Sejarah Kesmen

advertisement
Kesehatan Mental
Winny Puspasari
SEJARAH KESEHATAN MENTAL
 Demonologi Awal
Para arkeolog menemukan kerangka manusia
Zaman Batu dengan lubang sebesar telur pada
tengkoraknya.
Interpretasi yang muncul terhadap lubang tersebut
adalah bahwa nenek moyang kita di zaman
prasejarah percaya bahwa perilaku abnormal
merefleksikan adanya pengaruh dan serangan dari
roh-roh jahat.
Menggunakan teknik yang disebut trephination
yaitu menciptakan sebuah jalur melalui tengkorak
sebagai jalan keluar bagi roh jahat tersebut.
Lanjutan demonologi
Demonologi merupakan suatu
doktrin yang menyebutkan bahwa
perilaku abnormal seseorang
disebabkan oleh pengaruh roh jahat
atau kekuatan setan.
Demonologi ditemukan dalam
budaya Cina, Mesir dan Yunani.
Pada zaman Yunani Kuno, orangorang yang berperilaku abnormal
sering dikirim ke kuil untuk
persembahan pada Aesculapius,
yaitu Dewa Penyembuhan.
Lanjutan demonologi
Para pendeta percaya bahwa
Aesculapius akan mengunjungi
orang-orang yang menderita ketika
mereka tertidur di dalam kuil dan
memberikan penyembuhan
melalui mimpi.
 Penjelasan Fisiologis Awal
terhadap Gangguan Mental pada
Masa Roma dan Yunani Kuno
Abad 5 SM, Hippocrates (Bapak
Kedokteran; penemu ilmu medis
modern) memisahkan ilmu medis dari
agama, magic dan takhyul. Ia menolak
keyakinan yang berkembang pada
masa Yunani itu bahwa Tuhan (dewa)
mengirimkan penyakit fisik dan
gangguan mental sebagai bentuk
hukuman.
Lanjutan penjelasan fisiologis…
Hippocrates menjelaskan tentang pentingnya
otak dalam mempengaruhi pikiran, perilaku
dan emosi manusia. Menurutnya, otak
adalah pusat kesadaran, pusat intelektual
dan emosi. Sehingga jika cara berpikir dan
perilaku seseorang menyimpang atau
terganggu berarti ada suatu masalah pada
otaknya (otaknya terganggu).
Ia merupakan pelopor somatogenesis –
suatu ide yang menyebutkan bahwa kondisi
soma (tubuh) mempengaruhi pikiran dan
perilaku individu. Jika soma (tubuh)
seseorang terganggu, maka pikiran dan
perilakunya juga akan terganggu.
Lanjutan penjelasan fisiologis…
Hippocrates mengklasifikasikan gangguan
mental ke dalam tiga kategori yaitu mania
untuk mengacu pada kegembiraan yang
berlebihan, melancholia untuk menandai
depresi yang berlebihan dan frenitis
(demam/peradangan otak) untuk menandai
bentuk perilaku aneh yang mungkin pada
masa kini menggambarkan skizofernia.
Ia lebih percaya pada hal-hal yang bersifat
natural daripada supranatural. Hippocrates
percaya bahwa suatu pola hidup tertentu
akan mempengaruhi kesehatan otak dan
tubuh.
Lanjutan penjelasan fisiologis…
Selain Hippocrates, ada juga dokter
dari Roma yang mencoba
memberikan penjelasan naturalistik
tentang gangguan psikotik. Mereka
adalah Asclepiades dan Galen.
Keduanya mendukung perlakuan
yang lebih manusiawi dan
perawatan di rumah sakit bagi para
penderita gangguan mental.
 Zaman Kegelapan (The Dark Ages) dan
kembalinya demonologi
Kematian Galen (130 – 200 M), sebagai
dokter terakhir pada masa klasik Yunani
menandai dimulainya Zaman Kegelapan
bagi dunia medis dan bagi perawatan
serta studi tentang perilaku abnormal.
Pada Zaman Pertengahan dan
Renaissance (400 – 1500 M), kalangan
gereja dan Kristen meluaskan
pengaruhnya. Gangguan mental kembali
dihubungkan dengan pengaruh spiritual
dan supranatural (Demonologi).
Lanjutan zaman kegelapan…
Para pemuka agama pada masa itu
melakukan suatu upacara untuk
mengeluarkan pengaruh roh jahat dari
tubuh seseorang. Metode tersebut
dinamakan exorcism.
Rennaisance bermula di Italia pada tahun
1400-an dan menyebar secara berangsurangsur ke seluruh Eropa. Zaman ini
dianggap sebagai peralihan dari dunia
pertengahan menuju dunia modern.
Ironisnya, ketakutan akan penyihir juga
mengalami peningkatan, terutama pada
akhir abad ke-15 sampai akhir abad ke-17.
Lanjutan zaman kegelapan…
Perwakilan Gereja Katolik Roma meyakini
bahwa penyihir membuat perjanjian dengan
iblis, mempraktekkan ritual setan dan
melakukan tindakan-tindakan mengerikan
seperti memakan bayi dan meracuni hasil
panen.
Pada tahun 1484, Pope (Paus) Innocent VIII
meminta kepada para pendeta di Eropa
untuk mencari para tukang sihir dan
mengumumkan hukuman mati bagi penyihir.
Selama dua abad berikutnya, lebih dari
100.000 orang yang dituduh sebagai tukang
sihir telah dibunuh.
Lanjutan zaman kegelapan…
Untuk menemukan tukang sihir dibuat buku
panduan dan dilakukan “tes terapung”.
Tertuduh yang tenggelam dan terbenam
dianggap tidak bersalah sedangkan
tertuduh yang dapat mempertahankan
kepala mereka di atas permukaan air
dianggap bersekutu dengan iblis. Apapun
hasilnya mereka akan mati?!
Witch hunting mulai mereda pada abad 17
dan 18. Di Spanyol pada tahun 1610,
berbagai tuduhan terhadap tukang sihir
yang ditangkap dinyatakan batal.
Lanjutan zaman kegelapan…
Di Swedia, pada tahun 1649, Queen
Christina memerintahkan untuk
membebaskan semua tukang sihir
kecuali mereka yang benar-benar terbukti
melakukan pembunuhan.
Di Perancis, tahun 1682, Raja Louis XIV
mengeluarkan dekrit tentang
pembebasan tukang sihir.
Eksekusi terakhir terhadap tukang sihir
dilakukan di Swiss pada tahun 1782.
Sampai akhir Zaman Pertengahan,
semua penderita gangguan mental
dianggap sebagai tukang sihir.
 Pembangunan Asylums selama
Renaissance (Zaman Pencerahan)
Pada abad 15 dan 16, di Eropa mulai
dilakukan pemisahan dengan serius
antara penderita gangguan mental
dari kehidupan sosialnya. Disana
dibangun suatu tempat penampungan
yang disebut Asylums. Di asylums itu
ditampung dan dirawat penderita
gangguan mental dan para
gelandangan. Mereka dibiarkan untuk
tetap bekerja dan tidak diberi suatu
aturan hidup yang jelas.
Lanjutan pembangunan asylums…
Tahun 1547, Henry VIII membangun London’s
Hospital of St. Mary of Bethlehem (kemudian
terkenal dengan nama Bedlam – kata yang
umum digunakan pada saat itu untuk menyebut
rumah sakit), sebagai rumah sakit pasien
gangguan mental. Kondisi di Bedlam saat itu
cukup menyedihkan: suasananya sangat bising,
para penghuninya dirantai di tempat tidur mereka
dan dibiarkan terbaring di tengah kotoran mereka
atau berkeluyuran tanpa ada yang membantu.
Kemudian Bedlam berkembang menjadi hiburan
masyarakat untuk mencela dan menonton
tingkah laku orang sakit jiwa tersebut. Bedlam
sendiri kemudian menyediakan tiket untuk dijual
kepada masyarakat.
 Gerakan Reformasi : the insane as sick
Konsep baru tentang gangguan dan
penyakit mental muncul dalam Revolusi
Amerika dan Perancis sebagai bagian dari
proses pencerahan (renaisans) bidang
rasionalisme, humanisme dan demokrasi
politik. Orang gila (insane) kemudian
dianggap sebagai orang sakit.
Chiarugi di Italia dan Muller di Jerman
menyuarakan tentang treatment rumah sakit
yang lebih humanis. Tetapi perwujudan
konsep baru dalam bidang ini dipelopori oleh
Phillipe Pinel (1745 – 1826).
Lanjutan gerakan reformasi….
Pinel kemudian memulai
pekerjaannya dari asylums di Paris
yang bernama La Bicetre. ) pada
tahun 1793. Kemudian pada tahun
1795 dia ditempatkan di Salpetriere
(rumah sakit jiwa untuk wanita).
Ia membebaskan pasien dari ikatan
rantai dan pasung kemudian
memperlakukannya sebagai seorang
yang sakit dan tidak diperlakukan
seperti seekor hewan.
Lanjutan gerakan reformasi….
Pinel berpendapat bahwa rumah sakit
seharusnya merupakan tempat untuk
treatment bukan untuk mengurung.
Menurutnya, pasien gangguan mental
pada dasarnya adalah orang normal
yang selayaknya didekati dengan
perasaan iba, memahami mereka serta
diperlakukan sesuai dengan
martabatnya sebagai individu. Pinel
juga menentang adanya hukuman
dan pengusiran bagi para penderita
gangguan mental.
Lanjutan gerakan reformasi….
Pinel kemudian juga mengajukan studi
ilmiah dan kategorisasi penyakit
mental, melakukan pencatatan kasus,
riwayat hidup dan studi terhadap
metode treatment.
Ia kemudian menyebutkan bahwa
beberapa kondisi psikosis mungkin
merupakan faktor psikogenesis.
Lanjutan gerakan reformasi….
Semangat Pinel diteruskan oleh
British Quakers yang membangun
‘asylums for the insane’ yang pada
waktu itu berkonotasi sebagai
tempat pengungsian dan tempat
istirahat. Pada awal abad 19, rumah
sakit di Amerika dan Inggris
menekankan ‘moral treatment’ untuk
memulihkan kesehatan mental
melalui inspirasi spiritual, studi dan
perhatian yang penuh kebajikan
(benevolent care).
 1812
Benjamin Rush menjadi salah satu
pengacara yang mula-mula menangani
masalah penyakit mental secara humanis.
Publikasinya yang berjudul ”Medical
Inquiries and Observations Upon Diseases
of The Mind” menjadi buku teks psikiatri
Amerika yang pertama.
 1842
Psikiater mulai masuk Rumah Sakit
dan berperan, menggantikan para
ahli hukum.
 1843
Di AS +/- tdp 24 RS dengan jumlah tempat
tidur = 2.561 buah untuk menangani
gangg.mental.
 1908
Clifford Beers (mantan penderita manik
depresif), menulis buku “A Mind that Found
Itself” yang berisi tentang pengalamannya
sebagai pasien mental dan menceritakan
kekejaman di Rumah Sakit.
Mendirikan Masyarakat Connecticut untuk
Mental Health yang kemudian berubah
menjadi Komite Nasional untuk Kesehatan
Mental (The National Committee for Mental
Hygiene).
Lanjutan 1908
Tujuan Asosiasi itu adalah:
1. Memperbaiki sikap masy thd penyakit
mental dan penderita sakit mental.
2. Memperbaiki pelayanan terhadap
penderita sakit mental
3. Bekerja untuk pencegahan penyakit
mental dan mempromosikan
kesehatan mental.
 1909
Sigmund Freud mengunjungi AS dan
mengajar psikoanalisa di Univ. Clark di
Worcester, Massachusetts.
 1910
Emil Kraepelin pertama kali
menggambarkan penyakit Alzheimer.
Mengembangkan alat tes untuk mendeteksi
gangguan epilepsi.
 1918
Asosiasi Psikoanalisa Amerika membuat
aturan bahwa hanya lulusan kedokteran dan
yang menjalankan praktek psikiatri yang
dapat menjadi calon peserta pelatihan
psikoanalisa.
 1920-an
Komite Nasional Untuk Kesehatan Mental
menghasilkan satu set model undangundang komitmen yang dimasukkan ke
dalam aturan pada beberapa negara bagian.
Juga membantu penelitian2 yang
berpengaruh pada kesmen, peny. mental
dan treatment yang membawa perubahan
nyata pada sistem perawatan kesmen.
Harry Stack Sullivan yang mengawasi
pasien skizofrenia, menunjukkan adanya
pengaruh lingkungan teraupetik ketika
pasien dapat dikembalikan ke masyarakat.
Lanjutan 1920-an
Periode 1920-1930 di Eropa terjadi
perubahan treatment thd pasien
gangg. Mental. Karena pengaruh teori
Freud.
Perubahannya yaitu:
 Treatment di RS kurang diminati,
diganti dengan di luar RS
 Treatment dilakukan tidak memerlukan
sertifikasi
 Treatment dilakukan di rumah pasien
 1930-an
Psikiater mulai menginjeksikan insulin
sebagai treatment pasien skizofrenia.
Hal ini menyebabkan shock dan koma
sementara.
 1936
Agas Moniz mempublikasikan laporan
tentang pembedahan otak manusia
pertama.Akibatnya antara th 19361950-an diperkirakan telah dilakukan
pembedahan sebanyak 20.000
prosedur thd pasien gangg mental di
AS.
 1940-an
Penggunaan elektroterapi, yaitu terapi
dengan mengaplikasikan listrik ke otak.
Pertama kali digunakan di RS AS utk
menangani penyakit mental.
 1940-1950
Dimulainya perawatan masyarakat bagi
penderita gangg mental di Inggris.
 1947
Fountain House di New York memulai
rehabilitasi psikiatrik untuk orang yang
mengalami sakit mental
 1950
Dibentuk National Association of Mental
Health (NAMH). Lembaga ini melanjutkan
misi Beers dengan lebih jelas al mendidik
masyarakat AS pada isu2 kesmen dan
mempromosikan kesadaran akan kesmen.
 1952
Diperkenalkan obat antipsikotik
konvensional pertama yaitu chlorphomazine
untuk pasien skizofrenia dan gangg mental
utama yang lain.
 1960-an
Obat2 antipsikotik spt haloperidol digunakan
pertama kali untuk mengontrol simtom
positif psikosis dan memberi efek tenang
pada pasien.
Lanjutan 1960-an
Diketemukannya lithium sebagai obat
untuk menangani pasien manik
depresif.
Media Inggris mulai menampilkan
testimoni dari eks penderita gangg
mental. Pembicaraan mengenai
gangg mental yang pada mulanya
tabu, mulai dibuka dan dibicarakan
secara umum.
 1961
Thomas Szasz membuat tulisan “The
Myth of Mental Illness”. Memuat
tentang dasar teori yang menyatakan
bahwa “sakit mental” sebenarnya
tidaklah betul2 “sakit”, tetapi
merupakan tindakan orang yang
secara mental tertekan karena harus
bereaksi terhadap lingkungan.
 1962
Terdapat pasien psikiatri yang dirawat
di RS AS sebanyak 422.000 orang
 1970
Mulainya deinstitusionalisasi massal. Pasien
dan keluarga mrk kembali pada sumber2nya
masing2 sbg akibat kurangnya program bagi
pasien yang telah keluar dari RS utk
rehabilitasi dan reintegrasi kembali ke
masyarakat.
 1979
NAMH menjadi The National Mental Health
Association (NMHA).
 1980
Muncul perawatan terencana yaitu dg
opname di RS dalam jangka pendek dan
treatment masyarakat menjadi standar bagi
perawatan penyakit mental.
Lanjutan 1980
NMHA bekerja sama dengan
pemerintah menghasilkan The Mental
Health Systems Act of 1980. Akta tsb
memungkinkan tumbuhnya pusat2
kesmen masy AS yg mengijinkan
individu dg peny mental utk tinggal dlm
rumah dan masy mereka dengan masa
opname yang pendek.
 1990
NMHA memainkan peran penting dlm
memunculkan Disabilities Act, yang
melindungi warga AS yang secara mental dan
fisik disable dari diskriminasi dlm pekerjaan,
transportasi, akomodasi, telekomunikasi,
birokrasi, dsb.
Mulai digunakan teknologi pencitraan otak utk
mempelajari perkemb peny mental.
 1994
Diperkenalkannya obat antipsikotik atipikal
pertama kali setelah hampir 20 th penggunan
obat konvensional.
 1997
Peneliti menemukan kaitan genetik pada
gangg bipolar
Pengertian Kesehatan
 “Suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari
suatu organisme atau bagiannya yang dicirikan
oleh fungsi yang normal dan tidak adanya
penyakit” (Freund, 1991:The International
Dictionary of Medicine & Biology).
 “Kesehatan adalah:1).Condition of a person’s
body or mind.2).State of being well and free
from illness”. (Hornby, 1989).
 “Keadaan (status) sehat utuh secara fisik,
mental (Rohani) dan sosial dan bukan hanya
suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat
atau kelemahan” (WHO dalam Smet, 1994)
Model Kesehatan Barat & Timur
 Model Barat
1. Model Biomedis (Fruend, 1991)
Dipengaruhi oleh filosofi Yunani
(Plato&Aristoteles). Manusia terdiri
dari tubuh dan jiwa. Ditambah
dengan perkemb biologi, penyakit
dan kesehatan semata-mata
dihubungkan dgn tubuh saja.
Semboyan: “Men Sana In Corpore
Sano”.
Lanjutan model biomedis…
Memiliki 5 asumsi: (Freund, 1991)
 Tdp perbedaan nyata antara tubuh dan jiwa
shg penyakit diyakini berada pada satu
bagian tubuh tertentu.
 Penyakit dapat direduksi pada gangg fungsi
tubuh.
 Penyakit disebabkan oleh suatu penyebab
khusus yang secara potensial dpt
diidentifikasi.
 Tubuh seperti sebuah mesin.
 Tubuh adalah objek yang perlu diatur dan
dikontrol.
2. Model Psikiatris (Helman, 1990)
Penggunaan berbagai model untuk
menjelaskan penyebab gangg mental.
Model organik: menekankan pada
perubahan fisik dan biokimia di otak.
Model psikodinamik: berfokus pada faktor
perkembangan dan pengalaman.
Model behavioral: psikosis terjadi karena
kemungkinan2 lingkungan.
Model sosial: menekankan gangg dalam
konteks performansnya.
3. Model Psikosomatis (Tamm, 1993)
Muncul karena ketidakpuasan dengan model
biomedis.Dipelopori oleh Helen Flanders
Dunbar (1930-an)
Tidak ada penyakit fisik tanpa disebabkan oleh
anteseden emosional dan sosial. Sebaliknya
tidak ada penyakit psikis yang tidak disertai
oleh simtom somatik.
Penyakit berkembang melalui saling terkait
secara b’kesinambungan antara faktor fisik
dan mental yang saling memperkuat satu
sama lain melalui jaringan yang kompleks.

Model Timur
Bersifat lebih holistik (Joesoef, 1990).
1. Holistik sempit
Organisme manusia dilihat sbg suatu
sistem kehidupan yang semua
komponennya saling terkait dan saling
tergantung.
2. Holistik luas
Sistem tersebut merupakan suatu bagian
integral dari sistem2 yang lebih luas,
dimana orginasme individual berinteraksi
terus menerus dengan lingkungan fisik
dan sosialnya, yaitu tetap terpengaruh
oleh lingkungan tapi jg bisa m’ngaruhi dan
mengubah lingkungan.
1.
Ciri-ciri tingkah laku sehat dan normal
 Warga (1983)
Ciri-ciri individu sehat/normal adalah:
1. Bertingkahlaku menurut norma2 sosial yang
diakui.
2. Mampu mengelola emosi.
3. Mampu m’aktualkan potensi-potensi yang
dimiliki.
4. Dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan
sosial.
5. Dapat mengenali resiko dari setiap
perbuatan dan kemampuan tersebut
digunakan untuk menuntun tingkah
Lanjutan Warga (1983)…
6. Mampu menunda keinginan sesaat untuk
mencapai tujuan jangka panjang.
7. Mampu belajar dari pengalaman.
8. Biasanya gembira.
 Harber&Runyon (1984)
Ciri individu normal adalah:
1. Sikap terhadap diri sendiri: mampu menerima
diri apa adanya, memiliki identitas diri yang
jelas, mampu menilai kelebihan dan
kekurangan diri sendiri secara realistis.
2. Persepsi terhadap realita: pandangan
realistis terhadap diri dan dunia sekitar yang
meliputi orang lain maupun segala
sesuatunya.
Lanjutan Harber&Runyon…
3. Integrasi: kepribadian menyatu & harmonis,
bebas konflik, toleransi yang baik terhadap
stres.
4. Kompetensi:mengembangkan ketrampilan
dasar b’kaitan dengan aspek fisik, inteligensi,
emosional dan sosial untuk melakukan
coping thd masalah.
5. Otonomi: memiliki ketetapan diri yang kuat,
b’tgjwb, penentuan diri dan memiliki
kebebasan yang cukup thd pengaruh sosial.
6. Pertumbuhan dan aktualisasi diri:
pengembangan ke arah kematangan,
pengembangan potensi dan pemenuhan diri
sebagai pribadi.
Lanjutan Harber&Runyon…
7. Relasi interpersonal: kemampuan
membentuk dan memelihara relasi
interpersonal yang intim.
8. Tujuan hidup: Tidak perfeksionis, tapi
membuat tujuan yang realistis dan masih
dalam kemampuan individu.
2.
Apakah Perilaku Abnormal Itu?
 Statistical infrequency
Perspektif ini menggunakan pengukuran
statistik dimana semua variabel yang yang
akan diukur didistribusikan ke dalam suatu
kurva normal atau kurva dengan bentuk
lonceng. Kebanyakan orang akan berada
pada bagian tengah kurva, sebaliknya
abnormalitas ditunjukkan pada distribusi di
kedua ujung kurva. Kriteri ini biasanya
digunakan dalam bidang medis atau
psikologis. Misalnya mengukur tekanan
darah, tinggi badan, intelegensi,
ketrampilan membaca, dsb.
 Unexpectedness
Biasanya perilaku abnormal merupakan
suatu bentuk respon yang tidak diharapkan
terjadi. Contohnya seseorang tiba-tiba
menjadi cemas (misalnya ditunjukkan
dengan berkeringat dan gemetar) ketika
berada di tengah-tengah suasana
keluarganya yang berbahagia. Atau
seseorang mengkhawatirkan kondisi
keuangan keluarganya, padahal ekonomi
keluarganya saat itu sedang meningkat.
Respon yang ditunjukkan adalah tidak
diharapkan terjadi.
 Violation of norms
Perilaku
abnormal
ditentukan
dengan
mempertimbangkan konteks sosial dimana
perilaku tersebut terjadi. Jika perilaku sesuai
dengan norma masyarakat, berarti normal.
Sebaliknya jika bertentangan dengan norma
yang berlaku, berarti abnormal. Kriteria ini
mengakibatkan definisi abnormal bersifat
relatif tergantung pada norma masyarakat
dan budaya pada saat itu. Misalnya di
Amerika pada tahun 1970-an, homoseksual
merupakan perilaku abnormal, tapi sekarang
homoseksual tidak lagi dianggap abnormal.
Lanjutan violation of norms…
Walaupun
kriteria
ini
dapat
membantu untuk mengklarifikasi
relativitas definisi abnormal sesuai
sejarah dan budaya tapi kriteria ini
tidak cukup untuk mendefinisikan
abnormalitas. Misalnya pelacuran
dan
perampokan
yang
jelas
melanggar norma masyarakat tidak
dijadikan salah satu kajian dalam
psikologi abnormal.
 Personal distress
Perilaku dianggap abnormal jika hal itu
menimbulkan
penderitaan
dan
kesengsaraan bagi individu. Tidak semua
gangguan (disorder) menyebabkan distress.
Misalnya psikopat yang mengancam atau
melukai orang lain tanpa menunjukkan
suatu rasa bersalah atau kecemasan. Juga
tidak semua penderitaan atau kesakitan
merupakan abnormal. Misalnya seseorang
yang sakit karena disuntik. Kriteria ini
bersifat subjektif karena susah untuk
menentukan
standar
tingkat
distress
seseorang agar dapat diberlakukan secara
umum.
 Disability
Individu mengalami ketidakmampuan (kesulitan)
untuk mencapai tujuan karena abnormalitas yang
dideritanya. Misalnya para pemakai narkoba
dianggap abnormal karena pemakaian narkoba
telah
mengakibatkan
mereka
mengalami
kesulitan untuk menjalankan fungsi akademik,
sosial atau pekerjaan. Tidak begitu jelas juga
apakah seseorang yang abnormal juga
mengalami disability. Misalnya seseorang yang
mempunyai gangguan seksual voyeurisme
(mendapatkan kepuasan seksual dengan cara
mengintip orang lain telanjang atau sedang
melakukan hubungan seksual), tidak jelas juga
apakah ia mengalami disability dalam masalah
seksual.
Dari semua kriteria di atas menunjukkan
bahwa perilaku abnormal sulit untuk
didefinisikan. Tidak ada satupun kriteria
yang
secara
sempurna
dapat
membedakan abnormal dari perilaku
normal. Tapi sekurang-kurangnya kriteria
tersebut
berusaha
untuk
dapat
menentukan definisi perilaku abnormal.
Dan adanya kriteria pertimbangan sosial
menjelaskan bahwa abnormalitas adalah
sesuatu yang bersifat relatif dan
dipengaruhi oleh budaya serta waktu.
Kelas Karawaci 2PA13
 7 Maret
: Sejarah Kesehatan Mental
 21 Maret
: Teori Behaviorisme,
Psikoanalisa, Humanistik dan Kel 1
 4 April
: Kel 2 dan Kel 3
 2 Mei
: Kel 4
 16 Mei
: UTS
 30 Mei
: Review
 Tugas cari Kasus-kasus yang
menggambarkan Perilaku Abnormal
dikaitkan dengan 3 Aliran dalam Psikologi
dalam bentuk presentasi PPT, makalah,
video dan foto-foto yang mendukung
Download