DOC - ejurnal untag samarinda - Universitas 17 Agustus 1945

advertisement
EFEKTIVITAS TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM
TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI
PERSALINAN
(PRE ELIMINARY STUDY)
Ria Agustina Anggraini
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
[email protected]
Dibimbing oleh :
Ibu Diana Imawati, S.Psi, M.Psi.
Ibu Ayunda R, S. Psi, M. Psi Psikolog
INTISARI
Saat menghadapi persalinan setiap calon ibu akan merasa khawatir
atau cemas akan proses persalinan. Kecemasan adalah perasaan takut atau
khawatir yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi, kecemasan yang
terjadi pada calon ibu umumnya disebabkan oleh beberapa faktor antara lain
faktor internal yaitu pengetahuan proses persalinan dan faktor eksternal
dukungan kelearga dan suami. Terapi spiritual emotional freedom tehnique
merupakan salah satu metode atau terapi yang digunakan untuk
meringankan masalah fisik dan emosi, dan saat mengalami kecemasan
menghadapi persalinan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh
terapi SEFT terhadap ibu hamil yang mengalami kecemasan menghadapi
persalinan. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan
desai penelitian one group pretes and postes dilakukan tiga kali eksperimen,
tekhnik instrumen penelitian menggunakan HRS-A.
Hasil penelitian ini adalah rata-rata hasil pretest awal subjek
mengalami kecemasan berat 64% dan hasil postest 53%, hasil eksperimen
kedua 55% dan hasil postest 41%, dan hasil eksperimen ketiga 70% dan
hasil postestnya 60%
Kata Kunci : SEFT, Kecemasan , Persalinan
1
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
ABSTRACT
A pregnan woman would feel worried or anxious abaout childbirth.
Anxiety is a feeling of fear or worry that is not clear and is not supported by
the situation, the anxiety that occurs in mothers generally caused by several
factor such as internal factor, namely knowledge of labor and external factor
is a husband and family support. Tehnique spiritual emotional freedom
therapy is one method or therapy used to alleviate physical problems and
emotion, amd for pregnant women who experienced anxiety facing labor.
The purpose of this study was to determine whether there is influence
SEFT therapy for pregnant women who experienced anxiety facing labor.
This study uses research pre-experiment design with one group pretest and
postest experimen was performend theer times, technique research intruments
using HRS-A.
Result af this study are the avarage result of the insial pretest subjects
esperienced sever anxiety is 64% and 53% is post-test results, the result of
the second experiment is 55% and post-test result is 41% is third
experimental result is 70% and the result post-test is 60%.
Keyword : SEFT, Anxiety, Labor
.
PENDAHULUAN
Kehamilan pertama bagi
wanita
merupakan
suatu
pengalaman
baru
yang
memberikan persaan campur baur
antara perasan senang/bahagi dan
penuh
harapan
serta
kekhawatiran/kecemasan selama
kehamilan dan menghadapi proses
persalinan yang akan dihadapi.
Kekhawatiran/kecemasan
pada
masa kehamilan dapat muncul
dikarenakan panjangnya masa
penantian kelahiran yang penuh
dengan ketidak pastian.
Menurut Sulistyorini (dalam
Susilowati, 2013) masa kehamilan
merupakan masa dimana tubuh
seorang ibu hamil mengalami
perubahan fisik, dan perubahan
psikologis akibat peningkatan
hormon kehamilan. Menurut
Muthe (dalam Susilowati, 2013)
selama masa kehamilan terjadi
penambahan hormon estrogen
sebanyak sembilan kali lipat dan
progesteron sebanyak dua puluh
kali
lipat
yang dihasilkan
sepanjang
siklus
menstruasi
normal.
Adanya
perubahan
hormonal ini menyebabkan emosi
perempuan selama kehamilan
cenderung
berubah-ubah,
sehingga tanpa ada sebab yang
jelas seorang wanita hamil merasa
sedih, mudah tersinggung, marah
atau justru sebaliknya merasa
sangat bahagia.
Rasa cemas yang muncul
ketika proses persalinan anak
pertama
itu
sangat
wajar
dikarenakan
itu
merupakan
2
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
pengalaman
pertama
atau
pengalaman baru bagi calon ibu
dan merupakan masa-masa sulit
bagi seorang calon ibu, bukan
cemas terkadang pada
persalinan anak kedua seorang ibu
juga
akan
merasa
cemas
dikarenan seorang ibu berpikir
tentang keselamat bayi yang akan
dilahirkannya.
Terapi Spiritual Emotional
Freedom
Technique
(SEFT)
merupakan salah satu metode
terapi yang sedang buming akhirakhir ini. Terapi Spiritual
Emotional Freedom Technique
(SEFT) adalah salah satu terapi
yang
digunakan
untuk
meringankan atau menyembuhkan
masalah fisik dan emosi dengan
menerapkan metode tapping dan
pengsugestian pada kliennya, dan
terapi ini dapat diberikan pada
anak-anak dan orang dewasa yang
mengalami trauma, phobia, dan
masih banyak lagi keluhan atau
masalah sakit fisik yang dapat
disembuhkan dengan cara terapi
SEFT ini.
Menurut Zainudin (2006)
SEFT adalah salah satu terapi
psikologi yang pertama kali
ditujukan untuk melengkapi alat
psikoterapi yang sudah ada. SEFT
adalah salah satu varian dari
cabang ilmu baru yang dinamai
Energy Psychology dan selain itu
SEFT adalah gabungan antara
spiritual power dan energy
psychology.
Menurut
Freud
dalam
Alwisol (2011) kecemasan adalah
konflik psikis yang tidak disadari,
kecemasan
menjadi
tanda
terhadap ego untuk pengambilan
aksi penurunan cemas ketika
hanya persalinan anak pertama
yang membuat seorang ibu
merasa
mekanisme
diri
berhasil,
kecemasan menurun dan rasa
aman datang. Manun apabila
konflik terus berdatangan maka
kecemasan berada pada tingkat
tinggi, mekanisme pertahanan diri
dialami sebagai symptom seperti
phobia, regresi dan tingkah laku
ritualistik.
Persalianan adalah proses
pengeluaran hasil konsepsi yang
dapat hidup dari dalam uterus
melalui vaginan ke dunia luar
(Prawirohardjo,
dalam
Walyani&Purwoastuti
(2014)).
Persaliana
adalah
rangkaian
proses yang berakhir dengan
pengeluaran hasil konsepsi oleh
ibu, proses ini dimulai dengan
kontraksi persalinan sejati dan
diakhiri dengan pelahiran plasenta
(Varney,
dalam
Walyani&Purwoastuti (2014).
Kecemasan
menghadapi
persalinan adalah rasa takut atau
khawatir
terhadap
proses
keluarnya janin dari rahim melalui
jalan rahim atau jalan laindengan
bantuan atau tanpa bantuan yang
sangat mengancam dan dapat
menyebabkan kegelisahan. Pada
awal kehamilan seorang ibu dan
sebelum mengalami perubahan
fisik, mual, janung berdebardebar, susah tidur, susah bernafas
dan pusing seorang ibu hamil juga
akan
mengalami perubahan
emosi, dan biasanya perubahan
emosi itu sangat cepat misalnya
saat ini seorang ibu hamil merasa
bahagia terkadang satu atau dua
jam berikutnya seorang ibu hamil
3
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
tersebut akan merasa tertekan
sampai menangis tanpa sebab.
Menurut Atikson (1993)
faktor-faktor yang mempengaruhi
kecemasan
menghadapi
persalinan ada dua antara lain: (1)
Faktor internal (pengetahuan), (2)
eksternal (dukungan dari keluarga
dekat).
SEFT adalah metode baru
dalam
melakukan
EFT,
penemunya adalah Ahmad Faiz
Zainuddin
lulusan
psikologi
Universitas Airlangga Surabaya.
Beliau mengenal EFT melalui
Steve Wells (Australia) dan
belajar melalui video course dari
Gary
Craig.
SEFT
mulai
diperkenalkan di Indonesia pada
tanggal 17 Desember 2005, beliau
memperkenalkannnya
melalui
konsultasi
pribadi,
seminar,
workshop, dan pelatihan baik di
Indonesia, Malasyia, Singapura
dan beberapa negara di Asia
Tenggara.
Dalam SEFT ada unsur
spiritual, yaitu memasukkan DOA
sebagai bagian dari dimulainya
proses terapi hingga terapi
berakhir.
Terapi
SEFT
menggunakan 3 metode yaitu The
set-up
bertujuan
untuk
memastikan supaya aliran energy
tubuh kita terarahkan dengan
tepat, The Tune-In adalah langkah
dimana kita merasakan atau
memikirkan
bagian
yang
dikeluhkan
sakit
dan
mengucapkan kalimat the set-up
lebih ringkas, The Tapping adalah
metode dengan cara mengetuk
ringan dengan dua ujung jari pada
titik-titik tertentu yang ada pada
tubuh sambil melakukan tune-in.
titik-itik tersebut adalah titikkunci
dari
“the
major
energy
meredians” yang apabila titi ini
diketuk beberapa kali akan
menimbulkandampak
pada
ternetralisirnya gangguan emosi
atau rasa sakit yang dialami
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan pada penelitian ini
adalah untuk mengetahui efektivitas
terapi spiritual emotional freedom
technique
terhadap
kecemasan
menghadapi persalinan.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam
penelitian
ini
adalah
pre
eksperimenta dengan menggunakan
desain one group pretest and posttest,
dimana subjek diberi tes awal untuk
mengetahui keadaan sebelum subjek
ditreatmen kemudian subjek diberi
perlakuan berupa terapi/treatmen,
selanjutnya subjek diberi tes lagi
untuk mengetahi ada atau tidaknya
perubahan tingkat kecemasan.
Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini
ada beberapa orang hamil di rumah
bersalin X, sedangkan sampel dipilih
secara purposive sampling dimana
pemilihan subjek harus sesuai
kriteria peneliti, dan subjek yang
digunakan dalam penelitian ini ada
tiga (3) orang yang sesuai dengan
kreteria penelitian yaitu : wanita usia
20-30 tahun, hamil anak pertama,
usia kehamilan 32-36 minggu.
ALAT UKUR
Penelitian yang dilakukan
peneliti ini menggunakan alat ukur
atau instrumen yang dikenal dengan
nama Hamilton Rating Scale For
Ansiety (HRS-A). Alat ukur ini
terdiri dari 14 kelompok gejala, dan
masing-masing kelompok dirincikan
lagi menjadi beberapa gejala-gejala
yang spesifik. Masing-masing gejala
4
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
tersebut diberikan penilaian (score)
angka antara 0 sampai 4 dan arti dari
skor angka tersebut adalah nilai 0
berarti tidak ada gejala (keluhan),
nilai 1 berarti gejala ringan, nilai 2
berarti gejala sedang, nilai 3 berarti
gejala berat, nilai 4 berarti gejala
berat sekali. Pemakaian atau
penilaian alat ukur ini dapat
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari eksperimen pertama
mendapatkan hasil sebagai berikut:
N
o
Tgl.
Pretest
H.
Pretest
Tgl.
Treat
men
Tgl.
Posttes
1
29/8
/’15
29/8
/’15
29/8
/’15
37
30/8/
’15
30/8/
’15
30/8/
’15
31/8/
’15
31/8/
’15
31/8/
‘15
2
3
40
30
Jumlah
107 Jumlah
Rata-rata 64% Rata-rata
H.
PostTest
27
39
25
91
54%
Dari tabel hasil eksperimen
pertama dapat disimpulkan semua
subjek mengalami kecemasan tingkat
berat, kemudian semua subjek diberi
perlakuan sebuah terai SEFT
sebanyak dua kali engan waktu 50
menit, setelah itu subjek di beri tes
lagi untuk mengetahui seberapa
besar penurunan tingkat kecemasan
subjek dan hasilnya ketiga subjek
mengalami
penurunan
tingkat
kecemasan, dari 64% menjadi 54%.
dilakukan dengan cara menggunakan
kuesioner. Masing-masing nilai dari
ke-14 gejala tersebut dijumlahkan
dan hasil dari penjumlahan tersebut
dapat diketahui seberapa besar
derajat kecemasan seseorang yaitu :
total 41 berarti kecemasan berat, 4256 berarti kecemasan berat sekali.
Dari eksperimen kedua
mendapatkan hasil sebagai berikut:
N
o
1
Tgl.
Pretest
7/9/
’15
2 7/9/
’15
3 7/9/
’15
Jumlah
Rata-rata
H.
Pretest
27
Tgl.
Treat
men
Tgl.
Posttes
8/9/
9/9/
‘15
‘15
39
8/9/
9/9/
‘15
‘15
27
8/9/
9/9/
‘15
‘15
93
Jumlah
55% Rata-rata
H.
PostTest
14
39
15
68
41%
Dari tabel hasil eksperimen
kedua dapat disimpulkan semua
subjek mengalami kecemasan tingkat
berat, kemudian semua subjek diberi
perlakuan sebuah terai SEFT
sebanyak dua kali engan waktu 50
menit, setelah itu subjek di beri tes
lagi untuk mengetahui seberapa
besar penurunan tingkat kecemasan
subjek dan hasilnya ketiga subjek
mengalami
penurunan
tingkat
kecemasan, dari 55% menjadi 41%.
Dari eksperimen ketiga
mendapatkan hasil sebagai berikut:
5
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
N
o
Tgl.
Pretest
H.
Pretest
Tgl.
Treat
men
Tgl.
Posttes
H.
PostTest
1
2/10 39
3/10/ 4/10/ 27
/ ’15
‘15
‘15
2 2/10 40
3/10/ 4/10/ 40
/ ’15
‘15
‘15
3 Jumlah
79
Jumlah
67
Rata-rata 71% Rata-rata
61%
Dari tabel hasil eksperimen
ketiga dapat disimpulkan semua
subjek mengalami kecemasan tingkat
berat, kemudian semua subjek diberi
perlakuan sebuah terai SEFT
sebanyak dua kali engan waktu 50
menit, setelah itu subjek di beri tes
lagi untuk mengetahui seberapa
besar penurunan tingkat kecemasan
subjek dan hasilnya ketiga subjek
mengalami
penurunan
tingkat
kecemasan, dari 71% menjadi 61%,
subjek ketiga tidak dapat mengikuti
eksperimen
ketiga
dikarenakan
subjek mengalai persalinan lebih
awal dari perkiraan.
Dari tiga kali eksperimen
mendapatkan hasil bahwa ketiga
subjek mengalami penurunan tingkat
jadi dapat dikatakan ada perubahan
atau penurunan tingkat kecemasan
pada ibu yang menghadapi proses
persalinan dengan menggunakan
terapi SEFT.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil
dan
pembahasan
penelitian
yang
dilakukan peneliti pada eksperimen
ini menyatakan tingkat kecemasan
atau kekhawatiran yang dialami oleh
ketiga subjek atau sampel yang
memasuki usia kehamilan pada
trisemester 3 sekitar 54%-71% dan
dapat dikatakan bahwa ketiga subjek
memiliki tingkat kecemasan berat.
Setelah subjek diberi perlakuan atau
treatmen sebanyak dua kali dalam
sekali eksperimen. Dar hasil
eksperimen pertama ketiga sampel
mengalami
penurunan
tingkat
kecemasan menjadi 45%-67%, ratarata penurunan tingkat kecemasan
adalah 10%
Pada eksperimen kedua ketiga
sampel memiliki hasil tes kecemasan
antara 48%-70% dan setelah dberi
perlakuan atau diterapi mengalami
penurunan antara 25%-70%, rata-rata
penurunan tingkat kecemasan adalah
15%.
Pada eksperimen ketiga hanya
diikuti dua orang subjek dikeranakan
subjek ketiga mengalami persalinan
lebih awal adari waktu yang
diperkirakan, hasil tes pertama 70%71%dan setelah diberi treatmen atau
terapi mengalami penurunan antara
48%-71%,
rata-rata
penurunan
tingkat kecemasannya adalah 11%.
Hasil penelitian ini adalah
adanya penuruna tingkat kecemasan
menghadapi persalinan yang dialami
ibu hamil atau subjek setelah diberi
terapi spiritual emotional freedom
technique (SEFT).
SARAN
1. Subjek
Bagi para subjek penelitian
pada umumnya dan ibu hamil pada
umumnya agar tidak memiliki
tingkat kecemasan berat disarankan
agar selalu berfikir positif dengan
cara
mencari
kegiatan-kegiatan
positif misalnya mengikuti kelas
yoga, senan ibu hamil, kursus
memasak, menjaga kesehatan diri
dan janin dengan cara rajin olah raga
6
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
dan maman-makanan yang bergizi,
buah-buahan, istiraha yang cukup,
serta rutin memeriksakan kehamilan,
2. Masyarakat Umum
Bagi masyarakat umum dapat
disarankan mengunakan terapi SEFT
untuk menambah ilmu pengalaman
dan penanganan masalah fisik atau
emosi dan tidak hanya kecemasan
menghadapi persalinan saja
3. Penelitian Selanjutnya
Untuk penelitian selanjutnya
penulis mengharapkan agar mencoba
penelitian dengan menggunakan
sampel yang lebih banyak dan
variatif. Serta dapat menggunakan
variabel-vaiabel lain agar berguna
untuk masyarakat umum, serta
memperhatikan waktu penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
American Psychiatric association.
(1994).
Diagnostic
and
stastical manual of mental
disorders
(4th.ed.).
Washingtan, DC : Author.
Ardani T. A., (2011). Psikologi
abnormal. Bandung: CV
Lubuk agung.
Arindra. (2004) Jurnal Kecemasan
Menghadapi Ujian Akhir
Nasional SMK X Jakarta.
Jakarta.
Astria Yonne., Irma .N., Catur
.R.(2009) Jurnal Hubungan
Karekteristik
Ibu
Hamil
Trisemester
III
Dengan
Kecemasan
Dalam
Menghadapi Persalinan Di
Poliklinik Kebidanan Dan
Kandungan Rumah Sakit X
Jakarta. Jakarta
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring,
A. M. (2010). Psikologi
Abnormal (9rd ed). Jakarta:
PT Rajagrafindo Persada.
Diani
Luh Putu Prema dan
Susilowati. L Kadek Pande
Ary. (2013) Jurnal Pengaruh
Dukungan Suami Terhadap
Istri
Yang
Mengalami
Kecemasan Pada Kehamilan
Trisemester
Ketiga
Di
Kabupaten Gianyar. Bali
Durand, V. Mark., Barlow. David
H.,
(2006).
Psikologi
th
Abnormal
(5 .
ed.).
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fergus, T. A., Valentiner, D. P.,
McGrath, P. B., GierLonsway, S. L. & HyunSoo. K. (2012). Short Forms
of the Social Interaction
Anxiety Scale and the Social
Phobia Scale. Jurnal of
Personaliti Asesmen.
Haryanti, L. P. S. dan Tresniasari, N.
(2012). Efektivitas Metode
Terapi Ego State Dalam
Mengatasi
Kecemasan
Berbicara di Depan Publik
pada Mahasiswa fakultas
Psikologi
UIN
Syarif
Hadayatullah Jakarta. Jurnal
psikologi. Insan. Vol 14 (1)
Lukaningsi, L. Z. dan Bandiyah, S.
(2011). Psikologi Kesehatan.
Yogyakarta: Nuha Medika.
7
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Marliaani, R. (2013). Psikologi
Eksperimen. Bandung : CV
Pustaka Setia.
Rajin, M. Terapi Spiritual Emotional
Freedom Technique Untuk
Meningkatkan Kualitas Tidur
Pasien di Rumah Sakit,
Jurnal psikologi. Jombang:
UNDIP.
Safitri, R. P dan Sadif, S. R (2013).
Spiritual Emotional Freedom
Technique
to
Reduce
Depresion far Chronic Renal
Failure Patients are in
Cilacap Hospital to Undergo
Hemodialysis.
Cilacap:
International Jurnal of Social
Science and Humanity. Vol. 3
( 3).
Seniati, L., Yulianto, A., Sentiadi,
B.N
(2005).
Psikologi
Eksperimen. Jakarta: PT
Tunas Jaya Lestari.
Verasari Metty. (2014) Efektivitas
Terapi Spiritual Emotional
Freedom Tehnique (SEFT)
Terhadap
Penurunan
Insomnia
Pada
Remaja
Sebagai Residen NAPZA.
Surabaya.
Walyani Elisabeth. S., Purwoastuti.
Th. E. (2015). Asuhan
Kebidanan Persalinan&Bayi
Baru Lahir. Yogyakarta : PT
Pustaka Baru.
Zainuddin, A. F. (2006). Spiritual
Emotional
Freedom
Technique (SEFT). Jakarta:
Afzan Publishing.
Zakkiya M. Jurnal Pengaruh Terapi
Spiritual Emotional Freedom
Technique
Terhadap
Penanganan
Nyeri
Dismenorea. Probolinggo.
Sijagga. (2010) Jurnal Kecemasan
Menghadapi Persalinan Di
Poliklinik Kebidanan Rumah
Sakit X Bandung. Bandung.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif Dan R
& D. Bandung: Alfabeta.
8
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
9
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
Download