efektivitas majalah internal

advertisement
i
EFEKTIVITAS MAJALAH INTERNAL “WARTA KELUARGA DJARUM”
SEBAGAI WAHANA KOMUNIKASI INTERNAL PERUSAHAAN
(KASUS KARYAWAN PT DJARUM)
NUR DINNA UTAMI
DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
ii
ABSTRACT
Corporate communication in organizations devided to internal
communication and external communication. Communicaton as the central part
of organizations usually needs a channel to send the messages from higher level
to subordinate or vice verca. Internal communication exactly needs an internal
media as a channel to bridge between corporate and employees. This study is
telling about effectiveness of “Warta Keluarga Djarum” as an internal media in
PT Djarum. This study uses quantitative approach with survey method.
Respondents in this study are employees in PT Djarum. They are assumpted as
homogenity respondents because all of them are got and read “Warta Keluarga
Djarum”. Eighty one respondents from four hundreds and twenty employees in
Head Quarter Office, Regional Sales Officer Jakarta, and District Sales Officer
Bogor PT Djarum evaluate that “Warta Keluarga Djarum” has been effective in
performing. This study result shows that from twenty five effectiveness attributes,
seventeen attributes have been effective. That means, the total result shows that
“Warta Keluarga Djarum” has been effective in performing and also otomatically
has been accomplished the goals from Corporate Communication Division PT
Djarum.
Keywords: internal communication, internal-communication media, media
effectiveness
iii
RINGKASAN
NUR DINNA UTAMI. EFEKTIVITAS MAJALAH INTERNAL “WARTA
KELUARGA
DJARUM”
SEBAGAI
WAHANA
KOMUNIKASI
INTERNAL PERUSAHAAN (Kasus Karyawan PT Djarum). (Di bawah
bimbingan AIDA VITAYALA S. HUBEIS).
Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar bagi suatu organisasi atau
perusahaan karena keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari bagaimana pola
komunikasi yang digunakan antara perusahaan dan seluruh stakeholders yang
berkaitan langsung dalam perusahaan. Bentuk komunikasi pada publik internal
dalam perusahaan telah dikenal dengan sebutan internal communication. Lebih
jelasnya, komunikasi internal mempunyai wilayah publik di lingkup publik
internal perusahaan dianggap penting terkait dengan pemahaman para karyawan
terhadap perusahaan. Melakukan komunikasi internal dengan seluruh karyawan
tidaklah semudah yang dibayangkan karena diperlukan unsur media sebagai
saluran yang mengantarkan pesan kepada komunikan. Media komunikasi
memiliki kemampuan untuk lebih menunjang suatu keberhasilan penyampaian
pesan yang diinginkan. Tujuan diadakannya media komunikasi internal pada
korporasi dalam penyelenggaraan kegiatan komunikasi yaitu sebagai langkah aktif
korporasi atau organisasi untuk membina hubungan baik terhadap setiap pihak
internal perusahaan. Pemilihan media sebagai saluran pengiriman pesan
komunikasi merupakan faktor yang perlu diperhatikan karena berpengaruh
terhadap efektivitas penyampaian pesan.
Perusahaan harus dapat memilih secara tepat media apa yang akan
digunakan dan dinilai paling efektif untuk kepentingan korporasi dalam mencapai
sasaran atau tujuan yang ditentukan. Pemilihan media internal sebagai saluran
komunikasi antar karyawan dan manajemen perusahaan menjadi hal yang sangat
tepat. Adapun sebagai perusahaan yang mempunyai cabang tersebar di seluruh
Indonesia, Divisi Corporate Communication PT Djarum telah mencetak Majalah
“Warta Keluarga Djarum” sebagai salahsatu media internal perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas majalah
internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai wahana komunikasi internal
perusahaan kepada karyawan PT Djarum. Penelitian ini dilaksanakan di tiga
kantor PT Djarum, yaitu di kantor HQ (Head Quarter) PT Djarum, kantor RSO
(Regional Sales Officer) Jakarta PT Djarum, dan kantor DSO (District Sales
Officer) Bogor PT Djarum. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan PT.
Djarum yang dianggap homogen karena mendapatkan dan membaca majalah
internal “Warta Keluarga Djarum”. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer dan data sekunder.
Responden dalam penelitian ini berjumlah 81 orang. Secara keseluruhan
efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum” sudah cukup baik. Atribut
yang harus diperbaiki atau dikembangkan adalah dapat dijadikan sebagai media
inspirasi bagi karyawan; redaksi ”Warta Keluarga Djarum” memberikan informasi
dengan nilai-nilai positif kepada karyawan; dan ”Warta Keluarga Djarum” sudah
memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks, warna, gaya bahasa, dan lain-lain).
Atribut yang harus dipertahankan adalah dapat dijadikan sebagai media untuk
menyampaikan informasi mengenai kegiatan PT Djarum; “Warta Keluarga
Djarum” merupakan media yang tepat dalam menginformasikan berbagai
iv
kegiatan/ program PT Djarum; kesopanan redaksi Warta Keluarga Djarum dalam
memberikan informasi; “Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita
internal terkait kegiatan/program PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir)
kepada para karyawan; redaksi “Warta Keluarga Djarum” tanggap dalam mengupdate berita internal maupun eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan
terakhir); “Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang mudah dipahami;
“Warta Keluarga Djarum” mudah didapat/diperoleh oleh karyawan; “Warta
Keluarga Djarum” mampu memberikan informasi/berita terkait dengan karyawan;
“Warta Keluarga Djarum” menyediakan konten yang mampu menjadi inspirasi
karyawan dalam bekerja; “Warta Keluarga Djarum” dapat menginformasikan
berita/artikel selain yang berkaitan dengan tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan,
kesehatan, dan pengetahuan umum); “Warta Keluarga Djarum” menggunakan
bahasa yang singkat, padat, dan jelas; dan teks “Warta Keluarga Djarum” mudah
dibaca.
Adapun dari sebanyak 25 atribut indikator efektivitas majalah “Warta
Keluarga Djarum”, sebanyak 17 atribut memiliki kinerja yang melebihi skor ratarata dari rata-rata skor tingkat kinerja/kenyataan. Dan sebanyak 12 atribut berada
pada kuadran II diagram kartesius Importance Performance Analysis (IPA).
Artinya, fungsi majalah “Warta Keluarga Djarum” sebagai wahana komunikasi
internal perusahaan sudah cukup efektif dan sudah dapat memenuhi tujuan divisi
Corporate Communication PT Djarum, yaitu meningkatkan awareness karyawan
terhadap informasi perusahaan, meningkatkan pemahaman karyawan terhadap
informasi perusahaan, dan menumbuhkan satu rasa keluarga sebagai karyawan.
v
EFEKTIVITAS MAJALAH INTERNAL “WARTA KELUARGA DJARUM”
SEBAGAI WAHANA KOMUNIKASI INTERNAL PERUSAHAAN
(Kasus Karyawan PT DJARUM)
NUR DINNA UTAMI
Skripsi
Sebagai Bagian Persyaratan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Pada
Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor
DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
vi
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
Judul
: Efektivitas Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
sebagai Wahana Komunikasi Internal Perusahaan (Kasus
Karyawan PT Djarum)
Nama Mahasiswa
: Nur Dinna Utami
Nomor Mahasiswa
: I34060375
dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komunikasi dan
Pengembangan Masyarakat pada Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian
Bogor.
Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Prof. Dr. Aida Vitayala S. Hubeis
NIP. 19470928 197503 2 001
Mengetahui,
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
Ketua
Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, MS
NIP. 19550630 198103 1 003
Tanggal Kelulusan:
vii
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL
“EFEKTIVITAS
DJARUM”
MAJALAH
SEBAGAI
INTERNAL
WAHANA
“WARTA
KELUARGA
KOMUNIKASI
INTERNAL
PERUSAHAAN (KASUS KARYAWAN PT DJARUM” BELUM PERNAH
DIAJUKAN PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA LAIN
MANAPUN.
MERUPAKAN
SAYA
JUGA
HASIL
MENYATAKAN
KARYA
SAYA
BAHWA
SENDIRI
SKRIPSI
DAN
INI
TIDAK
MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITULIS ATAU
DITERBITKAN OLEH PIHAK/LEMBAGA LAIN KECUALI SEBAGAI
BAHAN RUJUKAN YANG DINYATAKAN DALAM NASKAH.
Bogor, Desember 2010
Nur Dinna Utami
I34060375
viii
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 9
November 1988. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari Bapak
Ir. Hasanuddin, M.Si dan Ibu Natalina Fatimah. Penulis menamatkan pendidikan
Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Shandy Putra II Palembang (1992-1994),
Sekolah Dasar (SD) Negeri 87 (1994-2000), Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Negeri 7 Palembang (2000-2003) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di SMU
Negeri 3 Palembang (2003-2006). Kemudian pada tahun 2006, penulis diterima
sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur Seleksi Penerimaan
Mahasiswa Baru (SPMB).
Selama di Institut Pertanian Bogor, penulis tergabung dalam Organisasi
BEM FEMA (Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia) selama
periode 2008-2009. Penulis juga aktif dalam kegiatan BEM yaitu sebagai anggota
panitia INDEX (Indonesian Ecology Expo) pada tahun 2008 dan sebagai
koordinator humas INDEX pada tahun 2009. Selain itu, penulis juga mengikuti
acara Let’s CSR on Campus sebagai panitia humas di tahun 2009.
9
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena hanya
dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Efektivitas Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai Wahana
Komunikasi Internal Perusahaan (Kasus Karyawan PT Djarum)”.
Pada kesempatan ini, peneliti ingin menyampaikan terima kasih kepada
Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S. Hubeis selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan untuk
memperbaiki kekurangan-kekurangan sehingga penulis dapat lebih memahami
mengenai persepsi masyarakat sekitar dan dapat menyelesaikan skripsi ini. Selain
itu, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada pihak perusahaan (PT Djarum)
yaitu Bapak Sindaka selaku Manager Public Affairs PT Djarum atas bantuannya
dalam perizinan penelitian sehingga penelitian ini dapat terlaksana.
Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas majalah internal
“Warta Keluarga Djarum” sebagai wahana komunikasi internal PT Djarum
kepada aryawannya. Melalui analisis efektivitas ini, dapat terlihat tingkat kinerja
dan harapan karyawan terhadap majalah “Warta Keluarga Djarum” sehingga
penulis dapat menjabarkan hasil dari pembuatan majalah internal ini. Selain itu,
saran dari skripsi ini ini juga dapat membantu dalam memaksimalkan kinerja
majalah internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai salahsatu media internal PT
Djarum. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat diterima oleh pihak yang
terkait dan penelitian dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.
Bogor, Desember 2010
Penulis
x
UCAPAN TERIMA KASIH
Atas rahmat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penyelesaian penulisan skripsi
ini juga tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarmya kepada pihak-pihak yang telah membantu, baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan
terimakasih yang setulus-tulusnya, diantaranya kepada:
1. Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S. Hubeis sebagai dosen pembimbing, atas segala
bimbingan, motivasi, saran, dan pemikirannya sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini;
2. Ir. Hadiyanto, M.Si sebagai dosen penguji utama dan Rina Mardiana, M.Si
sebagai dosen penguji wakil departemen yang telah memberikan banyak saran
yang berguna untuk perbaikan penulisan skripsi ini;
3. Kedua orang tuaku, Umi dan Buya tersayang yang telah memberikan segenap
kasih sayangnya, semangat, pandangan, serta kesabaran dalam proses
penyelesaian skripsi ini, serta kedua adikku, Dian Islami dan M. Arif Budiman
yang menjadi semangatku;
4. Bapak Sindaka sebagai Manager Public Affair PT Djarum atas bantuannya
dalam perizinan penelitian di PT Djarum;
5. Mbak Putri, Mas Mochtar, Mas Andre, Mas Octa, dan Mas Jimmy selaku
pihak dari PT Djarum yang membantu saya dalam melakukan penyebaran
kuesioner dan wawancara di lapang;
6. Orang terdekat dan tersayang, Hendra Gustiawan yang selalu memotivasi
hingga penulisan skripsi ini selesai;
7. Arma, Asti, Rinaldy, Bedil, yang telah banyak membantu dan bertukar pikir
dalam penyelesaian skripsi ini;
8. Q-Pop (Erna, Phyta, Niaw, dan Dion) yang telah membagi tawa dikala stuck
menyelesaikan skripsi ini;
9. Teman satu bimbingan, Fini Hastin dan Dahlia D. atas motivasi bersama
dalam menyelesaikan skripsi ini.
xi
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI .......................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv
DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................xvi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ....................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 3
1.4 Kegunaan Penelitian ...................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi ................................................................................................... 4
2.2 Komunikasi Organisasi ................................................................................. 5
2.3 Komunikasi Internal (Internal Communication) ........................................... 5
2.3.1 Khalayak Komunikasi Internal ............................................................. 6
2.3.2 Pola-Pola Komunikasi Internal ............................................................ 7
2.3.3 Arti Penting Komunikasi Internal ........................................................ 9
2.3.4 Efektivitas Komunikasi Internal ......................................................... 10
2.3.5 Kultur Organisasional......................................................................... 11
2.4 Media Komunikasi Internal ......................................................................... 11
2.4.1 Arti dan Fungsi Media Komunikasi Internal ...................................... 11
2.4.2 Bentuk Media Komunikasi Internal ................................................... 12
2.5 Konsep Efektivitas....................................................................................... 14
2.6 Kerangka Pemikiran .................................................................................... 17
2.7 Definisi Konseptual ..................................................................................... 19
2.8 Definisi Operasional .................................................................................... 19
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................................... 22
3.2 Penetapan Populasi dan Responden Penelitian ........................................... 22
3.3 Teknik dan Pengumpulan Data ................................................................... 23
3.4 Analisis Data ............................................................................................... 23
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1 Profil PT Djarum ......................................................................................... 28
xii
4.1.1 Sejarah PT Djarum ............................................................................. 28
4.1.2 Tujuan dan Komitmen Perusahaan..................................................... 30
4.1.3 Nilai Inti Budaya Perusahaan ............................................................. 30
4.1.4 Proses Produksi .................................................................................. 31
4.1.5 Produk PT Djarum dan Pemasarannya ............................................... 32
4.2 Profil Corporate Communication PT Djarum ............................................. 34
4.2.1 Struktur Organisasi Corporate Communication PT Djarum .............. 37
4.3 Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum” ............................................... 38
4.3.1 Latar Belakang dan Konsep Majalah Internal ”Warta Keluarga
Djarum” .............................................................................................. 38
4.3.2 Tujuan dan Manfaat Majalah Internal ”Warta Keluarga Djarum” ..... 40
4.3.3 Rubrikasi Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”...................... 40
4.3.4 Struktur dan Tugas Redaksi Majalah Internal “Warta Keluarga
Djarum” .............................................................................................. 43
BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN
5.1 Jenis Kelamin ............................................................................................. 47
5.2 Jabatan ........................................................................................................ 48
BAB VI EFEKTIVITAS MAJALAH INTERNAL “Warta Keluarga Djarum”
6.1 Reliability .................................................................................................... 51
6.2 Assurance .................................................................................................... 56
6.3 Responsiveness ............................................................................................ 61
6.4 Empathy ....................................................................................................... 66
6.5 Tangibles ..................................................................................................... 70
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan .................................................................................................. 74
7.2 Saran ............................................................................................................ 75
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 76
LAMPIRAN .......................................................................................................... 78
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Distribusi jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jenis
kelamin tahun 2010 ................................................................................ 47
Tabel 2 Distribusi jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jabatan tahun
2010............. ........................................................................................... 48
Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ..... 52
Tabel 4 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ..... 52
Tabel 5 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada indikator reliability majalah internal
“Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ................................................... 53
Tabel 6 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ... 57
Tabel 7 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 .... 58
Tabel 8 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut assurance majalah “Warta Keluarga
Djarum” tahun 2010 ............................................................................... 59
Tabel 9 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga
Djarum” tahun 2010 ............................................................................... 62
Tabel 10 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap
atribut indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga Djarum”
tahun 2010 .............................................................................................. 62
Tabel 11 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut responsiveness majalah “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010 ............................................................... 63
Tabel 12 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator empathy majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ....... 67
Tabel 13 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator empathy majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ....... 67
Tabel 14 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut empathy majalah “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010 ............................................................... 68
Tabel 15 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator tangibles majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ...... 71
Tabel 16 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator tangibles majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010 ...... 71
xiv
Tabel 17 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut tangibles majalah “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010............................………………………72
xv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Kerangka pemikiran .......................................................................... 18
Gambar 2 Diagram kartesius tingkat kepentingan/harapan dan tingkat
kinerja/kenyataan ............................................................................... 26
Gambar 3 Struktur organisasi Corporate Communication PT Djarum .............. 37
Gambar 4 Struktur redaksi majalah “Warta Keluarga Djarum” ......................... 43
Gambar 5 Grafik jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jenis kelamin
tahun 2010........................ ................................................................. 48
Gambar 6 Grafik jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jabatan
tahun 2010 ......................................................................................... 49
Gambar 7 Diagram kartesius indikator reliability majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010 ........................................................... 55
Gambar 8 Diagram kartesius indikator assurance majalah internal “Warta
Keluarga Djarum" tahun 2010 ........................................................... 60
Gambar 9 Diagram kartesius indikator responsiveness majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010 ........................................................... 65
Gambar 10 Diagram kartesius indikator empathy majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010 ........................................................... 69 Gambar 11 Diagram kartesius indikator tangibles majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010.........………..…………………....….73 xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Gambar Majalah “Warta Keluarga Djarum”…………….……........79
Lampiran 2. Kuesioner.…………...................……………....................................80
Lampiran 3. Struktur Organisasi PT Djarum........................................................85
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kehidupan organisasi tidak dapat dipisahkan dari komunikasi karena
komunikasi menjadi bagian penting bagi organisasi atau perusahaan. Komunikasi
menduduki tempat sentral karena struktur, keluasan jangkauan, dan ruang
lingkupnya hampir sepenuhnya ditentukan oleh teknik-teknik komunikasi, bahkan
sesungguhnya spesialisasi dalam organisasi muncul dan dipelihara karena
tuntutan-tuntutan komunikasi. Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar bagi
suatu organisasi atau perusahaan karena keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari
bagaimana pola komunikasi yang digunakan antara perusahaan dengan seluruh
stakeholders yang berkaitan langsung dalam perusahaan. Adapun bila dikaitkan
dengan ilmu komunikasi, terdapat teori yang mengatakan bahwa komunikasi
terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan
oleh komunikator dan diterima oleh komunikan (Effendy 2005).
Bentuk komunikasi pada publik internal dalam perusahaan telah dikenal
dengan sebutan internal communication. Internal communication harus terencana,
terkoordinasi, dan sesuai dengan strategi bisnis perusahaan (Smith dan Mounter
2008). Kemudian, Smith dan Mounter (2008) menambahkan bahwa kegiatan
internal communication yang tertata dan terencana dengan baik dapat membantu
para karyawan untuk memahami perusahaan tempat dimana mereka bekerja dan
berbagai aturannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman para karyawan
terhadap perusahaan, peraturan, bahkan kebijakan perusahaan bergantung kepada
informasi dan citra yang mereka dapatkan. Karena itu, internal communication
yang mempunyai wilayah publik di lingkup publik internal perusahaan dianggap
penting terkait dengan pemahaman para karyawan terhadap perusahaan.
Melakukan komunikasi internal dengan seluruh karyawan tidaklah
semudah yang dibayangkan. Adapun dalam prosesnya, diperlukan unsur media
sebagai saluran yang mengantarkan pesan kepada komunikan. Media komunikasi
memiliki kemampuan untuk lebih menunjang suatu keberhasilan penyampaian
pesan yang diinginkan. Tujuan diadakannya media komunikasi internal pada
korporasi dalam penyelenggaraan kegiatan komunikasi yaitu sebagai langkah aktif
2
korporasi atau organisasi untuk membina hubungan baik terhadap setiap pihak
internal perusahaan.
Pemilihan media sebagai saluran pengiriman pesan komunikasi merupakan
faktor yang perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap efektivitas
penyampaian pesan. Perusahaan harus dapat memilih secara tepat media apa yang
akan digunakan dan dinilai paling efektif untuk kepentingan korporasi dalam
mencapai sasaran atau tujuan yang ditentukan. Apalagi bagi perusahaan yang
memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia seperti PT Djarum.
Pemilihan media internal sebagai saluran komunikasi antara karyawan dan
manajemen perusahaan menjadi hal yang sangat tepat. Adapun Divisi Corporate
Communication PT Djarum telah mencetak Majalah “Warta Keluarga Djarum”
sebagai salahsatu media internal perusahaan.
Beranjak dari alasan tersebarnya karyawan dengan fungsi/rutinitas sehariharinya membuat kesempatan mengetahui lebih jauh tentang apa yang terjadi di
dalam perusahaan di luar kesehariannya semakin minim. Sehingga sebagai bagian
dari perusahaan, setiap karyawan harus diupayakan mendapatkan informasi
tentang arah perusahaan, dinamika perusahaan yang terjadi sehingga tetap merasa
sebagai bagian dari keluarga besar dari perusahaan. Oleh karena itu Majalah
“Warta Keluarga Djarum” sebagai salahsatu media internal perusahaan
diharapkan dapat menjangkau karyawan secara massal untuk menyampaikan arah
perusahaan dan dinamika perusahaan. Pemahaman akan arah perusahaan dan
dinamika perusahaan diharapkan dapat membuat karyawan bangga terhadap
perusahaanya dan juga saling belajar terhadap kemajuan yang dicapai oleh
bagian-bagian lain.
1.2
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang didapat
adalah bagaimanakah efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum”
sebagai wahana komunikasi internal perusahaan kepada karyawan PT Djarum?
3
1.3
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas majalah
internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai wahana komunikasi internal
perusahaan kepada karyawan PT Djarum.
1.4
Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini, antara lain:
1. Bagi peneliti dan Civitas Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman dan
pengetahuan
bagi
penulis
serta
menambah
perbendaharaan
kepustakaan bagi Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan
Masyarakat Institut Pertanian Bogor di bidang komunikasi, khususnya
pada bagian media komunikasi internal.
2. Bagi Instansi Terkait
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi PT Djarum. Hasil
penelitian ini dapat berguna sebagai bahan saran dan evaluasi
berkenaan dengan media internal majalah “Warta Keluarga Djarum”
yang telah diterapkan khususnya untuk karyawan kantor Head
Quarter, RSO Jakarta, dan DSO Bogor PT Djarum.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari
bahasa Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama
(Effendy 2001). Menurut Ruslan (2006), secara garis besar dalam suatu proses
komunikasi harus terdapat unsur-unsur kesamaan makna agar terjadi suatu
pertukaran pikiran atau pengertian antara komunikator (penyebar pesan) dan
komunikan (penerima pesan). Ruslan (2006) menambahkan proses komunikasi
dapat diartikan sebagai transfer informasi atau pesan-pesan (messages) dari
pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada pengirim pesan sebagai
komunikan. Tujuan dari proses komunikasi tersebut adalah tercapainya saling
pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak. Sebelum pesanpesan tersebut dikirim kepada komunikan, komunikator memberikan maknamakna dalam pesan tersebut (decode) yang kemudian ditangkap oleh komunikan
dan diberikan makna sesuai dengan konsep yang dimilikinya (encode).
Berdasarkan pengertian komunikasi sebelumnya, maka dapat ditarik
unsur-unsur pokok dalam proses berkomunikasi sebagai berikut (Ruslan 2006):
1. Source, yaitu individu atau sumber untuk menyampaikan pesan-pesan.
2. Message, suatu gagasan, ide berupa pesan, informasi, pengetahuan, ajakan,
bujukan, atau ungkapan bersifat pendidikan, emosi, dan lain sebagainya
yang akan disampaikan komunikator kepada perorangan atau kelompok
tertentu (komunikan).
3. Channel, berupa media, sarana, atau saluran yang dipergunakan oleh
komunikator dalam mekanisme
penyampaian pesan-pesan kepada
khalayaknya.
4. Effect, suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesan-pesan
tersebut. Dapat berakibat positif maupun negatif bergantung dari
tanggapan, persepsi, dan opini dari hasil komunikasi tersebut.
5
2.2
Komunikasi Organisasi
Menurut Katz dan Robert Kahn (dua ahli psikologi sosial dari Pusat Riset
Survei Universitas Michigan) yang diacu dalam Ruslan (2006), komunikasi
adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna yang merupakan hal utama
dari suatu sistem sosial atau organisasi. Maka dari itu, Ruslan (2006) menegaskan
komunikasi sebagai suatu proses penyampaian informasi dan pengertian dari satu
orang ke orang lain, dan satu-satunya cara mengelola aktivitas dalam suau
organisasi adalah melalui proses komunikasi. Komunikasi organisasi dapat
didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesan di antara unit-unit
komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi (Pace 2005). Adapun
menurut O’Hair (2005),
“organizational communication can be defined as the exchanged of
oral, written, and nonverbal messages among people working to
accomplish common tasks and goals.”
Sedangkan menurut Zelko dan Dance diacu dalam Muhammad (2004),
komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling tergantung dan mencakup
komunikasi internal dan eksternal. Muhammad (2004) menjabarkan bahwa
komunikasi internal adalah komunikasi
dalam organisasi itu sendiri seperti
komunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi dari atasan kepada bawahan,
dan komunikasi kepada sesama karyawan yang sama tingkatnya. Sedangkan
komunikasi eksternal adalah komunikasi yang dilakukan organisasi terhadap
lingkungan luarnya, seperti komunikasi dalam penjualan hasil produksi,
pembuatan iklan, dan hubungan dengan masyarakat umum.
2.3
Komunikasi Internal (Internal Communication)
Lawrence D. Brennan diacu dalam Effendy (2001) mendefinisikan
komunikasi internal sebagai pertukaran gagasan di antara para administrator dan
karyawan dalam suatu perusahaan atau jawatan yang menyebabkan terwujudnya
perusahaan atau jawatan tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas
(organisasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam
perusahaan atau jawatan yang menyebabkan pekerjaan berlangsung. Sedangkan
6
menurut Yulianita (2005), komunikasi internal yaitu komunikasi yang terjadi di
antara orang-orang yang berada dalam suatu perusahaan.
2.3.1
Khalayak Komunikasi Internal
Khalayak komunikasi internal adalah orang-orang yang berada di dalam
atau yang tercakup dalam suatu organisasi, yaitu seluruh karyawan dari staf
sampai dengan karyawan terbawah (Rumanti 2004). Khalayak utama adalah
pekerja yang ada di semua tingkatan, termasuk pihak manajemen dan di semua
lokasi. Kelompok khalayak komunikasi internal (Beard 2004) :
1. Karyawan
a. Manajemen dan supervisor
b. Pekerja pada semua tingkatan
c. Kelompok pensiunan
d. Pekerja sebelumnya atau mantan karyawan
2. Manajemen Perusahaan
a. Eksekutif kepala
b. Manajemen divisi
c. Direktur personalia dan timnya
3. Penasihat Perusahaan
a. Konsultan perekrutan
b. Perusahaan jasa pelatihan
c. Spesialis komunikasi internal
4. Pihak luar yang berpengaruh
a. Serikat dagang
b. Badan-badan professional
c. Keluarga para pekerja
d. Media
5. Sumber tenaga kerja masa depan
a. Individu calon pekerja masa depan
b. Universitas
c. Sekolah dan pendidikan lanjutannya
d. Penasihat karir
7
e. Kantor tenaga kerja pemerintah
2.3.2
Pola-Pola Komunikasi Internal
Pola-pola komunikasi internal yang sering terjadi di organisasi adalah
sebagai berikut (Suranto 2005):
1. Komunikasi antara pihak manajemen organisasi dengan anggota atau
karyawan organisasi tersebut.
Misalnya
komunikasi
antara
pimpinan
dengan
pegawai.
Tujuan
komunikasi dalam konteks ini bisa sangat bervariasi, antara lain sebagai
berikut:
a. untuk mendapatkan umpan balik pegawai,
b. menjalin hubungan baik manajemen dengan karyawan,
c. meningkatkan peran dan kinerja pegawai secara optimal,
d. mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi oleh pegawai,
e. menampung usulan dan aspirasi dari bawah,
f. memantapkan koordinasi, dan
g. internalisasi kebijakan.
2. Komunikasi antara pucuk pimpinan organisasi dengan pegawai-pegawai
kelompok atas.
Misalnya komunikasi antara manajer dengan ketua-ketua divisi, antara
pimpinan organisasi dengan ketua-ketua seksi. Proses komunikasi ini
antara lain bertujuan untuk:
a. menggugah tanggung jawab yang lebih besar,
b. pendelegasian wewenang,
c. memonitor pelaksanaan program,
d. meningkatkan koordinasi, dan
e. sharing pendapat dan informasi.
3. Komunikasi antara sesama pegawai atau sesama anggota lingkungan
organisasi.
Komunikasi antar anggota komunikasi merupakan suatu aktivitas yang
secara dominan mewarnai pola kehidupan suatu organisasi. Proses
komunikasi ini bertujuan untuk:
8
a. berbagi pengalaman dan perasaan,
b. solidaritas dan kerjasama,
c. menserasikan pelaksanaan kerja,
d. menghindati kekembaran (kegandaan) pekerjaan tugas,
e. menggalang kerukunan,
f. membahas cara-cara menanggulangi kendala yang timbul,
g. saling koreksi untuk menghindari kekeliruan, dan
h. membina hubungan harmonis dan kemitraan.
Atau menurut Ruslan (2006), komunikasi internal timbal balik yang
dilaksanakan oleh PR dapat dilakukan melalui beberapa jalur berikut:
a. Komunikasi arus ke bawah (downward communication), yakni dari pihak
perusahaan kepada para karyawannya. Misalnya berupa perintah
pimpinan, instruksi, dan informasi spesifikasi teknis suatu pekerjaan yang
akan diberikan kepada bawahan. Media yang dipergunakan dalam bentuk
komunikasi lisan (perintah dan instruksi), dan tulisan (nota dinas,
peraturan, surat edaran, dan lain-lain).
b. Komunikasi arus ke atas (upward communication), yaitu dari pihak
karyawan ke perusahaan. Misalnya berbentuk pelaksanaan perintah berupa
tulisan dan lisan, atau hasil laporan dari pekerjaan, serta sumbang saran
dari pihak pekerja kepada pimpinan perusahaan. Media komunikasi baik
dalam bentuk lisan maupun tulisan (laporan dan informasi) mengenai
pelaksanaan tugas.
c. Komunikasi sejajar (slydeways communication) yang berlangsung antarkaryawan. Misalnya, informasi mengenai pekerjaan atau menyangkut
kegiatan pendidikan dan pelatihan lainnya, dapat juga mengenai kegiatan
di luar pekerjaan (kedinasan) dalam bentuk olahraga, keagamaan,
kekeluargaan, kesejahteraan, dan aktivitas sosial kepegawaian lainnya.
Biasanya yang dipakai sebagai media komunikasi adalah berupa
pemberitahuan, pengumuman, sampai kepada penggunaan media Humas
(Media of Public Relations), yaitu seperti bulletin, majalah internal dan
newsletter.
9
2.3.3
Arti Penting Komunikasi Internal
Hubungan terpenting dalam organisasi adalah hubungannya dengan
karyawan di semua level. Istilah publik internal dan publik karyawan mengacu
pada baik itu manajer maupun orang-orang yang menjadi bawahan. Publik ini
merupakan sumberdaya terbesar dari organisasi. Koordinasi dan mediasi yang
dibutuhkan untuk menghadapi karyawan dewasa ini telah menempatkan staf PR,
dengan pengetahuan dan keahlian komunikasinya di tengah-tengah pengelolaan
hubungan internal. Dapat dirumuskan bahwa idealnya, hubungan kerja yang
melibatkan komunikasi karyawan dicirikan setidaknya dengan tujuh kondisi
berikut (Cutlip et al 2006):
1. Keyakinan dan kepercayaan antara karyawan dan atasan.
2. Informasi yang jujur dan transparan bebas mengalir ke atas, bawah, dan
samping di dalam organisasi.
3. Status dan partisipasi yang memuaskan untuk setiap orang.
4. Kontinuitas kerja tanpa perselisihan.
5. Lingkungan yang sehat dan aman.
6. Keberhasilan usaha.
7. Optimisme tentang masa depan.
Cutlip et al (2006) juga mengatakan bahwa Opinion Corporation sejak
tahun 1950 telah meneliti opini karyawan tentang komunikasi internal organisasi.
Sebagian besar mengakui kredibilitas organisasi, tetapi kurang dari separuh yang
mengatakan bahwa organisasi memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi, atau
komunikasi ke bawah (manajemen ke karyawan). Juga hanya kurang dari separuh
yang mengatakan bahwa organisasi mau mendengar pendapat mereka, atau
komunikasi ke atas (karyawan ke manajemen).
Adapun pelaksanaan komunikasi internal pada hakikatnya adalah untuk
menjalin hubungan baik di kalangan publik internal, diantara berbagai subsistem
yang ada dalam sebuah organisasi sehingga memungkinkan tercapainya sinergi
kerja. Arti penting komunikasi internal bagi organisasi adalah sebagai berikut
(Suranto 2005):
a. Komunikasi internal merupakan forum strategis bagi manajemen untuk
menyampaikan kebijakan organisasi.
10
b. Melalui komunikasi internal, karyawan memperoleh kesempatan untuk
menyatakan pendapatnya kepada manajemen tentang berbagai hal yang
berhubungan dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya.
c. Komunikasi yang baik dengan karyawan merupakan langkah awal dari
usaha membina hubungan dengan masyarakat sekitar.
d. Komunikasi internal yang dilakukan secara intensif akan mampu
mendorong motivasi dan semangat kerja karyawan.
e. Komunikasi internal menjadi sarana terbentuknya rasa saling percaya
antara karyawan dan manajemen.
2.3.4
Efektivitas Komunikasi Internal
Adapun kaitannya dengan komunikasi internal, Ruslan (2006) menyatakan
bahwa komunikasi hubungan masyarakat internal dapat menjadi komunikasi yang
efektif, apabila:
1. Adanya keterbukaan manajemen perusahaan (open management system)
terhadap para karyawannya.
2. Saling menghormati atau menghargai (mutual appreciation) antara satu
sama lain, baik ia bertindak sebagai pimpinan maupun sebagai bawahan
demi tercapainya tujuan utama perusahaan.
3. Adanya kesadaran atau pengakuan dari pihak perusahaan akan nilai-nilai
dari arti pentingnya suatu komunikasi timbal balik dengan para
karyawannya.
4. Keberadaan seorang Public Relations tidak hanya memiliki keterampilan
(skill) dan berpengalaman sebagai seorang komunikator, mediator, dan
hingga persuader, tetapi juga harus didukung dengan sumber-sumber daya
teknis yang canggih dan sekaligus sebagai media komunikasinya, seperti
kemampuan mengelola dan membuat media komunikasi seperti: House PR
Journal, Internal Magazine, Video and Cassetes Recording, Slide Film
Presentation, Special Events Programmes, dan media pertemuan sebagai
media komunikasi internal.
11
2.3.5
Kultur Organisasional
Kultur Organisasional adalah faktor penting karena memberikan dampak
signifikan pada komunikasi internal. Grunig dalam Cutlip et al (2006)
mendefinisikan kultur organisasi itu sendiri sebagai keseluruhan nilai, simbol,
makna, keyakinan, asumsi, dan ekspektasi yang dianut bersama yang
mengorganisir dan mengintegrasikan sekelompok orang yang bekerja sama.
Kultur organisasi seringkali merupakan hal yang membedakan satu
organisasi dengan organisasi lain, yang mendefinisikan nilai dan norma yang
dipakai oleh pembuat keputusan di organisasi. Dalam hal ini, kultur organisasi
sangat mempengaruhi bagaimana perilaku didefinisikan dalam organisasi
meskipun seringkali tidak dibicarakan. Adapun menurut Cutlip et al (2006), kultur
organisasi termasuk ke dalam pendefinisian siapa yang mempunyai kekuasaan dan
bagaimana mereka menggunakan kekuasaan tersebut.
2.4
Media Komunikasi Internal
2.4.1 Arti dan Fungsi Media Komunikasi Internal
Kegiatan komunikasi sosial oleh perusahaan dapat diselenggarakan
melalui berbagai level dan media. Media atau saluran komunikasi dalam hal ini
diharapkan dapat menginformasikan langkah organisasi dalam mencapai tujuan
dan dalam banyak hal, pemenuhan kepentingan antara perusahaan dan karyawan
dapat berlangsung lewat media komunikasi. Di sini, penulis mengartikan bahwa
media internal merupakan bagian dari media komunikasi di dalam perusahaan
yang ditujukan kepada publik internal perusahaan dan berisi mengenai berbagai
informasi perusahaan. Adapun Suranto (2005) menjabarkan bahwa media
komunikasi internal adalah semua sarana penyampaian dan penerimaan informasi
di kalangan publik internal perusahaan dan biasanya bersifat non-komersial.
Maka dari itu, Effendy (1993) menambahkan bahwa media internal
diterbitkan untuk keperluan organisasi, terutama karyawan yang sehari-harinya
bekerja dalam lingkungan organisasi. Selain itu, Ruslan (2003) mendefinisikan
media korporasi atau yang biasa disebut dengan media komunikasi internal adalah
media yang digunakan untuk mengkomunikasikan suatu informasi kepada
pendengar atau pembaca (audience) baik cetak ataupun elektronik. Media
12
korporasi atau organisasi itu sendiri secara lebih luwes dapat membantu pihak
manajemen korporasi atau pengurus suatu organisasi untuk menanamkan,
memelihara, dan memperkenalkan perubahan yang berkaitan dengan budaya
korporasi atau organisasi dalam cara yang lebih sesuai dan pada kesempatan yang
lebih tepat (Siregar dan Pasaribu 2000). Jadi penulis berkesimpulan bahwa
mengkomunikasikan langkah organisasi atau perusahaan melalui media
komunikasi internal dapat menumbuhkan komunikasi yang dialogis antara publik
internal sekaligus menambahkan budaya organisasi.
2.4.2
Bentuk Media Komunikasi Internal
Komunikasi dalam organisasi terjadi dalam bentuk komunikasi lisan dan
tertulis. Cutlip et al (2006) menyatakan bahwa semua bentuk komunikasi dan
media yang digunakan adalah tanggung jawab bagian hubungan internal, yang
terdiri dari:
1. Publikasi karyawan
Publikasi cetak masih menjadi media utama untuk komunikasi internal di
kebanyakan organisasi, meskipun telah banyak berkembang teknologi
komunikasi baru. Tujuan publikasi ini umumnya adalah:
a. menjaga karyawan tetap mendapat informasi strategi dan tujuan
organisasi,
b. memberikan informasi yang dibutuhkan karyawan untuk menjalankan
tugas mereka dengan baik,
c. mendorong karyawan untuk memelihara dan memperkuat standar
organisasi dan komitmen pada peningkatan kualitas, meningkatkan
efisiensi, meningkatkan pelayanan, dan tanggung jawab sosial yang
besar,
d. mengaku prestasi dan kesuksesan karyawan, dan
e. menciptakan peluang komunikasi dua arah dengan meminta umpan
balik, pertanyaan, dan perhatian karyawan.
2. Newsletter
Newsletter cetak masih merupakan alat utama komunikasi karyawan,
meskipun kita sudah memasuki abad komputer dan intranet. Newsletter
13
adalah bentuk paling umum dari publikasi periodik. Karena sudah ada
teknologi desktop publishing yang mudah dan murah, newsletter relatif
murah, mudah, dan cepat untuk diproduksi. Akibatnya, kebanyakan
organisasi mengandalkan newsletter untuk mengkomunikasikan berita
secara tepat waktu dan sesuai sasaran.
3. Surat
Surat tradisional masih tetap merupakan tulang punggung komunikasi
organisasi internal, meskipun sekarang e-mail mulai mendominasi.
4. Sisipan dan lampiran
Sisipan adalah medium yang berharga untuk menarik dukungan konstituen
dan menyampaikan pengumuman dan kabar penting.
5. Publikasi pidato, position paper, dan backgrounders
Publikasi pidat, paper position, dan backgrounders juga membantu
karyawan memahami pendekatan baru dengan cepat dan mungkin
mencegah
mereka
untuk
menggunakan
pendekatan
lama
guna
memecahkan problem atau isu.
6. Bulletin board dan pengumuman elektronik
Bulletin board merupakan ruang fisik yang menampilkan pengumuman
tradisional dan pengumuman elektronik. Bulletin board menawarkan
tempat publik yang bagus untuk memberikan informasi dengan pesan
singkat dan memberikan akses yang cepat untuk membuat pengumuman
dan melawan rumor dari sumber internal dan eksternal.
Lebih lanjut, Smith & Mounter (2008) dalam bukunya Effective Internal
Communication menambahkan the channels dan vehicles untuk komunikasi
internal, sebagai berikut:
1. Face to face – one to one
2. Face to face – en masse
3. Print (Media Cetak)
4. Broadcast dan Audio-visual
5. Internet driven
6. Corporate glue – games, etc
14
7. Events
Kemudian untuk media komunikasi komunikasi internal yang digunakan
sebuah perusahaan terdiri dari lima model berikut (Ruslan 2006):
1. The Sales Bulletin
Merupakan bentuk media komunikasi regular antara manajer penjualan
dengan salesman yang bekerja di lapangan, dan biasanya diterbitkan secara
mingguan.
2. The Newsletter
Merupakan media informasi atau siaran berita yang singkat, ditujukan
kepada para pembaca yang sibuk atau tidak memiliki waktu yang banyak
untuk membaca berita terlalu panjang dan rinci.
3. The Magazine
Suatu bentuk majalah yang berisikan tulisan feature, artikel, gambargambar, dan biasanya diterbitkan berkala secara bulanan atau triwulan.
4. The Tabloid Newspaper
Yaitu media yang mirip dengan surat kabar popular dan berisikan beritaberita pokok, artikel popular yang pendek dan dilengkapi dengan gambar
atau ilustrasi yang menarik pembaca. Biasanya diterbitkan berkala secara
mingguan, bulanan, atau dwibulanan.
5. The Wall Newspaper
Merupakan bentuk media yang sering dipergunakan sebagai media
komunikasi internal antara karyawan di perusahaan besar, pabrik, pusat
pertokoan, dan lain-lain.
2.5
Konsep Efektivitas
Definisi efektivitas secara umum menurut Hardjana (2000) adalah
mengerjakan hal-hal yang benar, membawa hasil, menangani tantangan masa
depan, meningkatkan keuntungan atau laba, dan mengoptimalkan penggunaan
sumber daya. Lebih lanjut, efektivitas media internal akan didefinisikan
berdasarkan fator-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan jasa, sebagai
berikut (Zeithaml, Berry, & Parasuraman diacu dalam Ruslan 2006):
15
a. Reliability
Yaitu keandalan, mencakup kinerja (performance) dan kemampuan untuk
dipercaya (dependability), serta dapat memenuhi janji yang ditawarkan
dalam memberikan pelayanan.
b. Responsiveness
Kesigapan dalam merespon dan memberikan pelayanan jasa yang
dibutuhkan oleh pelanggannya.
c. Competence
Memiliki keterampilan dan pengetahuan yang baik tentang produk jasa
yang ditawarkan kepada pelanggan.
d. Access
Kemudahan untuk menghubungi dan dijumpai, seperti lokasi, fasilitas, dan
informasi produk layanan jasa mudah diakses pelanggan.
e. Courtesy
Memiliki sikap sopan santun, respek, perhatian, keramahan dari pihak
pemberi jasa layanan dalam kontak personal, melalui operator telepon,
resepsionis, costumer service, dan costumer relations.
f. Communication
Media komunikasi yang dipergunakan selain dapat memudahkan
penyampaian pesan-pesan, informasi, dan mudah dipahami, serta penuh
perhatian untuk mendengar atau keluhan yang disampaikan oleh
pelanggannya.
g. Credibility
Kepercayaan yang dibangun itu berawal dari sifat jujur dan dapat diterima,
biasanya mencakup citra, nama dan reputasi yang baik dari pihak
perusahaan atau costumer service dalam berinteraksi dengan para
pelanggannya.
h. Security
Menciptakan rasa aman dan nyaman dari suatu resiko atau keragu-raguan,
yaitu berkaitan dengan keamanan secara fisik (physical safety), keuangan
(financial security), dan kerahasiaan terjamin (confidential).
16
i. Understanding or Knowing
Berupaya memahami kebutuhan atau keinginan para pelanggannya.
j. Tangibles
Wujud fisik yang ditampilkan, sosok gedung, ruangan, fasilitas dan sarana
parker serta peralatan penunjang lainnya untuk memberikan pelayanan
jasa yang memadai, aman dan nyaman.
Selanjutnya, Kotler (2000) diacu dalam Ruslan (2006) mengelompokkan
dimensi layanan di atas menjadi 5 (lima) dimensi utama sebagai penentu kualitas
layanan jasa:
1. Reliability, yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai
dengan janji yang ditawarkan.
2. Responsiveness, respon atau kesigapan dalam membantu pelanggan
dengan memberikan layanan cepat, tepat, dan tanggap serta mampu
menangani keluhan para pelanggan secara baik.
3. Assurance, kemampuan karyawan tentang pengetahuan dan informasi
suatu produk yang ditawarkan dengan baik, keramah-tamahan, perhatian,
dan kesopanan dalam memberikan jaminan pelayanan yang terbaik.
Dimensi jaminan ini terdapat unsur-unsur, sebagai berikut:
a. Competence (kompetensi), keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki
costumer service dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b. Courtesy (kesopanan), keramahtamahan, perhatian, dan sikap yang
sopan.
c. Credibility (kredibilitas), berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan,
reputasi, prestasi yang positif dari pihak yang memberikan layanan.
4. Empathy, merupakan perhatian secara individual yang diberikan kepada
pelanggan dan berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan, serta
mampu menangani keluhan pelanggan secara baik dan tepat. Dimensi
empathy ini terdapat unsur-unsur lainnya yang terkait, yaitu sebagai
berikut:
a. Access (akses), kemudahan memanfaatkan dan memperoleh layanan
jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.
17
b. Communication (komunikasi), kemampuan dalam berkomunikasi untuk
penyampaian pesan, dan informasi kepada pelanggannya.
c. Understanding (pemahaman), kemampuan untuk mengetahui dan
memahami kebutuhan dan keinginan serta mampu menangani keluhan
para pelanggannya.
5. Tangibles, kenyataan yang berhubungan dengan penampilan fisik gedung,
ruang office lobby atau front office yang representative, tersedia tempat
parkir yang layak, kebersihan, kerapihan, aman, dan kenyamanan di
lingkungan perusahaan dipelihara secara baik.
2.6
Kerangka Pemikiran
PT Djarum mempunyai dua divisi yang berperan dan berfungsi langsung
sebagai Public Relations perusahaan. Adapun divisi tersebut terdiri dari Public
Affairs dan Corporate Communication. Corporate Communication merupakan
divisi yang berpusat di Jakarta dan berfungsi untuk membangun hubungan dengan
media, pembuatan press release, pembuatan brosur CSR (Corporate Social
Responsibility) PT Djarum, membuat media internal perusahaan berupa majalah
internal yang bernama “Warta Keluarga Djarum” yang terbit setiap tiga bulan
sekali, serta membina hubungan baik internal maupun eksternal. Adapun
kaitannya dengan proses diadakannya majalah internal “Warta Keluarga Djarum”,
tujuan dari Corporate Communication dijadikan patokan atau basis dalam
pembuatan majalah. Kerangka pemikiran efektivitas majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” sebagai berikut.
18
Divisi Corporate Communication
PT Djarum
Publik Internal
Majalah Internal
“Warta Keluarga Djarum”
Efektivitas “Warta Keluarga Djarum”
sebagai wahana komunikasi internal
perusahaan kepada karyawan
Publik Eksternal
Tujuan Corporate
Communication:
1. Meningkatkan
awareness
karyawan terhadap informasi
perusahaan
2. Meningkatkan
pemahaman
karyawan terhadap informasi
perusahaan
3. Menumbuhkan
rasa
satu
keluarga sebagai karyawan 1.
2.
3.
4.
5.
Indikator:
Reliability
Assurance
Responsiveness
Empathy
Tangibles
Gambar 1 Kerangka pemikiran
Keterangan:
: hubungan
: cakupan penelitian
Adapun hipotesis pengarah dari kerangka penelitian ini yaitu majalah
“Warta Keluarga Djarum” adalah media komunikasi internal yang efektif dalam
memenuhi tujuan Divisi Corporate Communication PT Djarum.
19
2.7
Definisi Konseptual
1. Corporate Communication merupakan salahsatu divisi kerja dari PT
Djarum yang mempunyai fungsi sama dengan Public Relations. Beberapa
fungsi dari Corporate Communication diantaranya: membangun hubungan
dengan media, pembuatan press release, pembuatan brosur CSR PT
Djarum, dan membuat media internal perusahaan.
2. Publik Eksternal merupakan pihak-pihak yang berada di luar kendali
perusahaan.
3. Publik
Internal
adalah
publik
yang
menjadi
bagian
dari
unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. Lebih jelasnya, publik
internal terdiri dari seluruh karyawan dan jajaran manajerial dalam
perusahaan.
4. Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum” merupakan media internal
yang dicetak oleh Divisi Corporate Communications sebagai sebuah
saluran komunikasi yang bertugas menyebarkan informasi, pertukaran
pengetahuan, dan mendorong terjadinya internalisasi budaya perusahaan
pada seluruh karyawan.
6. Tujuan Divisi Corporate Communication merupakan sasaran atau hasil
akhir
yang
diinginkan
oleh
Corporate
Communication
dalam
melaksanakan program kerja di PT Djarum.
7. Indikator merupakan alat ukur yang menguji keefektivitasan dari majalah
internal “Warta Keluarga Djarum”.
8. Efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai saluran
komunikasi kepada karyawan PT Djarum berarti seberapa jauh majalah
internal “Warta Keluarga Djarum” mencapai sasaran komunikasi
berdasarkan indikator reliability, access, communication, understanding,
dan tangibles yang telah ditentukan.
2.8
Definisi Operasional
1. Karyawan dalam penelitian ini merupakan orang yang bekerja di PT
Djarum, yang terdiri dari manajer, staff, dan karyawan non-staff.
20
2. Reliability merupakan salahsatu indikator pengujian efektivitas yang
mencakup performance dan kemampuan untuk memberikan pelayanan
kepada karyawan. Penilaian terhadap kuesioner pada indikator ini
dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang membandingkan antara
nilai harapan dan kenyataan terhadap reliability Majalah “Warta Keluarga
Djarum”, dengan pilihan dibuat berjenjang mulai dari paling rendah
sampai paling tinggi. Pilihan tersebut diantaranya sangat tidak setuju,
tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju. Adapun perhitungan skor
nilai diatur sebagai berikut:
1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi
3. Assurance merupakan alat ukur uji efektivitas Majalah “Warta Keluarga
Djarum” yang berarti kemampuan yang terdiri dari unsur-unsur
kompetensi dan kredibilitas. Penilaian terhadap kuesioner pada indikator
ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang membandingkan
antara nilai harapan dan kenyataan terhadap assurance Majalah “Warta
Keluarga Djarum”, dengan pilihan dibuat berjenjang mulai dari paling
rendah sampai paling tinggi. Pilihan tersebut diantaranya sangat tidak
setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju. Adapun perhitungan
skor nilai diatur sebagai berikut:
1= sangat rendah 2 = rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi
4. Responsiveness adalah alat ukur untuk pengujian efektivitas Majalah
“Warta Keluarga Djarum” yang berarti kemampuan merespon atau
kesigapan dalam membantu pembaca dengan memberikan layanan cepat.
Penilaian terhadap kuesioner pada indikator ini dilakukan dengan
menggunakan skala Likert yang membandingkan antara nilai harapan dan
nilai kenyataan terhadap indikator responsiveness Majalah “Warta
Keluarga Djarum”, dengan pilihan dibuat berjenjang mulai dari paling
rendah sampai paling tinggi. Pilihan tersebut diantaranya sangat tidak
setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju. Adapun perhitungan
skor nilai diatur sebagai berikut:
1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi
21
5. Empathy juga merupakan alat ukur uji efektivitas untuk Majalah “Warta
Keluarga Djarum” yang berarti kemampuan “Warta Keluarga Djarum”
yang terdiri dari unsur akses, komunikasi, dan pemahaman. Penilaian
terhadap kuesioner pada indikator ini dilakukan dengan menggunakan
skala Likert yang membandingkan antara nilai harapan dan kenyataan
terhadap indikator empathy Majalah “Warta Keluarga Djarum”, dengan
pilihan dibuat berjenjang mulai dari paling rendah sampai paling tinggi.
Pilihan tersebut diantaranya sangat tidak setuju, tidak setuju, netral,
setuju, dan sangat setuju. Adapun perhitungan skor nilai diatur sebagai
berikut:
1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi
6. Tangibles adalah alat ukur uji efektivitas Majalah “Warta Keluarga
Djarum” berupa wujud fisik yang ditampilkan sehingga memberikan
pelayanan yang memadai, aman, dan nyaman. Adapun penilaian terhadap
kuesioner pada indikator ini dilakukan dengan menggunakan skala Likert
yang membandingkan antara nilai harapan dan kenyataan terhadap
tangibles Majalah “Warta Keluarga Djarum”, dengan pilihan dibuat
berjenjang mulai dari paling rendah sampai paling tinggi. Pilihan tersebut
diantaranya sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat
setuju. Adapun perhitungan skor nilai diatur sebagai berikut:
1 = sangat rendah 2 = rendah 3 = sedang 4 = tinggi 5 = sangat tinggi
22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di tiga kantor PT Djarum, yaitu di Kantor HQ
(Head Quarter) PT Djarum yang bertempat di Jalan KS Tubun 2C/57 Jakarta
Barat, lalu di Kantor RSO (Regional Sales Officer) Jakarta PT Djarum di Jalan
KS Tubun 2C/11 Jakarta Barat, serta di Kantor DSO (District Sales Officer)
Bogor PT Djarum yang bertempat di Jalan Raya Sukabumi KM 1,5 Ciawi Bogor.
Adapun ketiga kantor ini dipilih secara sengaja (purposive) sebagai tempat
penelitian. Waktu penelitian ini adalah selama sekitar satu bulan yaitu pada bulan
Agustus-September 2010.
3.2
Penetapan Populasi dan Responden Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah semua manajer, staff, dan karyawan
non-staff yang bertempat di kantor HQ (Head Quarter) PT Djarum, kantor RSO
(Regional Sales Officer) Jakarta PT Djarum, dan kantor DSO (District Sales
Officer) Bogor. Ketiga kantor tersebut merupakan satu perusahaan yang dipimpin
oleh pimpinan yang sama, yaitu berinduk di Kantor HQ PT Djarum. Pengambilan
sampel dilakukan dengan menggunakan metode Sampel Random Sederhana
(Simple Random Sampling) dengan mengambil setiap unit penelitian atau satuan
elementer dari populasi sehingga unit tersebut mempunyai kesempatan atau
peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Hal ini dilakukan karena semua
karyawan/populasi yang membaca Majalah “Warta Keluarga Djarum” dianggap
homogen. Adapun populasi dalam penelitian ini diperoleh 420 orang karyawan
dari tiga lokasi kantor (Kantor HQ, RSO Jakarta, dan DSO Bogor PT Djarum).
Sampel akan ditentukan berdasarkan rumus Slovin, sebagai berikut:
n=
Keterangan:
n
: jumlah sampel
23
N
: jumlah populasi
E
: nilai kritis (batas ketelitian) yang digunakan (10%)
Jadi sampel yang diambil berdasarkan rumus Slovin adalah sebanyak 81 orang
yag terdiri dari 30 orang karyawan dari Kantor HQ PT Djarum, 30 orang
karyawan dari Kantor RSO Jakarta PT Djarum, dan 21 orang karyawan dari
Kantor DSO Bogor PT Djarum. Pengambilan jumlah sampel di setiap kantor ini
didasarkan pada banyaknya jumlah populasi karyawan di setiap kantor tersebut.
Sehingga, Kantor DSO Bogor PT Djarum yang memiliki jumlah karyawan paling
sedikit di antara kantor lainnya juga memiliki jumlah sampel yang paling sedikit.
3.3
Teknik dan Pengumpulan Data
Metode penelitian yang digunakan berupa metode penelitian kuantitatif
yang didukung oleh data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan
adalah berupa:
1. Kuesioner, yang ditujukan kepada karyawan PT Djarum yang bekerja di
Kantor HQ, Kantor RSO Jakarta, dan Kantor DSO Bogor.
2. Wawancara mendalam (indepth interview), dilakukan dengan beberapa
pihak terkait dari PT Djarum.
3. Analisis dokumen dari instansi terkait maupun dari berbagai literatur.
Melalui kombinasi metode-metode tersebut di atas, diharapkan pengumpulan data
dapat saling melengkapi sehingga realitas yang ingin dilihat menjadi lebih valid.
Adapun data yang didapatkan dalam penelitian ini bersumber dari dua
data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari data hasil
kuesioner yang ditujukan kepada karyawan PT Djarum dan data sekunder akan
diperoleh melalui sumber-sumber company profile dan beberapa data dari
perusahaan.
3.4
Analisis Data
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan alasan untuk menggambarkan
secara jelas dan mendalam efektivitas majalah secara jelas melalui ekspresi dari
24
harapan dan kenyataan para karyawan. Menurut Nazir (2003), analisis deskriptif
merupakan suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek,
suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran amupun suatu kelas peristiwa pada masa
sekarang. Tujuan dari analisis deskriptif adalah untuk membuat deskripsi,
gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data yang dianalisis secara
deskriptif pada penelitian ini adalah data mengenai demografis karyawan dan
semua indikator efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum”. Analisis
deskriptif dilakukan dengan menggunakan software Microsoft Excel 2007 for
Windows dan tabel frekuensi untuk mengelompokkan data berdasarkan jawaban
yang sama, kemudian dipersentasekan berdasarkan jumlah responden. Persentase
yang terbesar merupakan faktor yang dominan dari masing-masing variabel yang
diteliti.
Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis
tingkat kepuasan konsumen dengan cara membandingkan kesesuaian antara
tingkat kepentingan dengan tingkat kinerja suatu atribut yang dimiliki oleh produk
dengan merek tertentu (Suprianto 2001). Pada penelitian ini, tingkat kepentingan
yang dimaksud adalah tingkat harapan yang berarti seberapa besar harapan
karyawan terhadap kinerja atribut. Sedangkan tingkat kinerja/kenyataan berarti
aktual atribut yang dirasakan oleh karyawan atau kinerja yang erat kaitannya
dengan penilaian karyawan terhadap atribut pada kenyataannya. Terdapat dua
variabel yang digunakan yaitu diwakili X (tingkat kinerja/kenyataan) dan Y
(tingkat kepentingan/harapan). Total penilaian tingkat kepentingan masing-masing
atribut diperoleh dengan cara menjumlahkan hasil perkalian skor masing-masing
skala dengan jumlah responden yang memilih pada skala tersebut. Interpretasi
suatu
atribut
dinilai
oleh
keseluruhan
responden
menurut
tingkat
kepentingan/harapan dan tingkat kinerja/kenyataan yang membutuhkan rentang
skala. Rentang skala yang digunakan adalah skala ordinal yang terdiri atas lima
kelas berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Pembagian kelas untuk
tingkat kepentingan/harapan, yaitu 1 = sangat tidak setuju; 2 = tidak setuju; 3
=netral; 4 = setuju; 5 = sangat setuju. Pembagian kelas untuk tingkat
25
kinerja/kenyataan juga terdiri atas lima kelas, yaitu 1 = sangat tidak setuju; 2 =
tidak setuju; 3 =netral; 4 = setuju; 5 = sangat setuju.
Skor penilaian tingkat kepentingan/harapan konsumen dan tingkat
kinerja/kenyataan atribut dirata-rata dan diformulasikan ke dalam matriks yang
telah dimodifikasi dengan bantuan software Minitab 14.0 dan Microsoft Excel
2007 for Windows. Masing-masing atribut diposisikan dalam diagram, dimana
skor rata-rata penilaian terhadap tingkat kinerja pada atribut ke-i ( Xi ) yang
menunjukkan posisi suatu atribut pada sumbu X, sementara posisi atribut pada
sumbu Y ditunjukkan oleh skor rata-rata tingkat kepentingan karyawan terhadap
atribut ke-i ( Y i ), dengan rumus sebagai berikut:
Xi =
∑ Xij
n
Yi =
∑ Yij
n
Keterangan:
Xi = Rata-rata skor penilaian tingkat kinerja oleh responden terhadap atribut ke-i
Y i = Rata-rata skor penilaian kepentingan responden terhadap atribut ke-i
n = Jumlah responden Diagram Kartesius atau Matriks yang digunakan adalah suatu bangun yang
dibagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh dua buah garis yang berpotongan
tegak lurus pada titik ( X , Y ) dan telah dimodifikasi (Gambar 2).
Rumusnya adalah sebagai berikut:
n
X =
∑
i =1
K
n
Xi
Y =
∑
i =1
Yi
K
Keterangan:
X
= Rata-rata dari rata-rata skor tingkat kinerja dari seluruh atribut
(dikategorikan sebagai tidak puas pada atribut ke-i jika Xi > X )
26
Y
= Rata-rata dari rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh atribut
(dikategorikan tinggi tingkat kepentingan terhadap atribut ke-i
jika Y i > Y )
K
= Jumlah atribut
Y (Tingkat Kepentingan/Harapan)
I. Prioritas Utama
II. Pertahankan
III. Prioritas Rendah
IV. Berlebihan
X (Tingkat Kinerja/Kenyataan)
Gambar 2 Diagram kartesius tingkat kepentingan/harapan dan tingkat
kinerja/kenyataan
Setiap atribut yang berada pada masing-masing kuadran memiliki arti
tersendiri yang berpengaruh terhadap strategi untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan jasa (yaitu karyawan).
Kuadran I. (Prioritas Utama)
Kuadran I memuat atribut yang dinilai penting oleh karyawan namun
pelaksanaan atau kinerja atribut masih rendah. Tingkat kepuasan karyawan masih
rendah sehingga perusahaan perlu meningkatkan kinerja dari atribut produk.
Atribut produk pada kuadran I memiliki prioritas utama untuk diperbaiki
kinerjanya oleh perusahaan.
27
Kuadran II. (Pertahankan Prestasi)
Kuadran II memuat atribut yang dinilai penting dan kinerja atribut sesuai
dengan yang dirasakan karyawan. Tingkat kepuasan relatif tinggi dan perusahaan
perlu mempertahankan atribut yang berada pada kuadran II ini.
Kuadran III. (Prioritas Rendah)
Kuadran III memuat atribut yang kurang penting dengan pelaksanaan yang
tidak terlalu baik. Peningkatan kinerja atribut perlu diperhatikan kembali karena
pengaruhnya yang tidak terlalu besar terhadap kepuasan karyawan. Atribut yang
terdapat pada kuadran III memiliki prioritas rendah untuk diperbaiki kinerjanya
oleh perusahaan namun atribut pada kuadran III juga perlu diperhatikan dan
dikelola karena ketidakpuasan karyawan seringkali berawal dari kuadran III.
Kuadran IV. (Berlebihan)
Kuadran IV memuat atribut yang dianggap penting dan kinerjanya dinilai
berlebihan. Atribut yang ada pada kuadran ini dapat dipertahankan sebagai
antisipasi terhadap perubahan karyawan di masa yang akan datang. Selain itu,
kinerja atribut yang berada di kuadran ini dapat dikurangi sehingga perusahaan
dapat menghemat biaya.
28
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
4.1
Profil PT Djarum1
4.1.1
Sejarah PT Djarum
Sejarah PT Djarum bermula dari Oei Wie Gwan yang sebelum memiliki
Djarum telah berusaha dalam bidang pembuatan mercon Merk Leo. Waktu itu ia
mempunyai hubungan dengan para pejuang pada masa kemerdekaan, sehingga
tumbuh gagasan membuat rokok untuk konsumsi militer.
Oei Wie Gwan adalah pebisnis yang berasal dari Rembang. Ia mulai
mengembangkan bisnisnya yang masih terbilang kecil dan banyak terjun ke
lapangan, mulai dari meramu tembakau, saus sampai ke pemasaran. Pada tanggal
21 April 1951, perusahaan rokok Djarum didirikan berbentuk badan hukum
sebagai perusahaan perseorangan. Produk yang dihasilkan pun hanya terdiri dari
empat merk. yaitu Djarum, Merata, Kotak Ajaib dan Kembang Tanjung yang
semuanya merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di tahun 1955, perusahaan
mulai memperluas usahanya dengan menambah dua lokasi produksi yang
menghasilkan produk Djarum lainnya, yaitu rokok klobot. Adapun pada tahun
1962, terjadi perluasan usaha lagi dengan menambah satu lokasi produksi
sehingga produksinya telah mencapai 329 juta batang per tahun.
Perkembangan ini sempat mengalami hambatan. Pada tahun 1963, setelah
terjadi perluasan satu lokasi produksi lagi, pabrik terbakar habis dan tahun itu pula
Oie Wie Gwan meninggal dunia di Semarang tanpa sempat mengetahui pabriknya
telah terbakar dan yang tertinggal hanya di satu lokasi, yaitu di Kliwon,
Kabupaten Kudus. Akhirnya seluruh kegiatan dipindahkan ke sana dan tiga tahun
kemudian kegiatan produksi dipusatkan di Jetak dan Gribig, Kabupaten Kudus.
Pengggunaan nama Djarum bukan diberikan oleh Oie Wie Gwan,
melainkan sudah melekat pada pabrik yang telah dibelinya. Djarum yang
dimaksudkan disini adalah djarum pada gramophone pemutar piringan hitam
model kuno. Lalu dibawah nahkoda dua saudara Bambang dan Budi Hartono,
1
Company Profile PT Djarum, 2010. 29
terjadi perkembangan usaha mulai tahun 1963. Bersama karyawan-karyawan setia
Djarum, mereka membangun sisa-sisa kebakaran hingga mampu melewati masamasa genting di tahun 1965-1966. Pada tahun 1967, dilakukan perluasan produk
sekaligus dilakukan konsolidasi pertama, yaitu dengan masuknya Ir. Julius
Hadinata ke Djarum. Sebagai lulusan Belanda, Julius banyak melakukan
pembenahan. Mulai ada pembagian tugas yang jelas, mesin-mesin dengan
teknologi baru yang didatangkan dari Inggris dan Jerman Barat terutama untuk
pengolahan tembakau serta pengangkatan beberapa manajer profesional. Pada
tahun itu pula produksi melonjak tiga kali lipat (dilihat dari tahun 1965). Pada
tahun 1968, bersama dengan perluasan dua lokasi produksi diperkenalkan produk
baru dengan nama Admiral dan VIP Biru. Melalui gebrakan pertama tersebut,
total produksi yang berhasil terjual adalah sekitar tiga miliar batang.
Dua tahun kemudian muncul beberapa merk produk baru seperti VIP
President, VIP International, VIP Agung, VIP Diplomat, VIP Sultan, Granat dan
Nahkoda. Pada tahun 1973, Djarum mulai ambil bagian dalam kegiatan ekspor,
antara lain ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, Singapura dan Malaysia.
Pada tahun 1976, mulai terdapat perubahan selera konsumen dengan
kegemaran masyarakat akan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Djarum pun
mengantisipasi perubahan selera konsumen tersebut dengan meluncurkan produk
Djarum Filter Special, Djarum Filter Deluxe, Djarum Filter King Size. Dua tahun
kemudian disusul dengan peluncuran Djarum Super yaitu rokok kretek filter yang
populer hingga saat ini. Pesatnya permintaan konsumen terhadap produk-produk
Djarum memacu peningkatan proses mekanisasi seiring dengan peningkatan
produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT). Kini produk SKM dan SKT Djarum telah
menjadi salahsatu pemasok pangsa pasar rokok terbesar di Indonesia. Kesuksesan
tersebut membuat Djarum melakukan langkah-langkah pengembangan, seperti
peningkatan produksi, kinerja perusahaan dan inovasi produk untuk menjadi yang
terbaik dalam industri rokok. Pada tahun 1983, Djarum berubah menjadi PT
(Perseroan Terbatas).
30
4.1.2
Tujuan dan Komitmen Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah dwi tunggal artinya selain mencari keuntungan
juga memberi keuntungan. Hal ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisahkan. Adapun sebagai bentuk komitmen, PT Djarum selalu terdorong untuk
memenuhi kebutuhan selera konsumen secara global yang selalu dinamis. Hal ini
berarti PT Djarum selalu konsisten dalam menyediakan produk yang berkualitas,
selera konsumen ke depan, dan inovasi produk yang berkelanjutan dalam rangka
memberikan racikan dan rasa yang unik. PT Djarum percaya bahwa sesuatu hal
yang telah dilakukan dengan kemampuan yang tepat dapat membawa sukses
perusahaan.
4.1.3
Nilai Inti Budaya Perusahaan
PT Djarum memiliki nilai inti budaya perusahaan yang terdiri dari lima
hal, yaitu:
1. Fokus kepada pelanggan
Mendengarkan pelanggan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan
cara terbaik yang dapat dilakukan.
2. Profesionalisme
Profesionalisme merupakan suatu sikap dan bukan hanya suatu perangkat
kemampuan. Seorang profesional adalah orang yang bekerja dengan sikap
yang baik dan melakukannya dengan cara yang terbaik dan juga memiliki
perhatian yang serius.
3. Organisasi yang terus belajar
Organisasi yang belajar dari karyawan internal, pelanggan eksternal serta
lingkungan sekitarnya secara terus menerus. Belajar adalah kepentingan
seluruh jenjang. Dilandasi sikap keterbukaan dan saling percaya sehingga
orang berani melakukan perubahan dan percobaan tanpa merasa terancam
4. Satu keluarga
Suatu himpunan orang yang mempunyai pertalian khas dan mau hidup
bersama dengan tata cara yang disepakati bersama untuk mencapai satu
tujuan.
31
5. Tanggungjawab sosial
Tanggungjawab sosial adalah peka dan peduli terhadap kepentingan
masyarakat dan lingkungan dalam kehidupan berbisnis.
4.1.4 Proses Produksi
Berdasarkan teknik produksinya, PT Djarum mengenalkan dua macam
jenis rokok, yaitu Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
SKT adalah rokok tidak berfilter yang dibuat dengan menggunakan tenaga
manusia mulai dari pembentukan sampai batangan dan pengepakan. Produk yang
menggunakan SKT antara lain Djarum 76 dan Djarum Coklat. Sedangkan SKM
adalah rokok berfilter yang dibuat dengan menggunakan tenaga mesin dari proses
awal sampai akhir. SKM menghasilkan produk rokok seperti Djarum Super, LA
Lights, Djarum Black dan Mezzo.
Salahsatu bahan terpenting dalam pembuatan rokok adalah tembakau
(nicotiana tabacum L). Berbagai cara untuk menikmati tembakau antara lain
dengan dikulum (chewing tobacco), dihirup tembakaunya (snuffing tobacco),
dihisap dengan dilinting (roll your own tobacco), dihisap dengan pipa (pipe
tobacco), dihisap asapnya yang telah melewati air (water pipe tobacco) dan
salahsatu cara yang paling terkenal sampai saat ini adalah dihisap sebagai rokok
(smoking cigarette). Smoking cigarette memiliki berbagai variasi bentuk dan rasa
sesuai selera sekelompok orang tertentu. Adapun para perokok di Asia menyukai
virginia atau oriental blend, bangsa Amerika menyukai American blend, bangsa
India menghisap bidis dan bagi bangsa Indonesia terkenal dengan sebutan rokok
kretek. Penentuan grade tembakau dilakukan biasanya berdasarkan pengamatan
elemen-elemen kualitas dan mengacu pada posisi daun tembakau. Adapun posisi
tersebut adalah:
1. Pucuk (tips)
2. Atas (upper leaf)
3. Tengah (middle leaf)
4. Bawah (lower leaf)
5. Samparan (sand leaf)
32
Selain menggunakan material tembakau, produksi rokok kretek juga
memerlukan material cengkeh sebagai bahan bakunya.
Penggunaan cengkeh
(Syzigium aromaticum L) telah dikenal lebih dari 2000 tahun yang lalu sebagai
rempah-rempah, obat dan bahan dasar untuk rokok kretek, serta dalam industri
parfum dan pembuatan kandi. Lebih dari separuh hasil cengkeh di Indonesia
digunakan untuk kebutuhan bahan baku rokok kretek. Bahan dasar rokok kretek
lainnya adalah cigarette paper (kertas tipis pembungkus rokok) dan saus yang
sudah diformulasikan untuk dicampurkan kedalam campuran tembakau dan
cengkeh. Adapun bahan untuk saus atau ‘casing dan flavor’ (kulit dan rasa) yang
digunakan berasal dari bahan dan racikan yang istimewa. Saus tersebut dicampur
dengan tembakau dan cengkeh untuk menciptakan rasa yang unik dari Djarum.
Durasi kerja pembuatan rokok dilakukan selama 300 hari dalam 1 tahun.
Selama tahun 2007 produksi rokok PT Djarum mencapai + 39,457 milyar
batang/tahun dan cukai rokok yang harus dibayar ke negara mencapai lebih dari
tujuh triliun rupiah/tahun.
4.1.5 Produk PT Djarum dan Pemasarannya
Pada awal pendirian, Oei Wei Gwan melakukan (pengawasan)
pencampuran tembakau, cengkeh dan saus untuk menjaga kualitas rokok kretek
yang diproduksi. Hasilnya, rokok-rokok yang diproduksi PT Djarum mampu
merebut hati konsumen di pasar rokok.
Berikut adalah merk Djarum yang masih beredar di pasaran:
• Kategori SKT (Sigaret Kretek Tangan)
Produk: Djarum Coklat, Djarum 76, dan Djarum Istimewa.
• Kategori SKM (Sigaret Kretek Mesin)
Produk: Djarum Super, LA Lights, LA Lights Menthol, Djarum Black,
Djarum Black Cappuccino, Djarum Black Tea, Djarum Mezzo, Bali Hai,
Djarum Special, Djarum Cherry, Djarum Vanilla, Djarum Splash.
• Kategori SPM (Sigaret Premium Mesin)
Produk: Premium International
• Kategori Cerutu
Produk: Cigarillos, Don Roberto, Dos Hermanos, dan Gold Seal.
33
Target market PT Djarum adalah di dalam dan di luar negeri. PT Djarum
membaginya dalam empat wilayah Regional Sales Office (RSO) untuk pasar
dalam negeri sebagai berikut.
• RSO Jakarta meliputi wilayah Jakarta (pusat), Medan, Bukittinggi,
Padang, Batam, Jambi dan Pontianak.
• RSO Bandung meliputi wilayah Bandung (pusat).
• RSO Semarang meliputi wilayah Semarang (pusat), Solo dan Jogjakarta.
• RSO Surabaya meliputi Surabaya (pusat), Samarinda, Balikpapan,
Banjarmasin, Manado, Toraja, Makassar, Sorong, Biak, Jayapura dan
Timika.
Pasar luar negeri PT Djarum yaitu ekspor rokok ke Eropa, antara lain ke
negara Australia, Polandia, Prancis, Spanyol, Portugal, Turki, Yunani, Belgia,
Belanda, Luxemburg, Suriname, Hungaria, Jerman, Inggris dan Republik Ceko.
Sedangkan untuk pasar Asia meliputi Malaysia, Timor Leste, Brunei, Singapura,
Jepang, Korea, Taiwan dan Uni Emirat. Pada pasar Amerika meliputi USA,
Kanada, Argentina dan Peru.
Produk yang di ekspor antara lain rokok filter Djarum Original, Djarum
Super, Djarum Black, Djarum Lights, LA Lights Menthol, LA Lights, Djarum
Deluxe, Djarum Special, Djarum Splash, Bali Hai, D.Vanilla, D.Cherry,
D.Menthol, Cigarillos, Gold Seal dan Cerutu Dos Hermanos Churchill, Dos
Hermanos Robusto, Dos Hermanos Toro, dan Dos Hermanos Torito. Nilai ekspor
rokok PT Djarum untuk tahun 2007 telah mencapai lebih dari US$ 15 Juta Dollar.
34
4.2
Profil Corporate Communication PT Djarum
PT Djarum mempunyai dua divisi kerja yang mempunyai fungsi dan peran
yang sama dengan Public Relations (PR). Salahsatunya adalah Divisi Corporate
Communication. Corporate Communication mempunyai tugas membangun
hubungan dengan media, pembuatan press release, pembuatan brosur CSR PT
Djarum, membuat media internal perusahaan berupa majalah internal yang
bernama “Warta Keluarga Djarum” yang terbit setiap tiga bulan sekali, serta
membina hubungan baik internal maupun eksternal yang berpusat di Jakarta.
Corporate Communication PT Djarum merupakan organisasi setara
Departemen dengan tugas utama mengelola image corporate dan komunikasi
program CSR PT Djarum. Corporate Communication bertanggung jawab
langsung kepada Chief Operating Officer. Posisi ini sebagaimana juga berlaku
untuk organinasi setara departemen lainnya seperti Internal Audit, Strategic
Affairs, Public Affairs. Struktur ini membuat Corporate Communication dapat
berkomunikasi langsung dengan manajemen dan secara langsung dapat
berkoordinasi dengan departemen lain tanpa harus melalui banyak hambatan
strukutural.
Perkembangan Corporate Communication PT Djarum dapat dilihat dalam
tiga fase perkembangan. Corporate Communication pada awal terbentuknya
merupakan salahsatu fungsi kerja yang dijalankan di bawah koordinasi Head of
Corporate Communication yang dijabat oleh seorang Senior Marketing Manajer.
Rangkap jabatan oleh Senior Marketing Manajer ini hanya karena alasan
kecakapan personil pemangku jabatan dan bukan menjadikan fungsinya sebagai
bagian dari Marketing Departement.
Pada perkembangangan selanjutnya Corporate Communication mandiri
menjadi sebuah unit organisasi khusus yang dipimpin oleh seorang Head of
Corporate Communication. Dalam fase kedua perkembangannya, Corporate
Communication berfokus pada pengelolaan komunikasi eksternal perusahaan,
baik dalam hal image maupun komunikasi program CSR. Head of Corporate
Communication juga terlibat dalam kegiatan operasional pelaksanaan CSR PT
Djarum. Tidak ada pemisahan yang tegas antara kegitan komunikasi dan kegiatan
operasional CSR PT Djarum. Meski tugas utama Corporate Communication
35
adalah komunikasi eksternal namun beberapa pelaksanaan tugasnya juga
bersinggungan dengan fungsi komunikasi internal.
Penentuan standar Pedoman Identitas Perusahaan berupa panduan logo
dan aplikasi warna perusahaan serta pelaksanaan pengadaan materi komunikasi
perusahaan seperti kalender perusahaan, memo, dan sebagainya merupakan
sebagian dari fungsi komunikasi internal perusahaan yang telah dijalankan pada
saat itu.
Pada fase terakhir, Corporate Communication PT Djarum berfokus pada
kegiatan komunikasi. Bila pada fase sebelumnya Head of Corporate
Communication turut terlibat dalam operasional pelaksanaan kegiatan CSR, pada
fase ini Corporate Communication memiliki lingkup tugas spesifik, yaitu
mengelola image corporate dan komunikasi dari program CSR PT Djarum.
Pelaksanaan operasional CSR menjadi lingkup tugas unit kerja baru bernama
Corporate Affairs (yang kemudian berubah nama menjadi Public Affairs). Melalui
pemisahan ini Corporate Communication diharapkan dapat memberikan
kontribusi lebih besar dalam pengelolaan image perusahaan.
Adapun visi dan misi dari divisi Corporate Communication PT Djarum,
sebagai berikut.
1. Membangun image dan reputasi korporasi Djarum periode jangka panjang.
2. Mengelola platform komunikasi yang konsisten untuk semua komunikasi
program-program Djarum Bakti berdasarkan personality corporate
Djarum.
3. Menyampaikan komunikasi korporasi Djarum yang mudah ditangkap oleh
target audience Djarum.
Tugas dan fungsi Divisi Corporate Communication terkait external
communication adalah melakukan komunikasi dan informasi dengan menyajikan
kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Djarum sesuai dengan programprogram Djarum Bakti untuk publik/masyarakat luas melalui media cetak maupun
media elektronik. Selain itu membina hubungan baik dengan pihak-pihak Media
Pers maupun asosiasi-asosiasi yang terkait dengan kegiatan pendidikan, olahraga,
dan lingkungan. Hubungan baik yang selalu dibina oleh PT Djarum yaitu dengan
media televisi, baik terhadap wartawan maupun stasiun TV. Hal ini terlihat jelas
36
dari banyaknya iklan yang dibuat oleh PT Djarum yang selalu eksis di layar
televisi. Adapun PT Djarum juga sering melakukan asosiasi dengan beberapa
universitas tertentu melalui bentuk kegiatan pendidikan dan lingkungan. Hal
tersebut sejalan dengan salahsatu nilai inti PT Djarum yaitu dalam rangka bakti
perusahaan kepada negeri.
Pada tahun 2008, peran komunikasi dari Corporate Communication PT
Djarum dalam komunikasi internal perusahaan diperluas dengan masuknya
pengelolaan media internal dalam ruang lingkup perannya. Media internal di PT
Djarum sebelumnya berada dibawah koordinasi HRD Departement. Atas dasar
alasan bahwa komunikasi eksternal perusahaan tidak bisa dipisahkan dengan
komunikasi internal perusahaan dan pengampuan dalam departemen yang berbeda
dapat memperlambat kecepatan komunikasi yang ada, maka segala hal berkenaan
dengan pengelolaan media internal menjadi tanggung jawab Corporate
Communication.
Media internal PT Djarum terdiri atas Corporate Portal dan majalah cetak
“Warta Keluarga Djarum”. Corporate Portal merupakan internal web yang
menjadi pusat informasi dan aplikasi layanan karyawan (employee service).
Aplikasi layanan karyawan yang dimaksud antara lain adalah: layanan
kepersonaliaan (cuti, medical claim, performance appraisal), layanan kendaraan,
dan lain-lain. Adapun yang dimaksud dengan Pusat Informasi adalah NAE (News,
Announement, Event) yang berkaitan dengan corporate, pusat dokumen
departmen-departemen, dan employee handbook.
“Warta Keluarga Djarum” merupakan satu-satunya media inggriya yang
diterbitkan tiga bulan sekali dan diberikan kepada seluruh karyawan Djarum.
Penerbitannya selain ditujukan untuk menyampaikan informasi kepada karyawan
tentang dinamika yang terjadi di dalam perusahaan maupun diluar perusahaan
(informasi industri) juga untuk menyuburkan nilai inti perusahaan (core values),
yaitu satu keluarga yang merupakan salahsatu nilai yang ditekankan. Sehingga
tujuan penerbitan tersebut secara otomatis akan mempengaruhi rubrikasi,
redaksional dan gaya bahasa yang digunakan.
37
4.2.1
Struktur Organisasi Corporate Communication PT Djarum
Struktur organisasi Corporate Communication PT Djarum, sebagai
berikut.
Head of Corporate
Communication
Corporate Communication
Manajer
Corporate Communication
Officer
Corporate Communication
Staff
Corporate Communication
Creative
Gambar 3 Struktur organisasi Corporate Communication PT Djarum
Berikut tugas masing-masing bagian divisi Corporate Communication PT
Djarum.
1.
Head of Corporate Communication, bertugas untuk:
a) memberikan rekomendasi berkaitan dengan usaha peningkatan citra
perusahaan.
b) mengkoordinasikan, mengevaluasi dan mengembangkan sumber daya
manusia di organisasi Corporate Communication agar berjalan dengan
baik
c) memutuskan program-program Corporate Communication.
2.
Corporate Communication Manager, bertugas untuk:
a) menjaga dan meningkatkan citra positif perusahaan dengan membina
hubungan baik kepada media / pers.
b) menyelesaikan isu – isu yang berkaitan dengan citra perusahaan.
38
c) membuat dan mengontrol budget.
3.
Corporate Communication Officer bertugas untuk melaksanakan dan
mengawasi kegiatan-kegiatan program komunikasi yang berhubungan
dengan citra perusahaan.
4.
Corporate Communication Staff bertugas untuk melakukan administrasi
kegiatan Corporate Communication.
5.
Corporate
Communication
Creative
bertugas
untuk
memastikan
materi/konsep komunikasi sesuai dengan Corporate Identity.
4.3
Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
4.3.1 Latar Belakang dan Konsep Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
Kelahiran “Warta Keluarga Djarum” (WKD) berangkat dari keadaan PT
Djarum yang merupakan perusahaan dengan jumlah karyawan yang cukup banyak
(lebih dari 7000 orang) yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia (terdapat
lebih dari 60 kantor cabang penjualan dan puluhan unit kerja di Kota Kudus.
Tersebarnya karyawan dengan fungsi/rutinitas sehari-harinya yang beragam
membuat kesempatan mengetahui lebih jauh tentang apa yang terjadi di dalam
perusahaan di luar kesehariannya semakin minim. Semua karyawan disibukkan
dengan aktivitas masing-masing. Sebagai bagian dari perusahaan, setiap karyawan
harus diupayakan mendapatkan informasi tentang arah perusahaan dan dinamika
perusahaan yang terjadi sehingga tetap merasa sebagai bagian dari keluarga besar
perusahaan. Di lain pihak, manajemen membutuhkan media yang secara massal
dapat menjangkau karyawan untuk menyampaikan arah perusahaan dan dinamika
perusahaan. Pemahaman akan arah perusahaan dan dinamika perusahaan
diharapkan membuat karyawan bangga terhadap perusahaanya karena karyawan
dapat saling belajar terhadap kemajuan yang dicapai oleh bagian-bagian lain.
Keberadaan media internal disadari penuh tidak akan menggantikan
komunikasi
organisasi
yang
terstruktur
(komunikasi
superior-subordinat,
komunikasi antar departemen). Sangat disadari bahwa “Warta Keluarga Djarum”
hanya akan menyampaikan informasi yang bersifat umum bukan hal-hal yang
strategis. Pemilihan nama Keluarga dalam “Warta Keluarga Djarum” tidak bisa
39
dilepaskan dari kultur kekeluargan yang merupakan ciri khas budaya perusahaan
yang telah lama berkembang di PT Djarum. Penggunaan kata Keluarga dalam
“Warta Keluarga Djarum” juga secara langsung mempengaruhi pemilihan gaya
bahasa dan konten. Adapun konsep dari “Warta Keluarga Djarum” adalah majalah
internal yang bisa dinikmati disaat santai dan juga bisa dinikmati keluarga
karyawan. Pemilihan gaya bahasa ini ternyata membawa imbas pula bahwa
“Warta Keluarga Djarum” menjadi bacaan keluarga karyawan, terutama karyawan
yang berada di daerah.
“Warta Keluarga Djarum” dibuat sebagai media untuk membantu
menginternalisasikan budaya perusahaan dan memenuhi kebutuhan informasi bagi
karyawan Djarum dalam peran dirinya mewujudkan misi dan visi perusahaan.
“Warta Keluarga Djarum” menjadi sarana untuk bonding karyawan sebagai
bagian dari keluarga besar Djarum dan menjadi kebanggaan bagi keluarga
karyawan. Hal ini dirasakan terutama bagi karyawan yang berada jauh dari pusatpusat informasi.
Sebagai media internal perusahaan yang terbit setiap tiga bulan sekali,
“Warta Keluarga Djarum” bertugas menjalankan fungsi berikut.
1. Menyajikan informasi mengenai :
a. langkah yang diambil perusahaan dalam mewujudkan
misi dan
visinya.
b. hal yang dapat membantu pengembangan diri karyawan dalam
menjalankan peran aktifnya di dalam perusahaan.
2. Mendorong internalisasi nilai inti (core value) Djarum.
3. Memfasilitasi terciptanya komunikasi organisasi yang efektif antara
manajemen-karyawan dan karyawan-karyawan.
Adapun sesuai dengan panduan keredaksian dijelaskan bahwa dalam
menyajikan informasi, “Warta Keluarga Djarum” memegang prinsip berikut.
1. Informasi disajikan dengan mengakomodasikan kepentingan dua pihak
(manajemen dan karyawan).
2. Merefleksikan realitas dinamika kehidupan perusahaan.
3. Mengedepankan komunikasi dialogis dan menghindarkan diri dari cara
penyampaian formal-instruksional (indoktrinisasi).
40
4.3.2
Tujuan dan Manfaat Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
Maksud atau tujuan pembuatan Majalah “Warta Keluarga Djarum”
(WKD) sebagai berikut.
1. “Warta Keluarga Djarum” merupakan salahsatu sarana komunikasi
internal perusahaan.
2. “Warta Keluarga Djarum” merupakan sebuah saluran komunikasi bertugas
menyebarkan informasi, sharing knowledge, dan mendorong terjadinya
internalisasi budaya perusahaan kepada seluruh karyawan.
3. “Warta Keluarga Djarum” menjadi salahsatu pilihan bagi upaya sosialisasi
perkembangan aktual perusahaan (termasuk diantaranya kebijakan
manajemen).
4. Selain itu, “Warta Keluarga Djarum” bertugas membuka ruang yang
memungkinkan terjadinya komunikasi dialogis antara manajemenkaryawan dan karyawan-karyawan.
Adapun manfaat pembuatan majalah “Warta Keluarga Djarum” adalah
sebagai berikut.
1. Sebagai media komunikasi untuk mengetahui perkembangan perusahaan
dan dinamika yang terjadi.
2. Sebagai sarana untuk mendapatkan pengetahuan/wawasan baru di luar
aktivitas kantor yang dapat bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan
keluarganya.
4.3.3
Rubrikasi Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
Konten majalah internal “Warta Keluarga Djarum” dibagi ke dalam dua
rubrik utama, yaitu rubrik tetap dan rubrik tidak tetap. Berikut merupakan
penjelasan dari setiap rubrik:
I.
Rubrik Tetap
1.
Daftar Isi
a) Deskripsi:
Tinjauan isi majalah dengan rujukan nomor halaman. Pada
laporan utama dan topik-topik
unggulan (topik yang
41
diperkirakan memiliki daya tarik lebih) disertai foto/image
dan resume.
b) Tujuan:
2.
Pembaca mendapat gambaran singkat mengenai isi majalah.
Dari Redaksi
a) Deskripsi:
Berisikan uraian singkat tentang laporan utama dengan
memberikan alasan rasional pemilihannya sebagai topik
utama disertai uraian singkat tentang topik-topik lain yang
disajikan.
b) Tujuan:
Pembaca mendapat gambaran singkat mengenai isi majalah
sekaligus mendapat gambaran akan pentingnya isu tersebut.
3.
Fokus
a) Deskripsi:
Mengupas secara mendalam dan komprehensif mengenai
isu yang dipilih sebagai laporan utama.
b) Tujuan:
Pembaca mendapatkan gambaran mendalam tentang isu
yang diangkat, memahami maknanya bagi diri dan
organisasi sekaligus mampu menentukan sikap.
4.
Berita Kita
a) Deskripsi:
Memaparkan dinamika organisasi di ranting.
b) Tujuan:
Pembaca mendapatkan gambaran tentang dinamika yang
terjadi di
ranting
sehingga
belonging antar
5.
menumbuhkan
sense
of
karyawan.
Gado-gado
a) Deskripsi:
Laporan kegiatan-kegiatan diluar kegiatan rutin organisasi,
kegiatan
karyawan/keluarga
yang
bersifat
non
management/informal.
b) Tujuan:
Merangsang pembaca untuk mengembangkan aktivitas
sosial dan kekeluargaan.
6.
Jeda
a) Deskripsi:
Berisikan artikel-artikel di luar keorganisasian PT Djarum.
Dapat berupa catatan perjalanan wisata/tempat bersejarah,
resensi buku, atau tinjauan budaya.
42
b) Tujuan:
Merangsang pembaca untuk mengembangkan sisi humanis
dalam dirinya
7.
Curah Pikir
a) Deskripsi:
Menyajikan
artikel
kiriman
pembaca
(opini)
yang
menggagas topik/fonomena aktual di internal PT Djarum
atau di luar PT Djarum yang memiliki implikasi terhadap
perusahaan.
b) Tujuan:
Merangsang karyawan untuk berpikir kritis dan berani
mengungkapkan ide-idenya.
8.
Lintas Berita
a) Deskripsi:
Menampilkan berita foto yang merekam kegiatan-kegiatan
di lingkungan PT Djarum dengan disertai caption photo
yang berupa cerita/keterangan singkat mengenai kegiatan
tersebut.
9.
10.
Kesehatan
a) Deskripsi:
Menyajikan info atau tips-tips kesehatan.
b) Tujuan:
Meningkatkan kesadaran pembaca terhadap kesehatan.
Tips
a) Deskripsi:
Menyajikan kiat-kiat/tips yang bermanfaat bagi peningkatan
kinerja/keterampilan karyawan PT Djarum.
b) Tujuan:
Pembaca dapat meningkatkan kinerjanya melalui cara-cara
sederhana dan pembelajaran dalam waktu singkat.
11.
Quis
a) Deskripsi:
Menyajikan kuis yang memuat hal-hal yang berkaitan
dengan PT Djarum.
b) Tujuan:
Menginternalisasikan hal-hal yang berkaitan dengan PT
Djarum melalui cara yang lebih fun.
II.
Rubrik Tidak Tetap
1.
Yang Tak Terlupa
a) Deskripsi:
Cerita pengalaman karyawan yang berkaitan dengan
aktivitas kerjanya di Djarum.
b) Tujuan:
Berbagi pengalaman dan merangsang sense of belonging.
43
2.
Cermin
a) Deskripsi:
Berisikan
artikel
yang
menggagas
strategi,
kinerja
organisasi/merek dari perusahaan lain (di luar Djarum) yang
dianggap dapat dijadikan perbandingan/bahan refleksi bagi
Djarum.
b) Tujuan:
Merangsang pembaca untuk terus belajar dan berani
melakukan otokritik.
3.
Berita Industri
a) Deskripsi:
Menyajikan berita tentang perkembangan terakhir issue
seputar industri rokok.
b) Tujuan:
Memahami kejadian seputar industri sehingga pembaca
mengetahui apa saja yang terjadi secara makro.
4.3.4 Struktur dan Tugas Redaksi Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
Struktur Redaksi Majalah “Warta Keluarga Djarum” sebagai berikut.
Gambar 4 Struktur redaksi majalah “Warta Keluarga Djarum”
44
Peran dan tanggungjawab redaksi majalah “Warta Keluarga Djarum”,
antara lain:
1.
Pemimpin Redaksi
Pemimpin redaksi biasanya bertugas untuk mengendalikan organisasi,
keredaksian, pembiayaan operasional “Warta Keluarga Djarum”. Adapun
pekerjaan dan tanggungjawab utamanya terdiri dari hal-hal berikut.
1. Memberikan pengarahan mengenai strategi komunikasi/rencana isi
tahunan.
2. Mengendalikan aspek keredaksian yang meliputi penyajian berita,
penentuan liputan, pencarian fokus pemberitaan, penentuan topik,
pemilihan berita utama (head line).
3. Memonitor proses kerja penerbitan.
4. Membuat perencanaan biaya/budget untuk satu tahun penerbitan.
Selain itu, pekerjaan dan tanggungjawab tambahannya adalah memantau
feedback/respon pembaca terhadap “Warta Keluarga Djarum”. Adapun seorang
pemimpin redaksi mempunyai wewenang untuk: (1) memutuskan perubahan tema
tampilan artistik, dan (2) memutuskan perubahan/penambahan/penghapusan
rubrik.
2.
Redaktur Pelaksana
Redaktur Pelaksana bertugas unuk mengendalikan dan mengkoordinasikan
kegiatan harian (day to day activity) penerbitan. Pekerjaan dan tanggungjawab
utama redaktur pelaksana adalah sebagai berikut.
1. Membuat perencana isi berdasarkan arahan strategi komunikasi/rencana isi
tahunan dari pemimpin redaksi.
2. Mengendalikan tugas keredaksian yang diberikan oleh pemimpin redaksi.
3. Mengelola aspek keorganisasian yang meliputi pembuatan job description,
tahapan (alur) kerja dan mekanisme kerja.
4. Melakukan pengkoordinasian proses keredaksian.
5. Melakukan pengkoordinasian proses pra cetak.
6. Melakukan pengkoordinasian proses cetak.
7. Melakukan pengkoordinasian proses distribusi/sirkulasi.
45
Adapun pekerjaan dan tanggungjawab tambahan seorang redaktur
pelaksana yaitu memantau feed back/respon pembaca terhadap “Warta Keluarga
Djarum”. Selain itu, redaktur pelaksana mempunyai wewenang untuk melakukan
hal-hal sebagai berikut.
1. Mengusulkan strategi komunikasi/rencana isi tahunan.
2. Mengajukan usulan
peliputan, fokus pemberitaan, topik/berita utama
(head line), tajuk/editorial.
3. Mengusulkan perubahan tema tampilan artistik.
4. Memutuskan perubahan tampilan artistik.
5. Mengusulkan perubahan/penambahan/penghapusan rubrik.
3.
Kontributor
Tugas
seorang
kontributor
adalah
mengkoordinasikan
kegiatan
keredaksian di daerah tugasnya serta melakukan kegiatan jurnalistik di daerah.
Pekerjaan dan tanggungjawab utamanya adalah sebagai berikut.
1. Melakukan kegiatan jurnalistik di daerah tugasnya yang meliputi
pencarian, penulisan dan melakukan pengiriman berita kepada redaktur
pelaksana.
2. Mengkoordinasikan
kontributor
dalam
kegiatan
jurnalistik/keredaksiannya.
3. Menerima karya tulis (jurnalistik) dari pembaca, koresponden dan
mengirimkannya pada redaktur pelaksana.
4. Mengkoordinasikan sirkulasi/distribusi majalah di lingkup tugasnya.
Adapun pekerjaan dan tanggung jawab tambahan seorang kontributor yaitu
memantau feedback/respon pembaca terhadap “Warta Keluarga Djarum”. Seorang
kontributor
mempunyai
wewenang
untuk:
(1)
mengusulkan
strategi
komunikasi/rencana isi tahunan, dan (2) mengajukan usulan peliputan, fokus
pemberitaan, topik/berita utama (head line).
4.
Koresponden
Seorang koresponden biasanya melakukan kegiatan jurnalistik berupa
pencarian, peliputan dan penulisan berita yang terjadi di daerah tugasnya.
Pekerjaan dan tanggungjawab utamanya sebagai berikut.
46
1. Melakukan pencarian, peliputan dan penulisan berita yang terjadi di
daerahnya dan mengirimkannya kepada koresponden atau redaktur
pelaksana.
2. Menerima karya tulis (jurnalistik) dari pembaca dan mengirimkannya pada
kontributor atau redaktur pelaksana.
3. Memantau peristiwa-peristiwa di daerahnya yang memiliki newsworthy
dan menginformasikan pada redaktur daerah untuk dilakukan follow up.
Adapun pekerjaan dan tanggungjawab tambahan seorang koresponden
adalah memantau feedback/respon pembaca terhadap “Warta Keluarga Djarum”.
47
BAB V
KARAKTERISTIK RESPONDEN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode Sampel Random
Sederhana (Simple Random Sampling) seiring dengan karakteristik karyawan PT
Djarum yang dianggap homogen, yaitu semua karyawan PT Djarum yang
mendapatkan dan membaca majalah internal “Warta Keluarga Djarum”. Melalui
perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin, maka dari jumlah populasi
karyawan PT Djarum sebanyak 420 orang didapatkan sebanyak 81 orang sebagai
responden. Adapun sebanyak 81 orang responden tersebut tersebar sebanyak 21
orang di Kantor DSO Bogor, sebanyak 30 orang di Kantor RSO Jakarta, serta
sebanyak 30 orang di Kantor HQ PT Djarum.
5.1 Jenis Kelamin
Karakteristik responden penelitian berdasarkan jenis kelamin adalah lakilaki dan perempuan. Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa sebanyak 21 orang
(25,93%) karyawan yang menjadi responden berjenis kelamin laki-laki di Kantor
DSO Bogor PT Djarum. Tabel 1 juga menunjukkan bahwa sebanyak 23 orang
(28,39%) responden penelitian berjenis kelamin laki-laki dan sisanya sebanyak 7
orang (8,64%) responden berjenis kelamin perempuan. Hal tersebut menunjukkan
bahwa distribusi karyawan PT Djarum didominasi oleh karyawan laki-laki di
Kantor DSO Bogor dan RSO Jakarta. Namun, komposisi karyawan laki-laki dan
perempuan di Kantor Head Quarter berimbang.
Tabel 1 Distribusi jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jenis kelamin tahun
2010
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
DSO Bogor
21 (25,93)
0
RSO Jakarta
23 (28,39)
7 (8,64)
HQ
14 (17,28)
16 (19,75)
Ket: angka dalam kurung menunjukkan persentase
Gambar 5 memperlihatkan bahwa semua karyawan di Kantor DSO Bogor
berjenis kelamin laki-laki. Hal ini bersangkutan dengan kebijakan perusahaan (PT
Djarum) yang mengharuskan karyawan laki-laki untuk ditempatkan di seluruh
Kantor DSO PT Djarum. Alasannya adalah karena pekerjaan yang memasarkan
produk ke berbagai pasar dan klub tidak dimungkinkan untuk dilakukan oleh
48
wanita. Seperti yang dikatakan oleh salahsatu karyawan PT Djarum (MK, 32
tahun) sebagai berikut.
“…pekerjaannya tidak memungkinkan dilakukan wanita karena
harus angkat-angkat rokok lah, masuk ke pasar-pasar dan klub”
Berbeda dengan karyawan di Kantor DSO Bogor, distribusi jumlah karyawan
yang berjenis kelamin perempuan di Kantor HQ terbilang lebih banyak daripada
laki-laki. Hal tersebut diiringi alasan bahwa pekerjaan di kantor pusat lebih
membutuhkan ketelitian yang cocok dilakukan oleh perempuan.
Gambar 5 Grafik jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jenis kelamin tahun
2010
5.2 Jabatan
Karyawan yang menjadi responden dalam penelitian ini dialokasikan
mejadi tiga bagian, yaitu staff, manajer, dan karyawan non staff. Jabatan non staff
merupakan security atau office boy (OB) yang bekerja di kantor tersebut dan
digaji per bulan. Berikut tabel distribusi jumlah responden PT Djarum di Kantor
DSO Bogor, Kantor RSO Jakarta, dan Kantor HQ PT Djarum.
Tabel 2 Distribusi jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jabatan tahun 2010
Jabatan
Staff
Manajer
Non Staff
DSO Bogor
10 (12,35)
0
11 (13,58)
Ket: angka dalam kurung menunjukkan persentase
RSO Jakarta
27 (33,33)
3 (3,70)
0
HQ
16 (19,75)
10 (12,35)
4 (4,94)
49
Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan bahwa posisi staff masih
mendominasi di semua kantor. Sedangkan jumlah manajer di kantor HQ PT
Djarum terbilang paling banyak dibandingkan dua kantor lainnya, yaitu sebanyak
10 orang (12,35%) karyawan. Hal ini berkaitan dengan fungsi Kantor HQ PT
Djarum yaitu sebagai pusat yang mengatur semua kebijakan sales dan pemasaran
produk di kantor RSO dan sebagai induk kantor RSO lainnya. Sehingga
dibutuhkan lebih banyak manajer yang berperan me-manage semua kegiatan
utama dan pemasaran produk perusahaan. Berikut tanggapan tambahan dari salah
seorang karyawan PT Djarum (MK, 32 tahun).
“HQ merupakan induk dari kantor RSO dan fungsinya memberi
kebijakan marketing kepada karyawan, baik di kantor RSO maupun
kantor-kantor DSO.”
Gambar 6 Grafik jumlah karyawan PT Djarum berdasarkan jabatan tahun 2010
Bertolak belakang dari kantor DSO Bogor PT Djarum, jumlah manajer di kantor
ini terbilang paling sedikit dan jumlah karyawan non-staff terbilang paling
banyak. Seperti kita ketahui, kantor DSO merupakan cabang yang mengurusi
sales dan promosi di suatu wilayah kerja tertentu (sebagian besar merupakan
wilayah propinsi dan sebagian kecil adalah kota ex DKI Jakarta). Maka,
diperlukan jumlah karyawan non-staff (seperti security) dalam rangka
50
mengamankan dan menjaga produk perusahaan. Gambar 6 menunjukkan
distribusi jumlah responden berdasarkan jabatan.
51
BAB VI
EFEKTIVITAS MAJALAH INTERNAL “WARTA KELUARGA
DJARUM”
6.1
Reliability
Reliability merupakan indikator pertama dari indikator efektivitas majalah
internal “Warta Keluarga Djarum”. Definisi reliability adalah kemampuan
majalah internal “Warta Keluarga Djarum” untuk memberikan pelayanan sesuai
yang diharapkan karyawan. Indikator reliability ini terdiri dari lima atribut
berikut.
1. Dapat dijadikan sebagai media inspirasi bagi karyawan.
2. Dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai
kegiatan PT Djarum.
3. Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengetahuan.
4. Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengalaman.
5. Dapat dijadikan sebagai media berbagi ide dan kreativitas.
Penentuan efektivitas dari indikator reliability ini didasarkan pada
kesesuaian antara tingkat kepentingan/harapan dan tingkat kinerja masing-masing
atribut indikator reliability. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat
kepuasan karyawan dengan menyesuaikan antara tingkat kepentingan/harapan
dengan tingkat kinerja masing-masing atribut dikenal sebagai metode Importance
Performance Analysis (IPA). Cara pengolahan data metode
Importance
Performance Analysis (IPA) adalah dengan mengalikan rata-rata dari rata-rata
skor tingkat kinerja dari seluruh atribut dengan rata-rata dari rata-rata skor tingkat
kepentingan seluruh atribut lalu hasilnya dibagi dengan jumlah atribut. Tabel 3
dan Tabel 4 merupakan Tabel distribusi responden yang memberikan penilaian
terhadap tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja dari atribut
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum”.
52
Tabel 3 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
1 (1,23)
1 (1,23)
0
0
0
1
2
3
4
5
Rendah
Skor
harapan
Sedang
Tinggi
1 (1,23)
2 (2,42)
1 (1,23)
0
10 (12,35)
11 (13,58)
2 (2,42)
7 (8,64)
9 (11,11)
10 (12,35)
44 (54,32)
37 (45,68)
53 (65,43)
57 (70,37)
41 (50,62)
Sangat
Tinggi
24 (29,63)
39 (48,15)
20 (24,69)
15 (18,52)
20 (24,69)
Ket:
1=Dapat dijadikan sebagai media inspirasi bagi karyawan;
2=Dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan PT Djarum,
3=Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengetahuan;
4=Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengalaman;
5=Dapat dijadikan sebagai media berbagi ide dan kreativitas;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Tabel 4 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
1
2
3
4
5
Sangat
rendah
0
0
0
0
1 (1,23)
Rendah
Skor
kenyataan
Sedang
Tinggi
4 (4,94)
4 (4,94)
3 (3,70)
4 (4,94)
4 (4,94)
23 (28,39)
13 (16,05)
17 (20,99)
15 (18,52)
21 (25,93)
50 (61,73)
48 (59,26)
48 (59,26)
49 (60,49)
41 (50,62)
Sangat
Tinggi
4 (4,94)
16 (19,75)
13 (16,05)
13 (16,05)
14 (17,28)
Ket:
1=Dapat dijadikan sebagai media inspirasi bagi karyawan;
2=Dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan PT Djarum;
3=Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengetahuan;
4=Dapat dijadikan sebagai media berbagi pengalaman;
5=Dapat dijadikan sebagai media berbagi ide dan kreativitas;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Setelah mengetahui skor harapan/kepentingan (Tabel 3) dan skor
kenyataan/kinerja (Tabel 4), maka digunakanlah cara untuk menentukan prioritas
perbaikan terhadap atribut setiap indikator. Caranya yaitu dengan menggunakan
alat bantu metode Importance Performance Analysis (IPA). Telah disinggung
sebelumnya bahwa metode tersebut merupakan suatu cara untuk memetakan
setiap atribut berdasarkan skor rata-rata antara tingkat harapan/kepentingan
dengan tingkat kenyataan/kinerja. Hasil perhitungan nilai rata-rata tingkat
harapan/kepentingan dan kenyataan/kinerja kelima atribut indikator reliability
dapat dilihat pada Tabel 5. Adapun garis tengah diagram IPA yaitu nilai sumbu X
53
dan nilai sumbu Y diperoleh dari perhitungan nilai total rata-rata tingkat
kenyataan/kinerja
dari
semua
atribut
dan
nilai
total
rata-rata
tingkat
harapan/kepentingan dari semua atribut. Berdasarkan perhitungan tersebut
diperoleh nilai total rata-rata tingkat harapan/kepentingan dari semua atribut 19,51
dan nilai total rata-rata tingkat kenyataan/kinerja dari semua atribut sebesar 19,14
(Tabel 5).
Tabel 5 Rataan
penilaian
tingkat
harapan/kepentingan
dan
tingkat
kenyataan/kinerja pada indikator reliability majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
No
1
2
3
4
5
Atribut
Rata-rata skor
harapan/kepentingan
(Y)
Dapat dijadikan sebagai media inspirasi
4,10
bagi karyawan
Dapat dijadikan sebagai media untuk
4,37
menyampaikan informasi mengenai
kegiatan PT Djarum
Dapat dijadikan sebagai media berbagi
3,89
pengetahuan
Dapat dijadikan sebagai media berbagi
3,77
pengalaman
Dapat dijadikan sebagai media berbagi
3,38
ide dan kreativitas
Total rata-rata
19,51
Skor rata-rata
3,90
Rata-rata skor
kenyataan/kinerja
(X)
3,67
3,94
3,88
3,88
3,78
19,14
3,83
Berdasarkan skor penilaian harapan terhadap atribut reliability majalah
“Warta Keluarga Djarum” (Tabel 3 halaman 52), terlihat jelas distribusi penilaian
harapan karyawan PT Djarum terhadap atribut pertama indikator reliability.
Adapun sebanyak 44 orang (54,32%) karyawan PT Djarum menganggap peran
“Warta Keluarga Djarum” sebagai media inspirasi bagi karyawan tinggi dan
sebanyak 24 orang (29,63%) karyawan PT Djarum menganggap peran “Warta
Keluarga Djarum” sebagai media inspirasi bagi karyawan sangat tinggi. Lalu
sebanyak 11 orang (13,58%) karyawan menilai tingkat harapan/kepentingan
atribut pertama indikator reliability ini sedang, kemudian satu orang (1,23%)
karyawan menilai tingkat harapan/ kepentingan atriibut pertama rendah, serta satu
orang (1,23%) karyawan lainnya menilai sangat rendah terhadap tingkat
harapan/kepentingan atribut pertama indikator reliability (Tabel 3 halaman 52).
54
Kemudian sebanyak 4 orang (4,94%) karyawan menilai rendah terhadap
tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama indikator reliability (Tabel 4 halaman
52). Masih berdasarkan Tabel 4, sebanyak 23 orang (28,39%) karyawan menilai
sedang terhadap tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama ini, kemudian sebanyak
50 orang (61,73%) karyawan menilai sedang, dan sebanyak 4 orang (4,94%)
karyawan menilai sangat tinggi terhadap tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama
indikator reliability ini. Berdasarkan skor hasil penilaian responden terhadap
harapan kenyataan terhadap atribut indikator reliability majalah “Warta Keluarga
Djarum” (Tabel 3 dan Tabel 4), maka diperoleh rataan penilaian tingkat
harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja pada atribut pertama indikator
reliability majalah internal “Warta Keluarga Djarum”. Hasilnya adalah nilai ratarata tingkat harapan/kepentingan sebesar 4,10 dan nilai rata-rata tingkat
kenyataan/kinerjanya sebesar 3,67 (Tabel 5). Oleh sebab itu, atribut pertama
indikator reliability majalah “Warta Keluarga Djarum” terletak di kuadran I.
Kemudian berdasarkan patokan rata-rata dari total rata-rata rataan penilaian
tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja pada indikator
reliability majalah internal “Warta Keluarga Djarum” (Tabel 5), maka atribut ke
dua berada di kuadran II, atribut ke tiga dan ke empat berada di kuadran IV, dan
atribut ke lima berada di kuadran III.
Berdasarkan letak atribut di kuadran (Gambar 7 halaman 55), maka divisi
Corporate Communication PT Djarum perlu menaikkan kinerja dari atribut
pertama dan atribut ke lima indikator reliability. Atribut pertama yaitu “dapat
dijadikan sebagai media inspirasi bagi karyawan” yang terletak di kuadran I menunjukkan
bahwa kinerja majalah “Warta Keluarga Djarum” belum bisa memenuhi harapan
karyawan sebagai inspirasi mereka dalam bekerja. Hal ini berkaitan dengan waktu terbit
majalah “Warta Keluarga Djarum” selama tiga bulan sekali. Waktu terbit yang cukup
lama ini mengakibatkan kinerja “Warta Keluarga Djarum” sebagai inspirasi karyawan
tidak maksimal. Padahal para karyawan menaruh harapan besar akan peran “Warta
Keluarga Djarum” sebagai media inspirasi. Berkaitan dengan hasil atribut pertama ini,
maka divisi Corporate Communication PT Djarum seharusnya meningkatkan kinerja
“Warta Keluarga Djarum” sebagai inspirasi karyawan dengan mempercepat waktu terbit
majalah. Adapun atribut ke lima, yaitu “dapat dijadikan sebagai media berbagi ide dan
kreativitas” yang terletak di kuadran III menunjukkan bahwa atribut ini dinilai tidak
55
terlalu penting oleh karyawan dan kinerjanya juga tidak terlalu baik. Walaupun harapan
terhadap atribut ini rendah, namun divisi Corporate Communication PT Djarum perlu
menaikkan kinerjanya. Sebab, ketidakpuasan responden biasanya bermula dari kuadran
III.
Hanya atribut ke dua (dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan
informasi mengenai kegiatan PT Djarum) indikator reliability yang berada ada
kuadran II (Gambar 7). Hal ini berarti, “Warta Keluarga Djarum” sebagai media
internal bagi karyawan PT Djarum telah efektif menyampaikan informasi
mengenai kegiatan PT Djarum. Harapan dan kinerja yang tinggi pada atribut ini
harus dipertahankan oleh perusahaan. Adapun atribut ke tiga dan ke empat
indikator reliability terletak di kuadran IV (Gambar 7). Hal tersebut menunjukkan
bahwa majalah “Warta Keluarga Djarum” sudah dapat dijadikan sebagai media
berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi karyawan. Adapun atribut-atribut tersebut
dianggap kurang begitu penting bagi karyawan, akan tetapi tingkat kinerjanya
dirasakan terlalu berlebihan. Berdasarkan Tabel 5, nilai kinerja atribut ke tiga dan
ke empat dirasakan sudah baik karena nilai kinerjanya berada di atas nilai ratarata.
Gambar 7 Diagram kartesius indikator reliability majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
56
6.2
Assurance
Indikator ke dua efektivitas Majalah Internal “Warta Keluarga Djarum”
adalah assurance. Assurance merupakan kemampuan Majalah Internal “Warta
Keluarga Djarum” terkait unsur kompetensi, kesopanan, dan kredibilitas.
Indikator assurance memiliki lima atribut yaitu sebagai berikut.
1. “Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat dalam
menginformasikan berbagai kegiatan/program PT Djarum.
2. Redaksi “Warta Keluarga Djarum” terampil dan kreatif dalam
menyampaikan informasi kepada para karyawan.
3. “Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat untuk
menyampaikan prestasi PT Djarum.
4. Kesopanan redaksi “Warta Keluarga Djarum” dalam memberikan
informasi.
5. Redaksi “Warta Keluarga Djarum” memberikan informasi dengan nilainilai positif kepada karyawan.
Sama seperti indikator pertama yaitu reliability, indikator assurance juga
diolah dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA).
Metode Importance Performance Analysis (IPA) merupakan penentuan efektivitas
indikator berdasarkan kesesuaian antara tingkat kepentingan/harapan dan tingkat
kinerja masing-masing atribut indikator. Dengan kata lain, melalui metode ini
dapat dianalisis tingkat kepuasan karyawan dengan menyesuaikan antara tingkat
kepentingan/harapan dan tingkat kinerja masing-masing atribut. Cara pengolahan
data metode Importance Performance Analysis (IPA) adalah dengan mengalikan
rata-rata dari rata-rata skor tingkat kinerja dari seluruh atribut dengan rata-rata
dari rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh atribut lalu hasilnya dibagi dengan
jumlah atribut. Adapun tabel distribusi responden yang memberikan penilaian
terhadap tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja dari atribut
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum” adalah Tabel 6 dan Tabel
7.
Berdasarkan Tabel 6 (halaman 57), sebanyak satu orang (1,23%) karyawan
PT Djarum menilai sangat rendah terhadap tingkat harapan/kepentingan atribut
pertama indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum”.
57
Tabel 6 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
1
2
3
4
5
Sangat
rendah
1 (1,23)
0
1 (1,23)
0
0
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
1 (1,23)
4 (4,94)
2 (2,42)
0
0
13 (16,05)
21 (25,93)
17 (20,99)
19 (23,46)
17 (20,99)
45 (55,55)
39 (48,15)
42 (51,85)
41 (50,62)
43 (53,09)
Sangat
Tinggi
21 (25,93)
17 (20,99)
19 (23,46)
21 (25,93)
21 (25,93)
Ket:
1=“Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat dalam menginformasikan berbagai
kegiatan/program PT Djarum;
2=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” terampil dan kreatif dalam menyampaikan informasi kepada
para karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat untuk menyampaikan prestasi PT
Djarum;
4=Kesopanan redaksi “Warta Keluarga Djarum” dalam memberikan informasi;
5=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” memberikan informasi dengan nilai-nilai positif kepada
karyawan;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Lalu masih satu orang (1,23%) karyawan PT Djarum menilai rendah terhadap
tingkat harapan/kepentingan atribut pertama indikator assurance, kemudian 13
orang (16,05%) karyawan menilai sedang terhadap tingkat harapan/kepentingan
atribut pertama ini, 45 orang (55,55%) karyawan menilai tinggi, dan sebanyak 21
orang (25,93%) karyawan menilai sangat tinggi terhadap atribut pertama dari
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum”.
Kemudian berdasarkan Tabel 7 (halaman 58), satu orang (1,23%)
karyawan menilai tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama dari indikator
assurance sangat rendah dan satu orang (1,23 %) karyawan juga menilai tingkat
kenyataan/kinerja atribut pertama dari indikator assurance rendah. Kemudian
sebanyak 13 orang (16,05%) karyawan PT Djarum menilai sedang terhadap
tingkat tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama ini, lalu sebanyak 46 orang
(56,79%) karyawan menilai tinggi terhadap tingkat tingkat kenyataan/kinerjanya,
dan sebanyak 20 orang (24,69%) karyawan menilai sangat tinggi terhadap tingkat
tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama dari indikator assurance majalah “Warta
Keluarga Djarum”.
58
Tabel 7
Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator assurance majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
1 (1,23)
0
0
0
0
1
2
3
4
5
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
1 (1,23)
4 (4,94)
0
1 (1,23)
0
13 (16,05)
30 (14,82)
18 (22,22)
12 (14,82)
23 (28,39)
46 (56,79)
35 (43,21)
45 (55,55)
49 (60,49)
41 (50,62)
Sangat
Tinggi
20 (24,69)
12 (14,82)
18 (22,22)
19 (23,46)
17 (20,99)
Ket:
1=“Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat dalam menginformasikan berbagai
kegiatan/program PT Djarum;
2=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” terampil dan kreatif dalam menyampaikan informasi kepada
para karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat untuk menyampaikan prestasi PT
Djarum;
4=Kesopanan redaksi “Warta Keluarga Djarum” dalam memberikan informasi;
5=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” memberikan informasi dengan nilai-nilai positif kepada
karyawan;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Setelah dihitung dengan menggunakan metode Importance Performance
Analysis (IPA), maka diperoleh nilai rata-rata dari tingkat harapan/kepentingan
atribut pertama indikator assurance sebesar 4,04 dan nilai rata-rata dari tingkat
kenyataan/kinerja atribut pertama indikator assurance sebesar 4,02 (Tabel 8
halaman 59). Berdasarkan rata-rata dari total rata-rata tingkat harapan/kepentingan
dan tingkat kenyataan/kinerja atribut pertama indikator assurance yaitu 3,98 dan
3,94 (Tabel 8) maka atribut pertama dari indikator assurance ini terletak di
kuadran II (Gambar 8 halaman 60). Hal tersebut menunjukkan bahwa anggapan
karyawan
terhadap
fungsi
majalah
“Warta
Keluarga
Djarum”
dalam
menginformasikan berbagai kegiatan/program PT Djarum adalah penting dan
tingkat kinerja dari peran “Warta Keluarga Djarum” tersebut juga sudah baik.
Penilaian karyawan PT Djarum terhadap harapan dan kinerja atribut pertama yang
sama-sama baik ini menunjukkan bahwa divisi Corporate Communication PT
Djarum telah berhasil mengefektifkan peran “Warta Keluarga Djarum” sebagai
media informasi berbagai kegiatan/program PT Djarum.
59
Tabel 8 Rataan
penilaian
tingkat
harapan/kepentingan
dan
tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut assurance majalah “Warta Keluarga
Djarum” tahun 2010
No
1
2
3
4
5
Atribut
“Warta Keluarga Djarum” merupakan
media
yang
tepat
dalam
menginformasikan berbagai kegiatan/
program PT Djarum
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
terampil
dan
kreatif
dalam
menyampaikan informasi kepada para
karyawan
“Warta Keluarga Djarum” merupakan
media yang tepat untuk menyampaikan
prestasi PT Djarum
Kesopanan redaksi “Warta Keluarga
Djarum” dalam memberikan informasi
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
memberikan informasi dengan nilainilai positif kepada karyawan
Total rata-rata
Skor rata-rata
Rata-rata skor
Rata-rata skor
tingkat
tingkat
harapan/kepentingan kenyataan/kinerja
(X)
(Y)
4,04
4,02
3,85
3,68
3,94
4,00
4,02
4,06
4,05
3,93
19,90
3,98
19,69
3,94
Adapun atribut ke empat (kesopanan redaksi “Warta Keluarga Djarum” dalam
memberikan informasi) juga berada di kuadran II (Gambar 8 halaman 60). Hal ini
menunjukkan bahwa peran redaksi “Warta Keluarga Djarum” dalam hal
menyajikan informasi secara sopan sudah efektif. Menurut hasil wawancara,
keryawan PT Djarum sangat mementingkan unsur kesopanan pada makalah
“Warta Keluarga Djarum” ini karena majalah ini merupakan majalah internal PT
Djarum yang khusus ditujukan untuk dibaca oleh karyawan dan keluarga
karyawan. Sehingga, kinerja atribut pertama dan atribut ke empat indikator
assurance ini harus dipertahankan oleh divisi Corporate Communication PT
Djarum.
Berdasarkan nilai rata-rata dari tingkat harapan/kepentingan dan nilai ratarata dari tingkat kenyataan/kinerja pada Tabel 8, dapat dilihat bahwa atribut ke
dua indikator assurance terletak di kuadran III (Gambar 8 halaman 60).
Berdasarkan hal ini pula, penilaian harapan dan kinerja terhadap peran redaksi
“Warta Keluarga Djarum” dalam menyampaikan informasi kepada para karyawan secara
60
terampil dan kreatif sama-sama rendah. Para karyawan PT Djarum menganggap tidak
penting akan atribut ini dan kinerjanya pun belum baik. Walaupun atribut ke dua ini
bukan merupakan prioritas atribut yang harus diperbaiki (kuadran I), namun divisi
Corporate Communication PT Djarum perlu menaikkan tingkat kinerja peran majalah
“Warta Keluarga Djarum” karena ketidakpuasan penilaian karyawan biasanya bermula di
kuadran III.
Gambar 8 Diagram kartesius indikator assurance majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
Gambar 8 menunjukkan bahwa atribut ke lima indikator assurance terletak
di kuadran I. Berdasarkan Tabel 8, karyawan PT Djarum menilai penting terhadap
atribut ini sedangkan kinerja atribut ini belum mencapai atau melebihi skor ratarata dari rata-rata skor tingkat kenyataan/kinerja. Peran redaksi “Warta Keluarga
Djarum” dalam memberikan informasi dengan nilai-nilai positif kepada karyawan
sangatlah penting karena karyawan PT Djarum menganggap bahwa majalah ”Warta
Keluarga Djarum” merupakan media cetak yang berfungsi tidak hanya sebagai
penyampai informasi, tetapi juga sebagai pemberi nilai-nilai positif. Berkaitan dengan
letak atribut ke lima, maka Divisi Corporate Communication PT Djarum harus
meningkatkan kinerja atribut tersebut demi tercapainya efektivitas indikator assurance.
Selanjutnya, atribut ke tiga dari indikator assurance berada di kuadran IV (Gambar 8).
Hal tersebut menunjukkan bahwa para karyawan menilai kinerja “Warta Keluarga
Djarum” sebagai media yang tepat untuk menyampaikan prestasi PT Djarum sudah baik,
bahkan melebihi harapan para karyawan.
61
6.3
Responsiveness
Indikator efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum” ketiga
adalah responsiveness. Responsiveness berarti respon atau kesigapan “Warta
Keluarga Djarum” dalam membantu pembaca dengan memberikan layanan cepat
(dalam jangka waktu tiga bulan/ triwulan). Berikut empat atribut dari indikator
responsiveness yang berfungsi sebagai penentu efektivitas.
1. Pihak Redaksi selalu tepat waktu dalam menerbitkan majalah “Warta
Keluarga Djarum” setiap tiga bulan.
2. “Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita eksternal terkait
dengan industri cigarettes (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para
karyawan.
3. “Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita internal terkait
kegiatan/program PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada
para karyawan.
4. Redaksi “Warta Keluarga Djarum” tanggap dalam meng-update berita
internal maupun eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir).
Penentuan efektivitas indikator responsiveness ini didasarkan pada
metodevImportance
Performance
Analysis
(IPA).
Metode
Importance
Performance Analysis (IPA) merupakan penentuan efektivitas indikator
berdasarkan kesesuaian antara tingkat kepentingan/harapan dan tingkat kinerja
masing-masing atribut indikator. Dengan mengolah data melalui metode ini dapat
dianalisis
tingkat
kepuasan
karyawan
dengan
menyesuaikan
tingkat
kepentingan/harapan dengan tingkat kinerja masing-masing atribut. Caranya
adalah dengan mengalikan rata-rata dari rata-rata skor tingkat kinerja dari seluruh
atribut dengan rata-rata dari rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh atribut lalu
hasinya dibagi dengan jumlah atribut. Adapun sebelum mengolah data dengan
menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) tersebut
diperlukan perhitungan terhadap distribusi responden/karyawan yang menilai
tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja masing-masing atribut
sebagai dasar pengolahan dengan menggunakan metode Importance Performance
Analysis (IPA). Berikut adalah tabel yang menunjukkan distribusi responden
62
berdasarkan penilaian harapan dan kenyataan terhadap atribut indikator
responsiveness.
Tabel 9 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
1 (1,23)
1 (1,23)
0
0
1
2
3
4
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
8 (22,22)
4 (4,94)
2 (2,42)
5 (6,17)
21 (25,93)
20 (24,69)
17 (20,99)
21 (25,93)
31 (38,27)
39 (48,15)
45 (55,55)
35 (43,21)
Sangat
Tinggi
20 (24,69)
17 (20,99)
17 (20,99)
20 (24,69)
Ket:
1=Pihak Redaksi selalu tepat waktu dalam menerbitkan majalah “Warta Keluarga Djarum” setiap
tiga bulan;
2=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita eksternal terkait dengan industri
cigarettes (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita internal terkait kegiatan/program PT
Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para karyawan;
4=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” tanggap dalam meng-update berita internal maupun
eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir);
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Tabel 10 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
2 (2,42)
0
0
0
1
2
3
4
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
12 (14,82)
7 (8,64)
2 (2,42)
4 (4,94)
21 (25,93)
17 (20,99)
15 (18,52)
18 (22,22)
37 (45,68)
45 (55,55)
53 (65,43)
43 (53,09)
Sangat
Tinggi
9 (11,11)
12 (14,82)
11 (13,58)
16 (19,75)
Ket:
1=Pihak Redaksi selalu tepat waktu dalam menerbitkan majalah “Warta Keluarga Djarum” setiap
tiga bulan;
2=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita eksternal terkait dengan industri
cigarettes (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan berita internal terkait kegiatan/program PT
Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para karyawan;
4=Redaksi “Warta Keluarga Djarum” tanggap dalam meng-update berita internal maupun
eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir);
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Setelah mendapatkan distribusi responden berdasarkan penilaian harapan
dan kenyataan terhadap atribut indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga
Djarum” (Tabel 9 dan Tabel 10), maka diperoleh nilai rataan. Nilai rataan ini
merupakan
nilai
yang
didapat
setelah
melakukan
perhitungan
dengan
menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode
63
Importance Performance Analysis (IPA) ini berperan dalam memetakan setiap
atribut berdasarkan skor rata-rata antara tingkat kepentingan dengan tingkat
kinerja. Hasil perhitungan nilai rata-rata tingkat harapan/kepentingan dan
kenyataan/kinerja atribut dari indikator responsiveness dapat dilihat pada Tabel
11.
Tabel 11 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut indikator responsiveness majalah “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
No
1
2
3
4
Atribut
Pihak Redaksi selalu tepat waktu dalam
menerbitkan Majalah “Warta Keluarga
Djarum” setiap tiga bulan
“Warta
Keluarga
Djarum”mampu
memberikan berita eksternal terkait
dengan industri cigarettes (dalam waktu
tiga bulan terakhir) kepada para
karyawan
“Warta Keluarga Djarum” mampu
memberikan berita internal terkait
kegiatan/program PT Djarum (dalam
waktu tiga bulan terakhir) kepada para
karyawan
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
tanggap dalam meng-update berita
internal maupun eksternal PT Djarum
(dalam waktu tiga bulan terakhir)
Total rata-rata
Skor rata-rata
Rata-rata skor
Rata-rata skor
tingkat
tingkat
harapan/kepentingan kenyataan/kinerja
(X)
(Y)
3,75
3,48
3,83
3,77
3,95
3,90
3,86
3,88
15,40
3,85
15,02
3,76
Berdasarkan Tabel 11, atribut pertama dari indikator responsiveness
memiliki nilai rata-rata tingkat harapan/kepentingan sebesar 3,75 dan nilai ratarata tingkat kenyataan/kinerja sebesar 3,48. Berdasarkan patokan nilai rata-rata
tingkat harapan/kepentingan dari total rata-rata tingkat harapan/kepentingan
sebesar 3,85 dan patokan nilai rata-rata tingkat kenyataan/kinerja dari total ratarata tingkat kenyataan/kinerja sebesar 3,76 (Tabel 11), maka atribut pertama dari
indikator responsivenesss berada di kuadran III pada diagram kartesius
Importance Performance Analysis (Gambar 9 halaman 65). Hal ini menunjukkan
bahwa atribut pertama dari indikator responsiveness ini dianggap kurang penting
oleh karyawan dan tingkat kinerjanya tidak terlalu baik. Berdasarkan hasil
64
wawancara terhadap beberapa karyawan, tingkat harapan/kepentingan yang
diharapkan terhadap atribut ini (pihak redaksi selalu tepat waktu dalam
menerbitkan majalah “Warta Keluarga Djarum” setiap tiga bulan) dinilai rendah
karena mereka mengharapkan penerbitan majalah “Warta Keluarga Djarum” tidak
hanya tiga bulan sekali. Hendaknya penerbitan majalah internal PT Djarum ini
dilakukan sebulan sekali sehingga karyawan benar-benar mendapatkan informasi
perusahaan yang update. Adapun tingkat kinerja yang belum baik dari atribut
pertama indikator responsiveness ini menunjukkan bahwa penerbitan majalah
internal “Warta Keluarga Djarum” setiap tiga bulannya belum tepat waktu. Hal ini
disebabkan karena minimnya sumberdaya manusia pada redaksi majalah “Warta
Keluarga Djarum”. Peneliti menyarankan walaupun atribut pertama ini berada di
posisi prioritas perbaikan yang rendah akibat tingkat harapan yang rendah, namun
divisi Corporate Communication PT Djarum hendaknya melakukan perbaikan
atau pengelolaan kembali terhadap atribut ini melalui perbaikan ketepatan
penerbitan majalah internal “Warta Keluarga Djarum” seiring dengan
penambahan sumberdaya manusia pada redaksi majalah “Warta Keluarga
Djarum”.
Berdasarkan nilai rata-rata dari total rata-rata tingkat harapan/kepentingan
dan tingkat kenyataan/kinerja yaitu 3,85 dan 3,76 (Tabel 11 halaman 63), nilai
rata-rata tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja atribut ke dua
sebesar 3,83 dan 3,77 meletakkan atribut ini pada kuadran IV diagram kartesius
(Gambar 9 halaman 65). Merujuk kepada atribut ke dua indikator responsiveness
ini, letak atribut ini di kuadran IV menunjukkan bahwa penilaian karyawan
terhadap tingkat harapan/kepentingan fungsi “Warta Keluarga Djarum” dalam
memberikan berita eksternal terkait dengan industri cigarettes (dalam waktu tiga
bulan terakhir) kepada para karyawan tidak terlalu baik karena belum mencapai
skor rata-rata dari skor rata-rata tingkat harapan/kepentingan, namun penilaian
karyawan terhadap tingkat kenyataan/kinerjanya sudah baik. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan terhadap beberapa sumber informan, majalah “Warta
Keluarga Djarum” sudah dengan baik memberikan berita eksternal terkait dengan
industri cigarettes secara makro (dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para
karyawan.
65
Nilai rata-rata tingkat harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja
atribut ke tiga dan ke empat membuat dua atribut tersebut terletak pada kuadran II
(Gambar 9). Responden menilai “Warta Keluarga Djarum” sudah mampu
memberikan berita internal terkait kegiatan/program PT Djarum (dalam waktu
tiga bulan terakhir) serta menilai tingkat kinerja atas fungsi tersebut tinggi.
Berdasarkan wawancara, karyawan menilai fungsi “Warta Keluarga Djarum”
dalam memberikan berita internal terkait kegiatan/program PT Djarum (dalam
waktu tiga bulan terakhir) penting untuk menumbuhkan sense of belonging antar
karyawan yang berkaitan dengan nilai inti perusahaan (PT Djarum) yaitu satu
keluarga.
Gambar 9
Diagram kartesius indikator responsiveness majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
Adapun berdasarkan hasil penilaian atribut ke empat dari indikator
responsiveness, karyawan menilai penting terhadap peran atribut ini. Sebab,
sebagai majalah yang terbit secara triwulan, menjadi tanggap dan selalu mengupdate berita internal maupun eksternal PT Djarum merupakan hal yang penting
yang perlu dilakukan redaksi “Warta Keluarga Djarum” mengingat banyaknya
media lain yang dapat menginformasikan berita secara lebih cepat dan dinamis,
seperti: internet atau portal lainnya. Karyawan PT Djarum pun menilai bahwa
redaksi “Warta Keluarga Djarum” telah tanggap dalam meng-update berita
internal maupun eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir). Secara
66
keseluruhan, efektivitas indikator responsiveness majalah “Warta Keluarga
Djarum” sudah baik. Hal ini telah ditunjukkan melalui letak atau posisi masingmasing atribut yang kebanyakan berada pada kuadran II dan kuadran IV (Gambar
9). Oleh karena itu, divisi Corporate Communication PT Djarum harus
mempertahankan kinerja yang baik pada atribut-atribut indikator responsiveness
ini.
6.4
Empathy
Empathy merupakan indikator efektivitas majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” ke empat. Empathy merupakan dimensi yang terdiri dari unsur
akses, komunikasi, dan pemahaman yang dimiliki majalah “Warta Keluarga
Djarum”. Berikut enam atribut yang dimiliki oleh indikator empathy.
1. “Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
2. “Warta Keluarga Djarum” mudah didapat/diperoleh oleh karyawan.
3. “Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan informasi/berita terkait
dengan karyawan.
4. “Warta Keluarga Djarum” menyediakan konten yang mampu menjadi
inspirasi karyawan dalam bekerja.
5. “Warta Keluarga Djarum” dapat menginformasikan berita/artikel selain
yang berkaitan dengan tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan, kesehatan,
dan pengetahuan umum).
6. “Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan
jelas.
Penilaian efektivitas terhadap indikator empathy dilakukan dengan
menggunakan metode yang sama dengan indikator-indikator sebelumnya.
Penentuan efektivitas setiap atribut dari indikator empathy dilakukan dengan
menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), yaitu metode
yang menganalisis tingkat kepuasan karyawan dengan menyesuaikan tingkat
kepentingan/harapan dengan tingkat kinerja masing-masing atribut.
Cara awal pengolahan data metode Importance Performance Analysis
(IPA) adalah dengan cara menghitung jumlah responden yang menilai tingkat
harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja indikator pada setiap atribut.
67
Berikut hasil perhitungan distribusi responden berdasarkan penilaian tingkat
harapan dan tingkat kenyataan terhadap indikator empathy majalah “Warta
Keluarga Djarum” (Tabel 12 dan Tabel 13).
Tabel 12 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator empathy majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
1 (1,23)
1 (1,23)
1 (1,23)
0
0
2 (2,42)
1
2
3
4
5
6
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
1 (1,23)
1 (1,23)
0
3 (3,70)
0
0
5 (6,17)
11 (13,58)
13 (16,05)
12 (14,82)
21 (25,93)
22 (27,16)
50 (61,73)
40 (49,38)
44 (54,32)
46 (56,79)
40 (49,38)
36 (44,44)
Sangat
Tinggi
24 (29,63)
28 (34,57)
23 (28,39)
20 (24,69)
20 (24,69)
21 (25,93)
Ket:
1=“Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang mudah dipahami;
2=“Warta Keluarga Djarum” mudah didapat/diperoleh oleh karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan informasi/berita terkait dengan karyawan;
4=“Warta Keluarga Djarum” menyediakan konten yang mampu menjadi inspirasi karyawan dalam
bekerja;
5=“Warta Keluarga Djarum” dapat menginformasikan berita/artikel selain yang berkaitan dengan
tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan, kesehatan, dan pengetahuan umum);
6=“Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Tabel 13 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator empathy majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
1
2
3
4
5
6
Sangat
rendah
0
0
0
0
0
1 (1,23)
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
2 (2,42)
3 (3,70)
5 (6,17)
6 (7,41)
2 (2,42)
0
13 (16,05)
11 (13,58)
14 (17,28)
22 (27,16)
19 (23,46)
15 (18,52)
45 (55,55)
45 (55,55)
43 (53,09)
38 (46,91)
42 (51,85)
46 (56,79)
Sangat
Tinggi
21 (25,93)
22 (27,16)
19 (23,46)
15 (18,52)
18 (22,22)
19 (23,46)
Ket:
1=“Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang mudah dipahami;
2=“Warta Keluarga Djarum” mudah didapat/diperoleh oleh karyawan;
3=“Warta Keluarga Djarum” mampu memberikan informasi/berita terkait dengan karyawan;
4=“Warta Keluarga Djarum” menyediakan konten yang mampu menjadi inspirasi karyawan dalam
bekerja;
5=“Warta Keluarga Djarum” dapat menginformasikan berita/artikel selain yang berkaitan dengan
tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan, kesehatan, dan pengetahuan umum);
6=“Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas;
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
68
Setelah menghitung distribusi jumlah responden yang menilai tingkat
harapan dan tingkat kenyataan atribut dari indikator empathy, maka dilakukan
perhitungan dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis
(IPA). Melalui perhitungan tersebut maka didapat nilai rata-rata tingkat
harapan/kepentingan dan nilai rata-rata tingkat kenyataan/kinerja dari masingmasing atribut indikator empathy (Tabel 14). Berdasarkan Tabel 14, dapat dilihat
bahwa nilai rata-rata dari total rata-rata tingkat harapan/kepentingan sebesar 3,37
dan nilai rata-rata dari total rata-rata tingkat kenyataan/kinerja adalah sebesar
3,29.
Berdasarkan
patokan
nilai
rata-rata
dari
total
rata-rata
tingkat
harapan/kepentingan dan kenyataan/kinerja (Tabel 14), maka atribut pertama dari
indikator empathy berada di kuadran II diagram kartesius (Gambar 10 halaman
69). Begitupun sisa atribut indikator empathy lainnya yang berada di kuadran II
diagram kartesius Importance Performance Analysis (Gambar 10 halaman 69).
Tabel 14 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut empathy majalah “Warta Keluarga
Djarum” tahun 2010
No
1
2
3
4
5
6
Atribut
“Warta
Keluarga
Djarum”
menggunakan bahasa yang mudah
dipahami
“Warta Keluarga Djarum” mudah
didapat/diperoleh oleh karyawan
“Warta Keluarga Djarum” mampu
memberikan informasi/berita terkait
dengan karyawan
“Warta Keluarga Djarum” menyediakan
konten yang mampu menjadi inspirasi
karyawan dalam bekerja
“Warta Keluarga Djarum” dapat
menginformasikan berita/artikel selain
yang berkaitan dengan tugas/pekerjaan
sehari-hari (hiburan, kesehatan, dan
pengetahuan umum)
“Warta
Keluarga
Djarum”
menggunakan bahasa yang singkat,
padat, dan jelas
Total rata-rata
Skor rata-rata
Rata-rata skor
Rata-rata skor
tingkat
tingkat
harapan/kepentingan kenyataan/kinerja
(Y)
(X)
4,17
4,05
4,15
4,06
4,11
3,94
4,02
3,77
4,05
3,94
3,91
4,01
20,25
3,37
19,72
3,29
69
Gambar 10 Diagram kartesius indikator empathy majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
Bahasa yang digunakan pada “Warta Keluarga Djarum” merupakan
bahasa yang sudah menggunakan tehnik yang mengarah dialog dan diharapkan
mudah dipahami. Hal tersebut terbukti dari hasil yang didapat dari Gambar 10
bahwa atribut pertama yang berada di kuadran II. Hal tersebut menunjukkan
bahwa karyawan PT Djarum mudah memahami bahasa yang digunakan pada
“Warta Keluarga Djarum”.
Selanjutnya, berdasarkan posisi atribut ke dua
indikator empathy (Gambar 10), responden menilai bahwa “Warta Keluarga
Djarum”
mudah
didapat/diperoleh
oleh
karyawan
dan
tingkat
harapan/kepentingan akan atribut tersebut juga tinggi. Berdasarkan hal tersebut
terlihat bahwa karyawan PT Djarum menunjukkan minatnya untuk membaca
majalah “Warta Keluarga Djarum” dan ini didukung oleh distribusi “Warta
Keluarga Djarum” yang dilakukan oleh divisi Corporate Communication PT
Djarum yang juga berjalan dengan lancar.
Posisi atribut ke tiga menunjukkan bahwa “Warta Keluarga Djarum”
sudah mampu memberikan informasi/berita terkait dengan karyawan dan
karyawan juga menganggap fungsi tersebut penting. Logikanya, karyawan
memerlukan informasi terkait pekerjaan mereka dan hal tersebut sudah terangkum
ke dalam rubrik Berita Karyawan. Kemudian “Warta Keluarga Djarum” sudah
menyediakan konten yang mampu menjadi inspirasi karyawan dalam bekerja
70
dalam bentuk rubrik Fokus dan konten ini dianggap penting karena inspirasi
selalu dibutuhkan untuk refresh dalam bekerja.
Selanjutnya, “Warta Keluarga Djarum” telah dapat menginformasikan
berita/artikel selain yang berkaitan dengan tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan,
kesehatan, dan pengetahuan umum) serta telah menggunakan bahasa yang singkat,
padat, dan jelas. Secara keseluruhan efektivitas indikator empathy majalah “Warta
Keluarga Djarum” ini sudah sangat baik karena seluruh atribut berada di kuadran
II (Gambar 10). Berdasarkan hal ini, dapat dianalisis bahwa semua unsur akses,
komunikasi, dan pemahaman yang dimiliki majalah “Warta Keluarga Djarum”
sudah dapat memuaskan harapan dari karyawan PT Djarum.
6.5
Tangibles
Tangibles merupakan indikator efektivitas majalah “Warta Keluarga
Djarum” yang terakhir diukur. Definisi tangibles terkait dengan kenyataan yang
berhubungan dengan penampilan fisik majalah “Warta Keluarga Djarum”.
Adapun tangibles terdiri dari lima atribut berikut.
1. Cover “Warta Keluarga Djarum” menarik dan informatif.
2. Teks “Warta Keluarga Djarum” mudah dibaca.
3. Lay out dan grafis “Warta Keluarga Djarum” menarik.
4. Konten “Warta Keluarga Djarum” terstruktur dan sistematis.
5. “Warta Keluarga Djarum” sudah memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks,
warna, gaya bahasa, dan lain-lain).
Seperti empat indikator lainnya, indikator tangibles juga diolah melalui
metode
penentuan
efektivitas
setiap
atribut,
yaitu
metode
Importance
Performance Analysis (IPA). Metode ini menganalisis tingkat kepuasan karyawan
dengan menyesuaikan antara tingkat kepentingan/harapan dengan tingkat kinerja
masing-masing atribut. Jadi, pada dasarnya penentuan efektivitas dari indikator
tangibles ini berdasar pada kesesuaian antara tingkat kepentingan/harapan dengan
tingkat kinerja masing-masing atribut indikator empathy. Cara pengolahan data
metode Importance Performance Analysis (IPA) adalah dengan mengalikan ratarata dari rata-rata skor tingkat kinerja dari seluruh atribut dengan rata-rata dari
rata-rata skor tingkat kepentingan seluruh atribut lalu hasinya dibagi dengan
71
jumlah atribut. Tabel 15 dan Tabel 16 merupakan tabel distribusi responden
berdasarkan penilaian tingkat harapan dan tingkat kenyataan indikator tangibles
yang berguna sebagai dasar pengolahan metode Importance Performance Analysis
(IPA).
Tabel 15 Distribusi responden berdasarkan penilaian harapan terhadap atribut
indikator tangibles majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
Sangat
rendah
1 (1,23)
1 (1,23)
1 (1,23)
1 (1,23)
1 (1,23)
1
2
3
4
5
Rendah
Skor
Harapan
Sedang
Tinggi
2 (2,42)
1 (1,23)
4 (4,94)
1 (1,23)
1 (1,23)
17 (20,99)
12 (14,82)
15 (18,52)
20 (24,69)
19 (23,46)
37 (45,68)
42 (51,85)
42 (51,85)
37 (45,68)
36 (44,44)
Sangat
Tinggi
24 (29,63)
25 (30,86)
19 (23,46)
22 (17,16)
24 (29,63)
Ket:
1=Cover “Warta Keluarga Djarum” menarik dan informative;
2=Teks “Warta Keluarga Djarum” mudah dibaca;
3=Lay out dan grafis “Warta Keluarga Djarum” menarik;
4=Konten “Warta Keluarga Djarum” terstruktur dan sistematis;
5=“Warta Keluarga Djarum” sudah memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks, warna, gaya bahasa,
dan lain-lain);
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Tabel 16 Distribusi responden berdasarkan penilaian kenyataan terhadap atribut
indikator tangibles majalah “Warta Keluarga Djarum” tahun 2010
Atribut
1
2
3
4
5
Sangat
rendah
0
0
1 (1,23)
0
0
Rendah
Skor
Kenyataan
Sedang
Tinggi
5 (6,17)
2 (2,42)
1 (1,23)
3 (3,70)
5 (6,17)
13 (16,05)
10 (12,35)
18 (22,22)
21 (25,93)
19 (23,46)
43 (53,09)
50 (61,73)
46 (56,79)
45 (55,55)
41 (50,62)
Sangat
Tinggi
20 (24,69)
19 (23,46)
15 (18,52)
12 (14,82)
16 (19,75)
Ket:
1=Cover “Warta Keluarga Djarum” menarik dan informative;
2=Teks “Warta Keluarga Djarum” mudah dibaca;
3=Lay out dan grafis “Warta Keluarga Djarum” menarik;
4=Konten “Warta Keluarga Djarum” terstruktur dan sistematis;
5=“Warta Keluarga Djarum” sudah memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks, warna, gaya bahasa,
dan lain-lain);
angka dalam kurung menunjukkan persentase.
Setelah dilakukan pengolahan data dengan menggunakan metode
Importance Performance Analysis (IPA), maka didapat nilai rata-rata tingkat
harapan/kepentingan dan nilai rata-rata tingkat kenyataan/kinerja masing-masing
atribut tangibles pada Tabel 17 (halaman 72). Adapun garis tengah kuadran
72
diagram kartesius didapat berdasarkan nilai rata-rata dari total rata-rata tingkat
harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja indikator tangibles yaitu
sebesar 4,00 dan 3,93. Berpatokan pada nilai rata-rata dari total rata-rata tingkat
harapan/kepentingan dan tingkat kenyataan/kinerja pada Tabel 17, maka atribut
pertama indikator tangibles berada di kuadran IV diagram kartesius Importance
Performance Analysis (IPA), lalu atribut ke dua berada di kuadran II, kemudian
atribut ke tiga dan ke empat berada di kuadran III, dan atribut ke lima berada di
kuadran I (Gambar 11 halaman 73).
Tabel 17 Rataan penilaian tingkat harapan/kepentingan dan tingkat
kenyataan/kinerja pada atribut tangibles majalah “Warta Keluarga
Djarum” tahun 2010
No
1
2
3
4
5
Atribut
Cover “Warta Keluarga Djarum”
menarik dan informatif
Teks “Warta Keluarga Djarum” mudah
dibaca
Lay out dan grafis “Warta Keluarga
Djarum” menarik
Konten “Warta Keluarga Djarum”
terstruktur dan sistematis
“Warta Keluarga Djarum” sudah
memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks,
warna, gaya bahasa, dan lain-lain)
Total rata-rata
Skor rata-rata
Rata-rata skor
Rata-rata skor
tingkat
tingkat
harapan/kepentingan kenyataan/kinerja
(X)
(Y)
4,00
3,96
4,10
4,12
3,91
3,90
3,96
3,81
4,00
3,84
19,98
4,00
19,64
3,93
Berdasarkan posisi atribut dari indikator tangibles pada Gambar 11, maka
karyawan PT Djarum menganggap cover “Warta Keluarga Djarum” sudah
menarik dan informatif namun fungsi cover “Warta Keluarga Djarum” yang
seperti itu tidak terlalu dianggap penting. Berdasarkan hasil wawancara, karyawan
PT Djarum menilai lebih membutuhkan isi dan berita yang update dari majalah
“Warta Keluarga Djarum” dibandingkan dengan menilai bentuk serta tampilan
cover-nya. Namun karyawan PT Djarum menilai cover majalah “Warta Keluarga
Djarum” sudah sangat menarik dan informatif. Berkaitan dengan atribut ke dua,
karyawan PT Djarum menilai bahwa teks pada majalah “Warta Keluarga Djarum”
memang mudah dibaca dan fungsi terhadap ini juga dinilai penting.
73
Berdasarkan letak atribut ke tiga dan ke empat, karyawan PT Djarum
menilai bahwa lay out dan grafis “Warta Keluarga Djarum” belum menarik dan
konten “Warta Keluarga Djarum” belum terstruktur dan sistematis. Walaupun dua atribut
ini berada pada kuadran dengan tingkat prioritas perbaikan yang rendah (kuadran III),
namun divisi Corporate Communication PT Djarum perlu meningkatkan kinerja dari
keduanya. Sebab ketidakpuasan karyawan biasanya berasal dari letak atribut pada
kuadran III.
Adapun atribut terakhir indikator tangibles juga berada di kuadran I
(Gambar 11) yang menunjukkan bahwa responden/karyawan PT Djarum menilai
“Warta Keluarga Djarum” belum memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks, warna,
gaya bahasa, dan lain-lain) dimana tingkat harapan/kepentingan akan atribut ini
tinggi. Sehingga menurut peneliti, divisi Corporate Communication PT Djarum
perlu meng-upgrade bentuk ciri khas tersendiri pada logo, teks, warna, dan gaya
bahasa majalah “Warta Keluarga Djarum”. Sehingga, tampilan luar yang dimiliki
“Warta Keluarga Djarum” menjadi lebih baik dan fungsi dari indikator tangibles
ini menjadi efektif.
Gambar 11 Diagram kartesius indikator tangibles majalah internal “Warta
Keluarga Djarum” tahun 2010
74
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1
Kesimpulan
a.
Secara keseluruhan efektivitas majalah internal “Warta Keluarga Djarum”
sudah cukup baik. Artinya, fungsi majalah “Warta Keluarga Djarum”
sebagai wahana komunikasi internal perusahaan sudah cukup efektif.
Terbukti dari 25 atribut indikator efektivitas majalah “Warta Keluarga
Djarum”, sebanyak 17 atribut memiliki kinerja yang melebihi skor ratarata dari rata-rata skor tingkat kinerja/kenyataan. Dan sebanyak 12 atribut
berada pada kuadran II diagram kartesius Importance Performance
Analysis (IPA). Sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsi majalah internal
“Warta Keluarga Djarum” sudah dapat memenuhi tujuan divisi Corporate
Communication PT Djarum, yaitu meningkatkan awareness karyawan
terhadap informasi perusahaan, meningkatkan pemahaman karyawan
terhadap informasi perusahaan, dan menumbuhkan satu rasa keluarga
sebagai karyawan.
b.
Atribut yang harus diperbaiki atau dikembangkan adalah dapat dijadikan
sebagai media inspirasi bagi karyawan; redaksi ”Warta Keluarga Djarum”
memberikan informasi dengan nilai-nilai positif kepada karyawan; dan
”Warta Keluarga Djarum” sudah memiliki ciri khas tersendiri (logo, teks,
warna, gaya bahasa, dan lain-lain).
c.
Atribut yang harus dipertahankan adalah dapat dijadikan sebagai media
untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan PT Djarum; “Warta
Keluarga Djarum” merupakan media yang tepat dalam menginformasikan
berbagai kegiatan/ program PT Djarum; kesopanan redaksi Warta
Keluarga Djarum dalam memberikan informasi; “Warta Keluarga Djarum”
mampu memberikan berita internal terkait kegiatan/program PT Djarum
(dalam waktu tiga bulan terakhir) kepada para karyawan; redaksi “Warta
Keluarga Djarum” tanggap dalam meng-update berita internal maupun
eksternal PT Djarum (dalam waktu tiga bulan terakhir); “Warta Keluarga
Djarum” menggunakan bahasa yang mudah dipahami; “Warta Keluarga
Djarum” mudah didapat/diperoleh oleh karyawan; “Warta Keluarga
75
Djarum” mampu memberikan informasi/berita terkait dengan karyawan;
“Warta Keluarga Djarum” menyediakan konten yang mampu menjadi
inspirasi karyawan dalam bekerja; “Warta Keluarga Djarum” dapat
menginformasikan
berita/artikel
selain
yang
berkaitan
dengan
tugas/pekerjaan sehari-hari (hiburan, kesehatan, dan pengetahuan umum);
“Warta Keluarga Djarum” menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan
jelas; dan teks “Warta Keluarga Djarum” mudah dibaca.
7.2
Saran
Majalah internal “Warta Keluarga Djarum” sebagai wahana komunikasi
internal PT Djarum dapat menjadi sangat efektif apabila kinerja dari atributatribut yang belum baik dimaksimalkan. Berikut beberapa saran peneliti sebagai
masukan agar fungsi majalah internal “Warta Keluarga Djarum” menjadi lebih
baik.
1. Waktu terbit majalah “Warta Keluarga Djarum” hendaknya dipercepat
menjadi satu bulan sekali. Karena dengan mempercepat penerbitan
majalah informasi yang disampaikan menjadi lebih update dan dinamis.
2. Isi atau konten majalah internal “Warta Keluarga Djarum” sebaiknya lebih
banyak berupa feature, analisis, atau wawancara. Sehingga walaupun
waktu terbit majalah ini lama namun di sisi lain konten majalah ini
mempunyai nilai kedalaman.
3. Berkaitan dengan saran pertama dan ke dua, maka seyogyanya PT Djarum
menambah jumlah sumberdaya manusia untuk dijadikan sebagai redaksi
majalah “Warta Keluarga Djarum”.
4. Redaksi majalah “Warta Keluarga Djarum” hendaknya lebih kreatif dalam
menambah konten/isi majalah serta cerita di dalam konten tersebut
sehingga majalah internal ini dijadikan sebagai media inspirasi bagi
karyawan PT Djarum.
76
DAFTAR PUSTAKA
Beard, Mike. 2001. Manajemen Departemen Public relations. Jakarta: Erlangga.
__________. 2004. Manajemen Departemen Public relations. Jakarta: Erlangga.
Cutlip, Scott M. & Allen H. Center. 2006. Effective Public Relations. Jakarta:
Prenada Media Group.
Effendy, Unong Uchjana. 1993. Human Relations dan Public Relations. Bandung:
PT. Mandar Maju.
__________. 2001. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT
Rosdakarya.
__________. 2005. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT
Rosdakarya.
Hardjana, Andre. 2000. Audit Komunikasi: Teori dan Praktek. Jakarta: Grasindo.
Muhammad, Arni. 2004. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
O’Hair, Dan. 2005. Strategic Communication in Business and the Proffesions
(Fifth Edition). New York: Houghton Mifflin Company.
Pace, R. Wayne. 2005. Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan Kinerja
Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rumanti, Maria Assumpta. 2004. Dasar-dasar Public Relations. Jakarta: Dirjen
Pendidikan Tinggi.
Ruslan, Rosady. 2003. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
__________. 2006. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Siregar, Ashadi, dan Rondang Pasaribu. 2000. Bagaimana Mengelola Media
Komunikasi Organisasi. Yogyakarta: Kanisius.
Smith, Lyn & Pamela Mounter. 2008. Effecive Internal Communication. India:
Replika Press Pvt Ltd.
Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan
Pangsa Pasar. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.
77
Suranto, AW. 2005.
Komunikasi perkantoran: Prinsip Komunikasi untuk
Meningkatkan Kinerja Perkantoran. Yogyakarta: Media Wacana.
Yulianita, Neni. 2005. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung: Pusat Penerbitan
Universitas (P2U).
78
LAMPIRAN
79
Gambar Majalah “Warta Keluarga Djarum”
80
KUESIONER MEDIA INTERNAL MAJALAH “WARTA KELUARGA
DJARUM” SEBAGAI WAHANA KOMUNIKASI INTERNAL PT DJARUM
KEPADA KARYAWAN DI PT DJARUM
Yth. Bapak/Ibu Karyawan PT.Djarum,
Saya, Nur Dinna Utami, mahasiswi tingkat akhir Departemen Komunikasi dan
pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor. Saat ini Saya sedang
melakukan penulisan skripsi mengenai “Efektivitas Majalah ’”Warta Keluarga
Djarum”’ sebagai Wahana Komunikasi Internal kepada Karyawan (Kasus
Karyawan Kantor Pusat PT Djarum)”.
Hasil dari kuesioner hanya digunakan untuk keperluan penulisan di Institut
Pertanian Bogor, sehingga Bapak/Ibu tidak perlu ragu dalam memberikan
jawaban pada kuesioner ini. Nama Anda tidak diperlukan, namun beberapa data
demografis diperlukan untuk menganalisa data responden di kelompok tertentu.
Adapun Saya akan sangat berterima kasih jika Bapak/Ibu dapat meluangkan
waktu untuk mengisi kuesioner ini.
Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu, saya ucapkan banyak terima kasih.
I.
DATA RESPONDEN
Mohon diisi secara lengkap dengan cara memberi tanda cek (√) atau silang (×)
pada kotak yang telah disediakan.
1. Jenis kelamin:
Pria
Wanita
Staff
Manager
2. Jabatan:
Non Staff
81
KUESIONER MEDIA INTERNAL MAJALAH “WARTA KELUARGA
DJARUM” SEBAGAI WAHANA KOMUNIKASI INTERNAL PT DJARUM
KEPADA KARYAWAN DI PT DJARUM
II. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER
Berikan tanda cek (√) pada kolom yang telah disediakan, dengan ketentuan
sebagai berikut:
1 = Sangat Tidak Setuju
Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
5 = Sangat
4 = Setuju
PERNYATAAN
Reliability (Kemampuan
diharapkan)
untuk
1
Dapat dijadikan sebagai media
inspirasi bagi karyawan.
2
Dapat dijadikan sebagai media
untuk menyampaikan informasi
mengenai kegiatan PT Djarum.
3
Dapat dijadikan sebagai media
berbagi pengetahuan.
4
Dapat dijadikan sebagai media
berbagi pengalaman.
5
Dapat dijadikan sebagai media
berbagi ide dan kreativitas.
Penilaian
Penilaian
Harapan
Kenyataan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
memberikan pelayanan sesuai yang
Assurance ( Kemampuan yang terdiri dari unsur-unsur kompetensi dan
kredibilitas)
1
“Warta
Keluarga
Djarum”
merupakan media yang tepat dalam
menginformasikan
berbagai
kegiatan/ program PT Djarum.
82
2
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
terampil
dan
kreatif
dalam
menyampaikan informasi kepada
para karyawan.
3
“Warta
Keluarga
Djarum”
merupakan media yang tepat untuk
menyampaikan prestasi PT Djarum.
4
Kesopanan
redaksi
Keluarga
Djarum”
memberikan informasi.
5
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
memberikan informasi dengan
nilai-nilai positif kepada karyawan.
“Warta
dalam
Responsiveness ( Respon atau kesigapan dalam membantu pembaca dengan
memberikan layanan cepat)
Ket: Majalah ’”Warta Keluarga Djarum”’ ini merupakan majalah tri wulan.
1
Pihak Redaksi selalu tepat waktu
dalam menerbitkan Majalah “Warta
Keluarga Djarum” setiap tiga bulan.
2
“Warta Keluarga Djarum” mampu
memberikan berita eksternal terkait
dengan industri cigarettes (dalam
waktu tiga bulan terakhir) kepada
para karyawan.
3
“Warta Keluarga Djarum” mampu
memberikan berita internal terkait
kegiatan/program
PT
Djarum
(dalam waktu tiga bulan terakhir)
kepada para karyawan.
4
Redaksi “Warta Keluarga Djarum”
tanggap dalam meng-update berita
internal maupun eksternal PT
Djarum (dalam waktu tiga bulan
terakhir).
Empathy ( Dimensi yang terdiri dari unsur akses, komunikasi, dan pemahaman)
83
1
“Warta
Keluarga
Djarum”
menggunakan bahasa yang mudah
dipahami.
2
“Warta Keluarga Djarum” mudah
didapat/diperoleh oleh karyawan.
3
“Warta Keluarga Djarum” mampu
memberikan informasi/berita terkait
dengan karyawan.
4
“Warta
Keluarga
Djarum”
menyediakan konten yang mampu
menjadi inspirasi karyawan dalam
bekerja.
5
“Warta Keluarga Djarum” dapat
menginformasikan
berita/artikel
selain yang berkaitan dengan
tugas/pekerjaan
sehari-hari
(hiburan,
kesehatan,
dan
pengetahuan umum).
6. “Warta
Keluarga
Djarum”
menggunakan bahasa yang singkat,
padat, dan jelas.
Tangibles (Kenyataan yang berhubungan dengan penampilan fisik)
1
Cover “Warta Keluarga Djarum”
menarik dan informatif.
2
Teks “Warta Keluarga Djarum”
mudah dibaca.
3
Lay out dan grafis “Warta Keluarga
Djarum” menarik.
4
Konten “Warta Keluarga Djarum”
terstruktur dan sistematis.
5
“Warta Keluarga Djarum” sudah
memiliki ciri khas tersendiri (logo,
teks, warna, gaya bahasa, dan lainlain).
84
Pertanyaan:
1. Informasi apa saja yang Anda butuhkan yang belum ada di Majalah
“Warta Keluarga Djarum”?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
........
2. Saran apa yang dapat Anda berikan untuk Majalah “Warta Keluarga
Djarum”?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
.............
85
Struktur Organisasi PT Djarum
PT Djarum adalah perusahaan perseorangan yang mempunyai struktur organisasi sebagai berikut.
Chief Executive Officer
(CEO)
Executive
Secretary
Strategic
Affairs
Chief Operating Officer
(COO)
BusDev
CorCom
IA
Purchasing
R&D
Produksi
Finance
Marketing
HRD
BisTech
EHS
SCM
Gambar 3 Struktur Organisasi PT Djarum
QMS
Keterangan:
R & D : Research and Development; HRD : Human Resources Development; BisTech : Bussiness Technology; BusDev :
Bussiness Development; CorCom: Corporate Communications and Public Affairs; IA : Internal Audit; EHS : Environmental
Health and Safety; SCM : Supply Chain Management; QMS : Quality Management System.
85
Download