Cover Indosat

advertisement
Kantor Pusat:
Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110, Indonesia
Telepon: (021) 30442615; Faksimili: (021) 30003757
Website: www.indosatooredoo.com
Email: [email protected]
OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015
PT INDOSAT Tbk.
Tanggal Efektif
Masa Penawaran Umum
:
:
4 Desember 2014
4 Desember 2015
JADWAL
Tanggal Penjatahan
Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah secara Elektronik
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia
:
:
:
7 Desember 2015
8 Desember 2015
10 Desember 2015
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA
MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL
TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT INDOSAT TBK. (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH BERTANGGUNG JAWAB
SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM
INFORMASI TAMBAHAN INI.
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG DAN SUKUK TAHAP KE-3 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
EFEK BERSIFAT UTANG DAN SUKUK YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.
PT INDOSAT TBK.
KEGIATAN USAHA:
Penyelenggara Jaringan dan/atau Jasa Telekomunikasi serta informatika dan/atau jasa teknologi konvergensi
Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
Alamat Kantor Pusat:
Kantor-kantor Regional:
Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110, Indonesia
Regional Jabotabek, Regional Sumatera,
Telepon: (021) 30442615; Faksimili: (021) 30003757
Regional Jawa Barat & Jawa Tengah,
Website: www.indosatooredoo.com
Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara,
Email: [email protected]
Regional Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDOSAT
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP9.000.000.000.000,- (SEMBILAN TRILIUN RUPIAH) (”OBLIGASI BERKELANJUTAN I”)
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015 DENGAN POKOK OBLIGASI SEBESAR RP794.000.000.000,(TUJUH RATUS SEMBILAN PULUH EMPAT MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”)
DAN
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I INDOSAT
DENGAN TARGET SISA IMBALAN IJARAH SEBESAR RP1.000.000.000.000,- (SATU TRILIUN RUPIAH) (”SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I”)
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN
SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015 DENGAN SISA IMBALAN IJARAH SEBESAR RP106.000.000.000,(SERATUS ENAM MILIAR RUPIAH) (“SUKUK IJARAH”)
Obligasi ini terdiri dari 4 (empat) seri, yaitu Obligasi Seri A, Obligasi Seri B, Obligasi Seri C dan Obligasi Seri D yang masing-masing ditawarkan sebesar 100%
VHUDWXVSHUVHQGDULMXPODK3RNRN2EOLJDVL2EOLJDVLLQLGLWHUELWNDQWDQSDZDUNDWNHFXDOL6HUWL¿NDW-XPER2EOLJDVL\DQJGLWHUELWNDQDWDVQDPD37.XVWRGLDQ
Sentral Efek Indonesia (”KSEI”), dengan Jumlah Pokok sebesar Rp794.000.000.000,- (tujuh ratus sembilan puluh empat miliar Rupiah), dengan syarat-syarat dan
ketentuan Obligasi antara lain sebagai berikut:
Seri A : Sebesar Rp201.000.000.000,- (dua ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,00% (sepuluh koma nol nol persen) per tahun,
berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri B : Sebesar Rp301.000.000.000,- (tiga ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% (sepuluh koma dua lima persen) per tahun,
berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri C : Sebesar Rp130.000.000.000,- (seratus tiga puluh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,60% (sepuluh koma enam nol persen) per
tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri D : Sebesar Rp162.000.000.000,- (seratus enam puluh dua miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,20% (sebelas koma dua nol persen) per
tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 8 Maret 2016 sedangkan
Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 8 Desember 2018 untuk Obligasi Seri A, tanggal 8 Desember 2020 untuk
Obligasi Seri B, tanggal 8 Desember 2022 untuk Obligasi Seri C dan tanggal 8 Desember 2025 untuk Obligasi Seri D.
6XNXN,MDUDKLQLGLWDZDUNDQVHEHVDUVHUDWXVSHUVHQGDULMXPODK6LVD,PEDODQ,MDUDK6XNXN,MDUDKLQLGLWHUELWNDQWDQSDZDUNDWNHFXDOL6HUWL¿NDW-XPER
Sukuk Ijarah yang diterbitkan atas nama KSEI, dengan jumlah Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar Rupiah) dengan syaratsyarat dan ketentuan Sukuk antara lain sebagai berikut:
Seri A : Sebesar Rp65.000.000.000,- (enam puluh lima miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp6.890.000.000,- (enam miliar delapan ratus
sembilan puluh juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.
Seri B : Sebesar Rp41.000.000.000,- (empat puluh satu miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar Rp4.592.000.000,- (empat miliar lima ratus
sembilan puluh dua juta Rupiah) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi.
Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak Tanggal Emisi, dimana Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan
pada tanggal 8 Maret 2016 sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Sukuk Ijarah akan dibayarkan pada tanggal
8 Desember 2022 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 8 Desember 2025 untuk Obligasi Seri B.
Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap IV dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI TIDAK DIJAMIN DENGAN AGUNAN KHUSUS BERUPA BENDA ATAU PENDAPATAN ATAU AKTIVA LAIN MILIK
PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK DIJAMIN OLEH PIHAK LAIN MANAPUN. SELURUH KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA
BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI AKTIVA
PERSEROAN YANG DIJAMINKAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA KREDITURNYA, MENJADI JAMINAN ATAS SEMUA UTANG PERSEROAN KEPADA
SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH INI SECARA
PARI PASSU BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, SESUAI DENGAN PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA.
SETELAH SATU TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) ATAS
OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YANG BELUM JATUH TEMPO, BAIK SELURUHNYA ATAU SEBAGIAN DENGAN HARGA PASAR. DALAM HAL
PERSEROAN MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH, MAKA
PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) TERSEBUT SEBAGAI PELUNASAN ATAU SEBAGAI
OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YA NG DIBELI KEMBALI UNTUK DISIMPAN DAN YANG DIKEMUDIAN HARI DAPAT DIJUAL KEMBALI DAN/
ATAU UNTUK DIBERLAKUKAN SEBAGAI PELUNASAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAN / ATAU SUKUK IJARAH BARU DAPAT DILAKUKAN
SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN
PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT
2 (DUA) HARI SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI.
RISIKO USAHA UTAMA YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH PERSAINGAN DARI PARA PEMAIN LAMA DAN PARA PEMAIN
BARU DALAM INDUSTRI DAPAT MEMBERIKAN DAMPAK NEGATIF BAGI BISNIS JASA SELULAR PERSEROAN, TERMASUK DI DALAMNYA
MUNCULNYA KEBERADAAN BISNIS OTT (OVER THE TOP) DI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI DAN SUKUK
IJARAH YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN
SUKUK IJARAH SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG, SELAIN ITU TIDAK TERTUTUP KEMUNGKINAN PERSEROAN MELAKUKAN BUY BACK
DI PASAR TERBUKA SETELAH SATU TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI. OBLIGASI DAN
SUKUK IJARAH AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK MELALUI KSEI DAN AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN
KOLEKTIF DI KSEI.
Dalam rangka penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek utang jangka panjang (Obligasi dan Sukuk Ijarah) dari
37)LWFK5DWLQJV,QGRQHVLD³)LWFK´GDQ373HPHULQJNDW(IHN,QGRQHVLD³3H¿QGR´
AAA(idn) (Triple A)
AAA (Triple A)
id
AAA(idn) (Triple A)
AAAsy (Triple A Syariah)
id
Obligasi dan Sukuk Ijarah ini Dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang sekaligus bertindak sebagai Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang namanya
tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full comittment) terhadap Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG SEKALIGUS BERTINDAK SEBAGAI PENJAMIN EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
PT BCA Sekuritas
PT DBS Vickers Securities Indonesia
WALI AMANAT OBLIGASI DAN WALI AMANAT SUKUK IJARAH
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk.
Informasi Tambahan ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 4 Desember 2015
PT Indo Premier Securities
Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana yang dihimpun Rp9.000.000.000.000,- (sembilan triliun Rupiah)
dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dengan target sisa imbalan Ijarah sebesar
Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) kepada OJK di Jakarta dengan surat No. 074/E00-E00A/FIN/14 tanggal
25 September 2014 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal
10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan
No. 3608 (“UUPM”) dan peraturan-peraturan pelaksanaannya.
Sehubungan dengan Pernyataan Pendaftaran ini, Perseroan telah menerima surat dari OJK No. S-510/D.04/2014
tanggal 4 Desember 2014 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dan telah melakukan
Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2015 dengan jumlah pokok Obligasi sebesar
Rp2.310.000.000.000,- (dua triliun tiga ratus sepuluh miliar Rupiah) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap
I Tahun 2015 dengan sisa imbalan Ijarah sebesar Rp190.000.000.000,- (seratus sembilan puluh miliar Rupiah).
Perseroan merencanakan untuk mencatatkan “Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015” dengan
jumlah pokok sebesar Rp794.000.000.000,- (tujuh ratus sembilan puluh empat miliar Rupiah) dan “Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015” dengan Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus
enam miliar Rupiah) pada Bursa Efek Indonesia (“Bursa Efek”). Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi dan Sukuk
Ijarah di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 batal demi hukum dan pembayaran
pesanan Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut wajib dikembalikan kepada para pemesan sesuai ketentuan-ketentuan
dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah dan Peraturan No. IX.A.2.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah ini
bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan dalam Informasi Tambahan ini sesuai dengan fungsi
mereka, sesuai dengan peraturan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia dan kode etik, norma serta standar
profesi masing-masing.
6HKXEXQJDQ GHQJDQ 3HQDZDUDQ 8PXP LQL VHWLDS 3LKDN 7HUD¿OLDVL GLODUDQJ PHPEHULNDQ NHWHUDQJDQ DWDX
pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Informasi Tambahan ini tanpa persetujuan tertulis dari
Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang sekaligus bertindak sebagai Penjamin Emisi Obligasi
dan Sukuk Ijarah serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal lainnya dengan tegas menyatakan tidak
WHUD¿OLDVL GHQJDQ 3HUVHURDQ EDLN VHFDUD ODQJVXQJ PDXSXQ VHFDUD WLGDN ODQJVXQJ VHVXDL GHQJDQ GH¿QLVL 3LKDN
7HUD¿OLDVL GDODP 8830 6HODQMXWQ\D SHQMHODVDQ PHQJHQDL 3HQMDPLQDQ (PLVL 2EOLJDVL GDQ 6XNXN ,MDUDK GDSDW
dilihat pada Bab VIII tentang Penjaminan Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah dan penjelasan mengenai Lembaga
dan Profesi Penunjang Pasar Modal dapat dilihat pada Bab IX Lembaga Dan Profesi Penunjang Dalam Rangka
Penawaran Umum.
PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015 DAN PENAWARAN
UMUM SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015 INI TIDAK DIDAFTARKAN
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA.
BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA INFORMASI TAMBAHAN INI, MAKA DOKUMEN
TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI
DAN/ATAU SUKUK IJARAH, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN/ATAU
SUKUK IJARAH TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN
TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK
DAN TIDAK ADA LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN
PUBLIK.
PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA KEGIATAN USAHA YANG MENDASARI PENERBITAN SUKUK
IJARAH TIDAK BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH SERTA MENJAMIN BAHWA
SELAMA PERIODE SUKUK IJARAH KEGIATAN USAHA YANG MENDASARI PENERBITAN SUKUK IJARAH
TIDAK AKAN BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH SEBAGAIMANA DIATUR DALAM
PERATURAN
OJK NO. 15/POJK.04/2015
TENTANG
PT
MITRA KOMUNIKASI
NUSANTARA
TbkPENERAPAN PRINSIP SYARIAH DI PASAR MODAL
Kantor
Operasional/Alamat
Surat Menyurat
SESUAI
KETENTUAN YANG
DIATUR DALAM PERATURAN NO. IX.C.11, PERSEROAN WAJIB
AXA
Tower Lantai 32,PERINGKAT
suite 3-5
MENYAMPAIKAN
TAHUNAN ATAS SETIAP OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH KEPADA OJK
Jl PALING
Prof Dr Satrio
Kav 18
Selatan
LAMBAT
10 Jakarta
(SEPULUH)
HARI KERJA SETELAH BERAKHIRNYA MASA BERLAKU PERINGKAT
Tel.
021-30056255
Fax. DENGAN
021-30056256
TERAKHIR
SAMPAI
PERSEROAN TELAH MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBAN YANG
Web
site : www.mkn.co.id
TERKAIT
DENGAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DITERBITKAN.
Email : [email protected]
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. i
DEFINISI DAN SINGKATAN...................................................................................................................iii
RINGKASAN........................................................................................................................................ xxii
I.
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN.................................................................................... 1
II.
PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH................................................................................................ 14
III.
PERNYATAAN UTANG............................................................................................................... 16
IV.
KETERANGAN TAMBAHAN TENTANG PERSEROAN............................................................. 26
A. ANGGARAN DASAR PERSEROAN.................................................................................... 26
B. STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN........................ 26
C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN................................................................................. 26
D. HUBUNGAN PENGURUSAN DAN PENGAWASAN ANTARA PERSEROAN DENGAN
PEMEGANG SAHAM DAN ENTITAS ANAK YANG DIMILIKI LANGSUNG DAN TIDAK
LANGSUNG......................................................................................................................... 31
E. KETERANGAN RINGKAS TENTANG ENTITAS ANAK YANG DIMILIKI LANGSUNG........ 34
F. KETERANGAN RINGKAS TENTANG ENTITAS ANAK YANG TIDAK DIMILIKI
LANGSUNG......................................................................................................................... 43
G. PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK TERAFILIASI DAN PIHAK KETIGA................. 47
H. ASURANSI........................................................................................................................... 48
I.
PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
PERSEROAN, ENTITAS ANAK, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS ENTITAS ANAK.... 49
J. ASET TETAP YANG DIMILIKI PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK................................... 51
V.
KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN................................................................... 52
A. UMUM.................................................................................................................................. 52
B. KEGIATAN USAHA.............................................................................................................. 54
C. PROSPEK USAHA............................................................................................................... 65
D. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)................................................................... 67
VI.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING.................................................................................... 68
VII.
PERPAJAKAN............................................................................................................................. 74
VIII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH............................................................. 76
IX.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM................. 77
i
X.
PENDAPAT DARI SEGI HUKUM................................................................................................ 79
XI.
KETERANGAN TENTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH.................................................... 99
XII.
PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH..................... 128
XIII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT.............................................................................. 132
XIV. AGEN PEMBAYARAN............................................................................................................... 140
XV.
PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN FORMULIR PEMESANAN
PEMBELIAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH........................................................................ 141
ii
DEFINISI DAN SINGKATAN
3G (3rd Generation)
:
Generasi ketiga dari standar telekomunikasi bergerak, termasuk
Wideband Code Division Multiple Access/Universal Mobile
Telecommunication System (WCDMA/UMTS).
3.5G
:
Sebuah protokol telekomunikasi bergerak yang memberikan jalur
evolusi untuk jaringan 3G dan dapat memberikan kapasitas data
yang lebih besar, yaitu sampai dengan 14,4 Mbps dari jaringan ke
arah perangkat pelanggan.
Acasia
:
Acasia Communication Sdn. Bhd.
ACPL
:
Asean Cableship Pte., Ltd.
Afiliasi
:
Berarti afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 1
UUPM yaitu :
(a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai
derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
(b)hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau
Komisaris dari pihak tersebut;
(c) hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat 1 (satu)
atau lebih anggota Direksi atau Komisaris yang sama;
(d) hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung
maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan oleh
perusahaan tersebut;
(e) hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik
langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau
(f) hubungan antara perusahaan dan Pemegang Saham Utama.
Agen Pembayaran
:
KSEI, yang ditunjuk berdasarkan perjanjian tertulis oleh Perseroan,
yang berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga
Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi, serta denda (jika ada),
Cicilan Imbalan Ijarah, Sisa Imbalan Ijarah, dan Kompensasi
Kerugian Akibat Keterlambatan (jika ada) kepada Pemegang
Obligasi dan Sukuk Ijarah melalui Pemegang Rekening untuk dan
atas nama Perseroan setelah Agen Pembayaran menerima dana
tersebut dari Perseroan, dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban
sebagaimana diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran.
Agen Penjualan
:
Pihak yang menjual Obligasi dan Sukuk Ijarah dalam suatu
Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah, tanpa kewajiban
untuk membeli Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Agunan Dan Jaminan Yang
Diperkenankan
:
a. Agunan dan jaminan Perseroan atau Anak Perusahaan yang
telah ada dan/atau yang sedang dalam proses pemberian
jaminannya
pada
saat
ditandatanganinya
Perjanjian
Perwaliamanatan, dengan ketentuan bahwa apabila aktiva yang
dijadikan obyek agunan dan jaminan tersebut telah dilepaskan
sebagai jaminan, maka aktiva tersebut dapat diikat lagi sebagai
agunan dan jaminan untuk kepentingan pihak selain dari
Pemegang Obligasi dan Pemegang Sukuk Ijarah;
iii
b. Agunan dan jaminan dari pihak yang melakukan penggabungan
ke dalam Perseroan atau Anak Perusahaan, atau dari pihak yang
menjadi Anak Perusahaan Perseroan, dengan ketentuan bahwa
agunan dan jaminan tersebut telah ada sebelum pihak tersebut
melakukan penggabungan atau menjadi Anak Perusahaan
Perseroan, serta apabila aktiva yang dijadikan obyek agunan
dan jaminan tersebut telah dilepaskan sebagai jaminan, satu
dan lain hal sebagai akibat penggabungan antara Perseroan
dengan Anak Perusahaan, maka aktiva tersebut dapat diikat
lagi menjadi agunan dan jaminan untuk kepentingan pihak
selain dari Pemegang Obligasi dan Pemegang Sukuk Ijarah;
c. Agunan dan jaminan yang diberikan untuk proses tender atau
deposit, atau untuk menjamin pembayaran pajak, bea masuk,
atau sewa;
d. Agunan dan jaminan yang diberikan untuk menjamin kewajibankewajiban tertentu sehubungan dengan utang dagang
Perseroan atau Anak Perusahaan yang lazim dilakukan dalam
usahanya masing-masing sehari-hari;
e. Agunan dan jaminan sehubungan dengan pencadangan pajak
yang terutang;
f. Agunan dan jaminan untuk pembiayaan perolehan aktiva
melalui kredit pada umumnya, kredit ekspor atau supplier,
maupun pembiayaan vendor atau sewa guna usaha, dimana
aktiva tersebut akan menjadi obyek agunan dan jaminan
untuk pembiayaan tersebut dan dalam hal masih dibutuhkan
tambahan agunan dan jaminan dalam rangka pembiayaan
tersebut, maka pemberian agunan dan jaminan tambahan
tersebut diperkenankan sepanjang agunan dan jaminan
tambahan tersebut diberikan dalam nilai yang wajar sesuai
dengan praktek umum perbankan;
g. Agunan dan jaminan yang timbul karena keputusan pengadilan
yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau yang telah
dilaksanakan oleh aparat hukum yang berwenang;
h. Agunan dan jaminan yang diberikan dalam rangka pembiayaan
pelaksanaan proyek kerjasama Perseroan atau Anak
Perusahaan dengan pihak lain di mana pembiayaan atas proyek
tersebut diberikan oleh pihak lain (termasuk pihak dengan siapa
Perseroan atau Anak Perusahaan bekerja sama);
i. Agunan dan jaminan atas aset lainnya dari Perseroan yang
timbul dari pembangunan atau ekspansi usaha Perseroan yang
nilainya tidak akan melebihi 10% (sepuluh persen) dari total
aset Perseroan sebagaimana ternyata dalam laporan keuangan
Perseroan terakhir yang telah diaudit;
j. Agunan dan jaminan yang terkait dengan Penjualan Aset yang
Diperkenankan.
Akad Ijarah
:
Suatu akad yang ditandatangani pada tanggal 23 November 2015
antara Perseroan dengan Wali Amanat Sukuk Ijarah sehubungan
dengan pengalihan Obyek Ijarah, berikut perubahan-perubahan
dan penambahan-penambahan atasnya.
Anak Perusahaan atau Entitas :
Anak
Perusahaan-perusahaan yang: (a) pemilikan atas saham-sahamnya
baik secara langsung maupun tidak langsung dikuasai oleh
Perseroan dalam jumlah 50% (lima puluh persen) dari total saham
yang dikeluarkan dalam perusahaan yang bersangkutan; dan (b)
yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di
Indonesia.
iv
APCN
:
Asia-Pacific Cable Network yaitu Sistem Komunikasi Kabel Laut
yang digunakan sebagai sirkit internasional ke Asia Pasifik.
ARPU
:
Average Revenue Per User, suatu evaluasi statistik untuk mengukur
basis pelanggan operator selular, yang dihitung dengan membagi
pendapatan recurring dari jasa selular pra bayar dan pasca bayar
(biaya penggunaan, jasa nilai tambah, pendapatan interkoneksi
dan biaya langganan bulanan), tidak termasuk pendapatan nonrecurring seperti biaya aktivasi dan lelang khusus nomor telepon,
untuk periode yang relevan dengan jumlah rata-rata pelanggan pra
bayar dan paska bayar.
ARPM
:
Average Revenue Per Minute, pendapatan rata-rata bulanan per
menit (dalam Rupiah), yang dihitung dengan membagi pendapatan
bulanan dari jasa selular prabayar dan pasca bayar, tidak termasuk
pendapatan nonrecurring seperti biaya aktivasi dan lelang khusus
nomor telepon, untuk periode relevan, dengan jumlah menit (yang
sudah tertagih dan belum tertagih) dari panggilan keluar penggunaan
selular pra bayar dan pasca bayar oleh pelanggan untuk periode
tertentu.
Artajasa
:
PT Artajasa Pembayaran Elektronis.
Aset Infrastruktur Aktif
:
Berarti fiber, peralatan transmisi, jaringan akses radio, satelit
dan aset lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan jasa
telekomunikasi
ATH
:
Asean Telecom Holdings Sdn Bhd.
Axis
:
PT Axis Telekom, sebelumnya bernama PT Natrindo Telepon
Selular.
Backbone
:
Tingkat tertinggi dalam hirarki jaringan dan dirancang untuk
menyalurkan trafik yang sangat besar. Backbone dapat berupa
switched (sistem switching) (menggunakan ATM, frame relay atau
keduanya) atau routed (hanya menggunakan routers dan tidak
adaswitches). Link transmisi antara nodes atau fasilitas switching
dapat berupa jaringan gelombang mikro, kabel laut, satelit, serat
optik atau teknologi transmisi lainnya.
Bagian Penjaminan
:
Bagian penjaminan dari masing-masing Penjamin Emisi Obligasi dan
Sukuk Ijarah dalam Penawaran Umum ini, yang telah mengikatkan
diri dengan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli
sisa Obligasi dan Sukuk Ijarah yang tidak habis terjual kepada
Masyarakat pada tanggal penutupan Masa Penawaran Umum.
Bandwidth
:
Kapasitas saluran komunikasi.
Bapepam dan LK
:
Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK),
sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11-Oktober 2010
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.
BHP
:
Biaya Hak Penggunaan Frekuensi Radio adalah kewajiban yang
harus dibayar oleh setiap pengguna frekuensi radio di Indonesia.
BHP Frekuensi Radio dibayarkan dimuka untuk periode penggunaan
frekuensi satu tahun.
v
bps
:
bits per second.
BRTI
:
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.
BSC
:
Base Station Controller, suatu perangkat yang berfungsi untuk
mengontrol BTS 2G dan konsentrator trafik dari semua BTS yang
ditangani oleh satu BSC ke Mobile Switching Center (MSC) untuk
suara dan GPRS support node (SGSN) untuk data.
BSS
:
Base Station Subsystem, bagian dari jaringan selular yang
digunakan untuk menyalurkan trafik dan signaling antara telepon
genggam dan sub-system jaringan switching.
BTEL
:
PT Bakrie Telecom Tbk.
BTS
:
Base Transceiver Station, suatu mobile phone base station yang
terdiri dari pemancar radio dan unit penerima yang digunakan untuk
menyalurkan dan menerima suara dan data ke dan dari telepon
bergerak di suatu sel area tertentu.
Bunga Obligasi
:
Jumlah bunga Obligasi yang harus dibayar oleh Perseroan kepada
Pemegang Obligasi, sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Perjanjian
Perwaliamanatan.
Bursa Efek
:
Bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4
UUPM, dalam hal ini yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek
Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, di mana Obligasi dan
Sukuk Ijarah dicatatkan.
CDMA
:
Code Division Multiple Access, suatu teknologi transmisi dimana
setiap transmisi dikirimkan ke beberapa frekuensi dan suatu kode
tertentu diberikan untuk setiap pengiriman data atau suara, yang
dapat membuat beberapa pengguna menggunakan spektrum
frekuensi yang sama.
Churn Rate
:
Deaktivasi (pemberhentian) pelanggan untuk suatu periode
tertentu, yang dihitung dengan membagi jumlah deaktivasi baik
secara sukarela maupun tidak sukarela selama suatu periode
tertentu dengan jumlah rata-rata pelanggan pada periode yang
sama. Jumlah rata-rata pelanggan selular adalah jumlah dari total
pelanggan selular aktif pada awal dan akhir bulan dibagi dua.
Cicilan Imbalan Ijarah
:
Bagian dari Imbalan Ijarah yang wajib dibayar oleh Perseroan
kepada Pemegang Sukuk Ijarah sebagai imbalan atas manfaat
yang diterima oleh Perseroan atas dasar Akad Ijarah, yang
pembayarannya akan dilakukan pada setiap Tanggal Pembayaran
Cicilan Imbalan Ijarah berdasarkan ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Daftar Pemegang Rekening
:
Daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan
tentang kepemilikan Obligasi dan/atau Sukuk Ijarah oleh seluruh
Pemegang Obligasi atau Pemegang Sukuk Ijarah melalui Pemegang
Rekening di KSEI yang memuat keterangan antara lain: nama,
jumlah kepemilikan Obligasi dan/atau Sukuk Ijarah, status pajak
dan kewarganegaraan Pemegang Rekening dan/atau Pemegang
Obligasi dan/atau Pemegang Sukuk Ijarah berdasarkan data yang
diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.
Dolar AS atau AS$
:
Mata uang negara Amerika Serikat.
DPI
:
Daftar Penawaran Interkoneksi.
vi
EBITDA
:
Untuk setiap periode adalah jumlah laba usaha (yang dihitung
sebelum beban pendanaan (finance cost), pajak, pendapatan atau
biaya yang berasal dari kegiatan non operasional dan biaya-biaya
luar biasa lainnya) ditambah depresiasi dan amortisasi, serta untuk
keperluan penghitungan rasio total Pinjaman Bersih terhadap
EBITDA, EBITDA juga memperhitungkan hasil proforma dari adanya
akuisisi atau pengalihan material atas aset atau usaha seolah-olah
akuisisi atau pengalihan tersebut terjadi pada hari pertama periode
tersebut.
Efek
:
Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga
komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan
kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek dan setiap
derivatif dari Efek.
Efek Syariah
:
Efek sebagaimana dimaksud dalam UUPM dan peraturan
pelaksanaannya yang akad, cara dan kegiatan usaha yang menjadi
landasan penerbitannya tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip
Syariah di Pasar Modal.
Efektif
:
Terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan
Pendaftaran yang ditetapkan dalam Pasal 74 UUPM juncto
ketentuan Peraturan No.IX.A.2 yaitu:
a. Atas dasar lewatnya waktu yaitu: 45 (empat puluh lima) hari
sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara
lengkap; atau 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal
perubahan terakhir atas Pernyataan Pendaftaran yang diajukan
Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau
b. Atas dasar penyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi
perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang
diperlukan.
Ekuitas
:
Jumlah aset dikurangi jumlah kewajiban, dimana jumlah kewajiban
tidak termasuk seluruh pinjaman anggota Grup kepada pemegang
saham Perseroan (baik langsung maupun tidak langsung) yang
mempunyai kedudukan subordinasi terhadap Pinjaman.
Emisi
:
Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah oleh Perseroan untuk
ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran
Umum.
Fiber Optic atau Serat Optik
:
Media transmisi yang dibangun dari bahan gelas yang sangat
murni dan konsisten dimana sinyal digital ditransmisikan sebagai
kecepatan cahaya. Kabel serat optik mempunyai kapasitas transmisi
yang lebih besar dengan tingkat gangguan sinyal yang lebih rendah
dibandingkan dengan kabel tembaga yang biasa digunakan.
FM
:
PT First Media Tbk.
Frame Net atau Frame Relay
:
Bentuk sistem packet switching yang memecah data menjadi paket
data kecil yang dikenal dengan nama “frame”, yang dilengkapi
dengan alat deteksi kesalahan dan pengecekan atas perbaikan
yang lebih baik daripada bentuk packet switching yang biasa.
FWA
:
Fixed Wireless Access service, pelayanan telekomunikasi bergerak
terbatas yang terhubung dengan suatu kode area
Gateway
:
Gerbang masuk/keluar pada jaringan komunikasi yang melayani
sambungan internasional.
vii
GPRS
:
General Packet Radio Services, suatu standar komunikasi selular
yang mendukung kapasitas Bandwidth yang besar, terutama untuk
pengiriman dan penerimaan data, termasuk e-mail dan aplikasi
Bandwidth tinggi lainnya.
Grup
:
Perseroan dan Entitas Anak.
GSM
:
Global System for Mobile Communications, suatu sistem
telekomunikasi selular digital yang distandarisasi oleh European
Telecommunications Standards Institute yang didasarkan pada
rancangan transmisi digital dan jaringan selular dengan daya jelajah
di seluruh Eropa, Jepang dan berbagai negara lainnya.
Hari Bank
:
Setiap hari di mana bank-bank di Jakarta buka untuk menjalankan
kegiatan operasi bank secara penuh dan Bank Indonesia
menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.
Hari Bursa
:
Hari di mana Bursa Efek menyelenggarakan kegiatan bursa efek,
yaitu hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional
atau hari libur lainnya sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah,
atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.
Hari Kalender
:
Tiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius
tanpa kecuali.
Hari Kerja
:
Hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional,
atau hari libur lain yang ditetapkan oleh Pemerintah.
HSDPA
:
High-Speed Downlink Packet Access, suatu layanan paket data
atau protocol di 3G (WCDMA/UMTS) standar untuk transmisi data
downlink dengan kecepatan sampai dengan 14,4 Mbps.
Hutchison
:
PT Hutchison CP Telecommunication.
IAPI
:
Institut Akuntan Publik Indonesia.
ICL
:
Indonesia Communications Limited.
Imbalan Ijarah
:
Jumlah keseluruhan dana yang wajib dibayarkan oleh Perseroan
kepada Pemegang Sukuk Ijarah sehubungan dengan Emisi
berdasarkan Dokumen Emisi, yang berupa Cicilan Imbalan Ijarah,
Sisa Imbalan Ijarah dan Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan
(jika ada) yang harus dibayar oleh Perseroan selama berlakunya
Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
IMBV
:
Indosat Mentari Company B.V.
IM2
:
PT Indosat Mega Media.
IM3
:
Indosat Multimedia Mobile.
Informasi Tambahan
:
Berarti informasi tambahan atas prospektus yang akan disampaikan
Emiten kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penawaran
umum Obligasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam
dan LK Nomor IX.A.15 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan
yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
LK nomor Kep-555/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 yang
telah diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
36/POJK.04/2015 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek
Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
viii
Investasi Keuangan
:
Berarti:
(a)investasi dalam obligasi Pemerintah AS dan obligasi
Pemerintah Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu 365 hari
sejak tanggal perolehan, dengan ketentuan bahwa jumlah
investasi di obligasi Pemerintah Indonesia pada suatu waktu
yang sedang berjalan, bersama-sama dengan jumlah investasi
di Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”) yang dibuat berdasarkan
ayat (c) di bawah, tidak akan melebihi jumlah keseluruhan
sebesar AS$50 juta (atau dengan nilai dalam mata uang lain
yang setara dengannya);
(b) investasi dalam deposito berjangka, sertifikat deposito dan
deposito pasar uang yang jatuh tempo dalam waktu 90 hari
sejak tanggal perolehan yang diterbitkan bank atau perusahaan
perwalian berdasarkan hukum Amerika Serikat atau negara
bagiannya, Australia, Belgia, Kanada, Inggris, Perancis,
Jerman, Hong Kong, Belanda, Selandia Baru, Qatar atau
Singapura yang memiliki modal, surplus dan keuntungan yang
belum terbagi dengan jumlah melebihi AS$500 juta dan yang
memiliki utang jangka panjang dengan rating “A-3” atau “A-”
atau lebih tinggi menurut Moody’s atau S&P (atau peringkat
yang setara oleh setidaknya satu lembaga pemeringkat yang
diakui secara luas di Indonesia baik lembaga pemeringkat
nasional maupun internasional.
(c) SBI yang jatuh tempo dalam waktu 365 hari sejak perolehan;
dengan ketentuan bahwa jumlah investasi dalam SBI pada
suatu waktu yang masih berjalan, bersama dengan jumlah
investasi di obligasi Pemerintah Indonesia yang dibuat
berdasarkan ayat (a) di atas, tidak melebihi jumlah keseluruhan
sebesar AS$50 juta (atau dengan nilai dalam mata uang lain
yang setara dengannya);
(d) kewajiban pembelian kembali dengan jangka waktu tidak lebih
dari 30 hari untuk efek yang mendasari dari tipe-tipe yang
dideskripsikan dalam ayat (a) yang ditandatangani dengan:
(i) bank yang memenuhi kualifikasi yang dijelaskan dalam ayat
(b) di atas, atau (ii) pedagang efek primer pemerintah yang
melapor kepada Market Reports Division, Federal Reserve
Bank of New York;
(e) investasi dalam surat berharga yang jatuh tempo tidak lebih
dari 90 hari setelah tanggal perolehan, yang diterbitkan oleh
suatu korporasi (selain afiliasi dari Perseroan) yang diterbitkan
dan diatur berdasarkan hukum Amerika Serikat yang pada saat
investasi dilaksanakan memiliki peringkat “P-1” (atau lebih
tinggi) menurut Moody’s atau “A-1” (atau lebih tinggi) menurut
S&P (atau peringkat yang setara oleh setidaknya satu lembaga
pemeringkat yang diakui secara luas di Indonesia, baik lembaga
pemeringkat lokal maupun internasional);
(f) investasi dalam efek utang yang diterbitkan oleh suatu
perusahaan (selain afiliasi dari Perseroan) yang diterbitkan
dan diatur berdasarkan hukum Republik Indonesia yang pada
saat investasi dilaksanakan memiliki peringkat “B3” (atau lebih
tinggi) menurut Moody’s atau “B-” (atau lebih tinggi) menurut
S&P (atau peringkat yang setara oleh setidaknya satu lembaga
pemeringkat yang diakui secara luas di Indonesia, baik lembaga
pemeringkat lokal maupun internasional), dengan ketentuan
bahwa investasi pada suatu waktu yang masih berjalan tidak
melebihi AS$10 juta;
ix
(g) obligasi langsung (atau sertifikat yang mewakili kepemilikan
kepentingan dalam obligasi tersebut) dari setiap negara bagian
Amerika Serikat (termasuk setiap agensi atau badan) untuk
pembayarannya dimana dengan itikad penuh dan kredit atas
negara bagian tersebut dijaminkan dan tidak dapat ditebus
dan ditarik kembali pada opsi penerbit; dengan ketentuan
bahwa (i) utang jangka panjang negara bagian tersebut diberi
peringkat “A-3” atau “A-” atau lebih tinggi menurut Moody’s
atau S&P (atau peringkat yang setara oleh setidaknya satu
lembaga pemeringkat yang diakui secara luas di Indonesia,
baik lembaga pemeringkat lokal maupun internasional), dan
(ii) obligasi tersebut jatuh tempo dalam waktu 180 hari sejak
tanggal perolehan tersebut;
(h)investasi dalam efek utang yang jatuh tempo tidak lebih dari
365 hari setelah tanggal perolehan yang diterbitkan suatu
perusahaan (selain afiliasi dari Perseroan), yang pembayaran
pokoknya dijamin oleh bank atau perusahaan perwalian yang
memenuhi persyaratan yang dideskripsikan dalam ayat (b)
definisi ini; dengan ketentuan bahwa jumlah investasi dari suatu
waktu yang masih berjalan tidak melebihi AS$10 juta;
(i) investasi dalam reksadana pasar uang yang pada saat investasi
dilaksanakan memiliki peringkat “Aa2” (atau lebih tinggi)
menurut Moody’s atau peringkat “AA” (atau lebih tinggi) menurut
S&P (atau peringkat yang setara oleh setidaknya satu lembaga
pemeringkat yang diakui secara luas di Indonesia, baik lembaga
pemeringkat lokal maupun internasional); dan
(j) investasi pada tipe yang dideskripsikan pada ayat (b) dan (c)
di atas yang diterbitkan oleh atau dibuat dengan setiap bank
yang didirikan atau diberi izin untuk beroperasi berdasarkan
hukum Republik Indonesia yang utang jangka panjangnya
diberi peringkat “A” atau lebih tinggi menurut setidaknya satu
lembaga pemeringkat yang diakui secara luas di Indonesia,
baik lembaga pemeringkat lokal maupun internasional dan
yang memiliki modal dan surplus lebih dari AS$200 juta; dengan
ketentuan investasi tidak lebih dari AS$100 juta yang mungkin
dibuat dalam suatu entitas pada suatu tanggal.
IP
:
Internet Protocol, yaitu metode mengirimkan data antar komputer
melalui jaringan internet.
IPBV
:
Indosat Palapa Company B.V.
ISP
:
Internet Service Provider, suatu perusahaan yang menyediakan
akses ke internet dengan menyediakan interface ke internet
backbone.
ISPL
:
Indosat Singapore Pte., Ltd.
ISR
:
Izin Stasiun Radio adalah izin penggunaan spektrum frekuensi
radio yang diterbitkan oleh Pemerintah. Dengan adanya ISR maka
pengguna berhak menggunakan spektrum frekuensi sesuai dengan
izin dan mendapatkan perlindungan dari Pemerintah dari gangguan
interferensi. ISR diterbitkan setelah BHP Frekuensi dibayarkan dan
berlaku satu tahun
IVM
:
PT Interactive Vision Media.
x
IPVPN
:
International Protocol Virtual Private Network, layanan packetbased IP routing yang memberikan fasilitas transaksi data
ekonomi di antara lokasi-lokasi pelanggan selama menjaga tingkat
kerahasiaan, keandalan dan kualitas layanan yang dibutuhkan oleh
bisnis yang berkembang begitu pesat. Layanan IP VPN memberikan
konektivitas yang fleksibel dari satu titik ke titik lainnya mana saja
dengan menggunakan Internet Protocol dan memungkinkan
kegiatan-kegiatan bisnis untuk berkomunikasi secara rahasia
dengan kantor-kantor cabangnya, bertukar saluran jaringan kerja
korporasi, dan menciptakan komunikasi dengan pihak ketiga yang
dipercaya yang berlokasi di wilayah dengan biaya jaringan kerja
yang rendah
Jadwal Emisi
:
Jadwal waktu Penawaran Umum yang ditentukan bersama oleh
Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk
Ijarah sebagaimana diuraikan dalam Informasi Tambahan.
Jaringan Pintar atau IN
(Intelligent Network)
:
Sistem basis data dan prosesor aplikasi yang terpusat yang
memungkinkan penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi
menciptakan, melaksanakan dan mengatur jasa suara dan data
untuk PSTN, jaringan bergerak selular, jaringan tetap nirkabel dan
internet.
Jumlah Terutang
:
Semua jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada
Pemegang Obligasi dan Pemegang Sukuk Ijarah sehubungan
dengan ataupun berdasarkan Obligasi dan Sukuk Ijarah yang
diterbitkan dan ditawarkan melalui Penawaran Umum, baik berupa
Pokok Obligasi, Bunga Obligasi, Cicilan Imbalan Ijarah, Sisa
Imbalan Ijarah, maupun denda dan kewajiban pembayaran ataupun
penggantian lainnya (jika ada), yang terutang dari waktu ke waktu.
Kegiatan Restrukturisasi
Perseroan
:
Tindakan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dan
Anak Perusahaan dari waktu ke waktu dalam rangka menjadi full
network and service provider terpadu terfokus pada selular, yang
terdiri dari:
a. Tindakan menjual, menyewakan atau dengan cara lain
mengalihkan aktiva dan bisnis Perseroan di bidang Kegiatan
Usaha Utama Perseroan (termasuk namun tidak terbatas pada
peralihan segala perjanjian dan hak-hak kontraktual) kepada
Anak Perusahaan Perseroan dan menjual saham-saham
Perseroan dalam Anak Perusahaan tersebut sepanjang tidak
menyebabkan kepemilikan saham oleh Perseroan dalam Anak
Perusahaan tersebut menjadi kurang dari 51% (lima puluh satu
persen);
b. Tindakan menggabungkan bidang usaha di antara Anak
Perusahaan;
c. Tindakan menjual, membeli atau dengan cara lain
merestrukturisasi kepemilikan saham atau kepemilikan
Perseroan atau Anak Perusahaan di luar kegiatan Usaha
Utama Perseroan;
d. Tindakan Penjualan Aset Yang Diperkenankan;
e. Tindakan lain yang wajib dilakukan berdasarkan perubahan
peraturan perundang-undangan atau kebijakan Pemerintah.
xi
Kegiatan Usaha Utama
Perseroan
:
Kegiatan usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi,
jasa telekomunikasi serta informatika, dan/atau jasa teknologi
konvergensi yang untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha utama meliputi:
a.
Menyelenggarakan
jaringan
telekomunikasi,
jasa
telekomunikasi serta informatika dan/atau jasa teknologi
konvergensi termasuk namun tidak terbatas pada
penyelenggaraan jasa teleponi dasar, jasa multimedia, jasa
internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
internet, jasa akses internet, jaringan telekomunikasi bergerak
dan jaringan telekomunikasi tetap; dan
b. Menyelenggarakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman
uang melalui jaringan telekomunikasi serta informatika dan/atau
teknologi konvergensi.
Kejadian Kelalaian
:
Salah satu atau lebih dari kejadian yang disebut dalam Pasal 9
Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah dan yang tercantum dalam Bab XI mengenai Keterangan
Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Kompensasi Kerugian Akibat
Keterlambatan
:
Jumlah yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang
Sukuk Ijarah sebagai akibat dari kelalaian atau keterlambatan
Perseroan memenuhi kewajiban pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
dan/atau pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah.
Konfirmasi Tertulis
:
Laporan konfirmasi tertulis dan/atau laporan-laporan saldo Obligasi
dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI, atau Pemegang
Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek
dan konfirmasi tersebut menjadi dasar untuk pembayaran Bunga
Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang
berkaitan dengan Obligasi.
KSEI
:
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Kopindosat
:
Koperasi Pegawai Indosat
Kustodian
:
Pihak yang memberi jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan
dengan Efek serta jasa lainnya termasuk menerima bunga dan hakhak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili pemegang
rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan
UUPM, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.
Lintasarta
:
PT Aplikanusa Lintasarta.
LMD
:
PT Lintas Media Danawa.
Masa Penawaran Umum
:
Jangka waktu selama dapat diajukan pemesanan Obligasi dan
Sukuk Ijarah oleh Masyarakat sebagaimana diatur dalam Jadwal
Emisi.
Masyarakat
:
Perorangan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara
Asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun
badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di
Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri.
Menara Indosat
:
Struktur menara telekomunikasi yang dirancang dan didirikan
khusus untuk mendukung antena untuk transmisi atau reception dan
retransmission dari sinyal elektronik dalam Kegiatan Usaha Utama
Perseroan, termasuk struktur sipil dan mekanikal dan interest pada
harta tak bergerak dimana menara tersebut berlokasi.
Menkominfo
:
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
xii
Mhz
:
Megahertz atau 1 juta hertz, dimana hertz adalah satuan frekuensi.
MIDI
:
Layanan data tetap, yang termasuk multimedia, komunikasi data
dan layanan internet.
MMS
:
Multimedia Messaging Service, yaitu sistem telekomunikasi selular
yang dapat mengirimkan pesan SMS dalam bentuk grafik, suara
atau komponen video.
Modal Konsolidasi Yang
Disesuaikan
:
Modal (ekuitas) konsolidasi Perseroan dikurangi dengan aset tidak
berwujud.
MPLS
:
Multi-Protocol Label Switching, jaringan data komunikasi teknologi
yang dapat meningkatkan efisiensi arus data trafik melalui traffic
management pattern yang mengklasifikasikan data berdasarkan
aplikasi.
Mobile Internet
:
Akses nirkabel internet melalui tower selular ke komputer, mobile
phone dan perangkat digital lain yang menggunakan modem
portable.
Network JV
:
Sebuah perusahaan yang berbadan hukum atau tidak berbadan
hukum (termasuk setiap korporasi atau perseroan terbatas),
asosiasi, rekanan atau usaha patungan, dimana Perseroan atau
anak perusahaannya memiliki minimal kepemilikan saham 25%,
didirikan sehubungan dengan Pengaturan Network Sharing dan
salah satu anak perusahaannya.
Obligasi
:
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Obligasi Berkelanjutan
:
Obligasi Berkelanjutan I Indosat, yang akan ditawarkan oleh
Penjamin Emisi Obligasi kepada Masyarakat melalui Penawaran
Umum Berkelanjutan dengan target dana yang akan dihimpun
sebesar Rp9.000.000.000.000,- (sembilan triliun Rupiah).
Obligasi V
:
Obligasi Indosat V Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap.
Obligasi VI
:
Obligasi Indosat VI Tahun 2008 Dengan Tingkat Bunga Tetap.
Obligasi VII
:
Obligasi Indosat VII Tahun 2009 Dengan Tingkat Bunga Tetap.
Obligasi VIII
:
Obligasi Indosat VIII Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap.
Obligasi Syari’ah Ijarah
:
Obligasi Syari’ah Ijarah Indosat Tahun 2005.
Obyek Ijarah
:
Hak manfaat atas sebagian kapasitas dari jaringan yang digunakan
Perseroan untuk penyelenggaraan layanan MIDI.
Ooredoo
:
Ooredoo QSC.
Ooredoo Asia Pte., Ltd
:
Ooredoo Asia Pte., Ltd. dahulu Qatar Telecom (Qtel Asia) Pte., Ltd.
Otoritas Jasa Keuangan atau
OJK
:
Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan
pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan,
pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud
dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November
2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (“UUOJK”). Sejak tanggal
31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan
dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal,
Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga
Jasa Keuangan Lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam
dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UUOJK ayat 1, atau para
pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
xiii
OTT
:
Kegiatan usaha layanan over the top.
PBD
:
PT Portal Bursa Digital
PGBS
:
PT Padang Golf Bukit Sentul
Pemegang Obligasi
:
Masyarakat yang menanamkan dananya ke dalam Obligasi dan
memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi, yang terdiri
dari:
a. Pemegang Rekening yang melakukan investasi langsung atas
Obligasi; dan/atau
b. Masyarakat di luar Pemegang Rekening yang melakukan
investasi atas Obligasi melalui Pemegang Rekening.
Pemegang Sukuk Ijarah
:
Masyarakat yang menanamkan dananya ke dalam Sukuk Ijarah
dan memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Sukuk Ijarah,
yang terdiri dari:
a. Pemegang Rekening yang melakukan investasi langsung atas
Sukuk Ijarah; dan/atau;
b. Masyarakat di luar Pemegang Rekening yang melakukan
investasi atas Sukuk Ijarah melalui Pemegang Rekening.
Pemegang Rekening
:
Pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di
KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/
atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan
UUPM dan peraturan KSEI.
Pemerintah
:
Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Penawaran Umum
:
Kegiatan penawaran Obligasi dan Sukuk Ijarah yang dilakukan
oleh Perseroan untuk menjual Obligasi dan Sukuk Ijarah kepada
Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM,
peraturan pelaksanaannya dan ketentuan-ketentuan lain yang
berhubungan, serta menurut ketentuan-ketentuan yang dimuat
dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Perjanjian
Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah.
Pengaturan Network Sharing
:
Pengaturan yang bona fide antara dua atau lebih jasa telekomunikasi
dan/atau penyedia jaringan untuk kepentingan pembagian jaringan
telekomunikasi, transmisi dan peralatan terkait (termasuk Aset
Infrastruktur Aktif) sehubungan dengan Kegiatan Usaha Utama
Emiten, termasuk pengaturan yang melibatkan pembagian sebagian
atau seluruh jaringan akses radio atau jaringan inti.
Penjualan Aset yang
Diperkenankan
:
Penjualan Aset Infrastruktur Aktif Yang Diperkenankan atau
Penjualan Aset Infrastruktur Pasif yang Diperkenankan.
Penjualan Aset Infrastruktur
Aktif yang Diperkenankan
:
Sehubungan dengan Perseroan atau Anak Perusahaan, salah satu
dari hal-hal sebagai berikut:
(a) (x) setiap transaksi (atau rangkaian transaksi terkait) yang
melibatkan pelepasan kepada setiap Network JV atas Aset
Infrastruktur Aktif (atau bagian daripadanya), secara langsung
atau melalui penjualan saham dalam Anak Perusahaan kepada
setiap Network JV atau (y) setiap Transaksi Aset Infrastruktur
Aktif Alternatif dengan ketentuan bahwa tindakan sebagaimana
dimaksud dalam butir a (x) dan a (y) tersebut tidak menimbulkan
dampak negatif yang operasional terhadap kegiatan Emiten;
xiv
(b)setiap penjualan, sewa, pengalihan, penerbitan atau setiap
penyewaan kembali atau pembelian kembali atas Aset
Infrastruktur Aktif (atau bagian daripadanya) secara langsung
atau melalui penjualan atau pembelian kembali saham dalam
Anak Perusahaan yang terjadi sesuai dengan perjanjian
untuk transaksi (atau rangkaian transaksi yang terkait) yang
melibatkan baik pelepasan kepada Network JV atas setiap Aset
Infrastruktur Aktif (atau bagian daripadanya) yang memenuhi
klausa (a)(x) dan Transaksi Aset Infrastruktur Aktif Alternatif
yang memenuhi klausa (a)(y).
Penjualan Aset Infrastruktur
Pasif yang Diperkenankan
:
Sehubungan dengan Perseroan atau Anak Perusahaan, salah satu
dari hal-hal sebagai berikut:
(a) (x) setiap transaksi (atau rangkaian transaksi terkait) yang
melibatkan pelepasan dan penyewaan kembali atau pelepasan
lebih lanjut dan penyewaan kembali Menara Indosat (atau
bagian dari padanya), secara langsung atau melalui penjualan
saham dalam Anak Perusahaan; dan/atau (y) setiap Transaksi
Aset Infrastruktur Pasif Alternatif;
(b)
setiap penjualan, sewa, pengalihan, penerbitan atau
pengalihan dalam bentuk lain dan setiap penyewaan kembali
atau pembelian kembali atau setiap kerja sama yang dilakukan
atas Menara Indosat (atau bagian daripadanya) dan/atau tanah
dan bangunan, secara langsung atau melalui penjualan atau
pembelian kembali saham atau melalui cara lainnya dalam
Anak Perusahaan yang terjadi sesuai dengan perjanjian
untuk transaksi (atau rangkaian transaksi yang terkait) yang
melibatkan pelepasan dan penyewaan kembali Menara Indosat
(atau bagian daripadanya) dan/atau tanah dan bangunan, yang
memenuhi klausa (a)(x) dan/atau Transaksi Aset Infrastruktur
Pasif Alternatif yang memenuhi klausa (a)(y).
Penitipan Kolektif
:
Jasa penitipan kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih
dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian
sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Penjamin Emisi Obligasi dan
Sukuk Ijarah
:
Pihak-pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk
melaksanakan Penawaran Umum bagi kepentingan Perseroan
dan menjamin sesuai dengan bagian masing-masing dengan
kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli dan
membayar sisa Obligasi dan Sukuk Ijarah yang tidak diambil oleh
Masyarakat sesuai dengan ketentuan Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi dan Sukuk Ijarah
:
PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan
PT Indo Premier Securities yang bertanggung jawab penuh atas
penyelenggaraan dan penatalaksanaan Emisi sesuai dengan
ketentuan-ketentuan UUPM dan peraturan pelaksanaannya,
seluruhnya berkedudukan di Jakarta, sesuai dengan syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi dan Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah.
Peraturan No.IX.J.1
:
Peraturan Bapepam dan LK No.IX.J.1 tentang Pokok-Pokok
Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum
Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam dan LK No.Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008.
xv
Peraturan No.IX.C.1
:
Peraturan Bapepam No.IX.C.1, Lampiran atas Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-113/PM/1996 tanggal 24 Desember 1996 diubah
dengan No.Kep.42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang
Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum.
Peraturan No.VI.C.3
:
Peraturan Bapepam dan LK No.VI.C.3 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam-LK No.Kep-309/BL/2008 tanggal 1 Agustus 2008
tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan antara Wali Amanat
dengan Perseroan.
Peraturan No.VI.C.4
:
Peraturan Bapepam dan LK No.VI.C.4 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam No.Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010
tentang Ketentuan Umum Dan Kontrak Perwaliamanatan Efek
Bersifat Utang.
Peraturan No.IX.A.2
:
Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.2 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam dan LK No.Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009
tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Peraturan No.IX.A.7
:
Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.7 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam dan LK No.Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember
2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran
Umum.
Peraturan No.IX.I.5
:
Peraturan Bapepam No.IX.I.5 Lampiran atas Keputusan Ketua
Bapepam No.KEP-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang
Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
Peraturan No.IX.I.7
:
Peraturan Bapepam dan LK No.IX.I.7 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam dan LK No.Kep-496/BL/2008 tanggal 28 November
2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam
Unit Audit Internal.
Peraturan No.IX.C.11
:
Peraturan Bapepam dan LK No.IX.C.11 Lampiran atas Keputusan
Ketua Bapepam dan LK No.KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember
2012 tentang Pemeringkatan atas Efek Bersifat Utang dan/atau
Sukuk.
Peraturan No.X.K.4
:
Peraturan Bapepam No.X.K.4 Lampiran atas Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang
Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Peraturan OJK No. 32
:
Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan
Terbuka.
Peraturan OJK No. 33
:
Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan
Publik.
Peraturan OJK No. 34
:
Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan
Publik.
Peraturan OJK No. 35
:
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
Peraturan OJK No.36
:
Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014
tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/
Atau Sukuk.
xvi
Perjanjian Agen Pembayaran
:
Perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI perihal
pelaksanaan pembayaran Bunga Obligasi serta pelunasan Pokok
Obligasi No. 44 tanggal 23 November 2015 dan pelaksanaan
pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah serta pelunasan Sisa Imbalan
Ijarah No. 48 tanggal 23 November 2015, yang seluruhnya dibuat
di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H, Notaris
di Jakarta.
Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi
:
Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan I Indosat
Tahap III Tahun 2015, yang dibuat oleh dan antara Perseroan dan
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sebagaimana dimuat dalam
Akta No. 43 tanggal 23 November 2015, yang dibuat di hadapan
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H, Notaris di Jakarta.
Perjanjian Penjaminan Emisi
Sukuk Ijarah
:
Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat
Tahap III Tahun 2015, yang dibuat oleh dan antara Perseroan dan
Penjamin Pelaksana Emisi Sukuk Ijarah sebagaimana dimuat dalam
Akta No. 47 tanggal 23 November 2015 yang dibuat di hadapan
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H, Notaris di Jakarta.
Perjanjian Perwaliamanatan
Obligasi
:
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap
III Tahun 2015, yang dibuat oleh dan antara Perseroan dan Wali
Amanat dengan syarat dan ketentuan sebagaimana dimuat dalam
Akta No. 41 tanggal 23 November 2015 yang dibuat di hadapan
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H, Notaris di Jakarta.
Perjanjian Perwaliamanatan
Sukuk Ijarah
:
Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat
Tahap III Tahun 2015, yang dibuat oleh dan antara Perseroan
dan Wali Amanat Sukuk Ijarah dengan syarat dan ketentuan
sebagaimana dimuat dalam Akta No. 45 tanggal 23 November 2015
yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,
S.H, Notaris, Notaris di Jakarta.
Perjanjian Tentang Pendaftaran :
Obligasi di KSEI
Perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI perihal
Pendaftaran Obligasi di KSEI No. SP-0045/PO/KSEI/1115 tanggal
23 November 2015, dibuat di bawah tangan bermaterai cukup berikut
perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya
dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat
oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari.
Perjanjian Tentang Pendaftaran :
Sukuk Ijarah di KSEI
Perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI perihal
Pendaftaran Sukuk Ijarah di KSEI No. SP-0007/PO-Syrh/KSEI/1115
tanggal 23 November 2015, yang dibuat di bawah tangan bermaterai
cukup berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang
sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian
hari.
Pernyataan Pendaftaran
:
Pernyataan
pendaftaran
sebagaimana
dimaksud
dalam
pasal 1 Angka 19 Undang-Undang Pasar Modal juncto
Peraturan No.IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No.Kep-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, berikut dokumendokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada Ketua OJK sebelum
melakukan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah kepada
Masyarakat termasuk perubahan-perubahan, tambahan-tambahan
serta pembetulan-pembetulan untuk memenuhi persyaratan
Bapepam dan LK.
Perseroan
:
PT Indosat Tbk.
xvii
Persyaratan Sukuk Ijarah
:
Ketentuan dan persyaratan yang berlaku untuk Sukuk Ijarah
sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan
Sukuk Ijarah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Perjanjian ini, sehingga kata demi kata harus dianggap termasuk
dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah.
Perusahaan Asosiasi
:
suatu entitas termasuk entitas non korporasi seperti persekutuan,
dimana Perseroan mempunyai pengaruh signifikan dengan
kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Perseroan antara 20% dan
50% sesuai dengan pernyataan standar akuntansi yang berlaku di
Negara Indonesia.
Penawaran Umum
:
Berkelanjutan Obligasi dan
Sukuk Ijarah Perseroan Tahap I
Tahun 2014
berarti Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap
I Tahun 2014 dengan jumlah sebesar Rp2.310.000.000.000,- dan
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 sebesar
Rp190.000.000.000,- yang telah mendapatkan pernyataan efektif
dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 4 Desember 2014.
Penawaran Umum
:
Berkelanjutan Obligasi dan
Sukuk Ijarah Perseroan Tahap
II Tahun 2015
berarti Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap
II Tahun 2015 dengan jumlah sebesar Rp2.684.000.000.000,- dan
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sebesar
Rp416.000.000.000,-.
Pihak Terafiliasi
:
Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 UUPM.
Pinjaman Bersih
:
Total Utang Konsolidasi dikurangi dengan (i) kas dan setara kas
konsolidasi; dan (ii) Investasi Keuangan.
Pokok Obligasi
:
Jumlah pokok pinjaman/utang Perseroan kepada Pemegang
Obligasi, yang pada Tanggal Emisi harus dibayar oleh Perseroan
kepada Pemegang Obligasi dengan memperhatikan ketentuan
Pasal 5 dan Pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan.
Informasi Tambahan
:
Informasi Tambahan yang disusun oleh Perseroan bersama-sama
dengan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah dan
diterbitkan oleh Perseroan dalam rangka Emisi sesuai dengan
ketentuan-ketentuan Pasal 1 ayat 26 UUPM.
Informasi Tambahan Ringkas
:
Ringkasan Informasi Tambahan yang disusun oleh Perseroan
bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Sukuk Ijarah serta diumumkan oleh Perseroan dalam sekurangkurangnya 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang
berperedaran nasional dalam jangka waktu 2 (dua) Hari Kerja
setelah diterimanya pernyataan dari Bapepam dan LK bahwa
Perseroan wajib mengumumkan Informasi Tambahan Ringkas.
PSTN
:
Public Switched Telephone Network, yaitu jaringan telepon tetap
yang dioperasikan dan dikelola oleh PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk.
Rekening Efek
:
Rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana
milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI atau
Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening
Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi.
RNC
:
Radio Network Controller, suatu perangkat yang berfungsi untuk
mengontrol BTS 3G (Node B) dan sebagai konsentrator trafik dari
BTS ke MSC untuk suara dan SGSN untuk data.
xviii
Roaming
:
Fitur telekomunikasi selular yang dapat membuat pelanggan
dari suatu jaringan menggunakan telepon genggam dan nomor
teleponnya di suatu wilayah dimana terdapat cakupan jaringan
selular yang diselenggarakan oleh penyelenggara lain.
Rupiah atau Rp
:
Mata uang negara Republik Indonesia.
RUPO
:
Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Pasal
10 Perjanjian Perwaliamanatan.
RUPSI
:
Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah sebagaimana diatur dalam
Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Satelindo
:
PT Satelit Palapa Indonesia.
Satuan Pemindahbukuan
:
Satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dan
diperdagangkan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya,
yaitu senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Sisa Imbalan Ijarah
:
Jumlah keseluruhan dana yang wajib dikembalikan oleh Perseroan
kepada Pemegang Sukuk Ijarah berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, yang belum dibayar kembali pada
suatu waktu tertentu, dengan jumlah sebesar Rp106.000.000.000,(seratus enam miliar Rupiah), berjangka waktu 7 (tujuh) tahun dan
10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi, serta harus dibayar kembali
oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk Ijarah pada Tanggal
Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, dengan memperhatikan
ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah,
dimana nilai Sisa Imbalan Ijarah tersebut dari waktu ke waktu dapat
berkurang sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali
Sukuk Ijarah.
Sertifikat Jumbo Obligasi
:
Bukti penerbitan Obligasi yang disimpan di KSEI yang diterbitkan
atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui
Pemegang Rekening.
Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah
:
Bukti penerbitan Sukuk Ijarah yang disimpan di KSEI yang diterbitkan
atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah melalui
Pemegang Rekening.
Sisindosat
:
PT Sisindosat Lintasbuana.
SKKL
:
Sistem Komunikasi Kabel Laut.
SLJJ
:
Sambungan Langsung Jarak Jauh.
Smartfren atau dahulu
Mobile-8
:
PT Smartfren Telecom Tbk, dahulu bernama PT Mobile-8 Telecom
Tbk.
SMS
:
Short Message Service, sarana untuk mengirim atau menerima
pesan yang berisi huruf dan angka kepada atau dari telepon
genggam selular.
SMT
:
PT Starone Mitra Telekomunikasi.
Sukuk
:
Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai
sama dan mewakili bagian yang tidak tertentu (tidak terpisahkan
atau tidak terbagi) atas:
1) Aset berwujud tertentu;
2) Nilai manfaat atas aset berwujud tertentu yang sudah ada
maupun yang akan ada;
3) Jasa yang sudah ada maupun yang akan ada;
4) Aset proyek tertentu; dan/atau
5) Kegiatan investasi yang telah ditentukan.
xix
Sukuk Ijarah
:
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Sukuk Ijarah Berkelanjutan
:
Berarti Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat, yang akan ditawarkan
oleh Penjamin Emisi Obligasi kepada Masyarakat melalui
Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target Sisa Imbalan Ijarah
sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun Rupiah).
Sukuk Ijarah IV
:
Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009.
Sukuk Ijarah V
:
Sukuk Ijarah Indosat V Tahun 2012.
Tanggal Emisi
:
Tanggal distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah ke dalam Rekening Efek
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah berdasarkan
penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi dan Sertifikat Jumbo Sukuk
Ijarah yang diterima oleh KSEI dari Perseroan yang juga merupakan
Tanggal Pembayaran.
Tanggal Informasi Tambahan
:
Tanggal saat informasi tambahan ini diterbitkan.
Tanggal Pelunasan Pokok
Obligasi
:
Tanggal jatuh tempo masing-masing seri Obligasi dan dapat
ditagihnya seluruh pokok masing-masing seri Obligasi yang wajib
dibayar oleh Perseroan.
Tanggal Pembayaran Emisi
:
Tanggal pembayaran dana hasil Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah
kepada Perseroan yang telah disetor oleh Penjamin Emisi Obligasi
dan Sukuk Ijarah melalui Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Sukuk Ijarah berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi
dan Sukuk Ijarah.
Tanggal Pembayaran Cicilan
Imbalan Ijarah
:
Tanggal-tanggal jatuh tempo pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
kepada Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak, yang ditentukan
berdasarkan Daftar Pemegang Rekening dengan memperhatikan
ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Tanggal Pembayaran Kembali :
Sisa Imbalan Ijarah
Tanggal jatuh tempo dan dapat ditagihnya seluruh Sisa Imbalan
Ijarah, dengan memperhatikan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan
Sukuk Ijarah.
TBIG
:
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Telekomunikasi Tetap
:
Layanan telekomunikasi tetap atau disebut juga “Telepon Tetap”
yang mencakup telepon tetap nirkabel dengan teknologi CDMA,
telepon tetap kabel dan Sambungan Telekomunikasi Jarak Jauh,
domestik dan internasional.
Telkom
:
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
Telkomsel
:
PT Telekomunikasi Selular.
Total Aset
:
Berarti sejak tanggal ditetapkan, jumlah aset terkonsolidasi yang
dicatat dalam laporan keuangan kuartal terkonsolidasi yang terbaru
dari Perseroan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi yang
berlaku di Indonesia.
Total Utang Konsolidasi
:
Berarti:
i) Jumlah utang pokok dan premium (jika ada) sehubungan
dengan utang kepada pihak tersebut dan utang sebagaimana
dibuktikan dengan notes, surat utang, sukuk atau instrumen
serupa lainnya yang mengandung bunga yang harus dibayar;
ii) Seluruh kewajiban kepada suatu pihak sehubungan dengan
utang pengadaan yang merupakan utang dagang kepada
pemasok: (a) yang mengandung bunga; dan (b) memiliki jatuh
tempo lebih dari 6 (enam) bulan setelah tanggal penerbitan
invoice.
xx
Akan tetapi, sehubungan dengan anggota dari Grup, tidak termasuk
seluruh pinjaman yang diperoleh anggota Grup dari pemegang
saham Perseroan (baik langsung maupun tidak langsung) yang
memiliki peringkat subordinasi terhadap pinjaman sebagaimana
dimaksud dalam butir (i) dan (ii) di atas.
Transaksi Aset Infrastruktur
Aktif Alternatif
:
Berarti, sehubungan dengan Perseroan atau Anak Perusahaan,
setiap transaksi (atau rangkaian transaksi terkait) dimana Perseroan
atau Anak Perusahaan secara kontraktual memberikan hak dan
manfaat manajemen/pengelolaan dan/atau hak operasional dan
manfaat dan/atau beberapa atau sebagian besar hak dan manfaat
kepemilikan dari satu atau lebih Aset Infrastruktur Aktif kepada satu
atau lebih Network JV, dan Network JV atau Network JV secara
kontraktual menerima kewajiban sehubungan dengan manajemen/
pengelolaan dan/atau operasi dan/atau yang mungkin terkait atau
tidak terkait dengan kepemilikan atas Aset Infrastruktur Aktif untuk
periode apapun, dari setiap yang mungkin termasuk atau tidak
termasuk pengalihan atas atau perjanjian untuk mengalihkan hak
yang sah untuk setiap hak dan/atau aset Perseroan atau Anak
Perusahaan kepada Network JV tersebut atau menjual, menyewa,
mengalihkan atau menerbitkan hak dan/atau aset Perseroan atau
Anak Perusahaan kepada Network JV (atau kesepakatan untuk
melakukan hal tersebut), dalam hal demikian, dimana Perseroan
atau setiap Anak Perusahaan tetap memiliki hak untuk menggunakan
(baik berdasarkan perjanjian sewa atau lainnya) semua atau porsi
dari Aset Infrastruktur Aktif tersebut.
Undang-Undang Pasar Modal :
(UUPM)
Undang-Undang Republik Indonesia No.8 tahun 1995 tanggal
10 November 1995 tentang Pasar Modal Lembaran Negara Republik
Indonesia No.64 Tahun 1995 Tambahan No.3608.
VoIP
:
Voice over Internet Protocol, sarana pengiriman informasi suara
dengan menggunakan Internet protocol. Informasi suara dikirimkan
dengan discrete packets dalam bentuk digital, bukan melalui
circuit-committed protocols dari PSTN seperti biasanya, sehingga
dapat menghindari biaya yang dikenakan oleh para penyelenggara
sambungan jarak jauh konvensional.
VSAT
:
Very Small Aperture Terminal, satellite dish yang ukurannya relatif
kecil, biasanya berdiameter 1,5 sampai dengan 3,8 meter, yang
diletakkan di tempat pengguna dan digunakan untuk komunikasi
data dua arah melalui satelit.
WAP
:
Wireless Application Protocol, Suatu teknologi platform standar yang
bersifat terbuka dan global yang dapat membuat pengguna selular
mengakses dan berinteraksi dengan layanan informasi bergerak
seperti email, situs internet (situs), informasi keuangan, informasi
online banking, informasi hiburan, permainan dan pembayaran
mikro.
Wali Amanat Obligasi dan Wali :
Amanat Sukuk Ijarah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, suatu perseroan terbatas
yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia
dan berkedudukan hukum di Jakarta Selatan, atau penerus atau
penggantinya yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi dan
Sukuk Ijarah.
XL
PT XL Axiata Tbk, dahulu bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk.
:
xxi
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini memuat fakta-fakta serta pertimbangan-pertimbangan yang paling penting
bagi Perseroan serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya
dengan informasi lain yang lebih rinci, termasuk laporan keuangan konsolidasian dan catatan atas
laporan keuangan konsolidasian terkait. Seluruh informasi keuangan bersumber dari laporan keuangan
konsolidasian Perseroan yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Kecuali dinyatakan lain, seluruh pembahasan atas informasi keuangan dilakukan pada tingkat
konsolidasian. Seluruh informasi keuangan, termasuk saldo, jumlah, persentase, yang disajikan
dalam Informasi Tambahan ini dibulatkan dalam miliaran atau jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain.
Oleh karena itu, setiap perbedaan yang terjadi atas penjumlahan informasi keuangan tersebut yang
disajikan dalam tabel-tabel yang tercantum dalam Informasi Tambahan ini, yaitu antara nilai menurut
hasil penjumlahan dengan nilai yang tercantum dalam Informasi Tambahan, disebabkan oleh faktor
pembulatan tersebut.
A.UMUM
Perseroan didirikan dengan nama PT Indonesian Satellite Corporation berdasarkan Akta Pendirian
tanggal 10 November 1967 No.55 yang dibuat di hadapan Mohamad Said Tadjoedin, S.H., pada waktu
itu Notaris di Jakarta, yang memiliki status sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing berdasarkan
Undang-Undang No.1 Tahun 1967 sebagaimana diubah dengan Undang-undang No.11 Tahun 1970
tentang Penanaman Modal Asing (“Akta No.55”). Akta No.55 tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Penetapan No.J.A.5/88/24 tertanggal 20 November
1967, dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta pada tanggal 25 November 1967 di bawah
No.2037 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.26, tanggal 29 Maret
1968, Tambahan No.24 (“Akta Pendirian”).
Pada tahun 1980, status perusahaan penanaman modal asing Perseroan dicabut pada saat Negara
Republik Indonesia menjadi pemegang saham tunggal Perseroan dan status Perseroan berubah menjadi
Persero berdasarkan Undang-Undang No.9 tahun 1969 tentang Perusahaan Persero (Persero).
Status Perseroan sebagai Perusahaan Persero berakhir pada tanggal 27 Desember 2002 sebagai
akibat dari penjualan 434.250.000 lembar saham Seri B yang dimiliki oleh Negara Republik Indonesia
atau mewakili 41,94% dari seluruh saham Seri B yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Indonesia
Communications Limited, suatu perusahaan yang berkedudukan di Mauritius (“ICL”) dan pada bulan
Januari 2003, status Perseroan berubah kembali menjadi perusahaan penanaman modal asing.
Sejak Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap II Indosat Tahun 2015
sampai dengan Tanggal Informasi Tambahan, Perseroan telah melakukan perubahan seluruh
anggaran dasarnya untuk disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 32 berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 30 tanggal 10 Juni 2015, dibuat dihadapan Aryanti Artisari, SH, Notaris di Jakarta,
yang telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
No. AHU-AH.01.03-0946504 tanggal 29 Juni 2015.
Perseroan adalah penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu di Indonesia dan Perseroan
menawarkan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional yang lengkap di Indonesia. Perseroan
adalah operator selular yang termasuk dalam operator besar di Indonesia, dan penyelenggara
terkemuka di sektor jasa sambungan langsung internasional di Indonesia. Perseroan juga menyediakan
jasa MIDI untuk pelanggan korporasi domestik dan regional dan pelanggan berskala besar dan juga
untuk pelanggan domestik retail. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015
dan 2014, serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan
2010 total pendapatan usaha Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp19.581,5 miliar, Rp17.717,3
miliar, Rp24.085,1 miliar, Rp23.855,3 miliar, Rp22.418,8 miliar Rp20.529,3 miliar dan Rp19.735,0 miliar.
xxii
Produk dan jasa utama Perseroan meliputi:
1. Jasa selular. Perseroan menyediakan jasa selular GSM 900 dan 1800 dan 3G kepada sekitar
69,0 juta pelanggan selular di seluruh Indonesia, per tanggal 30 September 2015. Perseroan juga
menyediakan layanan mobile internet menggunakan platform DCHSPA+ pada tahun 2015 dan per
tanggal 30 September 2015, pengguna mobile internet mencapai angka 32,2 juta.
2. Layanan MIDI. Perseroan menyediakan layanan MIDI yang terdiri dari layanan Internet dan layanan
data komunikasi, seperti Penyewaan Sirkit Internasional dan Domestik dan layanan berbasis
MPLS. Perseroan juga menyediakan layanan berbasis satelit, seperti penyewaan transponder,
layanan VSAT dan Layanan Nilai Tambah/IT, seperti layanan Disaster Recovery Center, layanan
Data Center dan layanan Cloud Computing. Perseroan menyediakan layanan-layanan ini secara
langsung dan melalui anak Perseroan Perseroan, Lintasarta dan IM2. Perseroan menawarkan
paket produk dan layanan ini khususnya kepada pelanggan korporasi dan wholesaler Perseroan
sebagai usaha untuk menjadi penyedia solusi informasi dan telekomunikasi mereka.
3. Jasa telekomunikasi tetap (layanan suara). Perseroan adalah salah satu penyelenggara jasa
sambungan langsung jarak jauh internasional terkemuka di Indonesia, berdasarkan jumlah menit
sambungan masuk dan keluar untuk tahun 2013. Untuk mendukung jasa selular Perseroan dan
meningkatkan akses Perseroan ke pelanggan jasa sambungan langsung jarak jauh domestik dan
internasional, Perseroan juga menyediakan jasa telepon tetap nirkabel menggunakan teknologi
CDMA 2000 1x. Perseroan juga menyediakan jasa SLJJ sejak tahun 2003 dan jasa teleponi tetap
lokal sejak 2002.
B. PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
Susunan pemegang saham Perseroan sejak Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Indosat
Tahun 2015 dan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Indosat Tahun 2015 sampai
dengan tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan mengalami perubahan. Adapun struktur permodalan
Perseroan pada tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan adalah sebagaimana tercantum dalam
daftar Pemilikan Saham yang Mencapai 5,00% atau Lebih Dari Saham Yang Ditempatkan dan Disetor
penuh per 31 Oktober 2015 dan Laporan Kepemilikan Saham Direksi dan Komisaris per 31 Oktober
2015 yang disusun oleh PT EDI Indonesia serta surat pelaporan kepemilikan saham diatas 5,00% yang
dilaporkan oleh Skagen Funds (SKAGEN AS) kepada OJK dan Perseroan tanggal 20 November 2015,
yaitu:
Keterangan
Modal Dasar:
Saham Seri A
Saham Seri B
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Saham Seri A:
Negara Republik Indonesia
Saham Seri B:
1. Ooredoo Asia Pte Ltd
2. Negara Republik Indonesia
3. SKAGEN Funds (SKAGEN AS)
4.Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham
Jumlah Nominal (Rp)
Persentase (%)
20.000.000.000
1
19.999.999.999
2.000.000.000.000
100
1.999.999.999.900
-
1
3.532.056.600
776.624.999
292.038.050
833.213.850
5.433.933.500
14.566.066.500
100
353.205.660.000
77.662.499.900
29.203.805.000
83.321.385.000
543.393.350.000
1.456.606.650.000
- 65,00
14,29
5,37
15,34
100,00
-
xxiii
C. ENTITAS ANAK DAN PERNYERTAAN PADA PERUSAHAAN LAINNYA YANG DIMILIKI
LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG OLEH PERSEROAN
Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan, Entitas Anak dan pernyertaan pada perusahaan lainnya
yang dimiliki langsung dan tidak langsung oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
Entitas Anak
Penyertaan
KegiatanUsaha
Status Operasional
Keuangan
Sedang dalam
proses likuidasi
Aktif
Aktif
Aktif
Aktif
Aktif
IPBV
ISPL
IM2
SMT
Lintasarta
PBD
Telekomunikasi
Multimedia
Telekomunikasi
Komunikasi Data
Web Portal
Tahun
Pendirian
2010
2010
Kepemilikan
Saat ini (%)
100,00
2005
2001
2006
1989
2015
100,00
99,85
99,94
72,36
62,00
Tahun Penyertaan
2005
1996
2006
1988
2015
Pernyertaan Perseroan Pada Perusahaan Lainnya
Penyertaan
KegiatanUsaha
Status Operasional
Tahun Penyertaan
ACPL*
Perbaikan dan
Aktif
1986
Pemeliharaan Kabel Laut
ATH*
Holding Company
Aktif
1994
Acasia*
Telekomunikasi
Aktif
1995
Aktif
2004
FM*
Televisi Kabel dan
Penyelenggara Layanan
Jaringan Internet
PGBS*
Pembangunan, teknik, jasa,
Aktif
2003
perdagangan dan konsultan
*Kepemilikan saham tidak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
Kepemilikan
Saat ini (%)
16,67
14,29
12,80
1,07
18,89
Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan, perusahaan yang dimiliki langsung oleh Entitas Anak
adalah sebagai berikut:
Penyertaan
KegiatanUsaha
IMBV
Keuangan
IVM
LMD
Artajasa
Televisi Berbayar
Layanan Informasi dan Komunikasi
Jasa dan perdagangan
Dimiliki Melalui
Status Operasional
IPBV
Sedang dalam proses
likuidasi
Belum aktif
Aktif
Aktif
IM2
Lintasarta
Lintasarta
Tahun
Penyertaan
2010
2010
2008
2000
Kepemilikan
Saat ini (%)
100,00
99,98
70,00
55,00
D. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
Ringkasan Penawaran Umum Obligasi
Nama Obligasi
:
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jumlah Pokok Obligasi
:
Sebesar Rp794.000.000.000,- (tujuh ratus sembilan puluh empat
miliar Rupiah) yang terdiri dari:
Seri A : Sebesar Rp201.000.000.000,- (dua ratus satu miliar
Rupiah)
Seri B : Sebesar Rp301.000.000.000,- (tiga ratus satu miliar
Rupiah)
Seri C : Sebesar Rp130.000.000.000,- (seratus tiga puluh miliar
Rupiah)
Seri D : Sebesar Rp162.000.000.000,- (seratus enam puluh dua
miliar Rupiah)
xxiv
Jangka Waktu dan Jatuh
Tempo
:
Jangka waktu Obligasi adalah untuk 3 (tiga) tahun untuk Obligasi Seri
A akan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2018, 5 (lima) tahun
untuk Obligasi Seri B akan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember
2020, 7 (tujuh) tahun untuk Obligasi Seri C akan jatuh tempo pada
tanggal 8 Desember 2022 dan 10 (sepuluh) tahun untuk Obligasi Seri
D akan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2025.
Peringkat Obligasi
:
id
Tanggal Efektif
:
4 Desember 2014.
Tanggal Pencatatan
:
10 Desember 2015
Harga Penawaran
:
100% dari Pokok Obligasi.
Bunga Obligasi
:
Obligasi ini memberikan tingkat bunga tetap sebesar 10,00% per
tahun untuk Obligasi Seri A, 10,25% per tahun untuk Obligasi Seri B,
10,60% per tahun untuk Obligasi Seri C dan 11,20% per tahun untuk
Obligasi Seri D.
AAA (Triple A) dari Pefindo dan AAA(idn) (Triple A) dari Fitch.
Bunga dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, di mana 1 (satu)
bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung
360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender Sejak Tanggal Emisi
Jenis Obligasi
:
Obligasi diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti
utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi.
Satuan Pemindahbukuan
:
Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Satuan Pemesanan
:
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah
sekurang-kurangnya sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau
kelipatannya.
Pembelian Kembali (Buy
Back)
:
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali setelah 1 (satu)
tahun setelah Tanggal Penjatahan. Saat melakukan pembelian
kembali Obligasi baik sebagai pelunasan Obligasi maupun untuk
disimpan, Perseroan wajib melaporkan rencana pembelian kembali
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum pengumuman
rencana pembelian kembali di surat kabar. Pengumuman dalam surat
kabar wajib dilakukan dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang mempunyai peredaran nasional selambat-lambatnya
2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal permulaan penawaran
pembelian kembali kecuali: jika pembelian kembali tidak lebih dari
5% (lima persen) dari jumlah Obligasi yang beredar dalam periode
1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Obligasi yang dibeli
kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan,
dan Obligasi yang dibeli kembali tersebut hanya untuk disimpan yang
kemudian hari dapat dijual kembali, dengan ketentuan bahwa rencana
pembelian kembali tersebut wajib dilaporkan kepada OJK oleh
Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman
rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar.
Pembayaran Bunga Obligasi :
Setiap 3 (tiga) bulanan terhitung sejak Tanggal Emisi.
Penyisihan Dana (Sinking
Fund)
:
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan
Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan
dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan
dana hasil Emisi Obligasi.
Wali Amanat
:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
xxv
Beberapa Ketentuan Yang
Harus Diindahkan Oleh
Perseroan
:
Keterangan mengenai pembatasan dan kewajiban Perseroan
sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi diuraikan dalam
Bab XI mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Ringkasan Penawaran Umum Sukuk Ijarah
Nama Sukuk Ijarah
: Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah
: Sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar Rupiah) yang
terdiri dari:
Seri A:Sebesar Rp65.000.000.000,- (enam puluh lima miliar
Rupiah)
Seri B: Sebesar Rp41.000.000.000,- (empat puluh satu miliar
Rupiah)
Jangka Waktu dan Jatuh
Tempo
: Jangka waktu Sukuk Ijarah adalah 7 (tujuh) tahun untuk Sukuk
Ijarah Seri A akan jatuh tempo pada tanggal 8 Desember 2022 dan
10 (sepuluh) tahun untuk Sukuk Ijarah Seri B akan jatuh tempo pada
tanggal 8 Desember 2025.
Peringkat Sukuk Ijarah
:
Tanggal Efektif
: 4 Desember 2014.
Tanggal Pencatatan
: 10 Desember 2015
Harga Penawaran
: 100% dari Sisa Imbalan Ijarah.
Cicilan Imbalan Ijarah
: Sukuk Ijarah ini memberikan Cicilan Imbalan Ijarah sebesar
Rp6.890.000.000,- (enam miliar delapan ratus sembilan puluh juta
Rupiah) per tahun untuk seri A, dan Rp4.592.000.000,- (empat miliar
lima ratus sembilan puluh dua juta Rupiah) per tahun untuk seri B
Jenis Sukuk Ijarah
: Sukuk Ijarah diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk
Ijarah yang diterbitkan oleh Perseroan untuk didaftarkan atas nama
KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Sukuk Ijarah
di KSEI sebagai bukti kewajiban pembayaran Imbalan Ijarah untuk
kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah melalui Pemegang Rekening
dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan di bidang Pasar Modal.
Obyek Ijarah
: Hak manfaat atas sebagian kapasitas dari jaringan yang digunakan
Perseroan untuk penyelenggaraan layanan MIDI.
Satuan Pemindahbukuan
: Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Satuan Pemesanan
: Pemesanan pembelian Sukuk Ijarah harus dilakukan dalam jumlah
sekurang-kurangnya sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau
kelipatannya.
id
AAA (sy) ( Triple A Syariah) dari Pefindo dan AAA(idn) (Triple A) dari Fitch.
xxvi
Pembelian Kembali
(Buy Back)
: Perseroan dapat melakukan pembelian kembali setelah 1 (satu) tahun
setelah Tanggal Penjatahan. Saat melakukan pembelian kembali
Sukuk Ijarah baik sebagai pelunasan Sukuk Ijarah maupun untuk
disimpan, Perseroan wajib melaporkan rencana pembelian kembali
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum pengumuman
rencana pembelian kembali di surat kabar. Pengumuman dalam surat
kabar wajib dilakukan dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang mempunyai peredaran nasional selambat-lambatnya
2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal permulaan penawaran
pembelian kembali kecuali: jika pembelian kembali tidak lebih dari
5% (lima persen) dari jumlah Sukuk Ijarah yang beredar dalam
periode 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Sukuk Ijarah
yang dibeli kembali tersebut bukan Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh
Afiliasi Perseroan, dan Sukuk Ijarah yang dibeli kembali tersebut
hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali,
dengan ketentuan bahwa rencana pembelian kembali tersebut wajib
dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari
Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Sukuk
Ijarah tersebut di surat kabar setelah terjadinya pembelian kembali
Sukuk Ijarah tersebut.
Pembayaran Cicilan Imbalan : Setiap 3 (tiga) bulanan terhitung sejak Tanggal Emisi.
Ijarah
Penyisihan Dana (Sinking
Fund)
: Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan
Sukuk Ijarah ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah sesuai dengan tujuan
rencana penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah.
Wali Amanat
: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Beberapa Ketentuan Yang
Harus Diindahkan Oleh
Perseroan
: Keterangan mengenai pembatasan dan kewajiban Perseroan
sehubungan dengan Penawaran Umum Sukuk Ijarah diuraikan dalam
Bab XI mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Skema Sukuk Ijarah:
Akad Wakalah
Akad Ijarah
2)
1)
Perseroan sebagai
wakil pemodal
4)Pembayaran
dari pelanggan
akhir
Perseroan sebagai
lessor
Investor/Pemodal
6) Sisa imbalan ijarah (at maturity)
1.a) Dana sukuk ijarah
5 ) Cicilan imbalan ijarah (quarterly)
1.b) Sukuk ijarah
3)Menyewakan
kepada
pelanggan
akhir
Akad Ijarah :
Perseroan melakukan akad ijarah
dengan pemodal melalui Wali
Amanat sebagai wakil dari
pemodal untuk mengalihkan
manfaat penggunaan MIDI
dengan spec, jumlah dan
waktu tertentu. Pemodal dalam
hal ini menjadi pemegang
sukuk ijarah.
Pengguna MIDI
pelanggan akhir
xxvii
Akad Wakalah :
Perseroan dan Pemodal
melakukan akad wakalah,
dalam hal ini Perseroan bertindak
sebagai wakil Pemodal untuk
untuk mengalihkan kembali
manfaat penggunaan MIDI
kepada pelanggan akhir dan
menerima pembayaran dari
pelanggan akhir.
MIDI
E. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM
A. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya Emisi akan
dipergunakan oleh Perseroan untuk:
1. Sekitar 25,2% pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa
pinjaman rupiah yang dimiliki oleh Perseroan sebagaimana telah diungkapkan oleh Perseroan
pada Bab III Pernyataan Utang Informasi Tambahan ini, dengan rincian sebagai berikut:
a. Pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk dengan nilai fasilitas pinjaman (Kredit Investasi)
Rp1.000.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp100.000.000.000,b. Pinjaman dari PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Tbk dengan nilai fasilitas pinjaman
Rp650.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp100.000.000.000,Perseroan tidak memerlukan persetujuan dari kreditur untuk pelunasan dini dan Perseroan
tidak terafiliasi dengan kreditur.
2. Sekitar 37,0% akan digunakan untuk pembelian Base Station Subsystem (“BSS”) yang
bertujuan untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan
jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru. Adapun spesifikasi BSS yang
dimaksud adalah BTS/BSC/RNC untuk mendukung teknologi GSM, UMTS dan LTE dalam
satu platform di pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz.
3. Sekitar 37,8% akan digunakan untuk Pembayaran Biaya Hak Penggunaan (“BHP”) Spektrum
Frekuensi Radio kepada Pemerintah. BHP Spektrum Frekuensi Radio dibayarkan di muka
untuk masa Izin Stasiun Radio (“ISR”) satu tahun. Adapun masa laku izin penggunaan
frekuensi untuk pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz adalah
10 tahun dan dapat diperpanjang untuk 10 tahun berikutnya. Besaran pembayaran BHP
Spektrum Frekuensi Radio setiap tahunnya ditentukan oleh Pemerintah berdasarkan formula
yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menkominfo terkait.
B. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Sukuk Ijarah setelah dikurangi dengan biaya Emisi
seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk Pembelian Base Station Subsystem (“BSS”)
yang bertujuan untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan
jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru. Adapun spesifikasi BSS yang dimaksud
adalah BTS/BSC/RNC untuk mendukung teknologi GSM, UMTS dan LTE dalam satu platform di
pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz.
Keterangan lebih lanjut mengenai rencana pengunaan dana Perseroan dalam Penawaran Umum
dijelaskan lebih lanjut pada Bab II dalam Informasi Tambahan ini.
F. IKHTISAR DATA KEUANGAN KONSOLIDASIAN PENTING
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan konsolidasian penting Perseroan dan Entitas
Anak, yang angka-angkanya diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
pada tanggal 30 September 2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2015 dan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers), auditor independen, berdasarkan
Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI. Laporan keuangan konsolisian Perseroan dan
Entitas Anak pada tanggal 30 September 2014 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (sekarang KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja) (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan
Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma
anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan
oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.
xxviii
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2015
dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut ditandatangani oleh Jumadi,
sedangkan pada tanggal 30 September 2014 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal tersebut serta pada tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut ditandatangani oleh Benyanto Suherman, dan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut ditandatangani oleh Roy Iman Wirahardja,
serta pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
tersebut ditandatangani oleh Hari Purwantono.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2014 dan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan
dengan penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013), yang tidak direviu, dimana sebelum disajikan kembali
telah direviu oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited),
auditor independen, berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014 dan
2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan
dengan penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013), yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan kembali
telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited),
auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2010 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan dengan penerapan
PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22, yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan
kembali telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global
Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian.
Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
30 September
2015
8.821.599
43.789.363
52.610.962
15.055.778
24.314.380
39.370.158
31 Desember
2012
8.308.810
46.916.251
55.225.061
11.015.751
24.813.926
35.829.677
2014*)
2013*)
2011
2010**)
5.455.940
Aset Lancar
8.590.976
7.168.980
5.767.565
Aset Tidak Lancar
44.678.721
47.397.066
47.465.447
47.869.188
Jumlah Aset
53.269.697
54.566.046
53.233.012
53.325.128
Liabilitas Jangka Pendek
21.147.814
13.494.097
11.968.067
12.024.949
Liabilitas Jangka Panjang
17.823.328
24.300.804
22.295.845
23.044.805
Jumlah Liabilitas
38.971.142
37.794.901
34.263.912
35.069.754
Jumlah Ekuitas Yang Dapat
Diatribusikan Kepada :
Pemilik Entitas Induk
12.491.482
13.617.836
16.173.557
18.861.369
18.515.308
17.869.847
Kepentingan non pengendali
749.322
680.719
597.588
534.015
453.792
385.527
18.255.374
Jumlah Ekuitas
13.240.804
14.298.555
16.771.145
19.395.384
18.969.100
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
52.610.962
53.269.697
54.566.046
55.225.061
53.233.012
53.325.128
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
**) disajikan kembali (tidak diaudit) akibat penerapan PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22
xxix
Ikhtisar Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Keterangan
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
31 Desember
2015
2014*)
2014*)
2013*)
2012*)
2011
2010**)
19.581.537
17.717.268 24.085.101 23.855.272 22.418.812
20.529.292 19.735.046
(17.693.566) (17.225.960) (23.438.278) (22.352.821) (19.228.914) (17.364.983) (16.321.946)
1.887.971
491.308
646.823
1.502.451
3.189.898
3.164.309
3.413.100
Pendapatan usaha
Beban Bersih
Laba Usaha
Laba (Rugi) Sebelum
Pajak Penghasilan
(1.652.917) (1.294.033) (1.962.010) (3.340.602)
461.618
1.331.357
1.121.355
Laba (Rugi) Periode/
Tahun Berjalan
(1.014.103) (1.241.690) (1.878.229) (2.671.972)
487.416
1.066.744
742.906
Laba (Rugi) Periode/
Tahun Berjalan Yang
Dapat Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas
Induk
(1.122.335) (1.329.748) (2.008.364) (2.788.212)
375.106
968.653
666.374
Kepentingan non
pengendali
108.232
88.058
130.135
116.240
112.310
98.091
76.532
Laba (Rugi) Periode/
Tahun Berjalan
(1.014.103) (1.241.690) (1.878.229) (2.671.972)
487.416
1.066.744
742.906
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
**) disajikan kembali (tidak diaudit) akibat penerapan PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22
G. OBLIGASI DAN/ATAU SUKUK IJARAH YANG TELAH DITERBITKAN
Jumlah obligasi dan/atau sukuk Perseroan yang masih terutang hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Keterangan
Sukuk Ijarah IV
Tahun 2009 Seri B
Obligasi V Tahun
2007 Seri B
Sukuk Ijarah V
Tahun 2012
Obligasi VII Tahun
2009 Seri B
Obligasi VIII Tahun
2012 Seri A
Obligasi VIII Tahun
2012 Seri B
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri A
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri B
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri C
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri D
Jumlah Pokok
Obligasi atau
Sisa Imbalan
Ijarah (dalam juta
Rupiah)
Bunga atau
Cicilan Imbalan
Ijarah Tetap
Tahunan
Jangka Waktu
Jatuh
Tempo
Rp20.210 juta
7 (tujuh) tahun
8 Desember
2016
10 (sepuluh)
tahun
29 Mei 2017
7 (tujuh) tahun
27 Juni 2019
600.000 11,75% per tahun
7 (tujuh) tahun
8 Desember
2016
1.200.000 8,625% per tahun
7 (tujuh) tahun
27 Juni 2019
1.500.000 8,875% per tahun
10 (sepuluh)
tahun
27 Juni 2022
172.000
1.370.000 10,65% per tahun
300.000
Rp25.875 juta
Peringkat
Obligasi atau
Sukuk Ijarah
Tanggal
Efektif
AAA(sy) dari
Pefindo
idAAA dari
Pefindo
AAA
dari
id
(sy)
Pefindo
idAAA dari
Pefindo
idAAA dari
Pefindo
idAAA dari
Pefindo
30 November
2009
id
16 Mei 2007
19 Juni 2012
30 November
2009
19 Juni 2012
19 Juni 2012
950.000
10,0%
3 (tiga) tahun
12
Desember
2017
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
750.000
10,3%
5 (lima) tahun
12
Desember
2019
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
250.000
10,5%
7 (tujuh) tahun
12
Desember
2021
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
360.000
10,7%
10 (sepuluh)
tahun
12
Desember
2024
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
xxx
Keterangan
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri A
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri B
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap I
Tahun 2014 Seri C
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri A
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri B
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri C
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri D
Obligasi
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri E
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri A
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri B
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri C
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri D
Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I
Indosat Tahap II
Tahun 2015 Seri E
Total
Jumlah Pokok
Obligasi atau
Sisa Imbalan
Ijarah (dalam juta
Rupiah)
Bunga atau
Cicilan Imbalan
Ijarah Tetap
Tahunan
Jangka Waktu
Jatuh
Tempo
64.000
Rp6.400 juta
3 (tiga) tahun
12
Desember
2017
16.000
Rp1.648 juta
5 (lima) tahun
110.000
Rp11.550 juta
554.000
Peringkat
Obligasi atau
Sukuk Ijarah
Tanggal
Efektif
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
12
Desember
2019
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
7 (tujuh) tahun
12
Desember
2021
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
8,55%
370 (tiga ratus
tujuh puluh)
hari
14 Juni 2016
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
782.000
9,25%
3 (tiga) tahun
4 Juni 2018
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
584.000
10,00%
5 (lima) tahun
4 Juni 2020
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
337.000
10,25%
7 (tujuh) tahun
4 Juni 2022
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
427.000
10,40%
10 (sepuluh)
tahun
4 Juni 2025
idAAA dari
Pefindo
4 Desember
2014
55.000
Rp4.703 juta
370 (tiga ratus
tujuh puluh)
hari
14 Juni 2016
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
76.000
Rp7.030 juta
3 (tiga) tahun
4 Juni 2018
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
67.000
Rp6.700 juta
5 (lima) tahun
4 Juni 2020
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
43.000
Rp4.408 juta
7 (tujuh) tahun
4 Juni 2022
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
175.000
Rp18.200 juta
10 (sepuluh)
tahun
4 Juni 2025
id
AAA(sy) dari
Pefindo
4 Desember
2014
10.742.000
Sampai dengan Informasi Tambahan ini diterbitkan, jumlah obligasi terutang Perseroan adalah sebesar
Rp10.742.000.000.000,-. Seluruh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah diatas seluruhnya
telah dipergunakan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
xxxi
Halaman ini sengaja dikosongkan
I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
PT INDOSAT TBK.
Kegiatan Usaha:
Penyelenggara Jaringan dan/atau Jasa Telekomunikasi serta informatika dan/atau
jasa teknologi konvergensi
Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
Alamat Kantor Pusat:
Jl. Medan Merdeka Barat 21
Jakarta 10110, Indonesia
Telepon: (021) 30442615
Faksimili: (021) 30003757
Website: www.indosatooredoo.com
Email: [email protected]
Kantor-kantor Regional:
Regional Jabotabek, Regional Sumatera,
Regional Jawa Barat & Jawa Tengah,
Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara,
Regional Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua
Dalam rangka penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini, Perseroan telah memperoleh hasil
pemeringkatan atas efek utang jangka panjang (Obligasi dan Sukuk Ijarah) dari
PT Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) dan PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”):
AAA(idn) (Triple A)
AAA (Triple A)
id
AAA(idn) (Triple A)
AAAsy
(Triple A Syariah)
id
RISIKO USAHA UTAMA YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH PERSAINGAN
DARI PARA PEMAIN LAMA DAN PARA PEMAIN BARU DALAM INDUSTRI DAPAT MEMBERIKAN
DAMPAK NEGATIF BAGI BISNIS JASA SELULAR PERSEROAN, TERMASUK DI DALAMNYA
MUNCULNYA KEBERADAAN BISNIS OTT DI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DITAWARKAN DALAM
PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN
OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG, SELAIN ITU TIDAK
TERTUTUP KEMUNGKINAN PERSEROAN MELAKUKAN BUY BACK DI PASAR TERBUKA
SETELAH SATU TAHUN SEJAK TANGGAL PENJATAHAN.
1
A. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI
OBLIGASI BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015
JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR
RP794.000.000.000,- (TUJUH RATUS SEMBILAN PULUH EMPAT MILIAR RUPIAH)
YANG DIJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)
Nama Obligasi
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jangka Waktu, Jatuh Tempo Dan Bunga Obligasi
Obligasi ini terdiri dari:
Seri A : Sebesar Rp201.000.000.000,- (dua ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,00% (sepuluh koma nol nol persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun
sejak Tanggal Emisi, jatuh tempo Obligasi Seri A tanggal 8 Desember 2018.
Seri B : Sebesar Rp301.000.000.000,- (tiga ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,25% (sepuluh koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun
sejak Tanggal Emisi, jatuh tempo Obligasi Seri B tanggal 8 Desember 2020.
Seri C : Sebesar Rp130.000.000.000,- (seratus tiga puluh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,60% (sepuluh koma enam nol persen) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun
sejak Tanggal Emisi, jatuh tempo Obligasi Seri C tanggal 8 Desember 2022.
Seri D : Sebesar Rp162.000.000.000,- (seratus enam puluh dua miliar Rupiah) dengan tingkat bunga
tetap sebesar 11,20% (sebelas koma dua nol persen) per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh)
tahun sejak Tanggal Emisi, jatuh tempo Obligasi Seri D tanggal 8 Desember 2025.
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama
KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama
KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang
Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada
KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan
oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Jumlah Pokok Obligasi
Seluruh Jumlah Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah sebesar Rp794.000.000.000,- (tujuh
ratus sembilan puluh empat miliar Rupiah) yang terdiri dari :
- Obligasi Seri A;
- Obligasi Seri B;
- Obligasi Seri C;
- Obligasi Seri D.
yang merupakan 100% (seratus persen) dari harga Pokok Obligasi.
Satuan Pemindahbukuan
a. Satuan Pemindahbukuan Obligasi adalah sebesar Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.
Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya
2
Ketentuan Umum Pembayaran Bunga Obligasi
Bunga Obligasi ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran
pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, dimana Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan)
sejak Tanggal Emisi. Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Seri A
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
Seri B
Seri C
8 Maret 2016
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
Seri D
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
8 Maret 2023
8 Juni 2023
8 September 2023
8 Desember 2023
8 Maret 2024
8 Juni 2024
8 September 2024
8 Desember 2024
8 Maret 2025
8 Juni 2025
8 September 2025
8 Desember 2025
Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi, dimana 1
(satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam
puluh) Hari Kalender.
3
Jaminan
Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab
Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa
hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Perpajakan
Keterangan mengenai perpajakan terkait dengan penerbitan Obligasi ini diuraikan dalam Bab VII
Informasi Tambahan ini.
Pelunasan Pokok Dan Pembayaran Bunga Obligasi
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui
KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuanketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui
Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran Bunga Obligasi dan Pokok Obligasi
sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari yang bukan Hari
Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya.
Wali Amanat
Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk. untuk bertindak selaku Wali Amanat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi yang
beralamat Gedung BRI II lt.30, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 44-46, Jakarta 10210.
Keterangan lebih lanjut mengenai Wali Amanat akan dijelaskan pada Bab XIII Informasi Tambahan ini.
Pembatasan, Kewajiban Dan Kelalaian Perseroan
Sesuai dengan pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan, ditentukan bahwa terdapat pembatasanpembatasan dan kewajiban-kewajiban terhadap Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum
Obligasi yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab XI Informasi Tambahan ini mengenai Keterangan
Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Selain pembatasan dan kewajiban Perseroan, sesuai pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan, ditentukan
kondisi-kondisi dan pengaturan mengenai kelalaian (cidera janji) Perseroan yang akan dijelaskan pada
Bab XI Informasi Tambahan ini mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Prosedur Pemesanan Pembelian Obligasi
Prosedur pemesanan pembelian Obligasi dapat dilihat pada Bab XII Informasi Tambahan ini, mengenai
Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Pembelian Kembali (Buy Back)
Perseroan dari waktu ke waktu, setelah satu tahun setelah Tanggal Penjatahan, dapat melakukan
pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum masing-masing Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi, dengan ketentuan dapat dilakukan apabila Perseroan tidak dalam keadaan
lalai sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perseroan mempunyai hak untuk
memberlakukan pembelian kembali (buy back) tersebut untuk disimpan dan selanjutnya dijual kembali
atau sebagai pelunasan Obligasi dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan. Keterangan
lebih lanjut mengenai pembelian kembali (buy back) diuraikan dalam Bab XI Informasi Tambahan ini
mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
4
Dana Pelunasan Obligasi (Sinking Fund)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan pertimbangan untuk
mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Obligasi sesuai dengan tujuan rencana penggunaan
dana hasil Emisi Obligasi, sebagaimana diungkapkan pada Bab II Informasi Tambahan ini.
Hasil Pemeringkatan
Berdasarkan Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000
Nomor: Kep-42/PM/2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat
Utang dan/atau Sukuk.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengansurat Pefindo
No. 1217/PEF Dir/IX/2015 tanggal 11 September 2015, Pefindo menetapkan pemeringkatan atas
Obligasi Perseroan sebagai berikut:
idAAA (Triple A)
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 10 September 2015 sampai dengan 1 September 2016.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Fitch
No. 133/DIR/RAT/XI/2015 tanggal 16 November 2015, Fitch menetapkan pemeringkatan atas Obligasi
Perseroan sebagai berikut:
AAA(idn) (Triple A)
Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Pefindo dan Fitch yang bertindak sebagai lembaga
pemeringkat.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali
selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Nomor IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal
12 Desember 2012 tentang Pemeringkatan atas Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
Faktor-faktor pendukung untuk peringkat tersebut di atas adalah:



Dukungan yang kuat dari perusahaan induk;
Posisi pasar yang stabil;
Kinerja usaha yang stabil
Peringkat ini dibatasi oleh:


Struktur permodalan yang agresif
Persaingan yang ketat dalam industri telekomunikasi.
Hak-Hak Pemegang Obligasi
1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi, pembayaran Bunga Obligasi dan hak-hak lain yang
berhubungan dengan Obligasi dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 ayat 10 Perjanjian
Perwaliamanatan.
2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang
Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa
sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal
penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi tersebut maka pihak yang menerima
pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang
bersangkutan.
5
3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga
Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau
Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan harus membayar denda atas kelalaian
membayar jumlah Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi yang akan ditentukan kemudian dalam
Addendum Perjanjian Perwaliamanatan. Denda tersebut dihitung harian (berdasarkan jumlah
hari yang telah lewat), sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar
Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu
1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30
(tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang
Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional
berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.
4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari
jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang (di luar dari jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan
dan/atau Perusahaan Terafiliasi) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar
diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan fotocopy KTUR
dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali
Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan oleh
KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR.
Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
5. Melalui Keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai
berikut:
a. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan atau kepada Wali Amanat atau untuk
memberikan pengarahan kepada Wali Amanat atau untuk mengambil tindakan lain.
b. Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan.
c. Mengambil tindakan lain yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang
Obligasi termasuk tetapi tidak terbatas pada mengubah Perjanjian Perwaliamanatan dengan
memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
d. Mengambil keputusan sehubungan dengan perubahan tingkat Bunga Obligasi, perubahan tata
cara pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Pokok Obligasi, perubahan jangka waktu Obligasi
dan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dalam rangka perubahan tersebut di atas, yang
mana ketentuan perubahan tersebut di atas hanya dapat diminta oleh Perseroan, jika Perseroan
dalam keadaan lalai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 Perjanjian Perwaliamanatan.
e. Mengambil keputusan yang diperlukan sehubungan dengan maksud Perseroan atau
Pemegang Obligasi yang mewakili sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah
Pokok Obligasi yang terutang, untuk melakukan pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI
sesuai dengan ketentuan peraturan Pasar Modal dan KSEI.
f. Mengambil keputusan tentang terjadinya peristiwa force majeure dalam hal tidak tercapai
kesepakatan antara Perseroan dan Wali Amanat.
g. Mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan
ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
h. Mengambil keputusan sehubungan dengan terjadinya Kejadian Kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan.
Hak-hak Pemegang Obligasi yang antara lain menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau
pelunasan Pokok Obligasi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan
Pokok Obligasi, dapat dilihat pada Bab XI mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
6
B. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH
SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I INDOSAT TAHAP III TAHUN 2015
DENGAN SISA IMBALAN IJARAH
SEBESAR RP106.000.000.000,- (SERATUS ENAM MILIAR RUPIAH)
YANG DIJAMIN DENGAN KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)
Nama Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jangka Waktu, Jatuh Tempo Dan Cicilan Imbalan Ijarah
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar Rupiah) dengan jangka
waktu:
Seri A : Sebesar Rp65.000.000.000,- (enam puluh lima miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah
sebesar Rp6.890.000.000,- (enam miliar delapan ratus sembilan puluh juta Rupiah) per tahun,
berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi, Tanggal Pembayaran Kembali Sisa
Sukuk Ijarah tanggal 8 Desember 2022.
Seri B : Sebesar Rp41.000.000.000,- (empat puluh satu miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah
sebesar Rp4.592.000.000,- (empat miliar lima ratus sembilan puluh dua juta Rupiah) per tahun,
berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi, Tanggal Pembayaran Kembali Sisa
Sukuk Ijarah tanggal 8 Desember 2025.
Jenis Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan
atas nama KSEI sebagai bukti kewajiban pembayaran Imbalan Ijarah untuk kepentingan Pemegang
Sukuk Ijarah. Sukuk Ijarah ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening
di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Sukuk
Ijarah bagi Pemegang Sukuk Ijarah adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan
Efek atau Bank Kustodian.
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah adalah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar miliar Rupiah)
yang merupakan 100% (seratus persen) dari Jumlah Sisa Imbalan Ijarah.
Satuan Pemindahbukuan
a. Satuan Pemindahbukuan Sukuk Ijarah adalah sebesar Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPSI.
Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan pembelian Sukuk Ijarah harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.
7
Ketentuan Umum Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
Cicilan Imbalan Ijarah ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk Ijarah melalui Agen
Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan
setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak Tanggal Emisi. Tanggal-tanggal pembayaran Cicilan Imbalan
Ijarah adalah sebagai berikut:
Cicilan Imbalan Ijarah Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
Seri A
Seri B
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
8 Maret 2023
8 Juni 2023
8 September 2023
8 Desember 2023
8 Maret 2024
8 Juni 2024
8 September 2024
8 Desember 2024
8 Maret 2025
8 Juni 2025
8 September 2025
8 Desember 2025
Cicilan Imbalan Ijarah dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi,
dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus
enam puluh) Hari Kalender.
8
Skema Sukuk Ijarah
1. Berdasarkan Akad Ijarah sehubungan dengan Penawaran Umum Sukuk Ijarah yang dilangsungkan
antara Perseroan dan Wali Amanat Sukuk Ijarah, Perseroan telah mengalihkan manfaat atas
sebagian kapasitas dari jaringan yang digunakan Perseroan untuk penyelenggaraan layanan
jaringan tetap tertutup untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak
tanggal diterbitkannya Sukuk Ijarah dengan pengalihan Obyek Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,(seratus enam miliar miliar Rupiah) atau sejumlah Sisa Imbalan Ijarah. Jenis jaringan yang digunakan
Perseroan untuk penyelenggaraan layanan jaringan tetap tertutup tersebut berupa jaringan Private
Leased Circuit, Carrier Ethernet, IPVPN, IP Transit dan Dedicated Internet Access.
Selain mengatur mengenai pengalihan manfaat ijarah, Akad Ijarah juga mengatur bahwa Perseroan
menjamin berfungsinya jaringan MIDI yang manfaatnya menjadi obyek ijarah dan kondisinya,
menjamin atas risiko rusaknya/turunnya nilai pengalihan manfaat ijarah, dan menjamin tersedianya
obyek ijarah pengganti dalam hal-hal tertentu.
2. Selanjutnya, berdasarkan Akad Wakalah yang dilangsungkan antara Perseroan dan Pemegang
Sukuk Ijarah, Pemegang Sukuk Ijarah selaku Muwakkil (penerima Obyek Ijarah), memberikan
kuasa khusus kepada Perseroan sebagai Wakil untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Membuat dan melangsungkan serta memperpanjang perjanjian/kontrak dengan pihak ketiga
sebagai pengguna jaringan MIDI tersebut untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah sebagai
penerima Obyek Ijarah berdasarkan Akad Ijarah dan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah dan apabila diperlukan, membuat perubahan atas perjanjian/kontrak yang sudah
ditandatangani oleh Wakil dan pihak ketiga tersebut sepanjang perubahan tersebut sesuai
dengan praktek industri yang berlaku umum dan wajar;
b. Mewakili segala kepentingan Muwakkil dalam rangka pelaksanaan perjanjian dengan pihak
ketiga sebagai pengguna jaringan MIDI, termasuk akan tetapi tidak terbatas untuk melakukan
penagihan dan, tanpa mengesampingkan ketentuan di bawah ini, menerima seluruh hasil
pemanfaatan jaringan MIDI dari pihak ketiga; dan
c. Mewakili kepentingan Muwakkil dalam mencari pengganti pihak ketiga untuk memanfaatkan
jaringan MIDI.
Selain itu di dalam Akad Wakalah Perseroan sebagai Wakil berjanji untuk membayar Cicilan Imbalan
Ijarah kepada Pemegang Sukuk Ijarah yang diterima dari pihak ketiga sesuai dengan nilai dan tata cara
pembayaran yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Kuasa-kuasa sebagaimana dalam Akad Wakalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dari Akad Wakalah, yang tanpa adanya kuasa-kuasa tersebut maka Akad Wakalah tidak akan dibuat.
Kuasa-kuasa sebagaimana tercantum dalam Akad Wakalah tidak dapat dicabut dan tidak akan berakhir
karena sebab-sebab yang mengakhiri pemberian kuasa sebagaimana tercantum dalam Pasal 1813,
1814 dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena alasan apapun juga.
9
Atas perjanjian/kontrak yang sudah ditandatangani oleh Perseroan dan pihak ketiga sebagai pengguna
Obyek Ijarah, disepakati untuk tidak perlu dilakukan penandatanganan ulang kontrak. Berikut ini adalah
diagram skema Sukuk Ijarah tersebut:
Akad Wakalah
Akad Ijarah
2)
1)
Perseroan sebagai
wakil pemodal
4)Pembayaran
dari pelanggan
akhir
Perseroan sebagai
lessor
Investor/Pemodal
6) Sisa imbalan ijarah (at maturity)
1.a) Dana sukuk ijarah
5 ) Cicilan imbalan ijarah (quarterly)
1.b) Sukuk ijarah
3)Menyewakan
kepada
pelanggan
akhir
Akad Ijarah :
Perseroan melakukan akad ijarah
dengan pemodal melalui Wali
Amanat sebagai wakil dari
pemodal untuk mengalihkan
manfaat penggunaan MIDI
dengan spec, jumlah dan
waktu tertentu. Pemodal dalam
hal ini menjadi pemegang
sukuk ijarah.
Akad Wakalah :
Perseroan dan Pemodal
melakukan akad wakalah,
dalam hal ini Perseroan bertindak
sebagai wakil Pemodal untuk
untuk mengalihkan kembali
manfaat penggunaan MIDI
kepada pelanggan akhir dan
menerima pembayaran dari
pelanggan akhir.
MIDI
Pengguna MIDI
pelanggan akhir
Jaminan
Sukuk Ijarah ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada
maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132
Kitab Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Sukuk Ijarah adalah pari
passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Perpajakan
Keterangan mengenai perpajakan terkait dengan penerbitan Sukuk Ijarah ini diuraikan dalam Bab VII
Informasi Tambahan ini.
Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah Dan Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
Pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah dan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah akan dibayarkan oleh
Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Sukuk
Ijarah melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
dan Sisa Imbalan Ijarah sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada
hari yang bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya.
Wali Amanat Sukuk Ijarah
Sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, Perseroan telah menunjuk PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk untuk bertindak selaku Wali Amanat Sukuk Ijarah dalam rangka Penawaran
Umum Sukuk Ijarah yang beralamat di Gedung BRI II lt.30, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 44-46, Jakarta
10210.
Pembatasan, Kewajiban Dan Kelalaian Perseroan
Sesuai dengan pasal 6 Perjanjian Perwaliamanatan, ditentukan bahwa terdapat pembatasanpembatasan dan kewajiban-kewajiban terhadap Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum
Obligasi yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab XI Informasi Tambahan ini mengenai Keterangan
Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
10
Prosedur Pemesanan Pembelian Sukuk Ijarah
Prosedur pemesanan pembelian Sukuk Ijarah dapat dilihat pada Bab XII Informasi Tambahan ini,
mengenai Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Pembelian Kembali (Buy Back)
Perseroan dari waktu ke waktu, setelah lewat 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, dapat
melakukan pembelian kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh Sukuk Ijarah sebelum Tanggal
Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, dengan ketentuan dapat dilakukan apabila Perseroan
tidak dalam keadaan lalai sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah
dan Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian kembali (buy back) tersebut untuk
disimpan dan selanjutnya dijual kembali atau sebagai pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan. Keterangan lebih lanjut mengenai pembelian kembali
(buy back) diuraikan dalam Bab XI Informasi Tambahan ini mengenai Keterangan Tentang Obligasi dan
Sukuk Ijarah.
Dana Pelunasan Sukuk Ijarah (Sinking Fund)
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Sukuk Ijarah ini dengan pertimbangan
untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah sesuai dengan tujuan rencana
penggunaan dana hasil Emisi Sukuk Ijarah, sebagaimana diungkapkan pada Bab II Informasi Tambahan.
Hasil Pemeringkatan
Berdasarkan Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000
Nomor: Kep-42/PM/2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan
LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat
Utang dan/atau Sukuk.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No.
1218/PEF Dir/IX/2015 tanggal 11 September 2015, Pefindo menetapkan pemeringkatan atas Sukuk
Ijarah Perseroan sebagai berikut:
AAAsy (Triple A Syariah)
id
Peringkat tersebut berlaku untuk periode 10 September 2015 sampai dengan 1 September 2016.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Fitch
No. 133/DIR/RAT/XI/2015 tanggal 16 November 2015, Fitch menetapkan pemeringkatan atas Sukuk
Ijarah Perseroan sebagai berikut:
AAA(idn) (Triple A)
Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Pefindo dan Fitch yang bertindak sebagai lembaga
pemeringkat.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali
selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Nomor IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal 12
Desember 2012 tentang Pemeringkatan atas Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
Faktor-faktor pendukung untuk peringkat tersebut di atas adalah:
 Dukungan yang kuat dari perusahaan induk;
 Posisi pasar yang stabil;
 Kinerja usaha yang stabil.
11
Peringkat ini dibatasi oleh:
 Struktur permodalan yang agresif
 Persaingan yang ketat dalam industri telekomunikasi.
Hak-Hak Pemegang Sukuk Ijarah
1. Menerima pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah, pembayaran Cicilan Ijarah dan hak-hak lain
yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
2. Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak mendapatkan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah adalah
Pemegang Sukuk Ijarah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat)
Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah, kecuali ditentukan lain oleh KSEI
atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Sukuk
Ijarah setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Cicilan Imbalan Ijarah tersebut
maka pihak yang menerima pengalihan Sukuk Ijarah tersebut tidak berhak atas Cicilan Imbalan
Ijarah pada periode pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah yang bersangkutan.
3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Cicilan
Imbalan Ijarah dan pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah setelah lewat Tanggal Pembayaran
Cicilan Imbalan Ijarah atau Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, maka Perseroan
harus membayar kompensasi kerugian akibat keterlambatan atas kelalaian membayar jumlah Sisa
Imbalan Ijarah dan/atau Cicilan Imbalan Ijarah. Kompensasi kerugian akibat keterlambatan yang
dibayar oleh Perseroan merupakan hak Pemegang Sukuk Ijarah yang akan dibayarkan oleh Agen
Pembayaran kepada Pemegang Sukuk Ijarah secara proporsional berdasarkan besarnya Sukuk
Ijarah yang dimilikinya.
4. Seorang atau lebih Pemegang Sukuk Ijarah yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari
jumlah Sisa Imbalan Ijarah yang masih belum dibayar (di luar dari Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh
Perseroan dan/atau Perusahaan Terafiliasi) dapat mengajukan permintaan tertulis kepada Wali
Amanat Sukuk Ijarah agar diselenggarakan RUPSI dengan memuat acara yang diminta dengan
melampirkan fotocopy Konfirmasi Tertulis Untuk Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (“KTUR”)
dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali
Amanat Sukuk Ijarah, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Sukuk Ijarah akan
dibekukan oleh KSEI sejumlah Sukuk Ijarah yang tercantum dalam KTUR.
Pencabutan pembekuan Sukuk Ijarah oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat Sukuk Ijarah.
5. Melalui keputusan RUPSI, Pemegang Sukuk Ijarah antara lain berhak melakukan tindakan sebagai
berikut:
a. Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan atau kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah
atau untuk memberikan pengarahan kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah atau untuk mengambil
tindakan lain.
b. Memberhentikan Wali Amanat Sukuk Ijarah dan menunjuk pengganti Wali Amanat Sukuk Ijarah
menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
c. Mengambil tindakan lain yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang Sukuk
Ijarah termasuk tetapi tidak terbatas pada mengubah Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah
dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah
serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Mengambil keputusan sehubungan dengan perubahan jumlah Cicilan Imbalan Ijarah,
perubahan tata cara pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/atau Sisa Imbalan Ijarah termasuk
perubahan Sukuk Ijarah menjadi ekuitas Perseroan, perubahan jangka waktu Sukuk Ijarah
dan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dalam rangka perubahan tersebut di
atas, yang mana ketentuan perubahan tersebut di atas hanya dapat diminta oleh Perseroan,
jika Perseroan dalam keadaan lalai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
e. Mengambil keputusan yang diperlukan sehubungan dengan maksud Perseroan atau Pemegang
Sukuk Ijarah yang mewakili sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Sisa
Imbalan Ijarah yang belum dibayar, untuk melakukan pembatalan pendaftaran Sukuk Ijarah di
KSEI sesuai dengan ketentuan peraturan Pasar Modal dan KSEI.
12
f. Mengambil keputusan tentang terjadinya peristiwa force majeure dalam hal tidak tercapai
kesepakatan antara Perseroan dan Wali Amanat Sukuk Ijarah.
g. Mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah
berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan/atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
h. Mengambil keputusan sehubungan dengan terjadinya Kejadian Kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Hak-hak Pemegang Sukuk Ijarah yang antara lain menerima pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/
atau pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan/
atau Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, dapat dilihat pada Bab XI mengenai Keterangan
Tentang Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Persyaratan Penawaran Umum Berkelanjutan
Perseroan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat
Utang sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014, sebagai berikut:
1. Penawaran Umum Berkelanjutan dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun dengan ketentuan
pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan terahir disampaikan kepada OJK
paling lambat pada ulang tahun kedua sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka
Penawaran Umum Berkelanjutan.
2. Telah menjadi Emiten paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran
dalam rangka Penawaran Umum.
3. Tidak pernah mengalami gagal bayar atas seluruh kewajiban Perseroan dalam periode 2 (dua)
tahun terakhir sampai dengan Informasi Tambahan ini disampaikan kepada OJK.
4. Efek yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah Efek bersifat utang dan
sukuk ijarah dan memiliki hasil pemeringkatan yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat
teratas yang merupakan urutan 4 (empat) peringkat terbaik yang dikeluarkan oleh Perusahaan
Pemeringkat Efek.
13
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI DAN
SUKUK IJARAH
A. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya Emisi akan
dipergunakan oleh Perseroan untuk:
1. Sekitar 25,2% pelunasan sebagian atau seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa
pinjaman rupiah yang dimiliki oleh Perseroan sebagaimana telah diungkapkan oleh Perseroan
pada Bab III Pernyataan Utang Informasi Tambahan ini, dengan rincian sebagai berikut:
a. Pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk dengan nilai fasilitas pinjaman (Kredit Investasi)
Rp1.000.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp100.000.000.000,b. Pinjaman dari PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia Tbk dengan nilai fasilitas pinjaman
Rp650.000.000.000,- yang akan dilunasi sebanyak-banyaknya Rp100.000.000.000,Perseroan tidak memerlukan persetujuan dari kreditur untuk pelunasan dini dan Perseroan
tidak terafiliasi dengan kreditur.
2. Sekitar 37,0% akan digunakan untuk pembelian Base Station Subsystem (“BSS”) yang
bertujuan untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan
jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru. Adapun spesifikasi BSS yang
dimaksud adalah BTS/BSC/RNC untuk mendukung teknologi GSM, UMTS dan LTE dalam
satu platform di pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz.
3. Sekitar 37,8% akan digunakan untukPembayaran Biaya Hak Penggunaan (“BHP”) Spektrum
Frekuensi Radio kepada Pemerintah. BHP Spektrum Frekuensi Radio dibayarkan di muka
untuk masa Izin Stasiun Radio (“ISR”) satu tahun. Adapun masa laku izin penggunaan
frekuensi untuk pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz adalah
10 tahun dan dapat diperpanjang untuk 10 tahun berikutnya. Besaran pembayaran BHP
Spektrum Frekuensi Radio setiap tahunnya ditentukan oleh Pemerintah berdasarkan formula
yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menkominfo terkait.
B. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Sukuk Ijarah setelah dikurangi dengan biaya Emisi
seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan untuk Pembelian Base Station Subsystem (“BSS”)
yang bertujuan untuk menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jangkauan
jaringan sebagai upaya untuk mengakuisisi pelanggan baru. Adapun spesifikasi BSS yang
dimaksud adalah BTS/BSC/RNC untuk mendukung teknologi GSM, UMTS dan LTE dalam satu
platform di pita frekuensi seluler 850 MHz, 900 Mhz, 1800 MHz dan 2100 MHz.
Dalam pelaksanaan penggunaan dana hasil Penawaran Umum ini, Perseroan akan mengikuti ketentuan
Pasar Modal yang berlaku di Indonesia.
Perseroan akan melaporkan laporan realisasi penggunaan dana kepada OJK dan Wali Amanat yang
akan dibuat secara berkala setiap 3 (tiga) bulan. Bentuk dan isi laporan dimaksud disusun sesuai
dengan Formulir No. X.K.4-1 dalam Peraturan No. X.K.4.
Apabila Perseroan bermaksud untuk mengubah penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam
Informasi Tambahan ini, maka Perseroan wajib melaporkan perubahan penggunaan dana dimaksud
kepada OJK dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Wali Amanat setelah disetujui oleh
RUPO sesuai dengan Peraturan No. X.K.4, kecuali apabila ditentukan lain dalam peraturan.
14
Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No.SE-05/BL/2006 tanggal
29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya Yang Dikeluarkan Dalam Rangka
Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar kurang lebih 0,3107%,
akan dibebankan secara proposional dari nilai Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang meliputi:
• Biaya jasa untuk Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah sekitar 0,040% (nol koma nol empat
nol persen) yang termasuk di dalamnya adalah biaya jasa penyelenggaraan (management fee)
sebesar 0,030% (nol koma nol tiga nol persen), biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sebesar
0,005% (nol koma nol nol lima persen), dan biaya jasa penjualan (selling fee) sebesar 0,005% (nol
koma nol nol lima persen).
• Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 0,098% (nol koma nol sembilan delapan persen)
yang terdiri dari: biasa jasa akuntan publik sekitar 0,028% (nol koma nol dua delapan persen),
biaya jasa Konsultan Hukum sekitar 0,061% (nol koma nol enam satu persen) dan Notaris sekitar
0,009% (nol koma nol nol sembilan persen).
• Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal sekitar 0,090% (nol koma nol sembilan nol persen) yang
terdiri dari: biaya jasa Wali Amanat sekitar 0,010% (nol koma nol satu nol persen) dan Pemeringkat
Efek sekitar 0,080% (nol koma nol delapan nol persen).
• Biaya lain-lain (biaya penyataan pendaftaran OJK, BEI, KSEI, percetakan dan lain-lain) sekitar
0,083% (nol koma nol delapan tiga persen).
Dalam hal Perseroan akan melaksanakan transaksi dengan menggunakan dana hasil Penawaran
Umum yang merupakan transaksi Afiliasi atau mengandung benturan kepentingan dan/atau Transaksi
Material, Perseroan akan mengikuti Peraturan No.IX.E.1 dan Peraturan No.IX.E.2, dan pelaksanaan
penggunaan dana hasil penawaran umum akan mengikuti ketentuan peraturan di bidang pasar modal.
Berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan
I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
No. 194/E00-E0O/FIN/15 tanggal 7 Oktober 2015 seluruhnya telah dipergunakan sesuai dengan tujuan
penggunaannya.
Berikut adalah ringkasan penggunaan dana atas dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I
Indosat Tahap II Tahun 2015 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015:
Obligasi :
Sebesar Rp2.030.000.000.000,- telah dipergunakan untuk pelunasan:
a. Pembayaran pinjaman rupiah PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp300.000.000.000,b. Pembayaran pinjaman rupiah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp325.000.000.000,c. Pembayaran pinjaman rupiah Sindikasi IIF dan SMI sebesar Rp455.000.000.000,d. Pembayaran pinjaman rupiah PT Bank BNP Paribas Indonesia (Persero) Tbk sebesar
Rp150.000.000.000,e. Pembayaran pinjaman rupiah SMI sebesar Rp100.000.000.000,f. Pembayaran pinjaman USD Guaranteed Notes Due 2020 sebesar Rp700.000.000.000,Sebesar Rp 52.786.349.337,- telah dipergunakan untuk pembelian Base Station Subsystem (“BSS’)
Sukuk :
Dana Sukuk Ijarah telah dipergunakan seluruhnya untuk pembayaran lisensi jaringan kepada
Pemerintah
15
III. PERNYATAAN UTANG
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan liabilitas konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak, yang
angka-angkanya diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tanggal
30 September 2015 yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2015 dan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers), auditor independen, berdasarkan
Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam laporan reviu
KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang juga tercantum dalam Informasi Tambahan ini.
Pada tanggal 30 September 2015, Perseroan memiliki liabilitas konsolidasian sebesar Rp39.370.158
juta, yang terdiri dari:
Keterangan
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
Utang usaha
Pihak-pihak berelasi
Pihak ketiga
Utang pengadaan
Utang pajak
Pajak penghasilan
Pajak lain-lain
Akrual
Kewajiban imbalan kerja jangka panjang - bagian jangka pendek
Pendapatan diterima di muka
Uang muka pelanggan
Liabilitas derivatif
Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang:
Pinjaman
Utang obligasi
Sukuk
Kewajiban sewa pembiayaan
Provisi atas kasus hukum
Liabilitas keuangan jangka pendek lain-lain
Liabilitas jangka pendek lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Pinjaman
Utang obligasi
Sukuk
Kewajiban sewa pembiayaan
Kewajiban imbalan kerja jangka panjang - setelah dikurangi bagian jangka pendek
Liabilitas keuangan jangka panjang lain-lain
Liabilitas jangka panjang lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
16
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
948.528
124.776
820.112
4.481.284
19.122
54.802
1.800.006
35.240
1.193.568
126.018
40.875
2.769.617
552.945
54.884
517.797
1.358.643
4.862
152.699
15.055.778
27.180
13.391
8.239.121
9.089.501
1.020.639
3.717.229
1.051.906
6.320
1.149.093
24.314.380
39.370.158
1. Utang Jangka Pendek
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
700.000
250.000
950.000
(1.472)
948.528
Keterangan
Pihak berelasi - BNI
Pihak ketiga - PT Bank Mizuho Indonesia (“Mizuho”)
Dikurangi: biaya penerbitan pinjaman yang belum diamortisasi
Jumlah
2. Utang Pengadaan
Akun ini terdiri dari jumlah yang terutang untuk pengeluaran barang modal dan operasional yang terdiri
dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
4.451.531
29.753
4.481.284
Keterangan
Pihak Ketiga (termasuk AS$154.285)
Pihak Berelasi (termasuk AS$nihil)
Jumlah
3. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
Pajak penghasilan badan
- Pasal 29
- Pasal 25
Jumlah
Pajak lain-lain:
Pasal 21
Pasal 4 (2)
Pasal 26
Pasal 23
PPN
Jumlah
15.423
3.699
19.122
23.613
14.894
8.811
5.734
1.750
54.802
4.Akrual
Akun ini terdiri dari:
Keterangan
Perbaikan dan pemeliharaan jaringan
Imbalan kerja
Sewa
Insentif agen penjual (dealer)
Pemasaran
Kewajiban pelayanan universal [Universal Service Obligation (“USO”)]
Jasa profesional
Utilitas
Bunga
Biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi
Jaringan sirkit internet
Umum dan administrasi
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp20.000)
Jumlah
17
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
332.667
273.198
223.104
181.407
179.445
118.745
107.047
98.262
98.154
32.440
30.114
10.618
114.805
1.800.006
5.Pinjaman
Akun ini terdiri dari utang pada pihak ketiga:
Keterangan
Pinjaman
Dikurangi biaya penerbitan pinjaman dan consent solicitation fee yang belum diamortisasi
Jumlah
Dikurangi bagian jangka pendek
Bagian Jangka Panjang
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
11.075.314
(66.576)
11.008.738
(2.769.617)
8.239.121
Pinjaman terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
Keterangan
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
a.
b.
c.
d.
Institusi keuangan
PT Bank ANZ (“ANZ”) Indonesia Fasilitas Revolving Time Loan
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (“HSBC”) Perancis
AB Svensk Exportkredit (“SEK”) Swedia dengan jaminan dari Exportkreditnamnden
(“EKN”)
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) Fasilitas Revolving Time Loan
The Bank of Tokyo Mitsubishi - UFJ, Ltd. (“BTMU”) Fasilitas Revolving Time Loan
BCA Fasilitas Kredit Investasi
Mizuho Fasilitas Revolving Time Loan
PT Bank DBS Indonesia (“DBS”) Fasilitas Revolving Time Loan
HSBC Revolving Time Loan
Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (“BSMI”) Fasilitas Revolving Time Loan
Citibank, N.A., Indonesia (“Citibank”) Fasilitas Revolving Time Loan
PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (“SMI”)
Fasilitas Revolving Time Loan
PT BNP Paribas Indonesia (“BNPP”) Fasilitas Revolving Time Loan
HSBC, Pinjaman Komersial 9 Tahun
SMI Fasilitas Revolving Time Loan
Jumlah
Institusi lainnya:
Yayasan Kesejahteraan Karyawan (“YKK”) Bank Indonesia
PT Multi Visi Komputama
PT Medialand International
PT Danawa Indonesia
Jumlah
Jumlah pinjaman
Dikurangi:
- biaya penerbitan pinjaman dan consent solicitation fee yang belum diamortisasi
- bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang
1.465.700
1.180.690
1.010.286
1.000.000
982.850
900.000
879.420
732.850
732.850
650.000
586.280
500.000
350.000
89.163
11.060.089
11.025
3.150
700
350
15.225
11.075.314
(66.576)
(2.769.617)
8.239.121
Rincian utang dari institusi keuangan adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Counterparties
ANZ
Jenis dan
Jumlah
Fasilitas
Revolving
time loan:
AS$100.000
Jadwal
Pembayaran
Pada saat tanggal
jatuh tempo
(Januari 2017)
Tingkat Bunga per Tahun
dan Periode Pembayaran
Bunga
LIBOR Dolar AS + 1,05%
dan terutang per bulan,
atau per enam bulan atau
triwulanan
18
Tanggal
Jatuh Tempo
Fasilitas
27 Januari
2017
Keterangan
Untuk pembiayaan
umum Perseroan.
Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
(dalam jutaan Rupiah)
Jenis dan
Jumlah
Fasilitas
Counterparties
HSBC Perancis
Fasilitas
berjangka
COFACE
12 tahun:
AS$157.243
Fasilitas
berjangka
SINOSURE
12 tahun:
AS$44.200
Fasilitas A:
AS$100.000
SEK Swedia
Fasilitas B:
dengan Jaminan
AS$155.000
dari EKN
Fasilitas C:
AS$60.000
BCA
BTMU
Revolving
time loan:
Rp1.500.000
Tingkat Bunga per Tahun
dan Periode Pembayaran
Bunga
Jadwal
Pembayaran
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(Maret 2016 September 2019)
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(Maret 2016 September 2019)
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(November 2015 Mei 2016)
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(Februari 2016 Februari 2017)
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(November 2015 November 2017)
Pada saat tanggal
jatuh tempo
(Februari 2016)
5,69% dan terutang per
enam bulanan
Tanggal
Jatuh Tempo
Fasilitas
30 September
2019
Untuk pembiayaan
Satelit Palapa D.
LIBOR Dolar AS + 0,35%
dan terutang per enam
bulanan
30 September
2019
LIBOR + 0,25%, Biaya
Pendanaan SEK sebesar
1,05% dan Marjin Premi
EKN sebesar 1,57% dan
terhutang enam bulanan
31 Mei 2016
Commercial Interest
Reference Rate (“CIRR”)
+ 0,05% dan Marjin Premi
EKN sebesar 1,61% dan
terhutang enam bulanan
28 Februari
2017
Untuk pembiayaan
pembelian peralatan
telekomunikasi.
CIRR + 0,05% dan Marjin
30 November
Premi EKN sebesar 1,59%
2017
dan terhutang enam bulanan
JIBOR + 2,75% dan terutang 10 Februari
per bulan
2016
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: AS$50.000
(Desember 2016)
LIBOR Dolar AS enam bulan
10 Desember
+ 1,2% dan terutang enam
2016
bulanan
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: Rp250.000
(Desember 2016)
JIBOR + 2,45% dan terutang
23 Desember
per bulan, triwulanan atau
2016
enam bulanan
Keterangan
19
§Untuk pembiayaan
modal usaha,
pengeluaran modal
dan pembiayaan
umum Perseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
§Untuk pembiayaan
kembali dan
pembiayaan umum
Perseroan
§Untuk pembiayaan
modal usaha,
pengeluaran modal
dan pembiayaan
umum Perseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
(dalam jutaan Rupiah)
Counterparties
BCA
Mizuho
DBS
HSBC
BSMI
Citibank
IIF dan SMI
Jenis dan
Jumlah
Fasilitas
Fasilitas kredit
investasi
5 tahun:
Rp1.000.000
Jadwal
Pembayaran
Cicilan per
tahun sesuai
dengan proporsi
yang ditentukan
(Desember 2015 Desember 2018)
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: AS$60.000
(Februari 2017)
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo (April
loan: AS$50.000
2017)
Revolving
time loan:
AS$200.000
Tingkat Bunga per Tahun
dan Periode Pembayaran
Bunga
10% dan terutang triwulanan
LIBOR Dolar AS + 0,9%
dan terutang per bulan atau
triwulanan
LIBOR Dolar AS + 0,9%
dan terutang per bulan atau
triwulanan
Pada saat tanggal LIBOR Dolar AS + 1,68%
jatuh tempo (Maret dan terutang per bulan atau
2018)
triwulanan
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: Rp650.000
(Desember 2015)
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: AS$40.000
(Februari 2017)
Syndicated
Pada saat tanggal
revolving time
jatuh tempo
loan: Rp750.000 (Oktober 2016)
Tanggal
Jatuh Tempo
Fasilitas
Keterangan
12 Desember
2018
§Untuk pembiayaan
pengeluaran modal
dan/ atau pembiayaan
kembali utang
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
5 Februari
2017
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
22 April 2017
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
12 Maret 2018
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
JIBOR + 1,25% dan terutang
31 Desember
per bulan, triwulanan atau
2015
enam bulanan
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
LIBOR Dolar AS + 1,35%
dan terutang per bulan atau
triwulanan
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
9 Februari
2017
JIBOR + 2,25% dan terutang
18 Oktober
triwulanan atau enam
2016
bulanan
20
§Untuk pembiayaan
umum Peseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
(dalam jutaan Rupiah)
Counterparties
Jenis dan
Jumlah
Fasilitas
Tingkat Bunga per Tahun
dan Periode Pembayaran
Bunga
Jadwal
Pembayaran
BNPP
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: Rp350.000
(Oktober 2017)
HSBC Cabang
Jakarta, CIMB
Niaga dan Bank
of China
Fasilitas
pinjaman
komersial 9
tahun tanpa
jaminan:
AS$27.037
SMI
Cicilan per-enam
bulanan sesuai
dengan prosporsi
yang ditentukan
(November 2015 November 2016)
Pada saat tanggal
Revolving time
jatuh tempo
loan: Rp100.000
(Desember 2017)
Tanggal
Jatuh Tempo
Fasilitas
Keterangan
JIBOR + 2, 5% dan terutang 15 Oktober
per bulan atau triwulanan
2017
§Untuk pembiayaan
pengeluaran modal
dan umum Perseroan
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
LIBOR Dolar AS + 1,45%
dan terutang enam bulanan
28 November
2016
Untuk pembiayaan
Satelit Palapa D
10 Desember
2017
§Untuk pembiayaan
pengeluaran modal
§Perseroan
diperbolehkan
membayar lebih awal
seluruh atau sebagian
dari pinjaman
JIBOR Tiga bulan + 2,45%
dan terutang triwulanan
Rincian utang dari institusi lainnya adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Counterparties
Jenis
Pinjaman
Tingkat Bunga per Tahun
Tanggal Jatuh
Jumlah
dan Periode Pembayaran
Tempo Fasilitas Fasilitas
Bunga
10,50% per tahun
YKK Bank
Indonesia
Unsecured
loan
3 November
Rp21.000 Terutang per bulan yang
2017
akan dimulai satu bulan
setelah penarikan pertama
10,50% per tahun
PT Multi Visi
Komputama
Unsecured
loan
3 November
2017
Rp6.000 Terutang per bulan yang
akan dimulai satu bulan
setelah penarikan pertama
2% per tahun
PT Medialand
International
Unsecured
loan
13 April 2018
Rp700 Terutang pada saat cicilan
pokok pinjaman yang
pertama dan terakhir.
2% per tahun
PT Danawa
Indonesia
Unsecured
loan
13 Agustus 2018
Rp350 Terutang pada saat cicilan
pokok pinjaman yang
pertama dan terakhir.
21
Keterangan Pembayaran dan
Lainnya
§Untuk pembiayaan
pengembangan bisnis,
peningkatan kualitas jasa dan
adaptasi terhadap standar
pembayaran internasional.
§Cicilan pokok pinjaman terhutang
triwulanan yang dimulai setelah
6 bulan masa tenggang
§Untuk pembiayaan
pengembangan bisnis,
peningkatan kualitas jasa dan
adaptasi terhadap standar
pembayaran internasional.
§Cicilan pokok pinjaman terhutang
triwulanan yang dimulai setelah
6 bulan masa tenggang
§Untuk pembiayaan modal kerja.
§Cicilan pokok pinjaman terhutang
pada periode atau bulan ke 29
yang dimulai setelah 24 bulan
masa tenggang.
§Untuk pembiayaan modal kerja.
§Cicilan pokok pinjaman terhutang
pada periode atau bulan ke 25
dan saat tanggal jatuh tempo
yang dimulai setelah 24 bulan
masa tenggang.
6. Utang Obligasi
Pada tanggal 30 September 2015, utang obligasi Perseroan terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
2.693.847
2.677.393
2.304.005
1.367.871
599.330
9.642.446
(552.945)
9.089.501
Keterangan
a. Obligasi Indosat Kedelapan Tahun 2012
b. Obligasi Indosat Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015
c. Obligasi Indosat Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2014
d. Obligasi Indosat Kelima Tahun 2007
e. Obligasi Indosat Ketujuh Tahun 2009
f. Guaranteed Notes Jatuh Tempo Tahun 2020
g. Obligasi Indosat Keenam Tahun 2008
Dikurangi bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang
Rincian utang obligasi Perseroan pada tanggal 30 September 2015 (dalam jutaan Rupiah dan ribuan
Dolar AS) adalah sebagai berikut:
Obligasi
Jumlah Nominal
Bunga
Jatuh Tempo
a. Obligasi Indosat Kedelapan Tahun 2012
§8,625% per tahun
Seri A
Rp1.200.000
27 Juni 2019
§Terutang setiap
tiga-bulanan
Seri B
Rp1.500.000
§8,875% per tahun
27 Juni 2022
§Terutang setiap
tiga-bulanan
b. Obligasi Indosat Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015
§8,55% per tahun
Seri A
Rp554.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§9,25% per tahun
Seri B
Rp782.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10% per tahun
Seri C
Rp584.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10,25% per tahun
Seri D
Rp337.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10,40% per tahun
Seri E
Rp427.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
c. Obligasi Indosat Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2014
§10,00% per tahun
Seri A
Rp950.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10,30% per tahun
Seri B
Rp750.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10,50% per tahun
Seri C
Rp250.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
§10,70% per tahun
Seri D
Rp360.000
§Terutang setiap
tiga-bulanan
14 Juni 2016
4 Juni 2018
4 Juni 2020
4 Juni 2022
4 Juni 2025
Keterangan
§ Untuk membiayai biaya frekuensi,
pembelian Base Station System (“BSS”),
dan pembelian kembali obligasi Indosat
seri B kedua Tahun 2002
§ Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
(satu) tahun penerbitan pada harga pasar.
§ Berdasarkan laporan pemeringkat
terakhir yang dipublikasikan pada bulan
September 2015, obligasi tersebut
memiliki peringkat idAAA (stable outlook)
dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(“Pefindo”).
§Untuk melunasi pinjaman BCA, BNI, BNPP,
SMI, IIF-SMI dan Guaranted Notes (“GN”)
2020, serta untuk pembelian BSS.
§Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
(satu) tahun penerbitan, pada harga pasar.
§Berdasarkan laporan pemeringkat terakhir
yang dipublikasikan pada bulan September
2015, obligasi tersebut memiliki peringkat
idAAA dari Pefindo.
12 Desember 2017 §Untuk melunasi pinjaman dari BCA, BNI,
BTMU dan untuk membayar biaya izin.
§Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
12 Desember 2019
(satu) tahun penerbitan pada harga pasar.
§Berdasarkan laporan pemeringkat terakhir
yang dipublikasikan pada bulan September
12 Desember 2021
2015, obligasi tersebut memiliki peringkat
idAAA dari Pefindo.
12 Desember 2024 22
Obligasi
Jumlah Nominal
Bunga
Jatuh Tempo
d. Obligasi Indosat Kelima Tahun 2007
§10,20% per tahun
§Dibayar dalam
Seri A
Rp1.230.000
29 Mei 2014
cicilan tigabulanan
Seri B
Rp1.370.000
§10,65% per tahun
29 Mei 2017
§Terutang setiap
tiga-bulanan
Keterangan
§Untuk pembiayaan pengeluaran modal
§Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
(satu) tahun penerbitan, pada harga pasar.
§Pada tanggal 29 Mei 2014, Perusahaan
melunasi secara penuh obligasi seri A ini.
§Berdasarkan laporan pemeringkat terakhir
yang dipublikasikan pada bulan September
2015, obligasi tersebut memiliki peringkat
idAAA dari Pefindo.
e. Obligasi Indosat Ketujuh Tahun 2009
§11,25% per tahun
§Dibayar dalam
Seri A
Rp700.000
cicilan tigabulanan
§Untuk melunasi pinjaman dan obligasi
dengan tingkat bunga mengambang ex
8 Desember 2014
Satelindo.
§Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
(satu) tahun penerbitan pada harga pasar.
§Berdasarkan laporan pemeringkat terakhir
yang dipublikasikan pada bulan September
§11,75% per tahun
2015, obligasi tersebut memiliki peringkat
Seri B
Rp600.000
8 Desember 2016
§Terutang setiap
idAAA dari Pefindo.
tiga-bulanan
§Pada tanggal 8 Desember 2014,
Perusahaan melunasi secara penuh
obligasi seri A ini.
Guaranteed Notes (“GN”) digunakan
untuk pembiayaan kembali. GN ini dapat
ditarik kembali atas opsi IPBV:
§Berdasarkan rapat Dewan Pimpinan
IPBV yang dilaksanakan pada tanggal 22
Januari 2015, diputuskan bahwa IPBV
akan mengambil kesempatan untuk
f. Guaranteed
§7,375% per tahun
menarik kembali GN pada tanggal 29 Juli
Notes Jatuh
AS$650.000
29 Juli 2020
§Terutang setiap
2015.
Tempo Tahun
enam-bulanan
§Pada tanggal 29 Juli 2015, IPBV
2020
membayar sejumlah AS$697.937,5 untuk
pelunasan dipercepat GN 2020 dengan
harga setara dengan 103,6875% dari nilai
pokok, ditambah dengan akrual dan bunga
yang belum dibayarkan sampai dengan
tanggal jatuh tempo.
g. Obligasi Indosat Keenam Tahun 2008
§Untuk membiayai pengeluaran modal
§Perusahaan dapat membeli kembali
sebagian atau seluruh obligasi, setelah 1
(satu) tahun penerbitan pada harga pasar.
§10,80% per tahun
§Berdasarkan laporan pemeringkat terakhir
Seri B
Rp320.000
9 April 2015
§Terutang setiap
yang dipublikasikan pada bulan Februari
tiga-bulanan
2015, obligasi seri B memiliki peringkat
idAAA dari Pefindo.
§Pada tanggal 9 April 2015, Perusahaan
melunasi secara penuh obligasi Seri B ini.
7.Sukuk
Pada tanggal 30 September 2015, sukuk Perusahaan terdiri dari:
(dalam jutaan Rupiah)
Jumlah
414.829
299.402
189.489
171.803
1.075.523
(54.884)
1.020.639
Keterangan
a. Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015
b. Sukuk Ijarah Indosat V Tahun 2012
c. Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2014
d. Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009
Dikurangi bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang
23
Rincian sukuk Perusahaan pada tanggal 30 September 2015 (dalam jutaan Rupiah) adalah sebagai
berikut:
Obligasi
Jumlah Nominal
Bunga
a. Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015
§Rp4.703, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
Seri A
Rp55.000
4 September 2015 sampai
dengan 14 Juni 2016.
§Rp7.030, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
Seri B
Rp76.000
4 September 2015 sampai
dengan 4 Juni 2018.
§Rp6.700, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
Seri C
Rp67.000
4 September 2015 sampai
dengan 4 Juni 2020.
§Rp4.408, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
Seri D
Rp43.000
4 September 2015 sampai
dengan 4 Juni 2022.
§Rp18.200, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
Seri E
Rp175.000
4 September 2015 sampai
dengan 4 Juni 2025.
b. Sukuk Ijarah Indosat V Tahun 2012 (“Sukuk Ijarah V”)
Rp300.000
§Rp25.875, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal
27 September 2012 sampai
dengan 27 Juni 2019.
c. Sukuk Ijarah Indosat Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2014
Seri A
Rp64.000
§Rp6.400, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal 12
Maret 2015 sampai dengan 12
Desember 2017.
Seri B
Rp16.000
§Rp1.648, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal 12
Maret 2015 sampai dengan 12
Desember 2019.
Seri C
Rp110.000
§Rp11.550, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal 12
Maret 2015 sampai dengan 12
Desember 2021.
d. Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 (“Sukuk Ijarah IV”)
Seri A
Rp28.000
§Rp3.150, dibayar setiap
tiga-bulanan mulai tanggal 8
Maret 2010 sampai dengan 8
Desember 2014.
Seri B
Rp172.000
§Rp20.210, terutang setiap
tiga-bulanan mulai tanggal 8
Maret 2010 sampai dengan 8
Desember 2016.
24
Jatuh Tempo
14 Juni 2016
4 Juni 2018
4 Juni 2020
Keterangan
§Untuk pembayaran biaya
frekuensi
§Perusahaan dapat membeli
kembali sebagia atau seluruh
obligasi, setelah 1 (satu) tahun
penerbitan, pada harga pasar,
§Berdasarkan laporan pemeringkat
terakhir yang dipublikasikan pada
bulan September 2015, obligasi
tersebut memiliki peringkat
idAAA(sy) dari Pefindo.
4 Juni 2022
4 Juni 2025
27 Juni 2019
§ Untuk membayar biaya
frekuensi, pembelian BSS, dan
pelunasan obligasi Indosat
kedua Seri B Tahun 2012.
§ Perusahaan dapat membeli
kembali sebagian atau seluruh
obligasi, setelah 1 (satu) tahun
penerbitan, pada harga pasar.
§ Berdasarkan laporan
pemeringkat terakhir yang
dipublikasikan pada bulan
September 2015, obligasi
tersebut memiliki peringkat
idAAA(sy) dari Pefindo.
12 Desember 2017 § Untuk membayar biaya izin.
§ Perusahaan dapat membeli
kembali sebagian atau seluruh
obligasi, setelah 1 (satu) tahun
12 Desember 2019
penerbitan pada harga pasar.
§ Berdasarkan laporan
pemeringkat terakhir yang
dipublikasikan pada bulan
September 2015, obligasi
12 Desember 2021
tersebut memiliki peringkat
idAAA(sy) dari Pefindo. 8 Desember 2014
8 Desember 2016
§Untuk pengeluaran beban modal.
§Perusahaan dapat membeli
kembali sebagian atau seluruh
obligasi, setelah 1 (satu) tahun
penerbitan pada harga pasar.
§Berdasarkan laporan pemeringkat
terakhir yang dipublikasikan
pada bulan September 2015,
obligasi seri B memiliki peringkat
idAAA(sy) dari Pefindo. §Pada tanggal 8 Desember 2014,
Perseroan melunasi secara
penuh obligasi Seri A ini.
Utang yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya informasi tambahan ini adalah
sebesar Rp1.200.000 juta dan AS$11.071 ribu yang terdiri dari:
1. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (“BSMI”) Fasilitas Revolving Time Loan Rp100.000 juta
2. BCA Fasilitas Kredit Investasi Rp100.000 juta
3. PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) Fasilitas Revolving Time Loan Rp1.000.000 juta
4. AB Svensk Exportkredit (“SEK”) Swedia dengan jaminan dari Exportkreditnamnden (“EKN”)
Tranche B AS$11.071 ribu.
Utang-utang ini akan dilunasi dengan penerimaan operasional Perseroan dan fasilitas pembiayaan
Perseroan dalam mata uang Rupiah dan US dolar.
PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN
DALAM PERJANJIAN UTANG PERSEROAN.
TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG
OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TIDAK TERDAPAT LIABILITAS PERSEROAN
YANG TELAH JATUH TEMPO TETAPI BELUM DILUNASI.
DENGAN MELIHAT KONDISI KEUANGAN PERSEROAN, MANAJEMEN PERSEROAN SANGGUP
UNTUK MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN
SEBAGAIMANA MESTINYA.
SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PER TANGGAL LAPORAN KEUANGAN 30 SEPTEMBER
2015 TELAH DIUNGKAPKAN DI DALAM INFORMASI TAMBAHAN INI.
25
IV. KETERANGAN TAMBAHAN TENTANG PERSEROAN
Berikut disampaikan keterangan tambahan mengenai Perseroan dan Entitas Anak setelah melaksanakan
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap II Tahun 2015 sampai dengan
Tanggal Informasi Tambahan:
A. ANGGARAN DASAR PERSEROAN
Sejak Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap II Indosat Tahun 2015 sampai
dengan Tanggal Informasi Tambahan, Perseroan telah melakukan perubahan seluruh anggaran
dasarnya untuk disesuaikan dengan Peraturan OJK No. 32 dan Peraturan OJK No. 33 berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 10 Juni 2015, dibuat dihadapan Aryanti Artisari,
SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0946504 tanggal 29 Juni 2015.
B. STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Susunan pemegang saham Perseroan sejak Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk
Ijarah Tahap II Indosat Tahun 2015 sampai dengan Tanggal Informasi Tambahan berdasarkan daftar
Pemilikan Saham yang Mencapai 5,00% per 31 Oktober 2015 dan Laporan Kepemilikan Saham
Direksi dan Komisaris per 31 Oktober 2015 yang disusun oleh PT EDI Indonesia serta surat pelaporan
kepemilikan saham diatas 5,00% yang dilaporkan oleh Skagen Funds (SKAGEN AS) kepada OJK dan
Perseroan tanggal 20 November 2015, yaitu:
Keterangan
Modal Dasar:
Saham Seri A
Saham Seri B
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Saham Seri A:
Negara Republik Indonesia
Saham Seri B:
5. Ooredoo Asia Pte Ltd
6. Negara Republik Indonesia
7. SKAGEN Funds (SKAGEN AS)
8.Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Nilai Nominal Rp100 per Saham
Jumlah Saham
Jumlah Nominal (Rp)
Persentase (%)
20.000.000.000
1
19.999.999.999
2.000.000.000.000
100
1.999.999.999.900
-
1
3.532.056.600
776.624.999
292.038.050
833.213.850
5.433.933.500
14.566.066.500
100
353.205.660.000
77.662.499.900
29.203.805.000
83.321.385.000
543.393.350.000
1.456.606.650.000
- 65,00
14,29
5,37
15,34
100,00
-
C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terkini
berdasarkan Akta No. 24 tanggal 7 Oktober 2015 dibuat dihadapan Aryanti Artisari, SH, Notaris di
Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Nomor Penerimaan Pemberitahuan
AHU-AH.01.03.0970763 tanggal 8 Oktober 2015, adalah sebagai berikut adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama
: Dr. Nasser Mohd. A Marafih
Komisaris : Ahmed Yousef Ebrahim Al-Derbesti
Komisaris : Khalid Ibrahim A. Al Mahmoud
Komisaris
: Astera Primanto Bhakti
Komisaris
: Beny Roelyawan
Komisaris:
Cynthia Alison Gordon
26
Komisaris Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris Independen
:
:
:
:
Chris Kanter
Richard Farnsworth Seney
Elisa Lumbantoruan
Wijayanto Samirin
Direksi:
Direktur Utama & Chief Executive Officer
Direktur & Chief Financial Officer
Direktur & Chief of Wholesale and Enterprise Officer
Direktur Independen & Chief Sales and Distribution Officer
Direktur & Chief Technology Officer
:
:
:
:
:
Alexander Rusli
Caba Pinter
Herfini Haryono
Joy Wahjudi
John Martin Thompson
Berikut ini keterangan singkat mengenai anggota Komisaris dan Direksi baru yang telah diangkat setelah
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap II Indosat Tahun 2015:
Dewan Komisaris
Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
Warga negara Indonesia, 55 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Independen
sejak Juni 2015. Jabatan lain yang pernah dipegang diantaranya adalah sebagai
berikut:
Juni 2015 – sekarang
September 2015 – sekarang
2014 – 2015 2009 – 2013
2008 – 2013
2007 – 2013
2008 – 2012
2002 - 2007
1980 - 2002
: Komisaris Independen, PT Indosat Tbk
: Presiden Direktur, PT ISS Indonesia
:EVP/Director of Human Capital, IT and
Strategy, PT Samora Usaha Makmur
: Komisaris Utama – PT. Gapura Angkasa
: Komisaris Utama – PT. Citilink Indonesia
: Beberapa posisi strategis di PT. Garuda
Indonesia
: Komisaris Independen – PT. XL Axiata, Tbk
:Beberapa posisi strategis di PT. HewlettPackard Indonesia
: Berbagai posisi sebagai pengajar dan posisi
di perusahaan IT
Beliau memperoleh gelar Sarjana di bidang Matematika di Institut Teknologi
Bandung.
Direksi
Caba Pinter, Direktur & Chief Financial Officer
Warga negara Jerman, 49 tahun. Menjabat sebagai Direktur sejak Juli 2015.
Jabatan lain yang pernah dipegang diantaranya adalah sebagai berikut:
Juli 2015 - sekarang
: Direktur dan Chief Financial Officer,
PT Indosat Tbk
: Regional CFO – Ooredoo Group (Doha Qatar)
: Africa CFO – Airtel Africa (Nairobi Kenya)
: Africa CFO – Zain Africa (Manama, Kingdom
of Bahrain)
: CFO and Acting CEO - Celtel Kenya Ltd
(Nairobi Kenya)
2013 – 2015
2010 – 2012
2008 – 2010
2005 – 2008
27
2003 – 2005
: Finance Director - Celtel Uganda (Kampala,
Uganda)
: CFO - Millicom International Cellular S.A.
(Accra, Ghana)
: Berbagai posisi di Kroasia, Italia, Hungaria,
UK, Rusia dan Polandia
2001 – 2002
1990 – 2001
Beliau memperoleh gelar Master in International Economics and Management di
SDA Bocconi, Milan, Italia.
Herfini Haryono, Direktur & Chief of Wholesale and Enterprise Officer
Warga negara Indonesia, 49 tahun. Menjabat sebagai Direktur sejak Oktober
2015. Jabatan lain yang pernah dipegang diantaranya adalah sebagai berikut:
Oktober 2015 – sekarang
Februari – Oktober 2015
Mei – Oktober 2014
: Direktur, PT Indosat Tbk
: Chief Information Officer (CIO), PT Indosat Tbk
: Acting Chief Technical Officer (CTO),
PT Indosat Tbk
: Komisaris, PT Lintasarta
: Komisaris, Artajasa
:
Pimpinan
berbagai
proyek
strategis,
PT Indosat Tbk
: Direktur Bisnis Portfolio dan Sinergi,
PT Telkom Metra
: Komisaris, PT Telkom Metra
: Direktur Perencanaan dan Pengembangan
dan Chief Technology and Information Officer
PT Telkomsel
: GM & Vice President PT Telkomsel
Mei 2014 – Februari 2015
Juni 2013 – Oktober 2014
2013 – 2014
Mei 2012 – Januari 2013
2007 – Mei 2012
2009 – 2012
2004 – 2009
Beliau memperoleh gelar Master in Electrical Engineering, dengan spesialisasi
telekomunikasi di Technical University of Braunschweig, Jerman.
KOMPENSASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015 adalah sebesar Rp51,66 miliar. Sedangkan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015 dan tahun-tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 besarnya total jumlah gaji dan tunjangan yang diterima oleh
Dewan Komisaris adalah sebesar Rp16,42 miliar, Rp18,52 miliar, Rp10,55 miliar dan Rp16,85 miliar
dan besarnya total jumlah gaji dan tunjangan yang diterima oleh Direksi adalah sebesar Rp35,24
miliar, Rp32,15 miliar, Rp31,12 miliar dan Rp42,15 miliar. Para anggota Dewan Komisaris dan Direksi
dapat diberi gaji dan/atau tunjangan yang jumlahnya ditentukan oleh RUPS. RUPS dapat melimpahkan
kewenangan untuk menetapkan gaji dan/atau tunjangan Direksi kepada Dewan Komisaris.
AUDIT INTERNAL
Setelah Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai
dengan Tanggal Informasi Tambahan, Ketua Audit Internal Perseroan telah melakukan perubahan
terhadap susunan anggota audit internal Perseroan sebagaimana dijelaskan dibawah ini:
Ketua Audit Internal :
Anggota :
Hanna Sitorus
Henriko Samosir, sebagai Division Head Network Audit
Venerdi Faizal.F.W, sebagai Division Head IT Audit
Benny Roy Parluhutan Napitupulu, sebagai Division Head Commercial Audit
28
Suryani, sebagai Division Head Finance & Supply Chain Audit
Florensius Benny, sebagai Division Head Quality Assurance Audit
Imanastu Wicaksono, sebagai Division Head Compliance Audit
Chandra Aprely Putra, sebagai Division Head Technology & Data Analytics
Fredweri, sebagai Audit Project Expert
Kegiatan
Sampai dengan 30 September 2015, Internal Audit (IA) Group melakukan 48 audit yang terdiri dari audit
reguler, investigasi dan audit khusus menggunakan Metode Audit Berbasis Risiko dan sebagai respon
terhadap laporan-laporan whistleblower. Bidang-bidang utama yang diaudit pada tahun 2015 adalah
Operasional (seperti KPI Distributor dan Channel, kinerja call centre service, Project Management atas
Network Rollout (Jaguar and MBS Projects), kinerja Sourcing, dan Crisis Management Plan), Kepatuhan
(seperti Internal Control over Financial Reporting, Anti-Money Laundring atas transaksi Dompetku),
serta Informasi & Teknologi (seperti Single Point of Failure Controls, Aplikasi Mobile Outlet, dan IT
Managed Service (VAS)). IA Group juga melakukan 46 audit monitoring untuk menindaklanjuti status
rekomendasi audit sebelumnya dan memastikan bahwa rencana aksi yang disepakati telah benar dan
tepat waktu dilakukan oleh Pemilik Proses Bisnis dan Senior Manajemen yang terkait.
IA Group dengan dukungan Direktur Utama & CEO, Komite Audit dan Manajemen Senior terus
meningkatkan kinerjanya. IA Group juga sedang melakukan evaluasi terhadap Risk Management untuk
memberikan jaminan bahwa risiko telah dievaluasi secara layak dan pengendalian dilakukan untuk
meminimalkan risiko, serta mengevaluasi risiko-risiko utama dan implementasi pengendalian.
KOMITE AUDIT
Perseroan telah merubah susunan komite audit Perseroan setelah Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi dan Sukuk Ijarah Tahap II Indosat Tahun 2015 berdasarkan Risalah Rapat Dewan Komisaris
Perseroan yang diadakan pada tanggal 10 Juni 2015, susunan Komite Audit Perseroan terdiri dari:
Ketua
:
Richard Farnsworth Seney, 60 tahun, warga negara Amerika.
Anggota
:
Elisa Lumbantoruan, 55 tahun, warga negara Indonesia
Anggota
:
Kanaka Puradiredja, 64 tahun, warga negara Indonesia.
Beliau menjadi anggota Komite Audit sejak 1 Januari 2009. Beliau adalah pendiri
KAP Kanaka Puradiredja Suhartono dan menjadi Senior Partner sejak 2000 hingga
Oktober 2007. Saat ini, beliau menjabat Ketua pada Dewan Kehormatan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Institut Komite Audit Indonesia, serta anggota dalam Badan Rehabilitasi
dan Rekonstruksi Aceh dan Dewan Kehormatan Professionals in Risk Management
Association (PRIMA). Sebelumnya beliau menjabat beberapa posisi, yaitu anggota
Marketing & Communication Committee KPMG International pada tahun 1995, anggota
KPMG Asia Pacific Board tahun 1994-1998, Managing Partner di KPMG Indonesia tahun
1978-1999 dengan posisi terakhir sebagai Chairman dan sebelumnya bekerja pada
Peat Marwick Mitchell (pendahulu KPMG) di Melbourne, Australia tahun 1975-1977
dan Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara (sekarang BPKP) tahun 19711974. Beliau memperolah gelar dari Fakultas Ekonomi, jurusan Akuntansi di Universitas
Padjajaran, Bandung pada tahun 1971 dan merupakan Charter Member dari Lembaga
Komisaris Direksi Indonesia (LKDI).
29
Anggota
:
Unggul Saut Marupa Tampubolon, 63 tahun, warga negara Indonesia.
Beliau telah menjadi anggota Komite Audit sejak 3 Juli 2008. Sebelumnya, beliau telah
memegang beberapa jabatan termasuk Direktur Utama PT Satelindo sejak 2001 sampai
dengan 2002, General Manager Hukum Perseroan sejak 2000 sampai dengan 2001,
Komisaris PT MGTI (Indosat Group) sejak 2000 sampai 2001, Direktur Utama PT Indosel
sejak 1997 sampai dengan 1999, Komisaris PT Sisindosat (Indosat Group) sejak 1997
sampai 1999, Direktur PT Menara Jakarta sejak 1996 sampai dengan 1997, Komisaris
PT Patrakom (Indosat Group) sejak 1996 sampai 1997 dan General Manager Hukum
dan Humas Perseroan sejak 1988 sampai dengan 1997. Sebelum bergabung dengan
Perseroan, beliau adalah penasihat hukum PT Nickel Indonesia sejak 1980 sampai
dengan 1983 dan konsultan hukum pada Kantor Hukum Imam & Associates. Beliau
memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada
tahun1977.
Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, masa jabatan Komite Audit Perseroan tidak dapat lebih lama dari
masa jabatan Dewan Komisaris dan hanya dapat diperpanjang untuk satu periode berikutnya.
KOMITE MANAJEMEN RISIKO
Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan, susunan anggota Komite Manajemen Risiko Perseroan
berdasarkan Risalah Rapat Dewan Komisaris Perseroan yang diadakan pada tanggal 10 Juni 2015
terdiri dari:
Ketua:
Khalid Ibrahim A Al-Mahmoud
Anggota:Ahmed Yousef Ebrahim M Al-Derbesti
Anggota:Beny Roelyawan
Anggota:Elisa Lumbantoruan
Tugas Komite Manajemen Risiko untuk membantu Dewan Komisaris dalam menetapkan kebijakan yang
tepat yang menyangkut penilaian risiko dan manajemen risiko serta menelaah kecukupan, kelengkapan
dan implementasi yang efektif terhadap proses manajemen risiko perusahaan dan merekomendasikan
perbaikan, bilamana diperlukan.
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Perseroan telah memiliki Komite Remunerasi yang sekaligus berperan selaku Komite Nominasi
sebagaimana diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris Perseroan tanggal 28 Januari 2015 dengan
susunan sebagai berikut:
Ketua
Anggota
Anggota
Anggota
:
:
:
:
Richard Farnsworth Seney
Astera Primanto Bhakti
Chris Kanter
Cynthia Alison Gordon
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan No. 021/A00/REL/14 tanggal 20 Mei 2014 Perseroan telah
menunjuk Harsya Denny Suryo sebagai Sekretaris Perusahaan yang mempunyai fungsi sebagai
penghubung antara Perseroan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia, KSEI,
lembaga penunjang pasar modal lainnya serta masyarakat. Berdasarkan surat pernyataan Direksi
Perseroan tanggal 20 November 2015, penunjukan Hasya Denny Suryo selaku sekretaris perusahaan
telah sesuai dengan Peraturan OJK No. 35.
30
Dr. Nasser Mohammed Marafih
Ahmed Yousef Ebrahim Al - Derbesti
Khalid Ibrahim A. Al Mahmoud
Chris Kanter
Astera Primanto Bhakti
Beny Roelyawan
Cynthia Alison Gordon
Richard Farnsworth Seney
Elisa Lumbantoruan
Wijayanto Samirin
Alexander Rusli
Caba Pinter
Herfini Haryono
Joy Wahjudi
John Martin Thompson
Citra Damayani Agus
Dr. Oliver Reiss
Ragnar Sven Kruse
Ridwan F. Karsa
Yayan Dharmawangsa
Fuad I. Z Fachroeddin
Arpad Istvan Kiraly
Puneet Kumar Gard
RR Ripy Retno
Antonius Ardian Bermana
Arya Damar
Ginandjar
Alfi Asman
Romeo Rissal
Soeprapto
Budiharto
KU
K
K
K
K
K
K
KI
KI
KI
DU
D
D
DI
D
-
Perseroan
-
Ooredoo Asia
-
IPBV
D
-
31
ISPL
K
DU
D
D
D
D
KU
K
-
IM2
K
--
SMT
K
DU
D
D
KU
K
K
Lintasarta
-
IMBV
K
--
IVM
-
LMD
K
--
Artajasa
Antara Perseroan dengan pemegang saham dan Entitas Anak yang dimiliki langsung dan tidak langsung terdapat hubungan kepengurusan sebagai berikut:
KU
DU
D
K
-
PBD
D. HUBUNGAN PENGURUSAN DAN PENGAWASAN ANTARA PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM DAN ENTITAS ANAK YANG DIMILIKI LANGSUNG
DAN TIDAK LANGSUNG
Emmy Iriani Kasim
Fransiska Nelwan Mok
Djoko Setiawan
Nawawi
Bayu Hanantasena
Anthoni
Eddy Sulaeman
Ahmad Jayadi
Prayogi
Sukria
Suharso Widiadi
Louis Ernst Frederik
Rizna Mahdini
Banu Setianto
Teddy Surianto
Teddy Sis Herdianto
M. Fidelis Tedja
Guy William Norman
Scott Wiliam
Ajay Bahri
Leonardus Salim
John Peter Van Leeuwen
Ruzzie Anton Jusala
Feby Sallyanto
IM2
SMT
IPBV
ISPL
Ooredoo Asia
Perseroan
-
-
DU
D
-
-
D
D
D
D
D
-
D
D
-
-
Keterangan:
DU: Direktur Utama, D: Direktur, DI: Direktur Independen, KU:Komisaris Utama; K : Komisaris, KI : Komisaris Independen
32
K
K
-
Lintasarta
D
D
-
IMBV
DU
D
-
IVM
DU
D
KU
K
K
-
LMD
DU
D
D
D
K
K
-
Artajasa
--
PBD
-
99,85%
Indosat Singapore Pte.,
Ltd.
PT Interac•ve Vision
Media
99,98%
PT Indosat Mega Media
33
99,94%
PT Starone Mitra
Telekomunikasi
5,37%
14,29%
100,00%
SKAGEN Funds
Republik Indonesia
*Keterangan:
Indosat Palapa Company B.V. dan Indosat Mentari Company B.V. sedang dalam proses likuidasi.
Indosat Mentari
Company B.V*
100,00%
Indosat Palapa
Company B.V.*
100,00%
65,00%
Ooredoo Asia Pte Ltd
100,00%
Qatar South East Asia
Holding S.P.C
Berikut ini merupakan bagan pemegang saham Perseroan:
72,36%
PT Artajasa Pembayaran
Elektronis
55,00%
PT Lintas Media Danawa
70,00%
PT Aplikanusa Lintasarta
15,34%
Masyarakat
PT Portal Bursa Digital
62,00%
E. KETERANGAN RINGKAS TENTANG ENTITAS ANAK YANG DIMILIKI LANGSUNG
1. Indosat Palapa Company B.V (“IPBV”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
dan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan
tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan IPBV sedang dalam proses likuidasi berdasarkan keterangan
Perseroan. Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu sebagai berikut:
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IPBV, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan IPBV untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan
2011, yang dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan disajikan sesuai dengan Dutch
Accounting Standards.
Laporan keuangan IPBV pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh Ernst & Young Accountants LLP, Belanda,
auditor independen, berdasarkan Dutch Standards on Auditing, dengan opini tanpa modifikasian,
sebagaimana tercantum dalam laporan audit Ernst & Young Accountants LLP.
(dalam ribuan AS$)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Laba (Rugi) periode/tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
30 September
2015
31 Desember
2013
2012
2014
4.553
4.553
89
296
4.168
4.553
668.595
668.595
664.137
527
3.931
668.595
6.389
660.495
666.884
20.174
643.091
3.619
666.884
2011
5.890
660.332
666.222
20.225
643.587
2.410
666.222
3.024
660.397
663.421
20.173
640.903
2.345
663.421
30 September
2015
2014
2014
(dalam ribuan AS$)
31 Desember
2013
2012
2011
58.374
(58.252)
122
37.362
(37.118)
244
49.816
(49.478)
338
50.759
(49.487)
1.272
49.435
(49.422)
13
49.428
(49.646)
(218)
237
269
312
1.209
99
(209)
Tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2014
Aset
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah aset IPBV adalah sebesar AS$4.553 ribu mengalami
penurunan sebesar AS$664.042 ribu atau sebesar 99,3% dari AS$668.595 ribu pada 31 Desember
2014. Penurunan ini terutama disebabkan pelunasan piutang pihak berelasi dari Perseroan.
Liabilitas Jangka Pendek
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka pendek IPBV adalah sebesar AS$89 ribu
mengalami penurunan sebesar AS$664.048 ribu atau sebesar 99,9% dari AS$664.137 ribu pada 31
Desember 2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelunasan lebih awal dari hutang Guaranteed
Notes 2020 kepada pihak ketiga.
34
Liabilitas Jangka Panjang
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka panjang IPBV adalah sebesar AS$296 ribu
mengalami penurunan sebesar AS$231 ribu atau sebesar 43,8% dari AS$527 ribu pada 31 Desember
2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya hutang pihak berelasi kepada Perseroan.
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014
Pendapatan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015, pendapatan IPBV sebesar
AS$58.374 ribu mengalami kenaikan sebesar AS$21.012 ribu atau sebesar 56,2% dari AS$37.362 ribu
pada pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014. Peningkatan ini
disebabkan oleh kenaikan pendapatan bunga pinjaman akibat pelunasan lebih awal Guaranteed Notes
2020.
2. Indosat Singapore Pte. Ltd. (“ISPL”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada ISPL terkait dengan anggaran
dasar, kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham dan pengurusan dan pengawasan.
Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu sebagai berikut:
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting ISPL, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan ISPL untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan
2011, yang dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan disajikan sesuai dengan Singapore
Companies Act- Chapter 50 dan Singapore Financial Reporting Standards.
Laporan keuangan ISPL pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh Ernst & Young LLP, Singapura, auditor
independen, berdasarkan Singapore Standards on Auditing, dengan opini tanpa modifikasian.
(dalam ribuan AS$)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba periode/tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
30 September
2015
31 Desember
2013
2012
2014
7.828
1.384
9.212
3.300
1.204
4.708
9.212
6.556
1.476
8.032
1.665
1.278
5.089
8.032
30 September
2015
2014
7.994
1.620
9.614
2.703
1.388
5.523
9.614
2014
2011
9.855
466
10.321
4.243
79
5.999
10.321
7.999
631
8.630
2.589
107
5.934
8.630
(dalam ribuan AS$)
31 Desember
2013
2012
2011
9.500
(7.132)
2.368
11.189
(7.976)
3.213
13.557
(10.785)
2.772
14.149
(11.225)
2.924
12.494
(8.306)
4.188
11.288
(7.315)
3.973
2.024
2.767
2.405
2.839
3.315
3.250
35
Tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2014
Aset
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah aset ISPL adalah sebesar AS$9.212 ribu mengalami kenaikan
sebesar AS$1.180 ribu atau sebesar 14,7% dari AS$8.032 ribu pada 31 Desember 2014. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan aset lancar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka pendek ISPL adalah sebesar AS$3.300 ribu
mengalami kenaikan sebesar AS$1.635 ribu atau sebesar 98,2% dari AS$1.665 ribu pada 31 Desember
2014. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan hutang berelasi kepada Perseroan.
Liabilitas Jangka Panjang
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka panjang ISPL adalah sebesar AS$1.204 ribu
mengalami penurunan sebesar AS$74 ribu atau sebesar 5,8% dari AS$1.278 ribu pada 31 Desember
2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan hutang jangka panjang lain lain.
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014
Pendapatan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015, pendapatan ISPL sebesar
AS$9.500 ribu mengalami penurunan sebesar AS$1.689 ribu atau sebesar 15,1% dari AS$11.189 ribu
pada pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014. Penurunan ini
disebabkan oleh menurunnya pendapatan sewa sirkit seiring penurunan lalu lintas data terkait.
3. PT Indosat Mega Media (“IM2”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada IM2 terkait dengan anggaran dasar,
kegiatan usaha, struktur permodalan, kepemilikan saham dan pengawasan, kecuali perubahan terkait
kepengurusan dan pengawasan.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3 tanggal 1 September 2015 dibuat dihadapan
Jose Dima Satria, SH, Notaris di Jakarta, sebagaimana telah diberitahukan kepada Menkumham
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0961935 tanggal 2 September 2015,
susunan Direksi dan Dewan Komisaris IM2 telah berubah menjadi sebagai berikut:
Direksi Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
:
:
:
:
:
Ridwan F. Karsa
Yayan Dharmawangsa
Fuad I. Z Fachroeddin
Kiraly Arpad Istvan
Garg Puneet Kumar
Komisaris
Komisaris Utama : RR Ripy Retno
Komisaris
: John Martin Thompson
Komisaris
: Antonius Adrian Bermana
36
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IM2, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan IM2 untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan IM2 pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja
(firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporan audit
KAP Purwantono, Suherman & Surja.
Laporan keuangan IM2 pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK No.24
(Revisi 2013), yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan kembali telah diaudit oleh KAP Purwantono,
Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan
Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
30 September
2015
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013*)
2012
2011
2014*)
843.769
113.701
957.470
1.475.070
26.664
(544.264)
957.470
791.219
116.031
907.250
1.467.508
23.014
(583.272)
907.250
30 September
2015
2014*)
2014*)
522.594
330.471
853.065
162.330
16.041
674.694
853.065
510.623
302.685
813.308
156.856
17.559
638.893
813.308
418.113
328.291
746.404
108.561
14.488
623.355
746.404
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013*)
2012
2011
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
235.262
(230.420)
4.842
280.129
(1.541.420)
(1.261.291)
373.942
(1.618.999)
(1.245.057)
418.150
(396.707)
21.443
288.089
(254.511)
33.578
621.239
(633.428)
(12.189)
39.008
(1.257.063)
(1.230.697)
31.857
15.538
(13.304)
Laba periode/tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
Tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2014
Aset
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah aset IM2 adalah sebesar Rp957.470 juta mengalami kenaikan
sebesar Rp50.220 juta atau sebesar 5,5% dari Rp907.250 juta pada 31 Desember 2014. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset lancar, terutama kas dan setara kas akibat penerimaan
piutang usaha.
Liabilitas Jangka Pendek
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka pendek IM2 adalah sebesar Rp1.475.070
juta mengalami kenaikan sebesar Rp7.562 juta atau sebesar 0,5% dari Rp1.467.508 juta pada 31
Desember 2014. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan saldo utang pengadaan.
37
Liabilitas Jangka Panjang
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka panjang IM2 adalah sebesar Rp26.664 juta
mengalami kenaikan sebesar Rp3.650 juta atau sebesar 15,9% dari Rp23.014 juta pada 31 Desember
2014. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kewajiban imbalan kerja karyawan IM2, sesuai
dengan perhitungan aktuaris.
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014
Pendapatan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015, pendapatan IM2 sebesar
Rp235.262 juta mengalami penurunan sebesar Rp44.867 juta atau sebesar 16,0% dari Rp280.129 juta
pada pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014. Penurunan ini
disebabkan oleh penurunan pendapatan internet IM2 dari pihak berelasi.
4. PT Starone Mitra Telekomunikasi (“SMT”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada SMT terkait dengan anggaran dasar,
kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham, kecuali terkait pengurusan, pengawasan
dan susunan kepemilikan saham.
Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 6 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Liliana Tedjosaputra, SH, Notaris
di Semarang yang telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
No. AHU-AH.01.03-0951638 tanggal 15 Juli 2015 terdapat pemberhentian dan pengangkatan kembali
komisaris SMT sehingga struktur pengurusan dan pengawasan SMT menjadi sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama
: Suharso Widiadi Sulistyo
Direktur:
Louis Ernst Frederik Mandagie
Dewan Komisaris Komisaris : Antonius Ardian Bermana
Terjadi perubahan susunan kepemilikan saham dalam SMT sebagai akibat pengalihan sejumlah
45.896.723 saham milik PT Delta Sarana Pradana kepada Perseroan dan Kopindosat dengan perincian
sejumlah 45.696.723 saham dialihkan kepada Perseroan dan sebanyak 200.000 saham dialihkan kepada
Kopindosat dan sejumlah 4.220.838 saham milik PT Dawamiba Engineering dialihkan kepada Perseroan.
Pengalihan saham-saham tersebut telah disetujui oleh RUPS SMT berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Pemegang Saham No. 30 tanggal 20 Oktober 2015 yang telah diberitahukan kepada
Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0973195 tanggal 20
Oktober 2015. Sebagai akibat dari pengalihan-pengalihan saham tersebut maka susunan pemegang
saham SMT berubah menjadi sebagai berikut:
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. Perseroan
2. Kopindosat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Modal Dalam Portepel
Jumlah Saham
Seri A
Seri B
Jumlah Nominal
@Rp1000 (Seri A)
@Rp125 (Seri B)
340.383.000.000
Persentase
(%)
-
182.307.216
200.000
132.389.655
-
198.855.922.875
200,000.000
99,94
0,06
182.507.216
132.389.655
199.055.922.875
100
0
1.130.616.617
141.327.077.125
38
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting SMT, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan SMT untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan SMT pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja
(firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporan audit
KAP Purwantono, Suherman & Surja.
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Rugi Usaha
Laba (Rugi) periode/tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
30 September
2015
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013
2012
2011
2014
153.588
11.171
164.759
145.929
18.830
164.759
229.580
17.522
247.102
232.496
14.606
247.102
30 September
2015
2014
211.808
24.973
236.781
221.574
2.138
13.069
236.781
221.483
29.373
250.856
241.163
9.693
250.856
170.126
39.525
209.651
177.345
32.306
209.651
2014
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013
2012
2011
9.221
(16.431)
(7.210)
9.760
(21.162)
(11.402)
13.577
(28.867)
(15.290)
13.986
(38.686)
(24.700)
19.922
(52.269)
(32.347)
35.136
(59.073)
(23.937)
4.224
953
1.538
(13.173)
(22.613)
(15.554)
Tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2014
Aset
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah aset SMT adalah sebesar Rp164.759 juta mengalami
penurunan sebesar Rp82.343 juta atau sebesar 33,3% dari Rp247.102 juta pada 31 Desember 2014.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan aset lancar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka pendek SMT adalah sebesar Rp145.929
juta mengalami penurunan sebesar Rp86.567 juta atau sebesar 37,2% dari Rp232.496 juta pada 31
Desember 2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi ke Perseroan.
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014
Pendapatan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 pendapatan SMT sebesar
Rp9.221 juta mengalami penurunan sebesar Rp539 juta atau sebesar 5,5% dari Rp9.760 juta pada
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014. Penurunan ini disebabkan
oleh penurunan pendapatan akibat penurunan jumlah pelanggan.
39
5. PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada Lintasarta terkait dengan anggaran
dasar, kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham kecuali terkait pengurusan dan
pengawasan.
Berdasarkan Akta No. 61 tanggal 29 April 2015 dibuat dihadapan Jose Dima Satria, SH, Notaris di Jakarta,
sebagaimana telah diberitahukan kepada Menkumham dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
AHU-AH.01.03-0929688 tanggal 5 Mei 2015, susunan direksi dan komisaris Lintasarta berubah menjadi
sebagai berikut:
Direksi :
Direktur Utama
Direktur
Direktur
: Arya Damar
: Ginandjar
: Ir. Alfi Asman
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
Komisaris
:
:
:
:
:
:
Dr. Romeo Rissal Pandjialam
Soeprapto
Ir. Budiharto
Joy Wahyudi
Emmy Iriani Kasim
Fransisca Nelwan Mok
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Lintasarta, yang angka-angkanya
diambil dari laporan keuangan Lintasarta untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan Lintasarta pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja
(firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporan audit
KAP Purwantono, Suherman & Surja.
Laporan keuangan Lintasarta pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK No.24
(Revisi 2013), yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan kembali telah diaudit oleh KAP Purwantono,
Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan
Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.
40
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba periode/tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
30 September
2015
1.324.490
1.350.123
2.674.613
373.465
79.949
2.221.199
2.674.613
31 Desember
2013*)
2012
2014*)
1.221.140
1.177.473
2.398.613
297.495
81.369
2.019.749
2.398.613
30 September
2015
2014*)
1.143.007
1.053.072
2.196.079
307.504
105.045
1.783.530
2.196.079
2014*)
1.066.181
1.083.043
2.149.224
400.942
137.315
1.610.967
2.149.224
2011
955.490
1.043.961
1.999.451
484.890
160.184
1.354.377
1.999.451
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013*)
2012
2011
1.361.276
(1.013.815)
347.461
1.230.676
(915.222)
315.454
1.734.547
(1.282.739)
451.808
1.534.871
(1.125.513)
409.358
1.616.058
(1.199.993)
416.065
1.644.791
(1.273.747)
371.044
235.573
216.186
299.495
268.612
281.365
238.407
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
Tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2014
Aset
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah aset Lintasarta adalah sebesar Rp2.674.613 juta mengalami
kenaikan sebesar Rp276.000 juta atau sebesar 11,5% dari Rp2.398.613 juta pada 31 Desember 2014.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset lancar dan tidak lancar.
Liabilitas Jangka Pendek
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka pendek Lintasarta adalah sebesar Rp373.465
juta mengalami kenaikan sebesar Rp75.970 juta atau sebesar 25.5% dari Rp297.495 juta pada 31
Desember 2014. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan utang pihak berelasi kepada
Perseroan dan utang pengadaan kepada pemasok.
Liabilitas Jangka Panjang
Pada tanggal 30 September 2015 jumlah liabilitas jangka panjang Lintasarta adalah sebesar Rp79.949
juta mengalami penurunan sebesar Rp1.420 juta atau sebesar 1,7% dari Rp81.369 juta pada 31
Desember 2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan saldo utang pinjaman kepada
pihak berelasi.
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dibandingkan dengan
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014
Pendapatan
Pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 pendapatan Lintasarta
sebesar Rp1.361.276 juta mengalami kenaikan sebesar Rp130.600 juta atau sebesar 10,6% dari
Rp1.230.676 juta pada periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2014.
Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari beberapa jasa seperti IPVPN dan direct data
connection.
41
6. PT Portal Bursa Digital (“PBD”)
Pendirian
PBD, berkedudukan di Jakarta, adalah sebuah PT yang didirikan dan diatur menurut Hukum Republik
Indonesia. PBD didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 3, tanggal 12 Februari 2015, dibuat dihadapan
Novita Puspitarini, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan Menkumham
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0008670.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 25 Februari 2015
Perubahan terakhir Anggaran Dasar PBD adalah berdasarkan Akta No. 2 tanggal 1 Oktober 2015,
dibuat dihadapan Novita Puspitarini SH, Notaris di Jakarta sebagaimana telah diberitahukan kepada
Menkumham dengan Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0970563 tanggal 8 Oktober
2015 dan mendapatkan persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0943557.
AH,01.02.Tahun 2015 tanggal 8 Oktober 2015 (”Akta No.2/2015”).
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar PBD, PBD bergerak dalam bidang Web Portal, sehingga
Perseroan dapat melaksanakan seluruh kegiatan usaha sebagai berikut :
-
-
-
-
Pengoperasian situs web yang menggunakan mesin pencarian (search engine)
Pengoperasian web lain yang bertindak sebagai portal di internet
Menyediakan akses ke gerbang utama dari pusat kowledge yang merupakan hasil dari pengolahan
data dan informasi
Membuat platform portal, kemudian menjual slot/ space kepada klien yang berisi kontributor berita
serta untuk advertising
Permodalan
Berdasarkan Akta No. 2/2015, struktur permodalan dan pemegang saham terakhir PBD adalah sebagai
berikut:
Modal dasar
Modal ditempatkan/disetor
:Rp148.000.184.580
:Rp37.507.898.950
Modal dasar PBD terbagi menjadi 1.000.000 saham seri A dengan nilai nominal Rp10.000 dan 349.868
saham seri B dengan nilai nominal Rp394.435.
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. Perseroan
2. Smaato Inc.
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Jumlah Saham
Seri A
Seri B
160.625
151.875
312.500
687.500
87.170
87.170
262.698
Jumlah Nominal
@Rp 10.000 (Seri A)
@Rp 394.435 (Seri B)
148.000.184.580
35.989.148.950
1.518.750.000
37.507.898.950
110,492,285,630
Persentase
(%)
62
38
100
Pengurusan dan Pengawasan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PBD terkini berdasarkan Akta Pendirian adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Joy Wahyudi
Komisaris
: Ragnar Sven Kruse
42
Direksi:
Direktur Utama
Direktur
: Citra Damayani Agus
: Dr. Oliver Reiss
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting PBD, yang angka-angkanya diambil dari
laporan keuangan PBD untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015,
yang tidak direviu, serta dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia.
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 2015
(tidak direviu)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
45.792
45.792
5.408
2.439
37.945
45.792
2.053
(1.549)
504
437
F. KETERANGAN RINGKAS TENTANG ENTITAS ANAK YANG TIDAK DIMILIKI LANGSUNG
1. Indosat Mentari Company B.V (“IMBV”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, IMBV sedang dalam proses likuidasi berdasarkan keterangan
Perseroan. Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu sebagai berikut:
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IMBV, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan IMBV untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, yang dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan disajikan sesuai
dengan Dutch Accounting Standards.
Laporan keuangan IMBV pada tanggal 31 Desember 2014 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh Ernst & Young Accountants LLP, Belanda,
auditor independen, berdasarkan Dutch Standards on Auditing, dengan opini tanpa modifikasian,
sebagaimana tercantum dalam laporan audit Ernst & Young Accountants LLP.
43
(dalam ribuan AS$)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba periode/tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
30 September
2015
31 Desember
2013
2012
2014
121.759
121.759
42
(5.852)
127.569
121.759
667.924
667.924
9
7.996
659.919
667.924
30 September
2015
2014
26.605
639.796
666.401
16
7.947
658.438
666.401
2014
2011
38.089
639.826
677.915
12.339
3.218
662.358
677.915
2.221
660.591
662.812
42
1.644
661.126
662.812
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013
2012
2011
59.932
(388)
59.544
37.362
(343)
37.019
49.816
(429)
49.387
50.756
(467)
50.289
49.432
(332)
49.100
49.428
(544)
48.884
59.689
37.080
37.139
37.879
36.897
48.888
2. PT Interactive Vision Media (“IVM”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
dan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan
tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada IVM terkait dengan anggaran
dasar, kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham dan pengurusan dan pengawasan.
Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu sebagai berikut:
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IVM, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan IVM untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, yang tidak diaudit dan tidak direviu, serta dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
31 Desember
2015
2014
2013
2012
2011
(tidak direviu) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit)
6.345
6.345
6.345
6.345
6.056
6.056
6.056
6.056
44
5.681
5.681
5.681
5.681
5.448
5.448
5.448
5.448
5.198
5.198
50
5.148
5.198
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
Keterangan
31 Desember
2015
2014
2014
2013
2012
2011
(tidak direviu) (tidak direviu) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit)
Laporan Laba Rugi
Komprehensif
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
(Rugi) Usaha
Laba (Rugi) periode/
tahun berjalan yang
dapat
diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk
(290)
(290)
(260)
(260)
(31)
(31)
(54)
(54)
(6)
(6)
(16)
(16)
(290)
(260)
372
232
250
149
3. PT Lintas Media Danawa (“LMD”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan
Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada LMD terkait dengan anggaran
dasar, kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham dan pengurusan dan pengawasan.
Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu sebagai berikut:
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting LMD, yang angka-angkanya diambil
dari laporan keuangan LMD untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, tidak diaudit dan tidak direviu, serta dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
31 Desember
2015
2014
2013
2012
2011
(tidak direviu) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit)
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba (Rugi) Usaha
Laba (Rugi) periode/
tahun berjalan yang
dapat
diatribusikan
kepada pemilik entitas
induk
3.471
1.080
4.551
4.965
3.614
(4.028)
4.551
5.592
1.554
7.146
3.249
3.614
283
7.146
5.600
1.732
7.332
2.017
3.750
1.565
7.332
3.300
726
4.026
939
3.087
4.026
4.334
865
5.199
1.743
94
3.362
5.199
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
31 Desember
2015
2014
2014
2013
2012
2011
(tidak direviu) (tidak direviu) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit) (tidak diaudit)
5.085
(6.783)
(1.698)
4.719
(6.477)
(1.758)
9.627
(10.857)
(1.230)
6.088
(7.610)
(1.522)
5.239
(5.618)
(379)
4.533
(4.130)
403
(1.694)
(1.690)
(1.230)
(1.522)
(379)
302
45
4. PT Artajasa Pembayaran Elektronis (“Artajasa”)
Sejak tanggal pelaksanaan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
dan Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan
tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan pada Artajasa terkait dengan
kegiatan usaha, struktur permodalan dan kepemilikan saham kecuali perubahan terkait anggaran dasar,
pengurusan dan pengawasan. Adapun perubahan terdapat pada ikhtisar data keuangan penting yaitu
sebagai berikut:
APE telah melakukan perubahan pada pasal 13 ayat 2 Anggaran Dasar APE berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 07 tanggal 18 Juni 2015 yang telah diberitahukan kepada Menkumham
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0943813 tanggal 19 Juni 2015 (“Akta
No. 7/2015”).
Berdasarkan Akta No. 7/2015, susunan direksi dan komisaris APE telah berubah menjadi sebagai
berikut
Direksi Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris
:
:
:
:
Djoko Setiawan Notowidigdo
Nawawi
Bayu Hanantasena
Anthoni
:
:
:
:
Eddy Sulaeman Yusuf
Arya Damar
Ahmad Jayadi
Herry Adriejanssen
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Artajasa, yang angka-angkanya
diambil dari laporan keuangan Artajasa untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2015 dan 2014, serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan Artajasa tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, dan 2011, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja
(firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporan audit
KAP Purwantono, Suherman & Surja.
Laporan keuangan Artajasa pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK No.24
(Revisi 2013), yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan kembali telah diaudit oleh KAP Purwantono,
Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan
Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.
46
30 September
2015
Keterangan
Laporan Posisi Keuangan
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
2014*)
251.186
299.160
550.346
62.660
42.345
445.341
550.346
190.685
306.259
496.944
62.046
45.341
389.557
496.944
30 September
2015
2014*)
Keterangan
Laporan Laba Rugi
Pendapatan Usaha
Beban Usaha
Laba Usaha
Laba periode/tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013*)
2012
2011
158.590
263.575
422.165
89.337
19.042
313.786
422.165
163.027
208.576
371.603
110.983
6.231
254.389
371.603
164.690
106.100
270.790
62.347
5.287
203.156
270.790
2014*)
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2013*)
2012
2011
324.361
(191.902)
132.459
279.889
(179.154)
100.735
409.718
(251.258)
158.460
356.458
(220.605)
135.853
311.595
(192.947)
118.648
273.262
(170.196)
103.066
105.111
77.228
121.830
102.729
93.123
81.626
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
G. PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK TERAFILIASI DAN PIHAK KETIGA
ii. Perjanjian Penting Dengan Pihak Terafiliasi
Sejak Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 dan Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan Tanggal Informasi Tambahan ini, tidak
terdapat perubahan perjanjian penting Perseroan dengan pihak terafiliasi.
iii. Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga
Berikut disampaikan perkembangan perjanjian-perjanjian kredit dan kerjasama yang telah
dibuat oleh Perseroan dengan pihak Bank dan/atau pihak ketiga yang mengalami perubahan
(penambahan dan/atau pembaharuan dan/atau addendum dan/atau perpanjangan masa berlaku)
setelah Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat Tahap II Tahun 2015
sampai dengan Tanggal Informasi Tambahan:
Perjanjian Material Perseroan dan Entitas Anak
No.
1.
2.
3.
Nama, Tanggal dan Pihak
Nilai
Periode Berlaku
Perjanjian
Kontrak
Perjanjian Konsorsium No. 016/
N/A
Sejak
ditandatangani
A0C-A0CE/LGL/15 tanggal 30
sampai
dengan
Oktober 2015 antara Perseroan,
pengumuman pemenang
XL dan PT Alita Praya Mitra
tender oleh Balai Penyedia
(“Alita”)
dan Pengelola Pembiayaan
Telekomunikasi
dan
Informatika.
Perjanjian Lisensi Merek tanggal
16 November 2015 antara
Perseroan sebagai penerima
lisensi dan Ooredoo IP LLC
sebagai pemberi lisensi
Perjanjian Kerjasama No. 280/
AI0-AIA/LGL/14 tanggal 8 April
2015 antara PBD dan Perseroan
N/A
10
tahun
ditandatangani.
N/A
20
tahun
ditandatangani.
47
Deskripsi Ringkas
Perseroan, XL dan Alita sepakat untuk
membentuk suatu konsorsium untuk
mengajukan tender terkait Proyek Palapa
Ring yang terdiri dari pembangunan
submarine, inland fiber optics dan
microwaves dengan skema bangun,
guna serah dimana Proyek Palapa
Ring ini merupakan proyek milik Balai
Penyedia dan Pengelola Pembiayaan
Telekomunikasi dan Informatika.
sejak Perseroan menerima hak ekslusif
atas merek-merek Ooredoo untuk
dipergunakan di Indonesia.
sejak Perseroan
menunjuk
PBD
untuk
mengelola dan memasarkan inventaris
pemasaran Perseroan kepada pengiklan
yang bersedia mempromosikan produk
Perseroan melalui mobile advertising.
Perjanjian Kredit
No.
Akta Perjanjian
Jenis
Fasilitas
Time
loan
revolving,
K r e d i t
Investasi
dan
Bank
Garansi
Nilai
Bunga
Jangka Waktu
Fasilitas
time
loan
revolving I dengan jumlah
Rp1.500.000.000.000
Fasilitas
time
loan
revolving
II
dengan
jumlah
Rp1.000.000.000.000
Fasilitas kredit investasi
dengan jumlah pokok
Rp1.000.000.000.000
Fasilitas Bank Garansi
dengan jumlah pokok
Rp50.000.000.000
2,5% + JIBOR
untuk
fasilitas
revolving.
10% / tahun untuk
fasilitas
kredit
investasi.
Fasilitas time loan
revolving I : 10
Februari 2016
Fasilitas Time loan
revolving II : 21
Agustus 2018
Fasilitas
Kredit
Investasi
:12
Desember 2018.
Fasilitas
Bank
Garansi
:
10
Februari 2016
1.
Akta Perjanjian Kredit No.
09, tanggal 10 Februari
2011, dibuat di hadapan Ny.
Poerbaningsih Adi Warsito,
SH, Notaris di Jakarta, antara
Perseroan dan PT Bank Central
Asia Tbk yang terakhir kali
diubah dengan Akta Perubahan
atas Perjanjian Kredit No. 30
tanggal 21 Agustus 2015 yang
dibuat di hadapan notaris Ir.
Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, SH, Notaris di Jakarta
2.
Akta
Perjanjian
Kredit R e v o l v i n g Rp250.000.000.000,No.
1007/MA/MZH/1114 loan
yang dibuat di hadapan Ir.
Nanette Cahyanie Handari
Adi Warsito, SH, notaris di
Jakarta, tanggal 21 November
2014, antara Perseroan dan
PT Bank Mizuho yang telah
diubah terakhir dengan Akta
Perubahan Perjanjian Kredit
No. 21 tanggal 20 Oktober
2015 antara Perseroan dan
Mizuho dibuat dihadapan Ir.
Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, SH, notaris di Jakarta
Akta Perjanjian Kredit No. 48 Revolving
Rp1.200.000.000.000
tanggal 16 Juni 2014 yang
dibuat
dihadapan
Fathiah
Helmi, SH, Notaris di Jakarta
antara Perseroan dan PT
Bank Negara Indonesia Tbk
sebagaimana
terakhir
kali
diubah dengan Akta Perjanjian
Kredit No. 29 tanggal 27
Agustus 2015 dibuat dihadapan
Gamal Wahidin, SH, Notaris di
Jakarta.
3.
2,25% per tahun + sampai dengan 21
JIBOR
Oktober 2016
2,5% per tahun + 15 Juni 2016
JIBOR
H. ASURANSI
Sejak Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai
dengan Tanggal Informasi Tambahan, Perseroan sedang dalam proses memperpanjang asuransi yang
dimiliki yang telah berakhir pada 22 November 2015.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa perlindungan asuransinya telah sesuai dengan standar
yang berlaku di kalangan industri sejenis di Indonesia dan nilai pertanggungan asuransi cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian dari risiko yang dipertanggungkan.
Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan masing-masing perusahaan asuransi sebagaimana
didefinisikan dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 UUPM.
48
I.
PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN,
ENTITAS ANAK, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS ENTITAS ANAK
Tidak terdapat perubahan status dari perkara - perkara yang telah diungkapkan dalam Penawaran
Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai dengan Tanggal
Informasi Tambahan ini kecuali atas kasus dibawah ini:
Perkara Tindak Pidana Korupsi Indar Atmanto
Para Pihak
:
Indar Atmanto (Terdakwa)
Pokok Perkara
:
Pada tanggal 18 Januari 2012, Perseroan dan IM2, Entitas Anak, diperiksa oleh
Kejaksaan Agung sehubungan dengan perjanjian kerjasama antara Perseroan
dan IM2 terkait penyediaan layanan internet broadband berbasis 3G. IM2
dituduh menggunakan ijin 3G Perseroan secara ilegal tanpa membayar biaya
frekuensi tahunan, biaya hak penyelenggaraan telekomunikasi (concession
fee) dan biaya nilai awal tender (tender upfront fee). Namun, berdasarkan
Surat Menkominfo No. 65/M.KOMINFO/02/2012 tertanggal 24 Februari 2012
mengenai Kepastian Hukum atas Kerjasama antara Perseroan dan IM2,
Perseroan dan IM2 tidak melanggar peraturan perundang-undangan terkait
telekomunikasi atas tindakan kerjasama terkait pita frekuensi radio.
Pada tanggal 8 Juli 2013, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (“Tipikor”)
menjatuhkan putusan yang menyatakan bahwa Indar Atmanto (mantan Presiden
Direktur IM2) bersalah atas tindakannya mewakili IM2 dalam menandatangani
dan melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan, dan dijatuhi hukuman
pidana penjara empat tahun serta dikenai denda sebesar Rp200.000.000 (jika
Indar Atmanto gagal membayar denda, dia akan dikenai tambahan tiga bulan
hukuman penjara). Dalam putusan tersebut, walaupun IM2 belum ditetapkan
sebagai tersangka, Tipikor juga memerintahkan IM2 untuk membayar denda
sebesar Rp1.358.343.346.674 sebagai penggantian kerugian negara.
Sebagai akibat dari perkara tindak pidana korupsi dengan terdakwa Indar
Atmanto, Perseroan dan IM2 telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan
Surat Perintah Penyidikan No.Print-01/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 3 Januari 2013
dan No.Print-02/F.2/Fd.1/01/2013 tanggal 3 Januari 2013.
Indar Atmanto mengajukan permohonan banding pada tanggal 11 Juli 2013
ke Pengadilan Tinggi Jakarta dan selanjutnya Kejaksaan Agung juga telah
menyampaikan permohonan bandingnya pada tanggal 15 Juli 2013. Pada
tanggal 10 Januari 2014, Pengadilan Tinggi telah memeriksa berkas perkara
dan menegaskan kembali putusan Pengadilan Tipikor. Pengadilan Tinggi
memperberat hukuman penjara Indar Atmanto dari empat tahun menjadi
menjadi delapan tahun. Selain itu, hukuman terhadap IM2 untuk membayar
uang pengganti sebesar Rp1.358.343.346.674 dihapuskan. Pengadilan Tinggi
menganggap IM2 sebagai entitas hukum yang terpisah, sehingga menyatakan
bahwa IM2 harus didakwa secara terpisah mengingat IM2 belum dijadikan
tersangka dalam kasus hukum Indar Atmanto.
49
Permohonan kasasi atas nama Indar Atmanto diajukan pada tanggal 23 Januari
2014 dan memorandum kasasi diajukan oleh pihak pengacara pada tanggal 7
Februari 2014 ke Mahkamah Agung. Perkara ini telah diputus di Mahkamah
Agung, dengan nomor Putusan Mahkamah Agung No. 696/B/PK/PJK/2013
tanggal 10 Juli 2014, dengan amar sebagai berikut:
(a) menyatakan Indar Atmanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana “korupsi dilakukan secara bersama-sama”;
(b) menjatuhkan pidana terhadap Indar Atmanto tersebut dengan pidana
penjara selama 8 tahun dan menjatuhkan pidana denda sebesar
Rp300.000.000 dan bila denda tersebut tidak dibayar, diganti kurungan
selama 6 bulan;
(c) menghukum PT Indosat Mega Media membayar uang pengganti sebesar
Rp1.358.343.346.674,00 dengan ketentuan apabila PT Indosat Mega
Media tidak membayar uang pengganti tersebut paling lambat 1 bulan
sesudah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda
PT Indosat Mega Media disita oleh Jaksa dan dilelang untuk membayar
uang pengganti tersebut;
(d) menetapkan lamanya penahanan kota yang pernah dijalani oleh Indar
Atmanto dikurangkan seluruhnya;
(e) memerintahkan Indar Atmanto untuk ditahan.
Pada tanggal 13 Maret 2015, kuasa hukum Indar Atmanto mengajukan
permohonan peninjauan kembali yang telah diterima oleh Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat tanggal tanggal 16 Maret 2015 dan kemudian diberi Nomor
Perkara dengan No. 08/Akta.Pid.Sus/PK/TPK/2015/PN.JKT. PST.
Status Perkara
:
Sampai dengan Informasi Tambahan ini diterbitkan, Mahkamah Agung telah
menerbitkan putusan terhadap peninjauan kembali yang diajukan tersebut
sebagaimana dipublikasikan pada website Mahkamah Agung. Berdasarkan
keterangan perkara dalam website Mahkamah Agung tersebut, perkara telah
diputus tanggal 20 Oktober 2015 dengan status amar putusan menolak
peninjauan kembali yang diajukan Indar Atmanto. Tidak dijelaskan menganai
detail putusan peninjauan kembali oleh Mahkamah Agung tersebut pada
website Mahkamah Agung dan baik IM2 ataupun Perseroan belum menerima
salinan putusan tersebut sampai dengan Informasi Tambahan ini diterbitkan.
Perkara Penyalahgunaan Keuangan Negara
Para Pihak
:
Pokok Perkara
:
Indar Atmanto, Perseroan dan IM2 selaku Penggugat TUN.
Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (“BPKP”) selaku tergugat TUN
Pada tanggal 1 Mei 2013, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengeluarkan
Putusan No. 231/G/2012/PTUN-JKT atas gugatan Ir. Indar Atmanto, Perseroan,
dan IM2 melawan BPKP. Perkara ini terkait dengan Laporan Hasil Perhitungan
Kerugian Keuangan Negara (LHPKKN) oleh BPKP yang menyatakan bahwa
tindakan Indar Atmanto terkait telah menyebabkan kerugian keuangan negara.
Putusan PTUN ini (i) mengabulkan gugatan para penggugat sebagian; (ii)
menyatakan tidak sah Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi No. SR1024/D6/01/2012 tanggal 9 November 2012; (iii) memerintahkan pencabutan
Surat Deputi Kepala BPKP; dan (iv) menolak gugatan penggugat selebihnya.
Putusan PTUN Jakarta dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara
melalui Putusan No. 167/B/2013/PT.TUN.JKT pada tanggal 28 Januari
2014 yang meniadakan alasan kerugian negara. Pada tanggal 21 Juli 2014,
Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi BPKP dan kembali menguatkan
putusan PTUN.
50
Status Perkara
:
Terhadap putusan Mahkamah Agung yang telah menolak permohonan kasasi
dari BPKP yang diajukan pada tahun 2014, BPKP kembali mengajukan
permohonan peninjauan kembali yang diterima oleh Mahkamah Agung pada
tanggal 28 Mei 2015.
Pada tanggal 13 Oktober 2015, berdasarkan website Mahkamah Agung,
diperoleh informasi bahwa Mahkamah Agung mengabulkan permohonan
peninjauan kembali yang diajukan oleh BPKP. Tidak dijelaskan lebih lanjut
dalam website Mahkamah Agung mengenai isi putusan Mahkamah Agung
tersebut. Sampai dengan Tanggal LUT, Perseroan belum menerima salinan
resmi terhadap putusan Mahkamah Agung tersebut.
Seluruh perkara-perkara yang sedang berlangsung di atas tidak memiliki dampak yang bersifat material
terhadap kelangsungan usaha Perseroan dan/atau Entitas Anak serta rencana Penawaran Umum.
J. ASET TETAP YANG DIMILIKI PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK
Sejak Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat Tahap II Tahun 2015 sampai
dengan Tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan, tidak terdapat perubahan jumlah kepemilikan aset
tetap oleh Perseroan dan Entitas Anak.
51
V. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
A.UMUM
Perseroan adalah penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu di Indonesia dan Perseroan
menawarkan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional yang lengkap di Indonesia. Perseroan
adalah satu dari tiga operator selular di Indonesia, berdasarkan jumlah pelanggan selular, dan
penyelenggara terkemuka di sektor jasa sambungan langsung internasional di Indonesia. Perseroan
juga menyediakan jasa MIDI untuk pelanggan korporat domestik dan regional dan pelanggan
berskala besar dan juga untuk pelanggan domestik retail. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir
30 September 2015 dan 2014, serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013,
2012, 2011 dan 2010 total pendapatan usaha Perseroan masing-masing adalah sebesar Rp19.581,5
miliar, Rp17.717,3 miliar, Rp24.085,1 miliar, Rp23.855,3 miliar, Rp22.418,8 miliar, Rp20.529,3 miliar
dan Rp19.735,0 miliar.
Alamat Kantor Pusat: Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110, dan memiliki kantor-kantor Regional
di Regional Jabotabek, Regional Sumatera, Regional Jawa Barat & Jawa Tengah, Regional Jawa Timur,
Bali dan Nusa Tenggara, Regional Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Produk dan jasa utama Perseroan meliputi:
1. Jasa selular. Perseroan menyediakan jasa selular GSM 900 dan 1800 dan 3G kepada sekitar
69,0 juta pelanggan selular di seluruh Indonesia, per tanggal 30 September 2015. Perseroan juga
menyediakan layanan mobile internet menggunakan platform DCHSPA+ pada tahun 2015 dan per
tanggal 30 September 2015, pengguna mobile internet mencapai angka 32,2 juta.
2. Layanan MIDI. Perseroan menyediakan layanan MIDI yang terdiri dari layanan Internet dan layanan
data komunikasi, seperti Penyewaan Sirkit Internasional dan Domestik dan layanan berbasis
MPLS. Perseroan juga menyediakan layanan berbasis satelit, seperti penyewaan transponder,
layanan VSAT dan Layanan Nilai Tambah/IT, seperti layanan Disaster Recovery Center, layanan
Data Center dan layanan Cloud Computing. Perseroan menyediakan layanan-layanan ini secara
langsung dan melalui anak Perseroan Perseroan, Lintasarta dan IM2. Perseroan menawarkan
paket produk dan layanan ini khususnya kepada pelanggan korporasi dan wholesaler Perseroan
sebagai usaha untuk menjadi penyedia solusi informasi dan telekomunikasi mereka.
3. Jasa telekomunikasi tetap (layanan suara). Perseroan adalah salah satu penyelenggara jasa
sambungan langsung jarak jauh internasional terkemuka di Indonesia, berdasarkan jumlah menit
sambungan masuk dan keluar untuk tahun 2013. Untuk mendukung jasa selular Perseroan dan
meningkatkan akses Perseroan ke pelanggan jasa sambungan langsung jarak jauh domestik dan
internasional, Perseroan juga menyediakan jasa telepon tetap nirkabel menggunakan teknologi
CDMA 2000 1x. Perseroan juga menyediakan jasa SLJJ sejak tahun 2003 dan jasa teleponi tetap
lokal sejak 2002.
52
Data Operasional Usaha Perseroan
Periode sembilan bulan
yang berakhir pada
tanggal 30 September
2015
Keterangan
Selular(1):
Jumlah pelanggan selular
Prabayar (dalam jutaan)
Pascabayar (Matrix) (dalam
jutaan)
Total pelanggan selular
(dalam jutaan)
ARPU (Rp) (2)
Penggunaan menit(3)
ARPM (Rp)(4)
Jumlah base station site
Jumlah base station controllers
Jumlah pusat mobile switching
MIDI:
Sirkit Sewa Kecepatan Tinggi
Internasional (dalam Mbps)
Sirkit Sewa Kecepatan Tinggi
Domestik (dalam Mbps)
IPVPN (dalam Mbps)
Internet (dalam Mbps)
Telekomunikasi Tetap:
Panggilan masuk (dalam juta menit)
Panggilan keluar (dalam juta menit)
Rasio panggilan masuk/keluar
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2014
2013
2012
2011
2010
68,2
0,8
62,4
0,8
58,8
0,8
57,8
0,6
50,5
1,2
43,2
1,1
69,0
63,2
59,6
58,5
51,7
44,3
25.424
68
143
46.196
445
51
27.198
78
143
40.229
403
54
27.515
93
133
24.280
394
64
27.073
104
127
21.930
351
67
28.381
95
157
19.253
353
75
34.712
113
163
18.108
364
87
126.925
94.338
44.530
30.765
23.453
13.614
170.100
129.461
131.513
33.762
18.957
15.678
4.978
62.426
4.197
43.653
3.710
45.106
2.935
21.608
2.128
15.178
1.396
3.383
1.363
168
8,1
1.769
356
5,0
1.906
300
6,4
1.825
409
4,5
1.842
445
4,1
1.679
463
3,6
Sumber: Perseroan
(1) Pelanggan selular berarti total pelanggan selular terdaftar dan aktif.
(2) Rata-rata pendapatan bulanan (dalam Rupiah) untuk setiap pelanggan selular, atau ARPU, dihitung dengan membagi
pendapatan tetap bulanan layanan selular prabayar dan pasca bayar (pendapatan pemakaian, jasa nilai tambah, pendapatan
interkoneksi dan pendapatan langganan bulanan), tidak termasuk pendapatan tidak tetap seperti biaya aktivasi dan lelang
khusus untuk nomor telepon yang dihitung sesuai dengan SAK, untuk periode terkait dengan rata-rata jumlah pelanggan
prabayar dan pasca bayar. Jumlah rata-rata pelanggan prabayar dan pasca bayar adalah jumlah pelanggan selular aktif
pada awal dan akhir bulan dibagi dua.
(3) Menit Pemakaian untuk setiap pelanggan selular dihitung dengan membagi jumlah menit untuk pemakaian panggilan keluar
dari pelanggan prabayar dan pasca bayar untuk setiap bulan dengan jumlah rata-rata pelanggan selular prabayar dan pasca
bayar aktif. Jumlah rata-rata pelanggan selular prabayar dan pasca bayar adalah jumlah pelanggan selular aktif pada awal
dan akhir bulan dibagi dua.
(4) ARPM dihitung dengan membagi pendapatan tetap bulanan dari pelanggan prabayar dan pasca bayar, tidak termasuk
pendapatan tidak tetap seperti biaya aktivasi dan lelang khusus untuk nomor telepon yang dihitung sesuai dengan SAK,
untuk periode tertentu, dengan jumlah menit (yang sudah ditagih dan belum ditagih) pemakaian untuk panggilan keluar dari
pelanggan prabayar dan pasca bayar untuk periode-periode tersebut.
Tabel berikut berisi uraian atas total pendapatan usaha konsolidasi untuk masing-masing periode yang
disebutkan dalam tabel dan persentase kontribusi dari layanan-layanan Perseroan atas total pendapatan
usaha Perseroan:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode sembilan
bulan yang
berakhir pada
tanggal
30 September
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2015
Rp
Selular
MIDI
Telekomunikasi Tetap
Total Pendapatan Usaha
2014
%
Rp
2013
%
Rp
2012
%
Rp
2011
%
Rp
2010
%
Rp
%
15.991.678
81,7
19.480.465
80,9
19.374.638
81,2
18.489.329
82,4
16.587.385
80,8
15.876.908
80,4
2.756.458
14,1
3.508.563
14,6
3.265.847
13,7
2.908.033
13,0
2.691.925
13,1
2.579.967
13,1
833.401
4,2
1.096.073
4,5
1.214.787
5,1
1.021.450
4,6
1.249.982
6,1
1.278.171
6,5
19.581.537
100,0
24.085.101
100,0
23.855.272
100,0
22.418.812
100,0
20.529.292
100,0
19.735.046
100,0
53
B. KEGIATAN USAHA
1. Jasa Selular
Jasa selular telah membukukan pendapatan sebesar Rp15.992 miliar untuk periode sembilan
bulan yang berakhir 30 September 2015. Perseroan adalah adalah satu dari tiga penyelenggara
jasa selular terbesar di Indonesia, berdasarkan jumlah pelanggan selular, yaitu 69,0 juta pelanggan
(termasuk pelanggan mobile internet) per tanggal 30 September 2015. Pada tanggal 30 September
2015, Perseroan menguasai pangsa pasar sekitar 26,6% dari jumlah pelanggan 3 (tiga) operator
selular GSM terbesar.
Jaringan selular Perseroan saat ini menyediakan cakupan jaringan di semua kota besar dan pusat
kependudukan di seluruh Indonesia. Perseroan menyediakan jasa selular dengan teknologi GSM
900 dan GSM 1800 dan, untuk platform 3G Perseroan menggunakan WCDMA 2100 dan U900.
Perseroan juga merupakan salah satu penyelenggara terdepan dalam layanan mobile internet di
Indonesia. Per 30 September 2015, Perseroan memiliki sekitar 32,2 juta pelanggan mobile internet.
a.Layanan
Layanan selular utama Perseroan merupakan jasa penyediaan suara dan data, yang Perseroan
jual melalui program pra-bayar dan pasca bayar. Pelanggan prabayar dan pasca bayar Perseroan
dapat menerima dan melakukan panggilan suara ”on-net” ke dan dari pelanggan Perseroan
lainnya (termasuk pelanggan Matrix, Mentari, dan IM3 Perseroan) dalam jaringan telekomunikasi
Perseroan, serta panggilan suara ”off-net” ke dan dari pelanggan dari operator telekomunikasi lain
pada jaringan telekomunikasi selular dan tetap mereka.
Perseroan menawarkan program layanan pra-bayar dengan merek “IM3” dan “Mentari”. Perseroan
membedakan dua merek pra-bayar Perseroan berdasarkan segmen pasar. Pemisahan tersebut
membuat Perseroan dapat menetapkan target pemakaian dan pola pengeluaran dari segmensegmen pelanggan yang berbeda melalui rencana promosi Perseroan. Merek IM3 Perseroan
dipasarkan untuk generasi muda, dengan paket-paket suara, SMS dan data yang sangat menarik
dan kepada pelanggan kelas menengah ke bawah. Merek Mentari dipasarkan untuk pasar
yang lebih dewasa, profesional dan corporate users, terutama pengguna smartphones, dengan
menawarkan paket yang terintegrasi dari layanan suara, SMS, dan data dan menyediakan paket
yang sesuai bagi pelanggan untuk smart phone mereka. Perseroan terus mengembangkan merek
IM3 dan Mentari, menawarkan promosi dan membuat iklan yang disesuaikan untuk segmen pasar
khusus tersebut. Perseroan menawarkan program pasca bayar, didesain untuk pengguna high-end
professional dan korporasi, di bawah merek ”Matrix” (Perseroan tidak lagi mengkomunikasikan dan
mengkampanyekan layanan selular pasca bayar dengan merek “Indosat Mobile”). Matrix adalah
paket layanan dasar dengan program pembayaran pasca bayar yang menyediakan kemampuan
untuk mendaftar dengan berbagai rencana-rencana tambahan, layanan dengan nilai tambah dan
layanan berbasis korporasi. Perseroan menawarkan berbagai paket ”Matrix” dengan fitur-fitur dan
manfaat berbeda untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Perseroan, yakni dengan harga paket
terintegerasi yang kompetitif, yang terdiri dari layanan suara, SMS, dan data.
Para pelanggan pasca bayar dan pra-bayar memiliki akses ke sambungan telepon lokal, SLJJ dan
sambungan langsung jarak jauh internasional. Selain itu, Perseroan menawarkan berbagai layanan
nilai tambah, fungsi dan fitur untuk para pelanggan Perseroan. Layanan-layanan, fungsi, dan fitur
tersebut, yang, pada kasus-kasus tertentu, gratis, dapat dibeli secara terpisah atau dikemas sesuai
dengan paket yang dipilih, yang mencakup:
• SMS: para pelanggan dapat mengirimkan teks pesan pendek ke layar telepon genggam milik
pengguna selular lainnya;
• Layanan BlackBerry™: para pelanggan dapat mendaftar dan menggunakan semua fitur dari
layanan-layanan BlackBerry™, termasuk email, chat, browsing, GPS, dan berbagai aplikasi
lainnya dalam BlackBerry™;
• MMS: para pelanggan jasa GSM dapat mengirimkan gambar, teks dan suara dalam satu paket
pesan;
54
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Voice SMS: para pelanggan dapat mengirim pesan suara;
Ring-back tone: para pelanggan dapat memilih lagu favorit mereka sebagai nada panggil yang
dapat didengar oleh penelpon untuk telepon yang masuk;
Layanan faksimili: para pelanggan dapat mengirim dan menerima faks;
Voicemail: penelepon dapat merekam pesan suara mereka yang kemudian akan didengar oleh
pelanggan;
Caller identification: menampilkan nomor telepon yang masuk pada layar telepon genggam
pelanggan;
Call holding: para pelanggan dapat menahan telepon masuk atau keluar ketika sedang
melakukan sambungan atau menerima telepon lainnya;
Call waiting: sinyal bagi pelanggan bahwa ada telepon masuk ketika telepon sedang digunakan.
Setelah mendengar sinyal tersebut, pelanggan dapat menerima telepon kedua yang masuk
sambil tetap menahan telepon pertama yang masuk;
Call forwarding: para pelanggan dapat mengalihkan telepon yang masuk ke nomor selular atau
telepon tetap;
Tagihan terperinci: memberikan tagihan yang terperinci kepada pelanggan yang menunjukkan
durasi dan biaya telepon yang dilakukan ke dan dari telepon selular tertentu;
Pembayaran debit langsung: memberikan opsi pembayaran yang secara otomatis mendebit
jumlah yang ditagih dari rekening bank atau kartu kredit pelanggan;
Isi ulang via SMS dan automated teller machines: pelanggan dapat mengisi ulang program
pra-bayar mereka via SMS dan automated teller machines yang secara otomatis mendebit
jumlah yang ditagih dari rekening bank milik pelanggan;
International roaming: baik pelanggan pra-bayar maupun pasca bayar dapat mengirim atau
menerima layanan SMS, telepon dan data (GPRS/3G) ketika roaming di jaringan selular luar
negeri;
Mobile Internet: komunikasi mobile data berteknologi DCHSPA+, berkecepatan tinggi dengan
kecepatan maksimum hingga 42 Mbps, Pelanggan dapat melakukan aktifitas browsing
streaming, email, chatting, social media dengan menggunakan perangkat pintar (laptop, tablet,
smartphone dan modem); dan
Super WiFi: Pelanggan juga dapat mengakses lebih dari 15.000 poin akses hotspot Super WiFi
yang tersebar luas di delapan kota. Indosat Super WiFi menyediakan akses internet seamless
(tanpa login) dan tidak terbatasdengan kecepatan hingga 42 Mbps.
Layanan faksimili, tagihan terperinci dan pembayaran debit-langsung hanya tersedia untuk para
pelanggan pasca-bayar. Sejak tahun 2009, pelanggan pasca bayar telah mampu meminta pengiriman
tagihan atau pernyataan tagihan tercetak melalui e-mail, yang meminimalisir kemungkinan tagihan
tidak diterima. Perseroan menawarkan sejumlah layanan gratis, seperti caller identification, call
holding, call waiting dan call forwarding sementara layanan lainnya, seperti SMS, mobile data,
broadband, BlackBerry™, faksimili dan tagihan terperinci dikenakan biaya tambahan.
Perseroan menawarkan layanan VoIP, dengan merek “FlatCall 01016”, yang ditujukan kepada
pelanggan yang sensitif terhadap harga. Layanan ini hanya tersedia bagi pelanggan selular, layanan
nirkabel tetap dan layanan jaringan tetap Perseroan. Layanan “FlatCall 01016” menawarkan diskon
tarif bagi negara-negara tertentu yang sering menjadi tujuan telepon pelanggan.
Perseroan menyediakan layanan SMS kepada pelanggan selular pra-bayar dan pasca bayar.
Tingkat pemakaian telah meningkat dari rata-rata kurang lebih 735 juta pesan teks (tidak
termasuk layanan SMS bernilai tambah, misalnya SMS terkait promosi oleh content providers dan
advertisers) per hari di 2012 hingga rata-rata perhari kurang lebih masing-masing 672 juta pesan
teks (tidak termasuk SMS bernilai tambah) per 30 September 2015. Pada tahun 2011, 2012, dan
2013, penggunaan SMS memberikan kontribusi yang penting pada pendapatan usaha Perseroan.
Namun, akhir-akhir ini Perseroan telah mengalami peningkatan pendapatan dari layanan data
mobile. Perseroan berharap adanya kelanjutan peningkatan pendapatan dari layanan data mobile,
termasuk GPRS, 3G, BlackBerry™ dan layanan data mobile lainnya di masa yang akan datang.
55
Perseroan telah mengadakan perjanjian interkoneksi dengan operator telekomunikasi Indonesia
lainnya agar jaringan selular Perseroan dapat melakukan interkoneksi dengan PSTN yang
dioperasikan oleh Telkom, gateway internasional Perseroan dan jaringan pada masing-masing
operator nirkabel selular dan tetap Indonesia lainnya, dan oleh karenanya pelanggan selular
Perseroan dapat berkomunikasi dengan pelanggan dari penyelenggara layanan telekomunikasi
lainnya.
Perseroan menawarkan layanan roaming internasional kepada pelanggan selular Perseroan
sehingga mereka dapat melakukan dan menerima panggilan dan mengirim serta menerima pesan
SMS dan menggunakan layanan data (pada GPRS atau 3G) ketika berada di luar Indonesia.
Perseroan telah mengadakan perjanjian roaming dengan operator jaringan selular GSM di Afrika,
Eropa, Amerika Utara dan Selatan dan Asia. Per tanggal 13 November 2015, pelanggan selular
pasca bayar Perseroan dapat melakukan roaming internasional pada 555 jaringan, yang dimiliki
oleh 415 operator di 195 negara, dan pelanggan selular prabayar Perseroan dapat melakukan
roaming internasional pada 215 jaringan, yang dimiliki oleh 119 operator di 73 negara.
Pada tanggal 12 Desember 2006, Perseroan menjadi anggota perkumpulan operator telekomunikasi
internasional terbesar di Asia, CONEXUS yang didirikan untuk meningkatkan nilai saing dari setiap
anggotanya dalam memberikan layanan telekomunikasi internasional di negara mereka masingmasing dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Untuk mendukung layanan roaming saat ini melalui
GSM, GPRS dan wideband code division multiple access,atau W-CDMA, para anggota aliansi
bekerja sama dalam menyediakan roaming dengan teknologi HSDPA. Aliansi ini telah memperluas
cakupan layanannya menjadi lebih dari 280 juta pelanggan di sepuluh negara, termasuk Indonesia
per tanggal 31 Desember 2013. Pelanggan pasca bayar dan pra bayar Perseroan dapat menikmati
skema single tariff untuk layanan bicara dan SMS, dan skema flat unlimited khusus atas penggunaan
data, internet atau BlackBerry™ .
Pada tanggal 12 Desember 2006, Perseroan menjadi anggota perkumpulan operator telekomunikasi
internasional terbesar di Asia,CONEXUS yang didirikan untuk meningkatkan nilai saing dari setiap
anggotanya dalam memberikan layanan telekomunikasi internasional di negara mereka masingmasing dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik. Untuk mendukung layanan roaming saat ini melalui
GSM, GPRS dan wideband code division multiple access atau W-CDMA, para anggota aliansi
bekerja sama dalam menyediakan roaming dengan teknologi HSDPA. Aliansi ini telah memperluas
cakupan layanannya menjadi lebih dari 280 juta pelanggan di sepuluh negara, termasuk Indonesia
per tanggal 31 Desember 2013. Pelanggan pasca bayar dan pra bayar Perseroan dapat menikmati
skema single tariff untuk layanan bicara dan SMS, dan skema flat unlimited khusus atas penggunaan
data, internet atau BlackBerry™ .
Untuk mengembangkan rangkaian layanan yangtersedia bagi pelanggan Perseroan, solusi
e-money yang disebut Dompetku/Mobile Wallet dan Mobile Money Service diluncurkan ulang pada
bulan Juli 2013. Tersedia bagi smartphone, telepon genggam fitur maupun telepon genggam basic,
layanan ini ditujukan bagi penduduk Indonesia yang tidak menggunakan jasa bank, yang berjumlah
kira-kira 60% dari seluruh penduduk. Dengan memberikan pengguna-pengguna ini akses untuk
memakai jasa layanan keuangan bergerak (mobile) yang komprehensif, produk ini memberikan
orang yang tidak memiliki rekening bank kemudahan untuk mendapat jasa keuangan dengan
biaya rendah. Dompetku memenangkan penghargaan “Best Mobile Money Deployment in Asia” di
Mobile Money Global Awards tahun 2013 maupun “Best Mobile Financial Service” di GSMA Mobile
World Congressdi Barcelona, untuk jasanya menyediakan layanan yang memperkaya hidup di
Indonesia, dengan caranya yang efisien dan unik, serta luasnya opsi perbankan dan keuangan
yang ditawarkan.
b. Jasa Mobile Data
Perseroan meluncurkan portofolio layanan mobile data Perseroan pada tahun 2000. Layanan
mobile data dapat diakses melalui, antara lain, SMS, sambungan langsung dial-up ke WAP server
atau broadband nirkabel, di mana pelanggan dapat mengakses berbagai informasi, termasuk daftar
film, stock quote, nilai tukar valuta asing, berita olahraga dan bisnis dan ramalan bintang, serta
56
mengisi ulang kartu SMS prabayar mereka. Selain itu, pelanggan dapat mengirim dan menerima
email dan menikmati layanan mobile banking dengan beberapa bank-bank terkemuka melalui
telepon genggam mereka.
Perseroan menyajikan layanan GPRS dengan teknologi EDGE di sebagian besar kota-kota besar
di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Perseroan adalah penyelenggara
telekomunikasi pertama yang meluncurkan layanan BlackBerry™ di Indonesia. Bekerjasama
dengan Research-In-Motion (“RIM”), Perseroan memperkenalkan Layanan BlackBerry™
Enterprise untuk pelanggan pascabayar (Matrix) korporat Perseroan pada bulan Desember 2004
dan layanan BlackBerry™ untuk pelanggan pascabayar (Matrix) pribadi pada bulan Maret 2005.
Pada bulan Juni 2008, untuk membedakan Perseroan dari operator layanan BlackBerry™ lainnya,
Perseroan meluncurkan aplikasi I-GPS dan I-Stock yang memungkinkan pelanggan BlackBerry™
mengakses suatu sistem navigasi dan harga saham real-time. Pada bulan Januari 2009, Perseroan
memperkenalkan layanan langganan BlackBerry™ melalui merek prabayar Perseroan, yaitu
Mentari dan IM3.
Pada bulan Oktober 2011, Perseroan meningkatkan kapasitas sambungan ke RIM menjadi 2 x
3 GBps dual link, sehingga memberikan akses yang lebih cepat bagi pelanggan BlackBerry™
Perseroan. Dengan peningkatan ini berarti Perseroan memiliki kapasitas sambungan ke RIM yang
terbesar di Indonesia. Pada November 2011, Perseroan meluncurkan BlackberryTM App World
Billing Carrier, yang merupakan BlackberryTM App World Billing Carrier pertama di Asia. Pada bulan
Desember 2012, Perseroan meluncurkan “Starter Pack BlackberryTM”, sebuah kartu yang sesuai
untuk BlackberryTM. Perseroan memiliki kurang lebih 2,6 juta pelanggan BlackBerry™ per tanggal
31 Desember 2013. Indonesia adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan terbesar di Asia
Tenggara untuk perangkat BlackBerry™.
Pada tanggal 8 Februari 2006, Pemerintah mengadakan tender terbuka untuk ijin spektrum 3G dan,
setelah berakhirnya proses tender, Perseroan memperoleh satu ijin spektrum 3G untuk frekuensi
5 MHz dari spektrum yang ditenderkan. Pada tender yang sama, Telkomsel dan XL juga diberikan
izin spektrum 3G. Pada tahun 2007, Perseroan mulai menawarkan layanan broadband 3G yang
ditingkatkan (“3.5G”) menggunakan teknologi HSDPA, sebuah layanan telekomunikasi bergerak
nirkabel dengan teknologi 3G yang lebih maju. Pada bulan Agustus 2009, Perseroan memperoleh
spektrum tambahan berdasarkan izin yang telah Perseroan miliki, sehingga Perseroan dapat
menggandakan kapasitas jaringan Perseroan untuk melayani pelanggan broadband Perseroan.
Pada tahun 2009, Perseroan mulai menyebarkan jaringan 3.5G yang baru dengan menggunakan
teknologi HSPA+, dengan kecepatan downlink hingga 42Mbps dan kecepatan uplink hingga
5,6Mbps, dan Perseroan mulai memberikan layanan tersebut pada tahun 2010. Pada bulan Oktober
2012, Perseroan meluncurkan 3G900 Telecommunication Network di Padang dan Bukit Tinggi,
Sumatera Barat. Perseroan adalah operator pertama di Indonesia yang mengimplementasikan
teknologi ini dan meluncurkannya secara komersial kepada publik.
Perseroan berkomitmen untuk mengembangkan, meningkatkan dan menambah kapasitas layanan
data Perseroan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Perseroan. Pada bulan Juni 2013,
Perseroan secara substansial meningkatkan kuota dari paket data selular Perseroan dengan tujuan
untuk meningkatkan penetrasi pengguna data Perseroan dan mengembangkan profil pembelian
pelanggan Perseroan.
Perseroan telah melakukan perubahan strategi produk dan rebranding agar lebih kompetitif dan
fokus pada customer experience. Dengan merk baru diharapkan menciptakan brand awareness bagi
pelanggan: Perseroan terdepan dalam layanan mobile internet. Pada November 2013, Perseroan
mulai memasarkan merk baru ‘Super Internet’ sebagai paket tambahan (add-on packages) bagi
pelanggan seluler Perseroan yang menginginkan layanan internet kecepatan tinggi dan kuota
melimpah. Paket baru ini menawarkan beragam pilihan tarif, kuota dan periode berlangganan yang
dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Selain paket tambahan ini, pengguna internet
yang mencari kuota besar, skema tidak rumit dan masa aktif yang lama, didorong untuk membeli
kartu/starter pack Super Data Mentari dan IM3.
57
Di Bali, pelanggan Perseroan juga memiliki akses ke Indosat Super Internet, suatu jaringan
UMTS900MHz yang baru diluncurkan, yang menyediakan layanan data hingga 42Mbps yang
Perseroan luncurkan bulan September 2013. Spektrum 900MHz yang lebih rendah memberikan
sinyal yang lebih baik, dan meningkatkan mutu layananserta sinyal dalam ruang. Layanan ini
akan dikembangkan ke kota-kota besar. Bersamaan itu juga , Perseroan menyebarkan cakupan
“Indosat SuperWifi” sekitar 15.000 Access Point di 4000 lokasi di delapan kota besar di Indonesia
diantaranya Jakarta, Semarang, Denpasar dan Surabaya. “Indosat SuperWifi” mengadopsi
teknologi Wi-Fi yang memungkinkan pelanggan Perseroan untuk memiliki akses data internet tidak
terbatas pada handset atau tablet dari hotspot “Indosat SuperWifi” menggunakan nomor Perseroan
dengan kecepatan sampai dengan 20Mbps
c. Pelanggan dan Pemasaran
Perseroan membagi penduduk Indonesia berdasarkan lokasi, pendapatan dan faktor lainnya yang
Perseroan percaya menunjukkan keinginan dan kemampuan individu dan Perseroan untuk membeli
produk dan layanan Perseroan. Kemudian Perseroan menargetkan wilayah yang umumnya lebih
makmur karena daerah ini cenderung menghasilkan kepadatan yang lebih tinggi untuk pelanggan
selular yang potensial. Melalui pendekatan ini, Perseroan berhasil mendapatkan pelanggan selular
tersebar di seluruh pusat-pusat populasi besar di Indonesia. Perseroan menerapkan strategi ini
untuk beradaptasi dalam rangka kompetisi dengan pendatang baru dan tekanan harga di kota-kota
besar.
Jumlah pelanggan prabayar Perseroan telah tumbuh secara signifikan pada tiga tahun terakhir
relatif dengan jumlah pelanggan pasca bayar. Per 31 Desember 2012, Perseroan memiliki 0,6 juta
pelanggan selular pasca bayar dan 57,8 juta pelanggan selular prabayar. Per 31 Desember 2013,
Perseroan memiliki 0,8 juta pelanggan pasca bayar dan 58,8 juta pelanggan selular prabayar. Per
31 Desember 2014, Perseroan memiliki 0,8 juta pelanggan pasca bayar dan 62,4 juta pelanggan
selular prabayar. Per 30 September 2015, Perseroan memiliki 0,8 juta pelanggan pasca bayar
dan 68,2 juta pelanggan selular prabayar. Perseroan melakukan aktivitas pemasaran dan promosi
secara nasional, dan juga kampanye regional maupun lokal, untuk mempertahankan pelanggan
selular Perseroan yang telah ada dan untuk mendapatkan pelanggan selular baru. Perseroan
percaya bahwa pelanggan selular Indonesia cenderung memilih kenyamanan, kemudahan aktivasi,
menghindari komitmen tetap dan mengurangi pemeriksaan kredit terkait dengan program selular
prabayar. Dengan demikian, Perseroan memfokuskan diri pada pelanggan tertentu ini dalam upaya
pemasaran Perseroan.
Perseroan melakukan aktivitas pemasaran dan promosi secara nasional untuk mempertahankan
pelanggan selular Perseroan yang telah ada dan untuk mendapatkan pelanggan selular baru.
Perkembangan pelanggan Perseroan adalah sebagai berikut (tidak diaudit):
(dalam juta)
Keterangan
Pelanggan prabayar
Pelanggan pascabayar
Total pelanggan
30 September
2015
68,2
0,8
69,0
2014
62,4
0,8
63,2
31 Desember
2013
2012
58,8
57,8
0,8
0,6
59,6
58,5
2011
50,5
1,2
51,7
2010
43,2
1,1
44,2
Sumber: Perseroan
Perseroan percaya bahwa pelanggan selular Indonesia cenderung mendukung kenyamanan,
kemudahan aktivasi, menghindari komitmen tetap dan mengurangi pemeriksaan kredit terkait
dengan program selular prabayar. Dengan demikian, basis fokus Perseroan yaitu pada pelanggan
tertentu dalam upaya pemasaran.
58
Tabel di bawah ini menunjukan informasi tentang basis pelanggan selular Perseroan, ARPU,
penggunaan menit, dan ARPM pertanggal yang dinyatakan di bawah ini (tidak diaudit):
Keterangan
Jumlah pelanggan selular
Prabayar (dalam juta)
Pascabayar (Matrix) (dalam juta)
Jumlah pelanggan selular (dalam juta)
ARPU (Rp)(1)
Penggunaan Menit(2)
ARPM (Rp)(3)
30 September
2015
2014
68,2
0,8
69,0
25.424
68
143
62,4
0,8
63,2
27.198
78
143
2013
58,8
0,8
59,6
27.515
93
133
31 Desember
2012
57,8
0,6
58,5
27.073
104
127
2011
50,5
1,2
51,7
28.381
95
157
2010
43,2
1,1
44,2
34.712
113
163
Sumber: Perseroan
Keterangan:
(1) Rata-rata pendapatan bulanan (dalam Rupiah) untuk setiap pelanggan selular, atau ARPU, dihitung dengan membagi
pendapatan tetap bulanan layanan selular prabayar dan pasca bayar (pendapatan pemakaian, jasa nilai tambah,
pendapatan interkoneksi dan pendapatan langganan bulanan), tidak termasuk pendapatan tidak tetap seperti biaya
aktivasi dan lelang khusus untuk nomor telepon yang dicatat sesuai dengan SAK, untuk periode terkait dengan ratarata jumlah pelanggan prabayar dan pasca bayar. Jumlah rata-rata pelanggan prabayar dan pasca bayar adalah
jumlah pelanggan selular aktif pada awal dan akhir bulan dibagi dua.
(2) Menit pemakaian untuk setiap pelanggan selular dihitung dengan membagi jumlah menit untuk pemakaian panggilan
keluar dan masuk dari pelanggan prabayar dan pasca bayar aktif untuk setiap bulan dengan jumlah rata-rata
pelanggan selular aktif prabayar dan pasca bayar. Jumlah rata-rata pelanggan prabayar dan pasca bayar adalah
jumlah pelanggan selular aktif pada awal dan akhir bulan dibagi dua.
(3) ARPM dihitung dengan membagi pendapatan tetap bulanan dari pelanggan prabayar dan pasca bayar, tidak termasuk
pendapatan tidak tetap seperti biaya aktivasi dan lelang khusus untuk nomor telepon yang dicatat sesuai dengan
SAK, untuk periode tertentu, dengan jumlah menit pemakaian (tertagih dan tak tertagih) untuk panggilan keluar dari
pelanggan prabayar dan pasca bayar untuk periode-periode tersebut.
Untuk mengkonsolidasi saluran pemasaran Perseroan untuk layanan selular, Perseroan telah
membuka pusat walk-in terintegrasi, dengan nama “Galeri Indosat,” yang Perseroan operasikan,
dan “Griya Indosat,” yang dioperasikan oleh distributor eksklusif Perseroan. Pusat walk-in ini
berfungsi sebagai outlet penjualan dan menyajikan layanan pelanggan dan informasi produk
kepada pelanggan selular yang ada dan potensial. Perseroan juga mempunyai tim karyawan
yang berdedikasi untuk mengkoordinasi penjualan dan layanan kepada perusahaan-perusahaan
Indonesia.
Untuk melengkapi jalur pemasaran langsung Perseroan, Perseroan mempertahankan jaringan
sebanyak sekitar 28 distributor per tanggal 30 September 2015, kepada mereka Perseroan
menawarkan berbagai insentif untuk promosi dan penjualan layanan-layanan Perseroan.
Distributor independen regional dan multi regional ini memiliki jalur distribusi di seluruh Indonesia
dan mempromosikan layanan selular Perseroan, terutama kepada perorangan. Distributor ini
termasuk distributor besar perangkat telepon genggam dan umumnya memiliki jaringan retail
sendiri, penjualan langsung dan sub distributor di Indonesia. Outlet ini tersedia sebagai tambahan
outlet untuk Perseroan dan menawarkan jangkauan luas untuk layanan, termasuk produk dan
informasi layanan, layanan pelanggan dan proses pembayaran tagihan. Pelanggan lama dan
baru dapat mengaktivasi dan mendaftar serta membayar untuk seluruh layanan selular prabayar
pada outlet tersebut. Perseroan terus menjaga hubungan Perseroan dengan distributor Perseroan
untuk meningkatkan volume penjualan melalui penempatan produk yang lebih baik, jaringan yang
terintegrasi dengan dealer dan meningkatkan kesetiaan distributor.
d. Struktur Tarif dan Penetapan Harga
Menkominfo menetapkan formula tarif yang menentukan tarif tertinggi, atau jumlah maksimum yang
dapat dibebankan oleh operator untuk layanan selular prabayar dan pascabayar. Penyelenggara
jasa selular diperbolehkan untuk menawarkan program promosi yang menawarkan harga lebih
rendah dari tarif tertinggi. Saat ini Perseroan menentukan harga layanan selular dengan variasi
program promosi dimana Perseroan menawarkan berbagai macam insentif untuk menarik
pelanggan baru, mendorong permintaan dan meningkatkan posisi kompetisi Perseroan. Perseroan
59
dapat membebankan tarif yang berbeda untuk layanan selular prabayar dan pascabayar tergantung
pada berbagai faktor yang berlaku untuk tipe tertentu. Misalnya biaya penagihan yang Perseroan
kenakan untuk pelanggan pasca bayar pada umumnya lebih tinggi dan sesuai dengan itu, tarif
layanan selular pascabayar cenderung lebih tinggi dibanding layanan selular prabayar.
Pasar telekomunikasi selular Indonesia menggunakan sistem pihak yang menelpon yang membayar
(“calling party pays”) yang mengharuskan pihak yang menelpon untuk membayar biaya telepon. Jika
pelanggan Perseroan melakukan panggilan ke jaringan yang berbeda, Perseroan membebankan
biaya interkoneksi. Sebelumnya, tarif SMS (termasuk SMS nilai tambah) menggunakan basis ”sender
keeps all”, yang berarti Perseroan memperoleh pendapatan ketika pelanggan selular Perseroan
mengirimkan SMS, tetapi tidak pada saat pelanggan operator telekomunikasi lainnya mengirimkan
SMS kepada pelanggan selular Perseroan. Pada tanggal 12 Desember 2011, Pemerintah, melalui
BRTI, menerbitkan surat No.262/BRTI/XII/2011 dimana tarif SMS akan berubah dari basis “sender
keeps all” menjadi skema berbasis biaya, yang berlaku efektif sejak 1 Juni 2012. Dengan skema
berbasis biaya saat ini, Perseroan mencatat pendapatan dari tarif interkoneksi yang dibayarkan
oleh operator lain kapanpun salah seorang pelanggan Perseroan menerima SMS dari pelanggan di
jaringan lain. Apabila salah seorang pelanggan Perseroan mengirimkan suatu SMS kepada seorang
penerima dari jaringan lain (“off-network SMS”), Perseroan mencatatkan pendapatan untuk tarif
SMS yang dibayarkan oleh pelanggan Perseroan dan mencatatkan beban interkoneksi dari tarif
interkoneksi yang dibayarkan kepada operator dari jaringan lain. Untuk layanan data, Perseroan
membebankan pelanggan selular dengan tarif dasar Rp 225 per 100 kilobyte. Perseroan menerima
roaming dari operator telekomunikasi asing ketika pelanggan selular mereka berada pada jaringan
Perseroan. Untuk layanan mobile internet, Perseroan menawarkan berbagai paket dengan pilihan
tarif, masa aktif dan kuota yang kompetitif dengan kecepatan transmisi hingga 42 Mbps.
Biaya aktivasi dan biaya langganan bulanan. Biaya aktivasi menunjukkan biaya koneksi awal
yang dibebankan pada pelanggan prabayar baru ketika mulai berlangganan jaringan selular.
Biaya langganan bulanan menunjukkan jumlah tetap yang dibebankan untuk pelanggan pasca
bayar, terutama pengguna Layanan BlackBerry™ korporat yang mensyaratkan pelanggannya
untuk memiliki perangkat lunak BlackBerry™ yang baru. Sejak 1998 Perseroan tidak pernah
membebankan biaya aktivasi pada pelanggan pasca bayar Perseroan.
Pendapatan pemakaian. Terdapat 2 tipe panggilan: domestik dan internasional. Panggilan
dibebankan dengan metode pembebanan yang berbeda-beda, dari metode per detik hingga
metode per menit, tergantung pada program paket yang dipilih oleh para pelanggan. Panggilan
dapat dilakukan pada jaringan selular, jaringan tetap atau jaringan satelit. Untuk panggilan on-net,
pelanggan Perseroan dibebankan tarif yang menguntungkan karena kemampuan Perseroan untuk
menawarkan berbagai produk seperti layanan selular dan panggilan internasional jarak jauh. Untuk
panggilan off-net, biaya penggunaan yang dibebankan pada pelanggan lebih besar karena biaya
interkoneksi, panggilan jarak jauh domestik danpanggilan jarak jauh internasional.
Layanan Nilai tambah. Sebelum tahun 2008, tarif untuk layanan nilai tambah tidak diatur oleh
Pemerintah. Sejak April 2008, Menkominfo bertanggung jawab untuk menetapkan formula untuk
tarif layanan SMS. Sebagaimana layanan suara, Perseroan menawarkan diskon promosi untuk
SMS dan layanan data mobile untuk pelanggan pascabayar dan prabayar.
e.Interkoneksi
Sebelum tahun 2007, biaya untuk berlangganan layanan pasca bayar terdiri dari biaya langganan
bulanan dan biaya interkoneksi berbasis pemakaian. Biaya untuk berlangganan layanan prabayar
juga termasuk biaya interkoneksi berbasis pemakaian. Biaya interkoneksi berbasis pemakaian
yang dibebankan untuk layanan prabayar dan pascabayar dihitung dengan mempertimbangkan 3
biaya interkoneksi, yaitu biaya originasi, pengalihan (transit) dan terminasi.
Sejak Januari 2007, Menkominfo telah menetapkan formula tarif untuk layanan interkoneksi.
Menkominfo menetapkan formula tarif berdasarkan basis ”biaya” dan menerbitkan referensi
industri tarif interkoneksi. Seluruh penyedia jasa diwajibkan untuk mengumumkan tarif interkoneksi
60
mereka dalam DPI mereka masing-masing. Perjanjian interkoneksi didasarkan pada DPI dan untuk
pemain dominan, DPI mereka harus disampaikan dan disetujui oleh BRTI. Menkominfo menyetujui
DPI yang Perseroan sampaikan pada tahun 2007 dan 2008 yang masih belum disesuaikan untuk
tahun 2009 dan 2010. Pada tahun 2013, Perseroan tidak dianggap sebagai penyedia jasa dominan
tersebut dan oleh karena itu DPI Perseroan tidak bergantung pada persetujuan dari BRTI.
Pada tanggal 31 Desember 2010, BRTI mengeluarkan surat No.227/BRTI/XII/2010 yang
menetapkan dasar tarif interkoneksi baru. Tarif interkoneksi baru ini mulai berlaku pada tanggal
1 Januari 2011 dan akan direfleksikan pada perubahan DPI Perseroan untuk tahun 2011. Perseroan
menetapkan biaya yang telah ditetapkan dalam DPI Perseroan untuk perjanjian interkoneksi
Perseroan dengan operator lain. Biaya berdasarkan DPI Perseroan telah menurun dalam beberapa
tahun terakhir dan Perseroan memperkirakan kelanjutan penurunan ini.
Perseroan saat ini terhubung dengan jaringan telepon tetap dan selular yang dioperasikan oleh
semua operator jaringan di banyak lokasi di seluruh Indonesia. Untuk meminimalisasi biaya
interkoneksi Perseroan, Perseroan menggunakan fasilitas transmisi Backbone Perseroan sendiri
bilamana dimungkinkan dan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Misalnya, untuk
routing panggilan langsung jarak jauh dari seorang pelanggan di Surabaya ke pelanggan yang dituju
di Jakarta dilakukan melalui saluran transmisi serat optik atau microwave milik Perseroan sendiri
sehingga Perseroan dapat menghindari penggunaan jaringan milik operator lainnya dan dengan
demikian mengurangi biaya interkoneksi yang terkait dengan routing penggunaan intrajaringan
Perseroan.
Pada tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika selaku Ketua
BRTI mengeluarkan surat No.118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 perihal Implementasi Biaya
Interkoneksi tahun 2014 dan berlaku mulai tanggal 1 Februari 2014.
f.
Aktivasi, Penagihan dan Pembayaran
Pelanggan selular prabayar dapat membeli paket baru dari tempat-tempat penjualan Perseroan dan
titik-titik distribusi atau melalui berbagai distributor atau outlet Perseroan. Untuk aktivasi layanan,
pelanggan selular prabayar baru harus mendaftar pada Perseroan dengan cara mengikuti instruksi
yang menggunakan menu interaktif. Pelanggan pascabayar potensial dapat mendaftar untuk
layanan selular Perseroan pada tempat penjualan dan distribusi atau melalui distributor Perseroan.
Namun demikian, banyak dari distributor Perseroan yang hanya dapat memproses aplikasi baru
untuk pelanggan layanan pascabayar yang mana akan diteruskan kepada Perseroan untuk
diproses. Pelanggan potensial untuk layanan pascabayar Perseroan disyaratkan untuk memberikan
bukti bahwa pelanggan tersebut memenuhi persyaratan minimum kredit. Jika pelanggan potensial
tidak dapat memenuhi persyaratan pascabayar Perseroan, perwakilan penjualan Perseroan
akan merekomendasikan layanan prabayar Perseroan. Saat disetujui, kartu SIM untuk layanan
pascabayar akan diaktivasi dalam waktu 24 jam.
Perseroan akan menagih para pelanggan pasca bayar Perseroan setiap bulannya melalui divisi
penagihan Perseroan yang terpusat. Untuk pelanggan prabayar, sistem tagihan nirkabel akan
otomatis mengurangi nilai rekening pelanggan prabayar ketika biaya originasi, pengalihan (transit)
dan terminasi dikenakan. Para pelanggan pasca bayar Perseroan memiliki berbagai pilihan cara
pembayaran untuk melunasi tagihan bulanan mereka. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai
atau dengan kartu kredit terkemuka melalui galeri Perseroan, teller bank atau cabang kantor pos.
Selain itu, para pelanggan dapat juga melakukan pembayaran dengan cara debit otomatis melalui
bank atau kartu kredit, transfer bank, Automatic Teller Machines, Electronic Data Capture, mobile
banking, Internet banking, dan phone banking. Jatuh tempo pembayaran adalah 20 hari sejak
tanggal surat tagihan. Untuk pelanggan postpaid individu reguler, Setelah 27 hari sejak tanggal
surat tagihan, Perseroan akan mengingatkan pelanggan yang belum membayar tagihannya dan
memblokir sambungan telepon keluar mereka. Perseroan memblokir sambungan telepon masuk atau
keluar pelanggan 40 hari setelah tanggal peringatan pertama apabila pelanggan belum membayar
tagihan mereka. Perseroan akan menangguhkan layanan untuk rekening yang tagihannya telah
melewati 50 hari sejak tanggal surat tagihan dan menghapus data pelanggan tersebut dari jaringan
61
Perseroan. Untuk pelanggan postpaid individu VIP, setelah 35 hari sejak tanggal surat tagihan,
Perseroan akan mengingatkan pelanggan yang belum membayar tagihannya dan memblokir
sambungan telepon keluar mereka. Perseroan memblokir sambungan telepon masuk atau keluar
pelanggan 50 hari setelah tanggal peringatan pertama apabila pelanggan belum membayar tagihan
mereka. Perseroan akan menangguhkan layanan untuk rekening yang tagihannya telah melewati
jatuh tempo lebih dari 60 hari dan menghapus data pelanggan tersebut dari jaringan Perseroan.
Untuk pelanggan postpaid corporate reguler dan VIP, setelah 45 hari sejak tanggal surat tagihan,
Perseroan akan mengingatkan pelanggan yang belum membayar tagihannya dan memblokir
sambungan telepon keluar mereka. Perseroan memblokir sambungan telepon masuk atau keluar
pelanggan 60 hari setelah tanggal peringatan pertama apabila pelanggan belum membayar tagihan
mereka. Perseroan akan menangguhkan layanan untuk rekening yang tagihannya telah melewati
jatuh tempo lebih dari 75 hari dan menghapus data pelanggan tersebut dari jaringan Perseroan
Pemutusan secara permanen nomor dan kartu SIM pelanggan setelah 120 hari sejak tanggal surat
tagihan.
Perseroan telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah penipuan dan meminimalisasi
kerugian. Perseroan mengirimkan voucher prabayar kepada para dealer independen Perseroan
hanya berdasarkan pembayaran tunai pada saat diserahkan dan Perseroan tidak menerima
pembayaran layanan Perseroan dari para pelanggan selular melalui dealer independen Perseroan.
Selain itu, tergantung pada tingkat penggunaan, Perseroan dapat mewajibkan pemberian uang
jaminan yang dapat dikembalikan kepada para pelanggan. Perseroan akan mengkaji secara
berkala rekening dari para pelanggan yang tingkat penggunaannya tinggi untuk memastikan agar
uang jaminan mereka tetap memadai jumlahnya.
g.Persaingan
Bisnis layanan selular di Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam beberapa tahun terakhir
akibat tingginya tingkat penetrasi selular, terutama di daerah perkotaan. Kompetisi pada industri
komunikasi selular utamanya didasarkan kepada cakupan jaringan, kualitas teknis, rencana harga,
daya tarik layanan data dan fitur-fitur khusus serta kualitas dan layanan pelanggan. Berdasarkan
estimasi internal Perseroan, tiga penyelenggara jasa nirkabel besar di Indonesia, Telkomsel (yang
mayoritas sahamnya dimiliki oleh Telkom), XL (yang secara tidak langsung mayoritas sahamnya
dimiliki oleh Axiata Group Bhd dari Malaysia) dan Perseroan, secara bersama-sama menguasai
sekitar 80% basis pelanggan selular di Indonesia pada tahun 2013. Pada tanggal 20 Maret 2014,
XL menyelesaikan akuisisinya atas Axis. Akuisisi XL memberikan XL alokasi spektrum frekuensi
milik Axis pada bandwith 1800 Mhz dan basis pelanggan Axis yang ada saat ini. Per September
2015, Perseroan memiliki 26,6% pangsa pasar berdasarkan subscriber sehingga menempati posisi
no.2 di Indonesia setelah Telkomsel (57,4%) dan XL-Axiata (16,0%).
Perseroan juga bersaing dengan operator layanan akses nirkabel tetap lainnya. Pada bulan Mei
2003, Telkom memperkenalkan produk TelkomFlexi, suatu layanan CDMA 2000-1X di wilayah
Jakarta. Setelah menerima permohonan dari asosiasi industri, Menkominfo mengeluarkan sebuah
keputusan menteri yang menyatakan bahwa wilayah layanan untuk akses jaringan tetap nirkabel
hanya terbatas pada wilayah yang sama dengan kode area dari layanan jaringan telepon tetap lokal.
Dengan demikian, operator layanan akses telepon tetap nirkabel dilarang memperluas layanan
roamingnya ke kode area yang berbeda, namun operator CDMA tetap memiliki kemampuan untuk
mencapai hasil yang sama dengan memberikan nomor baru kepada pelanggan ketika mereka
pindah ke kota-kota lain. Telkom, BTEL dan Smartfren juga telah diberikan lisensi FWA, yang
memungkinkan mereka dapat menawarkan layanan secara nasional, yang menyebabkan semakin
ketatnya persaingan. Pada tahun 2014, Telkom mengumumkan maksudnya untuk menghentikan
layanan nirkabel tetapnya pada tahun 2015 dan untuk memigrasi pelanggan nirkabel tetapnya ke
platform selular. Demikian juga dengan emiten, pada bulan Desember 2014 sudah mulai melakukan
penutupan layanan nirkabel tetapnya yang mana dikenal dengan merk dagang StarOne dan
melakukan migrasi ke layanan nirkabel bergerak (GSM, Global System for Mobile Communication)
yang dimiliki Emiten. Program migrasi ini dilakukan secara bertahap di seluruh layanan StarOne.
62
Dari waktu ke waktu, operator telekomunikasi Indonesia melaksanakan program perolehan
pelanggan secara agresif dengan target meningkatkan pangsa pasar mereka masing-masing.
Dengan menawarkan potongan harga, bonus dan tarif khusus, para operator berupaya
membedakan layanannya dari layanan operator lainnya, terutama berdasarkan tarifnya. Persaingan
ini mengakibatkan tarif menurun, dan dengan demikian Perseroan yakin bahwa ARPU pelanggan
selular terus mengalami penurunan untuk sebagian besar operator telekomunikasi Indonesia.
Perseroan yakin bahwa persaingan layanan 3G akan semakin ketat karena para operator
telekomunikasi mulai memindahkan jaringannya ke lokasi berpenduduk banyak. Per tanggal
31 Desember 2013, ada lima operator telekomunikasi yang memegang ijin layanan 3G, yaitu:
Telkomsel, Hutchison, XL, Axis (yang diakuisisi oleh XL pada bulan Maret 2014) dan Perseroan.
Perseroan mulai menyediakan layanan broadband nirkabel menggunakan platform 3.0G Perseroan
pada tahun 2009, dan per tanggal 30 September 2015, Perseroan telah menyediakan layanan
3.0G di 230 kota di seluruh Indonesia.
Kompetitor utama Perseroan untuk layanan mobile broadband adalah Telkomsel dan XL dengan
kampanye 3G Hotrod. Operator lainnya seperti Smartfren juga menyediakan layanan mobile
broadband dengan teknologi EVDO-CDMA dan PT Internux menggunakan teknologi 4G.
Perseroan yakin bahwa rintangan untuk masuk ke industri jasa selular dan akses telepon tetap
nirkabel Indonesia saat ini cukup tinggi mengingat terbatasnya spektrum frekuensi yang tersedia,
iklim permodalan yang tinggi, sulitnya memperoleh lahan menara untuk perluasan jaringan
dan sudah terbentuknya pasar dari tiga pemain yang ada, yaitu Perseroan, Telkomsel dan XL.
Namun demikian, Perseroan mengantisipasi adanya peningkatan persaingan di dalam industri
layanan selular dan akses telepon tetap nirkabel Indonesia secara umum. Dalam menanggapi
hal ini, Perseroan bermaksud memfokuskan sebagian besar pengeluaran barang modal di masa
mendatang untuk bisnis selular Perseroan dalam upaya meningkatkan kapasitas jaringan dan
kualitas layanan dan menyediakan berbagai layanan nilai tambah.
Untuk mengantisipasi peningkatan layanan data, perseroan melakukan modernisasi jaringan
secara selektif di area-area pontensial di Jawa sejak tahun 2013 dan di luar Jawa sejak 2014.
Dengan tersedianya jaringan yang termodernisasi maka perseroan menawarkan pengalaman baru
ke pelanggan melalui promo Jaringan Baru Indosat dan mengenalkan produk kartu Mentari super
data.
h. Bisnis Proses Seluler Prabayar, Pascabayar dan Mobile Corporate
Dalam menjalankan kegiatan usaha Seluler Prabayar, proses pelayanan jasa yang diberikan
Perseroan kepada pelanggan adalah sebagai berikut:
Mulai
Indosat
Distributor/
Outlet
Mendistribusikan
paket perdana/
voucher isi ulang
ke distributor
Mendistribusikan
Produk Indosat
ke outlet
Menjual
Produk Indosat
Selesai
Tidak
Pelanggan
Membeli paket
perdana Indosat
Registrasi data
berdasarkan kartu
identitas
Membeli voucher
isi ulang
Menggunakan
layanan (Voice,
SMS, Data, BB,
RBT)
Pulsa
masih
cukup?
Ya
Sumber: Perseroan
63
Dalam menjalankan kegiatan usaha Seluler Pascabayar, proses pelayanan jasa yang diberikan
Perseroan kepada pelanggan adalah sebagai berikut:
Mulai
Pelanggan
Mengunjungi
Galeri
Indosat/Toko
Menggunakan
layanan (Voice,
SMS, Data, BB,
RBT)
Mengisi
formulir dan
dokumen
pendukung
Memilih paket
yang paling
sesuai
Selesai
Ya
Menawarkan
produk
pascabayar
& Bundling
Pembeli
tertarik?
Tidak
Sales Distro/
Galeri Agent
Menyerahkan
dokumen ke
tim verifikasi
Tidak
Melakukan
verifikasi/
Pemerikasaan
Tim
Verifikasi
Verifikasi
OK?
Ya
Mengaktifkan
layanan
dalam sistem
Sumber: Perseroan
Dalam menjalankan kegiatan usaha Mobile Corporate, proses pelayanan jasa yang diberikan
Perseroan kepada pelanggan adalah sebagai berikut:
Pelanggan
Corporate
Menggunakan
layanan (MPLS,IP
VPN, Frame Relay, etc)
Selesai
Tidak
Mulai
Negosiasi
harga & diskon
Tidak
Sepakat
?
Penjual
Mengidentifikasi
Prospect
Menawarkan
Produk
Pelanggan
tertarik?
Ya
Tanda
tangan kontrak
Mengajukan
proposal
Ya
Sales
Engineer
Melakukan
Assesment
kebutuhan pelanggan
Sales
Service
Delivery
Memasang
peralatan
Membuat
proposal &
penawaran harga
Membuat solusi
& rencana biaya
Menjalankan
layanan provisioning
User
Acceptance
Test
Mereservasi
sumber daya
Lulus uji
UAT?
Ya
Tidak
Sumber: Perseroan
Sumber: Perseroan
2. Jasa Multimedia, Interaktif, Data & Internet (MIDI)
Mengingat potensi pertumbuhan Jasa MIDI yang signifikan atas layanan data dan layanan
jaringan lainnya termasuk layanan berbasis Internet dan keperluannya yang meningkat terhadap
keseluruhan strategi bisnis Perseroan, Perseroan telah memberikan perhatian yang cukup pada
segmen usaha ini.
64
Kenaikan besar komunikasi data dan Internet dikontribusi oleh layanan berbasis IP/MPLS, dan
layanan Internet. Pertumbuhan ditekankan pada transmisi data yang handal dan interkoneksitas
pelanggan korporasi Perseroan, terutama mereka yang memiliki berbagai cabang atau lokasi,
sehingga memberikan kesempatan yang sangat baik bagi Perseroan. Jasa layanan MIDI
memberikan pendapatan sebesar Rp3.508,5 miliar atau 14,6% dari total pendapatan operasional
konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.
Keterangan
Sirkit
Sewa
Kecepatan
Tinggi
Internasional (dalam Mbps)
Sirkit Sewa Kecepatan Tinggi Domestik
(dalam Mbps)
IPVPN (dalam Mbps)
Internet (dalam Mbps)
30 September
2015
126.925
(dalam ribuan)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2014
2013
2012
2011
2010
94.338
44.530
30.765
23.453
13.614
170.000
129.461
131.513
33.762
18.957
15.678
4.978
62.426
4.197
43.653
3.710
45.106
2.935
21.608
2.128
15.178
1.396
3.383
Sumber: Perseroan
C. PROSPEK USAHA
1. Prospek Industri Telekomunikasi Indonesia
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri
Bisnis telekomunikasi dan teknologi informasi nasional diperkirakan akan terus tumbuh seiring
dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi ini dalam berbagai keperluan baik oleh pribadi
(retail) maupun korporasi. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pendorong peningkatan industri
telekomunikasi Indonesia:
a) Peningkatan kebutuhan dan daya beli pengguna jasa telekomunikasi. Seiring dengan
prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik, kemampuan daya beli pengguna jasa
telekomunikasi diperkirakan juga akan meningkat. Hal ini akan meningkatkan kemampuan
konsumen dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasinya. Dengan meningkatnya permintaan
jasa layanan komunikasi ini, akan membuka peluang pasar baru baik bagi operator jasa
komunikasi maupun operator jasa jaringan telekomunikasi.
b) Penetrasi penggunaan jasa telekomunikasi (penetrasi pasar) yang masih relatif rendah.
Berdasarkan data dari International Telecommunication Union (ITU), tingkat penetrasi
penggunaan jasa telekomunikasi (telepon tetap, telepon selular dan internet) di Indonesia relatif
masih rendah dibanding dengan negara-negara ASEAN. Kondisi ini mencerminkan peluang
pasar yang masih besar dengan potensi pertumbuhan yang menjanjikan untuk industri ini.
Rasio Densitas Sambungan Telepon Selular, Telepon Tetap dan Pengguna Internet
Pada Negara-Negara ASEAN per 31 Desember 2014
(dalam %)
Keterangan
Singapura
Malaysia
Thailand
Filipina
Indonesia
Penetrasi telepon selular
158
149
144
111
126
Penetrasi telepon tetap
36
15
8.5
3
12
Sumber : Situs ITU-ICT Statistics per November 2015
65
Penetrasi Pengguna Internet
82
68
35
40
17
c) Faktor perkembangan teknologi. Dimana seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan
layanan telekomunikasi, maka kebutuhan akan content dan jaringan telekomunikasi
diperkirakan akan meningkat. Sebagai gambaran dengan diluncurkannya layanan 3G, maka
diperkirakan kebutuhan akan infrastruktur telekomunikasi juga akan meningkat baik fitur yang
dihasilkan atau kebutuhan kapasitas (bandwith) yang diperlukan.
2. Proyeksi Pertumbuhan Industri Telekomunikasi
Dengan tingkat penetrasi telekomunikasi yang relatif masih di bawah negara-negara tetangga
seperti Thailand, Malaysia dan Singapura, potensi pertumbuhan industri telekomunikasi di Indonesia
masih sangat tinggi. Di satu sisi kebutuhan akan sarana telekomunikasi akan meningkat sejalan
dengan tumbuhnya ekonomi dan pendapatan per kapita penduduk, hal ini karena kebutuhan
untuk berkomunikasi serta bertransaksi juga akan meningkat. Di lain sisi, kemajuan teknologi akan
meningkatkan penggunaan sarana telekomunikasi dan menurunkan biaya investasi, sehingga dapat
menjadi semakin terjangkau. Kedua hal ini akan mendorong pertumbuhan industri telekomunikasi
di Indonesia.
3. Strategi Pengembangan Usaha
Perseroan menerapkan strategi yang mencakup bisnis selular, bisnis MIDI dan bisnis telekomunikasi
tetap.
a. Bisnis Selular
Perseroan berencana untuk meningkatkan dan mengembangkan pangsa pasar di luar Jawa di
mana masih terdapat potensi pasar yang besar, sekaligus memperkuat bisnis selular di Jawa
dimana Perseroan telah memiliki posisi pasar yang kuat. Bisnis selular Perseroan akan bertumpu
pada beberapa inisiatif strategis utama yaitu meningkatkan kualitas jaringan, differensiasi layanan
berdasarkan segmen, dan model operasi berbasis cluster. Dalam sisi jaringan, Perseroan akan
memperluas dan meningkatkan jaringan dan cakupan, kapasitas serta kualitas layanan selular. Dari
sisi layanan ke pelanggan, Perseroan meluncurkan produk Matrix Max untuk segmen profesional
dan akan terus menguatkan positioning di segmen tersebut. Dalam sisi jaringan distribusi,
Perseroan akan menerapkan sistem operasi berbasis cluster sehingga bisa lebih beradaptasi
terhadap kebutuhan di masing masing cluster. Perseroan juga akan berfokus pada pengembangan
bisnis broadband dengan menawarkan jasa/produk yang berkualitas dan innovatif, dengan harga
yang kompetitif.
b. Bisnis MIDI
Perseroan berencana untuk meningkatkan pertumbuhan dan pangsa pasar dalam bisnis MIDI.
Jaringan Backbone yang ada, akan dimanfaatkan untuk meraih peluang pasar baru antara lain
segmen usaha kecil dan menengah dan kota-kota di luar Jakarta. Perseroan bersama dengan
Anak Perusahaan yaitu Lintasarta akan berusaha untuk memperluas cakupan layanan dengan
menyediakan akses data kecepatan tinggi, layanan berbasis IP dan solusi untuk segmen korporat,
Usaha Kecil dan Menengah, serta individu. Perseroan juga akan menjajaki kerjasama dengan
perusahaan-perusahaan lain dalam memberikan Layanan baru ke pelanggan seperti cloud dan
data centre.
c. Bisnis telekomunikasi tetap
Bisnis telekomunikasi tetap Perseroan mencakup layanan sambungan internasional dan domestik.
Perseroan akan terus mengembangkan peluang yang ada pada layanan sambungan internasional
sekaligus menggunakan layanan ini untuk mendukung bisnis selular dengan inovasi berupa
program-program. Sementara itu, jaringan telepon tetap menjadi aset strategis guna menjaga
kualitas jaringan selular serta sebagai sarana untuk menangkap peluang pasar dalam bisnis
jaringan telepon tetap.
66
d. Bisnis Digital Service
Perseroan berencana mengembangkan bisnis layanan digital yang mencakup layanan mobile
advertising, e-commerce dan layanan digital lainnya. Dengan perkembangannya bisnis digital
services, Perseroan sedang mengembangkan bisnis digital services tersebut. Layanan yang
sedang disiapkan berupa mobile advertisng, mobile e-commerce dan bisnis digital services lainnya.
D. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)
Setelah Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi dan Sukuk Ijarah Perseroan Tahap II Tahun
2015, Perseroan telah mendaftarkan beberapa merek baru dengan nama Dompetku, Pay Up dan
logo Indosat terbaru atas nama Perseroan di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, yakni
sebagai berikut:
Merek
Merek
DOMPETKU
Merek
Pay Up
Kelas
9
16
25
35
37
38
41
42
No. Pendaftaran
D00.2015.032963
D00.2015.032964
D00.2015.032968
J00.2015.032966
J00.2015.032959
J00.2015.032960
J00.2015.032958
J00.2015.032957
Tanggal Pengajuan
Kelas
9
16
25
35
36
38
41
42
No. Pendaftaran
D00.2015.042861
D00.2015.042862
D00.2015.042864
J00.2015.042866
J00.2015.042855
J00.2015.042856
J00.2015.042859
J00.2015.042860
Tanggal Pengajuan
Kelas
9
16
25
35
36
38
41
42
No. Pendaftaran
D00.2015.042879
D00.2015.042881
D00.2015.042883
J00.2015.042886
J00.2015.042872
J00.2015.042873
J00.2015.042876
J00.2015.042877
Tanggal Pengajuan
67
05 Agustus 2015
2 Oktober 2015
2 Oktober 2015
VI.IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Tabel-tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan konsolidasian penting Perseroan dan Entitas
Anak, yang angka-angkanya diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2015 dan 2014, serta tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2015 dan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota PricewaterhouseCoopers), auditor independen, berdasarkan
Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI. Laporan keuangan konsolisian Perseroan dan
Entitas Anak pada tanggal 30 September 2014 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal tersebut telah direviu oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (sekarang KAP Purwantono,
Sungkoro & Surja) (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan
Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan IAPI. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma
anggota Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan
oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2015
dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut ditandatangani oleh Jumadi,
sedangkan pada tanggal 30 September 2014 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal tersebut serta pada tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut ditandatangani oleh Benyanto Suherman, dan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut ditandatangani oleh Roy Iman Wirahardja,
serta pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
tersebut ditandatangani oleh Hari Purwantono.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 30 September 2014 dan
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan
dengan penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013), yang tidak direviu, dimana sebelum disajikan kembali
telah direviu oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited),
auditor independen, berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2014 dan
2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan
dengan penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013), yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan kembali
telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited),
auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2010 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan kembali sehubungan dengan penerapan
PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22, yang tidak diaudit, dimana sebelum disajikan
kembali telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (firma anggota Ernst & Young Global
Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa
modifikasian.
68
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas
Kas yang dibatasi penggunaannya
Piutang - bersih
- Usaha
Pihak-pihak berelasi
Pihak ketiga
- Lain-lain
Persediaan - bersih
Aset derivatif
Pajak dibayar di muka
- Pajak penghasilan
- Pajak lain-lain
Bagian lancar dari uang muka dan
beban
di bayar di muka
Aset keuangan lancar lain - lain
Aset lancar lain - lain
Jumlah Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Kas yang dibatasi penggunaannya
Piutang pihak berelasi bersih
Klaim restitusi pajak
Aset pajak tangguhan - bersih
Uang muka dan beban dibayar dimuka
jangka panjang
Investasi jangka panjang
Aset tetap - bersih
Goodwill dan aset tak berwujud lain bersih
Aset keuangan tidak lancar lain - lain
Aset tidak lancar lain-lain - bersih
Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek
Utang usaha
- Pihak berelasi
- Pihak ketiga
Utang pengadaan
Utang pajak
- Pajak penghasilan
- Pajak lain-lain
Akrual
Kewajiban imbalan kerja jangka
panjang - bagian jangka pendek
Pendapatan diterima di muka
Uang muka pelanggan
Liabilitas derivatif
30
September
2015
31 Desember
2014*)
2013*)
2012
2011
2010**)
3.729.123
15.073
3.480.011
5.656
2.233.532
25.008
3.917.236
5.483
2.224.206
18.830
2.075.270
48.165
390.242
2.548.576
14.577
41.097
138.933
518.952
1.573.160
9.015
49.408
75.986
632.203
1.636.136
16.294
36.004
195.569
574.650
1.464.069
22.441
52.556
69.654
318.243
1.181.853
5.660
75.890
159.349
207.289
1.328.987
10.031
105.885
69.334
384.060
132.316
231.747
676
218.073
167.216
127.127
30.695
49.903
1.555.580
3.870
468
8.821.599
2.500.604
10.631
3.490
8.590.976
2.165.636
6.665
3.184
7.168.980
1.900.087
7.899
392
8.308.810
1.746.137
5.960
742
5.767.565
1.555.420
4.954
702
5.455.940
43.539
2.592
576.171
139.598
114.598
3.496
1.005.341
92.057
94.874
7.167
875.594
101.853
83.232
10.358
751.151
100.693
50.826
10.654
866.843
113.812
39.595
8.421
652.447
94.659
1.525.446
85.374
39.971.153
1.232.023
6.282
40.775.907
1.260.647
1.393.722
42.190.111
1.151.103
1.363.047
1.473.499
1.369.740
2.730
2.730
41.964.793 43.505.698 44.062.036
1.350.022
50.792
44.676
43.789.363
52.610.962
1.356.562
1.362.600
40.023
68.771
52.432
41.727
44.678.721 47.397.066
53.269.697 54.566.046
1.373.707
1.366.853
1.374.060
90.168
158.714
108.279
21.306
26.270
53.462
46.916.251 47.465.447 47.869.188
55.225.061 53.233.012 53.325.128
948.528
849.448
1.499.849
299.529
1.499.256
-
124.776
820.112
4.481.284
30.532
660.027
3.095.518
47.603
291.707
3.064.287
22.650
209.087
2.737.850
23.581
295.477
3.475.862
22.260
623.245
3.642.002
19.122
54.802
1.800.006
19.351
56.017
2.150.914
15.337
73.923
2.084.694
34.025
61.574
1.934.320
28.294
62.912
1.868.244
23.789
148.723
1.764.242
35.240
1.193.568
126.018
40.875
35.240
1.102.099
238.338
31.740
22.433
922.403
49.335
36.903
26.965
1.073.088
43.825
81.241
27.369
1.032.415
37.265
138.189
32.093
1.106.610
50.279
215.403
69
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Bagian jangka pendek dari
pinjaman jangka panjang:
- Pinjaman
- Utang obligasi
- Sukuk
- Kewajiban sewa pembiayaan
Provisi atas kasus hukum
Liabilitas keuangan jangka pendek
lain-lain
Liabilitas jangka pendek lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi
Liabilitas pajak tangguhan - bersih
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek:
- Pinjaman
- Utang Obligasi
- Sukuk
- Kewajiban sewa pembiayaan
Kewajiban imbalan kerja jangka
panjang setelah dikurangi bagian jangka
pendek
Liabilitas keuangan jangka panjang
lain-lain
Liabilitas jangka panjang lain-lain
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100
per saham Seri A dan Seri B
Modal dasar - 1 saham Seri A dan
19.999.999.999 saham Seri B
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1 saham Seri A dan
5.433.933.499 saham Seri B
Tambahan modal disetor
Saldo Laba
- Dicadangkan
- Belum dicadangkan
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas
asosiasi/entitas anak
Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan
Keuntungan pengukuran kembali atas
program imbalan pasti
Cadangan perubahan nilai wajar
investasi tersedia untuk dijual
Cadangan lindung nilai arus kas
Kepentingan nonpengendali
Jumlah Ekuitas
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
30
September
2015
2.769.617
552.945
54.884
517.797
1.358.643
4.862
152.699
15.055.778
27.180
13.391
8.239.121
9.089.501
1.020.639
3.717.229
1.051.906
6.320
1.149.093
24.314.380
39.370.158
543.393
1.546.587
134.446
9.783.784
31 Desember
2014*)
2.613.500
8.333.611
420.674
1.358.643
2013*)
2012
2011
2.443.367
1.928.557
427.753
346.357
-
2.669.218
759.528
569.647
272.229
-
2.355
16.091
149.807
223.498
21.147.814 13.494.097
16.935
204.040
11.015.751
30.159
705.917
33.301
984.676
3.727.118
4.346.317
6.962.080 12.814.468
660.405
470.739
3.631.591
3.594.112
960.627
746.971
17.049
81.805
1.128.382
1.228.415
17.823.328 24.300.804
38.971.142 37.794.901
543.393
1.546.587
543.393
1.546.587
134.446
134.446
10.906.119 12.914.483
42.789
1.684.270
2010**)
3.300.537
41.989
55.755
-
3.184.147
813.618
284.513
29.286
-
16.073
23.127
64.849
61.612
11.968.067 12.024.949
15.480
1.956.352
22.099
1.792.629
3.703.822
6.425.779
13.088.762 10.971.776
897.745
1.166.577
3.101.910
770.081
7.666.804
10.949.119
1.164.985
416.587
926.224
787.313
872.407
69.273
107.433
45.815
1.299.131
95.054
114.360
24.813.926 22.295.845 23.044.805
35.829.677 34.263.912 35.069.754
543.393
1.546.587
543.393
1.546.587
543.393
1.546.587
134.446
134.446
134.446
15.846.721 15.889.104 15.244.044
404.104
404.104
404.104
404.104
404.104
404.104
2.070
(9.081)
(5.210)
(3.600)
(2.326)
(2.727)
92.268
92.268
222.054
-
-
-
(10.699)
(4.471)
12.491.482
749.322
13.240.804
52.610.962
413.700
13.617.836 16.173.557
680.719
597.588
14.298.555 16.771.145
53.269.697 54.566.046
389.718
18.861.369 18.515.308 17.869.847
534.015
453.792
385.527
19.395.384 18.969.100 18.255.374
55.225.061 53.233.012 53.325.128
*)disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
**)disajikan kembali (tidak diaudit) akibat penerapan PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22
70
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
PENDAPATAN
Selular
Multimedia, Komunikasi
Data,
Internet (“MIDI”)
Telekomunikasi Tetap
Jumlah Pendapatan
30 September
2015
2014*)
2014*)
2013*)
31 Desember
2012
2011
2010**)
15.991.678
14.290.729
19.480.465
19.374.638
18.489.329
16.587.385
15.876.908
2.756.458
833.401
19.581.537
2.592.676
833.863
17.717.268
3.508.563
1.096.073
24.085.101
3.265.847
1.214.787
23.855.272
2.908.033
1.021.450
22.418.812
2.691.925
1.249.982
20.529.292
2.579.967
1.278.171
19.735.046
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban jasa
telekomunikasi
(8.186.425) (7.531.549) (10.408.912) (9.956.533) (8.905.736) (7.547.407) (7.299.263)
Penyusutan dan
amortisasi
(6.247.042) (5.992.293) (8.226.063) (8.958.393) (8.272.824) (6.558.177) (6.091.144)
Karyawan
(1.372.605) (1.301.773) (1.738.627) (1.734.359) (1.427.194) (1.912.647) (1.435.735)
Pemasaran
(749.466)
(670.944) (1.044.884)
(893.574)
(920.296)
(855.686)
(779.191)
Umum dan administrasi
(705.267)
(619.695)
(859.529)
(901.534)
(625.540)
(549.530)
(585.139)
Keuntungan (kerugian)
selisih kurs - bersih
(442.880)
(145.845)
(152.247)
224.518
44.793
90.919
174.143
Amortisasi keuntungan
penjualan dan sewa balik
menara yang
ditangguhkan
105.787
105.787
141.050
141.050
1.183.963
Keuntungan penjualan
investasi yang tersedia
untuk dijual
413.700
413.700
Provisi atas kasus hukum
- (1.358.643) (1.358.643)
Amortisasi goodwill
(226.380)
(306.080)
(32.455)
(79.237)
Lain-lain - bersih
(95.668)
(124.705)
(204.123)
(273.996)
Jumlah Beban
(17.693.566) (17.225.960) (23.438.278) (22.352.821) (19.228.914) (17.364.983) (16.321.946)
1.887.971
491.308
646.823
1.502.451
3.189.898
3.164.409
3.413.100
Keuntungan (kerugian)
perubahan nilai wajar
derivatif - bersih
Penghasilan bunga
Biaya keuangan
Keuntungan (kerugian)
selisih
kurs - bersih
LABA (RUGI) SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN)
PAJAK
PENGHASILAN
Kini
Tangguhan
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan - Bersih
LABA (RUGI) PERIODE/
TAHUN BERJALAN
Laba (rugi) periode/tahun
berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan
nonpengendali
386.539
171.375
(2.212.890)
(73.579)
106.735
(1.817.669)
(101.927)
142.803
(2.406.536)
273.259
107.193
(2.212.095)
4.964
133.544
(2.077.350)
57.944
92.646
(1.929.354)
(418.092)
146.219
(2.338.130)
(1.885.912)
(3.540.888)
(828)
(1.785.341)
(243.173)
(2.608.833)
(3.011.410)
(4.843.053)
(789.438)
(2.728.280)
(54.188)
(1.832.952)
318.258
(2.291.745)
(1.652.917)
(1.294.033)
(1.962.010)
(3.340.602)
461.618
1.331.357
1.121.355
(101.253)
740.067
(97.723)
150.066
(141.577)
225.358
(118.156)
786.786
(234.429)
260.227
(120.177)
(144.436)
(128.171)
(250.278)
638.814
52.343
83.781
668.630
25.798
(264.613)
(378.449)
(1.014.103)
(1.241.690)
(1.878.229)
(2.671.972)
487.416
1.066.744
742.906
(1.122.335)
(1.329.748)
(2.008.364)
(2.788.212)
375.106
968.653
666.374
108.232
88.058
130.135
116.240
112.310
98.091
76.532
71
(dalam jutaan Rupiah)
30 September
2015
2014*)
Keterangan
LABA (RUGI) PERIODE/
TAHUN BERJALAN
Laba (rugi) per saham
dasar dan dilusian yang
dapat diatribusikan
kepada Pemilik Entitas
Induk
2014*)
2013*)
31 Desember
2012
2011
2010**)
(1.014.103)
(1.241.690)
(1.878.229)
(2.671.972)
487.416
1.066.744
742.906
(206,54)
(244,71)
(369,60)
(513,11)
69,03
178,26
122,63
*)disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
**)disajikan kembali (tidak diaudit) akibat penerapan PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22
Rasio-Rasio Konsolidasian Penting
Keterangan
Rasio Usaha
Laba usaha terhadap pendapatan usaha(1)
Laba periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
terhadap pendapatan usaha(2)
Laba usaha terhadap ekuitas(3)
Laba periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
terhadap ekuitas(4)
Laba usaha terhadap jumlah aset(5)
Laba periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada Pemiilik Entitas Induk
terhadap jumlah aset(6)
30
September
2015
Tanggal 31 Desember
2014*)
2013*)
2012
2011
2010**)
9,6%
2,69%
6,30%
14,23%
15,41%
17,29%
-5,73%
-8,34%
-11,69%
1,67%
4,72%
3,38%
14,26%
4,52%
8,96%
16,45%
16,68%
18,70%
-8,48%
-14,05%
-16,63%
1,93%
5,11%
3,65%
3,59%
1,21%
2,75%
5,78%
5,94%
6,40%
-2,13%
-3,77%
-5,11%
0,68%
1,82%
1,25%
58,59%
40,63%
53,13%
75,43%
48,19%
45,37%
194,65%
315,18%
74,83%
130,88%
286,18%
73,16%
150,25%
233,68%
69,36%
131,56%
189,96%
64,88%
120,42%
185,06%
64,37%
128,96%
196,25%
65,77%
N.A.
N.A.
N.A.
0,96%
4,86%
-56,95%
6,41%
16,25%
-52,90%
9,20%
10,73%
0,81%
4,02%
6,39%
-7,29%
4,80%
4,80%
7,10%
N.A.
27,97%
-843,31%
-61,28%
45,36%
-56,80%
-1,24%
1,02%
-7,40%
-2,38%
3,11%
-14,24%
-1,19%
5,48%
-13,53%
3,74%
4,57%
2,25%
-0,17%
-2,30%
3,91%
-3,12%
-4,58%
-0,50%
Rasio yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman
8.567,78 10.033,15 10.369,27 10.540,05
EBITDA (dalam miliar Rupiah)(12)
1.76x
1.67x
1.54x
1.12x
Pinjaman Bersih(13) / Ekuitas (x)
2.11x
2.38x
2.49x
2.06x
Pinjaman Bersih (13) / EBITDA (x)
488,43% 530,68% 610,79% 616,40%
EBITDA / Beban Bunga(14)
9.664,02
1.17x
2.30x
570,90%
9.635,72
1.25x
2.36x
475,34%
Rasio Keuangan
Aset lancar terhadap jumlah liabilitas jangka
pendek(7)
Liabilitas jangka panjang terhadap ekuitas(8)
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas(9)
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset(10)
Rasio Pertumbuhan(11)
Pendapatan usaha
Beban usaha
Laba usaha
Laba periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Jumlah aset
Jumlah liabilitas
Jumlah ekuitas
*) disajikan kembali (tidak diaudit/tidak direviu) akibat penerapan PSAK No.24 (Revisi 2013) yang berlaku efektif di 1 Januari 2015
**)disajikan kembali (tidak diaudit) akibat penerapan PSAK No.30 (Revisi 2011), ISAK No.16 dan ISAK No.22
Keterangan:
1) Dihitung dengan membagi laba usaha dengan jumlah pendapatan usaha, masing-masing untuk periode terkait.
2) Dihitung dengan membagi laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk dengan jumlah
pendapatan usaha, masing-masing untuk periode terkait.
3) Dihitung dengan membagi laba usaha untuk periode terkait dengan jumlah ekuitas pada akhir periode terkait.
4) Dihitung dengan membagi laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Enititas Induk untuk periode
terkait dengan jumlah ekuitas pada akhir periode terkait.
72
5) Dihitung dengan membagi laba usaha untuk periode terkait dengan jumlah aset pada akhir periode terkait.
6) Dihitung dengan membagi laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk untuk periode
terkait dengan jumlah aset pada akhir periode terkait.
7) Dihitung dengan membagi jumlah aset lancar dengan jumlah liabilitas jangka pendek, masing-masing pada akhir periode
terkait.
8) Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas jangka panjang dengan jumlah ekuitas, masing-masing pada akhir periode terkait.
9) Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas, masing-masing pada akhir periode terkait.
10)Dihitung dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah aset, masing-masing pada akhir periode terkait.
11) Seluruh rasio pertumbuhan dihitung dengan membagi kenaikan (penurunan) saldo akun-akun terkait sebagai berikut: (i) untuk
akun-akun posisi keuangan, selisih saldo akun-akun terkait pada tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan dengan
saldo akun-akun tersebut pada tanggal 31 Desember tahun sebelumnya, atau (ii) untuk akun-akun laba rugi, selisih saldo
akun-akun terkait. Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015, seluruh rasio pertumbuhan dihitung
dengan membagi kenaikan (penurunan) saldo akun-akun terkait sebagai berikut: (i) untuk akun-akun posisi keuangan, selisih
saldo akun-akun terkait pada tanggal 30 September tahun yang bersangkutan dengan saldo akun-akun tersebut pada tanggal
31 Desember tahun sebelumnya, atau (ii) untuk akun-akun laba rugi, tidak dapat diperbandingkan.
12)EBITDA dihitung sebagai laba yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk selama tahun/periode 12 bulan yang
berakhir pada tanggal pelaporan ditambah beban lain-lain ditambah beban operasi lainnya dikurangi bagian atas laba neto
entitas asosiasi dan ditambah penyusutan dan amortisasi.
13)Dihitung dengan jumlah Pinjaman jangka panjang dan Utang Obligasi, biaya emisi yang tidak diamortisasi (Pinjaman jangka
panjang, Utang Obligasi, dan guaranteed notes), biaya consent solicitation yang tidak diamortisasi (Pinjaman jangka panjang
dan Utang Obligasi) dan diskon yang tidak diamortisasi (Pinjman jangka panjang dan guaranteed notes).
14)Dihitung dengan membagi EBITDA periode terkait dengan beban bunga periode terkait.
Rasio-rasio yang dipersyaratkan dalam perjanjian adalah sebagai berikut :
1. Total Pinjaman Bersih/Ekuitas tidak lebih dari 2,5: 1 (dua koma lima berbanding satu) sebagaimana
ditunjukkan dalam setiap laporan keuangan konsolidasian 3 (tiga) bulanan;
2. EBITDA/pembayaran bunga Pinjaman tidak kurang dari 3 : 1 (tiga berbanding satu) sebagaimana
tercantum dalam setiap laporan keuangan konsolidasian tahunan yang sudah diaudit;
3. Total Pinjaman Bersih/EBITDA tidak melebihi dari 4 : 1 (empat berbanding satu) sebagaimana
tercantum dalam setiap laporan keuangan konsolidasian tahunan yang sudah diaudit;
Minimum Modal Konsolidasian yang Disesuaikan untuk setiap saat selama belum dilunasinya secara
penuh Jumlah Terutang, tidak kurang dari Rp5.000.000.000.000 (lima triliun Rupiah).
73
VII.PERPAJAKAN
Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah dari Sukuk Ijarah yang diperdagangkan
dan/atau dilaporkan perdagangannya pada Bursa Efek dan diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi
dan Sukuk Ijarah diperhitungkan serta diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku
di Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.100 Tahun 2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2009 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa
Bunga Obligasi, penghasilan yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak berupa bunga dan diksonto
obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final, dengan ketentuan besarnya
Pajak Penghasilan sebagai berikut:
a. bunga dari obligasi dengan kupon sebesar:
i. 15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap; dan
ii. 20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran
pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap dari jumlah bruto bunga
sesuai dengan masa kepemilikan obligasi;
b. diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar:
i. 15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap; dan
ii. 20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak
berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual
atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan;
c. diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar:
i. 15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap; dan
ii. 20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak
berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap, dari selisih lebih harga jual
atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi; dan
d. bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana
yang terdaftar pada OJK sebesar:
i. 5% (lima persen) untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020; dan
ii. 10% (sepuluh persen) untuk tahun 2021 dan seterusnya.
Pemotongan pajak yang bersifat final tersebut tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto yang
diterima atau diperoleh Wajib Pajak :
1. Dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan
memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang No.7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Undang-Undang No.36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang No.7 Tahun
1983 tentang Pajak Penghasilan; dan
2. Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.
Penghasilan berupa bunga obligasi dan diskonto yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak
sebagaimana dimaksud pada angka 2 di atas dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum,
sesuai Undang-Undang No.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, sebagaimana telah beberapa kali
diubah, terakhir dengan Undang-Undang No.36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UndangUndang No.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
74
Kewajiban Perpajakan Perseroan
Sebagai wajib pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak
Pertambahan Nilai (PPN), dan pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Perseroan telah memenuhi kewajiban
perpajakannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku.
Selain itu, Perseroan juga telah menyampaikan SPT tahunan untuk tahun 2014. Sampai dengan tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak.
CALON PEMBELI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH DALAM PENAWARAN UMUM OBLIGASI
BERKELANJUTAN DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI
DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI
PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH YANG DIBELI MELALUI
PENAWARAN UMUM INI.
75
VIII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan
Emisi Obligasi, para Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui
untuk menawarkan kepada masyarakat secara kesanggupan penuh (full commitment) Obligasi dan
masing-masing Penjamin Emisi Obligasi tersebut wajib membeli sendiri Obligasi yang tidak habis terjual
kepada Masyarakat dan yang tidak dibeli/dibayar oleh Masyarakat, sesuai dengan Bagian Penjaminan
masing-masing Penjamin Emisi Obligasi.
Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak
tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dengan
Penjamin Emisi Obligasi.
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Obligasi adalah sebagai berikut:
No.
Penjamin Emisi Obligasi
Jumlah Penjaminan (Rp)
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi/Penjamin Emisi Obligasi:
1. PT BCA Sekuritas
2. PT DBS Vickers Securities Indonesia
3. PT Indo Premier securities
Total Penjaminan Emisi Obligasi
247.000.000.000
187.000.000.000
360.000.000.000
794.000.000.000
Persentase (%)
31,11
23,55
45,34
100,00
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Perjanjian Penjaminan
Emisi Sukuk Ijarah, para Penjamin Emisi Sukuk Ijarah yang namanya tercantum di bawah ini telah
menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat secara kesanggupan penuh (full commitment)
Sukuk Ijarah dan masing-masing Penjamin Emisi Sukuk Ijarah tersebut wajib membeli sendiri Sukuk
Ijarah yang tidak habis terjual kepada Masyarakat dan yang tidak dibeli/dibayar oleh Masyarakat, sesuai
dengan Bagian Penjaminan masing-masing Penjamin Emisi Sukuk Ijarah.
Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun tidak
tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dengan
Penjamin Emisi Sukuk Ijarah.
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Sukuk Ijarah adalah sebagai berikut:
No.
Penjamin Emisi Sukuk Ijarah
Jumlah Penjaminan (Rp)
Persentase (%)
Penjamin Pelaksana Emisi Sukuk Ijarah/Penjamin Emisi Sukuk Ijarah:
1. PT BCA Sekuritas
85.000.000.000
80,19
2. PT DBS Vickers Securities Indonesia
10.000.000.000
9,43
3. PT Indo Premier securities
11.000.000.000
10,38
Total Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah
106.000.000.000
100,00
Selanjutnya Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang ikut dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi dan Perjanjian Penjaminan Emisi Sukuk Ijarah telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya
masing-masing sesuai dengan Peraturan No.IX.A.7.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang sekaligus bertindak sebagai Penjamin
Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan
Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.
76
IX.LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG
RANGKA PENAWARAN UMUM
DALAM
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah
sebagai berikut:
Wali Amanat
:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bagian Trust & Corporate Services
Divisi Investment Services
Gedung BRI II, Lt. 30
Jl. Jend. Sudirman, Kav. 44-46
Jakarta 10210
Tugas Pokok:
Mewakili kepentingan pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar
pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak pemegang Obligasi sesuai dengan
syarat-syarat Obligasi dan pengelolaan jaminan fidusia untuk kepentingan
pemegang Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan perundangundangan yang berlaku.
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.08/STTD-WA/
PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.
Pedoman kerja yang digunakan oleh Wali Amanat mengikuti ketentuan yang
diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Undang-Undang Pasar Modal
serta peraturan yang berkaitan dengan tugas Wali Amanat.
Keanggotaan Asosiasi: Asosiasi Wali Amanat Indonesia (AWAI), sesuai surat
Keterangan No. AWAI/03/12/2008 tanggal 17 Desember 2008
Konsultan Hukum :
Hadiputranto, Hadinoto & Partners
The Indonesia Stock Exchange Building
Tower II, 21st Floor
Sudirman Central Business District
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Tugas Pokok:
Memberikan Pendapat Hukum mengenai Emiten dalam rangka Penawaran
Umum Obligasi ini. Konsultan Hukum melakukan pemeriksaan dari segi hukum
atas fakta yang ada mengenai Emiten dan keterangan lain yang berhubungan
dengan itu sebagaimana disampaikan oleh Emiten. Hasil pemeriksaan tersebut
telah dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Dari Segi Hukum yang
menjadi dasar dari Pendapat Hukum yang dimuat dalam Informasi Tambahan.
Tugas lainnya adalah meneliti informasi yang dimuat dalam Informasi Tambahan
sepanjang menyangkut segi hukum. Tugas dan fungsi Konsultan Hukum yang
diuraikan di sini adalah sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar
Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan.
Pedoman kerja yang digunakan oleh Hadiputranto, Hadinoto & Partners dalam
menjalankan tugasnya sebagai Konsultan Hukum adalah Standar Profesi
Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, lampiran Keputusan HKHPM
No. 01/HKHPM/2005 tanggal 18 Februari 2005, sebagaimana diubah
berdasarkan Keputusan HKHPM No. Kep.04/HKHPM/XI/2012 tanggal
6 Desember 2012 dan No. 01/KEP-HKHPM/II/2014 tanggal 4 Februari 2014.
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. 10/PM.22/STTDKH/2014 tanggal 25 November 2014 atas nama Iqbal Darmawan, SH.
Keanggotaan Asosiasi: Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. 201012.
77
Notaris
:
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.
Jl. Panglima Polim V No. 11
Kebayoran Baru
Jakarta 12160
Tugas Pokok:
Membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, antara lain
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, Pengakuan Hutang Obligasi, Perjanjian
Penjaminan Emisi Obligasi, serta akta-akta pengubahannya.
Pedoman kerja yang digunakan oleh Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,
S.H. selaku Notaris Emiten adalah sesuai dengan Undang-Undang No. 30
Tahun 2004 tentang jabatan Notaris.
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.450/BL/
STTD-N/2011 tanggal 23 Maret 2011
Keanggotaan Asosiasi:Ikatan Notaris Indonesia(INI) No. Assosisi 06
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum ini menyatakan
tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan sebagaimana definisi hubungan afiliasi pada UndangUndang Pasar Modal.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan No. VI.C.3, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat menyatakan hal-hal berikut ini:
- Tidak mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan dan tidak akan memberikan kredit kepada
Perseroan dalam jumlah lebih dari 25% dari jumlah pokok obligasi yang diwaliamanati selama
menjadi Wali Amanat dalam Penawaran Umum ini;
- Tidak merangkap menjadi penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Efek bersifat
hutang, Sukuk, dan/atau kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Efek yang
diterbitkan oleh Perseroan.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan No.VI.C.4, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat, dilarang:
- Menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu atas kewajiban Perseroan kepada Wali Amanat
selaku kreditur dalam hal Perseroan mengalami kesuliatan keuangan, berdasarkan pertimbangan
Wali Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada pemegang efekt bersifat
utang, dimana pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
78
X.PENDAPAT DARI SEGI HUKUM
Berikut ini adalah salinan Pendapat Dari Segi Hukum atas Perseroan dalam rangka Penawaran
Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah yang telah dibuat oleh Hadiputranto, Hadinoto & Partners.
79
Halaman ini sengaja dikosongkan
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
Halaman ini sengaja dikosongkan
XI. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH
1. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI
A.UMUM
Penjelasan Obligasi
yang akan diuraikan di bawah ini merupakan pokok-pokok Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi I Indosat Tahap III Tahun 2015 dan bukan merupakan salinan selengkapnya
dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan antara
Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. selaku Wali Amanat. Jika terdapat
perbedaan antara keterangan tentang Obligasi pada Bab ini dengan Perjanjian Perwaliamanatan maka
yang berlaku adalah ketentuan sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening
Efek lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran wajib memperlakukan Pemegang
Rekening sebagai Pemegang Obligasi yang sah dalam hubungannya untuk menerima pembayaran
Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berhubungan dengan Obligasi.
Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan ke Rekening
Efek lainnya. Penarikan Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat
Obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi dalam Penitipan
Kolektif KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPO.
B. STRUKTUR OBLIGASI
Nama Obligasi
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama
KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama
KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang
Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada
KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan
oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.
Jumlah Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi
Seluruh Jumlah Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah Rp794.000.000.000,- (tujuh ratus
sembilan puluh empat miliar Rupiah) yang terdiri dari :
Seri A :
Seri B :
Seri C :
Sebesar Rp201.000.000.000,- (dua ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,00% (sepuluh koma nol nol persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun
sejak Tanggal Emisi
Sebesar Rp301.000.000.000,- (tiga ratus satu miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,25% (sepuluh koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun
sejak Tanggal Emisi
Sebesar Rp130.000.000.000,- (seratus tiga puluh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap
sebesar 10,60% (sepuluh koma enam nol persen) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh)
tahun sejak Tanggal Emisi
99
Seri D :
Sebesar Rp162.000.000.000,- (seratus enam puluh dua miliar Rupiah) dengan tingkat
bunga tetap sebesar 11,20% (sebelas koma dua nol persen) per tahun, berjangka waktu 10
(sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi
yang merupakan 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi.
Satuan Pemindahbukuan Obligasi
a. Satuan Pemindahbukuan Obligasi adalah sebesar Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.
Bunga Obligasi
Bunga Obligasi ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran
pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, dimana Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan)
sejak Tanggal Emisi. Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga
Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Seri A
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
Seri B
Seri C
8 Maret 2016
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
100
Seri D
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
8 Maret 2023
8 Juni 2023
8 September 2023
8 Desember 2023
8 Maret 2024
8 Juni 2024
8 September 2024
8 Desember 2024
8 Maret 2025
8 Juni 2025
8 September 2025
8 Desember 2025
Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi, di mana
1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam
puluh) Hari Kalender.
Jangka Waktu dan Jatuh Tempo
Jangka waktu Obligasi untuk Obligasi Seri A adalah 3 (tiga) tahun, Obligasi Seri B adalah 5 (lima) tahun,
Obligasi Seri C adalah 7 (tujuh) tahun dan untuk Obligasi Seri D adalah 10 (sepuluh) tahun. Jatuh
tempo Obligasi akan dibayarkan pada tanggal 8 Desember 2018 untuk Obligasi Seri A, 8 Desember
2020 untuk Obligasi Seri B, pada tanggal 8 Desember 2022 untuk Obligasi Seri C dan pada tanggal 8
Desember 2025 untuk Obligasi Seri D.
Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.
Hukum Yang Berlaku
Seluruh perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini tunduk pada dan diartikan sesuai
dengan ketentuan Undang-Undang dan hukum Republik Indonesia.
C. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK)
Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual
kembali dengan harga pasar;
b. pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek;
c. pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan.
d. pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan
tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
e. pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian
(wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah
memperoleh persetujuan RUPO;
f. pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan oleh Perseroan dari pihak terafiliasi;
g. rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat
2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat
kabar;
h. pembelian kembali Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian
kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar
harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari sebelum
tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai;
i. rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam huruf g dan pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam huruf h, paling sedikit memuat informasi tentang:
1) periode penawaran pembelian kembali;
2) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali;
3) kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
4) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi;
5) tata cara penyelesaian transaksi;
6) persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
7) tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi;
8) tata cara pembelian kembali Obligasi; dan
9) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi (tidak termasuk hubungan
Perseroan dengan Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia);
101
j.
k.
l.
m.
n.
o.
Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap
Pemegang Obligasi yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan
untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali;
Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah
disampaikan oleh Pemegang Obligasi;
Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam huruf i dengan ketentuan:
1) jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima perseratus) dari jumlah Obligasi untuk
masing-masing jenis Obligasi yang beredar dalam periode satu tahun setelah Tanggal
Penjatahan;
2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan; dan
3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali
Dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya
pembelian kembali Obligasi;
Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik
dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali Obligasi,
informasi yang meliputi antara lain;
1) jumlah Obligasi yang telah dibeli;
2) rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual
kembali;
3) harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan
4) jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi
dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin yang diterbitkan oleh Perseroan,
maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas
pembelian kembali tersebut; dan;
pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan:
1) hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO,
hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli
kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau;
2) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak
menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari
Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali.
Dalam melakukan pembelian kembali Obligasi (buyback), Perseroan mengacu kepada Peraturan
No.VI.C.4.
D.PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN
1. Terhitung sejak tanggal Perjanjian Perwaliamanatan dan selama belum dilunasinya semua Pokok
Obligasi dan Bunga Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri bahwa Perseroan dan
sebagaimana relevan, Anak Perusahaan Yang Material (Anak Perusahaan Yang Material tersebut
adalah Anak Perusahaan yang asetnya mencapai minimal 10 % (sepuluh persen) dari total aset
Perseroan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang terakhir atau yang pendapatannya
mencapai minimal 20% (dua puluh persen) dari total pendapatan Perseroan dalam laporan
keuangan Perseroan yang terakhir, yang mana yang lebih rendah), tanpa persetujuan tertulis dari
Wali Amanat, tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Menjaminkan dan/atau menggadaikan baik sebagian ataupun seluruh harta kekayaan
Perseroan dan/atau mengizinkan dan/atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan
untuk menjaminkan dan/atau menggadaikan baik sebagian ataupun seluruh harta kekayaan
Anak Perusahaan, hak atas pendapatan Perseroan dan/atau Anak Perusahaan, baik yang
ada sekarang maupun yang akan diperoleh di kemudian hari, kepada pihak ke tiga manapun,
kecuali tindakan pemberian jaminan atau gadai yang merupakan Agunan Dan Jaminan Yang
Diperkenankan.
b. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) atau mengizinkan Anak Perusahaan
Yang Material (sebagaimana disebutkan di atas) untuk memberikan jaminan perusahaan
(corporate guarantee) kepada pihak lain, kecuali:
(i) Jaminan perusahaan tersebut merupakan Agunan dan Jaminan Yang Diperkenankan;
dan/atau
102
(ii)Jaminan perusahaan tersebut diberikan untuk menjamin utang/kewajiban Anak
Perusahaan yang dilakukan berdasarkan praktik usaha yang wajar dan lazim dan jumlah
kewajiban/utang yang dijamin tersebut setiap saat secara kumulatif tidak melebihi 10%
(sepuluh persen) dari Modal Konsolidasi Yang Disesuaikan; dan/atau
(iii) Jaminan perusahaan tersebut diberikan untuk menjamin utang Anak Perusahaan yang
dibentuk sehubungan dengan rencana penerbitan surat utang dalam mata uang asing
oleh Anak Perusahaan tersebut.
c. Melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dengan atau atas perusahaan lain
yang menyebabkan bubarnya Perseroan, atau yang mempunyai akibat negatif terhadap
kelangsungan usaha Perseroan, atau mengizinkan Anak Perusahaan yang bergerak dalam
bidang Kegiatan Usaha Utama Perseroan untuk melakukan penggabungan, peleburan dan/
atau pengambilalihan dengan perusahaan lain yang menyebabkan bubarnya Anak Perusahaan
atau yang akan mempunyai akibat negatif terhadap kelangsungan usaha Anak Perusahaan
kecuali dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi Perseroan.
d. Memberikan utang atau pinjaman kepada pihak lain manapun, kecuali Piutang Yang
Diperkenankan.
e. Menjual, memindahkan atau mengalihkan sebagian atau seluruh aktiva atau Kegiatan Usaha
Utama Perseroan, kecuali:
1) dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi Perseroan; atau
2) penjualan, pemindahan, atau pengalihan aktiva yang dilakukan dalam 1 (satu) atau
gabungan transaksi yang dalam 1 (satu) tahun berjalan tidak lebih dari 10% (sepuluh
persen) dari seluruh aset tetap bersih konsolidasi berdasarkan laporan keuangan
konsolidasi terakhir Perseroan yang telah diaudit dan sepanjang tidak mengganggu
Kegiatan Usaha Utama Perseroan;
3) penjualan menara telekomunikasi, termasuk peralatannya yang dimiliki Perseroan kepada
pihak ketiga;
4) Penjualan Aset yang Diperkenankan.
f. Melakukan pengeluaran obligasi atau instrumen utang lain yang mempunyai kedudukan lebih
tinggi, atau pembayarannya didahulukan dari Obligasi, dengan memperhatikan Agunan Dan
Jaminan Yang Diperkenankan.
g. Melakukan perubahan bidang usaha Perseroan menjadi bidang usaha diluar sektor
telekomunikasi dan informatika.
2. Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam poin 1 diatasakan diberikan oleh
Wali Amanat dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar;
b. Wali Amanat wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan data/dokumen
pendukung lainnya dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permohonan persetujuan tersebut
dan dokumen pendukungnya diterima secara lengkap oleh Wali Amanat dan jika dalam waktu 7
(tujuh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan, penolakan atau permintaan
tambahan data/dokumen pendukung lainnya dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap
telah memberikan persetujuannya; dan
c. Jika Wali Amanat meminta tambahan data/dokumen pendukung lainnya maka persetujuan
atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah
data/dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara lengkap oleh Wali Amanat dan jika
dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan atau
penolakan dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuan.
3. Terhitung sejak tanggal Perjanjian Perwaliamanatan dan selama belum dilunasinya semua Pokok
Obligasi dan Bunga Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri bahwa Perseroan akan:
a. Memenuhi semua ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan perjanjian lainnya
sehubungan dengan Emisi Obligasi ini.
b. Menyetorkan sejumlah uang yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
pembayaran Bunga Obligasi yang jatuh tempo selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa (in
good fund) sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan atau Tanggal Pelunasan Pokok
Obligasi ke rekening KSEI.
103
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
Membayar denda atas kelalaian pembayaran yang akan ditentukan kemudian dalam Addendum
Perjanjian Perwaliamanatan. Jumlah denda tersebut dihitung harian dengan ketentuan
bahwa satu tahun adalah 360 (tiga ratus enampuluh) Hari Kalender dan satu bulan adalah
30 (tiga puluh) Hari Kalender dan sampai dengan pelunasan efektif jumlah denda tersebut
di atas. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan
dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi
yang dimilikinya.
Mempertahankan dan menjaga kedudukan Perseroan dan Anak Perusahaan sebagai
Perseroan Terbatas dan badan hukum (kecuali dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi
Perseroan) dan izin-izin penting yang sekarang dimiliki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan
dan segera memohon izin-izin bilamana izin-izin tersebut berakhir atau diperlukan untuk
menjalankan usahanya.
Memelihara sistem akuntansi dan pengawasan biaya sesuai dengan prinsip akuntansi dan
catatan-catatan lain yang cukup untuk menggambarkan dengan tepat keadaan keuangan
Perseroan, Anak Perusahaan dan hasil operasinya dan diterapkan secara konsisten.
Segera memberitahu Wali Amanat setiap terjadi kejadian atau keadaan penting pada
Perseroan dan/atau Anak Perusahaan yang dapat secara material berdampak negatif terhadap
pemenuhan kewajiban Perseroan dalam rangka penerbitan dan pelunasan Obligasi ini.
Memberitahukan secara tertulis kepada Wali Amanat selambat-lambatnya dalam jangka waktu
2 (dua) Hari Kerja setelah kejadian-kejadian berikut berlangsung:
(i) Adanya keputusan Rapat Umum Pemegang Saham sehubungan dengan perubahan
Anggaran Dasar atau susunan Direksi dan Komisaris Perseroan dan Anak Perusahaan,
pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan;
(ii) Adanya perkara pidana, perdata, administrasi dan perburuhan yang melibatkan Perseroan
dan Anak Perusahaan yang secara material dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan
dan/atau Anak Perusahaan dalam menjalankan dan mematuhi kewajibannya berdasarkan
seluruh Dokumen Emisi.
Menjamin bahwa kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi menurut
Perjanjian Perwaliamanatan pada setiap waktu mempunyai kedudukan yang sama (pari
passu) dengan kewajiban kepada seluruh kreditur lainnya, kecuali kewajiban kepada kreditur
preferen.
Menyerahkan kepada Wali Amanat:
(i) salinan dari laporan-laporan yang disampaikan kepada OJK, Bursa Efek di mana saham,
atau Obligasi Perseroan dicatatkan dan KSEI dalam waktu selambat-lambatnya 2
(dua) Hari Kerja setelah laporan-laporan tersebut diserahkan kepada pihak-pihak yang
disebutkan di atas;
(ii) laporan keuangan konsolidasi tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik yang
terdaftar di OJK selambat-lambatnya dalam waktu 120 (sembilan puluh) Hari Kalender
setelah tanggal buku Perseroan berakhir;
(iii) laporan keuangan konsolidasi 3 (tiga) bulanan yang disampaikan bersamaan dengan
penyerahan laporan ke OJK, Bursa Efek, atau selambat-lambatnya:
• 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika tidak disertai dengan laporan akuntan; atau
• 60 (enam puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika disertai dengan laporan akuntan dalam rangka penelaahan terbatas;
atau
• 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika disertai dengan laporan akuntan yang memberikan pendapat tentang
kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan;
Memelihara harta kekayaan Perseroan dan Anak Perusahaan agar tetap dalam keadaan baik
dan senantiasa mengasuransikannya pada perusahaan asuransi yang mempunyai reputasi
baik dengan syarat dan ketentuan yang biasa dilakukan oleh Perseroan dan berlaku umum
pada bisnis yang sejenis.
Memberi izin kepada Wali Amanat untuk pada Hari Kerja selama jam kerja, melakukan
kunjungan langsung ke Perseroan dan Anak Perusahaan dan melakukan pemeriksaan atas
izin dan catatan keuangan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku,
dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Perseroan yang diajukan sekurangnya 3 (tiga)
Hari Kerja sebelum kunjungan dilakukan.
104
l. Memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi
Perseroan dan Anak Perusahaan sebagai berikut:
(i) memelihara perbandingan antara total Pinjaman Bersih dengan Ekuitas tidak lebih dari
2,5: 1 (dua koma lima berbanding satu) sebagaimana ditunjukkan dalam setiap laporan
keuangan konsolidasi 3 (tiga) bulanan;
(ii) memelihara perbandingan antara EBITDA dengan pembayaran bunga Pinjaman tidak
kurang dari 3 : 1 (tiga berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap laporan
keuangan konsolidasi tahunan yang sudah diaudit;
(iii) memelihara perbandingan antara penjumlahan total Pinjaman Bersih terhadap EBITDA
tidak melebihi dari 4 : 1 (empat berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap
laporan keuangan konsolidasi tahunan yang sudah diaudit;
(iv) memelihara minimum Modal Konsolidasi Yang Disesuaikan untuk setiap saat selama
belum dilunasinya secara penuh Jumlah Terutang, tidak kurang dari Rp5.000.000.000.000
(lima triliun Rupiah).
m. melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan No.IX.C.11 yang wajib
dipatuhi oleh Perseroan.
E.HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI
1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi, pembayaran Bunga Obligasi dan hak-hak lain yang
berhubungan dengan Obligasi dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 ayat 10 Perjanjian
Perwaliamanatan.
2. Pemegang Obligasi yang berhak mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi adalah Pemegang
Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat) Hari Bursa
sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi setelah tanggal
penentuan pihak yang berhak memperoleh Bunga Obligasi tersebut maka pihak yang menerima
pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang
bersangkutan.
3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga
Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau
Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan harus membayar denda atas kelalaian
membayar jumlah Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi yang akan ditentukan kemudian dalam
Addendum Perjanjian Perwaliamanatan. Denda tersebut dihitung harian (berdasarkan jumlah
hari yang telah lewat), sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar
Perseroan dilaksanakan. Untuk menghitung denda dilakukan perhitungan hari yang terlewat yaitu
1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30
(tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang
Obligasi, oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional
berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.
4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari
jumlah Pokok Obligasi yang masih terutang (di luar dari jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan
dan/atau Perusahaan Terafiliasi) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar
diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan fotocopy KTUR
dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada
Wali Amanat, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Obligasi akan dibekukan
oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR.
Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
5. Melalui Keputusan RUPO, Pemegang Obligasi antara lain berhak melakukan tindakan sebagai
berikut:
a. mengambil keputusan sehubungan dengan Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka
waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode
pembayaran Bunga Obligasi, dan ketentuan lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali
Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan
Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain
sehubungan dengan kelalaian;
105
c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam
penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan No.VI.C.4.
6. mengambil keputusan tentang terjadinya peristiwa force majeure dalam hal tidak tercapai
kesepakatan antara Perseroan dan Wali Amanat.
7. mengambil tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi berdasarkan
ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Mengambil keputusan sehubungan dengan terjadinya Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 Perjanjian Perwaliamanatan.
F. KELALAIAN PERSEROAN
1. Dalam hal terjadi salah satu keadaan atau kejadian yang disebutkan dalam ayat 5 pasal ini dan
keadaan atau kejadian tersebut berlangsung selama 15 (lima belas) Hari Kerja setelah diterimanya
teguran tertulis dari Wali Amanat tanpa adanya upaya perbaikan yang mulai dilakukan oleh
Perseroan dengan tujuan untuk menghilangkan keadaan tersebut, maka:
a. Wali Amanat berhak memberitahukan kejadian tersebut kepada Pemegang Obligasi melalui
1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan 1 (satu) surat
kabar harian berbahasa Indonesia yang setidaknya berperedaran lokal di tempat kedudukan
Perseroan,
b. Wali Amanat berhak menyatakan bahwa karenanya seluruh Jumlah Terutang menjadi seketika
jatuh tempo dan dapat ditagih, dan
c. Wali Amanat juga atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPO menurut ketentuan
dan tata cara di dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan di dalam RUPO tersebut, Wali Amanat
akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan sehubungan dengan kelalaiannya
tersebut.
2. Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan-alasan Perseroan, atau apabila
Perseroan tidak dapat memberikan suatu penjelasan apapun juga kepada RUPO, maka RUPO
dapat pada saat yang sama menentukan langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan
sehubungan dengan Obligasi.
3. Jika RUPO memutuskan agar Wali Amanat melakukan tindakan-tindakan hukum untuk memaksakan
penagihan kepada Perseroan, maka Wali Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan
RUPO tersebut harus mengajukan tagihan dan melakukan tindakan-tindakan hukum berkaitan
dengan penagihan tersebut kepada Perseroan.
4. Segala biaya yang berkaitan dengan tindakan pemanggilan dan penyelenggaraan RUPO dan
tindakan hukum yang dilakukan sehubungan dengan Kejadian Kelalaian tersebut akan ditanggung
dan wajib digantikan oleh Perseroan.
5. Kejadian Kelalaian atau cidera janji yang dimaksud butir 1 diatas mencakup salah satu atau lebih
dari keadaan atau peristiwa di bawah ini:
a. Perseroan lalai membayar Pokok Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
Bunga Obligasi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi; atau
b. Perseroan lalai melaksanakan atau mentaati salah satu atau lebih ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan yang secara material berakibat negatif terhadap kemampuan Perseroan
untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau
c. Perseroan dibubarkan (selain dari pembubaran karena penggabungan) atau dinyatakan dalam
keadaan pailit; atau
d. Apabila pengadilan atau instansi pemerintah yang berwenang telah menyita atau mengambil
alih dengan cara apapun juga semua atau sebagian besar harta benda Perseroan atau telah
mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk menjalankan sebagian besar atau
seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara material kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau
e. Apabila sebagian besar hak, izin dan persetujuan lainnya dari Pemerintah Republik Indonesia
yang dimiliki Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dibatalkan atau dinyatakan tidak sah, atau
Perseroan dan/atau Anak Perusahaan tidak mendapat izin atau persetujuan yang disyaratkan
oleh ketentuan hukum yang berlaku, yang secara material berakibat negatif terhadap
106
kelangsungan usaha Perseroan dan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan
Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan; atau
f. Apabila keterangan-keterangan dan jaminan-jaminan Perseroan tentang keadaan atau
status korporasi atau keuangan Perseroan dan/atau pengelolaan Perseroan secara material
tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak benar adanya, termasuk pernyataan dan jaminan
Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau
g. Apabila Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dinyatakan lalai sehubungan dengan suatu
perjanjian utang antara Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dengan salah satu krediturnya,
baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari, dalam jumlah fasilitas yang
setara dengan atau lebih tinggi dari 10% (sepuluh persen) dari pendapatan (revenues) atau
20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan, mana yang lebih kecil; atau
h. Perseroan atau Anak Perusahaan berdasarkan perintah pengadilan yang mempunyai
kekuatan hukum tetap diharuskan membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila
dibayarkan akan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
6. Dengan mengesampingkan setiap ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang mengatur
sebaliknya, Wali Amanat berhak untuk menyatakan suatu peristiwa cidera janji dan karenanya
menyatakan bahwa seluruh Jumlah Terutang menjadi jatuh tempo dan seketika dalam hal terjadinya
Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksudkan dalam butir 5.butir (c), (d) dan/atau (f) di atas, dan
mengambil tindakan-tindakan hukum lainnya sehubungan dengan hal tersebut dalam poin tersebut.
G. RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI (RUPO)
Untuk penyelenggaraan RUPO, korum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan
berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini tanpa mengurangi ketentuan dalam peraturan Pasar Modal
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Repubik Indonesia serta peraturan Bursa
Efek di tempat dimana Obligasi dicatatkan:
1. RUPO diadakan untuk tujuan antara lain :
a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi
mengenai perubahan jangka waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan
tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, dan dengan memperhatikan Peraturan
No.VI.C.4.
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan
pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas
suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk
mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam
penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan No.VI.C.4;
e. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Negara Republik Indonesia.
2. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan :
a. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih
dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk Obligasi
yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Terafiliasi, mengajukan permintaan
tertulis kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR.
Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak
diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan
permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang
tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya
dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
107
3.
4.
5.
6.
b. Perseroan.
c. Wali Amanat; dan
d.OJK.
Permintaan sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf a, huruh b dan huruf d wajib disampaikan
secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal
diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk RUPO.
Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk
mengadakan RUPO, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan
tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK, paling lambat 14 (empat belas) Hari
Kalender setelah diterimanya surat permohonan.
Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaran RUPO:
a. Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender
sebelum pemanggilan.
b. Pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO,
melalui paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional.
c. Pemanggilan RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum
RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya telah
diselenggarakan tetapi tidak mencapai korum.
d. Pemanggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi
antara lain:
- tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO;
- agenda RUPO;
- pihak yang mengajukan usulan RUPO;
- Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan
- korum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO.
e. RUPO kedua dan ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan
paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya.
Tata Cara RUPO:
a. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri
RUPO dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya.
b. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal
penyelenggaraan RUPO yang diterbitkan oleh KSEI.
c. Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO wajib menyerahkan asli KTUR kepada Wali
Amanat.
d. Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat
dialihkan/dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO
sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan
dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat. Transaksi Obligasi
yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai
1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO.
e. Setiap Obligasi sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam
RUPO, dengan demikian setiap Pemegang Obligasi mempunyai hak untuk mengeluarkan
suara sejumlah Obligasi yang dimilikinya.
f. Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengan menyebutkan nomor KTUR,
kecuali Wali Amanat memutuskan lain.
g. Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Terafiliasi tidak memiliki hak suara
dan tidak diperhitungkan dalam korum kehadiran.
h. Sebelum pelaksanaan RUPO :
- Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang Obligasi dari Afiliasinya
kepada Wali Amanat
- Perseroan berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan jumlah
Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Perusahaan Terafiliasi.
- Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam RUPO berkewajiban
untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan mengenai apakah Pemegang Obligasi
memiliki atau tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan.
108
i.
RUPO dapat diselenggarakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat lain yang disepakati
antara Perseroan dan Wali Amanat.
j. RUPO dipimpin oleh Wali Amanat.
k. Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk Notaris
untuk membuat berita acara RUPO.
l. Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, maka
RUPO dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakan RUPO
tersebut. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut
diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO serta menunjuk Notarisuntuk
membuat berita acara RUPO.
7. Dengan memperhatikan ketentuan dalam ayat 10.6 huruf g Perjanjian Perwaliamantan, korum dan
pengambilan keputusan:
a. Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10.1 Perjanjian Perwaliamanatan
diatursebagai berikut:
1) Apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
sebagai berikut :
(i) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari
jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(ii) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
(iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit ¾ (tiga perempat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih
belum dilunasidan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir
dalam RUPO.
(iv) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir di atas tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yangketiga.
(v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit ¾ (tiga perempat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
2) Apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat maka wajib
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
(i) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari
jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
(iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
(v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
3) Apabila RUPO dimintakan oleh OJK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
(i) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit ½ (satu per dua) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari
jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
109
(ii) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua.
(iii) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(iv) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
(v) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau
diwakili paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum
dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
b. RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
(1) Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian
dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang
sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah
Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(2) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO kedua.
(3) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit
¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.
(4) Dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPO yang ketiga.
(5) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili
paling sedikit ¾ (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi
dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara
terbanyak.
8. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali
Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan dari
Wali Amanat, yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali RUPO yang disebabkan
ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat 3.7 huruf b angka 8 dan angka 9 Perjanjian
Perwaliamanatan menjadi beban dan ditanggung oleh Wali Amanat.
9. Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan akta acara secara notariil.
10. Keputusan RUPO mengikat bagi semua Pemegang Obligasi, Perseroan dan Wali Amanat,
karenanya Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan
yang diambil dalam RUPO. Keputusan RUPO mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan
dan/atau perjanjian-perjanjian lain sehubungan dengan Obligasi, baru berlaku efektif sejak tanggal
ditandatanganinya perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya
sehubungan dengan Obligasi.
11. Wali Amanat wajib mengumumkan hasil RUPO dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang berperedaran nasional, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengumuman hasil
RUPO tersebut wajib ditanggung oleh Perseroan.
12. Apabila RUPO yang diselenggarakan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian
Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya antara lain sehubungan dengan perubahan nilai
Pokok Obligasi, perubahan tingkat Bunga Obligasi, perubahan tata cara pembayaran Bunga
Obligasi, dan perubahan jangka waktu Obligasi dan Perseroan menolak untuk menandatangani
perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya sehubungan dengan hal
tersebut maka dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak keputusan
RUPO atau tanggal lain yang diputuskan RUPO (jika RUPO memutuskan suatu tanggal tertentu
untuk penandatanganan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya
tersebut) maka Wali Amanat berhak langsung untuk melakukan penagihan Jumlah Terutang
kepada Perseroan tanpa terlebih dahulu menyelenggarakan RUPO.
110
13. Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPO dapat
dibuat dan bila perlu kemudian disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat
dengan mengindahkan Peraturan Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
di Negara Republik Indonesia serta peraturan Bursa Efek.
14. Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPO ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan
di bidang Pasar Modal, maka peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal tersebut yang
berlaku.
H.JAMINAN
Obligasi ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta kekayaan
Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab
Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa
hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
I.PEMBERITAHUAN
Semua pemberitahuan dari satu pihak kepada pihak lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan dianggap
telah dilakukan dengan sah, dan sebagaimana mestinya apabila disampaikan kepada alamat tersebut
di bawah ini, yang tertera di samping nama pihak yang bersangkutan, dan diberikan secara tertulis,
ditandatangani serta disampaikan dengan pos tercatat atau disampaikan langsung dengan memperoleh
tanda terima atau dengan faksimili yang sudah dikonfirmasikan.
Adapun alamat pihak-pihak dalam Perjanjian Perwaliamanatan adalah:
Perseroan
:
Wali Amanat
:
PT Indosat Tbk.
Jl. Medan Merdeka Barat 21 Lantai 19
Jakarta 10110
Telepon
: (021) 30442615
Faksimili
: (021) 30003757
Untuk Perhatian
: Direksi
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bagian Trust & Corporate Services
Divisi Investment Services
Gedung BRI II, Lt. 30
Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 44-46
Jakarta 10210
Telepon
: (021) 570 9060 ext. 2371 dan (021) 2500124
Faksimili
: (021) 251 1647
Untuk Perhatian
: Kepala Divisi Treasury/Kepala Desk Investment
Banking
M. HUKUM YANG BERLAKU
Seluruh perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini tunduk pada dan diartikan sesuai
dengan ketentuan Undang-Undang dan hukum Republik Indonesia.
111
2. KETERANGAN TENTANG SUKUK IJARAH
A.UMUM
Penjelasan Sukuk Ijarah yang akan diuraikan di bawah ini merupakan pokok-pokok Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 dan bukan merupakan
salinan selengkapnya dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
selaku Wali Amanat Sukuk Ijarah. Jika terdapat perbedaan antara keterangan tentang Sukuk Ijarah
pada Bab ini dengan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah maka yang berlaku adalah ketentuan
sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Cicilan Imbalan Ijarah akan dibayarkan oleh Perseroan melalui Agen Pembayaran kepada Pemegang
Sukuk Ijarah setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi. Pada Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan
Ijarah, Sukuk Ijarah akan dilunasi menurut ketentuan Sukuk Ijarah yang telah ditetapkan sesuai dengan
nilai nominal yang tertera pada Konfirmasi Tertulis.
Pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah maupun pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah akan dilakukan
oleh KSEI dengan mendistribusikan dana pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah dan pembayaran
Cicilan Imbalan Ijarah kepada Pemegang Rekening di KSEI atau melalui Rekening Efeknya secara
otomatis dengan pengkreditan rekening pada Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah dan
Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah.
Hak kepemilikan Sukuk Ijarah beralih dengan pemindahbukuan Sukuk Ijarah dari satu Rekening
Efek ke Rekening Efek lainnya. Perseroan, Wali Amanat Sukuk Ijarah dan Agen Pembayaran wajib
memperlakukan Pemegang Rekening sebagai Pemegang Sukuk Ijarah yang sah dalam hubungannya
untuk menerima pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah, pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan hakhak lain yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah.
Penarikan Sukuk Ijarah dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan ke
Rekening Efek lainnya. Penarikan Sukuk Ijarah keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi
sertifikat Sukuk Ijarah tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Sukuk
Ijarah dalam Penitipan Kolektif KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat Sukuk Ijarah dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPSI.
B. STRUKTUR SUKUK IJARAH
Nama Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015.
Jenis Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan oleh
Perseroan untuk didaftarkan atas nama KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Sukuk Ijarah
di KSEI sebagai bukti kewajiban pembayaran Imbalan Ijarah untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah
melalui Pemegang Rekening dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan di bidang Pasar Modal.
112
Skema Sukuk Ijarah
Berikut adalah diagram skema Sukuk Ijarah:
Akad Wakalah
Akad Ijarah
2)
1)
Perseroan sebagai
wakil pemodal
4)Pembayaran
dari pelanggan
akhir
Perseroan sebagai
lessor
Investor/Pemodal
6) Sisa imbalan ijarah (at maturity)
1.a) Dana sukuk ijarah
5 ) Cicilan imbalan ijarah (quarterly)
1.b) Sukuk ijarah
3)Menyewakan
kepada
pelanggan
akhir
Akad Ijarah :
Perseroan melakukan akad ijarah
dengan pemodal melalui Wali
Amanat sebagai wakil dari
pemodal untuk mengalihkan
manfaat penggunaan MIDI
dengan spec, jumlah dan
waktu tertentu. Pemodal dalam
hal ini menjadi pemegang
sukuk ijarah.
Akad Wakalah :
Perseroan dan Pemodal
melakukan akad wakalah,
dalam hal ini Perseroan bertindak
sebagai wakil Pemodal untuk
untuk mengalihkan kembali
manfaat penggunaan MIDI
kepada pelanggan akhir dan
menerima pembayaran dari
pelanggan akhir.
MIDI
Pengguna MIDI
pelanggan akhir
Ringkasan Akad Ijarah dan Akad Wakalah
1. Berdasarkan Akad Ijarah sehubungan dengan Penawaran Umum Sukuk Ijarah yang dilangsungkan
antara Perseroan dan Wali Amanat Sukuk Ijarah, Perseroan telah mengalihkan manfaat atas atas
sebagian kapasitas dari jaringan yang digunakan Perseroan untuk penyelenggaraan layanan
jaringan tetap tertutup untuk jangka waktu 7 (tujuh) tahun dan 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak
tanggal diterbitkannya Sukuk Ijarah dengan pengalihan Obyek Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,(seratus enam miliar Rupiah) atau sejumlah Sisa Imbalan Ijarah. Jenis jaringan yang digunakan
Perseroan untuk penyelenggaraan layanan jaringan tetap tertutup tersebut berupa jaringan Private
Leased Circuit, Carrier Ethernet, IPVPN, IP Transit dan Dedicated Internet Access.
Selain mengatur mengenai pengalihan manfaat ijarah, Akad Ijarah juga mengatur bahwa Perseroan
menjamin berfungsinya jaringan MIDI yang manfaatnya menjadi obyek ijarah dan kondisinya,
menjamin atas risiko rusaknya/turunnya nilai pengalihan manfaat ijarah, dan menjamin tersedianya
obyek ijarah pengganti dalam hal-hal tertentu.
2. Selanjutnya, berdasarkan Akad Wakalah yang dilangsungkan antara Perseroan dan Pemegang
Sukuk Ijarah, Pemegang Sukuk Ijarah selaku Muwakkil (penerima Obyek Ijarah), memberikan
kuasa khusus kepada Perseroan sebagai Wakil untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Membuat dan melangsungkan serta memperpanjang perjanjian/kontrak dengan pihak ketiga
sebagai pengguna jaringan MIDI tersebut untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah sebagai
penerima Obyek Ijarah berdasarkan Akad Ijarah dan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah dan apabila diperlukan, membuat perubahan atas perjanjian/kontrak yang sudah
ditandatangani oleh Wakil dan pihak ketiga tersebut sepanjang perubahan tersebut sesuai
dengan praktek industri yang berlaku umum dan wajar;
b. Mewakili segala kepentingan Muwakkil dalam rangka pelaksanaan perjanjian dengan pihak
ketiga sebagai pengguna jaringan MIDI, termasuk akan tetapi tidak terbatas untuk melakukan
penagihan dan, tanpa mengesampingkan ketentuan di bawah ini, menerima seluruh hasil
pemanfaatan jaringan MIDI dari pihak ketiga; dan
113
c. Mewakili kepentingan Muwakkil dalam mencari pengganti pihak ketiga untuk memanfaatkan
jaringan MIDI.
Selain itu di dalam Akad Wakalah Perseroan sebagai Wakil berjanji untuk membayar Cicilan Imbalan
Ijarah kepada Pemegang Sukuk Ijarah yang diterima dari pihak ketiga sesuai dengan nilai dan tata cara
pembayaran yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
Kuasa-kuasa sebagaimana dalam Akad Wakalah merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dari Akad Wakalah, yang tanpa adanya kuasa-kuasa tersebut maka Akad Wakalah tidak akan dibuat.
Kuasa-kuasa sebagaimana tercantum dalam Akad Wakalah tidak dapat dicabut dan tidak akan berakhir
karena sebab-sebab yang mengakhiri pemberian kuasa sebagaimana tercantum dalam Pasal 1813,
1814 dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau karena alasan apapun juga.
Atas perjanjian/kontrak yang sudah ditandatangani oleh Perseroan dan pihak ketiga sebagai pengguna
Obyek Ijarah, disepakati untuk tidak perlu dilakukan penandatanganan ulang kontrak.
C. JANGKA WAKTU, JATUH TEMPO DAN CICILAN IMBALAN IJARAH
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar Rupiah) dengan jangka
waktu:
Seri A :
Seri B :
Sebesar Rp65.000.000.000,- (enam pulih lima miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan Ijarah
sebesar Rp6.890.000.000,- (enam miliar delapan ratus sembilan puluh juta Rupiah) per
tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi, Tanggal Pembayaran Kembali
Sisa Sukuk Ijarah pada 8 Desember 2022
Sebesar Rp41.000.000.000,- (sempat puluh satu miliar Rupiah) dengan Cicilan Imbalan
Ijarah sebesar Rp4.592.000.000,- (empat miliar lima ratus sembilan puluh dua juta Rupiah)
per tahun, berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Emisi, Tanggal Pembayaran
Kembali Sisa Sukuk Ijarah pada 8 Desember 2025
Jenis Sukuk Ijarah
Sukuk Ijarah ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan
atas nama KSEI sebagai bukti kewajiban pembayaran Imbalan Ijarah untuk kepentingan Pemegang
Sukuk Ijarah. Sukuk Ijarah ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening
di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Sukuk Ijarah dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Sukuk
Ijarah bagi Pemegang Sukuk Ijarah adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan
Efek atau Bank Kustodian.
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah
Jumlah Sisa Imbalan Ijarah adalah sebesar Rp106.000.000.000,- (seratus enam miliar Rupiah) yang
merupakan 100% (seratus persen) dari Jumlah Sisa Imbalan Ijarah.
Satuan Pemindahbukuan Sukuk Ijarah
a. Satuan Pemindahbukuan Sukuk Ijarah adalah sebesar Rp1,- (satu rupiah) atau kelipatannya.
b. Satu Satuan Pemindahbukuan mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPSI.
Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan pembelian Sukuk Ijarah harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya
114
Ketentuan Umum Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
Cicilan Imbalan Ijarah ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk Ijarah melalui Agen
Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan
setiap triwulan (3 bulan) terhitung sejak Tanggal Emisi. Tanggal-tanggal pembayaran Cicilan Imbalan
Ijarah adalah sebagai berikut:
Cicilan Imbalan Ijarah
Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah
Seri A
Seri B
8 Maret 2016
8 Maret 2016
8 Juni 2016
8 Juni 2016
8 September 2016
8 September 2016
8 Desember 2016
8 Desember 2016
8 Maret 2017
8 Maret 2017
8 Juni 2017
8 Juni 2017
8 September 2017
8 September 2017
8 Desember 2017
8 Desember 2017
8 Maret 2018
8 Maret 2018
8 Juni 2018
8 Juni 2018
8 September 2018
8 September 2018
8 Desember 2018
8 Desember 2018
8 Maret 2019
8 Maret 2019
8 Juni 2019
8 Juni 2019
8 September 2019
8 September 2019
8 Desember 2019
8 Desember 2019
8 Maret 2020
8 Maret 2020
8 Juni 2020
8 Juni 2020
8 September 2020
8 September 2020
8 Desember 2020
8 Desember 2020
8 Maret 2021
8 Maret 2021
8 Juni 2021
8 Juni 2021
8 September 2021
8 September 2021
8 Desember 2021
8 Desember 2021
8 Maret 2022
8 Maret 2022
8 Juni 2022
8 Juni 2022
8 September 2022
8 September 2022
8 Desember 2022
8 Desember 2022
8 Maret 2023
8 Juni 2023
8 September 2023
8 Desember 2023
8 Maret 2024
8 Juni 2024
8 September 2024
8 Desember 2024
8 Maret 2025
8 Juni 2025
8 September 2025
8 Desember 2025
Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah tersebut akan dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk
Ijarah melalui Pemegang Rekening KSEI pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah yang
bersangkutan.
115
Jangka Waktu
Sukuk Ijarah ini berjangka waktu 3 (tiga) tahun, 5 (lima) tahun, 7 (tujuh) tahun dan 10 (sepuluh) tahun
sejak Tanggal Emisi.
D. PEMBELIAN KEMBALI SUKUK IJARAH (BUY BACK)
Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Sukuk Ijarah maka berlaku ketentuan sebagai
berikut :
a. pembelian kembali Sukuk Ijarah ditujukan sebagai pembayaran kembali atau disimpan untuk
kemudian dijual kembali dengan harga pasar;
b. pelaksanaan pembelian kembali Sukuk Ijarah dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek;
c. pembelian kembali Sukuk Ijarah baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan.
d. pembelian kembali Sukuk Ijarah tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan
Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah;
e. pembelian kembali Sukuk Ijarah tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian
(wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, kecuali
telah memperoleh persetujuan RUPSI;
f. pembelian kembali Sukuk Ijarah hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari pihak yang tidak
terafiliasi;
g. rencana pembelian kembali Sukuk Ijarah wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling
lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Sukuk Ijarah tersebut
di surat kabar;
h. pembelian kembali Sukuk Ijarah, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian
kembali Sukuk Ijarah. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat
kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari sebelum
tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai;
i. rencana pembelian kembali Sukuk Ijarah sebagaimana dimaksud dalam huruf g dan pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam huruf h, paling sedikit memuat informasi tentang:
1) periode penawaran pembelian kembali;
2) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali;
3) kisaran jumlah Sukuk Ijarah yang akan dibeli kembali;
4) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Sukuk Ijarah;
5) tata cara penyelesaian transaksi;
6) persyaratan bagi Pemegang Sukuk Ijarah yang mengajukan penawaran jual;
7) tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Sukuk Ijarah;
8) tata cara pembelian kembali Sukuk Ijarah; dan
9) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Sukuk Ijarah;
j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap
Pemegang Sukuk Ijarah yang melakukan penjualan Sukuk Ijarah apabila jumlah Sukuk Ijarah yang
ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Sukuk Ijarah, melebihi jumlah Sukuk Ijarah yang dapat
dibeli kembali;
k. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah
disampaikan oleh Pemegang Sukuk Ijarah;
l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Sukuk Ijarah tanpa melakukan pengumuman
sebagaimana dimaksud dalam huruf i, dengan ketentuan sebagai berikut:
1) jumlah pembelian kembali Sukuk Ijarah tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Sukuk
Ijarah untuk masing-masing jenis Sukuk Ijarah yang beredar dalam periode 1 (satu) tahun
setelah Tanggal Penjatahan;
2) Sukuk Ijarah yang dibeli kembali tersebut bukan Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Perusahaan
Terafiliasi; dan
3) Sukuk Ijarah yang dibeli kembali tersebut hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat
dijual kembali.
dan wajib dilaporkan kepada Bapepam dan LK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (dua) setelah
terjadinya pembelian kembali Sukuk Ijarah;
116
m. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik
dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali Sukuk
Ijarah, informasi yang meliputi antara lain;
1) jumlah Sukuk Ijarah yang telah dibeli;
2) rincian jumlah Sukuk Ijarah yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk
dijual kembali;
3) harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan
4) jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Sukuk Ijarah
n. dalam hal terdapat lebih dari satu Sukuk Ijarah yang tidak dijamin yang diterbitkan oleh Perseroan,
maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas
pembelian kembali tersebut; dan;
o. pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan akonomis Perseroan atas
pembelian kembali skuk ijarah tersebut;
p. pembelian kembali Sukuk Ijarah oleh Perseroan mengakibatkan:
1) hapusnya segala hak yang melekat pada Sukuk Ijarah yang dibeli kembali, hak menghadiri
RUPSI, hak suara, dan hak memperoleh Imbalan Ijarah serta manfaat lain dari Sukuk Ijarah
yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pembayaran kembali; atau;
2) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Sukuk Ijarah yang dibeli kembali,
hak menghadiri RUPSI, hak suara, dan hak memperoleh Imbalan Ijarah serta manfaat lain dari
Sukuk Ijarah yang dibeli kembali jikadimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali.
Dalam melakukan pembelian kembali Sukuk Ijarah (buyback), Perseroan mengacu kepada Peraturan
No. VI.C.4.
E. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN
1. Terhitung sejak tanggal Perjanjian ini dan selama belum dilunasinya semua Sisa Imbalan Ijarah
dan Imbalan Ijarah, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri bahwa Perseroan dan sebagaimana
relevan, Anak Perusahaan Yang Material (Anak Perusahaan Yang Material tersebut adalah Anak
Perusahaan yang asetnya mencapai minimal 10% (sepuluh persen) dari total aset Perseroan
berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang terakhir atau yang pendapatannya mencapai
minimal 20% (dua puluh persen) dari total pendapatan Perseroan dalam laporan keuangan
Perseroan yang terakhir, yang mana yang lebih rendah), tanpa persetujuan tertulis dari Wali
Amanat, tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Menjaminkan dan/atau menggadaikan baik sebagian ataupun seluruh harta kekayaan
Perseroan dan/atau mengizinkan dan/atau memberikan persetujuan kepada Anak Perusahaan
untuk menjaminkan dan/atau menggadaikan baik sebagian ataupun seluruh harta kekayaan
Anak Perusahaan, hak atas pendapatan Perseroan dan/atau Anak Perusahaan, baik yang
ada sekarang maupun yang akan diperoleh di kemudian hari, kepada pihak ke tiga manapun,
kecuali tindakan pemberian jaminan atau gadai yang merupakan Agunan Dan Jaminan Yang
Diperkenankan.
b. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) atau mengizinkan Anak Perusahaan
Yang Material (sebagaimana disebutkan di atas) untuk memberikan jaminan perusahaan
(corporate guarantee) kepada pihak lain, kecuali:
1) Jaminan perusahaan tersebut merupakan Agunan Dan Jaminan Yang Diperkenankan;
dan/atau
2) Jaminan perusahaan tersebut diberikan untuk menjamin utang/kewajiban Anak
Perusahaan yang dilakukan berdasarkan praktek usaha yang wajar dan lazim dan jumlah
kewajiban/utang yang dijamin tersebut setiap saat secara kumulatif tidak melebihi 10%
(sepuluh persen) dari Modal Konsolidasi Yang Disesuaikan; dan/atau
3) Jaminan perusahaan tersebut diberikan untuk menjamin utang Anak Perusahaan yang
dibentuk sehubungan dengan rencana penerbitan surat utang dalam mata uang asing
dalam waktu dekat ini oleh Anak Perusahaan tersebut.
c. Melakukan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dengan atau atas perusahaan lain
yang menyebabkan bubarnya Perseroan, atau yang mempunyai akibat negatif terhadap
kelangsungan usaha Perseroan, atau mengizinkan Anak Perusahaan yang bergerak dalam
bidang Kegiatan Usaha Utama Perseroan untuk melakukan penggabungan, peleburan dan/
117
atau pengambilalihan dengan perusahaan lain yang menyebabkan bubarnya Anak Perusahaan
atau yang akan mempunyai akibat negatif terhadap kelangsungan usaha Anak Perusahaan
kecuali dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi Perseroan.
d. Memberikan utang atau pinjaman kepada pihak lain manapun, kecuali utang Yang
Diperkenankan.
e. Menjual, memindahkan atau mengalihkan sebagian atau seluruh aktiva atau Kegiatan Usaha
Utama Perseroan, kecuali:
1) dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi Perseroan; atau
2) penjualan, pemindahan, atau pengalihan aktiva yang dilakukan dalam 1 (satu) atau
gabungan transaksi yang dalam 1 (satu) tahun berjalan tidak lebih dari 10% (sepuluh
persen) dari seluruh aset tetap bersih konsolidasi berdasarkan laporan keuangan
konsolidasi terakhir Perseroan yang telah diaudit dan sepanjang tidak mengganggu
Kegiatan Usaha Utama Perseroan.
3) penjualan menara telekomunikasi, termasuk peralatannya yang dimiliki oleh Perseroan
kepada pihak ketiga;
4) Penjualan Aset yang Diperkenankan.
f. Melakukan pengeluaran Sukuk Ijarah atau instrumen utang lain yang mempunyai kedudukan
lebih tinggi, atau pembayarannya didahulukan dari Sukuk Ijarah, dengan memperhatikan
Agunan Dan Jaminan Yang Diperkenankan.
g. Melakukan pengubahan bidang usaha Perseroan menjadi bidang usaha diluar sektor
telekomunikasi dan informatika.
2. Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam butir 1 pasal ini akan diberikan oleh
Wali Amanat Sukuk Ijarah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar;
b. Wali Amanat Sukuk Ijarah wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan
data/dokumen pendukung lainnya dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permohonan
persetujuan tersebut dan dokumen pendukungnya diterima secara lengkap oleh Wali Amanat
Sukuk dan jika dalam waktu 7 (tujuh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan,
penolakan atau permintaan tambahan data/dokumen pendukung lainnya dari Wali Amanat
Sukuk maka Wali Amanat Sukuk dianggap telah memberikan persetujuannya; dan
c. Jika Wali Amanat Sukuk Ijarah meminta tambahan data/dokumen pendukung lainnya maka
persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat Sukuk Ijarah dalam waktu
10 (sepuluh) Hari Kerja setelah data/dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara
lengkap oleh Wali Amanat Sukuk Ijarah dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut
Perseroan tidak menerima persetujuan atau penolakan dari Wali Amanat Sukuk Ijarahmaka
Wali Amanat Sukuk Ijarahdianggap telah memberikan persetujuannya.
3. Terhitung sejak tanggal Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan selama belum dibayarkannya
kembali Sisa Imbalan Ijarah dan Cicilan Imbalan Ijarah, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri
bahwa Perseroan akan:
a. Memenuhi semua ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan perjanjian
lainnya sehubungan dengan Emisi Sukuk Ijarah ini.
b. Menyetorkan sejumlah uang yang diperlukan untuk pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah
dan/atau pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah yang jatuh tempo selambat-lambatnya 1 (satu)
Hari Bursa (in good fund) sebelum Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan atau
Tanggal Pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah ke rekening KSEI.
c. Membayar Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan atas kelalaian pembayaran atas
jumlah yang terutang dan lalai dibayar. Jumlah Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan
tersebut dihitung harian dengan ketentuan bahwa 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam
puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan sampai
dengan pelunasan efektif jumlah Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan tersebut di atas.
Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak
Pemegang Sukuk Ijarah akan dibayarkan kepada Pemegang Sukuk Ijarah secara proporsional
berdasarkan besarnya Sukuk Ijarah yang dimilikinya.
d. Mempertahankan dan menjaga kedudukan Perseroan dan Anak Perusahaan sebagai
perseroan terbatas dan badan hukum (kecuali dalam rangka Kegiatan Restrukturisasi
Perseroan) dan izin-izin penting yang sekarang dimiliki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan
dan segera memohon izin-izin bilamana izin-izin tersebut berakhir atau diperlukan untuk
menjalankan usahanya.
118
e. Memelihara sistem akuntansi dan pengawasan biaya sesuai dengan prinsip akuntansi dan
catatan-catatan lain yang cukup untuk menggambarkan dengan tepat keadaan keuangan
Perseroan, Anak Perusahaan dan hasil operasinya dan diterapkan secara konsisten.
f. Segera memberitahu Wali Amanat Sukuk Ijarah setiap terjadi kejadian atau keadaan penting
pada Perseroan dan/atau Anak Perusahaan yang dapat secara material berdampak negatif
terhadap pemenuhan kewajiban Perseroan dalam rangka penerbitan dan pembayaran kembali
Sukuk Ijarah.
g. Memberitahukan secara tertulis kepada Wali Amanat Sukuk Ijarah selambat-lambatnya dalam
jangka waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah kejadian-kejadian berikut berlangsung:
1) Adanya keputusan Rapat Umum Pemegang Saham sehubungan dengan pengubahan
Anggaran Dasar atau susunan Direksi dan Komisaris Perseroan dan Anak Perusahaan,
pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan;
2) Adanya perkara pidana, perdata, administrasi dan perburuhan yang melibatkan Perseroan
dan Anak Perusahaan yang secara material dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan
dan/atau Anak Perusahaan dalam menjalankan dan mematuhi kewajibannya berdasarkan
seluruh Dokumen Emisi.
h. Menjamin bahwa kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Sukuk Ijarah
menurut Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah pada setiap waktu mempunyai kedudukan
yang sama (pari passu) dengan kewajiban kepada seluruh kreditur lainnya, kecuali kewajiban
kepada kreditur preferen.
i. Menyerahkan kepada Wali Amanat SukukIjarah:
1) Salinan dari laporan-laporan yang disampaikan kepada OJK, bursa efek di mana saham,
atau obligasi Perseroan dicatatkan, dan KSEI dalam waktu selambat- lambatnya 2
(dua) Hari Kerja setelah laporan laporan tersebut diserahkan kepada pihak-pihak yang
disebutkan di atas;
2) Laporan keuangan konsolidasi tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik yang
terdaftar di OJK selambat-lambatnya dalam waktu 120 Hari Kalender setelah tanggal
buku berakhir;
3) Laporan keuangan konsolidasi 3 (tiga) bulanan yang disampaikan bersamaan dengan
penyerahan laporan ke OJK, Bursa Efek, atau selambat-lambatnya:
• 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika tidak disertai dengan laporan akuntan; atau
• 60 (enam puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika disertai dengan laporan akuntan dalam rangka penelaahan terbatas;
atau
• 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah periode 3 (tiga) bulanan buku Perseroan
berakhir, jika disertai dengan laporan akuntan yang memberikan pendapat tentang
kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan;
j. Memelihara harta kekayaan Perseroan dan Anak Perusahaan agar tetap dalam keadaan baik
dan senantiasa mengasuransikannya pada perusahaan asuransi yang mempunyai reputasi
baik dengan syarat dan ketentuan yang biasa dilakukan oleh Perseroan dan berlaku umum
pada bisnis yang sejenis.
k. Memberi izin kepada Dewan Pengawas Syariah atau Tim Ahli Syariah yang ditunjuk oleh
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) bersama-sama dengan Wali
Amanat Sukuk Ijarahuntuk memperoleh dokumen tambahan dari Perseroan untuk mendukung
pelaksanaan pengawasan aspek syariah dari Sukuk Ijarah Perseroan sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
l. Memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi
Perseroan dan Anak Perusahaan sebagai berikut:
1) memelihara perbandingan antara total Pinjaman Bersih dengan Ekuitas tidak lebih dari
2,5 : 1 (dua koma lima berbanding satu) sebagaimana ditunjukkan dalam setiap laporan
keuangan konsolidasi 3 (tiga) bulanan;
2) memelihara perbandingan antara EBITDA dengan pembayaran bunga Pinjaman tidak
kurang dari 3 : 1 (tiga berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap laporan
keuangan konsolidasi tahunan yang sudah diaudit;
119
3) memelihara perbandingan antara penjumlahan total Pinjaman Bersih terhadap EBITDA
tidak melebihi dari 4 : 1 (empat berbanding satu) sebagaimana tercantum dalam setiap
laporan keuangan konsolidasi tahunan yang sudah diaudit;
4) memelihara minimum Modal Konsolidasi Yang Disesuaikan untuk setiap saat selama belum
dilunasinya secara penuh Sisa Imbalan Ijarah, tidak kurang dari Rp.5.000.000.000.000,00
(lima triliun Rupiah).
m. melakukan pemeringkatan atas Sukuk Ijarah sesuai dengan Peraturan No.IX.C.11 berikut
pengubahannya dan atau pengaturan lainnya yang wajib dipatuhi oleh Perseroan.
F. HAK-HAK PEMEGANG SUKUK IJARAH
1. Menerima pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah, pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan hakhak lain yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 ayat
10 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
2. Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak mendapatkan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah adalah
Pemegang Sukuk Ijarah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening, pada 4 (empat)
Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah, kecuali ditentukan lain oleh KSEI
atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Sukuk
Ijarah setelah tanggal penentuan pihak yang berhak memperoleh Cicilan Imbalan Ijarah tersebut
maka pihak yang menerima pengalihan Sukuk Ijarah tersebut tidak berhak atas Cicilan Imbalan
Ijarah pada periode Cicilan Imbalan Ijarah yang bersangkutan.
3. Apabila Perseroan ternyata tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Cicilan
Imbalan Ijarah dan pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah setelah lewat Tanggal Pembayaran
Cicilan Imbalan Ijarah atau Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah, maka Perseroan
harus membayar Kompensasi Kerugian Akibat Keterlambatan atas kelalaian membayar jumlah
Sisa Imbalan Ijarah dan/atau Cicilan Imbalan Ijarah atas Imbalan Ijarah. Kompensasi Kerugian
Akibat Keterlambatan yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Sukuk Ijarah,
oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Sukuk Ijarah secara proporsional
berdasarkan besarnya Sukuk Ijarah yang dimilikinya.
Kompensasi kerugian atas keterlambatan tersebut dihitung harian (berdasarkan jumlah hari yang
telah lewat), sampai dengan pelunasan atau pembayaran jumlah yang wajib dibayar Perseroan
dilaksanakan. Untuk menghitung kompensasi kerugian atas keterlambatan dilakukan perhitungan
hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan
1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Kompensasi kerugian atas keterlambatan yang
dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Sukuk Ijarah, oleh Agen Pembayaran
akan diberikan kepada Pemegang Sukuk Ijarah secara proporsional berdasarkan besarnya Sukuk
Ijarah yang dimilikinya.
4. Seorang atau lebih Pemegang Sukuk Ijarah yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari
jumlah Sisa Imbalan Ijarah yang masih belum dibayar (di luar dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah yang
dimiliki oleh Perseroan dan/atau Perseroan Terafiliasi) mengajukan permintaan tertulis kepada Wali
Amanat Sukuk Ijarah agar diselenggarakan RUPSI dengan memuat acara yang diminta dengan
melampirkan asli KTUR dari KSEI yang diperoleh melalui Pemegang Rekening, kecuali ditentukan
lain oleh Wali Amanat Sukuk Ijarah, dengan ketentuan terhitung sejak diterbitkannya KTUR, Sukuk
Ijarah akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Sukuk Ijarah yang tercantum dalam KTUR.
Pencabutan pembekuan Sukuk Ijarah oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat Sukuk Ijarah.
5. Melalui Keputusan RUPSI, Pemegang Sukuk antara lain berhak melakukan tindakan sebagai
berikut:
a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Pemegang Sukuk Ijarah bersifat utang
mengenai perubahan jangka waktu Sukuk Ijarah, Sisa Imbalan Ijarah, suku Imbalan Ijarah,
perubahan tata cara atau periode pembayaran Imbalan Ijarah, dan ketentuan lain dalam
Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah.
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Wali Amanat SukukIjarah, memberikan pengarahan
kepada Wali Amanat SukukIjarah, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu
kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah serta akibat-akibatnya, atau
untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
120
c. memberhentikan Wali Amanat Sukuk Ijarah dan menunjuk pengganti Wali Amanat Sukuk Ijarah
menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Sukuk Ijarah termasuk
dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan Peraturan No.VI.C.4;
e. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah atau berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
G. KELALAIAN PERSEROAN
1. Dalam hal terjadi salah satu keadaan atau kejadian yang disebutkan dalam butir 5 di bawah dan
keadaan atau kejadian tersebut berlangsung selama 15 (lima belas) Hari Kerja setelah diterimanya
teguran tertulis dari Wali Amanat Sukuk Ijarah tanpa adanya upaya perbaikan yang mulai dilakukan
oleh Perseroan dengan tujuan untuk menghilangkan keadaan tersebut, maka:
a. Wali Amanat Sukuk Ijarah berhak memberitahukan kejadian tersebut kepada Pemegang Sukuk
Ijarah melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional
dan 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang setidaknya berperedaran lokal di
tempat kedudukan Perseroan;
b. Wali Amanat Sukuk Ijarah berhak menyatakan bahwa karenanya seluruh Imbalan Ijarah
menjadi seketika jatuh tempo dan dapat ditagih; dan
c. Wali Amanat Sukuk Ijarah juga atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPSI menurut
ketentuan dan tata cara di dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah dan didalam RUPSI
tersebut, Wali Amanat Sukuk Ijarah akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan
sehubungan dengan kelalaiannya tersebut.
2. Apabila RUPSI tidak dapat menerima penjelasan dan alasan-alasan Perseroan, atau apabila
Perseroan tidak dapat memberikan suatu penjelasan apapun juga kepada RUPSI, maka RUPSI
dapat pada saat yang sama menentukan langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan
sehubungan dengan Sukuk Ijarah.
3. Jika RUPSI memutuskan agar Wali Amanat Sukuk Ijarah melakukan tindakan-tindakan hukum
untuk memaksakan penagihan kepada Perseroan, maka Wali Amanat Sukuk Ijarah dalam waktu
yang ditentukan dalam keputusan RUPSI tersebut harus mengajukan tagihan dan melakukan
tindakan-tindakan hukum berkaitan dengan penagihan tersebut kepada Perseroan.
4. Segala biaya yang berkaitan dengan tindakan pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSI, dan
tindakan hukum yang dilakukan sehubungan dengan Kejadian Kelalaian tersebut akan ditanggung
dan wajib digantikan oleh Perseroan.
5. Kejadian Kelalaian atau cidera janji yang dimaksud dalam butir 1 mencakup salah satu atau lebih
dari keadaan atau peristiwa di bawah ini:
a. Perseroan lalai membayar Sisa Imbalan Ijarah pada Tanggal Pembayaran Kembali Sisa
Imbalan Ijarah dan/atau Cicilan Imbalan Ijarah pada Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan
Ijarah kepada Pemegang Sukuk Ijarah; atau
b. Perseroan lalai melaksanakan atau mentaati salah satu atau lebih ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah yang secara material berakibat negatif terhadap kemampuan
Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan
Sukuk Ijarah; atau
c. Perseroan dibubarkan (selain dari pembubaran karena penggabungan) atau dinyatakan dalam
keadaan pailit; atau
d. apabila pengadilan atau instansi pemerintah yang berwenang telah menyita atau mengambil
alih dengan cara apapun juga semua atau sebagian besar harta benda Perseroan atau telah
mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk menjalankan sebagian besar atau
seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara material kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah; atau
e. apabila sebagian besar hak, izin dan persetujuan lainnya dari Pemerintah Republik Indonesia
yang dimiliki Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dibatalkan atau dinyatakan tidak sah, atau
Perseroan dan/atau Anak Perusahaan tidak mendapat izin atau persetujuan yang disyaratkan
oleh ketentuan hukum yang berlaku, yang secara material berakibat negatif terhadap
kelangsungan usaha Perseroan dan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan
121
Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Sukuk Ijarah; atau
f. apabila keterangan-keterangan dan jaminan-jaminan Perseroan tentang keadaan atau
status korporasi atau keuangan Perseroan dan/atau pengelolaan Perseroan secara material
tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak benar adanya, termasuk pernyataan dan jaminan
Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah; atau
g. apabila Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dinyatakan lalai sehubungan dengan suatu
perjanjian utang antara Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dengan salah satu krediturnya,
baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari, dalam jumlah fasilitas yang
setara dengan atau lebih tinggi dari 10 % (sepuluh persen) dari pendapatan (revenues) atau
20% (dua puluh persen) dari ekuitas Perseroan, tergantung mana yang lebih kecil; atau
h. Perseroan atau Anak Perusahaan berdasarkan perintah pengadilan yang mempunyai
kekuatan hukum tetap diharuskan membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila
dibayarkan akan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah.
6. Dengan mengesampingkan setiap ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah ini
yang mengatur sebaliknya, Wali Amanat Sukuk Ijarah berhak untuk menyatakan suatu peristiwa
cidera janji dan karenanya menyatakan bahwa seluruh Imbalan Ijarah menjadi jatuh tempo dan
seketika dalam hal terjadinya Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksudkan dalam ayat 9.5 huruf
(c), (d), dan/atau (f)Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah, dan mengambil tindakan-tindakan
hukum lainnya sehubungan dengan hal tersebut dalam Pasal ini.
H. RAPAT UMUM PEMEGANG SUKUK IJARAH (RUPSI)
Untuk penyelenggaraan RUPSI, korum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan
berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini tanpa mengurangi ketentuan dalam peraturan Pasar Modal
dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di bidang Pasar Modal serta
peraturan Bursa Efek di tempat dimana Sukuk Ijarah dicatatkan:
1. RUPSI diadakan untuk tujuan antara lain:
a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau PemegangSukuk Ijarah
mengenai perubahan jangka waktu Sukuk Ijarah, Sisa Imbalan Ijarah, Cicilan Imbalan
Ijarah, perubahan tata cara atau periode pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah dan dengan
memperhatikan Peraturan No.VI.C.4.
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan
pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas
suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk
mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuanketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Sukuk Ijarah termasuk
dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan No.VI.C.4;
e. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat
dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Negara Republik Indonesia.
2. RUPSI dapat diselenggarakan atas permintaan :
a. Pemegang Sukuk Ijarah baik sendiri maupun bersama-sama yang mewakili paling sedikit
lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Sukuk Ijarah yang belum dilunasi, namun tidak
termasuk Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan, mengajukan
permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPSI dengan melampirkan
asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan
sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Pemegang Sukuk Ijarah
yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah
Sukuk Ijarah yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan Sukuk Ijarah
oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari
Wali Amanat;
122
b.Perseroan;
c. Wali Amanat; atau
d. Otoritas Jasa Keuangan.
3. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf a, huruh b dan huruf d Pasal ini, wajib
disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender
setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan
untuk RUPSI.
4 Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Sukuk Ijarah atau Perseroan untuk
mengadakan RUPSI, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan
tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada Otoritas Jasa Keuangan, paling lambat 14
(empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan.
5. Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaran RUPSI:
a. Pengumuman RUPSI wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia
yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender
sebelum pemanggilan.
b. Pemanggilan RUPSI dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPSI,
melalui paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional.
c. Pemanggilan RUPSI kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender
sebelum RUPSI kedua atau ketiga dilakukan dan disertaiinformasi bahwa RUPSI sebelumnya
telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum.
d. Pemanggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPSI danmengungkapkan informasi
antara lain:
i. tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPSI;
ii. agenda RUPSI;
iii. pihak yang mengajukan usulan RUPSI;
iv. Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPSI; dan
v.kuorum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPSI.
e. RUPSI kedua dan ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan
paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPSI sebelumnya.
6 Tata cara RUPSI :
a. Pemegang Sukuk Ijarah, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak
menghadiri RUPSI dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Sukuk Ijarah yang
dimilikinya.
b. Pemegang Sukuk Ijarah yang berhak hadir dalam RUPSI adalah Pemegang Sukuk Ijarah yang
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal
penyelenggaraan RUPSI yang diterbitkan oleh KSEI.
c. Pemegang Sukuk Ijarah yang menghadiri RUPSI wajib menyerahkan asli KTUR kepada Wali
Amanat.
d. Seluruh Sukuk Ijarah yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Sukuk Ijarah tersebut tidak
dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan
RUPSI sampai dengan tanggal berakhirnya RUPSI yang dibuktikan dengan adanya
pemberitahuan dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat.
Transaksi Sukuk Ijarah yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda
penyelesaiannya sampai 1 (satu) Hari Kerja setelahtanggal pelaksanaan RUPSI.
e. Setiap Sukuk Ijarah sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam
RUPSI, dengan demikian setiap Pemegang Sukuk Ijarah dalam RUPSI mempunyai hak untuk
mengeluarkan suara sejumlah Sukuk Ijarah yang dimilikinya.
f. Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengan menyebutkan nomor KTUR,
kecuali Wali Amanat memutuskan lain.
g. Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya tidak memiliki hak suara dan
tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran.
h. Sebelum pelaksanaan RUPSI :
• Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang Sukuk Ijarah dari Afiliasinya
kepada Wali Amanat.
• Perseroan berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan jumlah
Sukuk Ijarah yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasinya.
123
•
Pemegang Sukuk Ijarah atau kuasa Pemegang Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI
berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan mengenai apakah
Pemegang Sukuk Ijarah memiliki atau tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan.
i. RUPSI dapat diselenggarakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat lain yang disepakati
antara Perseroan dan Wali Amanat.
j RUPSI dipimpin oleh Wali Amanat.
k Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPSI termasuk materi RUPSI dan menunjuk
Notaris untuk membuat berita acara RUPSI.
l. Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Sukuk
Ijarah, maka RUPSI dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Sukuk Ijarah yang
meminta diadakan RUPSI tersebut. Perseroan atau Pemegang Sukuk Ijarah yang meminta
diadakannya RUPSI tersebut diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPSI dan materi
RUPSI serta menunjuk Notaris untuk membuat berita acara RUPSI.
7. Dengan memperhatikan ketentuan ayat 6 huruf g Pasal ini, kuorum dan pengambilan keputusan:
a. Dalam hal RUPSI bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) Pasal ini diatur sebagai berikut :
1. Bila RUPSI dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan
sebagai berikut:
(i) dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih Belum dilunasi dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga perempat)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI.
(ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI kedua.
(iii) RUPSI kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir
dalam RUPSI.
(iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI ketiga.
(v) RUPSI ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga perempat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir
dalam RUPSI.
2. Bila RUPSI dimintakan oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau Wali Amanat, maka wajib
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
(i) dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI.
(ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI kedua.
(iii) RUPSI kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir
dalam RUPSI.
(iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI ketiga.
(v) RUPSI ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh
Pemegang Sukuk Ijarah atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah
Sukuk Ijarah yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan
mengikat apabila disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah
yang hadir dalam RUPSI.
124
3. Bila RUPSI dimintakan oleh Otoritas Jasa Keuangan maka wajib diselenggarakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
(i) dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua)
bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI.
(ii) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (i) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI kedua.
(iii) RUPSI kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 1/2 (satu perdua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir
dalam RUPSI.
(iv) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam butir (iii) di atas tidak
tercapai, maka wajib diadakan RUPSI ketiga.
(v) RUPSI ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit ½ (satu per dua) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir
dalam RUPSI.
b. RUPSI yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat
diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan
yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari
jumlah Sukuk Ijarah yang hadir dalam RUPSI.
2. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 1 diatas tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPSI kedua.
3. RUPSI kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui
paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang hadir dalam
RUPSI.
4. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 3 diatas tidak tercapai,
maka wajib diadakan RUPSI ketiga.
5. RUPSI ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Sukuk Ijarah atau
diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Sukuk Ijarah yang masih
belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan
keputusan suara terbanyak.
8. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPSI menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali
Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan
dari Wali Amanat, kecuali biaya penyelenggaraan RUPSI yang terjadi sebagai akibat dari
pengunduran diri Wali Amanat yang disebabkan oleh timbulnya hubungan kredit yang melampaui
jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan No.VI.C.3, dibebankan kepada dan menjadi tanggung
jawab Wali Amanat dan apabila RUPSI dilaksanakan atas permintaan Pemegang Sukuk Ijarah
maka biaya akan dibebankan kepada Pemegang Sukuk Ijarah.
9. Penyelenggaraan RUPSI wajib dibuatkan berita acara secara notariil.
10. Keputusan RUPSI mengikat bagi semua Pemegang Sukuk Ijarah, Perseroan dan Wali Amanat,
karenanya Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Sukuk Ijarah wajib memenuhi keputusankeputusan yang diambil dalam RUPSI dan setiap Pemegang Obligasi tidak dapat bertindak sendiri
yang bertentangan dengan hasil RUPSI. Keputusan RUPSI mengenai perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan dan/atau perjanjian-perjanjian lain sehubungan dengan Sukuk Ijarah, baru
berlaku efektif sejak tanggal ditandatanganinya addendum Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau
perjanjian-perjanjian lainnya yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah.
11. Wali Amanat wajib mengumumkan hasil RUPSI dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa
Indonesia yang berperedaran nasional, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengumuman hasil
RUPSI tersebut wajib ditanggung oleh Perseroan dengan memperhatikan ayat 8 Pasal ini.
125
12. Apabila RUPSI yang diselenggarakan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian
Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya antara lain sehubungan dengan perubahan nilai Sisa
Imbalan Ijarah, perubahan Cicilan Imbalan Ijarah, perubahan tata cara pembayaran Cicilan Imbalan
Ijarah, dan perubahan jangka waktu Sukuk Ijarah dan Perseroan menolak untuk menandatangani
addendum Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya sehubungan dengan hal
tersebut, maka dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak keputusan
RUPSI atau tanggal lain yang diputuskan RUPSI (jika RUPSI memutuskan suatu tanggal tertentu
untuk penandatanganan addendum Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya
tersebut) maka Wali Amanat berhak langsung untuk melakukan penagihan Jumlah Kewajiban
kepada Perseroan tanpa terlebih dahulu menyelenggarakan RUPSI.
13. Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPSI dapat
dibuat dan bila perlu kemudian disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat
dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia
serta peraturan Bursa Efek.
14. Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPSI ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan
di bidang Pasar Modal, maka peraturan perundang-undangan di Pasar Modal, tersebut yang
berlaku.
I.JAMINAN
Sukuk Ijarah ini tidak dijamin dengan suatu agunan khusus namun dijamin dengan seluruh harta
kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada
maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132
Kitab Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia. Hak Pemegang Sukuk Ijarah adalah pari
passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
J.PEMBERITAHUAN
Semua pemberitahuan dari satu Pihak kepada Pihak lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk
Ijarah dianggap telah dilakukan dengan sah dan dengan sebagaimana mestinya apabila ditandatangani
oleh Pihak yang berwenang, pihak-pihak mana akan ditentukan bersama antara Perseroan dan Wali
Amanat Sukuk Ijarah dan disampaikan kepada alamat tersebut di bawah ini, yang tertera disamping
nama pihak yang bersangkutan, dan diberikan secara tertulis, ditandatangani serta disampaikan dengan
pos tercatat atau disampaikan langsung dengan memperoleh tanda terima.
Adapun alamat pihak-pihak dalam Perjanjian Perwaliamanatan Sukuk Ijarah adalah:
Perseroan
:
Wali Amanat
:
PT Indosat Tbk.
Jl. Medan Merdeka Barat 21 Lantai 19
Jakarta 10110
Telepon
: (021) 30442615
Faksimili
: (021) 30003757
Untuk Perhatian
: Direksi
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bagian Trust & Corporate Services
Divisi Investment Services
Gedung BRI II, Lt. 30
Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 44-46
Jakarta 10210
Telepon
: (021) 5709060 Ext 2371dan (021) 2500124
Faksimili
: (021) 251 1647
Untuk Perhatian
: Kepala Bagian Trust & Corporate Services, Divisi
Investment Services
126
K. HUKUM YANG BERLAKU
Seluruh perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan Sukuk Ijarah ini tunduk pada dan diartikan
sesuai dengan ketentuan Undang-Undang dan hukum Republik Indonesia.
127
XII.PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
DAN SUKUK IJARAH
1. Pemesan Yang Berhak
Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka
bertempat tinggal serta lembaga/Badan Usaha Indonesia atau asing di manapun mereka berkedudukan
sepanjang tidak bertentangan dengan atau bukan merupakan pelanggaran atas peraturan perundangundangan yang berlaku bagi Warga Negara Asing dan/atau Badan Usaha Asing tersebut.
2. Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah
Pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah harus diajukan dengan menggunakan Formulir
Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) dan Formulir Pemesanan Pembelian Sukuk Ijarah (“FPPSI”)
yang dicetak untuk keperluan ini dan pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh
Pemesan. Pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah dilakukan dengan menggunakan FPPO
dan FPPSI asli yang dikeluarkan melalui Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang dapat diperoleh
pada alamat Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah sebagaimana tercantum pada Bab XV Informasi
Tambahan ini. Pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah yang dilakukan menyimpang dari
ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak dilayani.
3. Jumlah Minimum Pemesanan
Pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu
satuan perdagangan yaitu sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya.
4. Masa Penawaran Umum
Masa Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah akan dimulai pada tanggal 4 Desember 2015 jam
09:00 dan ditutup pada tanggal 4 Desember 2015 pukul 16.00 WIB.
5. Pendaftaran Obligasi dan Sukuk Ijarah ke dalam Penitipan Kolektif
Obligasi dan Sukuk Ijarah yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan
kepada KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi dan Perjanjian Pendaftaran Sukuk
Ijarah. Dengan didaftarkannya Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut di KSEI, maka atas Obligasi dan
Sukuk Ijarah ini berlaku ketentuan sebagai berikut:
a) Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah dalam bentuk warkat kecuali Sertifikat Jumbo
Obligasi dan Sukuk Ijarah yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan
Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah. Obligasi dan Sukuk Ijarah akan diadministrasikan secara
elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi dan Sukuk Ijarah hasil Penawaran
Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek pada tanggal 8 Desember 2015.
b) KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai
tanda bukti pencatatan Obligasi dan Sukuk Ijarah dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis
tersebut merupakan bukti kepemilikan yang sah atas Obligasi dan Sukuk Ijarah yang tercatat dalam
Rekening Efek.
c) Pengalihan kepemilikan Obligasi dan Sukuk Ijarah dilakukan dengan pemindahbukuan antar
Rekening Efek di KSEI, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan oleh KSEI kepada Pemegang
Rekening.
d) Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang
Obligasi dan Sukuk Ijarah yang berhak atas pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah
serta pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah, memberikan suara
dalam RUPO dan RUPSi (kecuali Obligasi dan Sukuk Ijarah yang dimiliki Perseroan dan/atau
Perusahaan Terafiliasi), serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi dan Sukuk Ijarah.
128
e) Pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah serta pelunasan jumlah Pokok Obligasi
dan pembayaran kembali jumlah Sisa Imbalan Ijarah akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen
Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah melalui Pemegang
Rekening sesuai dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah maupun
pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran kembali Sisa Imbalan Ijarah yang ditetapkan Perseroan
dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan Sukuk Ijarah dan Perjanjian Agen Pembayaran.
Perseroan melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah serta pelunasan
jumlah Pokok Obligasi dan pembayaran kembali jumlah Sisa Imbalan Ijarah berdasarkan data
kepemilikan Obligasi dan Sukuk Ijarah yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan. Pemegang
Obligasi dan Sukuk Ijarah yang berhak atas Bunga Obligasi dan Cicilan Imbalan Ijarah adalah
Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening
pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal Pembayaran
CIcilan Imbalan Ijarah.
f) Hak untuk menghadiri RUPO dan RUPSi dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dan Sukuk
Ijarah dengan memperlihatkan KTUR asli yang diterbitkan KSEI kepada Wali Amanat. Yang dapat
menghadiri RUPO dan RUPSi adalah Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah yang memiliki KTUR
dan namanya tercatat dalam daftar KTUR yang diterbitkan oleh KSEI. Seluruh Obligasi dan Sukuk
Ijarah yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut tidak dapat
dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Bursa sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO dan RUPSi,
sampai dengan berakhirnya RUPO dan RUPSi yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan
dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat.
g) Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah wajib
membuka Rekening Efek di Perseroan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang
Rekening Efek di KSEI.
6. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah
Sebelum Masa Penawaran Umum ditutup, pemesan Obligasi dan Sukuk Ijarah harus melakukan
pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah selama jam kerja dengan mengajukan FPPO dan
FPPSI kepada Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah atau Agen Penjualan yang ditunjuk, pada
tempat dimana FPPO dan FPPSI diperoleh.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Obligasi dan Sukuk Ijarah
Para Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan
pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah akan menyerahkan kembali satu tembusan dari FPPO
dan FPPSI yang telah ditandatanganinya sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi
dan Sukuk Ijarah. Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut bukan
merupakan jaminan dipenuhinya pesanan.
8. Penjatahan Obligasi dan Sukuk Ijarah
Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Apabila jumlah keseluruhan Obligasi
dan Sukuk Ijarah yang dipesan melebihi jumlah Obligasi dan Sukuk Ijarah yang ditawarkan maka
penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan masing-masing Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk
Ijarah sesuai dengan porsi penjaminannya masing-masing. Tanggal penjatahan adalah tanggal
7 Desember 2015 dan penjatahan dilakukan pada pukul 09.00 WIB.
Manajer Penjatahan, dalam hal ini adalah PT BCA Sekuritas akan menyampaikan Laporan Hasil
Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk kepada OJK paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah tanggal
penjatahan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.2.
Manajer Penjatahan, akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai
kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan Bapepam No. VIII.G.12
dan peraturan Bapepam No. IX.A.7, paling lambat 30 hari setelah berakhirnya masa Penawaran Umum
Obligasi dan Sukuk.
129
9. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah
Setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi dan Sukuk Ijarah, pemesan harus segera
melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan kepada
Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang sekaligus bertindak sebagai Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk
Ijarah tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus efektif pada rekening Penjamin Emisi
Obligasi dan Sukuk Ijarah selambat-lambatnya tanggal 7 Desember 2015 (in good funds) ditujukan
pada rekening di bawah ini:
PT BCA Sekuritas
Obligasi
Cabang
:
Nomor Rekening
Atas Nama
:
:
Sukuk Ijarah
Cabang
:
Nomor Rekening
Atas Nama
:
:
Bank Central Asia
Cabang Korporasi
Menara BCA
2050030531
PT BCA Sekuritas
PT DBS Vickers
Securities Indonesia
PT Indo Premier
Securities
Bank DBS Indonesia
Cabang Jakarta Mega
Kuningan
332.003.4016
PT DBS Vickers
Securities Indonesia
Bank Permata, Cabang
Sudirman Jakarta
0701528093
PT Indo Premier
Securities
Bank BCA Syariah
BII Syariah Cab. Thamrin Bank Permata Syariah,
Kantor Cabang Jatinegara
Cabang Sudirman Jakarta
0013002223
2-700-00535-9
0701575830
PT BCA Sekuritas
PT. DBS Vickers
PT Indo Premier
Securities Indonesia
Securities
Semua biaya yang berkaitan dengan proses pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan
akan dibatalkan jika persyaratan tidak dipenuhi.
10. Distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah Secara Elektronik
Tanggal distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah secara elektronik adalah tanggal 8 Desember 2015. Setelah
Perseroan menerima pembayaran hasil Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah, Perseroan wajib menerbitkan
Sertifikat Jumbo Obligasi dan Sukuk Ijarah untuk sejumlah Pokok Obligasi dan Sukuk Ijarah untuk
diserahkan kepada KSEI pada Tanggal Emisi dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan
Obligasi dan Sukuk Ijarah ke dalam rekening Efek atau Sub Rekening Efek yang berhak sesuai dengan
data dalam Rekapitulasi Instruksi Distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang akan disampaikan oleh
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah.
Dalam hal Perseroan terlambat menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan Sukuk Ijarah dan memberi
instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi dan Sukuk Ijarah pada Rekening Efek, maka
Perseroan wajib membayar denda sebesar 2% (dua persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi
dan Sukuk Ijarah, yang dihitung secara harian (berdasarkan jumlah Hari Kalender yang telah lewat
sampai dengan pelaksanaan distribusi Obligasi dan Sukuk Ijarah yang seharusnya dikreditkan) dengan
ketentuan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan satu tahun adalah 360 (tiga ratus
enam puluh) Hari Kalender.
130
11. Penundaan Masa Penawaran Umum atau Pembatalan Penawaran Umum
Dalam jangka waktu sejak Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya masa Penawaran
Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan
sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum apabila terjadi kondisikondisi berikut:
(i) Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% selama 3 (tiga) Hari Bursa berturut
turut;
(ii) Bencana alam, perang, huru hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan
terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
(iii) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
Dalam hal Perseroan melakukan penundaan Penawaran Umum karena alasan sebagaimana dimaksud
dalam butir (i) di atas, maka Perseroan, wajib memulai kembali masa Penawaran Umum paling
lambat 8 Hari Kerja setelah indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami peningkatan
paling sedikit 50% dari total penurunan indeks harga saham gabungan yang menjadi dasar penundaan
dan Perseroan wajib menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum dan
informasi tambahan lainnya, termasuk informasi peristiwa material yang terjadi setelah penundaan
masa Penawaran Umum dan mengumumkannya dalam sekurang-kurangnya satu surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional paling lambat satu hari kerja sebelum
dimulainya masa Penawaran Umum.
Keputusan Perseroan untuk menunda ataupun membatalkan Penawaran Umum tersebut harus
diberitahukan kepada OJK serta mengumumkannya dalam sekurang-kurangnya 1 (satu) surat kabar
harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah
penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar,
Perseroan dapat juga mengumumkan informasi tersebut dalam media massa lainnya.
Jika terjadi keterlambatan, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah atau Perseroan
yang menyebabkan terjadinya keterlambatan tersebut wajib membayar kepada seluruh pemesan untuk
setiap hari keterlambatan denda sebesar tingkat Bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah sesuai dengan
pemesanan. Apabila uang pengembalian pemesanan pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah telah
disediakan, akan tetapi pemesan tidak datang untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja
setelah pembatalan Penawaran Umum, Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Sukuk Ijarah tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi dan
Sukuk Ijarah.
12.Lain-lain
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah berhak untuk menerima atau menolak pemesanan
pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan
ketentuan yang berlaku.
Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Efek dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan
pemesanan Efek melalui lebih dari satu formulir pemesanan dalam Penawaran Umum ini, baik secara
langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat
mengikutsertakan satu formulir pemesanan Efek yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang
bersangkutan.
131
XIII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015
dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015, PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan
untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam UUPM.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut sebagai “BRI”) dalam penerbitan Obligasi
ini bertindak sebagai Wali Amanat dan telah terdaftar di Bapepam dan LK dengan No.08/STTD-WA/
PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.
BRI sebagai Wali Amanat menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. BRI tidak
mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi dan sukuk yang
diwaliamanati dan/atau tidak merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dalam
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 dan Penawaran
Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015, sesuai dengan
Peraturan No. VI.C.3 tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan Antara Wali Amanat Dengan Perseroan.
BRI sebagai Wali Amanat telah melakukan telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence)
terhadap Perseroan, dengan Surat Pernyataan No. B.1369-DIS/TCS/11/2015 tanggal 23 November
2015 sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan Nomor KEP-412/BL/2010 Peraturan No. VI.C.4 Tentang Ketentuan Umum dan Kontrak
Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. selaku Wali Amanat Sukuk memiliki penanggung jawab atas
pelaksanaan kegiatan perwaliamanatan yang mengerti kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan
Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal sesuai dengan Surat Pernyataan No. B.187-DIM/IPM/09/2014.
1.Umum
Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De
Poerwokertosche Sparbank der Inslandsche Hoofden (Bank Penolong dan Tabungan bagi Priyayi
Poerwokerto) atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden Wiriadmadja dan kawan-kawan pada
tanggal 16 Desember 1895. Seiring dengan perubahan jaman dan perkembangan keadaan, maka
Anggaran dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan. Setelah Indonesia merdeka, maka
Pemerintah Republik Indonesia melakukan peleburan dan integrasi dari BRI, PT Bank Tani Nelayan
Nederlansche Handel Mij (NMH) dengan bentuk Bank Koperasi Tani dan Nelayan disingkat BKTN
berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perpu) No.41 tahun 1960 tanggal 26
Oktober 1960. BKTN tersebut selanjutnya diubah namanya menjadi Bank Negara Indonesia Unit II
berdasarkan penetapan Presiden Republik Indonesia No.17 tahun 1965. Berdasarkan Undang Undang
Republik Indonesia No.21 tahun 1968, maka Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rural ditetapkan
menjadi Bank Rakyat Indonesia (“BRI”).
BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No.21 tahun 1992 tanggal 29 April 1992. Dengan Akta No.113 tanggal 31 Juli 1992
yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di Jakarta, maka BRI diberi nama Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Bank Rakyat Indonesia atau disingkat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Akta tersebut
telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan keputusan No.C26584.HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
dengan No.2155-1992 tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No.73 tanggal 11 September 1992, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia
No.3a tahun 1992.
132
Anggaran Dasar BRI tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan, dan Perubahan Anggaran
Dasar terakhir dimuat dalam akta Nomor: 1 tanggal 01-04-2015 (satu April dua ribu lima belas) dibuat
dihadapan Notaris Fathiah Helmi, SH. yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima dan di catat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-AH.01.03-0054353 tanggal 08-04-2015 (delapan
April dua ribu lima belas) sedangkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang terakhir sebagaimana
dimuat dalam akta Nomor: 13, tanggal 12-08-2015 (dua belas Agusus dua ribu lima belas) dibuat
dihadapan Notaris Fathiah Helmi, SH. yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Datanya diterima
dan di catat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, Nomor: AHU-AH.01.03-0956798 tanggal 13-08-2015 (tiga belas Agustus dua ribu
lima belas).
1. STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM WALI AMANAT
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia No. 38 tertanggal 24 November 2010, yang dibuat
di hadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, telah ditetapkan Persetujuan Pemecahan Nilai
Nominal Saham (Stock Split) dan Perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia
terkait dengan Pemecahan Nominal Saham.
Atas hal tersebut di atas, berdasarkan Surat Keterangan Daftar Pemegang Saham BRI yang
dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek per 30 September 2015, maka
komposisi modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI menjadi sebagai berikut :
Keterangan
Modal Dasar
- Saham Seri A Dwiwarna
- Saham Biasa Seri B
Jumlah Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Negara Republik Indonesia
- Saham Seri A Dwiwarna
- Saham Biasa Seri B
- Publik (masing-masing di bawah 5%)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
Saham Dalam Portepel
Jumlah Lembar
Saham
Nilai Nominal
Per Lembar
Saham
(Jumlah Penuh)
1
59.999.999.999
60.000.000.000
250
250
250
250
14.999.999.999.750
15.000.000.000.000
0,00%
100,00%
100,00%
1
13.999.999.999
10.669.162.000
250
250
250
250
3.499.999.999.750
2.667.290.500.000
0,00%
56,75%
43,25%
24.669.162.000
35.330.838.000
250
6.167.290.500.000
8.832.709.500.000
100,00%
Jumlah Nilai
Saham
(Nilai Penuh)
Persentase
Kepemilikan
Saham
2. PENGURUS DAN PENGAWASAN
Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI
berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk No.02 tanggal 1 April 2015 jo. Nomor: 13, tanggal 12 Agustus 2015 yang dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Independen Wakil Komisaris Utama
Komisaris Independen
Komisaris Independen Komisaris Independen
Komisaris Independen
Komisaris
Komisaris
:
:
:
:
:
:
:
:
Mustafa Abubakar
Gatot Trihargo
Fuad Rahmany
Ahmad Fuad
Adhyaksa Dault
Sony Keraf
Vincentius Sonny Loho
Jeffry W. Wurangian
133
Direksi
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Asmawi Syam
Sunarso
A. Toni Soetirto
Randi Anto
Gatot Mardiwasisto
Mohammad Irfan
Zulhelfi Abidin
Susy Liestiowaty
Donsuwan Simatupang
Haru Koesmahargyo
Kuswiyoto*)
Keterangan:
*) Efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) dan
memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. KEGIATAN USAHA
Selaku Bank Umum, BRI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum
dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 berikut perubahannya dalam Undang-Undang No.
10 tahun 1998 tentang Perbankan. Dalam rangka mendukung dan mengembangkan kegiatan
usahanya, BRI juga melakukan penyertaan pada entitas anak sebagai berikut :
Nama Perusahaan
PT Bank BRISyariah
PT Bank Agroniaga
BRIngin Remittance Company, Ltd
Bidang Usaha
Prosentase
Kepemilikan
Perbankan
Perbankan
Lembaga Keuangan Bukan Bank
99,9%
86,426%
100%
Dalam rangka mengembangkan Fee Based Income dan pengembangan Pasar Modal di Indonesia,
BRI saat ini melayani jasa Wali Amanat (Trustee), Agen Pembayaran (Paying Agent), Agen Jaminan
(Security Agent), Sinking Fund Agent dan Jasa Kustodian.
1. Jasa Wali Amanat (Trustee)
Obligasi yang menggunakan Jasa Wali Amanat BRI posisi per 30 September 2015 adalah sebagai
berikut :
a. Telecommunication
- Obligasi Indosat V Tahun 2007
- Sukuk Ijarah Indosat II Tahun 2007
- Obligasi Indosat VI Tahun 2008
- Obligasi Indosat VII Tahun 2009
- Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009
- Obligasi Indosat VIII Tahun 2012
- Sukuk Ijarah Indosat V Tahun 2012
- Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014
- Obliigasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
- Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun 2015
- Obligasi Tower Bersama Infrastructure Group Berkelanjutan I Tahap 1 2013
b. Financial Company
- Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap I Tahun 2012
- Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap III Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap I Tahun 2013
134
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap II Tahun 2013
Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap III Tahun 2014
Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap IV Tahun 2014
Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap V Tahun 2015
Obligasi XII ASF Tahun 2011
Medium Term Notes III ASF Tahun 2015
Medium Term Notes I Buana Finance Tahun 2013
Medium Term Notes II Buana Finance Tahun 2015
Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap I Tahun 2012
Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap II Tahun 2013
Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap III Tahun 2014
Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap I Tahun 2015
Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap II Tahun 2015
Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012
Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014
MTN II MFIN Tahun 2014
Obligasi I PNM Tahun 2012
MTN SAN F III Tahun 2012
MTN SAN F IV Tahun 2013
MTN SANF V Tahun 2013
MTN SANF VI Tahun 2014
MTN SANF VII Tahun 2015
Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap 1 2013
Obligasi SAN F II Tahun 2012
Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap II 2014
Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap I 2011
Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap II 2012
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap 1 2012
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap II 2013
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap III 2014
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap IV 2014
Obligasi TAF III Tahun 2013
Obligasi Berkelanjutan I TAFS Tahap I 2014
Obligasi Berkelanjutan I TAFS Tahap II 2015
c. Infrastructure
- Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun 2005
d. Property & Construction
- Obligasi I APLN Tahun 2011
- Obligasi II APLN Tahun 2012
- Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap I Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap II Tahun 2014
- Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap III Tahun 2014
- Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap IV Tahun 2015
- MTN Adhi Persada Properti I Tahun 2015
e. Food & Beverage
- Obligasi Fast Food Indonesia I Tahun 2011
- MTN Forisa Nusapersada II Tahun 2012
- Obligasi SAT Berkelanjutan I Tahap I 2014
- Obligasi SAT Berkelanjutan I Tahap II 2015
f.
Shipping
- Obligasi APOL II Tahun 2008
- MTN Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008
135
g. Entertainment
- Obligasi I Global Mediacom Tahun 2012
h.Transportation
-Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014
i.Bank
- MTN I ICBC 2014
- Sukuk Mudharabah BNI Syariah I Tahun 2015
2. Jasa Agen Pembayaran (Paying Agent)
Berkewajiban membantu Perseroan melaksanakan pelunasan jumlah pokok Obligasi dan
pembayaran Bunga Obligasi dengan cara melakukan pembayaran-pembayaran atas nama
Perseroan menurut ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Agen Pembayaran dan Perjanjian
Perwaliamanatan.
Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Pembayaran BRI saat ini sebagai berikut :
- Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun 2005.
3. Jasa Agen Jaminan (Security Agent)
Fungsi Agen Jaminan adalah membantu Wali Amanat dalam pengawasan nilai jaminan Obligasi,
mendaftarkan jaminan kepada Kantor Fidusia setempat dan memelihara dokumen jaminan obligasi
dengan baik.
Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Jaminan BRI saat ini sebagai berikut: :
- Obligasi I Global Mediacom Tahun 2012
- MTN Adhi Persada Properti I Tahun 2015
- Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap I Tahun 2012
- Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap III Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap I Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap II Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap III Tahun 2014
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap IV Tahun 2014
- Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap V Tahun 2015
- Obligasi XII ASF Tahun 2011 Seri D
- Medium Term Notes III ASF Tahun 2015
- Medium Term Notes I Buana Finance Tahun 2013
- Medium Term Notes II Buana Finance Tahun 2015
- Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap I Tahun 2012
- Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap II Tahun 2013
- Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap III Tahun 2014
- Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap I Tahun 2015
- Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap II Tahun 2015
- Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2012
- Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014
- MTN II MFIN Tahun 2014
- MTN SAN F III Tahun 2012
- MTN SAN F IV Tahun 2013
- MTN SAN F IV Tahun 2013
- MTN SANF V Tahun 2013
- MTN SANF VI Tahun 2014
- MTN SANF VII Tahun 2015
- Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap 1 2013
- Obligasi SAN F II Tahun 2012
- Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap 1 2011
136
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap II 2012
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap 1 2012
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap II 2013
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap III 2014
Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap IV 2014
Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap I Tahun 2013
Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap II Tahun 2014
Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap III Tahun 2014
Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap IV Tahun 2015
Obligasi I APLN Tahun 2011
Obligasi II APLN Tahun 2012
Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014
MY Bond of Tuban Petro
MTN APP I Tahun 2015
Produk dan Jasa Lainnya
Saat ini, BRI juga telah menjalani dan mengembangkan jasa Pasar Modal lainnya, antara lain :
a. JasaTrust & Corporate Servicesl ainnya :
- Jasa Agen Sinking Fund
- Jasa Agen Escrow
- Jasa Agen Konversi
- Jasa Arranger Sindikasi
b. Custodian Services
c. Jasa Trustee
4. PERIZINAN BRI
a. PeraturanPemerintah (PP) No. 21 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, perihal status BRI
menjadi Perusahaan Perseroan;
b. Anggaran Dasar BRI No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris
di Jakarta;
c. Surat Tanda Terdaftar dari Bapepam dan LK No.08/STTD-WA/PM/1996, tanggal 11 Juni 1996,
perihal Pemberian Ijin BRI sebagai Wali Amanat;
d. SK Bank Indonesia No. 5/117/DPwB24, tanggal 15 Oktober 2003, perihal Pemberian Ijin BRI
sebagai Bank Devisa;
e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) BRI dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta No. 09.05.1.65.37895
tanggal 7 Maret 2011, masa berlaku ijin usaha sampai dengan 11 Februari 2016.
5. KANTOR CABANG BRI
Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional BRI terus meluas. Data
per 30 Juni 2015, BRI telah memiliki kantor yang terdiri 1 (satu) kantor pusat, 19 kantor wilayah, 18
kantor inspeksi, 465 kantor cabang, 598 kantor cabang pembantu, 982 kantor kas, 1 kantor cabang
khusus, 5.331 BRI unit, 3.141 Teras BRI, 401 Teras keliling BRI, 2 kantor cabang luar negeri di
Cayman Islands dan Singapura, 2 kantor perwakilan di New York dan Hongkong, dan 3 entitas
anak yaitu PT Bank BRISyariah, PT BRI Agroniaga Tbk dan BRI Remittance Co. Ltd. Hongkong.
6. TUGAS POKOK WALI AMANAT
Sesuai dengan Pasal 51 Undang-Undang Pasar Modal, dan kemudian ditegaskan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan, tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik
di dalam maupun di luar pengadilan dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan
kepentingan Pemegang Obligasi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum
dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Negara Republik Indonesia khususnya peraturan di bidang Pasar Modal.
137
7. PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT
BerdasarkanPeraturan No. VI.C.4, ketentuan mengenai penunjukan, penggantian, dan berakhirnya
tugas Wali Amanat, paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Penunjukan Wali Amanat untuk pertama kalinya dilakukan oleh Emiten;
b. Penggantian Wali Amanat dilakukan karena sebab-sebab sebagai berikut:
- Izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut;
- Pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal;
- Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya
atau dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan;
- Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang atau dibekukan
operasinya dan/ atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang;
- Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya;
- Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan
perundang-undangan Pasar Modal;
- Timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Emiten setelah penunjukan Wali
Amanat, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan
modal Pemerintah;
- Timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan
No. VI.C.3; atau
- Atas permintaan Pemegang Obligasi;
c. Berakhirnya tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Wali Amanat adalah pada saat:
- Obligasi telah dilunasi baik pokok, bunga termasuk denda (jika ada) dan Wali Amanat telah
menerima laporan pemenuhan kewajiban Emiten dari Agen Pembayaran atau Emiten;
- Tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan setelah tanggal
jatuh tempo pokok Obligasi;
- Setelah diangkatnya Wali Amanat baru.
8. LAPORAN KEUANGAN BANK RAKYAT INDONESIA
Berikut ini adalah kutipan dari Ikhtisar Laporan Keuangan BRI per 30 September 2015 (unaudited),
per 31 Desember 2014 dan 2013 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja,
dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian:
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
Total aset
Total liabilitas
Total ekuitas
30 September 2015
(unaudited)
802.299.134
694.666.955
107.632.179
31 Desember 2014
(audited)
801.955.021
704.217.592
97.737.429
31 Desember 2013
(audited)
626.182.926
546.855.504
79.327.422
30 September 2015
(unaudited)
21.379.778
1.240.908
22.620.686
4.197.129
18.423.557
31 Desember 2014
(audited)
28.361.877
2.497.196
30.859.073
6.605.228
24.253.845
31 Desember 2013
(audited)
26.120.921
1.789.145
27.910.066
6.555.736
21.354.330
Laba Rugi Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
Laba operasional
Pendapatan non operasional bersih
Laba sebelum pajak
Beban pajak
Laba tahun berjalan setelah pajak bersih
138
Rasio Penting
(dalam %)
Uraian
Capital Adequate Ratio (CAR)
Return On Asset (ROA)
Return On Equity (ROE)
Net Interest Margin
Non Performing Loan Ratio (Gross)
30 September 2015
(unaudited)
20.59
3.95
29.60
8.08
2.24
2014
(audited)
Alamat Wali Amanat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
Bagian Trust & Corporate Services
Divisi Investment Services
Gedung BRI II lt.30
Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
Jakarta 10210
Tel. (021) 5758144, 5752362
Faks. (021) 5752444
139
2013
(audited)
18,31
4,74
31,22
8,51
1,69
16,99
5,03
34,11
8,55
1,55
XIV. AGEN PEMBAYARAN
Perseroan telah menunjuk KSEI sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran
Obligasidan Sukuk Ijarah.
Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Pembayaran Sisa Imbalan Ijarah dan pembayaran Bunga Obligasi
dan/atau Cicilan Imbalan Ijarah akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama
Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen
Pembayaran kepada Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah melalui Pemegang Rekening sesuai dengan
jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana Tanggal
Pembayaran jatuh pada bukan Hari Bank, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bank berikutnya.
Alamat Agen Pembayaran Obligasi dan Sukuk Ijarah adalah sebagai berikut:
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 5
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Telepon : (021) 5299-1099
Faksimili : (021) 5299-1199
140
XV.PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN
FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI DAN
SUKUK IJARAH
Informasi Tambahan dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dan Sukuk Ijarah dapat diperoleh
pada kantor para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah sekaligus bertindak sebagai
Penjamin Emisi Obligasi dan Sukuk Ijarah berikut ini:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH/ PENJAMIN EMISI OBLIGASI
DAN SUKUK IJARAH
PT BCA SEKURITAS
PT DBS VICKERS
SECURITIES INDONESIA
PT INDO PREMIER
SECURITIES
Menara BCA – Grand Indonesia Lt. 41
Jl. M.H. Thamrin No.1
Jakarta 10310, Indonesia
Telepon: (021) 23587222
DBS Bank Tower Lt. 32,
Ciputra World Jakarta I
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12940
Telepon: (021) 30034900
Faksimili: (021) 30034944
Website: www.dbsvickers.com
Wisma GKBI
Lt. 7, Suite 718
Jl. Jend. Sudirman No.28
Jakarta 10210
Telp: (021) 57931168
Faksimili: (021) 57931167
Website: www.ipotindonesia.com
Faksimili: (021) 23587250, 23587300
Website: www.bcasekuritas.co.id
141
Halaman ini sengaja dikosongkan
Download