Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263] - Jemaat

advertisement
Jemaat Jemaat Allah Al Maséhi
[263]
Hukum dan Perintah Tuhan
yang Ke Sepuluh [263]
(Edisi 1.1 19981011-19981011)
Ada tertulis: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau
hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau
apapun yang dipunyai sesamamu. Makalah ini menjelaskan keseluruhan struktur Hukum
Tuhan, yang diaplikasikan pada PerintahNya sebagaimana dijelaskan oleh para nabi dan
Kesaksian, dalam memenuhi pembacaan Hukum pada tahun-tahun Sabat.
Christian Churches of God
PO Box 369,
WODEN
ACT 2606,
AUSTRALIA
E-mail: [email protected]
(Hak Cipta © 1998, 1999 Wade Cox)
Makalah ini dapat diperbanyak dan didistribusikan tanpa dipungut biaya dengan syarat bahwa tak ada
bagiannya yang diubah atau dihilangkan. Nama dan alamat penerbit dan pernyataan hak-cipta harus
disertakan. Tidak dibenarkan untuk memungut biaya atas salinan yang didistribusikan. Kutipan singkat
dapat dimuat dalam artikel kritis dan ulasan tanpa melanggar ketentuan hak-cipta.
Makalah ini tersedia di World Wide Web pada alamat:
http://www.logon.org dan http://www.ccg.org
Hal. 2
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh[263]
Ada tertulis:
Keluaran 20:17 Jangan mengingini rumah
sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau
hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan,
atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang
dipunyai sesamamu.
Ulangan 5:21 Jangan mengingini isteri sesamamu,
dan jangan menghasratkan rumahnya, atau
ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya
perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau
apapun yang dipunyai sesamamu.
Roma 7:7 7 Jika demikian, apakah yang hendak kita
katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekalikali tidak! Sebaliknya justru oleh hukum Taurat
aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak
tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tiddak
mengatakan: “Jangan mengingini!”
Perintah yang ke sepuluh menetapkan hukum
pada tingkatan yang lebih tinggi dan lebih
rohaniah. Perintah yang ke sepuluh
menetapkan hukum menyangkut pikiran dan
hati dan mengatur tingkah-laku umat pilihan.
Pelanggaran
terhadap
perintah
ini,
sebagaimana juga terhadap perintah-perintah
lain dalam struktur ini, melanggar seluruh
hukum Tuhan. Struktur dari perintah yang ke
sepuluh merunut Perintah Utama yang Ke Dua
dan kesembilan perintah lainnya.
Perintah Utama Yang Pertama
Matius 22:36-38 "Guru, hukum manakah yang
terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus
kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang
terutama dan yang pertama.
Keseluruhan
struktur
Hukum
terpusatkan pada Kasih pada Tuhan.
Tuhan
Sistem Tuhan dan Struktur dan
Otoritas sebagai Hukum
Tuhan menetapkan hukumNya sampai
kepenuhan
keseluruhan
rencanaNya,
sepanjang jaman dan kebangkitan untuk
kehidupan dan penghakiman.
Matius 5:17-32 "Janganlah kamu menyangka,
bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum
Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk
meniadakannya,
melainkan
untuk
menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan
bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan
ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya
terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah
satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling
kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang
lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah
di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang
melakukan dan mengajarkan segala perintahperintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat
yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku
berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak
lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli
Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu
tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada
nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang
membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap
saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata
kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke
Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil!
harus diserahkan ke dalam neraka yang menyalanyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan
persembahanmu di atas mezbah dan engkau
teringat akan sesuatu yang ada dalam hati
saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah
persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali
untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama
engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,
supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau
kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau
kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke
dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,
sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan
engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih
baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,
dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke
dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan
menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu,
karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota
tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh
masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa
yang menceraikan isterinya harus memberi surat
cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali
karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan
siapa yang kawin dengan perempuan yang
diceraikan, ia berbuat zinah.
Keseluruhan struktur hukum Tuhan diartikan
dengan benar, dan ditempatkan pada tingkatan
rohani melalui sang Mesias. Ia memberikan
Hal. 3
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
hukum Tuhan kepada Musa dan kemudian
memberikan pengertiannya seperti yang
seharusnya dipahami, sebagai Mesias:
Ulangan 27:26 Terkutuklah orang yang tidak
menepati perkataan hukum Taurat ini dengan
perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata:
Amin!"
Iri-hati terhadap Umat Tuhan
adalah penyebab aniaya terhadap
diri mereka
Keluaran 1:1-14 Inilah nama para anak Israel yang
datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub;
mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
2
Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; 3 Isakhar,
Zebulon dan Benyamin; 4 Dan serta Naftali, Gad
dan Asyer. 5 Seluruh keturunan yang diperoleh
Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf
telah ada di Mesir. 6 Kemudian matilah Yusuf, serta
semua saudara-saudaranya dan semua orang yang
seangkatan dengan dia. 7 Orang-orang Israel
beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka
bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat
ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka. 8
Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah
tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 9
Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa
Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya
dari pada kita. 10 Marilah kita bertindak dengan
bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan
bertambah banyak lagi dan—jika terjadi
peperangan—jangan bersekutu nanti dengan musuh
kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."
11
Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan
atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja
paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kotakota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 12
Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak
dan berkembang mereka, sehingga orang merasa
takut kepada orang Israel itu. 13 Lalu dengan kejam
orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, 14 dan
memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang
berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata,
dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala
pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang
Mesir kepada mereka itu.
Dengan merasa iri terhadap pertumbuhan dan
kesejahteraan, dan rasa takut terhadap
kekuatan umat Tuhan, para musuh menggali
kehancuran mereka sendiri. Tetapi Tuhan
membangkitkan penyelamatan umatNya selagi
jauh sebelum hal itu harus terjadi.
Keluaran 2:16-3:1 Adapun imam di Midian itu
mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang
menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk
memberi minum kambing domba ayahnya. 17 Maka
datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka,
lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi
minum kambing domba mereka. 18 Ketika mereka
sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia:
"Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?" 19
Jawab mereka: "Seorang Mesir menolong kami
terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air
banyak-banyak untuk kami dan memberi minum
kambing domba." 20 Ia berkata kepada anakanaknya: "Di manakah ia? Mengapakah kamu
tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan." 21
Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan
Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 22
Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki,
maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya:
"Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri
asing." 23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir.
Tetapi orang Israel masih mengeluh karena
perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga
teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu
sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka
mengerang,
lalu
Ia
mengingat
kepada
perjanjianNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.
25
Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah
memperhatikan mereka.
Keluaran 3:1 Adapun Musa, ia biasa
menggembalakan
kambing
domba
Yitro,
mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia
menggiring kambing domba itu ke seberang padang
gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung
Horeb.
Tuhan
kemudian
memanggil
sang
penyelamatNya dengan maksud agar ia
dipisahkan.
Tuhan
melaksanakan
penyelamatan umatNya pada saat yang Ia
pandang tepat. Perintah yang ke sepuluh
mengajarkan kesabaran dan ketabahan dalam
menjalani kehendak Tuhan.
Iri terhadap kekuasaan dan otoritas
Hak Istimewa dan Hormat terhadap Orang
Semua kuasa berasal dari Tuhan, bahkan
kekuasaan yang diberikan dan diijinkan
dimiliki oleh Iblis dan Penguasa di udara di
jaman akhir. Tuhan tidak mengistimewakan
orang sebagaimana yang telah kita saksikan
(Imamat 19:15; Ulangan 1:17; 16:19; 2
Samuel 14:14; 2 Tawarikh 19:7; Amsal 24:23;
28:21; Roma 2:11; Efesus 6:9; Kolose 3:25;
Yakobus 2:1; Yakobus 2:9; 1 Petrus 1:17).
Ia memberikan kekuasaan dalam lingkup
rencanaNya.
Monoteisme dan Politeisme
Monoteisme adalah sebuah sistem dimana
semua kehendak ditundukkan di bawah
Hal. 4
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
kehendak Tuhan tunggal yang sejati, di bawah
Yesus Kristus yang diutusNya (Yohanes
17:3).
Kehendak dalam Pemberontakan
Memiliki kehendak yang memberontak
terhadap Kehendak Tuhan tunggal yang sejati
merupakan Politeisme dan pemberontakan. Ini
adalah dosa ilmu sihir. Politeisme hanya ingin
mengejar kehendak yang bertentangan, atau
tidak sesuai, dengan kehendak Tuhan tunggal
yang sejati. Itu sebabnya Yesus Kristus
melakukan kehendak Bapa dalam segala
sesuatu (Yohanes 6:38-40).
Tuhan tahu semua kebutuhan kita dan semua
hal diadakan seturut rencanaNya. Iri hati
merusak iman dalam kecukupan penyediaan
yang telah Tuhan tentukan bagi kita. Umat
Israel diberi manna supaya roti dan air mereka
tercukupi, yang adalah janjiNya pada kita di
dalam jaman akhir dalam padang gurun
(Mazmur 37:25; Yesaya 33:16).
Bilangan 11:1-35 Pada suatu kali bangsa itu
bersungut-sungut di hadapan Tuhan tentang nasib
buruk mereka, dan ketika Tuhan mendengarnya
bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api
Tuhan di antara mereka dan merajalela di tepi
tempat perkemahan. 2 Lalu berteriaklah bangsa itu
kepada Musa, dan Musa berdoa kepada Tuhan;
maka padamlah api itu. 3 Sebab itu orang menamai
tempat itu Tabera, karena telah menyala api Tuhan
di antara mereka. 4 Orang-orang bajingan yang ada
di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang
Israelpun menangislah pula serta berkata:
"Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
5
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di
Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada
mentimun dan semangka, bawang prei, bawang
merah dan bawang putih. 6 Tetapi sekarang kita
kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali
manna ini saja yang kita lihat." 7 Adapun manna itu
seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar
bedolah. 8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk
memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu
kilangan atau menumbuknya dalam lumpang.
Mereka
memasaknya
dalam
periuk
dan
membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti
rasa panganan yang digoreng. 9 Dan apabila embun
turun di tempat perkemahan pada waktu malam,
maka turunlah juga manna di situ. 10 Ketika Musa
mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap
kaum, menangis di depan pintu kemahnya,
bangkitlah murka Tuhan dengan sangat, dan hal itu
dipandang jahat oleh Musa. 11 Lalu berkatalah
Musa kepada Tuhan: "Mengapa Kauperlakukan
hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku
tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga
Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab
atas seluruh bangsa ini? 12 Akukah yang
mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang
melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku:
Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku
anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang
Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek
moyangnya? 13 Dari manakah aku mengambil
daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini?
Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata:
Berilah kami daging untuk dimakan. 14 Aku
seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab
atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
15
Jika Engkau berlaku demikian kepadaku,
sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku
mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku
tidak harus melihat celakaku." 16 Lalu berfirmanlah
Tuhan kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapanKu dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh
orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan
pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka
ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di
sana bersama-sama dengan engkau. 17 Maka Aku
akan turun dan berbicara dengan engkau di sana,
lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu
akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka
mereka bersama-sama dengan engkau akan
memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak
usah lagi engkau seorang diri memikulnya. 18
Tetapi kepada bangsa itu haruslah kaukatakan:
Kuduskanlah dirimu untuk besok, maka kamu akan
makan daging; sebab kamu telah menangis di
hadapan Tuhan dengan berkata: Siapakah yang
akan memberi kami makan daging? Begitu baik
keadaan kita di Mesir, bukan? —Tuhan akan
memberi kamu daging untuk dimakan. 19 Bukan
hanya satu hari kamu akan memakannya, bukan dua
hari, bukan lima hari, bukan sepuluh hari, bukan
dua puluh hari, 20 tetapi genap sebulan lamanya,
sampai keluar dari dalam hidungmu dan sampai
kamu muak—karena kamu telah menolak Tuhan
yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di
hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita
keluar dari Mesir?" 21 Tetapi kata Musa: "Bangsa
yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus
ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman:
Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap
sebulan lamanya mereka akan memakannya! 22
Dapatkah sekian banyak kambing domba dan
lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga
mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap
segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka
mendapat cukup?" 23 Tetapi Tuhan menjawab
Musa: "Masakan kuasa Tuhan akan kurang untuk
melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat
apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!" 24
Setelah Musa datang ke luar, disampaikannya
firman Tuhan itu kepada bangsa itu. Ia
mengumpulkan tujuh puluh orang dari para tua-tua
bangsa itu dan menyuruh mereka berdiri di
sekeliling kemah. 25 Lalu turunlah Tuhan dalam
Hal. 5
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
awan dan berbicara kepada Musa, kemudian
diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap
padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tuatua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka,
kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah
itu tidak lagi. 26 Masih ada dua orang tinggal di
tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad,
yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap
pada mereka—mereka itu termasuk orang-orang
yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah—
maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat
perkemahan. 27 Lalu berlarilah seorang muda
memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad
kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan." 28
Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak
mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa,
cegahlah mereka!" 29 Tetapi Musa berkata
kepadanya: "Apakah engkau begitu giat
mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat Tuhan
menjadi nabi, oleh karena Tuhan memberi RohNya hinggap kepada mereka!" 30 Kemudian
kembalilah Musa ke tempat perkemahan, dia dan
para tua-tua Israel. 31 Lalu bertiuplah angin yang
dari Tuhan asalnya; dibawanyalah burung-burung
puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke
atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kirakira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru,
dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka
bumi. 32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam
itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa
itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu—
setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan
sepuluh
homer—,kemudian
mereka
menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat
perkemahan. 33 Selagi daging itu ada di mulut
mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka
Tuhan terhadap bangsa itu dan Tuhan memukul
bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. 34
Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa,
karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang
bernafsu rakus. 35 Dari Kibrot-Taawa berangkatlah
bangsa itu ke Hazerot dan mereka tinggal di situ.
Mengucap syukurlah dalam segala sesuatu.
Bersyukurlah untuk apa yang telah Tuhan
berikan bagi kita. Karena di dalam nafsu dan
iri hati terdapat murka Tuhan.
Ilmu Sihir dan Tenung
Pemberontakan adalah sama dengan dosa ilmu
sihir (1 Samuel 15:23). Demikian pula tenung
dan mantera merupakan keinginan untuk
mengubah kehendak Tuhan. Menelaah dan
meramalkan kejadian merupakan suatu
keinginan untuk mengetahui masa depan dan
untuk
menetapkan
keinginan
yang
bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Ulangan 18:10-15 Di antaramu janganlah didapati
seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-
laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam
api, ataupun seorang yang menjadi petenung,
seorang peramal, seorang penelaah, seorang
penyihir, 11 seorang pemantera, ataupun seorang
yang bertanya kepada arwah atau kepada roh
peramal atau yang meminta petunjuk kepada orangorang mati. 12 Sebab setiap orang yang melakukan
hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh
karena kekejian-kekejian inilah Tuhan, Allahmu,
menghalau mereka dari hadapanmu. 13 Haruslah
engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan
Tuhan, Allahmu. 14 Sebab bangsa-bangsa yang
daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan
kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini
tidak diizinkan Tuhan, Allahmu, melakukan yang
demikian. 15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu,
dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku,
akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu;
dialah yang harus kamu dengarkan.
Ramalan bintang dan pemanggilan roh
merupakan kebalikan dari iman dan orang
benar seharusnya berjalan dengan iman.
Sistem
Sabat
sebagai
Tanda
mengenai Tuhan dan KuasaNya
Tuhan menetapkan sistemnya sesuai dengan
waktuNya dan penanggalanNya, dan bukan
menurut illah dunia ini. Itulah sebabnya
mengapa keseluruhan sistem penanggalan
dunia, termasuk penanggalan palsu dari sistem
Hillel di bawah Yudaisme Talmudis, harus
dibuang dan kembali pada penanggalan jaman
Bait Allah (bandingkan dg. Imamat 23:1-44;
Bilangan 15:3; 29:39; 1 Tawarikh 23:31; Ezra
3:5; Nehemia 10:33). Penanggalan Matahari
dan Penanggalan Yahudi Hillel bertentangan
dengan kehendak Tuhan dan Tuhan telah
mengatakan bahwa Ia membenci perayaanperayaan mereka (Yesaya 1:14) karena mereka
telah merusak hari-hari raya Tuhan.
Keseluruhan sistem ibadah di hari Minggu
didasarkan pada teologi kafir yang
bertentangan dengan kehendak Tuhan dan
hukum-hukumNya yang spesifik diberikan
dalam sistem perintah yang ke empat
(bandingkan dg. Hukum dan Perintah Tuhan
yang Ke Empat [256]). Keseluruhan teologi
yang mempertahankan ibadah di hari Minggu,
didasarkan pada penyimpangan Firman Tuhan
dan distorsi dari narasi penciptaan dan
perhentian Sabat Tuhan, sebagaimana yang
diaplikasikan terhadap Sabat hari ke tujuh.
Hal. 6
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
Hari pertama dari sebuah minggu tidak
mempunyai dasar dalam narasi ini, selain yang
dinyatakan
sebagai
permulaan
narasipenciptaan
tujuh
hari.
Pola
pemikirannya sendiri didasarkan pada
pemikiran dengki dari iblis, yang sekali lagi
merupakan penyimpangan dari perintah yang
ke sepuluh.
Perintah Utama yang Ke Dua
Ada tertulis:
Matius 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama
dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri.
Iri hati melanggar hukum Tuhan di dalam
sebuah gaya rohani dan pola pemikiran yang
merupakan jalur menurun sampai pada dosa
fisik. Kita adalah anak-anak Tuhan dan
seharusnya menyembah di dalam Roh dan
kebenaran.
Roma 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan
membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan
firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam
firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia
seperti dirimu sendiri.
Pelanggaran terhadap hukum Tuhan tercakup
di dalam pernyataan ini: Kasihilah sesamamu
manusia seperti engkau mengasihi dirimu
sendiri. Lalu bagaimana hubungan perintah
yang ke sepuluh dengan konsep ini?
Ulangan 23:15-16 "Janganlah kauserahkan kepada
tuannya seorang budak yang melarikan diri dari
tuannya kepadamu. 16 Bersama-sama engkau ia
boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang
dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya
baik; janganlah engkau menindas dia."
Seorang hamba (budak) yang melarikan diri
dari tuannya, dianggap telah melakukan hal itu
karena alasan yang pantas, dan hamba tersebut
tidak boleh dikembalikan oleh yang
menemukannya, tetapi ia harus diberi
perlindungan sementara di tempat yang ia
datangi. Peraturan ini juga mencakup jiwa
para pengungsi, yang melarikan diri dengan
alasan yang layak untuk menyelamatkan
hidupnya. Peraturan ini tidak membenarkan
kesantaian penduduk untuk mengejar standar
hidup yang lebih baik. Sebagian besar orangorang yang melarikan diri didorong oleh
keharusan yang mengandung bahaya, yang
justru disebabkan karena kegagalan bangsanya
untuk mentaati hukum-hukum Tuhan.
Dendam
Peraturan mata ganti mata diadakan untuk
menangani kejahatan badan secara sadis, yang
ditimbulkan oleh iri hati dan kesadisan.
Imamat 24:19-20 Apabila seseorang membuat
orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah
dilakukannya,
begitulah
harus
dilakukan
kepadanya: 20 patah ganti patah, mata ganti mata,
gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain
bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.
Pelanggaran terhadadp Sesama
Imamat 19:13 Janganlah engkau memeras
sesamamu manusia dan janganlah engkau
merampas; janganlah kautahan upah seorang
pekerja harian sampai besok harinya.
Kejahatan yang paling mendasar adalah
penipuan dan pencurian, sebagaimana telah
kita lihat dalam tindakan fisik di atas, tetapi
kesemuanya
didasarkan
pada
proses
pemikiran, yang menyerahkan diri pada dosa.
Doa menyerang tiap jalinan suatu masyarakat
dan kebebasan dari seseorang. Kekuatan dari
sebuah bangsa terletak pada kebebasan dan
kemerdekaan
rakyatnya.
Perbudakan
merupakan sebuah anatema terhadap sistem
Tuhan dan jiwa kekeluargaan yang memeluk
konsep dari Anak-anak Tuhan. Mengingini
hamba laki-laki mengacaukan kapasitas untuk
memberlakukan dan mentaati hukum Tuhan.
Yesus Kristus memberikan banyak pesan
menyangkut tingkah laku kita yang berkaitan
dengan pelanggaran ini dan kasih kita
terhadap sesama dan kapasitas untuk
mengampuni. Akan tetapi, hukum tetap tegak
untuk digunakan di bawah keadaan yang
membuatnya pantas diterapkan.
Sistemnya
Sistemnya berada pada tingkatan yang lebih
tinggi pada perintah yang ke sepuluh dan fakta
ini amat jarang dapat diterima.
Efesus 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada
orang sundal, orang cemar atau orang serakah,
artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian
di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Iri hati itu sendiri adalah penyembahan
berhala dan memisahkan seseorang dari
Hal. 7
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
kerajaan Tuhan.
Struktur hukum dan karunia Tuhan seringkali
dibenci dan salah dimengerti dalam iri hati
maupun hormat terhadap seseorang.
Matius 20:13-16 Tetapi tuan itu menjawab seorang
dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil
terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat
sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah;
aku mau memberikan kepada orang yang masuk
terakhir ini sama seperti kepadamu. 15 Tidakkah
aku bebas mempergunakan milikku menurut
kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena
aku murah hati? 16 Demikianlah orang yang terakhir
akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu
akan menjadi yang terakhir."
Kita semua bekerja untuk upah yang sama.
Kita semua dianugrahi keselamatan, yang
merupakan pemberian Tuhan atas dasar
kemurahanNya. Ini tetap sama tanpa
memandang berapa lama atau berapa kerasnya
kita bekerja di kebun anggur Tuhan.
Imbalannya juga mencakup talenta dan kotakota. Akan tetapi, kita semua diselamatkan
oleh darah Yesus Kristus, sebagai satu harga
bagi pelayanan kita. Kepatuhan pada Hukumhukum Tuhan tidak memberikan keselamatan
ataupun kehidupan kekal. Walau demikian,
kepatuhan pada perintah-perintah Tuhan dan
kesaksian Yesus Kristus, adalah cara
bagaimana kita memelihara karunia anugrah
dan keselamatan kekal. Anda tidak
diselamatkan karena mematuhi hukum Tuhan.
Anda tidak diselamatkan oleh apa yang anda
lakukan. Akan tetapi, anda mempertahankan
posisi anda dalam kerajaan Tuhan, sesuai
dengan kepatuhan anda pada perintah-perintah
Tuhan dan kesaksian Yesus Kristus (Wahyu
12:17; 14:12) dan itulah perbedaan mendasar
yang tidak dipahami oleh aliran utama
Kekristenan penganut ibadah hari Minggu,
Yudaisme Rabbinis dan Islam Hadis. Iman
tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:17).
Mereka yang tidak memuliakan Tuhan, tetapi
berusaha untuk meninggikan diri sendiri atau
orang lain setara dengan Tuhan melalui iri
hati, adalah orang bodoh. Banyak yang telah
dipanggil, kehilangan posisi mereka dalam
kerajaan Tuhan karena kesalahan berpikir
seperti ini (bandingkan dg. Roma 1:22; 8:2930).
Iri-hati dalam Masyarakat dan
pengaruhnya terhadap Keluarga
Iri-hati tidak boleh pernah mengganggu
kesejahteraan
sebuah
keluarga,
yang
merupakan dasar dari sebuah negara.
Keluaran 21:3-11 Jika ia datang seorang diri saja,
maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai
isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersamasama dengan dia. 4 Jika tuannya memberikan
kepadanya seorang isteri dan perempuan itu
melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka
perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi
kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus
keluar seorang diri. 5 Tetapi jika budak itu dengan
sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada
tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku,
aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka, 6
maka haruslah tuannya itu membawanya
menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau
ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya
dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada
tuannya untuk seumur hidup. 7 Apabila ada seorang
menjual anaknya yang perempuan sebagai budak,
maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara
budak-budak lelaki keluar. 8 Jika perempuan itu
tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya
bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu
mengizinkan ia ditebus; tuannya itu tidak berhak
untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia
memungkiri janjinya kepada perempuan itu. 9 Jika
tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki,
maka haruslah tuannya itu memperlakukannya
seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.
10
Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia
tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu,
pakaiannya dan persetubuhan dengan dia. 11 Jika
tuannya itu tidak melakukan ketiga hal itu
kepadanya, maka perempuan itu harus diizinkan
keluar, dengan tidak membayar uang tebusan apaapa."
Hukum Tuhan tidak membolehkan siapapun
untuk diperlakukan dengan tidak baik melalui
iri-hati maupun kelalaian. Pola pemikiran
yang berusaha menyangkal keselamatan bagi
bangsa-bangsa bukan Yahudi agar mereka
dapat disesatkan dalam pembungaan uang dan
bahkan meningkat yingga menyangkal bahwa
mereka
mereka
berhak
mendapatkan
keselamatan atas hidupnya dalam keadaan
genting seperti yang kita saksikan dalam
Yudaisme Talmudis (bandingkan dg. Hukum
dan Perintah Tuhan yang Ke Enam [259])
merupakan sebuah penyesatan hukum-hukum
Tuhan yang keterlaluan dan penghujatan
terhadap sistemNya yang berupa kasih dan
Hal. 8
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
keteraturan. Inilah sebabnya Mesias mengutuk
orang Farisi dan alasan mengapa mereka
membunuhNya dan tidak bertobat. Pola
pemikiran yang jahat yang sama telah
membangkitkan
penentangan
terhadap
Yudaisme di dalam Islam dan penganiaayaan
terhadap Kekristenan.
Iri-hati sebagai Pembunuhan
Semua pembunuhan bersumber dari amarah
dan nafsu yang berupa iri-hati atau cemburu.
Ini adalah pelajaran dasar dari sang Mesias.
Matius 5:21-28 Kamu telah mendengar yang
difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan
membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa
yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus
dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang
berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka
yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau
mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah
dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam
hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah
persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah
berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali
untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama
engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,
supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau
kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau
kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke
dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,
sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Pola pemikiran ini meluas hingga kebencian
pada sesama. Istilah “Raca” dibiarkan tidak
diterjemahkan di dunia barat, karena istilah ini
tidak dipahami. Istilah ini adalah istilah
bahasa Aram yang berarti “meludah di
wajahmu.” Istilah ini digunakan dalam tawarmenawar dan merupakan sebuah istilah
kemarahan terhadap syarat dagang yang
diajukan pihak lainnya (bandingkan dg.
catatan atas terjemahan Lamsa dari versi
Peshitta).
Adalah istilah yang kita gunakan yang
mengutuki kita.
Matius 15:10-20 Lalu Yesus memanggil orang
banyak dan berkata kepada mereka: 11 "Dengar dan
camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut
yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari
mulut, itulah yang menajiskan orang." 12 Maka
datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepadaNya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah
menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
13
Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak
ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut
dengan akar-akarnya. 14 Biarkanlah mereka itu.
Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika
orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya
jatuh ke dalam lobang." 15 Lalu Petrus berkata
kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada
kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum
dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu
bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut
turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati
dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari
hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan,
perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu
dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi
makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak
menajiskan orang."
Disini kita melihat kekuatan pikiran dan iri
hati dalam menjatuhkan kerohanian kita.
Mikha 2:1-2 Celakalah orang-orang yang
merancang kedurjanaan dan yang merencanakan
kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya
di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam
kekuasaannya; 2 yang apabila menginginkan
ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumahrumah, mereka menyerobotnya; yang menindas
orang dengan rumahnya, manusia dengan
milik pusakanya!
Ayat ini dibuktikan oleh istri raja Ahab, Isebel
(1 Raja-raja 21:1-29) dan juga oleh Daud
terhadap istri dari Uria orang Het (2 Samuel
11:1 - 12:9). Dalam kedua peristiwa tersebut
iri-hati menyeret ke arah pembunuhan melalui
saksi palsu dan penyalah-gunaan kekuasaan,
dan otoritas terhadap orang yang setia. Dalam
keduanya Tuhan membangkitkan seorang nabi
untuk
menghadapi
penyalah-gunaan
kekuasaan.
Iri-hati sebagai Perzinahan
Pelanggaran terhadap perintah yang ke
sepuluh mencakup perjinahan dalam kasuskasus seperti berikut.
Matius 5:27-28 Kamu telah mendengar firman:
Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang memandang perempuan serta
menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di
dalam hatinya.
Hal. 9
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
Hukum yang lebih tinggi ini mengatur
mengenai persiapan pemikiran dan roh untuk
peran sebagai anak Tuhan.
Iri-hati sebagai Pencurian
Demikian
pula
iri-hati
menimbulkan
pencurian sebagaimana yang kita lihat
mengenai Ahab dan tanah dalam uraian di
atas. Iri-hati menimbulkan pelanggaran
terhadap tatanan Tuhan dan kehilangan posisi
di dalam kerajaan Tuhan sebagaimana kita
saksikan pada Akhan (Yosua 7:19-21).
Keseluruhan struktur dari perintah yang ke
sepuluh adalah kunci dari maksud dan jiwa
dari hukum Tuhan. Adalah perintah yang ke
sepuluh yang menjadi utama dalam hal ini.
Demikianlah hukum Tuhan datang dari Tuhan
dan dipelihara sebagai kesempurnaan rohani
di dalam perintah yang ke sepuluh.
Imamat 6:1-7 Tuhan berfirman kepada Musa: 2
"Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia
terhadap Tuhan, dan memungkiri terhadap
sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya,
atau barang yang diserahkan kepadanya atau
barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah
melakukan pemerasan atas sesamanya, 3 atau bila ia
menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia
bersumpah dusta—dalam perkara apapun yang
diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa— 4
apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan
bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang
yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya
atau yang telah dipercayakan kepadanya atau
barang hilang yang ditemuinya itu, 5 atau segala
sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah
dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya
dengan menambah seperlima; haruslah ia
menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia
mempersembahkan korban penebus salahnya. 6
Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia
mempersembahkan kepada Tuhan seekor domba
jantan yang tidak bercela dari kambing domba,
yang sudah dinilai, menjadi korban penebus salah,
dengan menyerahkannya kepada imam. 7 Imam
harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di
hadapan
Tuhan,
sehingga
ia
menerima
pengampunan atas perkara apapun yang
diperbuatnya sehingga ia bersalah."
Kita telah melihat teks ini sampai pada
pemulihan fisik di dalam bagian Hukum dan
Perintah Tuhan yang Ke Delapan. Teks di
dalam ayat 6 dan 7 mengulas mengenai
persembahan pelanggaran, yang kemudian
pada pemulihan dari pelanggaran perintah
yang ke sepuluh dan efeknya pada keadaan
pikiran dan rohani.
Semua dosa menjadi penghalang antara kita
dengan Tuhan dan bangsa akan musnah dan
rakyat terhilang dari perjanjian dan
kebangkitan yang pertama.
Imamat 20:10-11 Bila seorang laki-laki berzinah
dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan
isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya
dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan
yang berzinah itu. 11 Bila seorang laki-laki tidur
dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar
hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan
darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
Ini merupakan hukuman yang keras. Yesus
Kristus menunjukkan bahwa inilah hukuman
pamungkas di bawah hukum Tuhan. Ia
menunjukkan bagaimana penanganan atas
hukuman ini harus dilaksanakan ketika
seorang wanita yang berzinah bertobat, dan ia
menyatakan bahwa siapapun yang tidak
berdosa, biarlah ia melemparkan batu yang
pertama. Kita hanya dapat mendeduksikan apa
yang terjadi di sana. Orang banyak, yang
merasa dirinya berdosa, akhirnya bubar
(Yohanes 8:1-11). Cara penanganan hukum
Tuhan ini menunjukkan pada kita maksud dan
aplikasinya yang sepenuhnya.
Perluasan dari istilah saudara pada orang asing
dan pendatang di suatu daerah, terdapat dalam
teks ini. Demikianlah pembungaan uang dan
riba dilarang untuk dilakukan di seluruh negri,
termasuk terhadap orang asing dan pendatang
di atara kita.
Imamat 25:35-55 "Apabila saudaramu jatuh miskin,
sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka
engkau harus menyokong dia sebagai orang asing
dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu.
36
Janganlah engkau mengambil bunga uang atau
riba dari padanya, melainkan engkau harus takut
akan Allahmu, supaya saudaramu dapat hidup di
antaramu. 37 Janganlah engkau memberi uangmu
kepadanya dengan meminta bunga, juga
makananmu janganlah kauberikan dengan meminta
riba. 38 Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa
kamu keluar dari tanah Mesir, untuk memberikan
kepadamu tanah Kanaan, supaya Aku menjadi
Allahmu. 39 Apabila saudaramu jatuh miskin di
antaramu,
sehingga
menyerahkan
dirinya
kepadamu, maka janganlah memperbudak dia. 40
Sebagai orang upahan dan sebagai pendatang ia
harus tinggal di antaramu; sampai kepada tahun
Yobel ia harus bekerja padamu. 41 Kemudian ia
harus diizinkan keluar dari padamu, ia bersamasama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada
Hal. 10
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
kaumnya dan ia boleh pulang ke tanah milik nenek
moyangnya. 42 Karena mereka itu hamba-hambaKu yang Kubawa keluar dari tanah Mesir,
janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual
budak. 43 Janganlah engkau memerintah dia dengan
kejam, melainkan engkau harus takut akan
Allahmu. 44 Tetapi budakmu laki-laki atau
perempuan yang boleh kaumiliki adalah dari antara
bangsa-bangsa yang di sekelilingmu; hanya dari
antara merekalah kamu boleh membeli budak lakilaki dan perempuan. 45 Juga dari antara anak-anak
pendatang yang tinggal di antaramu boleh kamu
membelinya dan dari antara kaum mereka yang
tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negerimu.
Orang-orang itu boleh menjadi milikmu. 46 Kamu
harus membagikan mereka sebagai milik pusaka
kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya
diwarisi
sebagai
milik;
kamu
harus
memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya,
tetapi atas saudara-saudaramu orang-orang Israel,
janganlah memerintah dengan kejam yang satu
sama yang lain. 47 Apabila seorang asing atau
seorang pendatang di antaramu telah menjadi
mampu, sedangkan saudaramu yang tinggal
padanya jatuh miskin, sehingga menyerahkan
dirinya kepada orang asing atau pendatang yang di
antaramu itu atau kepada seorang yang berasal dari
kaum orang asing, 48 maka sesudah ia menyerahkan
dirinya, ia berhak ditebus, yakni seorang dari antara
saudara-saudaranya boleh menebus dia, 49 atau
saudara ayahnya atau anak laki-laki saudara
ayahnya atau seorang kerabatnya yang terdekat dari
kaumnya atau kalau ia telah mampu, ia sendiri
berhak menebus dirinya. 50 Bersama-sama dengan
si pembelinya ia harus membuat perhitungan, mulai
dari tahun ia menyerahkan dirinya kepada orang itu
sampai kepada tahun Yobel, dan harga penjualan
dirinya haruslah ditentukan menurut jumlah tahuntahun itu; masa ia tinggal pada orang itu haruslah
dihitung seperti masa kerja orang upahan. 51 Jikalau
jumlah tahun itu masih besar, maka dari harga
pembeliannya harus dikembalikan sebagai penebus
dirinya menurut jumlah tahun itu. 52 Jika waktu
yang masih tinggal sampai kepada tahun Yobel
sedikit lagi saja, maka ia harus membuat
perhitungan dengan orang itu; menurut jumlah
tahun itulah ia harus membayar uang tebusan
dirinya. 53 Demikianlah ia harus tinggal padanya
sebagai orang upahan dari tahun ke tahun.
Janganlah ia diperintah dengan kejam oleh orang
itu di depan matamu. 54 Tetapi jikalau ia tidak
ditebus dengan cara demikian, maka ia harus
diizinkan keluar dalam tahun Yobel, ia bersamasama anak-anaknya. 55 Karena pada-Kulah orang
Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hambahamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir;
Akulah Tuhan, Allahmu."
Kita telah melihat efek dari peraturan ini
dalam Imamat 25:35-55 di dalam Hukum dan
Perintah
Tuhan
yang
Ke
Delapan.
Keseluruhan
penerapan
peraturan
ini
menunjukkan bagaimana kewarga-negaraan
Israel harus dijadikan sebagai sesuatu yang
berharga. Tak seorangpun dapat menjadi
warganegara tapi terus melakukan perzinahan.
Penolakan
terhadap
pendapat
bahwa
keselamatan diluaskan sampai pada orangorang bukan Yahudi di dalam Yesus Kristus,
ditolak dengan sebuah keinginan mendasar
untuk menyangkal keselamatan bagi bangsabangsa, dan untuk memperoleh harta-milik
mereka dengan syarat-syarat yang tidak adil.
Pola pemikiran ini masih terus dianut
sekarang ini.
Semua orang yang tinggal di dalam negri
mempunyai kodrat untuk menjadi anak-anak
Tuhan
dan
negri
tersebut
harus
mempersiapkan mereka. Keselamatan ini bagi
orang bukan Yahudi dan semua harus
bersukacita bahwa hal ini dimungkinkan.
Dari teks Keluaran 22:1-15 (bandingkan dg.
Hukum dan Perintah Tuhan Yang Ke Delapan
[261]) kita melihat bahwa peraturan
menyangkut pemulihan kerugian akibat
pencurian. Sebagian besar dari teks ini
membahas mengenai kerugian yang timbul
sebagai akibat langsung dari sebuah
pelanggaran terhadap perintah yang ke
sepuluh dan penipuan yang menjadi
konsekuensinya. Teks ini juga memuat sebuah
bagian yang membahas mengenai penggunaan
hukum secara tidak adil. Jika seseorang
melakukan klaim kepemilikan atas sesuatu
dan ia tidak benar maka ia harus dihukum
denda berganda dari apa yang ia klaim
(Keluaran 22:9). Hukuman ini digunakan
sebagai pencegah dari percobaan akuisisi dan
litigasi dengan klaim palsu.
Semua kerugian yang timbul dari iri-hati,
harus di tebus di bawah hukum Tuhan dan
klaim palsu di dalam iri-hati harus dihukum.
Disini, dalam teks ini kita juga mendapatkan
konsep dari kerugian akibat kebakaran ddan
kerugian akibat kelalaian, yang timbul dalam
kerusakan yang diakibatkan sumber sekunder.
Konsep dari perawatan secara layak terhadap
sebuah properti yang menjadi tanggung-jawab
seseorang atau di dalam kuasa seseorang,
terlihat di sini dan ini juga mengikuti perintah
Hal. 11
Hukum dan Perintah Tuhan yang Ke Sepuluh [263]
yang ke sepuluh. Perawatan atas properti
sesama anda datang dari kasih dan perhatian.
Kerusakan seringkali datang dari nafsu dan
kesesatan pikiran. Pembakaran merupakan
sebuah penyakit yang walau bagaimanapun
dapat ditebus kerusakannya. Ini juga
merupakan sebuah pencurian tetapi lebih
sering ini hanya perusakan yang diakibatkan
iri-hati atau kecemburuan. Kecemburuan
timbul dari keinginan untuk memiliki sesuatu
yang dimiliki orang lain. Iri-hati adalah
keinginan untuk menghancurkan apa yang
dimiliki orang lain, terutama karena orang
yang bersangkutan tidak memilikinya.
Pelanggaran terhadap hukum yang ke sepuluh
ini merupakan sebuah masalah yang serius di
dalam sikap mental di antara manusia, dan
menghalangi seseorang dari pola pemikiran
yang diperlukan untuk masuk ke dalam
kerajaan Tuhan.
Iri-hati sebagai Saksi Palsu
Iri-hati menimbulkan pencurian atas tanah dan
warisan, atas perlindungan dan kehidupan.
Ulangan 27:17 Terkutuklah orang yang menggeser
batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh
bangsa itu haruslah berkata: Amin!
Ulangan 19:14 14 "Janganlah menggeser batas tanah
sesamamu yang telah ditetapkan oleh orang-orang
dahulu di dalam milik pusaka yang akan kaumiliki
di negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu,
kepadamu untuk menjadi milikmu."
Jiwa dan maksud dari hukum Tuhan diperluas
hingga perlindungan atas harta-milik musuh
anda, sebagaimana juga milik saudara anda
dan ketika kita meluaskan Hukum Tuhan ke
seluruh dunia di dalam Roh Kudus, kita telah
memenuhi kehendak Tuhan.
Ulangan 22:1-4 "Apabila engkau melihat, bahwa
lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah
engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau
benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu
itu. 2 Dan apabila saudaramu itu tidak tinggal dekat
denganmu dan engkau tidak mengenalnya, maka
haruslah engkau membawa hewan itu ke dalam
rumahmu dan haruslah itu tinggal padamu, sampai
saudaramu itu datang mencarinya; engkau harus
mengembalikannya kepadanya. 3 Demikianlah
harus kauperbuat dengan keledainya, demikianlah
kauperbuat dengan pakaiannya, demikianlah
kauperbuat dengan setiap barang yang hilang dari
saudaramu dan yang kautemui; tidak boleh engkau
pura-pura tidak tahu. 4 Apabila engkau melihat
keledai saudaramu atau lembunya rebah di jalan,
janganlah engkau pura-pura tidak tahu; engkau
harus benar-benar menolong membangunkannya
bersama-sama dengan saudaramu itu."
Pulihkan semua kerusakan yang anda lihat
tanpa perlu diminta. Lindungi sesama anda
seperti anda melindungi diri anda sendiri.
Aspek Rohani
Hukum Tuhan
dari
keseluruhan
Tak seorangpun boleh mendapat keuntungan
dengan merugikan orang lain.
Mencuri
Baik dengan pencurian maupun dengan
membungakan uang yang juga adalah
pencurian dan keinginan atas hasil kerja orang
lain.
Keluaran 22:25 Jika engkau meminjamkan uang
kepada salah seorang dari umatKu, orang yang
miskin di antaramu, maka janganlah engkau
berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap
dia: janganlah kamu bebankan bunga uang
kepadanya.
Tak boleh ada perjanjian yang akan
mengganggu kenyamanan atau keselamatan
orang lain, atau kesejahteraannya. Juga tidak
boleh mengganggu kemampuannya untuk
mencari nafkah.
Keluaran 22:26-27 Jika engkau sampai mengambil
jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah
engkau mengembalikannya kepadanya sebelum
matahari terbenam, 27 sebab hanya itu saja penutup
tubuhnya, itulah pemalut kulitnya—pakai apakah ia
pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru
kepadaKu, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku
ini pengasih."
Sikap pemikiran yang iri-hati menggagalkan
seseorang yang mempunyai sikap itu untuk
memasuki kerajaan Tuhan dan juga
mengakibatkan
pelanggaran
terhadap
perintah-perintah yang lain dan terhadap
hukum Tuhan secara keseluruhan.

Download