1 Penerapan Teknik Membaca Dalam Hati untuk

advertisement
1
Penerapan Teknik Membaca Dalam Hati untuk Meningkatkan Kemampuan
Memahami Paragraf Siswa Kelas V SD Negeri 007 Pulau Tinggi
Kecamatan Kampar
Oleh
Hamizi1, Eddy Noviana2, Syamsuar Alamsyah3
Abstract
The aim of this research is to improve student's ability in understanding
paragraph. The setting of the problem in this research, "is the application of silent
reading improve students’ ability in understanding paragraph amog students of
class V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar?". Hypothesis of this
research is silent reading can improve students’ ability in understanding paragraph
among students of class V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar. Data
collection is done by observation technique understanding test. Before, student's
is only in the number of 30% of clasical accomplishment number 70, cycle 1 in
the second meeting, student have improfment with individual accoplishment
number 80, cycle II first meeting in the number of 80, cycle II second meeting in
the number of 81. Based on hypotesis stated before, we can say that application of
silent reading improve students’ ability in understanding paragraph among
students class V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar can be
received.
Key words: Silent Reading, Paragraph Understanding Capabilities
1.
2.
3.
Dosen Pebimbing I, Stap pengajar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar , eHamizi @gmail.com
Dosen Pebimbing I, Stap pengajar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
e- eddynoviana [email protected]
Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau, Syamsuar alamsyah Nim 0805165232
2
PENDAHULUAN
Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar salah satu kompetensi dasar
yang harus dimiliki siswa selain berbicara, menyimak, menulis, sastra dan
kebahasaan adalah membaca. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta
di pergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang disampaikan oleh
penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.
Dengan membaca, anak akan memperoleh pengetahuan yang sangat
bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya pikirnya. Oleh sebab itu,
guru perlu membina pengajaran membaca dengan benar dan selektif. Membaca
adalah suatu keterampilan berbahasa yang hanya diperoleh dari latihan bukan
pembawaan sejak lahir (Mulyati, 2006:5.3).
Tujuan ini tidaklah akan tercapai maksimal jika guru kurang selektif
terhadap pembinaan dan pengawasan keterampilan membaca anak, hal ini bisa
mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa dalam membaca.
Berdasarkan wawancara dan observasi penulis dengan guru kelas V SD
Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar diperoleh kemampuan siswa
memahami paragraf masih rendah, dari 20 orang siswa hanya 6 siswa (30%) yang
mencapai KKM.
Rendahnya kemampuan memahami paragraf tidak terlepas dari rendahnya
kemampuan anak dalam membaca, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara
lain:
a. Kurang latihan membaca terutama di rumah, perhatian siswa saat guru
menjelaskan materi pelajaran di depan kelas.
b. Metoda ceramah yang dilakukan oleh guru secara terus-menerus, siswa malas
untuk bertanya, sehinga kurangnya interaksi antara siswa dan guru dalam
proses belajar mengajar.
c. Kurangnya bimbingan guru untuk mengenalkan teknik membaca dalam hati.
d. Guru kurang mengawasi anak dalam membaca hal ini terlihat masih banyak
siswa membaca bersuara, membaca sambil menunjuk baris bacaan.
e. Pembelajaran yang digunakan selama ini lebih kepada hapalan dan tidak diikuti
pengertian yang mendalam dan hal yang paling mendasar adalah guru tidak
selektif dalam pembinaan membaca.
Berdasarkan gejala-gejala tersebut di atas peneliti berkeinginan melakukan
suatu perbaikan agar siswa mampu memahami paragraf yaitu dengan menerapkan
teknik membaca dalam hati agar siswa dapat meningkatkan kemampuan
memahami paragraf.
Membaca dalam hati adalah cara atau teknik membaca tanpa suara jenis
membaca ini lebih menekankan terhadap pemahaman isi bacaan (Tarigan,
2008:30). Sesuai dengan pendapat Finocchiaro dalam Tarigan (2008:16)
mengemukakan bahwa pelajar harus dapat menemukan dari bahan bacaan
jawaban terhadap beberapa pertanyaan, atau beberapa kata atau sesuatu ide,
pendapat, atau pikiran utama/pikiran pokok, dan sebagainya.
Tujuan khusus membaca dalam hati adalah untuk meningkatkan
kemampuan siswa memahami isi bacaan yang dibacanya, menangkap isi bacaan
secara cepat dan cermat, baik tersirat maupun tersurat (Mulyati, 2006:4.18).
3
Paragraf merupakan kesatuan pikiran yang disusun melalui suatu kalimat
utama dan penjelas, dengan adanya paragraf dapat mempermudah kita memahami
isi bacaan, karena pengertian atau informasi yang terdapat dalam suatu paragraf
menampilkan satu kalimat topik. Suparno, dkk (2007:3.27) “Paragraf adalah
untaian kalimat bagian karangan, yang berisikan gagasan atau gagasan dasar yang
diungkapkan dalam kalimat pengembang”.
Senada (2006:63) mengemukakan bahwa paragraf adalah seperangkap
kalimat yang membicarakan topik dalam sebuah karangan. Tarigan (1986:11)
menambahkan bahwa paragraf merupakan seperangkat kalimat yang tersusun
secara logis dan sistematis yang merupakan kesatuan ekspresi pikiran yang
relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersurat dalam keseluruhan karangan.
Tujuan dan mamfaat penelitian ini yaitu bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan memahami paragraf siswa kelas V SD Negeri 007 Pulau Tinggi
Kecamatan Kampar dengan penerapan teknik membaca dalam hati, sedangkan
mamfaat penelitian teoretis untuk menambah khasanah dalam ilmu pendidikan
bahasa Indonesia di sekolah dasar khususnya memahami paragraf, mamfaat
praktis bagi siswa, sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan siswa
memahami paragraf, bagi guru, diharapkan menjadi salah satu alternatif
pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan siswa
memahami paragraph, bagi sekolah, diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan
masukan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami
paragraf, bagi peneliti, sebagai salah satu bahan rujukan dan bisa dijadikan dasar
bagi peneliti lanjutan untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami paragraf.
Rumusan dalam penelitian ini adalah
“Apakah penerapan teknik
membaca dalam hati dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami
paragraf kelas V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar”?
METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sukayati (2001)
mengatakan bahwa penelitian tindakan kelas sangat praktis yang bertujuan untuk
memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas, dengan cara
melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan
praktek-praktek pembelajaran di kelas supaya lebih baik. Menurut Arikunto
(2008:16) PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang di dalamnya
terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi.
Adapun daur siklus menurut Arikunto (2008:75) dapat dilihat pada gambar
01 sebagai berikut:
Gambar 01 Siklus PTK
4
1. Perencanaan Tindakan
a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan standar kompetensi
memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan
membaca cerita anak.
b. Mempersiapkan cerita terdiri dari beberapa paragraf.
c. Mempersiapkan tes kemampuan siswa memahami paragraf.
d. Mempersiapkan lembar pengamatan.
e. Menentukan teman sejawat sebagai observer.
2. Pelaksanaan Tindakan
Sejalan perencanaan pembelajaran selesai dibuat, peneliti melakukan
pembelajaran sesuai dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah
direncanakan dengan observer.
3. Observasi
Aspek-aspek yang diamati antara lain:
a. Aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan teknik membaca
dalam hati yang dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas
guru.
b. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan teknik
membaca dalam hati yang dilakukan dengan menggunakan lembar
observasi aktivitas siswa.
4. Refleksi
Setelah perbaikan pembelajaran dilaksanakan guru dan observer
melakukan diskusi dan menganalisis hasil dari proses pembelajaran yang
dilaksanakan, sehingga diketahui keberhasilan dan kelemahan pembelajaran yang
telah dilaksanakan.
Perangkat pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Silabus
Silabus disusun berdasarkan prinsip pada pencapaian kompetensi, yang
memuat identitas sekolah, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok
dan uraian materi pokok, pengalaman belajar, indikator. Penilaian yang meliputi
jenis tagihan, alokasi waktu dan sumber bahan atau alat.
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sebagai pedoman dan
merupakan langkah-langkah yang dijadikan bagi guru dalam mengajar, yang
memuat identitas sekolah, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok,
tujuan pembelajaran, metode, indikator, dan Langkah-langkah pembelajaran.
c. Lembar kerja siswa (terlampir)
Agar siswa lebih terarah dalam melaksanakan latihan maka peneliti
menyediakan LKS berupa teks cerita.
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan
Kampar. Kelas yang ditetapkan menjadi sampel penelitian ini adalah kelas V SD
Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar berjumlah sebanyak 20 orang siswa
yang majemuk, terdiri 12 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.
5
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Observasi (non tes)
Aktivitas guru dan data aktivitas siswa dengan penerapan teknik membaca
dalam hati.
2. Tes pemahaman (tertulis)
Tes pemahaman digunakan untuk mengumpulkan data tentang
kemampuan siswa dalam memahami paragraf, tes yang dilakukan pada tiap
pertemuan pembelajaran adalah pilihan ganda.
Analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Aktivitas guru
Untuk aktivitas guru langkah-langkah yang ditempuh adalah :
a. Menentukan jenis aspek yang diamati
b. Menentukan skala penilaian aktvitas guru.
c. Menentukan jumlah.
d. Menentukan rata-rata.
e. Menentukan persentase.
Skor yang diperoleh
x 100%
Persentase Nilai =
Skor maksimal
Tabel 01
Persentase Interval Aktivitas Guru
Interval
85 sd 100%
70 sd 84%
55 sd 69%
40 sd 54%
0 sd 39%
Kategori
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Kurang sekali
2. Aktivitas siswa
a. Menentukan jenis aspek yang diamati :
b. Menentukan skala penilaian aktivitas siswa
c. Menentukan jumlah.
d. Menentukan rata-rata.
e. Menentukan persentase.
Skor yang diperoleh
x 100%
Persentase Nilai =
Skor maksimal
Tabel 02
Persentase Interval Aktivitas Siswa
Interval
85 sd 100%
70 sd 84%
55 sd 69%
40 sd 54%
0 sd 39%
Kategori
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Kurang sekali
6
3. Kemampuan memahami paragraf
Ketuntasan yang dinilai adalah ketuntasan individu dan klasikal.
a. Ketuntasan Individu
Ketuntasan individu diketahui jika setiap siswa mencapai nilai KKM yang
telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 65, maka siswa dapat dikatakan tuntas.
SS
Dihitung dengan rumus: KI
x 100 (Mulyati, 2006:1.35).
SM
Keterangan : KI = Ketuntasan belajar siswa.
SS = Skor yang diperoleh siswa.
SM = Skor maksimal.
b. Ketuntasan klasikal
Ketuntasan klasikal memahami paragraf secara klasikal dihitung dengan
rumus persentase yaitu: p F x 100%
N
Keterangan : F
= Frekuensi yang sedang dicari persentasenya
N
= Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu)
P
= Angka persentase (Sudjono, 2004: 43)
Adapun penelitian ini dikatakan berhasil apabila ketuntasan belajar (nilai
di atas 65) dalam belajar kalau mencapai 80% dari seluruh siswa. Hal ini
berdasarkan dari depdiknas (dalam Salhana 2011:33).
Sedangkan penilaian hasil tes kemampuan memahami paragraf
berpedoman pada kategori yang dikemukakan oleh Tim Yustisia berikut:
Tabel 03
Interval Kemampuan Memahami Paragraf
Interval
Kategori
86 sd 100
Baik sekali
71 sd 85
Baik
56 sd 70
Cukup
40 sd 55
Kurang
< 40
Kurang sekali
Sumber: Yustisia (2007:367).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Adapun data yang akan penulis paparkan adalah data aktivitas guru dan
aktivitas siswa tiap pertemuan kemudian hasil kemampuan siswa memahami
paragraf sebelum diterapkan teknik membaca dalam hati dan data kemampuan
siswa dalam memahami paragraf siklus I dan siklus II tiap pertemuan.
Perbandingan aktivitas guru pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel
04 sebagai berikut:
7
Tabel 04
Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Tiap Pertemuann Siklus I dan Siklus II
Siklus I
No Indikator yang dinilai
1
Guru menjelaskan kosa kata atau kalimat yang
diduga sulit dipahami siswa.
Guru menyuruh siswa membaca dalam hati, dan
memperhatikan agar siswa duduk dengan tenang
dan sikap yang baik, jarak antara bacaan dengan
mata + 25 cm. Guru mengingatkan kepada siswa
agar tidak menggerak-gerakkan atau mengucapkan
secara perlahan bacaannya, karena hal tersebut akan
merusak konsentrasi siswa dalam memahami
bacaan.
Guru menyuruh siswa menutup buku bacaannya
lalu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan
bacaan. Guru menyuruh siswa menceritakan secara
ringkas isi bacaan.
Bacaan dibuka lagi untuk mengoreksi jawaban
siswa.
2
3
4
PI
2
Jumlah
Persentase
Kategori
Siklus II
P II
3
PI
4
P II
4
3
3
3
3
2
3
4
4
3
2
3
3
15
17
20
22
62,5% 70,83% 83,33% 91,66%
Cukup Baik
Baik
Baik sekali
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui aktivitas guru di siklus I
pertemuan pertama berkategori cukup dengan jumlah 10 persentase 62,5%,
pertemuan kedua berkategori baik dengan jumlah 12 dengan persentase 75%.
Sedangkan sikls II pertemuan pertama berkategori baik dengan jumlah 13 dengan
persentase 81,25%, dan pertemuan kedua berkategori baik sekali dengan jumlah
15 dengan persentase 93,75%.
Observasi Siswa yang diamati adalah kegiatan siswa dalam melaksanakan
proses pengajaran membaca dalam hati siklus I dan II tiap pertemuan dapat dilihat
pada tabel 05 berikut ini:
Tabel 05
Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Tiap Pertemuan Siklus I dan Siklus II
Indikator yang dinilai
No
1
Siswa memperhatikan guru dalam menjelaskan kosa
kata atau kalimat yang diduga sulit dipahami siswa.
2
Siswa membaca dalam hati, siswa duduk dengan
tenang dan sikap yang baik, jarak antara bacaan
dengan mata + 25 cm. Siswa tidak menggerakgerakkan atau mengucapkan secara perlahan
bacaannya, karena hal tersebut akan merusak
konsentrasi siswa dalam memahami bacaan.
3.
Siswa menutup buku bacaannya lalu menjawab
pertanyaan dari guru. Siswa menceritakan secara
ringkas isi bacaan.
4.
Siswa membuka bacaan lagi untuk mengoreksi
jawaban secara bersama sama.
Jumlah
Siklus I
PI
P II
Sikls II
PI
P II
3
3
3
3
3
4
4
4
2
3
3
4
2
2
4
3
14
17
21
21
8
Persentase
Kategori
58,33% 70,83% 87,5%
Cukup Baik
Baik
sekali
87,5%
Baik
sekali
Aktivitas siswa di siklus I pertemuan pertama berkategori cukup dengan
jumlah 10 dengan persentase 62,5%, pertemuan kedua berkategori cukup dengan
jumlah 11 dengan persentase 68,75%. Sedangkan siklus II pertemuan pertama
berkategori baik sekali dengan jumlah 14 dengan persentase 87,5%, dan
pertemuan kedua berkategori baik sekali dengan jumlah 15 dengan persentase
93,75%.
Perbandingan antara kemampuan siswa memahami paragraf pada data awal,
siklus I, siklus II tiap pertemuan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 07
Kemampuan Siswa Memahami Paragraf Siklus I dan II Tiap Pertemuan
Skor
Kategori
86 – 100
71 – 85
56 – 70
41 – 55
< 40
Rata-rata
Kategori
Ketuntasan
Tidak tuntas
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Kurang sekali
Data
awal
0 (%))
6 (30%)
6 (30%)
8 (40%)
(%)
58
Cukup
6 (30%)
14 (70%)
SIP1
SIP2
S II P 1
S II P 2
3 (15%)
3 (15%)
14 (70%)
0 (%)
0 (%)
70
Baik
11 (55%)
9 (45%)
9 (45%)
6 (30%)
5 (25%)
0 (%)
0 (%)
80
Baik
15 (75%)
5 (25%)
11 (55%)
5 (25%)
4 (20%)
0 (%)
0 (%)
80
Baik
16 (80%)
4 (20%)
7 (35%)
11 (55%)
2(10%)
0 (%)
0 (%)
81
Baik
18 (90%)
2 (10%)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui, bahwa kemampuan memahami
paragraf siswa kelas V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan Kampar terus
mengalami peningkatan yaitu dari data awal dengan nilai rata-rata 58 meningkat
pada siklus I pertemuan pertama dengan rata-rata 70 dengan persentase ketuntasan
55%, pada pertemuan kedua dengan rata-rata 80 dan persentase ketuntasan 75%.
Sedangkan pada siklus II pertemuan pertama dengan rata-rata 80% dengan
persentase ketuntasan 80%, pertemuan kedua dangan rata-rata 81 dengan
persentase ketuntasan yaitu 90%. Karena telah mencapai ketuntasan klasikal 80%
maka penelitian ini tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan
teknik membaca dalam hati dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
memahami paragraf siswa kelas V SD Negeri 007 Pulau Tinggi Kecamatan, hal
ini dapat dilihat dari:
1. Aktivitas guru
Aktivitas guru siklus I pertemuan pertama berkategori cukup dengan
jumlah 10 persentase 62,5%, pertemuan kedua berkategori baik dengan jumlah
12 dengan persentase 75%. Sedangkan sikls II pertemuan pertama berkategori
baik dengan jumlah 13 dengan persentase 81,25%, dan pertemuan kedua
berkategori baik sekali dengan jumlah 15 dengan persentase 93,75%.
2. Aktivitas siswa
Aktivitas siswa siklus I pertemuan pertama berkategori cukup dengan
jumlah 10 dengan persentase 62,5%, pertemuan kedua berkategori cukup
dengan jumlah 11 dengan persentase 68,75%. Sedangkan siklus II pertemuan
9
pertama berkategori baik sekali dengan jumlah 14 dengan persentase 87,5%,
dan pertemuan kedua berkategori baik sekali dengan jumlah 15 dengan
persentase 93,75%.
3. Kemampuan siswa memahami paragraf
Kemampuan siswa memahami paragraf pada data awal dengan nilai ratarata 58 dengan ketuntasan klasikal 30%. Setelah menerapkan teknik membaca
dalam hati kemampuan siswa pada siklus I pertemuan pertama dengan nilai
rata-rata 70, dengan ketuntasan klasikal 55%. Pertemuan kedua siklus I dengan
nilai rata-rata 80, ketuntasan klasikal 75%. Kemudian siklus II pertemuan
pertama dengan nilai rata-rata 80, ketuntasan klasikal 80%, pertemuan kedua
siklus II dengan nilai rata-rata 81, dengan ketuntasan klasikal 90%.
Bertolak dari kesimpulan dan pembahasan hasil penelitian di atas,
berkaitan dengan penerapan teknik membaca dalam hati yang telah dilaksanakan,
peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu:
1. Bagi guru, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi
pertimbangan bagi guru dalam pelajaran bahasa Indonesia khususnya membaca
untuk meningkatan kemampuan siswa dalam memahami paragraf.
2. Bagi siswa, diharapkan untuk membiasakan membaca dalam hati agar
pemahaman membaca lebih baik.
3. Guru sebaiknya lebih sering menerapkan membaca dalam hati, khususnya pada
pelajaran bahasa Indonesia, serta guru perlu melakukan upaya-upaya guna
mempertahankan kemampuan siswa dalam memahami paragraf demi
tercapainya hasil belajar yang optimal.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih ditujukan kepada :
1. Dr. H. M. Nur Mustafa, M. Pd, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan.
2. Drs. Zariul Antosa, M.Sn, selaku Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar.
3. Drs. H. Lazim. N, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar.
4. Drs. Hamizi, S.Pd, selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan
dan juga arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Eddy Noviana, M.Pd, selaku pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Drs. H. Darmawin Darin, M.Pd dan Otang Kurniaman, M.Pd, selaku dosen
konsentrasi Bahasa Indonesia.
7. Seluruh Dosen PGSD yang telah membekali ilmu kepada penulis.
8. Kepala SD Negeri 007 Pulau Tinggi yang telah banyak membantu penulis
dalam menyelesaikan skripsi.
9. Orang Tuaku tersayang yang selalu memberikan motivasi kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
10. Istri dan anakku tercinta yang selalu memberikan motivasi kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
11. Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan semangat untuk
menyelesaikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
10
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, saleh. 2008. Pembelajaran Bahasa yang Efektif di Sekolah Dasar. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Direktorat ketenagaan.
Arikunto, Suharsimin, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara.
Kasbolah, Kasihani. 1988. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarata: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Mulyasa. 2003. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung. Rosda.
Mulyati, Yeti, dkk. 2006. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas
Tinggi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Novi, Rosmini, dkk. 2006. Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa
dan Sastra Indonesia. Bandung: UPI Pres.
Razak, Abdul. 2000. Membaca Pemahaman dan Teori Aplikasi Pengajaran.
Pekanbaru. Autografika.
Russefendi. 2005. Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang NonEsaktalainya. Bandung: Tarsito.
Santosa, Puji. 2011. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Sardiman, A. M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta.
Rajawali, Pers.
Suparno dan Yunus Muhammad. 2007. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta:
Univeritas Terbuka.
Supriyadi, dkk. 1994. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Universitas
Terbuka.
Tarigan, HG. 1986. Menulis Keterampilan Berbahasa. Bandung. Angkasa
Tarigan, HG. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung
Angkasa.
Tim PPL. 2007. Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan. Pekanbaru: tidak
diterbitkan.
Download