Paper Title (use style: paper title)

advertisement
Pengembangan Aplikasi Pencarian Unsur Kimia
Berbasis Android Menggunakan Algoritma
Pencarian Beruntun (Sequential Search)
Ihin Muslihin1 Nurul Bahiyah2, Marsani Asfi3
1,3
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer CIC
Cirebon, Jawa Barat Indonesia
2
Program Studi Sistem Informasi
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer CIC
Cirebon, Jawa Barat Indonesia
email:[email protected],
2
[email protected],
Abstract—Perkembangan hardware dan software perangkat
mobile memberikan kesempatan berkembanganya aplikasi
berbasis
mobile.
Salah satunya adalah aplikasi
pembelajaran, seperti belajar kimia. Kimia adalah salah
satu mata pelajaran di sekolah menengah pertama dan
sekolah menengah atas (SMP/SMA) yang mempelajari
sifat-sifat zat, reaksi dan tentunya unsur-unsur kimia.
Sebagian besar objek yang dipelajari di dalam ilmu kimia
berisi konsep-konsep dan rumus-rumus atau persamaanpersamaan yang mendukung konsep-konsep tersebut.
Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan
unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur
tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga
sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara
teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan
berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya.
Pembuatan aplikasi ini menggunakan algoritma pencarian
beruntun
(Sequential
Search).
Fokus
pencarian
informasinyya adalah data symbol dan rumus kimia. Analisa
dan perancangan sistem menggunakan UML (Unified
Modeling Language) dengan bahasa pemograman Java.
Aplikasi ini nantinya dapat membantu dan memudahkan
pengguna dalam mempelajari tabel periodik unsur kimia.
3
[email protected]
perencanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran
serta penilaian pembelajaran. Industri yang mendorong
perkembangan pasar mobile ini salah satunya adalah
mobile learning, karena pengguna perangkat mobile
cenderung menggunakan device mereka untuk melakukan
pembelajaran dan sebagainya.
Kimia adalah salah satu mata pelajaran di sekolah
menengah pertama dan sekolah
menengah
atas
(SMP/SMA) yang mempelajari sifat-sifat zat, reaksinya
dan tentunya unsur-unsur kimia. Tabel periodik unsurunsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam
bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan
struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur
tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel.
Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan
lambang unsurnya. Unsur kimia, atau hanya disebut
unsur, adalah zat kimia yang tidak dapat dibagi lagi
menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah
menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode
kimia biasa, hingga saat ini diketahui terdapat kurang
lebih 118 unsur di dunia.
Berdasarkan pengamatan awal dalam penelitian ini
teridentifikasi faktor-faktor penyebab siswa mengalami
kesulitan dan kurang memahami tentang tabel periodik
unsur kimia, selain itu siswa mengalami kendala dalam
menghafal tabel periodik unsur kimia. Materi ini termasuk
materi abstrak,materi tentang tabel periodik unsur kimia
merupakan materi dasar ilmu kimia sehingga harus
dikuasai dengan matang oleh setiap siswa dan mereka
harus bisa menghafal unsur-unsur yang ada dalam tiap
golongan,sehingga membuat siswa semakin kurang
menyukai mata pelajaran ini dan mengakibatkan hasil
nilai siswa pada materi ini dibawah nilai kelulusan.
Keywords—Aplikasi, Android, Tabel Periodik, Kimia,
Algoritma Pencarian,
I. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi mengalami kemajuan
yang sangat pesat, baik dari segi perangkat keras
(hardware) maupun perangkat lunak (software). Salah
satu teknologi yang berkembang saat ini adalah perangkat
mobile. Perkembangan hardware dan software perangkat
mobile yang maju memberikan kesempatan untuk
penciptaan dan pengembangan aplikasi berbasis mobile.
Teknologi mobile yang saat ini banyak digunakan adalah
Smartphone. Kemajuan teknologi komunikasi telah
banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,
secara khusus juga bermanfaat bagi dunia pendidikan
terutama dalam proses pembelajaran, baik dalam proses
1
D. Periode
Periode ditempatkan pada lajur horizontal dalam
sistem periodik modern. Periode suatu unsur menunjukan
suatu nomor kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar)
berdasarkan konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron
adalah persebaran elektron dalam kulit-kulitatomnya
[4][5]. Sistem periodik terdiri atas 7 periode.
II. LANDASAN TEORI
A. Algoritma Pencarian
Algoritma pencarian (searching algorithm)
adalah algoritma yang menerima sebuah argumen kunci
dan dengan langkah-langkah tertentu akan mencari
rekaman dengan kunci tersebut. Setelah proses pencarian
dilaksanakan, akan diperoleh salah satu dari dua
kemungkinan, yaitu data yang dicari ditemukan
(successful) atau tidak ditemukan (unsuccessful). Metode
pencarian data dapat dilakukan dengan dua cara yaitu
pencarian internal (internal searching) dan pencarian
eksternal (external searching) [2]. Pada pencarian
internal, semua rekaman yang diketahui berada dalam
pengingat komputer sedangakan pada pencarian eksternal,
tidak semua rekaman yang diketahui berada dalam
pengingat komputer, tetapi dapat juga disimpan di
penyimpanan luar.
E. Golongan
Golongan unsur pada sistem periodik unsur modern
disusun berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron
yang terletak pada kulit terluar). Unsur dalam satu
golongan mempunyai sifat yang cenderung sama dan
ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).Pada sistem
periodik unsur modern, golongan dibagi menjadi 18
berdasarkan aturan IUPAC[4].
F. Unsur Transisi
Pada sistem periodik unsur, yang termasuk dalam
golongan transisi adalah unsur-unsur golongan B, dimulai
dari IB –VIIIB. Sesuai dengan pengisian elektron pada
subkulitnya, unsur ini termasuk unsur blok d, yaitu unsurunsur dengan elektron valensi yang terletak pada
subkulit d dalam konfigurasi elektronnya [4][5].
B. Algoritma Pencarian Beruntun (Sequential Search)
Pencarian berurutan sering disebut pencarian linear
merupakan metode pencarian yang paling sederhana.
Metode pencarian beruntun (Sequential Search) adalah
proses membandingkan setiap elemen larik satu per satu
secara beruntun, mulai dari elemen pertama, sampai
elemen yang dicari ditemukan, atau seluruh elemen sudah
diperiksa [2].
Pada kasus yang paling buruk, untuk N elemen data
harus dilakukan pencarian sebanyak N kali pula.
Algoritma pencarian berurutan dapat dituliskan sebagai
berikut :
1) i ← 0;
2) ketemu ← false;
3) Selama (tidak ketemu) dan (i <= N) kerjakan baris 4;
4) Jika (Data[i] = x) maka ketemu ← true, jika tidak i ← i
+ 1;
5) Jika (ketemu) maka i adalah indeks dari data yang
dicari, jika tidak data tidak ditemukan.
Perhatikan contoh berikut:
13
16
14
21
76
III. METODELOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam pengembangan
perangkat lunak (System Developtment Life Cycle)
menggunakan pendekatan prosedural dan sistematis, yaitu
metode waterfall[3]. Tahapan metode waterfall adalah
sebagai berikut :
20
 Misal nilai yang dicari adalah X = 21, maka elemen
yang diperiksa : 13, 16, 14, 21 (ditemukan!) Indeks
larik yang dikembalikan: IX = 4
 Misal nilai yang dicari adalah X = 15, maka elemen
yang diperiksa : 13, 16, 14, 21, 76, 20 (tidak
ditemukan!) Indeks larik yang dikembalikan: IX = 0.
C. Sistem Periodik
Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsurunsur yang disusun dengan semua unsur yang sudah
dikenal dalam daftar tersebut. Sistem periodik modern
disusun berdasarkan nomor atom dan kemiringan sifat.
Lajur-lajur horizontal disusun berdasarkan kenaikkan
nomor atom, sedangkan kolom vertikal disusun
berdasarkan kemiringan sifat[4][5]. Jumlah unsur kimia
dalam tabel periodik unsur terdapat 118 unsur.
2
1.
Analisis Sistem
Pada tahap ini penulis memperoleh informasi dengan
cara wawancara. Dalam tahap ini informasi yang ada
digambarkan dengan menguraikan alur sistem sampai
alur dokumen yang akan dikembangkan.
2.
Desain Sistem
Tahap ini merupakan pengembangan penelitian
dengan melakukan perancangan desain untuk
kebutuhan perangkat lunak. Pada tahap perancangan
sistem penulis menggunakan UML (Unified
Modelling Language).
3.
Penulisan Program
Setelah melakukan perancangan desain, maka desain
tersebut harus diubah menjadi bentuk yang
dimengerti komputer yaitu penulisan program
menggunakan bahasa pemrograman Java Android.
4.
Pengujian
Pengujian dalam tahapan ini yaitu mencari segala
gejala kemungkinan kesalahan. Pengujian penelitian
ini menggunakan uji black box.
5.
Implementasi
Setelah tahap pengujian selesai selanjutnya adalah
implementasi, dimana sistem yang sudah dibuat
diterapkan pada organisasi atau instansi yang terkait.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Implementasi Algoritma Pencarian Beruntun
(Sequential Search)
A. Analisa dan Perancangan Sistem
Hasil analisa dan perancangan sistem yang
dihasilkan terlihat seperti pada gambar 1. Gambar 1
merupakan analisa dan perancangan use case pengguna
sistem. Rancangan pengguna sistem mencakup rancangan
menu-menu yang akan diterapkan pada aplikasi.
Implementasi
algoritma
pencarian
beruntun
(Sequential Search) pada aplikasi pencarian unsur kimia
digunakan untuk mencari unsur-unsur kimia. Dalam
algoritma pencarian beruntun (Sequential Search)
dibutuhkan kata kunci pencarian dan list data sebagai
sumber pencarian. Proses algoritma sequential search
dijalankan ketika pengguna melakukan klik pada tombol
cari.
Gambar 2, menjelaskan proses aktifitas pengguna
sistem ketika aplikasi dijalankan. Proses aktifitas ini
djelaskan dalam diagram aktifitas sequence diagram.
Proses algoritma pencarian beruntun (Sequential
Search) sendiri memiliki alur kerja sebagai berikut :
1. Pengguna melakukan input kata kunci pada edittext.
Kata kunci yang diinput berupa teks / huruf.
2. Pengguna melakukan klik pada tombol cari.
3. Ketika tombol cari diklik algoritma pencarian
beruntun (Sequential Search) akan melakukan
fungsinya.
4. Sistem akan membaca inputan pada edittext sebagai
kata kunci pencarian.
5. Sistem akan melakukan perulangan sampai kata kunci
pencarian sama dengan data yang ada pada sumber
pencarian atau sampai semua data diperiksa.
6. Apabila kata kunci sama dengan data yang ada di
sumber pencarian maka proses akan berhenti dan
nilai variable akan berubah menjadi true, tetapi jika
tidak ditemukan persamaan antara kata kunci dengan
sumber data maka sistem akan melakukan perulangan
sebanyak data yang ada.
7. Dengan kata lain algoritma pencarian beruntun
(SequentialSearch) akan memeriksa setiap data yang
ada pada sumber.
8. Jika nilai variable bernilai true sistem akan
menampilkan data yang dicari sesua dengan kata
kunci yang diinputkan, jika nilai variable bernilai
false maka sistem akan menampilkan notifikasi untuk
merubah kata kunci pencarian.
9. Proses selesai ketika variable bernilai true atau false.
Gambar 1. Use Case Diagram Aplikasi
Gambar 2. Sequence Diagram Pengguna
Berikut implementasi algoritma pencarian beruntun
(Sequential Search) pada source code aplikasi pencarian
unsur kimia.
Gambar 3, merupakan diagram activity yang
menggambarkan sistem ketika berjalan. Perlakuan
terhadap jalannya sistem terlihat dalam rancangan ini.
public void sequentialsearch(){
String x = SQcr.getText().toString();
SQLiteDatabase db =
dbcenter.getReadableDatabase();
cursor = db.rawQuery("SELECT lambang FROM unsur
where lambang = '" +
SQcr.getText().toString() +
"' order by lambang
asc",null);
booleanketemu = false;
daftar = new String[cursor.getCount()];
cursor.moveToFirst();
intcc = 0;
while((!ketemu)&&(cc<cursor.getCount())){
cursor.moveToPosition(cc);
daftar[cc] =
cursor.getString(0).toString();
if (x.equals(daftar[cc]))
Gambar 3. Diagram Activity Sistem
3
{ ketemu = true;
break; }
else
cc++; }
if(ketemu){
daftar[cc] = cursor.getString(0);
Toast.makeText(getBaseContext(),
"Data Ditemukan",
Toast.LENGTH_LONG).show();
} else{
Toast.makeText(getBaseContext(),
"Kata Kunci Yang Dimasukan Salah",
Toast.LENGTH_LONG).show(); }
Gambar 4. Menu utama aplikasi pencarian
}
Konsep terapan dalam prosedur pencarian dengan
sequential diatas dilakukan dengan tahapan berikut :
1. Ambil kata kunci pencarian dari textbox yang dipilih
atau diketik.
2. Lakukan proses query semua data yang ada, dalam hal
ini pencarian sequential dilakukan pada data lambing
kimia.
3. Data hasil query diurutkan secara menaik, dari kecil ke
besar.
4. Lakukan proses perulangan dengan :
4.1. Membandingkan satu per satu kata kunci
pencarian dengan data lambang kimia yang ada
dalam basis data.
4.2. Jika tidak ditemukan lakukan pembandingan
dengan data selanjutnya, sedangkan jika
ditemukan data akan memangkas proses
pencarian dan menampilkan semua informasi
terkait dengan data yang ditemukan tersebut.
5. Proses selesai.
Gambar 5. Hasil proses pencarian dengan algoritma sequential
search
V. KESIMPULAN
1.
2.
3.
Aplikasi pencarian unsur kimia ini menggunakan
algoritma pencarian beruntun (sequentialsearch) yang
menjadi pembanding terhadap proses pencarian yang
berbasis query basis data.
Aplikasi dapat mencari unsur kimia berdasarkan
nama, lambang, golongan dan periode.
Dari hasil uji aplikasi pencarian unsur kimia ini
berjalan dengan baik di smartphone berbasis android.
Informasi yang berhubungan dengan unsur kimia
didapatkan dengan cukup lengkap pada aplikasi ini
seperti golongan, periode, nomor atom, massa atom,
konfigurasi
elektron
dan
lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
B. Hasil Implementasi Sistem
[1.] Fikri, Adam dan Imam Prakoso, Pemrogramman Java, Yogyakarta
: Andi, 2005. 3
[2.] Munir, Renaldi, Algoritma dan Pemrograman Dalam Bahasa
Pascal dan C, Bandung : Informatika, 2005.
[3.] Pressman, Roger. S., Rekayasa Perangkat Lunak, Yogyakarta :
Andi, 2011. 8
[4.] Purba, Michael, Kimia Untuk Kelas SMA Kelas X Semester 1,
Jakarta : Erlangga, 2006. 9
[5.] Wantoni, A. Haris, Dini Kurniawati dan Meta Juniastri, Kimia
Untuk SMA/MA Kelas X, Bandung : Penerbit Yrama Widya, 2016.
11
Gambar 4 merupakan tampilan aplikasi pencarian.
Proses pencarian pada aplikasi tersebut didesain dengan
dua teknik pencarian. Pencarian yang pertama adalah
pencarian yang menggunakan konsep query langsung ke
basis data. Sedangkan pencarian yang kedua adalah
pencarian dengan menggunakan konsep pencarian
berdasarkan algoritma sequential Search.
Gambar 5, menampilkan hasil pencarian yang telah
dilakukan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang
dipilih oleh user. Aplikasi ini dibuat dengan bahasa
pemrograman Java dengan basis data SQLlite untuk
menyimpan data. Sistem operasi dalam perangkat mobile
menggunakan android.
Biodata Penulis
Ihin Muslihin, alumni program studi Teknik Informatika
STMIK Catur Insan Cendekia(CIC) Cirebon.
Nurul Bahiyah, memperoleh gelar Magister Komputer
(M.Kom), Jurusan Teknik Informatika di Universitas
Islam Indonesia, Yogyakarta. Saat ini menjadi Dosen di
STMIK Catur Insan Cendekia(CIC) Cirebon.
Marsani Asfi, memperoleh memperoleh gelar Magister
Sains Ilmu Komputer (M.Si) Program Pasca Sarjana
Magister Sains Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.
Saat ini menjadi Dosen di STMIK Catur Insan
Cendekia(CIC) Cirebon.
4
Download