perubahan fungsi seksual pada masa kehamilan

advertisement
PERUBAHAN FUNGSI SEKSUAL PADA MASA KEHAMILAN
PRIMIGRAVIDA
SEXUAL FUNCTION ALTERATION DURING PREGNANCY IN
PRIMIGRAVIDA
Evelyn Indradjaja Tunardy, IMS. Murah Manoe, Telly Tessy
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
Alamat Korespondensi:
Evelyn Indradjaja Tunardy
Bagian OBGIN FK-Unhas
Makassar, 90245
HP: 0811466378
Email: [email protected]
Abstrak
Masalah fungsi seksual merupakan masalah yang sering terjadi pada wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai fungsi seksual pada primigravida sejak trimester pertama sampai ketiga. Fungsi seksual dinilai dengan
menggunakan kuesioner FSFI yang telah divalidasi dibeberapa Negara. Penelitian ini lakukan secara kohort
prospektif dan pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah sampel 49 primigravida.
Data diolah menggunakan spss versi 16 dengan uji McNemar, tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian
menunjukkan, lebih banyak wanita yang mengalami penurunan fungsi seksual pada trimester pertama dan ketiga,
sedangkan pada trimester kedua kebanyakan wanita mengalami fungsi seksual yang normal.
Dalam
perbandingannya, terdapat perbedaan bermakna antara fungsi seksual trimester pertama dengan kedua (p<0,01), dan
trimester kedua dengan ketiga (p<0,01). Untuk posisi sanggama, pada trimester pertama lebih banyak memilih
missionary position (75,5%), trimester kedua memilih woman on top position (67,3%), dan trimester ketiga memilih
side by side position (55,1%). Dapat diambil kesimpulan bahwat terjadi perubahan fungsi seksual pada tiap trimester
kehamilan primigravida.
Kata Kunci : Primigravida, Fungsi seksual, FSFI, Posisi sanggama
Abstract
The issue of sexual function is a problem that often occurs in pregnant women. This study aimed to assess sexual
function in primigravida from first to third trimester. Sexual function was assessed using a validated FSFI
questionnaires in several countries. The research was done in a prospective cohort and sampling conducted in
consecutive sampling with a sample of 49 primigravida. The data is processed using SPSS version 16 with the
McNemar test, the significance level of 0.05. The results showed, more women decreased sexual function in the first
and third trimester, whereas in the second trimester most women experience normal sexual function. In comparison,
there are significant differences between sexual function with both the first trimester (p <0.01), and the second with
the third trimester (p <0.01). For the position of intercourse, the more likely to choose the first trimester missionary
position (75.5%), second trimester opt woman on top position (67.3%), and third trimester choose side by side
position (55.1%). Can be concluded bahwat changes in sexual function in each trimester of pregnancy primigravida
Keywords: primigravida, sexual function, FSFI, Position copulations
PENDAHULUAN
Kehamilan memiliki peran penting dalam fungsi seksual dan perilaku wanita. Masalah
fungsi seksual dilaporkan sering terjadi pada wanita hamil. (Aslan G dkk, 2005). Beberapa
penelitian yang dikembangkan menunjukkan bahwa masalah fungsi seksual merupakan masalah
yang sering terjadi pada 25% - 92% wanita. Fungsi seksual dapat dipengaruhi oleh usia,
pengetahuan, penyakit kronik, kehamilan, dan persalinan. Masalah fungsi seksual dapat
mempengaruhi kualitas hidup wanita, dimana akan memberi dampak negatif pada rasa percaya
diri (Alessandra P. et al., 2009)
Seksualitas merupakan suatu komponen integral dari kehidupan seorang wanita normal.
Hubungan seksual yang nyaman dan memuaskan merupakan salah satu faktor yang berperan
penting dalam hubungan perkawinan bagi banyak pasangan. (Elder J. et al., 2010). Fungsi
seksual merupakan bagian yang turut menentukan warna, kelekatan dan kekompakan pasangan
suami-istri. Bila suami-istri mempunyai persepsi yang sama tentang makna hubungan seksual
dalam perkawinan, tentu tidak akan timbul masalah, namun jika persepsi mereka berbeda,
biasanya akan timbul masalah.(Sylvia D., 2006).
Reamy melakukan penelitian pada 52 wanita hamil dengan menggunakan kuesioner di
tiap trimester kehamilan dan mendapatkan terjadinya penurunan pada kenikmatan seksual,
frekuensi bersanggama, dan orgasme seiring dengan berjalannya kehamilan. Hasrat seksual
meningkat pada trimester kedua dan menurun secara progresif pada trimester ketiga, sesuai
dengan penelitian oleh Masters dan Johnson. (Uwapusitanon W. et al., 2004). Bartellas
melakukan evaluasi 141 wanita hamil, dan menemukan bahwa kehamilan mereka ditandai
dengan penurunan yang progresif pada aktivitas seksual, dan kebanyakan wanita hamil takut bila
dengan bersanggama dapat melukai kandungannya. (Bartellas E. et al., 2000). Di Indonesia,
khususnya di Makassar belum ada penelitian tentang fungsi seksual dalam kehamilan, sehingga
peneliti tertarik untuk meneliti mengenai hal tersebut dengan menggunakan kuesioner Female
Sexual Function Index (FSFI).
BAHAN DAN METODE
Lokasi dan rancangan penelitian
Penelitian ini dilakukan dibeberapa rumah sakit pendidikan Bagian Obstetri dan
Ginekologi FK-UNHAS. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif
dengan
menggunakan consecutive sampling
Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah primigravida yang melakukan ANC di beberapa
rumah sakit pendidikan Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-UNHAS, yaitu wanita yang hamil
trimester pertama, kemudian di follow up sampai trimester ketiga.
Sampel adalah semua anggota populasi
yang memenuhi kriteria penelitian. Kriteria
inklusi: Primigravida usia 25 – 35 tahun dengan kehamilan trimester pertama, kedua, dan ketiga;
kehamilan tunggal; hari pertama haid terakhir (HPHT) jelas; tinggal dengan suami; bersedia
mengisi informed consent. Kriteria eksklusi: Kehamilan yang disertai dengan penyakit lain atau
penyulit (misal: asma, hipertensi, penyakit jantung, plasenta previa, dan inkompetensi serviks);
hubungan dengan suami tidak harmonis; wanita primigravida dengan riwayat infertil primer.
Kriteria drop out : Primigravida yang telah diikutsertakan dalam penelitian, dalam perkembangan
kehamilannya mengalami masalah atau komplikasi kehamilan (misal: ancaman abortus,
perdarahan antepartum, uterus kontraktil, hipertensi, sesak napas)
Metode pengumpulan data
Dilakukan anamnesis terhadap ibu yang bersedia mengikuti penelitian ini dan mengisi
surat persetujuan. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak terdapat dalam kriteria
eksklusi diambil sebagai sampel untuk penelitian. Pasien primigravida trimester pertama (usia
kehamilan < 14 minggu) yang melakukan ANC akan dijadikan sampel, dan diberi lembar
kuesioner untuk diisi, lalu pada trimester kedua (usia kehamilan 15 minggu – 28 minggu) dan
trimester ketiga (usia kehamilan 29 minggu – 42 minggu) juga diberi lembar kuesioner untuk
diisi lagi. Kuesioner ini mencakup fungsi seksual dan posisi sanggama favorit pasien tersebut
dalam 4 minggu terakhir
Analisis data
Analisis data meliputi analisis deskriptif yaitu menghitung jumlah dan menentukan,
sedangkan perhitungan analitik menggunakan uji statistik yang sesuai, yaitu : Analisis univariat,
untuk deskripsi data berupa distribusi frekuensi. Analisis bivariat, Uji McNemar untuk
membandingkan 2 variabel yang berpasangan. Hasil uji hipotesis dikatakan tidak bermakna bila
p > 0,05, bermakna bila p ≤ 0,05, dan sangat bermakna bila p < 0,01.
HASIL
Distribusi Karakteristik Sampel Penelitian
Tabel 1 menunjukkan karakteristik sampel yang dianalisis meliputi usia ibu, pendidikan,
pekerjaan, dan lama menikah.. Secara umum dari 49 sampel yang diteliti, kelompok umur
terbanyak yaitu 25-29 tahun sebanyak 32 sampel (65,3%). Menurut tingkat pendidikan,
kelompok SLTA terbanyak yaitu 19 sampel (38,8%) dan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga
(IRT) sebanyak 32 sampel (65,3%). Untuk sampel yang mengalami disfungsi seksual, terdapat
42 sampel (85,7%) pada trimester pertama, 13 sampel (26,5%) pada trimester kedua, dan 39
sampel (79,6%) pada trimester ketiga.
Distribusi Aspek Fungsi Seksual dalam Kehamilan
Tabel 2. memperlihatkan distribusi aspek fungsi seksual dalam kehamilan primigravida.
Untuk desire, yang terbanyak mengalami disfungsi yaitu pada trimester ketiga sebanyak 26
sampel (53,1%), dan tetap normal pada trimester kedua sebanyak 45 sampel (91,8%). Aspek
arousal pada trimester kedua tetap normal pada semua sampel, yaitu 49 sampel (100%). Pada
aspek lubrication, gangguan fungsi terbanyak pada trimester ketiga, yaitu sekitar 17 sampel
(34,7%), sedangkan pada trimester kedua, banyak yang normal, sekitar 48 sampel (98%). Dalam
mencapai orgasme atau orgasm, hampir tiap trimester tidak mengalami disfungsi, namun pada
trimester kedua, semua sampel mencapai orgasme, yaitu sebanyak 49 sampel (100%). Tingkat
satisfaction dalam kehamilan, terdapat disfungsi pada trimester pertama dan ketiga, sedangkan
pada trimester kedua sekitar 44 sampel (89,8%) normal. Rasa nyeri atau pain tidak banyak
dialami dalam kehamilan tiap trimester, namun pada trimester kedua, 49 sampel (100%) tidak
mengeluhkan adanya rasa nyeri.
Analisis Perbandingan Total Nilai FSFI pada Primigravida Trimester I dan II
Tabel 3 menunjukkan perbandingan fungsi seksual secara keseluruhan dengan melihat
total nilai FSFI antara trimester pertama dan kedua. Pada tabel ini tampak adanya perbedaan
yang bermakna antara fungsi seksual trimester pertama dengan kedua (p=0,000).
Analisis Perbandingan Total Nilai FSFI pada Primigravida Trimester II dan III
Pada Tabel 3 memperlihatkan perbandingan total nilai FSFI pada primigravida trimester
kedua dan ketiga, dan terdapat perbedaan yang bermakna antara fungsi seksual kedua trimester
(p=0,000).
Analisis Perbandingan Total Nilai FSFI pada Primigravida Trimester I dan III
Tabel 3 menunjukkan perbandingan total nilai FSFI pada primigravida trimester pertama
dan ketiga, dimana antara kedua trimester tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,607).
Perbandingan Total nilai FSFI pada Trimester I, II, dan III
Pada Grafik 1 dapat dilihat adanya gambaran disfungsi seksual pada trimester I dan III,
sedangkan pada trimester II kebanyakan mengalami fungsi seksual yang normal.
Posisi Sanggama dalam Kehamilan
Pada tabel 4 menggambarkan beberapa posisi sanggama dalam kehamilan, dimana posisi
terbanyak pada trimester pertama yaitu missionary position, yaitu sebanyak 37 sampel (75,5%).
Pada trimester kedua, pilihan posisi sanggama terbanyak yaitu woman on top position, sebanyak
33 sampel (67,3%). Dan pada trimester ketiga, terbanyak wanita hamil lebih memilih side by
side position, yaitu sebanyak 27 sampel (55,1%). Perubahan pemilihan posisi sanggama pada
tiap trimester kehamilan, dimana trimester pertama memilih missionary position, trimester kedua
memilih woman on top position, dan trimester ketiga memilih side by side position.
PEMBAHASAN
Pada penelitian ini, ditemukan Perubahan fungsi seksual lebih sering terjadi pada
kehamilan primigravida trimester pertama dibandingkan dengan kehamilan trimester kedua.
Perubahan fungsi seksual lebih sering terjadi pada kehamilan primigravida trimester ketiga
dibandingkan dengan kehamilan trimester kedua. Fungsi seksual pada kehamilan primigravida
trimester pertama dibandingkan dengan kehamilan trimester ketiga hampir tidak ada perubahan.
Terdapat perbedaan pemilihan posisi sanggama dalam tiap trimester kehamilan, dimana
missionary position menjadi pilihan pada kehamilan primigravida trimester pertama, woman on
top position pada trimester kedua, dan side by side position pada trimester ketiga.
Kelompok usia terbanyak antara 25 – 29 tahun, yaitu sebanyak 32 sampel (65,3%).
Berdasarkan penelitian oleh National Survey of Family Growth (NSFG) tahun 2006-2010,
angka kesuburan untuk wanita adalah antara 15 – 44 tahun. Disamping itu, menurut NSFG juga
kebanyakan wanita yang menikah, mengalami kehamilan pertama pada usia antara 20 - 29 tahun,
yaitu sekitar 45,7%.
Hali ini sesuai dengan penelitian ini, dimana sampel yang digunakan adalah primigravida
(Martinez G.,et al, 2012). Pendidikan terakhir sampel yang terbanyak adalah SLTA, yaitu
sebanyak 19 sampel (38,8%). Berdasarkan Data Statistik Indonesia tahun 2005, angka bebas buta
huruf di Sulawesi Selatan pada wanita adalah 82,20% dengan tingkat pendidikan rata-rata adalah
SMA. Hal ini kemudian menjadi perhatian peneliti dalam pengisian kuesioner. Sehingga peneliti
memberikan perhatian lebih pada kelompok sampel yang masuk dalam kelompok pendidikan
rendah.
Kelompok pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 32 sampel
(65,3%). Hal ini sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik dalam Survei Sosial Ekonomi
Nasional 2004. Dimana, ternyata di perkotaan sebagian besar ibu usia kurang dari 40 tahun yang
mempunyai anak, sekitar 63,3% hanya mengurus rumah tangga saja dan yang bekerja hanya
29.6% saja.Disfungsi seksual terdapat banyak pada trimester pertama dan ketiga yaitu 42 sampel
(85,7%) dan 39 sampel (79,6%).
,Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa pada kehamilan trimester pertama terdapat
beberapa sampel
yang mengalami disfungsi, yaitu pada desire, satisfaction, dan pain.
Sedangkan pada trimester kedua, hampir semua aspek fungsi seksual normal.. Pada trimester
ketiga, terdapat lebih banyak sampel yang mengalami disfungsi seksual, yaitu pada aspek desire,
arousal, lubrication, satisfaction, dan pain, apabila dibandingkan dengan trimester pertama.
Fungsi seksual dalam kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu faktor
hormonal, neurogenik, fisik, maupun psikis. Hormon testosteron berperan penting dalam
seksualitas pria maupun wanita, yang berpengaruh pada hasrat dan aktivitas seksual. Pada wanita
hamil, terjadi penurunan kadar testosteron, yang menyebabkan terjadinya penurunan hasrat
seksual.
Dopamin, merupakan suatu neurotransmiter yang aktif pada saat tubuh dalam keadaan
senang. Dorongan atau keinginan seksual diaktivasi oleh dopamin, yang menyebabkan
peningkatan hasrat seksual. Meskipun faktor hormonal dan neurogenik memegang peranan
dalam fungsi seksual, namun sekitar 46% disfungsi seksual dalam kehamilan lebih dipengaruhi
oleh ketidaknyamanan fisik, dan 25% - 50% dipengaruhi oleh faktor psikis (Brown, C.,et al.
2008)
Adanya gangguan desire pada trimester pertama sampel disebabkan oleh adanya tandatanda hamil muda berupa rasa mual dan muntah pada awal kehamilan, juga karena merupakan
kehamilan pertama sehingga kebanyakan merasa takut akan terjadi gangguan terhadap
kehamilan, sehingga kebanyakan wanita hamil merasa enggan untuk melakukan hubungan
seksual. Sedangkan pada trimester kedua, kebanyakan dari sampel telah pulih dari mual muntah,
sehingga mereka merasa dapat melakukan hubungan seksual seperti biasa. Pada trimester ketiga,
desire menurun akibat rasa penuh dan sesak pada perut sehingga banyak sampel merasa malas
untuk memulai hubungan seksual.
Pada fase arousal, sampel pada trimester pertama dan kedua hampir tidak mengalami
gangguan, tetapi pada trimester ketiga banyak yang mengalami gangguan. Ini disebabkan oleh
makin besarnya kehamilan, sehingga membatasi pergerakan dan menyebabkan sampel merasa
malas untuk melakukan hubungan seksual. Fase lubrication, kebanyakan sampel mengalami
gangguan di trimester ketiga. Hal ini berkaitan dengan adanya penurunan fungsi desire dan
arousal, sehingga hasrat atau keinginan seksual pun akan menurun.Pada fase orgasm,
kebanyakan sampel pada tiap trimester mengalami orgasme. Tetapi, peneliti tidak dapat
menentukan apakah diantara sampel terdapat beberapa yang mengalami multiple orgasm.
Satisfaction pada trimester pertama menurun diduga akibat rasa bersalah yang timbul
setelah melakukan hubungan seksual, dimana beberapa sampel merasa khawatir mengenai
bayinya. Sedangkan pada trimester kedua, kepuasan seksual hampir tidak mengalami gangguan.
Pada trimester ketiga, fase ini kembali mengalami gangguan akibat perasaan tidak nyaman yang
muncul sehubungan dengan kehamilan yang bertambah besar.
Pain sejalan dengan lubrikasi pada tiap trimester, dimana dengan adanya lubrikasi yang
baik, kebanyakan sampel tidak merasakan nyeri pada saat melakukan hubungan seksual,
terutama pada trimester kedua. Penelitian ini memberi hasil yang hampir serupa dengan
penelitian yang dilakukan oleh Reamy pada 52 wanita hamil, dimana ditemukan adanya sedikit
penurunan desire pada trimester pertama, meningkat pada trimester kedua, dan menurun secara
progresif pada trimester ketiga. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Master
dan Johnson (Uwapusitanon W. et al., 2004). Wanita hamil pada trimester pertama seringkali
merasa sulit untuk mendapatkan perasaan erotis untuk memulai hubungan seksual. Ini dapat
disebabkan oleh munculnya rasa mual atau muntah dan fatique pada beberapa wanita. Begitu
juga yang dikemukakan oleh Bartellas dkk (2000), yakni hampir 49% wanita merasa takut
apabila melakukan hubungan seksual akan dapat melukai janinnya. (Lewis J., et al., 2006)
Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Aslan G dkk., dimana mereka
menemukan adanya perubahan pada seluruh aspek fungsi seksual menurut FSFI selama
kehamilan. Kepuasan seksual atau satisfaction sedikit menurun pada trimester pertama, dan
bervariasi pada trimester kedua, kemudian akan menurun tajam pada trimester ketiga.
Lubrication tetap dialami dalam tiap trimester kehamilan, sedangkan orgasm dialami secara
bervariasi pada tiap trimester. Dispareunia atau pain dialami oleh hampir 22-50% wanita hamil
terutama pada akhir trimester. (Aslan G.,et al., 2005).
Dalam penelitian Masters dan Johnson (1966), dikemukakan bahwa pada trimester kedua
kebanyakan wanita akan mengalami sensasi erotis yang meningkat, dikarenakan pada trimester
ini, keluhan kehamilan dini telah berkurang atau hilang, dan pada saat ini terjadi bendungan pada
pembuluh darah pelvis, sehingga meningkatkan intensitas orgasme wanita. Dimana pada saat ini
tidak jarang seorang wanita dapat merasakan multiple orgasm. (Lewis J.,et al., 2006)
Memasuki trimester ketiga, seorang wanita hamil akan mengalami perubahan bentuk
tubuh dan perut yang makin membesar, sehingga merasakan dirinya kurang menarik, disamping
pergerakan yang juga terbatas. Hal ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan dan kesulitan
dalam berhubungan seksual (Lewis J.,et al., 2006)
Untuk analisis perbandingan total nilai FSFI antara primigravida trimester pertama
dengan kedua, ditemukan perbedaan bermakna pada fungsi seksualnya, dengan nilai p=0,000.
Begitu pula antara trimester kedua dan ketiga ditemukan perbedaan bermakna pada
perbandingan total nilai FSFI dengan nilai p=0,000. Namun antara trimester pertama dan ketiga,
tidak ditemukan perbedaan bermakna, dengan nilai p=0,607
Pada Grafik 1. dapat dilihat gambaran disfungsi seksual dan fungsi seksual normal pada
tiap trimester.Menurut penelitian oleh Alessandra P dkk. pada 271 wanita hamil, ditemukan
prevalensi gangguan fungsi seksual rata – rata 46,6% pada trimester pertama, 34,2% pada
trimester kedua, serta 73,3% pada trimester ketiga. Dan ternyata terdapat perbedaan prevalensi
yang bermakna antara trimester pertama dengan kedua, dan kedua dengan ketiga.
Dalam penelitian ini, didapatkan pada trimester pertama kebanyakan sampel memilih
missionary position (75,5%), trimester kedua memilih woman on top position (67,3%), dan
trimester ketiga memilih side by side position (55,1%). Dalam penelitian Uwapusitanon W. dan
Choobun T.(2004), mereka mengklasifikasikan tiga kelompok posisi sanggama bagi wanita
hamil. Kelompok pertama, yaitu man on top position atau dikenal dengan missionary position.
Posisi ini seringkali dilakukan pada keadaan tidak hamil ataupun masih hamil muda. Kelompok
kedua yaitu woman on top position, dimana posisi ini lebih dipilih oleh wanita hamil trimester
kedua, dan kelompok ketiga yaitu side by side atau rear entry position. Posisi ini semakin
diminati dengan makin bertambah besarnya kehamilan.
Bila dilihat dari penelitian diatas, terdapat kesamaan pemilihan posisi sanggama.
Aktivitas seksual dan pemilihan posisi sanggama, juga dipengaruhi oleh berat badan seseorang,
dimana pada wanita yang mengalami obesitas, biasanya mengalami ketidaknyamanan dalam
aktivitas seksual pada posisi tertentu. Namun, dalam penelitian ini, yang menjadi kekurangan
dan keterbatasan yaitu tidak dilakukannya pengukuran indeks massa tubuh sampel penelitian per
tiap trimester. Diakibatkan pertambahan berat badan yang berbeda antara tiap wanita hamil
seiring dengan kehamilannya, dan keengganan dalam mencantumkan berat badan dalam
kuesioner. Hal ini juga disebutkan dalam penelitian oleh Rada C.(2011), yang mengemukakan
bahwa terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan frekuensi, kualitas, dan lamanya
aktivitas seksual seseorang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa terdapat perubahan fungsi seksual
pada tiap trimester kehamilan, dimana secara statistik terdapat perbedaan bermakna antara fungsi
seksual trimester pertama dengan kedua, dan antara trimester kedua dengan ketiga. Selain itu,
terdapat juga perbedaan pemilihan posisi sanggama dalam tiap trimester kehamilan. Perlu
dilakukan penelitian yang lebih lanjut tentang fungsi seksual dalam kehamilan pada primigravida
dan dibandingkan dengan pada waktu sebelum hamil atau pre-konsepsi, dengan jumlah sampel
yang lebih banyak. Selanjutnya diharapkan dengan adanya publikasi hasil penelitian ini, petugas
kesehatan yang kompeten dapat memberikan edukasi dan konseling mengenai fungsi seksual dan
aktivitas seksual dalam kehamilan kepada para wanita.
DAFTAR PUSTAKA
Aslan G., Aslan D., Kizilyar A., Ispahi C., Esen A. (2005). A Prospective Analysis of Sexual
Functions During Pregnancy. Int J Import Res. 17: 154-7
Bartellas E, Crane J, Daley M, Bennett KA, Hutchens D. (2000). Sexuality and Sexual Activity
in Pregnancy. Br J Obstet Gynaecol. 107: 964-8
Brown C. Rosen R. Heiman J. Leiblum S, Meston C. Shabsigh R. Ferguson D. D’Agostino Jr.
(2000). The Female Sexual Function Index (FSFI): A Multidimensional Self-Report
Instrument for the Assessment of Female Sexual Function. Journal of Sex & Marital
Therapy. 26:191-208
Elder J., Braver Y. Female Sexual Dysfunction. [online] Available from:
http://www.clevelandclinicmeded.com
Lewis J., Black J. (2006). Sexuality in Women of Childbearing Age. In :Journal of Perinatal
Education. P. 29 – 35
Martinez G., Daniels K., (2012). Fertility of men and women aged 15-44 years in the United
States: National survey of family grow.
Sylvia D. (2006). Disfungsi Seksual pada Perempuan. Universitas
Indonesia. Jakarta. p:1-28
Uwapusitanon W., Choobun T.(2004). Sexuality and Sexual Activity in Pregnancy. J Med Assoc
Thai; 87 (Suppl 3): S45-9
Tabel 1 Distribusi karakteristik sampel penelitian
Karakteristik
Usia Ibu
25 – 29 tahun
30 – 35 tahun
Pendidikan
SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Pekerjaan
IRT
PNS/ ABRI / POLRI
Pegawai swasta
Wiraswasta
Mahasiswi
Trimester I
Disfungsi seksual
Normal
Trimester II
Disfungsi seksual
Normal
Trimester III
Disfungsi seksual
Normal
N
%
32
17
65,3
34,7
14
4
19
12
28,6
8,2
38,8
24,5
32
6
3
3
5
65,3
12,2
6,1
6,1
10,2
42
7
85,7
14,3
13
36
26,5
73,5
39
10
79,6
20,4
Tabel 2 Distribusi Aspek Fungsi Seksual dalam Kehamilan
Trimester I
Aspek Fungsi
Seksual
Desire
Arousal
Lubrication
Orgasm
Satisfaction
Pain
n = 49
Trimester II
Trimester III
Disfungsi
seksual
Normal
Disfungsi
seksual
Normal
Disfungsi
seksual
Normal
16 (32,7%)
2 (4,1%)
6 (12,2%)
2 (4,1%)
28 (57,1%)
19 (38,8%)
33 (67,3%)
47 (95,9%)
43 (87,8%)
47 (95,9%)
21 (42,9%)
30 (61,2%)
4 (8,2%)
0
1 ( 2%)
0
5 (10,2%)
0
45 (91,8%)
49 (100%)
48 (98%)
49 (100%)
44 (89,8%)
49 (100%)
26 (53,1%)
20 (40,8%)
17 (34,7%)
2 (4,1%)
33 (67,3%)
17 (34,7%)
23 (46,9%)
29 (59,2%)
32 (65,3%)
47 (95,9%)
16 (32,7%)
32 (65,3%)
Tabel 3 Analisis Perbandingan Total Nilai FSFI pada Primigravida Trimester I,II dan III
Trimester
I
Trimester
II
Disfungsi seksual
Normal
Trimester II
Disfungsi seksual
Normal
≤ 26
> 26
N
%
N
%
12
28,6
30
71,4
1
14,3
6
85,7
Disfungsi seksual
Normal
Trimester III
Disfungsi
seksual
Normal
≤ 26
> 26
N
%
N
%
7
53,8
6
46,2
32
88,9
4
11,1
Trimester III
Disfungsi seksual
Normal
≤ 26
> 26
Trimester
I
N
33
6
Disfungsi seksual
Normal
%
78,6
85,7
N
9
1
%
21,4
14,3
Total
N
42
7
P
%
100
100
0,000
Total
N
13
36
P
%
100
100
0,000
Total
N
42
7
P
%
100
100
0,607
Tabel 4 Pemililhan Posisi Sanggama dalam Kehamilan
Trimester I
Missionary position
Side by side position
Rear entry position
Woman on top position
N
37
8
0
4
%
75,5
16,3
0
8,2
Trimester II
N
10
2
4
33
%
20,4
4,1
8,2
67,3
Trimester III
N
7
27
5
10
Grafik 1 Perbandingan Total Nilai FSFI Pada Trimester I, II, dan III
%
14,3
55,1
10,2
20,4
Download