upaya peningkatan pemahaman materi adawatul madrasah mata

advertisement
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI
ADAWATUL MADRASAH MATA PELAJARAN BAHASA
ARAB MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA
SISWA KELAS IV MI SABILUL HUDA JIMBARAN KEC
BANDUNGAN KAB SEMARANG TAHUN AJARAN
2009/2010
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam
Oleh :
MIRATUSOLIHAH
NIM. 11408185
JURUSAN TARBIYAH
PROGAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2010
Hanung Triyoko, S. S, M. Hum, M. Ed
Dosen STAIN Salatiga
Jl. Tentara Pelajar No. 02 Salatiga (0298) 323433 Kode Pos 50721
NOTA PEMBIMBING
Lamp : 3 ekslempar
Hal
: Naskah Skripsi
Kepada
Yth. Ketua STAIN Salatiga
Di Tempat
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Setelah kami meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka bersama ini
kami kirimkan naskah skripsi Saudari :
Nama
: MIRATUSOLIHAH
NIM
: 114 08 185
Jurusan
: Tarbiyah
Jurusan/Program Studi: Pendidikan Agama Islam (PAI)
Judul
:
UPAYA
PENINGKATAN
PENGUASAAN
MATERI
ADAWATUL MADRASAH MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV MI SABILUL HUDA
JIMBARAN, BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN
2009/2010.
Dengan ini kami mohon agar naskah skripsi tersebut di atas segera
dimunaqosahkan.
Demikian harap menjadikan periksa.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Salatiga, 27 Juli 2010
Pembimbing
Hanung Triyoko, S. S, M. Hum, M. Ed
NIP : 19730815 199903 1 003
KEMENTERIAN AGAMA RI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. 323706 Fax. 323433 Kode Pos. 50721 Salatiga
http//www.salatiga.ac.id e-mail:[email protected]
PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi Saudari MIRATUSOLIHAH dengan Nomor Induk Mahasiswa 114 08 185 yang
berjudul UPAYA
PENINGKATAN
PENGUASAAN
MATERI
ADAWATUL
MADRASAH MATA PELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI PENGGUNAAN
MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV MI SABILUL HUDA JIMBARAN,
BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG TAHUN AJARAN 2009/2010.
Telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada Sabtu, 28 Agustus 2010 dan telah diterima
sebagai bagian dari syarat-syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam
(S.Pd. I).
Salatiga, 28 Agustus 2010
18 Ramadhan 1431
Panitia Ujian
Ketua Sidang
Sekretaris sidang
Dr. Imam Sutomo, M. Ag
NIP. 19580827 198303 1 002
Dr. Rahmat Hariyadi, M. Pd
NIP. 1967011 2199203 1 005
Penguji I
Penguji II
DR. H. Sa’adi, M. Ag
NIP. 19630420 199203 1 003
Norwanto, M. Hum
NIP. 19751015 200212 1 006
Pembimbing
Hanung Triyoko, S. S, M. Hum, M. Ed
NIP : 19730815 199903 1 003
KEASLIAN TULISAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
: Miratusolihah
Nim
: 11408185
Jurusan
: Tarbiyah
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul ”UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN
MATERI
ADAWATUL
MADRASAH
MATA
PELAJARAN
BAHASA
ARAB
MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV MI
SABILUL HUDA JIMBARAN, BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG TAHUN
AJARAN 2009/2010”.
Betul-betul hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Hal-hal
yang diambil dari pendapat orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau
diajukan berdasarkan kode etik ilmiah.
Salatiga, 27 Juli 2010
Yang menyatakan
MIRATUSOLIHAH
NIM. 11408185
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
”SEBUAH GAMBAR BERBICARA LEBIH BANYAK DARI PADA SERIBU
KATA” (PEPATAH CINA)
“ HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID ”
PERSEMBAHAN
-
Untuk Ayah Ibu tercinta dengan segala pengorbanan dan kasih sayang
-
Suami tercinta yang Selalu mendampingi penulis dalam suka dan duka
-
Anakku yang masih dalam kandungan yang selalu menghiburku
-
Almamaterku STAIN Salatiga tercinta
-
Saudara-saudaraku tersayang
-
Sahabat-sahabatku Senasib Seperjuangan
KATA PENGANTAR
   
“Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Pertama-tama saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan Rahmat, Taufik, serta Hidayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini
dapat berjalan dengan baik lancar. Sebagai syarat penyelesaian gelar Sarjana pada
jenjang Strata Satu, pada Jurusan Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam,
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.
Dalam rangka penyelesaian skripsi ini penulis tidak lupa mengucapkan
banyak terima kasih yang tak terhingga, serta penghargaan rasa hormat setinggitingginya kepada:
1. Bapak Ketua STAIN Salatiga, Dr. Imam Sutomo, M. Ag, yang telah
mengizinkan dan memberi restu dalam penyusunan skripsi ini.
2. Dosen Pembimbing, Bapak Hanung Triyoko, S.S, M. Hum, M. Ed, yang telah
mencurahkan pikiran, perhatian, serta pengorbanan banyak waktu untuk
membimbing dan mengarahkan penyusunan skripsi ini.
3. Segenap staf pengajar Jurusan Tarbiyah STAIN Salatiga yang telah memberi
bekal pengetahuan.
4. Bapak Ibu Tersayang, kakak-kakakku, serta sahabat-sahabatku yang selalu
memotivasiku untuk terus berjuang menyelesaikan studi.
5. suamiku tercinta dan anakku yang masih dalam kandungan yang selalu
menemaniku dalam duka dan suka.
6. Bapak Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sabilul Huda Jimbaran beserta
Dewan Guru yang telah memberi ijin dan membantu dalam membuat skripsi.
7. Siswa-siswi kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran sebagai objek penelitian
dengan tulus ikhlas memberi kelonggaran, serta semua pihak yang telah
membantu penulisan skripsi.
Semoga Allah membalas jasa-jasa mereka.
Penulis merasa yakin karunia serta hidayah Allah SWT dan bantuan serta
dorongan tersebut di atas, maka skripsi ini mungkin tidak dapat terselesaikan, dan
penulis hanya berdoa kepada Allah SWT, semoga amal beliau serta sahabatsahabat sekalian mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Dalam
penulisan ini, penulis yakin akan adanya banyak kekurangan, kesalahan, karena
keterbatasan kemampuan yang penulis miliki, maka kritik dan saran yang sifatnya
membangun diharapkan sekali akan penulis terima dengan tangan terbuka.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT skripsi ini penulis serahkan, dengan
harapan semoga bermanfaat. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salatiga, 27 Juli 2010
Yang menyatakan
MIRATUSOLIHAH
NIM. 11408185
ABSTRAK
Miratusolihah. 11408185, 2010. Upaya Peningkatan Penguasaan Materi Adawatul
Madrasah Mata Pelajaran Bahasa Arab Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Siswa
Kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran
2009/2010. Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah
Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Hanung Triyoko, S. S, M. Hum.
Kata kunci: Penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab dan
media gambar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media gambar
dapat meningkatkan penguasaan materi adawatul madrasah. Hasil penelitian ini
diharapkan akan dapat meningkatkan penguasaan materi adawtul madrasah bagi siswa
dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan agama Islam yang berkualitas di MI Sabilul
Huda Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang mengambil latar
belakang kelas IV di MI Sabilul Huda Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten
Semarang yang terdiri dari 31 siswa (10 siswa dan 21 siswi). Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi/pengamatan, dan dokumentasi,
yang meliputi hasil analisis validitas tabel observasi pada siklus I, II dan III. Analisis
prosentase dan analisis evaluasi (hasil belajar) dan hasil pengamatan pada proses
pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan penguasaan siswa pada materi adawatul madrasah
pada mata pelajaran Bahasa Arab meningkat setelah penggunaan media gambar yaitu,
pada siklus I nilai rata-rata 49,35, siklus II nilai rata-rata 60,8 dan siklus III nilai rata-rata
64,19.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………….…………….
i
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING……………………………………….
ii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ………………………………………..
iii
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ………………………………...
iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……………………………………………………
v
KATA PENGANTAR……………………………………………………...................
vi
ABSTRAK ……………………………………………………………………………
viii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………….
ix
DAFTAR TABEL …………………………………………………………………….
xii
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………………
xiii
DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………………….
xiv
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah ………………………………………………
1
B.
Rumusan Masalah …………………………………………………….
4
C.
Tujuan Penelitian ……………………………………….......................
5
D.
Hipotesis Penelitian ………………………………………...................
6
E.
Kegunaan Penelitian ……………………………………......................
7
F.
Landasan Teori ……………………………………………..................
7
G.
Defenisi Operasional ………………………………………………….
10
H.
Metode Penelitian ……………………………………..........................
12
I.
Sistematika Penulisan ……………………………………....................
20
BAB
II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Bahasa Arab …………………………………………………………...
22
1.
Pengertian Bahasa Arab ……………………………...................
22
2.
Peran dan Fungsi Bahasa Arab ……….……………...................
23
3.
Tujuan Mempelajari Bahasa Arab ……………...………………
24
4.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa Arab .…………................
25
5.
Cabang-Cabang Bahasa Arab …..………………………………
26
6.
Keterampilan-Keterampilan Bahasa Arab …...………................
29
Materi Adawatul Madrasah ……….…………………………………..
30
1.
Pengertian Materi ……..………………………………………...
30
2.
Materi Adawatul Madrasah ……………………….....................
31
Media Pengajaran ……………. ………………………………………
33
1.
Pengertian Media ……………………………………………….
33
2.
Pentingnya Media Dalam Pengajaran Bahasa Arab…………......
33
3.
Macam-macam Media Pengajaran Bahasa Arab .........................
34
Media Gambar ………………………………………………………...
36
1.
Pengertian Media Gambar ………………………………………
36
2.
Kelebihan-Kelebihan Media Gambar …………………………..
37
3.
Kelemahan-Kelemahan Media Gambar ………………………...
39
4.
Kriterian-Kriteria Gambar yang Baik …….....…........................
39
5.
Langkah-langkah Membuat Media Gambar Secara Sederhana ...
40
B.
C.
D.
BAB
III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.
Tempat, waktu dan Subjek Penelitian …………………………….......
43
B.
BAB
BAB
Pelaksanaan Penelitian ………………………………………………..
49
1.
Pelaksanaan Siklus I ……………………………………………
49
2.
Pelaksanaan Siklus II ……………………...................................
56
3.
Pelaksanaan Siklus III …………………………………………..
61
IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi Persiklus ……………………………………………………
68
1.
Siklus Pertama ………………………………………………….
71
2.
Siklus Kedua ……………………................................................
76
3.
Siklus Ketiga ……………………………………………………
80
B.
Pembahasan …………………………………………………………...
85
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan ……………………………………………………………
90
B.
Saran …………………………………………………………………..
92
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
I.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ..........................
11
II.
Daftar Sarana dan Prasarana MI Sabilul Huda ……………...
45
III.
Daftar Siswa kelas IV MI Sabilul Huda …………….............
47
IV.
Lembar Observasi Siklus I Untuk Siswa ……………............
52
V
Lembar Observasi Siklus I Untuk Guru ………………….....
53
VI.
Lembar Observasi Siklus II Untuk Siswa …………………...
58
VII.
Lembar Observasi Siklus II Untuk Guru ………………........
59
VIII.
Lembar Observasi Siklus III Untuk Siswa ………………….
64
IX.
Lembar Observasi Siklus III Untuk Guru …………..............
64
X.
Pengaruh Media Gambar Dalam Meningkatkan Penguasaan
Materi Adawatul Madrasah …………………………………
XI.
69
Persentase Peningkatan Penguasaan Materi Adawatul
Madrasah ................................................................................
70
XII.
Hasil Observasi Siklus I Pada Siswa ……………..................
71
XIII.
Hasil Observasi Siklus I Pada Guru ………………...............
73
XIV.
Hasil Evaluasi Siklus I Dengan Penggunaan Media Papan
Tulis ........................................................................................
74
XV.
Rekapitulasi Hasil Nilai Evaluasi / Pos Tes Pada Siklus I ….
75
XVI.
Hasil Observasi Siklus II Pada Murid ……….........................
76
XVII.
Lembar Observasi Siklus II Pada Guru ……………..............
XVIII.
Hasil Evaluasi Siklus II Dengan Penggunaan Media
77
Gambar………………………………………………………
78
XIX.
Rekapitulasi Hasil Nilai Evaluasi / Pos Tes Pada Siklus II …
80
XX.
Hasil Observasi Siklus III Pada Siswa …………...................
81
XXI.
Lembar Observasi Siklus III Pada Guru ………….................
82
XXII.
Hasil Evaluasi Siklus III Dengan Penggunaan Media
Gambar ……………………………………………………...
83
XIII.
Rekapitulasi Hasil Evaluasi / Post Test Pada Siklus III …….
84
XXIV.
Daftar Siswa yang Tuntas Belajar Pada Siklus I …………....
86
XV.
Daftar Siswa yang Tuntas Belajar Pada Siklus II …………...
87
XVI.
Daftar Siswa yang Tuntas Belajar Pada Siklus III .......……..
89
DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
1.
Alur Penelitian Tindakan Kelas …………………………...
16
2.
Gambar Struktur Organisasi MI Sabilul Huda Jimbaran .....
44
3.
Foto Kegiatan Proses Pembelajaran Siklus I ........................
55
4.
Foto Kegiatan Proses Pembelajaran Siklus II ......................
61
5.
Foto Kegiatan Proses Pembelajaran Siklus III .....................
67
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
1.
:
Media Gambar yang dijadikan Media Pembelajaran
Lampiran
2.
:
RPP Siklus I
Lampiran
3.
:
Tes Evaluasi Siklus I
Lampiran
4.
:
RPP Siklus II
Lampiran
5.
:
Tes Evaluasi Siklus II
Lampiran
6.
:
RPP Siklus III
Lampiran
7.
:
Tes Evaluasi Siklus III
Lampiran
8.
:
Surat Ijin Penelitian
Lampiran
9.
:
Surat Keterangan Penelitian
Lampiran
10.
:
Daftar Riwayat Hidup
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kurang berhasilnya pendidikan agama di Indonesia, sebagian pendapat
dikatakan karena: isi pendidikan agama yang ada terlalu akademis, terlalu banyak
topik, banyak pengulangan yang tidak perlu. Akhlak dalam arti perilaku hampir tidak
diperhatikan, kecuali yang bersifat kognitif dan hafalan. Di dalam hal pengajaran AlQur’an, proses yang ada hampir tidak memungkinkan anak didik memiliki
kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik, karena metode dan media
yang dipakai tidak memadai. (Rahim, 2001 : 24)
Termasuk di dalamnya mata pelajaran Bahasa Arab, sebagai salah satu mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam. Yang mempunyai fungsi kuat dalam syiar agama
Islam serta sebagai pegangan dalam belajar lebih dalam tentang ajaran-ajaran agama
Islam melalui dasar agama Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.
Karena makna atau nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sendiri pada
hakikatnya adalah universal, maka tentunya ia tidak dibatasi atau diubah (dalam arti
bertambah atau berkurang) oleh suatu penggunaan bahasa. Maka dari itu penggunaan
Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, sesungguhnya lebih banyak menyangkut
masalah teknis penyampaian pesan daripada masalah nilai. Penggunaan Bahasa Arab
untuk Al-Qur’an adalah wujud khusus dari ketentuan umum bahwa Allah SWT tidak
mengutus seorang rasul kecuali dengan bahasa kaumnya, yaitu masyarakat yang
menjadi audience langsung seruan rasul itu dalam menjalankan misi suci. Dalam hal
ini kaumnya Nabi Muhammad SAW adalah masyarakat Arab, khususnya masyarakat
Makkah dan sekitarnya, sehingga bahasa Al-Qur’an pun sesungguhnya adalah bahasa
Arab dialek penduduk Makkah (Arsyad, 2004 : xix). Sehingga tujuan Allah
menurunkan Al-Qur’an dengan bahasa mereka (Masyarakat Arab) agar mereka dapat
meresapi, memahami isi kandungan, dan benar-benar mengetahui maksud tujuan
diturunkanya ayat-ayat Al-Qur’an, tidak semata mendengarkannya dengan telinga
mereka, tanpa memikirkan dan merenungkanya (Qardhawi, 1998 : 24). Sesuai dengan
yang difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Yusuf ayat 2 sebagai berikut :
      
Artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan berbahasa
Arab, agar kamu memahaminya”. (Quran In Word Ver 1.0.0. [email protected])
Dan juga dalam surat Az-Zukhruf ayat 3 berikut ini :
      
Artinya: Sesungguhnya kami menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu
memahami(nya).
(Az-Zukhruf
ayat
3).
(Quran
In
Word
Ver
1.0.0.
[email protected])
Dari semua pandangan di atas, pada intinya kita semua tahu bahwa Bahasa
Arab adalah bahasa Al-Qur’an, oleh karena itu jika kita ingin mendalami dan
memahami Al-Qur’an lebih jauh, maka kita harus belajar Bahasa Arab dan harus
memahami pelajaran Bahasa Arab dengan sungguh-sungguh.
Bahasa Arab adalah bahasa diluar kemampuan berbahasa kita dalam
kehidupan sehari-hari, maka kita kesulitan dalam mempelajari dan menguasainya.
Dan harus membutuhkan metode dan media yang tepat dalam mempelajarinya.
Dari pendapat-pendapat tersebut di atas terbukti adanya, salah satu contoh
yaitu terjadi pada siswa MI Sabilul Huda Jimbaran tahun ajaran 2009/2010.
Kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran Bahasa Arab masih rendah.
Mereka belum mampu dalam menguasai pelajaran Bahasa Arab secara baik. Ini tidak
lain karena kurangnya dorongan dan upaya dari para guru dalam meningkatkan
kemampuan menguasai mata pelajaran Bahasa Arab bagi para siswa. Biasanya dalam
penggunaan metode memberikan materi Bahasa Arab, para guru kurang mampu
memahamkan para siswa. Sehingga siswa tidak bisa mengikuti pelajaran yang
diberikan guru dengan baik secara terus menerus. Selain itu para guru juga kurang pas
dalam menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran Bahasa Arab.
Metode dalam menyampaikan materi pelajaran Bahasa Arab bermacammacam, diantaranya yaitu membaca, memberikan tugas, tanya jawab, diskusi,
ceramah, drama, terjemah dan yang lainya.. Sedangkan media pengajaran Bahasa
Arab menurut Dr. Abdul Alim Ibrahim (1978 : 433) adalah sebagai berikut : bendabenda aslinya, contoh riil dalam bentuk patung/permainan, gambar-gambar, peta,
chart, papan tulis.
Dalam penelitian kali ini penulis ingin mendalami lebih jauh tentang upaya
peningkatan penguasaan materi Adawatul Madrasah Mata Pelajaran Bahasa Arab,
melalui penggunaan media gambar dengan sumber atau obyek siswa kelas IV MI
Sabilul huda Jimbaran, Bandungan, Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010. Dengan
tujuan agar media gambar dapat digunakan di sekolah/madrasah tingkat dasar,
lanjutan maupun menengah dalam mengajarkan materi Bahasa Arab. Supaya siswa
dapat menguasai pelajaran Bahasa Arab dengan mudah, baik dan benar secara terusmenerus sehingga hasil belajar dapat tercapai secara maksimal.
B. Rumusan Masalah
Berpijak dari uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah di
atas, dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:
1. Bagaimana penguasaan awal siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec
Bandungan Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010 terhadap materi Adawatul
Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab, sebelum menggunakan media gambar?
2. Sejauh mana penggunaan media gambar diterapkan sebagai upaya dalam
meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa
Arab pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec Bandungan Kab
Semarang tahun ajaran 2009/2010?
3. Sejauh mana pengaruh media gambar dalam meningkatkan penguasaan materi
Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab pada siswa kelas IV MI Sabilul
Huda Jimbaran Kec Bandungan Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010?
Mengenai pemilihan judul, penulis memilih judul “Upaya peningkatan
penguasaan materi Adawatul Madrasah Mata Pelajaran Bahasa Arab, melalui
penggunaan media gambar pada Siswa Kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec
Bandungan Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010”. Penulis secara garis besar ingin
melihat sejauh mana upaya untuk meningkatkan penguasaan materi Adawatul
Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda
Jimbaran Kec Bandungan Kab Semarang Tahun ajaran 2009/2010 melalui
penggunaan media gambar.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, maka ada beberapa tujuan yang
hendak dicapai, antara lain :
1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan awal siswa kelas IV MI Sabilul Huda
Jimbaran Kec Bandungan Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010 terhadap materi
Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab sebelum menggunakan media
gambar.
2. Untuk mengetahui bentuk penerapan penggunaan media gambar sebagai upaya
dalam meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran
Bahasa Arab pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec Bandungan Kab
Semarang tahun ajaran 2009/2010.
3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar sebagai upaya
peningkatan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab
setelah pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec Bandungan Kab
Semarang tahun ajaran 2009/2010.
D. Hipotesis Penelitian
Dalam penelitian, hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap
rumusan masalah penelitian, (Sugiyono, 1990:78). Dari pengertian hipotesis tersebut,
maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : “Media gambar dapat
meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab
pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran, Bandungan, Kab Semarang tahun
ajaran 2009/2010”, artinya seorang pendidik (guru) dapat menggunakan media
gambar dalam mengajarkan Bahasa Arab agar penguasaan siswa dapat meningkat.
E. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah:
1. Secara teoritis, diharapkan dapat memperkaya khasanah dunia pendidikan Islam
yang diperoleh dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan dapat memberikan
sumbangan bagi perkembangan pendidikan pada umumnya.
2. Secara praktis, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan berharga
bagi pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan
tingkatan perkembangan peserta didik, dan bagi praktisi pendidikan dapat
mengambil hasil penelitian sebagai bahan bandingan dalam menggunakan waktu
secara efektif serta mengembangkan metode dan penggunaan media pembelajaran
secara variatif dan inovatif bagi tercapainya tujuan pembelajaran.
F. Landasan Teori
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke
penerima pesan (Sadiman, dkk, 1996 : 11). Jadi, komponen proses belajar mengajar
sesungguhnya terdiri dari 3 unsur, yaitu encoder (pemandu) adalah guru, signal
adalah pesan/isi yang disampaikan oleh guru, dan decoder adalah siswa yang
menerima pesan dari guru. Dari ketiga unsur tersebut harus bekerja secara seimbang
saling berkaitan untuk mencapai tujuan dalam proses pembelajaran.
Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan dalam proses belajar mengajar
adalah media yang digunakan dalam penyampaian pesan. Karena pentingnya media
pengajaran sebagai penunjang dalam proses belajar mengajar. Maka penulis akan
mencoba meneliti lebih jauh tentang media pengajaran yaitu media gambar.
Media gambar termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain
media gambar berfungsi untuk menyampaikan pesan dari sumber ke penerima pesan.
Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaiakan
dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual (Sadiman, dkk, 1996 : 28).
Secara khusus gambar berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian
ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau
diabaikan bila tidak digrafiskan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya, media
gambar termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.
Pada ulasan di atas telah diuraikan bahwa pesan yang ditampilkan melaui
gambar dapat mendorong aktivitas belajar siswa, serta mempunyai banyak kelebihan.
Berbagai riset telah dilakukan sebagaimana yang diuraikan oleh Hamzah B Uno
(2006 : 55) yaitu Knolton, 1966; Levie & Dickie, 1973; Reiber, 1994; Dan Winn,
1987, melalui penelitian-penelitian tersebut telah dibuktikan bahwa paling sedikit ada
empat riset mengenai ilustrasi yang meliputi :
1. Persepsi gambar
2. Memori atau gambar
3. Pembelajaran dan kognisi
4. Respons yang efektif terhadap gambar
Teori persepsi gambar misalnya, memperkenalkan dua teori sekitar tahun 70an berkaitan dengan persepsi gambar. James J. dan Gibson yang mendasari teori
mereka terhadap arti suatu pesan dilihat dari kemiripan gambar dengan lingkungan.
Teori Konstruksi E.H. Gombrich yang memandang arti suatu pesan berdasarkan
ketentuan gambar. Kemudian teori perspektif Renaisance yang dipelopori oleh
Brunelleschi yang mendasarkan teori gambar melalui layar tiga dimensi. Dalam
teorinya dikemukakan bahwa pemahaman pesan didasarkan pada kemampuan
pandangan menangkap kesamaan gambar dengan dunia nyata. Sebab gambar
merupakan pengganti objek. Itulah sebabnya gambar menjadi penting dan otomatis.
Teori–teori lain yang membicarakan penangkapan pesan melalui gambar seperti
kemiripan oleh Gibson, Constructivisme oleh Gombrich, teori Generatif oleh Hagen,
teori gestalt oleh Arnhein, serta teori persepsi gambar yang dikaitkan dengan tingkah
laku oleh Hochberg dan lain-lain, yang pada intinya memandang bahwa pesan
pengajaran yang dimuat melalui gambar dapat membantu pemahaman siswa. (B.
Uno, 2006 : 55)
Sesuai dengan teori-teori dan contoh ulasan di atas, penulis akan mencoba
melakukan penelitian secara dalam bagaimana sesungguhnya media gambar
mempunyai peranan penting dalam meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi
Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab.
G. Definisi Operasional
Untuk menghindari adanya salah pengertian dalam memahami judul di atas,
maka penulis akan menjelaskan beberapa istilah yang digunakan, antara lain sebagai
berikut :
1. Upaya peningkatan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata pelajaran
Bahasa Arab
a. Penguasaan
Kata “peningkatan” berasal dari kata tingkat yang berarti keadaan atau
kualitas yang lebih tinggi. Peningkatan sendiri dapat diartikan sebagai suatu
proses atau cara atau perbuatan meningkatkan suatu usaha atau kegiatan
adalah “menguasai sesuatu dengan pikiran” (Sardiman A.M, 2009 : 42-43).
Penguasaan berasal dari kata kuasa yang berarti kemampuan atau
kesanggupan untuk berbuat sesuatu, kekuatan, mampu, sanggup, kuat,
pengaruh dan sebagainya. Mendapatkan tambahan “peng” dan “an” menjadi
penguasaan yang mempunyai arti suatu usaha untuk mampu berbuat sesuatu
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005 : 271 ).
b. Materi Adawatul Madrasah
Materi adalah “Sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan,
dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan)” (Kamus Pusat Bahasa, 2001 : 723).
Materi Adawatul Madrasah adalah sub materi mata pelajaran Bahasa Arab
yang diberikan kepada kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI), berdasarkan
standar isi Madrasah Ibtidaiyah tahun 2008 sesuai kurikulum KTSP. Pada
pelajaran ini, para siswa akan mengenal alat-alat tulis (Wahyudi, 2009 : 19).
TABEL I.
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
Standar Kompetensi
Menyimak
Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi bunyi huruf
1. Memahami informasi lisan melalui
hijaiyah
dan
kegiatan mendengarkan dalam bentuk
kalimat) tentang
paparan atau dialog tentang perkenalan
‫االدواد الودزسخ‬
ujaran
(kata,
1.2 Menemukan makna atau gagasan
dari wacana lisan tentang ‫االدواد‬
‫الودزسخ‬
Berbicara
2.1
dialog
sederhana
tentang ‫االدواد الودزسخ‬
2. Mengungkapkan informasi secara lisan
dalam bentuk paparan atau dialog
Melakukan
2.2 Menyampaikan informasi secara
tentang perkenalan
lisan dalam kalimat sederhana
tentang
‫االدواد الودزسخ‬
Membaca
3.1 Melafalkan huruf hijaiyah, kata,
3. Memahami wacana tertulis dalam
kalimat
wacana
tertulis
tentang ‫االدواد الودزسخ‬
bentuk paparan atau dialog tentang
perkenalan
dan
3.2 Menemukan makna, gagasan atau
ide wacana tertulis tentang ‫االدواد‬
‫الودزسخ‬
Menulis
4. Menuliskan kata, ungkapan, dan teks
Menyalin kata, kalimat dan menyusun
kata
menjadi
fungsional pendek sederhana tentang
tentang
perkenalan
‫االدواد الودزسخ‬
kalimat
Tema-tema tersebut di atas menggunakan pola kalimat yang meliputi
‫ علن‬/‫اسن هفسد‬+‫اسن إشبزح‬
sempurna
Sumber : Wahyudi, Agus, Lancar Berbahasa Arab 1 Untuk Kelas IV
Madrasah Ibtidaiyah, Tiga Serangkai, Solo 2009, hlm. 20.
2. Media Gambar
Menurut Arief S. Sadiman, Dkk (1996 : 6) kata “media” berasal dari bahasa
latin dan merupakan jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti
“perantara” atau “pengantar”. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan.
Hubunganya dengan pendidikan, media adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim (guru) ke penerima (siswa)
sehingga dapat merangsang pikiran perasaan, perhatian dan minat serta perhatian
siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, Dkk,1996 : 7).
Gambar adalah simbol-simbol komunikasi visual sebagai pengganti dari
keaslian suatu keadaan/benda.
Jadi media gambar adalah sebuah simbol pengganti dari suatu keadaan atau
benda yang digunakan dalam proses belajar mengajar.
H. Metode Penelitian
1. Rancangan Penelitian
a. Perencanaan
Dalam perencanaan ini meliputi :
1). Membuat rencana pembelajaran
2). Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung.
3). Membuat alat observasi untuk mengetahui kondisi belajar mengajar di
kelas.
4). Menyiapkan atau membuat media pembelajaran.
b. Perencanaan Tindakan meliputi
Dalam pelaksanaan tindakan ini guru menyusun tindakan-tindakan terhadap
pelaksanaan kegiatan atau program yang menjadi tugas sehari-hari. Langkahlangkah yang dilakukan yaitu :
1) Guru mengadakan apersepsi untuk mengetahui tingkat belajar siswa
2) Guru mengadakan proses pembelajaran dengan menggunakan media
gambar untuk menarik perhatian siswa.
c. Observasi
1) Mengetahui kesesuaian pelaksanaan tindakan dengan rencana tindakan
yang telah diterapkan.
2) Mengetahui
berlangsung
seberapa jauh pelaksanaan tindakan
yang sedang
dapat diharapkan akan menghasilkan perubahan yang
diharapkan.
d. Analisis dan Refleksi
Analisis dan refleksi berfungsi untuk mengetahui apakah tindakan yang telah
dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang diharapkan atau tidak, sehingga
pada formatif dapat mencapai kategori lancar.
2. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh pihak yang terlibat langsung
dalam upaya meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah mata
pelajaran Bahasa Arab pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran Kec
Bandungan Kab Semarang tahun ajaran 2009/2010 yang terdiri dari seluruh siswa
kelas IV dan khususnya guru Bahasa Arab.
a. Langkah-langkah Penelitian / Siklus Penelitian
Sesuai dengan yang dipilih adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK),
penelitian ini tidak hanya dilakukan satu tahapan/satu langkah (siklus)
kegiatan melainkan beberapa kali kegiatan. Karena penelitian tindakan kelas
adalah sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif, partisipatif,
kolaboratif, resiko dan internalisasi teori dan praktik.
Daur ulang dalam penelitian diawali dengan perencanaan tindakan
(planning). Penerapan tindakan (action) mengobservasi dan mengevaluasi
proses dan hasil tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi
( reflecting)
dan seharusnya sampai perbaikan atau peningkatan yang
diharapkan tercapai (kriteria keberhasilan) (Lewin, 1990).
Adapun alur dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dipahami
melalui uraian berikut ini:
1) Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti
menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan,
termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
2) Kegiatan dan pengamatan meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti
sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati
hasil atau dampak dari diterapkannya pembelajaran kontekstual model
berbasis masalah.
3) Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil dan
dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan
yang diisi oleh pengamat.
4) Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat
membuat rancangan yang direvisi untuk melaksanakan pada siklus
berikutnya.
Observasi dibagi dalam setiap siklus 1, 2 dan seterusnya masing-masing
siklus diperlakukan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu
sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif diakhir masing putaran.
Siklus ini berkelanjutan dan akan diberhentikan jika sesuai dengan kebutuhan
dan dirasa sudah cukup.
Adapun langkah-langkah penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada
gambar berikut :
Siklus 1
Refleksi
Rencana
awal/rancangan
Tindakan/
Observasi
Refleksi
Siklus 2
Rencana yang
direvisi
Tindakan/
Observasi
Refleksi
Tindakan /
Observasi
Siklus 3
Rencana yang
direvisi
GAMBAR 1.
ALUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS
b. Instrumen Penelitian
Adapun instrumen yang disiapkan diantaranya berupa :
1) Soal tes evaluasi
2) Alat peraga/media gambar
3) Pedoman dan kriteria penelitian.
4) Lembar observasi
5) Catatan lapangan.
c. Instrumen Penelitian
1) Populasi
Yang dimaksud dengan populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2002 : 55). Sedangkan yang saya maksud
dengan populasi yaitu seluruh individu yang akan diteliti, adapun populasi
dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran
tahun ajaran 2009/2010, sebanyak 31 siswa dengan perincian sebagai
berikut :
-
Siswa laki-laki berjumlah 10 siswa
-
Siswa perempuan berjumlah 21 siswa
2) Sampel dan Sampling
a) Sampel merupakan sebagian/wakil dari populasi yang akan diteliti.
Pengambilan sampel jika subyeknya kurang dari 100, lebih baik
diambil
semua
sehingga
penelitiannya
merupakan
populasi.
Selanjutnya jika jumlah subyeknya lebih besar dari 100, maka diambil
salah satunya antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Berdasarkan petunjuk tersebut, dalam penelitian ini penulis
mengambil sampel semua jumlah total siswa yaitu 31 siswa yaitu
siswa laki-laki 10 anak dan siswa perempuan 21 anak.
b) Sampling adalah teknik/cara yang digunakan untuk mengambil
sampel. Penulis untuk kali ini menggunakan teknik sampel
random/acak, yaitu semua anggota populasi mempunyai kesempatan
sama untuk terambil sebagai sampel.
d. Pengumpulan data
Pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh
peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah teknik tes (evaluasi) dan teknik observasi.
Dalam penelitian tindakan kelas ini pengumpulan data dilakukan melalui :
. Wawancara
. Observasi
. Dokumentasi.
1). Wawancara
Wawancara (interviu) adalah metode pengumpulan data
dengan jalan Tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik
dan berlandaskan kepada tujuan penyelidikan (Hadi, 1995 : 193).
Peneliti melakukan tes wawancara kepada siswa untuk
mengetahui seberapa tingkat pemahaman siswa dalam memahami
materi Adawatul Madrasah sebelum dan sesudah penelitian tindakan
kelas dilakukan.
2). Observasi
Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai
pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena
yang diselidiki (Hadi, 1995 : 136).
Observasi/pengamatan dilaksanakan dengan menggunakan
lembar observasi yang telah disesuaikan sebelumnya. Observasi
digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai sikap dan respon
setelah diadakan pre tes pada tiap siklus.
3). Dokumentasi
Jika data dicari dalam dokumen atau sumber pustaka maka
kegiatan pengumpulan data ini disebut studi dokumen atau sumber
pustaka. Data ini merupakan data sekunder karena sudah tertulis atau
diolah oleh orang lain. Dengan kata lain, datanya sudah jadi (Wirartha,
2006 : 36).
e. Analisa Data
Setelah terkumpul, kemudian saya menganalisis data dengan rumus
sebagai berikut :
Untuk mengetahui hasil upaya untuk meningkatkan penguasaan materi
Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab melalui media gambar,
dapat digunakan rumus presentasi
P
F
100%
N
Keterangan :
P : Persentasi
F : Frekuensi/nilai rata-rata
N : Jumlah Subjek
I. Sistematika Penulisan
Setiap kegiatan penelitian harus selalu disusun laporan penelitian secara
sistematis. Adapun penulisan skripsi ini disusun dalam lima bab, yang secara
sistematis dapat dijabarkan sebagai berikut:
Bab I adalah PENDAHULUAN. Berisi latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, kegunaan penelitian, definisi
operasional, landasan teori, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
Bab II berisi KAJIAN PUSTAKA. Pada bab ini, diuraikan berbagai
pembahasan teori yang berkaitan dengan teori-teori yang berhubungan dengan media
gambar dalam mengajarkan pelajaran Bahasa Arab sebagai upaya meningkatkan
penguasaan siswa. Yang bisa dijadikan rujukan adalah beberapa buku, artikel, makalah
dan hasil-hasil penelitian sebelumnya, tentunya yang berkaitan erat dengan judul
penelitian ini. Dan juga teori-teori yang berhubungan dengan media gambar dalam
mengajarkan pelajaran Bahasa Arab sebagai upaya meningkatkan penguasaan siswa.
Bab III, PELAKSANAAN PENELITIAN, pada bab ini lebih difokuskan pada
pelaksanaan penelitian, yang terdiri dari subjek penelitian yang meliputi lokasi dan
waktu penelitian, subyek penelitian serta karakteristik subyek penelitian. Serta terdiri
dari paparan deskripsi pelaksanaan siklus I, deskripsi pelaksanaan siklus II, dan
deskripsi pelaksanaan siklus III (mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi).
Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, bab ini berisi tentang
analisa dari data-data dan hasil penelitian tentang penggunaan media gambar dalam
mengajarkan pelajaran Bahasa Arab sebagai upaya meningkatkan penguasaan siswa.
Deskripsi persiklus (data hasil pengamatan/evaluasi/tes serta pembahasan tiap siklus).
Bab terakhir adalah bab V PENUTUP, yang berisi tentang kesimpulan dari hasil
penelitian, juga saran-saran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. BAHASA ARAB
1. Pengertian Bahasa Arab
Menurut Imam Syekh Al-Iskandariyah bahasa adalah lambang bunyi yang
diungkapkan oleh suatu kaum untuk menyampaikan maksud-maksudnya. Dengan
demikian maka dapat ditarik pengertian bahwa Bahasa Arab adalah sistem tanda
bunyi huruf Arab yang digunakan oleh orang Arab dalam berkomunikasi dan
mengutarakan maksud mereka. (Susilowati, 2009 : 143)
Orang berbahasa pada hakekatnya berkomunikasi dengan orang lain untuk
menyampaikan pesan di antara mereka sesama dari pembicara kepada penulis,
dari penulis kepada pembaca atau sebaliknya. Dalam praktek pengajaran Bahasa
Arab, fungsi komunikasi sering tidak memperoleh perhatian sehingga yang
diajarkan hanyalah pengetahuan tentang berbahasa dan bukan keterampilan
bagaimana agar murid bisa berbahasa secara langsung dan mampu berkomunikasi
dengan orang lain. (Fachrudin, 2006 : 18-19)
Sesuai dengan PERMENAG (Peraturan Menteri Agama) Republik Indonesia
Nomor 2. Tahun 2008, mata pelajaran agama Islam di Madrasah terdiri dari 4
bidang studi, yaitu Al-qur’an Hadis, Aqidah Akhlaq, Fiqih, dan Sejarah
Kebudayaan Islam. Keempat bidang studi tersebut pada hakikatnya merupakan
bidang studi yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Karena itu,
pemahaman terhadap masing-masing bidang studi tidak dapat dipahami secara
terpisah-pisah (parsial). Dalam hubungan ini, mata pelajaran Bahasa Arab yang
diajarkan di Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu pendukung utama untuk
kelancaran pembelajaran PAI, mengingat bahwa kebanyakan sumber belajar
agama Islam adalah kitab-kitab agama yang berbahasa Arab, khususnya AlQur’an dan Hadits.
2. Peran dan Fungsi Bahasa Arab
Mempelajari Bahasa Arab amat penting sekali bagi kaum muslimin,
karena ucapan dalam sholat dengan Bahasa Arab dan bahasa kitab suci agama
Islam juga berbahasa Arab. Begitu juga kebanyakan buku-buku agama Islam
ditulis dalam Bahasa Arab. Oleh sebab itu di negeri-negeri Islam dipentingkan
sekali mempelajari Bahasa Arab, bukan saja diajarkan di pesantren-pesantren,
melainkan di sekolah-sekolahpun diajarkan juga. (Yunus, 1983 : 21)
Fachrudin (2006 : 12) juga menyatakan bahwa Pengajaran Bahasa Arab
mempunyai keterkaitan erat dengan kebutuhan beribadah kepada Allah SWT,
khususnya menjalankan Rukun Islam yang kedua yaitu sholat, dimana do’a dan
ucapannya menggunakan Bahasa Arab. Sepanjang sejarah diketahui bahwa dalam
sholat, orang Islam menggunakan Bahasa Arab dan tidak sah jika ibadah tersebut
diucapkan bukan dengan Bahasa Arab. Saat itu fungsi pengajaran Bahasa Arab
adalah mendidik agar anak mengetahui dan mahir di bidang hukum Islam dan
tauhid, serta agar para siswa bisa beribadah dengan benar.
Karena agama Islam adalah agama yang khas dengan Bahasa Arab seperti
yang telah diuraikan di atas, maka sebetulnya Bahasa Arab mempunyai peran
yang sangat penting, yaitu sebagai alat penerjemah mempelajari ilmu-ilmu agama
Islam yang berbentuk tulisan Bahasa Arab. Seperti dalam bentuk kitab suci AlQur’an, hadits-hadits nabi dan juga kitab-kitab terdahulu yang menggunakan
Bahasa Arab.
3. Tujuan Mempelajari Bahasa Arab
Dalam konteks pendidikan, Bahasa Arab berfungsi sebagai alat untuk
berkomunikasi dalam rangka mengakses informasi, dan dalam konteks seharihari, sebagai alat untuk membina hubungan interpersonal, bertukar informasi serta
menikmati estetika bahasa dalam Budaya Arab. Menurut Mahmud Yunus (1983 :
21) tujuan mempelajari Bahasa Arab antara lain sebagai berikut :
a. Supaya paham dan mengerti apa-apa yang dibaca dalam sholat dengan
pengertian yang mendalam.
b. Supaya mengerti membaca Al-Qur’an, sehingga dapat mengambil petunjuk
dan pengajaran daripadanya, bukan seperti burung beo saja.
c. Supaya dapat belajar ilmu agama Islam dalam buku-buku yang banyak
dikarang dalam Bahasa Arab, seperti Ilmu Tafsir, Hadis, Fiqih dan
sebagainya.
d. Supaya pandai berbicara dan mengarang dalam Bahasa Arab untuk
berhubungan dengan kaum muslimin di luar negeri, karena Bahasa Arab itu
sebenarnya bahasa umat Islam di seluruh dunia, bahkan Bahasa Arab masa
sekarang telah menjadi bahasa ilmiyah.
Sementara Mulyanto Sumardi dalam buku Ulfah Susilowati (2009 : 52)
mengungkapkan tujuan pengajaran Bahasa Arab adalah :
a. Agar siswa mampu mengutarakan pikiran dan perasaan mereka secara lisan
maupun tulisan (ekspresif).
b. Agar siswa mmpu memahami Bahasa Arab, melalui pandangan atau tulisan
(reseptif)..
Dari kedua pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran
Bahasa Arab diarahkan ke dua tujuan yaitu :
a. Mempelajari Bahasa Arab sebagai bahasa aktif, baik dalam pidato, mengarang
dan lain-lain.
b. Mempelajari Bahasa Arab sebagai bahasa pasif, seperti memahami ungkapan
pembicaraan (mendengar) memahami bacaan dan lain-lain.
4. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa Arab
Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Mulyanto Sumardi dalam
bukunya Ulfah Susilowati (2009 : 53-54), dalam pengajaran Bahasa Arab ada
prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu seleksi, gradasi, presentasi, dan
repitisi. Keempatnya menyangkut bahan yang akan diajarkan dan perlakuan
terhadap bahan ajar.
a. Seleksi
Seleksi maksudnya pemilihan bahan yang akan diajarkan, karena tidak
semua bahan bisa diajarkan sekaligus. Hal ini berkaitan dengan target yang
akan dicapai, tingkat kemahiran siswa dan lama program.
b. Gradasi
Gradasi maksudnya adalah penahapan bahan yang akan diberikan kepada
siswa. Tujuannya adalah meghindari kekacauan. Artinya, bahan yang baru
jangan sampai mengacaukan bahan yang diberikan sebelumnya, sehingga satu
pun tidak dapat diinginkan. Tujuan lainnya agar bahan yang diberikan sudah
dipahami dan diingat.
c. Presentasi
Maksudnya adalah bagaimana cara menyajikan bahan yang sudah
diseleksi dan dikelompokkan itu sehingga dipahami oleh murid. Cara
penyajian itu tergantung pada teknik mengajar yang diminta oleh suatu
metode yang dipilih, serta teknik mengajar yang dikuasai pengajar.
d. Repitisi
Yang dimaksud repitisi adalah pengulangan bahan. Pengulangan tidak
hanya perlu untuk mencapai kemahiran tetapi juga untuk memelihara
kemahiran yang dimiliki siswa.
5. Cabang-Cabang Bahasa Arab
Menurut Mahmud Yunus (1983 : 31) cabang-cabang Bahasa Arab adalah
sebagai berikut :
a. Mutala’ah (membaca)
b. Muhadatsah (bercakap-cakap dan mengarang)
c. Imlak (dikte)
d. Qawaid (Nahwu/Saraf)
e. Mahfudzat (hafalan)
Sedangkan menurut Ulfah Susilowati (2009 : 43-45) secara rinci cabangcabang Bahasa Arab adalah sebagai berikut :
a. Muthala’ah (membaca)
Muthala’ah merupakan salah satu cabang ilmu Bahasa Arab yang memiliki
tujuan
1). Melatih siswa agar pandai mengucapkan dengan baik dan lancar, serta
betul makhrajnya, hurufnya, mengerti maksudnya.
2). Melatih agar pandai mengucapakan dengan perkataannya sendiri tentang
arti dan maksud yang dibacanya.
3). Memberikan
pengetahuan
tentang
pendapat-pendapat
dan
ilmu
pengetahuan yang dihasilkan para ulama dan ilmuwan dahulu dan
sekarang
b. Muhadasah (bercakap-cakap)
Adalah menerangkan secara lisan, apa-apa yang terlintas dalam pikiran,
dengan kata-kata bermakna sesuai yang dimaksud.
Tujuan muhadatsah antara lain untuk :
1). Membiasakan siswa berupaya mampu bercakap-cakap dengan benar dan
fasih
2). Melatih untuk dapat mengungkapkan perasaan hatinya
3). Melatih agar dapat mengungkapkan pendapat dan lain-lain
c. Imla’ (dikte)
Imla’ adalah pelajaran yang melatih siswa untuk dapat menulis dengan benar
dari apa yang didengar dan diketahui dengan menggunakan tulisan Arab.
Tujuan imla’ adalah agar siswa mampu menulis dengan benar dan betul,
melatih panca indra, melatih konsentrasi dan tenang, rajin dan tertib waktu.
d. Insya’ (mengarang)
Insya’ adalah salah satu mata pelajaran dalam Bahasa Arab yang melatih
siswa untuk mengungkapkan ide pikiran dalam bentuk karangan, atau dengan
cara menyusun kalimat dari apa yang ada dalam pikiran dan perasaan dalam
bentuk tulisan atau bahasa lisan. Tujuan insya’ adalah melatih ketelitian dalam
memilih kata-kata dan menyusun kalimat yang indah, membiasakan siswa
supaya sanggup membentuk pendapat yang betul dan pikiran-pikiran yang
benar.
Fachrudin dalam bukunya “Teknik Pengembangan Kurikulum Pengajaran
Bahasa Arab” (2006 : 134) menambahi salah satu cabang Bahasa Arab yang
penting untuk dipelajari adalah al-mufradat (kata-kata sulit yang berada pada
materi pelajaran bahasa arab/al-kalimat al-sa’bah). Dalam mempelajari almufradat ini metode yang sering digunakan adalah metode sinonim yaitu ketika
guru menemukan kata-kata sulit guru tidak terburu-buru untuk mencari
terjemahanya dalam kamus, akan tetapi guru terlebih dahulu mencari persamaan
kata terlebih dahulu.
Berbagai kamus (al-mu’jam al-‘arabi) sangat membantu dalam mencari arti
kata-kata sulit (al-mufradat) ini. Walaupun dalam materi beberapa bacaan dalam
buku pelajaran Bahasa Arab, kata-kata sulit sudah dicantumkan oleh pengarang,
namun tidak semua kata telah diketahui.
6. Keterampilan-Keterampilan Bahasa Arab
Dalam pengajaran Bahasa Arab, pada pokoknya
mencakup empat
keterampilan bahasa yaitu keterampilan menyimak, keterampilan membaca,
menulis dan berbicara. Selanjutnya empat keterampilan kebahasaan yang bersifat
elementer tadi dapat diklasifikasikan menjadi dua klasifikasi pokok yaitu
kemampuan secara reseptif yang artinya kemampuan untuk menerima pesan atau
gagasan dari orang lain lewat bahasa tulis maupun lisan dan kemampuan ekspresif
yang artinya kemampuan untuk memahami pesan atau gagasan, menganalisanya,
mengkritiknya serta memberi respon baik lewat bahasa tulis atau lisan.
(Susilowati, 2009 : 45-46 )
a. Maharah Al Istima’ (keterampilan Menyimak)
Kemampuan untuk memahami wacana tertulis maupun lisan dalam bentuk
paparan atau dialog penutur asli (native speaker) dalam berbagai situasi di
dalam proses pembelajaran maupun di luar pembelajaran.
b. Maharat Takallum (keterampilan Berbicara)
Keterampilan yang menuntut kemampuan pelajar untuk menggunakan suara
lisan secara tepat, pengetahuan grammar (nahwu dan sharaf), dan tata urutan
kata.
c. Maharat Qira’ah (keterampilan Membaca)
Keterampilan yang membutuhkan kemampuan Membaca dan memahami
makna wacana tertulis dalam bentuk paparan atau dialog dan membutuhkan
proses berpikir.
d. Maharat Kitabah (keterampilan Menulis)
Keterampilan menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek
sederhana dengan ejaan dan tanda baca yang tepat.
B. MATERI ADAWATUL MADRASAH
1. Pengertian Materi
Materi adalah sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan,
dibicarakan, dikarangkan) (Kamus Pusat Bahasa, 2002 : 325).
Sedangkan yang dimaksud dengan materi di sini adalah materi pelajaran,
yang merupakan bagian dari bahan ajar sebuah mata pelajaran yang diajarkan
dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling
mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Manusia yang terlibat dalam
sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainya, misalnya tenaga
laboratorium. Material meliputi buku-buku, papan tulis dan kapur, fotografi, slide
dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri dari ruangan
kelas, perlengkapan audio visual, dan komputer. Prosedur meliputi jadwal dan
metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian, dan sebagainya (Oemar
Hamalik, 1994 : 57).
2. Materi Adawatul Madrasah
Adawatul Madrasah adalah salah satu materi pelajaran yang diberikan
atau diajarkan pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada semester I,
yaitu pada pelajaran kedua (‫)ال ثانيالذسس‬. Berdasarkan standar isi Madrasah
Ibtidaiyah tahun 2008 sesuai kurikulum KTSP.
Adawatul Madrasah adalah sebuah kalimat Bahasa Arab yang
mempunyai arti peralatan sekolah, seperti papan tulis, penghapus, peta dan
sebagainya. Pada materi ini diharapkan para siswa mengenal alat-alat tulis.
(Wahyudi, 2009 : 19)
Materi Adawatul Madrasah dalam buku pegangan mata pelajaran Bahasa
Arab Madrasah Ibtidaiyah, Agus Wahyudi (2009 : 19-33) berisi tentang :
a. Al-Mufrodat
Yaitu sebuah materi yang berisi tentang kosa kata-kosa kata baru yang ada
dalam materi pelajaran.
b. Al- Istima’
Yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa dengan cara
guru membacakan sebuah materi pelajaran/sebuah cerita dan para siswa
menyimak/mendengarkan bacaan guru dengan cermat.
c. Al-Mukhadasah
Yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa dengan cara
siswa mendemonstrasikan sebuah percakapan dalam bacaan secara bergantian
dan berpasang-pasanagan. Pada kegiatan pembelajaran ini, guru bertugas
memonitoring dan mengevaluasi siswa.
d. Al-Qira’at
Yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dengan cara siswa
membaca sebuah bacaan/cerita secara bergantian. Pada kegiatan pembelajaran
ini, guru bertugas memonitoring dan mengevaluasi siswa.
e. Al-Kitabah
Yaitu kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa dengan cara siswa
berlatih menulis sebuah kata/sebuah kalimat, menyusun kata-kata menjadi
sebuah kalimat sempurna, atau menyempurnakan sebuah kalimat ataupun
kegiatan lainya yang mengaktifkan siswa dalam menulis kalimat Bahasa Arab.
Pada
kegiatan pembelajaran
ini,
guru
bertugas
memonitoring
dan
mengevaluasi siswa.
C. MEDIA PENGAJARAN
1. Pengertian Media
Kata “media” berasal dari kata latin “medius” yang artinya “tengah”.
Secara umum, media adalah semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa
atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima.
Media pengajaran secara luas dapat diartikan sebagai berikut : “Setiap orang,
bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi memungkinkan siswa
memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam pengertian ini, guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah adalah media” (Arsyad, 2004 : 74).
Menurut sejarahnya, media pengajaran pertama kalinya disebut visualeducation (alat peraga pandang), kemudian menjadi audio-visual aids (bahan
pengajaran), seterusnya berkembang menjadi audio-visual communication
(komunikasi pandang dengar), dan selanjutnya berubah menjadi educational
technology (teknologi pendidikan) atau teknologi pengajaran. (Arsyad, 2004 : 75)
2. Pentingnya Media Dalam Pengajaran Bahasa arab
Penggunaan media merupakan bagian dari metodologi yang tak bisa
dipisah dan memiliki peranan penting atas kesuksesan pengajaran Bahasa Arab
(Fachrudin, 2006 : 119). Penggunaan media dalam pengajaran bahasa bertitik
tolak dari teori yang mengatakan bahwa totalitas prosentase banyaknya ilmu
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki oleh seseorang terbanyak dan
tertinggi melalui indra lihat dan pengalaman langsung melakukan diri, sedangkan
selebihnya melalui indra dengar dan indra lainya.
Lebih lanjut John M. Lannon dalam bukunya Azhar Arsyad (2004 : 75)
mengemukakan bahwa media pengajaran khususnya alat-alat pandang dapat :
a. Menarik minat siswa
b. Meningkatkan pengertian siswa
c. Memberikan data yang kuat/terpercaya
d. Memadatkan informasi
e. Memudahkan menafsirkan data
f. Sarana praktis pengajaran
3. Macam-Macam Media Pengajaran Bahasa Arab
Menurut Fachrudin (2006 : 119-152) ada beberapa media pengajaran yang
terkait dengan pengajaran Bahasa Arab, antara lain sebagai berikut :
a. Al-Kharitah (peta; baik peta daerah, negeri mapun global)
b. Al-Suwar (gambar)
c. Televisi/Video
d. Fotografi
e. Radio
Dr. Abdul Alim Ibrahim dalam bukunya Azhar Arsyad (2004 : 77)
mengemukakan beberapa media pengajaran sebagai berikut :
a. Benda-benda aslinya
Ini dapat dipakai sebagai media dalam mengajarkan bahasa untuk tingkat
pemula dan untuk kelas kecil.
b. Contoh riil dalam bentuk patung/permainan
c. Gambar-gambar
d. Peta
e. Chart
f. Papan tulis
g. Kartu-kartu
h. Kaset dan tape recorder
Menurut Surakhmad dalam Azhar Arsyad (2004 : 77), alat-alat bantu
pengajaran ditinjau dari tingkatan pengalaman murid dapat dibagi menjadi :
a. Alat-alat yang merupakan benda-benda sebenarnya (‫ادواخ‬
‫)األش ياء‬
yakni benda-benda riil yang dipakai manusia di dalam kehidupan seharihari. Golongan ini merupakan golongan utama, pengalaman-pengalaman yang
diperoleh adalah pengalaman-pengalaman langsung dan nyata.
b. Alat-alat yang merupakan benda-benda pengganti (‫)مجس يحنمارج‬
Seringkali dalam bentuk tiruan dari benda sebenarnya. Benda-benda
pengganti ini berfungsi sebagai alat-alat pengajaran bilamana karena suatu
sebab benda-benda itu lebih praktis digunakan daripada benda-benda
sebenarnya. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh siswa melalui bendabenda itu adalah pengalaman buatan/pengalaman tak langsung terhadap
kenyataan sebenarnya.
c. Bahasa (‫ )اللغح‬baik lisan maupun tertulis
Bahasa memberikan pengalaman verbal yang tinggi tingkat abstraksinya
dibandingkan dengan dua golongan alat yang terdahulu.
D. Media Gambar
Pengajaran Bahasa Arab memerlukan berbagai sarana agar proses belajar
mengajar berjalan lancar. Jika proses berlangsung lancar, maka keberhasilan belajar
siswa bisa diharapkan (Fachrudin, 2006 : 143). Untuk kali ini penulis menggunakan
media gambar sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam
memahamai materi Adawatul Madrasah mata pelajaran Bahasa Arab.
Untuk selanjutnya akan penulis uraikan mengenai pembahasan media gambar,
mulai dari pengertian media gambar, kriteria-kriteria yang harus dipenuhi dalam
penggunaan media gambar, kelebihan-kelebihan media gambar, kelemahankelamahan media gambar, serta langkah-langkah pembuatan media gambar secara
sederhana.
1. Pengertian Media Gambar
Media gambar adalah sarana pengajaran yang berbentuk visual, sebagai
pengganti dari benda atau keadaan sebenarnya yang berfungsi untuk menyalurkan
pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan
dalam simbol-simbol komunikasi visual (Sadiman, dkk, 1996 : 28).
Gambar adalah salah satu alat yang penting bagi pengajaran dan
pendidikan. Oleh karen itu gambar yang akan dipergunakan hendaknya memenuhi
kriteria-kriteria tertentu. Gambar sebagai media pendidikan akan berhasil dengan
efektif apabila disesuaikan dengan faktor kematangan anak, tujuan yang akan
dicapai dan teknik penggunaan dalam situasi belajar (Hamalik, 1977 : 87).
Gambar dipergunakan sebagai alat peraga terhadap hal-hal yang tidak
mungkin dihadirkan misalnya Al-Bahr (laut), Al-Khaud (telaga), dan sebagainya.
Menggunakan gambar akan lebih mudah terkesan dari pada hanya kata-kata
(Fachrudin, 2006 : 144-146).
2. Kelebihan-Kelebihan Media Gambar
Di antara media pendidikan, gambar adalah media yang paling umum
dipakai. Dia merupakan bahasa umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati di
mana-mana. Oleh karena itu ada pepatah Cina yang mengatakan bahwa sebuah
gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu kata. (Sadiman, dkk, 1996 : 29)
Menurut Fachrudin (2006 : 129) di antara kelebihan-kelebihan media
gambar adalah sebagai berikut:
a. Gambar bisa digunakan sebagai pengganti benda aslinya yang sering tidak
terdapat dalam pikiran siswa.
b. Gambar bisa digunakan sebagai duplikat peraga yang tidak bisa dibawa masuk
ke dalam kelas.
c. Dari sisi waktu amat efesien, karena dalam satu lembar peraga bisa diisi
dengan bermacam-macam gambar.
d. Bisa menanamkan tanggapan lebih lama dalam benak pikiran siswa dari pada
hanya bercerita yang sering menimbulkan verbalitas.
Sedangkan menurut Arief. S Sadiman, dkk (1996 : 29-31) di antara
kelebihan-kelebihan media gambar adalah sebagai berikut:
a. Sifatnya konkrit
Gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan
media verbal semata.
b. Gambar mengatasi batasan ruang dan waktu
Tidak semua obyek atau peristiwa dapat dibawa ke dalam kelas, dan tidak
selalu bisa anak-anak dibawa ke obyek/peristiwa tersebut. Untuk itu gambar
dapat mengatasinya.
c. Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
Sel atau penampang daun ataupun benda-benda kecil lainnya yang tidak
mungkin kita lihat dengan mata telanjang, akan tetapi melalui gambar kita
akan melihatnya dengan jelas.
d. Dapat memperjelas suatu masalah.
Dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat
mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
e. Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan.
Gambar adalah media yang paling murah dan paling mudah didapat,
bahkan para guru/pendidik dengan mudah dapat membuatnya sendiri.
3. Kelemahan-Kelemahan Media Gambar
Selain kelebihan-kelebihan media gambar di atas, menurut Arief. S
Sadiman, dkk (1996 : 31) media gambar juga mempunyai beberapa kelemahan,
kelemahan-kelemahan tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
b. Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan
pembelajaran.
c. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
4. Kriteria-Kriteria Gambar yang Baik
Setelah mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan
gambar sebagai media pengajaran, untuk selanjutnya kita juga akan mengetahui
kriteria-kriteria gambar yang baik untuk dijadikan media pembelajaran, yaitu :
a. Harus autentik
Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti kalau
orang melihat benda sebenarnya
b. Sederhana
Komposisinya hendaklah cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok
dalam gambar. Gambar itu sederhana dalam warna, menimbulkan kesan
tertentu dan mengandung nilai praktis
c. Ukuran relatif
Gambar dapat membesarkan atau memperkecil obyek/benda sebenarnya.
Apabila gambar tersebut tentang benda yang belum dikenal atau pernah dilihat
anak maka sulitlah membayangkan berapa besar benda atau obyek tersebut.
d. Gambar sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan
Gambar yang baik tidaklah menunjukkan obyek dalam keadaan diam
tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
e. Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran
Walaupun dari segi mutu kurang bagus, namun gambar karya siswa
sendiri sering kali lebih bagus (Hamalik, 1977 : 85-86).
5. Langkah-Langkah Membuat Media Gambar Secara Sederhana
Dalam pembuatan media gambar ini, gambar bisa dibuat secara sederhana
dan manual menggunakan tangan. Dibuat sewaktu akan mengajar atau telah
disiapkan sebelumnya. Gambar yang dimaksud di sini bukanlah gambar yang
indah yang perlu dibuat oleh ahli gambar. Dengan demikian gambar tersebut
dapat dibuat oleh guru Bahasa Arab yang tidak pandai menggambar sekalipun
(Arsyad, 2004 : 83).
a. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam membuat media gambar, yaitu:
1). Ciri-ciri tetap pada benda atau situasi yang digambar. Sebagai contoh
gambar wanita dibedakan dengan memaki rok, sedangkan laki-laki dengan
memakai celana laki-laki. Seorang yang tertawa dapat dibedakan dari
seorang yang cemberut pada keadaan bibirnya.
2). Bentuk sederhana dan jelas mudah dikenal. Tambahan-tambahan yang
mungkin mengundang keraguan dan salah penafsiran hendaknya dihindari.
Oleh karena itu, tidak perlu diusahakan agar gambar itu lebih hidup dan
realistik (Arsyad, 2004 : 83).
b. Cara melatih diri membuat media gambar
1). Perhatikan dan pahami mufrodat yang ada dalam materi bacaan.
2). Siapkan bahan-bahan untuk membuat gambar, seperti kertas karton,
spidol, gunting dll.
3). Gambarlah benda-benda/keadaan peristiwa dalam sebuah kertas karton.
Sertakan bahasa arab di sebelah gambar.
4). Potonglah gambar-gambar tersebut sesuai pola gambar.
5). Gambar siap untuk digunakan sebagai media pembelajaran (Azhar
Arsyad, 2004 : 84).
Secara sederhana Fachrudin (2006 : 128) telah mengemukakan langkahlangkah penggunaan media gambar dalam pengajaran Bahasa Arab yaitu sebagai
berikut :
a. Guru memasang gambar.
b. Guru membacakan teks ditirukan oleh murid.
c. Mengeluarkan kata-kata sulit (al-mufradat).
d. Menyuruh murid yang terpandai untuk membacanya sebagai contoh.
e. Murid-murid yang lain mengikuti bacaan tersebut dan diharapkan semuanya
bisa membaca.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
Dalam bab ini akan diuraikan tentang (A) subjek penelitian yang meliputi lokasi
dan waktu penelitian, subyek penelitian serta karakteristik subyek penelitian, dan (B)
deskripsi pelaksanaan siklus penelitian yang meliputi siklus pertama (perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi), siklus kedua (perencanaan, pelaksanaan, observasi,
dan refleksi), dan siklus ketiga (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi).
Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut :
A. Tempat, Waktu dan Subjek Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan peneliti untuk
melakukan
penelitian dan
memperoleh data
penelitian.
Penelitian
ini
dilaksanakan di MI Sabilul Huda Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten
Semarang, yang beralamatkan di Jl. Raya Blater No. 5 Jimbaran, Kecamatan
Bandungan, Kabupaten Semarang.
Pengelola dan jabatan guru dalam organisasi MI Sabilul Huda Jimbaran
dapat dilihat dalam gambar struktur di bawah ini :
DEPAG Kab. Semarang
PPAI
Kepala MI
Sohani, S. Ag.
KOMITE
Wakil Kepala MI
Amir Khozin, A. Ma
Wali kelas
Sekretaris
Turiyah, S. Pdi
Bendahara
Yuliati Umami,S. Pdi
Kelas VI
Sunadi, S. Pdi
Kelas V
Amir Khozin, A. Ma
Kelas IV
Munadharoh, A. Ma
Kelas III
Ana Krismiyati, S. Pdi
Kelas II
Yuliati Umami, S. Pdi
GAMBAR 2.
Kelas I
Turiyah, S.Pdi
GAMBAR STRUKTUR
ORGANISASI
MI SABILUL HUDA JIMBARAN
Sebagaimana MI lainnya MI Sabilul Huda Jimbaran juga memiliki sarana
dan prasarana sebagai sarana keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di
sekolah, seperti ruang kantor, ruang guru, perpustakaan dan lain-lainnya. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
TABEL. II.
SARANA DAN PRASARANA MI SABILUL HUDA
TAHUN AJARAN 2009/2010
No
Nama Ruang
Jumlah
Keadaan
1.
Kelas I
1
Baik
2.
Kelas II
1
Baik
3.
Kelas III
1
Baik
4.
Kelas IV
1
Baik
5.
Kelas V
1
Baik
6.
Kelas VI
1
Baik
7.
Kantor
1
Baik
8.
Ruang guru
1
Baik
9.
Ruang Kepala Sekolah
1
Baik
10.
Koperasi
1
Baik
11.
Perpustakaan
1
Baik
12.
UKS
1
Baik
13.
Mushola
1
Baik
14.
Toilet Guru
2
Baik
15.
Toilet Siswa
4
Baik
16.
Gudang
1
Baik
(Hasil studi dokumen/sumber pustaka pada tanggal 15 Juni 2010 )
2. Waktu Penelitian.
Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 24 Mei – 19 Juni 2009, yaitu
waktu sebelum dan sesudah para peserta didik melaksanakan ujian Semester
Genap. Pemilihan waktu ini dilakukan agar tidak mengganggu kegiatan belajar
mengajar siswa.
3. Mata pelajaran
Mata pelajaran yang menjadi obyek penelitian ini adalah Bahasa Arab
sesuai dengan Kompetensi Dasar/Silabus. Pada saat penelitian ini dilaksanankan,
pokok bahasan yang diambil adalah ‫ الدزس الثبني‬tentang materi Adawatul
Madrasah dengan Standar Kompetensi (SK) yaitu :
a). Menyimak/Istima’
(Memahami
informasi
lisan
melalui
kegiatan
mendengarkan paparan atau dialog tentang Alat-Alat Madrasah)
b). Membaca/Qiro’ah (Memahami wacana tertulis dalam bentuk paparan atau
dialog tentang alat-alat madrasah)
c). Menulis/Kitabah (Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek
sederhana tentang alat-alat madrasah)
Penelitian yang penulis lakukan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK), yang istilah populernya adalah Classroom Action Research (CAR) dengan
tujuan untuk meningkatkan pemahaman materi Adawatul Madrasah pada siswa.
4. Karakteristik siswa
Jumlah siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran yang dijadikan subyek
dalam penelitian ini adalah 31 siswa, terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 21 siswa
perempuan.
Karakteristik siswa kelas ini secara lebih detail dapat digambarkan sebagai
berikut :
a. Usia siswa bervariasi, yaitu 11 tahun berjumlah 13 anak, 10 tahun 15 anak,
dan 9 tahun 3 anak.
b. Latar belakang keluarga/orang tua, mayoritas berpendidikan SD/MI dan
berprofesi sebagai petani dan buruh.
c. Tingkat kecerdasan siswa, berdasarkan pengamatan selama peneliti mengajar
adalah 14 siswa cukup pandai, 13 siswa berkemampuan sedang, dan sisanya 4
siswa kurang/lambat belajar.
d. Tingkat kebahasaan (kemampuan berbahasa) siswa, 11 siswa cukup baik, 14
siswa berkemampuan sedang, dan sisanya 6 siswa kurang baik.
TABEL III.
DAFTAR SISWA KELAS IV MI SABILUL HUDA JIMBARAN
No
Nama Siswa
Jenis
Alamat Rumah
Kelamin
1.
Fitri Laelatul M
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
2.
Puji Rahayu
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
3.
Dwi Susyanto
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
4.
Atika Sa’diyah
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
5.
Bahij Banavasaj
P
Desa Jimbaran, Kec. Bandungan
6.
Dewi Latifatul H
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
7.
Diki Adam Aria Putra
L
Blater Kidul, Jimbaran,Kec Bandungan
8.
Durfi Nadifah
P
Desa Poncoruso, Kec. Bandungan
9.
Danastri Rifki Afifah
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
10.
Dawini Wening Ati
P
Desa Poncoruso, Kec. Bandungan
11.
Elfaza Sonia W
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
12.
Eka Arina Wahidah P
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
13.
M. Fatkhul Karim
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
14.
Fitri Masithoh
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
15.
Irvan Muhamad Faza
L
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
16.
Ihda Mulia Rif’ati
P
Desa Perengsari, Kec Bandungan
17.
Ika Nuria Ulfa Aulia
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
18.
Lutfi Nurrokhim
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
19.
M. Rifqi Mukhibbilah
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
20.
Nur Azizah
P
Desa Poncoruso, Kec. Bandungan
21.
Novan Ardiyansah
L
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
22.
Nur Faizatul Chusni
P
Krasak, Jimbaran, Kec. Bandungan
23.
Fitriyani
P
Krasak, Jimbaran, Kec. Bandungan
24.
Riki Sakdullah
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
25.
Rika Masruroh
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
26.
Serli Fatimatur R
P
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
27.
Siti Rumayah
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
28.
Siti Mudrikah
P
Manggung, Jimbaran, Kec Bandungan
29.
Willis Pangesti R
P
Desa Poncoruso, Kec. Bandungan
30.
Bayu Ariyanto
L
Blater Lor, Jimbaran, Kec. Bandungan
31.
Wiku Wicaksono.
L
Desa Kalikembar, Kec. Bandungan
(Hasil studi dokumen/sumber pustaka pada tanggal 15 Juni 2010 )
B. Pelaksanaan Penelitian
Dalam penelitian ini, dilaksanakan tiga siklus penelitian, yang masingmasing dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Gambaran
pelaksanaan ketiga siklus tersebut adalah sebagai berikut:
1. Siklus Pertama
Siklus pertama penelitian dilaksanakan pada Minggu terakhir bulan Mei
tepatnya pada tanggal 26 Mei 2010, dengan pokok bahasan materi Adawatul
Madrasah dengan Standar Kompetensi Menyimak/Istima’ (Memahami informasi
lisan melalui kegiatan mendengarkan paparan atau dialog tentang Alat-Alat
Madrasah). Tahapan dan langkah-langkah yang dilakukan peneliti adalah sebagai
berikut:
a. Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini tercakup kegiatan sebagai berikut:
1). Refleksi awal, yaitu peneliti melakukan perenungan berdasarkan evaluasi
terhadap pembelajaran Bahasa Arab yang selama ini dilakukan. Dengan
hasil yang menunjukkan kelemahan serta kurangnya minat siswa dalam
mengikuti proses pembelajaran, serta hasil belajarnyapun belum
menunjukkan ketuntasan belajar.
2). Penentuan fokus permasalahan dan pengkajian teori untuk memilih solusi
bagi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Dan didapat
bahwa selama ini selama proses pembelajaran guru hanya menggunakan
media pengajaran konvensional yaitu papan tulis.
3). Penyusunan jadwal penelitian, lengkap dengan Rencana Program
Pembelajaran (RPP) sesuai dengan pokok bahasan, kompetensi dasar dan
instrumen pengumpulan data selama penelitian tindakan ini dilaksanakan.
4). Penyiapan perangkat/sarana dan media pengajaran yang meliputi: rencana
pembelajaran, alat-alat pengajaran yang mendukung, soal-soal evalusi,
dan lembar observasi.
b. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan peneliti menerapkan strategi pembelajaran sesuai
dengan RPP, yaitu menggunakan media papan tulis. Langkah-langkah
pelaksanaan ini meliputi:
1). Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan strategi/metode/langkahlangkah dalam RPP, yaitu :
a). Guru membuka pembelajaran dengan salam
b). Guru mengabsensi siswa
c). Apersepsi
d). Guru memberikan materi Adawatul Madrasah
e). Guru membacakan satu bagian demi satu bagian diikuti oleh seluruh
siswa.
f). Siswa menirukan sambil memahami kosa kata yang ada dalam bacaan
g). Guru memberikan kosa kata/Mufradat baru kepada siswa.
h). Guru memberikan tugas kepada siswa di rumah untuk menghafal kosa
kata / Mufradat baru yang telah diberikan.
i). Guru menutup pembelajaran dengan salam.
2). Melaksanakan evaluasi belajar/post test tentang kemampuan siswa dalam
memahami materi pelajaran.
c. Observasi
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk meningkatkan
penguasaan terhadap materi Adawatul Madrasah, maka observasi difokuskan
pada kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut. Dalam siklus I ini
observasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pengajaran papan tulis
dalam meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah. Untuk
melakukan observasi terhadap situasi kelas pada saat pembelajaran, peneliti
meminta bantuan guru kelas kelas IV yaitu Ibu Munadharoh A. Ma untuk
memperlancar jalannya penelitian sehingga didapatkan data yang valid.
Dalam
observasi/pengamatan
peneliti
menggunakan
lembar
pengamatan yang sudah disiapkan sebelum proses pembelajaran dimulai,
adapun bentuk lembar observasi dapat dilihat sebagai berikut :
TABEL IV.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I UNTUK SISWA
No
Aspek yang
diamati
Kemunculan
Komentar
Ya
Tidak
√
1.
Minat siswa
2.
Perhatian siswa
√
3.
Keaktifan siswa
√
4.
Kemampuan
√
bacaan
5.
Kemampuan
√
Menghafal
6.
Kemampuan
√
Menulis
Keterangan :
Lembar observasi untuk siswa pada siklus I ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Serta untuk mengamati kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa.
Sehingga pada siklus I ini dapat diamati kelemahan dan kekurangannya dan
pada siklus berikutnya dapat dilengkapi dan disempurnakan agar tidak terjadi
kesalahan dan kekurangan lagi.
TABEL V.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS I UNTUK GURU
No
Aspek Yang Diamati
1.
Perencanaan pembelajaran
Kemunculan
Baik
Cukup
√
Kurang
Komentar
2.
Appersepsi
√
3.
Penyampaian tujuan
√
pembelajaran
√
4.
Penyampaian materi pelajaran
5.
Penggunaan media pengajaran
6.
Memotivasi siswa
√
7.
Usaha untuk melibatkan siswa
√
√
dalam pembelajaran
8.
Menyimpulkan materi
√
9.
Evaluasi
√
Keterangan :
Lembar observasi untuk guru pada siklus I ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Sehingga pada siklus I ini dapat diamati kelemahan dan
kekurangannya
dan
pada
siklus
berikutnya
dapat
dilengkapi
dan
disempurnakan agar tidak terjadi kesalahan dan kekurangan lagi.
d. Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti berdasarkan dua hasil penelitian,
yaitu hasil pengamatan situasi kelas/pembelajaran, dan hasil evaluasi dari
proses pembelajaran pada siklus. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap
situasi pembelajaran pada siklus pertama ini, peneliti dapat menemukan
kelemahan pembelajaran sebagai berikut:
1). Dalam proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa masih
bermain sendiri dan berbicara pada temannya, siswa tersebut antara lain
yaitu Diki Adam Aria, Eka Arina Wahidah, Puji Rahayu, Rika Masruroh,
Rifki Mukhibbilah, Novan Ardiyansah, Ihda Mulia Rif’ati Fitriyani Dan
Wiku Wicaksono, sehingga perhatian mereka dalam proses belajar
mengajar belum optimal.
2). Selama proses pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa masih
kesulitan dalam menghafal mufradat baru. Sehingga masih sulit dalam
memahami materi pelajaran. Seperti memahami fungsi dari isim isyaroh
dan bentuk contoh-contohnya. Misalnya untuk melengkapi kalimat
…………‫هَزَا‬maka
para siswa harus terlebih dahulu hafal kata
pelengkap yang cocok untuk kalimat tersebut. Sedangkan siswa yang
sudah mudah dalam menghafal mufradat baru diantaranya yaitu Dawini
Weningati, Irfan M Faza, Danastri Rifki, Fatkhul Karim, Bahij Banafasaj,
Dwi Susanto, dan Wilis Pangesti.
3). Guru kurang baik dalam pengelolaan waktu, ini disebabkan guru hanya
terfokus pada selesainya materi, tanpa memperdulikan sesi/ kegiatan yang
lain.
4). Guru belum
maksimal dalam
memotivasi
siswa ketika proses
pembelajaran berlangsung.
5). Guru belum mampu menghidupkan suasana kelas.
Selanjutnya dari hasil evaluasi pada siklus I ini menunjukkan belum
adanya ketuntasan belajar baik dari segi kegiatan pembelajaran maupun dari
hasil evaluasi pembelajaran. Dengan bukti nilai rata-rata siswa 49,35 dengan
jumlah siswa yang tuntas belajar hanya 14 siswa atau 45% dari keseluruhan.
Jadi secara klasikal jika siswa yang tuntas belajar belum mencapai 75%, maka
secara keseluruhan belum dianggap tuntas.
Berdasarkan hal-hal diatas, masih ada kekurangan sehingga perlu
adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Hal-hal yang akan
peneliti perhatikan dan perbaiki pada siklus kedua adalah:
1. Guru perlu mendistribusikan waktu secara optimal.
2. Mengulas materi pelajaran apabila ada yang masih belum paham
3. Guru harus lebih kreatif dalam mengelola kelas
4. Guru membutuhkan media belajar yang lain selain papan tulis
I
GAMBAR 3.
PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS I
2. Siklus Kedua
Siklus kedua penelitian dilaksanakan pada Minggu pertama bulan Juni
tahun 2010, dengan pokok bahasan materi Adawatul Madrasah dengan Standar
Kompetensi Membaca/Qiro’ah (Memahami wacana tertulis dalam bentuk
paparan atau dialog tentang alat-alat madrasah). Tahapan dan langkah-langkah
yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
a). Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini tercakup kegiatan sebagai berikut :
1). Refleksi kedua, yaitu
peneliti melakukan perenungan-perenungan
berdasarkan evaluasi terhadap pembelajaran materi Adawatul Madrasah
pada siklus pertama yang masih menunjukkan adanya kelemahan atau
kekurangan.
2). Penentuan fokus permasalahan dan mengkaji kelemahan dan kekurangan
pada proses siklus pertama.
3). Menyusun rencana perbaikan pembelajaran sesuai dengan pokok bahasan
dan instrumen pengumpulan data selama penelitian tindakan ini
dilaksanakan. Melalui penggunaan Rencana Program Pembelajran (RPP)
sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan.
4). Mempersiapkan perangkat/sarana belajar mengajar dan media gambar
untuk melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar pada siklus II.
b). Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan peneliti menerapkan strategi pembelajaran sesuai
dengan RPP, yaitu menggunakan media gambar Adapun proses pembelajaran
dengan memperhatikan revisi pada siklus I sehingga kesalahan atau
kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Langkah-langkah
pelaksanaan ini meliputi :
1). Melaksanakan
pembelajaran
sesuai
strategi/metode/langkah-langkah
dalam RPP, yaitu :
a). Guru membuka pembelajaran dengan salam
b). Guru mengabsensi siswa
c). Apersepsi
d). Guru memberikan materi bacaan yang di dalamnya terdapat gambargambar kepada siswa.
e). Guru menyuruh siswa untuk membaca dengan suara nyaring di depan
teman-teman secara bergantian.
f). Guru mengamati bacaan siswa, jika masih ada yang salah maka guru
membenarkannya.
g). Guru menyuruh siswa untuk mengartikan kosa kata/mufrodat yang
terdapat dalam bacaan.
h). Guru menutup pembelajaran dengan salam
2). Melaksanakan evaluasi/post test tentang kemampuan siswa dalam
membaca bacaan teks Bahasa Arab.
c. Observasi
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk meningkatkan
pemahaman materi Adawatul Madrasah maka observasi difokuskan pada
kemampuan siswa dalam menguasai materi tersebut. Dalam siklus II ini
observasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh media gambar dalam
meningkatkan penguasaan materi Adawatul Madrasah. Untuk melakukan
observasi terhadap situasi kelas pada saat pembelajaran, peneliti meminta
bantuan guru kelas yang bernama Ibu Munadharoh A. Ma untuk
memperlancar jalannya penelitian sehingga didapatkan data yang valid.
Dalam observasi peneliti menggunakan lembar pengamatan sebagai
berikut :
TABEL VI.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS II UNTUK SISWA
Kemunculan
No
Aspek yang diamati
Komentar
Ya
1.
Minat siswa
√
2.
Perhatian siswa
√
3.
Keaktifan siswa
√
4.
Kemampuan bacaan
√
5.
Kemampuan Menghafal
6.
Kemampuan Menulis
Tidak
√
√
Keterangan :
Lembar observasi untuk siswa pada siklus II ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Serta untuk mengamti kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa.
Sehingga pada siklus II ini dapat diamati kelemahan dan kekurangannya dan
pada siklus berikutnya dapat dilengkapi dan disempurnakan agar tidak terjadi
kesalahan dan kekurangan lagi.
TABEL VII.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS II UNTUK GURU
No
Aspek Yang Diamati
Kemunculan
Komentar
Baik
Cukup
Kurang
√
1.
Perencanaan pembelajaran
2.
Appersepsi
√
3.
Penyampaian tujuan
√
pembelajaran
4.
Penyampaian materi pelajaran
√
5.
Penggunaan media pengajaran
√
6.
Memotivasi siswa
7.
Usaha untuk melibatkan siswa
√
√
dalam pembelajaran
8.
Menyimpulkan materi
9.
Evaluasi
√
√
Keterangan :
Lembar observasi untuk guru pada siklus II ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Sehingga pada siklus II ini dapat diamati kelemahan dan
kekurangannya
dan
pada
siklus
berikutnya
dapat
dilengkapi
dan
disempurnakan agar tidak terjadi kesalahan dan kekurangan lagi.
d. Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti berdasarkan dua hasil penelitian yaitu
hasil pengamatan situasi pembelajaran dan hasil perbandingan atau
peningkatan nilai evaluasi dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil
pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada siklus kedua ini, peneliti
dapat menemukan kelemahan pembelajaran sebagai berikut :
1). Banyak bacaan siswa yang tidak memperhatikan tanda baca, contoh :
masih banyak siswa yang membaca kalimat ‫سا‬
‫مُذَ ـس‬
ٌ‫خ‬dengan ‫سا‬
‫خٌ مُذَ ـس‬
2). Kemampuan siswa dalam menghafal mufrada-mufradat belum maksimal
Meskipun demikian, pembelajaran ini telah menunjukkan perubahan
atau peningkatan, yaitu dalam hal :
1). Sewaktu pembelajaran sebagian siswa sudah banyak yang memperhatikan.
2). Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, seperti aktif dalam bertanya,
menjawab pertanyaan serta aktif mengemukakan pendapat diantaranya
yaitu Dwi Susanto, Irvan Muhammad Faza, Dawini Wening Ati dan yang
lainnya.
3). Sebagian siswa sudah bagus dalam menulis tulisan Arab, diantaranya yaitu
Willis Pangesti, Riki Sakdullah, Irvan Muhammad Faza, Nur Azizah, Dwi
Susanto dan Dawini Wening Ati.
Selanjutnya pada nilai hasil post test atau hasil evaluasi menunjukkan
adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II tetapi belum maksimal.
Berdasarkan dua hal diatas, masih ada kekurangan sehingga perlu adanya
revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. Hal-hal yang perlu direvisi untuk
dilakukan pada siklus III adalah sebagai berikut:
1. Guru harus lebih terampil lagi dalam memotivasi siswa.
2. Materi pelajaran hendaknya diberikan secara berulang-ulang.
3. Guru harus sabar dalam membimbing siswa untuk menghafal mufrodat baru.
Selanjutnya perbandingan nilai hasil post test atau hasil evaluasi belajar pada
siklus kedua ini menunjukkan adanya peningkatan terlampir dalam bab
selanjutnya (BAB IV).
GAMBAR 4.
PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS II
3. Siklus Ketiga
Siklus ketiga penelitian dilaksanakan pada Minggu ke 2 bulan Juni 2009,
dengan pokok bahasan materi Adawatul Madrasah, dengan Standar Kompetensi
Menulis/Kitabah (Menuliskan kata, ungkapan, dan teks fungsional pendek
sederhana tetang alat-alat madrasah). Tahapan dan langkah-langkah yang
dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini tercakup kegiatan sebagai berikut :
1. Refleksi ke-3, yaitu peneliti melakukan perenungan berdasarkan evaluasi
terhadap pembelajaran Bahasa Arab dengan materi pokok Adawatul
Madrasah pada siklus kedua yang masih menunjukkan adanya kelemahan
atau kekurangan.
2. Penentuan fokus permasalahan dan mengkaji kelemahan dan kekurangan
pada pembelajaran siklus kedua.
3. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran sesuai dengan pokok bahasan
dan instrumen pengumpulan data selama penelitian tindakan ini
dilaksanakan.
4. Penyiapan perangkat/sarana pembelajaran dan media gambar untuk
melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
b. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan peneliti menerapkan strategi pembelajaran sesuai
dengan rencana pelaksanaaan perbaikan yaitu menggunakan media gambar,
pokok bahasan yang diajarkan adalah materi Adawatul Madrasah. Adapun
proses pembelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II sehingga
kesalahan atau kekurangan tidak terulang lagi pada siklus III. Langkahlangkah pelaksanaan ini meliputi :
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan strategi/metode /langkahlangkah dalam RPP, yaitu :
a. Guru membuka pembelajaran dengan salam
b. Guru mengabsensi siswa
c. Apersepsi
d. Guru memberikan materi pelajaran
e. Siswa mencatat materi yang diberikan
f. Guru menyuruh siswa untuk berlatih membuat kalimat dari mufrodatmufrodat (ditunjukkan dengan gambar).
g. Guru mengevaluasi tugas siswa dalam membuat kalimat.
3. Melaksanakan evaluasi/post test tentang kemampuan siswa dalam
memahami materi pelajaran, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat
kemampuan siswa dalam memahami materi Adawatul Madrasah.
c. Observasi
Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk meningkatkan
penguasaan materi Adawatul Madrasah maka observasi difokuskan pada
kemampuan siswa dalam menguasainya. Dalam siklus III ini observasi
dilakukan untuk mengetahui pengaruh media gambar dalam meningkatkan
penguasaan materi Adawatul Madrasah. Untuk melakukan observasi terhadap
situasi kelas pada saat pembelajaran, peneliti meminta bantuan guru kelas
untuk memperlancar jalannya penelitian sehingga didapatkan data yang valid.
Dalam observasi peneliti menggunakan lembar pengamatan sebagai
berikut:
TABEL VIII.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS III UNTUK SISWA
Kemunculan
No
Aspek yang diamati
Komentar
Ya
1.
Minat siswa
√
2.
Perhatian siswa
√
3.
Keaktifan siswa
√
4.
Kemampuan bacaan
√
5.
Kemampuan Menghafal
√
6.
Kemampuan Menulis
√
Tidak
Keterangan :
Lembar observasi untuk siswa pada siklus III ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keterlibatan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Serta untuk mengamati kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa.
Sehingga pada siklus III ini dapat diamati dan dinilai keberhasilan
penggunaan media gambar dalam meningkatkan penguasaan materi Adawatul
Madrasah.
TABEL IX.
LEMBAR OBSERVASI SIKLUS III UNTUK GURU
No
Aspek Yang Diamati
1.
Perencanaan pembelajaran
2.
Appersepsi
3.
Penyampaian tujuan
Kemunculan
Baik
Cukup
√
√
√
pembelajaran
4.
Penyampaian materi pelajaran
√
5.
Penggunaan media pengajaran
√
6.
Memotivasi siswa
√
7.
Usaha untuk melibatkan siswa
√
dalam pembelajaran
8.
Menyimpulkan materi
√
9.
Evaluasi
√
Kurang
Komentar
Keterangan :
Lembar observasi untuk guru pada siklus III ini bertujuan untuk mengamati
sejauh mana keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Sehingga pada siklus III ini dapat diamati dan dinilai keberhasilan
penggunaan media gambar dalam meningkatkan penguasaan materi Adawatul
Madrasah.
d. Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti berdasarkan dua hasil penelitian yaitu
hasil pengamatan situasi pembelajaran dan hasil perbandingan atau
peningkatan nilai post test atau hasil evaluasi dari silus II dan siklus III.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada siklus
ketiga ini, peneliti memperoleh informasi sebagai berikut :
1. Selama
proses
pembelajaran
guru
telah
melaksanakan
semua
pembelajaran dengan baik, meskipun ada beberapa aspek yang belum
sempurna misalnya ketepatan dalam penggunaan waktu belum terpenuhi,
tetapi persentase pelaksanaan sudah cukup meningkat.
2. Guru berhasil dalam upayanya pada siswa dalam menguasai materi
Adawatul Madrasah, dibuktikan dengan ketuntasan belajar secara klasikal
(dari hasil evaluasi).
3. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses
belajar mengajar berlangsung ini dikarenakan guru mulai kreatif dalam
mengelola kelas.
4. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya mengalami perubahan dan
peningkatan sehingga menjadi lebih baik.
5. Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan.
Dengan ketuntasan belajar ini, penelitian dianggap cukup dengan
hanya melakukan tiga siklus penelitian. Ini dikarenakan tujuan penelitian
sudah tercapai, yaitu media gambar mampu meningkatkan penguasaan materi
Adawatul Madrasah pada siswa kelas IV MI Sabilul Huda Jimbaran, tahun
ajaran 2009-2010.
Selanjutnya perbandingan nilai hasil post test atau hasil evaluasi pada
siklus ketiga ini menunjukkan adanya peningkatan terlampir dalam bab
selanjutnya (BAB IV).
GAMBAR 5.
PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN SIKLUS III
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Deskripsi Persiklus
Hasil penelitian ini menggambarkan tentang hasil observasi serta hasil belajar
dari para siswa sebagai subyek dan sampel dari penelitian. Dari hasil
observasi/pengamatan, peneliti mendapatkan data-data dari para siswa di waktu
proses pembelajaran, mulai dari minat belajar siswa, perhatian siswa, keaktifan siswa,
serta kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
Selain hasil pengamatan pada siswa peneliti juga mengadakan pengamatan
pada guru. Pengamatan ini bertujuan agar kekurangan dan kelemahan yang dilakukan
guru saat proses pembelajaran dapat diperbaiki dan tidak terulang lagi pada siklus
berikutnya.
Sedangkan dari hasil belajar dapat dilihat dari tabel-tabel tiap siklus yang
selalu mengalami peningkatan mulai dari siklus I, II, dan siklus III. Untuk siklus I
peneliti masih menggunakan media pengajaran konvensional yaitu papan tulis,
sedangkan pada siklus II dan III peneliti sudah menggunakan media gambar dalam
proses pembelajaran.
Untuk mengetahui pengaruh media gambar dalam meningkatkan penguasaan
materi Adawatul Madrasah, peneliti menggunakan lembar observasi atau pengamatan
dengan meminta bantuan guru kelas yang bernama Ibu Munadharoh A. Ma untuk
memperoleh data yang valid. Hasil pengamatan pada tiap-tiap siklus disajikan dalam
tabel 10 sebagai berikut :
TABEL X.
PENGARUH MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN
PENGUASAAN MATERI ADAWATUL MADRASAH
No
Nama Siswa
Kemunculan
Kemunculan
Kemunculan
Penguasaan Materi
Penguasaan
Penguasaan
Adawatul
Materi Adawatul
Materi Adawatul
Madrasah Pada
Madrasah Pada
Madrasah Pada
Siklus I
Siklus I
Siklus I
1.
Fitri Laelatul M
-
-
-
2.
Puji Rahayu
-
-
√
3.
Dwi Susanto
√
√
√
4.
Atika Sa’diyah
√
√
√
5.
Bahij Banavasaj
√
√
√
6.
Dewi Latifatul H
√
√
√
7.
Diki Adam Aria P
-
-
-
8.
Durfi Nadifah
-
√
√
9.
Danastri Rifki A
√
√
√
10.
Dawini Wening Ati
√
√
√
11.
Elfaza Sonia W
-
√
√
12.
Eka Arina Wahidah
-
-
√
13.
M. Fatkhul Karim
√
√
√
14.
Fitri Masithoh
-
√
√
15.
Irvan M Faza
√
√
√
16.
Ihda Mulia Rif’ati
-
-
-
17.
Ika Nuria Ulfa A
-
√
√
18.
Lutfi Nurrokhim
√
√
√
19.
Rifqi Mukhibbilah
-
-
-
20.
Nur Azizah
-
√
√
21.
Novan Ardiyansah
-
-
√
22.
Nur Faizatul C
√
√
√
23.
Fitriyani
-
-
-
24.
Riki Sakdullah
-
√
√
25.
Rika Masruroh
-
-
√
26.
Serli Fatimatur R
√
√
√
27.
Siti Rumayah
-
-
√
28.
Siti Mudrikah
√
√
√
29.
Willis Pangesti R
√
√
√
30.
Bayu Ariyanto
√
√
√
31.
Wiku Wicaksono.
-
-
-
14
20
25
Jumlah
Keterangan :
Dari 31 siswa masih ada 6 siswa yang dari siklus I sampai siklus III masih belum
memunculkan penguasaan terhadap materi Adawatul Madrasah, ini disebabkan
karena keenam siswa tersebut tingkat kecerdasannya rendah serta dari hasil
pengamatan dalam proses pembelajaran mereka kurang aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran.
TABEL XI.
PROSENTASE PENINGKATAN PENGUASAAN
MATERI ADAWATUL MADRASAH
Kemunculan Respon dan Perhatian Siswa
No
Siklus
Frekuesi
Prosentase
1.
Pertama
14
45 %
2.
Kedua
20
64 %
3.
Ketiga
25
80 %
Dari hasil rekapitulasi prosentase peningkatan penguasaan siswa di atas
mengalami peningkatan dari siklus I, II, dan III, yaitu pada siklus I berjumlah 45
%, siklus II 64 %, dan siklus III 80 %.
Untuk selanjutnya akan penulis sajikan hasil penelitian sesuai dengan
urutan persiklus dalam penelitian, yaitu :
a. Siklus Pertama
Pada siklus pertama ini, peneliti menggunakan media papan tulis sebagai
media pengajaran Bahasa Arab dengan materi Adawatul Madrasah. Ini
penulis lakukan untuk mengetahui hasil perbandingan antara menggunakan
media papan tulis dengan menggunakan media gambar. Dari hasil
pengamatan/observasi dapat dilihat pada tabel berikut :
TABEL XII.
HASIL OBSERVASI SIKLUS I PADA SISWA
No
1.
Aspek yang
diamati
Minat siswa
Kemunculan
Komentar
Ya
Tidak
√
Sebagian besar siswa berminat
untuk mengikuti pembelajaran
2.
√
Perhatian
siswa
3.
Perhatian siswa kepada guru baru
sebagian kecil yang memperhatikan
√
Keaktifan
siswa
Sebagian besar siswa tidak aktif
dalam
mengikuti
proses
pembelajaran
4.
Kemampuan
√
Mayoritas siswa sudah baik dalam
bacaan
membaca kalimat-kalimat Bahasa
Arab
5.
Kemampuan
√
Menghafal
Sebagian
besar
siswa
dalam
menghafal kosa kata Bahasa Arab
masih sulit
6.
Kemampuan
Menulis
√
Sebagian siswa masih kesulitan
dalam menulis tulisan Arab
Keterangan :
1). Dengan menggunakan media papan tulis ternyata perhatian siswa terhadap
guru dan pembelajaran masih kurang, ini terbukti dengan dalam proses
pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa masih bermain sendiri dan
berbicara pada temannya, siswa tersebut antara lain yaitu Diki Adam Aria,
Eka Arina Wahidah, Puji Rahayu, Rika Masruroh, Rifki Mukhibbilah,
Novan Ardiyansah, Ihda Mulia Rif’ati Fitriyani Dan Wiku Wicaksono,
sehingga perhatian mereka dalam proses belajar mengajar belum optimal.
2). Sebagian siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar, ini terjadi
karena guru hanya monoton memberikan pembelajaran tanpa adanya
variasi pengajaran.
3). Pada siklus I ini sebagian siswa masih kesulitan dalam mengahafal
mufradat-mufradat. Seperti menguasai fungsi dari isim isyaroh dan bentuk
contoh-contohnya. Misalnya untuk melengkapi kalimat
…………‫هَزَا‬
maka para siswa harus terlebih dahulu hafal kata pelengkap yang cocok
untuk kalimat tersebut. Sedangkan siswa yang sudah mudah dalam
menghafal mufradat baru diantaranya yaitu Dawini Weningati, Irfan M
Faza, Danastri Rifki, Fatkhul Karim, Bahij Banafasaj, Dwi Susanto, dan
Wilis Pangesti.
4). Dari hasil observasi/pengamatan ini akan dijadikan rujukan dan perhatian
agar dalam siklus berikutnya guru akan lebih memperhatikan respon dan
kegiatan yang dilakukan siswa pada saat proses pembelajaran.
TABEL XIII.
HASIL OBSERVASI SIKLUS I PADA GURU
No
1.
Kemunculan
Aspek Yang
Diamati
Perencanaan
Baik
Cukup
Komentar
Kurang
√
Guru sudah cukup dalam
pembelajaran
merencanakan segala
sesuatu yang dibutuhkan
dalam pembelajaran
2.
Appersepsi
√
Guru sudah cukup dalam
mengadakan appersepsi
3.
4.
Penyampaian
√
Guru sudah cukup dalam
tujuan
menyampaikan tujuan
pembelajaran
pembelajaran
√
Penyampaian
materi pelajaran
Guru masih kurang dalam
menyampaikan materi
pelajaran
5.
Penggunaan
√
Guru sudah cukup dalam
media papan tulis
menggunakan media papan
tulis
6.
√
Memotivasi
siswa
7.
Guru masih kurang dalam
memotivasi siswa
√
Usaha untuk
Guru masih kurang dalam
melibatkan siswa
melibatkan siswa dalam
dalam
pembelajaran
pembelajaran
8.
Menyimpulkan
√
materi
9.
Evaluasi
Guru sudah cukup dalam
menyimpulkan materi
√
Guru sudah cukup dalam
mengevaluasi pembelajaran
Pada siklus pertama ini, dari hasil evaluasi belajar didapat hasil belajar
sebagai berikut :
TABEL XIV.
HASIL EVALUASI SIKLUS I
DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PAPAN TULIS (KKM : 60)
No
Nama siswa
Hasil Belajar/Hasil evaluasi
1.
Fitri Laelatul M
30
2.
Puji Rahayu
35
3.
Dwi Susanto
60
4.
Atika Sa’diyah
65
5.
Bahij Banavasaj
60
6.
Dewi Latifatul H
60
7.
Diki Adam Aria Putra
20
8.
Durfi Nadifah
35
9.
Danastri Rifki Afifah
60
10. Dawini Wening Ati
80
11. Elfaza Sonia W
50
12. Eka Arina Wahidah P
30
13. M. Fatkhul Karim
65
14. Fitri Masithoh
50
15. Irvan Muhamad Faza
85
16. Ihda Mulia Rif’ati
30
17. Ika Nuria Ulfa Aulia
40
18. Lutfi Nurrokhim
60
19. M. Rifqi Mukhibbilah
25
20. Nur Azizah
50
21. Novan Ardiyansah
30
22. Nur Faizatul Chusni
60
23. Fitriyani
20
24. Riki Sakdullah
50
25. Rika Masruroh
50
26. Serli Fatimaturrohamania
60
27. Siti Rumayah
50
28. Siti Mudrikah
65
29. Willis Pangesti R
70
30. Bayu Ariyanto
65
31. Wiku Wicaksono.
20
Jumlah
1530
Rata-rata
49,35
TABEL XV.
REKAPITULASI HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS I
No
Uraian
Hasil
1.
Nilai rata-rata Pos Tes
49,35
2.
Jumlah siswa yang tuntas belajar
3.
Prosentase ketuntasan belajar
14
45%
Rekapitulasi hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang
dicapai siswa adalah 49,35. Siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar
sebanyak 14 siswa atau 45% dari jumlah keseluruhan. Dengan demikian
penguasaan materi Adawatul Madrasah pada siswa masih rendah. Hal ini
disebabkan karena siswa kurang aktif dan kurang berminat dalam
pembelajaran karena media yang digunakan hanya menggunakan papan tulis.
b. Siklus Kedua
Padas siklus kedua ini, peneliti menggunakan media gambar sebagai
media pengajaran Bahasa Arab dengan materi Adawatul Madrasah. Dan dari
hasil pengamatan/observasi dapat dilihat pada tabel berikut :
TABEL XVI.
HASIL OBSERVASI SIKLUS II PADA SISWA
Kemunculan
No
Aspek yang diamati
Komentar
Ya
1.
Minat siswa
Tidak
√
Sebagian besar siswa berminat
untuk mengikuti pembelajaran
2.
Perhatian siswa
√
Perhatian siswa kepada guru
sebagian sudah memperhatikan
3.
Keaktifan siswa
√
Sebagian besar siswa sudah
aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran
4.
Kemampuan bacaan
√
Mayoritas siswa sudah baik
dalam
membaca
kalimat-
kalimat Bahasa Arab
5.
√
Kemampuan
Menghafal
Sebagian besar siswa dalam
menghafal kosa kata Bahasa
Arab masih sulit
6.
Kemampuan
Menulis
√
Sebagian siswa sudah bisa
dalam menulis tulisan Arab
walaupun belum sempurna
Keterangan :
1). Dengan penggunaan media gambar pada siklus II ini ternyata mampu
mendorong siswa untuk lebih memperhatikan kepada guru dan pelajaran,
ini terbukti dengan keadaan yang tenang di waktu proses pembelajaran.
2). Setelah menggunakan media gambar sebagian besar siswa lebih aktif
dalam proses belajar mengajar, seperti aktif bertanya, menjawab
pertanyaan, dan mengemukakan pendapat, ini terjadi karena para siswa
senang dengan adanya media gambar yang digunakan guru dan tertarik
untuk selalu mengikuti proses pembelajaran.
3). Pada siklus II ini sebagian siswa sudah bisa menulis materi Bahasa Arab
dalam tulisan Arab walaupun belum sempurna.
TABEL XVII.
HASIL OBSERVASI SIKLUS II PADA GURU
No
Aspek yang diamati
1.
Perencanaan
Kemunculan
Baik
Cukup
Komentar
Kurang
√
Guru sudah baik dalam
pembelajaran
merencanakan segala
sesuatu yang
dibutuhkan dalam
pembelajaran
2.
Appersepsi
√
Guru sudah cukup
dalam mengadakan
appersepsi
3.
4.
Penyampaian
√
Guru sudah cukup
tujuan
dalam menyampaikan
pembelajaran
tujuan pembelajaran
Penyampaian
√
Guru sudah dalam
materi pelajaran
menyampaikan materi
pelajaran
5.
Penggunaan media
√
Guru sudah cukup
gambar
dalam menggunakan
media papn tulis
6.
√
Memotivasi siswa
Guru masih kurang
dalam memotivasi
siswa
7.
Usaha untuk
√
Guru sudah dalam
melibatkan siswa
melibatkan siswa
dalam
dalam pembelajaran
pembelajaran
8.
√
Menyimpulkan
Guru sudah cukup
materi
dalam menyimpulkan
materi
9.
√
Evaluasi
Guru sudah baik dalam
mengevaluasi
pembelajaran
Pada siklus kedua ini, dari hasil evaluasi belajar didapat hasil belajar
sebagai berikut :
TABEL XVIII.
HASIL EVALUASI SIKLUS II
DENGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR (KKM : 60)
No
Nama siswa
Hasil Belajar/Hasil evaluasi
1.
Fitri Laelatul M
35
2.
Puji Rahayu
55
3.
Dwi Susanto
75
4.
Atika Sa’diyah
65
5.
Bahij Banavasaj
70
6.
Dewi Latifatul H
65
7.
Diki Adam Aria Putra
40
8.
Durfi Nadifah
60
9.
Danastri Rifki Afifah
65
10.
Dawini Wening Ati
80
11.
Elfaza Sonia W
60
12.
Eka Arina Wahidah P
40
13.
M. Fatkhul Karim
75
14.
Fitri Masithoh
65
15.
Irvan Muhamad Faza
85
16.
Ihda Mulia Rif’ati
55
17.
Ika Nuria Ulfa Aulia
60
18.
Lutfi Nurrokhim
65
19.
M. Rifqi Mukhibbilah
45
20.
Nur Azizah
70
21.
Novan Ardiyansah
55
22.
Nur Faizatul Chusni
60
23.
Fitriyani
45
24.
Riki Sakdullah
70
25.
Rika Masruroh
55
26.
Serli Fatimaturrohamania
65
27.
Siti Rumayah
55
28.
Siti Mudrikah
65
29.
Willis Pangesti R
80
30.
Bayu Ariyanto
70
31.
Wiku Wicaksono.
45
Jumlah
1885
Rata-rata
60,8
TABEL XIX.
REKAPITULASI HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS II
No
Uraian
Hasil
1.
Nilai rata-rata Pos Tes
60,8
2.
Jumlah siswa yang tuntas belajar
3.
Prosentase ketuntasan belajar
20
64 %
Dari hasil hasil Rekapitulasi evaluasi di atas menunjukkan bahwa nilai
rata-rata yang dicapai siswa adalah 60,8. Siswa yang sudah mencapai batas
ketuntasan belajar sebanyak 20 siswa atau 64% dari jumlah keseluruhan. Pada
siklus II ini secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang
memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) hanya 64 %, tapi pada siklus II ini telah
mengalami sedikit peningkatan lebih baik daripada siklus I yaitu siswa yang
tuntas belajar meningkat 19 % dari 45 % menjadi 64 %. Hal ini disebabkan
karena guru mulai menggunakan media gambar sebagai media pengajaran
dalam proses pembelajaran sehingga banyak siswa yang mulai tertarik untuk
memperhatikan pelajaran serta aktif dalam proses pembelajaran.
c. Siklus Ketiga
Padas siklus kedua ini, peneliti menggunakan media gambar sebagai
media pengajaran Bahasa Arab dengan materi Adawatul Madrasah. Dan dari
hasil pengamatan/observasi dapat dilihat pada tabel berikut :
TABEL XX.
HASIL OBSERVASI SIKLUS III PADA SISWA
No
1.
Aspek yang
diamati
Minat siswa
Kemunculan
Komentar
Ya
√
Tidak
Sebagian
besar
siswa
berminat untuk mengikuti
pembelajaran
2.
Perhatian siswa
√
Perhatian siswa kepada guru
baru sebagian kecil yang
memperhatikan
3.
Keaktifan siswa
√
Sebagian besar siswa aktif
dalam
mengikuti
proses
pembelajaran
4.
Kemampuan
√
bacaan
Mayoritas siswa sudah baik
dalam membaca kalimatkalimat Bahasa Arab
5.
Kemampuan
√
Menghafal
Sebagian
mudah
besar
dalam
siswa
menghafal
kosa kata Bahasa Arab
6.
Kemampuan
menulis
√
Sebagian besar siswa sudah
bisa menulis tulisan arab
walaupun belum sempurna
Keterangan :
Dengan penggunaan media gambar pada siklus III ini mampu
menjadikan proses belajar mengajar menjadi lebih baik, dengan bukti pada
siklus III ini aspek-aspek yang diamati oleh peneliti mengalami peningkatan
dan perkembangan yang cukup baik. Setelah menggunakan media gambar
sebagian besar siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar, sebagian besar
siswa juga sudah memperhatikan pelajaran, selain itu kemampuankemampuan kebahasaan (membaca, menghafal dan menulis) juga mengalami
peningkatan. Ini terjadi karena para siswa senang dengan adanya media
gambar yang digunakan guru dan tertarik untuk selalu mengikuti proses
pembelajaran.
TABEL XXI.
HASIL OBSERVASI SIKLUS III PADA GURU
No
1.
KEMUNCULAN
Aspek Yang
Diamati
Perencanaan
Baik
Cukup
√
Kurang
KOMENTAR
Guru sudah baik dalam
pembelajaran
merencanakan segala
sesuatu yang
dibutuhkan dalam
pembelajaran
2.
√
Appersepsi
Guru sudah cukup
dalam mengadakan
appersepsi
3.
4.
Penyampaian
√
Guru sudah baik dalam
tujuan
menyampaikan tujuan
pembelajaran
pembelajaran
Penyampaian
√
Guru sudah baik dalam
materi pelajaran
menyampaikan materi
pelajaran
5.
Penggunaan
√
Guru sudah baik dalam
media gambar
menggunakan media
papn tulis
6.
Memotivasi
√
Guru sudah baik dalam
siswa
7.
memotivasi siswa
√
Usaha untuk
Guru sudah cukup
melibatkan siswa
dalam melibatkan siswa
dalam
dalam pembelajaran
pembelajaran
8.
Menyimpulkan
√
materi
9.
Evaluasi
Guru sudah baik dalam
menyimpulkan materi
√
Guru sudah baik dalam
mengevaluasi
pembelajaran
Pada siklus ketiga ini, dari hasil evaluasi belajar didapat hasil belajar
sebagai berikut :
TABEL XXII.
HASIL EVALUASI SIKLUS III
DENGAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR (KKM : 60)
No
Nama siswa
Hasil Belajar/Hasil evaluasi
1.
Fitri Laelatul M
45
2.
Puji Rahayu
65
3.
Dwi Susanto
75
4.
Atika Sa’diyah
75
5.
Bahij Banavasaj
70
6.
Dewi Latifatul H
65
7.
Diki Adam Aria Putra
40
8.
Durfi Nadifah
65
9.
Danastri Rifki Afifah
70
10. Dawini Wening Ati
80
11. Elfaza Sonia W
75
12. Eka Arina Wahidah P
65
13. M. Fatkhul Karim
75
14. Fitri Masithoh
65
15. Irvan Muhamad Faza
85
16. Ihda Mulia Rif’ati
55
17. Ika Nuria Ulfa Aulia
70
18. Lutfi Nurrokhim
65
19. M. Rifqi Mukhibbilah
55
20. Nur Azizah
70
21. Novan Ardiyansah
60
22. Nur Faizatul Chusni
75
23. Fitriyani
50
24. Riki Sakdullah
70
25. Rika Masruroh
60
26. Serli Fatimaturrohamania
65
27. Siti Rumayah
65
28. Siti Mudrikah
70
29. Willis Pangesti R
80
30. Bayu Ariyanto
70
31. Wiku Wicaksono.
55
Jumlah
1990
Rata-rata
64,19
TABEL XXIII.
REKAPITULASI HASIL NILAI EVALUASI SIKLUS III
No
Uraian
1.
Nilai rata-rata post test
2.
Jumlah siswa yang tuntas belajar
3.
Prosentase ketuntasan belajar
Hasil Siklus III
64,19
25
80 %
Data analisis pada siklus III ini, menunjukkan bahwa nilai rata-rata 64,19.
Menunjukkan siswa yang telah mampu menguasai materi Adawatul Madrasah
dengan menggunakan media gambar sebanyak 25 siswa dengan prosentase 80
%, sedangkan siswa yang belum mampu menguasai materi Adawatul
Madrasah sebanyak 6 siswa (20 %). Hal ini menunjukkan bahwa siklus III ini
ketuntasaan belajar secara klasikal telah dianggap berhasil. Karena secara
klasikal hasil belajar siswa yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) mencapai ≥
75% maka pembelajaran dinyatakan tuntas.
Adanya keberhasilan belajar pada siklus
III ini karena setelah guru
memberikan motivasi kepada siswa, sehingga siswa lebih termotivasi untuk
belajar. Selain itu juga adanya peningkatan pada siklus III ini dipengaruhi oleh
adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran
dengan menggunakan media gambar. Dengan pembelajaran seperti ini siswa
lebih mudah dalam menguasai materi yang diberikan.
D. Pembahasan
Ketuntasan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan
penggunaan media gambar memiliki dampak positif dalam peningkatan kemampuan
siswa dalam menguasai materi Adawatul Madrasah. Hal ini dapat dilihat dari
semakin meningkatnya minat belajar siswa, perhatian siswa, keaktifan siswa, serta
kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam proses pembelajaran. Selain
itu juga dapat dilihat dari penguasaan terhadap materi yang disampaikan guru,
terbukti dengan ketuntasan belajar yang meningkat dari tiap siklus mulai dari siklus I,
II, dan III.
1. Siklus I
Berdasarkan analisis data, pada siklus I ini masih mempunyai banyak
kekurangan, dimana guru belum bisa memotivasi siswa dengan baik, serta guru
masih menggunakan media pengajaran konvensional yaitu papan tulis sehingga
siswa belum aktif dalam mengikuti pembelajaran. Pada siklus I ini terlihat, siswa
belum bisa menguasai materi Adawatul Madrasah secara sempurna. Jadi
ketuntasan belajar pada siklus I belum tuntas.
Ketuntasan belajar pada siklus I adalah 45 %, sedangkan ketuntasan
belajar secara klasikal dari 31 siswa yang tuntas belajar hanya 14 siswa, sedang
17 siswa belum tuntas.
TABEL XXIV.
DAFTAR SISWA YANG TUNTAS BELAJAR PADA SIKLUS I
No
Nama Siswa
Jumlah Nilai ≥ 60 (KKM)
1.
Dwi Susanto
60
2.
Atika Sa’diyah
65
3.
Bahij Banavasaj
60
4.
Dewi Latifatul H
60
5.
Danastri Rifki Afifah
60
6.
Dawini Wening Ati
80
7.
M. Fatkhul Karim
65
8.
Irvan Muhamad Faza
85
9.
Lutfi Nurrokhim
60
10.
Nur Faizatul Chusni
60
11.
Serli Fatimaturrohamania
60
12.
Siti Mudrikah
65
13.
Willis Pangesti R
70
14.
Bayu Ariyanto
65
2. Siklus II
Berdasarkan analisis data, pada siklus II ini sedikit mencapai peningkatan
dari siklus I. namun masih ada juga kekurangan dalam proses pembelajaran yaitu
guru masih belum optimal dalam membimbing siswa dalam menghafal mufradat
baru, dan guru belum bisa menghidupkan suasana kelas, namun demikian siswa
sudah bisa mengikuti sepenuhnya proses pembelajaran yang diberikan oleh guru.
Ketuntasan belajar meningkat dari siklus I ke siklus II yaitu masingmasing 45 % dan 64 %, tapi ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai,
dari 31 siswa yang tuntas belajar hanya 20 siswa atau 64 %, sedang 11 siswa
belum tuntas.
TABEL XXV.
DAFTAR SISWA YANG TUNTAS BELAJAR PADA SIKLUS II
No
Nama Siswa
Jumlah Nilai ≥ 60 (KKM)
1.
Dwi Susanto
75
2.
Atika Sa’diyah
65
3.
Bahij Banavasaj
70
4.
Dewi Latifatul H
65
5.
Durfi Nadifah
60
6.
Danastri Rifki Afifah
65
7.
Dawini Wening Ati
80
8.
Elfaza Sonia
60
9.
M. Fatkhul Karim
75
10.
Fitri Masithoh
65
11.
Irvan Muhamad Faza
85
12.
Ika Nuria Ulfa Aulia
60
13.
Lutfi Nurrokhim
65
14.
Nur Azizah
70
15.
Nur Faizatul Chusni
60
16.
Riki Sakdullah
70
17.
Serli Fatimaturrohamania
65
18.
Siti Mudrikah
65
19.
Willis Pangesti R
80
20.
Bayu Ariyanto
70
3. Siklus III
Berdasarkan analisis data, pada siklus III ini siswa sudah banyak
mengalami peningkatan walaupun belum 100 %, namun sudah mendekati
sempurna baik dalam proses kegiatan belajar mengajar, dan juga penguasaan
siswa terhadap materi Adawatul Madrasah, dengan bukti hasil observasi (hasil
pengamatan) dan juga hasil evaluasi yang menunjukkan nilai rata-rata sebesar
64,19 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar 25 siswa dengan prosentase
mencapai 80 %.
Pada siklus III ini secara klasikal siswa sudah tuntas belajar, karena siswa
yang memperoleh nilai ≥ 60 (KKM) mencapai 80 %. Ketuntasan belajar dari tiap
siklus juga meningkat dari siklus I, II, III yaitu masing-masing 45 %, 64 %, dan
80 %, sehingga ketuntasan belajar secara klasikal telah tercapai.
TABEL XXVI.
DAFTAR SISWA YANG TUNTAS BELAJAR PADA SIKLUS III
No
Nama siswa
Jumlah Nilai ≥ 60 (KKM)
1.
Puji Rahayu
65
2.
Dwi Susanto
75
3.
Atika Sa’diyah
75
4.
Bahij Banavasaj
70
5.
Dewi Latifatul H
65
6.
Durfi Nadifah
65
7.
Danastri Rifki Afifah
70
8.
Dawini Wening Ati
80
9.
Elfaza Sonia W
75
10.
Eka Arina Wahidah P
65
11.
M. Fatkhul Karim
75
12.
Fitri Masithoh
65
13.
Irvan Muhamad Faza
85
14.
Ika Nuria Ulfa Aulia
70
15.
Lutfi Nurrokhim
65
16.
Nur Azizah
70
17.
Novan Ardiyansah
60
18.
Nur Faizatul Chusni
75
19.
Riki Sakdullah
70
20.
Rika Masruroh
60
21.
Serli Fatimaturrohamania
65
22.
Siti Rumayah
65
23.
Siti Mudrikah
70
24.
Willis Pangesti R
80
25.
Bayu Ariyanto
70
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan dalam tiga siklus pada
BAB IV, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kegiatan pembelajaran sebelum menggunakan media gambar yaitu pada
pembelajaran-pembelajaran
sebelum
diadakannya
penelitian
dengan
menggunakan media gambar menunjukkan bahwa penguasaan materi Adawatul
Madrasah pada siswa masih sangat rendah, hal ini juga dapat dilihat dari nilai
rata-rata hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I yang masih menggunakan
media papan tulis yaitu 49,35 dengan prosentase 45%, hal ini terjadi karena siswa
merasa bosan dengan menggunakan media konvensional yaitu papan tulis.
2. Dalam menggunakan media gambar sebagai upaya meningkatkan penguasaan
materi Adawatul Madrasah, guru tidak perlu membuat gambar yang bagus/rumit
untuk dijadikan alat pembelajaran. Langkah membuat media gambar sebagai
media pembelajaran dalam mengajarkan materi Adawatul Madrasah ini, guru
cukup membuat sendiri gambar dengan sederhana menggunakan kertas karton
dan spidol. Dalam penggunaanya, setiap gambar berisi gambar, Bahasa Arabnya
dan terjemahnya yang bisa ditempelkan di papan tulis. Proses pembelajaran
dengan menggunakan media gambar tersebut ternyata membuat siswa lebih
perhatian dan aktif mengikuti pembelajaran.
3. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan
penguasaan materi Adawatul Madrasah pada siswa yang dibuktikan dengan
adanya peningkatan pada hasil pengamatan/observasi dan juga pada hasil evaluasi
pada siklus II dan siklus III, yang dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Siklus II, hasil yang diperoleh pada siklus II adalah 64 % dengan nilai ratarata 60,8, dengan jumlah siswa yang tuntas belajar 20 siswa, ini terjadi karena
minat siswa untuk belajar meningkat dibandingkan pada siklus I yang hanya
menggunakan media papan tulis. Selain itu para siswa juga lebih aktif setelah
digunakannya media gambar dalam proses belajar mengajar. Dengan
demikian siswa yang belum tuntas belajar berjumlah 11 siswa.
b. Siklus III, hasil yang diperoleh pada siklus III mencapai peningkatan yaitu
dari 64 % menjadi 80 % dengan nilai rata-rata 64,19, dengan jumlah siswa
yang tuntas belajar 25 siswa, secara klasikal pada siklus III ini ketuntasan
belajar sudah tercapai dengan bukti siswa yang memperoleh nilai ≥ 60
(KKM) mencapai 80 %, karena proses belajar mengajar secara klasikal sudah
dianggap tuntas jika hasil belajar siswa yang nilai hasil belajar mereka ≥ 60
(KKM) mencapai lebih dari 75 %, ini terjadi karena usaha guru yang secara
terus menerus mendorong siswa untuk lebih aktif dan semangat dalam proses
bembelajaran. Dengan demikian siswa yang belum tuntas belajar hanya 6
siswa, yaitu Fitri Laelatul M, Diki Adam Aria Putra, Ihda Mulia Rif’ati, M.
Rifqi Mukhibbilah, Fitriyani, dan Wiku Wacaksono, para siswa tersebut
sesuai dengan hasil belajar dinyatakan belum tuntas belajar, itu karena
memang tingkat kecerdasan mereka tergolong rendah, sehingga dalam
menerima pelajaran mereka belum bisa merespon dengan baik.
Dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran menggunakan media gambar
menunjukkan adanya peningkatan penguasaan materi Adawatul Madrasah yang
tertera dalam siklus I, II dan III. Peningkatan penguasaan materi Adawatul Madrasah
ditandai dengan peningkatan tingkat penguasaan belajar siswa dari siklus I sampai
siklus III. Karena pada siklus III ketuntasan belajar siswa sudah tercapai, ini dapat
dilihat dari hasil pengamatan dan hasil belajar tiap siklus. Penggunaan media gambar
mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan penguasaan materi Adawatul
Madrasah pada siswa.
B. Saran
Dari hasil yang diperoleh dari uraian yang sebelumnya, agar proses belajar
mengajar Bahasa Arab dengan materi Adawatul Madrasah agar lebih efektif dan
lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa maka disampaikan saran sebagai
berikut :
a. Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru harus memerlukan
persiapan yang cukup matang sehingga guru mampu menentukan atau memilih
media pengajaran yang benar-benar bisa diterapkan dan diterima oleh para siswa,
sehingga diperoleh hasil yang optimal.
b. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih
bersikap mengaktifkan siswa dan mendorong siswa untuk giat belajar.
c. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya
dilakukan tahun 2009/2010.
d. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar
diperoleh hasil yang lebih baik
DAFTAR PUSTAKA
Aqib, Zainal, Penelitian Tindakan Kelas, Yrama Widya, Bandung, 2006.
Arsyad, Azhar, Bahasa Arab dan Metode Pengajaranya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,
2004.
Departemen Agama, Panduan Pelaksanaan 8 Standar Nasional Pendidikan di
Madrasah, Dirjen Pendidikan Agama Islam, Jakarta, 2008.
Fachrudin, Teknik Pengembangan Kurikulum Pengajaran Bahasa Arab, Global Pustaka
Utama, Yogyakarta, 2006.
Fachrudin, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, STAIN Salatiga Perss, Salatiga, 2006.
Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, Alumni, Bandung, 1977.
Husni, Rahim, Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia, PT. Logos Wacana Ilmu, 2001.
Qardhawi, Yusuf, Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal Dan Limu Pengetahuan, Gema
Insani, Jakarta, 1998.
Sadiman, Arief S, dkk, Media Pendidikan
Pemanfaatanya, Rajagrafindo, Jakarta, 1996.
Pengertian
Pengembangan
dan
Sriyanti, Lilik Dan Alfred, Penulisan Karya Ilmiah, Stain Salatiga, Salatiga, 2009.
Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, Alphabeta, Bandung, 2002.
Susuilowati, Ulfah, Manajemen Mutu Pengajaran Bahasa Arab, STAIN Salatiga Press,
Salatiga, 2009.
Uno, Hamzah B, Perencanaan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2006.
Usman, Basyiruddin, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Ciputat Pers, Jakarta,
2002.
Wahyudi, Agus, Lancar Berbahasa Arab 1 Untuk Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah, Tiga
Serangkai, Solo, 2009.
Yunus, Mahmud, Metodik Khusus Bahasa Arab, Hidakarya Agung, Jakarta, 1983.
Lampiran 1.
MEDIA GAMBAR YANG DIJADIKAN MEDIA PEMBELAJARAN
MEJA ‫من تة‬
PENGGARIS
KURSI
‫مشسي‬
‫مسطشج‬
BUKU
BOLPOIN
‫م تاب‬
‫ق لم‬
GAMBAR ‫صوسج‬
KERTAS ‫قشطاس‬
PAPAN TULIS
‫س ثوسج‬
PENGHAPUS
‫مسحح‬
‫م‬
KELAS
PETA ‫خشيطح‬
‫ف صل‬
TEMPAT
BOLPOIN
‫مقلمح‬
KAPUR TULIS
RAK BUKU
BENDERA ‫لوأ‬
‫طثاش يش‬
‫سف‬
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I
(Menggunakan Media Papan Tulis)
Sekolah
: MI Sabilul Huda
Mata Pelajaran
: Bahasa Arab
Kelas
: IV
Pokok Bahasan
: Adawatul Madrasah ‫االدواخ‬
‫المذسسح‬
Alokasi waktu
: 2 x 35 Menit
Standar Kompetensi : Menyimak / Istima’ (Memahami informasi lisan melalui kegiatan
mendengarkan paparan atau dialog tentang Alat-Alat Madrasah)
Kompetensi dasar
: Mengenal bunyi huruf Hijaiyah dan ujaran (kata, kalimat) tentang
‫االدواخ المذسسح‬
Indikator
: Melafalkan kosa kata atau kalimat yang didengar. Menyebutkan
Kembali kata atau kalimat yang didengar.
A. Tujuan Pembelajaran
-
Siswa dapat melafalkan kembali kosa kata yang didengar
-
Siswa dapat melafalkan kembali kalimat yang didengar
-
Siswa dapat menyebutkan kembali kata atau kalimat yang didengar
B. Materi Pembelajaran
-
Isim isyaroh
-
Alat-alat Madrasah
-
Kata tanya ”Ma” dan ”Hal”
-
Membedakan Mudzakar dan Muannas
- Pola kalimat ‫ اشاسج اسم‬+ ‫ مفشد اسم‬/ ‫علم‬
-
Mufrodat seperti :
،‫جت يقح‬، ،‫ مقلمح‬،‫ ق لم طالسح‬،‫الش صاص‬،‫مسحح‬
‫ م‬،‫ ق لم‬،‫ک شاسح مسطشج‬
‫ک تاب‬
C. Metode
-
Ceramah
-
Tanya jawab
-
Praktek
D. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
-
Salam
-
Mengabsensi kehadiran siswa
-
Apersepsi, tanya jawab materi pembelajaran
b. Kegiatan Inti (50 menit)
- Guru mempersiapkan materi pelajaran ‫االدواخ المذسسح‬yang berisi tentang
Isim Isyaroh, kata tanya Ma dan Hal, Mudzakar dan Muannas, pola kalimat
‫ اشاسج اسم‬+ ‫ مفشد اسم‬/ ‫ علم‬, dan Mufrodat seperti :
،‫جت يقح‬، ‫مقلم‬،‫ ج‬،‫ ق لم طالسح‬،‫الش صاص‬،‫مسحح‬
‫ م‬،‫ ق لم‬،‫ک شاسح مسطشج‬
‫ک تاب‬
-
Guru membacakan materi bacaan
-
Siswa menirukan sambil memahami kosa kata yang ada dalam bacaan
-
Guru memberikan kosa kata yang ada dalam bacaan
-
Siswa mencatat kosa kata yang ada dalam bacaan
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
-
Guru menyimpulkan materi
-
Guru memberi tugas untuk menghafal kosa kata yang ada dalam bacaan.
E. Sumber belajar
-
Buku paket pelajaran Bahasa Arab
-
Media papan tulis
-
Kamus Bahasa Arab
F. Penilaian
-
Teknik
: Tertulis dan Lisan
-
Bentuk soal
: Esay dan hafalan kosa kata
Jimbaran, 26 Mei 2010
Mengetahui
Kepala Sekolah
Peneliti
Sohani, S. Ag
Miratusolihah
NIP. 197512091999031002
NIM . 11408185
Lampiran 3
EVALUASI SEBELUM PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR
(MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN TULIS)
PADA SIKLUS I
Petunjuk Pengisian
1. Untuk data pribadi siswa tulislah dengan jelas dan mudah dibaca.
2. Tidak boleh membuka buku
3. Tidak boleh kerja sama
4. Waktu mengerjakan 30 menit
Identitas
Nama Lengkap : ………………………………………… ( L / P )
No Absen
: ……………………………….............................
Kelas
: ……………………………….............................
Alamat
: ……………………………….............................
……………………………….............................
: ……………………………….............................
Sekolah
A. Berilah tanda silang pada huruf a, b, atau c di bawah ini yang benar !
1. Bahasa Arabnya kelas adalah ...
a. ٌ‫صل‬
ْ َ‫ف‬
b. ٌ‫کِتبَة‬
c. ٌ‫قَلَن‬
2.
ٌ‫لِوأ‬.........
a. ‫ذلك‬
b. ‫تلك‬
c. ‫ولئكأ‬
3. ….…ِ‫هَراى‬
a. ‫تلوير‬
b. ‫قلوبى‬
c. ٌ‫کِتَبة‬
4. Arti kata ‫ خسيطخ‬adalah …
a. penggaris
b. buku pelajaran
c. peta
5. Jamaknya kata‫ كتب ة‬adalah …
a. ‫هكتت‬
b. ‫کتت‬
c. ‫قالام‬
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar
1. Arti kata ٌ‫وزَح‬
ْ‫ص‬
ُ adalah …
2.
Bahasa Arabnya penghapus papan tulis adalah ...
3. Jamaknya kataٌ‫ قَلَن‬adalah ...
4. ............. َ‫هَرا‬
5. ............. َ‫تِلك‬
C. Terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia kalimat di bawah ini dengan benar
1.
‫هرا قلن‬
2.
‫يب اخي اسوي فوشاى‬
3.
‫انب ادزس في الفصل الساثع‬
4.
‫نعن هره هوسحخ‬،
5.
‫اشتسي كتجب‬
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II
(Menggunakan Media Gambar)
Sekolah
: MI Sabilul Huda
Mata Pelajaran
: Bahasa Arab
Kelas
: IV
Pokok Bahasan
: Adawatul Madrasah ‫االدواخ المذسسح‬
Alokasi waktu
: 2 x 35 Menit
Standar Kompetensi : Membaca / Qiro’ah (Memahami wacana tertulis dalam bentuk
paparan atau dialog tentang Alat-Alat Madrasah)
Kompetensi dasar
: Melafalkan huruf Hijaiyah, kata, kalimat dan wacana tertulis
tentang ‫االدواخ المذسسح‬
.
Indikator
: Melafalkan teks bacaan dengan benar dan tepat sesuai dengan
tanda baca.
A. Tujuan Pembelajaran
‫ ك‬dan ‫ق‬.
-
Siswa dapat mempraktikkan cara-cara melafalkan huruf Arab seperti
-
Siswa dapat menirukan pelafalan teks bacaan dengan benar dan tepat sesuai
dengan tanda baca.
-
Siswa dapat membaca secara individu teks bacaan.
-
Siswa dapat mengartikan kosa kata baru yang terdapat dalam bacaan.
B. Materi Pembelajaran
-
‫اشاسج اسم‬
-
Alat-alat Madrasah
-
Kata tanya ”Ma” dan ”Hal”
-
Membedakan Mudzakar dan Muannas
- Teks bacaan seperti : ‫زا‬
‫ وه‬،‫مسحح ت للسف‬
‫لم‬
‫زه مشسم ورل‬
‫س ثوسج ه‬
C. Metode
-
Ceramah
-
Praktek
D. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
-
Salam
-
Mengabsensi kehadiran siswa
-
Apersepsi, tanya jawab materi pembelajaran
b. Kegiatan Inti (50 menit)
- Guru mempersiapkan materi pelajaran ‫االدواخ المذسسح‬yang berisi tentang
Isim Isyaroh, kata tanya “Ma” dan “Hal”, Mudzakar dan Muannas dan Teks
bacaan seperti : ‫زا‬
‫ وه‬،‫مسحح ت للسف‬
‫لم‬
‫زه مشسم ورل‬
‫س ثوسج ه‬
-
Guru membacakan teks bacaan
-
Siswa menirukan membaca teks bacaan dengan memperhatikan tanda baca
yang ada
-
Siswa membaca teks secara individu secara bergantian
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
-
Guru menyimpulkan materi
-
Guru memberi tugas untuk mengartikan kosa kata yang terdapat dalam
bacaan.
E. Sumber belajar
-
Buku paket pelajaran Bahasa Arab
-
Media gambar
-
Kamus Bahasa Arab
F. Penilaian
-
Teknik
: Tertulis dan Lisan
-
Bentuk soal
: Esay dan Membaca teks bacaan
Jimbaran, 5 Juni 2010
Mengetahui
Kepala Sekolah
Peneliti
Sohani, S. Ag
Miratusolihah
NIP. 197512091999031002
NIM . 11408185
Lampiran 5
EVALUASI SIKLUS II
MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR
NAMA
: ....................................
KELAS
: ....................................
A. Berilah tanda silang pada huruf a, b, atau c di bawah ini yang benar !
1. Arti kata ‫ خشيطح‬adalah …
a. penggaris
b. buku pelajaran
c. peta
2. Bahasa Arabnya gambar adalah …
a. ‫ق لمان‬
b. ‫تلوير‬
c. ٌ‫وزَح‬
ْ‫ص‬
ُ
3.
…………‫زه‬
‫ه‬
a. ‫ک تاب‬
b. ‫تلوير‬
c. ‫خسيطخ‬
4. Arti kata ٌ‫صل‬
ْ َ‫ف‬
a. buku
b. guru
c. kelas
5. ……….. ‫انا‬
a. ‫القلم‬
b. ‫المن تة‬
c. ‫ال فصل‬
‫خ‬
‫الي ادل‬
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar
1.
…………… ‫زا؟ه‬
‫ماه زا‬
2.
…………… ‫زا؟ه‬
‫ماه زا‬
3.
…………… ‫زه‬
‫زه؟ه‬
‫ماه‬
4.
…………… ‫زا؟ه‬
‫ماه زا‬
5.
…………… ‫زا؟ه‬
‫ماه زا‬
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS III
(Menggunakan Media Gambar)
Sekolah
: MI Sabilul Huda
Mata Pelajaran
: Bahasa Arab
Kelas
: IV
Pokok Bahasan
: Adawatul Madrasah ‫االدواخ‬
‫المذسسح‬
Alokasi waktu
: 2 x 35 Menit
Standar Kompetensi : Menulis / Kitabah (menuliskan kata, ungkapan, dan teks
fungsional pendek sederhana tentang alat-alat Madrasah)
Kompetensi dasar
: Menyalin kata, kalimat dan menyusun kata menjadi kalimat
sempurna tentang ‫االدواخ المذسسح‬
.
Indikator
:
-
Menyalin kalimat sesuai dengan contoh (Khot)
-
Menyusun huruf-huruf menjadi kalimat yang benar
-
Menyusun kata-kata menjadi kalimat yang sempurna
-
Membuat kalimat sederhana dengan menggunakan kosa kata baru dan pola
kalimat yang telah dipelajari
A. Tujuan Pembelajaran
-
Siswa dapat menyusun huruf-huruf menjadi suatu kalimat yang benar.
-
Siswa dapat menyusun kata-kata menjadi suatu kalimat yang sempurna
-
Siswa dapat membuat kalimat sederhana dengan menggunakan kosa kata baru dan
pola kalimat yang telah dipelajari.
B. Materi Pembelajaran
-
‫اشاسج اسم‬
-
Alat-alat Madrasah
-
Kata tanya ”Ma” dan ”Hal’
-
Membedakan Mudzakar dan Muannas
-
Contoh Khot : ‫ت خ يشوالحمذهلل حالل؟ م يف‬
C. Metode
-
Ceramah
-
Praktek menulis
D. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
-
Salam
-
Mengabsensi kehadiran siswa
-
Apersepsi, tanya jawab materi pembelajaran
b. Kegiatan Inti (50 menit)
-
Guru mempersiapkan materi pelajaran ‫االدواخ المذسسح‬yang berisi tentang
Isim Isyaroh, kata tanya “Ma” dan “Hal”, Mudzakar dan Muannas dan
Contoh Khot : ‫ت خ يشوالحمذهلل حالل؟ م يف‬
- Guru memberikan materi pelajaran
-
Siswa mencatat materi
-
Siswa berlatih menyusun huruf-huruf menjadi sebuah kalimat
-
Siswa berlatih membuat kalimat dari kosa kata baru.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
-
Guru menyimpulkan materi
-
Guru memberi tugas untuk membuat kalimat yang sempurna dengan
menggunakan kosa kata baru yang telah ditunjuk
E. Sumber belajar
-
Buku paket pelajaran bahasa arab
-
Media gambar
-
Kamus Bahasa Arab
F. Penilaian
-
Teknik
: Tertulis
-
Bentuk soal
: Membuat kalimat
Jimbaran, 17 Juni 2010
Mengetahui
Kepala Sekolah
Peneliti
Sohani, S. Ag
Miratusolihah
NIP. 197512091999031002
NIM . 11408185
Lampiran 7
EVALUASI SIKLUS III
MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR
NAMA
: ....................................
KELAS
: ....................................
A. Berilah tanda silang pada huruf a, b, atau c di bawah ini yang benar !
1.
Bahasa Arabnya gambar disamping adalah
a. ‫هوسحخ‬
b. ‫خسيطخ‬
c. ‫س ثوسج‬
2. Bahasa Arabnya peta adalah
a. ‫خسيطخ‬
b. ‫ق لم‬
c. ‫ک تاب‬
3.
Bahasa Arabnya gambar disamping adalah
a. ‫ق لم‬
b. ‫من تة‬
c. ‫لوأ‬
4.
‫طثاش يش‬
Artinya adalah
a. meja
b. kapur tulis
c. penghapus
5. Bahasa Arabnya kertas adalah
a. ‫ق رطاس‬
b. ‫ک تاب‬
c. ‫ف صل‬
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar
1. Terjemahkanlah gambar berikut ini ke dalam Bahasa Arab kemudian buatlah
menjadi sebuah kalimat.
2. Buatlah sebuah kalimat sederhana dengan menggunakan kata ‫ال فصل‬
3. ”Saya menulis dengan menggunakan bolpoin” Terjemahkan ke dalam Bahasa
Arab.
4.
“‫خ ال فصل‬
‫ ”الي ادل‬Terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
5. ‫ اشتسي كتجب‬Artinya……
Lampiran 8
SURAT KETERANGAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Sohani, S. Ag
NIP
: 197512091999031002
Jabatan
: Kepala MI Sabilul Huda Jimbaran, Bandungan, Kab Semarang
Dengan ini menerangkan bahwa:
Nama
: Miratusolihah
NIM
: 114 08 185
Alamat
: Ngambakrejo, Kec Tanggung Harjo, Kab Grobogan
Dengan ini menerangkan bahwa nama tersebut di atas telah mengadakan
penelitian di MI Sabilul Huda Jimbaran, Bandungan, Kab Semarang sejak mulai tanggal
24 Mei – 19 Juni 2009, yaitu pada akhir semester genap tahun pelajaran 2009/2010 dalam
rangka menyusun skripsi berjudul:
”Upaya Peningkatan Pemahaman Materi Adawatul Madrasah Mata Pelajaran Bahasa
Arab Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Siswa Kelas IV MI Sabilul Huda
Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010”.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya agar dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Jimbaran, 27 Juli 2010
Kepala Madrasah
Sohani, S. Ag
NIP. 197512091999031002
Lampiran 9
LEMBAR KONSULTASI
Nama Mahasiswa
: Miratusolihah
NIM
: 11408185
Dosen Pembimbing
: Hanung Triyoko, M. Hum, M. Ed
Judul
: Upaya Peningkatan Penguasaan Materi Adawatul Madrasah
Mata Pelajaran Bahasa Arab Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Siswa Kelas IV
MI Sabilul Huda Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2009/2010
NO
TANGGAL
ISI
CATATAN
PARAF
KONSULTASI PEMBIMBING
Salatiga, …., ……………, 2010
Hanung Triyoko, M. Hum, M. Ed
NIP : 19730815 199903 1 003
Lampiran 10
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama
: Miratusolihah
2. NIM
: 11408185
3. Tempat/tgl lahir
: Grobogan, 10 November 1986.
4. Jenis kelamin
: Perempuan
5. Agama
: Islam
6. Warga Negara
: Indonesia
7. Alamat rumah
: Jl Pon-Pes Miftahul Huda, Ngambakrejo, Kec. Tanggung Harjo,
Kab. Grobogan
Jenjang Pendidikan :
1. TK Darma Wanita Ngambakrejo
: Lulus Tahun 1992
2. SDN 01 Ngambakrejo
: Lulus Tahun 1998
3. Mts Miratul Muslimin Ngambakrejo
: Lulus Tahun 2001
4. MA YASUA Pilang Wetan, Demak
: Lulus Tahun 2004
5. DII PGKMI STAIN Salatiga
: Lulus Tahun 2007
6. Masuk Program Ekstensi PAI STAIN Salatiga : Tahun 2008
Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.
Salatiga, 28 Juli 2010
Penulis
Miratusolihah
11408185
Download