1. PENGENALAN MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI

advertisement
1. PENGENALAN MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI
INFORMASI
1.1. PENDAHULUAN
Pembahasan manajemen proyek tidak terlepas dari adanya perkembangan yang cukup
pesat dalam dunia industri dan teknologi informasi,dengan perkembangan yang cukup pesat
menyebabkan pihak manajemen harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk
menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta mampu bersaing di pasar. Kemampuan pihak
manajemen untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan adanya keterbatasan terhadap
waktu, biaya dan ruang lingkup pekerjaan harus didukung oleh pemahaman mengenai
manajemen proyek yang baik. Lalu apa sebenarnya definisi dari manajemen proyek itu sendiri?
Untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan manajemen proyek, maka ada baiknya terlebih
dahulu mengenal apa yang dimaksud dengan proyek dan apa yang dimaksud dengan manajemen.
1.1.1. Proyek
Sesuai definisi dalam buku panduan PMBOK® (A Guide to the Project Management Body
of Knowledge) terbitan PMI, USA; proyek adalah suatu usaha sementara yang dilakukan untuk
menciptakan suatu produk atau jasa yang unik. Sementara diartikan bahwa setiap proyek
memiliki tanggal kapan dimulai dan selesai dalam jangka waktu tertentu. Unik diartikan bahwa
produk atau jasa yang dihasilkan adalah berbeda dari produk atau jasa sejenis lainnya. Didunia
ini tidak ada dua proyek atau lebih yang 100% sama. Sedangkan menurut (Schwalbe K, 2002).
Proyek adalah merupakan serangkaian aktifitas temporer dalam usaha melakukan dan mencapai
tujuan unik.
Proyek dapat pula diartikan sebagai suatu usaha yang harus dilakukan dari awal hingga
akhir pada suatu kejadian, yang mempunyai keterbatasan waktu, anggaran,sumber daya yang
diperlukan oleh pelanggan. Meski pada akhir tujuan dari adanya proyek adalah untuk
memuaskan pelanggan. Dengan demikan dapat diartikan bahwa Proyek adalah kegiatan ,
diselesaikan beberapa orang (team) yang saling berkolaborasi dan saling keterkaitan.
Suatu proyek ditentukan oleh beberapa kriteria :
 Tujuan
 Suatu proyek biasanya adalah suatu aktivitas yang berlangsung dalam waktu tertentu
dengan hasil akhir tertentu.
 Proyek dapat dibagi dalam sub-sub pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai
tujuan proyek secara keseluruhan.
 Proyek biasanya cukup kompleks sehingga dibutuhkan koordinasi dan pengendalian
terhadap setiap sub-sub pekerjaan dalam hal waktu, urutan pekerjaan, biaya dan
performansi
 Siklus hidup
 Proyek adalah suatu proses bekerja untuk mencapai suatu tujuan, selama proses proyek
akan melewati beberapa fase yang disebut siklus hidup proyek.
 Tugas, organisasi, orang dan sumber daya lain akan berubah bila proyek memasuki satu
fase baru.
 Kompleksitas
 Proyek biasanya melibatkan beberapa fungsi organisasi (pemasaran, personalia,
engineering, produksi, keuangan) karena diperlukan bermacam-macam ketrampilan dan
bakat dan berbagai disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam proyek.
 Koordinasi antar fungsi organisasi sangat diperlukan untuk kesuksesan proyek sesuai
dengan tujuan.
 Keunikan
 Setiap proyek mempunyai ciri tersendiri yang berbeda dari apa yang sudah pernah
dikerjakan sebelumnya. Bahkan dalam proyek yang rutin seperti pembangunan
perumahan sering terjadi hal-hal baru karena berbeda lokasi seperti pencarian tenaga
kerja, pengusahaan fasilitas umum (listrik, telepon, air), pembebasan tanah dan lain-lain
yang membuat setiap proyek berbeda dengan yang lain.
 Suatu proyek merupakan suatu pekerjaan yang sekali terjadi, tidak pernah terulang
dengan jenis pekerjaan yang sama.
 Tidak permanen
 Proyek adalah aktivitas temporer
 Organisasi sementara dibentuk untuk mengelola personalia, material dan fasilitas untuk
mencapai tujuan tertentu, biasanya dalam jadwal tertentu, dan sekali tujuan tercapai,
organisasi akan dibubarkan dan akan dibentuk organisasi baru untuk mencapai tujuan
yang lain lagi.
 Ketidakbiasaan
Proyek biasanya menggunakan teknologi baru dan memiliki elemen yang tidak pasti dan
beresiko. Kegagalan suatu proyek bisa berakibat buruk bagi organisasi.
Kata proyek di sini menunjuk pada sifat pekerjaan. Suatu pekerjaan akan dikatakan proyek
jika memiliki karakteristik: memiliki keluaran (output) spesifik, melibatkan banyak pihak dan
bidang keahlian, dibatasi oleh waktu (ada saat awal dan ada saat akhir), merupakan kegiatan
yang “kompleks” penuh faktor ketidakpastian dan risiko, mempunyai siklus hidup (life cycle).
Dengan demikian jika dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka semua pekerjaan
yang lain dianggap sebagai suatu rutinnitas belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung
secara kontinue dan berorientasi ke proses. Sebagai suatu proses yang terus menerus, pekerjaan
yang rutin tidak dianggap suatu proyek. Sebagai contoh : perakitan mobil-mobil Kijang pada
'assembly line' bukan proyek, namun membuat protipe mobil Kijang yang pertama merupakan
suatu proyek. Demikian pula pembangunan pabrik / fasilitas perakitan mobil-mobil Kijang itu
juga merupakan proyek. Diperlukan beberapa ciri-ciri/karakteristik dari proyek, yaitu : ada
sasaran/tujuan, memiliki rentang deadline, waktu, biaya dan syarat kerja yang lengkap,
berurutan dari a hingga z, terkadang merupakan sesuatu event yang sebelumnya belum pernah
dilakukan
N
o
1
2
3
4
Kegiatan Proyek
Kegiatan Program
Bersifat dimanis,berlangsung dala
m kurun waktu terbatas
Intensitas kegiatan berbeda beda
Kegiatan didasarkan pada
anggaran dan jadwal yang telah
ditentukan
Menyangkut kegiatan yg beragam
Bersifat rutin dan berlangsung
kontinue / jangka panjang
Intensitas kegiatan realtif sama
Batasan tidak setajam proyek hanya
diatur dalam anggaran tahunan
Tidak terlalu banyak macam macam
5
& perlu klasifikasi tenaga
kerja yang bermacam-macam
Guna memperoleh hasil yang efek
tif perlu jalur komunikasi dan
bertanggung jawab baik
vertikal maupun horizontal
kegiatan
Penekanan pada jalur vertikal
Tabel 1.1 Perbedaan Kegiatan Proyek VS Program
No
.
1
2
3
4
5
6
Kegiatan Proyek
Bercorak dinamis, nonrutin
Siklus proyek relatif pendek
Intensitas kegiatan dalam periode siklus
proyek berubah-ubah (naik-turun)
Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan
anggaran dan jadwal yang telah
ditentukan
Terdiri dari macam-macam kegiatan
yang memerlukan berbagai disiplin ilmu
Keperluan sumber daya berubah, baik
macam maupun volumenya
Kegiatan Operasional
Berulang-ulang, rutin
Berlangsung dalam jangka
panjang
Intensitas kegiatan relatif
sama
Batasan anggaran dan
jadwal tidak setajam proyek
Macam kegiatan tidak
terlalu banyak
Macam dan volume
keperluan sumber daya
relatif konstant.
Tabel 1.2. Perbedaan Kegiatan Proyek VS Oprasional
Yang menentukan keberhasilan/ kegagalan Proyek, antara lain
1. Keterbatasan lingkup/komponen proyek (Project Contraint)
2. Fase proyek
 Persiapan (Initiating) – mengenali kebutuhan yang berhubungan dengan proyek untuk
menangani masalah- masalah.
 Perencanaan (Planning) – ketika mendefinisikan rencana yang akan digunakan untuk
menyelesaikan tujuan akhir (requirements gathering).
 Pelaksanaan (Executing) – Mengkoordinasi staff dan sumberdaya penting lainnya, seperti
yang sudah ditetapkan dalam perencanaan.
 Pengawasan (Controlling) – Monitoring secara konstan terhadap overall progress dalam
proyek dan menjaga integritas tujuannya.
 Sosialiasasi (Close Out) – Formalisasi penerimaan kesuksesan suatu proyek dari
stakeholders (client).
1.1.2. Manajemen
Manajemen merupakan unsur terpenting di dalam menjalankan suatu organisasi, karena
tanpa adanya manajemen di dalam suatu organisasi maka organisasi tersebut tidak akan berhasil
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Manajemen suatu proses dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengendalian perusahaan dalam mencapai suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu
Manajer  orang/ sekumpulan orang yang memimpin aktivitas manajemen proses guna
mencapai tujuan tertentu.
Leadership suatu proses untuk mempengaruhi aktivitas orang lain dalam mencapai suatu
tujuan pada situasi yang berlaku.
Organisasi sekelompok orang (dua atau lebih) yang bekerja sama dengan terkoordinasi,
dengan cara yang terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu
Dari segi seni (Art) “Mary Parker”
Manajemen
Dari segi ilmu pengetahuan “Luther Gulick”
“Manajemen adalah bidang pengetahuan yg berusaha secara sisitimatis
untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerjasama untuk
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Dari segi proses “james A.F.Stoner”
“Manajemen proses perencanaan, perngorganisasian, kepemimpinan
dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi
yang sudah ditentukan
Planning
Organizing
Controlling
Actuating
Gambar.1.1. Fungsi Manajemen
Pengertian Manajemen secara proses dapat dilihat dalam gambar 1.1 atau lebih dikenal
dengan fungsi manajemen, namum demikian kegiatan manajemen pada dasarnya terdiri dari dua
kegiatan pokok, yakni perencanaan dan pelaksanaan projek itu sendiri. Proses perencanaan lebih
mengarah pada hal-hal yang bersifat teknis dan dapat dipelajari secara formal, sedangkan pada
proses pelaksanaan projek lebih banyak terlibat dengan orang dan tim dimana hal ini lebih
banyak dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi, sosialisasi dan kepemimpinan.( tabel 1.3).






Perencanaan
Sasaran
Pekerjaan/tugas
Identifikasi sumber daya
Jadwal
Pengulangan
Perubahan






Pelaksanaan
Sasaran
Kemajuan
Komunikasi tim
Komunikasi klien
Pengamanan sumber daya
Tata tertib proyek
Tabel 1.3. Kegiatan Manajemen
Manajemen merupakan ilmu pengetahuan dan seni hal tersebut dikarenakan
 Manajemen memiliki bukti keilmuan yaitu suatu kesatuan sistem yang merupakan pegangan
dalam berfikir dan bertindak dan dapat dibuktikan kebenarannya.
 Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penunjang serta memiliki metoda kerja yang
sistimatis dalam memecahkan masalah.
 Sebagai seni berarti bahwa kemahiran dalam menerapkan ilmu yang dimiliki pada obyekobyek tertentu dipengaruhi oleh watak/ keperibadian seseorang.
1.2. MANAJEMEN PROYEK TEKNOLOGI INFORMASI
Menurut Schwalbe (2006), “Manajemen proyek merupakan aplikasi dari ilmu
pengetahuan, kemampuan, peralatan, dan teknik dalam suatu kegiatan proyek untuk mencapai
kebutuhan akan proyek itu sendiri” Keberhasilan suatu proyek tidak hanya untuk mencapai
ukuran waktu, ruang lingkup, biaya, dan kualitas tetapi juga harus memfasilitasi semua proses
untuk mencapai apa yang diinginkan . Manajemen proyek memiliki keterkaitan dengan
stakeholder.
Stakeholder adalah orang-orang yang dilibatkan didalam atau dipengaruhi oleh aktivitas
proyek. Termasuk diantaranya adalah sponsor, tim proyek, staff pendukung, pelanggan,
pengguna, seller, dan semua yang berhubungan dengan proyek. Setiap stakeholder memiliki
kebutuhan dan ekspetasi yang berbeda-beda. Manajer proyek harus menyisihkan waktunya untuk
mengidentifikasi, memahami dan mengelola hubungan dengan stakeholder proyek. Dalam hal ini
senior eksekutif merupakan stakeholder yang sangat penting.
Manajemen Proyek adalah
 Kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengambil keputusan dan
mengendalikan sumberdaya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam
waktu tertentu dengan sumber daya tertentu.
 Aplikasi dari pengetahuan, keahlian dan teknik untuk aktifitas proyek guna memenuhi/
melebihi dari kebutuhan stakeholder dan harapan dari proyek
 Manajemen proyek mempergunakan personel perusahaan untuk ditempatkan pada tugas
tertentu dalam proyek atau mengambil personel yang ahli dalam bidangnya.
Dengan demikian Manajemen Proyek dapat didefinisikan sebagai penerapan pengetahuan ,
ketrampilan, piranti dan teknik dalam kegiatan proyek untuk memberikan hasil yang memenuhi
kebutuhan Stakeholder.
Perbedaan antara manajemen proyek dengan manajemen proyek teknologi informasi
adalah pada bentuk pekerjaan yang dilaksanakan. Pada manajemen projek teknologi informasi,
bentuk pekerjaannya bisa meliputi:
 Pengadaan teknologi (procurement)
 Penerapan sistem baru (implementation)
 Perawatan sistem lama (maintenance)
 Pengembangan sistem (customization)
 Prototyping
 Rekayasa proses bisnis (business process reengineering)
 Desain dan arsitektur sistem
Teknologi informasi (TI) jika ditinjau dari sudut pandang Sistem Informasi (SI) adalah
merupakan bagian dari SI dan digunakan oleh SI sebagai technoware (perangkat). Sistem
informasi itu sendiri dapat didefinisikan sebagai “kombinasi antara hardware, software dan
jaringan telekomunikasi yang dibangun dan digunakan orang untuk mengumpulkan, membuat
dan mendistribusikan data yang bermanfaat, biasanya digunakan dalam organisasi.” Dari definisi
tersebut, dapat di turunkan sebagai berikut:
 Technoware: hardware, software dan jaringan telekomunikasi.
 Brainware: orang atau pengguna
 Infoware: data atau data yang bermanfaat
 Organoware: organisasi atau perusahaan atau institusi
Dalam kerangka SI, yang dimaksud TI dalam manajemen projek TI adalah sistem
informasi yang berbasis komputer (computer based information system).
1.3. ARTI PENTINGNYA MANAJEMEN PROYEK
Dewasa ini, kebutuhan perusahaan terhadap fungsi manajemen proyek tidak dapat
dipandang hanya dengan sebelah mata. Hal ini disebabkan karena dalam melakukan proses
produksi, perusahaan harus mampu menghasilkan suatu produk baik berupa barang ataupun jasa
yang sesuai dengan scope, kualitas,waktu dan besarnya biaya yang telah ditetapkan. Perubahan
terhadap salah satu dari keempat faktor tersebut dapat mempengaruhi satu/ lebih faktor lainnya
yang tentunya juga akan berdampak pada besar kecilnya nilai keuntungan yang diperoleh
perusahaan.
Manajemen proyek mulai dianggap penting saat bangsa Amerika mengalami kegagalan
yang sangat serius dalam kegiatan mega proyek mereka. Kegagalan Apolo 13 untuk melakukan
pendaratan di bulan membuka mata NASA mengenai pentingnya menerapkan manajemen
proyek. Sebelum kecelakaan fatal itu terjadi, pihak NASA hanya menekankan masalah yang
bersifat teknis dan mengabaikan permasalahan yang bersifat human (manajemen). Tonggak
sejarah inilah yang mengawali berkembangnya ilmu manajemen proyek yang pada dasarnya
dimulai dari industri konstruksi.
Kabar lain yang sangat mengejutkan juga berasal dari kegiatan pengembangan proyek TI.
Pada tahun 1998, Standish Group dalam laporannya menjelaskan bahwa proyek-proyek TI yang
dinyatakan sukses pada tahun tersebut, pada kenyataannya hanya 26% yang benar-benar dapat
dinyatakan sukses, sedangkan sisanya masuk kedalam kategori challenged (overtime dan over
budget) atau bahkan masuk kedalam kategori failed (gagal). Dan yang paling menarik dari hasil
penelitian ini adalah bahwa faktor terbesar penyebab kegagalan ini bukan berasal dari masalah
teknis, melainkan faktor manajemen yang dalam hal ini adalah kemampuan dalam melakukan
manajemen proyek. Hal ini patut untuk dicermati sehingga keberadaan manajemen proyek dalam
dunia TI memang benar-benar dirasa sangat dibutuhkan.
Di masa mendatang, manajemen proyek memiliki peran yang sangat penting dalam
mendukung kegiatan pengembangan perusahaan kearah yang bersifat strategis. Beberapa alasan
yang dianggap dapat menguatkan pentingnya keberadaan fungsi manajemen proyek yang baik
dalam suatu perusahaan antara lain semakin pendeknya kompresi daur hidup produk, tingginya
tingkat kompetisi global serta pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
menyebabkan semakin meningkatnya kompleksitas aktivitas proyek.
1.4. SKILL MANAJEMEN PROYEK
Skill yang dibutuhkan ada 4 titik, yaitu kepada Owner, User, Lingkungan, dan Team.
Maksudnya, Ketika seorang proyek manager berurusan dengan owner (komisaris perusahaan)
dapat memberikan informasi berupa biaya/budget dari segi finansial, seta resiko kedepan yang
akan dihadapi. Ketika berbicara dengan user, dapat mengajak untuk menggunakan hasil dari
proyek, baik meloby dan bujuk rayu. Lalu ketika berbicara dengan team tentunya harus memiliki
keahlian tehnik, dapat mengarahkan, dan tentunya manajerial skill harus dimiliki. Terakhir
ketika berbicara dengan lingkungan dalam hal ini pemerintah / lingkungan, dapat meminta
persetujuan/ izin akan adanya pengadaan proyek tersebut.
Knowledge area tersebut meliputi fungsi utama dan fungsi pendukung atau fasilitas. Fungsi
utama memiliki fungsi dalam mewujudkan proyek sesuai dengan kontek manajemen proyek
sedangkan fungsi pendukung memiliki fungsi mencapai efisiensi dan efektivitas dalam
penyelesaian proyek. (Gambar 1.2)
Fungsi pendukung
Manajemen Manajemen komunikasi
SDM
Manajemen
scope
Manajemen
waktu
Fungsi Utama
Manajemen
Manajemen
biaya
kualitas
Manajemen resiko
Manajemen pengadaan
Fungsi pendukung
Gambar 1.2. Area Pengetahuan Manajemen Proyek
Dalam Guide to the PMBOK, PMI menyebutkan sembilan keahlian sebagai Area
Pengetahuan (Knowladge Area), deskripsi secara singkat masing-masing pengetahuan adalah
sebagai berikut:
1) Project Integration Management
Segala proses dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi ,menentukan,
menggabungkan, menyatukan dan mengkoordinasikan segala kegiatan dalam Project
Management Process Group.
2) Project Scope Mangement yaitu segala proses dan kegiatan untuk meyakinkan bahwa semua
kegiatan yang dibutuhkan telah termasuk dalam pekerjaan dan hanya pekerjaan yang
dibutuhkan saja yang akan dikerjakan dan diselesaikan dalam project dengan sukses. Intinya
yaitu menentukan mana yang termasuk dan yang tidak termasuk dalam project.
3) Project Time Management yaitu segala proses dan kegiatan untuk menentukan dan mengatur
waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian sebuah project. Terdiri dari penetapan aktifitas,
pengurutan aktifitas, perkiraan lama aktifitas, serta penyusunan dan pengendalian jadwal.
4) Project Cost Management yaitu segala proses dan kegiatan termasuk planning, estimating,
budgeting dan controlling biaya sehingga project dapat terselesaikan sesuai dengan budget
yang telah disetujui dalam rencana.
5) Project Quality Management atau disebut manajemen kualitas, menjelaskan proses-proses
yang dibutuhkan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kualitas yang disepakati. Terdiri
dari perencanaan kualitas, proses untuk menjamin kualitas dan pengendalian kualitas
6) Project Human Resource Management yaitu
proses-proses yang dibutuhkan untuk
menggunakan SDM yang terlibat dalam proyek, secara paling efektif. Terdiri dari
perencanaan organisasi, perekrutan staff dan pembangunan tim kerja.
7) Project Risk Management berkonsentrasi dalam rencana resiko management ,mengidentifikasi
,menganalisis, merespon dan memonitoring serta control dalam sebuah project dimana
sebagian besar dari kegiatan tersebut diupdate sesuai kemajuan project.
8) Project Communication Management yaitu segala proses dan kegiatan yang dibutuhkan untuk
meyakinkan secara waktu tentang generasi yang tepat, pengumpulan , pembagian,
penyimpanan , pengambilan , dan mengumumkan informasi yang berhubungan dengan
project.
9) Procurement Management meliputi proses dalam pencarian, pembelian, pengiriman serta
mengumpulkan product ,service dan hasil dari pihak luar dalam meyelesaikan project.
Mereka yang ingin menguji kompetensinya dan profesional dalam bidang Manajemen
Proyek dapat mengacu kepada dua buah standar :
 The Project Management Body of Knowledge (PMBOK®).
Standar ini telah diterbitkan & menjadi milik dari 'The Project Management Institute', USA.
Standar ini dipakai oleh banyak negara di dunia, termasuk Asia Tenggara dan Australia.
IMPI sendiri telah menetapkan dokumen ini sebagai buku panduan tentang metodologi
manajemen proyek.
 The National Competency Standard for Project Management (NCSPM).
Standar ini telah disahkan pemakaiannya secara umum di Australia dan telah ditetapkan
penggunaannya sebagai standar minimum untuk proses sertifikasi sebagai seorang
professional oleh 'the Australian Institute of Project Management (AIPM)' dan Ikatan Ahli
Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) sebagai standar minimum untuk proses sertifikasi
sebagai seorang professional. This is an evidence based assessment process. This standard is
also being used as the basis for the global PM standard.
Hal- hal yang perlu dilakukan seorang manajer proyek adalah :
1.
Manajer proyek harus mendefinisikan proyek, membreakdown proyek menjadi
serangkaian tugas(tasks) yang mudah dikelola, memperoleh sumber daya yang dibutuhkan,
dan membentuk tim kerja untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut.
2.
Manajer proyek harus menetapkan tujuan akhir dari proyek dan memitivasi anggota tim
kerja untuk menyelesaikan proyek tepat waktu
3.
Manajer proyek harus menginformasikan kepada stakeholder tentang perkembangan
pelaksanaan proyek secara periodik.
4.
Manajer proyek harus mengenali resiko yang mungkin terjadi dan meminimalkan
dampak terhadap penyelesaian proyek.
5.
Manajer proyek harus beradaptasi terhadap perubahan-perubahan, karena tidak ada
proyek yang 100% berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Berkaitan dengan tugas-tugas seorang manajer, maka area kemampuan yang perlu dimiliki
oleh seorang manajer adalah: kepemimpinan, manajemen orang (konsumen, suplier,
manajer,kolega), komunikasi ,negosiasi, perencanaan, manajemen kontrak, pemecahan
masalah dan berpikir kreatif.
Manajer Proyek Yang Efektif
Manajer Proyek Yang
Tidak Efektif









Memberikan contoh-contoh yang baik dalam
kepemimpinan
Berpijak pada visi
Bekerja dengan keyakinan dan kepastian
Mampu secara teknis
Mampu berkomunikasi dengan baik
Mampu menjadi motivator yang baik
Koordinasi dengan manajemen tingkat atas hanya
bila dibutuhkan
Selalu memberikan dukungan kepada anggota tim
Berani dan penuh dengan ide-ide baru





Memberikan
contoh-contoh yang
jelek dalam
kepemimpinan
Kurang mampu
secara teknis
Tidak percaya diri
Tidak
komunikatif
Tidak mampu
menjadi motivator
Tabel 1.4 . Ciri-ciri Manajer Proyek
Download