peranan banquet sebagai pendukung pelayanan food and - USU-IR

advertisement
PERANAN BANQUET SEBAGAI PENDUKUNG PELAYANAN
FOOD AND BEVERAGE SERVICE DI HOTEL ASEAN MEDAN
KERTAS KARYA
OLEH
EFIM HANDY KARO KARO
092204052
092204052
PROGRAM STUDI D-III PARIWISATA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2012
Universitas Sumatera Utara
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa, dimana atas
kasih setiaNya penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini. Kertas karya ini dibuat
untuk melengkapi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan dari Diploma III
Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Kertas karya ini disusun berdasarkan praktek kerja lapangan yang penulis lakukan di
Hotel Asean Medan serta sumber lain yang mendukung, kertas karya ini berjudul
“Peranan Banquet Sebaga Pendukung PelayananFood And Beverage Service
di Hotel Asean Medan”
Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak pihak yang mendukung
dalam menyelesaikan kertas karya ini, antara lain:
1. Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A. selaku dekan Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Sumatera Utara
2. Ibu Arwina Sufika, SE., M.Si selaku ketua Program Studi D.III Pariwisata
Universitas Sumatera Utara
3. Bapak Rizky Hadi Nasution S.E selaku dosen pembimbing dalam penulisan
kertas karya ini.
4. Bapak Drs. Marzani Manday . MSPD selaku dosen pembimbing akademik
penulis, dan dosen pembaca dalam penulisan kertas karya ini
5. Bapak Muadi Suratmo selagi Kordinator Praktek Bidang Keahlian Perhotelan
Fakultas Ilmu Budaya Sumatera Utara
6. Bapak dan Ibu seluruh staf pengajar di Program Studi Pariwisata Universitas
Sumatera Utara
7. Orang tua kandung penulis Markus Karo Karo, Mitaida Simbolon dan Joy
Yakin Karo Karo
Universitas Sumatera Utara
8. Saudara kandung penulis Agnes Nastiti Karo Karo dan Dies Dminika Karo
Karo
9. Seluruh staff dan karyawan Hotel Asean Medan, terimakasih atas ilmu yang
telah diajarkan selama saya melaksanakan PKL
10. Kepada Ngalemisa Pinem terimakasih telah mendukung Penulis.
11. Kepada teman teman di Pariwisata Perhotelan Universitas Sumatera Utara.
Tak ada kata lain yang penulis dapat ucapkan selain ucapan terimakasih banyak,
dan penulis berdoa semoga kalian semua senantiasa dilindungi Tuhan Yesus kristus
sebagai Juruslamat kita semua. Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Medan, April 2013
Efim Handi karo Karo
Universitas Sumatera Utara
LEMBAR PERSETUJUAN
PERANAN BANQUET SEBAGAI PENDUKUNG PELAYANAN
FOOD AND BEVERAGE SERVICE DI HOTEL ASEAN MEDAN
OLEH
EFIM HANDI KARO KARO
092204059
Dosen Pembimbing,
Dosen Pembaca,
Rizky Hadi Nasution S.E
DRS. Marzaini Manday, MSPD
NIP.19570322 198602 1 002
Universitas Sumatera Utara
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Kertas Karya
: Peranaan Banquet Sebagai Pendukung
Pelayanan Food and Beverage Service di
Hotel Asean Medan
OLEH
: EFIM HANDI KARO KARO
NIM
: 092204059
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Dekan,
Dr. Syahron Lubis, M.A.
NIP. 19511013 197603 1 001
PROGRAM STUDI D-111 PARIWISATA
Ketua,
Arwina Sufika S.E., M.Si.
NIP. 19640821 199802 2 001
Universitas Sumatera Utara
ABSTRAKSI
Suatu hotel akan dinilai masyarakat ataupun tamu yang berkunjung dari fasilitas yang
dimiliki oleh hotel tersebut. Salah satu fasilitas yang sering dinilai oleh tamu hotel
adalah Banquet yang dimiliki hotel tersebut. Dalam bisnis hotel istilah banquet
digunakan untuk suatu kegiatan operasional dari suatu pesta khusus yang telah
direncanakan sebelumnya, dan kegiatan ini umumnya terpisah dari kegiatan makan
dan minum yang terdapat di restoran dan bar yang juga terdapat di hotel. Dalam
penulisan kertas karya ini saya membahas mengenai banquet dengan mangangkat
judul “Peranan Banquet Sebaga Pendukung PelayananFood And Beverage
Service di Hotel Asean Medan” yang menjelaskan secara rinci mengenai peranaan
banquet dalam pelayanan F & B service, uraian kegiatan banquet, masalah masalah
yang di hadapi oleh banquet section ketika beroprasional dan upaya peningkatan
pelayanan banquet, karena banquet juga merupakan salah satu sumber pendapatan
hotel.
Key Words : Food and Beverage Service, Banquet
Universitas Sumatera Utara
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Alasan Pemilihan Judul
Jika berbicara mengenai perhotelan selalu berkaitan dengan makanan dan
minuman ( Food and beverage). Selain menginap tamu juga memerlukan makanan
dan minuman dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya.
Dalam pelayanannya di hotel food and beverage department secara umum
dapat dibagi menjadi dua yaitu, food and beverage product dan food and beverage
service. Food and beverage product bertugas untuk mengelola makanan dan
minuman sedangkan food and beverage service bertugas untuk menjual dan
menyajikan makanan yang telah siap dikelola oleh bagian product. Food and
beverage service di hotel umumnya di bagi menjadi beberapa section lagi, salah
satunya adalah banquet section.
Dalam bisnis hotel istilah banquet digunakan untuk suatu kegiatan
operasional dari suatu pesta khusus yang telah direncanakan sebelumnya, dan
kegiatan ini umumnya terpisah dari kegiatan makan dan minum yang terdapat di
restoran dan bar yang juga terdapat di hotel.
Banquet service biasanya mencakup preset menu dengan penataan ruangan
yang mendukung. Sebagai contoh, bila menu yang dipesan berupa sup, salad,
hidangan utama, hidangan penutup dan kopi, penataan tempatnya harus mencakup
sendok garpu, sendok sup, sendok tambahan untuk hidangan utama ditambah dengan
pisau untuk steak, jika diperlukan pisau mentega, perlengkapan untuk hidangan
penutup, sendok teh untuk kopi. Sebagai tambahan dalam mempersiapkan penataan
desain masing masing tempat, meja juga harus dipersiapkan untuk menu termasuk
Universitas Sumatera Utara
perlengkapannya dan semuanya harus siap sebelum para tamu mulai duduk. Melihat
etiket pelayanan yang ketat ini dengan tidak menyajikan makanan atau kudapan dapat
dimodifikasi bila waktu mendesak atau bila banquet yang diadakan bersifat tidak
formal. Bila seorang pramusaji lupa menyajikan mentega selama pelaksanaan jamuan
a la carte di ruang makan akan mengakibatkan beberapa hal tertunda, tetapi hal ini
tidak akan merusak secara total. Namun bila seorang pramusaji lupa menyediakan
mentega selama jamuan banquet untuk 400 orang maka penundaan dapat merusak
banquet karena semua tamu dilayani serempak.
Dalam pelayanan tamu di hotel banquet memiliki peranan yang penting,
karena melayani tamu dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang bersamaan dan
peraturan pelayanan ( rules of service ) masih tetap berlaku sebagaimana dalam
pelayanan a la carte, hanya saja pramusaji jarang terlibat percakapan dengan para
tamu. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik membahas mengenai ruang lingkup
banquet dan peranan banquet di dalam suatu hotel. Oleh karena itu saya mengangkat
judul “ Peranan Banquet sebagai Pendukung Pelayanan Food and Beverage
Service di hotel Asean Medan” dalam penulisan kertas karya ini.
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk membandingkan teori yang penulis peroleh selama mengikuti
perkuliahan dengan kenyataan selama melaksanakan praktek kerja lapangan
(PKL) di hotel Asean Medan.
2. Untuk menggambarkan fungsi dan peranan banquet pada suatu hotel
3. Sebagai bahan referensi di Universitas Sumatera Utara, Fakultas Ilmu Budaya,
Diploma III Pariwisata Perhotelan.
Universitas Sumatera Utara
4. Sebagai salah satu syarat kelulusan dari Universitas Sumatera Utara, Fakultas
Ilmu Budaya, Diploma IIII Pariwisata Perhotelan.
1.3 Batasan Masalah
Banquet service ( Pelayanan jamuan )
adalah bentuk pelayanan yang
dilakukan secara serentak, yang mana semua tamu dilayani pada waktu yang sama.
Semua peralatan, menu, minuman anggur dan lain sebagainya harus di jadwalkan
dengan hati hati sebelum acara yang sebenarnya.
Dalam penulisan kertas karya ini penulis membuat batasan masalah agar
penulisan kertas karya ini lebih terarah dan pembaca lebih mudah memahami maksud
yang ingin diuraikan penulis. Penulis menitikberatkan permasalahan pada peranan
banquet pada sebuah hotel, keuntungan dan kerugian dari adanya suatu banquet di
hotel dan tugas dan tanggung jawab banquet.
1.4 Metode Penulisan
Metode adalah rangkaian langkah yang dilakukan seseorang untuk melakukan
suatu pekerjaan tertentu dengan menggunakan logika sehingga diperoleh hasil yang
efektif dan efisien. Dalam penulisan kertas karya ini penulis menggunakan dua
metode/ cara yaitu:
1 Penelitian Lapangan ( Field research)
Dalam penulisan kertas karya ini, saya melakukan penelitian lapangan yaitu di
Hotel Asean Medan yaitu dengan memperhatikan cara kerja karyawan di bagian
banquet dan mempraktekkan sendiri. Hal ini penulis lakukan selama 4 bulan di Hotel
Asean Medan.
Universitas Sumatera Utara
2. Penelitian kepustakaan ( Library research)
Untuk mendapatkan data penulis juga melakukan penelitian kepustakaan yaitu
dengan mendatangi langsung perpustakaan umum dan perpustakaan daerah. Selain itu
penulis juga mendapatkan data dari buku, koran koran dan artikel yang berhubungan
dengan kertas karya ini.
1.5 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan kertas karya ini dilakukan dengan sistem bab. Setiap bab
dalam kertas karya ini menguraikan tentang masalah dalam kertas karya ini dan
penyelesaiannya. Adapun sistematika penulisan kertas karya ini adalah :
Bab I
: Pendahuluan
Dalam bab ini memaparkan mangenai alasan pemilihan judul,
Tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
Bab II
: Uraian teoritis
Dalam bab ini memaparkan mengenai Ruang lngkup kegiatan
food and beverage service, pengertian banquet, peralatan dan
perlengkapan bangquet, struktur organsasi banquet, bentuk
jamuan dalam banquet service, dan pengertian pelayanan
Bab III
: Tinjauan Umum Perusahaan
Memaparkan mengenai sejarah berdirinya hotel Asean Medan,
klasifikasi hotel, fasilitas yang dimiliki hotel dan struktur
organisasi hotel.
Bab IV
: Peranan banquet sebagai pendukung pelayanan food and
beverage di Hotel Asean Medan.
Universitas Sumatera Utara
Memaparkan mengenai, uraian pelayanan banquet, dan
peranan banquet sebagai pendukung pelayanan food and
beverage di Hotel Asean Medan, upaya peningkatan pelayanan
banquet dan masalah yang di hadapi banquet section dan
upaya penyelesaiannya.
Bab V
: Penutup
Di dalam bab ini membahas mengenai kesimpulan dan saran
dari penulisan kertas karya ini.
DAFTAR PUSTAKA
Universitas Sumatera Utara
BAB II
URAIAN TEORITIS
2.1 Ruang Lingkup Kegiatan Food and Beverage Service
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa food and beverage yang
terdapat di hotel dapat dibagi dua yaitu food and beverage product dan food and
beverage service. Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai ruang lingkup food
and beverage service karena banquet yang merupakan bahan kajian dalam penulisan
kertas karya ini merupakan salah satu seksi atau bagian dari food and beverage
service.
Menjual dan menyajikan makanan adalah tugas utama dari food and beverage
service, kegiatan yang lazim disebut dengan tata hidangan ini juga menuntut unsur
keterampilan yang sangat tinggi dari seluruh unsur pelaksanaannya. Pada bagian
penyajian jasa boga harus memperhatikan aspek aspek penting seperti pramusaji, tata
cara penyajian, area pelayanan dan perlengkapan serta pelayanannya, antara lain:
a. Pramusaji harus memahami personal hygiene
b. Pramusaji harus dalam keadaan bersih, sehat serta terampil dalam
melaksanakan penyajiannya sesuai standart yang telah ditetapkan.
c. Makanan panas harus disajikan dalam keadaan panas dan makanan dingin
harus disajikan dalam keadaan dingin
d. Membawa dan menyajikan dalam keadaan benar dan menjaga makanan agar
tidak terkontaminasi
Universitas Sumatera Utara
e. Hindari membawa makanan dari daerah atau area yang kotor yang dapat
menyebabkan makanan terkontaminasi oleh bakteri.
Selain itu harus juga diketahui area kerja food and beverage service. Berikut adalah
area kerja food and beverage service di hotel.
1. Restaurant/ restoran
Semakin besar hotel yang dioperasikan maka semakin banyak pula unit atau
restoran yang diperlukan. Demikian pula type dan jenisnya akan semakin bervariasi
juga. Dengan demikian apapun jenis atau bentuk restoran yang dioperasionalkan
tersebut, seperti coffee shop, grill restaurant, formal restaurant, typical restaurant
dan lainnya. Dalam penyajian makanannya harus tetap mematuhi aturan aturan
pelayanan ( rules of service) yang telah ditetapkan.
Restoran yang terdapat dihotel biasanya dibuka untuk tamu yang berasal dari
hotel ataupun dari luar hotel, baik untuk breakfast ( sarapan pagi) , lunch ( makan
siang), dan dinner ( makan malam). Tipe dari restoran menentukan jenis pekerjaan
yang akan dilakukan oleh pramusaji, meskipun ada perbedaan
perbedaan dari
pekerjaan tersebut namun pada dasarnya hampir semua restoran mempunyai dasar
yang sama. Pekerjaan tersebut secara umum seperti, membersihkan meja, mengatur
set up, membuat stock sauce yang digunakan, memberi salam kepada tamu yang baru
masuk dan memberikan pelayanan, memberikan suggestion ( menawarkan menu
yang ada ), menerangkan menu yang ada, menulis pesanan tamu dan memberikan
pelayanan lainnya. Pekerjaan yang memerlukan efisiensi yang harus dilakukan
selama bekerja mulai dari menyambut tamu, melayani tamu hingga tamu
meninggalkan restoran. Dan merupakan tanggung jawab bagian ini untuk selalu
memperhatikan kebersihan meja makan, set up meja makan, disamping itu
diharapkan memelihara standart service yang telah ditetapkan, standard makanan dan
minuman yang dihidangkan sehingga menjaga citra dari restoran ataupun hotel
tersebut.
Universitas Sumatera Utara
2. Bar
Bar adalah tempat menyedakan atau menyajikan minuman yang beralkohol
dan yang tidak beralkohol. Disamping itu bar juga digunakan tamu untuk berkumpul
santai dan bersosialisasi dengan tamu lain yang terdapat dihotel. Selain itu bar juga
merupakan tempat untuk mendapatkan informasi oleh karena itu seorang petugas bar
( bartender ) harus mempunyai pengetahuan yang luas tidak saja cara cara pelayanan
atau cara cara membuat minuman tetapi dituntut juga memiliki pengetahuan lain
diluar pengetahuan tersebut. Bar dapat dibuka dari pagi hari hingga malam hari hal
ini disebabkan karena orang yang minum tidak mengenal waktu. Namun ada pula
hotel yang membuka bar hanya dari sore hingga larut malam. Sesuai dengan
kebijakan perusahaan dimana bar tersebut berada.
3. Room service
Fungsi room service di dalam food and beverage department adalah
menyajikan makanan dan minuman kedalam kamar kamar. Bagian ini dipimpin oleh
room service manager dan dibantu oleh head waiter. Untuk fungsi head waiter sama
seperti organisasi di restoran di room service disebut order taker. Seorang order taker
harus menguasai bahasa asing yang baik dan juga menu yang terdapat di menu room
service, dan tidak kalah penting adalah didalam hubungannya dengan tamu yaitu
menerima atau menjawab telepon masuk.
Penyajian makanan di room service adalah semua makanan disajikan pada
saat yang sama, sedangkan di restoran makanan disajikan berdasarkan urutan menu.
Oleh karena itu seorang pramusaji yang bertugas di room service harus selalu
memeriksa apakah peralatan yang dibawa sewaktu mengirim makanan ke kamar tamu
sudah lengkap dan sesuai dengan menu pesanan tamu. Di room service semua
Universitas Sumatera Utara
makanan disajikan diatas baki dan troley dan kesibukan di bagian ini umumnya
terjadi di pagi hari
Agar kelihatan menarik , ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengatur
penyajian makanan di troley, antara lain:
1. Semua peralatan seperti sendok, garpu, teko harus diletakkan sejajar antara
satu dengan yang lainnya dan membentuk 45 derajat dengan baki.
2. Makanan panas dan makanan dingin diletakkan berjauhan agar makanan
tersebut tidak saling mempengaruhi.
3. Mulut teko harus menghadap keluar baki sehingga tidak membahayakan
sewaktu membawanya ke kamar tamu.
4. Baki diberi alat yang bersih.
4. Banquet
Kegiatan operasional suatu banquet di hotel mencakup semua acara khusus
dan biasanya dilakukan di ruangan khusus pula. Misalnya pesta perkawinan,
konvensi, pesta coktail atau pesta pesta lain yang bersifat penting.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kegiatan operasional suatu
banquet yaitu mengadakan suatu pesta oleh sebab itu agar pesta atau acara tersebut
terlaksana dengan lancar maka seluruh petugas banquet harus mengetahui dengan
baik semua hal yang dibutuhkan oleh acara tersebut. Misalnya ruangan yang akan
digunakan harus dipersiapkan dengan baik serta tata letak meja dan bentuk meja yang
akan dipakai terlebih dahulu dibicarakan dengan tamu yang menyelenggarakan acara,
jumlah tamu yang datang, menu dan spesifikasi lainnya.
Universitas Sumatera Utara
2.2 Pengertian Banquet
Sebelum kita menguraikan lebih jauh tentang Banquet, maka perlu dijelaskan
terlebih dahulu pengertian atau defenisinya. Banquet merupakan
outlet Food &
Beverage departemen yang bertugas untuk menangani segala macam kegiatan pesta
atau jamuan makan yang diselenggarakan di hotel, baik itu diselenggarakan oleh
pihak hotel itu sendiri maupun oleh suatu panitia atau pihak lain yang membuat
pesanan dihotel tersebut
Menurut Pendapat Sukardi (1981), “Banquet adalah pelayanan khusus suatu
jamuan atau suatu cara dimana pelayanan tersebut berbeda atau terpisah dengan
pelayanan yang ada di restoran, coffee shop atau grill room”.
Berdasarkan Kamus Pariwisata dan Perhotelan, pengertian banquet adalah
suatu resepsi mewah yang diadakan di ruangan khusus dari hotel, dengan
menyediakan makanan mewah dan juga fasilitas lainnya.
Menurut Marsum
(2001:298), menyebutkan, “Banqueting adalah suatu
istilah yang dipergunakan untuk meliputi kegiatan pelayanan dari upacara- upacara
spesial didalam sebuah perusahaan pelayanan makan yang berpisah dari pelayanan
makan yang terdapat diberbagai restoran pada umumnya dan di Grill Room, dimana
hidangan panggang- panggangan disajikan juga dalam ruang istirahat yang lazim
disebut Longue. Banqueting adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk meliputi
kegiatan pelayanan banquet.
Universitas Sumatera Utara
Struktur Organisasi banquet
Pelayanan Banquet dalam melaksanakan kegiatannya dipimpin oleh seorang
Banquet Manager yang membawahi Assistant Banquet Manager, Secretary, Banquet
Head Waiter, Assistant Banquet Head Waiter, Supervisor, Banquet Waiter dan
Banquet Bush boy.
Berikut ini merupakan penjelasan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing
jabatan, yakni :
1. Banquet Manager
a. Bertanggung jawab atas banquet section yang dipimpinnya.
b. Mengkoordinir seluruh staf yang berada di bawahnya serta memberikan pembinaan
secara rutin agar pelayanan di banquet selalu memuaskan tamu.
c. Bertanggung jawab terhadap Food & Beverage Manager setiap ada penanganan
acara banquet.
d. Harus menjalin hubungan dengan Public Relation Manager, Sales Manager, Chief
Engeenering, Sous Chef, Chief Security, juga Executive House Keeper.
e. Melaksanakan tugas-tugas administrasi
f. Memeriksa kesiapan tugas Head Waiter di Operasional juga kesiapan bagian lain,
seperti Kitchen, Steward, House Keeping, Engeenering, juga Bar dan Waiter yang
bertugas saat jam operasional maupun jam off shift.
g. Harus memperhatikan dan mendengarkan keluhan-keluhan tamu serta segera
menyelesaikan masalah dari setiap solusi yang ada.
h. Mengawasi operasional banquet sampai selesai.
2. Assistant Banquet Manager
Pada dasarnya tugas dan tanggung jawab Assistant Banquet Manager dalam
sehari-harinya juga membantu Banquet Manager apabila berhalangan datang, serta
memberikan briefing dan pengawasan selama berlangsungnya acara acara penting di
department banquet tersebut.
Universitas Sumatera Utara
3. Secretary
a. Membuat tugas-tugas dari Banquet Manager dalam menangani pemasukan dan
melakukan pembalasan surat.
b. Membuat laporan-laporan yang masuk, baik dari hasil rapat maupun laporan yang
berasal dari pihak luar, termasuk pengaduan-pengaduan dan saran-saran dari tamu
yang ada.
c. Selain itu bertugas sebagai perantara sebelum bertemu dengan Banquet Manager,
terutama yang menggunakan telepon.
4. Banquet Head Waiter
a. Bertanggung jawab mengenai keadaan yang terjadi pada operating Banquet.
b. Mengkoordinir para waiter dan daily worker.
c. Membuat “time schedule” juga pembagian tugas sesuai dengan jabatan masing
masing.
d. Menggambarkan susunan ruangan, susunan meja kursi, meja buffet, mengontrol
dekorasi serta menyiapkan kartu menu dan nama-nama untuk dipasang dimeja.
e. Mengontrol semua persiapan sebelum peralatan tersebut dipasang di meja.
f. Memimpin briefing rutin sebelum acara dimulai.
g. Menyambut tamu yang datang sebelum menyerahkan lebih lanjut kepada Captain
Waiter.
h. Membuat laporan harian (daily log report)
i. Membuat serta mengajukan anggaran untuk menambah sarana penunjang atau
peralatan-peralatan yang harus diganti.
j. Menampung semua keluhan tamu untuk disampaikan kepada Banquet Manager
bila berhalangan hadir.
k. Melaporkan hasil kegiatan kepada Banquet Manager tentang hal-hal yang
dianggap pincang di dalam operasi kerja
Universitas Sumatera Utara
5. Assistant Banquet Head Manager
Fungsi serta tanggung jawab dari assistant Banquet Head Waiter yaitu membantu
segala kegiatan Head Waiter, juga menggantikan posisi bila Head Waiter
berhalangan hadir. Disamping menangani apa saja yang berkaitan dengan
pembayaran-pembayaran bill dan mengeceknya kembali. Di akhir tugasnya membuat
laporan tentang pemasukan catatan khusus yang terjadi selama operation
berlangsung.
6. Banquet Supervisor
a. Mengkoordinir segala kegiatan, mulai menyiapkan kebutuhan function sampai
pelayanan kepada tamu.
b. Selain itu bekerja sama dengan bagian kitchen, bar ataupun bagian-bagian yang
lain demi terciptanya suasana kerja yang baik.
c. Menangani segala keluhan dari tamu atau permintaan yang di butuhkan tamu, juga
mengecek segala peralatan yang ada.
d. Serta membantu waiter jika ada yang mengalami kesulitan.
7. Banquet Waiter
a. Melaksanakan tugas yang telah di instruksikan oleh Head Waiter.
b. Menata meja dengan lay out plan (rencana dari bentuk susunan ruangan) yang
dikehendaki oleh pihak penyelenggara event.
c. Menyiapkan dan menata semua peralatan yang dibutuhkan untuk keperluan event
nantinya, mulai dari table cloth, skirting, melipat napkin, cutleries, ashtray, gelas dan
lain sebagainya yang harus dipakai dan di siapkan di atas meja.
d. Membuat tea atau coffee dengan jumlah yang di kehendaki tamu.
e. Menyiapkan air es serta menuangkan kedalam gelas sebelum tamu duduk dan
menyalakan lilin.
f. Menyiapkan makanan yang dibawa dari dapur yang telah disiapkan Cook atau
Bush-Boy untuk dihidangkan kepada tamu.
Universitas Sumatera Utara
g. Mengirim peralatan yang kotor dan mengirimkannya ke bagian laundry.
h. Mengumpulkan linen-linen yang kotor dan mengirimkannya ke bagian laundry
untuk dibersihkan.
i. Mengatur ruangan kembali dengan sempurna setelah tamu meninggalkan ruangan.
2.3 Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan Banquet
Secara umum peralatan-peralatan yang dipergunakan untuk operasional
Banquet dapat di golongkan menjadi 5 bagian besar yaitu :
1. Glassware
Glassware merupakan peralatan untuk penyajian minuman dan pada
umumnya dipergunakan untuk minum. Meskipun ada juga beberapa macam gelas
untuk tempat makanan seperti : ice cream, fruit cocktail, dan sebagainya. Secara
keseluruhan jenis gelas dapat dibedakan menjadi 2 macam, yakni gelas yang berkaki
dan gelas yang tidak berkaki.
Berikut ini adalah jenis-jenis gelas yang biasa dipergunakan pada banquet
operation dan kegunaannya :
a. Water Goblet, gelas yang dipergunakan untuk penyajian air minum, sebagai
pengiring makan. Jenis gelas ini umumnya berkaki.
b. Fruit Cocktail Glass, gelas yang dipergunakan untuk penyajian makanan penutup
seperti : ice cream.
c, Beer Glass, gelas yang dipergunakan untuk penyajian minuman beer dan
sejenisnya seperti : Stout, Ale, dan Porter
Universitas Sumatera Utara
2. Cutlery
Cutlery adalah alat makan dan minuman yang berfungsi memindahkan
sesuatu makanan atau minuman dari piring atau dari gelas ke mulut. Alat ini ada yang
terbuat dari perak yang disebut Silverware, sedangkan alat yang terbuat dari keramik
disebut Chinaware, namun pada umumnya Cutlery ini terbuat dari Stainless steel.
Berikut ini adalah jenis-jenis Cutlery yang biasa dipergunakan pada Banquet Section
dan kegunaannya :
a. Dinner Fork, yaitu garpu yang digunakan untuk penyajian makanan utama/ pokok
(main Course)
b. Dessert Fork, yaitu garpu yang dipergunakan untuk penyajian makanan penutup
(Dessert)
c. Fish Fork, yaitu garpu besar untuk penyajian jenis makanan ikan.
d. Serving Fork, yaitu garpu besar untuk penyajian lauk.
e. Dinner Spoon, yaitu sendok yang digunakan untuk makanan pokok
f. Dessert Spoon, yaitu sendok yang digunakan untuk penyajian makanan penutup
(Dessert)
g. Tea / coffee Spoon, yaitu sendok untuk mengaduk teh atau kopi.
h. Fruit Spoon, yaitu sendok untuk makanan pembuka atau penutup yang berkuah.
i. Cake Tong, yaitu berupa penjepit untuk memindahkan tart / kue dari tempat kue ke
piring (B&B plate).
Berikut gambar cutlery yang digunakan di banquet:
Universitas Sumatera Utara
3. Chinaware
Chinaware disebut juga Eatenware, yaitu barang-barang pecah belah.
Umumnya dipergunakan sebagai tempat makan atau minum. Biasanya pada
umumnya terdapat pada bagian pinggir yang dibuat dengan motif kembang, ada juga
yang polos dengan pinggiran emas, biru, kuning, hitam, serta warna menarik lainnya.
Berikut ini adalah jenis-jenis Chinaware yang biasanya dipergunakan pada
Banquet Operation dan kegunaanya :
a. Bread & Butter Plate, piring ceper berdiameter sekitar 16 cm, untuk penyajian roti,
kue dan mentega.
b. Dessert plate, yakni piring ceper dengan diameter 20 cm, gunanya untuk penyajian
makanan pembuka dan penutup.
c. Dinner Plate, yakni piring ceper dengan diameter 26 cm, gunanya untuk tempat
penyajian main course dengan makanan pengiringnya (accompagniment).
d. Soup Plate, yakni piring cekung dengan diameter 26 cm juga, yang digunakan
dalam penyajian soup atau main dish juga makanan yang berkuah lainnya.
Universitas Sumatera Utara
e. Tea Cup & Soucer, yaitu cangkir dan piringnya khusus untuk penyajian minum
kopi.
f. Salad Bowl, mangkok salad untuk menghidangkan salad dalam porsi yang besar,
seperti Egg Fiorentina, Chicken Casareol dan lain-lain.
4. Miscellaneous (Peralatan Penyajian Lainnya)
Berikut ini adalah jenis-jenis Miscellaneous yang biasanya dipergunakan pada
Banquet Operation dan kegunaannya :
a. Flower Vase, tempat bunga untuk menghias meja
b. Asthray, asbak tempat abu rokok
c. Water Pitcher, semacam teko dari gelas atau stainless steel untuk tempat air
minum, umumnya air es.
Universitas Sumatera Utara
d. Tray, baki yang dipergunakan untuk membawa makanan dan minuman. Bentuknya
ada yang oval, bulat, dan persegi.
e. Creamer, yakni teko kecil untuk tempat susu kental
f. Tea pot, yakni teko yang memakai tutup, tetapi memiliki saringan untuk penyajian
kopi.
g. Chaffing Dish / Chaffer, yakni pemanas yang menjaga makanan tetap dengan
tempatnya langsung di atas Rechaud.
5. Linen & Stationary
Linen adalah peralatan yang dipergunakan untuk memperindah, merapikan
meja, membersihkan mulut, dan sebagainya. Sedangkan Stationary adalah peralatan
tulis-menulis yang dipergunakan pada waktu seminar.
Berikut ini Linen & Stationary yang biasa dipergunakan pada banquet
Operation
dan kegunaannya :
a. Table Cloth, yaitu taplak meja untuk menutupi agar kelihatan rapi.
b. Napkin, yakni serbet untuk membersihkan mulut tamu setelah selesai makan.
c. Skirting, yaitu kain untuk menutup bagian samping kaki meja
Universitas Sumatera Utara
d. Overhead Projector, alat untuk memproyeksikan tulisan ke papan tulis.
e. Spidol, yakni alat tulis seperti ballpoint yang besar untuk menulis di white
board
f. White Board, papan tulis besar segi empat untuk menulis makalah. Biasanya pihak
penyelenggara (tamu) yang mengadakan seminar atau konfrensi di hotel tidak hanya
memesan makanan dan minuman saja, akan tetapi juga memerlukan peralatan dan
perlengkapan untuk tujuan tersebut. Untuk itu pihak hotel harus menyediakan
fasilitas tersebut.
Perlengkapan Banquet
Fasilitas perlengkapan dan peralatan yang ada umumnya digunakan dalam
ruangan pertemuan (Banquet Hall) dapat di kelompokkan menjadi :
1. Furniture & Meubelair :
a. Perlengkapan meja dalam berbagai bentuk (Round Table & Long Table)
b. Kursi (chair), beserta cover chair
c. Podium
d. Platform
e. Portable Stage
f. Catwalk
2. Perlengkapan Audiovisual :
a. Overhead projector
b. Slide projector
c. Movie projector
d. Portable screen yaitu layar yang dapat di pindah- pindahkan
e. Light pointer
3. Sound System :
a. Sound System
b. Standing mickrophone
Universitas Sumatera Utara
-. Table mick ( pengeras suara yang terdapat di meja)
- Wireless
4. Lighting Equipment :( perlengkapan penerangan)
a. Stage lighting set ( Setting pencahayaan pentas)
b. Follow spotlight
5. Perlengkapan Sidang :
a. Paper board & Marker ( Papan tulis kertas dan spidol)
b. Stationaries & Table Accessories
6. Perlengkapan Dekorasi :
a. Pot planted( tanaman)
b. Linen & Table Skirting
c. Styrofoam, banners, poster, spanduk
d. Wording
e. Macam-macam alat perekat, seperti : paku payung, tang dan sebagainya
2.4 Bentuk Jamuan Banquet di Hotel
Bentuk jamuan banquet yang pembagiannya didasarkan pada :
a. Jamuan formal (jamuan resmi)
1. Jamuan makan resmi dapat dibagi:
Jamuan makan resmi (Formal Meal / yang bersifat profesional. Contohnya :
Jamuan resmi untuk acara :
- Makan siang,
- Konperensi, baik yang bersifat nasional maupun bersifat internasional, seminarseminar, pendidikan dan latihan.
- pertemuan dan rapat organisasi, lembaga dan semacamnya
- pameran, seperti pameran lukisan, pahat, buku, dagang dan lain- lainnya.
2. Pameran makan resmi kenegaraan yaitu upacara resmi kenegaraan.
Universitas Sumatera Utara
b. Jamuan Non Formal
jamuan non formal contohnya adalah sebagai berikut :
a. Resepsi pernikahan
b. Coktail party
c. Buffet minum teh
d. Upacara ulang tahun
e. Pesta dansa dan sebagainya.
c. Sit down dinner
Jamuan ini menyediakan makanan lengkap serta minuman. Untuk pesta yang ekslusif
disediakan anggur untuk setiap jenis makanan. Tamu duduk di kursi menghadap meja
makan dengan bentuk yang bermacam-macam. Pelayanan disesuaikan dengan menu
dan tujuan jamuannya, seperti American Service, Russian service maupun French
Service.
d. Buffet Party
Jamuan ini tamu duduk di kursi dan menghadap meja makan, namun hidangan
dipajangkan di atas meja Buffet. Tamu akan mengambil makanan sendiri
Universitas Sumatera Utara
2.5 Pengertian Pelayanan
Menurut Kotler pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yanga dapat
ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud
dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
Sedangkan Gronroos menyatakan bahwa pelayanan merupakan proses yang
terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasa (namun tidak harus selalu)
terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan, jasa dan sumber daya, fisik
atau barang, dan sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah
pelanggan.
Sementara itu, menurut Lovelock, Petterson & Walker dalam Tjiptono
(2005) mengemukakan perspektif pelayanan sebagai sebuah sistem, dimana setiap
bisnis jasa dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri atas dua komponen utama:
(1) operasi jasa; dan (2) penyampaian jasa.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa
pelayanan merupakan suatu bentuk sistem, prosedur atau metode tertentu diberikan
kepada orang lain, dalam hal ini, kebutuhan pelanggan tersebut dapat terpenuhi sesuai
dengan harapan dan keinginan pelanggan dengan tingkat persepsi mereka.
Ada beberapa jenis pelayanan yang selalu di pakai dalam praktisi makan dan minum
di hotel di seluruh dunia yaitu :
- Table service ( American service, Russian service, French service dan English
service
- Tray service
- Buffet service
Universitas Sumatera Utara
Berikut ini akan dijelaskan secara rinci uraian dari jenis pelayanan tersebut.
1.
Table Service
Jenis pelayanan Table service dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a. American Service ( sistem pelayanan Amerika )
ini sistem paling praktis diantara sistem yang ada, terutama jika dilihat dari
kecepatan
pelayanan
dan
jumlah
pramusaji
yang
relatif
sedikit.
American service lebih cocok diterapkan di restoran yang pelanggannya kaum
business man. Mereka datang kerestoran untuk makan dalam waktu yang relatif
terbatas dan mereka cenderung memilih tempat yang mampu memberikan pelayanan
yang lebih cepat, misalnya coffee shop.Hidangan yang biasa disajikan dengan
pelayanan sistem Amerika ini adalah hamburger, fried chicken, hot dog dan
sebagainya.
b. Russian Service
Di Eropa, Russian service termasuk jenis pelayanan jamuan makan untuk high
class. Di amerika Russian Service sering disalah artikan dengan sebutan french
service padahal kedua jenis ini berbeda sistemnya.
Ciri khas Russian service adalah:
-
sebelum hidangan dibawa oleh pramusaji ketika masih berada di dapur
makanan tersebut dipotong potong terlebih dahulu sesuai porsi kemudian
ditata dipiring dari perak dan dihias agar lebih menarik.
-
Peralatan makan yang digunakan kebanyakan dari perak dan bahan yang
mahal dan mewah
Universitas Sumatera Utara
-
Pramusaji di russian service adalah pramusaji pilihan yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman
perihal russian service agar mampu
melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar.
c. French Service
Dalam pelayanan french service semua jenis hidangan disiapkan dan
disajikan secara demonstratif di depan pelanggannya oleh dua orang pramusaji dan
beberapa petugas khusus yang melayani makanan dan minuman. Meskipun masing
masing mempunyai tugas sendiri mereka ini merupakan tim yang saling membantu
satu sama lain, mereka biasanya terdiri dari pramusaji senior (chef de rang) yang
dibantu oleh pramusaji junior (commis de rang) dan pramusaji khusus yang melayani
wine ( sommelier). Bagi orang eropa terutama prancis minuman beralkohol sangat
penting untuk mengiringi suatu hidangan, lebih lebih saat jamuan makanan resmi
setiap tahapan selalu diiringi oleh minuman.
Restoran high class ala Prancis memiliki satu atau beberapa petugas yang khusus
melayani beberapa kebutuhan minum para pelanggannya khususnya wine dan
champange. Pekerjaan memasak, mengatur dan menyajikan makanan dilakukan
didepan tamu/pemesan hidangan dengan menggunakan kereta dorong ( guerdion)
berdesign lengkap dengan peralatannya.
d. English Service
English service lebih dikenal dengan istilah family service karena lebih
mencerminkan suasana kekeluargaan.english service diterapkan pada jamuan makan
di pesta pesta keluarga atau kelompok yang orang orangnya akrab satu sam lain.
English service memiliki sistem yang khas antara lain hidangan yang telah disiapkan
dibagikan oleh tuan rumah kepada tamu atau tamu tetap duduk dan mengambil
Universitas Sumatera Utara
sendiri hidangan yang telah diestafetkan mulai dari tamu yang berada disebelah kanan
tuan rumah dan seterusnya searah jarum jam dan terakhir tuan rumah sendiri.
2.
Tray Service
Tipe ini hampir sama dengan american service, bedanya tamu tidak dilayani di
restouran tetapi dikamar mereka masing masing ( room service ), seperti di hotel,
rumah sakit, asrama atau pesawat terbang. Makanan dibawa ke tempat tamu dengan
tray/ nampan atau gueridon. Makanan panas/ dingin harus tetap dihidangkan panas/
dingin dan dihidangkan langsung dengan menggunakan nampan/ tray.
3.
Buffet Service/ Self Service
yang dimaksud dengan buffet service adalah tamu yang melayani diri sendiri dengan
mengambil hidangan dari counter ( meja ) yang sudah di tata dengan baik dan
menarik. Buffet service antar lain tergantung pada:
-
Ukuran dan bentuk ruangan
-
Jumlah tamu, misalnya untuk setiap 75 orang disediakan satu buffet
-
Waktu yang disediakan untuk menyantap hidangan
-
Atas permintaan panitia, bila ini suatu banquet fungtion seperti memisahkan
antara tamu VIP dengan tamu bukan VIP.
-
Peralatan yang tersedia.
Jenis buffet
-
a continuental basis ( tidak ada pilihan selain buffet)
-
a spesial occasion basis ( buffet diadakan pada acara tertentu saja seperti
lunch/ dinnerbuffet, Sunday buffet dsb.
Universitas Sumatera Utara
-
A combination of table service and buffet style tidak semua makanan tersedia
di meja buffet dan makanan yang tidak tersedia akan dilayani oleh pramusaji.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menangani buffet antara lain:
-
Biaya buffet secara keseluruhan kadang kadang tinggi
-
Peralatan yang diperlukan kadang mahal
-
Karpet sering menjadi masalah karena tertumpah makanan dan cepat kotor
-
Konsistensi dalam pelayanan harus tetap dijaga agar buffet tetap penuh/ terisi.
-
Mudah untuk di clear up
-
Sanitasi dan hygiene buffet tetap terjaga
-
Selalu menjaga makanan yang harus dimakan panas tetap panas dan makanan
dingin tetap dingin.
-
Dekorasi buffet yang baik, apik dan menarik.
Universitas Sumatera Utara
BAB III
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Sejarah Berdirinya Hotel Asean Internasional
Hotel Asean Internasional adalah salah satu hotel berbintang empat (****) di
kota Medan. Dengan berdirinya hotel ini bertambah akomodasi yang terdapat di kota
Medan Sumatera Utara.
Nama Best Western Asean berasal dari sebuah nama restoran, yaitu Asean
Seafood Restorant. Namun mengingat perkembangan pariwisata di Sumatera Utara
sudah sangat berkembang maka pihak Best Western Asean menyatakan bahwa lokasi
ini cocok dibangun hotel bertaraf internasional.
Pada tahun 1990 pihak Best Western Asean mengajukan surat permohonan
izin sementara kepada Dirjen Pariwisata di Jakarta. Dan pada tanggal 28 Mei 1990
Dirjen Pariwisata mengeluarkan surat izin No. Kep. 05/ISUH//V/ DIR/ DO, yang
berlaku selama 3 tahun sebagai awal pembangunan hotel ini, serta di dukung oleh
Gubernur KDH tingkat 1 sumatera utara dengan izin prinsip untuk membangun hotel
berbintang 3 di jalan Glugur bay pas No.5 Medan yang tertuang dalam surat
keputusan 556.2/23/24 tertanggal 4 september 1991.
Pada tanggal 28 september 1995 diresmikan secara kolektif oleh presiden RI
dengan predikat bintang 4 ( ****). Maka hotel Western Asean melaksanakan soft
opening dengan nama Best Western Hotel Asean Internasional yang berlokasi di hotel
Tiara Medan.
Universitas Sumatera Utara
Hotel Best Western Hotel Asean Internasional Medan terletak di jantung kota
Medan, tepatnya di jalan Haji Adam Malik No.5 yang sebelumnya dikenal dengan
nama jalan Glugur bay pas.
Dilihat dari lokasi, arsitektur maupun interiornya Best Western Asean di
klasifikasikan ke busineess hotel. Berdiri diatas tanah seluas 4.040m
dengan
ketinggian 8 lantai dan jumlah kamar sebanyak 192 dan di tambah dengan fasilitas
fasilitas pendukung lainnya yang merupakan bangunan termegah di daerah tersebut
dan merupakan daerah yang strategis sebagai salah satu daya tarik bagi business
maupun wisatawan mancanegara karena letak hotel ini mudah untuk mendapatkan
transportasi ke kawasan industri medan dan angkutan laut belawan.
Di awal operasional dengan taraf soft opening secara bertahap pembangunannya.
Jumlah kamar yang dijual sebanyak 78 kamar hingga saat ini telah menjual kamar
sebanyak 192 kamar. Dengan rincian sebagai berikut:
1. Superior room
: 169 kamar
2. Deluxe room
: 10 kamar
3. Family room
: 10 Kamar
4. One bed room suite
: 3 Kamar
Namun pihak Best Western Hotel Asean Internasional berencana akan menambah
jumlah kamar, dengan rincian sebagai berikut:
•
Superior room
: 175 Kamar
•
Executive room
: 31 Kamar
•
Deluxe room
: 10 Kamar
•
One bed room suite
: 10 Kamar
Universitas Sumatera Utara
•
Executive room
: 2 Kamar
•
Regency room
: 1 buah yang memiliki 2 kamar
Sehingga jumlah keseluruhan 230 dengan jumlah tempat tidur 395 tempat tidur.
3.2 Klasifikasi Hotel
Yang dimaksud dengan Klasifikasi hotel adalah suatu sistem pengelompokan
hotel hotel kedalam berbagai kelas atau tingkatan tingkatan berdasarkan ukuran
penilaian tertentu.
Berdasarkan penilaian tersebut hotel di Indonesia dapat di golongkan atas:
•
Hotel Berbintang ( *)
berdasarkan bintang hotel Indonesia dapat di kategorikan dari hotel bintang 1
sampai hotel bintang 5
•
Hotel Non Bintang ( melati)
Berdasarkan penilaian diatas hotel Best Western Hotel Asean Internasional
merupakan salah satu hotel berklasifikasi hotel berbintang 4 ( ****) yang ada di kota
medan setelah Hotel Danau Toba Internasionan, Hotel Tiara medan, Hotel Polonia
Medan, Hotel Soechi. Dimana sertifikat penggolongan hotel tersebut dipasang pada
bagian kantor depan Front office sehingga mudah dilihat oleh tamu.
Berikut pengklasifikasian Hotel Asean Internasional berdasarkan beberapa hal:
a. Ditinjau Berdasarkan Sistem Penerapan Kamar ( Plan )
Berdasarkan sistem penerapan kamar Best Western Hotel Asean Internasional
Medan merupakan sistem American Plan yaitu harga kamar sudah termasuk biaya
makan. Namun untuk saat ini terjadi perubahan
sistem penerapan kamar yaitu
Universitas Sumatera Utara
menjadi Continental plan yaitu sistem penjualan kamar dengan breakfast atau
sarapan pagi.
b. Berdasarkan Jumlah Kamar ( Type of size)
Berdasarkan jumlah kamar Best Western Hotel Asean Internasional memiliki 192
kamar dan akan bertambah lagi menjadi 230 kamar. Jadi Best Western Hotel Asean
Internasional termasuk kedalam above average hotel.
c. Ditinjau dari Lamanya Tamu yang Menginap di Hotel ( lenght of stay)
Lama tamu menginap di Best Western Hotel Asean Internasional ( Lenght of
Stay) adalah rata rata 2 sampai 3 hari. Ditinjau dari lama tamu yang menginap Best
Western Hotel Asean Internasional digolongkan sebagai trausieut hotel atau tourist
hotel .
d. Berdasarkan Lokasi
Jika ditinjau dari lokasi Best Western Hotel Asean Internasional termasuk
kedalam kategory city hotel karena letaknya berada di tengah kota.
3.3 Fasilitas yang dimiliki Hotel
Adapun fasilitas fasilitas yang dimiliki oleh Best Western Hotel Asean Internasional
adalah sebagai berikut:
a. Fasililitas Kamar
Best Western Hotel Asean Internasional memiliki beberapa jenis kamar yang
mana harga dan fasilitasnya juga berbeda beda untuk masing masing kamar, jenis
kamar yang dimiliki dibagi kedalam 4 type yaitu:
Universitas Sumatera Utara
•
Untuk type Superior Room
jumlah kamar Superior room adalah sebanyak 169 kamar yang siap dijual, fasilitas
fasilitas yang dimiliki oleh kamar superior adalah sebagai berikut:
1. Doble bed/ twin bed
2. Telephone operator
3. Telephone IDD
4. Video program/ TV dengan Parabola dan radio
5. AC ( air Conditioner)
6. Bathup shower
7. Sanitary sipkin
8. Tissue, tooth brush
9. Shower cup
10. Towel
11. Korek api and ashtray
12. Kertas surat dan amplop
13. Coofee table and arm chairs
14. Lamp desk
15. Hot and cold water
16. Carpet
17. Water jug
Universitas Sumatera Utara
18. Tea or coffee table
19. Lagguage rack
20. Rubbish basket
21. Peralatan ibadah
22. Mini bar
23. Dress miror, dresser chair and dresser table
24. Vase flower
4. Untuk type kamar Deluxe
Tersedia 10 kamar yang siap untuk dijual, fasilitas yang dimiliki oleh kamar ini
hampir sama dengan kamar type superior hanya ada sedikit penambahan yaitu:
•
Bidet
•
Hair dryer
•
Water coffee urn
•
Write table
5. Untuk type kamar Family
Tersedia 10 kamar yang siap dijual, dan fasilitas yang dimiliki oleh kamar ini
hampir sama dengan type deluxe hanya saja kamar ini tersdia extra bed yang
disediakan oleh pihak hotel dan pemakaiannya tidak dikenakan biaya tambahan oleh
karena itu kamar ini disebut kamar type family. Dikamar ini juga terdapat connecting
door yang menghubungkan dengan kamar sebelahnya.
Universitas Sumatera Utara
6. Untuk type kamar suite
Terdapat 3 kamar yang siap dijual, dan perbedaan kamar ini dengan kamar jenis
atau type lainnya adalah terdapat penambahan fasilitas sebagai berikut ini:
-
Living room
-
2 buah TV
-
Megazine
-
Newspaper
-
Fruit basket
2. Anggrek Coffee House
Terletak pada lantai dasar dengan luas 275 m², terdiri dari 30 meja dan 124
kursi. Menyajikan menu Internasional dengan tipe pelayanan cepat buka selama 24
jam. Menu andalan di Anggrek Coffee House ini adalah sup buntut dan Chicken Rice
3. Royal Palace Chinese Restourant
Terletak dilantai dasar dan menghadap ke jalan Waringin. Suasana di restourant
ini sangat tenang, dapat menikmati makan siang atau makan malam bersama keluarga
dengan kapasitas 150 kursi dan dapat juga digunakan Untuk wedding party. Buka
dari pukul 11.00 – 15.00 WIB dan pada malam hari buka pukul 18.00 – 22. 00.
5. Lobby Lounge
Buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai 01.00 WIB terdapat dilantai
dasar seberang lobby. Anda dapat bersantai menikmati minuman kesenangan anda
beserta musik yang di tawarkan
Universitas Sumatera Utara
6. Rainbow karoke
Tempat bersenang senang dan menyalurkan bakat serta sambil berkumpul bersama
teman teman dan menikmati minuman.
7. Room service
Merupakan pelayanan hotel yang memungkinkan para tamu untuk makan di
kamar tanpa harus pergi ke restoran. Tamu dapat memesan makanan melalui telepon
ke room service office, dibuka selama 24 jam
8. Perkantoran
Terletak di lantai dasar, bersebelahan dengan coffee house. Ada 6 ruangan yang
dipergunakan
untuk segala macam kegiatan bisnis dengan ukuran 26,78 m² .
dellengkapi dengan telepon dan air central conditioner. Dapat disewakan untuk
usaha atau bisnis yang sangat cocok di kalangan executive karena letaknya sangat
strategis.
9. Businees center
Ruangan ini terletak dilantai dasar bersebelahan dengan
perkantoran. Dapat
membantu tamu tamu yang ingin menggunakan facsimile, surat menyurat serta
fasilitas internet yang dilayani oleh seorang sekretaris yang berpengalaman .
10. Swimming pool
Dapat digunakan untuk dewasa dan anak anak dengan kedalaman 1 meter dan 2
meter terletak di lantai 1 dengan luas keseluruhan 305 m².
11. Function room ( Crystal room)
Terletak di lantai 1 dengan luas keseluruhan 256 m² yang dapat dipergunakan
untuk rapat dan disediakan menurut kebutuhan yang digunakan serta di perlukan.
Universitas Sumatera Utara
Ruangan ini dapat dibagi menjadi 4 bagian dengan partisi setiap ruangan 8 x 10
meter : berbentuk U shape dapat menampung 20 – 30 orang dan jika digunakan
bentuk teater secara keseluruhan dapat menampung 240 orang.
12. Fitnees center ( Sauna and Jacuzzy )
Menikmati fasilitas kebugaran di ruang aerobic dengan peralatan lengkap untuk
fitness. Serta mendapatkan fasilitas lain yang dilengkapi dengan sauna. Sistem
layanan pemijatan di hotel menawarkan berbagai macam threatment kepada tamu.
Layanan ini dapat bersifat preventif dan kuratif dan juga Jacuzzy guna menanggulangi
rasa stress melalui panduan dari pemandu spesial bertaraf Internasional yang terlatih.
13. Foyer function ( Royal Room)
Ruangan ini bersebelahan dengan crystal room dengan luas kira kira 220 m².
Dapat digunakan untuk arisan, cocktail dan acara resmi lainnya. Dapt menampung 30
orang.
14. Basement
Dilantai paling bawah dapat menampung 60 buah kendaraan roda empat dan
100 buah kendaraan roda dua. Untuk parkir pintu masuk melalui jalan Haji Adam
Malik dan keluar melalui jalan Waringin.
15. Massage
Massage ( volvo) terdapat di basement dan dapat dinikmati fasilitasnya oleh tamu.
Layanan ini juga menyediakan berbagai macam threatment. Para petugas ahli dapat
membantu mengembalikan kesegaran otot.
Universitas Sumatera Utara
3.4 Struktur Organisasi Hotel
Sebagaimana berdirinya sebuah usaha berbentuk komersil, Best Western Hotel
Asean Internasional juga dikelola berdasarkan struktur organisasi yang pada
umumnya meliputi pengelompokan bidang kerja antara atasan dengan bawahannya.
Secara umum pengelompokan kerja di Best Western Asean dapat dikelompokkan
menjadi dua bagian yaitu:
1. Front of the house yaitu: bidang kerja atau kegiatan yang berhubungan
langsung dengan tamu di hotel
2. Back of the house bidang kerja atau kegiatan yang tidak berhubungan
langsung dengan tamu.
Untuk lebih jelasnya bidang kerja yang terdapat di Best Western Hotel Asean
Internasional adalah sebagai berikut:
•
Personalia
•
Marketing department
•
Front office department
•
Housekeeping department
•
Food and beverage department
•
Engineering department
•
Accounting department
•
Purchasing. Dan
•
Security
Universitas Sumatera Utara
BAB IV
PERANAN BANQUET SEBAGAI FAKTOR PENDUKUNG PELAYANAN
FOOD AND BEVERAGE SERVICE DI HOTEL ASEAN MEDAN
4.1 Peyelenggaraan Pelayanan Banquet di Hotel Asean Medan
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa banquet bertugas untuk
menangani segala macam kegiatan pesta atau jamuan makan yang diselenggarakan di
hotel, baik itu diselenggarakan oleh pihak hotel itu sendiri maupun oleh suatu panitia
atau pihak lain yang membuat pesanan dihotel tersebut, jadi penyelenggarannya harus
direncanakan terlebih dahulu. Berikut adalah uraian penyelenggaraan pelayanan
banquet di hotel Asean Medan.
a. Penerimaan Pesanan
Penyelenggaraan banquet harus dipersiapkan dengan baik, sebab menyangkut
reputasi hotel itu sendiri, oleh sebab itu perundingan antara pihak pemesanan/
sponsor dengan pihak hotel / Banquet Manager harus jelas, sehingga pada saat
pelaksanaannya nanti akan sukses dan berjalan lancar.
Dalam perundingan mengenai pemesanan banquet (Banquet Booking), ada
beberapa hal yang harus disetujui bersama oleh pihak hotel dan pemesanan antara
lain :
1. Type of Function
2. Day/Date/Time (Hari, tanggal, waktu dari penyelenggaraan Banquet)
3. Name of Clientale (Nama Pemesan/ Sponsor)
4. Number of Participant (Jumlah Peserta Pesta)
5. Menu Requested (Jenis Menu yang Diminta)
6. Price per Person/ Portion ( harga makanan per orang/ porsi)
Universitas Sumatera Utara
7. Table Plan
8. Speechess (Pengaturan Pidato)
9. Beverage included or excluded
10. Flower Arrangement
11. Type of Service ( type service yang di inginkan)
Jika kedua belah pihak saling berkoordinasi dalam penyelengaraan banquet
tersebut, makan akan muncul function statement yang ditandatangani kedua belah
pihak.
b. Penerbitan Function Bulletin
Setelah kedua belah pihak menandatangani function statement, maka Banquet
Departement mengeluarkan Function Bulletin, yaitu form yang digunakan untuk
memberikan informasi keseluruhan bagian hotel yang terkait dengan pelaksanaan
function yang bersangkutan. Form ini dibuat beberapa rangkap sesuai bagian yang
berkepentingan dalam persiapan Banquet.
c . Persiapan
1.
Persiapan Ruangan
Dalam hal ini adalah menata ruangan untuk jamuan berdasarkan floor plan
dan seating arrangement. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan
pertimbangan dalam menata ruangan antara lain :
1. Kesesuaian tata letak perlengkapan dengan bentuk ruangan, pintu kedatangan atau
pintu masuk, pintu pelayanan, stage, bar, dan sebagainya.
2. Arah pandang tamu, misalnya ke arah meja Guest of Honour atau ke arah stage jika
di pentas diselenggarakan acara-acara.
3. Alur lintas tamu untuk mengambil makanan jika di dalam pesta tersebut
dilaksanakan sistem swalayan (self service)
4. Kesesuaian tata letak dengan sifat dan bentuk jamuan, jika jamuan tersebut bersifat
Universitas Sumatera Utara
resmi atau formal dinner, maka disamping ruangan utama (dinning room)
dipersiapkan pula suatu ruangan khusus bagi acara social hour atau pre-dinner drink.
Disediakan pula perlengkapan khusus seperti snack display table, bar dan beberapa
meja service tempat tamu meletakkan piring-piring dan gelas yang sudah selesai
digunakan.
5. Kesesuaian bahan dan bentuk furnitures atau meubelair, terutama meja dan kursi
yang relevan dengan tema atau sifat jamuan. Meja untuk acara seperti meja makan,
meja buffet, meja pelayanan, pada umumnya mempunyai bentuk yang bermacammacam seperti bentuk oblong, serpentine, trapezoid, oval, round, half-round, dan
quarter round. Karena akan digabungkan satu sama lain maka lebar dan tinggi meja
harus sama. Semakin banyak variasi bentuk permukaan yang dimiliki, maka
penggabungannya semakin leluasa untuk dilakukan. Penggabungan meja tersebut
akan menghasilkan susunan meja dalam bentuk dan model yang diinginkan.
Bentuk-bentuk susunan meja pada umumnya adalah sebagai berikut:
a. Comb-shape
Bentuk pengaturan meja model sisir.
b. School-shape
Bentuk pengaturan meja model diruang kelas sekolah, disebut juga classroom-shape,
cocok untuk ceramah, lokakarya, seminar, dll.
c. U-shape
Susunan meja dengan bentuk huruf U. Cocok untuk pertemuan dengan jumlah
peserta yang tidak terlalu banyak.
d. T-shape
Susunan meja dengan bentuk huruf T. Juga sesuai untuk rapat-rapat dengan jumlah
peserta terbatas.
e. O-shape
Sususan meja mengambil bentuk huruf O atau persegi empat. Disebut juga bentuk
square-shape, pada bagian tengah dibuat taman berbentuk mini.
Universitas Sumatera Utara
f. Half moon-shape
Susunan meja dalam bentuk setengah lingkaran.
g. Theatre-shape
Susunan kursi tanpa meja, seperti susunan kursi di dalam gedung bioskop.
Selain itu penataan meja ( table setting) juga merupakan halyang sangat erat
kaitannya dengan tata atur dan tata ruang jamuan, pelaksanaan table setting antara
lain, pemasangan table setting, skirting, buffee display, melengkapi meja dengan
table accesioris, seperti ashtray, nomor meja, lampu meja, condiment, vas bunga
beserta bunganya, nama tamu yang telah diketahui sebelumnya dan duduk di masing
masing kursinya set up meja secara elaborate cover karena menu sudah diketahui
sebelumnya.
2. Persiapan Beverage Service
Persiapan bahan dan pengolahan makanan oleh kitchen berdasarkan
komposisi menu yang disepakati oleh Banquet Departement, meminta bahan dari
store departement atau permintaan pembelian kepada bagian purchasing.
Persiapan minuman oleh bagian bar service meliputi portable bar, chasseur,
alcoholic beverage, bumbu-bumbu, dan sebagainya berdasarkan jenis dan jumlah
minuman yang diminta.
Universitas Sumatera Utara
e . Pelaksanaan Banquet
Pelaksanaan banquet meliputi pelayanan yang sudah disepakati oleh panitia
dan pihak hotel (Banquet), misalnya American Service, Russian Service, French
Service, atau salah satu dari Typical Service. Jumlah tenaga kerja yang ditempatkan,
baik untuk pramusaji maupun untuk bartender (pramutama), bila tenaga banquet tidak
mencukupi dapat digunakan tenaga casual, yaitu tenaga temporer yang mampu
melaksanakan tugas banquet tersebut.
4.2 Peranan Banquet sebagai Pendukung Pelayanan Food and Beverage Service
Pelayanan banquet di zaman sekarang ini sudah mulai dikenal dan
pelaksanaannya mempunyai pengaruh yang besar bagi sebuah hotel, apalagi hotel
yang bertaraf internasional dengan fasilitas banquet yang begitu memadai.
Berdasarkan ruang lingkup kegiatannya dapat disimpulkan bahwa banquet
memiliki peranan penting tidak hanya bagi food and beverage service tetapi juga
terhadap hotel dimana banquet tersebut berada.adapun perananya adalah sebagai
berikut:
1. Merupakan Sumber Pendapatan Hotel
Tujuan utama dari suatu hotel adalah memperoleh keuntungan semaksimal
mungkin. Penghasilan yang diperoleh hotel yaitu melalui produk yang dijual atau
dipakai oleh tamu selama tamu tersebut berada di hotel. Namun hasil tersebut apabila
tidak ditunjang dengan sistem operasional yang baik dapat merugikan hotel
tersebut.pendapatan hotel pada umumnya diperoleh dari sewa kamar, sewa ruangan,
penjualan makanan dan minuman, laundry ,business dan lainnya. Dalam hal ini
banquet memiliki peranan mangelola dua pendapatan hotel yaitu dari sewa ruangan
yang dipakai tamu dalam melaksanakan acara, kemudian dari penjualan makanan dan
minuman yang diperlukan tamu selama acara tersebut berlangsung.
Universitas Sumatera Utara
2. Meningkatkan Reputasi Hotel
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membangun reputasi hotel yaitu bisa
dengan membangun bangunan yang luas dengan fasilitas yang lengkap, tetpai hal
yang sulit adalah membangun citra hotel dari pelayanan yang baik dan berkualitas,
padahal jika reputasi hotel dapat dikembangkan melalui pelayanan maka keuntungan
lebih besar akan lebih medah diraih. Permasalahannya adalah tidak ada ditetapkan
standart baku pelayanan. Penilaian baik buruknya pelayanan dinilai dari kepuasan
tamu atau harapan pelanggan. Jadi dapat dibayangkan seberapa besar kerugian hotel
jika tamu yang dilayani oleh banquet merasa tidak puas dengan pelayanan banquet,
karena tamu yang dilayani oleh banquet pada umumnya berjumlah puluhan, ratusan
bahkan ribuan. Oleh karena itu pelayanan banquet itu sangat berpengaruh terhadap
citra hotel dimana banquet tersebut berada.
3. Menambah Kepuasan Tamu dari Segi Pelayanan
Jaminan kualitas pelayanan yang disajikan harus menjadi kebijakan food and
beverage management di suatu hotel, karena pelayanan yang memuaskan harus
menjadi gambaran mutu hotel tersebut serta dapat meningkatkan citra hotel. Setiap
tamu cenderung meminta pelayanan khusus menurut persepsi masing masing, bila
terjadi kesalahan dalam pelayanan maka akan menimbulkan keluhan yang mengarah
kepada perusahaan tersebut. Oleh karena itu food and beverage department harus
paham mengenai pelayanan guna menghindari pelayanan yang tidak sempurna jauh
sebelumnya.
Karena banquet adalah salah satu dari bagian food and beverage department maka
bagian banquet juga wajib mengetahui pelayanan dengan baik. Karena banquet juga
memiliki peranan dalam menambah kepuasan tamu dari segi pelayanan yang
diberikan kepada tamu.
Dalam pelayanannya banquet dapat melayani tamu dalam jumlah yang
banyak dalam waktu yang bersamaan, jadi dapat dilihat bahwa banquet merupakan
salah satu sumber pendapatan hotel yang cukup berpengaruh. Selain itu banquet juga
Universitas Sumatera Utara
merupakan salah satu fasilitas yang dinilai oleh tamu yang berkunjung ataupun yang
mengadakan event atau acara di hotel. Semakin besar ballroom yang dimiliki oleh
hotel tersebut maka citra hotel tersebut semakin baik dimata tamu. Hotel asean sendiri
memiliki dua function room yaitu Royal room dan Chrystal room
Banquet tidak hanya mempengaruhi pendapatan F & B Departement,
presentase biaya makanan (Food Cost Presentage) banquet service lebih rendah
karena mudah dihitung terlebih dahulu, dan sisa dari kelebihan produksi berjumlah
minim.
4.3 Upaya Peningkatan Pelayanan Banquet Section
Meskipun sejauh ini telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu,
namun tamu di hotel asean selalu berupaya meningkatkan pelayanan kepada tamu.
Karena banquet section sadar bahwa pelayanan adalah salah satu hal penting yang
harus diperhatikan. Berikut adalah upaya yang dilakukan banquet section hotel best
western hotel asean medan.
1. Peningkatan Mutu Pelayanan
Pelayanan kepada tamu merupakan jalur terakhir dalam menjual produk yang
memegang peranan penting. Kesalahan ataupun kelambatan pelayanan dapat
menyebabkan tamu kurang puas ataupun sama sekali tidak puas dengan pelayanan
yang diberikan. Upaya itu dilaksanakan untuk mengacu kepada konsep bahwa
pelayanan dengan berbagai tehnik yang berlaku sebenarnya mempunyai hal yang
mendasar yaitu tepat dan tepat. kebutuhan tamu yang bervariasi kemungkinan tidak
dapat terpenuhi semuanya, namun produk yang dijual harus ditawarkan. Pelayanan
ini juga tidak terlepas dari unsur pengetahuan, sikap dan kepribadian manusia yang
sesuai dengan bidangnya. Ini adalah pelayanan yang harus dipatuhi oleh semua
departemen yang ada di hotel termasuk juga didalamnya banquet section.
Universitas Sumatera Utara
2. Produk yang Bermutu
Produk yang bervariasi memerlukan penanganan pelayanan yang ahli. Produk
yang dikembangkan dengan konsep bahwa produk yang dijual harus laku dan
menguntungkan. Perhitungan yang matang mengenai biaya dan harga jualnya
merupakan salah satu dasar pengembangan disamping jenisnya, yang dinikmati tamu
merupakan unsur lain yang sangat membantu unsur pengembangan produk tersebut.
3. Kebersihan dan Kelengkapan Peralatan
Kebersihan dan kelengkapan peralatan merupakan salah satu faktor penentu
tamu menyewa dan memakai gedung yang hotel tawarkan kepada tamu. Tersedianya
perlengkapan dan perlengkapan dalam jumlah yang memadai akan sangat menunjang
kelancaran suatu acara di hotel tersebut. Disamping itu mutu dan penampilan dari
peralatan tersebut harus diperhatikan karena peralatan tersebut akan dilihat dan
digunakan oleh tamu. Dan ini juga merupakan salah satu pembentuk citra hotel.
4. Suasana yang Menyenangkan
Suasana yang menyenangkan dimaksud disini adalah bukan hanya dilihat dari
lokasi serta bentuk fisik dari bangunan tersebut, tetapi juga suasana lingkungan
daripada petugasnya yaitu sikap dan tingkah laku karyawan. Kesan pertama bagi
siapa saja yang memasuki sebuah hotel merupakan faktor yang sangat penting bagi
hotel tersebut. Dengan terciptanya suasana agar dapat mengikat sebuah lingkungan
yang menyenangkan berarti menghargai tamu dan menjadi perhatian utama. Lokasi
serta kondisi fisik termasuk sarana, alat alat dan perlengkapannya bahkan halaman
serta pertamanan dan sarana tempat parkir yang ada dikawasan hotel itupun menjadi
unsur penentu dalam pembentukan pandangan masyarakat terhadap hotel tersebut.
Universitas Sumatera Utara
Penataan ruangan yang nyaman akan membuat tamu merasa nyaman dan
merasa pantas dengan harga yang dibayarkan kepada hotel. Penataan ruangan juga
perlu diadakan perubahan letak agar tidak membosankan. Ruangan yang mudah
dirubah disesuaikan dengan keperluan sesuai dengan keperluan acara tersebut. Dan
untuk letak makanan dan minuman harus ada kaitannya antara warna ruangan dengan
makanan yang disajikan. Hal ini merupakan suatu bentuk dan budaya yang
dipertunjukkan, baik dari arti sebenarnya dalam seni dalam bentuk penyajiannya.
5. Sistem Pengawasan Kerja yang Baik
Dalam mengawasi operasional di bagian food and beverage, banquet manager
memiliki peranan penting dan harsus senantiasa melakukan pengawasan secara
langsung dilapangan pada saat operasional. Hal ini dimaksud untuk melihat kendala
kendala yang terjadi yang dapat mengganggu jalannya operasional.
Adapun hal hal yang harus diperhatikan oleh banquet manajer adalah:
1. Memeriksa jumlah kursi, meja serta tambahan kursi dan meja dan
menyesuaikannya dengan jumlah tamu yang telah disetujui sebelumnya.
2. Memeriksa ketersedian jumlah piring, gelas, sendok dan cutleries lainnya dan
meyesuaikannya dengan menu yang telah dipilih tamu.
3. Memeriksa makanan dan minuman yang disajikan serta ketersediaan stock
makanan di kitchen.
4. Memeriksa pentas, microphone, sounds dan lainnya yang mendukung
berjalannya acara tersebut.
5. Memastikan semuanya sudah siap sebelum tamu datang ke hotel
6. Memeriksa kesiapan karyawan yang akan melayani tamu tersebut.
7. Menyambut tamu VIP yang menyelenggarakan acara di hotel tersebut.
Universitas Sumatera Utara
Selain itu banquet manajer juga harus melakukan pendekatan pendekatan
secara persuasif dalam mengatasi berbagai masalah yang dialami oleh pramusaji yang
mengganggu produktifitas kerja. Pembinaan persuasif ini juga dilakukan dengan
tujuan agar tercapainya keharmonisan hubungan kerja antara satu karyawan dengan
karyawan lainnya serta dengan atasannya.
4.4 Masalah yang dihadapi oleh banquet section ketika beroperasional dan
upaya penyelesaiannya.
Dalam operasionalnya banquet section di Hotel Asean Medan mengalami
beberapa masalah dalam melayani tamu. Adapun permasalahan yang umumya timbul
adalah:
1. Tambahan Jumlah Peserta/ Tamu ( Cover )
Yang dimaksud dengan tambahan cover disini adalah ketika melayani
tamu ada beberapa hal yang diluar perkiraan si penyelenggara acara dan
hotel
misalnya kurangnya makanan dan equipment yang akan digunakan untuk menyajikan
makanan tersebut, jika kekurangan makanan maka pihak hotel akan menanyakan
kepada panitia penyelenggara apakah makanan tersebut perlu di tambah atau tidak,
jika ya maka pihak banquet manager dan pihak marketing akan menanyakan kepada
pihak dapur apakah jenis menu yang dihidangkan pada acara tersebut dapat disiapkan
dalam waktu singkat atau tidak dan jika tidak menyarankan menu pengganti yang
sesuai untuk acara tersebut dan harga dari makanan tersebut kemudian di konfirmasi
kepada panitia acara jenis menu yang di ganti dan rincian dari harga makanan
tersebut
Universitas Sumatera Utara
2. Electricity
Ini adalah kendala yang sering dialami oleh banquet seperti kerusakan
pada ac ( air conditioner) microphone, baterai dan lainnya. Kerusakan pada ac
umumnya terjadi karena ada beberapa tamu yang merokok diruangan tersebut
sehingga terjadi kerusakan dan menyebabkan sirkulasi udara di ruangan tersebut tidak
baik. Untuk mengentisipasi hal ini umumnya pihak hotel melibatkan pihak
engineering. Pihak engineering stand by di ball room tersebut sehingga ketika terjadi
kerusakan dapat dengan cepat diatasi dan jika tidak bisa di perbaiki pihak hotel
menyiediakan standing ac dan kipas angin sehingga tetap merasa nyaman ketika
mengikuti acara tersebut.
3. Jalur in/out ( Keluar / masuk ) tamu
Dalam hal ini yang menjadi kendala adalah ketika acara selesai, tamu di
banquet akan mengantri di depan lift sehingga mengganggu kenyaman tamu lain.
Oleh karena itu untuk mengantisipasi agar tamu lainnya tidak merasa terganggu
maka pihak banquet menuntun tamu di dalam lift tersebut dan memberi arahan di
lantai berapa mereka sebaiknya keluar dari lift. Hal ini juga dilakukan agar tamu tidak
masuk kedalam lift dalam muatan yang terlalu banyak (overload) sehingga dapat
menyebabkan kerusakan pada lift.
4. Extra Service
Yang dimaksud dengan extra service adalah tambahan pelayanan lainnya
ketika acara tersebut berlangsung seperti notebook, candy pencil, proyektor dan
lainnya. Dalam hal ini sering terjadi kesalah pahaman antara pihak panitia dengan
hotel, sebagian hotel membedakan harga antara sewa ballroom dengan extra service
tersebut, namun ada juga yang menggabungkannya. Oleh karena itu untuk
menghindari kesalahpahaman ini pihak marketing menjelaskan kepada panitia acara
Universitas Sumatera Utara
bagaimana prosedur yang telah ditetapkan oleh hotel. Di hotel Asean sendiri harga
sewa dari ballroom di hotel tersebut telah digabungkan deng extra service nya.
Universitas Sumatera Utara
BAB V
PENUTUP
1. Kesimpulan
Setelah menyelesaikan kertas karya ini penulis mengambil beberapa kesimpulan
yaitu sebagai berikut ini:
1. Banquet adalah outlet Food & Beverage department yang bertugas untuk
menangani segala macam kegiatan pesta atau jamuan makan yang
diselenggarakan di hotel, baik itu diselenggarakan oleh pihak hotel itu sendiri
maupun oleh suatu panitia atau pihak lain yang membuat pesanan dihotel
tersebut
2. Meskipun tidak terlibat komunikasi yang banyak dengan tamu seperti
pramusaji yang ada di restoran namum pramusaji di bagian banquet harus
menerapkan peraturan peraturan pelayanan ( rules of service) yang telah
ditetapkan oleh hotel dimana banquet tersebut berada.
3. Banquet juga memiliki peranan penting dalam pelayanan food and beverage si
hotel asean medan.
4. Banquet juga merupakan salah satu sumber pendatan di hotel asean medan
5. Banquet juga merupakan salah satu pembentuk citra hotel, bukan hanya di
hotel asean medan tetapi pada semua hotel yang memiliki banquet
didalamnya.
6. Dalam pelayanannya banquet memiliki tanggung jawab yang besar karena
melayani tamu dalam jumlah yang besar dalam waktu yang bersamaan.
Universitas Sumatera Utara
7. Peralatan dan perlengkapan juga merupakan salah satu unsur yang penting
diperhatikan dalam operasionalnya.
8. Dalam menciptakan suasana yang menyenangkan yang diharapkan tamu
bukan hanya dari kondisi fisik bangunan tetapi juga dari suasana yang
diciptakan oleh karyawan banquet.
9. Pendekatan persuasif yang dilakukan oleh banquet manajer merupakan hal
yang penting dalam membangun hubungan antara karyawan dengan karyawan
ataupun antara karyawan dengan atasannya.
2. Saran
1. Menurut penulis ballroom yang terdapat di hotel asean medan terlalu kecil
sehingga hanya menampung tamu dalam jumlah yang sedikit. Dan banyak
tamu yang awalnya ingin mengadakan acara di hotel tersebut membatalkan
keinginannya karena keterbatasan daya tampung ballroom di hotel tersebut.
2. Kurangnya kerjasama antar karyawan sehingga tanpa mereka sadari mereka
telah bekerja kurang efisien.
3. Kurangnya kesadaran karyawan tentang pentingnya pelayanan yang diberikan
kepada tamu.
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR PUSTAKA
Marsum, WA, 2001” Restoran dan Segala Permasalahannya” Penerbit Andi,
Yogyakarta
Marsum, WA, 1994 “ Banquet Table Manners & Napkin Folding, Penerbit Andi,
Yogyakarta
Raymod, J.Ir, 2003 “ Food and Beverage Service Management”, Penerbit Erlangga,
Jakarta.
D.P Naimuddin, Yunus Mhd, dan Dalimunthe Zainuddin. 2003. Pengantar Tata
Hidangan Makanan dan Minuman 2. Diktat. Medan
Universitas Sumatera Utara
DAFTAR ISI
ABSTRAK .................................................................................................................
KATA PENGANTAR...............................................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................................
BAB I
: PENDAHULUAN
1.1 Alasan Pemilihan Judul.....................................................
1.2 Tujuan Penulisan...............................................................
1.3 Batasan Masalah................................................................
1.4 Metode Penelitian..............................................................
1.5 Sistematika Penulisan........................................................
BAB II
: URAIAN TEORITIS
2.1 Ruang lingkup kegiatan food and beverage service.........
2.2 Pengertian banquet...............................................................
2.3 Peralatan dan Perlengkapan yang digunakan banquet ......
2.3 Bentuk Jamuan Banquet.....................................................
2.4 Pengertian Pelayanan......................................................
BAB III
: TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Sejarah berdirinya Hotel Asean Medan..............................
Universitas Sumatera Utara
3.2 Klasifikasi hotel........................... .................................
3.3 Fasilitas yang dimiliki Hotel ...........................................
3.4 Struktur Organisasi hotel
BAB IV
: PERANAN BANQUET SEBAGAI SALAH SATU
PENDUKUNG PELAYANAN FOOD AND BEVERAGE DI
HOTEL ASEAN MEDAN
4.1. Uraian Penyelenggaraan pelayanan banquet di hotel Asean
Medan ...................................................................................
4.2 Peranan banquet sebagai pendukung pelayanan Food and
Beverage service.............................................................
4.3 Upaya peningkatan pelayanan di banquet section.............
4.4
Masalah
yang
dihadapi
oleh
banquet
section
ketika
beroperasional dan upaya penyelesaiannya.....................
BAB V
:
PENUTUP .............................................................................
DAFTAR PUSTAKA
Universitas Sumatera Utara
Download