studi kasus ide pemekaran provinsi tapanuli dan luwu raya

advertisement
OTONOMI DAERAH
DITINJAU DARI
PERSPEKTIF EKONOMI
POLITIK
(STUDI KASUS IDE PEMEKARAN PROVINSI TAPANULI DAN LUWU RAYA)
MATA KULIAH DINAMIKA POLITIK LOKAL
DOSEN: RATRI ISTANIA, SIP, MA
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI
LEMBAGA ADMNISTRASI NEGARA
2009
BABAK BARU EKONOMI POLITIK LOKAL
PASCA ORDE BARU
• KRISIS MONETER ASIA TAHUN 1997-INDONESIA
MENGALAMI KEMACETAN TOTAL (SIDEL, 1998)
• JARINGAN-JARINGAN PATRIMONIAL MENGARAH KE
PUSAT MERUPAKAN PANGKAL DARI KRISIS
KEUANGAN DAN POLITIK
• PARA PENDUKUNG ORDE BARU SATU PERSATU
MENINGGALKAN PATRONNYA-BERPALING MENCARI
DUKUNGAN KEUANGAN DAN POLITIK BARU:
– PARA TOKOH MILITER
– PARA KONGLOMERAT PERANAKAN CINA
JARGON PENGHAMBAT
DESENTRALISASI EKONOMI POLITIK
LOKAL
DESENTRALISASI MEMBUKA PELUANG
BARU PEMAIN EKONOMI LAMA BERMAIN
POLITIK, MELESTARIKAN JEJARING BISNIS
MEREKA DI DAERAH, MEMINDAHKAH:
– CRONY CAPITALISM
– RENT-SEEKING BUREAUCRACY
MELAHIRKAN SHADOW STATE
KONSEP SHADOW STATE
• BARBARA HARRISS-WHITE (2003:89)-KEWIBAWAAN POLITIK
BISA DISIMPULKAN BUKAN DARI ADANYA KEKUATAN KERAS,
NAMUN DARI KEMAMPUAN MENGENDALIKAN PASAR DAN
IMBALAN MATERIAL, ATAU, DENGAN KATA LAIN, DARI
HEGEMONI DI BLACK ECONOMY
• SHADOW STATE ATAU DIKENAL DENGAN ISTILAH NEGARA
BAYANGAN SARAT DENGAN CITRA DEGRADASI MORAL
INDIVIDU DILATARI OLEH BERTINGKAT-TINGKATNYA SISTEM
KEWENANGAN DIPADUKAN DENGAN MEKANISME TUKARMENUKAR YANG DIPELIHARA TURUN TEMURUN.
TEORI EKONOMI POLITIK
• MENDEKATKAN RAKYAT TERHADAP
PEMERINTAHNYA-BERDAMPAK POSITIF
TERHADAP MENINGKATNYA PELAYANAN
TERHADAP KEBUTUHAN MASYARAKAT
YANG SELAMA INI TERABAIKAN KARENA
SENTRALISASI KEKUASAAN
• KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DIHARAPKAN MENINGKAT PULA SEIRING
DENGAN SUKSESNYA PROGRAM
DESENTRALISASI
DASAR PEMIKIRAN
• BRIDGE (BUILDING AND REINVENTING
DECENTRALISED GOVERNANCE)
BAPPENAS DAN UNDP-STUDI
EVALUASI DAMPAK PEMEKARAN
DAERAH 2001-2007
PERMASALAHAN DI
LAPANGAN
• KINERJA PEREKONOMIAN DAERAH:
– PEMBAGIAN POTENSI EKONOMI TIDAK MERATA
– BEBAN PENDUDUK MISKIN LEBIH TINGGI
• KETERGANTUNGAN FISKAL LEBIH BESAR DI
DAERAH PEMEKARAN-BESARNYA ALOKASI
BELANJA MODAL DI DAERAH PEMEKARAN
• OPTIMALISASI PENDAPATAN DAN
KONTRIBUSI EKONOMI RENDAH
• PORSI ALOKASI BELANJA MODAL PEMDA
RENDAH
PERMASALAHAN
PERTUMBUHAN EKONOMI
• DAERAH OTONOM BARU LEBIH
FLUKTUATIF DIBANDINGKAN DAERAH
INDUK YANG RELATIF STABIL DAN
MENINGKAT
• MASA TRANSISI MEMBUTUHKAN
PROSES CUKUP LAMA
MENUMBUHKAN SEMUA POTENSI
EKONOMI YANG ADA
PERMASALAHAN
PENGENTASAN KEMISKINAN
• PENINGKATAN KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT DI DAERAH OTONOMI BARU
(DOB) BELUM MENGEJAR
KETERTINGGALAN DARI DAERAH INDUK
• KESEJAHTERAAN DOB RELATIF SAMA
DENGAN KABUPATEN LAIN
• ADANYA KETERBATASAN SUMBER DAYA
ALAM DAN SUMBER DAYA MANUSIA
• DUKUNGAN PEMERINTAH BELUM
MAKSIMAL-INVESTASI PUBLIK
PERMASALAHAN KEUANGAN
DAERAH
• PERAN ANGGARAN PEMDA DOB
KURANG OPTIMAL DIBANDINGKAN
DAERAH INDUK ATAUPUN DAERAH
RATA-RATA KABUPATEN
• PELAYANAN PUBLIK DOB BERADA DI
BAWAH DAERAH INDUK
FAKTOR-FAKTOR YANG
HARUS DIPERHATIKAN
JANGKA PANJANG
• MASA TRANSISI 10 TAHUN
• FASILITASI PENYIAPAN ALIH APARATUR SESUAI
KAPASITASNYA
• PENYIAPAN INFRASTRUKTUR PEREKONOMIAN
• PENYIAPAN INFRASTRUKTUR PENUNJANG
APARATUR BESERTA FASILITAS PEMERINTAHAN
• PEMBAGIAN SUMBER DAYA (SUMBER DAYA
ALAM, SUMBER DAYA MANUSIA, DAN
INFRASTRUKTUR PENUNJANG LAIN-ANTARA
DAERAH INDUK DAN DOB)
FAKTOR-FAKTOR YANG
HARUS DIPERHATIKAN
JANGKA PENDEK
• MENETAPKAN AZAS PEMBANGUNAN
BERTANGGUNG JAWAB DAN
BERKELANJUTAN MENCERMINKAN
PRIORITAS NASIONAL (TERUTAMA RPJMN)
STUDI MENGUKUR POTENSI
EKONOMI POLITIK DAERAH
DAERAH STUDI KASUS
POTENSI EKONOMI POLITIK
PROVINSI SUMATERA
UTARA
STUDI KASUS PROVINSI
TAPANULI
SUMATERA UTARA 1949-1950
• SUMATERA UTARA MERUPAKAN PECAHAN DARI PROVINSI
SUMATERA (PECAHAN LAINNYA ADALAH SUMATERA TENGAH
DAN SUMATERA SELATAN)
• SUMATERA UTARA MEWARISI PERKEBUNAN-PERKEBUNAN
MILIK ASING YANG SEJAK PENDUDUKAN JEPANG TELAH
DITINGGALKAN OLEH PEMILIKNYA.
• SEJAK PROKLAMASI KEMERDEKAAN, PERKEBUNAN ITU
KEMUDIAN DISELENGGARAKAN OLEH BANGSA INDONESIA
MENJADI PERKEBUNANA NEGARA.
• PENGEMBALIAN KEPADA PEMILIKNYA SEMULA BARU
DILAKSANAKAN PADA TAHUN 1947 DI DAERAH-DAERAH YANG
DIDUDUKI TENTARA BELANDA SEPERTI SUMATERA TIMUR.
POTENSI EKONOMI POLITIK
TAPANULI (1)
• TAPANULI DAERAHNYA MEMBENTANG DARI:
– TAPANULI TENGAH HINGGA KE MANDAILING NATAL DI
PESISIR,
– PANTAI BARAT SUMATERA UTARA SAAT INI,
– DITAMBAH DAERAH-DAERAH YANG MEMUNGGUNGI BUKIT
BARISAN
• SEPANJANG DAIRI HINGGA TAPANULI UTARA
MENJADI KANTONG KEMISKINAN
• PANTAI BARAT LEBIH DULU TERSENTUH
PERADABAN-MASUKNYA ISLAM PERTAMA KALI DI
PULAU SUMATERA LEWAT BARUS (TAPANULI
TENGAH)
POTENSI EKONOMI POLITIK
TAPANULI (2)
• EKS KARESIDENAN SUMATERA TIMUR YANG JAUH
LEBIH BAIK, MERUPAKAN PUSAT PEREKONOMIAN
DENGAN MEDAN SEBAGAI KOTA METROPOLIS
• DALAM PERKEMBANGANNYA, PESISIR PANTAI
TIMUR SUMUT JAUH LEBIH MAJU
• BERKEMBANGNYA BEBERAPA KESULTANAN
MELAYU DI PANTAI TIMUR, DAN MASUKNYA
BELANDA YANG BEKERJA SAMA DENGAN
ARISTOKRASI MELAYU DENGAN MEMBUKA
PERKEBUNAN
• MEMBUAT WILAYAH INI MELESAT MENINGGALKAN
DAERAH-DAERAH DI PANTAI BARAT.
POTENSI EKONOMI POLITIK
TAPANULI (3)
• KARESIDENAN TAPANULI TERBENTUK SETELAH
BELANDA MEMISAHKAN DISTRIK BATAK DARI
BAGIAN HOOFD AFDELING MINANGKABAU
• DISTRIK BATAK INI MEMBENTANG DARI TAPANULI
TENGAH SEKARANG INI HINGGA MANDAILING
NATAL
• DISTRIK BATAK INI YANG BELAKANGAN LEBIH
DIKENAL SEBAGAI WILAYAH TAPANULI, DARI ASAL
KATA TAPIAN(PEMANDIAN) NA (YANG) ULI (INDAH)
POTENSI SUMBER DAYA ALAM
TAPANULI 1949-1950
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
KELAPA DI TAPANULI TENGAH,
PINANG DI TAPANULI,
NILAM DI TAPANULI UTARA,
KEMENYAN DI TAPANULI SEBAGAI
PENGHASIL UTAMA,
KOPI DI TAPANULI,
TEMBAKAU DI TAPANULI,
TEBU DI TAPANULI UTARA,
CENGKEH DI TAPANULI SELATAN.
SUMATERA UTARA 1998-SEKARANG (1)
• PEMPROV SUMUT MERESPON KESENJANGAN WILAYAH DI
DALAMNYA DENGAN KONSEP PEMERATAAN PEMBANGUNAN.
• ERA GUBERNUR ALMARHUM RAJA INAL SIREGAR MISALNYA,
DENGAN KONSEP MARSIPATURE HUTANABE (AYO
MEMBANGUN KAMPUNG HALAMAN)
• ERA GUBERNUR ALMARHUM TENGKU RIZAL NURDIN, POLA
PEMBANGUNAN LEBIH MEMUSATKAN PADA PENGEMBANGAN
KAWASAN
• KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
SUMUT RIADIL AKHIR LUBIS-“SEJAK 1997 ADA LIMA KAWASAN
STRATEGIS YANG DIKEMBANGKAN, YAKNI NIAS, TAPANULI
DAN SEKITARNYA, RANTAU PRAPAT DAN SEKITARNYA,
MEDAN DAN SEKITARNYA SERTA DANAU TOBA DAN
SEKITARNYA.
SUMATERA UTARA 1998-SEKARANG (2)
• KONSENTRASI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS
SEMESTINYA MAMPU MENGANGKAT KETERTINGGALAN
WILAYAH PANTAI BARAT
• INDIKATOR EKONOMI MENUNJUKKAN WILAYAH TAPANULI SAAT
INI TIDAK LEBIH TERTINGGAL DIBANDING DAERAH PESISIR
PANTAI TIMUR
• PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDRB) PERKAPITA DAERAHDAERAH YANG MENGUSULKAN PEMBENTUKAN PROVINSI
TAPANULI SEBENARNYA JUGA TAK BERBEDA JAUH DENGAN
TETANGGA MEREKA DI PESISIR PANTAI TIMUR SUMUT:
– PDRB PERKAPITA TAPANULI UTARA PADA TAHUN 2006 SEBESAR RP
9.430.734,
– TOBA SAMOSIR RP 12.311.684,
– HUMBANG HASUNDUTAN RP 9.802.815,
– SAMOSIR RP 9.156.947.
• BANDINGKAN PDRB PERKAPITA DAERAH-DAERAH TERSEBUT
DENGAN BEBERAPA KABUPATEN YANG BERADA DI PESISIR
PANTAI TIMUR SEPERTI:
–
–
–
–
LANGKAT (RP 9.448.626),
DELI SERDANG (13.311.684),
SERDANG BEDAGAI (RP 9.385.791),
LABUHAN BATU (RP 12.727.925).
POTENSI EKONOMI POLITIK
TAPANULI (A)
• PROVINSI TAPANULI SEBENARNYA
ADALAH KEPRIHATINAN MELIHAT
WILAYAH TAPANULI YANG JAUH
TERTINGGAL SECARA EKONOMI
DIBANDING WILAYAH DI PESISIR
PANTAI TIMUR SUMUT
• WILAYAH TAPANULI MERUPAKAN
KANTONG KEMISKINAN DI SUMUT
POTENSI EKONOMI POLITIK
TAPANULI (B)
• PEREKONOMIANNYA SANGAT TERGANTUNG
PERTANIAN, SEMENTARA INFRASTRUKTUR
TAK PERNAH MENDUKUNG
• IRIGASI BANYAK YANG RUSAK SEHINGGA
PRAKTIS PETANI BERGANTUNG PADA
KEMURAHAN ALAM
• PETANI MENJADI KELOMPOK PALING
MISKIN, SEMENTARA MEREKA ADALAH
PENDUDUK TERBANYAK DI DAERAH INI
PENDAPAT PAKAR TENTANG
PROVINSI TAPANULI
• PENGAMAT POLITIK USU RIDWAN
RANGKUTI
“MEMBUAT PEMEKARAN BUKAN
JAWABAN TEPAT ATAS PERSOALAN
KESENJANGAN EKONOMI ANTARA
PESISIR PANTAI TIMUR DAN BARAT”
POTENSI EKONOMI POLITIK
PROVINSI SULAWESI
SELATAN
STUDI KASUS PROVINSI LUWU
RAYA
SULAWESI SELATAN 1949-1950
• SULAWESI DI TAHUN 1950 TERDIRI DARI SATU
PROVINSI DI BAWAH PEMERINTAHAN GUBERNUR
YANG BERTEMPAT TINGGAL DI MAKASSAR, KOTA
UTAMA SULAWESI DAN DI BELAHAN TIMUR
INDONESIA
• SETELAH TAHUN 1950, SULAWESI TERBAGI
MENJADI BEBERAPA BAGIAN KARENA PERSOALAN
KONFLIK BERSENJATA ANTARA PEMERINTAH
PUSAT DAN GERAKAN ISLAM PIMPINAN KAHAR
MUZAKKAR-PEMIMPIN DARUL ISLAM
• DARUL ISLAM MENGUASAI BAGIAN BESAR DARI
PERDESAAN SELATAN DAN TIMUR LAUT SULAWESI
SULAWESI SELATAN 1949-1950
• PADA SAAT BERSAMAAN BERKEMBANG PROVINSI
BARU DAN KABUPATEN (REGENSI/REGENT) YANG
TERBANGUN MELALUI PROSES YANG SALING
TIDAK BERHUBUNGAN
• PEMBENTUKAN UNIT ADMINISTRATIF BARU
MELIBATKAN ENERGI BESAR DALAM MELOBI ATAU
MEMPROTES PEMBENTUKAN SELEVEL PROVINSI
BARU, TERUTAMA KETIKA KABUPATEN
DIMAKSUDKAN MENGGANTI DAERAH REGENSI
ATAU SWAPRAJA YANG SUDAH LEBIH DULU ADA,
DIKUASAI OLEH ARISTOKRASI TRADISIONAL
POTENSI EKONOMI POLITIK
LUWU RAYA (A)
• SECARA EKONOMIS, LUWU PENTING BAGI SULAWESI
SELATAN
• SEBELUM LUWU DIPECAH PADA TAHUN 1999-MERUPAKAN
KABUPATEN TERBESAR DARI KE-21 KABUPATEN DI SULAWESI
SELATAN, MENCAKUP HAMPIR 25% DARI PROVINSI ITU
• POPULASI YANG REALTIF KECIL, TETAPI KAYA DENGAN
SUMBER-SUMBER ALAM UNTUK PERTANIAN, PERIKANAN,
KEHUTANAN, DAN INDUSTRI-INDUSTRI PERTAMBANGAN.
SUMBER-SUMBER ITU TELAH MENARIK BANYAK MIGRAN:
BUGIS DAN MAKASSAR DARI DATARAN RENDAH DAN TORAJA
DARI DATARAN TINGGI.
POTENSI EKONOMI POLITIK
LUWU RAYA (B)
• SALAH SATU PENGHASIL UANG TERBESAR DI LUWU ADALAH
PT INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA (PT INCO)
• PADA TAHUN 1968 INCO-KONSESI SELUAS 218.529 HEKTAR,
YANG DI ANTARANYA LEBIH DARI 50% TERLETAK DI
SULAWESI SELATAN SEMENTARA YANG LAIN TERLETAK DI
SULAWESI TENGAH DAN TENGGARA
• PADA TAHUN 1996 KONTRAK ITU DIPERPANJANG SAMPAI 2025
• PADA TAHUN 2003 PERUSAHAN ITU MEMPRODUKSI 70.000
TON NIKEL= PERMINTAAAN DUNIA AKAN NIKEL YANG SELALU
MEMBESAR=PROSPEK EKONOMISNYA CERAH
• PENDAPATAN DAERAH YANG DIPEROLEH DARI INCO ADALAH
SATU TROFI BESAR DALAM HUBUNGAN DENGAN POLITIK
PEMEKARAN
• HASILNYA MENGALIR KE SULAWESI SELATAN
Download