pengaruh metode pembelajaran, motivasi belajar dan konsep diri

advertisement
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN, MOTIVASI BELAJAR DAN
KONSEP DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA
PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI
SMA N 9 PADANG
JURNAL
Disusun oleh :
FITRI YULIA
NPM
: 10090083
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
Pengaruh Metode Pembelajaran, Motivasi Belajar dan Konsep Diri terhadap
Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa
Kelas XI SMA N 9 Padang
Oleh
1
Fitri Yulia, 2 Desi Susanti, 3 Desi Areva
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat
2 ,3
Dosen STKIP PGRI Sumatera Barat
Email : [email protected]
ABSTRACT
This research has a background by result of student less. It’s caused by teacher did’t use some
varian of learning method, learning motivation shown by student’s is still low, and a lot of
student did’t have self concept. The first substructure, research aims to know effect of learning
method and self concept to learning motivation of economic at student class XI SMA N 9 Padang
partialy and simultanously . The second substructure, research aims to know effect of learning
method, self concept, learning motivation to result of economic at student class XI SMA N 9
Padang partialy and simultanously Based on result of analyze data got (1) Learning method have
significan influence to learning motivation of economic at student class XI SMA N 9 Padang with
tcalculated 2,521 and coefficien as many as 0,428 (2) Self concept have significan influence to
learning motivation of economic at student class XI SMA N 9 Padang with tcalculated 2,462 and
coefficien as many as 0,417. (3) Leaning methode have significan influence to result of economic
at student class XI SMA N 9 Padang with tcalculated 2,295 and coefficien as many as 0,355. (4) Self
concept have significan influence to result of economic at student class XI SMA N 9 Padang with
tcalculated 2,229 and coefficien as many as 0,344. (5) Motivation have significan influence to result
of economic at student class XI SMA N 9 Padang with tcalculated 2,137 and coefficien as many as
0,217.
Keywords : learning method, self concept, learning motivation, and result
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurang rendahnya hasil belajar yang
diperoleh siswa. Hal ini disebabkan karena kurang bevariasinya metode pembelajaran yang
digunakan guru, kurangnya pemahamman siswa akan konsep diri, dan rendahnya rmotivasi belajar
siswa. Pada substruktur I penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
metode pembelajaran dan konsep diri secara parsial terhadap motivasi belajar siswa kelas XI pada
mata pelajaran ekonomi di SMA N 9 Padang. Sedangkan pada Subtruktur II penelitian bertujuan
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran, konsep diri, dan motivasi belajar
secara parsial terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 9
Pada. Hasil analisa data menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara metode
pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9
Padang dengan thitung sebesar 2,521 dan koefisien jalur sebesar 0,428; (2) Terdapat pengaruh yang
signifikan antara konsep diri terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas
XI di SMA N 9 Padang dengan thitung sebesar 2,462 dan koefisien jalur sebesar 0,417; (3) Terdapat
pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9 Padang dengan thitung sebesar 2,295 dan koefisien jalur
sebesar 0,355; (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9 Padang dengan thitung sebesar 2,229 dan
koefisien jalur sebesar 0,344. (5) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9 Padang dengan
thitung sebesar 2,137 dan koefisien jalur sebesar 0,217.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Motivasi Belajar, Konsep Diri, dan Hasil Belajar.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu
hal
yang
paling
penting
untuk
mempersiapkan kesuksesan masa depan
pada zaman globalisasi. Pendidikan bisa
diraih dengan berbagai macam cara salah
satunya pendidikan di sekolah. Dalam
sebuah pendidikan mempunyai tiga
komponen utama yaitu guru,siswa dan
kurikulum. Ketiga komponen tersebut tidak
dapat dipisahkan dan komponen komponen
tersebut berada di lingkungan sekolah agar
proses kegiatan belajar mengajar dapat
berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Pendidikan disekolah merupakan kewajiban
bagi seluruh warga Negara Indonesia, untuk
itu pemerintah telah mencanangkan Wajib
Belajar 9 Tahun. Hal ini sejalan dengan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
ditegaskan lagi bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara efektif dapat
mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan,
pengendalian
diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia
serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Keberhasilan suatu pendidikan
dapat dilihat dari prestasi belajar atau hasil
belajar siswa. Dimyati dan Mudjiono
(2007:37) mengemukakan, hasil belajar
adalah kemampuan yang diperoleh anak
setelah melalui kegiatan belajar. Belajar itu
sendiri merupakan suatu proses dari
seseorang yang berusaha untuk memperoleh
suatu bentuk perubahan perilaku yang
relatif menetap. Dengan demikian, dapat
disimpulkan hasil belajar adalah suatu
kemampuan yang diperoleh seseorang
setelah melakukan aktivitas belajar.
Penilaiannya tersebut dapat berupa simbol,
angka, huruf, maupun kalimat yang dapat
mencerminkan hasil yang sudah dicapai
oleh setiap anak dalam periode tertentu.
Hasil belajar juga merupakan
sebagai
alat
ukur
untuk
menilai
permasalahan dan hambatan yang terjadi
saat proses pembelajaran. Permasalahan
yang terjadi dalam proses pembelajaran
biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor,
baik yang berasal dari siwa sendiri atau dari
luar siswa diri siswa.
Menurut Syah (2001: 132) secara
global hasil belajar siswa dipengaruhi oleh
tiga faktor yaitu faktor eksternal, faktor
internal, dan faktor pendekatan. Faktor
internal adalah semua yang bersumber dari
diri siswa seperti: faktor kesehatan, cacat
tubuh, intelegensi, perhatian, minat, bakat,
motif, konsep diri, kematangan dan
kesiapan, kelelahan dan lain – lain. Faktor
eksternal semua yang bersumber dari luar
diri siswa, seperti; cara orang tua mendidik,
metode mengajar, kurikulum, relasi guru
dengan siswa dan siswa dengan siswa,
disiplin sekolah, waktu sekolah, keadaan
gedung, metode belajar dan tugas rumah
Sedangkan faktor pendekatan belajar adalah
cara atau strategi yang digunakan siswa
dalam menunjang efektifitas dan efisiensi
proses pembelajaran materi tertentu.
Berdasarkan pendapat ahli di atas
dapat diketahuui bahwa faktor faktor yang
mempengaruhi hasil belajar yang berasal
dari eksternal siswa. Sebagai seorang siswa,
faktor eksternal yang paling banyak
mempengaruhi hasil belajar adalah faktor
yang berasal dari lingkungan.
SMA N 9 Padang sebagai salah satu
lembaga pendidikan formal yang memiliki
tugas
untuk
mewujudkan
tujuan
pendidiikan nasional. Untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional maka SMA N 9
Padang memiliki tujuan institusional untuk
menghasilkan
peserta
didik
yang
berkualitas, memilliki sikap, tatanan moral
dan etika yang terpuji. Agar tercapainya
tujuan pendidikan yang direncanakan, maka
pihak sekolah senantiasa berusahan
meningkatkan kualitas semua komponen
dan elemen yang berperan dalam kegiatan
pendidikan di sekolah seperti bagunan fisik
seperti:
fasilitas
sekolah,
media
pembelajaraan, sarana dan prasarana
sekolah. Selain bagunan fisik, sekolah juga
harus melakukan pembangunan non fisik
seperti pengembangan setiap civitas
akademis di sekolah seperti: guru, staf, dan
siswa. Tujuan peningkatan kualitas
pembangunan fisik dan non fisik sekolah
setiap elemen di sekolah adalah untuk
penigkatan kualitas belajar siswa.
Indikator keberhasilan sekolah
dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan salah satunya dapat dilihat dari
hasil belajar yang diperoleh oleh peserta
didiknya. Tabel berikut akan mensajikan
hasil belajar yang telah diperoleh oleh siswa
dari proses pembembelajaran yang telah
dilalui.
Tabel 1. Hasil Ujian Tengah Semester
Ganjil Kelas XI SMA N 9 Padang Mata
Pelajaran Ekonomi Tahun Pelajaran
2014/2015
Kelas
X1
IIS 1
X1
IIS 2
X1II
S3
Ketuntasan Belajar
K
K
M
Si
s
w
a
(o
ra
n
g)
RataRata
75
32
79,78
75
31
61,06
75
32
86,97
T
u
n
t
a
s
2
9
2
%
84,38
7
29,03
90,63
9
Ti
d
a
k
T
u
nt
as
%
5
15,63
22
70,97
3
9,38
Sumber: Guru Mata Pelajaran Ekonomi
SMA N 9 Padang
Berdasarkan tabel di atas dapat
diketahui bahwa hasil belajar yang
diperoleh oleh siswa masih kurang
memuaskan. Hal ini dikarenakan masih
terdapat siswa yang memperoleh hasil
belajar di bawah kriteria ketuntasan
minimum. Bahkah pada kelas XI IIS 2
persentase siswa yang memperoleh nilai
ujian dibawah kriteria ketuntasan minimum
lebih banyak dari pada siswa yang
memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan
minimum. Bermasalahnya hasil belajar
yang dialami siswa mengindikasikan bahwa
terdapat
masalah
dalam
proses
pembelajaran yang dilalaui siswa di
sekolah.
Berdasarkan
observasi
yang
dilakukan pada bulan Desember 2014,
penulis
menemukan
beberapa
permasalahaan yang terjadi ketika proses
pembelajaran sehingga diduga membuat
hasil belajar siswa rendah. Salah satu
permasalahaan
yang
meyebabkan
rendahnya hasil belajar yang diperoleh oleh
siswa berasal dari dari lingkungan sekolah.
Permasalahan yang ditemukan yaitu masih
kurangnya variasi penerapan metode
mengajar
yang
digunakan
guru.
Kecenderungan guru banyak menggunakan
metode mengajar konvensional, yang
proses pembelajaran masih terpusat kepada
siswa. Proses pembelajaran yang terpusat
pada guru juga membuat kesempatan bagi
peserta didik untuk menyatakan pendapat
menjadi kurang. Selain itu, interaksi antara
guru dengan sebagain siswa masih terlihat
kurang.
Pengunaan metode pembelajar oleh
guru di SMA N 9 juga terlihat belum
optimal dapat menyatukan antara teori yang
dipelajari di kelas dengan kondisi yang
terjadi di lingkungan siswa, sehingga tidak
menambah kemampuan siswa secara
praktis. Ketika proses pembelajaran masih
terlihat pengunaan metode pembelajaran
belum dapat membantu siswa secara
signifikan untuk memahammi materi
pelajaran yang disajikan oleh guru.
Lemahnya
penggunaan
metode
pembelajaran juga terlihat dari kurangnya
dorongan yang diberikan kepada siswa
untuk menghasilkan sebuah karya selama
melalui proses pembelajaran.
Menurut Ahmadi dan Prastya
(2005: 52) metode pembelajaran adalah
teknik penyajian yang dikuasai oleh
seorang guru untuk menyajikan materi
pelajaran kepada murid di dalam kelas baik
secara individual atau secara kelompok agar
materi pelajaran dapat diserap, dipahami
dan dimanfaatkan oleh murid dengan baik.
suatu metode yang akan digunakan dalam
proses belajar mengajar bisa dikatakan baik
jika metode itu bisa mengembangkan
potensi peserta didik.
Lebih lanjut Ahmadi dan Prastya
(2005:53)
mengemukakan
bahwa
penggunaan metode pembelajaran harus
mampu
melakukan
hal-hal
seperti;
menjamin
perkembnagan
kepribadian
murid, member kesempatan bagi murid
untuk menghasilkan karya, merangsang
keinginan murid untuk belajar lebih lanjut,
menngurangi penyajian materi secara verbal
dan menganti penyajian materi dengan
situasi yang nyata.
Berdasarkan informasi dari 15
orang siswa banyak diantara siswa yang
tidak berani bertanya atau mengungkapkan
pendapatnya sendiri mengenai materi
padahal
guru
sudah
memberikan
kesempatan
untuk
bertanya
atau
mengungkapkan pendapat mereka. Mereka
menganggap ide-ide atau tanggapan yang
mereka sampaikan nanti akan salah dan
mereka akan dimarahi oleh guru.
Tinggi rendahnya hasil belajar yang
diperoleh oleh seorang peserta didik juga
bisa ditentukan oleh faktor dorongan belajar
yang dimiliki oleh peserta didik. Setiap
peserta didik memiliki tingkat dorongan
atau motivasi belajar yang berbeda.
Motivasi dapat menimbulkan rasa antusias
dan semangat untuk mencapai hasil belajar
yang optimal, karena adanya motivasi
belajar siswa yang tinggi maka hasil belajar
siswa akan semakin optimal.
Gintings (2008: 86) mengemukkan
bahwa “motivasi adalah sesuatu yang
menggerakkan atau mendorong siswa untuk
belajar atau menguasai materi pelajaran
yang sedang diikutinya”. Lebih lanjut
berdasarkan ciri-ciri
motivasi
yang
dikemukan oleh Sardiman (2007:83)
diketahui bahwa cirri-ciri motivasi seorang
peserta didik dapat terlihat dari kegiatan
proses pembelajaran yang dilalui oleh
siswa.
Berdasarkan observasi yang penulis
lakukan terlihat ketika proses pembelajaran
siswa masih sering keluar masuk kelas.
Perhatian siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran juga terlihat masih kurang,
yang terlihat siswa yang mengobrol dengan
temannya ketika proses pembelajaran.
Ketertarikan siswa terhadap
materi
pembelajaran juga terihat kurang.
Faktor internal dari siswa yang
dapat mempengaruhi hasil belajar siswa,
yaitu konsep diri yang dimiliki oleh siswa.
Mudjiran
(2007:133)
mengemukakan
konsep diri adalah pendapat seseorang
tentang dirinya sendiri atau pemahaman
seseorang tentang dirinya sendiri baik
menyangkut kemampuan mental maupun
fisik, prestasi mental ataupun fisik ataupun
menyangkut segala sesuatu yang menjadi
miliknya yang bersifat material.
Remaja yang memiliki konsep diri
positif ia akan memiliki keyakinan akan
kemampuannya untuk mengatasi persoalan.
Sebagaimana dijelaskan D.E. Hamachek
dalam Rahmat (2012:104) menyebutkan
terdapat beberapa karakteristik orang yang
memiliki konsep diri positif. Salah satu
karakteristik tersebut adalah memiliki
keyakinan atas kemampuannya dalam
mengatasi masalah. Kepercayaan diri
seseorang remaja terhadap kemampuannya
dalam mengatasi juga berlaku dalam masa
proses pembelajaran. Sebagai seorang
pelajar siswa akan mengalami bermacammacam kesulitan dalam belajar. Namun,
apabila siswa tersebut mampu mengatasi
persoalan dalam proses pembelajaranya
maka akan memberi dampak positif
terhadap hasil belajar yang diperoleh.
Berdasarkan wawancara dengan 3
orang guru SMA N 9 yang mengajar mata
pelajaran IPS diperoleh informasi bahwa
kepercayaan diri siswa dalam membuat
tugas juga terlihat masih lemah, karena
cendrung percaya dengan hasil kemampuan
orang lain. Ketika mengerjakan tugas
sebagian siswa memilih hanya untuk
meniru atau meminta pertolongan pada
orang lain. Mereka merasa jawaban yang
mereka buat salah sehingga mereka lebih
memilih meniru atau mencontek tugas
temannya. Mereka cendrung melihat
dirinya tidak mampu dan menganggap
pelajaran yang mereka pelajari terlalu
susah, adanya motivasi dan minat belajar
yang kurang serta kurang berfikir secara
logis dalam belajar.
Kepercayaan diri timbul karena
konsep diri yang baik. Adanya kecemasan
siswa serta merasa tidak mampu untuk
mengikuti ujian dan beranggapan akan
memperoleh nilai rendah. Dengan anggapan
ini menunjukkan bahwa siswa tidak
memiliki konsep diri yang baik, mereka
tidak meyakini potensi yang mereka miliki.
Konsep diri merupakan aspek penting
dalam perkembangan potensi interpersonal
seseorang individu, termasuk perserta didik.
Mereka yang meraih prestasi bermodalkan
kompetensi interpersonal di dalam diri
mereka.
Berdasarkan
pengamatan
dan
observasi yang telah dilakukan serta dengan
melihat fenomena yang demikian, peneliti
ingin melihat seberapa besar lingkungan
sekolah dan konsep diri mempengaruhi
hasil belajar siswa. Sehingga penulis
tertarik untuk melakukan penelitian ini
mengenai
“Pengaruh
Metode
Pembelajaran,
Konsep
Diri,
dan
Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas XI SMA N 9 Padang“.
METODOLOGI PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah
deskriptif asosiatif. Penelitian deskriptif
adalah penelitian yang bertujuan untuk
mendeskripsikan atau menjelaskan suatu hal
seperti apa adanya. Sedangkan menurut
Arikunto (2002:239) penelitian asosiatif
adalah penelitian yang menguji ada tidaknya
hubungan atau pengaruh antara satu variabel
dengan variabel lainnya.
Penelitian dilakukan di SMA N 9
Berdasarkan hasil analisis deskriptif,
diperoleh
keterangan
tingkat
capaian
responden terhadap kuesioner penelitian
untuk masing-masing variabel.
Rata-rata skor jawaban responden untuk
variabel metode pembelajaran adalah 3,73
dengan tingkat capaian responden sebesar
74,54% dan masih termasuk kategori cukup
baik. Hal ini dapat dimaknai bahwa guru
SMA N 9 Padang yang mengajar di kelas XI
sudah menggunakan metode pembelajaran
dengan cukup baik.
Rata-rata skor jawaban responden untuk
variabel konsep diri siswa adalah 3,77 dengan
tingkat capaian responden sebesar 75,43%
dan termasuk kategori cukup baik. Hal ini
dapat dimaknai bahwa siswa kelas XI SMA N
9 Padang sudah memiliki konsep diri yang
cukup baik.
Rata-rata skor jawaban responden untuk
variabel motivasi belajar adalah 3,78 dengan
tingkat capaian responden sebesar 75,64%
dan masih termasuk kategori cukup baik. Hal
ini dapat dimaknai bahwa siswa kelas XI di
SMA N 9 Padang sudah menunjukkan
motivasi yang cukup baik dalam belajar pada
mata pelajaran Ekonomi.
Setelah dilakukan analisa deskriptif
kemudian dilakukan analisa induktif, untuk
mengetahui signifikansi pengaruh pengaruh
metode pembelajaran dan konsep diri
terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA
N 9 Padang, baik secara parsial atau simultan
pada substruktur I dan signifikansi pengaruh
metode pembelajaran, konsep diri, dan
motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa
kelas XI SMA N 9 Padang, baik secara parsial
atau simultan pada substruktur II. Uji
hipotesis yang digunakan adalah uji t dan uji
F. Sebelum dilakukan uji hipotesis terlebih
dahulu dilakukan aumsi klasik. Setelah semua
persyaratan
analisis
terpenuhi,
maka
dilanjutkan dengan uji hipotesisi.
Dari uji hipotesis menggunakan uji t
diketahui metode pembelajaran berpengaruh
positif dan signifikan terhadap motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi
kelas XI di SMA N 9 Padang. Hal ini
dikarenakan hasil analisa uji t pada analisis
jalur pertama diketahui t hitung sebesar 2,521
Nilai thitung signifikan secara statistik karena
nilai signifikansi (0,014) lebih kecil dari alpha
Padang yang beralamat di Pasar Baru,
Kota Pdang, Sumatera Barat. Waktu
penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun
2015. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah purposional random
sampling yaitu cara pengambilan sampel
dari
anggota
populasi
dengan
menggunakan
acak
tanpa
memperhatikan strata (tingkatan)
dalam anggota populasi tersebut
(Riduwan, 2006:58).
Penentuan besar sampelnya dengan
menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel
pada penelitai adalah sebanyak 77 orang
responden. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuesioner tertutup.
Kuesioner terdiri dari sejumlah pertanyaan
tertutup yang menggunakan skala likert
dengan 5 alternatif jawaban Item peryataan
disusun berdasarkan kisi-kisi dari variabel
metode pembelajaran, motivasi belajar,
konsep diri, dan hasil belajar.
Analisis data yang digunakan adalah
analisis deskriptif dan analisis induktif.
Analisis deskriptif bertujuan untuk melihat
kecendrungan penyebaran pada masingmasing indikator dan untuk melihat secara
umum penyebaran pada setiap variabel dalam
bentuk penyajian data kedalam tabel distribusi
frekuensi. Pada Substruktur 1 tujuan umum
dari analisis induktif adalah untuk mengetahui
signifikansi pengaruh metode pembelajaran
dan konsep diri terhadap motivasi belajar
siswa kelas XI SMA N 9 Padang, baik secara
parsial atau simultan. Pada Substruktur II
tujuan umum dari analisis induktif adalah
untuk mengetahui signifikansi pengaruh
metode pembelajaran, konsep diri, dan
motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa
kelas XI SMA N 9 Padang, baik secara parsial
atau simultan
(0,05). Artinya hipotesis nol (H01) dapat
ditolak dan hipotesis alternatif (Ha1) diterima
Konsep diri berpengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi belajar siswa
pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di
SMA N 9 Padang. Hal ini dikarenakan hasil
analisa uji t pada analisis jalur pertama
diketahui thitung sebesar 2,462 Nilai thitung
signifikan secara statistik karena nilai
signifikansi (0,016) lebih kecil dari alpha
(0,05). Artinya hipotesis nol (H02) dapat
ditolak dan hipotesis alternatif (Ha2) diterima.
Metode
pembelajaran berpengaruh
positif dan signifikan terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI
di SMA N 9 Padang. Hal ini dikarenakan
hasil analisa uji t pada analisis jalur kedua
diketahui thitung sebesar 2,295 Nilai thitung
signifikan secara statistik karena nilai
signifikansi (0,025) lebih kecil dari alpha
(0,05). Artinya hipotesis nol (H03) dapat
ditolak dan hipotesis alternatif (Ha3) diterima.
Konsep diri berpengaruh positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9
Padang. Hal ini dikarenakan hasil analisa uji t
pada analisis jalur keuda diketahui thitung
sebesar 2,229 Nilai thitung signifikan secara
statistik karena nilai signifikansi (0,029) lebih
kecil dari alpha (0,05). Artinya hipotesis nol
(H04) dapat ditolak dan hipotesis alternatif
(Ha4) diterima.
Motivasi berpengaruh positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9
Padang. Hal ini dikarenakan hasil analisa uji t
pada analisis jalur keuda diketahui thitung
sebesar 2,137 Nilai thitung signifikan secara
statistik karena nilai signifikansi (0,036) lebih
kecil dari alpha (0,05). Artinya hipotesis nol
(H05) dapat ditolak dan hipotesis alternatif
(Ha5) diterima
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis data yang telah
dibahas maka dapat diambil kesimpulan
bahwa Variabel metode pembelajaran
berpengaruh signifikan terhadap motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi
kelas XI di SMA N 9 Padang. Variabel
konsep diri berpengaruh signifikan terhadap
motivasi belajar siswa pada mata pelajaran
Ekonomi kelas XI di SMA N 9 Padang.
Variabel metode pembelajaran berpengaruh
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9
Padang. Variabel konsep diri berpengaruh
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi kelas XI di SMA N 9
Padang.
Variabel
motivasi
belajar
berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI
di SMA N 9 Padang.
Berkenaan
dengan
temuan
penelitian, maka penulis mengemukakan
beberapa saran yaitu: variabel metode
pembelajaran,
disarankan
menggunakan
metode
pembelajaran
yang
dapat
memudahkan guru menyajikan materi
pembelajaran.
Penggunaan
metode
pembelajaran juga dapat membantu guru
menggunkan bahasa yang mudah dipahami
siswa. Selanjutnya, metode pembelajaran
yang digunkan oleh guru sebaiknya dapat
menciptakan
suasana
belajar
yang
menyenangkan.
Variabel motivasi, guru disarankan
untuk mengarahkan dan mengajak siswa
mempelajari materi pelajaran sebelum
dijelaskan oleh guru dan. Guru juga harsu
mendorong siswanya untuk mau berusaha
meperbiki tugas-tugasnya yang salah
Variabel konsep diri, disarankan
guru mengajarkan kepada siswa cara
menerima kritikan dari teman atau orang lain.
Sebaliknya guru juga harus mengajarkan
bagaimana cara member kritikan yang baik
agar orang yang dikritik tidaj marah. Selain
itu, guru juga harus mendorong siswa agar
senantiasa mengurangi kebiasaan buruk yang
dapat merugikan diri sendiri.
Variabel hasil belajar, perolehan
hasil belajar siswa merupakan salah satu tolak
ukur keberhasilan siswa dan belajar dan
sekolah dalam mengelola proses pendidikan.
Oleh karena itu, guru harus menjelaskan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil
belajar kepada siswa
DAFTAR PUSTAKA
.
Ahmadi, Abu dan Prastya, Joko Tri. 2005.
Strategi Belajar Mengajar. Bandung:
CV. Pustaka Setia.
Arikunto,
Suharsimi.
2002.
Prosedur
Penelitian Pendekatan Suatu Praktek.
Jakarta : Rineka Cipta.
Gintings, Abdorrakhman. 2008. Esensi
Praktis Belajar dan Pembelajaran.
Bandung: Humaniora.
Mudjiran dkk. (2007). Perkembangan Peserta
Didik “Bahan Pembelajaran Untuk
Tenaga
Kependidikan
Sekolah
Menengah”. Padang. UNP Press
Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmat,
Jalaluddin.
2012.
Psikologi
Komunikasi.
Bandung:
Remaja
Rosdakarya.
Riduwan. 2006. Belajar Mudah Penelitian
untuk Guru Karyawan dan Peneliti
Pemula. Bandung: Alfabeta.
Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi
Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada.
Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan
dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Download