LAPORAN TUGAS AKHIR Perancangan Iklan Layanan

advertisement
LAPORAN TUGAS AKHIR
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat
Berupa Video Iklan Untuk Sosialisasi Mengenai Bahaya Aborsi
Di Kota Yogyakarta
A14.2008.00349 Tugas Akhir Komunikasi Visual Periklanan
Semester VIII – 2011/2012
MUHAMMAD ILMAR ROSYIDI
A14.2008.00349
PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL – S1
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
2012
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
PERSETUJUAN TUGAS AKHIR
JUDUL
: Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Berupa Video Iklan
untuk Sosialisasi Tentang Bahaya Aborsi di Kota Yogyakarta
NAMA
: MUHAMMAD ILMAR ROSYIDI
NPM
: A14.2008.00349
Tugas akhir ini telah diperiksa dan disetujui,
Semarang,
Mohamad Taufik SSn, MSn
Pembimbing 2
Hanny Haryanto,S.kom, M.T
Pembimbing 1
Mengetahui,
Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo
Dekan Fakultas Ilmu Komputer
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
PENGESAHAN TUGAS AKHIR
JUDUL
: Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Berupa Video Iklan
untuk Sosialisasi Tentang Bahaya Aborsi di Kota Yogyakarta
NAMA
: MUHAMMAD ILMAR ROSYIDI
NPM
: A14.2008.00349
Tugas Akhir ini telah diujikan dan dipertahankan dihadapan Dewan Penguji pada
sidang Tugas Akhir
Semarang,
Dewan Penguji
Umi Rosyidah, S. Kom, M.T.
Ketua Penguji
Muh. Ariffudin Islam, S. Sn
Anggota Penguji 1
Adji Nugroho, M. Sn.
Ketua Penguji 2
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatNya saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya. Dalam
menyusun Tugas Akhir ini saya dibantu oleh beberapa pihak, untuk itu saya
mengucapkan terima kasih kepada,
1. Bapak Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom selaku Rektor Universitas Dian
Nuswantoro
2. Bapak Dekan Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, MM selaku Dekan Fakultas Ilmu
Komputer
3. Bapak Aripin, M.Kom selaku Kepala Program Study Desain Komunikasi
Visual
4. Bapak Hanny Haryanto, S.Kom, M.T dan Mohamad Taufik SSn, MSn
selaku pembimbing.
5. Orang tua yang selalu member motivasi
6. PKBI selaku lembaga yang meneliti mengenai aborsi
7. Amalia yang selalu mensupport secara moril
8. Aldian falakul khusni yang membantu dalam pembuatan Tugas Akhir dan
menemani lembur sampai pagi.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih memiliki banyak kekurangan,
oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan
Tugas Akhir ini.
Semarang, 4 September 2012
Penulis,
ABSTRAK
Menurut Fact Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute For Social,
Studies anda Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan” aborsi didefinisikan sebagai
penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi rahim
(uterus), sebelum janin (fetus) mencapai 20 minggu. Aborsi saat ini terjadi dimana-mana
salah satunya yaitu Kota Jogja. Yogyakarta adalah sebuah kota yang merangkap sebagai
ibu kota provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Jogja sering disebut juga dengan
kota budaya dan kota pelajar. Jogja disebut sebagai kota pelajar karena kualitas
pendidikan di Kota Jogja sudah terjamin kualitasnya. Seiring dengan sebutan nama Jogja
sebagai kota pelajar dan budaya dilain sisi menurut data yang diperoleh dari berbagai
sumber, aborsi yang terjadi di Kota Jogja justru semakin tahun semakin meningkat.
Aborsi yang dimaksud disini yaitu aborsi provocatus merupakan istilah lain yang secara
resmi dipakai dalam kalangan kedokteran dan hukum, yang biasanya dilakukan oleh anak
remaja umur 15-24 tahun yang masih duduk di bangku pendidikan atau biasa disebut juga
kehamilan yang tidak diingini. Banyak faktor penyebab melakukan aborsi salah satunya
yaitu terbawa arus pergaulan dari budaya barat, Kurangnya pantauan dari orang tua dan
ketidaktahuan mengenai bahaya dan dampak melakukan aborsi. Maka dari itu penelitan
ini bertujuan untuk mendukung pencegahan aborsi bagi yang sudah terlanjur hamil yang
saat ini terjadi di Kota Jogja agar angka kematian bayi akibat aborsi di Kota Jogja
semakin berkurang dengan menggunakan metode analisis data dan lapangan dari
pengamatan secara langsung pada masyarakat Kota Jogja. Berdasarkan metode dan
analisis, kampanye dilakukan dengan menggunakan media utama yaitu video iklan dan
media pendukung berupa poster, stiker. Video iklan yang dibuat mengenai bahaya aborsi
tersebut telah dilakukan survey dengan cara memperlihatkan langsung video tersebut
kepada audiens dan langsung merespon hingga memahami maksud dari iklan tersebut,
tetapi ada juga yang menganggap iklan tersebut kurang mendramatisir maka dari itu
perancang berharap pembuatan video kedepanya agar lebih jelas dan lebih baik lagi.
Kata kunci: Perancangan, Iklan Layanan Masyarakat, video iklan, dampak dan bahaya
aborsi, Yogyakarta
xi + 70 halaman, 28 gambar, 8 tabel, 9 lampiran
Daftar acuan: Video, iklan, bahaya aborsi
ABSTRACT
According to Fact Abortion, Info Kit on Women's Health by the Institute for
Social, Studies your Action, March 1991, in terms of health "abortion is defined as the
termination of a pregnancy after implantation egg (ovum) is fertilized womb (uterus),
before the fetus (fetus) reached 20 weeks. Abortion is now happening everywhere one of
them is the city of Yogyakarta. Yogyakarta is a city which doubles as the capital of the
province of Yogyakarta Special Region. Yogyakarta city is often referred to as the
cultural city and a university town. Yogyakarta known as student city because of the
quality of education in the city of Yogyakarta has guaranteed quality. Along with the title
name of the city of Yogyakarta as a student and culture on the other hand, according to
file obtained from various sources, abortions occurred in the city of Yogyakarta is
increasing even more years. Abortion is abortion provocatus here is another term
officially used in the medical community and the law, which is usually done by teenagers
aged 15-24 years who are still in elementary education or also called undesirable
pregnancy. Many factors cause an abortion one of which is carried by the association of
western culture, lack of parental monitoring and ignorance about the dangers and effects
of abortion. Thus this research aims to support the prevention of abortion for women who
are already currently going on in the city of Yogyakarta that infant mortality due to
abortion in Jogja further reduced by using the methods of file analysis and field
observations directly to the city of Yogyakarta. Based on the methods and analysis,
campaign carried out using mainstream media is video advertising and media support in
the form of posters, stickers. Video ads are made about the dangers of abortion has been
conducted survey by way of showing the video directly to the audience and instantly
respond to understand the intention of the ad, but others think the ad is less than that
dramatizes the making of the video future designers hoping to make it more clear and
better.
Keywords: Designing, Public Service Ads, video advertising, the impact and dangers of
abortion, Yogyakarta
xi + 70 pages, 28 images, 8 tables, 9 attachments
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i
PERSETUJUAN TUGAS AKHIR................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................................... iv
ABSTRAK ....................................................................................................................... v
DAFTAR ISI ................................................................................................................. vii
DAFTAR TABEL .......................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................................4
1.3 Tujuan Perancangan ..................................................................................................4
1.4 Manfaat Perancangan ................................................................................................5
1.5 Batasan Ruang Lingkup Perancangan .......................................................................5
1.6 Metodologi dan Sistematika Perancangan ................................................................6
1.6.1 Metodologi ....................................................................................................6
1.6.2 Bagan Alir Penelitian ................................................................................…7
1.6.3 Sistematika Perancangan……………………………………………............8
1.7 TinjauanTeoritis………………………………………………………………..........9
1.7.1 Perancangan…………………………………………………………………9
1.7.2 Iklan Layanan Masyarakat………………………………………………….10
1.7.3 Audio Visual………………………………………………………………..11
1.7.4 Iklan Televisi………………………………………………………………..11
1.7.5 Iklan Elektronik……………………………………………………………..11
1.7.6 Aborsi……………………………………………………………………….12
BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS
2.1 Data Verbal ............................................................................................................... 16
2.1.1 Tinjauan Permasalahan dan Fakta-fakta Lapangan ..................................... 16
2.1.2 Definisi-definisi Seputar Permasalahan ....................................................... 22
2.1.3 Data Lembaga danNarasumber…………………………………………….22
BAB III ANALISIS MASALAH
3.1 Anlisis Permasalahan ............................................................................................... 27
3.1.1 Analisa Menggunakan 5W + 1H.................................................................. 27
3.2 Segmentasi Target Audience…………………………………………………….....28
3.3 Faktor penghambat dan Pendukung………………………………………………..29
3.4 Usulan Pemecahan Masalah………………………………………………………...30
3.5 Statement Periklanan………………………………………………………………..30
BAB IV KONSEP-KONSEP PERANCANGAN
4.1 Konsep Kreatif ......................................................................................................... 32
4.1.1 Konsep Pokok ILM ...................................................................................... 32
4.1.2 Strategi Kreatif ............................................................................................. 32
4.2 Program Kreatif ........................................................................................................ 32
4.3 Media Planning………………………………………………………………..........37
4.3.1 Tujuan Media dan Kreatif……………………………………………..........37
4.3.2 Konsep Media………………………………………………………………37
4.3.3 Tujuan Media……………………………………………………………….37
4.3.4 Strategi Media………………………………………………………............37
4.4 Media Budgeting…………………………………………………………………...39
4.4.1 Budget Media Pendukung………………………………………………….34
BAB V PRA-PRODUKSI
5.1 Storyline ................................................................................................................... 42
5.2 Script ........................................................................................................................ 42
5.3 Rundown atau BreakingDown script……………………………………………....44
5.4 Format………………………………………………………………………….......45
5.5 Program Visual……………………………………………………………………..46
BAB VI DESIGN DAN PENGEMBANGAN
6.1 Karakterisasi Visual………………………………………………………………..50
6.1.1 Karakter Tokoh………………………………………………………….....50
6.1.2 Alternatif layout/sketsa………………………………………………….....52
6.2 Storyboard………………………………………………………………………….54
6.3 Pengarahan Visual………………………………………………………………...56
6.3.1 Warna……………………………………………………………………..56
6.3.2 Font……………………………………………………………………….56
6.4 Final Design……………………………………………………………………....57
6.4.1 Capture…………………………………………………………………...57
6.5 Aplikasi Media Pendukung………………………………………………………60
6.5.1 Poster……………………………………………………………………..60
6.5.2 Kaos………………………………………………………………………66
6.5.3 Stiker……………………………………………………………………...68
6.5.4 Pin Up…………………………………………………………………….70
6.5.5 Tas tote bagg……………………………………………………………...72
BAB VII PENUTUP………………………………………………………………….
7.1 Kesimpulan………………………………………………………………………..74
7.2 Saran………………………………………………………………………………74
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….....
LAMPIRAN………………………………………………………………………….
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel 2.1 Data Aborsi Tahun 2010 ................................................................ 19
Tabel 2.2 Data Aborsi Tahun 2011 ................................................................................ 19
Tabel 2.3 Struktur Organisasi ........................................................................................ 24
Tabel 4.1 Biaya Pemasangan Iklan ................................................................................ 38
Tabel 4.2 Total Biaya ..................................................................................................... 40
Tabel 5.1 Pemilihan Karakter ......................................................................................... 46
Tabel 6.1 Penggambaran Karakter ................................................................................. 49
Tabel 6.2 Storyboard ...................................................................................................... 53
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.4 iklan aborsi ................................................................................................ 25
Gambar 2.5 Gerakan anti aids oleh PKBI ...................................................................... 25
Gambar 2.6 Iklan Telat Haid di Jogja ............................................................................ 26
Gambar 2.7 Logo PKBI.................................................................................................. 26
Gambar 6.2 sketsa video……………………………………………………………….51
Gamba 6.3 sketsa Tas…………………………………………………………………51
Gambar 6.4 sketsa poster 1…………………………………………………………….51
Gambar 6.5 sketsa poster 2…………………………………………………………….51
Gambar 6.6 sketsa poster 3…………………………………………………………….51
Gambar 6.7 sketsa kaos 1……………………………………………………………...52
Gambar 6.8 sketsa kaos 2……………………………………………………………...52
Gambar 6.9 sketsa stiker 1……………………………………………………………..52
Gambar 6.10 sketsa stiker 2……………………………………………………………52
Gambar 6.11 sketsa stiker 3……………………………………………………………52
Gambar 6.12 sketsa pin 1………………………………………………………………52
Gambar 6.13 sketsa pin 2………………………………………………………………52
Gambar 6.14 capture final desain……………………………………………………...56
Gambar 6.15 final desain poster 1…………………………………………………......59
Gambar 6.16 final desain poster 2……………………………………………………..61
Gambar 6.17 final desain poster 3……………………………………………………..63
Gambar 6.18 final desain kaos…………………………………………………………65
Gambar 6.19 final desain stiker 1…….………...………………………………………67
Gambar 6.20 final desain stiker 2………………………………………………………67
Gambar 6.21 final desain stiker 3………………………………………………………67
Gambar 6.22 final pin up 1………………………………………………......................69
Gambar 6.23 final desain pin up 2………………………………………………….......69
Gambar 6.24 final desain pin up 3……………………………………………………...69
Gambar 6.25 final desain tas tote bagg……………………………………....................71
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebudayaan atau yang disebut peradaban, mengandung pengertian
yang luas, meliputi pemahaman perasaan, suatu bangsa yang kompleks,
meliputi pengetahuan, kepercayaan, moral, seni, hukum, adat istiadat atau
kebiasaan dan pembawaan lainya yang diperoleh dari anggota masyarakat
(Taylor,1987:20). Budaya selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap
negara, termasuk Indonesia, pasti akan mempertahankan budayanya dari
pengaruh budaya asing. Misalnya, kebudayaan barat. Namun, faktanya
tidaklah demikian. kebudayaan barat boleh dikatakan sangat gencar merasuki
setiap individu yang hidup dengan budaya ketimuran, Indonesia. Budaya
Indonesia atau bisa dibilang budaya timur memiliki ciri khusus atau adat
istiadat yang ada di dalam budaya tersebut, salah satunya yaitu dari tutur kata
yang lembut, kepribadian yang baik dan berperilaku sopan terhadap sesama
manusia. Akan tetapi budaya barat selalu menjadi cermin modernitas hingga
dijadikan trendsetter oleh budaya ketimuran, Indonesia. Pengaruh kebudayaan
barat tersebut tentu menimbulkan dampak negatif pada budaya sendiri.
Salah satu dampak kebudayaan barat yang masuk kedalam budaya
ketimuran, Indonesia, yaitu cara pacaran anak muda yang sekarang, yang lebih
mengikuti budaya barat yang memberikan sisi negatif, menganggap clubbing
(dugem) sebagai kuliah malam bukan mengutamakan pendidikan, fashion
yang tidak pantas dipakai dijdikan suatu kebanggan dengan mengumbar aurat
begitu juga hilangnya film-film kartun yang mendidik yang harusnya
diberikan pada anak kecil, tetapi efek yang sangat buruk dan tidak bermoral
dari budaya barat yaitu menganggap aborsi sebagai hal yang biasa hal yang
wajar bagi kalangan remaja. Aborsi yang dimaksud disini yaitu aborsi
provocatus merupakan istilah lain yang secara resmi dipakai dalam kalangan
kedokteran dan hukum. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin
sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh(aborsi yang tidak diingini).
Menurut Fact Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh Institute For Social,
Studies anda Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan” aborsi
didefenisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum)
yang telah dibuahi rahim (uterus), sebelum janin (fetus) mencapai 20 minggu.
Efek samping yang terjadi akibat dari aborsi yaitu ada dua macam efek jangka
panjang dan efek jangka pendek. Efek jangka pendek yaitu rasa sakit yang
intens, terjadi kebocoran uterus, infeksi, shock/koma, bagian bayi yang
tertinggal didalam, merusak organ tubuh lain, kematian. Sedangkan efek
jangka panjang yaitu tidak dapat hamil kembali, keguguran kandungan,
kehamilan tuban, kelahiran premature dan gejala peradangan dibagian pelvis.
Menurut undang-undang aborsi yang dilakukan secara disengaja akibat
kehamilan yang tidak diingini
tidak diperbolehkan
karena bertentangan
dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) melarang keras dilakukanya
aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta
pasal 346-349. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara
maksimal empat tahun kepada seseorang yang memberi harapan kepada
seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan.
Saat ini aborsi sudah terjadi di kota Yogyakarta. Yogyakarta adalah
sebuah kota beserta merangkap sebagai ibu kota provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Kota Jogja terletak dipulau jawa yang berbatasan langsung
dengan propinsi Jawa Tengah. Kota Jogja sering disebut juga sebagai kota
budaya dan pelajar. Jogja disebut kota pelajar karena kualitas pendidikan di
kota jogja sudah terjamin kualitasnya dan terdapat fasilitas sekolah dan
universitas yang megah, berkualitas, terjamin mutunya dan sudah
terakreditasi secara baik didunia pendidikan Indonesia. Kota Jogja
didalamnya terdapat budaya tarian tradisional, bahasa jawa “kromo alus”,
tempat sanggar budaya yang masih terjaga sampai saat ini dan terawat,
sehingga masih bisa dilestarikan sampai saat ini. Tempat-tempat budaya juga
masih banyak lagi dikota Jogja, salah satunya adalah kraton sebagai symbol
budaya yang masih erat hubungannya dengan budaya tersebut sebagai ragam
kebudayaan oleh sebab itu tidak salah lagi jika Jogja disebut kota budaya
karena kelestarian dan sampai saat ini bisa dinikmati serta dilaksanakan
sebagai salah satu keistimewaannya. Sekarang ini cukup banyak terjadi
aborsi yang dilakukan oleh kaum remaja (belum menikah). Beberapa data
yang didapat penulis mengenai jumlah aborsi di Yogyakarta melalui survey
yang dilakukan pada PKBI pada tahun 2010 dengan rata-rata usia 15-24th
yaitu berjumlah 4 dan tahun 2011 dengan rata-rata usia yang sama berjumlah
50 orang yang tersebar di Kota Yogyakarta. Pencarian data juga digunakan
menggunakan kuisioner yang dilakukan dengan cara membagikan langsung
20 lembar kuisioner yang berisi 10 pertanyaan kepada masyarakat Jogja
yang berhubungan dengan aborsi. Berdasarkan data bahwa 12 orang kurang
tahu mengenai bahaya aborsi dan 8 orang tidak mengetahui dampak
melakukan aborsi dan menurut pendapat masyarakat Jogja 13 orang
berpendapat bahwa tingkat aborsi yang terjadi di kota Jogja cukup tinggi dan
beberapa orang menjawab tidak mengetahui mengenai tingkat aborsi yang
terjadi di kota Jogja, bahkan beberapa orang ada yang menjawab tidak tahu
sama sekali mengenai aborsi atau tingkat aborsi yang terjadi di kota Jogja
apalagi mengenai tempat praktek melakukan aborsi.
Kota Yogyakarta sudah
berdiri sebuah lembaga
yang menangani
kesehatan seksual dan reproduksi yaitu PKBI salah satunya menangani
mengenai aborsi. PKBI yaitu Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia,
didirikan pada tanggal 23 Desember 1957 di Jakarta sebagai Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM). Perkumpulan ini berdiri dilandasi kepedulian
terhadap ibu dan anak. Karena kematian ibu cukup tinggi, pada umumnya
karena pendarahan akibat seringnya melahirkan dan kematian anak juga
tinggi, antara lain karena proses kelahiran bayi yang kurang sehat akibat
kehamilan yang tidak sehat, kekurangan gizi dan perawatan pada saat masa
kehamilan, dan beberapa aborsi. Beberapa strategi yang sudah dilakukan oleh
PKBI dalam mengembangkan upaya pencegahan dan penanggulangan IMS,
HIV dan AIDS, Tetapi upaya yang dilakukan PKBI dalam penanggulangan
aborsi (yang tidak diingini) kurang adanya respon yang mana PKBI sendiri
sekarang ini memiliki sebuah strategi yaitu seperti mengembangkan upaya
pencegahan dan penanggulangan IMS, HIV& AIDS. Peneliti bekerja sama
dengan PKBI untuk berusaha membuat Iklan Layanan Masyarakat tentang
bahaya aborsi bagi yang sudah terlajur hamil diluar nikah yang ada di
Yogyakarta berupa video untuk
meyakinkan audiens tentang bahaya dan
dampak yang terjadi melakukan aborsi sehingga diharapkan dapat mendukung
pencegahan aborsi sehingga angka kematian bayi menjadi berkurang. Latar
belakang yang sudah tertera diatas maka penulis mengambil judul
perancangan Iklan Layanan Masyarakat berupa video iklan untuk sosialisasi
tentang bahaya aborsi di Kota Yogyakarta.
1.2 Rumusan Masalah
Menurut Latar Belakang yang sudah tertera di atas, maka Rumusan
Masalahnya adalah sebagai berikut:
Bagaimana cara membuat Iklan Layanan Masyarakat mengenai bahaya
aborsi yang terjadi di Kota Yogyakarta agar dapat tersampaikan kepada
audiens secara jelas?
1.3 Tujuan Perancangan
Mengajak masyarakat untuk mencegah timbulnya aborsi bagi yang
sudah terlanjur hamil diluar nikah yang saat ini terjadi di Kota Yogyakarta
dengan cara memberikan pesan visual menggunakan Iklan Layanan
Masyarakat berupa video agar dapat meyakinkan audiens mengenai dampak
dan bahaya aborsi.
1.4. Manfaat Perancangan
a. Bagi PKBI DIY(clien)
Sebagai pendukung dalam penyampaian pesan tentang bahaya aborsi di
Kota Jogja.
b. Bagi Masyarakat
Mengetahui serta meyakinkan akan bahaya dan dampak yang terjadi
melakukan aborsi sehingga dapat mencegah timbulya aborsi.
c. Bagi Mahasiswa/peneliti
Sebagai sarana pembelajaran dalam merancang Iklan Layanan
Masyarakat mengenai bahaya aborsi.
1.5 Batasan Ruang Lingkup Perancangan
Perancangan akan lebih dikhususkan pada desain Iklan Layanan
Masyarakat mengenai bahaya aborsi (aborsi provocatus) yang terjadi di Kota
Yogyakarta yaitu dengan menggunakan media audio visual
berupa iklan
video. Sedangkan target pada Iklan Layanan Masyarakat ini ditujukan pada
kaum pria & wanita umur 15-24 tahun dengan menggunakan media televisi
lokal yang ada di Jogja dan beberapa media pendukung seperti poster, stiker.
1.6. Metode dan Sistematika Perancangan
1.6.1 Metodologi
Metode pengambilan data sebagai penunjang perancangan iklan
komersial dan Perancangan itu sendiri berarti proses, tahapan, cara,
perbuatan merancang atau merencanakan segala sesuatu. Termasuk
serangkaian
proses
kreatif,
mulai
dari
identifikasi
masalah,
pengumpulan data, analisis dan sintesis, penyusunan konsep, hingga
menghasilkan produk yang sesuai dengan strategi pemecahan masalah.
1. Metode Pengumpulan Data
Adapun alternative cara yang perlu dilakukan untuk
penelitian dan pengumpulan data yang nantinya dapat membantu
proses perancangan Iklan Layanan Masyarakat, yaitu antara lain:
a. Survey
Melakukan pengumpulan data secara langsung melalui
banyak responden apabila dirasa perlu, dalam hal ini biasanya
dilakukan dengan penyebaran dan pembagian angket kepada
beberapa responden yang telah ditunjuk untuk menjawab beberapa
pertanyaan yang berkaitan dengan aborsi. Serta pengamatan
lapangan secara langsung mengenai semua hal yang ada kaitannya
dengan aborsi. Dalam hal ini, data yang dapat diperoleh bersifat
subjektif orang pertama, karena tergantung dari informasi macam
apa yang diterima oleh penulis.
b. Studi Pustaka/Literatur
Melakukan pengumpulan data melalui sumber-sumber yang
telah ada seperti melalui internet, buku-buku ilmiah, surat kabar,
majalah, dan berbagai macam arsip-arsip dokumentasi yang
berkaitan dengan aborsi
c. Wawancara
Melakukan wawancara dengan pihak perusahaan yang
terkait, untuk memperoleh data-data yang dibutuhkan, seperti
sejarah dan perkembangan perusahaan, visi dan misi, ruang
lingkup pekerjaan, informasi mengenai kompetitor, dan lain
sebagainya.
I.6.2 Bagan Alir Penelitian
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat
Sosialisasi mengenai bahaya aborsi di
Yogyakarta
Pendalaman masalah terkait mengenai Kurangnya
kesadaran masyarakat mengenai dampak dan bahaya
melakukan aborsi.
Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
Teknik Pengumpulan Data
Data Verbal & Visual
Rumusan Masalah
Data kepustakaan (Buku, situs
internet)
Data lapangan (PKBI), kuisioner
Analisa Data
Segmentasi target audience,
geografis, demografis, psikografis.
Factor penghambat dan pendukung
dan pemecahan masalah.
5W + 1H
Konsep kreatif dan
pendekatan isi pesan
Program kreatif
Media planning
& budgeting
Pra
produksi
FINAL DESAIN
1.6.3. Sistematika Perancangan
BAB I
: Pendahuluan, berisi latar belakang penulisan perancangan
ini dan permasalahan, batasan lingkup perancangan, tujuan
perancangan, tinjauan teoritis, metode dan sistematika
perancangan.
BAB II
:Identifikasi Data, Sekilas gambaran umum dan data
mengenai PKBI Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam bab
ini membahas mengenai aborsi (procured abortion) yang
ada di Kota Yogyakarta.
BAB III
: Analisis Masalah, menganalisa sebuah permasalahan
dengan menggunakan 5W+1H dengan melihat segmentasi
target audience, factor penghambat dan pendukung serta
memberikan usulan pemecahan masalah.
BAB IV
: Konsep Konsep Perancangan, dengan melihat masalahmasalah yang terjadi seperti trend yang berkembang seputar
konsumen baik dari perilaku maupun gaya hidup serta
menentukan strategi dengan melakukan pendekatan isi
pesan dan konsep media yang akan digunakan serta
menghitung biaya atau budgeting.
BAB V
: Pra-Produksi, berisi tentang kronologi cerita , penjelasan
yang bersifat tekhnis serta penjelasan format software dan
hardware yang digunakan.
BAB VI
:
Desain
Dan
Pengembangan,
menggambarkan
pengkarakteran sebuah tokoh serta storyboard pembuatan
Iklan Layanan Masyarakat dan menyimpulkan dan saran
mengenai media Iklan Layanan Masyarakat tersebut.
BAB VII
: Penutup, yang berisi kesimpulan dan sara dari pembuatan
iklan video tersebut.
Daftar Pustaka
Lampiran
1.7 Tinjauan Teoritis
1.7.1 Perancangan
Kamus periklanan di Indonesia (1996:96) juga menjelaskan
bahwa desain merupakan usaha deskripsi gagasan mengenai bentuk,
rupa, ukuran, warna dan tata letak beserta unsur-unsurnya yang
membentuk wajah suatu benda yang mana Imam Buchori Zainuddin,
fakultas seni rupa dan desain ITB (2005) dalam bidang kesenirupaan
juga menyimpulkan tentang perancangan yaitu upaya mencari inovasi
dengan menciptakan suatu produk baru yang memenuhi kriteria,
bersifat humaniora.
Beberapa pengertian yang sudah tertera diatas mengenai
Perancangan dapat disimpulkan bahwa Perancangan adalah proses
pemecahan masalah yang disertai dengan pemikiran yang kreatif guna
mencapai hasil yang optimal.
1.7.2 Iklan Layanan Masyarakat
Menurut UU No.32 tahun 2002 tentang penyiaran, Iklan
Layanan Masyarakat (ILM) adalah siaran iklan non-komersial yang
disiarkan melalui media cetak ataupun elektronik dengan tujuan
memperkenalkan memasyarakatkan, dan atau mempromosikan gagasan,
cita-cita, anjuran, dan atau pesan-pesan lainnya kepada masyarakat
untuk mempengaruhi khalayak agar berbuat dan bertingkah laku sesuai
dengan pesan iklan tersebut. Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah
isi media yang mempromosikan sesuatu sebagai bentuk pemberian
layanan kepada masyarakat. Sedangkan Rendra Widyatama dalam
bukunya Pengantar Periklanan halaman 104, menyimpulkan Iklan
Layanan Masyarakat yaitu iklan yang digunakan untuk menyampaikan
informasi, mempersuasi, mendidik khalayak dimana tujuan akhir bukan
untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, melainkan keuntungan sosial.
Keuntungan sosial yang dimaksud adalah munculnya pertumbuhan
pengetahuan, kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat
terhadap masalah yang diiklankan, serta mendapatkan citra baik di mata
masyarakat.
Beberapa pengertian tentang Iklan Layanan Msyarakat diatas dapat
disimpulkan bahwa Iklan Layanan Masyarakat adalah suatu proses
penyampaian pesan yang disampaikan pada masyarakat tentang halhal umum dan bersifat meyakinkan masyarakat terhadap suatu
permasalahan yang sedang terjadi, tanpa mendapatkan keuntungan.
1.7.3 Audio Visual
Audio berasal dari bahasa Inggris yang berarti bersifat atau
berhubungan dengan pendengaran atau bunyi. Sedangkan visual sendiri
dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu gambar atau grafis, garis-garis,
symbol
yang
merupakan
suatu
bentuk
yang
ditangkap
dengan
menggunakan indra penglihatan (Yusuf Hadi, dkk, 1984:69). Sedangkan
seperti yang dikatakan Sulaiman, media audio visual adalah alat-alat yang
audible, artinya dapat di dengar dan alat-alat yang visible, artinya dapat
dilihat. (Sulaiman, dkk, 1988:9)
Dengan demikian yang dimaksud Audio Visual adalah setiap pesan
yang diterima oleh indra penglihatan dan indra pendengaran sebagai
penerima bentuk visual dimana untuk menyampaikannya dibutuhkan alatalat audio visual yang disebut media audio visual.
1.7.4 Iklan Televisi
Televisi merupakan salah satu media yang termasuk dalam
kategori above the line. Sesuai karakternya, iklan televisi mengandung
unsur suara, gambar dan gerak. Oleh karena itu, pesan yang disampaikan
melalui media ini sangat menarik perhatian dan impresif. (Widyatama,
2007:91). Sedangkan menurut Kasiyan, sesuai medianya iklan televisi
adalah iklan yang ditayangkan melalui media televisi. melalui media ini,
pesan dapat disampaikan dalam bentuk audio visual dan gerak. (Kasiyan,
2001)
Dari dua pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa iklan
televisi adalah iklan yang mengandung unsur audio visual dan gerak yang
disampaikan secara menarik dan impresif.
1.7.5 Iklan Elektronik
Menurut Rendra Widyatama (2009:87) di dalam bukunya
Pengantar Periklanan, disebut iklan elektronik, karena media yang
digunakan sebagai tempat dipasangnya pesan iklan adalah karena
menggunakan media yang berbasis perangkat elekronik. Secara lebih
spesifik, iklan elektronik dapat dibagi dalam 4 jenis, yaitu iklan radio,
iklan televise, iklan film, serta iklan yang dipasang dalam media
jaringan atau internet.
Beberapa Pengertian diatas disebutkan bahwa media yang
berbasis elektronik dibagi menjadi 4 jenis yaitu iklan radio, televisi,
iklan film dan iklan yang ada di internet. Jadi dapat disimpulkan bahwa
iklan elektronik merupakan iklan yang berhubungan dengan gerak atau
bias juga durasi pada iklan
1.7.6 Aborsi
Menurut dokter R.S. Samil, dosen Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, abortus adalah keguguran atau gugur kandungan,
yang berarti berakhirnya kehamilan, sebelum foetus dapat hidup sendiri
di luar kandungan. Kapan peristiwa itu dikatakan sebagai abortus,
pandangan umum memberikan batasan yaitu apabila foetus itu keluar
dari kandungan sebelum 28 minggu hamil, dan berat badan foetus yang
keluar dari 1999 gram (Prof. Ny. A. Abas Mahopo, 1974 : 20). Berbeda
dengan R. Atang Iljas Ranoemihardja,S.H, 1983 : 36 dalam bukunya
Ilmu Kedokteran Kehakiman (Forensic Science) mengartikan abortus
adalah keluarnya hasil pembuahan (janin) yang belum waktunya dari
kandungan ibu dan belum dapat hidup di luar kandungan selain itu
Maryati, Ninik, 1988, Malpratik Kedokteran (dari Segi Hukum Pidana
Dan Perdata), Jakarta : PT. Bina Aksara juga menyimpulkan Abortus
adalah kejahatan yang dilakukan dengan suatu perbuatan yang
mengakibatkan kandungan itu lahir sebelum waktunya melahirkan
menurut alam. Berbeda lagi dengan Fact About Abortion, Info Kit on
Women’s Health oleh Institute for Social, Studies and Action, Maret
1991, dalam istilah kesehatan aborsi beliau mendidefinisikan aborsi
sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang
telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai
20 minggu.
Menurut definisi diatas mengenai Aborsi dapat
diartikan
sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum
waktunya, baik itu secara sengaja maupun tidak. Biasanya dilakukan
saat janin masih berusia muda (sebelum bulan ke empat masa
kehamilan).
Cara terjadinya aborsi, ada dua macam aborsi, aborsi spontan
(abortus spontaneus) dan aborsi buatan (abortus provocatus). Aborsi
spontan terjadi sendiri tanpa campur tangan manusia, sedang aborsi
buatan adalah hasil dari perbuatan manusia yang dengan sengaja
melakukan perbuatan pengguguran. Abortus yang terjadi pada usia
kehamilan di bawah 12 minggu disebut abortus dini. Prof. Dr.Gulardi
H. Winknjossastro, K.H. Husain Muhammad, dkk. Penerbit: Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. 2002
Abortus SpontaneusInsiden abortus spontan diperkirakan 10%
dari seluruh kehamilan. Namun angka ini mempunyai dua kelemahan,
yaitu kegagalan untuk menghitung abortus dini yang tidak terdeteksi,
serta aborsi ilegal yang dinyatakan sebagai abortus spontan.
Insiden abortus spontan sulit untuk ditentukan secara tepat,
karena sampai sekarang belum diterapkan kapan sebenarnya dimulainya
kehamilan? Apakah penetrasi sperma kedalam sel telur sudah
merupakan kehamilan? Apakah pembelahan sel telur yang telah dibuahi
berarti mulainya kehamilan? Atau kehamilan dimulai setelah blastocyst
membenamkan diri kedalam decidua? Atau setelah janin “bernyawa”?.
Dengan pemeriksaan tes yang dapat mendeteksi Human Chorionic
Gonadotropin maka frekuensi abortus akan menjadi lebih tinggi (20% –
62%).
Abortus Provokatus ialah tindakan memperbolehkan pengaborsian
dengan syarat-syarat sebagai berrikut:
a. Abortus yang mengancam (threatened abortion) disertai dengan
perdarahan yang terus menerus, atau jika janin telah meninggal
(missed abortion).
b. Mola Hidatidosa atau hidramnion akut.
c. Infeksi uterus akibat tindakan abortus kriminalis.
d. Penyakit keganasan pada saluran jalan lahir, misalnya kanker
serviks atau jika dengan adanya kehamilan akan menghalangi
pengobatan untuk penyakit keganasan lainnya pada tubuh seperti
kanker payudara.
e. Prolaps uterus gravid yang tidak bisa diatasi.
f. Telah berulang kali mengalami operasi caesar.
g. Penyakit-penyakit dari ibu yang sedang mengandung, misalnya
penyakit jantung organik dengan kegagalan jantung, hipertensi,
nephritis, tuberkulosis paru aktif, toksemia gravidarum yang berat.
h. Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrol
yang disertai komplikasi vaskuler, hipertiroid, dll.
i. Epilepsi, sklerosis yang luas dan berat.
j. Hiperemesis gravidarum yang berat, dan chorea gravidarum.
k. Gangguan jiwa, disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri.
Pada kasus seperti ini sebelum melakukan tindakan abortus harus
berkonsultasi dengan psikiater.
Aborsi provocatus merupakan istilah lain yang secara resmi
dipakai dalam kalangan kedokteran dan hukum. Ini adalah suatu proses
pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk
bertumbuh. Menurut Fact Abortion, Info Kit on Women’s Health oleh
Institute For Social, Studies anda Action, Maret 1991, dalam istilah
kesehatan” aborsi didefenisikan sebagai penghentian kehamilan setelah
tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi rahim (uterus), sebelum
janin (fetus) mencapai 20 minggu.
Efek aborsi terdiri dari :
1.
Efek Jangka Pendek
a. Rasa sakit yang intens
b. Terjadi kebocoran uterus
c. Pendarahan yang banyak
d. Infeksi
e. Bagian bayi yang tertinggal di dalam
f. Shock/Koma
g. Merusak organ tubuh lain
h. Kematian
2.
Efek Jangka Panjang
a. Tidak dapat hamil kembali
b. Keguguran Kandungan
c. Kehamilan Tubal
d. Kelahiran Prematur
e. Gejala peradangan di bagian pelvis
f. Hysterectom
BAB II
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS
2.1 Data Verbal
2.1.1 Tinjauan Permasalahan dan fakta – fakta lapangan
a. Aborsi
Aborsi berati “mengakhiri, menghentikan atau penghentian
kehamilan”. Aborsi yang terjadi karena spontan dinamakan keguguran
dan aborsi yang sengaja dilakukan lewat operasi. Istilah aborsi
biasanya digunakan untuk menunjukan penghentian kehamilan ketika
kehamilan tidak mampu untuk menunjukan penghentian kehamilan,
ketika kehamilan tidak mampu untuk diteruskan. “Keguguran dapat
ditandai oleh terjadinya pendarahan hebat dari vagina dan mungkin
membutuhkan pertolongan secara medis”. Aborsi terjadi pada remaja
karena pergaulan bebas, pengaruh beberapa program televisi, mediamedia porno, pengaruh negatif budaya barat dan kurangnya control
orang tua serta lemahnya iman, maka terjadilah kontak seksual pada
remaja. Mulai dari pacaran, ciuman, kemudian berlanjut dengan rabaan
lalu melakukan hubungan seks, akibatnya remaja mengalami
kehamilan yang tidak diharapkan yang akhirnya melakukan aborsi.
Aborsi menjadikan jiwa seorang trauma yang ditandai dengan rasa
ketakutan terhadap diri sendiri, serta dari segi fisik akan berakibat
kemandulan,
pendarahan,
infeksi
mulut
rahim
dan
vagina
mengeluarkan nanah kalo tidak bersih saat aborsi juga berakibat mulut
kanker rahim dan yang paling mengerikan bisa berakibat kematian
bagi si pelaku aborsi tersebut.
Menurut definisi diatas mengenai aborsi dapat disimpulkan
aborsi berarti pengeluaran hasil kosepsi (pertemuan sel telur dan sel
sperma) sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Ini adalah suatu
proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk
bertumbuh. Aborsi dapat dilakukan disengaja maupun tidak disengaja.
b. Sebab – sebab Aborsi
Suatu kehamilan yang terjadi karena hubungan diluar nikah
menyebabkan seorang wanita dapat melakukan suatu tindakan aborsi.
Ini disebabkan karena adanya faktor–faktor psikologis seperti
pertentangan emosional, perasaan malu, pemikiran atau ketakutan akan
beban–beban dan tanggung jawabnya rasa putus asa dan perasaan ingin
bunuh diri dikarenakan belum siap menghadapi kenyataan, serta tidak
diperolehnya dukungan moral dari keluarga ataupun teman. Selain
daripada sebab – sebab diatas, ada beberapa ada beberapa faktor yang
menyebabkan suatu aborsi sering terjadi dikalangan remaja antara lain
sebagai berikut:
1. Pengaruh dari keluarga masa remaja adalah masa dimana
seorang anak ingin mencoba segala hal baru dan menarik
baginya, sehingga peran keluarga terutama orang tua sangatlah
penting. Kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya
dapat menyebabkan seorang anak merasa bebas dalam
melakukan sesuatu tanpa merasa ada yang perlu dibatasi. Selain
itu tindakan – tindakan orang tua yang sering menghakimi
anaknya sering membuat anak merasa terbebani sehingga
mencari jalan pintas untuk menenangkan pikiranya tanpa
memikirkan akibat yang akan ditimbulkanya. Sehingga
kecelakaan kecil seperti hamil diluar nikah sering terjadi. Dan
apabila hal tersebut terjadi akan timbul perasaan takut, baik
untuk menceritakan orang tua serta menghadapi masalah yang
dialami. Sehingga mengambil cara yang menurutnya cara
paling mudah yaitu dengan cara menggugurkan atau aborsi
yang tidak diinginkan. Melakukan hal tersebut dijaman
sekarang ini tidaklah sulit karena semakin membaiknya
tekhnologi sekarang ini.
2. Selain pengaruh dari budaya barat, teman keluarga bahkan
lingkunganya sangat berpengaruh juga pada diri seseorang
apalagi di masa – masa remaja seseorang akan sangat mudah
mengikuti arus yang ada disekitarnya. Sehingga bila salah
dalam memilih teman dan lingkungan pergaulanya maka akan
menjerumuskanya kedalam sumur yang sangat dalam. Dan bila
sudah masuk kedalamnya sangat susah keluar dari garis
tersebut. Seperti kebanyakan remaja sekarang tidak sedikit
salah dalam bergaul sehingga merusak moral mereka, seperti
dengan menggunakan obat – obatan terlarang, minumminuman keras serta melakukan seks bebas diluar nikah yang
mana itu semua biasa dilakukan oleh budaya barat dan
sekarang ini akibat masuknya budaya barat ke budaya
ketimuran memberi dampak negatif yang menyebabkan
munculnya aborsi. Proses aborsi bukan saja suatu proses yang
memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan
seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang
sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala
ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion
Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala
ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After
Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.
Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam
hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut
untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar.
Berdasarkan tinjauan permasalahan dan data lapangan yang sudah
tertera diatas mengenai aborsi Sekarang ini cukup banyak terjadi aborsi yang
dilakukan oleh kaum remaja (belum menikah). Beberapa data yang didapat
penulis mengenai jumlah aborsi di Yogyakarta melalui survey yang
dilakukan pada PKBI pada tahun 2010 dengan rata-rata usia 15-24th yaitu
berjumlah 4 dan tahun 2011 dengan rata-rata usia yang sama berjumlah 50
orang yang tersebar di Kota Yogyakarta. Pencarian data juga digunakan
menggunakan kuisioner yang dilakukan dengan cara membagikan langsung
20 lembar kuisioner yang berisi 10 pertanyaan kepada masyarakat Jogja
yang berhubungan dengan aborsi. Berdasarkan data bahwa 12 orang kurang
tahu mengenai bahaya aborsi dan 8 orang tidak mengetahui dampak
melakukan aborsi dan menurut pendapat masyarakat Jogja 13 orang
berpendapat bahwa tingkat aborsi yang terjadi di kota Jogja cukup tinggi dan
beberapa orang menjawab tidak mengetahui mengenai tingkat aborsi yang
terjadi di kota Jogja, bahkan beberapa orang ada yang menjawab tidak tahu
sama sekali mengenai aborsi atau tingkat aborsi yang terjadi di kota Jogja
apalagi mengenai tempat praktek melakukan aborsi. Seperti pada tabel yang
sudah tertera sebagai berikut :
Tabel 2.1 Data aborsi tahun 2010. (Sumber : Polda DIY)
RAWAT JALAN DI Rumah Sakit
TAHUN 2010
Jumlah
Kab
Nodtd
Nama
0-
Penyakit
28hr
5-
15-
25-
45-
4th
14th
24th
44th
64th
65+
<1th <1-
Kasus
baru
Jam
kunjungan
BETHESDA
YOGYAKARTA
234 Abortus
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
8
0
0
8
8
spontan
KHARISMA
PARAMEDIKA
234 Abortus
spontan
RSUD WATES
234 Abortus
0
0
0
0
4
8
0
0
12
12
0
0
0
0
4
16
0
0
20
20
spontan
Tabel 2.2 Data aborsi tahun 2011. (Sumber : Dinkes DIY)
RAWAT JALAN DI Rumah Sakit
TAHUN 2011
Jumlah
Kab
Nodtd
5-
15-
25-
45-
4th
14th
24th
44th
64th
65+
0
0
0
10
24
2
0
36
36
0
0
0
0
4
0
0
4
6
0
0
0
12
32
0
0
44
102
0
0
0
4
2
0
0
6
10
4
2
0
0
6
8
Nama
0-
Penyakit
28hr
<1th <1-
Kasus
baru
Jam
kunjungan
DR SARDJITO
234 Abortus
spontan
PANTI NUGRAHA
234 Abortus
spontan
PANTI RAPIH
234 Abortus
spontan
PANTI RINI KALASAN
234 Abortus
spontan
PANTI BAKTI NINGSIH
234 Abortus
spontan
RSUD WATES
0
0
0
0
234 Abortus
0
0
0
0
2
6
0
0
8
12
0
0
0
0
0
2
0
0
2
6
0
0
0
0
6
12
0
0
18
150
0
0
0
0
12
8
0
0
20
20
0
0
0
0
50
92
2
0
144
350
spontan
SANTA ELISABETH
234 Abortus
spontan
SENOPATI KAB BANTUL
Abortus
spontan
UMMI
KHASANAH,RSKIA
234 Abortus
spontan
Data menggunakan kuisioner
1. Apakah anda sering mendengar kata aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
2. Apakah anda tahu mengenai bahaya aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
3. Apakah menurut anda aborsi itu hal berbahaya?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
4. Apakah anda pernah melihat teman anda yang melakukan aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
5. Apakah anda sering melihat teman anda melakukan tindakan aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
6. Apakah menurut anda tingkat aborsi di Kota jogja cukup tinggi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
7. Apakah pelaku aborsi di kota Jogja kebanyakan mahasiswa?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
8. Apakah anda mengetahui cara melakukan aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
9. Apakah di Jogja sudah banyak berdiri tempat praktek aborsi ilegal?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
10. Apakah anda mengetahui tempat praktek aborsi?
a. Ya
b. Tidak
c. Tidak tahu
2.1.2 Definisi – Definisi Seputar Permasalahan
Bahwa permasalahan – permasalahan yang sekarang ini terjadi di
kota Yogyakarta mengenai maraknya aborsi yang terjadi di Yogyakarta
justru semakin tahun semakin meningkat seperti data yang sudah tertera
diatas, aborsi yang dimaksud disini yaitu aborsi provocatus (aborsi
yang tidak diingini) yang biasanya banyak dilakukan oleh kalangan
anak remaja umur 15-24th yang masih duduk dijenjang pendidikan.
Sangat disayangkan kota Yogyakarta kota yang disebut kota pelajar dan
kota budaya yang masih kuat adat jawa tetapi tingkat aborsi yang terjadi
semakin tahun semakin meningkat. Akan tetapi ada beberapa factor
yang mendorong seorang anak melakukan aborsi antara lain ketakutan
dari calon ibu dan pandangan negatif dari keluarga begitu juga
masyarakat yang akhirnya menuntut calon ibu melakukan aborsi tanpa
memperhatikan dampak dan resikonya kedepan.
2.1.3 Data Lembaga dan Narasumber
o
Nama
: PKBI
DIY (Persatuan Keluarga Berencana
Indonesia)
o
Data Klien
Bentuk: Suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengembangkan
upaya pencegahan dan penanggulangan IMS, HIV & AIDS.
Misi
1. Memberdayakan anak dan remaja agar mampu mengambil
keputusan dan berperilaku yang bertanggung jawab dalam hal
kesrpo dan seksual serta hak-hak kespro dan seksual.
2. Mendorong partisipasi masyarakat terutama masyarakat miskin
dan marginal yang tidak terlayani oleh meperoleh akses informasi,
pelayanan dan hak-hak kespro dan seksual yang berkualitas serta
berkesetaraan gender.
3. Memperjuangkan hak-hak reproduksi dan seksual perempuan
diakui dan dihargai terutama berkaitan dengan berbagai alternatif.
4.
Mempertahankan
peran
PKBI
sebagai
LSM
pelopor
professional, kredibel,berkelanjutan dan mandiri dalam bidang
kespro dan seksual dengan dukungan relawan dan staf yang
professional.
Visi
Terwujudnya masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan
kesehatan reproduksi (Kespro) dan seksual serta hak-hak kespro &
seksual yang berkesetaraan dan berkeadilan gender.
c. Alamat
1. Jl. Tentara Rakyat Mataram Gg. Kapas JT1?705 Badran,
Yogyakarta 5231
2. Jl. Taman Siswa Gg.Basuk, Surokarsan MG//560 Yogyakarta
3. Jl. Sidokabul 39C Rt. 25 Rw. 07 Yogyakarta
d. Strategi PKBI
1. Pemberdayaan anak dan remaja
2. Memperluas akses informasi, pendidikan dan pelayanan yang
berkualitas
3. Mengembangkan upaya pencegahan dan penanggulangan IMS,
HIV & AIDS
4. Mengembangkan upaya penanganan KTD
5. Advokas
e. Struktur Organisasi
Tabel 2.3 struktur organisasi pkbi DIY
Tabel 2.3 Struktur Organisasi
f. Gambar / Foto dasar analogi
Gambar 2.4 Iklan aborsi
Sumber: Muhammad ilmar rosyidi menggunakan foto
Iklan telat haid ini terletak didaerah perempatan sagan, Yogyakarta
Gambar 2.5 gerakan anti aids oleh PKBI
Sumber: http://www.google.co.id/search?q=iklan+aborsi+di+yogyakarta
Patok – patok besi disepanjang jalan sekitar sultan agung Yogyakarta
Gambar 2.6 Iklan telat haid di Jogja
Sumber: Muhammad ilmar rosyidi menggunakan foto
Iklan telah haid yang tertempel pada besi yang ada di belakang
univesitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta.
Gambar 2.7 Logo PKBI
Sumber: Kantor PKBI
BAB lll
ANALISIS MASALAH
3.1 Analisis Permasalahan/ Dengan Menggunakan 5W + 1H
3.1.1 a. Apa penyebab utama orang melakukan aborsi?
Penyebab utama orang melakukan aborsi yaitu faktor emosional
bagi calon ibu, ketakutan terhadap orang tua, kurangnya pemahaman
mengenai bahaya aborsi dan rasa malu terhadap sekitar dan temanteman.
b. Siapa yang bertanggung jawab atas aborsi?
Yang bertanggung jawab terhadap aborsi yaitu orang yang
mendukung dan pelaku aborsi. Selain itu menurut undang-undang
aborsi yang dilakukan secara disengaja akibat kehamilan yang tidak
diingini
tidak diperbolehkan
karena bertentangan dengan norma
hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan.
c. Kapan aborsi mulai muncul di masyarakat?
Aborsi sudah lama terjadi di masyarakat, tapi baru sekarangsekarang ini aborsi mulai marak, bahkan menganggap aborsi seperti
hal yang wajar, tidak merasa berdosa atau bersalah ketika melakukan
aborsi.
d. Dimana aborsi itu terjadi?
Aborsi saat ini terjadi di Indonesia, tetapi dikhususkan pada kota
Yogyakarta, yang mana kota tersebut merupakan kota budaya dan
kota pelajar yang didalamnya terdapat tarian tradisional, bahasa jawa
“kromo alus”, tempat sanggar budaya yang masih terjaga sampai saat
ini dan terdapat banyak fasilitas sekolah dan universitas yang megah
dan berkualitas. Akan tetapi aborsi yang terjadi di Yogyakarta justru
semakin tahun semakin meningkat.
e. Kenapa perlu adanya Iklan Layanan Masyarakat mengenai aborsi di
Yogyakarta??
Karena menurut data yang diperoleh dari berbagai sumber tingkat
aborsi di Jogja semakin tahun semakin meningkat maka dari itu
dengan
adanya
ILM
tersebut
diharapkan
dapat
mendukung
pencegahan timbulnya aborsi yang terjadi pada Kota Yogyakarta
sehingga angka kematian bayi berkurang.
f. Bagaimana cara menyadarkan masyarakat Yogyakarta akan bahaya
aborsi?
Dengan cara membuat Iklan Layanan Masyarakat berupa video
dengan konsep yang matang agar masyarakat lebih bisa merasakan
dampak dan bahaya melakukan aborsi dan diharapkan iklan tersebut
dapat tersampaikan pada masyarakat secara jelas.
3.2 Segmentasi Target Audience
Iklan Layanan Masyarakat yang akan dirancang untuk mencegah
timbulnya aborsi dan memberitahukan dampak yang terjadi melakukan aborsi
yaitu menggunakan iklan video dan dutujukan pada Kota Yogyakarta. Karena
saat ini tingkat aborsi yang terjadi di Kota Yogyakarta semakin tahun
semakin meningkat, seperti yang sudah tertera pada latar belakang bahwa
menurut survey yang sudah dilakukan oleh penulis pada PKBI Daerah
Istimewa Yogyakarta dan menurut beberapa referensi atau beberapa pakar
berbicara tingkat aborsi yang terjadi di Kota Yogyakarta semakin tahun
semakin meningkat. Aborsi yang dimaksud disini yaitu aborsi provocatus
merupakan istilah lain yang secara resmi dipakai dalam kalangan kedokteran
dan hukum. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum
diberi kesempatan untuk bertumbuh (aborsi yang tidak diingini).
Sedangkan pemetaan secara demografi untuk Iklan Layanan Masyarakat
tersebut adalah :
Jenis Kelamin
: Pria & Wanita
Usia
: 15 – 24 tahun
Jenis Pekerjaan
: Pelajar
Status
: Pelajar, mahasiswa.
Status Sosial
: Semua kalangan
Pemetaan demografi tersebut mencantumkan pria & wanita dengan
usia 15-24 tahun, sedangkan pada usia tersebut merupakan usia masih labil
yang mudah terbawa arus pergaulan yang tidak wajar dari budaya barat yang
tidak pantas dilakukan oleh budaya ketimuran khususnya Kota Yogyakarta.
Selain itu perancangan media Iklan Layanan Masyarakat juga
memiliki segmentasi psikografi seperti gaya hidup modern yang mana
budaya barat selalu menjadi cermin modernitas hingga dijadikan trendsetter
oleh budaya ketimuran pada Kota Yogyakarta khususnya pada pergaulan
yang tidak terkontrol tanpa melihat efek dan dampak kedepan yang akan
didapat dan masih menyukai hal kebebasan tanpa ada tuntutan.
Behaveuristik, Indonesia sebagai negara berkembang telah mengalami
banyak pengaruh dari negara luar. Peran wanita telah mengalami kemajuan
yang berarti, dalam arti wanita Indonesia mulai menuntut arti persamaan dan
haknya sebagai wanita. Adapun behaveural dari target sasaan adalah penyuka
kehidupan yang bebas, praktis dan belum ingin menikah.
3.3 Faktor Penghambat dan Pendukung
1. Faktor Penghambat
a. Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya melakukan
aborsi.
b. Ketidaktauan masyarakat tentang bahaya aborsi bagi pelaku yang
menyebabkan dampak sangat negatif.
c. Mudahnya mendapatkan obat/pil untuk melakukan aborsi.
d. Banyaknya tempat praktek aborsi yang sudah berdiri.
e. Ketakutan dari calon ibu dan pandangan negatif dari keluarga.
f. Kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak.
2. Faktor Pendukung
a. Pentingnya sosialisasi tentang aborsi bagi masyarakat sehingga
angka kematian bayi berkurang.
b. Perluanya pengetahuan yang diberikan kepada masyarakat akan
bahaya dan dampak melakukan aborsi.
c. Diperlukanya keterbukaan seorang anak kepada orang tua dan
pantauan orang tua terhadap anak.
3.4 Usulan Pemecahan Masalah
Memberikan sosialisasi pengetahuan mengenai bahaya melakukan
aborsi kepada masyarakat atau target audience dengan cara memberikan
iklan audio visual mengenai dampak dan bahaya melakukan aborsi dan
mengontrol cara pergaulan anak dengan melakukan pendekatan positif
terhadap anak agar tidak mudah terbawa arus pergaulan negatif akibat dari
budaya barat salah satunya megenai aborsi yang bertujuan mendukung
pencegahan aborsi agar mengurangi angka kematian bayi akibat dari aborsi
yang tidak diingini.
3.5 Statement Pokok Periklanan
Dari beberapa usulan di atas, bahwa perancangan iklan ini berkaitan
dengan kampanye sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya
aborsi dan betapa berharganya seorang bayi yang lahir karena bayi
merupakan sebuah anugerah. Hal yang perlu diperhatikan dan nantinya yang
termasuk dalam pesan pembuatan media iklan sosialisasi mengenai bahaya
aborsi adalah dengan mensosialisasikan dan memberikan pandangan betapa
berharganya seorang bayi, diantaranya:
1. Menyampaikan informasi tentang bahaya melakukan aborsi atau rasa
sakit ketika melakukan aborsi.
2. Mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aborsi bagi yang sudah
terlanjur hamil(diluar nikah) karena bayi merupakan sebuah anugerah
yang harus dijaga.
BAB IV
KONSEP-KONSEP PERANCANGAN
4.1. Konsep Kreatif
4.1.1 Konsep Pokok ILM
Iklan Layanan Masyarakat
merupakan iklan yang menyajikan
pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian
masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi,
yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.
Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dapat dikampanyekan oleh organisasi
profit atau non profit dengan tujuan sosial ekonomis yaitu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kriteria yang
digunakan untuk menentukan sebuah iklan tertentu merupakan iklan
layanan masyarakat atau bukan.
1. Tidak komersil
2. Tidak bersifat keagamaan
3. Tidak bersifat politis
4. Berwawasan nasional
5. Diperuntukan untuk semua lapisan masyarakat.
4.1.2 Strategi Kreatif
A. Logika-logika strategi kreatif
1.
Audience Insight
a. Sosial
Kelas sosial, seorang pelajar, mahasiswa dari kalangan
bawah hingga kalangan atas yang mana tidak adanya perbedaan
mengenai kalangan bawah dan kalangan atas yang melakukan
tindakan aborsi. Semua itu salah satu akibat import dari budaya
barat yang sekarang ini masuk kedalam budaya timur khususnya
Kota Yogyakarta.
b. Budaya
Kota Jogja
merupakan kota yang masih kental dengan
Budaya Ketimuran, yang mana kota Jogja sendiri didalamnya
terdapat budaya tarian tradisional, bahasa jawa “kromo alus”,
tempat sanggar budaya yang masih terjaga sampai saat ini dan
terawat, sehingga masih bisa dilestarikan sampai sekarang.
Tempat-tempat budaya juga masih banyak lagi dikota Jogja,
salah satunya adalah kraton sebagai simbol budaya yang masih
erat hubungannya dengan budaya tersebut sebagai ragam
kebudayaan oleh sebab itu tidak salah lagi jika Jogja disebut
kota budaya karena kelestarian dan sampai saat ini bisa
dinikmati
serta
dilaksanakan
sebagai
salah
satu
keistimewaannya. Akan tetapi akibat import dari sebuah budaya
barat yang memberikan dampak negatif bagi Kota Yogyakarta
salah satunya yaitu mengenai aborsi yang sekarang ini terjadi di
Kota Jogja justru semakin tahun semakin meningkat. .
c. Psikologis
Kondisi psikografis target sasaran cenderung mudah
terpengaruh oleh orang atau lingkungan sekitarnya, mengikuti
perasaan, mengambil keputusan tanpa berfikir panjang, aktif,
selalu ingin mencoba hal-hal baru, kurang bertanggung jawab
melakukan kebebasan dan mengikuti budaya barat.
2. Trend yang berkembang seputar konsumen.
a. Perilaku
Perilaku yang sekarang ini terjadi pada masyarakat kota
Jogja khususnya kalangan remaja umur 15-24 yang masih
berada dijenjang pendidikan yaitu merupakan perilaku yang
mengikuti sebuah modernisasi atau mengikuti arus pergaulan
yang mana ingin mencoba sesuatu hal yang baru akan tetapi
tidak melihat dampak dan efek yang nantinya terjadi kedepan,
lebih menonjol mencari sebuah kepuasan.
b.
Gaya Hidup
Gaya hidup yang sekarang ini terjadi dimasyarakat kota
Jogja khususnya kalangan remaja yaitu gaya hidup mewah atau
stylish, yang mengutamakan penampilan yang akan menjadikanya
sebuah kebanggan tersendiri dan hal tersebut merupakan salah satu
efek import dari kebudayaan barat kedalam budaya ketimuran
khususnya Kota Jogja.
B. Pendekatan isi pesan.
Isi pesan pada Iklan Layanan Masyarakat ini menyampaikan
gagasan mengenai kehidupan seseorang sehari-hari dan sebuah mimpi
yang dirasakan orang tersebut mengenai bahaya melakukan aborsi dan
penyesalan yang akan didapat melakukan aborsi, hingga keterpurukan
terhadap mimpi-mimpi yang didapat bagi pelaku aborsi yang mana
aborsi merupakan perbuatan yang sangat tidak pantas dilakukan(aborsi
yang tidak diingini).
Penentuan “What to Say” dan “How to Say”
1. What to Say
Menyampaikan tentang sebuah mimpi buruk dan penyesalan
berkepanjangan yang dirasakan pelaku aborsi yang mana sangat tidak
pantas dilakukan begitu juga bahaya dan efek melakukan aborsi.
2. How to Say
Perancangan desain komunikasi visual mengenai Iklan
Layanan Masyarakat ini menyajikan pesannya dengan gaya
humanism modern, dengan menggunakan gaya pendekatan positif
yaitu pendekatan dengan mengemukakan gagasan atau sebuah narasi
positif yang bertujuan untuk menginformasikan, memberi pemahaman
lebih dalam serta memotivasi masyarakat untuk mengerti dan
memahami.
C. Desire response
Respon yang diharapkan melalui ILM mengenai bahaya aborsi
adalah iklan tersebut dapat tersampaikan secara jelas kepada masyarakat
sehingga masyarakat tahu mengenai bahaya melakukan aborsi dan
dampak yang akan terjadi yang nantinya diharapkan dapat mengurangi
jumlah aborsi yang terjadi khususnya Kota Jogja. Ada tiga tahapan
tingkat apresiasi pada audience terhadap suatu ILM mengenai bahaya
akan aborsi yakni brand aware, brand minded, dan brand loyalty. Brand
aware adalah tahap dimana audience mengerti dan menyadari
keberadaan ILM kampanye mengenai bahaya akan aborsi. Brand minded
adalah dimana audience sudah mengenali sebagai gerakan pecinta
kehidupan, mempunyai persepsi yang baik. Brand loyalty adalah tahap
dimana audience menetapkan pilihan dan mengambil sebuah keputusan
untuk berhenti atau tidak melakukan aborsi.
4.2. Program Kreatif
a). Copywriting.
Fungsi copy disini adalah untuk memberika impact yang lebih kuat
dari iklan tersebut. Copy dibuat simple dengan bahasa yang mudah
dimengerti yaitu bahasa Indonesia. Beberapa frase yang digunakan adalah
Penyampaian sebuah GAGASAN,
MENGINDAHKAN SEBUAH
MIMPI, STOP ABORSI!! adalah sebuah larangan keras dari sebagian
copywriting dengan tema bahaya akan aborsi yang mana diharapkan
masyarakat dapat menangkap isi pesan yang ada didalam iklan tersebut
sehingga tingkat aborsi yang terjadi semakin berkurang.
Headline termasuk kalimat berita yang memberitahukan tentang
suatu keadaan. Keadaan disini yaitu masalah mengenai peningkatan aborsi
yang terjadi di Yogyakarta semakin tahun semakin meningkat, namun
seolah-olah masyarakat Kota Yogyakarta dengan jumlah wanita yang
cukup banyak terasa diam tidak memperjuangkan hak bayi-bayi tak
berdosa malah justru melakukan tindakan yang tidak pantas yaitu aborsi
yang mana salah satu pengaruh dari budaya barat. Headline utama dalam
perancangan Iklan Layanan Masyarakat berupa video ini adalah :
“Wanita mengungkapkan sebuah narasi…………….”
“Ini mimpiku indahkan mimpimu………..”
“Pemandangan indah……………………………”
“Sebuah kehidupan…………………………………”
Bodycopy
1. Katanya kebahagiaan itu ada ketika saling menjaga satu sama
lain…(pasangan)
2. Namun semua itu salah kalo hanya meminta lebih…..(sex)
3. Dan akhirnya merugikanku
4. Ketika rasa sakit ini menghadiri mimpiku dan tangisan itu
menghantuiku
5. Penyesalan tak ada lagi artinya.
6. Inilah mimpiku indahkan mimpimu
Bodycopy diberikan dengan gaya narasi. Gaya narasi lebih
menyerupai sebuah cerita dan mengemukakan fakta dan argumen yang
masuk akal. Bodycopy menjelaskan dari headline. Inti dari penyampaian
bodycopy adalah menyampaikan 3 pesan pokok kampanye melalui bahasa
verbal mengutarakan sebuah gagasan atau mimpi dan bahaya aborsi.
4.3. Media Planning
4.3.1 Tujuan Media dan Kreatif
Perencanaan media dan perencanaan kreatif tidak dapat
dipisahkan, karena media merupakan alat perantara, dan kreatif
merupakan pesan yang akan disampaikan (dari pengirim pesan kepada
khalayak). Dalam suatu perancangan yang dipakai sebagai bahan
pertimbangan adalah target audiens yang dituju.
4.3.2 Konsep Media
Konsep yang akan digunakan dalam perancangan media ini
adalah melalui pendekatan visualisasi brupa video iklan, yang nantinya
penempatan media tersebut akan disesuaikan dengan ruang lingkup
target audience yaitu melalui media TV lokal yang berada di Jogja
sehingga diharapkan iklan tersebut dapat tersampaikan secara jelas
kepada audiens.
4.3.3 Tujuan Media
Tujuan dari penggunaan media ini adalah untuk menjangkau
target audiens yang berada dikawasan Jogja bagian tengah khususnya
daerah seturan, ugm, yang banyak berdiri universitas-universitas
bahkan tempat pendidikan yang ada didaerah tersebut yang merupakan
target dari iklan yang akan dirancang. Sehingga pesan Iklan Layanan
Masyarakat ini dapat tersampaikan dan diharapkan bisa menyadarkan
masyarakat sekitar tentang bahaya dan dampak melakukan aborsi.
4.3.4 Strategi Media
Strategi media merupakan cara untuk mencapai tujuan media
yang diinginkan. Pada perancangan Iklan Layanan Masyarakat ini,
dilakukan analisa terhadap khalayak sasaran, baik dari segi demografis,
geografis, psikografis, maupun behaviouristisnya. Penyusunan strategi
media terdiri dari pemilihan media yang tepat, dengan menentukan
media utama serta media pendukung sehingga dapat menjangkau
khalayak sasaran yang dituju.
a. Media Utama
Strategi media utama menggunakan media video iklan layanan
masyarakat dengan penyebaran melalui media TV lokal sehingga
pesan dapat tersampaikan secara jelas. Televisi merupakan barang
umum yang mudah dijumpai dimana saja, bahkan hampir disetiap
rumah. Televisi merupakan media yang digemari masyarakat sebagai
sarana hiburan, oleh karena itu televise memiliki potensi yang cukup
besar untuk mengiklankan ILM ini. Karena sifatnya yang visual, pada
iklan televisi target audience dapat melihat ILM secara real.
b. Media Pendukung
Poster merupakan salah satu media iklan yang tidak bergerak,
biasanya ada diruang panjang, didinding dekorasi, pintu-pintu serta
jendela toko. Poster juga merupakan salah satu media pendukung yang
pas untuk Iklan Layanan Masyarakat ini. Poster dapat berbicara
langsung
pada
target
audience
karena
penempatanya
yang
menyesuaikan dengan target audience, hal ini juga membuat media
poster lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Poster Iklan Layanan
Masyarakat mengenai bahaya dan dampak aborsi ini akan diletakan
pada tempat atau pusat-pusat pendidikan yaitu daerah seturan, daerah
ugm karena daerah-daerah tersebut banyak berdiri fakultas-fakultas
yang mana target dari Iklan Layanan Masyarakat mengenai bahaya
dan dampak melakukan aborsi ini ditujukan bagi kalangan yang masih
duduk dibangku pendidikan.
Iklan tubuh atau kaos merupakan iklan yang tertera pada t-shirt
atau pakaian yang dibawa kesana kemari oleh pemakainya. Banyak
orang, khususnya remaja yang mau memakai kaos yang memuat pesan
iklan dari sebuah produk atau ILM. Hal ini yang dimanfaatkan oleh
ILM ini untuk menyampaikan sebuah iklan kepada khalayak
masyarakat.
Sticker,
fungsinya
adalah
agar
pesan
yang
diinginkan
disampaikan dapat berumur lebih lama sebab dapat ditempel dan
dilihat oleh siapa aja dan dimana saja. Sticker merupakan salah satu
bentuk pajangan yang tertua yang masa bertahannya sangat lama.
Bentuknya adalah potongan-potongan kertas yang dapat ditempel di
mobil, jendela, tembok dll. Sticker juga memiliki banyak fungsi, diluar
sebagai hiasan. Sticker juga biasa menjadi sebuah identitas dan biasa
juga menjadi sebuah informasi.
Pin-up berfungsi sebagai media reminder pada target sasaran
dengan jangkauan yang sangat luas, karena dapat dilihat dimana-mana,
dapat dipasang di tas-tas atau pada baju. Fungsi lainnya yakni bias
sebagai identitas. Pin-up terbuat dari bahan plastik yang keras yang
mana bagiab depannya bias diberi gambar yang kita mau.
Tas tote bag merupakan sebuah tas yang menjadi media
pendukung pada Iklan Layanan Masyarakat ini
yang mana tas
merupakan barang yang simpel yang sering dibawa-bawa oleh kaum
wanita setiap bepergian. Maka dari itu jangkauan iklan menggunakan
tas tote bag cukup luas dan mudah dilihat oleh orang-orang. Tas tote
bag juga biasa dijadiin mode sekarang ini.
4.4 Media Budgetting
Tabel 4.1 biaya pemasangan iklan televise di Jogja TV selama 3 bulan
No
1
Program
Waktu
Iklan
Sabtu
Aborsi
20.30-21.00
Durasi
Biaya/
(sec)
Spot
45’
900.000
Bulan
Penempatan
Acara
I
II
III
Jml
Total
spot
sementara
Biaya
Januari
I I
I
3
900.000x3
2.700.000
Februari
I
I
2
900.000x2
1.800.000
Maret
I I
I
3
900.000x3
2.700.000
Total spot
8
Jumlah
4.4.1 Budget Media Pendukung
1. Poster
Jumlah
: 3 versi
Ukuran
: 80x60
Bahan
: Ivory 260
Jenis cetak
: Cetak laser
Biaya film
: 80 x 60 x 3 x 180,-
Biaya produksi perlembar : Rp 1400,- ( 1versi @ 500 lembar )
Total
: Rp. 700.000
2. Kaos
Jumlah
: 1 design, 1 sisi
Ukuran
: All size Pria & Wanita
Warna
: Hitam
Tekhnik
: Sablon
Biaya Produksi/kaos
: 60.000,- x ( 2 @ 40 )
Total
: Rp. 2.400.000
3. Sticker
Jumlah
: 3 Design
Ukuran
: 16 x 5 cm
Warna
: Merah hitam
Tekhnik
: Sablon
Biaya Produksi/sticker
: Rp 500,- x 2000 lbr
Total
: Rp. 1.000.000
7.200.000
4. Pin-up
Jumlah
: 3 Design
Ukuran
: Lingkaran 4 poos
Warna
: Merah hitam
Tekhnik
: Cetak Laser
Biaya Produksu/pin-up
: Rp 3000,-x 200
Total
: 600.000
5. Tas Tote Bag
Jumlah
: 1 Design
Ukuran
: 60x40
Warna
: Creem Hitam
Tekhnik
: Cetak sablon
Biaya Produksu/Tote bag : Rp 50.000,-x 50
Total
: 2.500.000
Tabel 4.2 Total biaya
Jenis Pembayaran
Jumlah
Biaya
Jumlah
Produksi
Per Produksi
Biaya
NO
1
Budget Televisi
8 spot
900.000
7.200.000
2
Budget Poster
500
1.400
700.000
3
Budget Kaos
40
60.000
2.400.000
4
Budget Sticker
2000
500
1.000.000
5
Pin-up
200
3000
600.000
6
Tas Tote Bag
50
50.000
2.500.000
Total
14.400.000
BAB V
PRA – PRODUKSI
5.1 Storyline
Menceritakan seorang wanita yang berumur 21 tahun yang mempunyai
pengalaman melakukan aborsi yang menjadikannya sebuah penyesalan pernah
melakukan aborsi. Sehingga apa yang telah dilakukan merupakan tindakan
yang tidak pantas dan tidak bermoral. Rasa sakit yang diderita ketika
melakukan aborsi bahkan suara tangisan anak yang telah dibunuh seringkali
membayangi mimpi bagi pelaku aborsi tersebut.
5.2 Script
01. Pemandangan sunset
LS. Pemandangan sunset yang terlihat dari atas sebuah gedung
01. Int. Didalam ruang kamar tidur – malam hari
MS. Seorang wanita yang sedang duduk termenung mengalami
keresahan, tidak tenang karena teringat aborsi yang telah dilakukan.
CU. Wajah wanita tersebut berubah menjadi bayi.
Cut to:
02. Int. Gambararan suasana.
LS.MS. Beberapa pemberian gagasan atau narasi berupa suara yang
diberi sebuah gambaran keadaan suasana.
Cut to:
03. Ext. Tempat sampah
MS. Tempat sampah dijadikan symbol pembuangan janin
Insert
04. Int. Ruangan kamar tidur
CU. Wajah wanita tersebut berubah menjadi bayi dengan ekspresi
sedih
Fade out
Fade in
05. Int. Didalam ruang kamar tidur-malam hari
MU. Wanita yang sedang mengalami kesakitan akibat setelah
melakukan aborsi.
Insert
06. Ext. Ditaman- sore hari
LS. Seorang pasangan pria & wanita yang bermain bersama anaknya
sambil menggendong dan bercanda bersama anak yang ada disebuah
taman.
Cut to:
Gambar tersebut perlahan-lahan berubah menjadi blur.
Insert
5.3 Rundown/Breakdown script
Pemandangan sunset – sore hari
Pemandangan sebuah kota atau matahari terbenam(sunset) yang terjadi
pada sore hari dan terlihat dari atap gedung hingga terlihat lampu kota yang
indah pada malam hari.
Durasi : 7 detik
Didalam ruang kamar tidur – sore mejelang malam
Seorang wanita yang sedang duduk termenung mengalami keresahan,
tidak tenang karena teringat aborsi yang telah dilakukan dan membuang janin
begitu saja memberikan rasa ketakutan,ketidak tenangan dalam kehidupan
sehari-hari.
Durasi : 6 detik
Tempat sampah- malam hari
Tempat sampah dijadikan symbol pembuangan janin yaitu sebuah
tempat sampah yang digambar stencil bayi dan beberapa gambar kaki berjalan
memberikan gambaran bahwa bayi itu sangat tidak layak dan tidak pantas
untuk dibuang dan dikeramaian bayi tersebut merasakan kesepian hingga
menangis layaknya seperti sampah yang tidak dibutuhkan begitu juga bayi
memiliki hak untuk hidup seperti layaknya bayi lain yang mendapatkan
kebahagiaan dan kasih sayang dari orang tua .
Durasi : 7 detik.
Ruangan kamar tidur-malam hari
Wajah wanita tersebut berubah menjadi bayi dengan ekspresi sedih
yaitu menggambarkan penyesalan hal yang telah dilakukan yaitu membunuh
dan
membuang bayi(janin) hingga merasakan kesepian seperti apa yang
dirasakan bayi tersebut.
Durasi : 7 detik
Didalam ruang kamar tidur-malam hari
Wanita yang sedang mengalami kesakitan mengalami keresahan
menggambarkan efek dari bahaya melakukan aborsi yang mana nantinya akan
memberikan dampak sangat negative buat sekarang dan kedepanya bagi orang
yang telah melakukan aborsi(yang tidak diingini).
Durasi : 8 detik
5.4 Format
5.4.1. Alat yang digunakan dalam perancangan
Hardware
a.
Kamera DSLR type canon 7D
b.
Memory sandisk CFcard 8gb
c.
Lighstand 2
d.
Lampu video 2
e.
Tripod 1
f.
Kabel rol 1
g.
Laptop aple
Software
a.
Final Cut Pro 10
b.
Photoshop
c.
Premiere
5.5 Program Visual
Tabel 5.1 pemilihan karakter
NO
GAMBAR
KETERANGAN
NAMA
Avni Maya Tinggi =160cm
Safitri
Berat =53kg
Ttl
=13-mei-1990
Kuliah = Unisbank
Jurusan=Management
Sri Nurmala Tinggi =168cm
Sari
Berat =58kg
Ttl
=17-juni-1990
Kuliah = Udinus
Jurusan=Ekonomi
Fariz
Tinggi =178cm
Hakhim
Berat =73kg
Ttl
=12-mei-1988
Kuliah = Undip
Jurusan=Komunikasi
Leenda
Tinggi =160cm
Aurelyaa
Berat =55kg
Ttl
=11-juni-1989
Kuliah = Undip
Jurusan=Kedokteran
Berdasarkan data atau tabel yang sudah tertera diatas melalui casting
atau pencarian karakter untuk sebuah film Iklan Layanan Masyarakat
mengenai bahaya aborsi di Jogja yaitu Avnie maya safitri sebagai pemeran
utama dalam iklan video tersebut yang mana sangat sesuai dengan face yang
terlihat imut, centil dan terlihat menarik. Hal ini disesuaikan dengan iklan
yang akan dibuat yaitu mencari wanita yang imut, centil dan menarik karena
menyesuaikan cerita dari iklan tersebut. Sedangkan Sri nurmala sari disini
sebagai pengisi suara untuk penyampaian gagasan atau narasi yang akan
dibuat pada film tersebut, terlihat dari gaya bahasanya sangat sesuai dengan
karakter suara yang akan dibuat. Sedangkan peran Fariz dan leenda
memerankan orang yang sedang menikmati pacaran atau sedang bahagia yang
mana gaya dan karakter fariz dan linda sangat cocok memerankan peran
tersebut terlihat dari face mereka hampir mirip.
BAB VI
DESIGN & PENGEMBANGAN
6.1 Karakter Visual
6.1.1 Karakter Tokoh
Tabel 6.1 penggambaran karakter
KARAKTER
NAMA
PERAN
Avni Maya Safitri
Peran Utama sebagai
wanita yang pernah
melakukan aborsi dan
memerankan sakit
yang dirasakan.
Leenda Aurelya
Berperan sebagai pacar
dari fariz
Fariz Hakhim
Berperan sebagai
orang yang berpacaran
Tempat Sampah
Perumpamaan sebagai
tempat pembuangan
bayi.
6.1.2 Alternatif Layout /sketsa
Gambar 6.2 sketsa video
Gambar 6.3 sketsa
tas
Gambar 6.4 sketsa poster 1
poster 3
Gambar 6.5 sketsa poster 2
Gambar 6.6 sketsa
Gambar 6.7 Sketsa Desain Baju 1
baju 2
Gambar 6.8 Sketsa Desain
Gambar 6.9 sketsa stiker 1
2
Gambar 6.10 sketsa stiker
Gambar 6.12 pin 1
pin 2
Gambar 6.11 sketsa stiker 3
Gambar 6.13
6.2 Storyboard
Tabel 6.2 storyboard
NO
Tipe
Shot
1
LS
Visual
Object
Audio
Sound effect
Dialogue
Suara
2
MS
PANNIN
G
Suasana Kota
Orang pacaran
Suasana pasar
bergandeng tangan
malam
dikeramaian
Kaki melangkah
3
CU
masuk sebuah
kamar tidur
Berpacaran
4
MS
gamelan
didalam kamar
tidur
Didalam kamar
5
MS
merenung dan
membayangkan
6
CU
Merasakan
Efek suara
kesakitan didalam
kesakitan
Aaaa…sakitt!!
kamar
7
MS
PANNIN
G
Tempat sampah
Suara bayi
yang berada
menangis
diantara sampah
6.3 Pengarahan Visual
6.3.1 Warna
Warna merupakan salah satu elemen desain yang penting, lewat warna
disampaikan pesan-pesan penting yang diinginkan. Dalam perancangan Iklan
Layanan Masyarakat ini digunakan beberapa macam warna yang disesuaikan
dengan ilustrasi yang digunakan.
6.3.2 font
Font atau tipografi juga merupakan sebuah elemen yang mendukung
dalam desain. Tipografi yang mendukung penyampain pesan yang diinginkan.
Dalam perancangan Iklan Layanan Masyarakat ini digunakan 2 buah font
utama dimana semuanya saling mendukung untuk memberikan kesan mewah
dan luwes
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Bodoni MT black merupakan font yang memiliki karakter luwes, dinamis
dan modern tetapi tetap tegas biasanya banyak digunakan sebagai headline
dan bodycopy
abcdefghijklmnopqrstuvwxyz
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Arial, huruf ini sering digunakan, namun bentuknya yang sangat simple
dan legible maka penggunaan huruf ini lebih ke pesan-pesan yang
berukuran kecil.
6.4 Final Design
6.4.1 Capture
Gambar 6.14 final desain capture
6.5 Aplikasi Media Pendukung
6.5.1 Poster 1
Gambar 6.15 Final desain poster 1
1.
Konsep Poster 1
Poster diatas menggambarkan satu buah botol susu bayi yang terikat oleh tali
dan ditarik oleh kedua tangan hingga mengeluarkan tetesan darah. Botol yang ditarik
hingga mengeluarkan darah yaitu mengumpamakan bayi yang dibunuh oleh orang
tuanya sendiri seperti terlihat kedua tangan pada bagian kanan dan kiri, dibuat sebuah
perbedaan tangan yaitu sisi kanan tangan seorang laki-laki sedangkan sisi kiri tangan
seorang wanita yang mana laki-laki dan wanita tersebut biasanya saling mendukung
dalam melakukan aborsi. Pada take line bertuliskan suatu tindakan yang tidak
bermoral, pada tulisan aborsi lebih diperbesar dan berwarna merah agar lebih terlihat
kuat atau bisa dibilang merah itu berani. Sedangkan pda sisi bawah poster hanya
memberikan pesan bahaya dan dampak aborsi agar memperkuat penyampaian poster
tersebut.
2.
Fungsi
Poster kampanye iklan ini merupakan media penunjang bagi media utama iklan
Video. Poster ini mengajak kalangan masyarakat khususnya yang masih duduk
dibangku pendidikan agar tidak melakukan aborsi dan menginformasikan mengenai
bahaya melakukan aborsi.
3.
Distribusi penempatan
Media poster ini nantinya akan disebarkan ke perguruan tinggi dan tempattempat pendidikan begitu juga di jalan raya atau bahkan tempat tongkrongan anakanak muda.
4.
Spesifikasi
a. Ilustrasi Desain : Desain Poster 1
b. Tipografi
: Arial ,Trebucet MS, Trash Hand
c. Format Desain : Potrait
d. Ukuran
: A3
e. Media Bahan
: Kertas Ivory 260
f.
: Corel Draw
Proses Visualisasi
g. Realisasi
: Cetak Digital
6.5.2 Poster 2
Gambar 6.16 Final desain poster 2
1. Konsep Poster 2
Poster diatas menggambarkan seorang bayi yang meninggal disebuah tangga.
Bayi tersebut terlihat seperti tidak lagi berharga yang dibunuh oleh orang tua sendiri
akibat dari aborsi. Pada poster tersebut terlihat sebuah tangga menggambarkan bayi
yang seharusnya hidup menjunjung tinggi ilmu dan menatap masa depan bahkan
yang harusnya mendapatkan kasih sayang dari orang tua justru malah dibunuh sia-sia
oleh orang tuanya sendiri. Poster ini lebih bersifat ajakan terlihat pada kata ‘Stop
Aborsi’ yaitu ajakan untuk tidak melakukan aborsi dan aborsi juga bukan sebuah
pilihan.
2. Fungsi
Poster aborsi ini lebih bersifat mengajak bahkan sebuah larangan kuat untuk
tidak melakukan aborsi sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi.
3. Distribusi penempatan
Media poster ini nantinya akan disebarkan ke perguruan tinggi dan
tempat-tempat pendidikan begitu juga di jalan raya atau bahkan tempat
tongkrongan anak-anak muda.
4. Spesifikasi
a.
Ilustrasi Desain
b. Tipografi
: Desain Poster 2
: Blackoak Std, Arial
c. Format Desain : Potrait
d. Ukuran
: A3
e. Media Bahan
: Kertas Ivory 260
f.
: Adobe Photoshop CS5
Proses Visualisasi
g. Realisasi
: Cetak Digital
6.5.3 Poster 3
Gambar 6.17 Final desain poster 3
1. Konsep Poster 3
Pada poster kali ini menurut saya lebih terlihat unik atau simple tetapi sangat
bermakna. Terlihat sebuah pintu kamar mandi seorang wanita yang bertuliskan ‘ stop
aborsi’ dan sebuah tanda seru menggambarkan bahwa kebanyakan pelaku aborsi
melakukan tindakan aborsi disebuah kamar mandi. Ada sebuah pilihan pelaku
melakukan tindakan aborsi yaitu pada kamar tidur, kamar mandi dan tempat praktek
yang illegal. Tapi kebanyakan pelaku aborsi melakukan aksinya yaitu pada sebuah
kamar mandi, Maka dari itu dibuat sebuah poster yang yang bergambar sebuah toilet
dan bertulisakan stop aborsi yang diharapkan iklan ini tersampaikan secara jelas.
2. Distribusi penempatan
Media poster ini nantinya akan tempelkan pada pintu-pintu toilet yang ada di
universitas-universitas dan ditoilet-toilet umum yang ada dijalan.
3. Spesifikasi
a. Ilustrasi Desain : Desain Poster 3
b. Tipografi
: Blackoad Std, Kozuka Mincho Pro m
c. Format Desain : Potrait
d. Ukuran
: A3
e. Media Bahan
: Kertas Ivory 260
f.
: Adobe Photoshop CS4
Proses Visualisasi
g. Realisasi
: Cetak Digital
6.5.4 Kaos
Gambar 6.18 final desain kaos
1.
Konsep Kaos:
Desain kaos diatas merupakan sebuah ajakan keras dan menggambarkan
sebuah penyesalan disaat melakukan aborsi. Terlihat pada kata “ Mati Satu
Tumbuh Seribu (penyesalan)” yaitu seorang bayi yang dibunuh atau mati secara
disengaja (aborsi) akan mengakibatkan sebuah penyesalan, kata ‘seribu’ itu
menggambarkan seribu penyesalan dan sebuah tanda seru yang terlihat pada
bagian kanan merupakan salah satu penguat terhadap kata stop aborsi!!.
2.
Fungsi
Kaos kampanye iklan ini merupakan media penunjang bagi media utama
iklan video. Selain bersifat persuasive untuk mengajak target untuk tidak
melakukan aborsi juga menyampaikan penyesalan yang sangat besar bagi pelaku
aborsi dan design kaos tersebut sejalan atau berhubungan dengan desain pada
media utama yaitu video.
3.
Distribusi penempatan
Media kaos ini nantinya akan disebarkan ke perguruan tinggi atau tempattempat pendidikan yang mana target dari iklan mengenai aborsi ini yaitu bagi
orang yang masih duduk dibangku sekolah.
4.
Spesifikasi
a. Ilustrasi Desain
: Desain Kaos
b. Tipografi
:Snap Itc, Showcard Gothic,
c. Format Desain
: Landscape
d. Ukuran
: A4
e. Media Bahan : Kaos, catton
f. Proses Visualisasi
: Corel Draw
g. Realisasi
: Sablon
6.5.5 Stiker
Gambar 6.19 Final desain stiker 1
Gambar 6.13 stiker
1.
Konsep Stiker:
Gambar 6.20 final desain stiker 2
Gambar 6.21 Final desain stiker 3
1.
Konsep Stiker
Desain stiker diatas merupakan desain yang menggambarkan sebuah
harapan dari seorang bayi yang telah dibunuh yang harusnya mendapatkan hak
untuk hidup, menatap sebuah masa depan seperti yang dirasakan anak-anak
lain yang tumbuh dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang, terlihat pada
tulisan “Aku Ingin Hidup Sepeperti Kalian”. Dan pada kata” apakah aku tak
berharga?” merupakan sebuah pertanyaan yang menggambarkan seolah-olah
hadirnya seorang bayi tidak lagi berharga.
Sedangkan pada tanda seru tulisan stop aborsi itu dibuat mewakili pada
media utama dan pendukung lain atau dibuat satu tema atau sejalur, baik dari
font atau warna yang dibuat hampir semua dibikin seragam.
2.
Fungsi
Desain stiker ini merupakan media penunjang bagi media utama iklan
video. Stiker merupakan media yang berumur panjang atau menempel.
Desain stiker ini juga sama seperti desain penunjang sebelumnya yaitu
bersifat mengajak.
3.
Distribusi penempatan
Media stiker ini nantinya akan disebarkan di universitan-universitas
dan tempat pendidikan lainnya, dan juga akan ditempel pada mobil dan helm.
4.
Spesifikasi
a. Ilustrasi Desain : Desain Stiker
b. Tipografi
:Snap Itc,Trebucet MS, Trash Hand
c. Format Desain
: Landscape
d. Ukuran
: 16x5
e. Media Bahan
: Kertas stiker
f. Proses Visualisasi
: Corel Draw
g. Realisasi
: Cetak Digital
6.5.6 Pin Up
Gambar 6.22 final desain pin 1
Gambar 6.23 final desain pin 2
Gambar 6.24 final desain pin 3
1.
Konsep
Penulisan desain ‘aku ingin hidup seperti kalian’ memberikan sebuah
harapan anak atau bayi yang lahir ingin tumbuh besar seperi bayi-bayi lain yang
mendapatkan kasih sayang dari orang tua, bukan malah dibunuh(aborsi) oleh
orang tua sndiri. Sedangkan pada pin up yang kedua hanya sebuah tulisan stop
aborsi, yaitu sebuah ajakan untuk tidak melakukan aborsi. Pin up yang ketiga
lebih menggambarkan bayi yang terbuang sia-sia seperti yang terlihat pada desain
pin tersebut
bayi yang dibuang pada tempat sampah dan dengan dberikan
beberapa take line.
2.
Fungsi
Pin up merupakan media penunjang bagi media utama iklan video yang
fungsinya sebagai reminder pada target sasaran dengan jangkauan yang sangat
luas, karena dapat dilihat dimana-mana.
3.
Distribusi penempatan
Pin up ini akan diletakan pada tas dan baju yang mana dapat dilihat
dimana-mana sehingga dapat menjangkau luas target sasaran.
4.
Spesifikasi
a.
Ilustrasi Desain
: Pin Up
b.
Tipografi
: Snap Itc, Showcard gothic
c.
Format Desain
: Melingkar
d.
Ukuran
: 4,4 pouh
e.
Media Bahan
: Plastik keras
f.
Proses Visualisasi
: Corel Draw
g.
Realisasi
: Cetak Digital
6.5.6 Tas tote bagg
Gambar 6.25 Final desain tas tote bagg
1.
Konsep
Konsep gambar pada desain tas tote bagg ini memberikan gambar
seorang bayi yang dibuang ditempat sampah yang menggambarkan betapa tidak
berharganya seorang bayi yang lahir yang dibuang oleh orang tua sendiri(aborsi).
Terlihat sepeti take line yang diberikan yaitu ‘Bayi yang kini sudah tidak lagi
berharga seperti sampah yang terbuang sia-sia’. Dan juga diberikan sebuah
larangan yang bertuliskan ‘Stop Abosi’ untuk memperkuat pada desain tersebut.
2.
Fungsi
Tas tote bagg merupakan media penunjang bagi media utama iklan video
yang fungsinya mengajak masyarakat agar tidak melakukan aborsi dan tas tote
bagg bias dibawa kemana mana jadi jangkauannya cukup luas.
3.
Distribusi penempatan
Tass tote bagg disini yaitu tas yang dipakai
seorang wanita yang
nantinya akan dibawa kekampus-kampus, tempat main dll sehingga masyarakat
atau target audience lebih mudah melihat desain yang ada pada tas tote bagg
tersebut.
4.
Spesifikasi
a.
Ilustrasi Desain
: Tas tote bagg
b.
Tipografi
: Showcard gothi , Hobo Std, Arial
c.
Format Desain
: Landscape
d.
Ukuran
e.
Media Bahan
: Tas bahan
f.
Proses Visualisasi
: Corel Draw
g.
Realisasi
: Sablon
: A4
BAB VII
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
Iklan Layanan Masyarakat ini menceritakan mengenai bahaya aborsi
yaitu menceritakan sebuah mimpi yang menjadikan penyesalan bagi pelaku
aborsi hingga memperlihatkan rasa sakit yang dialami ketika melakukan
aborsi. Setelah menanyakan langsung kepada target audiens dengan cara
menunjukan iklan video tersebut audiens langsung merespon mengenai iklan
video tersebut bahkan memahami isi dan maksud dari iklan video yang telah
dibuat yang berkaitan dengan tujuan dari pembuatan Iklan Layanan
Masyarakat Tersebut, Tetapi ada beberapa yang berpendapat bahwa iklan
tersebut kurang mendramatisir.
7.2 Saran
Perancang menyarankan agar dalam pembuatan iklan video nantinya agar
lebih menyampaikan secara jelas agar target audiens langsung mengetahui maksud
dari iklan tersebut sehingga iklan tersebut dapat diterima dan dipahami oleh target
audiens, seperti pemberian suara latar belakang yang menguatkan sisi dramatisir
iklan tersebut dan teknik pengambilan gambar yang bagus dan pengekspresian pada
wajah yang lebih menjiwai serta memberikan visualisasi mengenai kota Jogja agar
lebih terlihat bahwa video tersebut ada pada kota Jogja
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto HM. 1991 Definisi perancangan sisten dan tahapan perancangan
system.
Miarso, Yusufhadi. 1984. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Jakarta: CV
Rajawali
Ranoemihardja, S. H, 1983. Ilmu Kedokteran Kehakiman. Jakarta: Galangpres
Susanto, Azhar. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung: Lingga Jaya
Widyatama, Rendra. 2007. Pengantar Periklanan. Yogyakarta: Pustaka Book
Publisher
Widyatama, Rendra. 2006. Bias Gender. Yogyakarta: Media Pressindo
http://situs-berita-terbaru.blogspot.com, diupdate tanggal 28 juni 2012.
http://www.kiwod.com/tag/, diupdate tanggal 14 juli 2012.
Download