strategi bersaing

advertisement
STRATEGI
BERSAING
Iman Pirman Hidayat, SE., MSi., Ak
Lingkungan Persaingan
Suatu perusahaan dapat survive dalam jangka panjang jika
berhasil mengembangkan strategi untuk menghadapi lima
tekanan persaingan yang umumnya dihadapi dalam ling
kungan bisnis. Seperti digambarkan pada tayangan/slide.
Lima kekuatan tsb meliputi:
 Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants).
Banyak ancaman untuk survival dalam jangka panjang
datang dari perusahaan yang belum ada atau belum hadir
dalam industri/pasar. Ancaman dari pendatang baru
memaksa
manajemen
puncak
untuk
memonitor
kecenderungan, terutama trend teknologi, yang mungkin
akan meningkatkan persaingan.
Lingkungan Persaingan


Persaingan Antar Perusahaan yang Ada(Rivalry
Among Exicting Competitors). Dalam industri yang
sudah matang, pesaing yang ada bukanlah sebagai
ancaman, karena secara spesifik masing-masing
perusahaan
telah
menemukan
“ceruk”nya
.
Bagaimanapun, perubahan Manajemen, Kepemilikan,
atau Aturan Main dapat meningkatkan ancaman serius
bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka
panjang.
Daya Tawar Para penyalur (Bargaining Power of
Sppliers). Para penyalur yang memiliki akses untuk
membatasi sumber daya, atau siapa yang mendominasi
industri mereka, pasti akan menggunakan pengaruh tsb.
Banyak perusahaan mencoba
untuk mengurangi
ketergantungan mereka pada satu perusahaan untuk
membatasi kekuatan tawar penyalur tersebut.
Lingkungan Persaingan


Daya Tawar Pelanggan (Bargaining Power of
Customers). Pelanggan dapat tumbuh kuat dan
besar sebagai hasil penguasaan pasar oleh
mereka. Sebagai contoh,Wal-Mart adalah
pelanggan paling besar untuk konsumen ‘paket
produk’ dan sering juga mendiktekan terminologi
kepada pembuat barang-barang tsb, demikian
juga perusahaan raksasa seperti
“Procter&
Gambler”.
Ancaman Barang Pengganti (Threat of
Subtitutes). Kemungkinan pelanggan dapat
menggunakan produk yang lain atau berbeda
untuk memenuhi kebutuhannya yang sama, hal
ini menunjukkan adanya ancaman barang
pengganti .
Dasar Strategi Persaingan
(Lima Strategi Kompetitif Dasar)
STRATEGI KEPEMIMPINAN BIAYA
STRATEGI DIFERENSIASI
STRATEGI INOVAS
STRATEGI PERTUMBUHAN
STRATEGI PERSEKUTUAN
Dasar Strategi Persaingan
Keunggulan Bersaing dimiliki oleh suatu perusahaan bila
mereka berhasil melakukan beberapa kegiatan yang
mempunyai nilai lebih kepada pelanggannya secara lebih
baik daripada yang dilakukan oleh para pesaingnya.
Menurut Michael Porter, keunggulan bersaing dapat
dikembangkan dengan mengikuti satu dari beberapa
strategi dibawah ini :
 Strategi Kepemimpinan dalam biaya. Menjadi produsen
produk dan jasa dengan biaya yang lebih rendah didalam
suatu industri memungkinkan sebuah perusahaan untuk
menurunkan harga jual produknya kepada para
pelanggan. Pesaing dengan biaya yang lebih tinggi tidak
bisa bersaing dalam hal harga dengan perusahaan yang
lebih unggul dalam hal biaya ini.
Dasar Strategi Persaingan

Strategi Diferensiasi (Pembedaan). Mengembangkan
berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan
jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi
diferensiasi
para
pesaingnnya.
Hal
ini
dapat
memungkinkan sebuah perusahaan untuk berfokus pada
produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan dalam
segmen atau ceruk (niche) tertentu suatu pasar

Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk
melakukan bisnis. Hal ini dapat mengembangkan berbagai
produk dan jasa yang unik, atau masuk kedalam pasar
yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan perubahan radikal
atas
proses
bisnis
dalam
memproduksi
atau
mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda
dari cara bisnis dulu dilakukan, hingga dapat mengubah
struktur dasar insdustri
Dasar Strategi Persaingan

Strategi Pertumbuhan. Secara Signifikan memperluas
kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan
jasa, memperluas ke pasar global, melakukan
diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi ke
dalam produk dan jasa yang berhubungan
contoh, Intel telah meningkatkan kapasitas-nya (dan menurunkan
biaya-biayanya) seperti yang juga dilakukan pesaingnya, dengan
mempertemukan teknologi yang telah dijalankan dengan kegiatan
perancangan/disain dan pabrikasi chip yang terintegrasi.

Strategi Persekutuan/Aliansi. Membuat hubungan dan
persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan,
pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaanperusahaan lainnya. Hubungan ini dapat meliputi merger,
akuisisi, joint venture, membentuk “perusahaan virtual”,
atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi
antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya
STRATEGI BERSAING PADA
TINGKAT BISNIS
•Kepemimpinan biaya (cost leadership)
•Diferensiasi
•Fokus:
•Focused cost leadership
•Focused differentiation
STRATEGI BISNIS GENERIK
Sumber Keunggulan Kompetitif
Biaya
Luas
Cakupan
Kompetisi
Target
Pasar
Yang
Luas
Target
Pasar
Yang
Sempit
Keunikan
KepemimCost
Diferensiasi
pinan
Biaya
Leadership
Biaya
Rendah
Terfokus
Diferensiasi
Terfokus
Cost Leadership Strategi PadaTingkat Bisnis
Kriteria Kunci:
•Produk yang terstandarisasi secara relatif
•Features yang dapat diterima oleh banyak
pelanggan
•Harga kompetitif terendah
Cost Leadership Strategi PadaTingkat Bisnis
Persyaratan:
Usaha konstan untuk menekan biaya melalui:
Membangun skala fasilitas yang efisien
Kontrol ketat terhadap biaya produksi dan overhead
Minimalisasi biaya penjualan, R&D dan pelayanan
State of the art manufacturing facilities
Monitoring biaya aktivitas yang disediakan oleh outsider
Penyederhanaan Proses
Bagaimana Memperoleh Keuntungan Biaya
1. Tentukan dan Kontrol Dorongan Biaya
2. Susun kembali Value Chain jika dibutuhkan
Mengubah proses produksi
Change in automation
Jalur distribusi baru
Media iklan baru
Alan langsung di tempat
penjualan tak langsung
Bahan mentah baru
Integrasi ke depan
Integrasi ke belakang
Ubah lokasi terhadap
pemasok atau pembeli
REKONFIGURASI Value Chain:
Kasus Iowa Beef Packers (IBP)
Cara
lama:
Cara
New
Baru:
Way
Ranch
Cattle
Ship “on the
Hoof” to Rail
Center
(Chicago)
Locate large
automated
plants near
ranches
Slaughter
into sides
of beef
Process into
“Boxed Cuts” at
plants
“Boxed
Cuts” at
Markets
Ship cuts
already
“Boxed” to
Markets
Save on shipping and cattle weight loss
Utilize cheaper non-union rural labor
Resiko Utama Cost Leadership
Strategi pada Tingkat Bisnis
Perubahan drastis teknologi dapat
menghilangkan keunggulan biaya yang
anda miliki
Pesaing dapat mulai belajar Meniru Value
Chain
Fokus pada efisiensi dapat menyebabkan
Cost Leader melupakan perubahan
preferensi pelanggan
Generic Business Level Strategies
Sumber Keunggulan Kompetitif
Biaya
Luas
Cakupan
Kompetisi
Target
Pasar
Luas
Target
Pasar
Sempit
Kekhasan
Cost
Diferensiasi
Leadership
Diferensiasi Strategi pada Tingkat Bisnis
Kriteria Kunci:
Nilai yang disediakan oleh
features yang khas dan
karakteristik nilai
Command premium price
Pelayanan pelanggan yang tinggi
Kualitas super
Gengsi atau ekslusifitas
Inovasi yang sangat cepat
Diferensiasi Strategi Pada Tingkat Bisnis
Persyaratan:
Usaha konstan untuk membedakan produk dengan cara:
Mengembangkan sistem atau proses baru
Membentuk persepsi lewat iklan
Fokus pada kualitas
Kemampuan dalam R&D
Memaksimalkan kontribusi SDM dengan
turnover yang rendah dan motivasi yang tinggi
Strategi Diferensiasi Pada Tingkat Bisnis
Efektifitas strategi diferensiasi tumbuh
dari aktifitas Value Chain
Contoh:
Heineken beer
Bahan mentah
Steinway pianos
Bahan mentah & Workmanship
Mobil BMW
Teknologi dan “image” kesuksesan
Intel microprocessors
Superioritas teknologi
Caterpillar tractors
Melayani dengan cepat kebutuhan
pembeli diseluruh dunia
SUKSES BMW DI INDONESIA

Kisah Sukses PT Tjahja Sakti
Motor (ATPM BMW di
Indonesia)


The highest sales growth in Asia
(2000)
Strategi DIFERENSIASI:


BMW = mobil eksklusif bagi
orang sukses; menciptakan
“image”; kualitas prima
Customer first:



Layanan delivery oleh pimpinan
dealer
Layanan servis dan suku
cadang
Tukar tambah
PENJUALAN BMW vs M-BENZ
TAHUN BMW M-BENZ
1997 4,114 3,367
1998
908
444
1999
570
496
2000 1,246
451
Sumber: GAIKINDO
Dorongan Diferensiasi
Contoh:
Ciri produk yang khas
Kinerja produk yang khas
Pelayanan istimewa
Teknologi baru
Kualitas input
Keahlian atau pengalaman istimewa
Informasi yang terperinci
Resiko Utama Diferensiasi
Strategi Pada Tingkat Bisnis
Pelanggan dapat memutuskan
bahwa biaya “kekhasan” terlalu
besar
Kompetitor dapat belajar
bagaimana Meniru Value Chain
Arti kekhasan tidak lagi dinilai
oleh pelanggan
Generic Business Level Strategies
Sumber Keunggulan Kompetitif
Biaya
Luas
Cakupan
Kompetisi
Target
Pasar
Luas
Target
Pasar
Sempit
Kekhasan
Cost
Diferensiasi
Leadership
Biaya
Rendah
yang
Terfokus
Diferensiasi
yang
Terfokus
Dasar untuk Segmentasi Pelanggan
Pasar Konsumen
1. Faktor demografis (usia, penghasilan, jenis kelamin)
2. Faktor Sosioekonomi
(kelas sosial, tahapan dalam siklus kehidupan keluarga)
3. Faktor Geografis
(budaya, perbedaan wilayah atau negara)
4. Faktor Psikologis (gaya hidup, kepribadian)
5. Pola Konsumsi
(berat, moderat, dan pengguna ringan)
6. Faktor Persepsi
(segmentasi manfaat, pemetaan persepsi)
7. Pola loyalitas merek
Dasar untuk Segmentasi Pelanggan
Pasar Industri
1. Segmen guna akhir (identified by SIC code)
2. Segmen Produk (berdasar perbedaan teknologi atau
ekonomi produksi)
3. Segmen Geografis (ditetapkan berdasar batas antar
negara atau perbedaan regional dalam region)
4. Segmen faktor pembelian yang seragam (lintas
produk/pasar dan segmen geografis)
5. Segmen ukuran pelanggan
Strategi Pada Tingkat Bisnis Yang
Terfokus
Strategi pada tingkat bisnis yang terfokus melibatkan
pendekatan dasar yang sama sebagai Strategi Pasar Yang Luas.
Sehingga, terdapat peluang karena:
Perusahaan besar mengabaikan celah kecil yang ada
Perusahaan kekuarangan sumber daya untuk bersaing
dalam industri
Mampu melayani segmen pasar yang sempit secara
lebih efisien dari pada kompetitor dalam industri
Fokus memungkinkan anda untuk mengarahkan
sumber daya kepada aktivitas value chain tertentu
untuk membangun keunggulan kompetitif
Strategi Pada Tingkat Bisnis Yang
Terfokus
Strategi pada tingkat bisnis yang terfokus melibatkan
pendekatan dasar yang sama sebagai Strategi Pasar Yang Luas
Sehingga, terdapat peluang karena:
Focused Differentiators berkembang pesat dengan
memilih pasar yang kecil yang tidak dilayani pemain
besar Contoh:
Custom manufacturers of parts for
Harley-Davidson motorcycles
Focused Cost leadership
Contoh: IKEA menawarkan peralatan RT yang desain,
fungsi & kualitasnya bagus dengan harga terjangkau
Resiko Utama yang berkaiatan dengan
Strategi Focused Differentiation
Perusahaan “tidak terfokus” karena
kompetitor
Kompetitor Besar membidik celah kecil
pasar yang anda layani
Preferensi niche market dapat berubah
untuk menandingi pasar yang luas
Generic Business Level Strategies
Sumber Keunggulan Kompetitif
Biaya
Luas
Cakupan
Kompetisi
Target
Pasar
Luas
Target
Pasar
Sempit
Kekhasan
Cost
Diferensiasi
Leadership
Diferensiasi
/Biaya Rendah
Biaya
Yang
Diferensiasi
Rendah
Terintegrasi
Yang
Yang
Terfokus
Terfokus
Strategi Diferensiasi/Biaya Rendah Yang Terintegrasi
Perusahaan yang menggunakan Strategi Yang
Terintegrasi dapat:
Lebih cepat beradaptasi
Mempelajari keahlian dan teknologi baru
Memanfaatkan Sistem Manufaktur Yang Fleksibel untuk
menciptakan produk yang didiferensiasi dengan biaya
yang rendah
Leverage kompetensi inti lewat Jaringan Informasi ke
banyak unit bisnis
Memanfaatkan Total Quality Management (TQM)
untuk menciptakan produk yang didiferensiasi dengan
kualitas tinggi yang secara terus menerus menekan
biaya
Strategi Diferensiasi/Biaya Rendah Yang
Terintegrasi
Memahami bahwa strategi pada tingkat bisnis
dengan Diferensiasi/Biaya Rendah Yang
Terintegrasi melibatkan Kompromi
Resiko adalah bahwa perusahaan dapat
“Terjebak ditengah-tengah” (stuck in middle)
karena kurangnya komitmen yang kuat atau
kurangnya keahlian dalam strategi generik
Strategi Diferensiasi/Biaya Rendah Yang Terintegrasi
Southwest Airlines
Biaya Rendah
Menggunakan satu model
Pesawat (Boeing 737)
Memakai bandara sekunder
Terbang dengan rute pendek
Tidak memberikan makanan
Waktu berbalik 15 menit
Tidak ada kursi cadangan
Tidak bisa pesan lewat agen
Diferensiasi
Fokus pada kepuasan
pelanggan
Dedikasi karyawan
yang tinggi
Layanan baru
penerbangan bagi
penumpang bisnis
(telepon dan faks)
Hal-hal Penting untuk Keberhasilan
Strategi
Konsisten dengan
kondisi dalam
lingkungan persaingan
Realistis,
disesuaikan
dengan sumber
daya perusahaan
Strategi harus …
Dilaksanakan
secara hati-hati
Fokus Pelanggan
Bisnis secara elektronis dengan fokus pelanggan
Let customers
place orders
directly
Let customers
check order history
and delivery status
Build a
community
of customers,
employees,
and partners
Customer
Database
Give all
employees a
complete view
of customers
Let customers
place orders thru
distribution
partners
Transaction
Database
Link Employees
and distribution
partners
Bisnis secara elektronis dengan fokus pelanggan
Ada strategi penting lain yang mungkin dapat dilakukan
dengan penggunaan IT yang memungkinkan suatu bisnis
untuk berhasil dan
mempertahankan kebersihan
tersebut. Hal ini dibahas pada tayangan berikut :
* Suatu strategi kunci untuk menjadikan suatu e-business
berhasil adalah dengan memaksimalkan nilai bagi
pelanggan. Fokus strategi pada nilai bagi pelanggan ini
menemukan bahwa mutu lebih utama daripada harga,
dan merupakan faktor penentu dalam persepsi
pelanggan. Suatu e-business yang berpusat pada
pelanggan, diantaranya adalah dengan penggunaan
teknologi Internet untuk memelihara pelanggan yang
setia dengan mengantisipasi kebutuhan masa depan
mereka, merespon keinginannya, dan menyediakan
layanan berkualitas tinggi kepada pelanggan.
Bisnis secara elektronis dengan fokus pelanggan


adanya teknologi seperti intranets, Internet, dan extranet
menciptakan saluran komunikasi baru yang interaktip di
dalam suatu perusahaan, dengan pelanggan, dengan
para pe-nyalur, mitra bisnis, dan pihak lain didalam
lingkungan eksternal bisnis . Demikian pula, diberikan
dorongan kerja sama/kolaborasi lintas fungsi dengan
pelanggan dalam pengembangan produk, pemasaran,
penyerahan, layanan dan dukungan teknis.
Suatu perusahaan e-business yang berpusat kepada
pelanggan mencoba untuk mendapatkan pengalaman
bisnis dari pelang-gannya melalui pendekatan :

Pelanggan dapat melakukan order atau pesanan
langsung, dan dapat juga melalui mitra distribusi.
secara
Bisnis secara elektronis dengan fokus pelanggan
 Membangun
suatu database pelanggan yang
merekam data profitabilitas dan pilihan
pelanggan,dan
memungkinkan
semua
karyawan
mengakses
dan
mempunyai
pandangan yang lengkap tentang pelanggan.
 Pelanggan dapat melihat status order atau
pesanan, riwayat dan Status Pengiriman
barangnya.

Memelihara suatu komunitas pelanggan,
karyawan, dan mitra bisnis secara online.
Fokus kepada Pelanggan dan Ketatnya Persaingan
Anticipation of
future needs
Cooperate with
Business Partners
and Competitors
Customization
Give Customers
Solutions
to Problems
Conformance
Organize to
Master
Change
Leverage the
Impact of
People and
IS Resources
Pengungkitan [adalah]
Dampak Orang-Orang dan
ADALAH Sumber daya
Fokus kepada Pelanggan dan Ketatnya Persaingan
Mempunyai kelebihan dalam kinerja bersaing adalah kemampuan
suatu perusahaan untuk berhasil secara cepat melakukan
perubahan, secara terus menerus membagi pasar global dalam
kualitas tinggi, kinerja tinggi, serta produk dan jasa yang sesuai
keinginan pelanggan. Perusahaan yang sudah matang sangat
tergantung pada
teknologi informasi untuk mendu-kung dan
mengendalikan proses bisnisnya.
Empat strategi pokok dalam persaingan adalah:
1.
Memperkaya Pelanggan. Perusahaan yang mapan akan
memperkaya para pelanggannya dengan memberikan solusi untuk
membantu mengatasi permasalahan pelanggannya. Mereka akan
berhasil mendapatkan nilai tambah dalam jangka panjang dari
Produk dan jasa nya, jika mereka mau membantu memecahkan
permasalahan berdasarkan pada kebutuhan pelanggan. Ketika
suatu
kondisi berubah, maka pesaing yang tangkas akan
menjalankan hubungan bisnis berdasarkan pada kesediaan dan
ke-mampuan
mereka untuk berubah agar dapat mengatasi
masalah baru yang dihadapi pelanggan.
Fokus kepada Pelanggan dan Ketatnya Persaingan
2. Bekerja sama. Perusahaan yang mapan melakukan kerja
sama untuk meningkatkan daya saingnya. Hal ini dapat
berupa kerjasama secara internal dan, jika dianggap
perlu, dilakukan juga kerjasama dengan pesaing dalam
rangka mempercepat penyampaian produk dan jasa
kepasar .
3.Mengorganisasikan.
Perusahaan
yang
mapan
mengorganisasikan dengan baik pengelolaan terhadap
perubahan dan kesiapan dalam mengha-dapi ketidakpastian. Ini adalah suatu komponen pokok dari
persaingan, karena harus mengembangkan antisipasi
dan tanggapan yang cepat terhadap perubahan kondisi ,
bukan hanya perubahan dalam diri sendiri.
4.Keseimbangan Orang dan Informasi. Perusahaan yang
mapan dapat menjaga keseimbangan antara orang dan
informasi
dengan
memelihara
suatu
jiwa
usahawan/wiraswasta dan menyediakan perangsang bagi
kar-yawan agar lebih bertanggung jawab, meningkatkan
kemampuan bera-daptasi, dan melakukan inovasi.
Fokus kepada Pelanggan dan Ketatnya Persaingan
Model ‘Free.Perfect.Now’ yang telah dikembangkan oleh “AVNET
Marshall” mewujudkan tiga dimensi ini kedalam suatu model yang
singkat tetapi jelas untuk melayani pelanggannya secara matang dan
cepat dalam memberikan tanggapan .
 Dimensi kebebasan. Menekankan bahwa kebanyakan pelanggan
ingin biaya yang lebih rendah untuk nilai/manfaat yang diterimanya,
tetapi ber-sedia membayar lebih untuk suatu jasa yang memberi nilai
tambah.
 Dimensi Kesempurnaan. Menekankan bahwa produk dan jasa
seharusnya tidak hanya bebas dari cacat , tetapi juga harus
meningkatkan
kesesuaian
dengan
pelanggan(customisasi),
penambahan corak dan perlu mengantisipasi lebih lanjut kebutuhan
pelanggan dimasa depan
 Dimensi Kekinian.Menekankan bahwa pelanggan ingin layanan 24
jam terhadap produk dan jasa, waktu penyerahan yang
pendek/singkat dan mempertimbangkan waktu untuk pemasaran
produk mereka sendiri.
Download