Kurikulum 2013

advertisement
KURIKULUM
2013
16/08/2013
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kurikulum 2013
Penyegaran Instruktur PLPG untuk Implementasi Kurikulum 2013
RASIONAL PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
1
16/08/2013
Tantangan Internal
1. Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar
Kurikulum 2013
Sedang Dikerjakan
Telah dan terus
Dikerjakan
-Peningkatan Kualifikasi &
Sertifikasi
-Pembayaran Tunjangan
Sertifikasi
-Uji Kompetensi dan
Pengukuran Kinerja
-Rehab Gedung Sekolah
-Penyediaan Lab dan
Perpustakaan
-Penyediaan Buku
-BOS
-Bantuan Siswa Miskin
-BOPTN/Bidik Misi (di PT)
Manajemen Berbasis Sekolah
3
2. Pertumbuhan Penduduk Usia Produktif
SDM
Usia Produktif
Melimpah
Kompeten
"Bonus Demografi"
Modal
Pembangunan
Transformasi Melalui Pendidikan
Tidak Kompeten
Beban
Pembangunan
100 tahun kemerdekaan
-Kurikulum
- PTK
-Sarpras
-Pendanaan
-Pengelolaan
8 SNP
Bonus Demografi Sebagai Modal
Indonesia 2045
4
2
16/08/2013
Tantangan Eksternal
Tantangan Masa Depan
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Kompetensi Masa Depan
Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA
Masalah lingkungan hidup
Kemajuan teknologi informasi
Konvergensi ilmu dan teknologi
Ekonomi berbasis pengetahuan
Kebangkitan industri kreatif dan budaya
Pergeseran kekuatan ekonomi dunia
Pengaruh dan imbas teknosains
Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan
Materi TIMSS dan PISA
• Kemampuan berkomunikasi
• Kemampuan berpikir jernih dan kritis
• Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu
permasalahan
• Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
• Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap
pandangan yang berbeda
• Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
• Memiliki minat luas dalam kehidupan
• Memiliki kesiapan untuk bekerja
• Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
• Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan
Persepsi Masyarakat
• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
• Beban siswa terlalu berat
• Kurang bermuatan karakter
Fenomena Negatif yang Mengemuka






Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi
• Neurologi
• Psikologi
• Observation based [discovery] learning dan
Collaborative learning
Perkelahian pelajar
Narkoba
Korupsi
Plagiarisme
Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
Gejolak masyarakat (social unrest)
5
Refleksi dari Hasil PISA 2009
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Matematika
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Level 6
Level 5
Level 4
IPA
Level 3
Level 2
Level 1
Below Level 1
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Level 6
Level 5
Level 4
Bahasa
Level 3
Level 2
Level 1b
Level 1a
Hampir semua siswa Indonesia hanya
menguasai pelajaran sampai level 3 saja,
sementara negara lain banyak yang sampai level
4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua
manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil
ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda
dengan tuntutan zaman  penyesuaian
kurikulum
6
3
16/08/2013
Results of Mathematics (8th Grade)
2007
Very Low
Low
2011
Intermediate
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Indonesia
Morocco
Saudi Arabia
Iran
Thailand
Malaysia
Turkey
Japan
Korea, Rep. of
Singapore
Chinese Taipei
Morocco
Saudi Arabia
Indonesia
Iran
Malaysia
Thailand
Japan
Turkey
Singapore
Korea, Rep. of
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50%
siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua
anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
7
Results of Science(8th Grade)
2011
Intermediate
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Morocco
Indonesia
Saudi Arabia
Thailand
Iran
Malaysia
Turkey
Japan
Chinese Taipei
Morocco
Saudi Arabia
Indonesia
Iran
Turkey
Thailand
Malaysia
Korea, Rep. of
Japan
Singapore
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Korea, Rep. of
Low
Singapore
2007
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40%
siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua
anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda
dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
8
4
16/08/2013
Results of Reading (4th Grade)
2006
Very Low
Low
2011
Intermediate
High
Advance
Low
Intermediate
High
Advance
Morocco
Indonesia
Saudi Arabia
Iran
Chinese Taipei
Singapore
Morocco
Indonesia
Iran
Chinese Taipei
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Singapore
100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
Very Low
Lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari
50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa
semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia
berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional
9
Model Soal TIMSS
TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empat
katagori:
–
–
–
–
Low mengukur kemampuan sampai level knowing
Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying
High mengukur kemampuan sampai level reasoning
Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with
incomplete information
10
5
16/08/2013
Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS
Domain
Topics
Biology
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Major organs and organ systems in humans and other organisms
Cells and their functions, including respiration and photosynthesis as cellular process
Reproduction and heredity
Role of variation & adaptation in survival/extinction of species in a changing environ.
Interdependence of populations of organisms in an ecosystem
Reasons for increase in world’s human population and its effects on the environment
Human health (infection, prevention, immunity) and the importance of diet & exercise
Chemistry
1.
2.
3.
4.
Classification, composition, and particulate structure of matter (inside atom)
Solutions (solvent, solute, concentration/dilution, effect of temperature on solubility)
Properties and uses of common acids and bases
Chemical change (transformation, conservation, oxidation)
Physics
1.
2.
3.
4.
5.
Physical states and changes in matter
Energy forms, transformations, heat, and temperature
Basic properties/behaviors of light and sound
Electric circuits and properties and uses of permanent magnets and electromagnets
Forces and motion (forces, basic description of motion, effects of density & pressure)
Earth
Science
1.
2.
3.
4.
Earth’s structure and physical features
Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII
Earth’s processes, cycles, and history
Earth’s resources, their use, and conservation
Earth in the solar system and the universe
Ada beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX, sehingga belum semua diajarkan pada
siswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS
11
Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS
Domain
Topics
Number
1.
2.
3.
4.
5.
Computing, estimating, or approximating with whole numbers
Concepts of fractions and computing with fractions
Concepts of decimals and computing with decimals
Representing, comparing, ordering, and computing with integers
Problem solving involving percents and proportions
Algebra
1.
2.
3.
4.
5.
Numeric, algebraic, and geometric patterns or sequences
Simplifying and evaluating algebraic expressions
Simple linear equations and inequalities
Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII
Simultaneous (two variables equations)
Representation of functions as ordered pairs, tables, graphs, words, or equations
Geometry
1.
2.
3.
4.
Data &
Chances
1. Reading and displaying data using tables, pictographs, bar, pie, and line graphs
2. Interpreting data sets
3. Judging, predicting, and determining the chances of possible outcomes
Geometric properties of angles and geometric shapes
Congruent figures and similar triangles
Relationship between three-dimensional shapes and their two-dimensional represent.
Using appropriate measurement formulas for perimeters, circumferences, areas, surface
areas, and volumes
5. Points on the Cartesian plane
6. Translation, reflection, and rotation
Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa
kelas VIII yang mengikuti TIMSS
12
6
16/08/2013
Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS
Domain
Topics
Number
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Concepts of whole numbers, including place value and ordering
Adding, subtracting, multiplying, and/or dividing with whole numbers
Concepts of fractions
Adding and subtracting with fractions
Concepts of decimals, including place value and ordering
Adding and subtracting with decimals
Number sentences
Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV
Number patterns
Geometry
Shapes and
Measurement
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Lines: measuring, estimating length of; parallel and perpendicular lines
Comparing and drawing angles
Using informal coordinate systems to locate points in a plane
Elementary properties of common geometric shapes
Reflections and rotations
Relationships between two-dimensional and three-dimensional shapes
Finding and estimating areas, perimeters, and volumes
Data
Display
1. Reading data from tables, pictographs, bar graphs, or pie charts
2. Drawing conclusions from data displays
3. Displaying data using tables, pictographs, and bar graphs
Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa
kelas VIII yang mengikuti TIMSS
13
Dinamika Kurikulum
Pedagogi, Psikologi
Perubahan
Kebutuhan
Akademik
Pengetahuan
Industri
Keterampilan
Sosial-Budaya
Sikap
SDM yang
Kompeten
Pengembangan
Kurikulum
Perkembangan
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
14
7
16/08/2013
Kerangka Kompetensi Abad 21
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir
• Fleksibel dan adaptif
• Berinisiatif dan mandiri
• Keterampilan sosial dan budaya
• Produktif dan akuntabel
• Kepemimpinan&tanggung jawab
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovasi
• Berfikir kritis menyelesaikan masalah
• Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and
Teknologi
• Melek informasi
• Melek Media
• Melek TIK
Kerangka ini menunjukkan bahwa
berpengetahuan [melalui core
subjects] saja tidak cukup, harus
dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran, produktif,
adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan
kemampuan memanfaatkan
informasi dan berkomunikasi
Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...
15
Kerangka Kompetensi Abad 21
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
•Mendukung Keseimbangan
penilaian: tes standar serta
penilaian normatif dan sumatif
•Menekankan pada pemanfaatan
umpan balik berdasarkan kinerja
peserta didik
•Membolehkan pengembangan
portofolio siswa
•Menciptakan latihan pembelajaran,
dukungan SDM dan infrastruktur
•Memungkinkan pendidik untuk
berkolaborasi, berbagi pengalaman
dan integrasinya di kelas
•Memungkinkan peserta didik untuk
belajar yang relevan dengan konteks
dunia
•Mendukung perluasan keterlibatan
komunitas dalam pembelajaran,
baik langsung maupun online
Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak
hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain
termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan
dukungan lingkungan pendidikan yang memadai
16
8
16/08/2013
Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21
Ciri Abad 21
Informasi
(tersedia dimana saja, kapan saja)
Komputasi
(lebih cepat memakai mesin)
Otomasi
(menjangkau segala pekerjaan rutin)
Komunikasi
(dari mana saja, ke mana saja)
Model Pembelajaran
Pembelajaran diarahkan untuk mendorong
peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber
observasi, bukan diberi tahu
Pembelajaran diarahkan untuk mampu
merumuskan masalah [menanya], bukan hanya
menyelesaikan masalah [menjawab]
Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir
analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir
mekanistis [rutin]
Pembelajaran menekankan pentingnya
kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan
masalah
17
Pergeseran Pengertian tentang Kreativitas
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dapat dipelajari dan dapat diterapkan dimana saja,
sehingga pendidikan harus diarahkan pada penguatan keterampilan kreatif
Pemahaman Lama
Pemahaman Baru
Terbatas untuk seni
Murni bakat
Originalitas
Tidak perlu pengetahuan pendukung
Untuk semua mata pelajaran
Keterampilan yang dapat dipelajari
Originalitas dan nilai (asas manfaat)
Pengetahuan lapangan sangat
diperlukan
Keterampilan berfikir (kontribusi
dalam pengembangan)
Stimulation play (terarah) dan
discovery
Terobosan besar
Free play (bebas) dan discovery
Anuscha Ferrari et al. 2009. Innovation and Creativity in Education and Training
18
9
16/08/2013
Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas
Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
• 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui
pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
• Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari
pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
Pembelajaran berbasis
• Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: intelejensia tidak akan
-
Observing [mengamati]
Questioning [menanya]
Personal
Associating [menalar]
Experimenting [mencoba]
Networking [Membentuk jejaring]
memberikan hasil siginifikan
(hanya peningkatan 50%)
dibandingkan yang berbasis
kreativitas (sampai 200%)
Inter-personal
Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman
personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning]
untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk
bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning
19
19
Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas
Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn
from research?:
Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui:
• tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua
jawaban benar],
• mentolerir jawaban yang nyeleneh,
• menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,
• memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang
jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan
pengetahuan atau kejadian yang diamatinya
• memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif
Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan
hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban
tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,
20
penilaian spontanitas/ekspresif, dll)
20
10
16/08/2013
Pergeseran Paradigma Pembangunan
s/d Dekade 1980an
Dekade 1990an-2010an
Dekade 2020an dst
Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Sumberdaya
Pembangunan
Ekonomi Berbasis
Pengetahuan
Pembangunan
Kesejahteraan Berbasis
Peradaban
Sumber Daya Alam
sebagai
Modal Pembangunan
Pengetahuan sebagai
Modal Pembangunan
Peradaban sebagai
Modal Pembangunan
Kekayaan
Pengetahuan
SDM Berpengetahuan
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Pelaku/Kontributor
Kekayaan
Pengetahuan
Pendidikan
Penduduk Sebagai
Pasar/Pengguna
Pendidikan
Sumber Daya Manusia
sebagai
Beban Pembangunan
SDM Beradab
sebagai
Modal Pembangunan
Penduduk Sebagai
Kreator/Disiminator
Kekayaan
Peradaban
Pendidikan, dalam jangka panjang, adalah faktor tunggal paling menentukan melebarnya jurang
kesenjangan, oleh karena itu investasi dalam bidang pendidikan adalah cara logis untuk
menghilangkan kesenjangan tersebut
21
Kondisi Mata Pelajaran Saat Ini
11
16/08/2013
PPKN SD-MI







Menjelaskan perbedaan
jenis kelamin, agama, dan
suku bangsa
Memberikan contoh dan
menerapkan hidup rukun
melalui kegiatan di rumah
dan di sekolah
Menjelaskan pentingnya
tata tertib di rumah dan di
sekolah
Melaksanakan tata tertib di
rumah dan di sekolah
Menjelaskan hak anak untuk
bermain, belajar dengan
gembira dan didengar
pendapatnya
Melaksanakan hak anak di
rumah dan di sekolah
Mengikuti tata tertib di
rumah dan di sekolah
Bahasa Indonesia SD-MI








Banyak yang
mirip antar
mapel



Membedakan berbagai
bunyi bahasa
Melaksanakan sesuatu
sesuai dengan perintah atau
petunjuk sederhana
Menyebutkan tokoh-tokoh
dalam cerita
Memperkenalkan diri
sendiri dengan kalimat
sederhana dan bahasa yang
santun
Menyapa orang lain dengan
menggunakan kalimat
sapaan yang tepat dan
bahasa yang santun
Mendeskipsikan bendabenda di sekitar dan fungsi
anggota tubuh dengan
kalimat sederhana
Mendeklamasikan puisi anak
dengan lafal dan intonasi
yang sesuai
Membaca nyaring suku kata
dan kata dengan lafal yang
tepat
Membaca nyaring kalimat
sederhana dengan lafal dan
intonasi yang tepat
Menjiplak berbagai bentuk
gambar, lingkaran, dan
bentuk huruf
Menebalkan berbagai
bentuk gambar, lingkaran,
dan bentuk huruf
Matematika SD-MI













Membilang dan
mengurutkan banyak benda
penjumlahan dan
pengurangan bilangan
sampai 20
Menentukan waktu (pagi,
siang, malam), hari, dan jam
( bulat)
Menentukan lama suatu
kejadian berlangsung
Mengenal panjang suatu
benda melalui kalimat
sehari-hari (pendek,
panjang) dan
membandingkannya
Mengelompokkan berbagai
bangun ruang sederhana
Menentukan urutan bendabenda ruang yang sejenis
menurut besarnya
Membilang dan
mengurutkan banyak benda
Menentukan nilai tempat
puluhan dan satuan
Melakukan penjumlahan
dan pengurangan bilangan
dua angka
Menggunakan sifat operasi
pertukaran dan
pengelompokan
Membandingkan berat
benda (ringan, berat)
Mengenal dan
mengelompokkan bangun
datar
IPA SD-MI
bagian tubuh dan kegunaannya
serta cara perawatannya

kebutuhan tubuh agar tumbuh
sehat dan kuat (makanan, air,
pakaian, udara, lingkungan sehat)

Membiasakan hidup sehat

menjaga lingkungan agar tetap
sehat

lingkungan sehat dan tidak sehat

merawat tanaman, hewan
peliharaan dan lingkungan sekitar

benda yang ada di lingkungan
sekitar berdasarkan cirinya melalui
pengamatan

benda yang dapat diubah
bentuknya

kegunaan benda di lingkungan
sekitar

Membedakan gerak benda yang
mudah dan sulit bergerak melalui
percobaan

Mengidentifikasi penyebab benda
bergerak (batere, per/pegas,
dorongan tangan, dan magnet)

Mengenal berbagai benda langit
melalui pengamatan

Mengenal keadaan cuaca di
sekitar kita

Membedakan pengaruh musim
kemarau dengan musim hujan
terhadap kegiatan manusia
(Berapa banyak yang dapat ditampung
oleh kemampuan anak normal SD Kelas
I?)

IPS SD-MI







identitas diri,
keluarga, dan kerabat
pengalaman diri
kasih sayang antar
anggota keluarga
hidup rukun dalam
kemajemukan
keluarga
peristiwa penting yang
dialami sendiri di
lingkungan keluarga
letak rumah
lingkungan rumah
sehat dan perilaku
dalam menjaga
kebersihan rumah
Tingkat Kesulitan Pelajaran
PPKN KTSP 2006 Kelas IV
PPKN KTSP 2006 Kelas V
•Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan
pemerintahan desa dan pem. kecamatan
•Menggambarkan struktur organisasi desa dan
pemerintah kecamatan
•Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan
pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi
•Menggambarkan struktur organisasi kabupaten,
kota, dan provinsi
•Mengenal lembaga-lembaga negara dalam
susunan pemerintahan tingkat pusat, seperti
MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK
•Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat
pusat, seperti Presiden, Wakil Presiden dan para
Menteri
•Mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang
pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan
internasional
•Memberikan contoh sederhana pengaruh
globalisasi di lingkungannya
•Menentukan sikap terhadap pengaruh
globalisasi yang terjadi di lingkungannya
•Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
•Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
•Menunjukkan contoh-contoh perilaku dalam
menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
•Pengertian dan pentingnya peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah
•Memberikan contoh peraturan perundangundangan tingkat pusat dan daerah, seperti pajak,
anti korupsi, lalu lintas, larangan merokok
•Mendeskripsikan pengertian organisasi
•contoh organisasi di lingkungan sekolah dan
masyarakat
•Menampilkan peran serta dalam memilih
organisasi di sekolah
•Mengenal bentuk-bentuk keputusan bersama
•Mematuhi keputusan bersama
Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD
12
16/08/2013
Contoh Buku Siswa (Lama)
25
Diasumsikan anak sudah
lancar membaca pada
saat masuk Kelas I SD
Buku IPS Kelas I
Halaman 1
13
16/08/2013
Buku IPS Kelas I
Halaman 3
Masuk
SD
harus
sudah
lancar
menuli
s
Pada saat masuk Kelas I SD sudah harus Lancar menulis
14
16/08/2013
Buku Bhs Indonesia
Kelas I, Halaman 7
Langsung dapat membaca teks terdiri dari 8 kalimat, puluhan kata
RANCANG ULANG BANGUNAN KURIKULUM
15
16/08/2013
Perkembangan Kurikulum di Indonesia
1947
Rencana Pelajaran →
Dirinci dalam Rencana
Pelajaran Terurai
1975
Kurikulum
Sekolah Dasar
1994
Kurikulum 1994
1968
Kurikulum Sekolah
Dasar
1945
1955
1965
2004
Rintisan
Kurikulum
Berbasis
Kompetensi (KBK)
2013
‘Kurikulum 2013’
1985
1975
1995
2005
2015
1984
Kurikulum 1984
1964
Rencana Pendidikan
Sekolah Dasar
1973
Kurikulum Proyek
Perintis Sekolah
Pembangunan
(PPSP)
2006
Kurikulum
Tingkat Satuan
Pendidikan
(KTSP)
1997
Revisi Kurikulum 1994
Materi pengetahuan
Produk
31
RANGKUMAN BAHAN PRESENTASI
TEMA RANCANGAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
16
16/08/2013
DIMENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM
ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAAN
• Perrenialism
• Essentialism
• Progressivism
• Reconstructionism
EVALUASI KURIKULUM:
• Penetapan Konteks dan
Tujuan
• Pemilihan Model
• Pelaksanaan
• Revisi Kurikulum
NO
STANDAR
RPJMN 2010-2014 SEKTOR
PENDIDIKAN
• Perubahan metodologi
pembelajaran
• Penataan kurikulum
INPRES NOMOR 1 TAHUN
2010
• Percepatan Pelaksanaan
Prioritas Pembangunan
Nasional: Penyempurnaan
kurikulum dan metode
pembelajaran aktif
berdasarkan nilai-nilai
Budaya bangsa untuk
membentuk daya saing dan
karakter bangsa
FILOSOFI KURIKULUM 2013 : UU Sisdiknas
Pasal 1 Butir 1 dan 2 : Hakikat Pendidikan : peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kompetensi yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap
tuntutan perubahan zaman.
TEORI PENGEMBANGAN KURIKULUM : UU Sisdiknas
Pasal 4 : azas, prinsip, sistem, proses, budaya, pola,
dan pengendalian mutu.
• Pasal 3 : fungsi (mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa)
Teori berbasis Kecakapan pekerjaan organisasi isi dan
kompetensi sebagai pribadi yang dewasa  kepemilikan
sikap, keterampilan, pengeta­huan secara holistik, atau
formal, valuasional dan praksiologi.
•
URAIAN
1.
KOMPETENSI
LULUSAN
Dikembangkan sesuai tuntutan kekinian
Indonesia dan masa depan sesuai
kebutuhan.
2.
ISI
Diurai atas kecukupan dan kesesuaian
dengan kompetensi.
3.
PROSES
Dirancang berbasis kompetensi dengan
pendekatan scientific
4.
PENILAIAN
Berbasis proses dan output dengan teknik
tes dan non tes (portfolio).
KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM
DIKEMBANGKAN BERDASARKAN ASPEK RELEVANSI
(Pasal 38 UU Sisdiknas)
KURIKULUM 2013 (KBK): Penyempurnaan
Standar : KOMPETENSI LULUSAN, ISI, PROSES,
dan PENILAIAN
33
Tujuan Pendidikan Nasional
(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Spiritual
(KI-1)
Sikap
Sosial
(KI-2)
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab
Pengetahuan (KI-3)
berilmu
Keterampilan (KI-4)
cakap dan kreatif
34
17
16/08/2013
Tema Pengembangan Kurikulum 2013
(Sesuai UU 20/2003)
Kurikulum yang dapat
menghasilkan insan
indonesia yang:
Produktif
Kreatif
Inovatif
Afektif
Produktif, Kreatif,
Inovatif,
Afektif
melalui penguatan
Sikap, Keterampilan,
dan Pengetahuan
yang terintegrasi
35
Arah Pengembangan: Penguatan Proses
Proses
Karakteristik Penguatan
Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya,
mencoba, menalar,....
Pembelajaran
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran
untuk semua mata pelajaran
Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery
learning]
Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi,
pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif
Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi
Penilaian
Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran
mendalam [bukan sekedar hafalan]
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa
Menggunakan portofolio pembelajaran siswa
36
18
16/08/2013
Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum
* tidak pernah berhenti belajar
Pribadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia
Pembelajar yang Sukses *
Individu yang Percaya Diri
WN yang Bertanggung Jawab
Kontributor Peradaban yang Efektif
Kebutuhan:
-Individu
-Masyarakat, Bangsa, Negara, Dunia
-Peradaban
Kelayakan:
-Materi
-Metode Penyampaian
-Metode Penilaian
Kurikulum
(SKL, Struktur Kurikulum, Standar-standar: Isi, Proses, dan Penilaian)
Buku Pegangan (Buku Babon)
(Buku Pegangan Siswa, Buku Pegangan Guru)
Rumusan Kompetensi Guru dan Penyiapan Guru
Manajemen dan
Kepemimpinan
Pembelajaran
Sosio-eko-kultural
Iklim Akademik dan
Budaya Sekolah
Kesiapan:
-Fisik
-Emosional
-Intelektual
- Spiritual
Pedagogi
Lulusan yang
Kompeten
Peserta Didik
Psikologi
37
PERUBAHAN KURIKULUM 2013 WUJUD PADA:
• Konstruski yang holistik
• Didukung oleh Semua
Materi atau Mapel
• Terintegrasi secara Vertikal
maupun Horizontal
• Berorientasi pada karakteristik
kompetensi:
•
•
•
• Dikembangkan Berbasis
Kompetensi sehingga
Memenuhi Aspek
Kesesuaian dan Kecukupan
• Mengakomodasi Content
Lokal, Nasional dan
Internasional (antara lain
TIMMS, PISA, PIRLS)
Sikap (Krathwohl) : Menerima +
Menjalankan + Menghargai +
Menghayati + Mengamalkan
Keterampilan (Dyers) : Mengamati +
Menanya + Mencoba + Menalar +
Menyaji + Mencipta
Pengetahuan (Bloom & Anderson):
Mengetahui + Memahami + Menerapkan
+ Menganalisa + Mengevaluasi
+Mencipta
• Menggunakan Pendekatan Saintifik,
Karakteristik Kompetensi sesuai Jenjang
(SD: Tematik Terpadu, SMP: Tematik
Terpadu-IPA & IPS- dan Mapel, SMA :
Tematik dan Mapel
• Mengutamakan Discovery Learning dan
Project Based Learning
• Berbasis Tes dan
Non Tes
(porfolio)
• Menilai Proses
dan Output
dengan
menggunakan
authentic
assesment
• Rapor memuat
penilaian
kuantitatif
tentang
pengetahuan
dan deskripsi
kualitatif
tentang sikap
dan
keterampilan
Kecukupan
38
19
16/08/2013
ESENSI KURIKULUM 2013: ...1/4
SAAT BERTINDAK :
PROSES PEMBENTUKAN :
SIKAP
PENGETAHUAN
MEMANDU
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
MENDAHULUI PEMBENTUKAN
(DIINTEGRASIKAN DALAM
AKTIVITAS PENGETAHUAN DAN
KETERAMPILAN
KETERAMPILAN
SIKAP
DIBIASAKAN (DIBUDAYAKAN)
DAN DIAMATI ATAU DINILAI
DITUANGKAN DALAM RPP DAN DILAKUKAN
DALAM PEMBELAJARAN
ESENSI KURIKULUM 2013: ...2/4
KONDISI SAAT INI
Kompetensi : sikap, pengetahuan
dan keterampilan belum secara jelas
diurai , bahkan cenderung dipersepsi
menjadi kognitif, afektif, dan
psikomotorik saja. Tidak digunakan
memandu materi
Dominan pada pengetahuan
Aktivitas pembelajaran hanya
domain pengetahuan
Penilain dominan
menggunakan tes
Rapor cendrung hanya melaporkan
kompetensi bidang pengetahuan
menuju
KURIKULUM 2013
Kompetensi : sikap, pengethuan dan
keterampilan diurai menjadi KI-1, KI2, KI-3 dan KI-4, yang memandu
penetapan materi
Perpaduan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
Aktivitas pembelajaran didesain
pada 3 ranah sikap, pengetahuan
dan keterampilan
Penilain menggunakan tes, obervasi,
portfolio dan peniaian sikap
Rapor berisi komponen sikap,
pengetahuan dan keterampilan yang
dilengkapi dengan deskripsi
kualitiatif
40
20
16/08/2013
ESENSI KURIKULUM 2013: ...3/4
KONDISI SAAT INI
Di SD diajarkan berbasis mata pelajaran,
padahal tidak didukung oleh terori
pendidikan dan teori psikologi yang berlaku
Di SMP diajarkan kelompok IPA dan IPS
secara parsial
Tidak tampak integrasi antar jenjang
pendidikan sehingga jenjang sebelumnya
seolah-olah bukan prasyarat untuk jenjang
berikutmya.
Bahasa tidak mampu memandu mapel yang
lain sebab kompetensi terpenting dalam
bahasa tidak dilatihkan secara memadai
Meninggalkan kaidah metodologi ilmiah
dan tidak kokoh berpijak pada kaidah
pendidikan sehingga pemilihan model tidak
akurat
menuju
KURIKULUM 2013
SD : tematik terpadu, SMP tematika
terpadu + Mapel, SMA/SMK :
berbasis mapel (tematik boleh saja
sampai PT)
IPA dan IPS masih menggunakan
pola tematik terpadu
Kompetensi antar jenjang
diintegrasikan sehingga tampak
berkesinambungan
Pembelajaran bahasa yang berbasis
teks akan mendorong kemampuan
berbahasa sejak dini
Mengutamakan pendekatan saintifik
yang mengantarkan siswa tidak
berhenti pada pengetahuan tetapi
berlanjut ke keterampilan dan
pembentukan sikap.
41
PT
SMA/K
SMP
SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
42
21
16/08/2013
STRATEGI PENGEMBANGAN BUKU KURIKULUM 2013
SKL
PROSES
BELAJAR
MATERI
AJAR
KOMPETENSI
INTI
PENILAIAN
KOMPETENSI
DASAR
Rumusan Proses dalam Kurikulum 2013  SP
Perluasan dan pendalaman dalam proses pencapaian kompetensi
2006
2013
Creating
Evaluating
Characterizing/
Actualizing
Communicating
Analyzing
Organizing/
Internalizing
Applying
Associating
Analyzing
Valuing
Experimenting
Applying
Understanding
Responding
Questioning
Understanding
Knowing/
Remembering
Accepting
Observing
Knowing/
Remembering
Knowledge
(Bloom)
Attitude
(Krathwohl)
Skill
(Dyers)
PT
Evaluating
SMA/K
SMP
S
D
Knowledge
(Bloom)
44
22
16/08/2013
Rumusan Materi (Pengetahuan) dalam Kurikulum 2013  SI
Perluasan dan pendalaman taksonomi Bloom menjadi Bloom-Anderson
Mengetahui
Faktual
Memahami
Menerapkan
Mengana- Mengeva- Mencipta
lisis
luasi
SD/MI
Konseptual
SMP/MTs
Prosedural
SMA/MA/
SMK/MAK
Metakognitif
45
Rumusan Produk dalam Kurikulum 2013  SKL
DOMAIN
SD
SMP
SMA-SMK
Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
SIKAP
PRIBADI YANG BERIMAN, BERAKHLAK MULIA, PERCAYA DIRI, DAN BERTANGGUNG JAWAB DALAM
BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL, ALAM SEKITAR, SERTA DUNIA DAN
PERADABANNYA
Mengamati + Menanya + Mencoba + Menalar + Menyaji + Mencipta
KETERAMPILAN
PRIBADI YANG BERKEMAMPUAN PIKIR DAN TINDAK YANG PRODUKTIF DAN KREATIF DALAM RANAH
KONKRET DAN ABSTRAK
Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi +Mencipta
PENGETAHUAN
PRIBADI YANG MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, BUDAYA DAN BERWAWASAN
KEMANUSIAAN, KEBANGSAAN, KENEGARAAN, DAN PERADABAN
Gradasi antar Satuan Pendidikan memperhatikan;
1. Perkembangan psikologis anak
2. Lingkup dan kedalaman materi
3. Kesinambungan
4. Fungsi satuan pendidikan
5. Lingkungan
46
23
KOMPONEN UTAMA
PE LAYANAN
LAYANAN
HASIL
16/08/2013
KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP
ISI
PENGETAHUAN
KETERAMPILAN
PROSES
1. EVALUASI RUANG LINGKUP
2. EVALUASI KESESUAIAN,
KECUKUPAN, KEDALAMAN DAN
KELUASAN (STUDI BANDING
INTERNASIONAL: REASONING)
PTK
1.KOMPETENSI GURU, KS
,PS.
2.KINERJA GURU, KS, PS
3.PEMBINAAN
BERKELANJUTAN
4. REKRUT., PPA dan PPG
1. TEMATIK TERPADU
2. PENDEKATAN SAINTIFIK
3. INQIURY & DISCOVERY
LEARNING
4. PROJECT BASED LEARNING
5. BAHASA SEBAGAI PENGHELA
PENILAIAN
1. AUTHENTIC
2. MENGUKUR TINGKAT BERPIKIR
DARI RENDAH HINGGA TINGGI
3. MENGUKUR PROSES KERJA SISWA
4. TES DAN PORTFOLIO
SARPRAS
PEMBIAYAAN
1. KECUKUPAN DAN KESESUAIAN
(USB, REHAB, PERAALATAN,
PERPUST., )
2. PEMANFAATAN
3. RESOURCE SHARING
1. UNIT COST
2. SUMBER PENDANAAN
3. KECUKUPAN BOS, BSM,
BOPTN
4. EFISIENSI PEMANFAATAN
PENGELOLAAN
1. MANAJEMEN PERUBAHAN
2. POLA KEPEMIMPINAN
3. POLA SUPERVISI
47
Penyesuaian PP 19/2005  PP 32/2013
Standar Kompetensi Lulusan (Permendikbud No. 54/2013)
Standar Isi
(No. 64/2013)
Standar Proses
(No. 65/2013)
Standar
Penilaian
(No. 66/2013)
KD dan Struktur Kurikulum SD/MI (No. 67/ 2013)
KD dan Struktur Kurikulum SMP/MTs (No. 68/2013)
KD dan Struktur Kurikulum SMA/MA (No. 69/2013)
KD dan Struktur Kurikulum SMK/MAK (No. 70/2013)
Buku Teks Pelajaran (No. 71/2013)
48
24
16/08/2013
Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013
Elemen Perubahan
49
Elemen Perubahan
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Kompetensi
Lulusan
• Mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang
Materi (ISI)
• Adanya keseimbangan antara materi untuk mendukung kemampuan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
• Semua konten mendukung ketiga kompetensi diatas secara berimbang
Pendekatan
(ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
Proses
pembelajaran
• Tematik Integratif •Mata pelajaran
dalam semua mata IPA dan IPS
pelajaran
masingmasingnya
adalah terpadu
•Mata pelajaran
wajib, peminatan,
lintas minat, dan
pendalaman minat
•Kompetensi
keterampilan
yang sesuai
dengan standar
industri
• Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menalar, Menyajikan, dan
Mencipta.
• Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan
masyarakat
• Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
• Sikap tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
50
25
16/08/2013
Elemen Perubahan
Deskripsi
Elemen
SD
Penilaian hasil
belajar
Ekstrakurikuler
SMP
SMA
SMK
• Penilaian berbasis kompetensi
• Pergeseran dari penilaian melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan
berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
• Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
• Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama
penilaian dan penilaian mandiri oleh siswa
•
•
•
•
Pramuka (wajib)
UKS
PMR
Bahasa Inggris
•
•
•
•
•
Pramuka (wajib)
OSIS
UKS
PMR
Dll
• Perlunya ekstra kurikuler partisipasi aktif siswa dalam
permasalahan kemasyarakatan (menjadi bagian dari
pramuka)
51
Perbedaan Esensial Kurikulum 2013 untuk SD/MI
KTSP 2006
Kurikulum 2013
Materi didominasi pengetahuan
Materi memuat secara berimbang antara sikap, keterampilan,
dan pengetahuan
Mata pelajaran tertentu
mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi [sikap,
keterampilan, pengetahuan]
Mata pelajaran dirancang berdiri
sendiri dan memiliki standar
kompetensi lulusan sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan
memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh kompetensi inti
tiap kelas
Bahasa Indonesia sejajar dengan
mapel lain
Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap dan
keterampilan berbahasa}
Tiap mata pelajaran diajarkan
dengan pendekatan berbeda
Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang
sama [saintifik] melalui mengamati, menanya, mencoba,
menalar,....
Tiap jenis konten pembelajaran
diajarkan terpisah [separated
curriculum]
Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan
terpadu satu sama lain [cross curriculum atau integrated
curriculum]
Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan
penggerak konten pembelajaran lainnya
Tematik untuk kelas I – III [belum
integratif]
Tematik Integratif untuk Kelas I – VI
52
26
16/08/2013
Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
KTSP 2006
Kurikulum 2013
Ket
Mata pelajaran tertentu
mendukung kompetensi
tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi
[sikap, keterampilan, pengetahuan]
Semua
Jenjang
Mata pelajaran dirancang
berdiri sendiri dan memiliki
kompetensi dasar sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang
lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat oleh
kompetensi inti tiap kelas
Semua
Jenjang
Bahasa Indonesia sejajar
dengan mapel lain
Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain [sikap
dan keterampilan berbahasa}
Semua
Jenjang
Tiap mata pelajaran diajarkan
dengan pendekatan berbeda
Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan
yang sama [saintifik] melalui mengamati, menanya,
mencoba, menalar,....
Semua
Jenjang
Tiap jenis konten pembelajaran Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan
diajarkan terpisah [separated
terkait dan terpadu satu sama lain [cross curriculum
curriculum]
atau integrated curriculum]
Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan
dijadikan penggerak konten pembelajaran lainnya
SD
SD
53
Perbedaan Esensial Kurikulum 2013
KTSP 2006
Kurikulum 2013
Ket
Tematik untuk kelas I – III
[belum integratif]
Tematik Integratif untuk Kelas I – VI
SD
TIK adalah mata pelajaran
sendiri
TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan
sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain
SMP
Untuk SMA, ada penjurusan
sejak kelas XI
Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran
wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat
SMA/SMK
SMA dan SMK tanpa
kesamaan kompetensi
SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama SMA/SMK
terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan
sikap.
Penjurusan di SMK sangat
detil [sampai keahlian]
Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang
studi], didalamnya terdapat pengelompokkan
peminatan dan pendalaman
SMA/SMK
54
27
16/08/2013
Arah Rancangan: Penyesuaian Beban Guru dan Siswa SD
Pelaku Beban
Penyelesaian
Menyusun Silabus
Disediakan buku pegangan
guru
Mencari buku yang sesuai
Mengajar beberapa mata pelajaran dengan cara
berbeda
Guru
Pendekatan tematik
terpadu menggunakan satu
Menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghela buku untuk semua mata
mata pelajaran yang lain sehingga selaras
pelajaran sehingga dapat
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai
selaras dengan kemampuan
penggerak pembahasan
Bahasa Indonesia sebagai
alat komunikasi dan carrier of
Mempelajari banyak mapel
knowledge
Mempelajarai mata pelajaran dengan cara
berbeda
Mengajar banyak mata pelajaran
Murid
Membeli buku
Penyedian buku teks oleh
pemerintah/daerah
Membeli lembar kerja siswa
55
Kerangka Kerja Penyusunan KBK 2004
Kerangka Kerja Penyusunan KTSP 2006
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
KERANGKA DASAR KURIKULUM
(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
KERANGKA DASAR KURIKULUM
(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM
STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)
STANDAR
PROSES
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
STANDAR ISI (SKL MAPEL, SK MAPEL, KD MAPEL)
STANDAR
PENILAIAN
STANDAR KOMPETENSI
LULUSAN
STANDAR
PROSES
PEDOMAN
PEDOMAN
SILABUS
SILABUS
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
Oleh Satuan Pendidikan
STANDAR
PENILAIAN
BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN
RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN
Oleh Satuan Pendidikan
Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013
KESIAPAN PESERTA DIDIK
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
KEBUTUHAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) SATUAN PENDIDIKAN
KERANGKA DASAR KURIKULUM
(Filosofis, Yuridis, Konseptual)
STRUKTUR KURIKULUM
STANDAR
PROSES
KI KELAS & KD MAPEL
(STANDAR ISI)
STANDAR
PENILAIAN
SILABUS
PANDUAN
GURU
Oleh Satuan
Pendidikan
BUKU TEKS
SISWA
PEMBELAJARAN &
PENILAIAN (KTSP)
56
28
16/08/2013
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
SIKAP
KETERAMPILAN
PENGETAHUAN
 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
 Orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri,
dan bertanggung jawab dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
 Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif
dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
 Terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah
 Memiliki pengetahuan Prosedural dan metakognitif dalam
Ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora,
dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
 Terkait penyebab fenomena dan kejadian
57
Langkah Penguatan Implementasi
Kurikulum
• Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari:
– Buku pegangan siswa
– Buku pegangan guru
• Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber
belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat
mereka manfaatkan
• Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh
pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran
58
29
16/08/2013
Langkah Penguatan Materi
• Evaluasi ulang ruang lingkup materi:
– Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa
– Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa
– Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan
internasional
• Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan
perbandingan internasional [s/d reasoning]
• Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi
yang dibutuhkan
59
Proses yang Mendukung Kreativitas
PROSES
PEMBELAJARAN
Pendekatan saintifik dan
kontekstual
Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
 Observing [mengamati]
 Questioning [menanya]
 Associating [menalar]
 Experimenting [mencoba]
 Networking [Membentuk jejaring]
PROSES PENILAIAN
Penilaian Otentik




penilaian berbasis portofolio
pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,
memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,
menilai proses pengerjaannya bukan hanya
hasilnya,
 penilaian spontanitas/ekspresif,
 dll
30
16/08/2013
Langkah Penguatan Proses
Proses
Karakteristik Penguatan
Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya,
mencoba, menalar,....
Pembelajaran
Menggunakan ilmu pengetahuan sebagai penggerak pembelajaran
untuk semua mata pelajaran
Menuntun siswa untuk mencari tahu, bukan diberi tahu [discovery
learning]
Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi,
pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis, dan kreatif
Mengukur tingkat berfikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi
Penilaian
Menekankan pada pertanyaan yang mebutuhkan pemikiran
mendalam [bukan sekedar hafalan]
Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa
Menggunakan portofolio pembelajaran siswa
61
Kunci Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013
• Ketersediaan Buku Pegangan Pembelajaran:
– Siswa
– Guru
• Ketersediaan Buku Pedoman Penilaian
• Kesiapan Guru
– Penyesuaian kompetensi guru (4+1)
• Dukungan Manajemen
– Kepala Sekolah
– Pengawas Sekolah
– Administrasi sekolah [khususnya untuk SMA dan SMK]
• Dukungan Iklim/Budaya Akademik
– Keterlibatan dan kesiapan semua pemangku kepentingan [siswa,
guru, orang tua, kepala sekolah, pengawas sekolah]
62
31
16/08/2013
Contoh Buku Siswa (Baru)
63
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV
64
32
16/08/2013
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV (lanjutan...)
65
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV (lanjutan...)
66
33
16/08/2013
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV (lanjutan...)
67
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV (lanjutan...)
68
34
16/08/2013
Contoh Buku Siswa SD Kelas IV (lanjutan...)
69
Contoh Buku Guru SD Kelas IV
70
35
16/08/2013
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
71
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
72
36
16/08/2013
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
73
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
74
37
16/08/2013
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
75
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
76
38
16/08/2013
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
77
Contoh Buku Guru SD Kelas IV (Lanjutan ..)
78
39
16/08/2013
Struktur Kurikulum 2013
(sesuai Permendikbud)
79
Rancangan Struktur Kurikulum SD
No
1
2
3
4
5
Komponen Rancangan
Berbasis tematik-terpadu sampai kelas VI
Menggunakan kompetensi lulusan untuk merumuskan kompetensi inti pada tiap
kelas
Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran [mengamati, menanya,
mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta] semua mata pelajaran
Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran
Meminimumkan jumlah mata pelajaran dengan hasil dari 10 dapat dikurangai
menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran:
-IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll
-IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll
-Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
-Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran
80
40
16/08/2013
Rancangan Struktur Kurikulum SD
No
6
7
8
Komponen Rancangan
Menempatkan IPA dan IPS pada posisi sewajarnya bagi
anak SD yaitu bukan sebagai disiplin ilmu melainkan sebagai
sumber kompetensi untuk membentuk sikap ilmuwan dan
kepedulian dalam berinteraksi sosial dan dengan alam
secara bertanggung jawab.
Perbedaan antara IPA/IPS dipisah atau diintegrasikan
hanyalah pada apakah buku teksnya terpisah atau jadi satu.
Tetapi bila dipisah dapat berakibat beratnya beban guru,
kesulitan bagi bahasa Indonesia untuk mencari materi
pembahasan yang kontekstual, berjalan sendiri melampaui
kemampuan berbahasa peserta didiknya seperti yang terjadi
saat ini, dll
Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan
proses pembelajaran dan penilaian
81
Rasional IPA dan IPS di Sekolah Dasar
• Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang memiliki
arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada matapelajaran
Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.
• Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing-masing.
Jika indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran
Bahasa Indonesia menjadi IPA.
• Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia,
akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya beberapa
bagian materi IPA), dampak negatifnya:
– Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun
– Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga tidak
suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom
sains.
82
41
16/08/2013
Rasional IPA dan IPS di Sekolah Dasar
• Peserta didik kelas IV – VI (usia 10 – 12
tahun) sudah masuk pada tahap berpikir
abstrak (operasi formal ), sehingga sudah
mampu memahami konsep-konsep keilmuan
secara sederhana
• Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah,
proses pembelajaran di SD tetap dapat
dilaksanakan dengan pendekatan tematikterpadu.
83
STRUKTUR KURIKULUM SD
No
1
2
3
4
5
6
7
8
Jumlah
Komponen
Kelompok A
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
PPKN
Bahasa Indonesia
Matematika
IPA
IPS
Kelompok B
Seni Budaya & Prakarya (termasuk
muatan lokal*)
Pend. Jasmani, OR & Kes (termasuk
muatan lokal).
I
II
III
IV
V
VI
4
5
8
5
4
5
9
6
4
6
10
6
4
5
7
6
3
3
4
5
7
6
3
3
4
5
7
6
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
30
32
34
36
36
36
Catatan:
1. Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah
2. IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya
84
42
16/08/2013
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 1/3
• Pendidik dan peneliti meyakini bahwa anak melihat dunia sebagai
suatu keutuhan yang terhubung, bukannya penggalan-penggalan
yang lepas dan terpisah. [Departemen Pendidikan Alberta, Kanada]
• Walaupun sekolah dasar dirancang dengan menggunakan mata
pelajaran dengan definisi kompetensi yang berbeda satu dengan
yang lain [seperti pada KBK 2004 dan KTSP 2006], mapel tertentu
akan menghasilkan keluaran-keluaran yang sama dengan mapel
lainnya. [Departemen Pendidikan Alberta, Kanada]
• Mapel-mapel yang berbeda tersebut, ternyata sangat banyak
keterkaitan satu sama lain [sebagaimana tampak pada rumusan
kompetensi dasar KTSP 2006]. Dengan demikian keterpaduan
konten pada berbagai mapel dan arahan bagi siswa untuk dapat
membuat keterkaitan antar mapel akan memperkuat pembelajaran
siswa. [Departemen Pendidikan Alberta, Kanada]
85
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3
• Kurikulum terpadu sebagai panutan dalam tematik terpadu adalah
salah satu pendekatan pembelajaran dimana kompetensi
[pengetahuan, keterampilan, dan sikap] dari berbagai mapel
digabungkan menjadi satu untuk merumuskan pemahaman yang lebih
mendalam dan mendasar tentang apa yang harus dikuasai siswa.
• Telah banyak peneliti pendidikan yang menekankan pentingnya
pembelajaran terpadu seperti Susan Drake, Heidi Hayes Jacobs, James
Beane and Gordon Vars, dll yang menyatakan bahwa kurikulum adalah
terkait, terpadu, lintas disiplin, holistik, dan berbagai istilah lain yang
memiliki arti yang sama.
• James Beane lebih jauh menekankan “When we are confronted in real
life with a compelling problem or puzzling situation, we don’t ask
which part is mathematics, which part is science, which part is history,
and so on. Instead we draw on or seek out knowledge and skill from
any and all sources that might be helpful”
86
43
16/08/2013
PENTINGNYA TEMATIK TERPADU : 2/3
Bagi sekolah dasar yang menganut sistem guru kelas, tematik terpadu
akan memberikan banyak keuntungan antara lain:
• Fleksibilitas pemanfaatan waktu dan menyesuaikannya dengan
kebutuhan siswa
• Menyatukan pembelajaran siswa, konvergensi pemahaman yang
diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi antar mata
pelajaran
• Merefleksikan dunia nyata yang dihadapi anak di rumah dan
lingkungannya
• Selaras dengan cara anak berfikir, dimana menurut penelitian otak
mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak menerima
banyak hal dan mengolah dan merangkumnya menjadi satu. Sehingga
mengajarkan secara holistik terpadu adalah sejalan dengan
bagaimana otak anak mengolah informasi.
87
No
Komponen
VII
VIII
IX
3
3
6
5
5
4
4
3
3
6
5
5
4
4
3
3
6
5
5
4
4
3
3
3
3
3
3
2
38
2
38
2
38
Kelompok A
1
2
3
4
5
6
7
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Sosial
Bahasa Inggris
Kelompok B
8 Seni Budaya (termasuk mulok)*
Pend. Jasmani, OR & Kesehatan
9
(termasuk mulok)
10 Prakarya (termasuk mulok)
Jumlah
* Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah
88
44
16/08/2013
Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah
Kelas
Mata Pelajaran
X
XI
XII
Kelompok A (Wajib)
1
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
3
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
Matematika
4
4
4
5
Sejarah Indonesia
2
2
2
6
Bahasa Inggris
2
2
2
Kelompok B (Wajib)
7
Seni Budaya
2
2
2
8
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
9
Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
24
24
24
Matapelajaran peminatan akademik (untuk SMA)
18
20
20
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi (untuk SMA)
24
24
24
Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMA)
42
44
44
Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu (SMK)
48
48
48
89
Jumlah jam pelajaran Kelompok A dan B per minggu
Kelompok C Peminatan
89
Struktur Kurikulum Peminatan SMA
MATA PELAJARAN
Kelompok A dan B (Wajib)
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Matematika dan Iilmu Alam
I
Matematika
1
Biologi
2
Fisika
3
Kimia
4
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
II
Geografi
1
Sejarah
2
Sosiologi & Antropologi
3
Ekonomi
4
Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya
III
Bahasa dan Sastra Indonesia
1
Bahasa dan Sastra Inggeris
2
Bahasa dan Sastra Asing lainnya
3
Antropologi
4
Mata Pelajaran Pilihan
Pilihan Lintas Kelompok Peminatan atau Pendalaman Minat
Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia per minggu
Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh per minggu
X
24
Kelas
XI
24
XII
24
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
6
68
42
4
72
44
4
72
44
90
45
16/08/2013
MATA PELAJARAN
X
KELAS
XI
XII
Kelompok A (Wajib)
1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
3
3
3
2.
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
4
4.
Matematika
4
4
4
5.
Sejarah Indonesia
2
2
2
6.
Bahasa Inggris
2
2
2
Kelompok B (Wajib)
7.
Seni Budaya
2
2
2
8.
Prakarya dan Kewirausahaan
2
2
2
9.
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
24
24
24
24
24
24
48
48
48
Jumlah kelompok A dan B
Kelompok C (Peminatan)
Matapelajaran peminatan akademik dan vokasi
TOTAL
91
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 1/3
1. Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap
(keagamaan dan sosial), rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama
dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik
2. Sekolah tidak terpisah dari masyarakat karena kurikulum
memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta
didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat
dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar.
3. Mengembangkan ketrampilan menerapkan untuk setiap
pengetahuan yang dipelajari di kelas dalam berbagai situasi di
sekolah dan masyarakat sehingga memiliki kesempatan yang
luas untuk menghilangkan verbalisme.
4. Sederhana dalam struktur kurikulum, dalam jumlah mata
pelajaran dan KD yang harus dipelajari peserta didik tetapi
memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan
berbagai sikap dan keterampilan.
92
46
16/08/2013
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 2/3
5.Isi kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) kelas dan dirinci lebih lanjut dalam
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
6.Kompetensi Inti (KI) bukan merupakan gambaran kategorial
tetapi interaktif mengenai kompetensi dalam aspek sikap,
pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif dan psikomotor) yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas
dan mata pelajaran. Kompetensi Inti adalah kualitas yang harus
dimiliki seorang peserta didik untuk setiap kelas melalui
pembelajaran KD yang diorganisasikan dalam proses
pembelajaran siswa aktif.
7.Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari
peserta didik untuk suatu tema di SD/MI, dan untuk materi
pokok suatu mata pelajaran di kelas tertentu di SMP/MTS,
SMA/MA, SMK/MAK.
93
KARAKTERISTIK KURIKULUM 2013: 3/3
8. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan
dasar diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang
pendidikan menengah berimbang dengan pada kemampuan
intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
9. Kompetensi Inti menjadi unsur pengorganisasi (organizing
elements) Kompetensi Dasar dimana semua KD dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang
dinyatakan dalam Kompetensi Inti.
10.Kompetensi Dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip
akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya
(enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan
(organisasi horizontal dan vertikal).
11.Silabus dikembangkan sebagai rancangan belajar untuk satu
tema (SD/MI). Dalam silabus tercantum seluruh KD untuk tema
atau mata pelajaran di kelas tersebut. Setiap tema terdiri atas
beberapa sub-tema.
94
47
16/08/2013
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
• Mengapa urutan KI mulai dari Sikap Spritual (KI-1), Sikap Sosial (KI2), Pengetahuan (KI-3) dan Keterampilan (KI-4) ? (amati Pembukaan
UUD 45, Pancasila, UU Sisdiknas)
• Mengapa urutan perancangan dan pelaksanaan pembelajaran
mulai dari KI-3 menuju KI-4 ? Keterampilan hanya dapat dibangun
dengan hasil yang baik melalui pengetahuan (pelukis, penyanyi,
olahragawan pasti memiliki pengetahuan yang memadai tentang
keterampilan yang ditekuninya). Keterampilan yang tidak melalui
proses pengetahuan (KI-3) tidak akan menghasilkan karya yang
baik.
• Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan sikap
diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan
memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap
• Tidak berhenti pada pengetahuan tetapi berlanjut sampai pada
keterampilan dan pembentukan sikap
95
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
• Dalam proses perancangan dan pembelajaran alur
yang digunakan adalah : bermula KI-3  KI 4 dan
selanjutnya memberikan dampak terhadap
terbentuknya KD pada KI-2 dan KI-1
• Setelah KI-3 dan KI-4 tuntas dianalisis, lalu
diturunkan materi yang relevan dan rancangan
skenario pembelajaran termasuk penugasan dan
penilaian.
• Berdasarkan aktivitas belajar dan penugasan
tersebut dirancang indikator KD pada KI-1 dan KI-2
diintegrasikan
96
48
16/08/2013
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Bahasa Indonesia:
Mulai dari KD kelompok KI-3 : Memahami konvensi
penulisan karya ilmiah
Indikator :
• Memahami struktur karya ilmiah
• Memahami ciri kebahasaan karya ilmiah
• Memhami ciri isi karya ilmiah
97
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Bahasa Indonesia:
Menuju KD kelompok KI-4 :
Mampu menulis atau menghasilkan karya ilmiah
Indikator :
• Karya yang memenuhi struktur, ciri kebahasaan, dan ciri isi
karya ilmiah
• Karya yang memenuhi originalitas dilihat dari sumber yang
digunakan atau diacu
• Mempertahankan dan menjelaskan karya ilmiah tersebut
98
49
16/08/2013
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Bahasa Indonesia:
KD dari KI 2 yang diintegrasikan:
• Kejujuran, rasa ingin tau, tanggung
jawab, kritis, rasional
• Santun, empati, peduli,
99
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Matematika:
Mulai dari KD dari KI-3 : memahami sifat-sifat
grafik fungsi eksponensial dan logaritma
Indikator :
•
•
•
Membuktikan sifat
Menurunkan sifat
Menenetukan kecukupan dan keperluan grafik
100
50
16/08/2013
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menggambar atau
menyajikan grafik fungsi eksponensial dan logaritma
Indikator :
•
•
•
•
•
Menentukan titik potong
Menentukan nilai maksimum dan minimum
Melukiskan grafik
Membaca dan menerjemahkan grafik sesuai sifat2nya
Menganalisis grafik untuk menentukan persamaan atau
sebaliknya
101
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Matematika:
Menuju KD dari KI-4: Mampu menyelesaikan masalah
nyata dengan menggunakan grafik fungsi eksponensial dan
logaritma
Indikator :
Menggunakan grafik untuk menentukan :
• Perkembngan bakteri
• Pertumbuhan penduduk
• Bunga Uang
102
51
16/08/2013
ANALISIS KI/KD dan PERANCANGAN RPP: ...1/4
Contoh: Matematika:
KD dari KI-2: Disiplin, tanggung jawab, kerjasama,
kecermatan
Indikator :
• Konsistensi terhadap waktu
• Konsitensi terhadap panduan
• Konsistensi terhadap norma atau nilai yang telah
ditetapkan sebelumnya
• Frekuensi ketepatan dan kebenaran tindakan
103
PENERAPAN KI DAN KD
DALAM RANCANGAN PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
LINK VIDEO PAK SYAWAL BAGIAN 2
52
16/08/2013
PENYIAPAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
Peta Jalan Implementasi Kurikulum 2013
2010-2011
2013-2015
2012-2013
Pengembangan
Persiapan
-Kurikulum
-Buku
-Guru
-KS & PS
Reflektif
Korektif
Reflektif
Korektif
2015-dst
Implementasi
Bertahap:
Implementasi
Luas:
-Guru, KS, PS
-Siswa
-Sekolah
-Guru, KS, PS
-Siswa
-Sekolah
Reflektif
Sumatif
Pemantauan dan Evaluasi
Saat Ini
106
53
16/08/2013
Skala Implementasi
No
Jenjang
Satuan
Kelas
SD
I
1
Tahun
2014
2013
2%
II
100%
100%
100%
100%
III
IV
100%
2%
V
100%
100%
100%
100%
VI
2
SMP
VII
100%
4%
VIII
100%
100%
100%
100%
IX
3
SMA/SMK
X
2015
100%
10%
XI
100%
100%
100%
100%
XII
100%
107
Cakupan Sasaran Sekolah, Siswa, dan Guru
No
Jenjang
Jumlah Sekolah
Jumlah Guru
Jumlah Siswa
1
SD
2.598
15.629
341.630
2
SMP
1.521
27.403
342.712
3
SMA
1.270
5.979
335.940
4
SMK
1.021
7.102
514.783
Jumlah
6.410
56.113
1.535.065
Kriteria:
1. Kesiapan Sekolah (diprioritaskan eks RSBI dan Akreditasi A)
2. Kesiapan Distribusi (keterjangkauan distribusi buku)
3. Berbasis Provinsi
108
54
16/08/2013
Jadwal Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
15 Juli
10 - 14 Juli
dan
10 - 16 Juli
4 - 8 Juli
29 Juni - 3 Juli
Pelatihan Guru
Sasaran
Pelatihan Guru
inti
26 - 28 Juni
Pelatihan
Instruktur
Nasional
dan
Implementasi
di sekolah
sasaran
Kepala
Sekolah/
Pengawas
Sasaran
Penyegaran
Narasumber
Nasional
109
Model Pelatihan Guru
Nara Sumber
Guru Inti
Instruktur Nasional
6
Region
Jakarta
Instrukt. Nas.
LPMP
Guru
Sasaran
Guru Inti
Instrukt. Nas
Instrukt. Nas
Pelatihan Instruktur
Nasional
Guru Inti
Guru Inti
Pelatihan Guru Inti
Guru
Sasaran
Guru
Sasaran
Pelatihan Guru
Kuantitas dan kualitas pemahaman guru sasaran tidak kurang dari kriteria minimal (buku)
Catatan: 1. Pelatihan dilaksanakan untuk tiap kelompok guru mapel/guru kelas
2. Mapel SD (PJOK, Seni Budaya Prakarya, Agama) bergabung ke kelompok guru kelas
3. Guru Agama SMP bergabung ke Kelompok PPKn
4. Kepala Sekolah mengikuti pelatihan guru dengan jam tambahan
110
55
16/08/2013
Esensi Pelatihan Kurikulum 2013
• Memahami pandangan dan pesan-pesan Kurikulum 2013 sebagai bagian
dari kurikulum tidak tertulis (hidden curriculum) untuk melengkapi yang
tertulis (written curriculum) sehingga dapat memperkaya kurikulum yang
diajarkan (taught/delivered curriculum)
• Memahami kebutuhan dan arah perubahan pola pikir pendidik dan
tenaga kependidikan agar Kurikulum 2013 dapat diimplemenkan dengan
baik
• Memahami filosofi, rasional, dan konsep Kurikulum 2013 dan
perbedaannya dengan kurikulum sebelumnya
• Memahami standar-standar yang dipergunakan sebagai acuan dalam
perumusan Kurikulum 2013 dan perbedaannya dengan standar-standar
yang dipergunakan pada kurikulum sebelumnya
• Memahami proses pembelajaran dan proses penilaian menurut
Kurikulum 2013 dan menuangkannya dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran
Rencana Implementasi
Project Implementation Unit (PIU)
PENYIAPAN BUKU
Penulisan Buku
Master Buku
Pengandaan dan Distribusi
PELATIHAN GURU
Persiapan
Pelatih Nasional
Guru Inti
Guru Kelas
PELAKSANAAN
Pendampingan
EVALUASI
PERSIAPAN (Jan-Jun)
112
IMPLEMENTASI (Jul)
56
16/08/2013
EVALUASI
IMPLEMENTASI KURIKULUM
Indikator Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013
No
1
Entitas
Pendidikan
Peserta Didik
Indikator Keberhasilan
Lebih produktif, kreatif, inovatif, afektif
Lebih senang belajar
2
3
4
5
Pendidik dan
Tenaga
Kependidikan
Lebih bergairah dalam melakukan proses pembelajaran
Manajemen
Satuan
Pendidikan
Lebih mengedepankan layanan pembelajaran termasuk
bimbingan dan penyuluhan
Negara dan
Bangsa
Reputasi internasional pendidikannya menjadi lebih baik
Masyarakat
Umum
Memperoleh lulusan sekolah yang lebih kompeten
Lebih mudah dalam memenuhi ketentuan 24 jam per minggu
Terjadinya proses pembelajaran yang lebih variatif di sekolah
Memiliki daya saing yang lebih tinggi, sehingga lebih menarik
bagi investor
Dapat berharap kebutuhan pendidikan akan dipenuhi oleh
sekolah (tidak perlu kursus tambahan)
114
57
16/08/2013
STRUKTUR KURIKULUM
PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG)
SD/SDLB TAHUN 2013
Standar Kompetensi Lulusan:
• Memahami dan mampu mengimplementasikan kurikulum SD 2013.
• Memahami karakteristik peserta didik dan mampu merancang,
melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mendidik.
• Memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan
berakhlak mulia.
• Menguasai keilmuan, kajian kritis dan pendalaman isi dalam konteks
kurikulum sekolah.
• Mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik, kolega, dan
masyarakat.
60
16/08/2013
61
16/08/2013
D
PRAKTIK
PEMBELAJARAN
Pelaksanaan
pembelajaran
(peer teaching)
20
Meningkatkan
kemampuan
melaksanakan
pembelajaran
Dapat
melaksanakan
pembelajaran
yang sesuai
dengan
kurikulum 2013
A. Praktik
pembelajaran
B. Setiap peserta
tampil 2 kali @ 1
JP.
Catatan: Satu kelas
(30 peserta), dibuat
3 kelompok dan
dilaksanakan secara
paralel. Tampilan ke2 merupakan ujian
praktik.
E
1
2
UJIAN
Tulis
4
Praktik
Jumlah JP
Mengukur
kompetensi
profesional dan
pedagogik
*)
44
Mengukur
kemampuan
melaksanakan
pembelajaran
Terukurnya
kompetensi
profesional dan
pedagogik
(penguasaan
terhadap bidang
studi,
pedagogik,
kurikulum 2013,
dan
profesionalisme
guru)
Terukurnya
kemampuan
melaksanakan
pembelajaran
A. Ujian Tulis
Nasional (120
menit) dalam
bentuk tes objekti
B. Ujian Tulis LPTK
(80 menit) dalam
bentuk uraian
berbasis kasus
 Ujian praktik
terintegrasi dalam
peer teaching
tampilan kedua.
46
62
8/16/2013
KONSEP PEMBELAJARAN TEMATIK
TERPADU
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Pembelajaran Tematik
 Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau
integrated thematic instruction (ITI) pertama kali
dikembangkan pada awal tahun 1970-an
 PTP diyakini sebagai salah satu model pengajaran yang
efektif (highly effective teaching model),
 Pembelajaran Tematik Terpadu mampu mewadahi dan
menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan
akademik
1
8/16/2013
Pembelajaran Tematik
(Lanj)
 secara empirik berhasil memacu percepatan dan
meningkatkan kapasitas memori peserta didik
(enhance learning and increase long-term memory
capabilities of learners) untuk waktu yang panjang
Pembelajaran Tematik Integratif
 Pembelajaran tematik integratif /terintegrasi
(integrated thematic instruction, ITI) asalnya
dikonseptualisasikan tahun 1970an. Pendekatan
pembelajaran ini awalnya dikembangkan untuk
anak-anak berbakat dan bertalenta (gifted and
talented), cerdas, pada program perluasan belajar,
dan yang belajar cepat.
2
8/16/2013
Kelebihan Pembelajaran Tematik Integratif
 Premis utama PTP bahwa peserta didik memerlukan
peluang tambahan (additional opportunities) untuk
menggunakan talentanya,
 menyediakan waktu bersama yang lain untuk secara
cepat mengkonseptualisasi dan mensintesis.
 relevan untuk mengakomodasi kualitatif lingkungan
belajar.
 menginspirasi peserta didik untuk memperoleh
pengalaman belajar.
Kelebihan Pembelajaran Tematik
Integratif
(Lanj)
 Memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different)
dengan model pembelajaran lain, karena sifatnya
memandu peserta didik mencapai kemampuan
berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau
keterampilan berpikir dengan mengoptimasi
kecerdasan ganda (multiple thinking skills), sebuah
proses inovatif bagi pengembangan dimensi sikap,
keterampilan dan pengetahuan.
3
8/16/2013
Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu
1. Suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.
2. Menggunakan kelompok kerjasama, kolaborasi,
kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik yang
mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah
3. Mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas
yang ramah otak (brain-friendly classroom).
Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu
(Lanj)
4. Peserta didik secara cepat dan tepat waktu mampu
memproses informasi. Proses itu tidak hanya
menyentuh dimensi kuantitas dan kualitas
mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu
peserta didik mengembangkan pengetahuan secara
siap.
5. Proses pembelajaran di kelas mendorong peserta
didik berada dalam format ramah otak.
6. Materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru
dapat diaplikasikan langsung oleh peserta didik
dalam kehidupannya sehari-hari.
4
8/16/2013
Manfaat Pendekatan Tematik Terpadu
(Lanj)
7. Peserta didik yang relatif mengalami keterlambatan
untuk menuntaskan program belajar dapat dibantu
oleh guru dengan cara memberikan bimbingan
khusus dan menerapkan prinsip belajar tuntas.
8. Program pembelajaran yang bersifat ramah otak
memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan
belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian
Tahap Pembelajaran Tematik Terpadu
 Menentukan tema. dimungkinkan disepakati bersama
dengan peserta didik.
 Mengintegrasikan tema dengan kurikulum yang berlaku.
dengan mengedepankan dimensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
 Mendesain rencana pembelajaran. Tahapan ini
mencakup pengorganisasian sumber dan aktivitas
ekstrakurikuler dalam rangka mendemonstrasikan
kegiatan dalam tema.
5
8/16/2013
Tahap Pembelajaran Tematik Terpadu
(Lanj)
 Aktivitas kelompok dan diskusi. Yang memberi peluang
berpartisipasi dan mencapai berbagi persepektif dari
tema. Hal ini membangun guru dan peserta didik
dalam mengeksplorasi subjek.
Model Pembelajaran Tematik Integratif
 Model jaring laba-laba (webbed model). Model ini
berangkat dari pendekatan tematis sebagai acuan dasar
bahan dan kegiatan pembelajaran. Tema yang dibuat
dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam
mata pelajaran tertentu maupun antarmata pelajaran.
(Robin Fogarty 1991)
6
8/16/2013
KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC
PPT – 2.1
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Kriteria
1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena
yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu;
bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng
semata.
2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif gurusiswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran
subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir
logis.
3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis,
analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami,
memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi
pembelajaran.
2
1
8/16/2013
Kriteria (lanjutan)
4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir
hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan
satu sama lain dari materi pembelajaran.
5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami,
menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang
rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.
6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan.
7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan
jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
3
Langkah-Langkah Pembelajaran
Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Sikap
(Tahu Mengapa)
Keterampilan
(Tahu Bagaimana)
Produktif
Inovatif
Kreatif
Afektif
Pengetahuan
(Tahu Apa)
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
yang terintegrasi.
4
2
8/16/2013
Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan)
 Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi
ajar agar peserta didik “tahu mengapa.”
 Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau
materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”.
 Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau
materi ajar agar peserta didik “tahu apa.”
 Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara
kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills)
dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan
untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang
meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.
5
Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan)
 Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik
modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan
pendekatan ilmiah.
 Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran
sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya,
menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata
pelajaran.
6
3
8/16/2013
Langkah-Langkah Pembelajaran
Observing
(mengamati)
Questioning
(menanya)
Associating
(menalar)
Experimenting
(mencoba)
Networking
(membentuk
Jejaring)
Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran
7
Terima Kasih
8
4
Download