Model-Model Komunikasi - Universitas Mercu Buana

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Pengantar Ilmu
Komunikasi
Model-Model Komunikasi
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Broadcasting
Tatap Muka
05
Kode MK
Disusun Oleh
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Abstract
Kompetensi
Modul membahas definisi dan fungsi
model komunikasi, model dasar
komunikasi, model-model pengaruh
komunikasi.
Mahasiswa mampu menjelaskan definisi
dan fungsi model komunikasi, model
dasar komunikasi, model-model
pengaruh komunikasi.
Model-Model Komunikasi
DEFINISI DAN FUNGSI MODEL KOMUNIKASI
Untuk lebih memahami fenomena komunikasi, kita akan menggunakan model-model
komunikasi. Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak,
dengan menonjolkan unsure-unsur terpenting fenomena tersebut. Model jelas bukan
fenomena itu sendiri. Akan tetapi, peminat komunikasi, termasuk mahasiswa, sering
mencampuradukkan model komunikasi dengan fenomena komunikasi. Sebagai alat untuk
menjelaskan fenomena komunikasi, model mempermudah penjelasan tersebut. Hanya saja
model tersebut sekaligus mereduksi fenomena komunikasi; artinya ada nuansa komunikasi
lainnya yang mungkin terabaikan dan tidak terjelaskan oleh modul tersebut.
Kita dapat menggunakan kata-kata, angka-angka, symbol dan gambar untuk
melukiskan spdel suatu proses komunikasi atau sebuah peristiwa. Model komunikasi
merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi
yang tidak perlu dalam dunia nyata. Model adalah analogi yang mengabstraksikan dan
memilih bagian dari keseluruhan unsure, sifat atau komponen yang penting dari fenomena
yang dijadikan model. Dengan kata lain model adalah gambaran informal untuk menjelaskan
atau menerapkan suatu teori. Model adalah teori yang lebih diserderhanakan.
Apa fungsi suatu model? Model memberi teoritikus suatu struktur untuk menguji
temuan mereka dalam “dunia nyata”.Meskipun demikian, model, seperti juga definisi atau
teori, pada umumnya tidak pernah sempurna dan final. Sehubungan dengan model
komunikasi, Gordon Wiseman dan Larry Barker mengemukakan bahwa model komunikasi
mempunyai tiga fungsi: pertama, melukiskan proses komunikasi; kedua, menunjukkan
hubungan visual; dan ketiga, membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan
komunikasi.
‘13
2
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Deutsch menyebutkan bahwa model mempunyai empat fungsi: mengorganisasikan
(kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati; heuristic (menunjukkan faktafakta
dan metode baru yang tidak diketahui); prediktif, memungkinkan peramalan dari
sekadar tipe ya atau
tidak hingga yang kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan
berapa banyak;pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi.
Model Dasar Komunikasi
A. Model Komunikasi Antar-Pribadi
M
: Message (pesan)
Cbeh-v
: Verbal Behavioral Cues (Isyarat tingkah laku verbal)
Proses komunikasi antar-pribadi seperti digambarkan dalam model diatas,
pada dasarnya merupakan kelanjutan dari proses komunikasi intra-pribadi sebagaimana
‘13
3
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
telah dijelaskan sebelumnya. Ada dua elemen tambahan yakni pesan (M) dan isyarat
tingkah laku verbal (Cbeh-v). Dengan demikian pola dan bentuk komunikasi yang terjadi
antara dua orang dipengaruhi oleh hasil proses komunikasi intra-pribadi yang terjadi dalam
dirinya masing-masing.
B. Model Lasswell
Harold D. Lasswell, adalah seorang ilmuwan politik yang juga tertarik mendalami
komunikasi. Bidang studi yang ditekuninya terutama yang menyangkut propaganda dan
komunikasi politik. Karena komunikasinya yang besar terhadap perkembangan ilmu
komunikasi, dia adalah sebagai salah seorang dari empat tokoh yang mendapat sebutan
The Founding Fathers.
Menurut
Lasswell persoalan komunikasi menyangkut 5 (lima) pertanyaan
sederhana sebagai berikut:
• Who? (Siapa)
• Says What? (Mengatakan apa)
• In Which Channel? (melalui saluran apa)
• To whom? (kepada siapa)
• With What Effect? (dengan akibat apa)?
Model komunikasi klasik dari Lasswell menunjukkan bahwa pihak pengirim pesan
(komunikator) pasti mempunyai suatu keinginan untuk mempengaruhi pihak penerima
(komunikan), karenanya komunikasi harus dipnadang sebagai upaya persuasi. Setaip upaya
penyampaian pesan dianggap akan menghasilkan akibat baik positif ataupun negative. Dan
hal ini, menurut Lasswell banyak ditentukan oleh bentuk dan cara penyampainnya. Salah
‘13
4
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
satu kelemahan dari model Lasswell ini adalah tidak digambarkannya unsur feedback
(umpan balik). Sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat linear/ searah.
C. Model Komunikasi Sirkuler dari Osgood dan Schramm
Model proses komunikasi yang digambarkan oleh Osgood dan Schramm terutama
berlaku untuk bentuk-bentuk komunikasi antarpribadi. Dijelaskan bahwa proses komunikasi
berjalan secara sirkuler, dimana masing-masing pelaku secara bergantian bertindak sebagai
komunikator/sumber dan komunikasi/penerima.
Proses komunikasinya dapat digambarkan demikian: pertama, pelaku komunikasi yang
pertama kali mengambil inisiatif sebagai sumber/komunikator membentuk pesan (encoding)
dan menyampaikannya melalui suatu saluran komunikasi. Saluran komunikasi yang
dipergunakan dapat bermacam-macam . Misalnya: telepon, surat atau kalau bentuk
komunikasinya adalah percakapanlangsung secara tatap muka yang menjadi salurannya
adalah gelombang udara. Kedua, pihak penerima/komunikan kemudian setelah meneriam
pesan akan mengartikan (decoding) dn menginterpretasikan (interpreting) pesan yang
diterimanya. Apabila ia (penerima/komunikan) mempunyai tanggapan atau reaksi , maka
selanjutanya akan membentuk pesan (encoding) dan menyampaikannya kembali. Kali ini ia
bertindak sebagai sumber, dan tanggapan atau reaksinya disebut sebagai umpan balik.
Ketiga, pihak sumber/komunikator yang pertama sekarang bertindak sebagai penerima
komunikan. Ia akan mengartikan dan menginterpretasikan pesan yang diterimanya, dan
kalau ada tanggapan/reaksi, kembali ia akan membentuk pesan dan menyampaikannya
kembali ke pasangan komunikasinya. Demikianlah proses ini berlangsung terus-menerus
secara sirkuler. Dengan demikian menurut model ini masing-masing pelaku komunikasi
akan terlibat dalam proses pembentukan pesan (encoding).Gambar
komunikasi sirkuler dari Osgood dan Schramm ini dapat dilihat dibawah ini:
‘13
5
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengenai model
Decoding
Encoding
Interpreting
Interpreting
Encoding
Decoding
Feedback
D. Model Komunikasi Riley & Riley
Proses komunikasi pada model-model yang terdahulu sepertinya
mengasumsikan
terjadinya suatu kevakuman social di mana pengaruh lingkungan tidak perlu dipersoalkan.
Hal ini dikritik oleh John W.Riley dan Mathilda W. Riley (1959) dalam tulisannya tentang
Mass Communication and the Social System.
Manusia, menurut mereka, sebagai Homo Comunicas sebenarnay merupakan bagian
dari suatu lingkungan atau system dengan struktur yang berbeda-beda. Oleh karena itu
pengamatan terhadap tingkah laku komunikasi manusia dipandang secara sosiologis. Riley
dan Riley mengatakan bahwa komunikan dalam memnerima pesan yang disampaiakn oleh
komunikator tidak langsung bereaksi begitu saja. Ada factor-faktor di luar dirinya yang turut
mempengaruhi dan bahkan mengendalikan aksi dan reaksinya terhadap suatu pesan yang
diterimanya. Faktor-faktor yang dimkasud terutama bverkaitan dengan pesan dari kelompok
primer (misalnya keluarga) dan kelompok lainnya yang menjadi rujukan (referensi) dari si
komunikasi. Nilai-nilai yang berlaku pada kelompok primer dan kelompok rujukan inilah yang
lazimnya mempengrauhi komunikan dalam menentukan sikap dan tindakannya. Hal ini
‘13
6
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
terjadi karena umumnya orang akan selalu berusaha agar sikap dan tindakannya tidak
terlalu menyimpang dari nilai-nilai kelompok dilingkungannya.
Model dari Riley dan Rilet ini dapat digambarakan sebagai berikut :
Primary
Group
Massage
R
C
Primary
Group
Large Social Structure
Keterangan Gambar 3.5
C
: Communicator (komunikator)
R
: Receiver (penerima/komunikan)
Message
: Pesan
Primary Group
: Kelompok primer seperti keluarga
Large social structure : struktur social yang lebih besar
‘13
7
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Primary
Primary
Group
Group
C
Primary
Group
R
Primary
R
Group
Large Social Structure
Large Social Structure
E. Model Newcomb
Model komunikasi yang dikembangkan Newcomb merupakan model komunikasi
antarpribadi. Melalui modelnya ini Newcomb menggambarkan tentang dinamika hubungan
komunikasi antara dua individu tentang suatu objek yang dipersoalkan mereka.
Menurut model
Newcomb, yang kemudian dikenal dengan sebutan model
keseimbangan, pola komunikasi yang terjadi antara dua individu mempunyai dua bentuk
atau situasi yaitu: seimbang dan tidak seimbang. Situasi komunikasi seimbang akan terjadi
‘13
8
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
apabila dua orang yang berkomunikasi tentang suatu hal/objek sama-sama mempunyai
sikap menyukai atau selera yang sama terhadap hal/objek yang dibicarakan. Keadaan
tidak seimabng terjadi apabila terdapat perbedaan sikap diantara ke dua orang tersebut.
Namun, apabila, keadaan seimbang ini terjadi, umumnya masing-masing pihak berupaya
untuk mengurangi perbedaan sehingga keadaan relative seimbang bisa tercapai. Sementara
kalau
keadaan
seimbang
terjadi,
masing-masing
pihak
berusaha
untuk
terus
mempertahankannya. Menjaga keseimbangan inilah yang menurut Newcomb merupakan
hakikat
utama
dari
komunikasi
antarpribadi.A
X
A
B
Gambar 1.5
MODEL-MODEL PENGARUH KOMUNIKASI
Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan beberapa model dasar yang menjelaskan
tentang bagaimana jalannya proses komunikasi. Materi dalam bagian ini secara khusus
akan difokuskan pada pembahasan mengenai model-model tentang pengaruh komunikasi,
khususnya dalam konteks komunikasi massa.
‘13
9
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Terdapat banyak model yang menjelaskan tentang proses dan pengaruh komunikasi
massa. Dua diantaranya yang akan dibahas
dalam bagian ini adalah model stimulus-
response dari De fleur dan model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld.
A. Model Stimulus- Response
Model Stimulus-Response (Rangsangan Tanggapan), atau lebih popular dengan
sebutan model S-R menjelaskan tentang pengaruh yang terjadi pada pihak penerima
(receiver) sebagai akibat dari komunikasi. Menurut model ini, dampak atau pengaruh yang
terjadi pada pihak penerima, pada dasarnya merupakan suatu reaksi tertentu dari stimulus
(rangsangan) ertentu.tertentu. Dengan demikian, besar kecilnya pengaruh serta adalah
bentuk apa pengaruh tersebut terjadi, tergantung pada isi dan penyajian stimulus. Model SR dapat digambarkan sebagai berikut:
S ------- O ------ R
Sebagaimana terlihat dalam gambar di atas, model ini memberikan gambaran
tentang tiga (3) elemen penting: Stimulus (S), yakni pesa; Organisme (O), dalam hal ini
pihak penerima (receiver); dan Response (R), yakni akibat atau pengaruh yang terjadi.
B. Model Komunikasi Dua Tahap
Model dari Katz dan Lazarsfeld lazim disebut dengan two step flow model of
communication (model komunikasi bertahap dua), menjelaskan tentang proses pengaruh
penyebaran informasi melalui medi masaa kepada khlayak. Menurut model ini, penyebaran
‘13
10
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media masaa kepada khalayaknya tidak
terjadi secara langsung (satu tahap). Melainkan melalui perantara yakni sekelompok orang
yang termasuk pemuka pendapat (opinion leaders). Dengan demikian proses pengaruh
penyebaran informasi melalui media massa terjadi dalam dua tahap: pertama, informasi
mengalir dari media massa ke para pemuka pendapat’ kedua, dari pemuka pendapat ke
sejumlah orang yang menjadi pengikutnya. Model ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Media Massa
4
4
4
1
2
3
3. Ringkasan
Model komunikasi adalah representasi simbolik dari suatu peristiwa komunikasi. Model
dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika. Perbedaan pokok antara
teori dan model adalah : teori merupkan penjelasan, sementra model hanya representasi.
Fungsi model ada empat yaitu: mengorganisasikan, memnbantu menjelaskan, heuristic dan
memprediksi.
Model komunikasi dapat dibagi dalam lima kelompok 1) Model-model dasar 2)
Pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi massa terhadap perorangan 3)
‘13
11
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat 4)
Model-model yang focus pada khalayak.
Daftar Pustaka
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Rosdakarya, 2007
Sasa Djuarsa Sendjaja, dkk, Pengantar Komunikasi, Universitas terbuka, 2003
Denis McQuail dan Sven Windahl. Model-Model Komunkasi. New York: Longman. 1981.
Denis McQuail. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga. 1991.
‘13
12
Pengantar Ilmu Komunikasi
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download