Kota Sukabumi - Ditjen Cipta Karya

advertisement
PROFIL KABUPATEN / KOTA
KOTA SUKABUMI
JAWA BARAT
KOTA SUKABUMI
ADMINISTRASI
Profil Wilayah
Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin
menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya. Lokasi Kota
Sukabumi yang dikelilingi gunung, rimba, laut, dan pantai (gurilap) memang strategis
dijadikan tempat peristirahatan dan tujuan wisata.
Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA SUKABUMI
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Total
Kecamatan
Luas (Km²)
Baros
Citamiang
Warudoyong
Gunung Puyuh
Cikole
Lembur Situ
Cibeureum
6,11
4,07
7,60
5,50
7,07
8,89
8,78
48,02
Kota Sukabumi terdiri dari 7 kecamatan
yaitu Kecamatan Baros, Citamiang,
Warudoyong, Gunung Puyuh, Cikole,
Lembur Situ, dan Cibeureum, seluas
48,02 km2 dengan jumlah penduduk
keseluruhan sejumlah 252.420 jiwa
(tahun 2000).
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Lembur Situ (8,89 km2)
sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Citamiang (4,07 km2).
Orientasi Wilayah
Secara
geografis
wilayah
Kota
Sukabumi mempunyai luas wilayah
48,02 km2 dengan batas-batas sebagai
berikut :
ƒ Batas Utara :
Kabupaten
Sukabumi
ƒ Batas Selatan :
Kabupaten
Sukabumi
ƒ Batas Timur :
Kabupaten
Sukabumi
ƒ Batas Barat :
Kabupaten
Sukabumi
Wilayah Kota Sukabumi merupakan lereng selatan dari Gunung Gede dan Gunung
Pangrango, berada pada ketinggian 550 meter di atas permukaan laut pada bagian
selatan dan 770 meter di atas permukaan laut bagian utara. Sedangkan di bagina
tengah ketinggian rata-rata 650 meter dari permukaan laut. Bentuk bentangan alam
Kota Sukabumi berupa perbukitan bergelombang dengan sudut lereng beragam.
Keadaan tata air Kota Sukabumi pada umumnya cukup baik karena wilayahnya
merupakan bagian dari Gunung Gede, dan diapit oleh dua buah sungai besar yaitu
Sungai Cipelang Gede dan Cisuda, yang kesemuanya bermuara di Samudera
Indonesia. Sungai lainnya (sungai kecil) yang mengalir di wilayah ini adalah Sungai
Cipelangleutik dan Cimuncang yang keduanya bermuara di Sungai Cimandiri.
Kawasan terbangun di wilayah Kota Sukabumi ini sebesar 39% dan lainnya
merupakan lahan pertanian (tidak terbangun). Dari luas lahan terbangun yang ada,
seluas 86,4% merupakan kawasan perumahan sedangkan lainnya merupakan
kawasan terbangun non perumahan.
Tabel 2. PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN
KOTA SUKABUMI TAHUN 2000
No. Penggunaan Lahan Luas (Km²)
1. Perumahan
1.634,09
2. Olahraga dan rekreasi
8,76
3. Peribadatan
18,35
4. Perkantoran
32,03
5. Pendidikan
118,69
6. Kesehatan
13,67
7. Perdagangan
31,50
8. Hotel
2,52
9. Industri
31,59
TOTAL
1.891,20
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
PENDUDUK
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk
Perkembangan dari tahun ke tahun di antara kecamatan-kecamatan yang termasuk
ke dalam wilayah Kota Sukabumi, yang mempunyai perkembangan penduduk
terbesar adalah Kecamatan Gunung Puyuh dan yang terkecil adalah kecamatan
Cikole dan Warudoyong.
Tabel 3. JUMLAH PENDUDUK KOTA SUKABUMI TAHUN 2000
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Total
Kecamatan
Baros
Citamiang
Warudoyong
Gunung Puyuh
Cikole
Lembur Situ
Cibeureum
Jumlah (jiwa)
24.416
42.137
45.895
35.657
52.429
27.647
24.239
252.420
Jumlah penduduk terbanyak di Kota
Sukabumi terdapat di Kecamatan
Cikole, yaitu sejumlah 52.429 jiwa,
sedangkan penduduk terkecil terdapat di
Kecamatan Cibeureum, yaitu sebanyak
24.239 jiwa.
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Berdasarkan hasil rekapitulasi registrasi penduduk tahun 2002, penduduk Kota
Sukabumi meningkat menjadi 259.045 jiwa (data termuat dalam Renstra Kota
Sukabumi tahun 2003-2008).
Sebaran dan Kepadatan Penduduk
Tabel 4. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK
DI KOTA SUKABUMI TAHUN 2000
Penduduk
No.
Kecamatan
Kepadatan
Jumlah (Jiwa)
(Jiwa/Km²)
1.
Baros
24.416
3.996
2.
Citamiang
42.137
10.353
3.
Warudoyong
45.895
6.039
4.
Gunung Puyuh
35.657
6.483
5.
Cikole
52.429
7.416
6.
Lembur Situ
27.647
3.110
7.
Cibeureum
24.239
2.761
Total
252.420
5.257
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Citamiang (10.430
jiwa/ km2), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu
Kecamatan Cibeureum (2.764 jiwa/ km2).
Tenaga Kerja
Bidang perdagangan yang pada tahun 2001 mampu menyerap 37% usia kerja ini
menjadi pilihan Kota Sukabumi, meskipun harus menghadapi permasalahan yang
komplek.
Tabel 5. JUMLAH PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN TAHUN 2000
Kecamatan
No. Mata Pencaharian
Jumlah
Citamiang W. Doyong G. Puyuh Cikole Bbaros
1. Petani
528
1.378
1.863
414
7.243
11.426
2. Pegawai Negeri
1.518
1.119
1.410
2.704
1.513
8.264
3. TNI-POLRI
399
150
233
328
124
1.234
4. Pensiunan
1.009
902
725
1.138
751
4.525
5. Pegawai Swasta
1.619
2.411
1.207
2.770
3.466
11.473
6. Buruh
5.697
2.406
2.949
6.121
6.769
23.942
7. Pedagang
5.952
5.720
3.153
7.519 10.886 33.230
8. Masih Sekolah
10.168
10.662
11.274
12.770 13.242 58.116
9. Lainnya
13.881
18.844
12.311
19.730 26.209 90.975
Jumlah
40.771
43.592
35.125
53.494 70.203 243.185
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Tabel 6. PROSENTASE ANGKATAN KERJA MENURUT JENIS KEGIATAN
DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2000
Jenis Kelamin
Kegiatan Penduduk
Jumlah
Laki-laki Perempuan
Penduduk berumur 10 tahun ke atas
100
100
100
1. Angkatan Kerja
68,20
34,79
50,98
Bekerja
54,72
27,46
40,67
Mencari Pekerjaan
13,80
7,33
10,31
2. Bukan Angkatan Kerja
31,80
65,21
49,02
Sekolah
22,01
23,07
22,56
Mengurus Rumah Tangga
1,17
37,61
19,95
Lainnya
8,62
4,53
6,51
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
68,52
34,79
50,98
Tingkat Pengangguran Terbuka
20,14
21,07
20,22
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
EKONOMI
Kondisi Perekonomian Daerah
Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi pada 4 tahun terakhir
(1997-2000) yang diwujudkan dalam laju pertumbuhan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) menunjukkan kemajuan yang relatif lambat. Pada awal terjadinya
krisis ekonomi pertengahan tahun 1997 tingkat pertumbuhan ekonomi Kota
Sukabumi masih relatif normal yaitu 3,86%, tetapi pada tahun 1998 sebagai puncak
dari krisis ekonomi tingkat pertumbuhannya merosot tajam sampai minus 17,15%.
DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI
KOTA SUKABUMI TAHUN 2001
Industri
Pertanian
Pengolahan
4,07%
3,88%
Pertambangan
Jasa – jasa
dan Penggalian
16,97%
0,01%
Keuangan
7,22%
Perdagangan,
Pengangkutan
Hotel, dan
dan Komunikasi
14,99%
Listrik Gas, dan
Bangunan
Restoran
5,77%
45,77%
Air Bersih
1,33%
Dari data tahun 2001,
kontribusi yang cukup
signifikan
membangun
perekonomian
Kota
Sukabumi yaitu sektor
perdagangan, hotel, dan
restoran (45,77%) dari
total ekgiatan ekonomi
kota sebesar Rp 1,2
triliun, kemudian diikuti
oleh
sektor
jasa-jasa
(16,97%),
sektor
pengangkutan
dan
komunikasi
(14,99%).
Sedangkan sektor lainnya
(22,27%) meliputi sektor
bangunan, listrik, gas, dan
air
bersih,
industri
pengolahan,
keuangan,
pertanian,
dan
pertambangan
dan
penggalian.
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2002
Keuangan Daerah
Tabel 7. APBD KOTA SUKABUMI TAHUN 2003
PENDAPATAN
1. Pendapatan Asli Daerah
2. Dana Perimbangan
3. Lain-lain Pendapatan yang Sah
TOTAL
BELANJA
1. Aparatur Daerah
2. Pelayanan Publik
Pos DPRD
5.403.582.000
3. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan
4. Belanja Tidak Tersangka
TOTAL
SURPLUS
PEMBIAYAAN
1. Penerimaan Daerah
2. Pengeluaran Daerah
TOTAL
Sumber : Pemerintah Kota Sukabumi, 2003
JUMLAH (Rp)
21.536.796.000
146.291.849.000
17.029.291.000
184.857.936.000
36.720.066.000
134.077.774.000
9.567.031.000
651.823.000
181.016.694.000
3.841.242.000
6.976.719.000
10.817.961.000
-3.841.242.000
FASILITAS UMUM DAN SOSIAL
Pendidikan
Dalam meningkatakan peningkatan kualitas SDM, pemerintah kota melaksanakan
apa yang disebut penataan ulang SD. Dari jumlah SD 177 sekolah diharapkan pada
tahun 2003 menjadi 121 sekolah yang merupakan jumlah ideal dibandingkan dengan
jumlah murid di Kota Sukabumi. Beberapa SD yang tidak efektif, misalnya karena
kekurangan guru atau murid, akan dialihkan ke sekolah lain atau dijadikan satu
sekolah binaan dengan sistem manajemen berbasis sekolah.
Kota Sukabumi juga memiliki sarana pendidikan yang memadai, terutama untuk
pendidikan dasar dan menengah, dengan 177 SD, 46 SLTP, dan 41 SLTA.
Sayangnya, pendidikan tinggi yang ada secara kualitas dan kuantitas belum
memadai untuk menampung lulusan SLTA. Siswa yang ingin menempuh pendidikan
tinggi harus melanjutkan ke perguruan tinggi di Bandung, Bogor, dan Jakarta.
Dengan potensi sekitar 5.000 lulusan SLTA dari Kota Sukabumi dan 12.000 lainnya
dari kabupaten, perguruan tinggi berkualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan
kualitas sumber daya manusia.
Fasilitas Kesehatan
Faslitas kesehatan yang dimiliki oleh Kota Sukabumi tahun 2000 terdiri dari Rumah
Sakit 4 unit, Puskesmas Pembantu 16 unit, Posyandu, Klinik Bersalin 1 unit, Tempat
Praktek Dokter, Bidan dan Apotek 19 unit serta toko obat 26 unit.
SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN
Komponen Air Bersih
Penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan dikelola oleh PDAM Kota Sukabumi
dengan menggunakan tiga jenis sumber air yang terdiri dari air permukaan, sumur
dalam, dan mata air untuk mensuplai daerah pelayanannya. Berikut adalah
gambaran pengelolaan air bersih di Kota Sukabumi :
Tabel 8. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH KOTA SUKABUMI
No Uraian
Satuan Besaran
I. Pelayanan Penduduk
1
Jumlah penduduk
Jiwa
259.045
2
Jumlah pelanggan
Jiwa
3
Penduduk terlayani
%
II. Data Sumber
1
Nama pengelola : PDAM Kota Sukabumi
2
Sistem : 3
Sistem sumber : Sumur dalam dan sumber air permukaan
4
Kapasitas sumber
l/det
507
III. Data Produksi
1
Kapasitas Produksi
l/det
150
2
Kapasitas Desain
l/det
3
Kapasitas Pasang
l/det
150
4
Kapasitas Produksi Aktual
m³/th
6.891.183
IV. Data Distribusi
1
Sistem Distribusi : Gravitasi dan Perpompaan
2
Kapasitas Distribusi
l/det
150
3
Air Terjual
m³/th
2.743.376
4
Air Terdistribusi
m³/th
6.891.183
5
Asumsi kebutuhan air
l/org/hr
25.904.500
No Uraian
Satuan Besaran
6
Total penjualan air
7
Cakupan pelayanan air
8
Cakupan penduduk
9
Jumlah mobil tangki
V. Data Kebocoran
1
Kebocoran Administrasi
2
Kebocoran Teknis
Rp
%
Jiwa
Unit
3.887.509.780
24,2
-
%
%
13,80
Pelayanan air bersih di Kota Sukabumi masih belum maksimal, terbukti dari cakupan
palayanan air masih 24,2 %. Sedangkan untukkebutuhan air bersih kota Sukabumi
dapat dilihat dari tabel berikut :
Jumlah
Penduduk (jiwa)
259.045
Tabel 9. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA CIREBON
Kapasitas Produksi
Kebutuhan Ideal Kota
Kebutuhan Total
Eksisting
Sedang (lt/org/hr)
(l/hr)
l/det
l/hr
150
12.960.000
100
25.904.500
Selisih
(l/hr)
12.944.500
Sumber: analisis
Dari data diatas, diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Sukabumi adalah
sebesar 25.904.500 l/hr. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk
kota Sukabumi (259.045 jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang
(100 l/org/hr). Dan dari angka kebutuhan tersebut, yang bisa dilayani oleh PDAM
Kota Sukabumi baru 12.960.000 l/hr. Jadi, kebutuhan air bersih yang masih harus
dilayani di Kota Sukabumi ini sebesar 12.944.500 l/hr atau 149,82 l/det.
Tabel 10. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SUKABUMI
NO.
URAIAN
SATUAN BESARAN
I. Pelayanan Penduduk
1. Jumlah penduduk
Jiwa
259.045
2. Jumlah pelanggan
Jiwa
3. Penduduk terlayani
%
II. Data Tarif
1. Rumah tangga
Rp
1.250,2. Niaga
Rp
3.000,3. Industri
Rp
3.900,4. Instansi
Rp
2.100,5. Sosial
Rp
960,Tarif rata-rata
Rp
350,III. Data Konsumen
1
Jumlah sambungan rumah
Unit
14.064
2
Jumlah sambungan rumah tangga
Unit
12.754
3
Jumlah sambungan niaga
Unit
781
4
Jumlah sambungan industri
Unit
12
5
Jumlah sambungan sosial
Unit
312
6
Jumlah sambungan instansi
Unit
205
7
Terminal air
Unit
8
Hidran umum
Unit
9
Kran umum
Unit
57
10 Konsumsi rumah tangga
Jiwa
11 Konsumsi non rumah tangga
Jiwa
12 Jumlah jiwa/sambungan rumah
Jiwa/SR
13 Jumlah jiwa/hidran umum
Jiwa/unit
14 Tingkat pelayanan umum
%
24
IV. Administrasi
1. Keuangan
Rp
2. Efisiensi penagihan
%
NO.
URAIAN
SATUAN BESARAN
IV. Administrasi
3. Jumlah pegawai
4. SLA
5. RPD
6. Jangka waktu pinjaman SLA
7. Jangka waktu pinjaman RPD
Orang
Rp
Rp
Tahun
Tahun
-
Sumber : data
Sampai dengan tahun 2001, PDAM Kota Sukabumi telah memasang 14.064
sambungan rumah (SR) dan 57 kran umum (KU), jadi tingkat pelayanannya baru
mencapai 24,2%.
Tabel 11. TINGKAT PELAYANAN PDAM KOTA SUKABUMI
Tingkat Pelayanan
Lokasi Kecamatan Jumlah Penduduk
KK
Jiwa
SR
KU % thd KK
1. Gunung Puyuh
8.579
36.079
1.790 13
24
2. Cikole
12.733
53.479
3.861
4
31
3. Citamiang
9.637
40.776
3.248 18
37
4. Warudoyong
10.362
43.480
2.361 14
25
5. Baros
5.269
21.826
1.677
1
32
6. Lembur Situ
6.180
25.942
1.069
5
19
7. Cibeureum
5.337
22.425
58
2
2
JUMLAH
58.097 244.007 14.064 57
24,2%
No.
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Tabel 12. SISTEM DAN SUMBER AIR BERSIH PDAM KOTA SUKABUMI
Debit
Debit
Kondisi
Nama
Max
Min
Jenis
Lokasi
Sumber
Sumber
( l/dt )
( l/dt )
Gede
Pangrango
Air
Kec.
Cigunung
Baik
250
250
Permukaan
Kadudampit
Kab. Sukabumi
Pasir Halang
Batu Karut
Mata Air
Baik
150
60
Kec. Sukaraja
Kab. Sukabumi
Desa Cigadog
Cigadog
Mata Air
Baik
50
20
Kec. Sukabumi
Kab. Sukabumi
Desa
Sumur
Selabintana
Selabintana
Baik
6
5
Dalam
Kec. Sukabumi
Kab. Sukabumi
Desa
Sumur
Sukalarang
Sukalarang
Baik
20
20
Dalam
Kec. Sukabumi
Kab. Sukabumi
Sumur
Kec. Cikole
Baik
8
Bhayangkara
Dalam
Kota Sukabumi
Masih
Sumur
Kec. D.Luhur
Dalam
8
Danalaga
Dalam
Kota Sukabumi
Pemantauan
Masih
Sumur
Kec. Citamiang
Dalam
7
Cisuda
Dalam
Kota Sukabumi
Pemantauan
JUMLAH
507
± 355
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Sistem
Pengolahan
Pengolahan
lengkap di
WTP
Cibunar
Desinfeksi
Desinfeksi
-
Desinfeksi
Desinfeksi
Berdasarkan hasil laporan administrasi keuangan dan teknik PDAM Kota Sukabumi
per 31 juli 2004, besarnya rugi laba sebelum penyusutan adalah sebesar Rp
310.909.209,26,-.
Komponen Pengolahan Sampah
Peralatan persampahan yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Kota Sukabumi
ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 13. FASILITAS PERSAMPAHAN MILIK DINAS KEBERSIHAN KOTA SUKABUMI
Fasilitas Persampahan
Jumlah
Keterangan
1. Sarana Pengumpulan
ƒ Gerobak sampah
93 unit
2. Sarana Pemindahan/Transfer
ƒ TPS Tertutup
27 unit
ƒ TPS Terbuka
135 unit
ƒ TPS Bukittinggi
20 unit
3. Sarana Pengangkutan/Transportasi
ƒ Truk Terbuka
18 unit
8 unit masih baik
ƒ Arm-Roll Truck dan Kontainer 1 unit
Baru
ƒ Pick Up
4 unit
3 unit semi baik, 1 unit tidak baik
4. Sarana pembuangan/Final Dumping
ƒ TPA
Lokasi di Desa Cikundul
Sistem penimbunan terkendali
Kec. Baros, Luas lahan 5,3 Ha (control landfill)
Lahan efektif 5,1 Ha
Lahan terpakai 3,6 Ha
ƒ Buldozer
2 unit
1 unit baru, 1 unit rusak
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Sistem pengolahan persampahan di Kota Sukabumi meliputi :
1. Pewadahan
Penduduk
:tong kayu, keranjang bekas, drum bekas, kantong
plastik
Perkotaan
: bin (fiber, drum bekas, ember plastik)
Pasar-pasar
: kantong plastik, keranjang bambu
Perkantoran
: bin fiber, drum, plastik
Tempat umum
: bin fiber, drum, plastik
2. Pengumpulan
Pemukiman
: door to door dengan gerobak
Jalan-jalan utama
: door to door dengan dump truck
Perkantoran
: dari TPS/transfer depo dengan dump truck
Pasar
: dari TPS/transfer depo dengan dump truck
Fasilitas umum
: dari TPS/transfer depo dengan dump truck
3. Pemindahan
Dilaksanakan di TPS/transfer depo tipe II
4. Pengangkutan
Menggunakan dump truck dan pick up
5. Pembuangan Akhir
Menggunakan sistem urugan tanah terkendali (control landfill), lokasi di Desa
Cikundul Kecamatan Baros dengan luas lahan 5,1 Ha
Perincian timbunan/volume sampah yang dihasilkan di Kota Sukabumi dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 14. JUMLAH TIMBUNAN/VOLUME SAMPAH DAN PENGANGKUTANNYA
No.
Sumber Sampah
1. Permukiman
2. Komersial
3. Kawasan Industri
4. Fasilitas Umum
5. Perkantoran
JUMLAH
Timbunan/Volume Sampah
m³/hari
%
364,5
66,0
136,0
25,0
17,0
3,0
25,5
5,0
8,5
1,5
551,5
100,0
Sampah Terangkut
m³/hari
%
291,6
80,0
136,0
100,0
17,0
100,0
25,5
100,0
8,5
100,0
478,6
87,0
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Tabel 15 . DATA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA SUKABUMI
No Uraian
Satuan Besaran
I. Tingkat Pelayanan Persampahan
1
Asumsi timbulan sampah
l/org/hr 3
2
Jumlah penduduk perkotaan Org
259.045
3
Asumsi produksi sampah
m³/hari 777,14
4
Jumlah sampah
m³/hari 551,50
5
Jumlah sampah terlayani
m³/hari 478,60
6
Cakupan daerah layanan
Ha
2.593,16
II. Sarana Operasional Sampah
1
Dump truck (6 m³)
Unit
22
2
Arm roll truck
Unit
4
3
Gerobak
Unit
308
4
Pick up truck (4 m³)
Unit
6
5
Container
Unit
1
6
Transfer depo
Unit
7
Loader
unit
1
8
Buldozer
unit
2
9
Wheel Loader
unit
10 Back Hoe
unit
11 TPS
unit
285
III. TPA
1
Nama
: Ds. Cikundul, Kec.Baros
2
Status
: Milik Pemda
3
Sistem pengelolaan : Controlled Landfill
4
Luas
ha
5,3
5
Jumlah Pelayanan
m³/hari 478,60
6
Kapasitas
m³/hari 7
Umur
Th
8
Jarak ke permukiman
Km
IV. Sarana Pengolahan
1
Incenerator
Unit
-
Jumlah
Penduduk
(jiwa)
259.045
Tabel 16. DATA KEBUTUHAN PELAYANAN SAMPAH KOTA CIREBON
Asumsi Timbulan
Asumsi Total
Jumlah produksi
Jumlah sampah
Sampah
Timbulan Sampah
aktual sampah
terangkut
(lt/org/hr)
(m³/hr)
(m³/hr)
(m³/hr)
3
777,14
551,50
478,60
Selisih
(m³/hr)
72,9
298,54*
Keterangan : * Selisih jumlah sampah terangkut dengan asumsi total timbulan sampah
Sumber: analisis
Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan dan sampah yang
terangkut, maka untuk saat ini masih terdapat 72,9 m³/hr yang belum terlayani.
Namun, untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang, dengan
memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3
lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar 259.045 jiwa, maka besarnya sampah yang
masih harus diangkut adalah sebesar 298,54 m³/hr.
Komponen Sanitasi / Limbah Cair
Pengelolaan air limbah/air buangan di Kota Sukabumi dilakukan secara on-site, yaitu
secara individual pada masing-masing rumah tangga dan komunal dengan
memanfaatkan fasilitas umum seperti jamban umum, MCK dengan tangki septik dan
cubluk serta saluran lainnya seperti sungai dan kolam.
Selain itu pengolahan air limbah WC dan toilet berupa tangki septik atau cubluk,
sementara itu untuk air limbah bekas cuci dan limbah dapur belum dilakukan
pengolahan dan langsung dibuang ke saluran drainase dan saluran sungai terdekat.
Berdasarkan tingkat pelayanan, kondisi sistem pengolahan air limbah Kota
Sukabumi dibagi ke dalam :
a. Tingkat Masyarakat
Air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kota Sukabumi pada
umumnya berasal dari buangan kotoran rumah tangga berupa kotoran dari
WC/jamban keluarga dengan cara ditampung dalam cubluk atau tangki septik
atau langsung dibuang ke sungai atau kolam tanpa melalui tangki septik.
Untuk air limbah dari kamar mandi dan dapur disalurkan melalui saluran
drainase, sungai, kolam, atau langsung dibuang ke alhan kosong dan
pesawahan yang terdapat di sekitar permukiman.
b. Tingkat Jaringan Kota
Pengelolaan air limbah pada jaringan kota menyangkut tugas atau wewenang
yang dikelola oleh pemerintah. Dalam hal pengelolaan lumpur tinja dari tangki
septik (pengangkutan dan pengolahannya/IPLT) pada saat ini Kota Sukabumi
telah memiliki dua unit Vacum Truck (truk tinja) dan satu unit IPLT (Instalasi
Pengolahan Limbah Tinja) yang dikelola oleh Dinas Kebersihan.
c. Tingkat Pelayanan Umum
Pada saat sekarang penyediaan prasarana air limbah di tempat umum seperti
di pasar dan terminal telah tersedia cukup memadai dan baik. Penyediaan
dan operasi pemeliharaan (O&M) MCK yang ada, khususnya di pasar dan
terminal dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Pasar dan bekerja sama dengan
pihak swasta. Pengelolaan pihak swasta tiap tahunnya memberikan retribusi
ke Dinas Pengelolaan Pasar rata-rata sebesar Rp 18 juta/tahun. Kondisi MCK
yang terdapat di pasar dan terminal dikelola oleh instansi tertentu yang
menanganinya, tetapi kondisi prasarana MCK/jamban tersebut kurang
terpelihara baik dalam segi fisik bangunannya, ketersediaan air bersih,
maupun kebersihan lingkungannya.
Penggunaan fasilitas pembuangan air limbah yang ada tersebar di seluruh wilayah
Kota Sukabumi. Sarana air limbah secara on-site yang dimiliki tiap keluarga pada
umumnya dilakukan pengurasan secara berkala setiap dua tahun sekali.
Untuk daerah pasar dan terminal serta permukiman kumuh saat ini telah dilayani
oleh sarana jamban dan MCK, yang pengurasan lumpur limbahnya diharapkan dapat
disedot oleh truk tinja.
Jamban keluarga yang terdapat di Kota Sukabumi berjumalh 2.801 unit, sedangkan
MCK berjumlah 309 unit. Untuk pembuangan/pengolahan lumpur limbah rumah
tangga dapat dilakukan pada instalasi limbah air kotor yang ada, umumnya dilakukan
dua tahun sekali.
Permasalahan yang ada meliputi :
ƒ Tata letak dan konstruksi saran pembuangan air kotor yang ada masih belum
memenuhi persyaratan teknis baik dilihat dari bidang resapan dan pipa udara,
penempatan cubluk dan tangki septik mempunyai jarak yang terlalu dekat
dengan sumur gali/sumber air bersih.
ƒ Masih kurangnya fasilitas jamban umum/MCK dan jamban pribadi. Untuk
menangani pembuangan lumpur tinja hasil penyedotan dipergunakan IPLT
lokasinya dekat TPA Desa Cikundul Kecamatan Baros dengan luas 0,5 Ha.
Tingkat pelayanan air limbah sistem setempat (on-site sanitation) yang dikelola oleh
Dinas Kebersihan ini mencapai 31% penduduk.
Komponen Jalan
Untuk pelayanan didang perhubungan dan kebinamargaan di Kota Sukabumi
dijalankan oleh Dinas Binamarga Kota Sukabumi. Secara umum, sistem dan
pelayanan prasarana jalan kota sampai saat ini telah menjangkau sebagian besar
wilayah perkotaan, hanya sebagian kecil wilayah perluasan kota yang belum
terlayani oleh sistem jaringan jalan kota..
Sejak tahun 2000, panjang jalan arteri dan kolektor tidak mengalami perubahan
(tetap). Masing-masing sepanjang 7,140 km untuk jalan arteri dan 20,480 km untuk
jalan kolektor. Sedangkan untuk jalan total mengalami peningkatan sebesar 17,92 %,
dari 131,124 km (2000) menjadi 154,62 di tahun 2003.
Di Kota Sukabumi, berdasarkan data RTRW tahun 2001, memiliki 1 buah terminal
dan 2 buah sub terminal, yaitu :
1. Terminal bus yang terletak di jalan Jendral Sudirman merupakan terminal
lokal dan regional. Melayani penumpang untuk trayek antar kota, antar
propinsi dan antar kota dalam propinsi.
2. Sub terminal Lembur Situ yang terletak di jalan Pelabuhan merupakan
terminal pengganti dari sub terminal Cikondang adalah terminal regional
untuk kendaraan umum, baik bus maupun non-bus yang melayani antar kota
dan dalam kota.
3. Sub terminal Bungbulang yang terletk di jalan pembangunan merupakan
terminal regionalnon-bus yang melayani antar kota dan dalam kota.
Download