Pasca penerapan win back strategy dalam contoh kasus samsung

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Customer Retention Marketing
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Adver & Marcomm
Tatap Muka
12
Abstract
Materi
Kode MK
Disusun Oleh
43015
Gadis Octory, S.Ikom, M.Ikom
Kompetensi
modul mata kuliah ini Mahasiswa mampu memahami dan
membahas
tentang
Pemasaran mampu
menjelaskan
kembali
Modern, 4P, Perubahan Perilaku konsep dan pengertian CRM secara
Konsumen di Era Digital, Paradigma teori dan praktik di era digital
Baru
Pemasaran,
Long
Termn
Relationship Marketing, STP, SWOT
Pembahasan
Pelanggan Pergi dan Kerugian yang Ditimbulkannya
Ketika banyak perusahaan menerapkan relationship marketing untuk mempertahankan
pelanggan terbaiknya, banyak juga pelanggan yang pergi dan beralih ke pesaing. Hal
tersebut bisa dilanjutkan dengan mengevaluasi kenapa pelanggan tersebut pergi.
Perginya pelanggan merupakan salah satu indikasi nyata gagalnya program
pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan. Lebih spesifik lagi gagalnya program loyalty
atau relationship marketing-nya. Mungkin juga benar bahwa pemasar tidak boleh
sepenuhnya disalahkan dengan munculnya masalah seperti ini. Karena kita juga sadar
adanya peran faktor yang dapat dikendalikan (controllable) dan yang tak dapat dikendalikan
(uncontrollable).
Bagi sebuah supermarket, hilangnya pelanggan karena pindah ke luar kota lain
adalah salah satu contoh faktor uncontrollable. Oleh sebab itu, transaksi rutin yang
dilakukannya seperti belanja keperluan dapur, cafe, perawatan mobil, keanggotaan golf, dan
lain-lain.
Illustrasi Profit Kartu Kredit dalam Kurun Waktu Lima Tahun
Tahun
1
2
3
4
5
(200.000)
-
-
-
-
Annual Fee
-
100.000
100.000
100.000
100.000
Pendapatan
50.000
350.000
500.000
650.000
750.000
Biaya
15.000
-
-
-
-
-
(17.500)
(25.000)
(32.500)
(37.500)
(135.000)
432.500
575.000
717.500
812.500
Keterangan
Biaya
akuisisi
administrasi
Biaya
redemption
Profit
bersih
2016
2
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Akibatnya, kalau tahun pertama perusahaan hanya mendapat yang tidak begitu
besar, pada tahun-tahun selanjutnya profit yang mengalir akan semakin besar. Tambahan
profit itu selain berasal dari base profit, juga berasal dari pembelanjaan dalam jumlah besar
yang berulang-ulang.
Tabel di atas menunjukkan ilustrasi profit yang dinikmati sebuah perusahaan
penyelenggara kartu kredit dari seorang pelanggannya dalam periode 5 tahun. Tahun
pertama, dengan biaya akuisisi yang relatif besar, belum dapat diimbangi dengan tingkat
pemasukan. Di samping itu, pemegang kartu kredit juga masih membayar on-time, sehingga
penyelenggara kartu kredit belum dapat menikmati keuntungan dari bunga. Namun
gambaran ini terus berubah mulai tahun ke-2 sampai tahun ke-5.
Pemahaman secara menyeluruh terhadap tiga pertanyaan tersebut akan sangat
membantu untuk menyelenggarakan win-back program.
Di banyak perusahaan, data pelanggan tidak aktif ini masih tersimpan di server. Ini
dimaksudkan untuk mengantisipasi kalau-kalau suatu saat dibutuhkan kembali. Tetapi pada
banyak perusahaan lain jenis data ini telah dibuang dengan alasan untuk meningkatkan
kecepatan pemrosesan data.
Mengetahui siapa “barisan pelanggan kecewa” ini adalah hal penting. Tetapi
mengetahui penyebab kekecewaan mereka adalah hal yang lebih penting lagi. Dengan
begitu, perusahaan dapat mengobati kekecewaan yang ada dan berusaha menghindari
terjadinya hal yang sama pada pelanggan-pelanggan lain di masa yang akan datang.
Di industri makanan, seperti restaurant, pelanggan tidak aktif akan lebih cepat
terdeteksi. Pelanggan yang selalu makan di restaurant setiap akhir pekan selama 6 bulan
terakhir, tetapi tiba-tiba tidak muncul tiga minggu berturut-turut, merupakan sinyal yang
harus diwaspadai. Sebaiknya pemasar mencari tahu penyebabnya sejak dini.
Sedangkan pada industri durable goods, seperti mobil atau hardware, agak lebih sulit
mendeteksinya, karena memang karakteristik pemakaian produknya yang tidak terpola.
Pemasar mass product biasanya menikmati pembelian berulang-ulang yang
dilakukan oleh konsumennya, tetapi jarang memanfaatkan data konsumennya untuk
mendeteksi lost customer. Mestinya pemasar secara berkala mengadakan program
sayembara dengan menyebarkan kupon undian di dalam kemasan produknya. Dengan cara
ini pergerakan perilaku konsumennya dapat terdeteksi lebih awal.
Melaksanakan Interview
2016
3
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ketika pelanggan dikecewakan, dan kekecewaannya tersebut
menyebabkan
terhentinya transaksi regulernya kepada perusahaan, pemasar punya kewajiban untuk
mencari tahu apa penyebab kekecewaan tersebut dan kenapa hal itu bisa terjadi. Walaupun
banyak pihak yang mengatakan bahwa mencari tahu dari pelanggan yang kecewa adalah
sebuah tindakan yang terlambat. Definisi menurut Kalakota dan Robinson 2001, CRM
didefinisikan sebagai integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang
terkoordinasi. Ada tiga tahapan CRM, yaitu (Kalakota dan Robinson 2001) :
o Mendapatkan pelanggan baru (acquire). Pelanggan baru didapatkan dengan
memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang
menarik.
o Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada (enhance).
o Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian
pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (customer service). Penerapan cross
selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan
perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost).
o
Mempertahankan pelanggan (retain). Tahap ini merupakan usaha mendapatkan
loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi
keinginan pelanggan.
Definisi menurut Laudon dan Traver 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan
merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat
profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan
tersebut.
Klasifikasi CRM
Aplikasi yang menerapkan CRM diklasifikasikan menjadi dua (Dyche 2002), yaitu:
1. CRM Operasional
CRM Operasional dikenal sebagai “front office” perusahaan. Aplikasi CRM ini
berperan dalam interaksi dengan pelanggan. CRM Operasional mencakup proses
otomatisasi yang terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis, seperti otomatisasi pemasaran,
penjualan, dan pelayanan. Salah satu penerapan CRM yang termasuk dalam kategori
operasional CRM adalah dalam bentuk aplikasi web. Melalui web, suatu perusahaan dapat
memberikan pelayanan kepada pelanggan. Beberapa contoh pelayanan yang diberikan
melalui web, diantaranya (Greenberg 2002 dalam Turban et al. 2004):
2016
4
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
o Menyediakan pencarian produk. Pelanggan sering kali mengalami kesulitan dalam
mencari produk yang mereka inginkan, karena itu diperlukan fasilitas search
o Menyediakan produk atau pelayanan gratis, sesuatu yang dapat menarik pelanggan
untuk mengunjungi web adalah tersedianya produk atau pelayanan gratis
o Menyediakan pelayanan atau informasi tentang penggunaan produk
o Menyediakan pemesanan on line
o Menyediakan fasilitas informasi status pemesanan
2. CRM Analitik
CRM Analitik dikenal sebagai “back office” perusahaan. Aplikasi CRM ini berperan
dalam memahami kebutuhan pelanggan. CRM Analitik berperan dalam melaksanakan
analisis pelanggan dan pasar, seperti analisis trend pasar dan analisis perilaku pelanggan.
Data yang digunakan pada CRM Analitik adalah data yang berasal dari CRM Operasional.
Pada umumnya dalam implementasi konsep CRM tersebut menekankan pemanfaatan
teknologi informasi sebagai strategi menciptakan hubungan dengan pelanggan. Munculnya
CRM sebagai alternatif solusi dalam mengelola Hubungan Pelanggan umumnya dipicu oleh
beberapa konsekuensi dari perkembangan lingkungan strategis perusahaan yaitu :
o Pergeseran paradigma baru dari transactional marketing ke relationship marketing
o Adanya transisi perkembangan struktur organisasi perusahaan dari yang semula
berorientasi pada fungsi menjadi berorientasi pada proses
o Adanya pemahaman bahwasanya pendekatan secara proaktif lebih baik relative
dibandingkan secara reaktif.
o Pemanfaatan Kapabilitas informasi teknologi dalam memaksimalkan nilai Pelanggan
o Diyakininya pendapat bahwa Pelanggan bukan hanya merupakan mitra perusahaan
namun merupakan asset bisnis perusahaan.
Konsep CRM
Customer Relationship Management (CRM) menjadi istilah yang pada beberapa
tahun terakhir ini. Ditambah dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin
menambah berbagai aplikasi bisnis, CRM menjadi salah satu proses bisnis yang menarik
untuk diperbincangkan. Customer Relationship Management meliputi semua aspek yang
berkenaan dengan interaksi suatu perusahaan dengan pelanggannya. Hal ini bisa berupa
2016
5
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
penjualan jasa ataupun barang. Semuanya berawal dari kegiatan marketing terhadap
pelanggan. Kegiatan marketing mengelola seluruh aspek dari daur hidup pelanggan, mulai
dari sales, acquisition, fulfillment, hingga retention.
CRM mempunyai perbedaan dengan dengan konsep pemasaran umum (mass
marketing), dimana dalam konsep pemasaran adalah bagaimana memasarkan
produk secara masal kepada konsumen dalam skala pasar homogen maupun yang
tersegmentasi.
Konsep CRM menekankan pada pendekatan untuk membangun portofolio melalui
jalinan bisnis yang terbentuk dengan pelanggan melalui interaksi, memberdayakan
hubungan yang terbentuk, pembentukan jaringan, dan meningkatkan komunikasi dalam
rangka menumbuhkan loyalitas pelanggan. CRM juga mengedepankan system kolaborasi
antara perusahaan dengan pelanggan, dimana sistem ini tidak dimiliki oleh konsep
pemasaran secara umum yang menekankan pada penggunan media periklanan. CRM
mengintegrasikan penjualan, pemasaran, dan strategi pelayanan untuk membangun
koordinasi dan kolaborasi berbasis pengetahuan dengan pelanggan untuk kepentingan
jangka panjang.
CRM Building Block
CRM memiliki 8 karakteristik utama yaitu :
1. Visi CRM: Pernyataan Visi dibutuhkan bagi Organisasi sebagai arah tujuan
perusahaan serta acuan dalam upaya pencapaian tujuan Perusahaan. Melalui Board
of Directors artikulasi Visi tersebut harus diketahui dan dipahami oleh setiap elemen
organisasi dan pada setiap level manajemen perusahaan.
2. Strategi
CRM:
Bersaing
dengan
Kompetitor
dalam
memperebutkan
dan
mempertahankan Pelanggan tidak cukup hanya dipenuhi dari sekedar melalui
pernyataan Visi suatu Perusahaan. Visi tersebut harus di transformasikan menjadi
Strategi Perusahaan yang mampu menjawab kebutuhan Pelanggan, mengetahui
kapabilitas internal perusahaan serta memiliki komitmen dalam memberikan
Pelayanan yang terbaik.
3. Consistent Valued-Customer Experience: Aktivitas pada elemen ini memastikan
bahwasanya
proposition
memiliki
nilai
bagi
Pelanggan
dan
perusahaan,
mendapatkan market position dan konsistensi pelayanan pada setiap channel yang
digunakan.
2016
6
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Organizational
Collaboration: Elemen
ini melibatkan
transformasi budaya
perusahaan, struktur dan perilaku dari setiap pegawai dan Unit Organisasi, Mitra,
Supplier dalam bekerjasama memenuhi kebutuhan Pelanggan.
5. CRM Processes: Cakupan dari kegiatan ini melibatkan manajemen dalam
hubungannya dengan customer life cycle, analysis dan knowledge management.
6. CRM Information: Berdasarkan data berkualitas yang dikumpulkan dari berbagai
sumber diolah menjadi informasi yang akurat dan up-to-date untuk dipergunakan
sebagai basis dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen.
7. CRM Technology: Perusahaan yang sukses pada umumnya memanfaatkan data dan
informasi manajemen, aplikasi-aplikasi dalam berhubungan dengan Pelanggan yang
didukung oleh arsitektur dan infrastruktur IT dalam menjalankan CRM.
8. CRM Metrics: Pengukuran kinerja berdasarkan tolok ukur dari sudut pandang
internal maupun internal dalam implementasi CRM merupakan hal penting yang
harus dapat dilakukan oleh system tersebut.
Critical for CRM Success
Dipandang dari perspektif Customer, terdapat kesamaan pandangan diantara para
eksekutif bahwa hal-hal yang perlu menjadi konsideran sehubungan dengan melakukan
improvement terhadap kapabilitas Customer nya yaitu :

Top Management Commitment : Tidak dapat dipungkiri bahwa kuncikesuksesan
implementasi program Customer Relationship Management agar menjadi sentral
aktivitas pada setiap level management adalah atas inisiatif dan keterlibatan
komitmen top manajemen. Melalui pernyataan Visi, Misi, dan Sasaran oleh Top
Management, kemudian Strategi CRM ditranslasikan menjadi target-target
operasional pada level business unit. Lebih jauh lagi keterlibatan manajemen dalam
penyempurnaan elemen-elemen CRM diharapkan akan berdampak langsung pada
sasaran-sasaran utama perusahaan seperti : customer satisfaction, revenue dan
competitive advantage.

Business Process : Dalam upaya menciptakan nilai bagi Pelanggan (customer value),
peran dari pendefinisian proses bisnis yang efisien, transparan dan berorientasi
kepada Pelanggan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki. Diharapkan
dengan proses bisnis yang spesifik tersebut dapat tercipta accoutability yang jelas
dari unit-unit terkait pada setiap level organisasi.
2016
7
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Culture/Human Resources : Perusahaan pada intinya melakukan investment secara
komprehensif pada SDM untuk membangun budaya perusahaan yang mampu
menunjang pencapaian sasaran perusahaan secara efisien dan efektif. Strategi bisnis
perusahaan melalui pendekatan CRM mensyaratkan adanya budaya dan kompetensi
SDM yang memahami customer focus.

Organizational Structure : Aktivitas Customer Relationship Management pada
dasarnya terintegrasi pada setiap level organisasi dan bisnis unit. Melalui struktur
organisasi yang benar, akan tercipta tanggungjawab langsung dari setiap Unit
Organisasi dalam mencapai kepuasan Pelanggan.

System : System apapun yang menjadi elemen dalam suatu perusahaan seharusnya
sejalan dengan kebijakan strategis core bisnis Perusahaan dalam upaya pencapaian
sasaran yang telah ditetapkan. Billing and collection system, channel management
system, sales marketing system, dan decision support system lainnya sebaiknya
dirancang dan dan dioperasikan untuk mendukung strategi bisnis, bisnis proses dan
organisasi perusahaan. System tersebut harus terintegrasi secara komprehensif dan
fleksibel agar mampu merespons dinamika perkembangan lingkugan eksternal.
Siklus CRM
Fase – fase CRM dan aktifitas utamanya sebagai berikut :
a) Accquitition
-
Penawaran produk yang beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan
-
Melakukan penawaran dengan sebaik-baiknya berdasarkan basis pengetahuan
terhadap pelanggan
-
Memberikan pelayanan yang memuaskan dan memberikan tanggapan secara
proaktif
b) Enhancement
-
Meningkatkan penjualan produk dan melakukan cross-sell
-
Meningkatkan penjualan terhadap masing masing pelanggan.
c) Retention
-
Memberdayakan basis pengetahuan tentang pelanggan untuk membangun
pelayanan yang adaptif
-
2016
Memberikan penawaran produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan
8
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Enhancement Retention Acquitition
-
Memberikan motivasi incentif kepada SDM untuk melakukan pemeliharaan
pelanggan dan melakukan win back pelanggan churn. Pendekatan Implementasi
CRM Ada dua macam pendekatan implementasi CRM yaitu : Pendekatan
Technology-based Relationship : yaitu mekanisme membangun hubungan pelanggan
melalui pemanfaatan kemampuan teknologi informasi dan proses bisnis yang efisien.
Beberapa alternatif solusi terkait dengan pendekatan ini yaitu:
o Pemanfaatan teknologi untuk membangun aplikasi customer.
o Pemanfaatan teknologi untuk membangun aplikasi billing.
o Pemanfaatan teknologi untuk membangun aplikasi product menagement.
o Pemanfaatan teknologi untuk membangun aplikasi customized pricing dan
diskon.
o
Pemanfaatan teknologi untuk membangun aplikasi business intelligence.
Pendekatan Brand-based Relationship : yaitu mekanisme membangun hubungan pelanggan
melalui pemanfaatan konsep branding melalui implementasi corporate identify dan atau
product planning. Beberapa alternatif solusi terkait dengan pendekatan ini yaitu:
o Program promos
o
Program sponsorship.
o Program penggelaran produk-produk.
Tahapan CRM
Ada tiga tahapan CRM, yaitu (Kalakota dan Robinson 2001):
1. Mendapatkan pelanggan baru (acquire). Pelanggan baru didapatkan dengan
memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang
menarik.
2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada (enhance). Perusahaan berusaha
menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap
pelanggannya (customer service). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua
dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh
pelanggan (reduce cost).
3. Mempertahankan pelanggan (retain). Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas
pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.
2016
9
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Fungsi-fungsi dalam CRM
Sebuah sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi:
-
Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
-
Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric)
-
Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
-
Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
-
Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
-
Menangani keluhan/komplain pelanggan
-
Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
-
Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan
Setelah era digital yang selalu menggunakan “e-“ di depan semua kata seperti
ecommerce, e-book, e-sales, e-mail, dan sebagainya, Customer Relationship Management
(CRM) merupakan akronim atau singkatan yang paling populer di kalangan orang-orang
sales dan marketing. Dalam bahasa Indonesia CRM diartikannsebagai Manajemen Hubungan
Pelanggan (MHP). Telaah per katanya adalah sebagai berikut:
-
Pelanggan atau customer, dalam kamus Bahasa Inggris artinya adalah seseorang
yang berulang kali atau secara teratur melakukan pembelian kepada seorang
pedagang. Jadi pelanggan adalah orangnya (dalam definisi ini tidak disinggung
tentang kepuasan, mahal murahnya pembelian, dan lain-lain).
-
Hubungan atau relationship adalah bentuk komunikasi dua arah antara pembeli dan
penjual
-
Manajemen artinya pengelolaan (secara luas tanpa perlu menjabarkan detail
bagaimana mengelola sesuatu). Jadi penggabungan kata customer, relationship, dan
manajemen (CRM) mempunyai arti sebagai pengelolaan hubungan dua arah antara
suatu perusahaan dengan orang yang menjadi pelanggan di perusahaan tersebut.
Pengembangan definisi CRM lebih lanjut adalah sebagai berikut:
-
CRM adalah sebuah istilah industri Teknologi Informasi (TI) untuk metodologi,
strategi, perangkat lunak (software) ,dan atau aplikasi berbasis web lainnya yang
mampu membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para
pelanggan.
-
CRM adalah usaha sebuah perusahaan untuk berkonsentrasi menjaga pelanggan
(supaya tidak lari ke pesaing) dengan mengumpulkan segala bentuk interaksi
2016
10
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pelanggan baik itu lewat telepon, e-mail, masukan di situs atau hasil pembicaraan
dengan staf sales dan marketing.
-
CRM adalah sebuah strategi bisnis menyeluruh dari suatu perusahaan yang
memungkinkan perusahaan tersebut secara efektif bisa mengelola hubungan dengan
para pelanggan.
Teknologi CRM harus memiliki elemen-elemen sebagai berikut:
1. Aturan-aturan Bisnis, Aturan bisnis tergantung dari kompleksitas transaksi. Aturanaturan bisnis harus dibuat untuk memastikan bahwa transaksi dengan pelanggan
dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar yang
mendatangkan keuntungan besar harus dilayani oleh staf penjualan senior dan
berpengalaman.
2. Penggudangan Data (data warehousing), Konsolidasi dari informasi tentang
pelanggan harus dilakukan dalam satu sistem terpadu. Hasil analisa harus mampu
menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan sehingga staf penjualan
dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus terhadap grup pelanggan
tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume penjualan
dengan cross-selling atau up-selling.
3. Situs (web), CRM harus memiliki kemampuan swalayan. Hanya aplikasi berbasis situs
(web based) yang bisa mendukung ini. Pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri,
tahu berapa yang harus dibayar, dan sebagainya.
4. Pelaporan (reporting), Teknologi CRM harus mampu menghasilkan laporan yang
akurat dan komprehen, yang nantinya berguna untuk menganalisa kelakuan
pelanggan, dan lain-lain.
5. Meja Bantu (helpdesk), Teknologi yang mampu mengintegrasikan informasi
pelanggan ke aplikasi meja bantu akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius
sebuah enterprise menangani pelanggannya.
CRM
membantu
perusahaan
untuk
mengembangkan
produk
baru
berdasarkan
pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar, dan pesaing
dengan cara:
1. Menjaga pelanggan yang sudah ada.
2. Menarik pelanggan baru.
2016
11
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Cross Selling: menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan
pembeliannya.
4. Upgrading: menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card).
Identifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan. Mengurangi resiko
operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu system.
5. Respon yang lebih cepat ke pelanggan.
6. Meningkatkan efisiensi karena otomasi proses.
7. Meningkatkan kemampuan melihat dan mendapatkan peluang Target CRM
Karakteristik CRM dari segi Loyalitas Pelanggan
Loyalitas pelanggan berdasarkan pola pembeliannya dapat dibagi menjadi 4 golongan
(Kotler). Dengan misalnya mengambil contoh 5 merek yakni : A , B , C , D ,dan E
-
Golongan fanatik (Hard-Core loyals) Adalah konsumen yang selalu membeli 1 (satu)
merek sepanjang waktu, sehingga pola pembeliannya adalah A , A , A , A , A, yaitu
setia pada merek A tanpa syarat.
-
Golongan agak setia (Soft-Core loyals) Terdiri dari konsumen yang setia pada 2 atau 3
merek, kesetiaan yang terpecah pada merek A dan B dapat digambarkan dengan pola
membeli A , A , B , B , A, B.
-
Golongan berpindah kesetiaan (Shifting loyals) Adalah konsumen yang mengganti
merek atau layanan favoritnya kepada layanan yang lain, maka pola pembeliannya A ,
A , A , B , B , B.
-
Golongan selalu berpindah-pindah Merupakan kelompok konsumen yang sama sekali
tidak setia pada merek apapun, dengan pola pembelian A , C , E, B , D, B. Atributatribut loyalitas pelanggan
Komponen CRM
Menurut Blueprint CRM Telkom ada tiga komponen CRM yaitu (CRM, Team: 2002) :
1. Customer
Customer (pelanggan) adalah segala pihak yang pernah, akan dan sedang merasakan
produk jasa dan layanan yang diberikan perusahaan, baik dalam proses melihat,
membeli dan pemeliharaan. Perlu diingat bahwa tidak semua pelanggan merupakan
pelanggan potensial. Dimana 80% keuntungan perusahaan diperoleh dari 20%
pelanggan potensial.
2016
12
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Relationship
Dalam membangun relationship (hubungan) dengan pelanggan, perusahaan
haruslah memahami mata rantai yang menghubungkan perusahaan dengan
pelanggannya yaitu komunikasi dua arah. Tujuan dari hubungan sejati dengan
pelanggan adalah kepuasan jangka panjang yang melampaui transaksi individual.
Arena hubungan mengimplikasikan loyalitas, emosi dan perasaan positif terhadap
sesuatu atau seseorang.
3. Management CRM harus berfokus pada pengelolaan dan peningkatan hubungan
sejati dengan pelanggan dalam jangka panjang. CRM membantu perusahaan untuk
membangun pemahaman yang mendalam tentang nilai yang diperoleh dari
mengembangkan hubungan yang solid dan kontribusi hubungan tersebut bagi
pengembangan keunggulan kompetitif perusahaan.
Kerangka CRM
Dari titik pandang arsitektur, kerangka CRM secara keseluruhan dapat diklasifikasikan
kedalam tiga komponen utama yaitu:
1. Collaborative CRM
Merupakan seperangkat aplikasi dari pelayanan seperti email, ecommunities, World
Wide Web, publikasi personal, dan alat sejenisnya yang dirancang untuk
memfasilitasi interaksi antara pelanggan dengan perusahaan.
2. Operational CRM
Merupakan pengelolaan secara otomatisasi dari proses bisnis terintegrasi, termasuk
customer touch point dan integrasi front back office.
3. Analytical CRM
Merupakan analisis data yang diperoleh dari oprasional CRM dengan memanfaatkan
tool dansoftware untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku
pelanggan.
Elemen CRM
Ada tiga elemen CRM (Haryati, S : 2003):
1. Customer Care
2016
13
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Berupa strategi dalam membangun CRM demi mencapai sasaran berupa retensi,
akuisisi, dan penetrasi pasar guna mempertahankan pertumbuhan perusahaan
dalam kondisi yang sehat.
2. Business Care
Berupa penerapan strategi Enterprise Resource Planning yang merupakan sistem
yang mengelola seluruh resources perusahaan terutama logistik, keuangan dan
sumber daya manusia yang dikaitkan dengan proses perusahaan.
3. Infrastructure Care – System & Network Management
Berupa elemen fisik pendukung operasional perusahaan yang menjadi peralatan
produksi perusahaan untuk memenuhi tuntutan service dan demand perusahaan.
Aktivitas CRM pada dasarnya bertujuan agar perusahaan dapat mengenali pelanggan
secara lebih detail dan melayani mereka sesuai kebutuhannya. Secara umum, beberapa
aktivitas utama darai konsep CRM adalah sebagai berikut :
1. Membangun database pelanggan yang kuat
2. Membuat profil dari setiap pelanggan
3. Analisa profitabilitas dari tiap-tiap pelanggan
4. Interaksi dengan pelnggan yang targeted dan customized
Ada tiga aspek penting yang perlu dibenahi perusahaan dalam proses implementasi CRM :
1. Orang
2. Proses dan prosedur
3. Sistem dan teknologi
CRM
membantu
perusahaan
untuk
mengembangkan
produk
baru
berdasarkan
pengetahuan yang lengkap tentang keinginan pelanggan, dinamika pasar dan pesaing
dengan cara:
- Menjaga pelanggan yang sudah ada
- Menarik pelanggan baru
- Cross Selling: menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan
pembeliannya
- Upgrading: menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver card)
- Identifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
- Mengurangi resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu system
- Respon yang lebih cepat ke pelanggan
2016
14
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
- Meningkatkan efisiensi karena otomasi proses
- Meningkatkan kemampuan melihat dan mendapatkan peluang- Dan lain sebagainya
Salah satu contoh CRM yang bagus adalah situs http://www.amazon.com/ dimana
pelanggan tidak hanya mendapat pengalaman yang menyenangkan selama membeli buku
tetapi juga bisa melihat sejarah pembelian, melihat rekomendasi tentang sebuah buku,
memonitor pengiriman, mendapat informasi terbaru, dll. Infrastruktur CRM yang
direkomendasikan agar bisa dikembangkan meliputi Operational CRM, Analytical CRM, dan
Collaborative CRM. Operational CRM merupakan aktifitas yangberkaitan dengan customer
care dan billing. Analytical CRM yang akan dikembangkan pada tahap awal meliputi
customer care analysis, campaign analysis, churn analysis, dan market & customer analysis.
Sedangkan Collaborative CRM merupakan integrasi beberapa CRM outlet/channel
komunikasi.
Customer Relationship Management Programs
CRM (Costumer Relationship Management) adalah proses dari beberapa tahapan yang
terdiri dari Indentifikasi, akuisisi, retensi dan pengembangan customer yang memberikan
kontribusi yang besar kepada perusahaan dengan cara memfokuskan strateginya yaitu
dengan cara menjaga hubungan dengan customer secara efektif dan efisien sehingga
hubungan tersebut menjadi hubungan seumur hidup (lifetime) yang menguntungkan.
Didalam menerapkan CRM ke dalam perusahaan, terdapat beberapa informasi, yaitu :
A. Mengapa banyak program CRM gagal ?
Sejumlah peneliti menunjukkan bahwa CRM sangat meningkatkan retensi pelanggan
perusahaan dan juga dapat membantu meningkatkan keuntungan mereka.
Namun, perusahaan yang menerapkan CRM bisa juga mengalami kegagalan ketika
mencoba untuk mengimplementasikan system tersebut. Kegagalan yang terjadi pada
perusahaan yang menerapkan system CRM biasanya terletak pada beberapa kesalahan.
Kesalahan pertama contohnya, sebuah perusahaan lebih memilih untuk membeli
barang-barang atau teknologi canggih untuk dapat membuat perusahaan tersebut
sukses. Perusahaan yang menggunakan cara tersebut bukan mendapatkan kesusksesan
2016
15
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
melainkan gagal dengan hasil proyek yang diciptakan dan tidak mempedulikan dengan
kualitas produk yang diciptakan
Kesalahan selanjutnya, perusahaan lebih mementingkan focus terhadap system yang
rumit yang dibuat oleh perusahaan tanpa mempertimbangkan kebutuhan pelanggan.
Hal ini dapat menyebabkan suatu perusahaan gagal terhadap system CRM. Perusahaan
yang menggunakan system CRM seharusnya lebih mempedulikan kebutuhan pelanggan.
B. Menghindari Kegagalan ketika mengimplementasikan CRM.
Dalam Implementasinya, tentu saja ada faktor- faktor yang menentukan berhasil
tidaknya CRM saat dijalankan. Menurut Sauer, terdapat tiga faktor yang menentukan
keberhasilan implementasi CRM, diantaranya:
a. Konteks, yang terdiri dari pengetahuan tentang manajemen, dan kemampuan
untuk mengubah teknologi. Penerapan CRM tanpa didasari adanya pengetahuan
tentang manajemen tentunya tidak akan berjalan dengan optimal, karena pada
dasarnya jika CRM merupakan strategi manajemen perusahaan untuk
memperoleh pelanggan. Selain itu, teknologi juga berperan penting dalam
implementasi CRM, kita tahu bahwa sekarang teknologi merupakan kebutuhan
pokok untuk mendapatkan informasi, oleh karena itu penerapan CRM harus
selalu menggunkan teknologi terbaru agar proses mendapatkan pelanggan cepat
dan tepat sesuai target yang diharapkan.
b. Pendukung, dalam hal ini adalah dukungan dari manajer puncak, dukungan ini
sangat dibutuhkan agar dapat megetahui sejauhmana kemampuan dan
pelayanan terbaik yang diberikan kepada pelanggan, sehingga perusahaan dapat
memberikan costemer value yang lebih baik.
c. Proyek Organisasi, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan, strategi
dari CRM, serta kemampuan menghadapi proses perubahan. Komunikasi dengan
pelanggan sangatlah penting, karena jika perusahaan tidak dapat menjalin
komnunikasi degan pelanggan, maka penerapan CRM tentu saja tidak mungkin
dapat berjalan dengan baik. Selain itu, CRM harus mempunya strategi yang
jelas,sehingga penerapan CRM akan berjalan dengan maksimal.
2016
16
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sementara sistem manajemen hubungan pelanggan dapat menjadi tambang emas
bagi perusahaan yang memanfaatkannya dengan benar, selain itu perusahaan yang
memiliki hubungan dengan pelanggan merekaharus bisa menjaga privasi pelanggannya.
Sejumlah perusahaan telah menerapkan CRM hanya untuk menemukan bahwa
hubungan pelanggan mereka tidak membaik, dan banyak dari perusahaan-perusahaan ini
terus kehilangan pelanggan.
Banyak vendor CRM telah dipaksa keluar dari bisnis karena hal ini. Namun, banyak
vendor juga yang mencari untuk mengkonsolidasikan layanan mereka, dan hal ini telah
membawa tingkat tertentu stabilitas ke pasar. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan
yang gagal menggunakan CRM adalah mereka yang tidak menggunakan langkah-langkah
yang tepat dalam mengimplementasikannya.
Manajemen hubungan pelanggan adalah sebuah investasi yang diperlukan, dan
setiap perusahaan yang ingin sukses harus memahami pentingnya menggunakannya.
Selain ini, mereka harus menghindari praktek-praktek yang dapat menyebabkan
kegagalan saat mencoba untuk menerapkannya. Sejumlah penelitian telah menunjukkan
bahwa banyak perusahaan kehilangan maksimum 50% dari pelanggan mereka setiap
tahun.
Ada beberapa alasan mengapa sistem CRM sering gagal. Sebuah sistem manajemen
hubungan pelanggan dianggap gagal ketika itu terjadi atau mencapai tujuan perusahaan
yang semula ditetapkan untuk dicapai. Namun, dalam banyak kasus, ini akan merupakan
refleksi dari perusahaan daripada sistem. Sebuah perusahaan harus memiliki tujuan yang
didefinisikan dengan baik sebelum mereka mulai mencari solusi CRM. Jika tujuan
perusahaan tidak didefinisikan dengan baik, implementasi CRM akan gagal, tidak peduli
seberapa sukses sistem ini. Penting bagi perusahaan untuk bersikap realistis. Jika
perusahaan mencoba untuk mencapai beberapa tujuan, tujuan yang paling penting harus
ditekankan terlebih dahulu.
Alasan lain mengapa implementasi CRM gagal adalah karena perusahaan
merindukan gambaran besar. Terlalu sering, CEO prihatin dengan meningkatkan
keuntungan perusahaan daripada meningkatkan kepuasan pelanggan mereka. Tidak
2016
17
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
peduli seberapa banyak prusahaan menghabiskan uangnya pada sistem CRM. Jika
mereka tidak meluangkan waktu untuk membuat tujuan yang realistis, dan mereka tidak
melihat kepentingan terbaik pelanggan mereka, proyek ini akan gagal. Harus ditekankan
bahwa CRM adalah lebih dari sekedar teknologi. Teknologi, tidak peduli seberapa maju,
tidak akan membuat orang membeli produk
Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan implementasi CRM,
faktor tersebut diantaranya : Tidak dapat melakukan inovasi CRM dengan baik,
kurangnya pengetahuan tentang teknik pemasaran, tidak dapat menyesuaikan dengan
perkembangan teknologi, serta kurangnya komunikasi dan interaksi dengan pelanggan.
Keempat faktor diatas merupakan hal-hal yang menyebabkan lemahnya implementasi
CRM, oleh karena itu, suatu perusahaan harus menghindari keempat faktor tersebut,
agar penerapan CRM berjalan maksimal sesuai yang diharapkan.
C. Bagaimana cara memilih suatu solusi CRM dengan tepat atau baik
Ada sejumlah cara yang membuat perusahaan gagal dalam memilih solusi CRM.
Sebuah perusahaan seharusnya bisa saling berkomunikasi dengan para karyawannya
untuk dapat memahami perubahan jika solusi CRM diimplementasikan dan juga setiap
perusahaan harus memahami tujuan yang terdefinisi dengan baik.
Hal ini merupakan perubahan yang sangat penting untuk CRM. Risiko besar lainnya
adalah kegagalan dalam mengintegrasikan system CRM dengan teknologi yang ada pada
perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki teknologi yang cukup. Hal ini dilakukan
agar tidak terdapat sebuah produk yang tidak bekerja baik dengan alat itu.
Ada beberapa poin yang dapat digunakan untuk memilih solusi CRM yang tepat yaitu
sebagai berikut :
-
Fokus
Cari tahu apa yang ada, pelanggan yang menguntungkan inginkan, sehingga
kebutuhan mereka dapat dipenuhi. Ini membantu dalam menemukan fokus
bisnis - baik dalam layanan pelanggan, manajemen kampanye pemasaran,
2016
18
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
manajemen pesanan penjualan, pusat panggilan penjualan, respons suara
interaktif (IVR) sistem atau kekuatan bidang otomasi.
-
Fungsionalitas
Untuk organisasi yang melihat CRM sebagai strategi bisnis kunci, embedded realtime dan historis analisis interaktif adalah vital. Sebuah solusi CRM tidak lengkap
bila tidak dapat memberikan wawasan penting mengenai tren sejarah untuk
mengidentifikasi akar penyebab masalah-masalah konsumen. Tanpa analisis,
suatu organisasi dapat dihalangi pada kemampuannya untuk membuat
keputusan yang tepat.
-
Vendor
Juga penting untuk memilih vendor yang memiliki pengalaman mendalam dan
fokus dalam membantu pelanggan mencapai hasil bisnis yang diinginkan.
-
Hosting Infrastruktur.
Untuk host solusi CRM pada khususnya, penting untuk mengevaluasi hosting
infrastruktur yang mencakup orang, proses, dan teknologi bertanggung jawab
untuk memastikan kinerja dan kehandalan aplikasi.
-
Re-evaluasi
Harus diingat bahwa CRM itu sendiri adalah suatu proses. Satu kebutuhan untuk
mengevaluasi strategi dan proses secara berkesinambungan untuk memenuhi
perubahan kebutuhan perusahaan
Customer Lifetime Value
Customer Lifetime Value (CLV) adalah gabungan antara konsep dengan pengukuran.
Intinya, CLV adalah mengoptimalkan antara interaksi dengan percakapan dalam rangka
menciptakan ikatan hubungan pelanggan yang akan mengantarkan pada retensi pelanggan,
2016
19
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pengulangan pembelian, rujukan atau rekomendasi pelanggan, mengurangi biaya
pendukung, dan bahkan mungkin harga premium.
Analisa nilai pelanggan ini dapat diukur dengan menghitung pendapatan pelanggan
dikurangi dengan biaya pendukung, kemudian dikalikan dengan rerata lama hubungan yang
telah dikurangi biaya pendukung.
A. Mengapa CLV Penting ?
Meningkatkan pengalaman pelanggan baik untuk bisnis dalam rangka meningkatkan
CLV dan saham dalam operasi internal. Menurut Forrester dalam paper-nya di tahun 2012,
berjudul Delivering a Superior Customer Experience , perusahaan yang telah berinvestasi
dalam memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik melaporkan kemampuan yang
lebih besar untuk bekerja sama secara internal, mengurangi biaya operasional,
meningkatkan produktivitas dari anggota frontliner, dan ketangkasan bisnis yang lebih
besar.
Adalah penting untuk memahami bagaimana CLV berpengaruh karena para pelanggan
bergerak melalui perjalanan dengan organisasi. Hubungan antara CLV dengan perjalanan
pelanggan meliputi akuisisi, dukungan, retensi, loyalitas, dan advokasi. Kelima hal tersebut
saling berkaitan dalam sebuah siklus.
CLV sebenarnya lebih dari sekedar tentang memaksimalkan profitabilitas. Ini adalah
tentang memaksimalkan profitabilitas pelanggan yang memiliki jangka waktu terlama.
Dengan kata lain, mempertahankan pelanggan lebih lama.
Meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya selama tahap akuisisi dan dukungan saat
mengarahkan pendapatan dan pertumbuhan selama retensi, loyalitas, dan tahapan
advokasi dapat meningkatkan nilai seumur hidup dari hubungan pelanggan. Ini merupakan
siklus yang tidak hanya mengandalkan kepuasan pelanggan, karena pelanggan menjadi
advokat, advokasi mereka dapat membawa pelanggan baru dengan biaya lebih rendah,
yang memulai siklus kembali.
B. Menghitung CLV
2016
20
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Memahami pentingnya Customer Lifetime Value (CLV) dalam sebuah perusahaan atau
organisasi, melibatkan apa yang diukur dan bagaimana menghitung CLV dalam bisnis. CLV
mencakup seluruh organisasi dari tujuan dan sasaran untuk operasi sehari-hari dan pihak
yang memungkinkan secara strategis. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
perhitungan CLV :
 Mengukur Profitabilitas Pelanggan
Dua komponen inti dari persamaan CLV adalah margin pendapatan pelanggan dan
biaya pelanggan, yang menentukan profitabilitas pelanggan secara keseluruhan. Baik
pendapatan dan komponen biaya memiliki obyek tujuan yang berhubungan dengan
CLV. Mereka juga memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang dapat diukur di seluruh
bisnis, operasional, dan teknologi.
 Retensi Pelanggan Membawa Pendapatan
Dampak retensi pelanggan terhadap pendapatan, hal ini dikarenakan suatu hal yang
sangat signifikan terjadi karena retensi tahunan pelanggan meningkat, hal ini
mendorong pendapatan juga meningkat dengan signifikan. Tingkat retensi yang lebih
baik memberikan organisasi sebuah keuntungan efisiensi.
Pertumbuhan pendapatan menyokong mereka dengan retensi pelanggan yang lebih
tinggi. Retensi pelanggan yang lebih tinggi berarti pelanggan yang hilang lebih sedikit
dan mengurangi pendapatan yang hilang. Penjualan lebih sedikit untuk pelanggan baru
diperlukan untuk mencapai target pendapatan tahun depan. Tingkat retensi yang lebih
tinggi meningkatkan nilai pelanggan secara keseluruhan.
 Dampak Internal pada CLV
Tindakan sehari-hari hampir setiap karyawan, dari atas ke bawah, mempengaruhi
pengalaman pelanggan, yang pada gilirannya mempengaruhi CLV. Manajer bertanggung
jawab untuk menyampaikan apapun dari bisnis, operasional, atau driver teknologi harus
mampu untuk memahami bagaimana tindakannya memengaruhi CLV dan, pada tingkat
yang lebih tinggi, terhadap profitabilitas perusahaan.
 CLV Membutuhkan Perubahan
2016
21
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kerangka CLV bukan hanya tentang menjadi ramah dan membantu, itu semua
tentang kinerja keuangan jangka panjang dan bottom-line pertumbuhan perusahaan.
Dengan melanggar persamaan CLV terhadap pendapatan dan biaya komponen dan KPI
mereka, menjadi mungkin untuk menetapkan standar dan bisnis, tujuan operasional,
dan teknologi strategis.
Nilai aktual dari pelanggan setara dengan kuantitas yang sering disebut customer
lifetime value (CLV), atau nilai yang ada saat ini dari kontribusi keuangan masa depan yang
bersumber dari pelanggan.
Setiap pelanggan dari sebuah perusahaan saat ini akan bertanggung jawab untuk
beberapa rangkaian tertentu untuk peristiwa di masa depan, masing-masing akan memiliki
dampak keuangan pada produk perusahaan-pembelian produk, pembayaran untuk layanan,
penyetoran biaya berlangganan, sebuah pertukaran atau upgrade, klaim garansi, panggilan
telepon, rujukan pelanggan lain, dan sebagainya.
Setiap acara tersebut akan berlangsung pada waktu tertentu di masa depan dan akan
memiliki dampak keuangan yang dapat dihitung pada waktu itu. Nilai bersih sekarang, hari
ini, dari masing-masing peristiwa masa depan dapat diturunkan dengan menerapkan tingkat
diskon untuk faktor nilai waktu dari uang.
Meskipun metode pemodelan yang canggih membantu untuk mengukur CLV, banyak
variabel tidak akan mudah diukur, seperti bantuan pelanggan mungkin membantu
perusahaan dalam merancang produk baru, atau nilai yang berasal dari rujukan pelanggan
pelanggan lain.
2016
22
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kepuasan Pelanggan (Custumer Satisfaction)
A. Pengertian Kepuasan Konsumen
Pengertian secara umum mengenai kepuasan atau ketidakpuasan konsumen
merupakan hasil dari adanya perbedaan –perbedaan antara harapan konsumen
dengan kinerja yang dirasakan oleh konsumen tersebut. Dari beragam definisi kepuasan
konsumen yang telah diteliti dan didefinisikan oleh para ahli pemasaran, dapat
disimpulkan bahwa kepuasan konsumen merupakan suatu tanggapan perilaku
konsumen berupa evaluasi purna beli terhadap suatu barang atau jasa yang
dirasakannya (kinerja produk) dibandingkan dengan harapan konsumen.
Kepuasan konsumen ini sangat tergantung pada persepsi dan harapan konsumen itu
sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan harapan konsumen ketika
melakukan pembelian suatu barang atau jasa adalah kebutuhan dan keinginan yang
dirasakan oleh konsumen tersebut pada saat melakukan pembelian suatu barang atau
jasa, pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi barang atau jasa tersebut serta
pengalaman teman-teman yang telah mengkonsumsi barang atau jasa tersebut dan
periklanan.
Didalam lingkungan yang kompetitif, indikator yang dapat menunjukkan kepuasan
konsumen adalah apakah konsumen tersebut akan membeli kembali dan menggunakan
produk tersebut diwaktu yang akan datang. Adapun beberapa pengertian kepuasan
konsumen menurut para peneliti adalah sebagai berikut :

Menurut Kotler
Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah
membandingkan antara persepsi atau kesan terhadap kinerja atau hasil suatu
produk dan harapan-harapannya. Jadi, kepuasan merupakan fungsi dari persepsi
atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan maka
pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas.
Jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan amat puas atau senang.Kunci
untuk menghasikan kesetian pelanggan adalah memberikan nilai pelanggan yang
tinggi.
2016
23
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Hubungan antara kepuasan pelanggan dan pelanggan yang loyal adalah tidak
proporsiona, contohnya adalah kepuasan pelanggan yang diranking dengan skala 15, yaitu:
1. Kepuasan pelanggan pada tingkat sangat rendah (tingkat 1), kemungkinan besar
pelanggan akan berpindah meninggalkan perusahaan dan menjelek-jelekkannya.
2. Kepuasan pelanggan pada tingkat 2 sampai dengan tingkat 4, pelanggan merasa
agak puas,tetapi masih mungkin untuk berpindah ketika suatu penawaran lebih
baik muncul.
3. Kepuasan pelanggan pada tingkat 5, pelanggan sangat mungkin membeli kembali
dan bahkan menyebarluaskan kabar baik tentang perusahaan.Kesenangan atau
kepuasan yang tinggi menciptakan suatu ikatan emosional dengan merek atau
perusahaan tersebut dan tidak hanya terpaku pada pilihan yang masuk akal saja.

Menurut Zeithaml dan Bitner (2000:75)
Definisi kepuasan adalah, respon atau tanggapan konsumen mengenai
pemenuhan kebutuhan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau
keistimewaan produk atau jasa, atau produk itu sendiri, yang menyediakan tingkat
kesenangan konsumen berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi
konsumen. Kepuasan konsumen dapat diciptakan melalui kualitas,pelayanan dan
nilai yaitu sebagai berikut :
1. Kualitas : Kualitas mempunyai hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen.
Kualitas akan mendorong konsumen untuk menjalin hubungan yang erat dengan
perusahaan. Dalam jangka panjang, ikatan ini memungkinkan perusahaan untuk
memahami harapan dan kebutuhan konsumen. Kepuasan konsumen pada
akhirnya akan menciptakan loyalitas konsumen kepada perusahaan yang
memberikan kualitas yang memuaskan mereka.
2. Pelayanan konsumen : Pelayanan konsumen tidak hanya sekedar menjawab
pertanyaan dan keluhan konsumen mengenai suatu produk atau jasa yang tidak
memuaskan mereka, namun lebih dari pemecahan yang timbul setelah
pembelian.
2016
24
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Karena kepuasan pelanggan sangat tergantung pada persepsi dan ekspektasi pelanggan,
maka sebagai pemasok produk perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Menurut Zeithaml, terdapat empat faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi
pelanggan,yaitu sebagai berikut :
1. Apa yang didengar pelanggan dari pelanggan lainnya (word of mounth
communication). Dimana hal ini merupakan faktor potensial yang menentukan
ekspektasi pelanggan.Sebagai contoh, seorang pelanggan memiliki perusahaan yang
di harapkan dapat memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi berdasarkan
rekomendasi teman-teman atau tetangganya.
2. Ekspektasi pelanggan sangat bergantung dari karakteristik individu dimana
kebutuhan pribadi (personnel needs).
3. Pengalaman masa lalu (past experience) dalam menggunakan pelayanan dapat juga
mempengaruhi tingkat ekspetasi pelanggan.
4. Komunikasi dengan pihak eksternal (external communication) dari pemberi layanan
memainkan
peranan
kunci
dalam
membentuk
ekspektasi
pelanggan.Berdasarkan External communication,perusahan pemberi layanan dapat
memberikan pesan-pesan secara langsung maupun tidak langsung kepada
pelanggannya.Sebagai contoh dari pengaruh adanya external communication adalah
harga di mana biaya pelayanan sangat berperan penting dalam membentuk
ekspektasi pelanggan.
Dengan demikian, kemungkinan antara ekspektasi pelanggan dan kualitas pelayanan
(jasa) yang di terimanya, adalah seperti gambar 1 :
2016
25
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Pelanggan menjadi senang jika kualitas pelayanan yang diterima lebih baik dari
perkiraannya.
2. Pelanggan menjadi biasa saja jika kualitas pelayanan yang terima sama dengan
perkiraannya.
3. Pelanggan menjadi kecewa jika kualitas pelayanan yang diterima lebih jelek dari
perkiraannya.
B. Aspek-aspek yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan secara efektif
1. Warranty costs. Beberapa perusahaan dalam menangani warranty costs
produk/jasa mereka dilakukan melalui persentase penjualan. Kegagalan
perusahaan dalam memberi kepuasan kepada pelanggan biasanya karena
perusahaan tidak memberi jaminan terhadap produk yang mereka jual kepada
pelanggan.
2. Penanganan terhadap komplain dari pelanggan. Secara statistic hal ini penting
untuk diperhatikan, namun seringkali terlambat bagi perusahaan untuk
menyadarinya. Bila komplain/klaim dari pelanggan tidak secepatnya diatasi, maka
customer defections tidak dapat dicegah.
3. Market Share. Merupakan hal yang harus diukur dan berkaitan dengan kinerja
perusahaan. Jika market share diukur, maka yang diukur adalah kuantitas, bukan
kualitas dari pelayanan perusahaan.
2016
26
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Costs of poor quality. Hal ini dapat bernilai memuaskan bila biaya untuk defecting
customer dapat diperkirakan.
5. Industry reports. Terdapat banyak jenis dan industry reports ini, seperti yang
disampaikan oleh J.D Power dalam Bhote, yakni report yang fairest, most
accurate, dan most eagerly yang dibuat oleh perusahaan.
Salah satu manfaat dari kepuasan pelanggan ini adalahdapat meningkatkan loyalitas
pelanggan, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :
Bagan Konsekuensi Kepuasan Pelanggan
Lovelock mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan memberikan banyak
manfaat bagi perusahaan, dan tingkat kepuasan pelanggan yang lebih besar. Dalam
jangka panjang, akan lebih menguntungkan mempertahankan pelanggan yang baik
daripada terus menerus menarik dan membina pelanggan baru untuk menggantikan
pelanggan yang pergi. Pelanggan yang sangat puas akan menyebarkan cerita positif
dari mulut ke mulut dan malah akan menjadi iklan berjalan dan berbicara bagi suatu
perusahaan, yang akan menurunkan biaya untuk menarik pelanggan baru seperti
yang terlihat pada gambar di bawah ini mengenai manfaat darikepuasan pelanggan.
2016
27
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Manfaat Kepuasan Pelanggan
Jadi dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan salah satu manfaat dari kepuasan
pelanggan yaitu dapat meningkatkan loyalitas pelanggan sehingga dapat disimpulkan
pula bahwa kepuasan pelanggan itu sendiri dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan.
C. Manfaat Pengukuran Kepuasan Pelanggan
kepuasan pelanggan dapat dikategorikan sebagai kurang puas,puas dan sangat
puas.Pengukuran mutu pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat digunakan untuk
beberapa tujuan, yaitu :
1. Mempelajari persepsi masing-masing pelanggan terhadap mutu pelayanan yang
dicari,diminati dan diterima atau tidak di terima pelanggan,yang akhirnya pelanggan
merasa puas dan terus melakukan kerja sama.
2. Mengetahui kebutuhan,keinginan, persyaratan, dan harapan pelanggan pada saat
sekarang dan masa yang akan datang yang disediakan perusahaan yang
sesungguhnya dengan harapan pelanggan atas pelayanan yang diterima.
3. Meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan harapan-harapan pelanggan.
4. Menyusun rencana kerja dan menyempurnakan kualitas pelayanan dimasa akan
datang.
D. Mengukur Kepuasan Pelanggan
2016
28
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap perusahaan untuk mengukur
dan memantau kepuasan pelanggannya dan pelanggan perusahaan pesaing. Kotler
mengemukakan 4 metode untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu:
1. Sistem keluhan dan saran
Sebuah perusahaan yang berfokus pada pelanggan mempermudah pelanggannya
untuk memberikan saran, pendapat dan keluhan mereka. Media yang di gunakan
meliputi kotak saran yang di letakkan di tempat-tempat strategis,menyediakan kartu
komentar,saluran telepon khusus dan sebagainya.Tetapi karena metode ini cenderung
pasif,maka sulit mendapatkan gambaran lengkap mengenai kepuasan dan tidak
kepuasan pelanggan.Tidak semua pelanggan yang tidak puas lantas akan menyampaikan
keluhannya.Bisa saja mereka langsung beralih ke perusahaan lain dan tidak akan
menjadi pelanggan perusahaan tersebut lagi.
2. Survei kepuasan pelanggan
Umumnya banyak penelitian mengenai kepuasan pelanggan di lakukan dengan
menggunakan metode survei baik melalui pos,telepon maupun wawancara pribadi.
Pengukuran kepuasan pelanggan melalui metode ini dapat di lakukan dengan berbagai
cara diantaranya :
-
Directly Reported Satisfaction
Pengukuran dilakukan secara langsung melalui pertanyaan.
-
Derived Dissatisfaction
Pertanyaan yang di ajukan menyangkut 2 hal utama, yaitu besarnya harapan
pelanggan terhadap atribut tertentu dan besarnya kinerja yang telah mereka
rasakan atau terima.
-
Problem Analysis
Pelanggan yang dijadikan responden diminta untuk mengungkapkan 2 hal
pokok,yaitu : masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan
penawaran dari menajemen perusahaan dan saran-saran untuk melakukan
perbaikan.
-
2016
29
Importance-Performance Analysis
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dalam tehnik ini responden diminta meranking berbagai elemen dari penawaran
berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen tersebut.
3. Belanja siluman(Ghost shopping).
Metode ini dilaksanakan dengan cara memperkerjakan beberapa orang(ghost
shopper)untuk berperan atau bersikap sebagai pelanggan potensial produk perusahaan
dan pesaing.Lalu ghost shopper tersebut menyampaikan temuan-temuannya mengenai
kekuatan dan kelemahan produk perusahaan pesaing berdasarkan pengalaman mereka
dalam pembelian produk-produk tersebut. Selain itu para ghost shopper juga datang
melihat langsung bagaimana karyawan berinteraksi dan memperlakukan para
pelanggannya.Tentunya karyawan tidak boleh tahu kalau atasannya baru melakukan
penilaian akan menjadi bias.
4. Analisis pelanggan yang hilang (lost customer analysis)
Pihak perusahaan berusaha menghubungi para pelanggannya yang sudah berhenti
menjadi pelanggan atau beralih ke perusahaan lain. Yang di harapkan adalah
memperoleh informasi bagi perusahaan untuk mengambil kebijakan selanjutnya dalam
rangka meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
E. Menyusun strategi demi kepuasan konsumen
Berbicara mengenai strategi artinya juga berada dalam kondisi persaingan dengan
kompetitor. Masing-masing berusaha menarik lebih banyak pelanggan demi
kelangsungan usahanya. Dalam era persaingan bebas tidak ada satupun yang aman
tanpa persaingan. Siapkah Anda berperang?.
Layaknya peperangan ada dua strategi yang menjadi dasar yaitu menyerang atau
bertahan. Mana yang Anda anggap paling sesuai?

Strategi menyerang
Di sini Anda harus bersikap agresif dalam menjerat pelanggan. Tetapi ingat,
agresif dalam arti Anda memiliki persiapan menyerang yang matang dan cukup kuat
untuk menyerang. Bagaimana caranya agar Anda menerapkan strategi menyerang
ini? Berikut beberapa contohnya:
2016
30
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
-
Melakukan promosi atau advertisement yang menerangkan bahwa perusahaan
Anda memiliki fasilitas pelayanan lebih baik dibanding sebelumnya. Banyak jalan
untuk mempromosikan usaha, misalnya dengan iklan di media massa maupun
spanduk, leaflet atau billboard yang dipasang di lokasi strategis.
-
Memberikan hadiah (dapat berupa service gratis atau souvenir kecil) kepada
pelanggan lama yang dapat membawa beberapa pelanggan baru (jumlah
pelanggan baru ditetapkan berdasarkan atas biaya untuk hadiah yang diberikan).

Strategi defensif atau bertahan
Di sini Anda hanya mempertahankan yang sudah ada, mungkin yang Anda
lakukan hanya meningkatkan fasilitas pelayanan yang Anda miliki.
-
Menyediakan
beberapa
fasilitas yang dapat
memberikan
kenyamanan
pelanggan.
-
Memberikan souvenir kecil pada pelanggan setelah beberapa kali menggunakan
layanan Anda.
-
Mengirimkan kartu ucapan selamat pada hari-hari besar keagamaan bagi
pelanggan setia, yang telah menjadi pelanggan cukup lama.
-
Membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk
menjadikan transaksi antara Anda dan pelanggan berkelanjutan. Misalnya
dengan memberikan potongan harga pada hari-hari tertentu.
-
Memberikan jaminan atas layanan atau produk yang Anda jual.
Konsep Win Back Strategy
Konsep Win Back Strategi adalah proses dari meyakinkan pelanggan untuk tetap
bertahan dengan produk perusahaan dan meyakinkan pelanggan untuk bergabung kembali
ketika mereka telah meninggalkan produk tersebut. Win Back adalah tipe CRM yang paling
membutuhkan waktu. Ketika perusahaan menduga bahwa beberapa pelanggan akan
berpindah pada produk lain, tanpa mengetahui data yang bagus mengenai pelanggan
tersebut dan kemampuan untuk menganalisanya, tidak ada cara untuk mencegah pelanggan
tersebut untuk berpindah pada produk perusahaan lain.
2016
31
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ketika banyak perusahaan menerapkan relationship marketing untuk mempertahankan
pelanggan terbaiknya, banyak juga pelanggan yang pergi dan beralih ke pesaing. Hal
tersebut bisa dilanjutkan dengan mengevaluasi kenapa pelanggan tersebut pergi. Perginya
pelanggan merupakan salah satu indikasi nyata gagalnya program pemasaran yang
dijalankan oleh perusahaan. Lebih spesifik lagi gagalnya program loyalty atau relationship
marketing-nya. Mungkin juga benar bahwa pemasar tidak boleh sepenuhnya disalahkan
dengan munculnya masalah seperti ini. Karena kita juga sadar adanya peran faktor yang
dapat dikendalikan (controllable) dan yang tak dapat dikendalikan (uncontrollable). Bagi
sebuah supermarket, hilangnya pelanggan karena pindah ke luar kota lain adalah salah satu
contoh faktor uncontrollable.
Win Back Strategi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk comprehensive program yang
memerlukan usaha yang besar sampai pada program sederhana seperti tetap
mencantumkannya dalam mailing list untuk menunjukkan bahwa mereka tidak dilupakan.
Tujuan Win back Stategy
-
Meningkatkan Laba Perusahaan dengan cara meyakinkan pelanggan untuk
bergabung kembali ketika mereka telah meninggalkan produk tersebut yang pada
waktu bersamaan juga meningkatkan keuntungan perusahaan melalui dentifikasi,
penarikan, dan pemeliharaan pelanggan terbaik.
-
Menciptakan pelayanan yang memuaskan menggunakan informasi yang terintegrasi.
Dengan menggunakan informasi pelanggan yang lebih baik dalam mencukupi
kebutuhan pelanggan, dapat menghemat waktu pelanggan dan mengurangi frustasi.
-
Menampilkan konsistensi, prosedur dan proses saluran jawaban. Dengan
meningkatnya saluran hubungan pelanggan, banyak pekerja pula yang tercakup
dalam transaksi penjualan. Tanpa ukuran atau kompleksitas perusahaan harus
memperbaiki proses dan konsistensi prosedural dalam pengelolaan akuntan dan
penjualan
Keterkaitan CRM dengan Win Back Strategy
2016
32
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Win Back Strategy telah disebut sebagai Come Back Strategy oleh perusahaan
telekomunikasi dan manajemen. Mereka mendefinisikan manajemen pemulihan sebagai
"proses memenangkan kembali pelanggan yang baik dan memberikan pemberitahuan untuk
mengakhiri hubungan". Beberapa pemasar berpendapat bahwa kemenangan kembali harus
memainkan peran yang lebih penting dalam strategi CRM perusahaan. "Mengambil kembali
pelanggan adalah proses hubungan revitalisasi perusahaan dengan pelanggan yang telah
berpindah." Temuan seperti ini telah menyebabkan perusahaan untuk lebih berkonsentrasi
pada mempertahankan pelanggan melalui CRM daripada menarik pelanggan baru.
Win Back Strategy, seperti kebanyakan strategi, harus didasarkan pada pemasaran
penelitian dalam hal ini, analisis perpindahan. Analisis perpindahan berusaha untuk
mengidentifikasi alasan mengapa pelanggan meninggalkan. Ini mungkin berada di luar
kendali (pergerakan, perubahan siklus hidup, mencari hal-hal baru) organisasi atau dalam
kendali organisasi (layanan yang buruk, harga, penawaran kompetitor yang baik). Untuk
mendapatkan kembali pelanggan yang hilang, perusahaan harus menurunkan harga. Untuk
memaksimalkan keuntungan, menaikkan harga ini setelah hubungan telah dibangun
kembali.
Re-contact and Re-connect Pelanggan yang Pergi
Di banyak perusahaan, data pelanggan tidak aktif ini masih tersimpan di server. Ini
dimaksudkan untuk mengantisipasi kalau-kalau suatu saat dibutuhkan kembali. Tetapi pada
banyak perusahaan lain jenis data ini telah dibuang dengan alasan untuk meningkatkan
kecepatan pemrosesan data.
Mengetahui siapa “barisan pelanggan kecewa” ini adalah hal penting. Tetapi
mengetahui penyebab kekecewaan mereka adalah hal yang lebih penting lagi. Dengan
begitu, perusahaan dapat mengobati kekecewaan yang ada dan berusaha menghindari
terjadinya hal yang sama pada pelanggan-pelanggan lain di masa yang akan datang.
Di industri makanan, seperti restaurant, pelanggan tidak aktif akan lebih cepat
terdeteksi. Pelanggan yang selalu makan di restaurant setiap akhir pekan selama 6 bulan
terakhir, tetapi tiba-tiba tidak muncul tiga minggu berturut-turut, merupakan sinyal yang
harus diwaspadai. Sebaiknya pemasar mencari tahu penyebabnya sejak dini.
2016
33
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sedangkan pada industri durable goods, seperti mobil atau hardware, agak lebih sulit
mendeteksinya, karena memang karakteristik pemakaian produknya yang tidak terpola.
Pemasar mass product biasanya menikmati pembelian berulang-ulang yang dilakukan
oleh konsumennya, tetapi jarang memanfaatkan data konsumennya untuk mendeteksi lost
customer. Mestinya pemasar secara berkala mengadakan program sayembara dengan
menyebarkan kupon undian di dalam kemasan produknya. Dengan cara ini pergerakan
perilaku konsumennya dapat terdeteksi lebih awal.
Ketika pelanggan dikecewakan, dan kekecewaannya tersebut menyebabkan terhentinya
transaksi regulernya kepada perusahaan, pemasar punya kewajiban untuk mencari tahu apa
penyebab kekecewaan tersebut dan kenapa hal itu bisa terjadi.
How to Win your Customer Back?
Upaya apa yang harus dilakukan oleh Perusahaan untuk merebut kembali pelanggannya
yang hilang:
-
Mencari tahu alasan pelanggan berhenti membeli
-
Mencari tahu di mana ia membeli saat ini dan kenapa ia membeli dari penjual
tertentu
-
Bangun komunikasi dan pupuk hubungan
Acqusition
Akusisi atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan Acqustion atau take over atau
menurut ( Brealey, Myers & Marcus 1999 ) Akusisi adalah pengambil-alihan ( take over )
sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan
yang dibeli tetap ada. Dalam pemasaran juga ada akusisi yaitu akusisi pelanggan, dimana
menurut pendapat dari Suadmin (2011) akuisisi Pelanggan adalah proses identifikasi,
mendekati dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan baru. Penting bahwa
hubungan baru yang terbentuk diperoleh dari jenis hak pelanggan, dalam rangka untuk
memastikan masa depan yang berkelanjutan. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga
2016
34
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Kata
akuisisi aslinya berasal dari bahasa Latin, acquisitio, dari kata kerja acquirere.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akuisisi dan retensi pelanggan secara jelas
membentuk link. Karenanya, perusahaan jangan sekali-kali pernah menginginkan hanya
memaksimalkan tingkat akuisisi atau tingkat retensi saja dalam rangka meningkatkan
profitabilitas setelah diketahui retensi pelanggan terletak langsung kepada apa yang
dibutuhkan pelanggan. Hal tersebut hanya akan membiarkan pelanggan yang membutuhkan
dan yang tersisa saja dimana hal tersebut tidak akan menguntungkan perusahaan dalam
jangka panjang. Dengan demikian adalah ideal untuk memaksimalkan profit dari customer
lifetime value dengan cara mengelola retensi dan akuisisi pelanggan secara simultan.
Tujuan Acqusition Strategy
Perusahaan yang berusaha memperbesar laba dan penjualannya harus menghabiskan
cukup banyak waktu dan sumber daya untuk mencari pelanggan baru. Dalam hubungannya
dengan pelanggan maka untuk dapat menarik pelanggan baru maka perusahaan harus
meningkatkan standar pelayanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan tingkat
kepuasan pelanggan.
Strategi akuisisi pelanggan ini memang harus diterapkan pada bisnis yang memang baru
berdiri dan ingin melakukan penetrasi pasar supaya dikenal. Selain itu, strategi akuisisi
pelanggan ini cocok digunakan jika target pasar yang diincar luas, serta tingkat kompetisi
tidak ketat. Jika target pasar luas, maka tentunya dapat mendongkrak penjualan. Strategi ini
juga lebih disukai oleh manajemen, karena membawa pelanggan dengan jumlah yang
substansial dalam jangka pendek. Manajemen tentu lebih suka `mendongkrak` penjualan,
dibandingkan harus mengeluarkan anggaran yang lebih untuk mempertahankan pelanggan.
Pertimbangan Biaya Akusisi Pelanggan
Mengakuisisi pelanggan baru dapat mengeluarkan biaya lima kali lipat lebih besar.
Pengakuisisian pelanggan baru memerlukan sejumlah besar usaha untuk membujuk
2016
35
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pelanggan yang sudah terpuaskan agar meningalkan pemasok lamanya, hal ini dinyatakan
oleh Kotler (2009).
Untuk mengakuisisi pelanggan baru, maka bisnis harus menyelenggarakan aktivitas
pemasaran secara agresif. Hal ini mendorong bisnis dapat melakukan penetrasi ke pasar
secara luas. Dalam akuisisi pelanggan maka CRM memiliki posisi strategis dalam program ini
karena pemasar tidak bisa menembak semua pelanggan dengan satu pesan yang seragam,
tetapi harus personalized. Menurut Tom Osenton (2002) juga mengingatkan agar seorang
pemasar supaya berhati-hati mengirim pesan kepada pelanggan. Informasi yang disebar
haruslah sesuatu yang diinginkan (requested), relevan (relevant), dan berarti (respectful).
Biaya Akusisi adalah biaya untuk menarik pelanggan baru :
Total Biaya Promo
Biaya Akuisisi = ----------------------Pelanggan Baru
Misal jika suau produk beriklan di media, brosuk, spanduk dan lainnya senilai 10juta,
hasilnya adalah 100 pelanggan baru, biaya akusisi/orang = 100rb
Hasil yang serupa bisa didapatkan dengan sebar voucher 100 ribu untuk menarik
orang beli. Mungkin juga dengan voucher 50 ribu sudah cukup untuk menarik mereka
membeli. Bisa jadi hasil konversinya lebih besar dari cara pertama.
Banyak perusahaan retail hingga operator seluler menerapkan sistem akuisisi seperti
bagi-bagi kartu perdana di suatu event untuk menggait pelanggan baru. Cara seperti ini
setidaknya efektif untuk menciptakan 'buying experience' alias pengalaman belanja di suatu
tempat atau menggunakan suatu produk.
Mengimplementasikan Acquisition Strategy Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah titik awal untuk CRM, tapi itu bukan akhir dari tujuan.
Tujuan akhir CRM adalah untuk merubah pelanggan yang sudah puas untuk menjadi setia,
2016
36
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pelanggan yang memiliki nilai tinggi ialah kunci bagi keuntungan perusahaan. Pelanggan
yang setia secara umum memiliki tiga karakteristik :
1. Keinginan untuk meningkatkan pembeli produk atau jasa dari perusahaan biasanya
tanpa membandingkan penawaran dari perusahaan lainnya.
2. Kemauan untuk memberikan referensi perusahaan kepada calon pelanggan yang
lain.
3. Kemauan untuk memberikan saran peningkatan akan produk dan jasa dari
perusahaan.
Pelanggan yang dilayani secara memadai akan menjadi puas dan akan mungkin tetap
dengan perusahaan dalam jangka pendek. Tetapi pelanggan yang puas masih akan mencari
penjanjian transaksi yang lebih baik atau pelayanan yang lebih baik di tempat lain.
Pelanggan yang setia ialah pelanggan yang sudah puas dan tidak punya keinginan untuk
pindah ke perusahaan kompetitor. Pengimplemtasian dari WOM, berhubungan dengan
strategy Akusisi pelanggan dimana The Power Of Mouth baik positif atau negatif bisa
menggerakan pelanggan untuk memilih atau tidaknya terhadap suatu produk dan
menjadikan pelanggan yang loyal atau sebaliknya. Juga Unique Selling Point dari produk
tersebut yang menggerakan pelanggan untuk memilih dan memasarkan melalui WOM,
dimana pelanggan mendapatkan kebutuhan dan manfaat yang diterima dari suatu produk
tersebut.
Contoh Ilustrasi Akusisi Pelangan
PT Smartfren Telecom Tbk (smartfren) awalnya bernama PT Smart Telecom Tbk dan PT
Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) sebelum bulan April 2010. PT Mobile-8 Telecom Tbk
awalnya dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk. Namun akibat krisis finansial dan penurunan
penjualan produk & banyaknya pelanggan loyal yang masih menggunakan Fren, agar
perusahaan tersebut tetap bisa berjalan maka Perusahaan ini diakuisisi oleh Sinar Mas
Group dengan menggunakan nama PT Smart Telecom Tbk pada bulan November 2011.
2016
37
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Infografik Smartfren
Smartfren merupakan operator telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan layanan
CDMA EV-DO Rev. A dan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G di GSM dengan
kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) bersama Qualcomm sebagai penyedia infrastruktur dan
operator CDMA pertama yang menyediakan layanan BlackBerry. Pada 19 Agustus 2015,
Smartfren meluncurkan produknya yang bernama Smartfren 4G LTE-Advanced dan menjadi
operator seluler pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi 4G LTE Advanced (atau
yang dikenal sebagai 4.5G dengan kecepatan mengunduh hingga 300 Mbps).
2016
38
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
STUDI KASUS (CASE STUDY)
BRAND : SAMSUNG GALAXY SMARTPHONE
Profil Perusahaaan
Samsung memiliki tujuan awal adalah memberi kebebasan memilih jalan; menemukan
pengalaman baru; bertanggung jawab terhadap dunia technology. Inilah kekuatan yang
menghubungkan siapa kita saat ini dengan siapa kita esok hari. Dalam dunia yang terus
berubah, Samsung berubah lebih cepat. Samsung tak kenal lelah mengejar penemuan dan
inovasi, menciptakan teknologi dan menyediakan jasa yang memberdayakan, dan membuka
pintu menuju dunia teknologi.
Tujuan dari Samsung Electronics adalah mengembangkan teknologi yang inovatif dan
proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang, dan terus
menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya
Sebelum tahun 1997, Samsung lebih dikenal dengan reputasinya sebagai perusahan
pembuat peralatan elektronik dengan produk-produk low-end. Perusahaan tersebut hanya
dikenal sebagai imitator, bukan innovator karena memang tidak melakukan inosai-inovasi
produk pada saat itu. Produk-produk kompetitif berdasar pada low cost yang direfleksikan
dengan tenaga kerja yang murah. Samsung belum mempunyai brand value dan belum
memiliki pasar internasional. Strategi yang dilakukannya pada saat itu adalah cost/ price
leadership.
Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia, Samsung mengalami kerugian yang besar, namun
dia dapat merespon dengan sangat baik. Ia mengembangkan turnaround strategy, meskipun
masih membawa kebudayaan tua Korea Inc yang tidak fleksibel. Samsung memperbaiki
kualitas dan melakukan inovasi-inovasi produk.
Samsung berfokus pada pasar-pasar tertentu, ia memilih fokus pada pasar dengan
permintaan terbesar, pasar Amerika yang perkembangannya tinggi, juga pada pasar yang
pertumbuhannya cepat, yaitu China.
2016
39
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Yun Jong Yong, CEO Samsung, menggunakan cara tradisional untuk memperbaiki
keadaan ekonomi Samsung pada saat itu. Ia memotong 30% biaya dalam 5 bulan. Untuk itu
ia memberhentikan 30.000 dari 70.000 karyawan.
Prestasi terbesar Yun adalah perubahan ke arah corporate culture.Samsung kemudian
berkembang menjadi perusahaan berskala internasional. Asing memiliki 60% saham dari
grup. Perusahaan sekarang menghasilkan 70% dari pendapatannya di luar Korea Selatan,
manufaktur di 14 negara, termasuk China dan Meksiko.
Samsung juga mengadakan partnership dengan American. Pada awal tahun 1997,
Samsung hampir tidak berbisnis mobile phones di luar Korea Selatan, tapi kemudian setelah
mengadakan partnership, Samsung memperoleh pesanan 1.8 juta handsets senilai $600 juta
dari Sprint PCS Group. Reputasi Samsung sekarang adalah high-end mobile handsets dan
berkembang sebagai supplier pada industri ini.
Setelah mengadakan partnership dengan beberapa perusahaan ternama seperti Best
Buy, Radio Shack, dan Circuit City, Samsunglebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya. Pada
tahun 2001 Samsung menjual produk-produk senilai $500, dan menargetkan penjualan $1
miliyar di tahun 2002. penjualan terbaiknya adalah DVD/VCR player dan mobile phone dan
juga PDA.
Salah satu kunci sukses Samsung terletak pada desain. Teknologi dan desain pada
Samsung sangat baik. Samsung memiliki 300 desainer bertalenta di Seoul dan empat kantor
desain di USA, Eropa, dan Jepang. Penekanan produknya adalah pada gaya, best practice,
simple, dan respon yang cepat pada perubahan-perubahan pasar.
Marketing Mix

Produk
Samsung lebih memilih untuk memciptakan produk-produk high-end yang tentu
saja menawarkan stylish best-practice products. Produk-produk tersebut antara lain :
DRAM, SRAM, Flash memory, CDMA mobile phones, TFT-LCDs, Computer monitors,
TVs, VCRs, DVD players, MP3 players, Microwave ovens, dan Smart Phone dengan
Android sebagai OS nya
2016
40
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Price
Samsung lebih menekankan pada kualitas produk, sehingga penentuan harga
ditetapkan berdasarkan pada tingkat kualitas masing-masing produk tersebut.

Place
Berhubungan dengan pendistribusian produk kepada konsumen, Samsung tidak lagi
menggunakan outlet-outlet distribusi yang murah seperti Supermarket, Waralaba
melainkan mempercayakannya pada level yang lebih tinggi Samsung upmarket seperti
toko Electronics dan membuka Gerai Samsung di pusat pelanja Electronics.

Promotion
Samsung banyak membuat promosi di Airport , Bilboard, Baliho dan flyer, media luar
ruang serta di booth dan Samsung Store di semua negara di mana Product Samsung di
pasarkan. Samsung menandatangani kontrak $ 400 juta dengan Madison Avenue firm,
Foote, Cone & Belding Worldwide. Perusahaan tersebut bertugas untuk menciptakan
sebuah global brand image untuk Samsung yaitu sebagai pembuat stylish best-practice
products.
Analisa Perusahaan secara internal
Samsung berfokus pada lima aspek utama, yaitu:

Hardware
Samsung
lebih
menekankan
untuk
memproduksi
Hardware
dan
memilih untuk tidak mengembangkan kepemilikan software dan
konten seperti musik, film dan video games. Meskipun software dinilai mempunyai
profit margin yang lebih besar dan siklus hidup yang lebih lama. Namun, strategi
Samsung adalah focus pada hardware dan perangkatnya dan berkolaborasi dengan
Provider konten ketika sudah tepat dan telah mengakuisisi Android sebagai operating
system nya pada smart mobile produknya.
2016
41
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Integrasi vertical
Samsung melakukan outsource ke external supplier dan lebih serius pada kegiatan
manufaktur yang mandiri. Samsung berpikir bahwa dengan menguasai manufaktur yang
mandiri,
Samsung
maka
akan dapat menghasilkan
pun berani
advanced
products. Oleh
menginvestasikan dananya untuk pabrik chip.
karena
itu
Samsung
mengoperasikan 12 pabrik/manufaktur di China pada tahun 2003 dan juga India dengan
tujuan mengambil keuntungan yang berlimpah dengan tarif upah kerja SDM yang murah
terutama pada sektor teknologi.
Samsung sangat cerdik mencegah komoditas supaya tidak terjebak, yaitu dengan
mengkostumisasi/mengkombinasikan produksi sebanyak mungkin.

Digital Product Innovation
Samsung sangat gemar melakukan inovasi, salah satu inovasinya yaitu dengan
melakukan perubahan teknologi analog ke digital. Dengan fokus berinvestasi di produk
teknologi digital, Samsung dapat memposisikan produk-produknya sebagai produk
premium.
Samsung
juga
menerapkan
Sashimi Theory yaitu menjual dengan harga tinggi pada hari pertama disaat masih
fresh, namun menurunkan harganya secara dramatis setelahnya karena produk sudah
tidak lagi fresh.

Diversifikasi Produk
Samsung bertujuan untuk menaikkan harga dan profit margin dengan menjual
produk-produk yang berkualitas tinggi, tidak hanya ditekankan pada teknologi baru, tapi
juga desain. Ini membutuhkan strategi inovasi yang dapat menghasilkan produk-produk
yang baru dan menarik. Samsung memutuskan bahwa hanya akan menjual produkproduk high-end, sehingga membutuhkan investasi dengan jumlah besar untuk
penelitian. Penerapan inovasi desain tersebut tidak hanya untuk produk-produk final
consumer, tapi pada input-input yang penting.
Oleh karena itu, diversifikasi produk membuat Samsung menjadi berbeda dari
kompetitornya sehingga Samsung dapat masuk dalam setiap kategori elektronik.
2016
42
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Diversivikasi memungkinkan Samsung ikut bermain di siklus chip yang juga dipakai
oleh beberapa produsen elektronik lainnya. Dengan strategi memposisikan produk
yang terperinci, maka Samsung akan semakin mudah untuk memasarkan kepada
segmen yang tepat.

Digital-Convergence Strategy
Samsung memusatkan perusahaannya untuk bermain di produk teknologi digital.
Ia pun berhasil berdiri sebagai leader dalam era digital. Samsung’s Digital Convergence
mengacu pada dua trend, yaitu menggabungkan beberapa teknologi ke dalam satu
produk utama (major product) dan beberapa teknologi yang terhubung dalam satu
jaringan. Sebagai contoh Palm OS yang digabungkan dengan Cell phone dan Cell
phone yang digabungkan dengan kamera menjadi tipe SPH-i700. Dengan pemusatan
pada teknologi digital, maka akan membawa kepada jaringan dimana-mana.
Analisa Perusahaan secara Eksternal
Sejak 2003 penjualan Sony dan Nokia cukup stagnan atau cenderung turun. Serta trend
BlackBerry dengan feature chatnya begitu menyedot pengguna telepon genggam beralih
perlahan ke arah smart phone. Penyebabnya adalah Sony dan Nokia lambat dalam
berinovasi dan BlackBerry menluncurkan inovasi baru. Lemahnya ekonomi dunia kala itu
dengan krisis dan pengguna telepon genggam menekan biaya SMS serta percakapan via
telepone.
Para pengguna telepone beralih ke Blackberry dengan memakai data internet dapat
berbicara lebih banyak kepada sesama pengguna BB, mereka dapat melakukan banyak hal
dengan BB dibanding hanya SMS.
Peluang ini dimanfaatkan oleh Samsung, Samsung merupakan sebuah perusahaan yang
tidak sebesar Sony atau Nokia namun menawarkan produk-produk unggulan dan berkinerja
hebat Smart Phone Samsung Galaxy menduduki peringkat pertama dan Samsung berhasil
menemukan tren utama dalam industri elektronik dan berinvestasi secara agresif. Sony ,
Nokia dan BB memiliki sejarah meluas ke luar negeri yang lebih banyak daripada Samsung.
Sony dan Nokia memiliki banyak pabrik produksi di luar negeri di seluruh dunia, Samsung
memang kalah dari Sony dan Nokia dalam segala aspek globalisasi. Namun Samsung lebih
2016
43
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sigap memanfaatkan peluang-peluang dan merancang strateginya, sebagai contoh strategi
dalam menciptakan brand-marketing, dalam bidang sponsorship, R n D, dan desain
produknya.
Analisa S.W.O.T

Strength (kekuatan)
o
Samsung memiliki brand-image yang melekat di masyarakat.
o
Samsung telah memprakarsai Era Digital.
o
Samsung menawarkan produk-produk yang berkualitas
o
Samsung senantiasa melakukan inovasi-inovasi pada perkembangan produknya
o
Teknologi yang diciptakannya mengikuti perkembangan jaman.
o
Desain produk-produk Samsung sangat baik dan diunggulkan.
o
Harga produk-produk Samsung bervariasi dan rata-rata terjangkau
o
Samsung merupakan pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga belas
item di antara produk Samsung, termasuk smart phone
o
Melakukan investasi lebih pada R n D untuk perkembangan produknya
o
Memanfaatkan produksi massal, sehingga biaya dapat ditekan dan dapat
menawarkan harga yang murah.
o
Terus mengadakan partnership dengan perusahaan-perusahaan ternama untuk
menghadapi pemasaran tiada batas, terutama Android
o
Secara aktif berinvestasi pada pemasaran dan distribusi.
o
Perhatian lebih pada teknologi, kualitas, deferensiasi produk, dan kepeminpinan
harga dengan tetap mengedepankan kualitas.

2016
Weakness (Kelemahan)
44
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
o
Budaya Korea yang lebih menekankan hirerki yang dapat menghambat ide-ide
kreatif atau pendapat yang berbeda
o
Budaya korporasi Korea yang tidak fleksibel.
o
Pengalaman dalam mengelola perusahaan global masih terbatas.
o
Bekerja sama dengan perusahaan lain untuk memperoleh teknologi lanjut untuk
lebih mempercepat kemajuan teknologi.
o
Menciptakan brand-image yang lebih kuat untuk menarik lebih banyak
konsumen.
o
Selalu berinovasi dan tetap mengupayakan desain-desain yang menarik
o
Melakukan hubungan kerjasama yang lebih intensif untuk merambah pangsa
pasar yang lebih luas.
o
Mengubah gaya manajemen menjadi lebih bersifat fleksibel sehingga dapat
meningkatkan inovasi dan kreativitas.

Opportunity (Kesempatan)
o
Produk-produk yang ditawarkan Samsung merupakan produk terkini di klas smart
phone dengan operating system Andrioid yang lebih diminati oleh para pengguna
smart phone saat ini
o
Adanya peningkatan permintaan masyarakat akan barang-barang elektronik yang
sudah merupakan suatu kebutuhan.
o
Tingkat gengsi pada masyarakat yang selalu ingin memiliki produk elektronik
terbaru dan tercanggih.
o
Pengaruh globalisasi yang mendorong pemasaran barang elektronik yang tiada
batas.
2016
45
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Permintaan masyarakat pada produk-produk yang gaya, best practice, simple, dan
o
respon yang cepat pada perubahan-perubahan pasar.

Threat (Ancaman)
o
Adanya ketergantungan produk-produk lokal pada negara tertentu sehingga
pasar sulit ditembus
o
Kekuatan merek lain yang lebih dahulu mengusai pasar
o
Munculnya produk-produk baru yang lebih inovatif dari perusahaan lain
o
Adanya produk-produk dari perusahaan lain yang menawarkan harga yang lebih
murah dengan kualias yang tidak kalah bagus
o
Ketidakstabilan perekonomian tiap-tiap negara
o
Era globalisasi yang dapat mendorong perusahaan Eropa masuk dan melakukan
penetrasi pasar Asia.
Analisa kegagalan program CRM Samsung dan Identifikasi bagaimana Samsung bisa
kehilangan customernya dan dampak yang di timbulkan / kerugian yang di derita
Samsung Galaxy sukses memproduksi berbagai jenis ponsel sesuai dengan kebutuhan
para pelanggan setianya, jutaan model – model smart phone di lempar ke pasar dan laku
keras bukan hanya di Korea tetapi seluruh Asia bahkan belahan bumi lainnya, dengan harga
yang sangat bervariatif dan terjangkau oleh berbagai kalangan.
Samsung Galaxy Note 7 mengalami beberapa kejadian yang kurang mengenakkan
Samsung sebagai produsennya dan hal ini terjadi di beberapa negara, era internet membuat
berita tersebar dalam hitungan detik. Tentu saja ini sangat merugikan Samsung, karena
kemungkinan para pelanggannya akan beralih ke merek lainnya.
Karena Problem ini Samsung menarik kambali Samsung Glaxy Note 7 sebanyak 2,5 juta
unit yang telah beredar di pasaran Dunia. Jumlah Galaxy Note 7 yang terdampak masalah
baterai di perkirakan hanya 0,1 persen dari total keseluruhan unit yang terjual. Namun
2016
46
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Samsung tidak mau mengambil resiko lebih dalam. 35 kasus baterai Samsung Galaxy Note 7
terbakar bahkan di Australia seorang Pria harus membayar 18 juta karena Samsung Galaxy
Note 7 miliknya terbakar di kamar hotel. Di Amerika seorang harus kehilangan mobilnya
karena terbakar dan di duga karena Samsung Galaxy note 7.
Samsung menghimbau kepada para pemilik Samsung Galaxy Note 7 untuk
mengembalikan unitnya dalam keadaan mematikan baterainya dan menukarnya dengan
unit yang baru.
Tak sedikit kerugian yang di alami oleh Samsung hingga Triyunan, dan pihak Samsung
sudah minta maaf secara personal di lakukan oleh CEO Tim Baxter. Secara singkat meminta
maaf dan meminta agak pemilik Samsung Galaxy Note 7 mematikan perangkatnya dan
menukarkan dengan unit baru yang telah aman di outlet Samsung terdekat.
Nilai kerugian yang tidak kecil ini tidak akan membuat Samsung bangkrut, tetapi
Samsung lebih mengkhawatirkan konsumen akan lari ke merek pesaingnya.
Tindakan ini di lakukan Samsung karena khawatir tingkat kepercayaan masyarakat akan
produk Samsung jadi menurun. Untuk Di Indonesia sendiri Samsung Galaxy Note 7 ini
tersedia secara pre-order dan pihak Samsung telah menghentikan produksi Samsung Galaxy
Note 7.
Samsung tetap menghimbau kepada pemilik Galaxy Note 7 untuk menukarkan ke outlet
terdekat dengan unit baru. Ini usaha Samsung agar para pelanggan dan calon pelanggan
tetap percaya akan produk – produk Samsung yang lainnya.
Membuat produk pengganti yang lebih bagus itu juga yang harus dilakukan oleh
Samsung untuk mengembalikan kepercayaan pelanggannya di seluruh dunia. Dan tidak
mengulangi kejadian cacat produk seperti ini penting buat Samsung agar kepercayaan akan
produk Samsung terbangun kembali.
Serta melakukan campaign bahwa produk Samsung Galaxy Note 7 tersebut tidak akan di
keluarkan kembali serta membangun image Samsung sebagai pelopor smart phone berbasis
Android yang paling bagus di Dunia.
Analisa Win back Strategy Samsung
2016
47
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Win back strategy adalah sebuah strategi yang berusaha menarik kembali pelanggan
yang menghilang dari sebuah keeksisan sebuah produk. Salahsatu win back strategy dari
samsung terjadi pada produk samsung galaxy note 7 yang sempat booming beberapa waktu
lalu. Kasusnya adalah handphone tersebut meledak ketika berada di dalam pesawat yang
sempat meresahkan penggunanya. Win back strategy dari samsung galaxy note 7 adalah
memberikan full refund terhadap konsumen yang memiliki handphone tersebut dan
diberikan kemudahaan pre order galaxy S Series. Strategi ini bertujuan untuk
mengembalikan rasa kepercayaan konsumen terhadap samsung galaxy.
How Samsung Make Their Customers Back to Loyal
Membuat customer menjadi loyal terhadap samsung galaxy adalah memberikan
pelayanan service yang memuaskan dan peningkatan mutu kualitas samsung galaxy yang
baik.
Merger & Acqusition Strategy and Acquisition program Samsung Galaxy to improve
their CRM program
Alasan perusahaan melakukan Merger & Acquisition adalah, untuk pengembangan
usaha. Setiap perusahaan menginginkan pengembangan usaha secara cepat, hal ini dapat
dilakukan dengan memperluas saham maupun meningkatkan keanekaragaman produk.
Adanya merger dan aqcuisition membuat perusahaan lebih mudah untuk memperoleh
produk baru. Selain itu juga dapat mengurangi pesaing perusahaan.
2016
48
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Acquisition program samsung galaxy adalah operating system (OS) dari android yang
sudah melekat di software samsung. Contoh operating system samsung galaxy ada Cupcake
(1.5), Donut (1.6), Eclair (2.0–2.1), Froyo (2.2–2.2.3), Gingerbread (2.3–2.3.7), Honeycomb
(3.0–3.2.6), Ice Cream Sandwich (4.0–4.0.4), Jelly Bean (4.1–4.3), KitKat (4.4+), Lollipop
(5.0+), Marshmallow (6.0). Makin tinggi Operating System yang digunakan, semakin mudah
pengguna samsung galaxy mengoperasikan smartphonenya.
Evaluasi Pasca penerapan Win back strategy dan acquisition strategy
Pasca penerapan win back strategy dalam contoh kasus samsung galaxy note 7 saat ini
sudah sangat efektif dan dapat mengurangi tingkat keresahan di masyarakat. Dalam strategi
akuisisi samsung galaxy terhadap OS android juga mempermudah pengguna samsung galaxy
mengakses seluruh aplikasi di smartphonenya.
Kesimpulan
Samsung galaxy saat ini sedang fokus dalam win back strategy menghadapi salahsatu
produk terbarunya yaitu samsung galaxy note 7 yang mudah meledak di pesawat dan
sampai saat ini, samsung sedang melangsungkan proses refund terhadap kostumer yang
memiliki samsung note 7 tersebut. Dalam hal acquisition strategy, Operating System di
Samsung Galaxy semakin hari semakin mempermudah pelanggan dan meningkatkan
revenue samsung galaxy yang terbukti dari semakin sering meng-update OS di samsung
galaxy, semakin mudah konsumen mengakses seluruh aplikasi.
2016
49
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Coorporate And Marketing Communication. Jakarta: Puskombis. 2011.
Puntoadi, Danis. Menciptakan Penjualan Melalui Social Media. Jakarta: PT.Gramedia. 2011.
Rangkuti, Freddy. Strategi promosi Yang Kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing
Communication. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009.
Rahmati.
2009.
Pemanfaatan
E-Commerce
Dalam
Bisnis
Di
Indonesia
http://citozcome.blogspot.com/2009/05/pemanfaatan-e-commerce-dalam-bisnisdi.html. Diakses tanggal 06 Agustus 2011.
Sadat, Andi. Brand Belief: Strategi Membangun Merek Berbasis Keyakinan. Jakarta. Salemba
Empat. 2009.
Soemanogara, Rd. Strategic Marketing Communication. Bandung. ALFABETA, 2008.
Tjiptono, Fandy. Strategi Pemasaran, Edisi Kedua. Yogyakarta. Andi, 1997.
www.sinarmasland.com
Foster, Robin. 2013. Managing the Customer Experience: How to Maximize the Lifetime
Value of Your Most Precious Asset-First Print Edition. New Jersey: Avaya Inc.
https://articles.forensicfocus.com/2014/03/11/jtag-sch-r530u-that-has-android-4-3-on-it/
https://id.wikipedia.org/wiki/Smartfren
https://komunitas.yukbisnis.com/topik/biaya-akuisisi-pelanggan-3
http://telexindo.com/customer-lifetime-value/
http://nurizzatiulfa.blogspot.co.id/2013/01/customers-relationship-managemet.html
http://telexindo.com/customer-lifetime-value/
http://telexindo.com/menghitung-customer-lifetime-value/
http://wirausaha-online.tripod.com/wirapemasaran.htm
2016
50
Customer Retention Marketing
Gadis Octory,S.Ikom.,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download