1 PEMANFAATAN MEDIA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM

advertisement
PEMANFAATAN MEDIA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM
MENUNJANG PROFESIONALISME MENGAJAR GURU DI SMK SAKTI
KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN
Zul Anwar dan Hastuti Diah Ikawati
(Dosen Program Studi Teknologi Pendidikan FIP IKIP Mataram)
Email: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana pengelolaan perpustakaan sekolah di SMK
Sakti Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen; (2) peranan perpustakaan sekolah dalam menunjang
profesionalisme mengajar guru di SMK Sakti Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen; (3) kendalakendala yang dihadapi dalam pelaksanaan perpustakaan sekolah di SMK Sakti Kecamatan Gemolong
Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif naturalistik.
Data diperoleh dengan observasi aktif, wawancara dan dokumentasi. Sumber data meliputi (1) pemberi
informasi seperti; petugas perpustakaan, kepala sekolah dan guru (2) peristiwa atau aktifitas di
perpustakaan sekolah dan proses belajar mengajar, dan (3) dokumen yang terkait dengan perpustakaan
sekolah SMK Sakti. Untuk menjamin keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode dan
triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa; (1) Perpustakaan yang ada
sudah dapat menunjang proses belajar mengajar. Standar sistem pelayanan yang diterapkan di
perpustakaan sekolah SMK Sakti Gemolong telah sesuai dengan prosedur umum pelayanan; (2)
Peranan media perpustakaan sekolah di SMK Sakti Gemolong dalam menunjang profesionalisme
mengajar guru cukup baik hal ini terlihat dari pemanfaatan perpustakaan oleh guru dan siswa dalam
proses belajar mengajar, ketersediaan buku sumber yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan
pembentukan profesionalisme guru; (3) Masih kurangnya tenaga perpustakaan yang profesional,
anggaran yang tersedia belum mencukupi bila dibandingkan dengan jumlah buku yang dibutuhkan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan dalam hal pengelolaan perpustakaan bagi pihak
sekolah dan petugas perpustakaan supaya perpustakaan yang sudah ada dikelola secara lebih baik lagi
sehingga lebih berdaya guna dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa.
Kata Kunci: Media Perpustakaan, Sekolah, Profesionalisme, Guru.
PENDAHULUAN
Salah satu sarana peningkatan profesionalisme guru adalah tersedianya buku
sumber yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi
guru. Pengadaan buku pustaka perlu diarahkan untuk mendukung kegiatan
pembelajaran serta memenuhi kebutuhan peserta didik dan guru akan materi
pembelajaran, (Mulyasa 2004).
Perpustakaan memegang peranan yang sangat penting dalam dunia
pendidikan dimana perpustakaan menyimpan banyak informasi yang dibutuhkan.
Perpustakaan merupakan salah satu tiang penyangga kokohnya Sistem Pendidikan
Nasional, tanpa adanya perpustakaan maka dalam rangka pembangunan dibidang
pendidikan tidak akan tercapai sebagaimana mestinya.
Guru dan lembaga pendidikan berfungsi sebagai agen perubahan atau “agent
of change”, dalam arti anak-anak yang telah berhasil dari studinya diharapkan
nantinya akan ada perubahan dalam dirinya, pengetahuan, wawasan dan
keterampilannya serta mampu untuk melakukan perubahan ditengah masyarakat yaitu
membawa masyarakat kearah kehidupan yang lebih baik, karena inti dari proses
Halaman | 1
pendidikan adalah terjadinya perubahan dalam diri peserta didik untuk menjadi lebih
baik.
Guru mempunyai peran dan kedudukan kunci dalam keseluruhan proses
pendidikan terutama dalam pendidikan formal bahkan dalam keseluruhan
pembangunan masyarakat pada umumnya. Sehubungan dengan ini, G.F. Moody
dalam M. Surya (1993) menulis sebagai berikut: ...The succes of organized society
depends largely upon the teacher. She must be conscius that she is performing the
highest type of service to society and that her profession must be on as high a level as
that of any other. A teacher’s personality plays a most important part in her teacing
success.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa guru merupakan faktor
utama keberhasilan siswa dalam belajar. Guru wajib menguasai dan mengembangkan
metode pengajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan, sebab semakin baik
metode, maka semakin efektif dalam pencapaian tujuan. Guru yang baik adalah guru
yang mampu memilih metode yang paling serasi untuk mencapai tujuan. Dengan
demikian dalam pelaksanaan pembahasan materi tertentu guru akan menentukan satu
atau lebih metode.
Penggunaan media dalam hal ini adalah perpustakaan dan metode dalam
pembelajaran yang merupakan tindakan-tindakan terstruktur yang diambil oleh guru
dalam mengajar mulai dari persiapan awal mengajar misalnya, memberi motivasi
kepada anak didik terhadap materi yang akan disampaikan sehingga anak merasa
termotivasi untuk belajar sampai pada kegiatan akhir yaitu melakukan evaluasi atau
penutup, langkah-langkah yang diambil guru dalam menentukan media dan metode
ini akan menentukan tingkat keefektifan dalam proses belajar mengajar yang sedang
berlangsung, karena keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran ini dapat dilihat
secara langsung oleh guru, tentang sejauh mana siswa dapat mengikuti dan menerima
materi pelajaran yang telah disampaikan.
Berdasarkan survai awal yang peneliti lakukan, di Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) telah tersedia berbagai fasilitas dan sarana yang mendukung bagi
kelancaran proses belajar mengajar diantaranya, lab komputer (ruang multi media),
laboratorium, perpustakaan dan sebagainya.
Secara realita perpustakaan sekolah tidak banyak diminati oleh guru, dengan
hanya memiliki sebuah buku paket yang sesuai dengan mata pelajaran yang
diajarkan, guru sudah merasa cukup dan tidak memerlukan referensi lain dalam
meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran yang dia ajarkan sekaligus sebagai
penunjang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
METODE PENELITIAN
Sesuai dengan masalah yang dikaji daiam penelitian ini, penulis melakukan
pendekatan dengan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adaiah "Jenis
penelitian
yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai
dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantifiksi
lainnya" (Strauss and Corbin dalam Basrowi , 2002:1). Selanjutnya Bogdan dan
Taylor dalam Basrowi (2002:1) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adaiah "
Halaman | 2
Salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau
tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati".
Penggunakaan metode ini disebabkan karena: (1) untuk memberikan batasan
latar; (2) penelitian ini bermaksud mengkaji secara mendalam dan komprehensif
tentang peranan media perpustakaan sekolah dalam menunjang profesionalisme
mengajar guru dan (3) untuk mempermudah perhatian penulis pada masalah-masalah
yang diteliti. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri penelitian kualitatif yang
dikemukakan oleh Nana Sudjana dan Ibrahim (2001:197):
1. Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
langsung
2. Penelitian kualitatif sifatnya deskriptif analitik
3. Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil
4. Penelitian kualitatif sifatnya induktif
5. Penelitian kualitatif mengutamakan makna.
Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka dengan pendekatan kualitatif dalam
penelitian ini penulis dapat mengkaji secara murni dan alamiah bagaimana peranan
perpustakaan sekolah sebagai sarana atau media dalam menunjang profesionalisme
guru dalam mengajar di SMK Sakti Gemolong.
Sumber data adalah “Subyek darimana data diperolah apabila peneliti
menggunakan kuesioner, wawancara dalam mengumpulkan datanya maka sumber
data disebut peresponden atau yang menjawab pertanyaan peneliti baik pertanyaan
terurai atau lisan" (Arikunto, 2002:107). Sedangkan Lopand dalam Moleong
(2002:106) menjelaskan bahwa sumber data utama penelitian kulitatif ialah " katakata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-laian".
petugas perpustakaan, kepala sekolah dan guru
Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data adalah:
1. Narasumber atau responden yang terkait dengan masalah yang diangkat seperti:
a. Petugas perpustakaan, karena dialah selaku pelaksana dan paling tahu tentang
segala sesuatu yang berkaitan dengan perpustakaan
b. Kepala Sekolah, karena yang memimpin sekolah tersebut sehingga secara
otomatis mengetahui segala sesuatu yang terkait dengan sekolah dan programprogramnya.
c. Guru karena merekalah sebagai pemakai atau yang memanfaatkan
perpustakaan sekolah tersebut.
2. Peristiwa atau aktivitas, yaitu segala peristiwa dan aktivitas yang terjadi di
perpustakaan baik dari petugas perpustakaan, guru, siswa atau siapa saja yang
memanfaatkan perpustakaan tersebut.
3. Dokumentasi , yaitu meliputi tatatertib pengunjung, ketentuan-ketentuan yang
diberlakukan bagi peminjam, jumlah inventaris buku dan sebagainya.
Dalam kegiatan penelitian tentu digunakan cara atau teknik yang dapat
digunakan dalam pengumpulan data yang disebut" metode pengumpulan data".
Adapun metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi,
wawancara dan dokumentasi.
1. Metode Observasi
Halaman | 3
Observasi adalah "Pengamatan yang dilakukan secara sengaja dan
sistematis mengenai penomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian
dilakukan pencatatan" (Subagyo, 1997:63). Sedangkan menurut Arikunto
(2002:133) menegaskan bahwa "Observasi disebut juga dengan pengamatan yang
meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan
menggunakan seluruh alat indera".
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa observasi adalah suatu
metode yang dilakukan dengan menggunakan alat indera yang berhubungan
langsung terhadap obyek yang diteliti, dan seorang observer harus melakukan
pencatatan data untuk dikumpulkan dan diolah untuk mendapatkan data yang
lebih baik.
Dalam hal ini peneliti secara langsung datang ke SMK Sakti Kecamatan
Gemolong untuk melihat secara langsung keberadaan Sekolah, baik dalam hal
sarana dan prasarana, fasilitas, khusunya perpustakaan, bagaimana pelayanan,
jumlah koleksi buku, pengaturan buku-buku, jumlah kunjungan guru ke
perpustakaan, prosedur peminjaman buku dan sebagainya.
2. Metode Interview (Wawancara)
Melakukan penelitian hanya dengan observasi sudah barangtentu tidak
akan mendapatkan data yang seobyek mungkin. Oleh sebab itu diperlukan metode
lain untuk bisa mendapatkan data atau keterangan tentang permasalahan yang
ingin diketahui, maka dalam hal ini peneliti menggunakan metode wawancara
atau interview.
Menurut (Narbuko, 2004:11) wawancara adalah "proses tanya -jawab
dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih
bertatap muka mendengarkan secara iangsung informasi-informasi atau
keterangan-keterangan".
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah
sebuah dialog antara dua orang atau lebih guna memperoleh informasi mengenai
masalah yang diteliti baik itu dilakukan dengan interview guide ataupun tidak.
Adapun data yang ingin diperoleh dari metode ini adatah untuk
mengetahui sejarah berdirinya SMK Sakti Gemolong, bagaimana pengelolaan
perpustakaan sekolah di SMK Sakti Gemolong, apa kendala-kendala yang
dihadapi dalam pelaksanaan perpustakaan. Peneliti juga akan mencari data atau
informasi tentang berapa guru, dan siswa yang berkunjung ke perpustakaan,
sistem pelayanan dan sebagainya. Sedangkan untuk mendapatkan informasi atau
data tentang bagaimana peranan perpustakaan sekolah terhadap siswa maupun
guru dan tenaga pengajar lainnya dapat diperoleh informasi langsung pada
pegawai perpustakaan, dan petugas lainnya yang ada hubungannya dengan
masalah perpustakaan.
3. Metode Dokumentasi
Menurut Arikunto (2002:135) metode dokumentasi yaitu mencari data
mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkripsi, buku, surat kabar,
majalah, prasasti, agenda dan sebagainya. Jadi metode dokumentasi merupakan
metode untuk mencari data-data tertulis mengenai suatu hal yang diteliti dimana
Halaman | 4
data-data tersebut dapat digunakan untuk menguji, menafsirkan, dan meramalkan
atau membuat kesimpulan.
Adapun data-data yang ingin diperoleh dengan metode dokumentasi ini
adalah: Bagan atau struktur organisasi, tatatertib pengunjung, data jumlah
pengunjung dan sebagainya yang ada hubungannya dengan kegiatan proses
belajar mengajar dan upaya dalam meningkatkan profesionalisme mengajar guru
SMK Sakti Gemolong.
Validitas dalam penelitian kualitatif adalah untuk menetapkan kredibilitas
data yang terkumpul sehingga data-data tersebut benar-benar dianggap valid dan
sesuai dengan kenyataan.
Adapun dalam penelitian ini, akan digunakan beberapa teknik sebagai berikut:
1. Kecukupan referensi, dalam melakukan penelitian, pengamat atau peneliti akan
berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan bahan bacaan atau referensi
tentang pokok-pokok permasalahan yang ingin ditemukan jawabannya, sehingga
akan menghasilkan gambaran yang komprehensif dan menyeluruh tentang objek
penelitian
2. Ketekunan pengamatan, peneliti akan mengadakan pengamatan dengan teliti dan
rinci secara berkesinambungan terhadap hal-hal yang menjadi fokus dalam
penelitian ini
3. Pemeriksaan sejawat, peneliti akan mendiskusikan semua data-data hasil
penelitian dengan pihak yang lebih berkompeten dalam hal ini
4. Triangulasi/crosschek, yaitu bertujuan untuk mengecek kembali data-data yang
diperoleh. Ada tiga teknik triangulasi yang bisa digunakan, namun dalam
penelitian ini hanya akan digunakan dua teknik yaitu; triangulasi sumber dan
triangulasi teknik.
a. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber digunakan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan
dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber,
seperti Kepala Sekolah, Guru dan Siswa. Untuk menguji kredibilitas data
tentang proses belajar mengajar Matematika Kelas V akan dilakukan dengan
observasi, dokumentasi atau arsip, pencatatan peristiwa atau kegiatan,
wawancara dengan nara sumber yaitu Guru Kelas yang dianggap kompeten
tentang permasalahan yang ingin diketahui.
b. Triangulasi teknik
Triangulasi teknik bertujuan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan
dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang
berbeda. Artinya setelah peneliti memperoleh data dari sumber data,
selanjutnya peneliti melakukan pengecekan tentang kebenaran informasi atau
data yang diberikan baik dengan mengubah metode pengumpulan data atau
dengan mencari sumber yang lain. Bila terjadi perbedaan hasil data yang
diperoleh maka peneliti akan mendiskusikannya dengan nara sumber.
Analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah,
karena dengan analisis data-data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna
Halaman | 5
dalam memecahkan masalah penelitian. Menurut Moleong (2002:103), bahwa
analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola,
katagori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat
dirumuskan hipotesis kerja seprti yang disarankan oleh data. Proses analisis data
dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Meneiaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber.
2. Mengadakan reduksi data yang dilakukan dengan membuat abstraksi.
Absatraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses, dan
pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya.
3. Menyusun data kedalam satuan-satuan
4. Mengategorisasikan data sambil membuat koding
5. Mengadakan pemeriksaan keabsahan data.
6. Menafsirkan data (Moleong, 2002:190)
Dengan meggunakan langkah-lalngkah analisis data ini maka peneliti lebih
mudah menganalisis data untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan benar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebagai salah satu sekolah favorit diwilayah Gemolong, SMK Sakti cukup
maju, dan banyak hal yang menonjol di sekolah ini. Sebagaimana hasil observasi
awal yang peneliti lakukan pada taggal 2 Juni 2009, peneliti melihat sebagian siswa
membantu kelancaran lalu lintas dengan mengambil alih fungsi kepolisian sebagai
pengatur jalan. Sebagai informasi untuk diketahui bahwa Kecamatan Gemolong
merupakan salah satu pusat pendidikan termaju di Kabupaten Sragen hal ini ditandai
dengan adanya salah satu Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (SBI).
Berdasarkan hasil analisis terhadap pokok permasalahan yang telah dibahas
dalam bab-bab terdahulu, secara global dapat penulis simpulkan sebagai berikut:
1. Pengelolaan perpustakaan sekolah di SMK Sakti
Secara fisik SMK Sakti termasuk sekolah yang permanen dan cukup megah
untuk sebuah lembaga pendidikan demikian juga halnya dengan keberadaan
perpustakaan sekolah yang ada di dalamnya. Perpustakaan yang ada sudah cukup
memadai untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan
profesionalisme guru, hal ini dapat dilihat dari gedung perpustakaan yang cukup
permanen, jumlah koleksi buku yang cukup memadai pula, sarana dan prasarana
yang tersedia serta pelayanan yang cukup bagus dan telah sesuai dengan standar
pelayanan yang ada. SMK Sakti sebagai salah satu sekolah rintisan Sekolah
Bertaraf Internasional (SBI) dengan manajemen mutu SMM ISO 9001:2000
senantiasa selalu melakukan pembenahan dalam segala aspek kelembagaan
termasuk juga dari segi perpustakaan.
2. Peranan media perpustakaan dalam menunjang profesionalisme mengajar
guru di SMK Sakti.
Peranan media perpustakaan sekolah di SMK Sakti Gemolong dalam
menunjang profesionalisme mengajar guru cukup besar bila hal ini dilihat dari
kelancaran proses belajar mengajar, jumlah kunjungan guru serta ketersediaan
Halaman | 6
buku sumber yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan pembentukan
profesionalisme guru. Apabila proses belajar mengajar sudah berjalan
sebaimana yang diharapkan dan direncanakan maka tujuan dari
penyelenggaraan pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan akan mudah
dicapai. Maka apabila tujuan dari penyelenggaraan pendidikan tersebut telah
tercapai maka guru tersebut telah berhasil dalam melaksanakan tugas
pokoknya sebagai pengajar atau pendidik sehingga bisa disebut guru yang
profesional.
3. Kendala-kendala dalam pengelolaan perpustakaan sekolah di SMK Sakti
Gemolong dan upaya mengatasinya.
Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan perpustakaan
di SMK Sakti Gemolong antara lain adalah:
1) Masih kurangnya tenaga perpustakaan yang profesional
2) Anggaran dana yang tersedia belum mencukupi bila dibandingkan dengan
jumlah buku yang dibutuhkan
3) Sarana dan prasarana perpustakaMan dalam menunjang pelayanan yang
lebih baik perlu untuk ditambah dan dimutahirkan.
Adapun upaya yang perlu untuk dilakukan dalam mengatasi permasalahan
tersebut antara lain seperti:
1) Dari pihak sekolah hendaknya membuka kerjasama yang seluas-luasnya
dengan instansi atau organisasi yang ada hubungannya dengan
perpustakaan untuk memberikan pendidikan, pelatihan atau penataran
kepada petugas perpustakaan agar dapat meningkatkan kinerjanya sebagai
pustakawan.
2) Menyisihkan sebagian bantuan yang diberikan pemerintah untuk membeli
buku, untuk menambah perlengkapan perpustakaan serta menganjurkan
para siswa yang sudah tamat agar menyumbangkan sebuah buku kepada
sekolah.
KESIMPULAN
Hasil penelitian tentang Pemanfaatan media perpustakaan sekolah dalam
menunjang profesionalisme mengajar guru di SMK Sakti Kecamatan Gemolong
Kabupaten Sragen yaitu:
1. Bahwa keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh berbagai
faktor salah satunya adalah keberadaan perpustakaan sekolah. Desain
perpustakaan sekolah memainkan peran utama menyangkut bagaimana
perpustakaan melayani siswa dan guru. Penampilan estetis perpustakaan sekolah
memberikan rasa nyaman dan merangsang komunitas (guru, siswa) sekolah untuk
memanfaatkan waktunya di perpustakaan.
2. Dalam pengelolaan perpustakaan sekolah di SMK Sakti Gemolong sudah sesuai
dengan standar pelayanan perpustakaan secara umum. Adapun kegiatan yang
dilakukan oleh pustakawan di SMK Sakti Gemolong secara umum meliputi Salah
satu kegiatan utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya.
Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya perputaran
Halaman | 7
buku melalui peminjaman dan pengembalian buku. Pada bagian sirkulasi,
khususnya pada meja sirkulasi, sering kali dianggap sebagai ujung tombak jasa
perpustakaan, karena pada bagian inilah pelayanan perpustakaan berhadapan
dengan pelanggan/peminjam buku. Dengan demikian, kinerja dari staf sirkulasi
sangat berpengaruh terhadap citra perpustakaan. Pelayanan teknis meliputi
kegiatan pembinaan koleksi perpustakaan yang terbagi atas pemilihan, pengadaan
buku dan inventarisasi buku. Ada beberapa syarat dalam memilih buku
diantaranya; isi buku, pengarang, berbobot, bahasa yang baik, cetakan yang jelas
dan sebagainya. Pemilihan buku dalam rangka penambahan jumlah eksemplar
hendaknya yang lebih menarik minat baca dan sesuai dengan kemajuan dalam
dunia pendidikan. Selain dengan membeli, penambahan jumlah koleksi buku juga
dapat dilakukan, meminta sumbangan buku ngkepada pemerintah, membuka
kerjasama yang seluas-luasnya dengan semua pihak, mendapat hadiah atau tukar
menukar
3. Mengingat tujuan utama dari perpustakaan sekolah adalah untuk membantu guru
dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang akan memberi
dampak kepada terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Perpustakaan sekolah memberi andil yang sangat besar dalam menunjang dan
membantu guru melaksanakan tugas pokoknya sebagai pengajar atau pendidik,
untuk itu ruang perpustakaan tidak terlalu jauh dari kelas sehingga mudah untuk
dijangkau oleh guru maupun siswa bila sewaktu-waktu dibutuhkan guna
menunjang proses belajar mengajar di kelas.
4. Berbagai macam kendala yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah
di SMK Sakti Gemolong antara lain seperti; perlengkapan yang ada pada
perpustakaan SMK Sakti secara umum sudah memadai, namun masih perlu untuk
ditambah, baik dari jumlah buku, jumlah bangku, meja baca, rak buku dan
beberapa perlengkapan penunjang dalam pelaksanaan perpustakaan, seperti mesin
ktik, file box dan sebagainya. Masalah pendanaan merupakan persoalan yang
sangat krusial dalam pengelolaan perpustakaan, karena tanpa ada dana yang
mencukupi perpustakaan tidak akan dapat berjalan dengan baik, karena itu faktor
finansial sangatlah penting baik untuk pengadaan buku-buku koleksi, pengadaan
rak buku, bangku, meja dan untuk pengadaan kelengkapan inventaris
perpustakaan dan beberapa kendala lainnya yang secara keseluruhan memang
perlu untuk diatasi secara bertahap.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyasa. 2004. Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosda Karya.
Moh. Surya dan Rochman Natawidjaja.1993. Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan.
Jakarta: Universitas Terbuka
Basrowi dan sukidin. 2002. Metode Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro. Surabaya:
Insan Cendikia.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara.
Lexy F. Moleong. 1999. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Halaman | 8
Nana Sudjana dan Ibrahim. 2001. Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Bandung:
Sinarbaru Algensindo.
Subagyo P. Djoko.. 1997. Metode Penulisan dalam Teori dan Praktik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Bumi Aksara.
Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi. 2004. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi
AksaraStephen P. Robbins, Organizational Behavior, Concepts,
Controversies and Applications United States of America, 1991.
Sudjana, Nana, Penilaian hasil proses belajar mengajar, Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2010
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2007.
Suparman, Atwi, Desain Instructional, Jakarta: Universitas Terbuka, 2010
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.
Suriasumantris, Jujun S, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Sinar
Harapan, 2009.
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar Di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009.
Walter Dick And Lou Carey, The Systematic Design Of Instruction 4th Edition New
York Harper Collins Collage Publiser, 1996.
Halaman | 9
Download