Uploaded by User37283

tugas recal Gizi dr. titin pdf

advertisement
MAKALAH
ANALISIS GIZI KERJA
Oleh
Titil Sry Kurniawati
1806150805
Pembimbing:
DR. dr. Dewi Soemarko, MS, Sp.Ok
MAGISTER KEDOKTERAN KERJA DEPARTEMEN ILMU
KEDOTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA
JAKARTA
2018
1
KATA PENGANTAR
Makalah berjudul “Analisis Gizi Kerja” ini dibuat sebagai salah satu tugas mata
kuliah dalam kurikulum pendidikan Magister Kedokteran Kerja di Departemen Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Makalah ini berupa sebuah bentuk penulisan dengan berdasarkan dari beberapa
sumber pustaka yang telah dipublikasikan baik berupa buku, jurnal ilmiah, dan
sumber artikel pada situs lembaga yang berkaitan dengan topik makalah ini.
Penulis mengucapkan terima kasih pada dosen pembimbing yaitu ibu DR. dr.
Dewi Soemarko, MS, Sp.Ok atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan kepada
penulis untuk menyusun makalah ini.
Masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan yang penulis rasakan pada
makalah ini, oleh karena itu segala bentuk masukan dan kritik yang membangun akan
sangat berharga bagi penulis untuk perbaikan penulisan makalah atau naskah ilmiah
berikutnya.
Atas perhatian yang diberikan, penulis ucapkan terima kasih.
Jakarta, Desember 2018
Hormat saya,
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................ ..................................... ...............................2
DAFTAR ISI........................................................................................................................................... 3
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................................... 4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................................... 6
BAB III. TINJAUAN KASUS............................................................................................................. 19
BAB IV. PEMBAHASAN................................................................................................................... 44
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................................................................. 47
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 52
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pembangunan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia seutuhnya merupakan titik berat
pembangunan nasional dewasa ini.1 Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya alam secara
optimal mensyaratkan derajat status gizi dan kesehatan yang optimal.2 World Health Organization (WHO)
menyatakan bahwa gizi adalah pilar utama dari kesehatan dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan.3
Penduduk yang sehat juga mendorong peningkatan produktivitas.4
Keadaan gizi seseorang merupakan gambaran apa yang dikonsumsinya dalam jangka waktu yang
cukup lama. Bila kekurangan itu ringan, tidak akan dijumpai penyakit defisiensi yang nyata, tetapi akan
timbul konsekuensi fungsional yang lebih ringan dan kadang-kadang tidak disadari bila hal tersebut
disebabkan oleh faktor gizi.6
Ada sekitar 2 milyar manusia diseluruh dunia yang mengalami kekurangan trace element (vitamin
dan mineral seperti vitamin A, kalsium, yodium, besi dan seng) dan di Indonesia prevalensi anemia dan
gizi kurang masih tinggi. Kekurangan zat besi, yodium dan vitamin A merupakan penyebab masalah
kesehatan yang dapat dicegah.
Keadaan khas yang mendorong terjadinya masalah gizi pada tenaga kerja wanita sebagian besar
disebabkan tenaga kerja wanita adalah pelaksana yang berada dalam keadaan sosial yang lemah. Contohnya
tingkat pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki dimana pendidikan yang terbatas akan
mempengaruhi pengetahuan serta pemahaman mereka tentang gizi, disamping itu faktor biologis yang
disebabkan oleh haid, kehamilan, masa nifas dan menopause juga menjadi salah satu pendorong terjadinya
defisiensi gizi, apabila dalam keadaan tersebut tidak diimbangi dengan konsumsi gizi yang seimbang.5
Tenaga kerja mutlak untuk mendapatkan kecukupan pangan dan gizi, sebab tanpa makanan dan
minuman yang cukup maka kebutuhan akan energi untuk bekerja akan diambil dari energi cadangan yang
terdapat dalam sel tubuh. Dan apabila kekurangan makanan terjadi terus menerus akan menyebabkan
susunan fisiologis tubuh menjadi terganggu. Apabila hal ini terjadi akibatnya tenaga kerja yang
bersangkutan tidak dapat melakukan pekerjaan secara baik dan produktivitas kerjanya akan menurun
bahkan dapat mencapai target rendah.2
4
Tempat kerja merupakan salah satu tempat yang ideal untuk memberi pendidikan kepada pekerja
tentang pentingnya kebiasaan hidup sehat termasuk nutrisi dan gizi, program berhenti merokok ataupun
program kesehatan lainnya.
Sedangkan bila dilihat dari besaran masalahnya, terdapat perbedaan dimana pekerja yang bekerja
kasar (blue collar) lebih sering mengalami kekurangan gizi dan atau zat nutrient lainnya dan juga penyakit
infeksi sedangkan pekerja staf (white collar) lebih sering mengalami obesitas dan juga penyakit degeneratif.
Kekurangan dan kelebihan zat gizi yang diterima tubuh seseorang akan sama memiliki dampak
yang negatif, sehingga perbaikan konsumsi pangan dan peningkatan status gizi yang sesuai atau seimbang
dengan diperlukan tubuh jelas merupakan unsur penting yang akan berdampak positif bagi peningkatan
kualitas hidup manusia sehat, kreatif dan produktif.
1.2.
Permasalahan
Gangguan gizi disebabkan akibat ketidakseimbangan antara zat gizi yang masuk kedalam tubuh
dengan kebutuhan tubuh akan zat gizi tersebut. Beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia, masalah
undernutrition masih menjadi permasalahan gizi kerja. Faktor gizi akan mempengaruhi kualitas sumber
daya manusia (SDM), karena unsur gizi tidak hanya sekedar mempengaruhi derajat kesehatan dan
ketahanan fisik, tetapi juga menentukan kualitas daya pikir atau kecerdasan intelektual yang sangat esensial
bagi kehidupan manusia. Dengan status gizi yang rendah akan sulit untuk hidup secara sehat, aktif,
produktif dan secara berkelanjutan akan menjadi penyakit turunan.
1.3.
Tujuan
1.3.1. Tujuan umum
Mendapat gambaran mengenai status gizi pada pekerja.
1.3.2. Tujuan khusus
1.
Mendapat gambaran mengenai status gizi pada 3 (tiga) orang pekerja dengan profesi berbeda
di puskesmas Bondongan
2.
Mendapat gambaran mengenai komposisi atau proporsi zat gizi pada menu makanan yang
dimakan oleh pekerja selama 3 (tiga) hari.
3.
Mendapat gambaran mengenai jumlah energi yang diterima (input) bagi pekerja.
4.
Mendapat gambaran mengenai jumlah energi yang dikeluarkan (output) oleh pekerja.
5.
Mendapat gambaran mengenai keseimbangan jumlah energi yang diterima (input) yang
berasal dari makanan untuk kegiatan dalam satu hari dengan energi yang dikeluarkan (output)
untuk kegiatan dalam satu hari bagi pekerja serta dampaknya terhadap produktivitas kerja.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Definisi
Gizi merupakan proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal
melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat
yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari
organ-organ serta menghasilkan energi.7 Status gizi diartikan sebagai keadaan kesehatan seseorang
atau sekelompok orang yang ditentukan dengan salah satu atau kombinasi dari ukuran-ukuran gizi
tertentu.3
Gizi kerja adalah nutrisi atau kalori yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi
kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Tenaga kerja memerlukan makanan yang bergizi
untuk pemeliharaan dan perbaikan tubuh. Gizi kerja ditujukan untuk kesehatan dan daya kerja
tenaga kerja setinggi-tingginya.8
2.2.
Kebutuhan Gizi Tenaga Kerja
Tubuh manusia memperoleh zat gizi dalam bentuk makanan baik yang berasal dari
tumbuhan maupun hewan. Kebutuhan tubuh akan zat gizi tidak dapat dipenuhi hanya dengan satu
atau dua macam bahan makanan saja, karena pada umumnya tidak ada satu bahan makanan yang
mengandung zat gizi secara lengkap. Gizi mempunyai nilai yang sangat penting bagi tubuh yaitu,
1) untuk memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan dan perkembangan dan 2) memperoleh
energi guna melakukan kegiatan fisik sehari-hari.9
Bahan-bahan makanan pada umumnya mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral dan air.8 Sesuai dengan fungsinya zat-zat gizi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu zat
tenaga yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein. Zat pembangun yang terdiri dari protein,
mineral, air. Zat pengatur yang terdiri dari vitamin, mineral, protein, air.
Zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme :
2.2.1.
Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah untuk menyediakan energi bagi tubuh. seseorang
yang memakan karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan akan menjadi gemuk. Apabila
6
karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan energi dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun.10
2.2.2.
Protein
Protein merupakan suatu zat makanan yang sangat penting bagi tubuh, karena zat
ini selain berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat
pembangun dan pengatur. Protein selain akan digunakan bagi pembangunan struktur tubuh
juga akan disimpan untuk digunakan dalam keadaan darurat, sehingga pertumbuhan atau
kehidupan dapat terus terjamin dengan wajar, akan tetapi dalam keadaan tidak diterimanya
makanan yang bergizi secara terus menerus, dengan sendirinya akan terjadi gejala-gejala
kekurangan protein diantaranya adalah pertumbuhan kurang, daya tahan tubuh menurun,
rentan terhadap penyakit dan daya kerja merosot.9
2.2.3.
Lemak
Seperti halnya karbohidrat dan protein, lemak merupakan sumber energi bagi
tubuh. Fungsi utama dari lemak adalah untuk memberi tenaga pada tubuh, disamping itu
lemak juga merupakan bahan pelarut dari beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D,E dan K.
2.2.4.
Vitamin
Vitamin merupakan zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang
sangat sedikit, namun penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Menurut sifatnya
vitamin digolongkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E
dan K) dan vitamin yang larut dalam air (B dan C). Meskipun vitamin hanya dibutuhkan
dalam jumlah yang sedikit, namun akan berpengaruh besar terhadap tubuh apabila kita
kekurangan vitamin.
Faktor-faktor yang menyebabkan kekurangan vitamin adalah :
▪
Kurang memakan bahan makanan yang mengandung vitamin.
▪
Tubuh kekurangan zat-zat tertentu, sehingga penyerapan vitamin dalam tubuh
terganggu.
▪
Akibat penyakit saluran pencernaan misalnya disentri atau typus.
▪
Adanya zat-zat tertentu dalam bahan makanan atau dalam obat yang akan
mengganggu penyerapan vitamin itu.
▪
Dalam tubuh terjadi interaksi dari beberapa vitamin, kekurangan salah satu vitamin
akan menyebabkan terganggunya fungsi vitamin lain.
7
2.2.5.
Mineral
Mineral adalah bagian dari tubuh yang memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh
secara keseluruhan.11
2.2.6.
Air
Pada proses metabolisme, tubuh sangat memerlukan sekali akan air. Kehilangan
10% dari cairan tubuh akan sangat membahayakan. Kematian biasanya terjadi biasanya
bila kehilangan cairan tubuh mencapai 20% dari berat badan. Sedangkan pada orang
dewasa lebih kurang 65% air berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur.
2.3.
Status Gizi
Status gizi kurang terjadi apabila tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat gizi
esensial dan status gizi lebih terjadi karena tubuh memperoleh zat-zat gizi dalam jumlah berlebihan,
sehingga menimbulkan efek toksik yang membahayakan. Baik pada status gizi kurang maupun
status gizi lebih dapat terjadi gangguan gizi.11
2.3.1.
Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi
1. Konsumsi makanan
Seseorang yang dalam kehidupannya sehari-hari mengkonsumsi makanan yang kurang
asupan zat gizi akan mengakibatkan kurangnya simpanan zat gizi pada tubuh yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apabila keadaan ini berlangsung lama, maka
simpanan zat gizi akan dipakai dan habis sehingga akhirnya akan terjadi kemerosotan jaringan.7
2. Status Kesehatan
Tingginya penyakit parasit dan infeksi pada alat pencernaan dan penyakit lain yang diderita
juga akan mempengaruhi ststus gizi seseorang. Memburuknya keadaan akibat penyakit infeksi
adalah akibat beberapa hal, antara lain :
a. Turunnya nafsu makan sehingga masukan zat gizi kurang, padahal tubuh memerlukan zat
gizi lebih banyak untuk menggantikan jaringan tubuhnya yang rusak akibat bibit penyakit.
b. Penyakit infeksi sering dibarengi oleh diare dan muntah yang menyebabkan penderita
kehilangan cairan dan sejumlah zat gizi seperti berbagai mineral, dan sebagainya.
8
c. Penyakit diare menyebabkan penyerapan zat gizi dari makanan juga terganggu, sehingga
secara keseluruhan mendorong terjadinya gizi buruk.
3. Faktor Lingkungan Kerja
Menurut Sugeng Budiono, faktor lingkungan kerja menunjukkan pengaruh yang jelas
terhadap gizi kerja. Beban yang berlebihan menyebabkan penurunan berat badan, sebaliknya
motivasi yang kuat, kadang-kadang meningkatkan selera makan yang menjadikan sebagai
salah satu penyebab bertambahnya berat badan dan kegemukan.5
2.4.
Penilaian Status Gizi Perorangan
Penilaian status gizi pada dasarnya merupakan proses pemeriksaan keadaan gizi seseorang
dengan cara pengumpulan data yang bersifat objektif maupun subjektif, kemudian dibandingkan
dengan standar baku yang telah tersedia. Penilaian status gizi dapat dilakukan secara langsung dan
secara tidak langsung.
Komponen nilai status gizi meliputi :
1. Asupan pangan.
2. Pemeriksaan biokimia.
3. Pemeriksaan klinis dan riwayat mengenai kesehatan.
4. Pemeriksaan antropometri.
5. Data psikososial.
2.4.1.
Penilaian Status Gizi Secara Tidak Langsung
2.4.1.1. Survei Konsumsi Makanan
Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung
dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi. Merupakan penilaian status gizi yang
paling sulit karena berbagai sebab, pekerja sering lupa mengingat jenis makanan yang telah
disantap dan sulitnya menghitung komposisi makanan secara akurat. Komponen anamnesis asupan
pangan mencakup : a) Ingatan pangan selama 24 jam; b) Kuesioner frekuensi pangan; c) Riwayat
pangan; d) Catatan pangan. Data yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan nilai yang tercantum
dalam daftar komposisi bahan pangan dan daftar komposisi makanan siap santap.
Metode survei konsumsi makanan meliputi :
a) Ingatan Pangan 24 Jam
9
Mengingat kembali dan mencatat jumlah serta jenis makanan dan minuman yang telah
dikonsumsi selama 24 jam merupakan metode pengumpulan data yang paling banyak dan
paling mudah digunakan. Proses ini dipandu oleh pewawancara terlatih, idealnya adalah
seorang ahli gizi. Keberhasilan menjaring informasi dengan cara ini tergantung pada daya ingat
pekerja, kemampuan pekerja dalam memperkirakan ukuran makanan yang telah disantap serta
kemampuan pewawancara.
b) Kuesioner Frekuensi Pangan (Food Frequency Questionnaire/FFQ)
Tujuan mengisi FFQ adalah melengkapi data yang tidak dapat diperoleh melalui ingatan
24 jam. Pekerja diberi tugas untuk melaporkan frekuensi makanan yang lazim dikonsumsi
berdasarkan daftar makanan dalam periode tertentu. Data yang didapat dengan FFQ merupakan
data frekuensi, yakni berapa kali sehari, seminggu, atau sebulan orang menyantap makanan
tertentu.
c) Riwayat Pangan (Dietary History)
Dengan cara ini, data yang diperoleh akan lebih lengkap dibandingkan dengan dua cara
terdahulu. Keterangan dapat dijaring melalui riwayat pangan adalah keadaan ekonomi,
kegiatan fisik, latar belakang etnik dan budaya, pola makan dan kehidupan rumah tangga, nafsu
makan, kesehatan gigi dan mulut, alergi makanan, makanan yang tidak disenangi, keadaan
saluran pencernaan, penyakit menahun, obat yang digunakan, perubahan berat badan serta
masalah pangan dan gizi.
Cara ini sesungguhnya menerapkan tiga komponen anamnesis asupan pangan, yaitu
ingatan pangan 24 jam, kuesioner frekuensi pangan, dan catatan pangan. Dengan ingatan
pangan 24 jam diperoleh data tentang pola makan responden secara umum. Informasi ini
selanjutnya dibandingkan dengan kuesioner frekuensi pangan dan dilakukan pencatatan
makanan selama tiga hari dengan menggunakan ukuran rumah tangga.
d) Catatan Pangan
Cara ini menuntut motivasi dan pengertian pekerja dan pewawancara dan membutuhkan
waktu yang lebih lama. Pasien diminta mencatat semua makanan dan minuman yang telah
dikonsumsi selama paling sedikit 3 hari dalam seminggu, yakni 2 hari biasa dan 1 hari libur.
Catatan harus rinci, termasuk bagaimana cara makanan dipersiapkan dan dimasak. Ukuran
porsi makanan sebaiknya dicatat dengan mengacu pada ukuran rumah tangga (URT). Makanan
10
yang telah diukur ini kemudian disalin ke dalam gram. Zat gizi yang terkandung dicari pada
daftar komposisi makanan.
Dalam pelaksanaan metode ini tidak jarang terjadi kesalahan karena pekerja tidak mampu
mengkuantifikasi jumlah dengan tepat. Kekeliruan ini dapat dikurangi dengan meminta pekerja
menimbang sendiri makanan dan minuman yang telah dikonsumsi pada waktu tertentu. Data
yang diperoleh terbukti cukup tepat, dan bermanfaat terutama untuk digunakan dalam
konsultasi gizi. Cara ini dikenal sebagai weight food records.
e) Pengamatan
Pengamatan langsung terhadap apa yang dimakan oleh pasien memang merupakan cara
yang paling tepat, meskipun dibutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang lebih tinggi.
Cara ini cocok diterapkan pada pasien di rumah sakit.
2.4.1.2. Statistik Vital
Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberapa
statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat
penyebab tertentu dan data lain yang berhubungan dengan gizi.7
2.4.2.
Penilaian Status Gizi Secara Langsung
Indeks Antropometri
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia, maka antropometri gizi
berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari
berbagai tinggkat umur dan tingkat gizi.7
Ada beberapa indeks antropometri yang umumnya dikenal, yaitu :7
a) Berat badan menurut umur (BB/U).
b) Tinggi badan menurut umur (TB/U).
c) Berat badan menurut inggi badan (BB/TB).
d) Lingkar lengan atas menurut umur (LLA/U).
Indikator BB/U menunjukkan secara sensitif status gizi saat ini karena mudah berubah.
Namun indikator BB/U tidak spesifik karena berat badan selain dipengaruhi oleh umur juga
dipengaruhi oleh TB. Indikator TB/U menggambarkan status gizi masa lalu dan indikator BB/TB
menggambarkan secara sensitif dan spesifik status gizi saat ini.3
11
Timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan digunakan untuk memantau Indeks
Massa Tubuh (IMT) orang dewasa. IMT atau Body Mass Tubuh (BMI) merupakan alat atau cara
yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa.
Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut :
IMT := Berat Badan (kg) / Tinggi Badan (m)2
Sedangkan rumus untuk menghitung berat badan ideal seseorang adalah :
BB Normal = (Tinggi badan dalam centimeter-100) ± 10%
Bila usia lebih dari 40 tahun, tinggi badan (perempuan) kurang dari 150 cm, tinggi badan (lakilaki) kurang dari 160 cm, maka rumusnya menjadi
BB Normal = (Tinggi badan dalam centimeter-100)
Sedangkan status gizi seseorang berdasarkan Indeks Massa tubuh adalah :
2.5.
Status gizi
Indeks Massa Tubuh
Kurang
< 18,5
Normal
18,5 - 24,9
Overweight
25,0 – 26,9
Obese 1
27,0 – 29,9
Obese 2
> 30,0
Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
1) Jenis Kelamin
Ukuran dan daya tubuh wanita berbeda dengan pria. Pria lebih sanggup menyelesaikan
pekerjaan berat yang biasanya tidak dapat dikerjakan wanita. Beberapa data menunjukkan
bahwa tenaga kerja wanita lebih diperlukan pada suatu industri yang memerlukan
keterampilan dan ketelitian daripada tenaga kerja pria.
2) Umur
12
Kebanyakan kinerja fisik mencapai puncak dalam umur pertengahan 20 dan kemudian
menurun dengan bertambahnya umur dan akan berkurang sebanyak 20% pada usia 60
tahun. Berkurangnya kebutuhan tenaga tersebut dikarenakan telah menurunnya kekuatan
fisik.5
3) Status Kesehatan
Seorang tenaga kerja yang sakit biasanya kehilangan produktivitasnya secara nyata, bahkan
tingkat produktivitasnya menjadi nihil sekali. Keadaan sakit yang menahun menjadi sebab
rendahnya produktivitas untuk relatif waktu yang panjang. Keadaan diantara sehat dan
sakit juga menjadi turunnya produktivitas yang sering dapat dilihat secara nyata bahkan
besar.5
4) Gangguan Biologis Tenaga Kerja Wanita
Tenaga kerja wanita mempunyai berbagai gangguan yang berhubungan dengan fungsi
kelaminnya yang akan berpengaruh terhadap produktivitas kerjanya, antara lain: siklus
haid yang tidak teratur, kehamilan, masa nifas, menopause.5
5) Masa Kerja
Adalah kurun waktu atau lamanya tenaga kerja itu bekerja disuatu tempat. Masa kerja dapat
mempengaruhi kinerja baik positif maupun negatif. Akan memberikan pengaruh positif
pada kinerja bila dengan semakin lamanya personal semakin berpengalaman dalam
melaksanakan tugasnya.
6) Pendidikan
Pendidikan dan pelatihan membentuk dan menambah pengetahuan dan keterampilan
tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan dengan aman dan selamat dalam waktu yang
cepat. Pendidikan akan mempengaruhi seseorang dalam cara berfikir dan bertindak dalam
menghadapi pekerjaan.5
7) Gangguan Lingkungan Kerja
a. Gangguan lingkungan juga dapat mempengaruhi para pekerja, yaitu :
i. Gangguan Fisik Yang meliputi :
1) Suhu.
2) Radiasi kelembaban.
3) Sinar.
4) Suara dan getaran.
ii. Gangguan KimiaYang meliputi :
1) Logam.
2) Debu.
13
3) Aerosol.
4) Gas.
5) Uap dan kabut.
iii. Gangguan Biologis Yang meliputi :
1) Bakteri.
2) Virus.
3) Parasit.
2.6.
Penilaian Produktivitas Kerja
Menurut Anto Dajan (1976), produktivitas kerja dapat diukur dengan menggunakan rumus :
Rpo = K/M
Keterangan :
Rpo
= rasio produktivitas dan juga dinamakan indeks produktivitas.
K
= kuantitas (output) barang yang dihasilkan.
M
= jumlah jam kerja per orang.
2.7.
Hubungan Status Gizi Dengan Produktivitas
Menurut Emil Salim, bahwa gizi kerja adalah gizi yang diterapkan pada karyawan untuk memenuhi
kebutuhannya sesuai dengan jenis dan tempat kerja dengan tujuan dapat meningkatkan efisiensi dan
produktivitas yang setinggi-tingginya. Sedangkan menurut Suma’mur, gizi kerja berarti nutrisi yang
diperlukan oleh para pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan jenis
pekerjaan. Nutrisi adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh yang berupa karbohidrat, lemak, protein,
vitamin, mineral dan air dan keenam komponen tersebut dapat diubah menjadi energi. Energi diperlukan
manusia untuk mempertahankan proses kerja tubuhnya dan menjalankan kegiatan-kegiatan fisik.8,10,12
Dalam hubungannya dengan produktivitas kerja, seseorang tenaga kerja dengan keadaan gizi yang
baik akan memiliki kapasitas kerja dan ketahanan tubuh yang lebih baik.5 Seseorang yang kurus dengan
kekurangan berat badan tingkat berat maupun ringan, yaitu IMT < 17,0 dan IMT 17,0-18,4 maka orang
tersebut akan kurang mampu bekerja keras, sedangkan orang yang gemuk atau kelebihan berat badan, yaitu
IMT 25,1-27,0 dan IMT > 27,0 maka orang tersebut kurang gesit dan lamban dalam bekerja. Sedangkan
orang yang mempunyai berat badan normal dengan IMT 18,5-25,0 akan lebih lincah dalam bekerja.13,14
14
Cara Menghitung Kebutuhan Energi16
2.8.
Kebutuhan energi seseorang dapat diketahui dengan perhitungan sebagai berikut perhitungan
berdasarkan komponen penggunaan energi :
1. Tentukan Status Gizi.
Cara menentukan status gizi dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index
( BMI ). Cara ini digunakan untuk mengetahui status gizi orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih.
2. Hitung Besarnya BMR.
BMR Rumus Harris-Bennedict
Laki-laki
= 66,42 + (13,75 BB) + (5 TB) – (6,78 U)
Perempuan
= 655,1 + (9,65 BB) + (1,85 TB) – (4,68 U)
Keterangan :
BB
= berat badan (dalam kg).
BMR
= basal metabolic rate (kkal).
TB
= tinggi badan.
U
= usia (dalam tahun).
BMR merupakan jumlah energi yang dikeluarkan untuk aktivitas vital tubuh seperti denyut jantung,
bernafas, transmisi elektrik pada otot dan lain-lain.
Tabel Basal Metbolisme Rate (BMR) untuk laki-laki dan perempuan berdasarkan Berat Badan
Jenis kelamin
BB (Kg)
Laki - laki
Energi (Kal)
10 – 18 thn
18 – 30 thn
30 – 60 thn
55
1625
1514
1499
60
1713
1589
1556
65
1801
1664
1613
70
1889
1739
1670
75
1977
1814
1727
80
2065
1889
1785
85
2154
1964
1842
90
2247
2039
1899
15
Perempuan
40
1224
1075
1167
45
1291
1149
1207
50
1357
1223
1248
55
1424
1296
1288
60
1491
1370
1329
65
1557
1444
1359
70
1624
1518
1369
75
1691
1592
1450
3. Hitung besar SDA (Specific Dynamic Action)
SDA merupakan jumlah energi yang dibutuhkan untuk mengolah makanan dalam tubuh, antara
lain untuk proses pencernaan dan penyerapan zat-zat gizi oleh usus. Besarnya SDA kurang lebih 10 %
dari Basal Metabolic Rate (BMR).
SDA = 10 % BMR
4. Tambahkan perkiraan keluaran energi dengan berbagai kebutuhan energi ekstra untuk
pertumbuhan, kehamilan, atau laktasi secara tepat. Nilai energi pertumbuhan ditetapkan sebesar 2
kkal/kgbb untuk anak berusia 10-14 tahun; 1 kkal/kg pada usia 15 tahun; dan 0,5 kkal/kg pada usia 1618 tahun. Kebutuhan energi pada kehamilan dapat ditentukan sebesar 203-263 kkal/hari, dengan
mengasumsikan bahwa pertambahan berat badan adalah 10-12 kg dan tidak ada perubahan tingkat
kegiatan. Kebutuhan energi rata-rata pada saat laktasi ditetapkan sebesar 478-574 kkal/hari selama 6
bulan pertama, dengan asumsi tak ada perubahan tingkat kegiatan dan pengurangan lemak ibu lebih
dari 2 kg setelah 6 bulan.
5. Hitung Total Energi
Energi Total = (Faktor Aktifitas Fisik X BMR) + Tambahan keluaran energi
Untuk besarnya faktor aktifitas fisik, sebagai berikut :
16
Tabel : Faktor Aktifitas Fisik
Aktivitas
Jenis Aktivitas
Laki-
Perempuan
laki
Istirahat
Tidur, baring, duduk
1,2
1,2
Ringan
Menulis, mengetik
1,4
1,4
Menyapu, menjahit, mencuci piring,
1,5
1,5
Sekolah, kuliah, kerja kantor
1,7
1,6
Sedang
Mencangkul, mencabut rumput
1,8
1,7
Berat
Menggergaji pohon dengan gergaji
2,1
1,8
2,3
2,0
sekali
Ringan
menghias ruang
Ringansedang
tangan
Berat sekali
Mendaki gunung, menarik becak
(Sumber : Burke, 1992)
6. Hitung Energi Latihan ( olahraga) per hari
Tabel 8 : Kebutuhan energi berdasarkan aktifitas olahraga ( kalori /menit )
Berat Badan ( Kg )
Aktifitas Olahraga
Lari
50
60
70
80
90
5.5 mnt / km
10
12
15
17
19
5 mnt / km
10
12
15
17
19
4,5 mnt / km
11
13
15
18
20
4 mnt / km
13
15
18
21
23
3
4
5
5
6
Senam
3.9.
Perhitungan Nilai Kalori
Keseimbangan energi merupakan kesesuaian antara energi yang dihasilkan dengan energi yang
dikeluarkan. Untuk menghitung nilai kalori dibutuhkan beberapa instrumen, antara lain:
a. Nilai Kalori Makanan :
•
Setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori.
•
Setiap 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori.
•
Setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kalori.
17
b. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
DKBM berupa tabel yang memuat berbagai jenis makanan beserta kandungan zat gizinya.
Kandungan zat gizi yang terbaca dalam DKBM merupakan kandungan setiap 100 gram bahan
makanan.
c. Ukuran Rumah Tangga (URT)
URT merupakan daftar takaran bahan makanan.
Misalnya:
1 sendok makan gula pasir = 8 gram
1 sdm tepung susu = 5 gram
1 sdm tepung beras, tepung sagu = 6 gram
1 sdm terigu, maizena, hunkwe = 5 gram
1 sdm minyak goreng, margarine = 10 gram
1 gelas nasi = 140 gram = 70 gram beras
1 potong pepaya (15X15 cm) = 100 gram
1 potong sedang pisang ( 3X15 cm) = 50 gram
1 potong sedang tempe (4X6X1 cm) = 25 gram
1 potong sedang daging(6X5X2 cm) = 50 gram
1 potong sedang ikan ( 6X5X2 cm) = 50 gram
1 biji besar tahu (6X6X2,5 cm) = 100 gram
18
BAB III
TINJAUAN KASUS
2.1. Identitas
Karyawan A
Nama
: Ny. R
Usia
: 36 tahun
Pendidikan
: Sarjana
Pekerjaan
: Perawat
Suku
: Sunda
Karyawan B
Nama
: Ny. M
Usia
: 47 tahun
Pendidikan
: SD
Pekerjaan
: Petugas Kebersihan
Suku
: Maluku
Karyawan C
Nama
: Ny T
Usia
: 22 tahun
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Petugas Farmasi
Suku
: Betawi
2.2. Anamnesis
1. Karyawan A adalah seorang perawat di puskemas Bondongan Kota Bogor sejak tahun 2011.
Ny.R bertugas sebagai perawat diruangan BP umum dan bertanggung jawab memegang
posbindu lansia di 3 kelurahan. Karyawan A memiliki seorang suami yang bertugas sebagai
Dokter dan memiliki 3 orang anak. Saat ini berat badannya 68 kg sejak melahirkan anak ke 3
sejak1 tahun yang lalu.. Saat ini keluhan tidak ada dan riwayat penyakit lain disangkal. Riwayat
keluarga obesitas disangkal.
2. Karyawan B adalah seorang Cleaning service merangkap petugas pendaftaran di Puskesmas
Bondongan sejak tahun 2008. Sejak kecil berat badan beliau tidak pernah gemuk, tetapi justru
19
malah kurang. Pola makan seperti biasa, tetapi memang bila makan tidak pernah banyak dan
tidak terlalu suka minum susu. Saat ini tidak memiliki keluhan dan riwayat penyakit lain
disangkal, tetapi ayah beliau memiliki penyakit jantung dan kencing manis.
3. Karyawan C adalah Petugas Farmasi di Puskesmas Bondongan sejak tahun 2018. Karyawan
memiliki 1 orang anak berusia 3 tahun. Pola makan biasa. Saat ini tidak ada keluhan yang
dirasakan. Riwayat penyakit lain dan penyakit keluarga disangkal.
2.3. Aktifitas Kerja
1. Karyawan A bekerja 6 hari kerja dan libur pada hari Minggu. Setiap hari masuk pukul 07.30
wib dan pulang pukul 14.00 wib. Setelah absensi mengikuti apel pagi dan pelayanan di
pengobatan umum, memanggil pasien, menimbang dan mengukur tekanan darah pasien sampai
jam 09.30 berangkat untuk kegiatan posyandu sampai jam 11.00 wib. Selesai posyandu kembali
ke Puskesmas untuk mengerjakan laporan program bulanan , Sampai jam 14.00 wib pulang.
2. Karyawan B bekerja 6 hari dengan hari libur pada hari Minggu. Karyawan kerja sebagai
cleaning service merangkap petugas pendaftaran di Puskesmas Bondongan. Setiap hari ia masuk
pukul 07.00 wib dan mulai melakukan pelayanan pendaftaran pada pasien yang mau berobat
sampai pukul 12.00 WIB, kemudian istirahat smpai jam 12.30 dan mulai bersih-bersih dan
berbenah smpai pukul 18.00 wib, kemudian pulang, kecuali masih banyak pekerjaan yang belum
selesai.
3. Karyawan C bekerja 6 hari kerja dan libur pada hari minggu. Setiap hari karyawan masuk pukul
7.30, setelah absen karyawan langsung bersiap2 untuk pelayanan di loket obat sampai jam 13.00,
kemudian mengerjakan laporan resep harian dan bulanan stok opname obat sampai 14.00 WIB,
kemudian pulang.
Pada makalah ini kami melakukan observasi pada tenaga kerja dengan metode wawancara dan
catatan pangan selama tiga hari.
Hasil Observasi :
Keterangan
Pekerja A
Pekerja B
Pekerja C
Identitas
Pekerjaan
Perawat
Petugas Kebersihan
Peugas Farmasi
Jenis Kelamin
Perempuan
Perempuan
Perempuan
Usia
36 tahun
47 tahun
46 tahun
20
TB
151 cm
154
160
BB
68 kg
48
49
Kebutuhan Energi
IMT
68
= 29,82
48
= 20,25
49
= 19,14
1,51 x 1,51
1,54 x 1,54
1,6 x 1,6
Status gizi
Obesitas Kelas 1
Normal
Normal
BMR
655,1 + (9,65x68) + 655,1 + (9,65 x 47) + 655,1 + (9,65 x 49) +
(1,85x151) -(4,68x36)
(1,85x154) – (4,68x48)
(1,85 x 160) – (4,68x
= 1422,17 kkal
= 1183,24 kkal
22) = 1320,9 kkal
SDA
142,2
118,3
132,1
Aktivitas Fisik
Ringan-sedang = 1,6
Ringan-sedang = 1,6
Ringan-sedang = 1,6
Tambahan energi
-
Total energi
-
-
1,6 x (1422,17+142,2) = 1,6 x (1183,24+118,3) =
1,6 x (1320,9+132,1) =
2502,72
2323,2
Energi Latihan Per
2082,08
-
-
-
Hari
Aktivitas
Aktivitas
Pukul
Pekerja A
Pekerja B
Pekerja C
Hari Pertama, Senin, 17 Desember 2018
04.30
Bangun
tidur,
subuh,
memasak
menyiapkan
sholat Pukul 04.00 bangun tidur, sholat Bangun tidur jam 05.00,
dan subuh beres-beres rumah,menyuci, memasak
sarapan,
sarapan menyetrika, menyiapkan sarapan menyiapkan
untuk keluarga
untuk anak-anak dan suami
memndikan
siap2
bekal,
anak
dan
berangkat
ke
puskesmas
06.00
Memandikan anak-anak Sarapan dan bersiap untuk pergi ke Mengantar
anak
yang
dan menyiapkan anak puskesmas
diasuh untuk dititipkan
untuk berangkat sekolah.
kepada neneknya dahulu
Setelah
itu
sarapan,
21
mandi
dan
persiapan
berangkat ke Puskesmas.
07.30
Masuk Puskesmas, apel Sampai di kantor pukul 07.00, Masuk Puskesmas
pagi,
pelayan
di membuka puskesmas dan bersiap mulai
dan
menyiapkan
poliklinik
umum, memulai pendaftaran pasien.
pelayanan pasien di loket
memanggil
pasien,
obat
menimbang
dan
mengukur tekanan darah
pasien smpai jam 08.30
WIB
dan
berangkat
Posbindu lansia sampai
pukul 11.00. Setelah itu
kembali ke Puskesmas.
12.00
Istirahat, sholat dzuhur Istirahat, sholat dzuhur, makan Istirahat, sholat dzuhur,
dan makan siang. Setelah siang. Pukul 13.00WIB mulai makan siang. Setelah itu
itu mengerjakan tugas bersih-bersih dan berbenah sampai mengerjakan
15.00
laporan
laporan smpai jam 14.00 jam 18.00 WIB kemudian pulang
resep harian dan bulanan.,
WIB, lalu pulang ke
lalu pulang jam 14.00
rumah.
WIB
Sampai rumah, istirahat Sholat
dan sholat ashar.
ashar,
melanjutkan Menjemput anak dirumah
berbenah lantai 2 puskesmas.
orangtua , sampai rumah
jam 15.00. mandi sholat
ashar dan istirahat
18.00
Sholat
maghrib
menyediakan
dan Sampai rumah pukul 18.30, sholat Sholat
makanan maghrib, istirahat.
maghrib
dan
makan malam.
untuk makan malam.
19.00
Sholat
isya
dan Sholat isya, makan malam, dan Istirahat, merekap orderan
mengerjakan
menonton televisi.
laporan/tugas
online, menonton televisi
dan sholat isya.
Puskesmas.
22.00
Istirahat dan tidur pada
Tidur.
Tidur.
pukul 21.00
22
Hari Kedua, selasa 18 Desember 2018
04.30
Bangun tidur, sholat
subuh, memasak dan
menyiapkan sarapan
untuk keluarga
Pukul 04.00 bangun tidur, sholat
subuh beres-beres
rumah,menyuci, menyiapkan
sarapan untuk anak-anak dan
suami
Bangun tidur jam 05.00,
memasak sarapan,
menyiapkan bekal,
memandikan anak dan
siap2 berangkat ke
puskesmas
06.00
Memandikan anak-anak
dan menyiapkan anak
untuk berangkat
sekolah. Setelah itu
sarapan, mandi dan
persiapan berangkat ke
Puskesmas.
Sarapan dan bersiap untuk pergi
ke puskesmas
Mengantar anak yang
diasuh untuk dititipkan
kepada neneknya dahulu
07.30
Masuk Puskesmas, apel
pagi, pelayan di
poliklinik umum,
memanggil pasien,
menimbang dan
mengukur tekanan
darah pasien smpai jam
08.30 WIB dan
berangkat Posbindu
lansia sampai pukul
11.00. Setelah itu
kembali ke Puskesmas.
Sampai di kantor pukul 07.00,
membuka puskesmas dan bersiap
memulai pendaftaran pasien.
Masuk Puskesmas dan
mulai menyiapkan
pelayanan pasien di loket
obat
12.00
Istirahat, sholat dzuhur
dan makan siang.
Setelah itu mengerjakan
tugas laporan smpai jam
14.00 WIB, lalu pulang
ke rumah.
Istirahat, sholat dzuhur, makan
siang. Pukul 13.00WIB mulai
bersih-bersih dan berbenah
sampai jam 18.00 WIB kemudian
pulang
Istirahat, sholat dzuhur,
makan siang. Setelah itu
mengerjakan laporan
resep harian dan
bulanan., lalu pulang jam
14.00 WIB
15.00
Sampai rumah, istirahat
dan sholat ashar.
Sholat ashar, melanjutkan
berbenah lantai 2 puskesmas.
Menjemput anak
dirumah orangtua ,
sampai rumah jam 15.00.
mandi sholat ashar,
menyapu, menyetrika
dan istirahat
23
18.00
Sholat maghrib dan
menyediakan makanan
untuk makan malam.
Sampai rumah pukul 18.30, sholat
maghrib, istirahat.
Sholat maghrib dan
makan malam.
19.00
Sholat isya dan
mengerjakan
laporan/tugas
Puskesmas.
Sholat isya, memasak, makan
malam, mengerjakan setrikaan
dan menonton televisi.
Istirahat, menyiapkan
paket pesanan orderan
online, menonton dan
sholat isya.
22.00
tidur
Tidur.
tidur
Hari ketiga, Rabu 19 Desember 2018
04.30
Bangun tidur, sholat
subuh, memasak dan
menyiapkan sarapan
untuk keluarga
Pukul 04.00 bangun tidur, sholat
subuh beres-beres
rumah,menyuci, menyetrika,
menyiapkan sarapan untuk anakanak dan suami
Bangun tidur jam 05.00,
memasak sarapan,
menyiapkan bekal,
memndikan anak dan
siap2 berangkat ke
puskesmas
06.00
Memandikan anak-anak
dan menyiapkan anak
untuk berangkat
sekolah. Setelah itu
sarapan, mandi dan
persiapan berangkat ke
Puskesmas.
Sarapan dan bersiap untuk pergi
ke puskesmas
Mengantar anak yang
diasuh untuk dititipkan
kepada neneknya dahulu
07.30
Masuk Puskesmas, apel
pagi, pelayan di
poliklinik umum,
memanggil pasien,
menimbang dan
mengukur tekanan
darah pasien smpai jam
08.30 WIB dan
berangkat Posbindu
lansia sampai pukul
11.00. Setelah itu
kembali ke Puskesmas.
Sampai di kantor pukul 07.00,
membuka puskesmas dan bersiap
memulai pendaftaran pasien.
Masuk Puskesmas
mulai
dan
menyiapkan
pelayanan pasien di loket
obat
24
12.00
Istirahat, sholat dzuhur
dan makan siang.
Setelah itu mengerjakan
tugas laporan smpai jam
14.00 WIB, lalu pulang
ke rumah.
Istirahat, sholat dzuhur, makan
siang. Pukul 13.00WIB mulai
bersih-bersih dan berbenah
sampai jam 18.00 WIB kemudian
pulang
Istirahat, sholat dzuhur,
makan siang. Setelah itu
mengerjakan
resep
laporan
harian
dan
bulanan., lalu pulang jam
14.00 WIB
15.00
Sampai rumah, istirahat
dan sholat ashar.
Sholat ashar, melanjutkan
berbenah lantai 2 puskesmas.
Menjemput anak
dirumah orangtua ,
sampai rumah jam 15.00.
Mencuci, mandi sholat
ashar dan istirahat
18.00
Sholat maghrib dan
menyediakan makanan
untuk makan malam.
Sampai rumah pukul 18.30, sholat
maghrib, istirahat.
Sholat maghrib dan
makan malam.
19.00
Sholat isya dan
mengerjakan
laporan/tugas
Puskesmas.
Sholat isya, makan malam,
mengerjakan dan menonton
televisi.
Menyetrika, menonton
dan sholat isya.
22.00
Tidur
Tidur
Tidur
Hasil Perhitungan Kalori Bahan Makanan per Hari pada Tenaga Kerja A :
Hasil wawancara dan observasi dilakukan mulai tanggal 17-19 Desember 2018
Hari 1 (Senin, 17 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
nasi putih
tumis sawi
130 g
100 g
169.0 kcal
28.0 kcal
37.2 g
1.6 g
Meal analysis: energy 197.0 kcal (8 %), carbohydrate 38.8 g (25 %)
air putih
25
Ikan Saus Tomat
ikan mujair segar
bawang merah
bawang putih
merica halus
saos tomat
mentega
kecap
minyak kelapa sawit
garam
47 g
12 g
8g
2g
8g
16 g
24 g
150 g
1g
39.5 kcal
5.3 kcal
7.0 kcal
6.5 kcal
2.6 kcal
113.6 kcal
14.4 kcal
1293.0 kcal
0.0 kcal
0.0
1.2
1.6
1.2
0.6
0.0
1.3
0.0
0.0
g
g
g
g
g
g
g
g
g
169.0 kcal
37.2 g
85.6 kcal
3.5 kcal
1.8 kcal
2.8 kcal
46.1 kcal
0.0 kcal
7.7 kcal
2.6 kcal
91.7 kcal
2.7 kcal
0.0
0.8
0.4
0.5
2.0
0.0
2.0
0.7
3.8
0.6
148.0 kcal
32.4 g
97.5 kcal
100.0 kcal
21.5 g
8.6 g
Meal analysis: energy 1481.9 kcal (61 %), carbohydrate 5.9 g (4 %)
Selingan Pagi
air mineral
Makan Siang
nasi putih
130 g
Meal analysis: energy 169.0 kcal (7 %), carbohydrate 37.2 g (24 %)
air putih
Ayam Bakar Padang
daging ayam bagian paha
40 g
bawang putih
4g
bawang merah
4g
sereh
2g
santan
65 g
garam
1g
gula pasir
2g
asam masak di pohon
1g
wijen
16 g
cabe merah
10 g
Meal analysis: energy 244.5 kcal (10 %), carbohydrate 10.7 g (7 %)
Selingan Siang
bubur kacang ijo with sugar and water
200 g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 148.0 kcal (6 %), carbohydrate 32.4 g (21 %)
Makan Malam
nasi putih
tempe oreg/sayur tempe/sambal tempe
75 g
100 g
Meal analysis: energy 197.5 kcal (8 %), carbohydrate 30.1 g (19 %)
26
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2437.8 kcal
1900.0 kcal
128 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
protein
47.7 g(8%)
47.0 g(12 %)
101 %
fat
188.8 g(67%)
73.0 g(< 30 %)
259 %
carbohydr.
155.0 g(25%)
332.0 g(> 55 %)
47 %
dietary fiber
13.0 g
30.0 g
43 %
alcohol
0.0 g
PUFA
10.7 g
10.0 g
107 %
cholesterol
77.4 mg
Vit. A
7961.7 µg
800.0 µg
995 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
0.5 mg
1.0 mg
55 %
Vit. B2
0.5 mg
1.2 mg
38 %
Vit. B6
0.9 mg
1.2 mg
79 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
41.5 mg
100.0 mg
42 %
sodium
2233.5 mg
2000.0 mg
112 %
potassium
1110.3 mg
3500.0 mg
32 %
calcium
346.8 mg
1000.0 mg
35 %
magnesium
229.1 mg
300.0 mg
76 %
phosphorus
647.0 mg
700.0 mg
92 %
iron
9.9 mg
15.0 mg
66 %
zinc
5.6 mg
7.0 mg
81 %
Hari 2 (Selasa, 18 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
air putih
nasi putih
telur dadar
130 g
57 g
169.0 kcal
106.6 kcal
37.2 g
0.7 g
22.5 kcal
3.1 g
Meal analysis: energy 275.6 kcal (9 %), carbohydrate 37.9 g (12 %)
Capcay
sawi putih mentah
150 g
27
jagung kuning segar
kapri muda mentah
kembang kool mentah
ayam
bakso daging sapi
bawang putih
tepung maizena
minyak ikan
minyak wijen
merica halus
minyak kelapa sawit
75 g
50 g
100 g
100 g
50 g
2g
4g
4g
4g
2g
16 g
81.0 kcal
17.5 kcal
25.0 kcal
285.0 kcal
185.0 kcal
1.8 kcal
15.2 kcal
36.0 kcal
35.4 kcal
6.5 kcal
137.9 kcal
18.8
4.0
5.4
0.0
0.1
0.4
3.7
0.0
0.0
1.2
0.0
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
62.9 kcal
85.3 kcal
0.4 kcal
0.0 kcal
0.3 kcal
2.6 kcal
25.4 kcal
3.5 kcal
3.9 kcal
10.2 kcal
2.5 kcal
455.0 kcal
137.9 kcal
0.0
0.6
0.1
0.0
0.0
0.6
4.5
0.8
1.0
2.7
0.6
95.4
0.0
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
181.3 kcal
19.9 g
97.9 kcal
300.8 kcal
20.4 g
56.8 g
Meal analysis: energy 848.8 kcal (27 %), carbohydrate 36.6 g (12 %)
air
Selingan Pagi
air putih
Makan Siang
Seblak
bakso daging sapi
telur ayam
daun bawang
garam
kaldu ayam
bawang merah
cabe rawit
bawang putih
gula pasir
asam masak di pohon
tomat masak
kerupuk terigu mentah
minyak kelapa sawit
17 g
55 g
2g
1g
4g
6g
8g
4g
1g
4g
12 g
125 g
16 g
Meal analysis: energy 790.0 kcal (25 %), carbohydrate 106.3 g (34 %)
kue lapis
45 g
Meal analysis: energy 181.3 kcal (6 %), carbohydrate 19.9 g (6 %)
air putih
Selingan Siang
wafer
lontong
32 g
160 g
Meal analysis: energy 398.7 kcal (13 %), carbohydrate 77.2 g (25 %)
air putih
28
Makan Malam
cireng/bakwan
40 g
216.0 kcal
15.7 g
25.7 kcal
17.1 kcal
314.5 kcal
0.5 kcal
41.9 kcal
0.9 kcal
0.7 kcal
3.1 kcal
0.0 kcal
3.9 kcal
3.3 kcal
0.5 kcal
8.6 kcal
0.0
1.7
0.1
0.1
10.0
0.2
0.2
0.8
0.0
1.0
0.6
0.1
0.0
Meal analysis: energy 216.0 kcal (7 %), carbohydrate 15.7 g (5 %)
air putih
Sayur Sop Kimlo
daging ayam bagian paha
kaldu ayam
bakso daging sapi
jamur kuping segar
mie soun
bawang putih
jahe
kecap asin
garam
gula pasir
merica halus
seledri
minyak kelapa sawit
12 g
214 g
85 g
2g
11 g
1g
1g
8g
1g
1g
1g
4g
1g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 420.7 kcal (13 %), carbohydrate 14.8 g (5 %)
====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
3131.1 kcal
1900.0 kcal
165 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
protein
116.1 g(15%)
47.0 g(12 %)
247 %
fat
161.1 g(45%)
73.0 g(< 30 %)
221 %
carbohydr.
308.4 g(40%)
332.0 g(> 55 %)
93 %
dietary fiber
20.1 g
30.0 g
67 %
alcohol
0.0 g
PUFA
29.7 g
10.0 g
297 %
cholesterol
746.2 mg
Vit. A
2793.3 µg
800.0 µg
349 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
0.9 mg
1.0 mg
90 %
Vit. B2
1.6 mg
1.2 mg
134 %
Vit. B6
1.7 mg
1.2 mg
141 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
89.7 mg
100.0 mg
90 %
sodium
2378.3 mg
2000.0 mg
119 %
potassium
2400.6 mg
3500.0 mg
69 %
29
calcium
magnesium
phosphorus
iron
zinc
348.0 mg
248.4 mg
1252.2 mg
13.9 mg
13.0 mg
1000.0 mg
300.0 mg
700.0 mg
15.0 mg
7.0 mg
35 %
83 %
179 %
93 %
185 %
Hari 3 (Rabu, 18 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
air putih
nasi putih
tumis kangkung belu
260 g
100 g
338.0 kcal
92.0 kcal
74.4 g
2.0 g
142.5 kcal
1293.0 kcal
10.6 kcal
10.1 kcal
14.1 kcal
2.6 kcal
15.5 kcal
27.0 kcal
0.0 kcal
0.0
0.0
2.4
2.2
3.3
0.6
4.0
5.8
0.0
Meal analysis: energy 430.0 kcal (8 %), carbohydrate 76.4 g (29 %)
Ayam Balado
daging ayam
minyak kelapa sawit
bawang merah
tomat masak
bawang putih
jahe
gula pasir
cabe merah
garam
50 g
150 g
24 g
48 g
16 g
4g
4g
100 g
1g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 1515.3 kcal (27 %), carbohydrate 18.3 g (7 %)
Selingan Pagi
teh manis
32 g
4.2 kcal
1.0 g
360.0 kcal
314.5 kcal
22.6 g
0.1 g
Meal analysis: energy 4.2 kcal (0 %), carbohydrate 1.0 g (0 %)
Makan Siang
sayur tahu
bakso daging sapi
200 g
85 g
Meal analysis: energy 674.5 kcal (12 %), carbohydrate 22.7 g (9 %)
30
Jus Jambu Biji
jambu biji
gula pasir
susu kental manis
100 g
32 g
16 g
51.0 kcal
123.8 kcal
51.2 kcal
11.9 g
32.0 g
8.7 g
42.9 kcal
10.8 g
Meal analysis: energy 226.0 kcal (4 %), carbohydrate 52.6 g (20 %)
Selingan Siang
pepaya
110 g
Meal analysis: energy 42.9 kcal (1 %), carbohydrate 10.8 g (4 %)
Makan Malam
air putih
Pecel
bayam segar
toge kacang hijau mentah
kacang panjang mentah
kacang tanah tanpa kulit
112 g
112 g
112 g
147 g
Meal analysis: energy 982.5 kcal (18 %), carbohydrate 46.1 g (18 %)
Ayam Balado
daging ayam
50 g
minyak kelapa sawit
150 g
bawang merah
24 g
tomat masak
48 g
bawang putih
16 g
jahe
4g
gula pasir
4g
cabe merah
100 g
garam
1g
41.4 kcal
68.3 kcal
39.2 kcal
833.5 kcal
8.2
5.4
8.8
23.7
g
g
g
g
142.5 kcal
1293.0 kcal
10.6 kcal
10.1 kcal
14.1 kcal
2.6 kcal
15.5 kcal
27.0 kcal
0.0 kcal
0.0
0.0
2.4
2.2
3.3
0.6
4.0
5.8
0.0
g
g
g
g
g
g
g
g
g
216.0 kcal
15.7 g
Meal analysis: energy 1515.3 kcal (27 %), carbohydrate 18.3 g (7 %)
cireng/bakwan
40 g
Meal analysis: energy 216.0 kcal (4 %), carbohydrate 15.7 g (6 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
5606.7 kcal
1900.0 kcal
295 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
31
protein
fat
carbohydr.
dietary fiber
alcohol
PUFA
cholesterol
Vit. A
carotene
Vit. E
Vit. B1
Vit. B2
Vit. B6
folic acid eq.
Vit. C
sodium
potassium
calcium
magnesium
phosphorus
iron
zinc
127.7 g(9%)
477.0 g(73%)
261.8 g(18%)
35.7 g
0.0 g
61.3 g
172.7 mg
17255.9 µg
0.0 mg
0.0 mg
1.4 mg
1.5 mg
2.9 mg
0.0 µg
650.5 mg
1039.2 mg
4506.8 mg
873.5 mg
691.6 mg
1596.8 mg
27.1 mg
15.0 mg
47.0 g(12 %)
73.0 g(< 30 %)
332.0 g(> 55 %)
30.0 g
10.0 g
800.0 µg
1.0 mg
1.2 mg
1.2 mg
100.0 mg
2000.0 mg
3500.0 mg
1000.0 mg
300.0 mg
700.0 mg
15.0 mg
7.0 mg
272 %
653 %
79 %
119 %
613 %
2157 %
143 %
123 %
238 %
651 %
52 %
129 %
87 %
231 %
228 %
180 %
215 %
Hasil Perhitungan Kalori Bahan Makanan per Hari pada Tenaga Kerja B :
Hasil wawancara dan observasi dilakukan mulai tanggal 17-19 Desember 2018
Hari 1 (Senin, 17 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
semangka
jus melon
mie ayam
teh manis
100 g
300 g
130 g
8g
32.0 kcal
141.0 kcal
183.3 kcal
1.0 kcal
7.2
36.3
36.8
0.3
g
g
g
g
Meal analysis: energy 357.3 kcal (15 %), carbohydrate 80.5 g (20 %)
Selingan Pagi
minuman susu
madu
150 g
8g
99.0 kcal
24.3 kcal
7.2 g
6.6 g
Meal analysis: energy 123.3 kcal (5 %), carbohydrate 13.8 g (3 %)
32
air putih
Makan Siang
nasi putih
ikan goreng
semur tahu
tumis buah labu waluh belu
kerupuk ikan berpati
teh kotak
tempe oreg/sayur tempe/sambal tempe
260 g
80 g
50 g
40 g
5g
170 g
24 g
338.0 kcal
128.0 kcal
68.5 kcal
12.4 kcal
16.8 kcal
85.0 kcal
24.0 kcal
74.4
0.0
5.3
0.5
3.2
17.0
2.1
g
g
g
g
g
g
g
288.0 kcal
70.2 g
169.0 kcal
206.0 kcal
37.2 g
1.7 g
34.5 kcal
1.8 kcal
1.8 kcal
1.1 kcal
6.4 kcal
11.0 kcal
2.5 kcal
0.0 kcal
89.9 kcal
0.0
0.4
0.4
0.2
1.1
2.1
0.6
0.0
0.6
85.0 kcal
17.0 g
288.0 kcal
70.2 g
Meal analysis: energy 672.7 kcal (29 %), carbohydrate 102.4 g (26 %)
Selingan Siang
air putih
kerupuk singkong
100 g
Meal analysis: energy 288.0 kcal (12 %), carbohydrate 70.2 g (18 %)
Makan Malam
nasi putih
tahu goreng
130 g
100 g
Meal analysis: energy 375.0 kcal (16 %), carbohydrate 38.9 g (10 %)
Telur Balado
minyak kelapa sawit
bawang merah
bawang putih
cabe merah
cabe rawit
kemiri
tomat masak
garam
telur ayam
4g
4g
2g
4g
2g
4g
12 g
1g
58 g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 148.9 kcal (6 %), carbohydrate 5.4 g (1 %)
air
teh kotak
170 g
Meal analysis: energy 85.0 kcal (4 %), carbohydrate 17.0 g (4 %)
Selingan Malam
kerupuk singkong
100 g
Meal analysis: energy 288.0 kcal (12 %), carbohydrate 70.2 g (18 %)
33
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2338.3 kcal
1900.0 kcal
123 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
protein
62.8 g(11%)
47.0 g(12 %)
134 %
fat
54.7 g(21%)
73.0 g(< 30 %)
75 %
carbohydr.
398.5 g(69%)
332.0 g(> 55 %)
120 %
dietary fiber
14.0 g
30.0 g
47 %
alcohol
0.0 g
PUFA
6.6 g
10.0 g
66 %
cholesterol
322.7 mg
Vit. A
940.0 µg
800.0 µg
118 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
1.2 mg
1.0 mg
117 %
Vit. B2
1.0 mg
1.2 mg
84 %
Vit. B6
2.3 mg
1.2 mg
189 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
193.0 mg
100.0 mg
193 %
sodium
1140.9 mg
2000.0 mg
57 %
potassium
6014.9 mg
3500.0 mg
172 %
calcium
860.7 mg
1000.0 mg
86 %
magnesium
656.4 mg
300.0 mg
219 %
phosphorus
1325.6 mg
700.0 mg
189 %
iron
17.2 mg
15.0 mg
115 %
zinc
7.8 mg
7.0 mg
112 %
Hari 2 (Selasa, 18 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
bubur ayam
usus ayam
teh manis
260 g
40 g
16 g
413.4 kcal
37.6 kcal
2.1 kcal
74.4 g
0.0 g
0.5 g
61.2 kcal
7.5 g
Meal analysis: energy 453.1 kcal (20 %), carbohydrate 74.9 g (27 %)
Selingan Pagi
chiki balls/ boom snack/ guntar snack
12 g
34
usus ayam
teh manis
40 g
16 g
37.6 kcal
2.1 kcal
0.0 g
0.5 g
Meal analysis: energy 100.9 kcal (4 %), carbohydrate 8.1 g (3 %)
air putih
Makan Siang
nasi putih
daging ayam goreng
sambal
tempeh goreng
130 g
50 g
16 g
25 g
169.0 kcal
166.0 kcal
16.3 kcal
84.3 kcal
37.2
1.9
2.9
4.3
g
g
g
g
85.0 kcal
216.0 kcal
119.0 kcal
17.0 g
15.7 g
13.7 g
85.6 kcal
3.5 kcal
1.8 kcal
2.8 kcal
46.1 kcal
0.0 kcal
7.7 kcal
2.6 kcal
91.7 kcal
2.7 kcal
0.0
0.8
0.4
0.5
2.0
0.0
2.0
0.7
3.8
0.6
24.5 kcal
1.0 kcal
4.3 g
0.3 g
110.8 kcal
166.0 kcal
0.6 g
1.9 g
Meal analysis: energy 435.6 kcal (19 %), carbohydrate 46.2 g (17 %)
air putih
Selingan Siang
teh kotak
cireng/bakwan
tape goreng
170 g
40 g
24 g
Meal analysis: energy 420.0 kcal (19 %), carbohydrate 46.4 g (17 %)
Ayam Bakar
daging ayam bagian paha
bawang putih
bawang merah
sereh
santan
garam
gula pasir
asam masak di pohon
wijen
cabe merah
40 g
4g
4g
2g
65 g
1g
2g
1g
16 g
10 g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 244.5 kcal (11 %), carbohydrate 10.7 g (4 %)
sambal
teh manis
24 g
8g
Meal analysis: energy 25.5 kcal (1 %), carbohydrate 4.6 g (2 %)
Makan Malam
telur ceplok
daging ayam goreng
58 g
50 g
Meal analysis: energy 276.8 kcal (12 %), carbohydrate 2.4 g (1 %)
35
air putih
Selingan Malam
mangga harum manis
469 g
304.8 kcal
79.7 g
Meal analysis: energy 304.8 kcal (13 %), carbohydrate 79.7 g (29 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2261.2 kcal
1900.0 kcal
119 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
protein
84.6 g(15%)
47.0 g(12 %)
180 %
fat
94.8 g(37%)
73.0 g(< 30 %)
130 %
carbohydr.
273.0 g(48%)
332.0 g(> 55 %)
82 %
dietary fiber
19.7 g
30.0 g
66 %
alcohol
0.0 g
PUFA
31.0 g
10.0 g
310 %
cholesterol
381.1 mg
Vit. A
814.5 µg
800.0 µg
102 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
0.9 mg
1.0 mg
89 %
Vit. B2
1.3 mg
1.2 mg
107 %
Vit. B6
2.0 mg
1.2 mg
169 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
228.8 mg
100.0 mg
229 %
sodium
873.2 mg
2000.0 mg
44 %
potassium
3753.0 mg
3500.0 mg
107 %
calcium
511.8 mg
1000.0 mg
51 %
magnesium
431.4 mg
300.0 mg
144 %
phosphorus
1024.1 mg
700.0 mg
146 %
iron
10.8 mg
15.0 mg
72 %
zinc
9.6 mg
7.0 mg
137 %
Hari 3 (Rabu, 19 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
nasi uduk
130 g
153.4 kcal
30.5 g
36
bihun goreng
bawang goreng
sambal
jus melon
teh manis
25 g
1g
8g
300 g
8g
59.2 kcal
3.6 kcal
8.2 kcal
141.0 kcal
1.0 kcal
5.7
0.4
1.4
36.3
0.3
g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 366.5 kcal (16 %), carbohydrate 74.7 g (23 %)
Selingan Pagi
minuman susu
madu
150 g
8g
99.0 kcal
24.3 kcal
7.2 g
6.6 g
Meal analysis: energy 123.3 kcal (5 %), carbohydrate 13.8 g (4 %)
air putih
Makan Siang
pepaya
jus melon
semangka
nasi putih
100 g
300 g
400 g
130 g
39.0 kcal
141.0 kcal
128.0 kcal
169.0 kcal
9.8
36.3
28.8
37.2
g
g
g
g
Ayam Bakar
daging ayam bagian paha
40 g
bawang merah
4g
sereh
2g
santan
65 g
garam
1g
gula pasir
2g
asam masak di pohon
1g
wijen
16 g
cabe merah
10 g
bawang putih
4g
Meal analysis: energy 244.5 kcal (10 %), carbohydrate 10.7 g (3 %)
85.6 kcal
1.8 kcal
2.8 kcal
46.1 kcal
0.0 kcal
7.7 kcal
2.6 kcal
91.7 kcal
2.7 kcal
3.5 kcal
0.0
0.4
0.5
2.0
0.0
2.0
0.7
3.8
0.6
0.8
g
g
g
g
g
g
g
g
g
g
sambal
ketimun mentah
teh kotak
32.6 kcal
39.0 kcal
85.0 kcal
5.8 g
8.4 g
17.0 g
7.7 kcal
2.0 g
Meal analysis: energy 477.0 kcal (20 %), carbohydrate 112.1 g (35 %)
32 g
300 g
170 g
Meal analysis: energy 156.6 kcal (7 %), carbohydrate 31.2 g (10 %)
Selingan Siang
air putih
permen
2g
37
Meal analysis: energy 7.7 kcal (0 %), carbohydrate 2.0 g (1 %)
snack
Makan Malam
sate ayam
ketupat
90 g
130 g
282.6 kcal
26.0 kcal
0.0 g
5.6 g
87.0 kcal
478.5 kcal
110.8 kcal
23.4 g
46.5 g
0.6 g
Meal analysis: energy 308.6 kcal (13 %), carbohydrate 5.6 g (2 %)
air mineral
Selingan Malam
nangka masak di pohon
martabak
telur ceplok
75 g
150 g
58 g
Meal analysis: energy 676.3 kcal (29 %), carbohydrate 70.5 g (22 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2360.5 kcal
1900.0 kcal
124 %
water
0.0 g
2600.0 g
0%
protein
73.6 g(12%)
47.0 g(12 %)
157 %
fat
91.7 g(34%)
73.0 g(< 30 %)
126 %
carbohydr.
320.5 g(54%)
332.0 g(> 55 %)
97 %
dietary fiber
19.9 g
30.0 g
66 %
alcohol
0.0 g
PUFA
29.1 g
10.0 g
291 %
cholesterol
476.3 mg
Vit. A
1839.5 µg
800.0 µg
230 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
1.1 mg
1.0 mg
105 %
Vit. B2
1.5 mg
1.2 mg
126 %
Vit. B6
2.2 mg
1.2 mg
180 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
224.0 mg
100.0 mg
224 %
sodium
970.3 mg
2000.0 mg
49 %
potassium
4855.3 mg
3500.0 mg
139 %
calcium
743.6 mg
1000.0 mg
74 %
magnesium
486.8 mg
300.0 mg
162 %
phosphorus
1074.2 mg
700.0 mg
153 %
iron
12.1 mg
15.0 mg
80 %
zinc
9.0 mg
7.0 mg
128 %
38
Hasil Perhitungan Kalori Bahan Makanan per Hari pada Tenaga Kerja C :
Hasil wawancara dan observasi dilakukan mulai tanggal 17-19 Desember 2018
Hari 1 (Senin,17 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
nasi putih
tahu goreng
bihun goreng
telur ayam
165 g
50 g
200 g
55 g
214.5 kcal
103.0 kcal
474.0 kcal
85.3 kcal
47.2
0.9
45.8
0.6
g
g
g
g
Meal analysis: energy 876.7 kcal (40 %), carbohydrate 94.4 g (49 %)
air putih
Selingan Pagi
air mineral
permen
2g
7.7 kcal
2.0 g
925.0 kcal
27.5 kcal
4.2 kcal
0.3 g
3.3 g
1.0 g
97.5 kcal
20.6 kcal
123.8 kcal
25.5 g
4.1 g
32.0 g
84.5 kcal
3.6 kcal
46.0 kcal
18.6 g
0.6 g
11.7 g
Meal analysis: energy 7.7 kcal (0 %), carbohydrate 2.0 g (1 %)
Makan Siang
bakso daging sapi
kerupuk udang
teh manis
250 g
5g
32 g
Meal analysis: energy 956.6 kcal (43 %), carbohydrate 4.6 g (2 %)
Selingan Siang
mangga harum manis
kopi (powder)
gula pasir
150 g
16 g
32 g
Meal analysis: energy 242.0 kcal (11 %), carbohydrate 61.6 g (32 %)
air putih
Makan Malam
nasi putih
sayur bayam
pisang ambon
65 g
30 g
50 g
39
Meal analysis: energy 134.1 kcal (6 %), carbohydrate 30.9 g (16 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2217.2 kcal
1900.0 kcal
117 %
water
0.0 g
2700.0 g
0%
protein
81.7 g(15%)
48.0 g(12 %)
170 %
fat
123.8 g(49%)
77.0 g(< 30 %)
161 %
carbohydr.
193.5 g(36%)
351.0 g(> 55 %)
55 %
dietary fiber
5.9 g
30.0 g
20 %
alcohol
0.0 g
PUFA
23.2 g
10.0 g
232 %
cholesterol
496.2 mg
Vit. A
272.5 µg
800.0 µg
34 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
0.5 mg
1.0 mg
47 %
Vit. B2
1.0 mg
1.2 mg
81 %
Vit. B6
1.6 mg
1.2 mg
132 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
70.6 mg
100.0 mg
71 %
sodium
258.7 mg
2000.0 mg
13 %
potassium
1914.8 mg
3500.0 mg
55 %
calcium
172.0 mg
1000.0 mg
17 %
magnesium
238.1 mg
310.0 mg
77 %
phosphorus
820.1 mg
700.0 mg
117 %
iron
9.9 mg
15.0 mg
66 %
zinc
12.2 mg
7.0 mg
175 %
Hari 2 (Selasa, 18 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
nasi putih
kuah sayur sawi belu
telur dadar
tempeh goreng
260 g
70 g
57 g
50 g
338.0 kcal
4.9 kcal
106.6 kcal
168.5 kcal
74.4
0.8
0.7
8.5
g
g
g
g
Meal analysis: energy 618.0 kcal (18 %), carbohydrate 84.3 g (24 %)
air putih
40
Selingan Pagi
ubi goreng
75 g
teh manis
32 g
Meal analysis: energy 142.9 kcal (4 %), carbohydrate 31.6 g (9 %)
Makan Siang
nasi putih
kerupuk udang
260 g
5g
138.7 kcal
4.2 kcal
30.6 g
1.0 g
338.0 kcal
27.5 kcal
74.4 g
3.3 g
8.8 kcal
15.3 kcal
9.3 kcal
833.5 kcal
2.0
1.2
1.8
23.7
Meal analysis: energy 365.4 kcal (11 %), carbohydrate 77.7 g (22 %)
Urap
kacang panjang mentah
toge kacang hijau mentah
daun singkong mentah
kacang tanah tanpa kulit
25 g
25 g
25 g
147 g
g
g
g
g
Meal analysis: energy 866.7 kcal (25 %), carbohydrate 28.7 g (8 %)
kelapa muda daging + air
100 g
70.0 kcal
10.0 g
206.0 kcal
666.0 kcal
1.7 g
45.6 g
338.0 kcal
110.8 kcal
44.4 kcal
74.4 g
0.6 g
0.0 g
Meal analysis: energy 70.0 kcal (2 %), carbohydrate 10.0 g (3 %)
Selingan Siang
tahu goreng
martabak manis
100 g
300 g
Meal analysis: energy 872.0 kcal (25 %), carbohydrate 47.3 g (13 %)
Makan Malam
nasi putih
telur ceplok
ikan tongkol
260 g
58 g
40 g
Meal analysis: energy 493.2 kcal (14 %), carbohydrate 74.9 g (21 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
3428.3 kcal
1900.0 kcal
180 %
water
0.0 g
2700.0 g
0%
protein
109.4 g(13%)
48.0 g(12 %)
228 %
41
fat
carbohydr.
dietary fiber
alcohol
PUFA
cholesterol
Vit. A
carotene
Vit. E
Vit. B1
Vit. B2
Vit. B6
folic acid eq.
Vit. C
sodium
potassium
calcium
magnesium
phosphorus
iron
zinc
182.7 g(46%)
354.5 g(41%)
20.6 g
0.0 g
61.3 g
727.8 mg
552.1 µg
0.0 mg
0.0 mg
1.1 mg
1.4 mg
1.7 mg
0.0 µg
38.5 mg
280.4 mg
2427.7 mg
624.1 mg
550.1 mg
1560.4 mg
19.6 mg
12.3 mg
77.0 g(< 30 %)
351.0 g(> 55 %)
30.0 g
10.0 g
800.0 µg
1.0 mg
1.2 mg
1.2 mg
100.0 mg
2000.0 mg
3500.0 mg
1000.0 mg
310.0 mg
700.0 mg
15.0 mg
7.0 mg
237 %
101 %
69 %
613 %
69 %
112 %
120 %
139 %
39 %
14 %
69 %
62 %
177 %
223 %
131 %
176 %
Hari 3 (Rabu, 19 Desember 2018)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN DIET/
=====================================================================
Nama Makanan
Jumlah
energy
carbohydr.
______________________________________________________________________________
Makan Pagi
air putih
nasi putih
sayur labu
telur dadar
teh manis
165 g
100 g
57 g
32 g
214.5 kcal
14.0 kcal
106.6 kcal
4.2 kcal
47.2
2.3
0.7
1.0
g
g
g
g
432.0 kcal
4.2 kcal
31.4 g
1.0 g
338.0 kcal
37.0 kcal
74.4 g
8.3 g
Meal analysis: energy 339.2 kcal (13 %), carbohydrate 51.2 g (24 %)
Selingan Pagi
cireng/bakwan
teh manis
80 g
32 g
Meal analysis: energy 436.2 kcal (16 %), carbohydrate 32.4 g (15 %)
Makan Siang
nasi putih
sayur bayam jagung
260 g
100 g
42
kerupuk udang
teh manis
5g
32 g
27.5 kcal
4.2 kcal
3.3 g
1.0 g
206.0 kcal
925.0 kcal
1.7 g
0.3 g
Meal analysis: energy 406.6 kcal (15 %), carbohydrate 87.0 g (40 %)
Selingan Siang
tahu goreng
bakso daging sapi
100 g
250 g
Meal analysis: energy 1131.0 kcal (42 %), carbohydrate 2.0 g (1 %)
air putih
Makan Malam
nasi uduk
130 g
153.4 kcal
30.5 g
semur kentang
70 g
82.6 kcal
10.8 g
telur ayam
55 g
85.3 kcal
0.6 g
kerupuk udang
5g
27.5 kcal
3.3 g
Meal analysis: energy 348.7 kcal (13 %), carbohydrate 45.3 g (21 %)
=====================================================================
HASIL PERHITUNGAN
=====================================================================
Zat Gizi
hasil analisis
rekomendasi
persentase
nilai
nilai/hari
pemenuhan
______________________________________________________________________________
energy
2661.7 kcal
1900.0 kcal
140 %
water
0.0 g
2700.0 g
0%
protein
105.7 g(16%)
48.0 g(12 %)
220 %
fat
149.9 g(50%)
77.0 g(< 30 %)
195 %
carbohydr.
217.8 g(34%)
351.0 g(> 55 %)
62 %
dietary fiber
6.9 g
30.0 g
23 %
alcohol
0.0 g
PUFA
28.6 g
10.0 g
286 %
cholesterol
731.5 mg
Vit. A
549.4 µg
800.0 µg
69 %
carotene
0.0 mg
Vit. E
0.0 mg
Vit. B1
0.6 mg
1.0 mg
62 %
Vit. B2
1.3 mg
1.2 mg
105 %
Vit. B6
1.5 mg
1.2 mg
125 %
folic acid eq.
0.0 µg
Vit. C
10.0 mg
100.0 mg
10 %
sodium
327.3 mg
2000.0 mg
16 %
potassium
1713.1 mg
3500.0 mg
49 %
calcium
240.6 mg
1000.0 mg
24 %
magnesium
289.1 mg
310.0 mg
93 %
phosphorus
1111.8 mg
700.0 mg
159 %
iron
13.6 mg
15.0 mg
91 %
zinc
15.5 mg
7.0 mg
222 %
43
BAB IV
PEMBAHASAN
Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada 3 orang pekerja wanita yang memiliki
profesi berbeda ditemukan pemasukan dan pengeluaran energi yang bervariasi.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa yang saya lakukan selama 3 hari terlihat :
1. Tenaga kerja A
Seorang wanita, usia 36 tahun, pekerjaan perawat, memiliki 3 oorang anak. status gizi
obesitas kelas 1, dan kebutuhan energi 2502,72kkal perhari. Dari analisis pada tenaga kerja A
ditemukan intake makanan yang sangat banyak pada hari kedua dibandingkan hari pertama dan
ketiga yaitu 5606,7 kkal. Hal itu dikarenakan saat sarapan pagi dan makan malam, tenaga kerja A
mengkonsumsi menu makanan yang sama dimana menu tersebut mengandung energi yang besar.
Dari total rata-rata intake dan kebutuhan energi selama 3 hari didapatkan kelebihan energi sebesar
1222,48 kkal (3725,2 – 2502,72). Nilai 3725,2 kkal didapat dari intake dan kebutuhan energi pada
hari 1 (2437,8) + hari 2 (3131,1) + hari 3 (5606,7) dibagi 3. Kelebihan energi pada tenaga kerja A
adalah lebih dari 10% dari kebutuhan energi yang diperlukan dan hal tersebut tidak dapat ditolerir.
Total rata-rata komposisi zat gizi pada tenaga kerja A selama 3 hari adalah karbohidrat
27,7%, lemak 61,7%, dan protein 10,7%, dimana presentase komposisi zat gizi untuk lemak
berlebih sedangkan karbohidrat dan protein kurang.
Dari hasil analisis diatas terlihat bahwa adanya hubungan antara status gizi tenaga kerja A
dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Selain itu ada faktor-faktor lain yang turut
berpengaruh seperti tidak pernah berolahraga. Saat ini tenaga kerja A tidak dalam keadaan sakit,
tidak memiliki penyakit lain dan menyangkal memiliki keturunan obesitas.
Rekomendasi yang dapat saya lakukan adalah dengan memberi pengetahuan seperti :
o
Makan dengan memperhatikan berat badan yang optimal untuk menghindari kemungkinan terkena
sindroma metabolik, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dislipidemia
o
Makan makanan secara beragam dan seimbang untuk menjamin kecukupan energi, protein,
vitamin, mineral dan serat makanan yang penting bagi kesehatan yang baik.
o
Memilih makanan rendah lemak, rendah lemak jenuh dan rendah kolesterol.
o
Memilih makanan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran dan produk sereal utuh untuk
mendapatkan vitamin, mineral, serat makanan dan hidrat arang kompleks yang diperlukan dan akan
membantu mengendalikan asupan lemak/kalori yang berlebih.
44
o
Olahraga yang teratur.
o
Bila cara-cara tersebut diatas masih belum berhasil konsul ke dokter ahli gizi untuk dapat diberikan
cara dan pola makan yang benar dengan tujuan dapat menurunkan berat badannya.
2. Tenaga kerja B
Seorang wanita, usia 47 tahun, sudah menikah, pekerjaan petugas kebersihan sekaligus
petugas pendaftaran, status gizi normal, dan kebutuhan energi sebesar 2082,08 kkal. Rata-rata
intake dan kebutuhan energi selama 3 hari didapatkan kelebihan energi sebesar 237,92 kkal ( 2320–
2082,08). Nilai 2320 kkal didapat dari intake dan kebutuhan energi pada hari 1 (2338,3) + hari 2
(2261,2) + hari 3 (2360,5) dibagi 3.. Kelebihan energi pada tenaga kerja B adalah lebih dari 10%
dari kebutuhan energi yang diperlukan.
Total rata-rata komposisi zat gizi pada tenaga kerja B selama 3 hari adalah karbohidrat
57%, lemak 30,7%, dan protein 12,7%, dimana presentase komposisi zat gizi untuk protein telah
sesuai sedangkan karbohidrat dan lemak lebih sedikit. Dari analisis diatas asupan makanan tenaga
kerja B telah sesuai dengan kebutuhan energi perhari meskipun ada kelebihan dari 10%. Pekerja
B dalam keadaan sehat dan menyangkal memiliki riwayat penyakit lain.
Rekomendasi yang dapat saya lakukan adalah memberi pengetahuan seperti :
o
Makan makanan secara beragam dan seimbang untuk menjamin kecukupan energi, protein,
vitamin, mineral dan serat makanan yang penting bagi kesehatan yang baik.
o
Makan dengan memperhatikan berat badan yang optimal untuk menghindari kemungkinan
terkena sindroma metabolik, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dislipidemia.
o
Memilih makanan rendah lemak, rendah lemak jenuh dan rendah kolesterol.
o
Memilih makanan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran dan produk sereal utuh
untuk mendapatkan vitamin, mineral, serat makanan dan hidrat arang kompleks yang
diperlukan dan akan membantu mengendalikan asupan lemak/kalori yang berlebih.
3. Tenaga kerja C
Seorang wanita, usia 22 tahun, pekerjaan petugas obat dan pedagang online, status gizi
normal, dan kebutuhan energi 2323,2 kkal perhari. Dari analisis pada tenaga kerja C, total rata-rata
intake dan kebutuhan energi selama 3 hari didapatkan kelebihan energi sebesar 445,86 kkal
(2769,06 – 2323,2). Nilai 2320 kkal didapat dari intake dan kebutuhan energi hari 1 (2217,2) + hari
2 (3428,3) + hari 3 (2661,7) dibagi 3 Kelebihan energi pada tenaga kerja C adalah lebih dari 10%
dari kebutuhan energi yang diperlukan danhal ini dapat menyebabkan penumpukan kalori di dalam
tubuh.
45
Total rata-rata komposisi zat gizi pada tenaga kerja C selama 3 hari adalah karbohidrat
37%, lemak 48,3%, dan protein 14,7%, dimana presentase komposisi zat gizi untuk karbohidrat
kurang sedangkan protein dan lemak lebih. Dari analisis diatas asupan makanan tenaga kerja C
melebihi kebutuhan energi perhari tetapi status gizinya normal bisa jadi dikarenakan
aktifitas/pekerjaan sehari-hari tenaga kerja C. Saat ini tenaga kerja C dalam keadaan sehat dan
menyangkal memiliki riwayat penyakit lain.
Rekomendasi yang dapat saya lakukan adalah dengan memberi pengetahuan seperti :
o
Makan makanan secara beragam dan seimbang untuk menjamin kecukupan energi, protein,
vitamin, mineral dan serat makanan yang penting bagi kesehatan yang baik.
o
Makan dengan memperhatikan berat badan yang optimal untuk menghindari kemungkinan
terkena sindroma metabolik, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dislipidemia.
o
Memilih makanan rendah lemak, rendah lemak jenuh dan rendah kolesterol.
o
Memilih makanan yang banyak mengandung buah-buahan, sayuran dan produk sereal utuh
untuk mendapatkan vitamin, mineral, serat makanan dan hidrat arang kompleks yang
diperlukan dan akan membantu mengendalikan asupan lemak/kalori yang berlebih.
o
Olahraga yang teratur.
Dari hasil analisis secara keseluruhan didapatkan asupan makanan yang tidak seimbang
dari ketiga pekerja, tetapi hal ini belum cukup akurat disebabkan masih banyak kekurangankekurangan seperti :
a. Kuisioner yang dilakukan hanya 3x24 jam, seharusnya 7x24 jam.
b. Adanya kesulitan dari tenaga kerja untuk mengkonversi ukuran rumah tangga ke ukuran berat
(gram), sehingga hasil yang didapat bisa menimbulkan kesalahan.
c. Adanya kesulitan bagi penulis apabila asupan makanan dari tenaga kerja tidak ada dalam
aplikasi nutrisurvey, sehingga harus mencari resep bahan makanan terlebih dahulu dan harus
dikonversi ke dalam ukuran berat (gram), sehingga hasil yang didapat bisa menimbulkan
kesalahan.
46
BAB V
KESIMPULAN
KESIMPULAN
1. Gizi pekerja memiliki peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan
produktivitas pekerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan pekerja.
2. Status gizi pekerja diketahui dengan menggunakan rumus IMT berdasarkan tinggi badan dan
berat badan.
3. Food recall digunakan untuk mendata intake pekerja selama 3 hari serta menggunakan
nutrisurvey untuk pengolahan jumlah intake yang masuk.
4. Perhitungan jumlah energi yang dibutuhkan berdasarkan Faktor Aktifitas Fisik X BMR
ditambahkan dengan tambahan keluaran energi.
5. Perhitungan jumlah kalori yang diterima dari bahan makanan mengacu pada daftar ukuran
rumah tangga (URT) yang kemudian dianalisa jumlah total kalorinya serta total dari masing
masing komposisi zat gizinya (karbohidrat, lemak dan protein).
6. Dari analisa intake makanan yang dinilai selama tiga hari pada ketiga tenaga kerja terdapat
hubungan antara asupan makanan, pola makan, aktivitas sehari-hari dengan status gizi yang
dimiliki masing-masing tenaga kerja tersebut.
7. Dari analisa komposisi zat makanan yang dinilai selama tiga hari terdapat proporsi yang tidak
seimbang antara karbohidrat, lemak, dan protein.
8. Kemungkinan masih ada ketidakakuratan pengambilan data food recall dikarenakan data yang
diambil 3 x 24 jam, tenaga kerja sulit untuk dapat mengkonversi ukuran rumah tangga ke
ukuran berat (gram) dan kesulitan bagi penulis untuk mengkonversi menu makanan yang tidak
ada dalam nutrisurvey.
SARAN
1. Untuk meminimalkan ketidakakuratan data food recall, sebaiknya pengambilan data
food recall dilakukan selama 7 x 24 jam
2. Bila memungkinkan setiap asupan makanan ditimbang terlebih dahulu oleh tenaga
kerja.
3. Memberikan penerangan atau penyuluhan kepada para pekerja tentang status gizi
pekerja, keseimbangan energi, menu makanan yang sehat dan seimbang dari proporsi
47
zat gizinya, agar pekerja dapat memilih makanan yang benar-benar sehat sehingga
status gizi yang normal tetap dipertahankan dan yang tidak normal menjadi lebih baik.
4. Dengan pengetahuan yang benar mengenai gizi, maka pekerja akan tahu dan berupaya
untuk mengatur pola makannya sedemikian rupa sehingga seimbang yaitu tidak
berkekurangan dan tidak berkelebihan dengan memanfaatkan bahan pangan setempat
yang ada.
Berikut ini adalah pesan-pesan dasar gizi seimbang (pedoman ini dibahas pertama kali
dalam Widya Karya Pangan dan Gizi ke-V, April 1993) yang dapat diinformasikan kepada tenaga
kerja :15
1. Makanlah aneka macam makanan.
2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi.
5. Gunakan garam beryodium.
6. Makanlah makanan sumber zat besi.
7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai usia 4 bulan.
8. Biasakan makan pagi.
9. Minumlah air bersih, aman, dan cukup.
10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga teratur.
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.
48
Pekerja A
49
Pekerja B
50
Pekerja C
51
DAFTAR PUSTAKA
1.
Soetrisno,etal.. Kebugaran dan Produktivitas kerja Tenaga Kerja selamaBerpuasa Ramadhan.
Buletin Penelitian Kesehatan. ISSN. Jakarta, 2000.
2.
Susanti, Wiwik. Hubungan Antara Status Gizi Dengan Produktivitas Tenaga Kerja Wanita di
Perusahaan Rokok Pamor Kudus, Skripsi S-1.Universitas Negeri Sebelas Maret. 2002: 1-2.
3.
Soekirman. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Dirjen P dan K. Jakarta. 2000: 6-65.
4.
Z. Siti. Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010. 2000. Diunduh dari
http://www.depkes.go.id/IND/IS-2010/indeks-htm tanggal 14 September 2015.
5.
Budiono, A.M. Sugeng. Bunga Rampai HIPERKES DAN KK. Badan Penerbit UNDIP. Semarang,
2003 : 145-146.
6.
Mengenal Gizi Kerja. http://banyakilmu.blogspot.com/2010/09/mengenal-gizi-kerja.html
Diunduh tanggal 14 September 2015.
7.
Supariasa, I Dewa Nyoman.Penilaian Status Gizi. EGC. Jakarta, 2002 : 8-99.
8.
Suma’mur PK.Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Toko Gunung Agung. Jakarta, 1996 : 197.
9.
Kartasaepoetra.. Ilmu Gizi (Korelasi Gizi, Kesehatan dan ProduktivitasKerja. Rineka Cipta.
Jakarta, 2002: 1-61.
10.
Budiyanto, Agus Krisno.Dasar Dasar Ilmu Gizi. UMM PRSS. Malang, 2001: 19.
11.
Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Percetakan PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 2006 :
134 – 228.
12.
Salim, Emil. Green Company Pedoman Pengelolan Lingkungan Kesehatan Kerja. PT. ASTRA
INTERNASIONAL TBK. Jakarta, 2002 : 232.
13.
Puslitbang Gizi Bogor. Pedoman Praktis Memantau Status Gizi Orang Dewasa. Bogor: 2001.
http://www.gizi.net/pedoman-gizi/indeks-html
14.
Gizi Kerja. Materi kuliah Magister Kedokteran Kerja. Dr. Ance Adriani, MS, SpOK, SpGK.
15.
Pemenuhan kecukupan gizi bagi pekerja. www.gizikia.depkes.go.id/archives/747
16. Hartono A. Terapi Gizi & Diet Rumah Sakit. EGC. Jakarta, 2006 : 80-121.
52
Download