THE USE OF THE CRIMINAL LAW

advertisement
BY:
DANIEL TULUS M. SIHOTANG
1206306874
PROGRAM PASCASARJANA
FAKULTAS HUKUM INDONESIA
OKTOBER 2013
STRICT LIABILITY

DEFINISI :
Lord Reid mengidentikkan dengan istilah “Absolute Liability”.
pertanggungjawaban pidana dimana dalam penuntutan tidak
membutuhkan pembuktian adanya mens rea sebagai bagian dari
actus reus, hal ini berarti pelanggaran tersebut yang memerlukan
mens rea dapat dideskripsikan sebagai strict liability.
Sutan Remi Syahdeini : pertanggungjawaban pidana yang
dibebankan kepada pelaku tindak pidana yang bersangkutan dengan
tidak perlu dibuktikan unsur kesengajaan/kelalaian dari pelaku
tersebut (Sutan Remi Sjahdeini:2006:78)
Barda Nawawi : Liability without fault (Barda Nawawi Arief:1984: 68)

IDENTIFIKASI BENTUK STRICT LIABILITY
Dikhususkan terhadap pelaku bisnis/perusahaan.
Ada 3 identifikasi yakni;
(i)
pihak yang menjadi objek yang membayar
denda sebagai sanksi
(ii) pihak yang berperan dalam kegiatan yang
menimbulkan kerugian
(iii)pihak yang menerima keuntungan dari kegiatan
usaha dan
menanggung
kerugian
apabila
melakukan kesalahan.
VICARIOUS LIABILITY

DEFENISI
tindak pidana seseorang dapat dilimpahkan /diatribusi ke pihak lain,
biasanya adalah pegawai utama. Dalam hukum perdata, pemberi kerja
dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kesalahan/perbuatan melawan
hukum yang dilakukan pekerja dalam kaitannya dengan pekerjaan. Dalam
asas umum hukum pidana, majikan tidak bertanggungjawab atas tindak
pidana yang dilakukan pekerjanya.
ada 2 cara mengidentifikasi berlakunya vicarious liability, yakni: extensive
construction dan doctrine of delegation
Roeslan Saleh : pertanggungjawaban menurut hukum seseorang atas
perbuatan salah yang dilakukan oleh orang lain (the legal responsibility of
one person for the wrongful acts of another). Secara singkat vicarious
liability sering diartikan sebagai “pertanggungjawaban pengganti (Roeslan
Saleh: 1983: 32)

VICARIOUS LIABILITY & DUE DILIGENCE DEFENCES
Dalam due diligence defense hal yang menjadi pertanyaan yang sulit dijawab adalah
apakah terdakwa yang berupa korporasi dapat melimpahkan kesalahannya kepada
pekerja mereka. Vicarious liability berpandangan bahwa pemberi kerja bertanggungjawab
penuh terhadap tinda pidana yang dilakukan dalam hubungan kerja terlepas dari apa
kesalahan dari pemberi kerja, sehingga tidak ada ruang pembeda bagi pemberi kerja
terhadap tindakan yang dilakukan oleh pekerjanya.

VICARIOUS LIABILITY, MENS REA AND DELEGATION
Meskipun tindakan pekerja dapat diatribusi kepada pemberi kerja, akan tetapi
secara umum mens rea pekerja tidak dapat diatribusikan. Pengecualian dari
hal ini adalah dengan penerapan doctrine delegation. Melalui doktrin ini dimana
pemberi kerja telah mendelegasikan tugas-tugasnya kepada salah salah satu
pekerjanya dan pekerja tersebut melakukan tindakan yang dilarang/pidana
dengan syarat mens rea, maka pemberi kerja dapat dihukum atas tindakan
pekerjanya.
CORPORATE LIABILITY

DEFENISI
Pertanggungjawaban yang dijatuhkan kepada koorporasi. Yang
mungkin banyak menimbulkan pertanyaan bahwa unsur mutlak
untuk dapat dipertanggungjawabkan adalah adanya unsur mens
rea.
untuk memungkinkan adanya mens rea di dalam korporasi, hukum
telah
mengembangkan
doktrin
identifikasi
(doctrine
of
identification). Doktrin ini mejadi sangat penting dalam Hukum
Inggris, tetapi ada indikasi pengadilan melakukan pendekatan baru
terhadap kejahatan korporasi.

ALTERNATIVE APPROACH OF CORPORATE
LIABILITY
Reactive fault diusulkan oleh Fisse dan Braithwaite yang
mengemukakan apabila actus reus dari suatu tindak pidana
terbukti dilakukan oleh atau atas nama korporasi, maka
pengadilan mengeluarkan perintah yang bersangkutan, dapat
meminta perusahaan melakukan penyelidikan sendiri mengenai
siapa yang bertanggungjawab di dalam organisasi perusahaan
itu, mengambil tindakan disiplin, mengirimkan laporan yang
merinci apa saja yang telah diambil oleh perusahaan. apabila
perusahaan tidak memberikan tggapan sebagaimana yang
diinginkan pengadilan maka pengadilan dapat membebani
pertanggungjawaban kepada perusahaan
A PROPOSAL FOR :

MENS REA OFFENCES
Korporasi akan diberikan pertanggungjawaban untuk setiap tindakan yang
dilakukan oleh karyawan yang mana terjadi dalam sebuah bagian proses
dari pekerjaannya. Korporasi tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap
tindakan karyawan yang dilakukan diluar tugas perusahaan/korporasi.

REGULATORY OFFENCES
Sebagian besar tindak pidana perlindungan konsumen dipaksakan
strict liability. Strict liability sendiri diperkuat dengan sebuah pembelaan
due diligence dari doktin identifikasi.
Masalah yang muncul dengan system tersebut pada saat ini adalah
tidak hanya perusahaan yang dapat membebaskan diri dari
pertanggungjawaban tetapi bahwa perusahaan dapat memebebaskan
pertanggungjawaban dengan menyalahkan karyawan mereka.Hal ini
berarti sebuah penghapusan terhadap doktrin identifikasi dalam
sebuah pemahaman yang kita tahu, keduanya baik pelanggaran mens
read an dalam konteks pembelaan due diligence. Itu akan membuat
korporasi bertanggungjawab terhadap semua tindak pidana dari
karyawan yang melakukan tugas dari perusahaan.
IS STRICT LIABILITY EFFECTIVE?

Pendapat utama dalam keuntungan dari
pemaksaan strict liability adalah bhwa diperlukan
dalam rangka memastikan bahwa masyarakat
cukup dilindungi. Strict liability dipaksaakan
karena mungkin terlalu sulit untuk membuktikan
mens rea dalam kebanyakan kasus, terutama
terdakwanya adalah sebuah korporasi.

Cara kedua dimana strict liability dilihat sebagai
suatu hal efektif dalam melindungi public melalui
efek jera yang ditimbulkannya
IS STRICT LIABILITY JUST

Hal yang perlu untuk dicatatkan adalah bahwa hal ini sangat
penting dalam regulasi tindak pidana untuk membawa
beberapa stigma, untuk memastikan bahwa mereka
memberikan sebuah efek jera yang efektif.

Satu pernyataan bahwa hal tersebut salah untuk terdakwa yang
dihukum atas tindak pidana yang membawa sebuah stigma
moral jika terdakwa tidak memenuhi unsure mens rea,

Satu pendapat yang mana terkadang didahulukan dalam
mendukung strict liability adalah bahwa hal itu disepakati
dengan tindak pidana yang mana bukan bener-benar
kejahatan. Tindak pidana tersebut bukan sebuah kejahatan
dalam beberapa hal nyata tetapi tindakan yang mana dalam
kepentingan masyarakat dilarang untuk dihukum.
POSSIBLE SOLUTION TO CONCERN
ABOUT STRICT LIABILITY

a.
b.
c.

Requiring Proof of Negligence
kecerobohan sengaja dilibatkan untuk memasukkan serta bagian terpenting
dari kecerobohan dalam konteks yang lebih luas
terkadang diasumsikan bahwa kelalaian sedang dipertentangkan dengan
bentuk dari mens rea disebabkan kelalaian merupakan bentuk dari mens rea
itu sendiri
keberatan terhadap pertanggungjawaban pidana akibat kelalaian mungkin
kurang terasa apabila hal tersebut dipertentangkan, tidak dengan
pengetahauan kita, niat dan kecerobohan, tetapi dengan strict liability
Limiting Prosecutions to Businesses And Decision-Makers
Banyak Pelanggaran strict liability dilakukan oleh para pengusaha. Akan tetapi
hanya ada 1 aturan yang jelas yang tidak menyertakan karyawan untuk
dihukum adalah dalam Consumer Protection Act 1987.

Establishing General Defences of Due Diligence
Dalam kasus perlindungan konsumen hal ini bukan menjadi sebuah masalah,
seperti kebanyakan pelanggaran yang membutuhkan sebuah pembelaan. Di dalam
pengaturan lain hal ini tidak dapat dipresentasikan, dan hal ini menjadi sebuah
argument yang kuat untuk membuat sebuah pembelaan due diligence yg umum
terhadap pelanggaran strict liability.
THANK YOU
Download