penuntun praktikum

advertisement
BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM
ANATOMI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN
Oleh :
Indah Solihah,S.Farm.,M.Sc., Apt
LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI FMIPA
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
TATA TERTIB
1. Sebelum menjalankan praktikum para mahasiswa harus sudah mempersiapkan diri,
mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan latihan yang akan dihadapi
2. Para mahasiswa harus datang tepat waktu, sehingga pada saat praktikum dimulai
semua sudah hadir di dalam ruangan praktikum. Mereka yang terlambat 10 menit atau
lebih tidak diijinkan mengikuti praktikum.
3. Para mahasiwa dan/atau kelompok mahasiswa harus membawa semua bahan/alat yang akan
diamati pada praktikum sebagai persyaratan mengikuti praktikum.
4. Para mahasiswa harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh semua penjelasan
yang diberikan oleh dosen/laboran/asisten praktikum mengenai latihan yang akan
dihadapi sehingga tidak akan menemukan kesulitan dalam menjalankan praktikum.
5. Sebelum praktikum pertama dimulai, setiap mahasiswa harus menyiapkan :
a. Buku penuntun praktikum, harus dibawa setiap menjalankan praktikum
b. Buku pekerjaan atau laporan praktikum
6. Sebelum memulai ketua kelompok mengisi bon peminjaman alat dan sesudah selesai
menjalankan praktikum para mahasiswa harus membersihkan alat & mikroskop,
mikroskop harus dikembalikan ke sikap semula, sesuai dengan pada waktu sebelum
dipakai.Mereka yang merusakan atau menghilangkan alat-alat harus lapor pada
laboran/asisten praktikum.
7. Mahasiwa yang tidak hadir diharuskan untuk menyerahkan surat keterangan dari
dokter atau orang tua/wali yang menerangkan tentang ketidakhadirannya. Mereka
yang 1 kali tidak hadir TANPA keterangan dianggap mengundurkan diri dan namanya
akan dicoret dari daftar
8. Laporan praktikum dan gambar-gambar yang dibuat oleh mahasiswa di dalam buku
laporan yang telah disiapkan, tidak boleh dibawa pulang oleh mahasiswa
9. Mahasiswa dilarang membawa buku laporan praktikum Anatomi Tumbuhan dari
tahun terdahulu ke dalam ruang praktikum. Jika hal itu terjadi, asisten berhak
menyitanya dan mahasiswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari ruang
praktikum.
10. Kuis diadakan pada setiap kali praktikum sebelum dimulai praktikum.
11. Responsi hanya diberikan sekali, dapat berupa teori yang berhubungan dengan
praktikum saja atau teori dan praktikum secara bersama-sama termasuk praktikum
susulan bagi yang sakit/izin dengan keterangan tertulis.
PENGGUNAAN MIKROSKOP
Pendahuluan
Manusia memiliki kemampuan panca indera yang terbatas, oleh karena itu banyak
permasalahan yang dapat diselesaikan dengan bantuan alat-alat. Salah satu alat yang biasa
digunakan untuk membantu mata yaitu mikroskop. Dengan alat ini memungkinkan kita dapat
mengamati objek dan gerakan halus yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Ada
beberapa jenis mikroskop, diantaranya mikroskop monokuler (cahaya) dan mikroskop
elektron. Mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop biologi dan stereo. Mikroskop
biologi, penyinarannya dapat berupa sinar matahari atau lampu. Bayangan yang tampak pada
mikroskop ini memiliki panjang dan lebar, hanya sedikit memberi gambaran tentang
tingginya. Objek yang akan diamati harus memiliki ukuran yang kecil dan tipis sehingga
dapat ditembus cahaya. Mikroskop stereo digunakan untuk pengamatan benda-benda yang
tidak terlalu halus, transparan maupun tidak transparan.
Mikroskop dan Komponen-komponennya
Mikroskop merupakan alat yang sederhana, kaki mikroskop dibuat berat agar
mikroskop dapat berdiri stabil. Mikroskop memiliki tiga sistem lensa, yakni lensa objektif,
okuler dan kondensor. Lensa objektif dan okuler terdapat pada kedua ujung tabung
mikroskop, bisa lurus dan bisa berkepala monokuler atau binokuler. Di ujung bawah
mikroskop terdapat tempat kedudukan lensa objektif yang bisa dipasangi tiga atau lebih lensa
objektif. Di bawah tabung mikroskop terdapat tempat dudukan preparat atau meja mikroskop.
Sistem lensa ketiga adalah kondensor, untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop.
Pada mikroskop modern terdapat alat penerang yang dipasang di bagian dasar mikroskop,
berfungsi untuk menerangi spesimen. Pada mikroskop yang tanpa alat penerangan,
mempunyai cermin datar yang terdapat di bawah kondensor, berfungsi untuk mengarahkan
cahaya yang berasal dari sumber cahaya luar ke dalam kondensor.
Lensa-Lensa Mikroskop
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan yang pertama yakni
menemukan banyaknya struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir.
Ciri yang penting pada lensa objektif selain pembesarannya (misalnya 40 kali) adalah Nilai
Apertur (NA) yaitu ukuran daya pisah suatu lensa objektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, yakni kemampuan lensa objektif untuk menunjukkan struktur-struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa okuler berfungsi memperbesar bayangan
yang dihasilkan oleh lensa objektif. Pembesarannya berkisar antara 40 kali sampai dengan 25
kali. Kondensor berfungsi untuk mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang akan difokus
sehingga bila pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah yang maksimal. Jika daya pisah
berkurang, dua benda tampak menjadi satu dan tidak lagi nampak sebagai dua benda yang terpisah (A, B dan
C).
A
B
C
Catatan : pembesaran kurang bermanfaat jika daya pisah mikroskop kurang baik (A dan B)
Cara Menggunakan Mikroskop
A. Mencari Bidang Pandangan
1. Tariklah engsel mikroskop XSP hingga posisi penglihatan tepat (±20°)
2. Revolver diputar hingga lensa objektif perbesaran lemah (10x) tepat di bawah
buluh teropong
3. Kondensor dinaikkan sampai maksimal dan diafragma dibuka selebar-lebarnya
4. Sambil melihat pada teropong, cermin digerakkan untuk menangkap sinar, hingga
diperoleh bidang penglihatan yang bersih
5. Letakkan preparat yang sudah disiapkan (di tutup) di atas meja benda dengan cara
dijepit
6. Putar sekrup penggerak kasar hingga didapat bayangan benda, gunakan sekrup
penggerak halus untuk memperjelas
B. Mencari Bayangan Preparat
1. Lensa objektif pada perbesaran lemah (10x) diletakkan diletakkan lurus di bawah
teropong
2. Gelas preparat yg berisi preparat yg akan dilihat diletakkan di atas meja benda
diantara penjepit
3. Sambil dilihat dari samping, preparat diletakkan di bawah lensa objektif dengan
menggunakan sekrup penggerak preparat
4. Sambil dilihat dari samping, teropong kita turunkan perlahan-lahan dengan
memutar sekrup penggerak kasar hingga lensa objektif mengenai gelas penutup
5. Lihat di bawah teropong, selanjutnya dinaikkan perlahan-lahan dengan sekrup
penggerak kasar. Pada suatu saat, akan terlihat bayangan preparat tersebut.
6. Apabila bayangan preparat tidak jelas, dapat diperjelas dengan perlakuan sbb:
a. Memutar sekrup penggerak halus hingga tinggi teropong tepat pada bayangan
terlihat paling jelas
b. Menurunkan kondensor untuk mengurangi pemusatan sinar hingga batas-batas
preparat jelas
c. Mengecilkan diafragma untuk mengurangi banyaknya sinar yang masuk
7. Jika kita ingin melihat sebagian preparat dengan perbesaran sedang (40x), dapat
dilakukan tindakan sbb:
a. Sambil melihat melalui teropong, bagian preparat yg akan dilihat ditempatkan
di tengah-tengah bidang penglihatan dan dicari bayangan yang paling jelas
b. Tanpa mengubah sekrup penggerak kasar atau halus, revolver diputar hingga
lensa objektif perbesaran sedang (40x) tepat berada di bawah pembuluh
teropong. Pada kondisi ini, tidak diperbolehkan memutar sekrup kasar
c. Lihat melalui teropong, biasanya telah terlihat bayangan samar-samar.
Bayangan dapat diperjelas dengan memutar sekrup penggerak halus,
menaikkan kondensor, atau memperbesar diafragma. Jika dengan memutar
sekrup penggerak halus, bayangan belum terlihat berarti preparat tidak berada
di tengan bidang penglihatan. Karena itu, peraturan diulangi dari perbesaran
10x, diatur lebih seksama, dan seterusnya, baru dipindahkan ke perbesaran
sedang (40x)
Kepala mikroskop
Okuler
Buluh teropong
Revolver
Meja benda
Kondensor
Diafragma
Lensa Objektif
Statif/tiang
Penggerak kasar
Penggerak halus
Sumber cahaya
Alas mikroskop
Pengatur intensitas
cahaya
SEL I
Tujuan :
Mengamati bentuk serta struktur sel dengan menggunakan mikroskop cahaya.
Teori Singkat :
Sel merupakan unit terkecil dari bagian tubuh makhluk hidup yang mampu melaksanakan
suatu fungsi. Seperti halnya makhluk hidup, sel akan mengalami proses kelahiran, tumbuh
dewasa dan akhirnya mati. Sel yang telah mati biasanya ditandai dengan hilangnya
sitoplasma dan inti sel. Bentuk, ukuran serta struktur sel berbeda-beda. Ada sel yang
berbentuk kubus, empat persegi panjang, bulat, polihedral dll. Ukuran sel berkisar dari
beberapa mikron sampai puluhan sentimeter. Struktur sel dapat sederhana sampai kompleks.
Yang dimaksud dengan struktur sel adalah susunan bagian dalam sel, yaitu organel-organel
serta komponen lain yang menyusun sel.
1. Sel Hidup dan Sel Mati
Ada dan tidaknya inti dan sitoplasma dipakai untuk membedakan apakah sel masih
hidup atau sudah mati. Sel yang telah mati akan kehilangan inti dan sitoplasma,
sehingga yang tampak hanya dinding sel. Untuk meyakinkan apakah inti dan
sitoplasma telah hilang seringkali sulit sebab sitoplasma dan inti tidak berwarna.
Adanya plastid, zat-zat warna, berbagai macam kristal yang menyertai protoplasma,
akan membantu menentukkan ada tidaknya sitoplasma.
2. Bentuk Sel
Bentuk serta ukuran sel yang bervariasi, mudah diamati karena dinding sel merupakan
bagian sel yang paling mudah diamati
3. Inti (Nukleus)
Hampir setiap sel mengandung sedikitnya satu nukleus. Nukleus sel biasanya sukar
dilihat di bawah mikroskop biasa, akan mudah dilihat setelah diwarnai. Hal ini
disebabkan karena nukleus bereaksi terhadap zat warna, atau banyaknya zat warna yang diserap
nukleus berbeda dibandingkan dengan bagian sel yang lain.
4. Plastida
Sel tumbuhan umumnya mengandung plastida, ialah organel yang berhubungan dengan
sintesis dan penyimpanan makanan. Pada sel yang masih muda, plastida berukuran
kecil dan tidak berwarna, sedang pada sel dewasa plastid menjadi besar. Plastid dapat
dilihat dengan mudah walaupun tanpa diwarnai karena kebanyakan plastida berwarna
oleh pigmennya sendiri. Kloroplas adalah plastid yang berwarna hijau karena sebagian
besar pigmennya berwarna hijau. Pigmen hijau ini disebut klorofil yang sangat penting
dalam fotosintesis. Kecuali klorofil, kloroplas juga mengandung pigmen-pigmen
karotenoid yaitu karoten yang berwarna jingga dan xantofil yang berwarna kuning.
Tetapi karena jumlahnya terlalu sedikit maka kedua pigmen yang disebutkan terakhir
jarang tampak dalam kloroplas. Bentuk kloroplas umumnya bulat telur, namun pada
alga seringkali bervariasi. Misalnya kloroplas pada Spirogyra berbentuk spiral, pada
Zygnema berbentuk bintang. Kromoplas adalah plastid yang berwarna kuning, jingga,
merah jingga dan merah. Seringkali kloroplas dan kromoplas disebut sebagai
kromatofora. Kromoplas mengandung zat warna yang termasuk karotenoid yaitu
xantofil yang berwarna kuning (pada bunga-bunga berwarna kuning seperti
Allamanda, Thitonia, dll). Bentuk kromoplas bermacam-macam yakni bentuk cakram,
jarum bersegi-segi dll. Leukoplas letaknya tersebar pada bagian tumbuhan seperti akar
dan organ lainnya yang berfungsi sebagai tempat cadangan makanan. Leukoplas dapat mengubah
glukosa menjadi pati dan pati ini diendapkan di dalam plastida tadi menjadi butir pati
disebut amiloplas. Pati tersebut diendapkan mengelilingi suatu butir awal yang
dinamakan hilus atau hilum. Lapisan pati yang diendapkan pada waktu yang berlainan
tidak selalu sama kadarnya. Hal ini menimbulkan garis-garis yang mengelilingi hilum
tersebut (lapisan atau garis-garis itu terjadi karena perbedaan indeks refleksi cahaya).
Umumnya butir pati dalam kentang adalah butir pati tunggal, yakni bila dalam satu
plastid hanya ada satu hilum. Kadang-kadang dijumpai butir pati majemuk, yakni bila
dalam satu plastid terdapat dua atau lebih butir pati. Letak hilum dapat di tengah
(kosentris) misalnya pada kentang (Solanum tuberosum).
Cara Kerja :
1. Preparat : Empulur Singkong (Manihot esculenta)
Buatlah irisan melintang batang atau tangkai daun ubi kayu. Irisan harus tipis
sekali, tidak perlu lebar. Gunakan medium air. Anda akan menjumpai sel-sel
empulur berupa sel mati, sehingga tampak adalah dinding sel serta rongga sel saja,
tidak terdapat nukleus, sitoplasma atau bagian-bagian sel lainnya. Gambarlah
beberapa selnya. Perhatikan sel-sel yang berada di bawah atau di atasnya (sel-sel
yang tidak terfokus) ikut tampak meskipun agak kabur. Sel-sel tersebut jangan
digambar
2. Preparat : Sel Epidermis Bawang Merah (Allium cepa)
Pada sisi sebelah dalam yang cekung, epidermis yang berupa selaput tipis dapat dengan mudah
dilepaskan dengan menggunakan pisau silet. Letakkan sepotong kecil epidermis
pada gelas objek dan jaga agar jangan terjadi lipatan atau kerutan. Tambahkan satu
atau dua tetes air, tutuplah dengan gelas penutup. Perhatikan di bawah mikroskop
dengan pembesaran lemah, gambar beberapa sel dengan bagian-bagiannya.
Perhatikan nukleusnya kurang jelas dapat ditambahkan zat warna safranin O di
salah satu sisi gelas penutup, sehingga medium akan terisap dan safranin O akan
menggantikan air
3. Preparat Awetan : Alga Spirogyra sp.
Amatilah preparat awetan ganggang Spirogyra sp, maka anda akan jumpai
kloroplas yang berbentuk spiral. Gambarlah satu sel lengkap dengan bagian-bagian
sel yang anda kenali
4. Preparat : Umbi Wortel (Daucus carota)
Buatlah irisan melintang wortel, irisan harus setipis mungkin. Gunakan medium
air. Amati di bawah mikroskop, akan anda lihat sel-sel parenkim yang penuh
dengan kromoplas yang berisi karoten. Gambarlah dan sebutkan bagian-bagian
yang dapat anda kenali.
5. Preparat : Umbi Kentang (Solanum tuberosum)
Buatlah irisan umbi kentang, kulit tidak diikut sertakan. Gunakan medium air.
Anda akan melihat jaringan parenkim yang penuh dengan amiloplas. Amati butir
pati tersebut. Kemudian berilah satu tetes Yodium, butir-butir pati tampak
berwarna biru. Berapa macam butir pati yang anda temukan?
SEL 1
Hasil Pengamatan
SEL 2
Tujuan
Di samping mengamati bentuk serta struktur sel akan diamati pula berbagai macam zat
ergastik dan struktur dinding sel berupa noktah.
Teori Singkat :
Dengan mikroskop cahaya kita tidak dapat mengamati struktur sel dengan sempurna.
Organel-organel lain yang menyusun sel seperti mitokondria, aparat golgi (diktiosom),
ribosom dll terlampau kecil untuk dapat dilihat. Vakuola mempunyai ukuran yang cukup
besar, namun karena jernih maka akan sulit dilihat. Vakuola dapat dilihat jika di dalamnya
terdapat pigmen atau zat ergastik seperti pigmen, kristal, butir aleuron dll. Pada praktikum
Sel I telah kita amati berbagai bentuk sel. Pada sel-sel tumbuhan bentuk sel ditentukan oleh
dinding sel. Dinding sel pada tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dan bervariasi.
Beberapa struktur dinding sel, seperti noktah, mudah diamati dengan mikroskop cahaya.
Noktah merupakan bagian dari dinding sel yang tetap tipis dan dapat dijumpai baik pada
dinding primer maupun sekunder. Struktur noktah bervariasi antara lain berupa noktah
sederhana, noktah terlindung dan saluran noktah.
1. Pigmen
Selain pigmen yang terdapat di dalam plastid, kini kita akan amati pigmen
antosianin, suatu pigmen yang terdapat di dalam vakuola. Antosianin dapat berubah
warna jika pH lingkungan berubah. Antosianin berwarna merah jika pH rendah dan
berwarna biru jika pH tinggi.
2. Kristal
Berbagai bentuk dan macam kristal dapat dijumpai dalam sel. Kristal-kristal bahan
anorganik sering ditimbun di dalam sel, umumnya terdiri dari garam kalsium dan
silika. Kristal ini merupakan hasil akhir atau hasil rekresi dari suatu pertukaran zat
yang terjadi di dalam sitoplasma.
3. Aleuron
Aleuron merupakan vakuola yang berisi bahan organik seperti zat putih telur,
garam dan lemak yang mengkristal. Disebut juga kristal protein.
Cara Kerja :
1. Preparat sayatan melintang : tangkai daun pepaya (Carica papaya)
Sayatlah tangkai daun pepaya setipis mungkin dengan menggunakan silet. Amati di
bawah mikroskop dengan medium air. Amati kristal yang berbentuk kubus dan drus
yang terdapat di dalam sel.
2. Preparat sayatan melintang: daun tua Ficus elastica
Pada daun tua, epidermis bisa berlapis 3. Disinilah terdapat sel-sel besar berisi sistolit
yang terdiri atas kerangka selulosa dimana terhablur kalsium karbonat dalam bentuk
alerokristal halus. Keseluruhannya berbentuk seperti sekelompok buah anggur.
Sayatlahlah daun secara melintang lalu gambarlah sel-sel epidermis daun Ficus
dengan salah satu sel mengandung sistolit.
3. Preparat kerokan: endokarp Cocos nucifera
Ambilah sedikit kerokan endosperma (tempurung) kelapa letakkan dalam kaca objek.
Amati di bawah mikroskop dengan medium air. Amati sel sklereid. Endokarp kelapa
(tempurung kelapa) terdiri dari jaringan sklereid. Jaringan sklereid terdiri dari sel-sel
berbentuk bulat seperti batu yang keras (sel batu). Sel batu keras karena dindingnya
tebal sekali mengandung lignin. Oleh karena itu noktah yang dibentuk terlihat sebagai
saluran-saluran yang disebut saluran noktah.
4. Preparat awetan butir pati Solanum tuberosum
Amati bentuk butir pati kentang serta tunjukkan hilumnya. Berdasarkan letak
hilumnya, butir pati kentang termasuk jenis apa?
SEL 2
Hasil Pengamatan :
EPIDERMIS
Tujuan :
Mengamati bentuk, struktur dan susunan sel epidermis.
Teori Singkat :
Epidermis merupakan jaringan penyusun tubuh tumbuhan paling luar yang umumnya
terdiri dari selapis sel saja, berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan. Pada daun,
epidermis juga berfungsi untuk mengurangi transpirasi, oleh karena itu sering kali dilapisi
oleh kutikula dan lilin yang bersifat kedap air. Susunan epidermis rapat tanpa ruang antar sel,
kecuali pada stomanya. Dinding luar yang berbatasan dengan udara relatif tebal. Plastid pada
umumnya berupa leukoplas, hanya pada tumbuhan tertentu plastid berupa kloroplas. Bentuk
sel epidermis bervariasi, ada yang seperti kubus, tidak teratur, bersegi banyak, dinding
berlekuk-lekuk, ada yang dengan tonjolan, papila, trikoma dll.
1. Trikoma
Trikoma merupakan derivat epidermis. Trikoma dapat berupa sebuah sel yang
sederhana, bercabang, berupa sisik atau terdiri dari beberapa sel atau deretan sel.
Dapat pula terdiri dari bagian tangkai dan kepala. Trikoma ada yang bersel kelenjar
ada yang tidak. Umumnya sel-sel kelenjar terdapat di kepalanya. Fungsi trikoma
bermacam-macam, misalnya : pada akar untuk menghisap air dan unsur hara; pada
epidermis daun untuk mengurangi transpirasi; pada kepala putik mengeluarkan zat
perekat; pada biji agar mudah diterbangkan dll.
2. Stoma
Stoma merupakan celah pada epidermis, terutama terdapat pada helaian daun
permukaan sebelah bawah (abaksial). Struktur terdiri dari dua sel penutup yang biasanya
bentuknya berlainan dengan sel epidermis di sekitarnya. Sel penutup bisa berbentuk
seperti ginjal (dikotil) atau halter (monokotil). Di dalam sel penutup terdapat
kloroplas yang berfungsi dalam proses fotosintesis. Seringkali sel penutup dikelilingi
oleh sel-sel yang bentuknya berbeda dengan sel epidermis yang lain, sel-sel ini
disebut sel tetangga. Bila ditinjau dari bentuk dan letak sel tetangga terhadap sel
penutup maka pada tumbuhan dikotil dapatlah dibedakan tipe stomata diasitik,
parasitik, anomostitik dan anisositik. Berdasarkan tinggi rendahnya letak sel penutup
terhadap sel epidermis sekitarnya dikenal stoma kriptofor dan faneropor.
Cara Kerja :
1. Preparat awetan : sayatan paradermal dan melintang daun jagung (Zea mays) dalam
air.
Pada sayatan paradermal akan terlihat bentuk sel epidermis segi empat panjang dengan
dinding antiklinal berlekuk-lekuk. Di antara sel-sel besar terdapat sel-sel kecil yang
disebut sel kerdil. Pada sel kerdil sering didapati silika dan zat gabus. Pada sayatan
melintang akan terlihat sel-sel yang lebih besar dan gemuk. Sel-sel ini disebut sel
buliform dan berfungsi untuk menggulung daun pada saat kekeringan. Sel-sel buliform
terdapat pada epidermis atas, disini juga terdapat trikoma.
2. Preparat awetan : Stomata daun Zae mays
Amati bentuk stomata pada daun Zae mays. Tentukan jenis stomatanya berdasarkan
jumlah dan letaknya dengan sel tetangga dan berdasarkan tinggi rendahnya sel
penutup terhadap sel epidermis di sekitarnya.
3. Preparat awetan : Stomata daun Canna indica
Amati bentuk stomata pada daun Canna indica. Tentukan jenis stomatanya
berdasarkan jumlah dan letaknya dengan sel tetangga dan berdasarkan tinggi
rendahnya sel penutup terhadap sel epidermis di sekitarnya.
4. Preparat awetan : Stomata daun Asplenium nidus
Amati bentuk stomata pada daun Asplenium nidus. Tentukan jenis stomatanya
berdasarkan jumlah dan letaknya dengan sel tetangga dan berdasarkan tinggi
rendahnya sel penutup terhadap sel epidermis di sekitarnya.
EPIDERMIS
Hasil Pengamatan
JARINGAN PENGANGKUT
Tujuan :
Mengamati bentuk, struktur, susunan dan posisi jaringan pengangkut pada tumbuhan.
Teori Singkat :
Berkas penyalur (pembuluh) mencakup dua macam jaringan yaitu xilem dan floem.
Keduanya merupakan jaringan kompleks, masing-masing disusun oleh berbagai tipe jaringan
yang bersama-sama membentuk satu kesatuan xilem dan floem. Xilem berfungsi
menyalurkan air dan garam-garam tanah yang diisap oleh akar ke semua bagian dari
tumbuhan. Jadi arah arus ini adalah dari bawah ke atas. Sebaliknya floem berfungsi untuk
menyalurkan bahan-bahan hasil fotosintesis yang dibuat oleh daun untuk disalurkan ke smua
bagian tumbuhan, jadi arahya terutama dari atas ke bawah.
A. Xilem
Merupakan jaringan kompleks, dapat mengandung antara lain trakeid, trakea (pembuluh
kayu), serat-serat, sel-sel parenkim dan lain sebagainya. Biasanya makin tinggi tingkatan
tumbuhan makin kompleks xilemnya. Trakeid Trakeid adalah sel yang panjang dan
meruncing pada ujung pangkalnya. Dinding sel biasanya tebal mengandung lignin (zat kayu).
Dalam keadaan dewasa sel ini mati dan pada saat itu baru berfungsi sebagai penyalur air.
Selain penyalur air, trakeid juga berfungsi untuk penguat, menegakkan berdirinya tubuh
tumbuhan. Pada umumnya tumbuhan Gymnospermae, komponen penyalur air yang utama
seluruhnya berupa trakeid dan bukan pembuluh kayu. Menurut struktur penebalan dinding
dapat dibedakan bermacam-macam trakeid, yaitu : trakeid cincin, trakeid spiral, trakeid jala,
trakeid tangga dan trakeid noktah. Trakea Trakea atau pembuluh kayu terjadi dari sederet sel
yang mengalami pertumbuhan melebar sangat pesat. Setelah pembentukkan dinding sekunder
terjadi, dinding penyekat melarut sehingga terjadi satu pembuluh yang panjang. Sitoplasma
dan nukleus akhirnya lenyap sehingga pembuluh kayu mati. Setelah mati barulah fungsi
penyalur air dimulai. Seperti pada trakeid menurut penebalannya pembuluh kayu dibedakan
menjadi pembuluh kayu : cincin, spiral, jala, tangga dan noktah. Pembuluh kayu umumnya
kita dapatkan pada AngiospermaePembuluh kayu cincin dan spiral terdapat dalam
protoxilem, yaitu xilem primer yang dibentuk sebelum pertumbuhan memanjang jaringan di
sekelilingnya. Pada waktu jaringan- jaringan ini tumbuh memanjang yang berlangsung sangat
cepat, maka protoxilem tersobek-sobek. Pada tumbuhan monokotil di tempat protoxilem yang
rusak ini terbentuk ruangan yang biasanya tetap tampak setelah tumbuh dewasa. Ruangan yang terjadi
karena rusaknya sel-sel berhubung dengan pertumbuhan memanjang disebut sebagai ruangan
reksigen. Di dalam ruang reksigen ini terdapat sisa-sisa dinding sel, potongan-potongan
cincin dan spiral. Ruangan reksigen pada tumbuhan dikotil ditutup kembali oleh sel-sel baru
disekitarnya, sehingga dalam keadaan dewasa ruangan ini tidak tampak lagi. Setelah
pertumbuhan memanjang sel-sel di sekitarnya selesai, barulah dibentuk metaxilem. Dalam
metaxilem dan xilem sekunder hanya dibentuk kayu noktah. Pembuluh kayu tangga adalah
khusus dari modifikasi pembuluh kayu noktah. Noktah-noktah memanjang ke samping.
Pembuluh tepi ini hanya terdapat dalam spesies tumbuhan antara lain Magnolia dan Vitis.
Serat dan Serat Trakeid Dalam perkembangan filogeni, serat xilem terjadi dari trakeid dengan
mempertebal dinding sehingga lumen (rongga sel) semakin sempit, selain itu juga jumlah
serta ukuran noktah menyusut. Jika perkembangan ini sudah sedemikian lanjut hingga lumen
menjadi sangat sempit dan noktah kecil sehingga hampir tak dapat melewatkan zat-zat, maka
terbentuk serat. Semakin kompleks suatu xilem semakin sedikit trakeidnya, karena fungsi
ganda trakeid yaitu sebagai penyalur dan sebagai penguat diambil alih oleh dua macam alat
yang khusus untuk masing-masing fungsi tadi, yaitu trakea (pembuluh kayu) untuk fungsi
penyalur dan serat untuk fungsi penguat. Parenkima xilem Sel-sel parenkim merupakan
komponen yang biasa di dalam xilem kebanyakan tumbuhan. Dalam xilem sekunder sel-sel
parenkim biasanya berbentuk memanjang disusun berlajur-lajur vertikal dan dinamakan
parenkima xilem atau parenkim kayu. Sel-sel parenkima yang disusun radial di dalam dan
menghubungkan empulur dengan korteks disebut jari-jari empulur
B. Floem
Seperti xilem, floem juga adalah jaringan kompleks. Floem dapat terdiri dari berbagai macam
jaringan. Floem paku-pakuan mengandung sel-sel tapis dan sel parenkima. Pada floem
Gymnospermae terdapat sel-sel tapis, parenkima dan serat-serat. Floem Angiospermae dapat
mengandung lebih banyak lagi macam penyusun jaringan yakni pembuluh tapis, sel-sel
pengiring, parenkima floem, serat-serat, sel batu, pembuluh lateks dan lain sebagainya. Sel
tapis dan pembuluh tapis Pada dasarnya struktur dan fungsi sel tapis dan pembuluh tapis
adalah sama. Sel tapis dan sel-sel pada pembuluh adalah sel hidup berbentuk memanjang dan
dengan dinding sel tapis dari selulosa. Di tengah terdapat vakuola dan sitoplasma yang
merupakan lapisan tipis di tepi. Pada keadaan dewasa tidak terdapat nukleus. Pada dinding di
dapatkan perforasi (pori-pori) yang letaknya berkelompok. Sekelompok pori disebut daerah
tapis.
Beda sel tapis dan pembuluh tapis :
1. Daerah tapis pada sel tapis terdapat pada seluruh dindingnya. Daerah tapis pada
pembuluh tapis terdapat pada dinding penyekatnya. Penyekatnya disebut plat tapis
(papan tapis).
2. Sel tapis letaknya tak teratur. Pembuluh tapis tersusun dalam barisan lurus.
3. Pori sel tapis halus, pori pembuluh tapis besar.
4. Sel tapis terdapat pada tumbuhan rendah sedangkan pembuluh tapis pada tumbuhan
tinggi.
Sel Pengiring (Pengantar) Pada umumnya Angiospermae, di samping setiap pembuluh tapis
terdapat sebuah sel parenkima yang disebut sel pengiring. Sel pengiring dengan sel
komponen pembuluh tapis disampingnya merupakan sel saudara, artinya keduanya berasal
dari sel induk yang sama. Dalam perkembangannya salah satu dari sel anakan membesar ke
samping, kehilangan nukleus dan menjadi sel komponen pembuluh tapis. Sel anakan lainnya
tetap kecil sehingga sitoplasmanya padat, tetap meiliki nukleus dan menjadi sel pengiring.
Kedua-duanya bersama-sama tumbuh memanjang sehingga sel komponen pembuluh tapis
sama panjangnya dengan sel pengiring di sampingnya. Tetapi kadang-kadang sel pengiring
membagi diri secara transversal, sehingga dari satu sel pengiring untuk satu pembuluh tapis
menjadi beberapa sel pengiring yang pendek di samping satu sel komponen pembuluh tapis. Walaupun sel
pengiring itu tetap mempunyai nukleus yang relatif besar, tetap mempunyai sitoplasma padat,
tetapi bilamana pembuluh tapisnya mati sel pengiring juga mati.
Sel Albumin Dianggap kaya akan albumin karena memiliki afinitas besar terhadap pewarna
protein. Sel albumin terdapat pada Pinaceae tertentu dan biasanya terletak berdekatan dengan
sel tapis sehingga diduga memiliki fungsi yang sama dengan sel pengantar bagi komponen
pembuluh tapis di Angiospermae. Parenkim Floem Terdiri atas sel-sel hidup berisi makanan
cadangan atau kristal Serat Floem atau sklereid Seringkali terdapat dalam floem. Sel-sel ini
berlaku sebagai pengokoh dengan dinding yang berlignin.
Cara Kerja :
1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Zea mays
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang jagung. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau
teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang jagung, pusatkan
pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Berkas
pembuluh pada batang jagung bertipe kolateral. Perhatikan struktur jaringan yang
menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel
pengiring dsb. Amati adanya ruangan reksigen. Penebalan cincin dari buluh cincin
biasanya tampak menggantung menempel pada dinding ruang tersebut. Gambar
semua bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.
2. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Arachis hypogea
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang kacang tanah. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar
atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang kacang
tanah, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas).
Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem,
metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas
pembuluh yang terlihat.
3. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Amaranthus spinosa
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang bayam. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau
teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang bayam, pusatkan
pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan
struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem, metaxilem,
protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas pembuluh
yang terlihat.
4. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan batang Hibiscus sp
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang Hibiscus sp. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar
atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Hibiscus sp,
pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas).
Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti: protoxilem,
metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagian-bagian berkas
pembuluh yang terlihat.
5. Preparat sayatan melintang awetan batang Ficus elastica
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang Ficus elastica. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar
atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang Ficus
elastica, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling
jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti:
protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagianbagian berkas pembuluh yang terlihat.
6. Preparat sayatan melintang awetan batang Cordyline fruticosa
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang Cordyline fruticosa. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya
(tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang
Cordyline fruticosa, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih
yang paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem
seperti: protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua
bagian-bagian berkas pembuluh yang terlihat.
7. Preparat sayatan melintang awetan batang Erythrina varigeta
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang Erythrina varigeta. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya
(tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang
Erythrina varigeta, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang
paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti:
protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagianbagian berkas pembuluh yang terlihat.
8. Preparat sayatan melintang awetan batang Asplenium nidus
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang batang Asplenium nidus. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya
(tersebar atau teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang batang
Asplenium nidus, pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang
paling jelas). Perhatikan struktur jaringan yang menyusun xilem dan floem seperti:
protoxilem, metaxilem, protofloem, serat, sel pengiring dsb. Gambar semua bagianbagian berkas pembuluh yang terlihat.
JARINGAN PENGANGKUT
Hasil Pengamatan :
JARINGAN PENGANKUT
Hasil Pengamatan :
DAUN
Tujuan :
Mengamati berbagai variasi anatomi daun.
Teori Singkat :
Variasi struktur daun Angiospermae sedikit banyak ada hubungannya dengan habitatnya
dan dapat dipakai sebagai ciri tipe ekologi tumbuhan tersebut, seperti mesofit (tumbuhan
yang hidup di tempat tidak terlampau basah atau terlampau kering), hidrofit (tumbuhan hidup
di air) dan xerofit (tumbuhan yang hidup di tempat yang kering atau kekurangan air). Namun
demikian perbedaan sering tidak begitu nyata, daun-daun sering memperlihatkan ciri
kombinasi dari berbagai tipe ekologi. Terlepas dari bentuk maupun ukuran, semua daun
memiliki komposisi jaringan yang sama yaitu : epidermis, mesofil dan berkas pembuluh
(tulang daun).
A.Epidermis
Seperti halnya pada batang, epidermis pada daun tersusun rapat dan dilapisi kutikula yang
mengurangi hilangnya air karena transpirasi. Stoma didapati di kedua belah sisi daun tetapi
umumnya di sisi sebelah bawah didapati lebih banyak stoma. Pada daun hidrofit yang
daunnya mengapung dipermukaan air, stoma didapati di sisi sebelah atas saja, sedangkan
daun-daun yang ada di dalam air tanpa stoma sama sekali. Pada sejumlah besar tumbuhan
xerofit, stoma berada di tempat lekukan, terbenam ke dalam permukaan daun. Pada tempat
lekukan ini sering juga didapati rambut-rambut epidermis. Rambut epidermis atau trikoma
sering juga didapati di kedua belah sisi daun. Rambut-rambut epidermis yang lebat
mengurangi hilangnya air dari daun.
B.Mesofil
Mesofil berfungsi khusus untuk fotosintesis. Terdiri dari sistem jaringan dengan ruang-ruang
antar sel yang besar, yang berhubungan dengan atmosfer luar melalui stoma. Ruang antar sel
membantu berlangsungnya pertukaran gas yang cepat, suatu faktor yang penting untuk
efisiensi fotosintesis. Pada tumbuhan mesofit, mesofilnya mengalami diferensiasi menjadi
parenkim palisade berbentuk panjang tegak lurus permukaan daun dan parenkima bunga
karang berbentuk tidak teratur. Meskipun jaringan pagar nampaknya padat dan rapat namun
dinding-dinding vertikalnya dapat berhubungan dengan ruang-ruang antar sel pada jaringan
bunga karang, oleh karena itu sebagian besar proses fotosintesis berlangsung pada jaringan
palisade. Umumnya parenkim palisade didapati pada sisi atas daun dan bunga karang di
sebelah bawahnya. Pada jenis tumbuhan seperti jagung dan rumputan lainnya, sel-sel mesofil
bentuknya serupa, tidak ada perbedaan bentuk antara jaringan palisade dan bunga karang.
C.Berkas Pembuluh
Mesofil daun ditembusi oleh sistem berkas pembuluh atau tulang daun yang berhubungan
dengan sistem pembuluh pada batang. Tulang daun terdiri dari xilem dan floem yang
umumnya merupakan jaringan primer. Tulang daun tengah dan beberapa tulang daun yang
besar pada daun dikotil seringkali memiliki pertumbuhan sekunder. Pada ujung-ujung tulang
daun tumbuhan dikotil seringkali disusun hanya oleh jaringan trakeid, namun demikian unsur
floem dan xilem yang lain sering didapati. Umumnya xilem didapati pada sisi sebelah atas
daun dan floem pada sisi sebelah bawah.
Cara kerja :
1. Preparat sayatan melintang dan membujur awetan daun Zea mays
Mengamati sayatan melintang daun jagung. Epidermis besar-besar pada epidermis
yang adaksial sering didapati sel buliform. Sel buliform diduga berfungsi untuk mengatur,
menggulung dan membuka kembali daun apabila kekeringan. Mesofil pada daun
jagung tidak mengalami diferensiasi menjadi jaringan bunga karang dan jaringan
palisade. Seluruh mesofil terdiri dari sel-sel yang hampir sama bentuknya. Hal ini
umumnya terdapat pada daun Graminae. Terdapat satu lapis deretan sel parenkim
berdinding tipis mengelilingi berkas pembuluh, disebut seludang berkas pembuluh.
2. Preparat sayatan melintang daun Pinus merkusii
Mengamati sayatan melintang daun Pinus merkusii yang memiliki bentuk daun seperti
jarum. Untuk mengurangi transpirasi, dinding sel epidermisnya tebal sekali dan
biasanya berkutikula tebal. Stoma tersebar di seluruh permukaan daun, terbenam dan
melengkung. Di atasnya adalah sel-sel tetangga. Terdapat hipodermis yang terdiri dari
sel parenkima. Mesofil tidak berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan
bunga karang, tetapi mempunyai bentuk yang khas (parenkim lipatan). Selain itu
didapati saluran damar (harsa) di daerah mesofilnya. Berkas pembuluh dikelilingi oleh
jaringan transfusi yang terdiri dari parenkim hidup dan trakeid. Berkas pembuluh
bersama jaringan transfusi dikelilingi oleh selapis sel yang dindingnya relatif tebal
yaitu jaringan eksodermis.
DAUN
Hasil Pengamatan :
AKAR
Tujuan :
Mengamati struktur anatomi akar berbagai tumbuhan.
Teori Singkat :
Terdapat perbedaan baik secara morfologi maupun secara anatomi antara akar dan
batang. Secara morfologi, akar tidak memiliki daun, maka dengan sendirinya akar juga tidak
memiliki buku-buku tempat melekatnya daun. Secara anatomi terdapat perbedaan antara akar
dan batang. Yang paling jelas mencolok adalah perbedaan dalam susunan pembuluh xilem
dan floem. Pada batang susunan pembuluh xilem dan floem terletak dalam berkas pembuluh
kolateral atau ampivasal. Pada akar susunan xilem dan floem tidak terletak berkumpul dalam
berkas tetapi terpisah, terletak berselang-seling. Seperti pada batang, struktur anatomi akar
dapat dibedakan menjadi : epidermis, korteks dan silinder pusat.
Epidermis
Umumnya epidermis pada akar bersifat uniseriat. Hanya pada beberapa kelompok tumbuhan
seperti anggrek dan epifit epidermisnya multiseriat. Pada akar muda terdapat banyak rambut
akar.
Korteks Akar
Seperti batang maka korteks akar sebagian besar terdiri dari parenkima. Pada akar Dikotil dan
Gymnospermae yang sudah tua, korteks akar mengelupas karena terjadinya pertumbuhan
sekunder. Jika dibandingkan dengan batang, korteks akar relatif lebih besar, karena itu
banyak berperan sebagai tempat cadangan makanan. Bagian paling dalam dari korteks adalah
endodermis. Endodermis mudah dikenali, meskipun umumnya hanya satu lapis. Hal ini
disebabkan karena endodermis mempunyai dinding khusus yang mudah terlihat di bawah
mikroskop.
Silinder Pusat
Batas-batas silinder pusat pada akar mudah dikenali karena jaringan endodermis pada akar
berkembang dengan sempurna. Pada batang, endodermis tidak berkembang dengan sempurna
sehingga sulit menentukan batas silinder pusat. Lapisan paling luar silinder pusat disebut
perisikel yang biasa terdiri dari satu lapisan sel atau lebih. Yang perlu diamati pada silinder
pusat akar adalah susunan xilem dan floem primernya. Xilem merupakan satuan yang
terpisah dari floem. Baik floem maupun xilem, berada di tepian silinder pembuluh.
Xilemdapat meluas ke dalam sampai ke pusat akar membentuk bentukan seperti batang. Pada
monokotil xilem tidak berkembang sampai pusat batang sehingga di pusat batang ditempati
oleh jaringan empulur. Jumlah kelompok xilem pada akar dapat satu, dua, tiga dst disebut
juga monork, diark, triak, jika jumlahnya banyak disebut poliark.
Cara kerja :
1. Preparat sayatan melintang akar jagung (Zea mays)
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang akar jagung. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau
teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang akar jagung, pusatkan
pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas). Perhatikan
jaringan-jaringan akar lainnya seperti perisikel, endodermis, xilem, floem dan lainlain. Bagaimana sifat sistem pembuluhnya berdasarkan jumlah kelompok xilemnya?
2. Preparat sayatan melintang awetan akar Arachis hypogea
Amati preparat mula-mula dengan perbesaran lemah untuk melihat atau mengamati
seluruh penampang akar kacang tanah. Bagaimana letak susunan berkas pembuluhnya (tersebar atau
teratur)? Setelah anda selesai mengamati seluruh penampang akar kacang tanah,
pusatkan pengamatan anda pada satu berkas pembuluh (pilih yang paling jelas).
Perhatikan jaringan-jaringan akar lainnya seperti perisikel, endodermis, xilem, floem
dan lain-lain. Bagaimana sifat sistem pembuluhnya berdasarkan jumlah kelompok
xilemnya?
AKAR
Hasil Pengamatan :
UJI AMILUM SEBAGAI HASIL FOTOSINTESIS
Tujuan
Pada praktikum ini bertujuan membuktikan bahwa fotosintesis pada daun memerlukan
cahaya dan menghasilkan amilum. Desain praktikum ini sering disebut percobaan Sach (baca:
sah).
Teori Singkat
Fotosintesis adalah proses pembuatan energi atau zat makanan/glukosa yang berlangsung
atas peran cahaya matahari (photo = cahaya, synthesis = proses pembuatan/pengolahan)
dengan menggunakan zat hara/mineral, karbon dioksida dan air. Makhluk hidup yang mampu
melakukan fotosintesis adalah tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakteri. Fotosintesis sangat
penting bagi kehidupan di bumi karena hampir semua makhluk hidup bergantung pada energi
yang dihasilkan oleh proses fotosintesis.
Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari
senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan
gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini
berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan
glukosa:
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat
pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang
terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi
seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa
lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi
kimia.
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah
yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut
kloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun
seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian
besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang
mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati
lapisan epidermis tanpa yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar
proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat
anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang
berlebihan.
Proses atau Reaksi fotosintesis ada dua
1. Reaksi terang
Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana adalah struktur bentukan membran
tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu salah satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam
grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang berperan dalam fotosintesis. Reaksi terang di sebut
juga fotolisis karena proses penyerapan energi cahaya dan penguraian molekul air menjadi
oksigen dan hidrogen.
2. Reaksi gelap
Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 yang
diperoleh dari udara dan energi yang diperoleh dari reaksi terang.
Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat berlangsung jika belum terjadi siklus
terang karena energi yang dipakai berasal dari reaksi terang.
Ada dua macam siklus, yaitu siklus Calin-Benson dan siklus hatch-Slack. Pada siklus CalinBenson, tumbuhan menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon tiga, yaitu senyawa 3fosfogliserat. Siklus ini dibantu oleh enzim rubisco. Pada siklus hatch-Slack, tumbuhan
menghasilkan senyawa dengan jumlah atom karbon empat. Enzim yang berperan adalah
phosphoenolpyruvate carboxylase, produk akhir siklus gelap diperoleh glukosa yang dipakai
tumbuhan untuk aktivitasnya atau disimpan sebagai cadangan energi.
Prosedur kerja
Alat dan bahan










aluminium foil
klip kertas
beaker glass
tabung reaksi
gunting
bunsen
kaki tiga
alkohol
iodium
tanaman berdaun dalam pot
Cara kerja
1. Letakkan tumbuhan berdaun di tempat gelap sekitar 2 – 3 hari.
2. Setelah itu pilihlah sehelai daun yang lebar, tutuplah sebagian permukaan daun
dengan aluminium foil. Gunakan klip untuk menjepitnya.
3. Letakkan pot tersebut di tempat yang terkena cahaya matahari langsung selama
sekitar 5 jam.
4. Petiklah daun yang telah ditutup dengan aluminium foil tersebut dan lakukan
pengujian dengan lugol.
5. Cara melakukan uji amilum / lugol:
a. Rebuslah daun dalam air mendidih selama beberapa menit hingga layu
b. Rebuslah daun dalam alkohol panas untuk melarutkan klorofilnya (lihat gambar)
c. Cucilah daun di bawah air mengalir
d. Tetesilah daun dengan larutan lugol / iodium dan amatilah perubahan warnanya
Pertanyaan
1. Adakah perbedaan warna antara permukaan daun yang ditutup aluminium foil dengan
yang tidak ditutup? Jelaskan mengapa demikian.
2. Simpulan apakah yang bisa kamu ambil dari percobaan ini?
Hasil Pengamatan :
UJI OKSIGEN SEBAGAI HASIL FOTOSINTESIS
Disain yang pertama ini merupakan praktikum yang pernah dilakukan oleh Ingenhousz untuk
membuktikan bahwa fotosintesis melepaskan oksigen. Di sini sekaligus diberikan beberapa
perlakuan untuk membuktikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fotosintesis.
Tujuan
– Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen
– Mengamati faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fotosintesis
Alat dan bahan
1. Beaker glass 100 ml
2. Corong kaca kecil
3. Tabung reaksi
4. Thermometer
5. Bascom plastik /ember kecil
6. Es
7. Air hangat 400C
8. NaHCO3
9. Kawat
10. Tumbuhan Hydrilla verticilata (tumbuhan air
untuk aquarium)
Desain alat percobaan
Cara kerja
1. Rangkailah alat dan bahan seperti gambar sebanyak 5 perangkat. Upayakan tabung
reaksi dalam keadaan penuh berisi air (tidak ada rongga udara).
2. Berilah perlakuan sebagai berikut:
a. Perangkat pertama diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
b. Perangkat ke dua diberi NaHCO3
c. Perangkat ke tiga diberi es batu
d. Perangkat ke empat tambahkan air panas hingga suhu air menjadi hangat sekitar
400C
e. Perangkat ke lima diletakkan di tempat teduh yang tidak terkena cahaya langsung
3. Amatilah gelembung yang muncul setelah 5 menit, catat hasil pengamatan pada tabel
hasil pengamatan
4. Cara membuktikan gelembung yang dihasilkan merupakan oksigen: dimasukkan
dengan cepat sebuah lidi yang ujungnya membara ke dalam tabung reaksi pada
perangkat percobaan. Ujung lidi yang membara dalam beberapa detik akan tampak
menyala lebih terang.
Hasil Pengamatan :
No
1
2
3
4
5
Perlakuan
Cahaya matahari langsung
Cahaya langsung + 5 gr NaHCO3
Cahaya langsung + es batu
Cahaya langsung + air hangat
Tempat teduh
Gelembung*)
*) Keterangan : beri tanda untuk jumlah gelembung yang muncul (-) bila tidak ada
gelembung (+) bila sedikit gelembung (++) bila sedang gelembung (+++) bila banyak
gelembung (++++) bila banyak sekali gelembung
Pertanyaan
1. Berdasarkan kegiatan di atas, tentukan:
a. Variable bebasnya ……………………………………
b. Variabel terikatnya ……………………………………
c. Variable kontrolnya …………………………………
2. Apakah tujuan penggunaan senyawa NaHCO3 ?
3. Perlakuan mana yang menghasilkan gelembung udara lebih banyak?
4. Perlakukan mana yang menghasilkan gelembung udara paling sedikit? Mengapa?
5. Berdasarkan kegiatan tsb tentukan faktor apakah yang mempengaruhi proses
fotosintesis?
6. Berdasarkan kegiatan tsb faktor manakah yang paling efektif untuk berlangsungnya
proses fotosintesis?
Diskusi / Jawaban
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU MEDIA KAPAS BASAH
Tujuan
1. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan tumubuhan kacang hijau.
2. Mengetahui tipe perkecambahan tumbuhan kacang hijau.
3. Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada kacang hijau.
Teori Singkat
A.Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Kedua aktifitas kehidupan ini
tidak dapat dipisahkan karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan merupakan proses
bertambahnya ukuran meliputi volume, massa, tinggi yang irreversibel. Irreversibel
maksudnya tidak dapat kembali pada keadaan awal. Pertumbuhan bersifat kuantitatif karena
dapat diukur atau dapat dinyatakan dalam satuan bilangan.
Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan atau terspesialisasinya sel - sel
menuju ke struktur dan fungsi tertentu / proses perubahan bentuk (morfogenesis).
Perkembangan bersifat kualitatif karena tidak dapat dinyatakan dalam satuan ukuran atau
tidak dapat dinyatakan dalam satuan bilangan.
B. Perkecambahan
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio atau
munculnya plantula (tumbuhan kecil dari dalam biji). Pertumbuhan pada tanaman terbagi
dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan yang diikuti dengan pertumbuhan primer dan
pertumbuhan sekunder. Perkecambahan sering dianggap sebagai permulaan kehidupan
tumbuhan. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon batang). Radikula
tumbuh ke bawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang.
Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih
hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji
yang berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga),
kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan
makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan
fotosintesis. Air merupakan kebutuhan mutlak bagi perkecambahan.
Tahap pertama perkecambahan adalah penyerapan air dengan cepat secara imbibisi.
Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit
pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga biji
melanjutkan pertumbuhan. Enzim–enzim akan mulai mencerna bahan–bahan yang
disimpan pada kotiledon, dan nutrient–nutrientnya dipindahkan ke bagian embrio yang
sedang tumbuh. Enzim yang berperan dalam pencernaan cadangan makanan adalah
enzim amylase, beta-amylase, dan protease. Hormon giberelin berperan penting untuk
aktifitas dan mensintesis enzim – enzim tersebut.
C. Tipe Perkecambahan
1. Perkecambahan epigeal
Perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat ke atas tanah. Hal ini
disebabkan oleh hipokotil yang tumbuh memanjang. Akibatnya, plumula dan kotiledon
terdorong ke permukaan tanah, misalnya pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus
radiatus) dan kacang tanah (Arachis hypogaea).
2. Perkacambahan hipogeal
Perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di dalam tanah. Hal
ini disebabkan oleh pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula
keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, sedangkan kotiledon tetap di dalam
tanah, misalnya pada perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), jagung (Zea mays),
dan padi (Oryza sativa).
D. Pertumuhan Primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik
tumbuh primer. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan
menjadi 3 daerah yaitu:
1. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel – sel di daerah ini aktif
membelah (bersifat meristematik).
2. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel – sel di daerah
ini memiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
3. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel – selnya berdefisiasi menjadi sel –
sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
E. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder dalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan
kambium yang bersifat meristematik. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter
batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada dikotil dan
gymnospermae. Aktifitas pembelahan kambium mengarah ke arah luar dan dalam.
Aktifitas kambium kedua arah mengakibatkan bertambah tebal dan besar diameter
batang.
F. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Faktor eksternal:
1. Cahaya matahari
Cahaya sangat diperlukan untuk pertumbuhan terutama berkaitan dengan proses
fotosintesis tetapi cahaya juga menghambat pertumbuhan. Pertumbuhan akan
semakin cepat apabila tumbuhan ditempatkan pada tempat gelap.
2. Air
Air berfungsi sebagai media reaksi kimia dalam sel. Selain itu, air menunjang proses
fotosintesis dan menjaga kelembaban.
3. Nutrisi
Nutrisi sangat dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai sumber energi. Nutrisi dapat
berupa unsur makro dan unsur mikro.
4. Suhu
Berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim dan
kandungan air dalam tubuh tumbuhan.
5. Kelembaban
Kelembaban sangat berpengaruh pada pertumbuhan terutama untuk perkecambahan
biji.
Faktor internal:
1. Hormon

Auksin
: pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel.
merangsang aktivitas kambium.

Sitokinin
: merangsang pembelahan sel.
merangsang pembesaran batang dan akar.

Giberelin
: menyebabkan tanaman kerdil menjadi normal.
merangsang pertumbuhan raksasa.

Gas etilen
: menghambat perkembangan akar.
menghambat pembentukan bunga.

Asam absisat : mempercepat proses penuaan daun.
menyebabkan dormansi pada biji.
Prosedur Kerja
Alat dan Bahan :

Dua (2) gelas aqua plastik

Kapas

Biji kacang hijau

Air
Cara Kerja :
1. Biji kacang hijau direndam dalam air selama semalam.
2. Dua (2) gelas aqua plastik disiapkan dan di dalamnya diberi kapas yang sudah ditetesi
air
3. Masing – masing gelas ditandai dengan memberi label GELAP dan TERANG.
4. Biji kacang hijau yang telah direndam semalaman diletakkan di dalam 2 gelas aqua.
5. Masing–masing gelas berisi 5 biji kacang hijau.
6. Letakkan gelas aqua yang berlabel GELAP di tempat yang gelap seperti di dalam
kardus atau di kolong tempat tidur.
7. Letakkan gelas aqua yang berlabel TERANG di tempat yang terang atau mendapat
cahaya matahari seperti di samping jendela atau di halaman rumah.
8. Setiap hari kedua tanaman tersebut ditetesi air secukupnya.
9. Amati setiap hari perubahan panjang akar, panjang batang, jumlah daun, dan warna
daun selama 7 hari.
Hasil Pengamatan :
Download