Komponen Sintesis Protein

advertisement
Definisi Sintesis Protein
Manusia, hewan, dan tumbuhan sangat memerlukan
protein sebagai unsur utama penyusun tubuhnya. Protein
pada manusia dan hewan terdapat paling banyak pada
membran sel, sitoplasma, dan dalam darah. Ada yang
berfungsi sebagai zat antibodi, pentranspor gas seperti
pada sel darah merah, serta sebagai zat pengatur seperti
hormon. Dengan kata lain, keberadaan protein sangat
penting artinya untuk manusia dan tumbuhan untuk
melangsungkan hidupnya.
Manusia dan hewan butuh protein untuk
memperbesar diri agar dapat tumbuh dan berkembang
menuju kedewasaan. Protein tersebut diperoleh dari
makanan yang dikonsumsi setiap hari. Jika mahluk hidup
kurang makan, maka akan terjadi penipisan protein di
dalam tubuh. Dan jika sudah sangat defisit, mahluk hidup
tersebut dapat mati atau meninggal.
Beda halnya dengan manusia dan hewan, tumbuhan
dapat mengambil zat-zat anorganik dari lingkungannya
seperti karbon dioksida, air dan nitrat untuk dijadikan
protein. Protein tersebut akan digunakan oleh tumbuhan
untuk
memperbesar
diri
menjadi
dewasa dan
melangsungkan kehidupan. Inilah salah satu penyebab
mengapa manusia dan hewan harus mengkonsumsi
tumbuh-tumbuhan setiap hari.
Protein termasuk ke dalam mahluk yang diciptakan
Allah yang memiliki keterbatasan waktu. Namun masa
hidup protein yang satu dengan protein yang lain berbedabeda. Darah misalnya,diperbaharui ± 3 bulan sekali.
Protein yang mati harus segera diganti dengan protein
1
yang baru untuk melanjutkan system kerja tubuh agar
tetap berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya.
Protein baru akan disintesis atau dibuat oleh
perangkat lain yang berada di dalam tubuh dengan satu
pengawasan utama. Peoses membuat protein baru yang
akan digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang
rusak atau penambahan sel-sel tubuh tersebut dinamakan
dengan sintesis protein. Karena tubuh manusia dan
hewan merupakan kumpulan dari bermilyar-milyar sel,
maka pembuatan tersebut terjadi di dalam sel.
Di dalam sintesis protein, dikenal istilah dogma pusat
dari Biologi Molekuler, yang menyatakan bahwa informasi
genetik itu beralih dari asam nukleat ke protein. Dengan
kata lain, DNA merupakan pemegang informasi dan
sekaligus
pengontrol
sampainya
informasi
ke
protein.Tahap pertama dari dogma itu dikenal dengan
proses transkripsi yang yang menghasilkan RNA duta
yang bersifat tidak menimbulkan perubahan kode
(informasi) dan tahap kedua yaitu proses translasi yang
menghasilkan protein, bersifat menimbulkan perubahan
kode.
Secara skematis, dogma sentral dapat digambarkan
sebagai berikut:
DNA
transkripsi
RNA Translasi
Protein
Pada tahun 1968, Barry Commoner menduga bahwa
informasi genetik dapat beralih secara memutar (sirkuler),
yaitu dengan DNA mencetak RNA, dan RNA dapat
membuat DNA kembali dengan cara transkripsi balik
menggunakan enzim DNA polymerase bergantung RNA
(disebut juga “transcriptase sebaliknya”).
2
DNA
transkripsi
RNA
Transkripsi balik
protein
Pendapat ini menjadi sebuah hal yang penting bagi
Biologi Molekuler karena ditemukannya dogma baru yang
selanjutnya disebut “dogma pusat sebaliknya”.
Adanya teori tentang dogma pusat semakin
mempengaruhi perkembangan penger\tahuan sintesis
protein karena berawal dari teori itulah kini sintesis protein
semakin diketahui dengan jelas proses-prosesnya.
3
Komponen Sintesis Protein
Pembuatan atau penyusunan protein terjadi di dalam
masing-masing sel tubuh. Komponen-komponen di dalam
sel yang berperan penting dalam terlaksananya proses
sintesis protein adalah sebagai berikut:
A. DNA
DNA merupakan pusat informasi genetik. Ia dapat
mengatur sebuah sel dengan informasi yang
disampaikannya ke bagian-bagia sel dalam rangka
pengaturan sel tersebut.
DNA merupakan singkatan dari deoksiribonucleic
acid, yang dalam bahasa Indonesia disebut asam
deoksirbonukleat, disingkat ADN. DNA dimiliki oleh
semua jenis mahluk hidup kecuali beberapa virus saja.
DNA terletak di dalam sel, terutama terdapat pada
kromosom.
Sebuah pita molekul DNA tersusun atas tiga
senyawa kimia, yaitu:
a.
Asam pospat,
b.
Gula deoksiribosa,
c.
Basa nitrogen, yang aterdiri atas 2 tipe dasar, yaitu:
1.
Pirimidin, terdiri atas sitosin(S) dn timin(T).
2.
Purin, terdiri atas adenin(A) dan guanin(G).
Menurut Waston dan Crick molekul DNA
terbentuk sebagai dua pita spiral yang saling berpilin
4
(“double helix”). Di bagian luar terdapat deretan gula
pospat yang membentuk tulang punggung dari “double
helix” tersebut, didalamnya terdapat basa purin dan
pirimidin (Figure 1). Pita spiral tersebut dihubungkan
dengan pita spiral yang lain oleh atom hidrogen, yaitu
antara pasangan purin dan pirimidin tertentu. Adenin
hanya dapat berpasangan dengan timin yang
dihubungkan dengan ikatan hidrogen, sedangakan
guanin hanya dapat berpasangan dengan sitosin dengan
ikatan hidrogen.
Figure 1. Struktur DNA berbentuk double helix yang terdiri dari gula
deoksiribosa dan asam pospat sebagai tulang punggung, serta basa
nitrogen yang terdiri dari timin, adenin, guanin dan sitosin didalamnya.
5
Di dalam sintesis protein, DNA berperan sebagai
pengatur jenis protein yang akan disintesis. Peran DNA
ini disebabkan karena DNA memiliki kode genetik.
Kode genetik adalah kode-kode pada DNA yang dapat
memberikan informasi kepada bagian sel lain untuk
diterjemahkan. Informasi yang dimiliki DMA berupa
kode-kode tertentu yang akan dijelaskan berikut.
Tulang punggung DNA selalu terdiri dari asam
pospat dan gula deoksiribosa (yang sama) untuk
berbagai segmen pada molekul DNA. Yang berbeda
adalah dari segi basa nitrogennya. Berhubungan dengan
itu, informasi genetik tergantung dari susunan basa
nitrogen yang menyusun segmen molekul DNA
tersebut. Jadi,kode genetik yag dimiliki DNA berupa
bahasa istimewa yang menggunakan empat kode basa
nitrogen tersebut.
DNA merupakan polinukleotida. satu nukleotida
tersusun atas satu asam pospat, satu gula deoksiribosa,
dan satu basa nitrogen, baik itu sitosin, guanin, adenin,
ataupun timin. Satu nukleotida dapat berikatan dengan
nukleotida lain sehingga membentuk polinukleotida
yang panjang.
Asam amino yang ada dalam sitoplasma sel
merupakan salah satu hasil dari ekspresi DNA. Satu
asam amino dikodekan oleh satu kelompok nukleotida
yang disebut kodon. Satu kelompok nukleotida terdiri
dari tiga nukleotida dengan kata lain, tiga basa nitrogen
sudah dapat menjadi kode untuk satu macam asam
amino. Sistem yang menggunakan tiga basa nitrogen
untuk mengkodekan satu asam amino tersebut disebut
6
dengan kode triplet (Tabel 1). Contohnya, asam amino
lisin dikodekan dengan kelompok nukleotida yang
memiliki basa nitrogen Adenin-Adenin-Guanin (AAG)
atau Adenin- Adenin - Adenin (AAA).
B. RNA
RNA merupakan singkatan dari ribonucleic acid
yang dalam bahasa Indonesia disebut asan ribonukleat,
disingkat ARN. RNA merupakan molekul genetik dan
pembawa segala informasi genetik pada beberapa
mahluk hidup seperti virus yang tidak memiliki DNA.
RNA yang berfungsi demikian disebut dengan RNA
genetik.
Pada sel-sel yang memiliki DNA sebagai
penyimpan informasi, terdapat RNA dengan fungsi
yang non-genetik. RNA inilah yang berperan penting
dalam sintesis protein pada manusia. Perhatian kita
selanjutnya akan terkonsentrasi pada RNA non-genetik
ini.
Molekul RNA berbentuk pita tunggal, atau pita
double tetapi tidak berpilin. Satu pita RNA terdiri atas:
a.
Gula ribosa,
b.
Asam pospat,
c.
Basa nitrogen, yang terbagi atas:
1.
Pirimidin, terdiri atas urasil(U) dan sitosin,
2.
Purin, terdiri atas adenin dan guanin
7
Tabel 1. Tabel kodon triplet yang mengkodekan jenis asam amino –asam
amino tertentu. Kodon start adalah AUG, kodon stop atau nonsense adalah
UAA, UAG, dan UGA.
Phe
=
fenilalavin
Ala = alanin
Asp = asam
aspartat
Cys = sistein
Arg = arginin
Glu
glutamat
Gln
glutamin
Asn
asparagin
=
=
=
Gly
glisin
His
histidin
Ile
isoleusin
Leu
leusin
=
Lys = lisin
=
Met
=
metionin
Pro
=
prolin
Ser = serin
=
=
Thr
=
threonin
Trp
=
triptofan
Tyr = tirosin
Val = valin
8
RNA non-genetik dapat dibedakan menjadi tiga
berdasarkan tempat terdapatnya dan fungsinya, yaitu
sebagai berikut:
a.
RNA duta, disingkat RNAd (“messenger RNA” =
mRNA). RNAd berbentuk pita tunggal, terdapat di
dalam nukleus, dihasilka oleh DNA dalam proses
transkripsi. Fungsi RNAd adalah sebagai penerima
dan pembawa kode genetik dari DNA.
b. RNAp atau RNA pemindah (“Transfer RNA” =
tRNA). Menurut R. Holley, RNAp dibentuk di
dalam
nukleus,
lalu
ditempatkan
di
dalam
sitoplasma. Oleh karena itu, RNAp sering disebut
RNA larut (disingkat RNAl, atau “soluble RNA” =
sRNA). RNAp berfungsi menerjemahkan kode dari
RNAd ke ribosom.
c.
RNA ribosom disingkat RNAr (“ribosomal RNA” =
rRNA). RNAr terdapat di dalam ribosom, tetapi
disintesis di dalam nukleus. Fungsi RNAr sampai
sekarang
belum
diketahui,
tetapi
diduga
mempunyai peranan penting dalam berlangsungnya
proses sintesis protein yang sempurna.
9
Figure
3.
RNA
duta
yang
dari
basa
terdiri
Struktur
nitrogen,
pospat,
asam
dan
gula
ribosa, tersusun atas
satu pita saja.
Figure 4. Bentuk tRNA
atau RNA pemindah.
Figure 5. Bentuk
RNA ribosom
yang sangat
kompleks. Ia
dapat dihasilkan
dari DNA yang
terdapat di
dalam
mitokondria.
10
C. Ribosom
Ribosom adalah struktur makromolekular (organel
sel) di dalam sel yang memimpin berbagai interaksi
yang ada hubungannya dengan sintesis protein.
Ribosom mengandung faktor-faktor yang berfungsi
sebagai enzim. Di dalam menjalankan fungsinya,
ribosom-ribosom berderet membentuk kelompok yang
disebut poliribosom atau polisom. Banyaknya poliribosom
menentukan panjangnya suatu protein. Semakin
banyak poliribosom, maka protein yang dibentuk akan
semakin panjang. Misalnya pembentukan polipeptida
hemoglobin dibutuhkan lima ribosom atau dikenal
dengan
istilah
pentamer.
Sebuah ribosom memiliki struktur yang terdiri
dari subunit besar dan subunit kecil. Subunit kecil
menjadi tempat melekatnya RNA duta. Subunit kecil ini
mengandung 3 faktor yang disebut dengan IFsatu,
IFdua, dan IFtiga yang masing-masing memiliki
peranan yang penting selama proses translasi.
Subunit besar merupakan tempat pembentikan
rantai polipeptida. Menurut W.D. Stanfield, subunit ini
memiliki tiga sisi yang mengikat RNApemindah yang
masuk, yaitu sisi A (sisi amino asil RNApemindah) dan
sisi P (sisi peptidil RNA pemindah), serta sisi E (sisi
exit).
Kedua struktur ribosom tersebut, yaitu subunit
besar dan subunit kecil hanya akan berkumpul jika
akan mengadakan proses sintesis protein. Dengan kata
lain, kedua subunit itu akan berpisah jika tidak akan
melakukan proses sintesis protein.
11
Figure 6. Gambar
struktur ribosom
yang memiliki
subunit besar dan
subunit kecil.
Subunit Ribosom
Ribosom terdiri atas subunit kecil dan subunit besar.
Subunit besar memiliki tiga sisi, yaitu sisi E, sisi A, dan
sisi P.
12
Polipeptida
A. Struktur polipeptida
Polipeptida merupakan nama lain dari protein.
Polipeptida tersusun atas asam amino-asam amino yang
terhubung satu sama lain dengan ikatan peptida
membentuk diri seperti rantai. Protein merupakan zat
yang sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup.
Kata protein berasal dari bahasa Yunani protos atau
proteos yang artinya pertama atau utama. Disebut
demikian karena protein memegang peranan penting
dalam penyusunan tubuh mahluk hidup, dan jika tidak
karena protein yang menyusunnya, maka manusia dan
mahluk lainnya tidak akan hidup.jika kekurangan saja,
ia akan sakit, dan jika sudah sangat kronis
kekurangannya, maka ia akan mati secara perlahanlahan.
Manusia memperoleh protein dari tumbuhan dan
hewan karena ia tidak dapat membentuk protein.
Protein yang didapatkan atau berasal dari hewan
disebut protein hewani, sedangkan protein yang
didapatkan dari tumbuhan disebut protein nabati.
Beberapa makanan yang mengandung protein
diantaranya susu, ikan, telur, dan daging.
Tumbuhan dapat membentuk protein dari zat-zat
anorganik, yaitu karbon dioksida, air, dan senyawa
nitrogen. Hewan dan manusia yang memakan
tumbuhan dan hewan adalah suatu proses mengubah
protein nabati menjadi protein hewani. Komposisi rata-
13
rata unsur kimia yang terdapat pada protein antara lain:
Karbon 50 %, hidrogen 7%, oksigen 23%, nitrogen 16%,
belerang 0-3%, dan fosfor 0-3%.
Sebuah protein tersusun atas asam amino-asam
amino dalam jumlah yang banyak. Asam amino
merupakan asam karboksilat yang mempunyai gugus
amino. Rumus umum dari asam amino adalah sebagai
berikut:
Gugus amino
Asam karboksilat
Terdapat dua puluh jenis asam amino yang sampai
sekarang sudah diketahui. Asam amino-asam amino
tersebut dapat dikelompokkan menjadi asam amino
esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino
esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat
atau disintesis oleh tubuh manusia. Sedangkan asam
amino non-esensial adalag asam amino yang dapat
dibuat oleh tubuh manusia.
Berikut merupakan jenis asam amino-asam amino
yang termasuk essensial dan non-esensial.
14
Asam amino non-esensial
Triptofan
Isoleusin
Treonin
Fenilalanin
Metionin
Valin
Lisin
Leusin
Asam amino esensial
Tirosin
Arginin
Sistein
Glutamin
Serin
Histidin
Prolin
Alanin
Glisin
Asparagin
Asam
Asam
glutamat
aspartat
Pada pembahasan sebelumnya diketahui bahwa
asam amino-asam amino dapat dibuat atau disintesis
oleh tubuh. Asam amino tersebut dikodekan dengan
sebuah kodon. Ingat bahwa sebuah kodon terditi dari
tiga buah nukleotida, yang dengan kata lain terdiri dari
tiga gula, tiga asam pospat, dan tiga basa nitrogen. Jadi,
satu asam amino dikodekan oleh tiga basa nitrogen.
Pada proses sintesis protein dengan cara transkripsi
dan
translasi,
protein
disusun
dengan
cara
penerjemahan kode-kode basa nitrogen menjadi asam
amino, dan asam amino-asam amino disusun menjadi
sebuah protein. Demikianlah proses yang terjadi pada
sebuah sel yang memproduksi protein untuk keperluan
dirinya melanjutkan hidup.
B. Fungsi polipeptida
Protein yang dikonsumsi manusia dan hewan akan
berfungsi untuk:
a. Pembentukan dan pertumbuhan tubuh dengan cara
berikatan dengan lipid atau lemak,atau zat anorganik
seperti fosfor menjadi fosfolipid.
15
b. Sebagai biokatalis, yaitu protein yang menyusun
sebuah enzim, berfungsi untuk mempercapat reaksireaksi kimia yang ada di dalam tubuh.
c. Mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein
yang membangun hemoglobin yang berada di dalam
sel-sel darah merah(eritrosit), berfungsi mengangkut
oksigen dan karbon dioksida dari paru-paru ke
seluruh tubuh dan sebaliknya.
d. Sebagai antigen atau antibodi yang melawan zat-zat
asing yang masuk ke dalam tubuh manusia, misalnya
sel darah putih.
e. Sumber energi. Protein dapat dijadikan sebagai bahan
bakar untuk menghasilkan energi jika sumber energi
utama, yaitu karbohidrat, sedang mengalami
kekurangan, atau karena aktivitas otot yang terlalu
aktif.
f. Sebagai zat yang menguatkan ikatan antara tulang
dan daging, misalnya tendon dan kolagen.
g. Untuk penyimpanan, misalnya feritin untuk
menyimpan besi dalam darah dan gliadin untuk
menyimpan asam amino dalam biji gandum yang
dorman.
16
Mekanisme Sintesis Protein
A. Transkripsi
Pada organisme eukariot (memiliki dinding inti sel),
DNA terdapat pada kromosom, artinya bahwa DNA
berada si dalam inti sel. DNA akan tetap berada di
dalam sel, sedangkan protein dibuat di dalam
sitoplasma. DNA tidak ikut berperan secara langsung
dalam pembuatan protein, tetapi pita double helix DNA
sangat berperan penting dalam terbentuknya RNA duta.
Transkripsi adalah proses pembentukan molekul
RNA dari DNA. Proses transkripsi memerlukan kerja
sekelompok enzim yang disebut dengan RNA
polimerase. Untuk memulai proses ini, dibutuhkan
adanya sinyal atau tanda yang berupa gen tertentu. Gen
yang menjadi tanda itu adalah kodon AUG. Tempat
mulainya transkripsi ini disebut hulu, atau dikodekan
dengan bentuk 5`. Proses dimulainya transkripsi dikenal
dengan istilah inisiasi. Pada pengakhiran proses
transkripsi, ada daerah yang disebut hilir yang sering
ditandai dengan bentuk 3`. Proses diakhirinya
transkripsi dikenal dengan istilah terminasi. Proses
transkripsi selalu berjalan dari hulu ke hilir, artinya
selalu berjalan menurut arah 5` ke 3`.
Sudah kita ketahui bahwa DNA memiliki dua untai
atau dua pita. Pada proses transkripsi, hanya satu untai
saja yang berfungsi sebagai pencetak RNA. Pita DNA
yang mencetak RNA duta ini dikenal dengan istilah
DNA “sens”. Pita DNA komplementer (pelengkap)
lainnya yang tidak mencetak RNA duta disebut DNA
“antisens”().
Proses antara inisiasi dan terminasi adalah proses
pemanjangan atau dikenal dengan proses elongasi. Pita
17
RNA duta dengan pita DNA memiliki panjang yang
berbeda. Untaian RNA lebih pedek dari pada untaian
DNA. Di dalam satu untai DNA double helix bisa terjadi
beberapa proses transkripsi yang menghasilkan
beberapa untai RNA duta.
Informasi yang diterjemahkan dari DNA ke RNA
adalah basa nitrogennya. Jika pada untai DNA sens
terdapat basa nitrogen adenin(A), maka pada rantai
RNA duta akan diterjemahkan sebagai basa nitrogen
urasil(U). Jika pada untai DNA sens terdapat basa
nitrogen guanin(G), maka pada untai RNA duta akan
diartikan sebagai basa nitrogen sitosin(S). Hal ini berlaku
sebaliknya. Untai inisiasi pada DNA-pun akan
diterjemahkan menjadi untai terminasi pada RNA duta,
dan sebaliknya.
RNA duta yang telah selesai dicetak (dalam arti
telah selesai menerima informasi genetik dari DNA)
akan meninggalkan DNA, keluar dari inti sel melalui
pori-pori membran inti sel menuju sitoplasma untuk
melanjutkan proses translasi.
Figure 7. RNA dibuat dari untai DNA.
Tahap
elongasi
merupakan
tahap
18
perpajangan ratai RNA dari untai DNA
templat atau pita sense.
B. Translasi
Pada proses ini, RNA duta telah keluar dari inti sel.
Sekali RNA duta keluar dari inti sel dan telah berada
dalam sitoplasma, maka RNA duta akan bergabung
dengan satu atau lebih ribosom yang memungkinkan
asa-asam amino disusun menjadi rantai polipeptida
sesuai dengan kode genetik yang diamanahkan pada
rantai RNA duta. Jadi proses translasi merupakan proses
pemindahan informasi genetik dari RNA ke protein.
Proses translasi dibantu dengan bantuan molekulmolekul perantara lain yang terdapat di dalam
sitoplasma, yaitu RNA transfer atau RNA pemindah.
RNA pemindah berfungsi untuk mengikat asam amino
pada satu ujungnya, sedangkan ujung yang lain mampu
untuk mengenal kodon RNA duta untuk tempat
melekatnya asam amino yang dia ikat.
Asam amino-asam amino yang terdapat di dalam
sitoplasma akan diikat oleh RNA pemindah. Pengikatan
ini dibantu dengan menggunakan energi yang berupa
ATP(adenin
tripospat).
ATP
berfungsi
untuk
mengaktifkan asam amino agar siap untuk diangkut ke
subunit ribosom.
Proses pertama translasi disebut dengan inisiasi atau
permulaan. RNA duta yang telah keluar dari inti
sel(nukleus) dan sudah berada di sitoplasma akan
bersatu dengan subunit kecil ribosom. Ribosom akan
menempel pada RNA duta yang memiliki kodon AUG.
Kodon ini merupakan kodon penanda yang menandai
akan dimulainya sintesis protein. Kodon AUG adalah
19
kode kodon untuk asam amino metionin. Kodon AUG
biasanya ada di ujung 5`. Setelah ditemukan kodon ini,
maka akan dilanjutkan dengan tahapan translasi
selanjutnya, yaitu tahap elongasi atau perpanjangan.
Tahap kedua yaitu tahap elongasi. Setelah kodon
AUG ditemukan, RNA pemindah akan membawa asam
amino dari sitoplasma yang memiliki kode UAS sebagau
terjemahan dari metionin. kodon-kodon. Setelah
metionin diterjemahkan, subunit besar ribosom akan
bersatu dengan subunit kecil yang membentuk ribosom
yang sempurna. Setelah menerjemahkan metionin,
kodon-kodon selanjutnya akan terbaca dan akan
diterjemahkan dengan cara yang sama.
RNA pemindah membawa asam amino masuk ke
dalam subunit besar dan melekat pada sisi A, lalu akan
dilepaskan pada sisi P. RNA pemindah akan keluar
melalui sisi E pada bagian subunit besar ribosom.
Misal setelah AUG terdapat kodon ASG. Maka RNA
pemindah akan mencarikan terjemahan dari kodon itu,
yaitu UGS, yang berarti kode untuk asam amino treonin.
Kodon treonin itu akan diangkut oleh RNA pemindah
memasuki bagian sisi A dan melepaskannya pada sisi P.
RNA pemindah akan keluar dari ribosom melalui sisi E
pada subunit besar untuk membawa asam amino yang
lainnya.. Demikian proses yang terjadi sampai terbentuk
untaian yang cukup panjang, sampai ditemukan kode
untuk menghentikan proses ini.
Tahap ketiga yaitu tahap terminasi atau
penghentian sintesis protein. Tahap ini terjadi karena
terdapat kode-kode yang menandai RNA duta untuk
20
menghentikan proses pengangkutan asam amino. Kodekode itu berbentuk kodon UAA, UAG, atau UGA. Jika
salah satu kodon itu ditemukan oleh RNA pemindah,
maka secara langsung proses sintesis protein akan
terhenti karena RNA pemindah tidak mengikat asam
amino kembali.
Setelah selesai tahap terminasi, maka secara
otomatis ribosom akan berpisah antara subunit besar
dan subunit kecilnya, serta asam amino akan
membentuk zat lain yang sedang dibutuhkan oleh sel.
Sub unit besar dan subunit kecil akan bersatu kembali
jika akan dilakukan proses sintesis kembali.
Berikut merupakan gambar proses sintesis protein yang
meliputi transkripsi dan translasi sampai terbentuk
polipeptida yang berupa rantai.
21
22
Download