Modul Etika dan Filsafat Komunikasi

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
ETIKA &
FILSAFAT
KOMUNIKASI
Komunikasi Sebagai Ilmu
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Broadcasting
Tatap Muka
03
Kode MK
Disusun Oleh
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Abstract
Kompetensi
Mata kuliah ini membahas tentang
filsafat dan etika komunikasi untuk
mendekati
permasalahan
komunikasi.
Pada modul
ini
dibahas mengenai komunikasi
sebagai sebuah ilmu pengetahuan.
Dengan memperoleh materi ini,
mahasiswa
diharapkan
mampu
menjelaskan komunikasi sebagai
ilmu, manfaat dan kajiannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Pendahuluan
Ilmu pengetahuan telah menjadi suatu kebutuhan bagi manusia, mau tak mau kita
telah menjelajahi tentang ilmu pengetahuan itu dari Sekolah Dasar Hingga
Perkuliahan, tetapi ilmu pengetahuan tidak hanya ada di bangku pendidikan saja,jika
pandangan kita hanya terpaku kepada akademik maka pandangan kita masih terlalu
sempit untuk mengartikan ilmu pegetahuan. Terkadang tanpa kita sadari komunikasi
telah menjadi kebutuhan yang akan selalu kita pelajari bahkan sebelum kita duduk di
bangku Sekolah Dasar kita telah di ajarkan untuk memahami cara berkomunikasi
bahkan sampai kita lulus kuliah kita masih mempelajari cara berkomunikasi yang
baik dan benar itu seperti apa.
Pengertian dan Tokoh Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang,
kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi
agar tehubung dengan orang lain atau lingkunganya. Biasanya komunikasi dilakukan
secara verbal, yaitu komunikasi lisan yang dapat di mengerti oleh kedua belah pihak
atau bahasa non verbal yang bisa menjadi pengganti dari komunikasi verbal atau
pelengkap dari komunikasi verbal tersebut.
Berdasarkan dari pengertian komunikasi di atas kita dapat mengambil kajian-kajian
yang dapat di ambil untuk objek ilmu komunikasi seperti paradigma menurut Harold
D Laswell (1948) "Who Say What in Which Chanel to Whom With What Effect"
menyatakan bahwa objek kajian komunikasi berupa :
Analisis Sumber (komunikator)
Analisis Isi (pesan)
Analisis Media (saluran)
Analisi Khalayak (komunikan)
Analisis Efek (dampak)
Sebelum Menjadi Suatu ilmu yang mempelajari tentang suatu displin ilmu tentang
manusia dalam besosialisasi, ilmu komunikasi adalah ilmu yang mendapatkan
2016
2
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sumbangan dari bidang ilmu yang lain dari dahulu hingga sekarang, itu bisa di liat
dari orang-orang yang telah memberi sumbangan untuk ilmu komuniasi
seperti
Harold D Laswell (ilmu politik),Max Webber,Daniel Lehner,Evert M Rogers
(sosiologi), Carl I Hovlan, Paul Lazarfield (psikologi), Wilburn Scharm (bahasa),
Shanon and Weaver (matematika dan teknik). Keterlibatan berbagai displin ilmu ini
dimaknai oleh Fisher (1986) bahwa ilmu komunikasi mencakup semua dan bersifat
sangat Eklektif (mengabungkan berbagai bidang).
Perkembangan Ilmu Komunikasi
Komunikasi merupakan satu dari disiplin-disiplin yang paling tua tetapi yang paling
baru. Orang Yunani kuno melihat teori dan praktek komunikasi sebagai sesuatu
yang
kritis.
Popularitas
komunikasi
merupakan
suatu
berkah
(a
mixed
blessing).Teori-teori resistant untuk berubah bahkan dalam berhadapan dengan
temuan-temuan yang kontradiktif. Komunikasi merupakan sebuah aktifitas, sebuah
ilmu social, sebuah seni liberal dan sebuah profesi. Menurut Ruben&Steward
(1998:18-37) perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. STUDI KOMUNIKASI AWAL
Sebenarnya sangat sulit untuk mendeteksi kapan dan bagaimana pertama kali
dipandang sebagai faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Berdasarkan
sejarah, komunikasi diekspresikan dan berperan dalam kehidupan manusia yaitu
pada abad 5 SM dalam tulisan klasik bangsa Mesir dan Babilonia dan essay dari
Hommer yang berjudul Iliad pada abad 3000 SM. Pada tahun 2675 SM melalui ‘The
Precepts” adalah berisi panduan komunikasi efektif. Dan juga tampak pada kitab
perjajnjian lama (Bible) ketika Tuhan bersabda :Let there be light:and there was light.
Dan juga pada masayarakat Yunani yang melakukan kehidupan demokratis dengan
komunikasi oral.
2. RETORIKA DAN PIDATO
Ada beberapa tokoh dalam perkembangan studi awal komunikasi antara lain:
2016
3
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
a. CORAX DAN TISIAS
Teori komunikasi pertama yang dikembangkan di Greece adalah oleh Corax dan
kemudian disusun kembali oleh muridnya Tisias. Teori ini berkaitan dengan
berbicara di ruang pengadilan sebagai ketrampilan persuasi. Tisias meyakini bahwa
persuasi adalah suatu seni yang kemudian disebut retorika. Corax dan Tisias
mengembangkan konsep organisasi pesan, yaitu terdiri dari introduction, body, dan
kesimpulan.
b. PROTAGORAS
Dia mengembangkan tentang debat. Dia mengajarkan bagaimana seharusnya
mennajdi seorang pembicara yang baik.
c. GORGIAS DARI LEONTINI
Dia
mengajarkan
tentang
penggunaan
emosional
dalam
pidato
persuasif,
penggunaan gaya dan figur-figur yang tepat untuk suatu pidato.
d. ISOCRATES
Dia mengajarkan bagaimana seorang orator seharusnya dilatih dengan seni liberal
dan bagaimana menjadi seorang yang baik.
e. ARISTOTELES
Aristoteles dan gurunya Plato adalah tokoh sentral dalam studi komunikasi awal ini.
Keduanya yang mengibarkan bahwa komunikasi adalah sebuah seni untuk
dipraktekkan dan sebagai area studi. Dia mendeskripsikan komunikasi menjadi
suatu orator atau speaker yang memberikan suatu argument untuk dipresentasikan
dalam suatu pidato untuk pendengar atau audience. Karya klasiknya adalah The
Rhetoric, yang berisi 3 buku yang menekankan pada the speaker, the audience dan
speech. Dalam bukunya yang pertama yang memfokuskan pada persuasi yang
mengenalkan ethos (sifat sumber), pathos ( emosi dari audience) dan logos ( sifat
dari pesan yang disampaikan sumber kepada audience). Buku kedua menekankan
pada sifat audience dan bagaimana pembicara dapat membangun emosi audience.
Menurut dia faktor demografi mempengaruhi audience (termasuk usia dan kelas
2016
4
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sosial) dalam menerima pesan.Dan buku ketiga menekankan pada gaya dan
bagaimana suatu pesan dikonstuksikan dan diterima.
f. AUGUSTINE
Dia mengapliksikan komunikasi dalam melakukan interpretasi dari Bible dan tulisan
religious lainnya. Dia menyatukan aspek praktis dan teoritis dari studi komunikasi.
g. SIR FRANCIS BACON
Dia mengenalkan pembuatan pidato dan penulisannya yang di susun untuk tujuan
praktis.
h. PLATO
Dalam tulisannya Plato menggarisbawahi pentingnya mempelajari retorika yang
memberikan kontribusi untuk dapat menjelaskan perilaku manusia. Bidang ini
mempelajari sifat kata-kata, sifat manusia, cara mereka hidup, dan segala yang
dapat mempengaruhi manusia dalam kehidupannya.
i. CICERO
Dia mengembangkan teori retorika dan melihat komunikasi sebagai persoalan
akademik dan praktis. Pandangannya bahwa komunikasi adalah komprehensif yang
melibatkan seluruh domain ilmu sosial.
j. QUINTILIAN
Dia mengajarkan bagaimana cara menjadi seorang komunikator yang baik itu perlu
dididik.
3. JURNALISME
Praktek jurnalistik dimulai pada tahun 3700 tahun lalu di Mesir, ketika laporan
peristiwa-peristiwa pada waktu dituliskan pada makam raja Mesir. Julius Caesar,
dan mempunyai laporan resmi mengenai berita-berita sehari-hari yang ditempatkan
di tempat-tempat public. Berita itu diperbanyak dan dijual. Pada awalnya surat kabar
merupakan campuran dari newsletter, balada, proklamasi, brosur politik, dan
pamphlet yang menggambarkan berbagai kejadian. Pertengahan 1600 an muncul
2016
5
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
surat kabar modern. Surat kabar AS pertama ’Public Occurences Both Foreign and
Domestic’ terbit tahun 1690 di Boston.
4. TAHUN 1900-AN-1930-AN PERKEMBANGAN PIDATO DAN JURNALISME
Awal abad 19 pidato muncul sebagai sebuah disiplin tersendiri di AS:
• Tahun 1909 dibentuk (Eastern States Speech Association).Tahun 1910
mengadakan konferensi tahunan pertama.
• Tahun 1914 terbentuk The National Association of Teachers of Public
Speaking(sekarang Speech Communication Association)
• Tahun 1915 terbit jurnal ‘Quaterly Journal of Public Speaking’diikuti journal
Quaterly Journal of Speech.
5. TAHUN 1940-1N DAN 1950-1N PERTUMBUHAN INTERDISIPLIN
Sejumlah sarjana dari variasi disiplin ilmu sosial mulai mengembangkan teori-teori
komunikasi yang merupakan perluasan bidang-bidang komunikasi.Contohnya
bidang antropologi yang mengkaji dan gesture-gesture pada budaya-budaya tertentu
berdasarkan pada kajian komunikasi non verbal yang lebih luas.peneliti peneliti
mulsai memberi perhatian pada persuasi, termasuk bagaiamana propaganda
dilakukan, bagaimana opini publik dibentuk dn bagaimana perkembangan media
yang memberi kontribusi pada usaha persuasive. Kurt Lewin dan koleganya
memimipin penelitian pada kelompok dinamik. Carl Hovland dan Paul Lazarfeld
melakukan riset awal pada komunikasi massa.
Ilmuwan sosiologi dan politik mempelajari sifat media massa dalam berbagai aktifitas
social dan politik misalnya voting behaviour.Dalam bidang zoology mengkaji
mengenai komunikasi diantara binatang-binatang.Demikian juga bidang linguistic ,
sematik umum, dan semiotic yang memfokuskan pada sifat bahasa dan perannya
dalam kehidupan manusia yang mendorong studi ilmu komunikasi. Dalm retorika
dan pidato pada akhir tahun 1940an dan 1950an mengkaji mengenai interpretasi
oral, suara,dan diksi, debat, theater,fisiologi pidato,dan patologi pidato.Jurnalisme
dan studi media massa memberi perhatian pada sifat dan efek media massa dan
komunikasi massa.
2016
6
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sampai akhir tahun 1950an mulai terbentuk The National Society for the Study of
Communication (sekarang The International Communication Association)dengan
tujuan
membuat
satu
kesatuan
hubungan
antara
pidato,
bahasa,
dan
media.Perkembangan-perkembangan ini mempercepat pertumbuhan komunikasi
sebagai sebuah disiplin ilmu.
Pada masa ini banyak muncul tokoh-tokoh antara lain Harold D Lasswell yang
mengkaji tentang propaganda politik pada tahun 1948. Satu tahun kemudian Claude
Shannon mempublikasikan hasil penelitiannya di Bell Telepon tentang soal mesin
dari pengiriman/trnasmisi signal.hasilnya adalah menjadi dasar uytama model
Shannon dan Weaver. Wirburr Schramm juga mengkaji bahwa komunikasi
merupakan upaya bertujuan untuk menciptakan suatu kesamaan makna diantara
sumber dan penerima.Pada tahun 1955 ilmuwan politik Elihu Katz dan Paul
Lazarfeld memperkenalkan two step flow model Mereka mengenalkan konsep
opinion leader(pemuka pendapat). Dan Bruce Westley dan Malcom S. Maclean,Jr.
menyatakan bahwa proses komunikasi adalah dimulai dari penerimaaan pesan
bukan dari pengiriman pesan.Hal ini merupakan gabungan antara komunikasi
interpersonal dan komunikasi dalam media massa.
6. TAHUN 1960-AN INTEGRASI
Pada tahun 1960 an para ilmuwan melakukan sintesa dari retorika dan pidato,
jurnalisme dan media massa, dan disiplin ilmu social lainnya.kontribusi pada
integrasi ini ditandai dengan berbagai buku antara lain The Process of
Communication(1960), The Effect s of Mass Communication(1960), On Human
Communication(1961), Diffusion of Innovations (1962), The Science of Human
Commnunication (1963), Understanding Media(1964), and Theories of Mass
Communication(1966).
Komunikasi menarik minat beberapa displin lain selama decade 1960an. Para ahli
sosiologis memfokuskan pada dinamika kelompok, relasi social, asal pengethuan
social.
Para
ilmuwan
politik
menulis
tentang
peran
komunikasi
dalam
pemerintahan,opini public, propaganda dan pembentukan citra politik merupakan
bidang komunikasi politik.
Pada bidang administrasi
memperlajari tentang
organisasi, managemen, kepemimpinan, dan jaringan informasi yang menjadi dasar
pertumbuhan komunikasi organisasi yang muncul pada tahun 1970an. Bidang
2016
7
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
antropologi dan linguistic bersama-sama sehingga memunculkan are studi
komunikasi antar budaya dan selama tahun 1960an para ahli zoology mengkaji
komunikasi binatang.
7. TAHUN 1970-AN DAN AWAL 1980-AN PERTUMBUHAN DAN SPESIALISASI
Dalam periode ini beberapa bidang kajian mulai popular. Perluasan dan spesialisasi
bidang mencapai tingkatan tinggi pada periode ini. Komunikasi interpersonal menjadi
bidang yang popular seperti mempelajari interaksi nonverbal, ilmu informasi, teori
informasi dam sistem informasi dan komunikasi merupakan topic lainnya yang juga
menarik. Dismaping itu pada tahun yang sama komunikasi kelompok, organisasi,
politik, internasional dan intercultural bermunculan sebagai area studi.
8. AKHIR TAHUN 1980-AN DAN 1990 ABAD INFORMASI
Sebuah masa dimana komunikasi dan tehnologi informasi secara meningkat telah
memainkan peran penting di masyarakat kita. Informasi sebagai komoditas. Media
baru dan media penyatu. Pengaruh ekonomi dan pasar. Komunikasi sebagai proses.
Memperkuat hubungan antardisiplin:
• Psikologi kognitif ( persepsi,interpretasi, penyimpanan dan penggunaan informasi).
• Kajian kritis dan budaya (pengaruh sejarah, social, dan budaya pada penciptaan,
transmisi, interpretasi, akibat dan penggunaan pesan)
• Ekonomi (produksi dan konsumsi informasi sebagai sumberdaya ekonomi)
• Ilmu komputer dan rekaya elektrik (penyimpanan, mendapatkan kembali,
manipulasi dan transmisi informasi
• Ilmu informasi(klasifikasi, managemen dan penyimpanan infromasi)
• Jurnalisme (sumber infromasi, isi, komunikasi public dan media massa)
• Sastra (penciptaan dan interpretasi pembaca pada materi teks)
• Pemasaran (kebutuhan dan pilihan pengguna untuk adopsi dan penggunaan
pesan, produk dan layanan)
• Filsafat( dimensi dari proses komunikasi individual dan media massa)
2016
8
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tradisi-tradisi Dalam Ilmu Komunikasi
Dalam ilmu komunikasi, penelitian terhadap gejala-gejala atau realitas komunikasi
telah berkembang sejak lama sehingga dalam ilmu komunikasi dikenal tradisi-tradisi
yang unik. Seorang Profesor komunikasi Universitas Colorado, Robert Craig, telah
memetakan tujuh (7) bidang tradisi dalam teori komunikasi yang disebut sebagai 7
tradisi dalam Griffin(2000:22-35) , yakni :
1. Tradisi Sosio-Psikologi (komunikasi merupakan pengaruh antarpribadi)
Tradisi ini mewakili perspektif objektif/scientific. Penganut tradisi ini percaya bahwa
kebenaran komunikasi bisa ditemukan melalui pengamatan yang teliti dan
sistematis. Tradisi ini mencari hubungan sebab-akibat yang dapat memprediksi
kapan sebuah perilaku komunikasi akan berhasil dan kapan akan gagal. Adapun
indikator keberhasilan dan kegagalan komunikasi terletak pada ada tidaknya
perubahan yang terjadi pada pelaku komunikasi. Semua itu dapat diketahui melalui
serangkaian eksperimen.
Salah satu tokoh tradisi ini adalah Carl I Hovland, seorang ahli psikologi yang
sekaligus peletak dasar-dasar penelitian eksperimen yang berkaitan dengan efekefek komunikasi. Penelitiannya berupaya:
• Menjadi peletak dasar proposisi empirik yang berkaitan dengan hubungan antara
stimulus komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan opini.
• Memberikan kerangka awal untuk membangun teori berikutnya.
Menurut Ilmuwan Yale ini dalam formula who says what to whom with what effect,
ada tiga variabel yang memiliki sifat persuasive, yakni:
1. Who---sumber pesan.
2. What---isi pesan.
3. Whom---karakteristik audiens.
Efek utama yang diukur adalah perubahan pendapat yang dinyatakan melalui skala
sikap yang diberikan sebelum dan pesan disampaikan oleh komunikator kepada
komunikan.
2016
9
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Jadi
perhatian
penting
dalam
tradisi
ini
antara
lain
perihal
pernyataan,
pendapat(opini), sikap, persepsi, kognisi, interaksi dan efek (pengaruh).
2. Tradisi Cybernetic (komunikasi sebagai pemrosesan informasi)
Ide komunikasi sebagai pemrosesan informasi pertama kali dikemukakan oleh ahli
matematik, Claude Shannon. Karyanya, Mathematical Theory Communication
diterima secara luas sebagai salah satu benih yang keluar dari studi komunikasi.
Teori ini memandang komunikasi sebagai transmisi pesan. Karyanya berkembang
selama Perang Dunia kedua di Bell Telephone Laboratories di AS. Eksperimennya
dilakukan pada saluran kabel telepon dan gelombang radio bekerja dalam
menyampaikan pesan.
Meski eksperimennya sangat berkaitan dengan masalah eksakta, tapi Warren
Weaver mengklaim bahwa teori tersebut bisa diterapkan secara luas terhadap
semua pertanyaan tentang komunikasi insani (human communication). Maka lahirlah
model komunikasi Shannon dan Weaver berikut ini:
Pesan sinyal sinyal pesan
Jadi dalam tradisi ini konsep-konsep penting yang dikaji antara lain pengirim,
penerima, informasi, umpan balik, redudancy, dan sistem. Walaupun dalam tradisi
ini seringkali mendapat kritik terutama berkenaan dengan pandangan asumtif yang
cenderung menyamakan antara manusia dengan mesin dan menganggap bahwa
suatu realitas atau gejala timbul karena hubungan sebab akibat yang linier.
3. Tradisi Retorika (komunikasi sebagai ilmu bicara yang sarat seni ditujukan
pada publik)
Ada enam keistimewaan yang mencirikan tradisi ini:
1. Keyakinan bahwa berbicara membedakan manusia dari binatang.
2. Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum demokrasi
adalah cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah politik.
3. Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba
mempengaruhi seorang audiens dari sekian banyak audiens melalui pidato yang
2016
10
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
jelas-jelas bersifat persuasive. Public speaking pada dasarnya merupakan
komunikasi satu arah.
4. Pelatihan kecakapan pidato adalah dasar pendidikan kepemimpinan. Seorang
pemimpin harus mampu menciptakan argumen-argumen yang kuat lalu dengan
lantang menyuarakannya.
5. Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakkan orang
banyak secara emosional dan menggerakkan mereka untuk beraksi/bertindak.
Pengertian Retorika lebih merujuk kepada seni bicara daripada ilmu berbicara.
6.
Sampai
tahun
1800-an,
perempuan
tidak
memiliki
kesempatan
untuk
menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi
pergerakan wanita di Amerika yang memperjuangkan haknya untuk bisa berbicara di
depan publik.
4. Tradisi semiotic (komunikasi sebagai proses membagi makna melalui tanda)
Semiotika adalah ilmu tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Sebuah
tanda adalah sesuatu yang menunjukkan sesuatu yang lain. Contohnya asap
menandai adanya api. sebagai suatu hubungan antara lima istilah berikut ini:
Lebih lanjut Pawito(2007:23) menyatakan dalam tradisi lebih memusatkan pada
perhatian lambang-lambang dan simbol-simbol, dan memandang komunikasi
sebagai suatu jembatan antara dunia pribadi individu-individu dengan ruang di mana
lambang-lambang digunakan oleh individu-individu untuk membawa makna-makna
tertentu kepada khalayak.
Sehingga dalam tradisi ini memungkinkan bahwa individu-individu akan memaknai
tanda-tanda secara beragam.
5. Tradisi Socio Kultural (Komunikasi sebagai penciptaan dan pembuatan
realitas sosial)
Premis tradisi ini adalah ketika orang berbicara, mereka sesungguhnya sedang
memproduksi dan memproduksi kembali budaya. Sebagian besar dari kita
beranggapan bahwa kata-kata mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi.
Pandangan kita tentang realitas dibentuk oleh bahasa yang telah kita gunakan sejak
2016
11
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
lahir. Ahli bahasa Universitas Chicago, Edwar Sapir dan Benyamin Lee Whorf
adalah pelopor tradisi sosio cultural. Hipotesis yang diusungnya adalah struktur
bahasa suatu budaya menentukan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dapat
dibayangkan bagaimana seseorang menyesuaikan dirinya dengan realitas tanpa
menggunakan bahasa, dan bahwa bahasa hanya semata-mata digunakan untuk
mengatasi persoalan komunikasi atau refleksi tertentu. Hipotesis ini menunjukkan
bahwa proses berpikir kita dan cara kita memandang dunia dibentuk oleh struktur
gramatika dari bahasa yang kita gunakan.
Secara fungsional, bahasa adalah alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan
gagasan (socially shared), karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada
kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya.
Bahasa diungkapkan dengan kata-kata dan kata-kata tersebut sering diberi arti
arbiter (semaunya). Contoh; terhadap buah pisang, orang sunda menyebutnya cau
dan orang jawa menyebutnya gedang.
Secara formal, bahasa adalah semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat
menurut peraturan bahasa. Setiap bahasa dapat dikatakan mempunyai tata bahasa/
grammarnya tersendiri. Contoh: sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia yang
berbunyi “dimana saya dapat menukar uang ini?”, maka akan ditulis dalam bhasa
Inggris “where can I Change some money?”
6. Tradisi Kritis (komunikasi sebagai suatu refleksi penolakan wacana yang
tidak adil)
Tiga asumsi dasar tradisi kritis:
• Menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sosial interpretif. Ilmuwan kritis
menganggap perlu untuk memahami pengalaman orang dalam konteks.
• Mengkaji kondisi-kondisi sosial dalam usahanya mengungkap struktur-struktur
yang seringkali tersembunyi
Istilah teori kritis berasal dari kelompok ilmuwan Jerman yang dikenal dengan
sebutan “Frankfurt School”. Para teoritisinya mengadopsi pemikiran Marxis.
Kelompok ini telah mengembangkan suatu kritik sosial umum, di mana komunikasi
menjadi titik sentral dalam prinsip-prinsipnya. Sistem komunikasi massa merupakan
2016
12
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
focus yang sangat penting di dalamnya. Tokoh-tokoh pelopornya adalah Max
Horkheimer, Theodore Adorno serta Herbert Marcuse. Pemikirannya disebut dengan
teori kritis. Ketika bangkitnya Nazi di Jerman, mereka berimigrasi ke Amerika. Di
sana mereka menaruh perhatian besar pada komunikasi massa dan media sebagai
struktur penindas dalam masyarakat kapitalistik, khususnya struktur di Amerika.
Teori kritis menganggap tugasnya adalah mengungkap kekuatan-kekuatan penindas
dalam masyarakat melalui analisis dialektika. Teori kritis juga memberikan perhatian
yang sangat besar pada alat-alat komunikasi dalam masyarakat. Komunikasi
merupakan suatu hasil dari tekanan antara kreativitas individu dalam memberi
kerangka pesan dan kendala-kendala sosial terhadap kreativitas tersebut. Salah
satu kendala utama pada ekspresi individu adalah bahasa itu sendiri. Kelas-kelas
dominan
dalam
masyarakat
menciptakan
suatu
bahasaa
penindasan
dan
pengekangan, yang membuat kelas pekerja menjadi sangat sulit untuk memahami
situasi mereka dan untuk keluar dari situasi tersebut. Kewajiban dari teori kritis
adalah
menciptakan
bentuk-bentuk
bahasa
baru
yang
memungkinkan
diruntuhkannya paradigma dominan. Hal itulah yang diungkapkan oleh Jurgen
Habermas, tokoh terkemuka kelompok Franfurt School di era berikutnya.
Habermas menaruh perhatian khusus pada dominasi kepentingan teknis dalam
masyarakat kapitalis kontemporer. Dalam masyarakat seperti itu, public dan swasta
terjalin sampai pada tingkat di mana sector public tidak mampu mempertahankan diri
terhadap penindasan kepentingan teknis swasta. Idealnya, public dan swasta
seimbang, dan sector public harus cukup kuat untuk memberikan suatu iklim bagi
kebebasan gagasan dan debat. Dari bahasan tersebut, jelaslah bahwa Habermas
menilai komunikasi sangat penting bagi pembebasan. Bahasa sendiri merupakan hal
pokok bagi kehidupan manusia, dan bahasa menjadi alat di mana kepentingan
pembebesan dapat dipenuhi. Karenanya, kompetensi komunikasi diperlukan untuk
partisipasi yang efektif dalam pengambilan keputusan.
7. Tradisi Fenomenologi (Komunikasi sebagai pengalaman diri dan orang lain
melalui dialog)
Meski fenomenologi adalah sebuah filosofi yang mengagumkan, pada dasarnya
menunjukkan
analisis
terhadap
kehidupan
sehari-hari.
Titik
berat
tradisi
fenomenologi adalah pada bagaimana individu mempersepsi serta memberikan
2016
13
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
interpretasi pada pengalaman subyektifnya. Bagi seorang fenomenologis, cerita
kehidupan seseorang lebih penting daripada axioma-axioma komunikasi. Seorang
psikologis, Carl Rogers percaya bahwa kesehatan kliennya akan pulih ketika
komunikasinya menciptakan lingkungan yang nyaman baginya untuk berbincang.
Dia menggambarkan tiga kondisi yang penting dan kondusif bagi perubahan suatu
hubungan dan kepribadian, yakni:
1. Kecocokan/kesesuaian, adalah kecocokan antara perasaan dalam hati individu
dengan tampilan luar . Orang yang tidak memiliki kecocokan akan mencoba
mempengaruhi, bermain peranan, sembunyi di balik suatu tedeng aling-aling.
2. Hal positif yang tidak bersyarat, adalah sebuah sikap penerimaan yang bukan
merupakan kesatuan dalam penampilan.
3. Pemahaman empatik.
2016
14
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Griffin, Em.(ed) 2003. A First Look at Communication Theory, 5 th edition, : New York
McGraw Hill
2. Littlejohn, Stephen W. 2001. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth
Publishing.
3. Ruben, Brent D, Stewart, Lea P, 1998, Communication and Human Behaviour,USA:Alyn
and Bacon
4. Pawito, 2007,Penelitian Komunikasi Kualitatif, Yogyakarta: ,LKIS.
2016
15
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download