- RP2U Unsyiah

advertisement
ISBN : 978-979-498-859-6
KoNTekS 7
Konferensi Nasional Teknik Sipil
PROSIDING
Volume I : Geoteknik, Material, Struktur
PERAN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
DALAM PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN
24 -26 Oktober 2013
Kampus Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta
Editor:
Yoyong Arfiadi
Sholihin As`ad
Daftar Isi
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
147G
PREDIKSI KEDALAMAN DAN BENTUK BIDANG LONGSORAN PADA
LERENG JALAN RAYA SEKARAN GUNUNGPATI SEMARANG
BERDASARKAN PENGUJIAN SONDIR ...................................................................................... G-109
Hanggoro Tri Cahyo A.1, Untoro Nugroho1, dan Mego Purnomo1
148G
PENGARUH METODE KONSTRUKSI PONDASI SUMURAN TERHADAP
KAPASITAS DUKUNG VERTIKAL.............................................................................................. G-117
Marti Istiyaningsih1, Endah Kanti Pangestuti2 dan Hanggoro Tri Cahyo A.2
150G
POLA PENURUNAN STRUKTUR PELAT LANTAI GUDANG RETAIL PADA
TANAH LUNAK DI KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA SEMARANG ..................... G-125
Himawan Indarto1 dan Hanggoro Tri Cahyo A.2
157G
PEMANFAATAN RERUNTUHAN BANGUNAN PASCA GEMPA UNTUK
MEMPERBAIKI TANAH LEMPUNG SEBAGAI SUBGRADE JALAN ................................... G-133
Andriani1, Rina Yuliet2 dan Tri Desrimaya3
158G
PERILAKU FONDASI TIANG BOR KELOMPOK DENGAN MODEL
ELEMEN HINGGA 2D DAN 3D ..................................................................................................... G-141
Agus Setyo Muntohar 1, Fadly Fauzi 2
172G
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT UNTUK MENINGKATKAN NILAI CBR
TANAH LEMPUNG DESA COT SEUNONG................................................................................ G-151
Nafisah Al-Huda1, dan Hendra Gunawan2
178G
ANALISIS NUMERIK STABILITAS LERENG DENGAN DRAINASE
HORISONTAL KARENA RAPID DRAWDOWN UNTUK BERBAGAI
KEMIRINGAN .................................................................................................................................. G-157
M. Farid Ma’ruf1
209G
RETAK HIDROLIS PADA BENDUNGAN URUGAN BATU; FAKTOR
PENYEBAB DAN CARA UNTUK MENGHINDARINYA........................................................... G-165
D. Djarwadi1, K.B. Suryolelono2, B. Suhendro2 dan H.C. Hardiyatmo2
214G
PRAKIRAAN NILAI KUAT GESER TANAH LUNAK BERDASARKAN
PENGUJIAN MACKINTOSH PROBE .......................................................................................... G-175
Ferry Fatnanta1, Soewignjo Agus Nugroho2 dan Hawmar Rosyida3
225G
EVALUASI PERGERAKAN DINDING PENAHAN TANAH PELAKSANAAN
GALIAN DALAM PADA TANAH LUNAK DI JAKARTA ......................................................... G-183
Ruwaida Zayadi
257G
ANALISIS KESTABILAN LERENG BERDASARKAN INTEGRASI DATA
GEOFISIKA TAHANAN BATUAN DAN GEOTEKNIK N-SPT ............................................... G-193
Ardy Arsyad1, Tri Harianto1, Lawalenna Samang1, Wahniar Hamid2, Ronald Angi1
274G
PENERAPAN METODE ANALISIS LENDUTAN PELAT TERPAKU PADA
MODEL SKALA PENUH DAN KOMPARASI DENGAN UJI PEMBEBANAN....................... G-201
Anas Puri1, Hary C. Hardiyatmo2, Bambang Suhendro2, dan Ahmad Rifa’i2
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
ix
Geoteknik
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT UNTUK MENINGKATKAN NILAI CBR TANAH
LEMPUNG DESA COT SEUNONG
(172G)
Nafisah Al-Huda1, dan Hendra Gunawan2
1
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk.Syeh Abdul Rauf No.7 Darussalam Banda Aceh
Email: [email protected]
2
Jurusan Teknik Sipil,Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk.Syeh Abdul Rauf No.7 Darussalam Banda Aceh
Email: [email protected]
ABSTRAK
Tanah lempung yang memiliki kadar mineral lempung yang tinggi akan mudah dipengaruhi oleh air,
sehingga akan mempengaruhi sifat kembang susutnya dan daya dukung tanah. Penggunaan tanah
lempung sebagai material konstruksi kurang memberi kebaikan bagi konstruksi, karena tanah
lempung memiliki sifat yang kurang baik terhadap kelangsungan pekerjaan kontruksi. Untuk itu
perlu dilakukan perbaikan untuk memperbaiki dan meningkatkan sifat dan kekuatan tanah lempung .
Salah satunya dengan menambahkan tanah dengan limbah karbit. Pemanfaatan limbah karbit
sebagai bahan stabilisasi tanah lempung desa Cot Seunong diharapkan dapat meningkatkan nilai
daya dukung CBR tanah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mencampur limbah karbit pada
variasi campuran 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari berat kering tanah lempung dengan
perlakuan nilai CBR tanpa rendaman dan CBR dengan rendaman selama 4 hari. Hasil perlakuan
terhadap nilai kepadatan tanah menunjukkan kepadatan tanah meningkat dengan nilai berat volume
kering tanah meningkat dan kadar air optimum (OMC) menurun. Hasil perlakuan terhadap nilai
CBR pada kondisi terendam (soaked) dan tidak terendam (unsoaked) menunjukkan kenaikan nilai
CBR hingga kadar campuran limbah karbit 12% dan mengalami penurunan pada kadar campuran
limbah karbit 15%. Nilai pengembangan (swelling) tanah lempung mengalami penurunan seiring
dengan penambahan campuran limbah karbit.
Kata kunci: tanah lempung, limbah karbit, CBR
1.
PENDAHULUAN
Tanah merupakan salah satu material konstruksi yang selalu digunakan baik sebagai lapisan tanah dasar , tanah
timbunan dan lain sebagainya. Tidak semua jenis tanah dapat secara langsung digunakan sebagai material
konstruksi dan memiliki sifat yang menguntungkan bagi konstruksi. Seperti halnya tanah lempung yang merupakan
tanah kohesif, mempunyai kuat geser rendah, mudah mampat, mudah kembang dan susut serta memiliki daya
dukung yang rendah. Pemanfaatan tanah dengan sifat demikian akan menyebabkan kegagalan pada konstruksi. Oleh
karena itu, perlu dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat teknis tanah lempung, sehingga dapat dihasilkan material
tanah lempung yang memiliki sifat teknis yang lebih baik . Salah satu metode perbaikan tanah adalah metode
stabilisasi.
Stabilisasi tanah adalah usaha untuk merubah atau memperbaiki sifat-sifat teknis tanah seperti kapasitas
dukung, kompresibilitas, permeabilitas, kemudahan dikerjakan, potensi pengembangan dan sensitifitas terhadap
perubahan kadar air sehingga dapat memenuhi syarat teknis tertentu (Hardiyatmo, 2010:1). Stabilisasi dapat
dilakukan secara kimiawi yaitu dengan mencampur tanah dengan bahan tambahan seperti kapur, semen, fly ash,
aspal (bitumen) dan lain-lain dengan perbandingan tertentu. Beragam bahan tambahan yang memiliki ion-ion
kalsium tinggi atau unsur-unsur senyawa lain yang dapat mengikat butiran tanah secara bersamaan sehingga akan
terbentuk butiran yang lebih besar telah diteliti, termasuk pemanfaatan limbah karbit. Limbah karbit adalah
pembuangan sisa-sisa dari proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan) yang menggunakan gas karbit
(gas aseteline=C2H2) sebagai bahan bakar. Limbah karbit mengandung sekitar 60% unsur kalsium. Komposisi kimia
limbah karbit antara lain yaitu 1,48 % SiO2, 59,98 % CaO, 0,09% Fe2O3, 9,07 % Al2O3, 0,67 % MgO dan 28,71%
unsur lain (Benny Santoso, Indriyo Harsoyo dalam Novita, 2010).
Pencampuran limbah karbit pada tanah lempung dengan persen campuran yang berbeda-beda telah mulai
dikembangkan untuk mengetahui pengaruhnya pada daya dukung tanah dan nilai pengembangan tanah lempung.
Novita (2010) telah melaporkan pencampuran limbah karbit pada tanah lempung ekspansif dengan persen
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
G - 151
Geoteknik
campuran 0 %, 2,5%, 5 %, 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap nilai CBR rendaman 4 hari dan tanpa rendaman,
perilaku yang terjadi adalah nilai CBR cenderung naik pada penambahan limbah karbit 2,5%, 5 % dan 7,5% ,
namun penambahan limbah karbit pada 10% dan 12,5 % nilai CBR cenderung menurun. Sedangkan penambahan
persen campuran 2,5 % sampai 12,5% terhadap nilai pengembangan mengalami penurunan. Selain itu, pengaruh
pencampuran limbah karbit dapat menurunkan nilai batas-batas Atterberg pada tanah lempung ekspansif (Novita,
2010) dan pada tanah lempung Bandung (Hasmar ,2004).
Hasil pencampuran limbah karbit pada tanah lempung juga dibandingkan dengan pencampuran bahan tambahan
lainnya seperti pada limbah aluminium dan kapur. Pencampuran limbah aluminium 20 % pada tanah ekspansif
dapat menyebabkan potensial swelling tanah ekspansif menurun sebesar 97,22% dan klasifikasinya tergolong
rendah. Sedangkan limbah karbit 20 % yang ditambahkan pada tanah ekspansif menyebabkan potensial swelling
tanah menurun sebesar 77, 35 % dan klasifikasi swellingnya tergolong tinggi (Ridwan dkk, 2007). Perbandingan
juga dilakukan terhadap nilai batas-batas Atterberg pada tanah lempung Bandung yang dicampur masing-masing
dengan limbah industri gas karbit dan kapur. Pengaruh yang terjadi menunjukkan lempung campur limbah industri
gas karbit mempunyai kemampuan lebih baik untuk menurunkan indeks plastisitas dari pada lempung campur kapur
( Hasmar, 2004)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran limbah karbit sebagai bahan
stabilisasi terhadap nilai CBR lempung desa Cot Seunong. Pemanfaantan limbah karbit sebagai salah satu bahan
stabilisasi tanah diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat-sifat teknis tanah dan dengan
demikian akan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah karbit.
2.
METODE PENELITIAN
Material dan Peralatan
Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah yang berasal dari Desa Cot Seunong Kecamatan
Montasik Kabupaten Aceh Besar, limbah karbit berasal dari limbah sebuah bengkel di daerah Peunayong Banda
Aceh. Limbah karbit ini terlebih dahulu diuji unsur kimia nya di Balai Riset dan Standarisasi Industri Banda Aceh.
Hasil pengujiannya menyatakan bahwa 34 % mengandung kalsium (CaO). Pengujian yang dilakukan terdiri
pengujian sifat fisis tanah, pengujian pemadatan, dan pengujian CBR. Peralatan yang digunakan pada pengujian
sifat fisis tanah adalah flash, sungkup vacuum, timbangan, satu set saringan, mangkuk Casangrade, Hydrometer,
Thermometer, mixer dan oven. Pengujian pemadatan menggunakan standar proctor dan pengujian CBR
menggunakan alat uji CBR.
Prosedur Penelitian
Penelitian ini mencakup pengambilan sampel tanah dan limbah karbit, pengujian sifat fisis tanah, pengujian
pemadatan dan pengujian CBR.
Pengujian Sifat fisis tanah
Pengujian sifat fisis tanah dilakukan sesuai dengan metode ASTM. Pengujian tersebut antara lain Pengukuran
kerapatan massa (ASTM D 854-58), batas cair (ASTM D 432-66), Batas plastis (ASTM D 424-58), dan analisa
butiran ASTM D 422-72. Hasil pengukuran sifat fisis ini digunakan untuk menentukan klasifikasi tanah berdasarkan
sistem AASHTO dan USCS.
Pengujian Pemadatan
Pengujian ini dilakukan sesuai standar ASTM D-698. Sampel yang digunakan adalah tanah asli yang dicampur
limbah karbit pada 0 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15 % dari berat kering tanah lempung. Hasil pengujian ini berupa
kadar air optimum/OMC (Optimum Moiture Content) dan Berat volume kering maksimum (γd max) untuk setiap
variasi campuran limbah karbit.
Pengujian CBR
Pengujian ini dilakukan sesuai standar ASTM D-1883-73. Tanah dicampur dengan limbah karbit pada variasi
campuran 0 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15 % dari berat kering tanah lempung. Penambahan air pada benda uji
dilakukan sesuai dengan kadar air optimum yang diperoleh dari pengujian pemadatan masing-masing benda uji.
Pengujian CBR dilakukan terhadap benda uji dalam kondisi rendaman selama 4 hari dan tanpa rendaman untuk
setiap variasi campuran limbah karbit dan tanah lempung.
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
G - 152
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
Geoteknik
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengujian Sifat-sifat Fisis Tanah Asli dan Klasifikasi Tanah
Hasil pengujian sifat fisis tanah asli pada Tabel 1 merupakan parameter yang digunakan untuk mengklasifikasi
tanah berdasarkan USCS dan AASHTO.
Tabel 1 Hasil Pengujian Sifat fisis Tanah asli
Parameter Pengujian
Hasil
Berat Jenis
Batas cair (%)
Batas plastis (%)
Indeks plastisitas
Persen lolos saringan 200 (%)
2,421
72,000
23,825
48,188
99,767
Menurut USCS, tanah termasuk berbutir halus, ini dinyatakan dengan persen lolos saringan 200 lebih dari 50 %.
Nilai batas cair yang diperoleh lebih dari 50 % menyebabkan tanah memiliki plastisitas tinggi. Dari hasil
pengklasifikasian tanah berdasarkan USCS maka tanah desa Cot Seunong termasuk ke dalam jenis tanah lempung
tak organik dengan plastisitas tinggi (CH). Sedangkan menurut AASHTO tanah desa Cot Seunong termasuk tanah
kelompok A-7-6 yang ditentukan berdasarkan persen lolos saringan 200 lebih dari 35 %, nilai batas cair lebih dari
41 %, nilai indeks plastisitas lebih dari 11 % dan nilai batas plastis kurang dari 30 %.
Hasil Pengujian Sifat Kimia Limbah Karbit
Hasil pengujian analisis kimia pada Balai Riset dan Standardisasi Industri Banda Aceh terhadap limbah karbit yang
digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Hasil Pengujian Analisis Kimia Limbah Karbit
Senyawa Kimia
Persentase (%)
Silika Oksida (SiO2)
Kalsium Oksida (CaO)
Magnesium Oksida (MgO)
Aluminium Oksida (Al2O3)
Besi Oksida (Fe2O3)
4,40
33,60
3,77
0,74
0,17
Terlihat pada Tabel 2 bahwa senyawa Kalsium Oksida (CaO) lebih dominan dari senyawa lain. Sama halnya seperti
senyawa dominan yang terdapat dalam kapur dan semen, yang digunakan dalam stabilisasi tanah lempung. CaO ini
merupakan senyawa yang dibutuhkan dalam proses kimiawi dengan tanah lempung, yang akan menghasilkan ionion kalsium tinggi yang dapat mengikat dan berada di sekeliling partikel-partikel tanah lempung sehingga dapat
mengurangi tarikan terhadap air.
Berat Volume kering Maks (gr/cm3)
Pengaruh Pencampuran Limbah Karbit Terhadap Kepadatan
1.6
1.556
1.55
1.520
1.5
1.535
1.540
1.484
1.464
1.45
1.4
0
3
6
9
12
15
18
Kadar campuran limbah karbit (%)
Gambar 1. Hubungan Berat volume kering Maksimum dengan persentase penambahan limbah karbit
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
G - 153
Geoteknik
Kadar air optimum OMC (%)
Nilai kepadatan tanah ditentukan dari berat volume kering maksimum yang diperoleh dari pengujian pemadatan
dengan menggunakan uji standar proctor. Kadar air yang diperoleh pada berat volume kering maksimum disebut
kadar air optimum atau optimum moisture Content (OMC). Variasi campuran limbah karbit 3% sampai 15 % pada
tanah lempung memberikan pengaruh terhadap nilai berat volume kering maksimum dan nilai kadar air optimum.
Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2.
23.50
23.00
22.70
22.50
22.42
22.00
21.50
21.55
21.00
20.33
20.50
20.20
20.12
20.00
0
3
6
9
12
15
18
Kadar campuran limbah karbit (%)
Gambar 2. Hubungan Kadar air optimum (OMC) dengan persentase penambahan limbah karbit
Penambahan persentase limbah karbit dari 3% sampai 15 % pada tanah lempung, menyebakan nilai berat volume
kering maksimum bertambah sebesar 6,38 % dan nilai kadar air optimum berkurang sebesar 11,36 % dari kondisi
awal. Hal ini disebabkan oleh butiran limbah karbit yang dicampurkan pada tanah lempung mengikat butiran-butiran
tanah lempung dan mengisi pori-pori pada tanah lempung sehingga tanah menjadi padat dan kadar air yang
dibutuhkan untuk memadatkan tanah lempung menjadi berkurang.
Pengaruh Pencampuran Limbah Karbit Terhadap Nilai CBR
Nilai CBR (%)
Pengaruh pencampuran limbah karbit pada tanah lempung terhadap kekuatan tanah lempung dapat dilihat dari hasil
pengujian CBR dalam kondisi terendam (soaked) selama 4 hari dan tidak terendam (unsoaked).
18.67
18.69
16.44
15.09
13.76
10.71
10.11
8.94
11.78
11.81
4.4
4.37
0
3
6
9
12
15
18
Kadar campuran limbah karbit (%)
CBR Unsoaked
&=9,50/
Gambar 3. Hubungan nilai CBR dengan persentase penambahan limbah karbit
Gambar 3 memperlihatkan pengaruh pencampuran limbah karbit dari 3 % sampai 15 % terhadap nilai CBR. Terlihat
bahwa pertambahan persentase campuran limbah karbit menyebabkan nilai CBR bertambah hingga persentase
limbah karbit mencapai 12 %, dan pada persentase limbah karbit 15 %, nilai CBR mengalami penurunan dari nilai
CBR pada persentase campuran limbah karbit 12 %, akan tetapi penurunan ini belum signifikan terhadap nilai CBR
karena nilai CBR yang diperoleh pada pencampuran 15 % masih lebih tinggi dari nilai CBR awal (kadar campuran
limbah karbit 0%). Pencampuran limbah karbit pada 12 % merupakan pencampuran efektif yang dapat
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
G - 154
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
Geoteknik
meningkatkan ikatan atara butiran tanah dan limbah karbit sehingga menyebabkan kekuatan tanah lempung juga
meningkat.
Gambar 3 juga memperlihatkan nilai CBR yang dihasilkan pada kondisi unsoaked lebih besar dari pada nilai
CBR pada kondisi soaked selama 4 hari. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh air tehadap proses kimia yang
terjadi antara limbah karbit dan butiran tanah lempung, sehingga mempengaruhi kekuatan tanah. Perendaman yang
dilakukan selama 4 hari menyebabkan air mengurai kembali lekatan antara butiran tanah dan limbah karbit sehingga
berat volume tanah campuran berkurang ,kepadatan tanah juga berkurang dan akhirnya kekuatan tanah ikut
berkurang.
Pengaruh Pencampuran Limbah Karbit Terhadap Nilai Swelling
Pengaruh penambahan persen campuran limbah terhadap nilai pengembangan (swelling) tanah lempung dapat
dilihat pada Gambar 6. Terlihat bahwa semakin besar persen penambahan campuran limbah karbit dari 3 % sampai
15 % mengakibatkan nilai pengembangan (swelling) tanah lempung mengalami penurunan sebesar 47 %.
Pencampuran limbah karbit pada tanah lempung menyebabkan terjadinya proses pengikatan butiran lempung oleh
limbah karbit, sehingga sifat dari permukaan lempung yang mudah mengikat air menjadi berkurang dan nilai
pengembangan pun menurun.
Pengembangan (%)
10.00
8.00
7.52
6.30
6.00
5.55
4.51
4.00
4.10
3.93
2.00
0.00
0
3
6
9
12
15
18
Kadar campuran limbah karbit (%)
Gambar 4. Hubungan nilai swelling dengan persentase penambahan limbah karbit
4.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Tanah desa Cot Seunong merupakan jenis tanah lempung tak organik dengan plastisitas tinggi (USCS) dan
termasuk tanah kelompok A-7-6 (AASHTO).
2. Penambahan limbah karbit yang berasal dari limbah bengkel dengan kandungan CaO 34 % pada tanah lempung
berpengaruh terhadap nilai kepadatan tanah, nilai CBR dan nilai pengembangan tanah lempung desa Cot
Seunong.
3. Penambahan limbah karbit pada tanah lempung dapat meningkatkan nilai kepadatan tanah, yang diukur dari
kenaikan berat volume kering maksimum sebesar 6,38 % dan penurunan nilai kadar air optimum sebesar 11,38
%. Kecenderungan kenaikan nilai kepadatan tanah seiring dengan pertambahan persen campuran limbah karbit.
4. Nilai CBR tanah lempung meningkat hingga penambahan campuran limbah karbit 12 % pada tanah lempung.
5. Nilai pengembangan (swelling) tanah lempung berkurang hingga 47 %, kecenderungan penurunan nilai swelling
seiring dengan pertambahan persen campuran limbah karbit.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan rasa terima kasih dan menyampaikan penghargaan atas kerjasama Sdr. Muhammad
Arief Pribadi dalam mempersiapkan data-data pengujian untuk penelitian ini.
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
G - 155
Geoteknik
DAFTAR PUSTAKA
Hardiyatmo, C.H. (2010). Stabilisasi Tanah Untuk Perkerasan Jalan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hasmar, H,. A. (2004). “Stabilisasi Lempung Bandung dengan Limbah Industri Gas Karbit.. Perpustakaan Digital
ITB. http://digilib.itb.ac.id.
Ridwan, M. Nur Andajani,. dan Haryanto, S,.(2007). “Effektiveness Comparison Between Mixture of Carbide
Waste and Aluminium Waste Upon Stabilization of Ekspansive Soil” Jurnal Teknika Universitas Negeri
Surabaya. Volume 8 No 2 Agustus 2007.
Novita, S,. Rofaidah, S,. dan Asro, M,. (2010). “Analisa Stabilisasi Tanah Lempung Organik Dengan Limbah Karbit
Untuk Subgrade Pada Jalan”. Politeknik Negeri Sriwijaya, www.digilib.polsri.ac.id.
Sri Novita,Siti Rofaidah & Munada Asro, Politeknik Negeri Sriwijaya
Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)
G - 156
Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta, 24-26 Oktober 2013
Download