i2.. 1 Warta Advent On-line (WAO) 4 Mei 2007 1 Salam sejahtera, . 2

advertisement
i2. 1
Warta Advent On-line (WAO)
4 Mei 2007
1
Salam sejahtera,
Kembali WAO edisi 4 Mei 2007 hadir di tengah-tengah ruang kerja anda dan untuk
sebagian wilayah nusantara sudah mulai menyambut matahari terbenam, akan
tibalah sabat yang suci. Namun anda tetap pastikan edisi minggu ini tidak
terlewatkan, karena ada serangkaian artikel-artikel lanjutan yang semakin menarik
untuk disimak.
GAMBAR SAMPUL
Renungan yang dibawakan Bpk. Jantje Ch. Rumambi diambil dari Yohanes 2:1-11,
Mujizat Yesus di Pesata Kana. Yesus mau kita umat-Nya turut akan perintah-Nya
dan janji-Nya akan nyata bilamana kita tetap berjalan dengan iman dan kepercayaan
kita kepada Juruselamat.
1 Datanglah Pada Yesus, yang
Ekstradisi, siapa takut? Ektradisi adalah kata yang bagi kebanyakan orang yang
mendengar tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Mereka tidak tahu apa artinya. Editorial
minggu ini mengulasnya sehingga aplikasinya bagi kehidupan kita akan jelas bahwa
kita jangan melarikan diri dari nilai-nilai kebenaran.
4 Mujizat Yesus di Pesta Kana
Artikel-artikel bersambung lainnya dapat anda ikuti terus pada edisi ini.
Nantikan selalu WAO dan beritahukan kepada sahabat atau keluarga anda untuk
berlangganan WAO secara rutin dengan mengunjungi website kami di
http://www.wartaadvent.org atau dapat mengirimkan permohonan anda ke alamat
redaksi. Masukan dapat dikirimkan kepada redaksi WAO dengan alamat
[email protected]
atau
kunjungi
website
kami
di
http://www.wartaadvent.org
dan mengisi buku tamu yang tersedia. Edisi-edisi
sebelumnya (pertama hingga terakhir) dapat juga di-download dari situs kami
tersebut dan tersedia dalam dua format file yaitu MS_Word dan Adobe_PDF. Di
website ini pun dapat di-download file perhitungan waktu matahari terbenam dalam
format Excel. Juga Artikel Musik, Artikel Kesehatan (CELEBRATIONS) dan
pelajaran Sekolah Sabat dengan bahasa yang mudah dimengerti dalam format
MS_Word.
Bila Anda mempunyai pertanyaan atas tulisan/artikel WAO, baik pada edisi ini
maupun edisi-edisi sebelumnya, silahkan kirimkan pertanyaan Anda kepada redaksi
melalui email ke [email protected]
Mudah–mudahan edisi WAO minggu ini membawa berkat bagi kita semua. Amin
Lapar dikenyangkan dan yang
Haus dikuatkan
RENUNGAN
EDITORIAL
6 Ekstradisi, Siapa Takut ?
DARI REDAKSI
2 Pengantar Edisi 4 Mei 2007
KOLOM TETAP
17 Jadwal Buka/Tutup Sabat
(Sunset)
14Terjemahan Bible Commentary
& Roh Nubuat
KOLOM PEMBACA
3 Edisi minggu lalu
ARTIKEL ROHANI
12 Sebuah Tinjauan Konsep
Manajemen Melalui Pendekatan
Alkitabiah – BAB 10 Bag-II
Manajemen Yang Melayani
Dalam Abad ke XXI
7 Lampu Minyak Yang Terus
-Tim Redaksi WAO
Menyala
15 Bab-4 Bag-IV – Berhala Modern
“Berhala Bebas dari Tanggung
Jawab”
PENTING!
- Redaksi berhak menentukan tulisan dan/atau berita untuk dimuat atau
tidak dengan/tanpa pemberitahuan kepada sumber/pengirim berita.
- Redaksi berhak memeriksa keaslian dari tulisan/sumber tulisan/berita.
- Redaksi berhak mengedit kata atau kalimat dalam berita untuk tujuan
mempertegas makna, kesantunan bahasa dan tujuan positif lainnya.
- Foto/gambar yang masuk menjadi hak WAO.
PENDALAMAN ALKITAB
9 Perkataan Roh Nubuat –
Kelompok 144.000-Umat
Tebusan Manusia
BERITA ADVENT SEJAGAT
18 Chriambas Memukau
FISDAC
Warta Advent On-line (WAO)
4 Mei 2007
2
Ucapan Terima Kasih
:: Media Penyejuk & Penjernih ::
Penasehat
Pdt. Berlin Samosir
Penanggung Jawab
Philip C. Wattimena
Pemimpin Redaksi
Bonar Panjaitan
Dewan Redaksi
Pdt. Berlin Samosir
Philip C. Wattimena
Bonar Panjaitan
Wilhon Silitonga
Jeffrey E.R. Kiroyan
Frederik J. Wantah
Dr. Richard A. Sabuin
Samuel Pandiangan
Dr. Samuel Simorangkir
Yusran Tarihoran
Albert Panjaitan
Pdt. Sweneys Tandidio
Willy Wuisan
Dr. Eddy Lukas
Wayne Rumambi
Tata Letak:
Janette Sepang
Samuel Pandiangan
Wilhon Silitonga
Webmasters:
Yusran Tarihoran
Albert Panjaitan
Lucky Mangkey
Nielson Assa
Tapson Manik
Kontributor Khusus:
Dr. Albert Hutapea
Dr. Ronny Kountur
Dr. Jonathan Kuntaraf
Dr. Kathleen Kuntaraf-Liwidjaja
Max W. Langi
Dr. Herbert A. Legoh
Hans Mandalas
Joice Manurung
Edy Nurhan
Pieter Ramschie
Dr. Rudolf Sagala
Dr. H.S.P. Silitonga
Andrey Sitanggang
Dirjon Sitohang
Dr. E.H. Tambunan
Joppy Wauran
Kirim berita ke:
[email protected]
Website:
www.wartaadvent.org
Berlangganan:
[email protected]
Warta Advent On-line (WAO)
S
ejak berita meninggalnya orang tua kami
Alm. Bpk. Kaleb Uisetiawan Wuisan pada
hari Selasa yang lalu, tgl 24 April 2007,
jam 01:50 dalam usianya yang menjelang 82
tahun, hingga pemakamannya di Airmadidi –
Manado, bahkan sampai saat ucapan terima kasih
ini ditulis, kami telah menerima banyak sekali
ungkapan simpati dan belasungkawa yang telah
diberikan dalam wujud kehadiran langsung,
telepon yang silih berganti, ratusan e-mail,
puluhan sms, ratusan karangan bunga, lagu-lagu,
doa-doa, tribute serta sumbangan-sumbangan,
baik dari dalam negeri (Jakarta, Bekasi, Bandung,
Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Pontianak,
Banjarmasin, Medan, Makasar, Ambon, Manado,
Bitung, Airmadidi, dsbnya) maupun dari luar
negeri, (Amerika Serikat, Belanda, Jerman,
Australia, Philippines, dsbnya), serta khotbah
penghiburan dari jemaat-jemaat, dan ucapanucapan duka al:
Di Rumah Duka – Kemang Pratama, Bekasi,
yaitu:
1. Staff kantor DKI Jakarta Konferens dengan
Pdt.Mastur Sitompul sebagai Ketua DKI
Jakarta Konferens yang memberikan khotbah
malam penghiburan,
2. Anggota Jemaat Kemang Pratama dengan
Pdt.R.Y.
Hutauruk
yang
memberikan
Renungan Penyambutan jenasah dari Rumah
Sakit serta Renungan Pelepasan jenasah dari
rumah serta ketua2 jemaat yang memberikan
pelayanan.
3. Anggota Jemaat Jakasampurna dan Pdt.S.
Saragih untuk renungan penghiburan serta
ketua2 jemaat yang memberikan pelayanan.
4. Anggota Jemaat Kota Wisata, Cibubur dan
Pdt.H.D.
Manurung
untuk
renungan
penghiburan serta ketua2 jemaat yang
memberikan pelayanan.
5. Anggota Jemaat Kelapa Gading dan
Pdtm.Daniel
Tadja
untuk
renungan
penghiburan serta ketua2 jemaat yang
memberikan pelayanan.
6. Anggota Jemaat Tumou Tou dengan Pdtm.
Frans Bihoy serta renungan penghiburan dari
ketua Eddy Slat dan ketua Handry Sigar
sekaligus mewakili Gema Klabat yang
membawakan lagu2 penghiburan.
7. Persekutuan Umat Kristiani Kemang Pratama
3, dibawah pimpinan oleh bapak Adil
Hutahaen dan ibu Ellen Tanos.
8. Ketua RT 12/RW 5 Kemang Pratama 3 Ibu
Agnes dan staff serta penghuninya.
9. Anggota jemaat Pioneer Chapel, Unklab
dengan Pdt. Larry Raranta yang memberikan
khotbah malam penghiburan dan pembawa
acaranya Pdtm.R.Torondek Tiwow, serta lagu2
dan biola dari anak2.
10. Anggota jemaat Kanaan, Airmadidi dengan
Pdt. Helmy Kapitua yang memberikan
renungan penghiburan.
11. Anggota jemaat Sario Centrum, Manado
dengan Pdt. H. Lumantow yang memberikan
renungan penghiburan bersama koor jemaat.
12. Lurah Airmadidi Bawah, Ibu Dungus serta
staff.
13. Rektor Unklab Bapak Dr. AB. Sepang, Purek
I - Dr. Denny Rantung, Purek II – Dr. Stanny
4 Mei 2007
Nangoy, Purek III – Dr. Tommy Mambu,
Ketua BWA – Ibu Antje B. Mambu serta staff
dan dosen Unklab dengan Dekan Fakultas
Filsafat, Pdt.Dr. Jance Tumalun untuk khotbah
pelepasan jenasah dari rumah duka, lagu dari
Double Quartet Staff dan Dosen, serta Pdt.
James Watopa, dosen Filsafat Unklab yang
membawakan khotbah
penghiburan
di
pekuburan.
14. Serta semua family dan handai taulan, dan
teman-teman kantor dari anak-anak almarhum
serta saudara-saudara dalam Tuhan yang tak
sempat kami sebut satu persatu.
Semua
itu
bukan
hanya
memberikan
penghormatan kepada ayah kami yang tercinta
namun juga
memberikan penghiburan dan
kekuatan khusus bagi seluruh anggota keluarga
yang ditinggalkan.
Begitu banyak pihak yang telah membantu kami
di saat kami masih merasa begitu dikejutkan
dengan kepergian ayah kami yang tiba-tiba.
Dimulai dari RS Mitra Keluarga Bekasi, di
rumah duka di Kemang Pratama 3 - Bekasi, saat
keberangkatan jenazah serta anak dan cucu yang
berjumlah 16 orang ke Manado, kebaktian
penyambutan dan pelepasan jenasah di kampus
Unklab - Airmadidi,
hingga ke tempat
peristirahatannya yang sementara di pekuburan
Worang by Pass, Airmadidi - Tonsea seluruh
rangkaian acara telah dapat berjalan dengan
sangat baik.
Kami begitu menghargai semua pihak yang telah
menunjukkan kasihnya kepada kami. Kami
berusaha mengingat serta mencatat nama saudara
satu persatu dan menuliskannya dalam surat ini,
namun dalam suasana duka, kami khawatir bisa
saja ada ungkapan simpati saudara yang terluput
dari pandangan mata kami. Oleh sebab itu, kami
memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan
Maha Tahu,
biarlah malaikat surga yang
mencatat segala budi baik yang saudara-saudara
sudah tunjukkan kepada kami di dalam buku
catatan surga yang tidak pernah usang dan Tuhan
saja yang membalaskan semua kebaikan yang
saudara-saudara telah berikan kepada kami.
Pada kesempatan ini, atas nama keluarga besar
Uisetiawan Wuisan, kami ingin menyampaikan
terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah memungkinkan kami
boleh melalui masa-masa sulit kami dengan tegar.
Terima kasih dan sekali lagi terima kasih. Tuhan
memberkati. Amin.
Jakarta, 2 Mei 2007
Keluarga yang berduka,
Kel. Willy Uisetiawan Wuisan – Yunita Ang
Kel. Erwin Uisetiawan W. – Marlin Tondo
Kel. Olga Uisetiawan W.– Henry Jacobus
Kel. Dr. Leonard Uisetiawan W–Regine Ordonez
Kel. Grace Uisetiawan W.– Jimmy Garry Ganap
3
R E N U N G A N
MUJIZAT YESUS DI PESTA KANA
Oleh
Jantje
Ch.
Rumambi
Peristiwa ini bisa kita selidiki di dalam
Ayat : 1. Yohanes 2:1-11
2. YESUS hadir di pesta tersebut!
3. 3 (tiga) prinsip Mujizat YESUS terjadi
a. Kehadiran YESUS
b. Menurut perintah –Nya
c. Melayani tanpa pamrih
KEHADIRAN YESUS DALAM HIDUP KITA
1.
2.
3.
4.
Oleh hadirnya YESUS dalam hidup kita, kita
dapat membandingkan hidup kita dengan Dia,
bukan dengan orang lain.
Kehadiran-Nya akan menyadarkan kita
terhadap kekurangan, kelemahan,
ketidakberdayaan, dan dosa-dosa kita.
Kehadiran-Nya memberikan dampak damai
dan pengharapan di hati.
Kehadiran-Nya akan membuat kita tampil beda
dengan dunia ini.
a. Research akhir-akhir ini didapati
kebanyakan para kriminal adalah orang
yang wajahnya jelek-jelek, mengapa?
Sebab mereka dipenuhi penolakan dari
hari
5.
ke hari. Muka sering di operasi plastik agar
kelihatan lebih tampan, cantik. Perubahan
ini sering merubah tabiat orang-orang
tersebut juga.
b. Dokter dapat mengoperasi plastik, tapi tidak
dapat mengoperasi hati. Karena hal itu
hanya dapat dilakukan oleh Yesus saja.
c. Seorang pemuda yang nakal, bajingan,
berbagai kejahatan dilakukannya, tapi
setelah 31 tahun berlalu, ia menjadi seorang
pendeta. Itulah pekerjaan dan kuasa Yesus,
kuasa operasi hati.
Sudahkah kita menghadirkan YESUS dalam
kehidupan kita?
MENURUT PERINTAH YESUS – Isi tempayan penuh
dengan air.
1.
2.
3.
Warta Advent On-line (WAO)
4 Mei 2007
Yohanes 2:5 –Obedient is delight action
Ayat 7 – Isi penuh-penuh agar tidak ada tempat
lain yang ditambahkan lagi.
Nothing other to be added to our life because
only Jesus alone who can do to fill our joy.
a. Berikanlah tempayan hidupmu kepada
YESUS.
b. What ever He told you, do it! Apa saja
perintah-Nya lakukan!
c. Menurut artinya menepati janjimu, walau
harus berkorban waktu, tenaga, harta,
dlsbnya, kemudian tepati janjimu – di
situlah mujizat TUHAN terjadi!
4
MELAYANI TANPA PAMRIH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
berpisah dengan engkau?” Jawab Elisa, guru,
aku membutuhkan porsi ganda dari Roh mu.
Kerelaan menurut menghilangkan ketakutan.
Rela untuk menurut adalah miracles atau
mujizat-mujizat-Nya
Roma 1:1- Kesaksian Paulus: I am a servant of
Jesus Christ!
a. Servant – Berhak mati, dipukul, dll, karena
budak sama dengan harta, sehingga
majikan bebas melakukan apa saja
padanya.
b. Paulus - Willing to sacrifice for the Lord,
I know whom I have believe!
c. Service bukan:
1. Pendeta bekerja bagi
anggotaanggotanya, atau
2. Guru mengajar di kelas setiap hari, atau
pun
3. Anggota ke gereja setiap hari Sabat
Service adalah “do beyond our part
requirement / Do more than expected from
you!”
Satu kali, ibu ‘Theresia’ lain pergi ke surga. Di
gerbang surga ia ketemu Petrus memohon izin
masuk. Petrus menatap Ibu Theresia lain ini
dari kepala sampai kaki, akhirnya Petrus
menjawab, “engkau tidak boleh masuk surga,
karena di surga tidak ada orang miskin.
Kembalilah ke dunia di sana banyak orang
miskin yang boleh engkau layani kemudian
undanglah mereka ke surga dan engkau akan
diterima di surga. Akhirnya ibu Theresia lain
itu kembali ke bumi dan bekerja melayani di
dunia ini.
Kita perlu melayani TUHAN di dunia ini tanpa
pamrih.
RAHASIA UTAMA MUJIZAT YESUS DALAM
HIDUP KITA
1.
2.
3.
Semenjak Elisa bekerja dengan Elia, ia mendapati bahwa
sumber kuasa bagi keberhasilan Elia dalam pekerjaannya
adalah kuasa ROH KUDUS. Untuk melanjutkan tugas yang
akan diembankan Elia kepadanya sebagai penerus tugas surga
ia meminta dua bagian Roh Elia untuk melengkapi kuasa
pekerjaanya di dunia ini.
Saudara, permintaan yang sama seharusnya kita mintakan
kepada TUHAN sekarang ini untuk menyelesaikan tugas suci
TUHAN mengevangelisasi dunia ini supaya YESUS segera
datang menjemput kita ke surga, Amin? Lukas 11:13, Jika
engkau yang jahat sekalipun tau memberikan pemberian yang
baik bagi anak-anakmu, betapa lebihnya lagi Bapamu yang di
surga mau memberikan pemberian yang baik kepada orang
yang meminta kepada-Nya. Selected Messages Jld 1, hal 121
“Our heavenly Father is more willing to give His Holy Spirit
to them that ask Him than are earthly parents to give good
gifts to their children.”
Lukas 11:9 – “Mintalah maka akan diberikan kepadamu.”
Di sinilah rahasia mujizat pesta Kana terulang kembali dalam
hidup pribadi serta seluruh umat Masehi Advent Hari Ketujuh,
di mana YESUS yang sama, yang menjanjikan kuasa. Kisah
1:8, tetap sangat bersedia mencurahkan ROH SUCI tanpa
batas itu, agar terjadilah mujizat pertobatan pribadi,
selanjutnya barulah jiwa-jiwa yang dalam kegelapan dosa
bergabung di jemaat kita, maka pelayanan akan lebih
berkuasa lagi dan kedatangan Yesus segera nyata di awan dan
memindahkan kita semua dari dunia jahat dan berdosa ini,
kesurga semawi rumah yang indah permai, di mana kita akan
hidup senang dan damai kekal selama-lamanya
bersama Yesus, Amin!
2 Raja-raja 2:8-9: Lalu Elia mengambil
jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas
air itu, maka air itu terbagi dua pada sisi
bersebelahan, sehingga menyeberanglah
keduanya dengan berjalan di tanah yang
kering. Dan sesudah mereka sampai di
seberang, berkatalah Elia kepada Elisa:
“Mintalah apa yang hendak kulakukan
kepadamu, sebelum aku terangkat dari
padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku
mendapat dua bagian dari rohmu.”
Di sini kita melihat ceritera beberapa menit
akhir di mana Elia hidup di dunia ini. Sesudah
bekerja bagi TUHAN sebagai nabi bertahuntahun lamanya, sekarang tibalah waktunya bagi
Elia akan diangkat ke surga. Sesudah
menyeberangi sungai Yordan, Elia yang adalah
seorang nabi TUHAN yang besar berdiri di
depan muridnya Elisa. Elia bertanya kepada
Elisa, “Elisa, sekarang ini TUHAN akan
menjemput aku. Aku mau bertanya padamu,
apakah yang akan kubuat bagimu sebelum aku
Warta Advent On-line (WAO)
Elisa tidak meminta uang atau bangunan sekolah
yang baru bagi murid-muridnya. Elisa juga tidak
meminta peralatan sekolah nabi atau fasilitas
lainnya, ia juga tidak meminta penambahan
murid-murid bagi sekolah nabi tersebut, Elisa
tidak meminta berkat-berkat materi
4 Mei 2007
-Jantje Ch. Rumambi
New Jersey
5
E D I T O R I A L
“ Ekstradisi, Siapa Takut ”
Ekstradisi. Sebuah kata
yang bagi kebanyakan orang
yang
mendengar
tidak
menimbulkan reaksi apa-apa.
Mereka tidak tahu apa
artinya. Tetapi para koruptor
tahu artinya. Pada tanggal
27 April yang lalu, Indonesia
dan
Singapura
menandatangani perjanjian
ekstradisi yang mencakup 31
tindak kejahatan dan berlaku
mundur 15 tahun. Artinya
mereka yang mungkin 15
tahun yang lalu melakukan
melarikan uang hasil korupsi
ke Singapura dapat dijerat
dengan peraturan baru ini.
Melalui perjanjian ini para
koruptor yang selama ini
melarikan
uang
hasil
korupsinya dan bersembunyi
di
Singapura
dapat
dipulangkan ke Indonesia
untuk menghadapi tuntutan
hukum.
Fakta menunjukkan bahwa
jumlah yang dikorupsikan
semakin hari semakin besar.
Tujuannya jelas. Jika pada
akhirnya harus berurusan
dengan proses penegakan
hukum, harus ada dana yang
cukup besar yang dapat
dipakai untuk mengatur
proses penegakan hukum.
Sebagian pihak menyambut baik ditandatanganinya
perjanjian yang sudah lama diharapkan ini. Sebagian lainnya
menganggap tidak banyak manfaatnya.
Alasan mereka
sederhana. Bagaimana mau serius mencari dana haram yang
diparkir di luar negeri serta menyeret koruptornya, sementara di
Indonesia masih banyak koruptor yang berkeliaran bebas? Buat
apa jauh-jauh mencari uang hasil korupsi kalau yang di dalam
negeri saja tidak bisa ditangkap? Semuanya terpulang kepada
kesungguh-sungguhan proses penegakan hukum yang masih jauh
harapan dari kenyataan.
Pelaksanaan ekstradisi tidak segampang membalikkan
telapak tangan. Dengan adanya perjanjian ekstradisi ini,
diharapkan mereka yang tadinya mau coba-coba akan
mengurungkan niatnya. Tidak kalah pentingnya supaya mereka
yang keburu membawa dana haram segera mengembalikannya.
Tapi apa iya, perjanjian ekstradisi seampuh itu?
Ampuh atau tidak itu tergantung dari pelaksananya.
Memang hal ini menjadi tidak gampang jika dalam proses
pelaksanaannya berlaku sebutan ‘maling teriak maling’. Tidak
semuanya memang, tetapi ada banyak kejadian di mana mereka
yang harusnya menangkap koruptor justru sedang melakukan hal
yang dilakukan oleh orang yang akan ditangkapnya. Yang lebih
buruk lagi adalah jika proses pelaksanaan ekstradisi kemudian
dijadikan sebagai objek untuk pemerasan. Karena banyak
masalah ekstradisi berhubungan dengan masalah korupsi, maka
dalam pelaksanaannya sarat dengan mencari keuntungan pribadi.
Ketika Indonesia baru merdeka belum dirasa perlu memiliki
perjanjian ekstradisi untuk tujuan ini. Tidak ada yang mau dicuri.
Sekarang ketika uang negara semakin meningkat, niatpun timbul.
Warta Advent On-line (WAO)
Lalu kira-kira bagaimana
nasib perjanjian ekstradisi ini?
Apakah tujuannya akan
tercapai? Untuk menjawab
pertanyaan di atas perlu
diajukan
pertanyaan
sebelumnya. Mengapa orang
lari ke luar negeri bersama
uang curiannya? Salah satu
sebabnya adalah karena
ternyata di negeri seberang, di
manapun itu, mereka bertemu
dengan sesamanya sehingga
merasa aman dan nyaman.
Banyak
koruptor
yang
kemudian menjadi kerasan tinggal di negeri orang karena di negerinya
sendiri dia merasa dikejar bayangan. Dia lupa kalau dia tercatat
sebagai warganegara di Indonesia. Tetapi hal itu tidak menjadi soal
karena ternyata banyak orang Indonesia yang sudah lebih senang
memiliki status sebagai permanent resident di negeri orang.
Barangkali kita tidak pernah terpikirkan akan menjadi objek untuk
diekstradisi. Masa iya kita sampai melakukan satu hal yang
merugikan negara lalu melarikan diri ke negara lain? Barangkali kita
tidak pernah berpikir bahwa melarikan diri dari nilai-nilai kebenaran
juga merupakan objek untuk di’ekstradisi’. Tentu saja ekstradisi di
sini berbeda dengan ekstradisi yang perjanjiannya baru ditandatangani
oleh Indonesia dan Singapura.
Dalam hal ini melarikan diri dari kebenaran pun tidak selalu harus
diartikan sebagai murtad. Itu dapat saja berupa kebiasaan dan
perbuatan kita untuk melakukan hal-hal yang merugikan pekerjaan
Tuhan demi kepentingan diri. Seiring dengan berjalannya waktu kita
dapat saja tidak menyadari kalau kebiasaan kita itu merupakan gaya
hidup di ‘negara lain’ di mana kita bukanlah sebagai ‘warganegara’.
Kita mungkin merasa aman karena pelanggaran peraturan di ‘negara
kita’ tidak tertangkap di ‘negara lain’ dan karenanya kita menjadi
nyaman.
Namun satu hal yang perlu diingat bahwa ekstradisi yang kita
hadapi bukan hanya berlaku surut 15 tahun, tetapi sejak kita lahir.
Berbeda memang dalam pelaksanaan penegakan hukumnya. Kita
tidak perlu takut untuk pulang ke ‘negara kita’ asal saja kita menyadari
kesalahan kita dan mau memperbaiki diri. Yang justru harus kita
takuti kalau kita sudah lebih menyukai tinggal di ‘negara orang’ dan
berkata: “Ekstradisi, siapa takut?”
4 Mei 2007
-TIM Redaksi
6
ARTIKEL ROHANI
“Lampu Minyak yang Terus Menyala”
By Phyllis Somerville – 14 February 1962
“
Tolong kunjungi kami dan
berkhotbahlah
untuk
kami,” seorang pria yang
tinggal di sebuah pulau di lepas
pantai Korea memohon.
“Sebaiknya
kau
membuat beberapa catatan,”
kata isterinya berpendapat.
“Catatan?!”
sergahnya. “Aku bahkan
berpikiran bahwa lebih baik
menulis seluruh khotbah
kata demi kata. Aku yakin
akan terlupa sebagian dari
kata-kata itu.”
Colpoteur (kolpoter:
orang yang menjual buku-buku
Rohani dan menyebarkan
Traktat rohani) itu tertunduk,
menggeser kakinya dengan
perasaan gelisah, dan akhirnya
menjawab tergagap, “Aku tak
pernah berbicara di depan
umum sebelumnya. Anda
mungkin akan kecewa. Aku
yakin anda bisa menemukan
seorang pembicara yang lebih
baik.”
“Mungkin saja ada
pembicara lain,” jawab pria itu,
“namun pasti masih lama
sekali hingga salah satu dari
mereka
bisa
datang
mengunjungi pulau kami. Aku
telah mendengar sebagian dari keyakinan anda, dan aku
ingin belajar lebih banyak lagi. Aku juga akan mengundang
beberapa teman untuk hadir. Aku yakin anda tak akan
mengecewakanku.”
Akhirnya kolpoter itu setuju, membayangkan
bahwa pria itu paling hanya akan membawa serta isterinya
dan satu atau mungkin dua kawan. Namun bagaimana bila
ternyata ada lebih banyak orang yang hadir dalam pertemuan
itu? Ia mengetahui dengan baik betapa antusiasnya orangorang Korea mendengarkan Injil, dan ia tahu bahwa ini
adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berbicara
bagi Tuhannya.
“Kami akan sangat mengharapkan kedatangan
anda,” kata pria itu ketika mereka berpisah.
Bertanya-tanya
dalam
hati
mengapa
ia
menyanggupi permintaan itu, kolpoter itupun melangkah
pulang untuk bercerita pada isterinya. Mereka berdua
kemudian bertelut bersama dalam doa yang khusyuk.
Setelah bangkit dari lutut mereka, mereka berdiskusi apa
yang akan menjadi pesan yang baik untuk disampaikan dan
mereka memutuskan untuk menyampaikan Kitab Daniel 2.
“Banyak dari para pelayan-pelayan terlihat menggunakannya
sebagai permulaan,” kata kolpoter itu beralasan.
Warta Advent On-line (WAO)
Kemudian mereka
bersama-sama menulis teks
yang mereka perlukan.
Menyadari bahwa Tuhan
tengah membantu mereka
mendapatkan kata-kata yang
tepat
untuk
diucapkan,
kolpoter itu mulai merasa
lebih percaya diri.
Senja
untuk
pertemuan
itupun
tiba
dengan cepat – terlalu cepat.
Namun kolpoter itu sudah mengenal baik-baik pesan khotbahnya.
“Marilah kita berdoa sebelum kita pergi ke kebaktian
itu,” ia mengajak isterinya. Maka sekali lagi merekapun bertelut
untuk meminta urapan dari Tuhan atas pelayanan kecilnya ini.
Mereka berangkat lebih awal, dengan persenjataan
lengkap – Alkitab, catatan khotbah, dan lagu-lagu pujian. Ketika
mereka sedang melangkah di atas jalanan yang berdebu, kolpoter
dan isterinya seringkali mendahului kelompok-kelompok kecil
orang yang juga berjalan ke arah yang sama. Mulanya mereka tak
terlalu memperhatikan, mereka mengira mungkin ada pasar
malam di ujung desa.
Namun, ketika mereka makin mendekati tempat yang
telah ditunjuk untuk kebaktian itu, telapak tangan kolpoter tsb
mulai berkeringat dingin saat ia mulai menyadari bahwa ia tidak
sedang melangkah untuk berbicara kepada “satu atau dua teman”
saja. Semua orang-orang tersebut ternyata berdatangan ke
kebaktian itu untuk mendengar khotbahnya!
Mereka melangkah masuk ke gedung pertemuan yang
lusuh itu dan memandang sekitar 150 orang yang bersemangat,
berhimpitan dalam ruang yang seadanya itu. Sang kolpoter
merasa ciut seperti seorang anak sekolah yang ingin lari dan
bersembunyi.
4 Mei 2007
7
Isterinya merasakan keraguannya dan berbisik,
“Aku akan berdoa bagimu, sayang.”
Menghargai dorongan yang diberikan isterinya itu,
ia pun menambahkan, “Aku akan membutuhkannya. Namun
terpujilah Tuhan karena membawa begitu banyak orang
untuk mendengar khotbah hambanya yang sederhana ini.”
Si “Pria Publikasi” melangkah ringan ke arah
mereka. “Lihat, aku telah membawa teman-temanku.”
“Memang luar biasa kau telah mengundang begitu
banyak orang, namun aku bukanlah seorang pembicara
publik”, kata sang kolpoter. “Apakah menurutmu mereka
akan mendengarkan aku?”
“Ya, ya! Mereka semua bersemangat untuk
mendengar tentang Yesus.”
Sang kolpoter segera memilih beberapa lagu pujian
yang menurutnya bisa ia ajarkan agar kerumunan itu bisa
menyanyikannya, dan dengan penuh doa ia maju ke depan
mimbar. Ia memperhatikan hanya ada sebuah lampu minyak
di atas meja di bagian depan ruang itu. Lampu minyak itu
seperti yang biasa digunakan pada masa Alkitab, jenis yang
biasa masih digunakan di beberapa bagian dunia.
Orang banyak itu berusaha sebaik mungkin untuk
mempelajari lagu-lagu pujian yang ia ajarkan, dan setelah
sepucuk doa yang menghangatkan hati ia pun melanjutkan
acara untuk membaca pesan khotbahnya. Mereka
memperhatikan dengan tekun dan seksama serta seringkali
menganggukkan kepala.
Namun ketika ketertarikan mereka meningkat,
lampu minyak itu mulai meredup. Terlalu redup sebenarnya
bagi kolpoter untuk terus membaca catatan-catatannya.
Sekonyong-konyong ia berhenti membaca dan bertanya pada
pria yang mengatur kebaktian tersebut apakah bisa
disediakan lebih banyak minyak lagi.
Dengan malu-malu orang itu berdiri dan memohon
maaf kepada kolpoter, “Kami telah berusaha membeli lebih
banyak minyak, namun kami tak berhasil. Tak akan ada
minyak lagi hingga kapal suplai berikutnya datang ke pulau
ini, dan itu mungkin masih beberapa hari lagi. Maafkan
saya, namun kami telah terlanjur mengatur kebaktian ini dan
mengundang banyak orang. Apa yang harus kami lakukan?”
Sang kolpoter kita tiba-tiba teringat mujizat-mujizat
dalam Alkitab. Bahkan ada beberapa yang mengenai minyak
yang tak pernah habis. “Marilah kita berdoa,” ajaknya pada
seluruh hadirin.
Kolpoter mengucapkan Amin yang tergesa-gesa dan membuka
matanya. “Terpujilah Tuhan!” pekiknya.
Lampu itu kini lebih bercahaya dan bersinar terang!
Kegemparan segera memenuhi ruangan itu. Tak seorangpun
pernah menyaksikan hal seperti ini sebelumnya! Lampu itu terus
bersinar terang walau hanya dengan setetes minyak yang tersisa.
Para hadirin mendesak pria tersebut untuk melanjutkan apa yang
dibicarakannya. Sudah pasti Tuhan yang sedang dibicarakan
orang ini, adalah Tuhan yang layak disembah!
Sang kolpoter merasa seolah ia hidup di awan-awan.
Yakin akan hadirat Tuhan, ia lupa akan sifat pemalunya dan
menyelesaikan khotbahnya dengan berapi-api. Tapi kerumunan
orang banyak itu mulai ribut berteriak-teriak meminta agar
kebaktian itu terus dilanjutkan, dan demikianlah sang pembicara
yang terlecut semangat pun menerima undangan itu dengan
penuh sukacita dan rasa syukur. Ia tahu Tuhan pasti bekerja
dengan penuh kuasa.
Sang kolpoter itu pun berbicara dalam kebaktian selama
tiga malam berikutnya. Doa dipanjatkan tiap-tiap malam agar
Tuhan memberikan mujizat yang sama sebab memang nyatanya
saat-saat itu minyak tidak tersedia untuk dibeli di seluruh kota
tersebut. Dan selama tujuh jam tiap-tiap kebaktian lampu itu terus
menyala.
Sinar terang dari Injil menyinarkan kegelapan dari
dalam hati banyak orang yang sebelumnya tak tahu apapun
kecuali menyembah berhala. Pada akhir rangkaian kebaktian
tersebut 60 orang meminta untuk dibaptiskan. Setelah berselang
beberapa waktu sebuah gereja akhirnya dibentuk, para
anggotanya mendeklarasikannya sebagai “gereja di mana sinar
kebenaran tak pernah padam.”
Kelihatannya semua orang menundukkan kepala
mereka dengan khidmat kecuali ada seorang yang tidak
mengikutinya. Seorang sobat kecil yang duduk di barisan
paling depan. Mungkin ia memang berharap untuk melihat
apa yang akan dilakukan Tuhan dalam situasi ini, ketika
seorang utusan-Nya sedang memohon suatu mujizat.
Tiba-tiba ia berteriak, “Lihat lampu itu!”
Warta Advent On-line (WAO)
-DR. Eddy Lukas
Dewan Redaksi WAO, Jakarta
4 Mei 2007
8
PENDALAMAN
ALKI TAB
PERKATAAN ROH NUBUAT
MELALUI RASUL YOHANES DALAM WAHYU 6:12-7:17; 14
KELOMPOK 144.000—UMAT TEBUSAN MANUSIA
PERKUMPULAN KHUSUS UMAT ALLAH YANG MENANG
Oleh Pdt. Hotma S. P. Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D.
Spesialis Pendalaman—Pemahaman Alkitab
Lektor Kepala bidang Filsafat Teologi DikNas RI
Pendahuluan
PERKUMPULAN KHUSUS UMAT ALLAH YANG
MENANG dapat disingkat dengan sebutan PANSUS
MATANG. Kelompok inilah yang dikenal dengan sebutan
umat yang 144.000 berdasarkan kitab Wahyu pasal 7 dan
14.
Banyak orang memperbincangkan keberadaan
kelompok ini dengan seksama bahkan sering terjadi
perdebatan yang hangat. Dengarlah nasehat hamba Allah
untuk umat zaman akhir yang ditulis sekitar tahun 1901 dan
1905 sebagai berikut:
Bukanlah kehendak Allah agar mereka [umat Allah
zaman akhir]
memiliki pertentangan sehubungan
dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan
menolong mereka secara rohani, misalnya saja,
siapakah yang akan termasuk di kelompok 144.000 itu?
Sebab bagi mereka yang adalah umat pilihan Allah
pasti mengetahui hal ini dalam waktu yang singkat
tanpa keraguan. . . . Sebab yang terpenting dari semua
pertanyaan tentang perkara itu dan jawabnya sudah
Warta Advent On-line (WAO)
jelas adalah: "Apakah yang tertulis di dalam Alkitab?
[Untuk itu] Bukankah lebih baik jika Anda membacanya
sendiri [secara langsung DARI ALKITAB dengan
tuntunan Roh Kudus?—Ellen G. White, Manuscript 26,
1901, dikutip dari Sellected Messages 1:174-175.
Selanjutnya, sekitar empat tahun berikutnya, hamba Allah itu
menegaskan:
Kita tidak perlu meniru manusia mana pun. Tak seorang
manusia yang cukup bijaksana sekali pun patut menjadi
ukuran kita. Kita patut memandang hanya kepada Yesus
Kristus, yang memiliki kesempurnaan di dalam kebenaran
dan kekudusan. Dia sajalah manusia yang jadi panutan. . . .
Sementara kita memandang Dia dan merenungkan-Nya,
maka Budaya Yesus Kristus akan dibentuk di dalam diri
kita, sebagai pengharapan yang mulia. . . . Marilah kita
berjuang dengan segala kuasa yang Allah berikan kepada
kita agar termasuk dalam kelompok 144.000 itu.--Review and
4 Mei 2007
9
Herald, March 9, 1905.
Mengikuti nasihat Surgawi Yang Bijaksana dan
Mahakasih, marilah kita menyelidiki dari Alkitab khususnya
dari kitab Wahyu tentang Apakah ciri-ciri yang
dinyatakan tentang SIAPA KELOMPOK 144.000 ini.
Yang
pasti
adalah
bahwa
semuanya
adalah
PERKUMPULAN KHUSUS UMAT ALLAH YANG
MENANG. Setelah mendalami secara seksama dan tuntas,
KELOMPOK 144.000 ini mempunya dua penerapan.
Penerapan pertama adalah kelompok khusus umat Allah
zaman akhir sejak 1844 sampai saatnya pintu pengasihan
tertutup. Sedangkan, penerapan kedua adalah kelompok
keseluruhan umat tebusan mulai dari Adam sampai saatnya
kedatangan Yesus Kristus kedua kali. SINGKATNYA,
SEMUA
UMAT
TEBUSAN
YANG
SUDAH
DISELAMATKAN MELALUI PENGORBANAN YESUS
KRISTUS, TUHAN DAN JURUSELAMAT MANUSIA,
MULAI DARI KEJADIAN SAMPAI WAHYU, DARI
AWAL ZAMAN SAMPAI AKHIR ZAMAN, DISEBUT
UMAT SERATUS EMPAT PULUH EMPAT RIBU.
Melalui pelajaran ini, kita dapat menyimpulkan bahwa
Allah yang kita sembah adalah Allah yang memberikan
jaminan yang pasti bagi umat manusia. Dengan membaca
Firman Allah yang hidup dan kuat, maka umat Allah pada
zaman akhir ini mempunyai satu pegangan yang teguh,
karena kita "menantikan penggenapan pengharapan kita
yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang
Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (Titus 2:13).
Capailah KEMENANGAN AKHIR YANG SANGAT
PASTI BERSAMA YESUS KRISTUS.
Analisis
Alkitabiah
Wahyu 6:12-17  Lalu aku, Yohanes Kekasih yang sedang
berada di Pulau Patmos berkat bimbingan Roh Kudus yang
adalah Roh Kebenaran serta juga Roh Nubuat, melihat,
ketika Anak Domba yaitu Yesus Kristus yang sudah mati
di Golgota itu membuka meterai yang keenam yang
menggambarkan Kisah Kasih Sang Pencipta alam semesta
terhadap umat manusia yang sangat besar dosanya di
SIKON—situasi dan kondisi menjelang berlangsungnya
Hari Penghakiman atau Hari Grafirat yang dilakukan oleh
Imam Besar Agung di kaabah Surgawi, SIKON di planet
bumi ini digambarkan melalui gambaran kegemparan dunia
yang dalam meterai itu terlihat sebagai berikut,
sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan
matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan
bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
Bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi
bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang
mentah, apabila ia diguncang angin yang kencang.
Langit pun menyusut bagaikan gulungan kitab yang
digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulaupulau dari tempatnya. Raja-raja di bumi dan pembesarpembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya
serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta
orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan
celah-celah batu karang di gunung. Mereka berkata
kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang
itu, "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah
Warta Advent On-line (WAO)
kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap
murka Anak Domba itu." SEBAB SUDAH TIBA HARI
BESAR MURKA MEREKA DAN SIAPA YANG DAPAT
BERTAHAN? Untuk memberi jawaban komprihensif terhadap
pertanyaan itu, Yesus Kristus menyatakan dua pertunjukan yang
ditulis di Wahyu 7 dan 14 sebagai berikut:
Episode Wahyu 7:1-17  Setelah itu aku melihat empat
malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka
menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin
bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. SIKON
ini menunjukkan bahwa pekerjaan penghakiman atau proses
evaluasi akhir itu adalah universal di seluruh dunia. Lalu aku
melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari
terbit. Malaikat atau pembawa berita Sang Pencipta itu datang
membawa TERANG KEBENARAN YESUS KRISTUS. Ia
membawa meterai Allah yang hidup; Pembawa Berita ini
memiliki BUDAYA HIDUP KASIH SAYANG sebagai
WUJUD DARI SIFAT DAN TABIAT YHWH dan ia berseru
dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang
ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, "Janganlah
merusak bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami
memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi
mereka!"
Aku mendengar jumlah mereka yang
dimeteraikan itu: Seratus empat puluh empat ribu yang
telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
Seratus empat puluh empat ribu ini bukan bilangan kuantitas
melainkan bilangan kualitas yaitu PERKUMPULAN KHUSUS
UMAT ALLAH YANG MENANG (PANSUS MATANG).
Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari
suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas
ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon
dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku
Isakhar dua belas ribu, dari suku Zebulon dua belas ribu,
dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua
belas ribu. Nama-nama dua belas suku ketutunan Israel ini
bukanlah berdasarkan biologis namun berdasarkan soteriologis
atau ilmu keselamatan. Dengan kata lain, nama-nama ini adalah
nama tabiat. Setelah itu [karena penasaran mendengar jumlah
yang hanya kecil itu, kemudian] AKU MELIHAT:
SESUNGGUHNYA,
SUATU
KUMPULAN
BESAR
ORANG BANYAK YANG TIDAK DAPAT DIHITUNG
JUMLAHNYA, DARI SEGALA BANGSA DAN SUKU
DAN UMAT DAN BAHASA, BERDIRI DI HADAPAN
TAKHTA DAN DI HADAPAN ANAK DOMBA,
MEMAKAI JUBAH PUTIH DAN MEMEGANG DAUNDAUN PALEM DI TANGAN MEREKA. Bagaimanakah
kualitas PANSUS MATANG INI? Dengan suara nyaring
mereka berseru, "Keselamatan ada pada Allah kami yang
duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Semua
malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan
keempat makhluk itu; mereka sujud di hadapan takhta itu
dan menyembah Allah, sambil berkata, "Amin! puji-pujian
dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan
kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selamalamanya! Amin!" Lalu salah seorang dari antara tua-tua
itu berkata kepadaku, "Siapakah mereka yang memakai
jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Aku
berkata kepadanya, "Tuanku, Tuan mengetahuinya." Lalu
ia berkata kepadaku, "Mereka ini orang-orang yang keluar
dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci
jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak
4 Mei 2007
10
Domba. Karena itu, mereka berdiri di hadapan takhta
Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Ia
yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan
kemah-Nya di atas mereka.
Mereka tidak akan
menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau
panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab
Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan
menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka
ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus
segala air mata dari mata mereka."
Dengan makna yang sama namun melalui ilustrasi yang
lain PANSUS MATANG INI digambarkan di Wahyu 14
sebagai berikut:
Episode Wahyu 14:1-20  Lalu aku melihat:
Sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan
bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat
ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan
nama Bapa-Nya. Meterai Allah yang hidup adalah Nama
Allah alias Sifat dan Tabiat-Nya yang PENUH KASIH
SAYANG. Aku mendengar suatu suara dari langit
bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang
dahsyat. Suara yang kudengar itu seperti bunyi pemainpemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka
menyanyikan suatu nyanyian baru yaitu nyanyian
pengalaman di hadapan takhta dan di depan keempat
makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang
dapat mempelajari nyanyian itu selain seratus empat
puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi
itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak
mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan,
karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka
adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke
mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia
sebagai kurban-kurban sulung bagi Allah dan bagi Anak
Domba itu. Di dalam mulut mereka tidak terdapat
dusta; mereka tidak bercela. PANSUS MATANG INI
adalah umat Allah zaman akhir yang selalu setia kepada
Sang Pencipta yang misinya adalah sebagai berikut: Lalu
aku melihat seorang malaikat lain terbang tinggi di
langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk
diberitakannya kepada mereka yang tinggal di bumi dan
kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan umat,
dan ia berseru dengan suara nyaring, "Takutlah akan
Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat
penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah
menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata
air." YANG MENGANDALKAN SANG PENCIPTA
AKAN SELAMAT DAN SUKSES. INILAH BUDAYA
HIDUP SURGAWI YANG SEJATI DAN ABADI.
Seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia
dan berkata, "Sudah runtuh, sudah runtuh Babel, kota
besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan
anggur hawa nafsu cabulnya." YANG
MENGANDALKAN DIRI PASTI GAGAL. INILAH
BUDAYA HIDUP DUNIAWI ALIAS SUASANA
NERAKA. Seorang malaikat yang lain, malaikat ketiga,
menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring,
"(A) Jikalau seseorang menyembah binatang dan
patungnya itu (Wahyu 12-13–antikristus), dan (B)
Warta Advent On-line (WAO)
menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya (sifat
antikristus), (C) maka ia akan minum dari anggur murka
Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan
murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di
depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata
Anak Domba. (C) Asap api yang menyiksa mereka itu naik
ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka
tidak henti-hentinya disiksa, yaitu (A) mereka yang
menyembah binatang serta patungnya itu, dan (B) siapa
saja yang telah menerima tanda namanya." Disiplin Allah
Yang Mahakasih terhadap umat manusia yang tidak percaya
kepada Sang Pencipta berfokus pada penderitaan batin—Hosea
7:6 menegaskan: Batin mereka seperti dapur perapian; hati
mereka menyala-nyala.
Yang penting di sini ialah
ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah
Allah berdasarkan imannya kepada Yesus. Kemudian aku
mendengar suara dari surga berkata, "Tuliskan:
Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan,
sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka
boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala
perbuatan mereka menyertai mereka." Hasil Penghakiman
atau Evaluasi akhir hidup umat manusia terdiri atas dua bagian,
yaitu (A) Lalu aku melihat: Sesungguhnya, ada suatu awan
putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak
Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya
dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. Seorang malaikat
lain keluar dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara
nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu,
"Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba
saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
Lalu Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabitNya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah. Kemudian
seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di surga;
juga padanya ada sebilah sabit tajam. INI ADALAH
PENUAIAN GANDUM ALIAS UMAT SANG PENCIPTA
YANG MENANG. (B) Seorang malaikat yang lain lagi
datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru
dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang
sabit tajam itu, katanya, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam
itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena
buahnya sudah masak." Lalu malaikat itu mengayunkan
sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur
di bumi dan melemparkannya ke dalam gilingan besar,
yaitu murka Allah. Buah-buah anggur itu digiling di luar
kota dan dari gilingan itu mengalir darah, tingginya sampai
ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil. INI ADALAH
PENUAIAN LALANG ALIAS UMAT SATAN YANG
KALAH. b e r s a m b u n g ----------------------
4 Mei 2007
-Pdt. Hotma S. P. Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D.
Kontributor Khusus WAO
11
ARTIKEL ROHANI-PENGEMBANGAN DIRI
Manajemen
Yang Melayani
Sebuah Tinjauan Konsep Manajemen
Melalui Pendekatan Alkitabiah
OLEH DR. NICO J.J. KOROH, MBA
BAB 10 - Bagian II
Manajemen Yang
Melayani Dalam Abad XXI
Perubahan Nilai-Nilai Kehidupan Manusia
Kebangunan rohani di dalam berbagai aliran agama,
sebagaimana sudah dikemukakan sebelumnya, kelihatannya
tidak dapat membendung perubahan nilai-nilai kehidupan
manusia. Senada dengan itu, Fukuyama mengatakan,
“Though the religion and culture
can impede modernization, Dr
Fukuyama sees no reason to
suppose that the Islamic and other
civilizations will not in time adopt
their own versions of liberal
democracy.”The basic structure of
world politics continues to be the
juggernaut of modernization as
pioneerd by the West”(The New
York Times April 2,2002)
Tantangan di abad XXI menurut Khotari adalah
munculnya berbagai persoalan yang kritis dalam segala
bidang, yang telah mempengaruhi struktur kelembagaan,
perilaku manusia, dan respons kejiwaan mereka. Dewasa ini,
telah tersebar secara luas perasaan tidak menentu dan
Warta Advent On-line (WAO)
perasaan tidak aman pada seluruh tingkat, yang nampaknya
telah membayangi kesadaran akan keyakinan
dan kepastian tentang teori mengenai
perkembangan, tentang masa
depan atau prospek
perdamaian, tentang
kelanjutan dari gerak
maju kehidupan
manusia, dan
tentang dasar
kesatuan
kemasyarakatan
(O‘Sullivan
1999:32)
Di
pihak lain
Toffler pun
mengemukakan
bahwa krisis
akan melanda
seluruh kehidupan
manusia yang
sedang mengalami
transisi dengan
berubahnya berbagai
nilai-nilai kemasyarakatan,
bahkan berbagai jenis konsultasi
pun tidak akan memadai untuk
menangani berbagai jenis persoalan
kemasyarakatan. Munculnya berbagai jenis
4 Mei 2007
12
penemuan baru akan dihadapkan kepada setiap orang secara
keseluruhan, dalam berbagai krisis pribadi di masa
mendatang. Dan bilamana masyarakat berlomba menuju
berbagai keragaman, berbagai persoalan pun akan muncul.
Nilai-nilai kemasyarakatan di abad XXI sudah
menunjukkan perubahan-perubahan yang fundamental.
Sebagai contoh saja, di saat penulis menyelesaikan tulisan
ini, Parlemen Negeri Belanda telah menyetujui dan
menerima “euthanasia” (mercy killing), yakni suatu keadaan
bilamana seorang menderita penyakit atau kelainan fisik dan
penderitanya sudah berada dalam keadaan sekarat, kemudian
secara medis tidak dapat lagi disembuhkan, bilamana
diizinkan oleh keluarga atau atas permintaan yang
bersangkutan, maka dokter boleh mengakhiri hidupnya tanpa
merasakan kesakitan. Walaupun usaha untuk melegalisasi
tindakan tersebut sudah dilakukan di Inggris sejak tahun
1935, baru di abad XXI Negeri Belanda menjadi pelopornya.
Padahal sejak agama Kristen berkembang dalam dunia ini,
masyarakat telah menerima bahwa bukanlah hak seorang
dokter untuk mengakhiri kehidupan seseorang walaupun ia
sedang sakit dan sekarat .
Ternyata nilai agama yang selama ini bersifat
sangat mendasar pun dapat berubah sesuai dengan persepsi
masyarakat yang berkembang pada suatu zaman. Contoh
yang lain adalah masyarakat di berbagai negara modern
seperti Eropa dan Amerika umumnya telah menerima
kehidupan gay dan lesbian sebagai suatu kehidupan yang
normal, bahkan di beberapa negara, pernikahan antar gay
dan pernikahan antar lesbian telah dilegalisasi. Padahal sejak
zaman dahulu, masalah ini adalah tabu, apalagi dari sudut
pandang agama. Demikian pula dengan masalah cloning
(cloning adalah suatu hasil produksi dari suatu kelompok sel
yang identik secara genetik, atau organisme, kesemuanya
merupakan turunan dari individu yang tunggal.
Anggotaanggota dari hasil
cloning tersebut
akan memiliki
karakteristik yang
benar-benar sama,
terkecuali apabila
dalam
perkembangannya,
terjadi suatu mutasi
yang disebabkan
oleh keadaan
lingkungan sehingga
terjadi variasi atau beberapa
variasi), di mana dalam berbagai pandangan dan pendapat
umum, semakin nyata kecenderungan manusia untuk
menerima konsep cloning ini agar diterapkan pada manusia.
Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu yang lalu di
tahun 1996, dunia dikagetkan dengan suatu terobosan ilmu
pengetahuan dengan berhasilnya manusia mengadakan
cloning pada binatang, melalui domba, kemudian muncullah
domba hasil cloning yang terkenal, dengan nama Dolly.
Sesudah itu para ilmuwan berhasil mengadakan cloning
terhadap binatang-binatang seperti sapi, babi, tikus.
Walaupun cloning manusia masih diperdebatkan,
seperti di Amerika serikat misalnya melalui suatu jajak
pendapat ternyata dari responden sebanyak 1000 orang, 92
Warta Advent On-line (WAO)
% tidak menyetujui usaha untuk mengadakan cloning pada
manusia, bahkan pada binatang peliharaan saja 86% tidak
menyetujui. Walaupun demikian, sebagaimana halnya dengan
masalah euthanasia, gay dan lesbian, nilai dan pandangan hidup
manusia akan cepat berubah, dan nilai-nilai kemanusiaan dan
agama pun, cenderung berubah untuk menyesuaikan diri dengan
nilai-nilai yang tumbuh di dalam masyarakat. Sehingga penulis
pun tidak dapat membayangkan bagaimana suatu waktu nanti
bilamana cloning manusia akhirnya diterima sebagai nilai-nilai
kemanusiaan dan agama yang begitu cepat mengalami
perubahan. Dan hal ini, jelas sudah dibayangkan oleh Rasul
Paulus dalam 2 Tim. 3:1-5.
Prinsip-prinsip manajemen pun pasti akan mengalami
perubahan, sebab manajemen itu sendiri bukanlah ilmu yang
memiliki standar baku. Justru ilmu manajemen itu lebih
merupakan ilmu yang bersifat aksiologis, yang berarti salah satu
teori yang menghadirkan nilai-nilai yang berkaitan dengan
kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Yang menjadi
pertanyaan adalah, “Apakah nilai-nilai manajemen yang
melayani secara Alkitabiah harus disesuaikan dengan nilai-nilai
masyarakat yang terus menerus berubah?”
Bobot manajemen di zaman hipermodern sekarang ini
bukan lagi sekedar how to manage people, tetapi Drucker
menambahkan di dalam bukunya Management Challenges for
the 21st Century bahwa: The task is to lead people. And the
goal is to make productive the specific strengths and knowledge
of each individual (Drucker 1999:22)
Jadi, yang paling utama dalam mencapai tujuan
manajemen adalah dengan menuntun orang-orang dalam
bekerja untuk mencapai tujuan, dan membuat produktivitas
menjadi kekuatan yang spesifik, dan pengetahuan dari masingmasing individu. Di dalam menuntun seseorang agar dapat
mencapai kinerja tinggi dalam mencapai tujuan manajemen,
akan tercakup bukan saja nilai-nilai kemampuan teknologi,
tetapi keseluruhan nilai-nilai yang ada dalam dirinya dalam
mengembangkan dan mengendalikan kemampuannya. Nilainilai yang dimaksud adalah nilai-nilai yang diterima seseorang
mulai dari keberadaanya di dalam kandungan ibunda, hingga ia
menjadi dewasa. Proses itu bertumbuh secara dinamis melalui
nilai-nilai yang diterimanya dalam pendidikan formal,
pendidikan non-formal, pendidikan keluarga, dan pendidikan
agama, sehingga ia menjadi manusia yang seutuhnya. Sebagai
manusia seutuhnya, ia dapat memberikan respons kepada
berbagai stimulus yang ada di sekitarnya secara non-aktif, aktif,
atau proaktif. Dengan demikian seseorang akan bertindak baik
di dalam pikiran atau di dalam perbuatan, sesuai dengan nilainilai yang ada dalam dirinya.
Manajemen yang melayani adalah manajemen yang
menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah dalam kehidupan
manajerial manusia, dalam bentuk falsafah manajemen dan nilai
nilai moral manajemen.
bersambung
4 Mei 2007
DR. NICO J.J. KOROH, MBA
Dosen Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBII, Jakarta
13
TERJEMAHAN BIBLE COMMENTARY & ROH NUBUAT
Diterjemahkan Bebas Oleh Pdt. Joppy M. Wauran, M Div
(Kata-kata yang Ditafsir Telah Disesuaikan dengan Terjemahan LAI)
Ibrani 11:24, 25
24
Karena iman maka
Musa, setelah dewasa,
menolak disebut anak
puteri Firaun, 25 karena ia
lebih suka menderita
sengsara dengan umat
Allah dari pada untuk
sementara menikmati
kesenangan dari dosa.
24. Karena Iman.
Lihat ayat 1 dan 3.
Musa. Catatan
peristiwa-pristiwa yang
disebutkan di ayat 24-29
lihat Keluaran 2:1125;12:18-36; 14:10-31.
Menolak. Musa telah menolak penghormatan, pangkat,
dan kekuasaan yang tersedia pada saat itu oleh karena
kepercayaannya yang sepenuhnya akan masa mendatang yang
Allah telah tunjukkan kepada Musa dan bangsanya. Untuk
semua yang kelihatan tidak ada yang lebih sia-sia dari pada
mengharapkan kepada sesuatu yang belum nampak sebab
orang-orang Ibrani berada di dalam perbudakan yang hina
kepada negara yang paling kuat di dunia. Hanyalah iman
kepada janji-janji Allah yang telah menuntun Musa untuk
menolak takhta/raja Mesir.
Anak Puteri Firaun. Lihat Keluaran 2:5,15; cf. Vol. I, p.
192.
25. Karena ia lebih suka. Pilihannya adalah memilih
antara takhta dari kerajaan yang terbesar di dunia dan memilih
yang berhubungan dengan suatu bangsa dari budak-budak.
Menderita sengsara.
Walaupun sebagai seorang
pemimpin dari orang-orang Ibrani, Ia harus ”sengsara.”
Orang-orang Ibrani adalah berwatak keras, pemberontak, dan
selalu bersungut-sungut yang tidak dapat diperbaiki. Dari
berbagai pandangan dan pemikiran, ketetapan yang Musa telah
pilih hanya sedikit/sepele dibandingkan dengan cara yang
ditawarkan oleh kuasa dunia dan kemasyhurannya.
Kesenangan dari dosa. Musa boleh beralasan bahwa
sebagai raja Mesir, Ia menjadi posisi yang ideal/cocok untuk
membebaskan bangsanya. Tetapi sebagai raja Mesir adalah
juga sebagai seorang imam yang di dalamnya adalah sistim
agama kepada penyembahan berhala. Selanjutnya. Ia selalu
menghadapi kepada pengaruh-pengaruh yang menyimpang di
dalam tata cara kehidupan sehari-hari. Lihat Keluaran 2:11.
TERJEMAHAN TULISAN ROH NUBUAT
Ellen G. White, Education, hal. 62
Dari keluarga yang sederhana di Goshen adalah anak dari
Jochebed berpindah ke istana Firaun dan kepada putri Mesir
menjadi anak yang dikasihi dan dicintai. Melalui pendidikan
Warta Advent On-line (WAO)
di Mesir, Musa
menerima
pendidikan yang
terbaik di bidang
militer
dan
perdata.
Kepribadian yang
sangat menarik,
tampan, pikiran
yang
sudah
diolah,
dan
sebagai
putra
raja, dan terkenal
sebagai
pemimpin
militer, Musa menjadi kebanggaan negara Mesir. Raja Mesir
juga adalah anggota dari keimaman dan Musa walaupun
menolak untuk berpartisipasi di dalam penyembahan orang
kafir, ia telah diperkenalkan kepada semua rahasia agama
Mesir. Mesir pada saat itu adalah tetap negara yang paling
berkuasa dan sangat tinggi peradabannya. Musa sebagai calon
untuk berkuasa sungguh diwarisi dengan penghormatan yang
paling tinggi yang ditawarkan oleh dunia. Tetapi Musa
memilih pilihan yang lebih mulia. Sebagai penghormatan
kepada Allah dan kelepasan umat-Nya yang tertindas, Musa
meninggalkan/mengorbankan penghormatan-penghormatan di
Mesir. Kemudian, di dalam suasana yang istimewa, Allah
mengambil alih untuk melatih Musa {Ed 62.1}.
Musa belum disiapkan untuk pekerjaan seumur hidup. Ia
harus belajar dalam suatu pelajaran yang bergantung kepada
kuasa Ilahi. Ia salah mengira akan maksud-maksud Allah.
Hal itu adalah keinginannya untuk membebaskan orang-orang
Israel melalui kekuatan tangannya.
Dengan melakukan
dengan cara ini, ia menanggung semua resiko dan gagal. Di
dalam kekalahan dan kekecewaan, ia menjadi buronan dan
dibuang di tanah asing. {Ed 62.2}
Di daerah Midian, Musa tinggal 40 tahun sebagai penjaga
domba. Kelihatan ia diasingkan selama-lamanya dari misi
hidupnya tetapi ia menerima disiplin yang berguna bagi
hidupnya untuk dipakai nanti. Kebijaksanaan untuk
memerintah kepada orang-orang yang acuh tak acuh dan
orang-orang yang tidak ada disiplin satu-satunya jalan yang
dapat dicapai adalah melalui penguasaan/pengendalian diri.
Di dalam penjagaan domba dan anak-anak domba yang lemah,
ia harus memperoleh pengalaman yang membuat dia menjadi
setia dan menjadi gembala yang panjang sabar terhadap
bangsa Israel. Dengan demikian ia akan menjadi seorang yang
mewakili Tuhan, ia harus belajar dari Tuhan. {62.3}
4 Mei 2007
-Pdt. Joppy M. Wauran, M Div
Kontributor Khusus WAO, USA
14
A R T I K E L
R O H A N I
Berhala Modern
Oleh Pdt. E. Gultom
Bab 4 - Bagian IV
3. BERHALA BEBAS DARI TANGGUNG JAWAB
Adalah merupakan kesukaan dan keinginan orang untuk
memperoleh ”kebebasan” dari tugas dan tanggung jawabnya.
Ini merupakan satu bentuk berhala yang sering tidak kita
sadari bercokol dalam diri kita. Kristus telah memberikan
perintah untuk: pergi! Beritakan kabar selamat ke seluruh
pelosok dunia kepada kaum suku dan bangsa. (Markus 16:15)
Kita dipanggil menjadi umat pilihan, bangsa yang kudus, umat
kepunyaan Allah supaya: kita memberitakan perbuatan besar
dari Dia yang memanggil kita dari kegelapan ke dalam
terang-Nya yang ajaib.” (1Petrus 2:9)
Kata ”kita” dalam ayat di atas ini adalah semua orang, semua
umat, semua yang sudah menerima Yesus sebagai
Juruselamatnya pribadi tidak ada terkecuali, harus pergi untuk
memberitakan kabar keselamatan itu. Baik para pekerja yang
digaji atau pun anggota yang tidak digaji, pedagang atau
Warta Advent On-line (WAO)
pegawai di perusahaan, di pemerintahan, dokter, guru, tehnisi,
atau apa saja pun, dia harus keluar dan pergi memberitakan
kepada orang di sekitarnya. “Semua orang yang sudah lahir
di dalam kerajaan Allah harus menjadi ”penginjil.”46)
Kerinduan dan semangat untuk menginjil merupakan satu
bukti dari pertobatan yang benar dari seseorang, benarlah
bahwa ia sudah lahir di dalam kerajaan Allah. Banyak orang
mengaku dan merasa sudah bertobat akan tetapi tidak
mempunyai beban untuk menyelamatkan orang lain. Mungkin
benar orang itu sudah bertobat namun belum benar-benar
bertobat. Mungkin dia sudah mengalami pertobatan dalam
kapasitas setengah bertobat, 75%, 80%, dan seterusnya, akan
tetapi belum 100% bertobat (bertobat dengan sesungguhnya).
Dapatkah kita disebut bertobat dalam keadaan seperti itu?
4 Mei 2007
15
Roh Nubuat berkata: “Banyak orang tidak merasa beban bagi
keselamatan orang lain hingga mereka bertobat dengan
sesungguhnya.” 47)
Menjadi pertanyaan penting untuk kita jawab masing-masing:
Apakah saya ini sudah bertobat dengan sesungguhnya, atau
setengah bertobat (sehingga menjadi suam) atau hampir
bertobat? Bagaimana ukuran keinginan atau kerinduan dan
semangat kita dalam memikirkan keselamatan orang lain?
Berapa banyak kita melibatkan diri dalam setiap momen dan
kesempatan dalam penginjilan atau ceramah dan Kebaktian
Kebangunan Rohani atau usaha penginjilan lainnya?
Melibatkan diri dalam usaha penginjilan merupakan satu
fakta bahwa mereka sudah bertobat dengan sesungguhnya.
Penginjilan itu perlu kita lakukan adalah demi kepentingan
diri kita sendiri supaya kita dapat berubah dalam tabiat
menjadi seperti tabiat Yesus Kristus.
Karena Allah dapat menjangkau tujuan-Nya dalam
menyelamatkan orang berdosa tanpa bantuan kita. Tetapi
agar kita bisa mengembangkan tabiat seperti Yesus, kita
harus mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya, kesukaan oleh
melihat jiwa yang ditebus oleh pengorbanan-Nya.” 48)
Melibatkan diri dalam penginjilan adalah satu kesempatan di
mana Tuhan memberi kuasa kepada kita sehingga kita
merasakan dan mengalami jamahan Roh Kudus sehingga kita
memiliki pikiran dan tabiat seperti Yesus.
Apakah kita masih mempunyai perasaan, menjadi umat
pilihan Allah akan tetapi tidak mempunyai tanggung jawab
dalam mengabarkan Injil keselamatan itu? Apakah kita dapat
merasa tidak berdosa, sementara tidak terlibat dalam kegiatan
membagikan iman percaya kita kepada sesama? Apakah kita
dapat merasa aman masuk surga tanpa ada pengorbanan demi
keselamatan jiwa dan kemajuan pekerjaan Tuhan, meluaskan
kerajaan Allah dan mengabarkan Injil ke seluruh dunia?
Perasaan tidak peduli akan keselamatan orang lain adalah satu
bentuk ”Berhala Bebas dari Tanggung Jawab” (Freedom from
Responsibility as an Idol).
Berulang-ulang telah diberitahukan bahwa, keberadaan gereja
di atas dunia ini adalah untuk menjadi alat Tuhan untuk
memberitahukan kabar keselamatan itu kepada seluruh
penghuni dunia. Dan bilamana dunia sudah diamarkan akan
kedatangan Juruselamat pada hari kiamat maka tibalah
kesudahan itu. Untuk maksud ini, semua umat harus terlibat
dan harus mempunyai beban.
Yesus Kristus telah memberikan teladan bagi kita dengan
“metode” yang paling sempurna bagaimana cara
memenangkan jiwa bagi Dia. “Hanya dengan cara Kristus
sajalah yang dapat memberi kesuksesan yang benar di dalam
menjangkau jiwa-jiwa. Juruselamat berbaur dengan sesama
sebagai seorang yang menginginkan yang baik bagi mereka.
Ia menunjukkan simpati bagi mereka, Ia memberikan
kebutuhan mereka, dan memenangkan keyakinan mereka.
Kemudian Ia mengundang mereka untuk mengikuti-Nya.” 49)
Setiap umat harus berbaur dengan masyarakat sekitar. Kepada
tetangga, siapa pun mereka, kita harus tunjukkan kerinduan
kita untuk bersahabat dengan mereka. Kita menunjukkan
bahwa kita ingin memberikan sesuatu yang baik untuk
kesejahteraan hidup mereka. Kehadiran kita di tengah-tengah
Warta Advent On-line (WAO)
mereka harus menjadi berkat bagi mereka, bukan jadi
penghalang atau menimbulkan kesulitan bagi mereka dalam
mencapai kehidupan yang lebih baik, aman dan tenteram.
Pertanyaannya adalah: Bagaimana saya, kami atau Jemaat
kami dapat menjadi berkat bagi mereka yang ada di sekitar
kami?
Yesus menghidupkan satu kehidupan yang “ingin bersahabat”
dengan siapa pun juga. Ia berbaur, Ia membuat diri-Nya
menjadi serupa dengan mereka yang akan dimenangkan. Ia
menghancurkan tembok pemisah, dan Ia mengulurkan tangan
lebih dulu untuk memupuk persahabatan dengan orang yang
kita menangkan dalam Dia. Kemudian Ia memikirkan apa
yang bisa dibuat demi kebaikan, kesejahteraan dan
kenyamanan mereka itu. Karena jiwa yang mahal bagi Tuhan
itu hanya dapat dimenangkan di dalam kasih, kasih yang aneh
bagi dunia, kasih Ilahi yaitu kasih yang diberikan justru
kepada orang yang tidak layak dikasihi. Inilah pekerjaan
kasih Agape, tidak mementingkan diri, tidak menonjolkan diri,
tetapi mencari akal bagaimana agar dapat masuk di hati orang
yang ada di sekitar kita.
Kita, baik secara perseorangan atau secara keluarga atau
secara kantor, lembaga (Perguruan Tinggi, Rumah Sakit,
Percetakan dan yang lain) harus meningkatkan pengertian dan
perbuatan tentang perintah untuk “berbaur” ini. Kita harus
menjadi berkat bagi masyarakat di sekitar kita di mana kita
berada. Kehadiran kita harus menjadi satu keuntungan yang
jelas bagi orang yang ada di sekitar kita bukan mendatangkan
kesulitan atau mengurangi kesejahteraan hidup atau menjadi
gangguan keamanan dan kedamaian mereka itu. Pertanyaan
sekarang adalah, apakah kita sudah sediakan alat, sarana atau
budget secara pribadi ataupun lembaga bagi kepentingan
pembangunan jembatan persahabatan dengan sekitar atau
seseorang yang kita mau beritakan kasih Juruselamat yang
segera datang menghakimi semua manusia?
Perlu diwaspadai bagi mereka yang bekerja di lembaga Tuhan,
di sekolah, di perguruan tinggi, di rumah sakit ataupun
percetakan dan yang lain. Mereka memang bekerja dalam
lembaga yang bertujuan untuk meluaskan pekerjaan Tuhan.
Akan tetapi jangan ada orang berpikir bahwa ia sudah
menginjil hanya kalau sudah bekerja 8-10 jam di lembaga dan
tidak ada usaha pribadi untuk berbaur dengan orang, dengan
kontak pribadi dan memberikan kasih sayang dan pergaulan
yang hangat sambil memberitakan tentang Juruselamat.
Beritakan kabar selamat itu, baik pada waktu yang tepat atau
kurang tepat. Artinya kapan saja dan di mana saja harus ambil
kesempatan. Setiap orang harus mengambil waktu dan
mengikuti metode Yesus sebagai teladan yang paling
sempurna dalam segala hal; berbaur dan bersahabat satu cara
untuk mengikuti teladan Yesus Kristus dan kemudian
beritakan kabar selamat itu. Mungkin kita merasa tidak
mampu untuk mengajarkan hal keselamatan itu, dalam
keadaan seperti itu Anda bisa meminjamkan buku, majalah
yang berisi akan Firman Tuhan, hingga tiba waktunya Anda
dapat minta pertolongan dari seorang yang sanggup
memberikan pelajaran Alkitab secara teratur.
Rasul Paulus menandaskan pernyataan kepada masing-masing
kita: “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika
mereka tidak mendengar tentang Dia, Bagaimana mereka
mendengar tentang Dia jika tidak ada yang memberitakan-
4 Mei 2007
16
Nya”. (Roma 10:14) Kita dapat memberitakan tentang Dia
kepada setiap orang bilamana sudah kita bangun jembatan
persahabatan. Dan persahabatan ini hanya dapat terjadi
bilamana kita mau berbaur dengan mereka seperti apa yang
Kristus sudah lakukan. Lebih lanjut Rasul Paulus menuliskan
dalam1 Korintus 8:19, 20-22, “Bagi orang Yahudi aku
menjadi seperti Yahudi…… Bagi orang lemah saya menjadi
seperti orang lemah….”
Apakah setiap pengikut Kristus sudah mempunyai cita-cita
dan keinginan mencari seorang sahabat yang ia akan beritakan
tentang kasih Kristus dan keselamatan yang ditawarkan
kepada seisi dunia ini? Sudahkah kita pengikut Kristus mau
persiapkan hati, waktu bahkan sarana, atau dana yang kita
mau korbankan demi kebaikan seseorang yang kita mau jalin
ikatan persahabatan demi tugas penyampaian kabar
keselamatan yang kekal itu?
Kita menyediakan dana besar untuk KKR tetapi kita lupa
menyediakan dana pribadi untuk menjalin persahabatan agar
kita dapat berbaur dengan sehat dan menyenangkan bagi
mereka yang belum kenal kasih Kristus. Bilamana dana
pribadi itu sudah kosong karena sudah digunakan maka Tuhan
akan segera mengisinya lagi dan makin besar untuk
penggunaan selanjutnya, demikian Firman Tuhan. Berilah
maka kamu akan menerima. Banyak memberi akan banyak
menerima. Sedikit memberi akan sedikit menerima. Berhenti
memberi maka akan berhenti menerima.
Perintah itu tegas berkata: “Pergilah, cari sahabat untuk
dinyatakan kasih Kristus.” Beritahukan akan kedatangan-Nya
yang sudah dekat.
Dan ini adalah satu salib yang
membutuhkan pengorbanan secara pribadi demi cinta kita
terhadap Juruselamat dan cinta kita terhadap jiwa yang belum
mengenal akan kebenaran.
Dalam menciptakan iklim yang bernuansa evangelisasi dalam
jemaat maka mereka yang dipilih menjadi ketua dan
pemimpin di dalam jemaat dituntut untuk menjadikan dirinya
teladan bagi semua anggota dalam semangat menginjil dan
memenangkan jiwa bagi Kristus. Sudah waktunya sekarang
ini para pemimpin dipilih bukan karena ada uang dan
kedudukan dalam masyarakat, akan tetapi mereka dipilih
karena mempunyai dedikasi yang tinggi, roh pengorbanan
yang jelas bagi Juruselamat, serta kehidupan yang saleh. Kita
akan segera melihat bahwa yang menyelesaikan pekerjaan
Tuhan di dunia ini bukan karena adanya uang dan segala
fasilitas modern, akan tetapi hanya karena kuasa Roh Kudus
yang bekerja dengan pernyataan kuasa Ilahi, sama seperti pada
perkembangan gereja yang mula-mula pada zaman rasul-rasul
dahulu. Akan tetapi mereka yang merasa ”tidak menjadi
masalah” kalau tidak terlibat dalam penginjilan pribadi akan
binasa dengan berhala ”bebas dari tanggung jawab” yang
diberikan oleh Tuhan bagi setiap orang.
b e r s a m b u n g
Jadwal Terbit/Terbenamnya Matahari
Sumber http://www.wartaadvent.org
JUMAT
4-May
LOKASI
SABAT
5-May-2007
Day Length
2007
TERBENAM
Sabang
18:45
Medan
18:29
Pematangsiantar
18:27
Pekanbaru
18:15
Padang
18:17
Jambi
18:04
Palembang
17:57
Bndr. Lampung
17:53
Anyer-Carita
17:49
Jakarta
17:46
Puncak
17:44
U N A I
17:42
Bandung
17:41
Cirebon
17:38
Cilacap
17:35
Semarang
17:30
Solo
17:28
Surabaya
17:21
Jember
17:16
Denpasar
18:09
Mataram
18:06
Ende
17:43
Kupang
17:34
Pontianak
17:43
Pangkalan Bun
17:30
Palangkaraya
17:22
Banjarmasin
18:18
Balikpapan
18:11
Tarakan
18:13
Makassar
17:56
Kendari
17:45
Palu
17:59
Gorontalo
17:48
Manado
17:42
UNKLAB
17:41
Ternate
18:31
Ambon
18:23
Sorong
18:14
Tembagapura
17:47
Biak
17:54
Jayapura
17:34
Merauke
17:28
Kuala Lumpur
19:17
Singapore
19:06
Manila
18:13
A I I A S
18:13
Andrews Univ.*
19:47
GC*
19:03
Loma Linda*
18:35
Seattle*
19:25
Delft*
20:11
Edison, NJ*
18:56
MATAHARI
BEREM
TERTERBIT
-BANG
BENAM
6:25
12:35
18:45
6:14
12:22
18:29
6:13
12:20
18:27
6:06
12:11
18:15
6:12
12:15
18:17
6:00
12:02
18:03
5:57
11:57
17:57
5:58
11:55
17:52
5:57
11:53
17:49
5:53
11:49
17:45
5:52
11:48
17:44
5:50
11:46
17:42
5:50
11:46
17:41
5:46
11:42
17:38
5:46
11:40
17:35
5:39
11:35
17:30
5:38
11:33
17:28
5:30
11:25
17:20
5:27
11:21
17:15
6:22
12:15
18:09
6:18
12:12
18:05
5:56
11:50
17:43
5:50
11:42
17:34
5:36
11:39
17:42
5:29
11:30
17:30
5:20
11:21
17:21
6:18
12:18
18:18
6:07
12:09
18:11
5:59
12:06
18:13
6:01
11:59
17:56
5:47
11:46
17:45
5:54
11:57
17:59
5:40
11:44
17:48
5:32
11:37
17:42
5:31
11:36
17:41
6:22
12:27
18:31
6:24
12:24
18:23
6:09
12:11
18:14
5:50
11:48
17:47
5:50
11:52
17:54
5:33
11:33
17:34
5:41
11:35
17:28
7:02
13:09
19:17
6:56
13:01
19:06
5:32
11:52
18:13
5:32
11:52
18:13
5:36
12:42
19:48
5:05
12:04
19:04
4:56
11:45
18:35
4:46
12:05
19:26
5:06
12:39
20:13
4:52
11:54
18:57
12:20
12:15
12:13
12:08
12:04
12:03
12:00
11:54
11:52
11:52
11:51
11:51
11:50
11:51
11:48
11:50
11:49
11:50
11:47
11:46
11:46
11:46
11:43
12:06
12:00
12:01
11:59
12:04
12:14
11:54
11:57
12:04
12:08
12:10
12:10
12:08
11:58
12:04
11:56
12:04
12:01
11:47
12:14
12:09
12:41
12:40
14:11
13:58
13:39
14:40
15:07
14:04
PENTING: Daftar waktu terbit, berembang, dan terbenamnya
matahari ini diolah berdasarkan daerah waktu tunggal. Untuk kotakota yang menerapkan daylight savings time pada musim
tertentu (*), diingatkan untuk merubah waktu terbit, berembang,
dan terbenamnya matahari sesuai dengan perubahan yang
dilakukan
-Pdt. E. Gultom
Chief Editor Indonesia Publishing House (IPH)
Warta Advent On-line (WAO)
4 Mei 2007
17
BERITA ADVENT SEJAGAT
CHRIAMBAS
[South Plainfield, New
Jersey]
Sebuah
kelompok nyanyi yang
menamakan
dirinya
“Chriambas” (Christ
Ambassador)
dari
Philadelphia,
Pennsylvania
pada
Sabat (28/4) tampil
memukau di First
Indonesian
SDA
Church
(FISDAC),
South Plainfield, New
Jersey. Ini merupakan
kunjungan
mereka
yang
pertama
ke
FISDAC
bertepatan
dengan acara hari
tamu.
Ke-delapan
anggota
Chriambas
memiliki suara yang
khas dengan lagu-lagu
mereka yang mengangkat hati
hadirin lebih dekat kepada Tuhan
baik dalam bahasa Inggris maupun
bahasa Afrika. Di antara lagu-lagu
mereka terdapat kombinasi irama
musik modern dan tradisional. Lima
lagu dipersembahkan Chriambas
melalui konser mini yang mengambil
waktu di sela acara Sekolah Sabat
dan Kebaktian, kemudian dua buah
lagu pilihan menjelang Khotbah.
Pdt. Carl I. Hinds dari
Allegheny East Conference (AEC)
kini bertugas di Philadelphia,
Pennsylvania
berinisiatif
untuk
mendatangkan kelompok nyanyi
tersebut. Ditemani sang isteri, Pdt.
Hinds menjadi tamu istimewa pada
Sabat itu sekaligus pembicara dalam
acara khotbah. Dia memilih topik
khotbahnya “God Knows Your Need
– Trust Him” di mana Mrs. Hinds
telah membawakan cerita buat anakanak. Yang berkesan bagi Pdt. Hinds
yaitu ketika dia memimpin acara
penyerahan bayi Ryan Andrew
Putera Kohdong anak dari pasangan
Grant
Kohdong
dan
Marsha
Kumolontang. Ryan adalah cucu
dari
almarhum
Pdt.
Johnnie
Kohdong, mantan Gembala dan
Warta Advent On-line (WAO)
memukau F I S D A C
Pelopor
berdirinya
FISDAC.
Almarhum Pdt. Kohdong merupakan
teman sejawat Pdt. Hinds
di bawah naungan AEC.
Sebelumnya
Ibu
dari
Ryan, Marsha KohdongKumolontang
telah
mempersembahkan sebuah
lagu
pujian
berupa
ungkapan syukur pada
Tuhan.
Seusai
acara
kebaktian
dilanjutkan
dengan jamuan makan
bersama di mana terlihat
banyak
tamu-tamu
yang hadir baik dari
kalangan Advent
maupun
nonAdvent.
Menyesal
acara baptisan
yang sedianya
akan
berlangsung,
menurut Pdt. Hinds
ditunda untuk waktu
mendatang. Pdt. Hinds
yang merangkap selaku
acting Gembala FISDAC pada petang
harinya telah memimpin rapat majelis
4 Mei 2007
di mana salah satu agenda penting yang
dibahas ialah rencana akan diumumkannya
Gembala
FISDAC
yang baru dalam waktu
dekat oleh AEC. Tidak
heran anggota FISDAC
kini sedang bertanyatanya, siapakah yang
bakal menjadi Gembala
mereka yang telah lama dinantinantikan.
-Frederik J. Wantah
Dewan Redaksi WAO, New Jersey
18
Download