Bab 1 - Widyatama Repository

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Penelitian
Perkembangan media komunikasi modern dewasa ini telah memungkinkan
orang diseluruh dunia untuk saling berkomunikasi. Hal ini dimungkinkan karena
adanya berbagai media (channel) yang dapat digunakan sebagai sarana
penyampaian pesan. Industri media komunikasi khususnya media elektronik di
Indonesia mengalami perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu. Kebutuhan
yang semakin kompleks serta akses yang tidak mengenal ruang dan waktu secara
tidak langsung mendorong seluruh elemen masyarakat baik itu personal, instansi
bahkan organisasi untuk menggunakan media massa khususnya elektronik sebagai
akses penyebaran informasi.
Media penyiaran, yaitu radio merupakan salah satu bentuk media massa
yang efisien dalam mencapai audiensinya dalam jumlah yang sangat banyak.
Karenanya media penyiaran memegang peranan yang sangat penting dalam ilmu
komunikasi pada umumnya dan khususnya ilmu komunikasi massa. Kekuatan
radio yang berupa interaksi emosional yang diciptakan oleh penyiar serta theater
of mind, menjadikan keunikan tersendiri dibandingkan media massa lainnya.
Radio sebagai media massa terus mengalami perkembangan yang sangat
pesat. Radio memiliki daya tarik yang kuat karena memberikan hiburan,
penerangan dan pendidikan. Tulang punggung radio siaran adalah musik. Orang
mendengarkan radio terutama untuk mendengarkan musik, karena musik
merupakan hiburan bagi sebagian orang di dunia.
Pertumbuhan stasiun radio di Indonesia sendiri di tandai dengan semakin
banyaknya para pelaku usaha dari tahun ke tahun yang mencoba berbisnis dengan
membangun stasiun radio. Sampai saat ini jumlah radio di Indonesia mencapai
sekitar 1300 stasiun radio swasta resmi. Berikut data statistik pertumbuhan radio
di Indonesia.
Tabel 1.1
Jumlah Stasiun Radio Swata
Tahun
Jumlah radio
1976
225
1990
552
1997
711
2010
1300
Sumber : Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI)
Jumlah Stasiun Radio terbanyak menurut data dari PRSSNI terdapat di
Kota Bandung yaitu 64 Stasiun Radio. Melihat jumlah pelaku usaha stasiun radio
yang ada di Bandung, secara tidak langsung hal ini menjadikan persaingan yang
cukup ketat dalam kaitannya meraup pendengar khususnya warga kota kota
Bandung. Namun di sisi lain keadaan ini justru menuntut perusahaan atau stasiun
radio yang ada untuk semakin kreatif dan inovatif dari para kompetitor guna
mempertahankan ataupun menarik pangsa pasarnya.
Stasiun penyiaran radio komersial dalam upaya mengoptimalkan
pendapatannya berawal dari target dan perolehan pendengar (ratting). Jika dicapai
dengan baik, maka biasanya akan dicari oleh pengiklan. Data pendengar inilah
yang oleh para pengiklan dijadikan dasar untuk melakukan promosi, yang
selanjutnya para pengiklan membeli slot waktu penayangan program di radio
tersebut. Rating radio diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh stasiun
sendiri ataupun lembaga penelitian profesional. Data-data tersebut pada akhirnya
disampaikan kepada pengiklan. Berikut ratting radio di Bandung pada tahun
2010.
Tabel 1.2
Ratting Radio menurut Nielsen Media Research 2010
Ratting
Radio
Frekuensi
Segmen
1
Radio DAHLIA
101.5 FM
All segmen (Dewasa)
2
Radio Rama
104.7 FM
All segmen (Dewasa)
3
Radio ARDAN
105.9 FM
Remaja
4
Radio 99ers
100 FM
Remaja
5
Radio Cosmo
101.9 FM
All segmen (Dewasa)
6
Radio Garuda
105.5 FM
All segmen (Dewasa)
7
Radio Raka
98.8 FM
All segmen
8
Radio i-Radio
105.1 FM
All segmen (remaja)
9
Radio Antassalam
103.9 FM
All segmen (Dewasa)
10
Radio OZ
103.1 FM
Remaja
Sumber: Nielsen Media Research 2010
Seiring dengan ratting yang menjadi acuan, sebagai sebuah lembaga
penyiaran (perusahaan) yang memproduksi jasa informasi, stasiun radio juga
memerlukan strategi pemasaran atau promosi layaknya perusahaan konvensional,
dimana sebuah stasiun radio dituntut lebih dari sekedar menyajikan sebuah
program acara yang menarik atau produk on air akan tetapi perlu di barengi
dengan aktivitas di luar studio atau produk off air, yang tujuannya selain sebagai
media komunikasi dengan para pendengar radio secara langsung, juga sebagai
salah satu aktifitas promosi stasiun radio sehingga mampu meningkatkan loyalitas
dari para pendengarnya.
Bisa di sebut demikian karena menurut para ahli seperti, Philip Kotler
(2007:204), Basu Swastha dan Irawan (2003:349), pada hakikatnya promosi
adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran dimana aktifitas pemasaran yang
berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, mengingatkan serta
mempertahankan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli dan loyal terhadap produk/jasa yang di tawarkan perusahaan.
Promosi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran.
Salah satu karakteristik media massa radio yaitu radio bersifat partisipatif,
artinya antara penyiar serta pendengar memiliki daya emosional yang kuat, sebab
interaksi yang dilakukan oleh penyiar melalui audio dapat langsung dicerna oleh
pendengarnya pada waktu bersamaan. Ikatan emosional ini adalah daya tarik
serta peluang bagi perusahaan stasiun radio untuk dapat menjadikan para
pendengarnya memiliki loyalitas.
Tabel 1.3
Daftar Jumlah dan Jenis Umpan Balik Pendengar Radio Ardan
Tahun
Telepon
SMS
2008
15.028
16.390
2009
14.560
19.632
2010
11.012
16.078
Sumber. Bagian Perenanaan dan Evaluasi Programa Radio Ardan 2010
Arti dari loyalitas Menurut para ahli Fandy Tjiptono (2000:111), Griffin
(2002:4) merupakan respon positif terhadap barang atau jasa dengan disertai
pembelian ulang secara konsisten. Loyalitas merupakan kunci utama bagi
perusahaan dalam menjamin profitabilitas jangka panjang, untuk itu berbagai
macam strategi promosi dikerahkan oleh perusahaan guna menjadikan para
pelanggannya memiliki loyalitas terhadap perusahaan. Sedangkan yang dimaksud
dengan pendengar yang loyal menurut Starkey Dan Osler (2004:48-49) dalam
jurnalnya berjudul Radio Audience Research, menyatakan bahwa karakteristik
pendengar yang loyal dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya, frekuensi
penggunaan media, ini berguna untuk melihat intensitas penggunaan radio. Durasi
penggunaan media, yaitu untuk melihat seberapa lama (durasi) setiap
mendengarkan radio. Keterlibatan pendengar yaitu untuk melihat sejauh mana
keterlibatan atau interaktif pendengar terhadap stasiun radio yang ia dengarkan.
Setiap perusahaan menyadari bahwa untuk mencapai loyalitas pelanggan
dibutuhkan perjalanan yang cukup panjang, perusahaan perlu membuktikan
dengan memberikan nilai yang berkualitas secara konsisten kepada para para
pelanggannya, serta aktif melakukan berbagai promosi guna mendorong serta
mempertahankan pasar.
Seiring dengan pentingnya sebuah loyalitas konsumen bagi perusahaan,
perlu di ingat bahwa loyalitas yang dimiliki oleh konsumen belum tentu akan
bertahan selamanya menurut Dharmmesta dan Irawan (2002:122) ada beberapa
faktor yang menjadikan tingkat loyalitas konsumen dapat berkurang bahkan
hilang, salah satu nya adalah keragaman produk atau keberadaan kompetitor, telah
disinggung di awal bahwa pertumbuhan radio khususnya di Bandung cukup tinggi
yaitu terdapat 64 stasiun radio.
Oleh sebab itu bagi stasiun radio yang telah memiliki pendengar yang
loyal wajib di dijaga bahkan perlu mendapatkan prioritas yang utama dari pada
mendapatkan pelanggan atau pendengar yang baru. Sebab untuk merekut atau
mendapatkan pelanggan juga baru bukanlah hal yang mudah bahkan akan
memerlukan biaya yang banyak, maka sangatlah rugi bila perusahaan melepas
konsumen yang loyal secara begitu saja. Salah satu strategi promosi untuk
mempertahankan loyalitas tersebut adalah dengan melakukan program Event
Marketing.
PT. Radio Ardan Swaratama adalah salah satu stasiun swasta yang telah
berdiri kurang lebih 39 tahun, dengan pendengar sasaran utama remaja berusia 1429 tahun. Sampai saat ini radio Ardan berusaha menyuguhkan program program
yang bersifat jasa, diantaranya program yang bersifat on air seperti music, talk
show, berita, kuis, ataupun program yang bersifat off air seperti acara live music
yang di adakan secara rutin, official partner sebuah event, outdoor broadcast (OB
VAN) dan lain sebagainya.
Menyoroti salah satu program yang disuguhkan oleh stasiun Radio Ardan
yaitu program off air, sebuah program yang di rancang sebagai media interaksi
antara penyiar atau reporter dengan para pendengar secara langsung. Program ini
dimaksudkan sebagai wujud dari perusahan yang berkomitmen untuk dapat
memenuhi kebutuhan para pendengarnya yaitu para remaja, oleh karena itu
aktifitas off air ini dilakukan melalui berbagai macam kegiatan yang erat dengan
aktifitas serta kebutuhan para remaja, misalnya menggelar Event Music, menjadi
official partner sebuah Event baik untuk sekolah, kampus atau pihak ketiga,
melakukan Outdoor Broadcast ke tempat tempat yang menjadi pusat aktivitas
para remaja, dan lain sebagainya. Berikut beberapa program unggulan off air
radio Ardan:
Tabel 1.4
Daftar Program Unggulan PT. Ardan Swaratama
Nama Kegiatan
Jenis Kegiatan
Peran
Road Show Empat Mata
Entertaiment
Official Partner
MTV Tamu Istimewa
Entertaiment
Official Partner
LA Lights Street Ball
Sport
Official Partner
Audisi Extravaganza
Entertaiment
Official Partner
Pre Event Avenged Sevenfold
Music
Official Partner
Final Mojang Jajaka
Awward
Official Partner
Sony Ericsson – Campus
Music
Official Partner
Kuis Bintang Ultra
Education
Official Partner
Open House "ARDAN Ganti"
Music
Ardan Program
Ardan Shockholics
Music
Ardan Program
Ardan Siaran Gokil di bis Socialiation
Ardan Program
kota
Ardan Siaran gokil di angkot
Socialiation
Ardan Program
Sumber: www.ardanradio.com
Program program off air yang dilakukan oleh stasiun radio Ardan jika kita
cermati, ini sekaligus salah satu bentuk promosi bagi Radio Ardan itu sendiri
yaitu melalui aktifitas Event Marketing, mengapa demikian sebab menurut
George E. Belch and Michael A.Belch (2004:543), Event Marketing merupakan
kegiatan promosional yang mempunyai fokus utama untuk menangkap perhatian
dan melibatkan customer dalam event tersebut.
Jika melihat hasil riset (Tabel 1.2) Radio Ardan bisa dikatakan sebagai
salah satu stasiun radio yang memiliki jumlah pendengar yang cukup banyak.
Namun itu tidak berati Radio Ardan mengesampingkan program program
promosi, justru melihat loyalitas pendengar yang saat ini telah terbentuk pada
radio Ardan, perusahaan menyiasati nya dengan tetap gencar melakukan promosi
khususnya melakukan event marketing, hal ini dimaksudkan agar perusahaan
dapat melihat secara langsung antusias serta loyalitas dari para pendengar nya,
dan dengan cara seperti itu perusahaan akan tahu apa yang menjadi kebutuhan
dari para pendengar loyalnya, terlebih dengan keberadaan kompetitor khususnya
yang memiliki segmen yang sama dengan perusahaan serta aktif melakukan
promosi yang serupa dengan radio Ardan, diantara nya radio 99ers, Radio OZ,
Radio Paramuda.
Sebagai bahan penelitian di awal penulis melakukan pra survey dengan
mewawancarai 10 responden para pendengar loyal radio yang penulis pilih secara
random atau acak dan dilakukan di 5 titik yang berbeda di kota Bandung yaitu di
SMA 12, SMA 1 dan SMA 7, SMA 3, SMA 22 pada periode bulan November
2011, tujuannya untuk melihat apakah Event Marketing berpengaruh terhadap
loyalitas. Dan hasilnya sebagai berikut:
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Pengaruh Event
Marketing Terhadap
Loyalitas
Berpengaruh
Tidak Berpengaruh
Yang menjadi fenomena masalah, apakah event marketing yang selama ini
dilakukan oleh Radio Ardan sudah sesuai dengan harapan pendengarnya sehingga
mampu membangkitkan loyalitas, sebab berdasarkan data yang diperoleh pada
Tabel 1.3 dapat dilihat bahwa jumlah pendengar radio ardan dari tahun ke tahun
mengalami kenaikan dan penurunan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa
loyalitas dari pendengar radio ardan dapat berubah setiap waktunya. Hal ini bisa
dikaitkan dengan minimnya respon para pendengar Radio Ardan Bandung dalam
mengikuti program event yang dilakukan Radio Ardan Bandung.
Bertitik tolak dari uraian diatas, maka penulis terdorong untuk melakukan
penelitian dan mengkaji permasalahan tersebut serta mencoba membuktikan
kelayakan teori ilmu dengan kenyataan yang terjadi yang tertuang dalam
penyusunan skripsi dengan judul :
“PENGARUH EVENT MARKETING TERHADAP LOYALITAS
PT. ARDAN SWARATAMA, BANDUNG
1.2
Identifikasi Masalah
Dalam aktivitas bisnis saat ini mempertahankan loyalitas konsumen
terhadap perusahaan bukanlah hal yang mudah, hal ini dikarenakan persaingan
bisnis yang sangat ketat, untuk itu perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan
baik dari sisi produk maupun promosi nya. Menyoroti aktifitas promosi, melaui
kegiatan Event Marketing yang baik dan sesuai dengan target perusahaan,
diharapkan menjadi alat promosi yang efektif untuk mempertahankan loyalitas
perusahaan. Bertitik tolak dari latar belakang penelitian di atas, maka penulis
mengemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut, yaitu:
1.
Bagaimana pelaksanaan Event Marketing yang di lakukan PT. Ardan
Swaratama?
2.
Bagaimana Loyalitas pendengar PT. Ardan Swaratama?
3.
Seberapa besar Event Marketing berpengaruh terhadap Loyalitas
Pendengar PT.Ardan Swaratama?
1.3
Tujuan Penelitian
Maksud di laksanakan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan
pengaruh event marketing terhadap loyalitas, sebagai bahan penulisan skripsi yang
merupakan salah satu syarat yang di tetapkan dalam pencapaian gelar sarjana
jurusan Bisnis Manajemen Universitas Widyatama Bandung, sedangkan tujuan
dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mengetahui pelaksanaan Event Marketing yang di lakukan oleh
PT.Ardan Swaratama.
2. Seberapa besar loyalitas Pendengar PT. Ardan Swaratama.
3. Seberapa besar pengaruh Event Marketing terhadap Loyalitas
Pendengar PT. Ardan Swaratama.
1.4
Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan-kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.
Secara teoritis
Dalam penelitian ini penulis membahas tentang pengaruh event marketing
terhadap Loyalitas PT. Ardan Swaratama, dimana Event Marketing merupakan
salah satu bentuk promosi yang di lakukan oleh PT. Ardan Swaratama, pemilihan
strategi promosi ini tentu bukan tanpa alasan, sebab melihat data pendengar radio
Ardan cukup besar sehingga kegiatan promosi melalui Event Marketing
diharapkan mampu mempertahankan Brand perusahaan. Sejalan dengan harapan
perusahaan tersebut, penelitian yang akan di lakukan penulis semoga dapat
memberi kontribusi kepada pemikiran Loyalitas dari temporer melalui pengaruh
Event Marketing terhadap Loyalitas PT. Ardan Swaratama.
2.
Secara empiris
Penelitian ini diharapkan dapat memberi bukti empiris dari pengaruh
Event Marketing terhadap Loyalitas PT. Ardan Swaratama, dengan demikian
perusahaan-perusahaan seperti PT. Ardan Swaratama dapat memanfaatkannya,
terutama informasi mengenai pengaruh Event Marketing terhadap Loyalitas PT.
Ardan Swaratama.
1.5
Kerangka Pemikiran
Event marketing merupakan bagian dari Marketing Public Relation yang
lebih bersifat proaktif. Aktifitas event marketing melibatkan interaksi langsung
antara perusahaan melalui brand baik produk maupun jasa dengan konsumen.
Sehingga penekanan yang dilakukan bukan pada selling (seperti kegiatan
periklanan), namun pada pemberian informasi dan upaya peningkatan pengertian
lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu merek baik produk atau jasa,
dengan begitu perusahaan akan lebih kuat dampaknya dan agar lebih lama diingat
oleh konsumen. Dengan tingkat komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif
bila dibandingkan dengan iklan, maka Marketing Public Relation melalui aktifitas
Event Marketing merupakan suatu konsep yang lebih tinggi dari iklan yang biasa.
Marketing Public Relation memberi penekanan pada aspek manajemen dari
pemasaran dengan memperlihatkan kesejahteraan konsumen (Saka Abadi, 1994:
46). Event marketing memiliki pengaruh yang besar karena keterlibatan konsumen
didalamnya. Menurut Sumardy dan Yoris Sebastian (2008:4), pengamat
marketing,
dalam
dua
tahun
terakhir, event
marketing atau
brand
activation memiliki peranan yang cukup besar dalam kegiatan komunikasi
pemasaran. Padahal, sebelumnya event marketing dianggap sebagai pelengkap
kegiatan komunikasi lainnya karena perusahaan masih banyak mengandalkan
kegiatan above the line atau pemasangan iklan pada media massa.
Event
marketing yang diselenggarakan harus memiliki pengaruh yang kuat serta
memberikan kesan yang mendalam kepada setiap orang yang hadir sehingga
customer maupun potential customer bisa cukup lama mengingat pengalaman
yang menyenangkan tersebut. Ada beberapa pengertian tentang Event
Marketing yang dikemukakan oleh para ahli Terence Shimp (2007:589), George
E Belch and Michael A.Belch (2004:543), Phillip Kotler (2002:576) namun
pada dasarnya beberapa pendapat tersebut mempunyai maksud yang sama,
bahwasannya event marketing merupakan kegiatan promosional yang mempunyai
fokus utama untuk menangkap perhatian dan melibatkan customer dalam event
tersebut.
Sehubungan
dengan
aktifitas
event
marketing,
menurut
Margaret Masterman and Robin McKinnon-Wood (2007:5), bahwasanya ada
tujuh kriteria yang harus dilakukan dalam membuat event marketing yang baik.
Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan
merasa puas. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa
manfaat, diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggannya menjadi
harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, dan terciptanya
loyalitas pelanggan. Loyalitas sendiri menurut Fandy Tjiptono (2000:111),
Lovelock (2004:352), Jill Griffin (2002:4),merupakan respon positif terhadap
barang atau jasa dengan disertai pembelian ulang secara konsisten. Loyalitas dapat
terbentuk apabila seorang konsumen merasa puas terhadap produk yang telah
dibelinya, dimana pembelian dilakukan setelah melalui proses pembuatan
keputusan pembelian, sehingga konsumen yang puas tersebut memutuskan untuk
membeli kembali produk perusahaan di waktu mendatang. Konsumen yang loyal
merupakan aset tak ternilai bagi perusahaan. Bagaimana menilai konsumen itu
loyal atau tidak, Fandy Tjiptono (2000: 107-108) mengemukakan beberapa
karakteristik dari pelanggan yang loyal tersebut.Berbagai upaya dilakukan suatu
perusahaan untuk memperoleh loyalitas pelanggan, baik melalui pemberian
fasilitas-fasilitas khusus bagi pelanggan yang sedang dan sudah menggunakan /
mengkonsumsi produk tersebut. Dalam hal ini Loyalitas konsumen diharapkan
mampu tercapai melalui aktifitas event marketing sejauh seluruh prosedur dan
perencanaan dari pelaksanaan dilakukan dengan baik. Keunggulan dari event
marketing melalui komunikasi langsung tentunya dapat dimanfaatkan semaksimal
mungkin untuk memperlihatkan citra serta pelayanan terbaik dari perusahaan
sehingga mampu memberikan nilai lebih terhadap serta membangkitkan rasa
emosional yang lebih mendalam terhadap produk atau jasa yang di rasakan.Untuk
mengetahui hubungan antara Event Marketing dengan Loyalitas, menurut
Margaret Masterman and Robin McKinnon-Wood (2007:7) mengatakan
bahwa “Marketing events have the potential to create an extraordinary
experience for the consumer, use this experience to develop relationship with
consumers, link the brand to good causes, and build, change, reinforce brand
image through association with the qualities of the event. The objectives of
marketing events can, therefore, incorporate a wide variety of communication
effects. These range from building awareness and liking to purchase, loyalty
and partnership”.
Menurut Jim Blythe (2003:191) Fungsi dan tujuan pengadaan Event
Marketing salah satunya adalah untuk meningkatkan loyalitas pelanggan kepada
perusahaan. Sedangkan menurut Divisi Riset PPM Manajemen (2008:4),
melalui riset yang dilakukan untuk melihat efektifitas Event Marketing, penelitian
sendiri dilakukan dengan mewawancara 41 Marketing Manager dari berbagai
perusahaan di Jakarta. Bahwa fungsi utama event marketing adalah untuk
memperkenalkan sebuah merek tertentu. Selain itu event juga dapat
dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan loyalitas pelanggan (sumber,
www.ppm_management.ac.id) Berdasarkan riset sebelumnya yang dilakukan para
ahli
berkenaan
pengaruh
loyalitas,
Garbarino
and
Johnson
(1999)
mengemukakan bahwa loyalitas pelanggan dapat tumbuh tanpa sebelumnya
pelanggan tersebut merasakan puas terhadap jasa atau produk yang digunakan.
Secara sistematis hubungan antara variable tersebut dapat digambarkan
sebagai berikut:
Gambar 1.1
Hubungan antara Event Marketing dengan Loyalitas
Event Marketing
Loyalitas
a. Involvement
a. Pembelian ulang
b. Interaction
dan konsisten
c. Immersion
b.Merekomendasikan
d. Intensity
pada yang lain
e. Individuality
c. Tidak mudah beralih
f. Inovation
Fandy Tjiptono
g. Integrity
(2000:107-108)
Margaret Masterman and
Robin
McKinnon-Wood
(2007:5)
Berdasarkan hal diatas penulis menyatakan suatu hipotesis bahwa : “bila
Radio Ardan melaksanakan Event Marketing sesuai dengan prosedur maka akan
berpengaruh terhadap Loyalitas Pendengar”.
1.6
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di radio Ardan, Bandung. yang berlokasi di Jl.
Cipaganti 159 Bandung. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari 2012.
Untuk lebih jelasnya penulis sajikan jadwal kegiatan sebagai berikut:
Gambar 1.2
Jadwal Kegiatan Pembuatan Skripsi
NO
Kegiatan
Januari
1 2
1
2
Persiapan dan Perizinan
Observasi &
survey
3
4
5
6
7
awal
Pengumpulan Data
Pengolahan data
Penyusunan Skripsi
Analisis
Over all
bab bbbb
3
Februari
4
1
2
3
Maret
4
1
2
3
April
4
1
2
3
4
Download