin adalah
untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk
payudara sehingga jika terjadi perubahan
dapat segera diketahui. Selain itu menyusui
juga merupakan salah satu faktor penting
yang memberikan proteksi terhadap ibu,
10
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
upaya laktasi akan memberikan dampak
ganda, menimggkatkan kesehatan bayi dan
juga dapat menghindari ibu dari kanker
payudara (Bustan, 2007)
Dari tabel 1 diatas diperoleh hasil bahwa
hampir sebagian responden bekerja sebagai
wiraswasta yaitu 46,0% dan sebagian kecil
responden bekerja sebagai PNS yaitu 2,0%.
2. Data Khusus
1). Usia Responden
Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan
usia di Unit Rawat Jalan RSUD
Dr. Soegiri Lamongan tahun 2012
METODE PENELITIAN.…
… .…
Jenis penelitian ini adalah Analitik
dengan pendekatan Cross Sectional. seluruh
penderita kanker payudara di Unit Rawat
Jalan RSUD Dr. Soegiri sebesar 57 orang.
Sampel penelitian ini adalah sebagian
penderita kanker payudara di Unit Rawat
Jalan RSUD Dr. Soegiri sebesar 50 orang.
Variabel Independent: usia dan paritas
Variabel Dependen: Stadium Kanker
payudara. Pengumpulan data dengan lembar
observasi rekam medik dan pengolahan data
menggunakan editing, coding, scoring,
tabulating kemudian dilakukan analisis
dengan menggunakan uji korelasi spearmen
Rank (Rho)
No
Prosentase
(%)
1
10-18
0
0
2
19-40
14
28,0
3
41-55
29
58,0
4
56-60
5
10,0
5
>60
2
4,0
Jumlah
50
100
Dari tabel 2 diatas diperoleh hasil
bahwa lebih dari sebagian responden berusia
41-55 tahun yaitu 29 orang (58,0%) dan tidak
satupun responden yang berusia 10-18 tahun
yaitu 0 orang (0%)
2). Paritas Responden
Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan
paritas di Unit Rawat Jalan RSUD
Dr. Soegiri Lamongan tahun 2012
HASIL .PENELITIAN
…
1. Data Umum
1) Gambaran Lokasi Penelitian
Lokasi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah RSUD Dr. Soegiri
Lamongan. RSUD Dr. Soegiri Lamongan
merupakan salah satu rumah sakit di
Kabupaten Lamongan dan merupakan rumah
sakit tipe B Non pendidikan sesuai dengan
keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 105/
Menkes/ II/ 1988. Penelitian ini dilakukan di
Unit Rawat Jalan Bedah
2) Karakteristik Responden
(1) Karakteristik responden berdasarkan
pekerjaan
Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan
pekerjaan di Unit Rawat Jalan
RSUD Dr. Soegiri Lamongan
tahun 2012
No
Pekerjaan
Jumlah Prosentase
(%)
1
Tidak Bekerja
7
14,0
2
Buruh
10
20,0
3
Petani
9
18,0
4
Wiraswasta
23
46,0
5
PNS
1
2,0
Jumlah
50
SURYA
No
1
2
Usia
Jumlah
Paritas
Resiko rendah
(Primipara,Multipara)
Resiko tinggi (Nullipara,
Grandemultipara
Jumlah
f
16
(%)
32,0
34
68,0
50
100
Dari tabel 3 diatas diperoleh hasil
bahwa lebih dari sebagian
responden
termasuk resiko tinggi (nullipara dan
grandemultipara) yaitu 34 orang (68,0%)
3). Stadium kanker payudara
Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan
stadium kanker payudara di Unit
Rawat Jalan RSUD Dr. Soegiri
Lamongan tahun 2012
No
Kanker
Jumlah Prosentase
Payudara
(%)
1
Stadium I
12
24,0
2
Stadium II
26
52,0
3
Stadium III
12
24,0
4
Stadium IV
0
0
Jumlah
50
100
11
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
Dari tabel 4 diatas diperoleh hasil
bahwa lebih dari sebagian responden
mengalami kanker payudara pada stadium II
yaitu 26 orang (52,0%) dan tidak satupun
kejadian kanker payudara pada stadium IV
yaitu 0%.
4). Hubungan Usia dengan Stadium
Kanker payudara
Tabel 5. hubungan usia dengan stadium
kanker payudara di Unit Rawat
Jalan
RSUD
Dr.
Soegiri
Lamongan tahun 2012
No
Usia
1.
10-19
Stadium kanker payudara
3
(21,4%)
23
5
(79,3%) (17,3%)
56-60
1
(73,4
%)
0
(0%)
> 60
0
(0%)
19-40
3.
41-55
4.
5.
Jumlah
5). Hubungan Paritas dengan Stadium
Kanker payudara
Tabel 6. Hubungan paritas dengan stadium
kanker payudara di Unit Rawat Jalan
RSUD Dr. Soegiri Lamongan tahun
2012
No
0
(0%)
0
(0%)
14
(100%)
0
(0%)
29
(100%)
0
(0%)
5
(100%)
0
(0%)
5
(100%)
0
(0%)
2
(100%)
0
(0%)
2
(100%)
26
12
12
(24,0%) (52,0%) (24,0%)
0
(0%)
50
(100%)
rs=0.820 dan p=0.000
Berdasarkan tabel 5 diatas dari 14
responden yang berusia 19-40 tahun hampir
seluruhnya mengalami kanker payudara
stadium I yaitu 11 orang (78,6%), dari 29
responden yang berusia 41-55 tahun hampir
seluruhnya mengalami kanker payudara
stadium II yaitu 23 orang (79,3%), dari 5
responden yang berusia 56-60 tahun seluruhya
mengalami kanker payudara stadium III yaitu 5
orang (100%) dan dari 2 responden yang
berusia >60 tahun seluruhnya mengalami
kanker payudara stadium III yaitu 2 orang
(100%). Hasil uji Rank Spearman dengan SPPS
versi 16,0 didapatkan (rs) = 0,820 p= 0,000
dimana p < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho
ditolak
terdapat hubungan Usia dengan
Stadium Kanker Payudara di Unit Rawat Jalan
RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Semakin tua usia
ibu maka semakin berat stadium kanker
payudara yang dideritanya. Sebaliknya semakin
SURYA
Paritas
Jumlah
Stadium Stadium Stadium Stadium
I
II
III
IV
0
0
0
0
0
(0 %)
(0%)
(0%)
(0%)
(0%)
11
(78,6%
)
2.
muda usia ibu maka semakin ringan stadium
kanker payudara yang dideritanya.
1.
Resiko
rendah
2.
Resiko
tinggi
Jumlah
Stadium kanker payudara
Jumlah
Stadium Stadium Stadium Stadium
I
II
III
IV
13
3
0
0
16
(81,3% (18,7%)
(0%)
(0%) (100%)
)
4
(11,8%
)
12
15
3
34
(44,1%) (8,8%) (100%)
(35,3%)
18
12
3
50
17
(34,0%) (36,0%) (24,0%) (6,0%) (100%)
C= 0.794 dan p=0.000
Berdasarkan tabel 6 diatas dari 16
responden yang mempunyai resiko rendah
hamper seluruhnya mengalami kanker
payudara stadium I yaitu 13 orang (81,3%),
dari 34 responden yang mempunyai resiko
tinggi mengalami kanker payudara hampir
sebagian
mengalami kanker payudara
stadium III yaitu 15 orang (44,1%).
Hasil uji Coefisient Contingensi
dengan SPPS versi 16,0 didapatkan (C) =
0,820 p= 0,000 dimana p < 0,05 maka dapat
disimpulkan Ho ditolak terdapat hubungan
Paritas dengan Stadium Kanker Payudara di
Unit Rawat Jalan RSUD Dr. Soegiri
Lamongan.
PEMBAHASAN
1) Usia Ibu penderita kanker payudara
Berdasarkan tabel 2, menunjukkan
bahwa lebih dari sebagian ibu penderita
kanker payudara adalah berusia 41-55. Oleh
karena itu akan lebih baik jika wanita usia
muda menjaga kesehatan dengan cara
melakukan pemeriksaan sedini mungkin
yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan
payudara sendiri (SADARI).
Umur tua lebih beresiko dari umur
muda, semakin tua seseorang akan berpotensi
12
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
untuk terserang kanker payudara. Seorang
wanita yang berumur 50 tahun 8x lebih
berpeluang untuk terserang kanker payudara
dibanding dengan wanita yang berusia 30
tahun. Kanker payudara sangat jarang
ditemukan pada wanita dengan usia dibawah
35 tahun (Syafir, 2011).
Dimana usia tersebut merupakan usia
lanjut yang biasanya sering terjadi penurunan
daya tahan tubuh sehingga orang tersebut
akan mudah terkena suatu penyakit, salah
satunya yaitu kanker payudara karena
semakin semakin bertambahnya usia
seseorang maka akan semakin banyak
penyakit yang menyerang tubuh wanita,
terutama pada wanita dewasa dengan rentan
usia 40-60 tahun.
2) Paritas ibu penderita kanker payudara
Berdasarkan tabel 3 diatas diperoleh
hasil bahwa lebih dari sebagian ibu
penderita kanker payudara termasuk resiko
bekerja sebagai wiraswasta maka waktu
untuk periksa kesehatan semakin sedikit
karena waktunya lebih banyak digunakan
untuk bekerja diluar. Dengan begitu akan
mempengaruhi peningkatan stadium kanker
payudara. Berbeda dengan ibu yang sering
berada dirumah mereka mempunyai waktu
lebih banyak untuk memeriksakan kesahatan
sehingga stadium kanker payudara akan
berkurang.
Menurut molland (2010) seseorang
yang bekerja memiliki kecenderungan sulit
dalam membagi waktunya. Kebanyakan
seorang wiraswasta lebih menutup diri
terhadap informasi tentang kesehatan
sehingga memunculkan tindakan yang
negatif.
Hal tersebut sesuai dengan pendapat
Thomas (1996) dalam Nursalam dan Pariani
(2001) pekerjaan adalah kebutuhan yang
harus dilakukan untuk menunjang kehidupan
keluarga. Bekerja umumnya hal yang
menyita
waktu
sehingga
dapat
mempengaruhi hal yang lain termasuk juga
dalam hal mengetahui sesuatu diluar
pekerjaan
4) Hubungan Usia dengan Stadium
Kanker Payudara
Berdasarkan
hasil
uji
spss
menggunakan uji rank spearman corelation
dengan nilai p = 0,000 dimana p < 0,05 H0
ditolak maka artinya terdapat hubungan
antara usia dengan stadium kanker payudara
di URJ RSUD Dr. Soegiri Lamongan.
Semakin tua umur seseorang akan
mengalami proses kemunduran. Sebenarnya
proses kemunduran itu tidak terjadi pada satu
alat saja tetapi pada seluruh organ tubuh.
Semua
bagian
tubuh
mengalami
kemunduran, sehingga pada usia lanjut lebih
banyak kemungkinan jatuh sakit, atau mudah
mengalami infeksi (Benson, Ralph C, 2008).
Umur seseorang akan mengalami
proses kemunduran.
Sebenarnya proses
kemunduran itu tidak terjadi pada satu alat
saja tetapi pada seluruh organ tubuh. Semua
bagian tubuh mengalami kemunduran,
sehingga pada usia lanjut lebih banyak
kemungkinan jatuh sakit (Benson, Ralph C,
2008). Seorang wanita secara fisik dan
tinggi (nullipara dan grandemultipara),
kemungkinan dipengaruhi usia ibu
Dari tabel 2 diatas diperoleh hasil
bahwa lebih dari sebagian ibu berusia 41-55
tahun yaitu 29 orang (58,0%) Risiko
terjadinya kanker payudara bertambah
sebanding dengan pertambahan usia karena
pengaruh paparan hormonal(estrogen) yang
lama serta paparan faktor risiko lain yang
memerlukan waktu lama untuk dapat
menginduksi terjadinya kanker payudara.
Usia dikaitkan dengan paritas atau
jumlah anak, semakin tua usia ibu
kemungkinan ibu sudah mempunyai anak
banyak sehingga berisiko terjadinya kanker
payudara karena terlalu lama terpapar dengan
hormone esterogen yang merupakan pemicu
terjadinya kanker payudara
3) Stadium Kanker Payudara
Tabel 4 menunjukkan bahwa lebih
dari sebagian ibu menderita kanker payudara
pada stadium II, kemungkinan disebabkan
oleh pekerjaan.
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan
bahwa ibu yang menderita kanker payudara
hampir sebagian bekerja sebagai wiraswasta.
Pekerjaan merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi keteraturan ibu untuk
memeriksakan kesehatannya. Dengan ibu
SURYA
13
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
psikologi berbeda dengan laki-laki. Fisik
seorang wanita lebih rentan terhadap
penyakit. Dimana seorang wanita mengalami
banyak perubahan masa pada setiap rentan
usia sehingga tubuh harus menyesuaikan
terhadap perubahan yang terjadi. Semakin
bertambah usia seorang wanita maka akan
mengalami penurunan pada semua fungsi
organ termasuk payudara.
Usia memang memberikan pengaruh
tersendiri terhadap terjadinya kasus kanker
payudara, terutama bagi perempuan yang
berusia > 40tahun. Akan tetapi tidak semua
perempuan yang tergolong usia tua atau
muda pun dapat beresiko terhadap kejadian
kanker payudara, karena selain faktor usia
masih banyak lagi faktor lain yang dapat
mempengaruhi kejadian kanker payudara.
Upaya untuk mencegah kanker payudara
dilakukan upaya diagnosis dini dengan
SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri).
Tujuan dari SADARI secara rutin adalah
untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk
payudara sehingga jika terjadi perubahan
dapat segera diketahui.
5) Hubungan Paritas dengan Stadium
Kanker Payudara
Berdasarkan tabel 6 diatas dari 16
responden yang mempunyai resiko rendah
hamper seluruhnya mengalami kanker
payudara stadium I yaitu 13 orang (81,3%),
dari 34 responden yang mempunyai resiko
tinggi mengalami kanker payudara hampir
sebagian
mengalami kanker payudara
stadium III yaitu 15 orang (44,1%).
Berdasarkan
hasil
uji
spss
menggunakan uji Coefisient Contingency
dengan nilai p = 0,000 dimana p < 0,05 H0
ditolak maka artinya terdapat hubungan
antara usia dengan stadium kanker payudara
di URJ RSUD Dr. Soegiri Lamongan
Paritas, jika nuliparitas (tidak ada
anak) maka mempunyai risiko kanker
payudara. Paritas 1 atau 2 dianggap rendah
risiko dan kemudian paritas banyak
meningkatkan risiko lagi. Salah satu faktor
yang harus diperhatikan dalam paritas ini
adalah kelahiran anak full-trem sehingga
tidak termasuk yang abortus dalam
perhitungan jumlah paritas (Bustan, 2007).
SURYA
Risiko terjadinya kanker payudara
bertambah sebanding dengan pertambahan
usia
karena
pengaruh
paparan
hormonal(estrogen) yang lama serta paparan
faktor risiko lain yang memerlukan waktu
lama untuk dapat menginduksi terjadinya
kanker payudara. Dr. Anne McTiernan dan
Fred Hutchinson dari pusat penelitian di
Seattle, Washington mengatakan Menyusui
merupakan salah satu cara untuk mengurangi
risiko terjadinya kanker payudara.
KESIMPULAN DAN SARAN DAN SARA
1. Kesimpulan
Setelah peneliti menganalisa data dan
melihat hasil analisa data maka peneliti
mengambil suatu kesimpulan sebagai berikut:
1)
Lebih dari sebagian ibu penderita
kanker payudara yaitu usia 41-55 tahun
2)
Lebih dari sebagian ibu mengalami
kanker payudara pada stadium II
3)
Terdapat hubungan usia dengan
stadium kanker payudara di Unit
Rawat Jalan RSUD Dr. Soegiri
Lamongan
2. Saran
Semoga dengan adanya penelitian
ini dapat digunakan sebagai masukan
dalam melakukan penelitian selanjutnya
khususnya yang berkaitan dengan kanker
payudara
dan
faktor-faktor
yang
mempengaruhinya.
Perlu meningkatkan motivasi dan
penyuluhan yang diberikan pada ibu
untuk ikut berperan aktif dalam
melakukan deteksi dini kanker payudara.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,
Suharsimi.
2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek I, Jakarta : PT. Rineka
Cipta
Benson, Ralph C. 2008. Buku Saku Obstetri
dan Ginekologi. Jakarta : EGC
Bobak, 2004. Buku Ajar Keperawatan
Maternitas. Jakarta : EGC
14
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Stadium Kanker Payudara Ditinjau Dari Usia Dan Paritas Ibu Di Unit Rawat Jalan
RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan
Bustan, MN, 2007. Epidemiologi Penyakit
Tidak Menular, Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Richard S, Snell. 2006. Anatomi Klinik untuk
Mahasiswa Kedokteran. Jakarta :
EGC
Cunningham, F. Gary. 2006. Obstetri
Williams. Jakarta : EGC
Sirait.
Eko, Budiarto. 2001. Biostatistik Untuk
Kedokteran
dan
Kesehatan
Masyarakat. Jakarta : EGC
Siswono. 2001. Cegah Kanker Payudara
Kolorektal Dengan Deteksi Dini
dan Serat. Jakarta : www. gizi net.
diakses Pada tanggal 01 Agustus
2009
Evelyn, Pearcie. 2006. Anatomi dan Fisiologi
Untuk Paramedi. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama
Hanifa, Wiknjosastro. 2005. Ilmu Kandungan.
Jakarta: YBP-SP
Soekidjo, Notoatmodjo. 2002. Metodologi
Penelitian Kesehatan, Jakarta :
PT Rineka Cipta
Hidayat, Aziz Alimul A. 2007. Metode
Penelitian
Kebidanan
dan
Tekhnik Analisa Data, Jakarta :
EGC
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan
Metodologi
Penelitian
Ilmu
Keperawatan: Pedoman Skripsi,
Tesis dan Instrumen Penelitian
Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika
Potter dan Perry. 2005. Ajar Pandumental
Keperawatan. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. (2005). Ilmu
Kebidanan. Jakarta : YBPSP
Soleman.
2009. Aspek Klinis Dan
Epidemiologis Penyakit. Jakarta :
http:// Stetoskop Merah blog spot.
Diakses pada tanggal 11 Juni
2009
Sugiyono.
2006. Statistika
Bandung : Alfabeta
Suharsimi,
Arikunto. 2009. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Penelitian.
Syafir. 2011. Penyebab Terjadinya
Payudara.
http//www.syafir.com.
pada
tanggal
19
Rachmawati. 2009. Angka Kejadian Kanker
Payudara. Jakarta : http://
chantiqueenz.blogspot.com.
Diakses 27 Oktober 2011
SURYA
2009. Angka Kejadian Kanker
Payudara. Jakarta : http://
chantiqueenz.blogspot.com.
Diakses 27 Oktober 2011
15
Kanker
Jakarta:
diakses
Januar
Vol. 3 , No.XIII, Des 2012
Download