1 SISTEM PENGATURAN LOOP TERTUTUP

advertisement
SISTEM PENGATURAN LOOP TERTUTUP
PENGANTAR
Dalam bahasan ini akan dijelaskan tentang sistem pengaturan loop tertutup : apa yang
dimaksud dengan sistem pengaturan loop tertutup, bagaimanakah perilakunya dan
representasi diagram bloknya. Materi yang dibahas merupakan dasar pengetahuan
teknik yang diperlukan untuk melakukan instalasi, perawatan, dan “troubleshooting”
bila terjadi penyimpangan di dalam sistem.
SISTEM PENGATURAN LOOP TERTUTUP
Sistem pengaturan loop tertutup merupakan sistem pengaturan dimana sinyal keluaran
mempunyai pengaruh langsung terhadap sinyal kontrol (aksi kontrol).
Pada sistem pengaturan loop tertutup terdapat jaringan umpanbalik (feedback)
karenanya sistem pengaturan loop tertutup seringkali disebut sebagai sistem pengaturan
umpanbalik. Praktisnya, istilah pengaturan loop tertutup dan sistem pengaturan
umpanbalik dapat saling dipertukarkan penggunaannya.
Representasi diagram blok dari sistem pengaturan loop tertutup adalah sebagai berikut :
setpoin
+
Σ
error
Kontroler
Plant
keluaran
Elemen
Ukur
Pada sistem pengaturan loop tertutup, sinyal keluaran dari plant atau sinyal keluaran
terukur dari elemen ukur (biasanya sensor atau tranduser) diumpanbalikkan untuk
dibandingkan dengan setpoin. Perbedaan antara sinyal keluaran dan setpoin yaitu sinyal
kesalahan atau error, disajikan ke kontroler sedemikian rupa untuk mengurangi
kesalahan dan membawa keluaran sistem ke nilai yang dikehendaki.
1
Jadi, pada sistem pengaturan loop tertutup keluaran sistem digunakan untuk
menentukan sinyal masukan ke plant
Contoh sistem pengaturan loop tertutup :
1. Sistem pengaturan temperatur cairan pada Continuous Stirred-Tank Reactor
(CSTR).
Diagram blok dari Sistem pengaturan temperatur cairan pada Continuous StirredTank Reactor (CSTR) adalah sebagai berikut :
w
+
Σ
Tsp
error
Q
Tala
Tin
CSTR
Tout
Ukur
Dengan mengukur temperatur cairan pada aliran keluar (Tout) dan membanding
kannya dengan temperatur cairan yang dikehendaki (Tsp), maka sinyal error yaitu
selisih antara Tout dengan Tsp diumpankan ke kontroler. Kontroler akan mengha
silkan sinyal kontrol berupa panas yang dihasilkan oleh heater (Q) sedemikian hingga
temperatur cairan di aliran keluar sama dengan temperatur cairan yang dikehendaki.
2. Sistem pengaturan kecepatan Governor
Prinsip kerja dari sistem pengaturan kecapatan governor adalah sebagai berikut :
•
Kecepatan governor disetel sesuai dengan kecepatan yang diinginkan dan tidak
terdapat tekanan minyak yang masuk dalam sisi silinder.
•
Jika kecepatan mesin yang sebenarnya turun di bawah harga yang diinginkan, maka
gaya sentrifugal dari governor kecepatan mengecil, menyebabkan katup pengontrol
(katup pilot) bergerak ke bawah, mencatu bahan bakar yang lebih banyak sehingga
kecepatan mesin membesar sampai dicapai harga yang diinginkan.
2
•
Sebaliknya, jika kecepatan mesin melebihi nilai yang diinginkan, maka gaya
sentrifugal dari governor kecepatan membesar, menyebabkan katup pengontrol
(katup pilot) bergerak ke atas. Hal ini akan memperkecil catu bahan bakar sehingga
kecepatan mesin mengecil sampai dicapai nilai yang diinginkan
Diagram skematik dari sistem pengaturan kecepatan governor adalah sebagai berikut
3. Sistem pengaturan temperatur pada oven listrik
Diagram blok dari sistem pengaturan temperatur pada oven listrik adalah sebagai
berikut :
Sensor
temperatur
Termometer
oven
Kompor
listrik
Antar
muka
Konverter
A/D
Pemanas
Relai
Penguat
Interface
3
Input
terprogram
•
Temperatur di dalam oven listrik diukur oleh sensor temperatur, yang adalah alat
analog. temperatur analog dikonversi menjadi temperatur digital oleh konverter
A/D.
•
Temperatur digital tersebut dimasukkan ke kontroler melalui sebuah antarmuka.
•
Temperatur digital ini dibandingkan dengan temperatur masukan yang diprogram
dan jika terdapat penyimpangan (error), kontroler mengirim sinyal ke pemanas,
melalui sebuah antarmuka, penguat, dan relai untuk membawa temperatur pada oven
listrik ke nilai yang dikehendaki
Dibandingkan dengan sistem pengaturan loop terbuka, kelebihan sistem pengaturan
loop tertutup adalah :
ƒ
Dapat mengatasi ketidakpastian pengetahuan akan plant dan perubahan kelakuan
atau karakteristik plant
ƒ
Nonlinearitas komponen tidak terlalu mengganggu
ƒ
Ketelitian (accuracy) terjaga
Sedangkan kekurangan sistem pengaturan loop tertutup adalah :
ƒ
Perlengkapannya lebih komplek dan lebih mahal dibandingkan dengan
pengaturan loop terbuka
ƒ
Instalasi dan perawatannya lebih sulit
ƒ
Kecenderungan ke arah osilasi
RINGKASAN
1. Pada sistem pengaturan loop tertutup terdapat jaringan umpan balik (feedback).
2. Pada sistem pengaturan loop tertutup, keluaran sistem digunakan untuk menentukan
masukan ke plant
3. Feedback merupakan fitur esensial pada sistem pengaturan yang efektif (hal ini
membantu kita mengatasi ketidakpastian pada pengetahuan akan plant dan
perubahan kelakuan/karakteristik plant)
LATIHAN
Beri satu contoh sistem pengaturan loop tertutup serta jelaskan dan gambar diagram
bloknya.
4
5
Download