25 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN

advertisement
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN
MEDIA LUAR RUANG DI KOTA KLATEN
Ratna Susanti, S.S., M.Pd.
Politeknik Indonusa Surakarta
Email: [email protected]
Abstract
Language plays an important role in the communication process. Someone in
communicating with one another by means of language, either spoken or written
language. Language can be used in all places, including the outdoor media, which is on
the nameplate stores, billboards, banners, and signage agencies. Examples of the
language is a form of communication which delivery is writing. Writing on outdoor media
in the region of Klaten City still found a lot of errors, both in terms of writing errors of
spelling, punctuation, and word choice (diction). Therefore, this study aims to analyze the
writing errors in City of outdoor media in Klaten.
The approach used in this study is a theoretical and methodological approach.
The theoretical approach in this study using Indonesian language error analysis
approach, while the methodological approach used is descriptive qualitative approach.
Data collection is performed using the method of direct observation (observation),
technical notes, and documentation. Analysis of the data using sorting technique and
dressing techniques. The presentations using informal methods of data analysis.
The results obtained are still a lot of mistakes writing on outdoor media in Klaten
city that does not comply with the rules of Indonesian. Among the writing mistakes
writing errors of spelling, punctuation, and word choice (diction).
Keywords: spelling, diction, punctuation, language errors, Klaten
25
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
1.
memasuki berbagai sendi kehidupan
bangsa dan mempengaruhi perkembangan
bahasa Indonesia. Selain bahasa asing,
penggunaan bahasa daerah khususnya
bahasa Melayu Jakarta dan bahasa “gaul”
telah mewarnai penggunaan bahasa
Indonesia lisan. Bahkan, bahasa iklan
sangat diwarnai oleh penggunaan bahasa
daerah tersebut.
Penggunaan bahasa asing dan
bahasa
daerah
tersebut
telah
mempengaruhi cara pikir masyarakat
Indonesia dalam berbahasa Indonesia
resmi. Kondisi itulah yang menyebabkan
terjadinya kesalahan berbahasa Indonesia.
Untuk itu, diperlukan tata cara penggunaan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Atas dasar tersebut, peneliti ingin
memberikan
pengetahuan
tentang
perkembangan Bahasa Indonesia dalam
fenomena pemilihan diksi yang tepat
dalam proses komunikasi, baik secara lisan
maupun dalam tulisan.
Penelitian ini dimaksudkan untuk
menganalisis
kesalahan
berbahasa
Indonesia pada penulisan media luar ruang
di
wilayah
Kota
Klaten.
Objek
penelitiannya adalah penulisan pada papan
nama pertokoan, papan nama instansi,
baliho, dan spanduk yang ada di wilayah
Kota Klaten. Peneliti memilih media luar
ruang yang ada di Klaten sebagai tempat
penelitian berdasarkan tempat tinggal. Di
wilayah Klaten ini banyak sekali didapati
kesalahan penulisan pada papan nama
pertokoan, papan nama instansi, baliho,
dan spanduk. Untuk itu, peneliti tergerak
untuk melakukan penelitian atas berbagai
kesalahan penulisan yang tidak sesuai
dengan kaidah baku bahasa Indonesia pada
media luar ruang tersebut.
Alasan pemilihan penulisan pada
media luar ruang di wilayah Klaten ini
sebagai data penelitian, yaitu pertama
media luar ruang seperti baliho dan
spanduk
lebih
mudah
ditemukan
dibandingkan dengan di media elektronik.
Kedua, rentang waktu pemasangannya
lebih lama. Ketiga, media luar ruang
menjangkau semua lapisan masyarakat
PENDAHULUAN
Bahasa
memegang
peranan
penting dalam proses komunikasi. Peran
tersebut
akan
mampu
memainkan
fungsinya jika dalam tuturan akan tercipta
komunikasi yang baik. Kegiatan bertutur
selalu melibatkan dua hal utama, yaitu
penutur (komunikator) dan petutur
(komunikan). Kegiatan bertutur pada
dasarnya akan selalu hadir di tengahtengah masyarakat. Hal ini dikarenakan
kegiatan bertutur merupakan sarana
berinteraksi masyarakat satu dengan
lainnya.
Bahasa sebagai hasil bertutur
mempunyai beragam fungsi dalam
kehidupan bermasyarakat. Bahasa juga
berperan dalam menyatukan masyarakat.
Kehidupan yang dipenuhi semangat
kekeluargaan akan mampu terwujud jika
antarmasyarakat mampu berkomunikasi
dengan baik. Tidak bisa diingkari bahwa
alat komunikasi yang mampu mewujudkan
tersebut adalah bahasa. Bahasa juga
merupakan media bagi setiap manusia
untuk menyampaikan ide, pikiran,
gagasan, konsep, dan perasaan.
Kehidupan
masyarakat
yang
majemuk menimbulkan sebuah perilaku
yang berbeda. Perbedaan ini tidak dapat
dipungkiri, sehingga menciptakan sebuah
proses komunikasi yang beragam. Proses
komunikasi inilah yang dinamakan tindak
ujar atau tindak tutur. Tindak ujar atau
tindak tutur adalah kajian tuturan
berdasarkan makna atau arti tindakan
dalam tuturannya (Chaer dan Agustina,
2004: 65).
Dalam
hubungan
dengan
kehidupan masyarakat, bahasa Indonesia
telah terjadi berbagai perubahan. Terutama
yang berkaitan dengan tatanan baru
kehidupan dunia dan perkembangan ilmu
pengetahuan serta teknologi, khususnya
teknologi informasi yang semakin sarat
dengan tuntutan dan tantangan globalisasi.
Kondisi itu telah menempatkan bahasa
Asing terutama bahasa Inggris pada posisi
strategis yang memngkinkan bahasa itu
26
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
karena pemasangannya dilakukan sampai
ke pelosok daerah, sehingga mudah
dijumpai di pinggir-pinggir jalan atau di
tempat umum. Keempat, penelitian
terhadap media luar ruang di wilayah Kota
Klaten sejauh pengetahuan peneliti belum
pernah dilakukan.
Berdasarkan uraian singkat dalam
latar belakang masalah di atas, dalam
penelitian
ini
dapat
dirumuskan
permasalahan sebagai berikut.
a. Bagaimanakah bentuk kesalahan
berbahasa Indonesia pada penulisan
media luar ruang yang ada di wilayah
Kota Klaten?
b. Bagaimana hasil analisis terhadap
bentuk-bentuk kesalahan berbahasa
Indonesia pada penulisan media luar
ruang yang ada di wilayah Kota
Klaten?
Penelitian yang akan dilakukan ini
bertujuan sebagai berikut.
a. Untuk mengetahui bentuk-bentuk
kesalahan berbahasa Indonesia pada
penulisan media luar ruang yang ada di
wilayah Kota Klaten.
b. Untuk menganalisis bentuk-bentuk
kesalahan berbahasa Indonesia pada
penulisan media luar ruang yang ada di
wilayah Kota Klaten.
c. Untuk memberikan kontribusi bagi
institusi,
khususnya
Politeknik
Indonusa, dalam penggunaan dan
penulisan yang sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik, benar, dan
tepat.
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat, baik bagi peneliti,
institusi, maupun pemerintak Kota Klaten
sebagai tempat/wilayah penelitian.
a. Bagi penelitian, penelitian ini dapat
bermanfaat untuk mengaplikasikan
teori-teori
kesalahan
berbahasa,
mengembangkan ilmu pengetahun
kebahasaan, sekaligus sebagai aplikasi
dari tri darma perguruan tinggi.
b. Bagi institusi, penelitian ini dapat
bermanfaat untuk meningkatkan nilai
akreditasi
dengan meningkatkan
c.
2.
jumlah dosen yang melakukan
penelitian.
Bagi Pemerintah Kota Klaten,
penelitian ini dapat digunakan sebagai
upaya perbaikan dalam rangka
penggunaan bahasa Indonesia yang
baik dban benar. penggunaan dan
penulisan yang sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang baik, benar,
dan tepat.
KAJIAN LITERATUR DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS
a.
Pengertian Kesalahan Berbahasa
Bahasa
sebagai
perangkat
kebiasaan dipakai setiap orang sebagai
media komunikasi yang sangat kompleks.
Pada umumnya pemakai bahasa dalam
berbahasa cenderung menggunakan jalan
pikirannya tanpa mempertimbangkan
aturan-aturan yang ada dalam bahasa. Di
samping itu ada juga pembelajar bahasa
yang memperhatikan kaidah-kaidah atau
aturan bahasa yang berlaku sehingga
menghasilkan konsep sesuai dengan
struktur bahasa yang dipelajari. Seperti
telah dijelaskan di atas bahwa pengkajian
terhadap segala aspek kesalahan itu disebut
analisis
kesalahan.
Agar
dapat
menganalisis kesalahan berbahasa secara
baik
diperlukan
langkah-langkah.
Langkah-langkah yang dimaksud adalah:
(1)
pengumpulan
data,
(2)
pengidentifikasian
kesalahan,
(3)
penjelasan kesalahan, (4) pengklasifikasian
kesalahan, dan (5) pengevaluasian
kesalahan.
Atas dasar langkah-langkah di atas
dapat dikatakan bahwa yang dimaksud
dengan analisis kesalahan berbahasa
adalah suatu proses kerja yang digunakan
oleh para peneliti bahasa dengan langkahlangkah
pengumpulan
data,
pengidentifikasian kesalahan yang terdapat
di dalam data, penjelasan kesalahan
tersebut, pengklasifikasian kesalahan itu
berdasarkan
penyebabnya,
serta
pengevaluasian taraf keseriusan kesalahan
itu (Tarigan, 2011:68).
27
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
Corder (dalam Pateda, 1989:32)
membedakan pengertian antara kesalahan
(error) dengan kekeliruan (mistakes).
Kesalahan mengacu pada pemahaman
(kompetensi),
sedangkan
kekeliruan
mengacu pada penampilan (performansi).
Jadi jika si pembelajar bahasa melafalkan
intruksi yang seharusnya instruksi atau
bisah yang seharusnya bisa, kejadian
semacam ini tergolong kekeliruan. Tetapi
jika mengatakan, “Yesterday I go to the
market”, atau “Ini hari saya tidak masuk
sekolah”, hal ini termasuk bidang
pemahaman,
karena
itu
tergolong
kesalahan.
Jadi
kekeliruan
adalah
penyimpangan yang tidak sistematis,
misalnya karena kesalahan, emosi, atau
salah ucap, sedangkan kesalahan adalah
penyimpangan-penyimpangan
yang
sifatnya sistematis, taat asas, dan
menggambarkan
kemampuan
si
perabelajar bahasa pada tahap tertentu
(Baradja, 1981:12).
b.
Ejaan dalam Bahasa Indonesia
Ejaan adalah seperangkat aturan
atau kaidah pelambangan bunyi bahasa,
pemisahan,
penggabungan,
dan
penulisannya dalam suatu bahasa. Ejaan
mengatur keseluruhan cara menuliskan
bahasa dengan menggunakan huruf, kata,
dan tanda baca sebagai sarananya. Ejaan
merupakan kaidah yang harus dipatuhi
oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan
keseragaman bentuk, terutama dalam
bahasa tulis. Keteraturan bentuk akan
berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan
makna.
Ejaan ibarat merupakan rambu lalu
lintas yang harus dipatuhi oleh setiap
pengemudi. Jika pengemudi mematuhi
rambu lalu lintas itu, terciptalah lalu lintas
yang tertib, teratur, dan tidak semrawut.
Seperti itulah bentuk hubungan antara
pemakai bahasa dan ejaan (Finoza,
2001:13).
Ejaan yang berlaku sekarang
dinamakan Ejaan yang Disempurnakan
(EYD). EYD yang resmi mulai
diberlakukan pada tanggal 16 Agustus
1972 merupakan upaya penyempurnaan
ejaan yang sudah dipakai selama 25 tahun
sebelumnya yang dikenal dengan nama
Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Sebelum Ejaan Soewandi, telah ada ejaan
yang merupakan ejaan pertama bahasa
Indonesia, yaitu Ejaan Van Ophuysen.
Ruang lingkup Ejaan yang Disempurnakan
(EYD) mencakup lima aspek, yaitu (1)
pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3)
penulisan kata, (4) penulisan unsur
serapan, dan (5) pemakaian tanda baca
(Finoza, 2001:15).
1) Pemakain huruf membicarakan
bagian-bagian dasar dari suatu
bahasa, yaitu abjad, vokal,
konsonan, pemenggalan, dan nama
diri.
2) Pemakaian huruf membicarakan
beberapa perubahan huruf dari
ejaan yang sebelumnya, meliputi
huruf kapital dan huruf miring.
3) Penulisan kata membicarakan
bidang morfologi dengan segala
bentuk dan jenisnya, yaitu kata
dasar, kata turunan, kata ulang,
gabungan kata, kata ganti kau, ku,
mu,dan nya, kata depan di, ke, dan
dari, kata sandang si dan sang,
pertikel, singkatan dan akronim,
angka dan lambing bilangan.
4) Penulisan
unsur
serapan
membicarakan
kaidah
cara
penulisan unsur serapan, terutama
kosakata yang berasal dari bahasa
asing.
5) Pemakaian
tanda
baca
membicarakan teknik penerapan
kelima belas tanda baca dalam
penulisan
dengan
kaidahnya
masing-masing.
Penelitian terdahulu yang pernah
dilakukan oleh Muhammad Idhan dan
Azwardi pada tahun 2007 dari FKIP
Universitas Syiah Kuala dengan judul
“Analisis Kesalahan Penulisan Bahasa
Aceh pada Media Luar Ruang di Kota
Banda Aceh”. Perbedaan penelitian
tersebut dengan penelitian ini adalah pada
objek penelitian, yang meliputi waktu dan
tempat. Selain itu, pada penelitian
28
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
terdahulu
meneliti
pencampuran
penggunaan bahasa Aceh dan bahasa
Indonesia serta pencampuran bahasa Aceh
dan bahasa Inggris. Penelitian lainnya
sebagai kajian empiris adalah penelitian
yang dilakukan oleh Mardan Syah Putra
pada tahun 2011 dengan judul “Analisis
Kesalahan Ejaan dan Kalimat pada Media
Luar Ruang di Unsyiah”. Perbedaan
penelitian dengan yang dilakukan oleh
penulis terletak pada analisis. Pada
penelitian terdahulu tidak menganalisi
kesalahan penulisan tanda baca dan
pemilihan kata (diksi).
mengemukakan bahwa langkah kerja
analisis kesalahan berbahasa adalah
mengumpulkan data, mengidentifikasikan
data, menjelaskan kessalahan, dan
mengevaluasikan
4.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
data-data
yang
diperoleh di lapangan mengenai kaidah
penulisan media luar ruang, banyak
ditemukan kesalahan dalam penulisannya
yang belum memenuhi kaidah penulisan
bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Berikut ini akan diuraikan data-data yang
ditemukan
di
lapangan,
bentuk
kesalahanan, serta analisis kesalahan
penulisan berdasarkan kaidah kebahasaan.
3.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif. Penggunaan metode tersebut
untuk memperoleh deskripsi secara faktual
mengenai hal-hal yang akan di teliti yang
sedang berlangsung pada masa sekarang.
Penelitian yang dilakukan semata-mata
hanya berdasarkan fakta yang ada atau
fenomenba yang ada sehingga yang
dihasilkan atau dicatat berupa perincian
seperti potret paparan sebagaimana adanya
(Sudaryanto 1988:62).
a.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan
data
penelitian
ini
menggunakan teknik observasi dan teknik
catat atau rekam (Mahsun 2005). Teknik
ini dilakukan untuk memperoleh data
secara langsung dari objek penelitian.
Pengamatan dilakukan pada media luar
ruang
yang
terdapat
di
lokasi
penelitian.Data kesaslahan penulisan bahas
Aceh yang teramati dicatat atau direkam
sebagai korpus data.
b.
Teknik Penganalisisan Data
Data yang sudah terkumpul atau data
teridentifikasi dicatat dalam korpus data.
Selanjutnya, data tersebut diklasifikasikan
dan dianalisis berdasarkan aspek dan tipe
kesalahan. Sesuai dengan karakteristikdata
yang ingin diperoleh, penganalisisan data
penelitian ini menggunakan teknik
kualitatif. Hal ini sesuai dengan
karakteristik data yang akan dideskripsikan
(Mahsun, 2005). Berkaitan dengan ini,
Ellis (dalam Tarigan, 2011: 68)
a.
Data di Lapangan
Data 1:
RS. ISLAM
KLATEN
Penulisan papan nama di sebuah rumah
sakit di Kota Klaten. Papan nama ini
dipasang di perempatan lampu merah di
wilayah Ketandan, Klaten. Tepatnya
sebelah selatan Rumah Sakit Islam Klaten.
Penempatan papan nama dengan ukuran
besar di perempatan lampu merah ini
bertujuan memberikan informasi kepada
pembaca bahwa tidak jauh dari lokasi
tersebut ada sebuah rumah sakit swasta
dengan nama Rumah Sakit Islam. Papan
nama ini didominasi dengan warna hijau
tua dan tulisan putih sehingga sangat
kontras antara warna dasar dengan warna
huruf/tulisan. Tujuannya agar mudah
dibaca. Ukuran hurufnya pun sangat besar,
sehingga pembaca atau pengguna jalan
dapat membaca tulsian tersebut dari jarak
yang agak jauh sekalipun.
Data 2:
Penulisan papan nama sebuah perusahaan
di bidang percetakan dan penerbitan buku.
CV. KHARISMA
MANDIRI
29
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
CV Kharisma Mandiri adalah sebuah
perusahan swasta yang bergerak di bidang
percetakan dan penerbitan buku-buku
pelajaran dari TK, SD, SMP, dan SMA.
Perusahaan ini terletak di Jalan
Diponegoro,
Klaten,
tepatnya
dari
pertigaan lampu merah sebelum masuk
wilayah dalam kota Klaten, ke arah selatan
kira-kira 1 kilometer. Letak perusahaan ini
ada di sebelah barat jalan raya, menghadap
ke timur.
Penulisan pada papan pengumuman
selamat datang di lokasi sebuah perumahan
baru di wilayah Klaten Selatan.
Selamat Datang
Dilokasi Perumahan
Sekar Anom Regency
Data 8
Penulisan pada papan nama sebuah tempat
perbaikan/bengkel cat mobil yang terletak
di Jalan Yogya-Solo, tepatnya di wilayah
Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten.
Data 3:
Penulisan papan nama sebuah kantor milik
BUMN.
Cat Oven & Body Repair
KIAT MOTOR
Pencampuran Cat Sistim Computer
PT. PLN
(PERSERO)
RAYON
Kantor PLN ini berada di Jalan Pahlawan,
Pedan, Klaten. Terletak kurang lebih 10
kilometer dari pusat Kota Klaten, tepatnya
di samping kanan kantor polisi sektor
Pedan.
Data 9
Penulisan pada papan nama sebuah took
mebel yang ada di Jalan Raya Yogya-Solo,
tepatnya di samping timur Kantor
Pengadilan Negeri Klaten.
Data 4
Penulisan pada baliho yang terletak di
depan Kantor Pajak Pratama Kota Klaten
di Jalan Veteran.
MEUBEL KARYA MAKMUR
Menyediakan :
Informasi bisa anda dapatkan di :
Data 10
Penulisan papan nama kantor Darma
Wanita di Kantor Subunit Pajak, Unit
Keuangan Kabupaten Klaten yang terletak
di Jalan Veteran, Klaten Utara.
Data 5:
Penulisan pada papan nama toko alat
olahraga dan gedung olahraga bulutangkis.
DHARMA WANITA
KABUPATEN
KLATEN
Data 11
Penulisan papan nama kantor bank milik
pemerintah yang berada di Jalan Pemuda
Selatan, Klaten.
Toko Olah Raga & Gedung Bulutangkis
Data 6
Penulisan pada papan jasa perbaikan alas
sepatu dan pembuatan plat nomor
kendaraan. Lokasi ada di depan Kantor
Koramil Pedan, Klaten.
SOOL SEPATU
PLAT NOMER
BANK BRI
Data 7
Data 12
30
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
Penulisan papan pengumuman larangan
yang terletak di sepanjang trotoar Jalan
Veteran, Klaten Utara
DILARANG
BERJUALAN / MELAKUKAN KEGIATAN USAHA DI :
- TROTOAR ( KECUALI JAM 15.00 – 06.00 )
- JALUR HIJAU / TAMAN
- BADAN JALAN DI SEPANJANG JALUR INI
b.
Bentuk Kesalahan Penulisan
dan Hasil Analisis
Data 1
Bentuk kesalahan penulisan pada Data 1
adalah penulisan Rumah Sakit yang
disingkat menjadi RS dan diberi tanda baca
titik. Hal ini sebagaimana ditetapkan dalam
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI
Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan,
bahwa
penulisan
singkatan nama yang terdiri atas gabungan
huruf awal kata ditulis dengan huruf
kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
1.
Kesalahan penulisan kata “anda”
Sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 46
Tahun 2009 tentang Pedoman Umum
Ejaan
Bahasa
Indonesia
yang
Disempurnakan, bahwa penulisan kata
“anda” yang digunakan dalam penyapaan
menggunakan huruf capital. Jadi, penulisan
yang tepat adalah kata “Anda”.
2.
Kesalahan penulisan tanda baca
titik dua (:)
Penulisan semua jenis tanda baca adalah
diletakkan tanpa spasi dengan kata yang
ada di depannya. Penulisan tanda baca titik
dua (:) yang ada di baliho tersebut masih
salah karena diletakkan setelah kata di dan
diberi spasi. Jadi, penulisan yang tepat
adalah tanda titik dua (:) diletakkan setelah
kata di dan tanpa spasi.
Data 5
Penulisan pada papan nama pertokoan dan
gedung tersebut masih salah. Kesalahan
terletak pada penulisan kata “Olah Raga”.
Aturan penulisan gabungan kata yang
dirasakan sudah padu benar, seharusnya
ditulis serangkai. Jadi, penulisan kata
“Olah Raga” yang benar adalah kata
“Olahraga”. Antara kata “olah” dan “raga”
tidak menggunakan spasi.
Data 2
Bentuk kesalahan penulisan pada Data 2
ini sama dengan bentuk kesalahan
penulisan pada Data 1, yaitu penulisan
singkatan singkatan nama yang terdiri atas
gabungan huruf awal kata ditulis dengan
huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik.
Jadi, penulisan singkatan CV. Kharisma
Mandiri seharusnya ditulis dengan CV
Kharisma Mandiri.
Data 6
Penulisan pada papan nama jasa perbaikan
alas sepatu dan jasa pembuatan plat nomor
kendaraan tersebut masih salah. Kesalahan
terjadi pada penulisan kata “sool” dan kata
“nomer”.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(2008: 1327), penulisan kata “sool” yang
tepat adalah “sol”, artinya telapak (alas)
sepatu (sandal). Jadi, penulisan kata “sol”
pada papan tersebut mengandung maksud
bahwa di tempat itu ada jasa tukang yang
menerima perbaikan alas sepatu/sandal
yang rusak.
Selain kata “sool” yang seharusnya ditulis
dengan kata “sol”, pada papan tersebut
juga terjadi kesalahan penulisan kata
“nomer”. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2008: 966), penulisan yang
Data 3
Bentuk kesalahan penulisan pada Data 3
ini sama dengan bentuk kesalahan
penulisan pada Data 1 dan Data 2, yaitu
penulisan singkatan nama yang terdiri atas
gabungan huruf awal kata ditulis dengan
huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik.
Jadi, penulisan singkatan PT. PLN Persero
seharusnya ditulis dengan PT PLN Persero.
Data 4
Bentuk kesalahan penulisan pada Data 4
ini ditemukan ada 2 jenis kesalahan.
31
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
benar adalah “nomor”, artinya angka
sebagai tanda atau lambang bilangan.
Maksud dari penggunaan kata “nomor”
tersebut adalah bahwa di tempat itu
terdapat jasa tukang yang dapat
membuatkan plat nomor kendaraan, bagi
pemilik kendaraan roda dua atau empat
yang belum memiliki plat nomor
kendaraan resmi, bisa memesan pada
tukang tersebut.
digunakan dalam penulisan papan nama
sebuah bengkel perbaikan bodi dan cat
ulang milik H. Sukiyat yang beralamat di
Jalan Raya Yogya-Solo, Desa Ngaran,
Mlese, Ceper, Klaten tersebut artinya
adalah metode. Metode yang digunakan
untuk mencanpur beberapa warna cat bodi
kendaraan agar sesuai dengan warna
aslinya dari pabrik adalah menggunakan
komputer.
Data 7
Bentuk kesalahan yang terjadi pada
penulisan papan nama sebuah kompleks
perumahan di wilayah Klaten Selatan,
tepatnya di Kompleks Perumahan Sekar
Anom Regency tersebut masih salah. Letak
kesalahannya
pada
penulisan
kata
“dilokasi”. Kata “di” sebagai bentuk kata
depan untuk menandai tempat seharusnya
ditulis terpisah dengan kata yang apa pun
yang mengikutinya. Penulisan kata “di”
dengan menggunakan huruf kecil, kecuali
jika kata “di” tersebut terletak di awal
kalimat. Oleh karena itu, koreksi
pembetulan atas kesalahan penulisan pada
papan nama kompleks perumahan tersebut
adalah “Selamat Datang di Lokasi
Perumahan Sekar Anom Regency”.
Data 9
Letak kesalahan pada penulisan papan
nama toko mebel yang menyediakan
berbagai keperluan perabot rumah tangga,
seperti rak piring, busa, mebel jati, mebel
partikel, dan tempat tidur tersebut adalah
pada penulisan “meubel”. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (2008: 892),
penulisan kata “meubel” yang tepat adalah
“mebel”, artinya perabot yang diperlukan,
berguna, atau disukai, seperti barang atau
benda yang dapat dipindah-pindah,
digunakan untuk melengkapi kantor,
rumah, dan sebagainya.
Selain kesalahan penulisan kata mebel,
juga masih terdapat kesalahan pada
penulisan tanda baca titik dua (:). Sesuai
dalam Pedoman Pintar EYD, bahwa tanda
baca apa pun, seharusnya ditulis serangkai
(tanpa spasi) dengan kata di depannya.
Data 8
Penulisan pada papan nama sebuah tempat
perbaikan bodi dan cat ulang mobil di
Jalan Yogya-Solo, tepatnya di wilayah
Ngaran, Mlese, Ceper, Klaten ini masih
salah. Letak kesalahan ada pada penulisan
kata “sistim”. Kata tersebut menurut
kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar merupakan kata yang tidak baku,
sehingga apabila digunakan dalam
penulisan resmi masih salah. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:
1320), penulisan kata “sistim” yang tepat
adalah “sistem”. Artinya: (1) perangkat
unsur yang secara teratur saling berkaitan
sehingga membentuk suatu totalitas, (2)
susunan yang teratur dalam pandangan,
teori, asas, dan sebagainya, (3) metode.
Jadi, sesuai dengan makna yang tercantum
dalam KBBI tersebut, kata “sistem” yang
Data 10
Kesalahan penulisan pada papan nama di
Kantor Subunit Pajak Unit Keuangan
Kabupaten Klaten yang terletak di Jalan
Veteran, Klaten Utara ini adalah pada
penulisan kata “dharma”. Dalam Pedoman
EYD pada bagian pemakaian huruf, jenis
gabungan
huruf
konsonan
yang
melambangkan satu bunyi konsonan di
antaranya adalah kh, ng, ny, dan sy. Jadi,
gabungan konsonan dh tidak termasuk
dalam Pedoman EYD. Oleh karena itu,
penulisan kata “dharma” pada appan nama
tersebut tidak benar. Penulisan yang benar
adalah “darma”.
Data 11
32
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
Penulisan papan nama bank milik
pemerintah, yaitu Bank BRI ini masih
salah.
Letak
kesalahannya
pada
penggunaan kata “bank”, karena singkatan
BRI adalah Bank Rakyat Indonesia. Oleh
karenanya, jika penulisan BRI masih
membubuhkan kata “bank” di depan
singkatan tersebut, akan terjadi reduplikasi
menjadi Bank Bank Rakyat Indonesia.
Jadi, agar penulisan nama bank pemerintah
tersebut menjadi benar dan tepat,
hendaknya ditulis dengan menggunakan
singkatan BRI saja, tanpa membubuhkan
kata “bank” di depan singkatan tersebut.
Besar Bahasa Indonesia (2008: 1113) kata
“pukul” berarti saat yang menyatakan
waktu.
5.
KESIMPULAN
Berdasarkan
data-data
yang
ditemukan di lapangan dan hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa kesalahan
berbahasa Indonesia pada penulisan media
luar ruang di Kota Klaten masih banyak
dijumpai yang belum/tidak sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Bentuk-bentuk kesalahan penulisan
di media luar ruang di Kota Klaten
meliputi kesalahan penulisan tanda baca,
kesalahan penulisan singkatan, kesalahan
penggunaan huruf kapital, kesalahan
pemilihan kata, dan kesalahan penulisan
ejaan.
Data 12
Penulisan pada papan pengumuman
larangan/imbauan yang dibuat oleh petugas
satuan polisi pamong praja Kabupaten
Klaten ini terletak di trotoar sepanjang
Jalan Veteran, Klaten Utara. Penulisan
pada papan pengumuman tersebut masih
didapati
banyak
kesalahan,
baik
penggunaan tanda baca maupun pemilihan
kata/diksi yang belum tepat. Bentukbentuk kesalahan yang dapat diuraikan dan
dianalisis
dari
penulisan
papan
pengumuman tersebut adalah sebagai
berikut.
1.
Penulisan tanda baca garis miring
(/), tanda baca titik dua (:), dan tanda baca
kurung ((), yang masih menggunakan
tanda spasi dengan kata yang ada di depan
maupun di belakang tanda baca tersebut.
Penulisan yang tepat adalah semua tanda
baca ditulis tanpa spasi dengan kata yang
mengikuti, baik kata sebelum maupun
sesudahnya.
2.
Pemilihan kata “jam” tersebut
tidak tepat. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2008: 561), kata “jam” artinya
adalah (1) alat untuk mengukur waktu
(seperti arloji, lonceng dinding), (2) waktu
yang lamanya 1/24 hari (dari sehari
semalam) sama dengan 60 menit atau
3.600 detik. Berdasarkan pengertian
tersebut, penggunaan kata “jam” pada
papan pengumuman larangan tersebut
masih salah. Jadi, penggunaan kata yang
tepat adalah kata “pukul”. Dalam Kamus
6.
REFERENSI
Badudu, J.S. 1981. Pelik-Pelik Bahasa
Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik
Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka
Cipta.
Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. 2004.
Sosiolinguistik: Perkenalan Awal.
Jakarta: Bhineka Cipta
Corder, S.P. 1981. Error Analysis and
Interlanguage. Oxford: Oxford
University Press.
Djajasudarma, Fatimah. 1993. Metode
Linguistik:
Ancangan
Metode
Penelitian dan Kajian. Bandung: PT
Eresco.
Ellis, Rod. 1984. Understanding Second
Language Acquisition. Oxford:
Oxford University Press
James, Carl. 1998. Errors in Language
Learning and Use Exploring Errors
Analysis. New York: Longman.
Kridalaksana, Harimurti.1993. Kamus
Linguistik Edisis III. Jakarta: PT
Gramedia.
Lado, Robert.1966. Linguistics Across
Culture:
Aplied
Linguisticsfor
Language Teacher. Ann Arbor:
University Of Michigan Press.
33
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
Moeliono, Anton, dkk. 1997. Tata Bahasa
Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:
Departemen
Pendidikan
dan
Kebudayaan.
Pateda,
Mansoer.1989.
Analisis
Kesalahan. Flores: Nusa Indah.
Pranowo. 1993. Penerapan Analisis
Kesilapan dalam Penelitian Bahasa.
Jakarta: MLI.
Siregar, Bahren.1998. Pemertahanan
Bahasa dan Sikap Bahasa. Jakarta:
Pusat
Pengembangan
dan
Pembinaan Bahasa.
Subyakto, Sri Utari.1993. Metodologi
Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT
Gramedia.
Tarigan, H.G. 2011. Pengajaran Analisis
Kesalahan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
34
Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN : 2355-5009 Vol. 1 Nomor 1 Juni Tahun 2014
3
Download