01-03_BAB 1 SD BAB 3

advertisement
Pertemuan / Tatap Muka (TM) ke-1
(isi bab 1 dan 2 dari buku Dwi Condro T, Ph.D)
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Ekonomi Islam Hadza min fadhli Rabbi disingkat ‘hamfara’ (ini adalah karunia dari Tuhanku), artinya
ekonomi yang berdasarkan pada wahyu dari Allah SWT, yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Dua kitab ini
merupakan karunia dari Allah SWT yang paling agung bagi umat manusia di akhir zaman ini. (5)
2. Kehidupan ekonomi yang penuh kebahagian, kemakmuran dan kesejahteraan bukanlah hasil dari
kepandaian dan kehebatan manusia dalam menata ekonomi. Jangan sampai kita menjadi sombong
(takabur), akan tetapi kita harus tetap Tawadhu (rendah hati) (6) dengan bentuk ketawadhuan yaitu
mau bersedia tunduk pada aturan Allah SWT baik dalam hal pemerintahan Islam (khilafah Islam),
sistem pidana Islam, sistem sosial Islam, termasuk Sistem Ekonomi Islam.
3. Sistem Ekonomi Islam yang hendak kita bangun adalah benar-benar dari perumusan Allah SWT, dan
rumusan itu ada dalam Al-Qur’an dan Hadits. >>Landasan pemikiran pertama yang membedakan
dengan buku lainnya
4. Inilah yang menjadi diferensiasi (daya beda) sistem ekonomi Islam dengan yang sistem ekonomi
yang lainnya (konvensional)
5. Sistem ekonomi konvensional adalah ekonomi yang berasal dari produk pemikiran manusia secara
murni tanpa bimbingan wahyu. (7)
6. Sedangkan sistem ekonomi Islam adalah ekonomi yang bersumber dari Allah SWT yaitu yang Allah
turunkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. (7)
7. Dalam buku ini juga akan menjelaskan bahwa proses islamisasi dari ilmu ekonomi konvensional
dengan cara di-Islamisasi yaitu = ilmu ekonomi konvensional – bunga (riba) dan + zakat, bukanlah
seperti ini . karena sistem ekonomi konvensional telah gagal dalam memberikan solusi dari masalah
ekonomi dan dianggap memiliki andil paling besar dalam hancurnya perekonomian dunia ini. Lalu
mengapa harus di-Islamisasi?, >> Landasan pemikiran kedua yang membedakan dengan buku
lainnya
8. Jika dianalogikan, Proses Islamisasi pada sistem ekonomi konvensional seperti merenovasi gedung
yang pondasinya sangat lemah dan rusak, maka solusinya bukan direnovasi tapi yang tepat itu
gedungnya diganti.
9. Lantas seperti apa Sistem Ekonomi Islam itu?
BAB 2 BERANGKAT DARI SISTEM EKONOMI
1. Mengapa harus berangkat dari sistem ekonomi?, alasannya adalah karena Posisi ilmu ekonomi
berada di bawah sistem ekonomi. Ilmu ekonomi berkembang untuk mensupport menopang sistem
ekonomi.
2. Sehingga kalau kita berangkat dari ilmu ekonomi dan fokus pada ilmu ekonomi, akan tetapi masih
dalam sistem ekonomi yang salah, maka kita akan terjebak dalam sistem ekonomi yang salah itu.
Sebab, ilmu ekonomi itu akan mensupport menopang sistem ekonomi yang salah tadi.
PERBEDAAN ILMU EKONOMI DENGAN SISTEM EKONOMI
3. Bagaimana cara kita dapat membedakan ilmu ekonomi dengan sistem ekonomi, berikut contoh
sederhananya. (18)
4. Jika kita membeli bensin seharga Rp. 7.000/liter, maka dari kasus ini kita dapat mengajukan dua
pertanyaan sekaligus
5. Kelompok Pertanyaan pertama, bagaimana sebuah perusahaan minyak misal Pertamina dapat
menentukan harga 1 liter bensin Rp. 7000?. Bagaimana proses produksinya (sain tek)?. Bagaimana
menghitung biaya produksinya (cost)?. Bagaimana cara menghitung keuntungannya? Bagaimana
cara menghitung efisiensinya?
6. Kelompok Pertanyaan kedua, bagaimana jika yang melakukan proses produksi itu adalah
perusahaan milik swasta (lokal dan asing)?. Bolehkah perusahaan swasta memproduksi minyak dan
menguasai sumber migas yg depositnya banyak yang ada di Indonesia?. Migas itu hak milik siapa?.
Hak milik swasta, hak milik negara atau milik umum (rakyat)?
7. Setelah sampai sini, Kita dapat membedakan bahwa kelompok pertanyaan pertama adalah
berkaitan dengan Ilmu ekonomi, sedangkan kelompok pertanyaan kedua berkaitan dengan sistem
ekonomi.
8. Ilmu ekonomi adalah seperangkat alat (tools) yang dapat digunakan manusia untuk kepentingan
bagaimana sains teknologi dimanfaatkan untuk melakukan proses produksi barang, bagaimana cara
menghitung biaya (cost) agar efisien dengan tujuan untuk mengetahui berapa keuntungan (benefit)
yang akan diperolehnya (19). Ilmu ekonomi berfungsi bagaimana meningkatkan jumlah produksi dan
menjaga pengadaannya. Contoh yang semisal ilmu ekonomi adalah fisika, kimia, biologi, teknik
industri, teknik pertambangan, matematika dan ilmu sains tek lainnya.
9. Ilmu Ekonomi bersifat netral, obyektif, tidak dipengaruhi oleh ideologi/pandangan hidup, dan
keyakinan tertentu. Sebagaimana ilmu matematika, apapun agama atau ideologi orang yang
menggunakannya, hitungan 10+10 akan tetap sama dengan 20. Hitungan ini akan tetap berlaku bagi
siapa saja, apapun agamanya dan ideologinya. Hasilnya netral dan obyektif. (19)
10. Sedangkan Sistem ekonomi berkaitan dengan pandangan, keyakinan dan ideologi tertentu,
khususnya menyangkut pandangan terhadap hak kepemilikan harta, pengelolaan/pemanfaatan
harta, dan distribusi sumber daya ekonomi (harta). (20)
11. Sehingga sistem ekonomi bersifat tidak netral, bersifat subyektif dan dipengaruhi oleh pandangan
hidup/ideologi tertentu. (20)
12. Oleh karena itu jawaban pertanyaan kelompok kedua di atas akan berbeda-beda tergantung
keyakinan, agama, ideologi/pandangan hidup yang digunakan oleh negara tersebut.
KEDUDUKAN ILMU EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI (22)
13. PENTING untuk mengetahui kedudukan ini, sebab nanti kita akan mengetahui jika sistem
ekonominya salah maka ilmu ekonomi akan disalahgunakan/dimanfaatkan untuk mensupport
kerusakan sistem ekonomi yang salah.
14. Permisalan hubungan ilmu ekonomi dengan sistem ekonomi adalah ibarat ilmu ekonomi seperti
buruh, sedangkan sistem ekonomi seperti majikan. Maka sebagai buruh ilmu ekonomi harus tunduk
patuh kepada majikan. (23)
15. Misal statistik itu sebagai buruh, dalam kapitalisme (sebagai majikan sekarang). Statistik dalam hal
ini tentang sample dimanfaatkan oleh sistem ekonomi kapitalisme untuk menghitung pendapatan
perkapita (rata-rata atau agregat) dalam rangka mengetahui indikator kesejahteraan rakyat.
16. Sedangkan dalam sistem ekonomi Islam untuk mengetahui indikator kesejahteraan rakyat dengan
menggunakan statistik juga yaitu tentang sensus (tiap orang). Karena dalam Islam 1 orang yang
kelaparan merupakan masalah besar. >>Lihat definisi Politik ekonomi Islam yaitu pemenuhan
kebutuhan tiap individu akan barang pokok (sandang, pangan, papan) serta jasa poko (pendidikan,
kesehatan, keamanan).
17. Contoh kedudukan antara ILMU EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI di hal. 22-28. Kalau tentang
migas maka jangan langsung menghitung efisiensi produksi (ilmu ekonomi), tapi pecahkan dulu hak
milik siapakah migas itu ?, jika dalam ekonomi Islam migas termasuk kepemilikan umum, negara
hanya mengelola saja hasilnya masuk 100% ke Baitul mal (APBN S).
18. Tugas Ilmu ekonomi adalah menghitung dan menghitung untuk melayani majikannya yaitu sistem
ekonomi. (26)
19. Setelah dilakukan langkah pertama yaitu diketahui dulu milik siapakah migas? (melalui berangkat
dari sistem ekonomi Islam duluan) Jawabnnya adalah milik rakyat, maka langkah selanjutnya
adalah tugas ilmu ekonomi yaitu menghitung biaya produksi migas mulai dari eksplorasinya sampai
migas itu berada di tangan rakyat sebagai pemilik aslinya. (26)
20. Kesimpulannya: kedudukan ilmu ekonomi ada dalam wadah sistem ekonomi.
21. Dengan demikian ilmu ekonomi walaupun bersifat netral dan obyektif tetaplah akan lahir dari
rahim sistem ekonomi tertentu. Sebab sistem ekonomi lah yan memformat semua tatanan dan
ilmu ekonomilah yang bertugas menghitungnya. (27)
22. Jadi apabila membangun ilmu ekonomi Islam dengan jalan proses Islamisasi ilmu ekonomi
konvensional, nantinya dikhawatirkan akan terjebak dalam wadah sistem ekonomi bukan Islam
misalnya kapitalisme. Seperti yang terjadi sekarang ini ilmu ekonomi melayani majikan yang salah
yaitu sistem ekonomi kapitalisme (27)
23. Pada Bab ke-3 lah akan dijelaskan bagaimana ilmu ekonomi dilahirkan oleh satu sistem ekonomi
tertentu.>>dengan kata lain terdapat Ilmu ekonomi yang terjebak oleh sistem ekonomi
kapitalisme.
Pertemuan / Tatap Muka (TM) ke-2 (isi bab 3 dari buku)
BAB 3 PERAN SISTEM EKONOMI DALAM MELAHIRKAN ILMU EKONOMI
Proses lahirnya Ilmu ekonomi dari Sistem Ekonomi Kapitalisme
1. Pada Bab ke-3 lah akan dijelaskan bagaimana ilmu ekonomi dilahirkan oleh satu sistem ekonomi
tertentu.>>dengan kata lain terdapat Ilmu ekonomi yang terjebak oleh sistem ekonomi
kapitalisme.
Silahkan dipelajari secara Mandiri di buku Dwi Condro T. 2011. Ekonomi Islam Madzhab
Hamfara Bab 3
Pertemuan / Tatap Muka (TM) ke-3 (isi bab 4 dan 5 dari buku)
BAB 4 PROSES ISLAMISASI ILMU EKONOMI KONVENSIONAL (Ilmu Ekonomi Islam tapi yang lahir dari
sistem Ekonomi Kapitalisme)
BAB 5 MEMBANGUN ILMU EKONOMI ISLAM DARI SISTEM EKONOMI ISLAM
Silahkan dipelajari secara Mandiri di buku Dwi Condro T. 2011. Ekonomi Islam Madzhab
Hamfara Bab 4 dan 5
Download