BIAYA STANDAR SEBAGAI STRATEGI

advertisement
BIAYA STANDAR SEBAGAI STRATEGI
PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI
PADA UKM KONVEKSI SUMBER REZEKI SUKABUMI
Oleh :
TUTI KURNIA SARI
H24097126
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014
BIAYA STANDAR SEBAGAI STRATEGI
PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI
PADA UKM KONVEKSI SUMBER REZEKI SUKABUMI
SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA EKONOMI
Pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen
Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Oleh :
TUTI KURNIA SARI
H24097126
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2014
RINGKASAN
TUTI KURNIA SARI. H24097126. Biaya Standar Sebagai Strategi
Pengendalian Biaya Produksi Pada UKM Konveksi Sumber Rezeki Sukabumi.
Dibawah bimbingan BUDI PURWANTO dan FARIDA RATNA DEWI.
Sistem biaya standar memberikan pedoman dalam pengambilan
keputusan dan menetapkan pengeluaran biaya produksi. Pengendalian biaya
standar dilakukan dengan menetapkan standar biaya produksi yang terdiri dari
biaya standar bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
UKM Konveksi Sumber Rezeki merupakan usaha kecil menengah yang
memproduksi pakaian dengan berbagai jenis pakaian seperti baju dress, celana
panjang wanita dan rok panjang. Standar biaya produksi belum diterapkan,
sehingga pemilik usaha tidak mengetahui apakah usaha yang dijalankan
mengalami keuntungan (favorable) atau mengalami kerugian (unfavorable).
Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer dari peneletian ini dilakukan berdasarkan pengamatan
secara langsung terhadap objek penelitian melalui wawancara dengan pemilik
usaha, sedangkan data sekunder didapatkan melalui informasi yang berkaitan
dengan pengetahuan teori yang berhubungan dengan penelitian dan didapatkan
melalui buku-buku dan penelitian terdahulu. Metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis varians biaya standar. Analisis varians
digunakan untuk mengetahui biaya produksi yang sebenarnya terjadi (realisasi)
dengan biaya yang telah ditetapkan sebelumnya (standar). Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui penetapan biaya standar untuk biaya produksi yang
mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik pada UKM Konveksi Sumber Rezeki, menganalisis varians yang
terjadi antara biaya standar dan biaya aktual dan mengevaluasi varians yang
terjadi apakah masih dalam batas pengendalian manajemen konveksi Sumber
Rezeki.
Berdasarkan analisis varians didapatkan hasil bahwa bahan baku yang
digunakan selama bulan Mei 2014 bersifat favorable yaitu kain spandek, furing,
benang jahit, benang obras, karet dan tali kur sedangkan kain cotton dan kain
sifon bersifat unfavorable. Varians tarif tenaga kerja langsung bersifat favorable
yaitu penjahitan dan penyetikaan, sedangkan pengepakan bersifat unfavorable.
Varians efisiensi tenaga kerja langsung bersifat unfavorable. Varians biaya
overhead variable bersifat favorable yaitu biaya plastik, biaya tag pin, biaya
minyak mesin, biaya listrik dan biaya bahan bakar LPG. Berdasarkan uji t
didapatkan kesimpulan bahwa varians biaya tenaga kerja langsung pada bagian
penjahitan dan penyetrikaan menunjukkan masih dalam batas pengendalian
manajemen, sedangkan dalam proses pengepakan di luar batas pengendalian
manajemen.
Kata kunci: biaya standar, biaya produksi, pengendalian, strategi, UKM
RIWAYAT HIDUP
Penulis mempunyai nama lengkap Tuti Kurnia Sari yang lahir di Bogor,
Jawa Barat pada tanggal 27 Juni 1984 dan merupakan puteri dari pasangan Bapak
Endang Ruswandi dan Ibu Uningsih. Penulis mengawali pendidikan formal di TK
Darul Ummah pada tahun 1989, kemudian melanjutkan ke SD Negeri Polisi II
hingga tahun 1996, lalu pada tahun yang sama melanjutkan ke SMP Negeri 1
Bogor hingga tahun 1999, dan menamatkan pendidikan lanjutan tingkat atas pada
tahun 2002 di SMK Negeri 1 Bogor.
Pada tahun 2003, penulis diterima sebagai mahasiswa Program Keahlian
Akuntansi Diploma Fakultas Ekonomi, Universitas Pakuan Bogor. Pada tahun
2009 penulis melanjutkan pendidikan di Program Sarjana Alih Jenis Manajemen,
Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian
Bogor.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur dipanjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi yang berjudul “Biaya Standar Sebagai Strategi Pengendalian Biaya
Produksi Pada UMKM Konveksi Sumber Rezeki Sukabumi”
Penyusunan skripsi ini merupakan syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen, Departemen Manajemen,
Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Penulis menyadari
dalam skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis
mengharapkan saran-saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk
penyempurnaan skripsi ini.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, serta
membalas kebaikan semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungannya
kepada penulis. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat
bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Bogor, Juli 2014
Penulis
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu memberikan dukungan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan,
terutama ditujukan kepada :
1.
Kedua orang tua, Ayahanda Endang Ruswandi dan Ibunda Uningsih atas doa,
motivasi dan dorongan baik moril maupun materi kepada penulis selama
masa penulisan skripsi ini.
2.
Ir. Budi Purwanto, ME dan Farida Ratna Dewi, SE., MM selaku dosen
pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan
arahan selama penyusunan skripsi ini.
3.
Hardiana Widyastuti, S.Hut, MM selaku dosen penguji atas kesediaannya
menguji dan memberikan saran untuk kesempurnaan skripsi ini.
4.
Dosen Program Sarjana Alih Jenis Manajemen IPB yang telah memberikan
ilmu yang bermanfaat bagi penulis.
5.
Bapak Oji dan Ibu Yayah yang telah memberi izin penulis melakukan
penelitian di UKM Konveksi Sumber Rezeki.
6.
Seluruh Staf Program Sarjana Alih Jenis Manajemen IPB yang telah
membantu penulis selama menjalankan kegiatan perkuliahan hingga
penyusunan skripsi.
7.
Prof. DR. Ir. Syamsul Ma’arif, MENG, Soleh Mansyur, SE., MM dan
Nurhadi Wijaya, STP., MM yang telah memberikan semangat, motivasi dan
dukungan bagi penulis.
8.
Melly Emilya, Yulia Citrawati, Puput Nuraini, Rizky dan seluruh temanteman dari Departemen Manajemen IPB angkatan VII yang memberikan
saran serta kritikan demi perbaikan penulisan skripsi.
9.
Semua pihak yang telah turut membantu dalam penyusunan skripsi ini yang
tidak dapat disebutkan satu per satu.
Bogor, Juli 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
RINGKASAN
RIWAYAT HIDUP .................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iv
UCAPAN TERIMA KASIH ....................................................................... v
DAFTAR ISI ............................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ x
I.
PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2. Perumusan Masalah ........................................................................ 3
1.3. Tujuan Penelitian ............................................................................ 4
1.4. Manfaat Penelitian .......................................................................... 4
1.5. Ruang Lingkup Penelitian ............................................................... 4
II. TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................... 6
2.1. Usaha Kecil dan Menengah ............................................................ 6
2.2. Konsep Biaya .................................................................................. 6
2.2.1. Denifisi Biaya...................................................................... 6
2.2.2. Penggolongan Biaya............................................................ 7
2.3. Biaya Produksi .............................................................................. 10
2.3.1. Pengertian Biaya Produksi ................................................ 10
2.3.2. Jenis-Jenis Biaya Produksi ................................................ 10
2.4. Konsep Pengendalian .................................................................... 11
2.4.1. Konsep Anggaran .............................................................. 11
2.4.2. Konsep Biaya Standar ....................................................... 12
2.5. Analisis penyimpangan biaya aktual dari biaya standar ............... 18
2.5.1. Analisis Selisih Biaya Produksi Langsung ....................... 18
2.5.2. Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik ........................... 20
2.5.3. Analisis Varians ................................................................ 21
2.6. Penelitian Terdahulu ..................................................................... 24
III. METODOLOGI PENELITIAN ....................................................... 26
3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian..................................................... 26
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................ 28
3.3. Jenis dan Sumber Data .................................................................. 28
3.4. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ 28
3.5. Pengolahan dan Analisis Data ...................................................... 28
3.5.1. Metode Analisis Data ........................................................ 28
3.5.2. Analisis Varians ................................................................ 29
3.5.3. Uji Hipotesis ..................................................................... 31
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................... 33
4.1. Gambaran Umum UMKM ............................................................
4.2. Struktur Organisasi .......................................................................
4.3. Proses Produksi Konveksi Sumber Rezeki ...................................
4.4. Penentuan Biaya Standar ..............................................................
4.5. Biaya Produksi .............................................................................
4.4.1. Bahan Baku Langsung .....................................................
4.4.2. Tenaga Kerja Langsung ...................................................
4.4.3. Overhead Pabrik ...............................................................
4.6. Penetapan Standar .........................................................................
4.7. Analisis Varians ...........................................................................
4.6.1. Analisis Varians Bahan Baku ...........................................
4.6.2. Analisis Varians Tenaga Kerja Langsung .........................
4.6.3. Analisis Varians Overhead Pabrik ...................................
4.8. Uji Hipotesis ................................................................................
4.7.1. Uji Hipotesis Bahan Baku Langsung ...............................
4.7.2. Uji Hipotesis Tenaga Kerja Langsung ..............................
4.7.3. Uji Hipotesis Overhead Pabrik .........................................
4.9. Implikasi Manajerial ....................................................................
33
34
35
37
38
38
39
39
41
43
43
57
58
60
60
61
64
65
KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 66
1.
2.
Kesimpulan ......................................................................................... 66
Saran ................................................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 69
LAMPIRAN ............................................................................................... 71
DAFTAR TABEL
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Halaman
Jumlah produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki
Januari – Juni 2014 ............................................................................... 3
Jumlah produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki bulan Mei 2014 ...... 36
Biaya overhead pabrik tetap produksi .................................................. 40
Biaya overhead pabrik variable............................................................ 41
Standar harga bahan baku .................................................................... 42
Standar kuantitas bahan baku ............................................................... 43
Analisis varians rata-rata harga bahan baku ........................................ 44
Analisis varians rata-rata efisiensi pemakaian bahan baku .................. 49
Analisis varians total rata-rata harga bahan baku .............................. 52
Analisis varians rata-rata tarif tenaga kerja.......................................... 57
Analisis varians rata-rata efisiensi tenaga kerja langsung ................... 58
Analisis varians overhead variable pembiayaan .................................. 59
Analisis varians overhead variable efisiensi ........................................ 59
Uji Hipotesis varians harga dan varians efisiensi bahan baku ............. 60
Uji Hipotesis varians tenaga kerja langsung ........................................ 61
DAFTAR GAMBAR
No.
1.
2.
3.
Halaman
Kerangka Pemikiran Penelitian ............................................................ 28
Struktur Organisasi ............................................................................. 34
Proses Produksi Konveksi.................................................................... 36
DAFTAR LAMPIRAN
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
Halaman
Kuisioner .............................................................................................. 70
Realisasi harga beli bahan baku UKM Konveksi Sumber Rezeki
Bulan Mei 2014 ..................................................................................... 71
Realisasi kuantitas bahan baku UKM Konveksi Sumber Rezeki
Bulan Mei 2014 .................................................................................... 72
Analisis Varians Harga Bahan Baku Kain UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 73
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Kain UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 74
Analisis Varians Harga Bahan Baku Furing UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 75
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Furing UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 76
Analisis Varians Harga Bahan Baku Benang Jahit UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 77
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Benang Jahit UKM
Konveksi Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................... 78
Analisis Varians Harga Bahan Baku Benang Obras UKM
Konveksi Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................... 79
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Benang Obras UKM
Konveksi Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................... 80
Analisis Varians Harga Bahan Baku Retsleting UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 81
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Retsleting UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 82
Analisis Varians Harga Bahan Baku Karet UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 83
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Karet UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 84
Analisis Varians Harga Bahan Baku Tali Kur UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 85
Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Tali Kur UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 86
Realisasi jam kerja produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki
Bulan Mei 2014 .................................................................................... 87
Analisis Varians Tarif Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014 .......................................................... 90
Analisis Varians Efisiensi Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014 ........................................................... 93
Uji hipotesis penyimpangan harga dan efisiensi bahan baku
pembuatan dress .................................................................................. 96
Uji hipotesis penyimpangan harga dan efisiensi bahan baku
celana panjang wanita ......................................................................... 96
23. Uji hipotesis penyimpangan harga dan efisiensi bahan baku
pembuatan rok panjang ....................................................................... 97
24. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung
pembuatan dress .................................................................................. 98
25. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung
(bagian penjahitan celana panjang wanita) .......................................... 99
26. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung
(bagian penjahitan rok panjang) ........................................................... 99
27. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung
(bagian penyetrikaan) ......................................................................... 100
28. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung
(bagian pengepakan) .......................................................................... 100
29. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung
(bagian penjahitan baju dress) ........................................................... 101
30. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung
(bagian penjahitan celana panjang wanita) ........................................ 101
31. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung
(bagian penjahitan rok panjang) ........................................................ 102
32. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung
(bagian penyetrikaan) ......................................................................... 102
33. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung
(bagian pengepakan) .......................................................................... 103
I. PENDAHULUAN
1.6. Latar Belakang
Perkembangan perindustrian di Indonesia yang semakin pesat, dapat
membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Industri
memang menjadi faktor penting dalam menunjang perdagangan. Pengusaha
saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global dan melangkah
mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel, sehingga mampu
meningkatkan daya saing di pasaran dan mampu berkompetisi dengan baik.
Dalam menghadapi persaingan global tersebut, setiap pengusaha dituntut
untuk meningkatkan kinerja, salah satunya pengusaha harus mampu
melakukan perencanaan keuangan dengan mengkalkulasikan biaya-biaya
yang terjadi, baik secara sederhana sampai dengan yang paling kompleks.
Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan langkah yang strategis
dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari
sebagian terbesar rakyat Indonesia. Saat ini UKM merupakan pelaku ekonomi
mayoritas yang terus tumbuh secara signifikan dan menjadi sektor usaha yang
mampu menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional. Sektor UKM
memiliki peranan yang sangat stategis dan penting yang dapat ditinjau dari
berbagai aspek. Pertama adalah jumlah industrinya yang besar dan terdapat
dalam setiap sektor ekonomi.
Kedua adalah potensinya yang besar dalam
penyerapan tenaga kerja. (http://kalselventura.wordpress.com)
Menurut data Biro Pusat Statistik, tingkat persentase UKM di Indonesia
mencapai 1,63% di tahun 2013 (http://mix.co.id, 2014). Sedangkan menurut
data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, pada tahun 2011 jumlah
pelaku usaha mikro, kecil dan menengah berjumlah sekitar 55.206.444 unit dan
pada tahun 2012 memiliki kenaikan sebesar 2,41% menjadi 56.534.592. Selain
itu peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja sebesar 5,83% yaitu pada
tahun 2011 jumlah tenaga kerja 101.722.458 jiwa dan pada tahun 2012 menjadi
107.657.509 jiwa (www.depkop.go.id, 2014).
UKM masih memiliki kelemahan dalam akses terhadap modal kerja
atau kredit usaha, hak kekayaan intelektual, deregulasi, fasilitas ekspor,
manajemen keuangan dan administrasi, serta kontinuitas pasokan bahan baku.
(http://kemenperin.go.id, 2014). Kelemahan pada manajemen keuangan dan
administrasi dapat menyebabkan tujuan usaha tidak sesuai dengan tujuan
yang diharapkan dan menyebabkan usaha tidak berjalan dengan efektif dan
efisien. Oleh karena itu diperlukan perhitungan biaya produksi yang lebih
teliti dan melakukan pengendalian biaya produksi dengan menetapkan biaya
standar untuk biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik. Untuk dapat mengetahui apakah biaya-biaya tersebut
sudah sesuai harapan, efektif dan efisien perlu dilakukan evaluasi terhadap
biaya yang telah dikeluarkan dengan melakukan perencanaan, pengendalian
dan penetapan kebijakan keuangan.
UKM Konveksi Sumber Rezeki merupakan industri rumah tangga yang
memproduksi pakaian seperti kemeja, dress, celana panjang wanita dan rok
panjang. Sejak berdiri dari tahun 2007 hingga saat ini UKM Sumber Rezeki
terus menerus mengalami peningkatan pemesanan. Hal ini dapat dilihat
dengan jumlah produksi awal sebanyak 500 potong per bulan saat ini
meningkat sampai dengan 10.000 potong per bulan, sehingga membutuhkan
penambahan jumlah mesin jahit dan penambahan tenaga kerja. Tujuan
sederhana yang ingin dicapai adalah ingin membuka lapangan pekerjaan bagi
masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan. Kegiatan produksi UKM
konveksi Sumber Rezeki dilakukan berdasarkan pesanan dari konsumen
tunggal yaitu Wahana Baru Jakarta.
UKM Konveksi Sumber Rezeki memiliki standar produksi pakaian
sebanyak 2.500 potong per minggu per satu model pakaian atau 10.000
potong per bulan untuk 4 (empat) model pakaian. Rata-rata produksi per hari
UKM Konveksi Sumber Rezeki sebanyak 350 potong pakaian yang
dikerjakan oleh 10 karyawan atau 35 potong pakaian per karyawan, dengan
jam kerja standar yaitu 9 (Sembilan) jam. Namun apabila pada saat
pengiriman barang jumlah pakaian yang akan dikirim belum mencapai target,
maka para karyawan harus menambah jam kerja hingga jumlah pakaian
tercukupi. Berikut ini adalah data produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki
selama bulan Januari sampai dengan Juni 2014.
Tabel 1. Jumlah Produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki Januari
sampai dengan Juni 2014
Jenis Pakaian
Bulan
Baju Dress Celana Panjang Rok Panjang
(pcs)
(pcs)
(pcs)
Januari
0
1800
1500
Februari
0
3625
1750
Maret
2500
2500
1500
April
4500
2100
3400
Mei
5000
2500
2500
Juni
4250
3200
2100
Sumber : Data UKM Konveksi Sumber Rezeki
Jumlah
3300
5375
6500
10000
10000
9550
UKM Konveksi Sumber Rezeki dalam proses produksinya belum
menerapkan biaya standar dan tidak menghitung biaya produksi yang
dikeluarkan karena keterbatasan sumber daya sehingga sampai saat ini
pemilik usaha tidak mengetahui usaha yang dijalankan mengalami
keuntungan (favorable) atau mengalami kerugian (unfavorable). Hal inilah
yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Biaya
Standar Sebagai Strategi Pengendalian Biaya Produksi Pada UKM
Konveksi Sumber Rezeki Sukabumi”.
1.7. Perumusan Masalah
UKM konveksi Sumber Rezeki memproduksi pakaian berdasarkan
pesanan dari Wahana Baru. Dalam proses produksi bahan baku kain
disediakan oleh pemesan, sedangkan bahan baku lain seperti benang jahit,
benang obras, karet, retsleting dan tali kur dibeli oleh UKM konveksi Sumber
Rezeki dari toko grosir perlengkapan menjahit. UKM konveksi Sumber
Rezeki diberikan upah jahit oleh Wahana Baru sebesar Rp. 7.000,00 untuk
upah jahit dress dan Rp. 5.000,00 untuk upah jahit celana dan rok. Namun
apabila terjadi kesalahan dalam proses produksi UKM konveksi Sumber
Rezeki harus membayar sebesar Rp. 50.000,00 untuk penggantian bahan
baku kain baju dress dan Rp. 40.000,00 untuk penggantian bahan baku kain
celana dan rok.
Dalam pengelolaan keuangan, UKM konveksi Sumber Rezeki dilakukan
oleh pemilik langsung, namun pencatatan keuangan dilakukan sangat
sederhana, sehingga tidak mengetahui biaya standar yang digunakan dalam
biaya produski yang mencangkup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan
biaya overhead pabrik. UKM Konveksi Sumber Rezeki tidak mengetahui
apakah usaha yang dijalankan mengalami keuntungan atau mengalami
kerugian. Hal ini tentu akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan
hidup perusahaan, karena tidak memiliki pengendalian biaya.
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan
di atas, maka perumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana penentuan biaya standar untuk biaya produksi pada konveksi
Sumber Rezeki yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik?
2. Bagaimana perbedaan yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
pada konveksi Sumber Rezeki?
3. Apakah perbedaan yang terjadi masih dalam batas pengendalian
manajemen konveksi Sumber Rezeki?
1.8. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini
adalah :
1. Mengetahui penentuan biaya standar untuk biaya produksi konveksi
Sumber Rezeki yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
2. Mengetahui perbedaan yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
pada konveksi Sumber Rezeki.
3. Mengetahui perbedaan yang terjadi apakah masih dalam batas
pengendalian manajemen konveksi Sumber Rezeki.
1.9. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak,
antara lain :
1. Diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi kepada pemilik
usaha Sumber Rezeki dalam penentukan biaya standar untuk mencapai
efisiensi kegiatan produksi.
2. Sebagai bahan informasi dan acuan dalam penelitian selanjutnya bagi
mahasiswa atau para peneliti dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1.10.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini untuk menganalisis biaya standar sebagai strategi
pengendalian produksi yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead yang terjadi pada konveksi Sumber
Rezeki. Penelitian ini memfokuskan perhitungan biaya produksi konveksi
yang memproduksi baju, kemeja, celana dan rok. Biaya yang dianalisis adalah
biaya produksi selama bulan Mei 2014 karena pada bulan tersebut merupakan
jumlah produksi paling banyak.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian ini membutuhkan beberapa tinjauan pustaka yang menunjang
untuk menjawab tujuan dari penelitian. Pustaka yang dibutuhkan adalah pustaka
mengenai konsep biaya, biaya produksi, konsep pengendalian, konsep biaya
standar, dan analisis penyimpangan biaya aktual dari biaya standar. Analisa biaya
standar dibutuhkan sebagai alat pengendalian biaya produksi, dengan mengetahui
biaya standar dapat mengendalikan biaya produksi. Hal ini dapat menjadi bahan
pertimbangan dalam kebijakan keuangan perusahaan. Dengan demikian pemilik
usaha dapat mengetahui cara atau metode yang tepat untuk menghitung dan
mengestimasikan biaya standar dan biaya produksi.
4.1. Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Pengertian usaha kecil menurut Undang-undang Republik Indonesia No.
20 tahun 2008 adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah
atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagai berikut :
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta
rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah).
4.2. Konsep Biaya
4.2.1. Denifisi Biaya
Pengertian biaya menurut Horngren Datar Foster (2008)
adalah sumber daya yang dikorbankan (sacrificed) atau dilepaskan
(forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu biaya biasanya
diukur dalam jumlah uang yang harus dibayarkan dalam rangka
mendapatkan barang atau jasa.
Menurut Mursyidi (2010), Biaya (cost) diartikan sebagai suatu
pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk
mencapai tujuan, baik yang dapat dibebankan pada saat ini maupun
pada saat yang akan datang.
Roni
(1990)
mendefinisikan
biaya
atau
cost
adalah
pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh suatu barang atau
jasa yang diukur dengan nilai uang, baik itu pengeluaran berupa
uang, melalui tukar menukar, ataupun melalui pemberian jasa.
4.2.2. Penggolongan Biaya
Menurut
Mulyadi
(2014)
biaya
dapat
digolongkan
berdasarkan:
1. Pengolongan biaya menurut objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran
merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek
pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang
berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
Contoh penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran dalam
perusahaan kertas adalah biaya merang, biaya jerami, biaya gaji
dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi,
biaya bunga, biaya zat warna.
2. Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan
a. Biaya produksi
Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk
dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan
ekuipmen, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya
gaji karyawan yang berkerja dalam bagian-bagian, baik yang
langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan
proses produksi.
b. Biaya pemasaran
Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya adalah
biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang ke
gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan
bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya
contoh (sample).
c. Biaya administrasi dan umum
Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk
mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.
Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian
keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan
masyrakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya photocopy.
3. Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu
yang dibiayai
a. Biaya langsung
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab
satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
Jika yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung
ini tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan
mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya
produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung.
b. Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak
hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak
langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan
istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead
pabrik (factory overhead cost).
4. Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya
dengan perubahan volume aktivitas
a. Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya
variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung.
b. Biaya semivariabel
Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya
semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya
variabel.
c. Biaya semifixed
Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat
volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan
pada volume produksi tertentu.
d. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam
kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji
direktur produksi.
5. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya
a. Pengeluaran modal (capital expenditures)
Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat
lebih dari satu periode akuntansi (biayanya periode akuntansi
adalah satu tahun kalender). Pengeluaran modal ini pada saat
terjadinya dibebankan sebagai cost aktiva, dan dibebankan
dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara
didepresiasi, diamortisasi, atau dideplesi. Contoh pengeluaran
modal adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap,
untuk reparasi besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi
besar-besaran,
dan
pengeluaran
untuk
riset
dan
pengembangan suatu produk.
b. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures)
Pengeluaran
pendapatan
adalah
biaya
yang
hanya
mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya
pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran
pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan
dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya
tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan antara lain adalah
biaya iklan, biaya telex, dan biaya tenaga kerja.
4.3. Biaya Produksi
4.3.1. Pengertian Biaya Produksi
Pengertian biaya produk (product cost) menurut Horngren,
Datar dan Foster (2008) adalah jumlah biaya yang dibebankan ke
suatu produk untuk tujuan tertentu. Tujuan yang berbeda dapat
menghasilkan ukuran biaya produk yang juga berbeda.
Menurut Mulyadi (2014) biaya produksi merupakan biaya-biaya
yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang
siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan
ekuipmen, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji
karyawan yang berkerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung
maupun yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi.
4.3.2. Jenis-Jenis Biaya Produksi
Menurut Rudianto (2013), biaya produksi dikelompokkan
menjadi :
1. Biaya bahan baku langsung
Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku yang telah
digunakan untuk menghasilkan suatu produk jadi tertentu.
2. Biaya tenaga kerja langsung
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar pekerja yang terlibat
secara langsung dalam proses produksi.
3. Biaya Overhead
Biaya-biaya selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga
kerja langsung tetapi tetap dibutuhkan dalam proses produksi.
Termasuk dalam kelompok ini adalah
a. Biaya bahan penolong (bahan tidak langsung)
Bahan tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu
produk tertentu.
b. Biaya tenaga kerja penolong (tenaga kerja tidak langsung)
Pekerja yang dibutuhkan dalam proses menghasilkan suatu
barang tetapi tidak terlibat secara langsung dalam proses
produksi.
c. Biaya pabrikasi lain
Biaya-biaya tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan
suatu produk selain biaya bahan penolong dan biaya tenaga
kerja penolong.
4.4. Konsep Pengendalian
Menurut Garrison, Noreen dan Brewer (2013) pengendalian (control)
meliputi pengumpulan umpan balik untuk memastikan rencana telah
dijalankan secara tepat atau dimodifikasikan bila ada perubahan keadaan.
Pengendalian berkaitan dengan usaha, prosedur dan metode serta
langkah yang harus ditempuh agar apa yang telah direncanakan dapat
terlaksana dengan baik mencapai sasaran yang ditetapkan (Roni, 1990).
4.4.1.
Konsep Anggaran
Pengertian anggaran (budged) menurut Garrison, Noreen dan
Brewer (2013) adalah rencana terperinci untuk masa depan yang
diekspresikan dalam bentuk kuantitatif.
Menurut Bustomi dan Nurlela (2007), anggaran adalah
pernyataan-pernyataan dalam kuantitas yang dinyatakan secara
formal, disusun secara sistematis, dinyatakan dalam unit moneter
dan berlaku untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang.
Horngren Datar Foster (2008) menjelaskan bahwa anggaran
adalah :
a. Pernyataan kuantitatif dari suatu rencana kegiatan yang dibuat
manajemen untuk periode tertentu
b. Alat yang membantu mengkoordinasikan hal-hal yang perlu
dilakukan guna mengimplementasikan rencana tersebut.
Secara umum anggaran mencangkup aspek keuangan dan
nonkeuangan dari sebuah rencana, dan berfungsi sebagai cetak biru
yang akan diikuti perusahaan pada periode mendatang. Anggaran
merupakan bagian integral dari sistem pengendalian manajemen,
jika dikelola dengan baik akan bermaanfaat untuk :
a. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi di antara subunit
dalam perusahaan.
b. Menyediakan kerangka kerja untuk menilai kinerja.
c. Memotivasi para manajer dan karyawan lain.
4.4.2.
Konsep Biaya Standar
Biaya standar menurut Mursyidi (2010), biaya ditentukan di
muka untuk suatu produk yang bersifat homogin dan relative stabil.
Kalkulasi biaya standar mempunyai dua elemen, yaitu standar fisik
(standar input untuk satu unit output), dan standar harga (biaya
standar atau tarif per unit input).
Pengertian biaya standar menurut Mulyadi (2014) adalah
biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang
seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau
untuk membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi
ekonomi, efisien, dan faktor-faktor lain tertentu.
Menurut Horngren dan Harrison (1993) biaya standar adalah
perkiraan besarnya tingkat biaya yang telah ditentukan sebelumnya.
Biaya standar biasanya diekspresikan dalam biaya per unit. Biaya
standar merupakan suatu target biaya yang harus dicapai perusahaan.
Sistem biaya standar membantu perusahaan menyusun anggaran,
menganalisa hasil operasi, memperoleh data biaya produksi dan juga
menghemat biaya pencatatan perusahaan.
Mursyidi (2010) menjelaskan bahwa sistem biaya standar
dalam suatu perencanaan dan pengendalian dapat digunakan sebagai
bahan pijakan dalam pengambilan keputusan mengenai biaya dan
perencanaan laba. Untuk itu, biaya standar digunakan dalam rangka :
a. Penetapan anggaran
b. Pengendalian biaya
c. Penyederhanaan prosedur dan pelaporan biaya.
d. Penetapan harga pokok bahan, barang dalam proses dan barang
jadi.
e. Dasar untuk melakukan kontrak dan penetapan harga.
Menurut Mulyadi (2014) biaya standar dapat digolongkan atas
dasar tingkat ketaatan atau kelonggaran sebagai berikut :
a. Standar teoretis
Standar teoretis disebut pula dengan standar ideal, yaitu standar
yang ideal yang dalam pelaksanaannya sulit untuk dicapai. Pada
awalnya akuntasi biaya standar menjadi terkenal dan ada tendensi
bagi sebagian manajemen untuk menggunakan standar teoretis.
Asumsi yang mendasari standar teoretis ini adalah bahwa standar
merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh
para pelaksana. Kebaikan standar teoretis adalah bahwa standar
tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Tetapi pelaksanaan yang sempurna yang dapat dicapai oleh orang
atau mesin jarang dapat dicapai sehingga standar ini seringkali
menimbulkan frustasi. Jenis standar ini sekarang jarang dipakai.
b. Rata-rata biaya waktu yang lalu
Jika biaya standar ditentukan dengan menghitung rata-rata biaya
periode yang telah lampau, standar ini cenderung merupakan
standar yang longgar sifatnya. Rata-rata biaya waktu yang lalu
dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang
seharusnya tidak boleh dimasukan sebagai unsur biaya standar.
Tetapi jenis standar ini kadang-kadang berguna pada saat
permulaan perusahaan menerapkan sistem biaya standar, dan
terhadap jenis biaya standar ini secara berangsur-angsur
kemudian diganti dengan biaya yang benar-benar menunjukan
efesiensi.
c. Standar normal
Standar Normal didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan
datang di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang
normal. Kenyataannya standar normal didasarkan pada rata-rata
biaya di masa yang lalu, yang disesuaikan dengan taksiran
keadaan biaya di masa yang akan datang. Standar normal
berguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka
panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka
panjang. Standar normal tidak begitu bermanfaat ditinjau dari
sudut pengukuran pelaksanaan tindakan dan pengambilan
keputusan jangka pendek.
d. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai (attainable high
performance)
Standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang
paling baik untuk menilai pelaksanaan. Standar ini didasarkan
pada tingkat pelaksaan terbaik yang dapat dicapai dengan
memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat
dihindari terjadinya.
Prosedur penentuan biaya standar menurut Mulyadi (2014)
dibagi kedalam tiga bagian :
1. Biaya bahan baku standar
Biaya bahan baku standar terdiri dari :
a. Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah
keluaran fisik tertentu, atau lebih dikenal dengan nama
kuantitas standar.
b. Harga per satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula
harga standar.
Penentuan kuantitas standar bahan baku dimulai dari penetapan
spesifikasi produk, baik mengenai ukuran, bentuk, warna,
karakteristik pengolahan produk, maupun mutunya. Dari
spesifikasi ini kemudian dibaut kartu bahan baku yang berisi
spesifikasi dan jumlah tiap-tiap jenis bahan baku yang akan dilah
menjadi produk selesai. Kuantitas standar bahan baku yang dapat
ditentukan dengan menggunakan :
a. Penyelidikan teknis.
b. Analisis catatan masa lalu dalam bentuk :
1. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk
produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu
di masa lalu.
2. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam
pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling
buruk di masa lalu.
3. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam
pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.
Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa :
1. Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan
datang, biasanya untuk jangka waktu satu tahun.
2. Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.
3. Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal
dalam jangka panjang.
Harga yang akan dipilih sebagian tergantung dari jenis
fluktuasi harga yang diperkirakan dan tujuan penggunaan biaya
standar tersebut. Jika fluktuasi harga cenderung untuk berulang
kali terjadi dant idak dapat dipastikan mempunyai kecenderungan
turun atau naik, maka harga normal yang tepat untuk situasi ini.
Di lain pihak, jika arah perubahan harga di masa yang akan
datang dapat diperkirakan dengan baik, maka harga yang tepat
untuk situasi ini adalah harga rata-rata dalam periode di mana
biaya standar tersebut akan dipakai.
Harga standar bahan baku digunakan untuk :
1. Mengecek pelaksanaan pekerjaan departemen pembelian.
2. Mengukur akibat kenaikan atau penurunan harga terhadap
laba perusahaan.
Pada umumnya harga standar bahan baku ditentukan pada
akhir tahun dan pada umumnya digunakan selama tahun
berikutnya. Tetapi harga standar ini dapat diubah bila terjadi
penurunan atau kenaikan harga yang bersifat luar biasa.
2. Biaya Tenaga Kerja Standar
Seperti halnya dengan biaya bahan baku standar, biaya tenaga
kerja standar terdiri dari dua unsur : jam tenaga kerja standard an
tarif upah standar.
Syarat mutlak berlakunya jam tenaga kerja standar adalah :
a. Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan
yang modern sehingga dapat dilakukan produksi yang
maksimum dengan biaya yang minimum.
b. Pengembangan staf perencanaan produksi, routing, scheduling
dan dispatching, agar supaya aliran proses produksi lancer,
tanpa terjadi penundaan dan kesimpangsiuran.
c. Pembelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga
tersedia pada saat dibutuhkan untuk produksi.
d. Standarisasi kerja karyawan dan metode-metode kerja dengan
instruksi-instruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan,
sehingga proses produksi dapat dilaksanakan di bawah kondisi
yang paling baik.
Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara :
a. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu
pekerjaan dari kartu harga pokok (cost sheet) periode yang
lalu.
b. Membuat test-run operasi produksi di bawah keadaan normal
yang diharapkan.
c. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja
karyawan di bawah keadaan nyata yang diharapkan.
d. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada
pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk.
Jam tenaga kerja standar ditentukan degan memperhitungkan
kelonggaran waktu untuk istirahat, penundaan kerja yang tak bisa
dihindari (menunggu bahan baku, reparasi dan pemeliharaan
mesin) dan faktor-faktor kelelahan kerja.
Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan mengenai
kegiatan yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga kerja yang
diperlukan dan rata-rata tariff upah per jam yang diperkirakan
akan dibayar.
Tarif upah standar yang dapat ditentukan atas dasar :
1. Perjanjian dengan organisasi karyawan.
2. Data upah masa lalu. Yang dapat digunakan sebagai tarif
upah standar adalah : rata-rata hitung, rata-rata tertimbang,
atau median dari upah karyawan masa lalu.
3. Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal.
3. Biaya Overhead Pabrik Standar
Tarif overhead standar dihitung dengan membagi jumlah biaya
overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan
kapasitas normal. Manfaat utama tarif overhead standar ini, yang
meliputi unsur biaya overhead pabrik variabel dan tetap adalah
untuk penentuan harga pokok produk dan perencanaan. Agar
supaya tarif overhead standar ini dapat bermanfaat untuk
pengendalian biaya, maka tarif ini harus dipisahkan ke dalam
tetap dan variabel. Untuk pengendalian biaya overhead pabrik
dalam sistem biaya standar, perlu dibuat anggaran fleksibel, yaitu
anggaran biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas. Ada
perbedaan pokok antara tarif biaya overhead standar untuk
penentuan harga pokok produk dengan tarif biaya overhead
standar untuk pembuataan anggaran fleksibel. Tarif biaya
overhead standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam
satu tariff yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu.
Sebagai akibatnya dalam tarif biaya overhead pabrik ini semua
biaya overhead pabrik ini diperlakukan sebagai biaya variabel
dan memperlakukan biaya overhead tetap sebagai biaya yang
jumlah totalnya tetap dalam volume tertentu.
4.5. Analisis penyimpangan biaya aktual dari biaya standar
4.5.1. Analisis Selisih Biaya Produksi Langsung
Menurut Mulyadi (2014) ada tiga model analisis biaya produksi
langsung :
1. Model satu selisih (The one way model)
Dalam model ini, selisih antara biaya sesungguhnya dengan
biaya standar tidak dipecah ke dalam selisih harga dan selisih
kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan
gabungan antara selisih harga dengan selisih kuantitas. Analisis
selisih dalam model ini dapat digambarkan dengan rumus
berikut:
St = (HSt x KSt) – (HS x KS) ......................................... (1)
Di mana :
St
= Total selisih
HSt = Harga standar
KSt = Kuantitas standar
HS = Harga sesungguhnya
KS = Kualitas sesungguhnya
2. Model dua selisih (The two – way model)
Dalam model selisih ini, selisih antara biaya sesungguhnya
dengan biaya standar dipecah menjadi dua macam selisih, yaitu
selisih harga dan selisih kuantitas atau efisiensi. Rumus
perhitungan selisih dapat digambarkan dengan rumus berikut ini :
SH = (HSt – HS) x KS ..................................................... (2)
rumus perhitungan selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ................................................. (3)
rumus perhitungan selisih kuantitas
Di mana :
SH = Selisih Harga
HSt = Harga standar
KSt = Kuantitas standar
SK = Selisis kuantitas / efisiensi
HS = Harga sesungguhnya
KS = Kualitas sesungguhnya
3. Model tiga selisih (The three – way model)
Dalam model ini, selisih antara biaya standar dengan biaya
sesungguhnya dipecah menjadi tiga macam selisih berikut ini:
a. Harga standar dan kuantitas standar masing-masing lebih
tinggi atau lebih rendah dari harga sesungguhnya dan
kuantitas sesungguhnya.
SH = (HSt – HS) x KSt ............................................ (4)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ............................................ (5)
untuk menghitung selisih kuantitas
SHK = (HSt – HS) x (KSt – KS) .............................. (6)
Untuk menghitung selisih gabungan yang merupakan selisih
harga / kuantitas.
b. Harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya, namun
sebaliknya kuantitas standar lebih tinggi dari kuantitas
sesunggguhnya.
SH = (HSt – HS) x KS ............................................. (7)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ............................................. (8)
untuk menghitung selisih kuantitas (Selisih harga/kuantitas
sama dengan nol)
c.
Harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, namun
sebaliknya kuantitas standar lebih rendah dari kuantitas
sesungguhnya.
SH = (HSt – HS) x KSt ............................................. (9)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HS ............................................ (10)
untuk menghitung selisih kuantitas (Selisih harga/kuantitas
sama dengan nol)
4.5.2. Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik
Mulyadi (2014) mengatakan perhitungan selisih biaya overhead
pabrik berbeda dengan perhitungan selisih biaya produksi langsung.
Perhitungan tarif biaya overhead pabrik adalah menggunakan
kapasitas normal, sedangkan pembebanan biaya overhead pabrik
kepada produk menggunakan kapasitas sesungguhnya yang dicapai.
Ada 4 model analisis selisih biaya overhead pabrik, yaitu :
2. Model satu selisih
Dalam model ini, selisih biaya overhead pabrik dihitung dengan
cara mengurangi biaya overhead pabrik dengan tarif standar
pada
kapasitas
standar
dengan
biaya
overhead
pabrik
sesungguhnya.
3. Model dua selisih
Selisih biaya overhead pabrik yang dihitung dengan model satu
selisih dapat dipecah menjadi dua macam selisih : selisih
terkendalikan dan selisih volume. Selisih terkendalikan adalah
perbedaan biaya overhead sesungguhnya dengan biaya overhead
yang dianggarkan pada kapasitas standar, sedangkan selisih
volume
adalah
perbedaan
antara
biaya
overhead
yang
dianggarkan pada jam standar dengan biaya overhead pabrik
yang dibebankan kepada produk (kapasitas standar dengan tarif
standar).
4. Model tiga selisih
Selisih biaya overhead pabrik yang dihitung dengan model satu
selisih dapat dipecah menjadi tiga macam selisih yaitu selisih
pengeluaran, selisih kapasitas dan selisih efisiensi. Selisih
pengeluaran
adalah
perbedaan
biaya
overhead
pabrik
sesungguhnya. Selisih kapasitas adalah perbedaan anara biaya
overhead yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya dengan
biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk pada
kapasitas sesungguhnya (kapasitas sesungguhnya dengan tarif
standar). Selisih efisiensi adalah tarif biaya overhead pabrik
dikalikan dengan selisih antara kapasitas standar dengan
kapasitas sesungguhnya.
5. Model empat selisih
Model empat selisih ini merupakan perluasan model tiga selisih.
Dalam model ini, selisih efisiensi dalam model tiga selisih
dipecah lebih lanjut menjadi dua selisih berikut ini : selisih
efisiensi variabel dan selisih efisiensi tetap.
4.5.3. Analisis Varians
Pengertian varians menurut Horngren dan Harrison (2007) adalah
perbedaan antara jumlah aktual dan anggaran. Varians disebut
menguntungkan jika varians tersebut meningkatkan laba operasi dan
tidak menguntungkan jika varians tersebut menurunkan laba operasi.
Horngren, Datar dan Foster (2008) mendefinisikan varians adalah
gabungan dari fungsi perencanaan dan pengendalian untuk
membantu
manajer
dalam
mengimplementasikan
strateginya.
Varians digunakan dalam evaluasi kinerja dan untuk memotivasi
para manajer. Adakalanya varians mendorong perubahan strategi.
Tingkat kerusakan yang berlebihan atas sebuah produk baru bisa jadi
menunjukan desain produk cacat. Para manajer kemudian mungkin
ingin mengevaluasi ulang strategi-strategi produk mereka.
Varians menurut Bustami dan Nurlela (2007) adalah selisih
antara biaya aktual dengan standar yang ditetapkan sebelum kegiatan
operasi perusahaan dilakukan. Varians tersebut menyangkut untuk
ketiga elemen biaya produksi yaitu :
1.
Varian bahan baku
Varians bahan baku merupakan selisih bahan baku aktual
dengan bahan baku berdasarkan standar yang diperkenankan.
Dalam varians bahan baku dapat dianalisis menjadi :
a. Varians harga bahan baku : Selisih bahan baku aktual
dengan harga bahan baku berdasarkan standar yang
diperkenankan.
b. Varians kuantitas pemakaian bahan baku : Selisih antara
kuantitas aktual yang digunakan untuk produksi dengan
pemakaian bahan berdasarkan standar yang ditetapkan,
menggunakan harga beli bahan baku standar.
2.
Varians tenaga kerja
Varians tenaga kerja merupakan selisih biaya tenaga kerja aktual
dengan
biaya
tenaga
kerja
berdasarkan
standar
yang
diperkenankan. Dalam varians tenaga kerja ada 2 (dua) varians
yang dikembangkan yaitu :
a.
Varians tarif / upah tenaga kerja
Selisih tarif biaya tenaga kerja aktual dengan tarif biaya
tenaga kerja yanh diperkenankan menggunakan jam kerja
standar.
b.
Varians efisiensi tenaga kerja
Selisih jam kerja aktual dengan jam kerja standar yang
diperkenankan, menggunakan tarif tenaga kerja standar.
3.
Varians overhead pabrik
Varians overhead pabrik merupakan selisih biaya overhead
pabrik aktual dengan biaya overhead pabrik berdasarkan standar
yang diperkenankan. Dalam menganalisis biaya overhead pabrik
ini dapat dilakukan dengan :
a.
Metode dua varians
Metode dua varians ini adalah metode yang sering
digunakan dalam praktek sehari-hari, karena metode ini
mudah untuk dihitung.
i.
Varians terkendali (controllable variance)
Varians antara biaya overhead pabrik aktual yang
terjadi dengan total anggaran fleksibel pada aktivitas
standar yang diperbolehkan.
ii.
Varians volume (volume variance)
Varians antara anggaran fleksibel pada aktivitas standar
dari dasar lokasi yang diperbolehkan dengan standar
biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk.
b.
Metode tiga varians
Masalah yang timbul dalam metode dua varians adalah
menyembunyikan kelebihan dan kekurangan penggunaan
dari input yang merupakan dasar alokasi biaya overhead
pabrik. Metode tiga varians berusaha mengatasi masalah ini
karena dalam metode tiga varians memperhitungkan varians
pengeluaran, varian efisiensi variable dan varians volume
atau varians pengeluaran, varians kapasitas menganggur dan
varians efisiensi.
i.
Varians pengeluaran (spending variance)
Varians biaya overhead pabrik aktual dengan jumlah
anggaran fleksibel yang disesuaikan dengan aktivitas
aktual yang diperkenankan.
ii. Varians efisiensi variable (variable effiency variance)
Variasn biaya overhead pabrik variable dengan
membandingkan
overhead
pabrik
variable
menggunakan aktivitas aktual dengan overhead pabrik
menggunakan aktivitas standar.
iii. Varians volume (volume variance)
Varians antara anggaran fleksibel pada aktivitas standar
dari dasar alokasi yang diperbolehkan dengan standar
biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk.
c.
Metode empat varians
Metode empat varians merupakan pengembangan dari
metode tiga varians, dimana terjadinya pemisahan varians
efisiensi menjadi varians efisiensi variable dan varians
efisiensi tetap.
4.6. Penelitian Terdahulu
Rizky Rahman (2012), meneliti analisis biaya standar sebagai alat
pengendali biaya produksi pada UMKM Pia PiaKu!, Bogor. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varians untuk mengetahui
selisih yang terjadi antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya
terjadi. Penelitian ini berfokus pada perhitungan biaya produksi pia kering
yang diproduksi setiap hari yaitu, pia rasa kacang hijau, keju dan coklat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan biaya standar
untuk biaya produksi pia yang mencangkup biaya bahan baku langsung,
biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya selisih antara biaya
standar dan realisasinya pada ketiga komponen biaya produksi yang dihitung
menggunakan analisis varians. Hasil analisis varians tersebut bahwa bahan
baku yang digunakan selama bulan November 2011 bersifat favorable atau
menguntungkan yaitu tepung terigu, kacang hijau kupas, mentega, minyak
sayur, coklat blok, chocochip dan susu bubuk, sedangkan varians harga
bahan baku yang bersifat unfavorable atau tidak menguntungkan adalah gula
pasir, gula halus, keju, coklat bubuk dan telur.
Mai Yunan Tahir Zain (2012), meneliti Analisis Biaya Standar Sebagai
Alat Pengendalian Biaya Produksi Pada UKM Cireng Cageur Grup Bogor.
UKM Cireng Cageur Grup merupakan usaha kecil yang memproduksi
cireng dengan enam aneka rasa, yaitu rasa keju, kornet pedas, ayam pedas,
kornet tidak pedas, sosis pedas, dan bakso pedas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi penerapan biaya standar untuk biaya produksi yang
mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik, menganalisis varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya aktual dan mengevaluasi varians yang terjadi masih dalam
batas pengendalian manajemen.
Berdasarkan analisis varians bahan baku yang digunakan selama bulan
November 2011 bersifat favorable. Varians tarif tenaga kerja langsung
bersifat unfavorable dan varians efisiensi tenaga kerja langsung bersifat
favorable. Varians biaya overhead variabel bersifat favorable atau
menguntungkan. Berdasarkan uji t didapatkan kesimpulan bahwa varians
harga bahan baku yang masih berada dalam batas pengendalian manajemen.
Varians efisiensi bahan baku langsung yang berada dalam batas
pengendalian manajemen. Uji hipotesis pada tenaga kerja langsung
didapatkan bahwa varians efisiensi tenaga kerja langsung berada dalam
batas pengendalian manajemen.
Ariesta rossda Maharani (2013), meneliti analisis biaya standar sebagai
alat pengendali biaya produksi pada PT. Gadang Rejo Sentosa Malang. PT.
Gadang Rejo Sentosa Malang, merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang paint factory and industrial coating. Analisis data yang digunakan
dalam
penelitian
ini
adalah
menganalisis
varians
dengan
cara
membandingkan jumlah biaya produksi yang sesungguhnya dengan jumlah
biaya produksi standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Hasil analisis menunjukan pada produksi cat ekonomis terjadi varians
yang merugikan pada bahan baku, dan terjadi varians yang menguntungkan
pada harga dan kuantitas bahan baku, untuk cat medium terjadi varians yang
merugikan pada kuantitas bahan baku dan terjadi varians
yang
menguntungkan pada harga bahan baku, sedangkan untuk cat premium
terjadi selisih yang merugikan pada kuantitas bahan baku dan terjadi varians
yang menguntungkan pada harga bahan baku. Varians tarif tenaga kerja
langung menunjukan hasil varians yang tidak menguntungkan, namun
terjadi varians yang menguntungkan pada hasil tenaga kerja langsung.
III. METODELOGI PENELITIAN
3.6. Kerangka Pemikiran Penelitian
Dalam menjalankan perusahaannya pengusaha harus menjalankan
fungsi pengendalian yang baik agar perusahaan dapat berjalan dengan
efektif dan efisien. Dalam fungsi pengendalian, pengusaha membuat banyak
keputusan. Beberapa dari keputusan tersebut menyangkut jumlah dan harga
bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Dalam memperoleh
bahan-bahan tersebut, pengusaha diharapkan untuk membayar dengan harga
yang lebih rendah, kualitasnya baik. Dalam proses produksi, penggunaan
bahan diharapkan seminimum mungkin, yang sesuai dengan kualitas output
yang dinginkan. Lepasnya control terhadap harga dan kualitas input akan
menyebabkan biaya yang berlebihan dan berkurangnya laba perusahaan.
Cara pengusaha melakukan pengendalian terhadap harga dan kualitas
input yang digunakan dalam proses produksi adalah dengan menetapkan
biaya standar (Standart Cost). Biaya standar adalah sama dengan
pengukuran dari elemen-elemen biaya yang seharusnya terjadi (dikeluarkan)
dari operasi perusahaan yang nantinya akan dibandingkan dengan biaya
yang sesungguhnya yang terjadi dalam perusahaan. Biaya standar akan
ditentukan terlebih dahulu sebelum operasi berlangsung (dimulai). Biaya
produksi standar terdiri dari standar bahan baku, standar biaya tenaga kerja
langsung dan tarif biaya overhead pabrik.
Konveksi Sumber Rezeki merupakan usaha kecil yang memproduksi
berbagai jenis pakaian seperti baju dress, kemeja, celana panjang dan rok
panjang. Di dalam proses produksinya konveksi Sumber Rezeki dihadapkan
dengan adanya masalah perbedaan selisih biaya produksi yang dianggarkan
dengan biaya produksi yang sebenarnya terjadi, dikarenakan belum
sepenuhnya melakukan pengendalian biaya produksi dan belum menentukan
biaya standar untuk biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik.
Penelitian ini mengkaji tentang varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya produksi aktual. Analisis varians dilakukan dengan
membandingkan biaya standar produksi dengan realisasinya. Alat analisis
yang digunakan yaitu analisis varians dan uji t (t-test). Analisis varians
digunakan untuk
mengetahui
apakah varians
yang terjadi
bersifat
menguntungkan atau tidak menguntungkan. sedangkan uji t (t-test) digunakan
untuk mengetahui apakah varian yang terjadi masih dalam pengendalian
manajemen konveksi Sumber Rezeki. Hasil dari kedua analisis tersebut
diharapkan dapat memberikan evaluasi dan perbaikan pada konveksi Sumber
Rezeki untuk memperbaiki manajemen perusahaan dimasa yang akan datang.
Kerangka pemikiran penelitian secara sistematis dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
UKM Konveksi
Sumber Rezeki
Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
Langsung
Biaya Overhead
Pabrik
Biaya Tenaga
Kerja Langsung
Standar Biaya
Produksi
Realisasi Biaya
Produksi
Varian Biaya Produksi
Uji t
Analisis Varians
Evaluasi
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian
3.7. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di rumah produksi UKM Konveksi Sumber
Rezeki yang berlokasi di kampung Nyalindung Rt. 03 Rw. 03 Desa Munjul
Kecamatan Ciambar Sukabumi. Waktu penelitian dimulai dari bulan Mei
2014 sampai dengan bulan Juli 2014. Waktu tersebut digunakan untuk
memperoleh data-data produksi dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi.
3.8. Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu :
1. Data Primer
Data primer dari penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan secara
langsung terhadap objek penelitian melalui wawancara dengan pemilik
usaha.
2. Data Sekunder
Data sekunder didapatkan melalui informasi yang berkaitan dengan
pengetahuan teori yang berkaitan dengan penelitian dan didapatkan
melalui buku-buku dan penelitian terdahulu.
3.9. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah :
1. Observasi
Observasi merupakan pengamatan langsung pada tempat penelitian yang
dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi akurat mengenai
kegiatan produksi UKM konveksi Sumber Rezeki, antara lain yaitu data
produksi, tahapan proses produksi, biaya-biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi dan peralatan apa saja yang digunakan.
2. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak yang terkait dalam proses
produksi UKM konveksi Sumber Rezeki.
3.10. Pengolahan dan Analisis Data
3.10.1.
Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis varians biaya standar. Analisis varians digunakan untuk
mengetahui biaya produksi yang sebenarnya terjadi (realisasi) dengan
biaya yang telah ditetapkan sebelumnya (standar). Analisis varians
memperlihatkan varians yang terjadi antara standar biaya produksi
dengan realisasi biaya produksi. Sehingga dapat dicari penyebab dari
varians yang telah terjadi dan member rekomendasi perbaikan kepada
pihak manajemen.
Varians yang terjadi dapat menguntungkan (favorable) atau
tidak
menguntungkan
(unfavorable).
Varians
dikatakan
menguntungkan (favorable) jika biaya aktualnya lebih kecil dari biaya
standar.
Sedangkan
varians
dikatakan
tidak
menguntungkan
(unfavorable) jika biaya aktualnya lebih besar dari biaya standar.
Pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis varian
menggunakan alat bantu piranti lunak dari computer yaitu Microsoft
excel 2007. Data yang telah diolah selanjutnya dilakukan pengujian
dengan uji t atau disebut sebagai t-test menggunakan SPSS versi 16.
3.10.2.
Analisis Varians
Analisis varians merupakan suatu anggaran yang fleksibel yang
dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang muncul pada
tingkat aktivitas aktual (Hansen dan Mowen, 2001). Varians yang
dianalisis yaitu :
1. Varians Bahan Baku Langsung
a. Varians harga bahan baku langsung
Perhitungan varians harga bahan baku langsung (Materials
Price Variance - MPV) menggunakan rumus :
MPV = (AP - SP) AQ ............................................ (11)
b. Varians pemakaian bahan baku langsung
Perhitungan varians pemakaian bahan baku langsung
(Material Usage Variance - MUV) menggunakan rumus :
MUV = (AQ - SQ) SP ............................................. (12)
Keterangan :
AP = Harga aktual per unit
SP = Standar harga per unit
AQ = Kuantitas aktual bahan baku langsung per unit.
SQ = Kuantitas standar bahan baku langsung yang diizinkan
untuk output aktual.
2. Varians Tenaga Kerja Langsung
a. Varians tarif tenaga kerja langsung
Perhitungan varians tarif tenaga kerja langsung (Labor Rate
Variance - LRV) menggunakan rumus :
LRV = (AR - SR) AH ............................................ (13)
b. Varians efisiensi tenaga kerja langsung
Perhitungan varians tarif tenaga kerja langsung (Labor
Efficiency Variance - LEV) menggunakan rumus :
LEV = (AH - SH) SR .............................................. (14)
Keterangan :
AR = Tarif upah pada jam aktual
SR = Tarif upah pada jam standar
AH = Jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan
SH = Jam tenaga kerja langsung standar yang seharusnya
digunakan
3. Varians Overhead Pabrik
a. Varians overhead variable
i.
Varians overhead variable pembiayaan
Perhitungan varians overhead variable pembiayaan
(Variable Overhead Spending Variance - VOSV)
menggunakan rumus :
VOSV = (AVOR - SVOR) AH ........................ (15)
ii. Varians overhead variable efisiensi
Perhitungan varians overhead variable efisiensi (Variable
Overhead Efficiency Variance - VOEV) menggunakan
rumus :
VEOV = (AH - SH) SVOR .............................. (16)
Keterangan :
AVOR = Tarif overhead variable aktual (actual variable
overhead rate)
SVOR = Tarif overhead variable standar (standard
variable overhead rate)
b. Varians overhead tetap
i.
Varians overhead tetap pembiayaan
Perhitungan varians overhead tetap pembiayaan (Fixed
Overhead Spending Variance-FOSV)
menggunakan
rumus :
FOSV = AFOH – BFOH.................................. (17)
keterangan :
AFOH = Overhead tetap aktual (actual fixed overhead)
BFOH = Overhead tetap yang dianggarkan (budgeting
fixed overhead)
ii.
Varians overhead tetap volume
Penghitungan varians overhead tetap volume (Fixed
Overhead
Volume
Variance-FOVV)
menggunakan
rumus:
FOVV = BFOH – ApFOH ............................... (18)
keterangan :
ApFOH = Overhead tetap yang ditetapkan (applied
overhead).
3.10.3.
Uji Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara sebelum percobaan
dilaksanakan yang didasarkan pada hasil studi literatur. Hipotesis
statistik dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis
tandingan (H1). Pernyataan yang ingin ditolak kebenarannya
ditetapkan sebagai hipotesis nol sedangkan pernyataan lawannya
ditetapkan sebagai hipotesis tandingan (Mattjik dan Sumertajaya,
2002).
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan t (t-test)
untuk mengetahui apakah varians yang terjadi antara biaya yang
sesungguhnya dengan biaya standar masih dalam batas pengendalian.
Uji t menggunakan program aplikasi komputer untuk penghitungan
statistik (SPSS) versi 16. langkah-langkah dalam melakukan uji t (ttest) adalah :
1. Merumuskan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1)
H0
= Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
masih dalam batas pengendalian
H1
= Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
di luar batas pengendalian
2. Mencari Thitung
................................................................... (19)
........................................... (20)
Keterangan :
1
= Rataan nilai biaya standar
2
= Rataan nilai biaya aktual
n1
= Jumlah laporan biaya standar
n2
= Jumlah laporan biaya aktual
x1
= Biaya standar
x2
= Biaya aktual
S1
= Simpangan baku biaya standar
S2
= Simpangan baku biaya aktual
3. Menentukan taraf nyata (α)
Taraf nyata yang digunakan adalah α=5%, kemudian dicari
dengan ttabel dengan ketentuan db=n-1
4. Menentukan daerah keputusan
Jika thitung
ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak
Jika thitung
ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima
5. Membuat kesimpulan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Gambaran Umum UKM
UKM konveksi Sumber Rezeki pertama didirikan pada tahun 2007 oleh
Bapak Oji dan istrinya Ibu Yayah sebagai usaha kecil yang bergerak dalam
bidang industri konveksi pakaian. UKM konveksi Sumber Rezeki berlokasi
di kampung Nyalindung Rt. 03 Rw. 03 Desa Munjul Kecamatan Ciambar
Sukabumi. Sebelum mendirikan usaha ini, Bapak Oji merupakan seorang
petani singkong dan penadah singkong dari petani-petani di sekitar
lingkungan tempat tinggalnya. Singkong-singkong yang dibeli dari petanipetani tersebut lalu disalurkan kepada perusahaan makanan ringan keripik
singkong Kusuka di Bogor. Dikarenakan biaya operasional dan transportasi
semakin meningkat usaha tersebut selalu mengalami kerugian, bapak Oji
mencoba usaha lain di bidang konveksi atas saran kakak kandungnya yang
kebetulan berkerja pada perusahaan distributor pakaian Wahana Baru di
tanah abang untuk menjadi pemasok pakaian.
Bapak Oji dan Ibu Yayah ingin memberdayakan petani-petani di
lingkungan sekitarnya dengan mengajarkan menjahit. Tujuan awal didirikan
usaha konveksi ini adalah untuk membuka lapangan kerja bagi petani-petani
singkong yang sebelumnya bekerja sama dengan Bapak Oji. Selain
menjalankan bisnis konveksi Bapak Oji masih memberdayakan petani-petani
singkong sekitar lingkungannya dengan membuka industri rumah yaitu
memproduksi keripik singkong dan keripik talas.
UKM konveksi Sumber Rezeki memproduksi pakaian dengan sistem
pesanan dan hanya menerima pesanan dari toko Wahana Baru, Tanah Abang
Jakarta. Pada awalnya UKM konveksi Sumber Rezeki hanya menerima order
500 potong per bulan dan memiliki mesin jahit 6 set. Seiring berjalannya
waktu, hasil jahitannya yang rapi, dan tepat waktu dalam penyelesaiannya
membuat distributor pakaian merasa puas dengan hasil produksinya. Saat ini
UKM konveksi Sumber Rezeki mengalami peningkatan pesanan hingga
10.000 potong per bulan dan memiliki 12 set mesin jahit dan 2 set mesin
obras.
5.2. Struktur Organisasi Konvensi Sumber Rezeki
UKM konveksi Sumber Rezeki mempunyai struktur organisasi yang
sederhana, sebagai berikut :
Pemilik Konveksi
Sumber Rezeki
Supervisor
Bagian
Penjahitan
Bagian
Penyetrikaan
Bagian
Pengepakan
Gambar 2. Struktur Organisasi
Deskripsi Pekerjaan pada Konveksi Sumber Rezeki :
1. Pemilik
Bapak Oji dan Ibu Yayah merupakan pemilik dari Konveksi Sumber
Rezeki memiliki tugas yaitu pengawasi dan bertanggung jawab mengelola
perusahaan.
2. Supervisor
Bapak Asep merupakan supervisor dari Konveksi Sumber Rezeki.
Tugasnya yaitu mengawasi produksi, belanja bahan-bahan pokok,
membuat laporan keuangan, mebuat laporan pengiriman, dan pengantaran
barang.
3. Bagian Penjahitan
Pada bagian penjahitan ada 10 orang tenaga kerja antara lain adalah Latif,
Ipey, Ajo, Unang, Epul, Dede, Heri, Jejen, Randi dan Dayo. Selain
menjahit tenaga kerja bagian penjahitan melakukan pengobrasan pada
masing-masing baju yang sudah dijahit.
4. Bagian Penyetrikaan
Mastur memiliki tugas menggosok pakaian yang sudah jadi dari bagian
penjahitan.
5. Bagian Pengepakan
Yayah, Eneng dan Riska memiliki tugas memasangkan merek pakaian
yang telah disediakan pemesan dengan menggunakan tag pin dan
mengepak pakaian jadi.
5.3. Proses Produksi Konveksi Sumber Rezeki
Pembahasan dan penelitian ini akan memfokuskan pada produksi
pakaian yang paling sering dipesan oleh distributor diantaranya 3 (tiga)
macam pakaian yaitu baju dress, celana panjang wanita dan rok panjang.
Berikut ini adalah data produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki selama
bulan Mei 2014.
Tabel 2. Jumlah produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Jenis Pakaian
Tanggal
Baju Dress Celana Panjang Rok Panjang
1
350
2
350
3
400
4
libur
5
350
6
350
7
350
8
350
9
350
10
400
11
libur
12
350
13
350
14
350
15
350
16
350
17
350
18
libur
19
350
20
400
21
350
22
350
23
350
24
350
25
libur
26
450
27
400
28
400
29
450
30
400
31
400
Jumlah
5.000
2.500
2.500
Tahapan produksi pakaian pada konveksi Sumber Rezeki dapat dilihat
pada gambar dibawah ini :
Persiapan bahan baku
Penjahitan
Pengobrasan
Pengecekan
Pemasangan merek
Penyetrikaan
Pengemasan
Gambar 3. Proses Produksi Konveksi
Proses produksi pakaian dilakukan yaitu dengan beberapa tahapan,
antara lain :
1. Tahapan persiapan bahan baku
Tahapan ini yaitu mempersiapkan bahan baku utama yaitu kain. Bahan
baku telah disediakan, telah diukur dengan ukuran all size dan telah
dilakukan pemotongan oleh distributor sebagai pihak pemesan.
2. Tahapan penjahitan
Tahapan ini kain yang telah dipersiapkan kemudian dilakukan proses
penjahitan sampai selesai.
3. Tahapan pengobrasan
Tahapan ini setelah kain tersebut sudah dijahit kemudian dilakukan
pengobrasan.
4. Tahapan pengecekan
Tahapan ini setelah dilakukan pengobrasan kemudian dilakukan
pengecekan, apakah pakaian yang dibuat sudah sempurna dan dipastikan
tidak ada yang cacat.
5. Tahapan pemasangan merek
Tahapan ini yaitu melakukan pemasangan merek dengan hang tag yang
telah disediakan oleh distirbutor dengan menggunakan tag pin dan tag
gun.
6. Tahapan Penyetrikaan
Tahapan ini setelah dipastikan bahwa pakaian yang dibuat tidak ada
kecacatan selanjutnya dilakukan penyetrikaan sampai rapi.
7. Tahapan Pengemasan
Tahapan ini merupakan tahapan akhir dari proses produksi. Setelah
pakaian sudah sesuai dengan pesanan kemudian dilakukan pengemasan
kedalam plastik.
5.4. Penentuan Biaya Standar
Penentuan biaya standar pada UKM Sumber Rezeki dibagi menjadi
tiga bagian yang terdiri dari biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja
langsung standar, dan biaya overhead pabrik standar.
1.
Biaya bahan baku langsung standar
a. Kualitas bahan baku langsung standar
Penggunaan bahan baku langsung standar dalam produksi pakaian
ditetapkan oleh Wahana Baru sebagai pemesan tunggal seperti bahan
mana yang akan digunakan.
b. Harga bahan baku langsung standar
Penetapan harga bahan baku langsung standar untuk bahan baku kain
ditetapkan oleh distributor Wahana Baru sedangkan bahan baku lain
seperti kain furing, benang jahit, benang obras, karet, retsleting dan
tali kur ditetapkan berdasarkan tingkat harga rata-rata dari daftar
harga toko tekstil yang menjual bahan baku konveksi.
2.
Biaya tenaga kerja langsung standar
a. Jam tenaga kerja langsung standar
Penetapan tenaga kerja langsung standar ditetapkan oleh pemilik
konveksi UKM Sumber Rezeki. Kegiatan produksi dilakukan dari
hari Senin sampai dengan Sabtu dimulai dari pukul 08.00 sampai
pukul 17.00.
b. Tarif upah tenaga kerja langsung standar
Penetapan tarif upah tenaga kerja langsung standar ditetapkan oleh
pemilik konveksi UKM Sumber Rezeki berdasarkan perjanjian
dengan karyawan.
3.
Biaya overhead pabrik standar
a. Biaya overhead pabrik tetap standar
Biaya overhead pabrik tetap standar terdiri dari biaya penyusutan
peralatan yang digunakan selama produksi, yaitu biaya penyusutan
mesin jahit, biaya penyusutan mesin obras, biaya penyusutan setrika
uap dan biaya penyusutan tag gun.
b. Biaya overhead pabrik variable standar
Biaya overhead pabrik variable standar terdiri dari biaya plastik,
biaya tag pin, biaya listrik, biaya gas dan biaya minyak mesin.
5.5. Biaya Produksi
UKM Sumber Rezeki memproduksi pakaian dengan empat jenis
pakaian yaitu kemeja, baju dress, celana panjang wanita dan rok panjang.
Namun penelitian ini lebih fokus untuk menganalisis 3 (tiga) jenis biaya
produksi pakaian saja yaitu baju dress, celana panjang wanita, dan rok
panjang karena ketiga jenis ini paling banyak dipesan oleh distributor pakaian
tiap bulannya, sedangkan kemeja diproduksi pada waktu tertentu.
4.7.1.
Bahan Baku Langsung
Produksi baju dress, celana panjang dan rok panjang terdiri dari
kain spandek, kain cotton, kain sifon, furing, benang jahit, benang
obras, retsleting, karet dan tali kur. Pembelian bahan baku tersebut
dilakukan di toko textile dan perlengkapan jahit di tanah abang jakarta
pusat.
Pembuatan pakaian untuk setiap jenisnya rata-rata menggunakan
bahan baku yang sama, perbedaannya dari jenis kain yang digunakan
dan bahan baku lain seperti jenis baju dress tidak menggunakan tali
kur dan karet, untuk jenis celana tidak menggunakan retsleting,
sedangkan untuk jenis rok panjang hampir sama dengan bahan baku
untuk pembuatan celana hanya saja pada pembuatan rok panjang
menggunakan furing dan tidak menggunakan tali kur.
4.7.2.
Tenaga Kerja Langsung
UKM Sumber Rezeki mempunyai karyawan sebanyak 14
(empat belas) orang karyawan di bagian produksi pakaian, 10
(sepuluh) orang karyawan dibagian jahit, 1 (satu) orang dibagian
penyetrikaan dan 3 (tiga) orang karyawan dibagian pengecekkan dan
pengepakkan. Kegiatan produksi berlangsung dari hari senin sampai
hari sabtu, yang dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00,
namun karyawan sering kali lembur jika pesanan belum mencapai
target. Setiap karyawan mempunyai satu jam untuk istirahat dan satu
hari libur dalam seminggu atau empat hari dalam sebulan.
Tarif tenaga kerja yang diterima karyawan selama satu bulan
bervariasi tergantung berapa banyak potong jahitan yang diselesaikan
oleh karyawan tersebut. Karyawan jahit obras diupah Rp. 3.500,00
per potong untuk upah pakaian jenis baju dress dan Rp. 2.500,00 per
potong untuk upah pakaian jenis celana panjang maupun rok panjang.
Sedangkan untuk upah pengepakan Rp. 300,00 per potong dan upah
penyetrikaan Rp. 100,00 per potong.
4.7.3.
Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik tetap UKM Sumber Rezeki terdiri dari
biaya penyusutan peralatan yang digunakan selama produksi, yaitu
biaya penyusutan mesin jahit dan biaya penyusutan mesin obras yang
digunakan untuk proses pembuatan pakaian, biaya penyusutan setrika
uap dan biaya penyusutan tag gun untuk proses penyetrikaan dan
pengepakkan, serta biaya penyusutan lain (gunting, cutter dan
meteran).
Menghitung biaya penyusutan peralatan produksi menggunakan
metode garis lurus dengan rumus :
Tarif Penyusutan = Nilai Perolehan – Nilai Sisa
Umur Ekonomis
Biaya overhead pabrik tetap produksi UKM Sumber Rezeki
selama bulan Mei disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Biaya overhead pabrik tetap produksi UKM Sumber
Rezeki bulan Mei 2014
Nilai
Umur
Tarif
Nilai Sisa
Perolehan
Ekonomis Penyusutan
(Rp)
Peralatan
(Rp)
(Tahun)
(per hari)
Mesin jahit
18.000.000 12.000.000
4
4.170
Mesin obras
5.000.000
2.500.000
4
1.390
Setrika uap
3.500.000
1.500.000
4
1.040
Tag gun
200.000
40.000
1
330
Peralatan
lain
Total
250.000
100.000
1
420
7.350
Sumber : Data UMKM Sumber Rezeki
Biaya overhead pabrik variabel UMKM Sumber Rezeki terdiri
dari biaya plastik, biaya tag pin, biaya minyak mesin, biaya listrik dan
biaya bahan bakar LPG. Produksi pakaian untuk setiap jenis pakaian
selama bulan Mei UMKM Sumber Rezeki memproduksi 5.000
potong baju dress, 2.500 potong celana panjang dan 2.500 potong rok
panjang jadi total produksi pakaian sebanyak 10.000 potong yang
dikemas dalam satu plastik dengan harga Rp. 180,00 per plastik,
sehingga biaya plastik selama bulan Mei sebesar Rp. 1.800.000,00.
Biaya tag pin untuk 10.000 potong pakaian dengan harga satu buah
tag pin Rp. 24,00 sehingga biaya tag pin selama bulan Mei sebesar
Rp. 240.000,00. Biaya minyak mesin per hari Rp. 20.000,00 sehingga
biaya minyak mesin per bulan Mei sebesar Rp. 520.000,00.
Biaya listrik yang terjadi pada proses produksi UKM Sumber
Rezeki terdiri dari biaya listrik untuk rumah tangga dan biaya listrik
untuk usaha. Total seluruh biaya penggunaan listrik pada bulan Mei
adalah sebesar Rp. 800.000,00. Jumlah konsumsi biaya listrik rumah
tangga diasumsikan mempunyai persentasi 30% dari total biaya
listrik. Hal tersebut dikarenakan jumlah peralatan rumah tangga yang
digunakan lebih sedikit dibandingkan dengan peralatan usaha.
Sedangkan konsumsi listrik yang digunakan untuk usaha produksi
pakaian mempunyai persentase sebesar 70% dari total seluruh biaya
listrik yang digunakan untuk proses menjahit, mengobras dan
penyetrikaan, sehingga biaya listrik yang digunakan untuk proses
produksi pakaian selama bulan Mei adalah sebesar Rp. 560.000,00.
Bahan bakar gas LPG digunakan untuk proses penyetrikaan
dengan menggunakan mesin setrika uap, selama bulan Mei UKM
Sumber Rezeki menggunakan 4 tabung gas berukuran 20 kg dengan
harga Rp. 120.000,00 per tabung, sehingga biaya gas untuk bulan Mei
sebesar Rp. 480.000,00. Biaya overhead variable produksi UKM
Sumber Rezeki selama bulan Mei disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Biaya overhead pabrik variable produksi UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Overhead Pabrik Variable
Biaya (Rupiah)
Plastik
1.800.000
Tag pin
240.000
Minyak mesin
520.000
Listrik
560.000
Bahan bakar gas LPG
480.000
Total
3.600.000
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah)
5.6. Penetapan Standar
Penetapan standar digunakan dalam menetapkan harga dan jumlah
kuantitas biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Penetapan biaya standar
memberikan pedoman kepada pelaku usaha untuk menetapkan pengeluaran
pada kegiatan produksi sehingga tercapai efisiensi biaya produksi. Penetapan
standar harga beli bahan baku pakaian Sumber Rezeki didapatkan dari survei
langsung pada toko penjual bahan baku dipasar.
Standar harga bahan baku UKM Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 adalah kain spandek jersey Rp. 78.000,00 per kg atau Rp. 34.700,00 Per
meter, kain katun Cotton Rp. 27.000,00 per meter, kain sifon Rp. 15.000,00
per meter, furing Rp. 7.500,00 per meter, benang jahit Rp. 15.000,00 per
lusin dengan panjang 500 yard atau 457 meter seharga Rp. 33,00 per meter,
benang obras Rp. 35.000,00 per gulung dengan panjang 1.306 yard atau 1194
meter seharga Rp. 29,00 per meter, restleting Rp. 8.500,00 per lusin atau Rp.
708,00 per buah dengan panjang 0.40 meter, karet Rp. 3.300,00 per meter,
tali kur Rp. 15.000,00 per 30 meter atau Rp. 500,00 per meter. Berikut ini
standar harga bahan baku yang digunakan, disajikan dalam Tabel 5.
Tabel 5. Standar harga bahan baku baju dress, celana panjang dan rok
panjang per meter.
Bahan Baku
Jenis Pakaian
Kain spandek (m)
Baju Dress
(Rp)
34.700
Celana Panjang
(Rp)
0
Rok Panjang
(Rp)
0
Kain Cotton (m)
0
27.000
0
Kain Sifon (m)
0
0
15.000
Furing (m)
0
0
7.500
Benang Jahit (m)
33
33
33
Benang Obras (m)
29
29
29
Retsleting (m)
708
0
0
Karet (m)
0
3.300
3.300
Tali kur (m)
0
500
0
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah).
Standar kuantitas bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi
baju dress adalah 2,75 meter kain, untuk celana panjang wanita 1,25 meter
kain, dan untuk rok panjang 1,5 meter kain. Berikut ini komposisi bahan baku
yang digunakan dalam produksi baju dress, celana panjang wanita dan rok
panjang disajikan dalam Tabel 6.
Tabel 6. Standar kuantitas bahan baku baju dress, celana panjang dan
rok panjang per unit.
Bahan Baku
Jenis Pakaian
Kain spandek
Baju Dress
(meter)
2,75
Celana Panjang
(meter)
0
Rok Panjang
(meter)
0
Kain Cotton
0
1,25
0
Kain Sifon
0
0
1,50
Furing
0
0
1,50
Benang Jahit
60,00
32,00
37,00
Benang Obras
75,00
38,00
46,00
Retsleting
0,40
0
0
Karet
0
0,65
0,65
Tali kur
0
1,00
0
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah).
Penetapan standar jam kerja UKM Sumber Rezeki ditetapkan oleh
pemilik selama 9 (sembilan) jam kerja per hari. Tarif upah standar per hari
ditentukan berdasarkan jumlah hasil pakaian yang dikerjakan per hari, per
potong pakaian upah karyawan jahit obras diupah Rp. 3.500,00 per potong
untuk upah pakaian jenis baju dress dan Rp. 2.500,00 per potong untuk upah
pakaian jenis celana panjang maupun rok panjang. Rata-rata per hari
karyawan menyelesaikan 35 (tiga puluh lima) potong pakaian dengan jam
kerja normal, sehingga upah rata-rata per jam sebesar Rp. 13.611,00 untuk
menjahit baju dress dan Rp. 9.722,00 untuk menjahit celana panjang wanita
dan rok panjang . Sedangkan untuk upah pengepakan Rp. 300,00 per potong
dengan upah rata-rata per jam sebesar Rp. 3.889,00 dan upah penyetrikaan
Rp. 100,00 per potong dengan upah rata-rata per jam Rp. 3.889,00.
Dari data yang telah diuraikan di atas dapat diperhitungkan standar
biaya produksi untuk baju dress sebesar Rp. 39.782,00 per potong, untuk
celana panjang wanita sebesar Rp. 34.174,00 per potong dan untuk rok
panjang sebesar Rp. 29.174,00 per potong.
5.7. Analisis Varians
4.7.1.
Analisis Varians Bahan Baku
Analisis varians bahan baku langsung terdiri dari varians harga
dan varians efisiensi pemakaian.
a. Analisis varians harga bahan baku
Analisis varians harga bahan baku rata-rata disajikan pada tabel 7.
Tabel 7. Analisis varians rata-rata harga bahan baku UKM Sumber
Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Analisis Varians Rata-rata Harga Bahan Baku (Rp)
Kain spandek
Standar Realisasi Kuantitas
Harga
Harga
Aktual
(SP)
(AP)
(AQ)
34.700
20.000
2,50
Analisis
Varians
(MPV)
-36,750
U/F
Varians
F
42,36%
Kain Cotton
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
Kain Sifon
15.000
26.667
1,50 17.500,50
U
-77,78%
7.500
6.000
1,50
-2.250
F
20,00%
33
26
58,97
-412,79
F
21,21%
33
26
29,48
-206,36
F
21,21%
33
26
35,38
-247,66
F
21,21%
29
25
73,95
-295,80
F
13,79%
29
25
36,98
-147,92
F
13,79%
29
25
44,37
-177,48
F
13,79%
708
500
0,40
-83,20
F
29,38%
3.300
2.333
0,60
-580,20
F
29,30%
500
400
1,00
-100
F
20,00%
Furing
Benang Jahit
Baju Dress
Benang Jahit
Celana Wanita
Benang Jahit
Rok Panjang
Benang Obras
Baju Dress
Benang Obras
Celana Wanita
Benang Obras
Rok Panjang
Retsleting
Karet
Tali kur
1. Kain Spandek
Bahan baku kain spandek selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 34.700,00 per
meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 20.000,00 per
meter. Varians yang terjadi antara harga kain Spandek
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 36.750,00 dengan rataan
persentase varians 42,36%. Varians terjadi disebabkan karena
penetapan harga realisasi bahan baku kain spandek lebih
murah dari harga standar. Penetapan harga ini dilakukan oleh
distributor yang memesan pakaian sekaligus pemasok bahan
baku kain. Untuk bahan baku kain spandek untuk pembuatan
baju dress dipatok dengan harga Rp. 50.000,00 per potong.
2. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 27.000,00 per meter dan
rataan realisasi harga sebesar Rp. 32.000,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga kain Cotton standar dengan
aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak menguntungkan,
yaitu sebesar Rp. 6.250,00 dengan rataan persentase varians
18,52%. Varians terjadi disebabkan oleh harga bahan baku
yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi. Untuk bahan
baku kain cotton untuk pembuatan celana panjang wanita
dipatok dengan harga Rp. 40.000,00 per potong.
3. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 15.000,00 per meter dan
rataan realisasi harga sebesar Rp. 26.667,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga kain Sifon standar dengan
aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak menguntungkan,
yaitu sebesar Rp. 17.500,50 dengan rataan persentase varians
77,78%. Varians yang terjadi disebabkan oleh harga bahan
baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi. Untuk
bahan baku kain sifon dalam pembuatan rok panjang dipatok
dengan harga Rp. 50.000,00 per potong.
4. Furing
Bahan baku furing selama bulan Mei 2014 mempunyai rataan
standar harga sebesar Rp. 7.500,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 6.000,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga kain Sifon standar dengan aktual bersifat
unfavorable (U) atau tidak menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 2.250,00 dengan rataan persentase varians 20,00%.
Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan
baku furing dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga
harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
5. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang jahit baju dress
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 412,79 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
6. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita selama bulan
Mei 2014 mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00
per meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per
meter. Varians yang terjadi antara harga benang jahit celana
panjang wanita standar dengan aktual bersifat favorable (F)
atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 206,36 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
7. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang jahit rok panjang
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 247,66 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
8. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 29,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 25,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang obras baju dress
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 295,80 dengan rataan
persentase varians 13,89%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang obras dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
9. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita selama
bulan Mei 2014 mempunyai rataan standar harga sebesar
Rp. 29,00 per meter dan rataan realisasi harga sebesar
Rp. 25,00 per meter. Varians yang terjadi antara harga
benang obras celana panjang wanita standar dengan aktual
bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 147,92 dengan rataan persentase varians 13,79%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
10. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang selama bulan Mei
2014 mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 29,00 per
meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 25,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang obras rok panjang
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 177,48 dengan rataan
persentase varians 13,79%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang obras dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
11. Retsleting
Bahan baku retsleting selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 708,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 500,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga retsleting standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 83,20
dengan rataan persentase varians 29,38%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
12. Karet
Bahan baku karet selama bulan Mei 2014 mempunyai rataan
standar harga sebesar Rp. 3.300,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 2.333,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga karet standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 580,20
dengan rataan persentase varians 29,30%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
13. Tali Kur
Bahan baku tali kur selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 500,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 400,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga tali kur standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 100,00
dengan rataan persentase varians 20,00%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
b. Analisis varians efisiensi bahan baku
Analisis varians rata-rata efisiensi pemakaian bahan baku
disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Analisis varians rata-rata efisiensi pemakaian bahan baku UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Analisis Varians Rata-rata Harga Bahan Baku (Rp)
Standar Realisasi Standar Analisis U/F Varians
Kuantitas Kuantitas Harga Varians
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
Kain spandek
2,75
2,50 34.700
-8.675
F
9,09%
Kain Cotton
1,25
1,25 27.000
0
F
0%
Kain Sifon
1,50
1,50 15.000
0
F
0%
Furing
1.50
1,50
7.500
0
F
0%
Benang Jahit
60,00
58,97
33
-33,99
F
1,72%
Baju Dress
Benang Jahit
32,00
29,48
33
-83,16
F
7,88%
Celana Wanita
Benang Jahit
37,00
35,38
33
-53,46
F
4,38%
Rok Panjang
Benang Obras
75,00
73,95
29
-30,45
F
1,40%
Baju Dress
Benang Obras
38,00
36,98
29
-29,58
F
2,68%
Celana Wanita
Benang Obras
46,00
44,37
29
-47,27
F
3,54%
Rok Panjang
Retsleting
0,40
0,40
708
0
F
0%
Karet
0,65
0,60
3.300 -165,00
F
7,69%
Tali kur
1,00
1,00
500
0
F
0%
1.
Kain Spandek
Bahan baku kain spandek mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 2,75 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 2,50
meter selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan yaitu sebesar Rp. 8.675,00 dengan rataan
persentase varians 9,09%. Varians yang terjadi disebabkan
ukuran baju yang diproduksi lebih kecil dibandingkan dengan
standar ukuran baju dress.
2. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,25 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,25
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
3. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,50 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,50
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
4. Furing
Bahan baku furing mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,50 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,50
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
5. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 60,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 58,97 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 33,99
dengan rataan persentase varians 1,72%.
6. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita mempunyai
rataan standar efisiensi sebesar 32,00 meter dan rataan
realisasi efisiensi sebesar 29,48 meter selama bulan Mei
2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan yaitu
sebesar Rp. 83,16 dengan rataan persentase varians 7,88%.
7. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 37,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 35,38 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 53,46
dengan rataan persentase varians 4,38%.
8. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 75,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 73,95 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 30,45
dengan rataan persentase varians 1,40%.
9. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita mempunyai
rataan standar efisiensi sebesar 38,00 meter dan rataan
realisasi efisiensi sebesar 36,98 meter selama bulan Mei
2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan yaitu
sebesar Rp. 29,58 dengan rataan persentase varians 2,68%.
10. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 46,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 44,37 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 47,27
dengan rataan persentase varians 3,54%.
11. Retsleting
Bahan baku retsleting mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 0,40 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 0,40
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
12. Karet
Bahan baku karet mempunyai rataan standar efisiensi sebesar
0,65 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 0,60 meter
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan yaitu sebesar Rp. 165 dengan rataan
persentase varians 7,69%. Varians yang terjadi disebabkan
ukuran celana yang diproduksi lebih kecil dibandingkan
dengan standar ukuran celana dress di pasaran.
13. Tali Kur
Bahan baku tali kur mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,00 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,00
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
c. Analisis varians total bahan baku
Analisis varians total bahan baku merupakan gabungan antara
varians rata-rata harga bahan baku dan varians rata-rata efisiensi
pemakaian bahan baku. Analisis varians total bahan baku langsung
UKM Sumber Rezeki disajikan pada tabel 9.
Tabel 9. Analisis varians total rata-rata harga bahan baku UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Biaya Standar Biaya Aktual Analisis U/F Varians
(SP x SQ)
(AP x AQ)
Varians
Kain spandek
95.425
50.000
-45.425
F
47,60%
Kain Cotton
33.750
40.000
6.250
U
-18,50%
Kain Sifon
22.500
40.000
17.500,50
U
-77,78%
Furing
11.250
9.000
-2.250
F
20,00%
Benang Jahit
1.980
1.533,22
-446,78
F
22,56%
Baju Dress
Benang Jahit
1.056
766,48
-289,52
F
27,46%
Celana
Wanita
Benang Jahit
1.221
919,88
-301,12
F
24,66%
Rok Panjang
Benang Obras
2.175
1.848,75
-326,25
F
15,00%
Baju Dress
Benang Obras
1.102
924,50
-177,50
F
16,11%
Celana
Wanita
Benang Obras
1.334
1.109,25
-224,75
F
16,85%
Rok Panjang
Retsleting
283,20
200,00
-83.20
F
29,38%
Karet
2.145
1399,80
-745.20
F
34,74%
Tali kur
500
400
-100
F
20,00%
1. Kain Spandek
Bahan baku kain spandek mempunyai biaya standar rata-rata
sebesar Rp. 95.425,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp.
50.000,00 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 45.425,00 dengan rataan
perentase varians 47,60%. Penetapan harga ini dilakukan oleh
distributor yang memesan pakaian sekaligus pemasok bahan baku
kain.
2. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 33.750,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 40.000,00
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar
dengan biaya aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 6.250,00 dengan rataan
perentase varians 18,52%. Varians yang terjadi disebabkan oleh
harga bahan baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi.
3. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 22.500,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 40.000,50
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar
dengan biaya aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 17.500,50 dengan rataan
perentase varians 77,78%. Varians yang terjadi disebabkan oleh
harga bahan baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi.
4. Furing
Bahan baku furing mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
11.250,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 9.000,00 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 2.250,00 dengan rataan perentase varians 20%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku furing dibeli
dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
5. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress mempunyai biaya standar ratarata sebesar Rp. 1.980,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp.
1.533,22 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya
standar dengan biaya
aktual bersifat
favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 446,78 dengan rataan perentase
varians 22,56%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
6. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita mempunyai biaya
standar rata-rata sebesar Rp. 1.056,00 dan biaya aktual rata-rata
sebesar Rp. 766,48 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi
antara biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 289,52 dengan rataan perentase
varians 27,42%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
7. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 1.221,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 919,88 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 301,12 dengan rataan perentase
varians 24,66%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
8. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 2.175,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 1.848,75 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 326,25 dengan rataan perentase
varians 15,00%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
9. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita mempunyai biaya
standar rata-rata sebesar Rp. 1.102,00 dan biaya aktual rata-rata
sebesar Rp. 924,50 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi
antara biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 177,50 dengan rataan perentase
varians 16,11%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
10. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 1.334,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 1.109,25 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 224,75 dengan rataan perentase
varians 16,85%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
11. Retsleting
Bahan baku retsleting mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 283,20 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 200,00 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 83,20 dengan rataan perentase varians 29,38%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku retsleting
dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
12. Karet
Bahan baku karet mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
2.145,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 1.399,80 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 745,20 dengan rataan perentase varians 34,74%.
Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku
karet dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
13. Tali Kur
Bahan baku tali kur mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
500,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 400,00 selama bulan
Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 100,00 dengan rataan perentase varians 20,00%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku tali kur dibeli
dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
4.7.2.
Analisis Varians Tenaga Kerja Langsung
Analisis varians tenaga kerja langsung terdiri dari varians tarif
tenaga kerja langsung dan varians efisiensi tenaga kerja langsung.
a. Analisis varians tarif tenaga kerja langsung
Analisis varian rata-rata tarif tenaga kerja langsung
disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Analisis varians rata-rata tarif tenaga
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Tarif
Tarif
Jam
Analisis
Jenis
Upah
Upah
TKL
Varians
Pekerjaan
Standar Aktual Aktual (LRV)
per Jam
per
(AH)
(SR)
Jam
(AR)
Jahit Dress
13.611 13.571
9,21
-368
Jahit
9.722
9.694
9,21
-258
Celana
Jahit Rok
9.722
9.474
11,00
-2.728
Setrika
3.889
3.858
10,00
-310
Pengepakan 3.889
3.906
9,00
153
kerja UKM
U/F Varians
F
F
0,29%
0,29%
F
F
U
2,55%
0,80%
-0,44%
Tarif upah standar yang ditetapkan pemilik UKM Sumber Rezeki
selama satu bulan mempunyai rataan Rp. 13.611,00 per jam untuk
penjahitan baju, Rp. 9.722,00 per jam untuk penjahitan celana
panjang wanita dan rok panjang, Rp. 3.889,00 per jam untuk
bagian penyetrikaan dan pengepakan. Tarif upah aktual selama
bulan Mei 2014 mempunyai rataan Rp. 13.571,00 per jam untuk
penjahitan baju, Rp. 9.694,00 per jam untuk penjahitan celana
panjang wanita dan Rp.9.474,00 per jam untuk penjahitan rok
panjang,
sedangkan untuk bagian penyetrikaan sebesar Rp.
3.858,00 per jam dan bagian pengepakan sebesar Rp. 3.911,00.
b. Analisis varians efisiensi tenaga kerja langsung
Analisis varians efisiensi tenaga kerja langsung rata-rata
disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Analisis varians rata-rata efisiensi tenaga kerja
langsung
UKM Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Jenis
Jam TKL Jam TKL Tarif Upah Analisis
Pekerjaan
Standar
Aktual
Standar per Varians U/F
Varians
(SH)
(AH)
Jam (SR)
(LEV)
Jahit Dress
9
9,21
13.611
2.858
U
-2,33%
4.7.3.
Jahit Celana
9
9,21
9.722
2.042
U
-2,33%
Jahit Rok
9
11,00
9.722
19.444
U
-22,22%
Setrika
9
10,00
3.889
3.889
U
-11,11%
Pengepakan
9
9,00
3.889
0
F
0%
Analisis Varians Overhead Pabrik
a. Analisis varians overhead pabrik tetap
Biaya overhead pabrik tetap UKM Sumber Rezeki terdiri
dari biaya penyusutan peralatan yang digunakan selama produksi,
yaitu biaya penyusutan mesin jahit dan biaya penyusutan mesin
obras yang digunakan untuk proses pembuatan pakaian, serta
biaya penyusutan setrika uap dan biaya penyusutan tag gun untuk
proses penyetrikaan dan pengepakkan. Menghitung biaya
penyusutan peralatan produksi menggunakan metode garis lurus
dengan caraa mengurangi nilai pembelian peralatan dengan nilai
sisa peralatan.
Berdasarkan perhitungan menggunakan metode garis lurus,
didapatkan beban penyusutan peralatan yang digunakan selama
proses produksi yatiu mesin jahit sebesar Rp. 4.170 per hari,
mesin obras sebesar Rp. 1.390 per hari, setrika uap sebesar Rp.
1.040 per hari, tag gun sebesar Rp. 330 per hari dan peralatan lain
Rp. 420,00 per hari. Varians overhead pabrik tetap selama bulan
Mei 2014 sebesar 0 atau tidak ada varians.
b. Analisis varians overhead pabrik variable
Analisis varians overhead pabrik variable terdiri dari
varians pengeluaran overhead variable dan varians efisiensi
overhead variable.
i.
Analisis varian overhead variable pembiayaan
Analisis varians overhead pabrik variable pembiayaan selama
bulan Mei 2014 disajikan dalam table 12.
Tabel 12. Analisis varians overhead variable pembiayaan UKM
Rezeki bulan Mei 2014
Tarif
Tarif
Jam
Analisis
Overhead
Standar
Aktual
TKL
Varians
Pabrik
Overhead Overhead Aktual (VOSV)
U/F Varians
Variable
Variabel
Variabel (AH)
(SVOR)
(AVOR)
Plastik
2.000.000 1.800.000 9,68 -1.936.000
F
10,00%
Tag pin
250.000
240.000 9,68
-96.800
F
4,00%
Minyak
650.000
520.000 9,68 -1.258.400
F
20,00%
mesin
Listrik
700.000
560.000 9,68 -1.355.200
F
20,00%
Bahan
520.000
480.000 9,68
-387.200
F
7.69%
bakar gas
LPG
ii.
Analisis varians overhead variable efisiensi
Analisis varians overhead pabrik variable efisien selama
bulan Mei 2014 disajikan dalam tabel 13.
Tabel 13. Analisis varians overhead variable pembiayaan UKM
Rezeki bulan Mei 2014
Tarif
Jam
Jam
Overhead
Standar
Analisis
TKL
TKL
Pabrik
Overhead
Varians
U/F
Varians
Standar Aktual
Variable
Variabel
(VEOV)
(SH)
(AH)
(SVOR)
Plastik
9
9,68
2.000.000
1.360.000
U
-7,56%
Tag pin
9
9,68
250.000
170.000
U
-7,56%
Minyak
9
9.68
650.000
442.000
U
-7,56%
mesin
Listrik
9
9,68
700.000
476.000
U
-7,56%
Bahan
bakar gas
LPG
9
9,68
360.000
244.800
U
-7,56%
5.8. Uji Hipotesis
Varians yang terjadi antara biaya standar dengan biaya aktual dapat
bersifat menguntungkan maupun tidak menguntungkan, sehingga perlu
dilakukan pengendalian untuk mengetahui apakah varians tersebut masih
berada dalam batas kewajaran dan dalam batas pengendalian manajemen.
Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan melakukan uji hipotesis
menggunakan uji t (t-test) dengan program aplikasi computer SPSS versi 16.
4.7.1.
Uji Hipotesis Bahan Baku Langsung
Hasil uji t untuk biaya bahan baku UKM Konveksi Sumber
Rezeki disajikan pada tabel 14.
Tabel 14. Hasil uji hipotesis t-hitung varians harga dan varians
efisiensi bahan baku pada UKM Konveksi Sumber
Rezeki bulan Mei 2014
Bahan Baku
Baju Dress
Celana Panjang
Rok Panjang
a.
Varians Tarif t-hitung
-1,035
0,852
0,944
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan baju UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,035 dan t tabel
sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas
(df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
b.
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan celana panjang wanita UKM Konveksi Sumber
Rezeki selama bulan Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar
0,852 dan t tabel sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5%
dan derajat bebas (df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut
diperoleh kesimpulan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka
terima H0. Hal ini menunjukkan bahwa varians yang terjadi
c.
berada di dalam batas pengendalian manajemen.
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan rok panjang UKM Konveksi Sumber Rezeki selama
bulan Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 0,944 dan t tabel
sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas
(df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
4.7.2.
Uji Hipotesis Tenaga Kerja Langsung
Hasil uji t untuk biaya tenaga kerja langsung UMKM Konveksi
Sumber Rezeki disajikan pada tabel 15.
Tabel 15. Uji Hipotesis t-hitung varians harga dan varians
efisiensi tenaga kerja langsung
Varians Tarif
Varians Efisiensi
t-hitung
t-hitung
Penjahitan Dress
1,472
-1,472
Penjahitan Celana
1,000
-1,000
Penjahitan Rok
2,214
-6,362
Penyetrikaan
1,481
-3,097
Pengepakan
-2,149
-3,119
a. Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
Tenaga Kerja
penjahitan dress UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 1,472 dan t tabel 2,160
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 13. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan dress berada dalam batas
pengendalian manajemen.
b.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penjahitan dress UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,472 dan t tabel 2,160
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 13. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan dress berada dalam batas
pengendalian manajemen.
c.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan celana UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 1,000 dan t tabel 2,447
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 6. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan celana berada dalam batas
pengendalian manajemen.
d.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penjahitan celana UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,000 dan t tabel 2,447
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 6. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan celana berada dalam batas
pengendalian manajemen.
e.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan rok UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 2,214 dan t tabel 2,571
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 5. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan rok berada dalam batas
pengendalian manajemen.
f.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan rok UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -6,362 dan t tabel 2,571
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 5. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan rok berada dalam batas
pengendalian manajemen.
g.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penyetrikaan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebebsar 1,481 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga
kerja
bagian
penyetrikaan
berada
dalam
batas
pengendalian manajemen.
h.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penyetrikaan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebebsar -3,097 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga
kerja
bagian
pengendalian manajemen.
penyetrikaan
berada
dalam
batas
i.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
pengepakan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -2,149 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian pengepakan berada di luar batas pengendalian
manajemen.
j.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
pengepakan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -3,119 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian pengepakan berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
4.7.3.
Uji Hipotesis Overhead Pabrik
Penetapan biaya standar pada UKM Konveksi Sumber Rezeki
dilakukan terhadap biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung untuk memproduksi setiap model pakaian. Sedangkan untuk
biaya standar overhead pabrik disiapkan untuk seluruh jumlah
produksi pakaian selama 1 (satu) bulan. Penelitian ini menganalisis
biaya produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014. Varians tidak dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t,
tetapi varians overhead pabrik dianalisis menggunakan analisis
varians. Hasil analisis varians biaya overhead pabrik tetap dan biaya
overhead pabrik variable dapat dilihat pada tabel 11 dan 12.
5.9. Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil penelitian pada UKM Konveksi Sumber Rezeki,
pemilik usaha belum sepenuhnya menetapkan biaya standar pada biaya
produksi. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan pemilik usaha
sehingga manajemen perusahaan dijalankan dengan sangat sederhana.
Pemilik usaha juga tidak melakukan administrasi keuangan dan tidak
memiliki catatan atas semua transaksi usahanya, sehingga tidak mengetahui
apakah usahanya mengalami keuntungan atau kerugian. Hendaknya pemilik
usaha memiliki sumber daya manusia yang kompeten agar dapat mengelola
keuangan perusahaan.
Penelitian atas biaya produksi pada bulan Mei 2014 pada UKM
Konveksi Sumber Rezeki menunjukan varians antara biaya standar dan biaya
realisasinya. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa varians yang terjadi
antara standar harga beli bahan baku dan harga realisasi pada kain cotton dan
kain sifon terjadi karena pembelian bahan baku tersebut dibeli dari pemesan
sekaligus pemasok bahan baku kain dengan harga yang sama rata. Pemilik
usaha seharusnya meneliti kembali apakah harga yang diberikan oleh
pemasok menguntungkan atau merugikan, pemilik usaha sebaiknya
melakukan survey langsung terhadap harga bahan baku sehingga harga yang
diberikan oleh pemasok bisa dikurangi sesuai dengan harga pasar.
Varians yang terjadi pada tarif tenaga kerja UKM Konveksi Sumber
Rezeki disebabkan karena jumlah pesanan terlalu banyak dan tidak sebanding
dengan jumlah tenaga kerja sehingga menyebabkan tarif tenaga kerja lebih
rendah, begitu pun dengan varians yang terjadi pada efisiensi tenaga kerja
kerja UKM Konveksi Sumber Rezeki sehingga jam kerja melebihi jam kerja
standar. Hendaknya pemilik usaha menambah tenaga kerja pada bagian
penyetrikaan dan pengepakan karena akan mengefisiensikan waktu bagi
tenaga kerja lain agar dapat bekerja lebih efektif.
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah varians biaya
produksi yang terjadi antara biaya standar dan biaya realisasinya masih
berada dalam batas pengendalian manajemen. Pengawasan dan pengendalian
harus dilakukan oleh manajemen agar varians yang terjadi pada proses
produksi dapat diminimalisir.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Penelitian ini menganalisa biaya produksi yang terjadi di UMKM
Konveksi Sumber Rezeki mengenai penerapan biaya standard dan
realisasinya selama bulan Mei 2014. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :
a. Standar Harga Pokok Produksi (HPP) pembuatan masing-masing pakaian
pada UKM konveksi Sumber Rezeki yaitu untuk baju dress sebesar Rp.
39.782,00 per potong, untuk celana panjang wanita sebesar Rp.
34.174,00 per potong dan untuk rok panjang sebesar Rp. 29.174,00 per
potong.
b. Varians bahan baku yang digunakan selama bulan Mei 2014 untuk kain
spandek, furing, benang jahit, benang obras, karet dan tali kur bersifat
favorable atau menguntungkan sedangkan untuk kain cotton dan kain
sifon bersifat unfavorable atau tidak menguntungkan, Varian tenaga kerja
langsung bagian penjahitan dan penyetrikaan bersifat bersifat favorable
atau menguntungkan sedangkan untuk pengepakan bersifat unfavorable
atau tidak menguntungkan. Varian biaya overhead pabrik selama bulan
Mei 2014 bersifat favorable atau menguntungkan yaitu biaya plastik,
biaya tag pin, biaya listrik, biaya gas dan biaya minyak mesin.
c. Varians biaya produksi yang terjadi pada UMKM Konveksi Sumber
Rezeki dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui apakan varians
tersebut masih berada dalam batas pengendalian atau di luar batas
pengendalian manajemen. Berdasarkan uji t didapatkan bahwa pada
varians bahan baku kain spandek, kain cotton dan kain sifon uji t tidak
dapat dilakukan karena harga realisasi pada ketiga jenis kain tersebut
pada UMKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei 2014 adalah
sama setiap harinya. Varians biaya tenaga kerja langsung pada bagian
penjahitan
dan
penyetrikaan
menunjukkan
masih
dalam
batas
pengendalian manajemen, sedangkan dalam proses pengepakan di luar
batas pengendalian manajemen. Untuk varians overhead variabel tidak
dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t, tetapi varians overhead
pabrik dianalisis menggunakan analisis varians.
2. Saran
Adapun saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah
sebagai berikut :
a. Varians biaya produksi yang merugikan pemilik UKM terdapat pada
penggantian harga kain, hendaknya pemilik UKM harus melakukan
evaluasi apakah harga penggantian tersebut sesuai dengan harga pasar.
b. Secara keseluruhan pemilik UKM mendapat keuntungan dalam
menjalankan usahanya, namun keuntungan yang diperoleh sangat kecil.
Untuk meningkatkan keuntungan hendaknya pemilik usaha melakukan
produksi
tidak
hanya
berdasarkan
pesanan
saja
melainkan
mendistribusikanya kepada pengecer.
c. Untuk varians biaya produksi di luar batas pengendalian manajemen
yang terdapat dalam varians biaya tenaga kerja langsung bagian
pengepakan hendaknya pemilik usaha menambah tenaga kerja pada
bagian pengepakan.
I. PENDAHULUAN
1.11.
Latar Belakang
Perkembangan perindustrian di Indonesia yang semakin pesat, dapat
membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. Industri
memang menjadi faktor penting dalam menunjang perdagangan. Pengusaha
saling bersaing untuk mendapatkan tempat di pasar global dan melangkah
mengupayakan terciptanya industri yang fleksibel, sehingga mampu
meningkatkan daya saing di pasaran dan mampu berkompetisi dengan baik.
Dalam menghadapi persaingan global tersebut, setiap pengusaha dituntut
untuk meningkatkan kinerja, salah satunya pengusaha harus mampu
melakukan perencanaan keuangan dengan mengkalkulasikan biaya-biaya
yang terjadi, baik secara sederhana sampai dengan yang paling kompleks.
Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan langkah yang strategis
dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari
sebagian terbesar rakyat Indonesia. Saat ini UKM merupakan pelaku ekonomi
mayoritas yang terus tumbuh secara signifikan dan menjadi sektor usaha yang
mampu menjadi penopang stabilitas perekonomian nasional. Sektor UKM
memiliki peranan yang sangat stategis dan penting yang dapat ditinjau dari
berbagai aspek. Pertama adalah jumlah industrinya yang besar dan terdapat
dalam setiap sektor ekonomi.
Kedua adalah potensinya yang besar dalam
penyerapan tenaga kerja. (http://kalselventura.wordpress.com)
Menurut data Biro Pusat Statistik, tingkat persentase UKM di Indonesia
mencapai 1,63% di tahun 2013 (http://mix.co.id, 2014). Sedangkan menurut
data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, pada tahun 2011 jumlah
pelaku usaha mikro, kecil dan menengah berjumlah sekitar 55.206.444 unit dan
pada tahun 2012 memiliki kenaikan sebesar 2,41% menjadi 56.534.592. Selain
itu peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja sebesar 5,83% yaitu pada
tahun 2011 jumlah tenaga kerja 101.722.458 jiwa dan pada tahun 2012 menjadi
107.657.509 jiwa (www.depkop.go.id, 2014).
UKM masih memiliki kelemahan dalam akses terhadap modal kerja
atau kredit usaha, hak kekayaan intelektual, deregulasi, fasilitas ekspor,
manajemen keuangan dan administrasi, serta kontinuitas pasokan bahan baku.
(http://kemenperin.go.id, 2014). Kelemahan pada manajemen keuangan dan
administrasi dapat menyebabkan tujuan usaha tidak sesuai dengan tujuan
yang diharapkan dan menyebabkan usaha tidak berjalan dengan efektif dan
efisien. Oleh karena itu diperlukan perhitungan biaya produksi yang lebih
teliti dan melakukan pengendalian biaya produksi dengan menetapkan biaya
standar untuk biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik. Untuk dapat mengetahui apakah biaya-biaya tersebut
sudah sesuai harapan, efektif dan efisien perlu dilakukan evaluasi terhadap
biaya yang telah dikeluarkan dengan melakukan perencanaan, pengendalian
dan penetapan kebijakan keuangan.
UKM Konveksi Sumber Rezeki merupakan industri rumah tangga yang
memproduksi pakaian seperti kemeja, dress, celana panjang wanita dan rok
panjang. Sejak berdiri dari tahun 2007 hingga saat ini UKM Sumber Rezeki
terus menerus mengalami peningkatan pemesanan. Hal ini dapat dilihat
dengan jumlah produksi awal sebanyak 500 potong per bulan saat ini
meningkat sampai dengan 10.000 potong per bulan, sehingga membutuhkan
penambahan jumlah mesin jahit dan penambahan tenaga kerja. Tujuan
sederhana yang ingin dicapai adalah ingin membuka lapangan pekerjaan bagi
masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan. Kegiatan produksi UKM
konveksi Sumber Rezeki dilakukan berdasarkan pesanan dari konsumen
tunggal yaitu Wahana Baru Jakarta.
UKM Konveksi Sumber Rezeki memiliki standar produksi pakaian
sebanyak 2.500 potong per minggu per satu model pakaian atau 10.000
potong per bulan untuk 4 (empat) model pakaian. Rata-rata produksi per hari
UKM Konveksi Sumber Rezeki sebanyak 350 potong pakaian yang
dikerjakan oleh 10 karyawan atau 35 potong pakaian per karyawan, dengan
jam kerja standar yaitu 9 (Sembilan) jam. Namun apabila pada saat
pengiriman barang jumlah pakaian yang akan dikirim belum mencapai target,
maka para karyawan harus menambah jam kerja hingga jumlah pakaian
tercukupi. Berikut ini adalah data produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki
selama bulan Januari sampai dengan Juni 2014.
Tabel 1. Jumlah Produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki Januari
sampai dengan Juni 2014
Jenis Pakaian
Bulan
Baju Dress Celana Panjang Rok Panjang
(pcs)
(pcs)
(pcs)
Januari
0
1800
1500
Februari
0
3625
1750
Maret
2500
2500
1500
April
4500
2100
3400
Mei
5000
2500
2500
Juni
4250
3200
2100
Sumber : Data UKM Konveksi Sumber Rezeki
Jumlah
3300
5375
6500
10000
10000
9550
UKM Konveksi Sumber Rezeki dalam proses produksinya belum
menerapkan biaya standar dan tidak menghitung biaya produksi yang
dikeluarkan karena keterbatasan sumber daya sehingga sampai saat ini
pemilik usaha tidak mengetahui usaha yang dijalankan mengalami
keuntungan (favorable) atau mengalami kerugian (unfavorable). Hal inilah
yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul “Biaya
Standar Sebagai Strategi Pengendalian Biaya Produksi Pada UKM
Konveksi Sumber Rezeki Sukabumi”.
1.12.
Perumusan Masalah
UKM konveksi Sumber Rezeki memproduksi pakaian berdasarkan
pesanan dari Wahana Baru. Dalam proses produksi bahan baku kain
disediakan oleh pemesan, sedangkan bahan baku lain seperti benang jahit,
benang obras, karet, retsleting dan tali kur dibeli oleh UKM konveksi Sumber
Rezeki dari toko grosir perlengkapan menjahit. UKM konveksi Sumber
Rezeki diberikan upah jahit oleh Wahana Baru sebesar Rp. 7.000,00 untuk
upah jahit dress dan Rp. 5.000,00 untuk upah jahit celana dan rok. Namun
apabila terjadi kesalahan dalam proses produksi UKM konveksi Sumber
Rezeki harus membayar sebesar Rp. 50.000,00 untuk penggantian bahan
baku kain baju dress dan Rp. 40.000,00 untuk penggantian bahan baku kain
celana dan rok.
Dalam pengelolaan keuangan, UKM konveksi Sumber Rezeki dilakukan
oleh pemilik langsung, namun pencatatan keuangan dilakukan sangat
sederhana, sehingga tidak mengetahui biaya standar yang digunakan dalam
biaya produski yang mencangkup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan
biaya overhead pabrik. UKM Konveksi Sumber Rezeki tidak mengetahui
apakah usaha yang dijalankan mengalami keuntungan atau mengalami
kerugian. Hal ini tentu akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan
hidup perusahaan, karena tidak memiliki pengendalian biaya.
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah diuraikan
di atas, maka perumusan masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah :
4. Bagaimana penentuan biaya standar untuk biaya produksi pada konveksi
Sumber Rezeki yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik?
5. Bagaimana perbedaan yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
pada konveksi Sumber Rezeki?
6. Apakah perbedaan yang terjadi masih dalam batas pengendalian
manajemen konveksi Sumber Rezeki?
1.13.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini
adalah :
4. Mengetahui penentuan biaya standar untuk biaya produksi konveksi
Sumber Rezeki yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
5. Mengetahui perbedaan yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
pada konveksi Sumber Rezeki.
6. Mengetahui perbedaan yang terjadi apakah masih dalam batas
pengendalian manajemen konveksi Sumber Rezeki.
1.14.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak,
antara lain :
3. Diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi kepada pemilik
usaha Sumber Rezeki dalam penentukan biaya standar untuk mencapai
efisiensi kegiatan produksi.
4. Sebagai bahan informasi dan acuan dalam penelitian selanjutnya bagi
mahasiswa atau para peneliti dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
1.15.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini untuk menganalisis biaya standar sebagai strategi
pengendalian produksi yang mencangkup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead yang terjadi pada konveksi Sumber
Rezeki. Penelitian ini memfokuskan perhitungan biaya produksi konveksi
yang memproduksi baju, kemeja, celana dan rok. Biaya yang dianalisis adalah
biaya produksi selama bulan Mei 2014 karena pada bulan tersebut merupakan
jumlah produksi paling banyak.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian ini membutuhkan beberapa tinjauan pustaka yang menunjang
untuk menjawab tujuan dari penelitian. Pustaka yang dibutuhkan adalah pustaka
mengenai konsep biaya, biaya produksi, konsep pengendalian, konsep biaya
standar, dan analisis penyimpangan biaya aktual dari biaya standar. Analisa biaya
standar dibutuhkan sebagai alat pengendalian biaya produksi, dengan mengetahui
biaya standar dapat mengendalikan biaya produksi. Hal ini dapat menjadi bahan
pertimbangan dalam kebijakan keuangan perusahaan. Dengan demikian pemilik
usaha dapat mengetahui cara atau metode yang tepat untuk menghitung dan
mengestimasikan biaya standar dan biaya produksi.
6.1. Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Pengertian usaha kecil menurut Undang-undang Republik Indonesia No.
20 tahun 2008 adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang
dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau
menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah
atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagai berikut :
3. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta
rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus
juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
4. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,00 (tiga
ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,00
(dua milyar lima ratus juta rupiah).
6.2. Konsep Biaya
6.2.1. Denifisi Biaya
Pengertian biaya menurut Horngren Datar Foster (2008)
adalah sumber daya yang dikorbankan (sacrificed) atau dilepaskan
(forgone) untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu biaya biasanya
diukur dalam jumlah uang yang harus dibayarkan dalam rangka
mendapatkan barang atau jasa.
Menurut Mursyidi (2010), Biaya (cost) diartikan sebagai suatu
pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk
mencapai tujuan, baik yang dapat dibebankan pada saat ini maupun
pada saat yang akan datang.
Roni
(1990)
mendefinisikan
biaya
atau
cost
adalah
pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh suatu barang atau
jasa yang diukur dengan nilai uang, baik itu pengeluaran berupa
uang, melalui tukar menukar, ataupun melalui pemberian jasa.
6.2.2. Penggolongan Biaya
Menurut
Mulyadi
(2014)
biaya
dapat
digolongkan
berdasarkan:
6. Pengolongan biaya menurut objek pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran
merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek
pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang
berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”.
Contoh penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran dalam
perusahaan kertas adalah biaya merang, biaya jerami, biaya gaji
dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi,
biaya bunga, biaya zat warna.
7. Penggolongan biaya menurut fungsi pokok dalam perusahaan
d. Biaya produksi
Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk
dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan
ekuipmen, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya
gaji karyawan yang berkerja dalam bagian-bagian, baik yang
langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan
proses produksi.
e. Biaya pemasaran
Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya adalah
biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang ke
gudang perusahaan ke gudang pembeli, gaji karyawan
bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran, biaya
contoh (sample).
f. Biaya administrasi dan umum
Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk
mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.
Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian
keuangan, akuntansi, personalia dan bagian hubungan
masyrakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya photocopy.
8. Penggolongan biaya menurut hubungan biaya dengan sesuatu
yang dibiayai
c. Biaya langsung
Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab
satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
Jika yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung
ini tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan
mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya
produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung.
d. Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak
hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak
langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan
istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead
pabrik (factory overhead cost).
9. Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya
dengan perubahan volume aktivitas
e. Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya
variabel adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
langsung.
f. Biaya semivariabel
Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya
semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya
variabel.
g. Biaya semifixed
Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat
volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan
pada volume produksi tertentu.
h. Biaya tetap
Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam
kisar volume kegiatan tertentu. Contoh biaya tetap adalah gaji
direktur produksi.
10. Penggolongan biaya atas dasar jangka waktu manfaatnya
c. Pengeluaran modal (capital expenditures)
Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat
lebih dari satu periode akuntansi (biayanya periode akuntansi
adalah satu tahun kalender). Pengeluaran modal ini pada saat
terjadinya dibebankan sebagai cost aktiva, dan dibebankan
dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara
didepresiasi, diamortisasi, atau dideplesi. Contoh pengeluaran
modal adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap,
untuk reparasi besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi
besar-besaran,
dan
pengeluaran
untuk
riset
dan
pengembangan suatu produk.
d. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures)
Pengeluaran
pendapatan
adalah
biaya
yang
hanya
mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya
pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran
pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan
dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya
tersebut. Contoh pengeluaran pendapatan antara lain adalah
biaya iklan, biaya telex, dan biaya tenaga kerja.
6.3. Biaya Produksi
6.3.1. Pengertian Biaya Produksi
Pengertian biaya produk (product cost) menurut Horngren,
Datar dan Foster (2008) adalah jumlah biaya yang dibebankan ke
suatu produk untuk tujuan tertentu. Tujuan yang berbeda dapat
menghasilkan ukuran biaya produk yang juga berbeda.
Menurut Mulyadi (2014) biaya produksi merupakan biaya-biaya
yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang
siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya depresiasi mesin dan
ekuipmen, biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya gaji
karyawan yang berkerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung
maupun yang tidak langsung berhubungan dengan proses produksi.
6.3.2. Jenis-Jenis Biaya Produksi
Menurut Rudianto (2013), biaya produksi dikelompokkan
menjadi :
4. Biaya bahan baku langsung
Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku yang telah
digunakan untuk menghasilkan suatu produk jadi tertentu.
5. Biaya tenaga kerja langsung
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar pekerja yang terlibat
secara langsung dalam proses produksi.
6. Biaya Overhead
Biaya-biaya selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga
kerja langsung tetapi tetap dibutuhkan dalam proses produksi.
Termasuk dalam kelompok ini adalah
d. Biaya bahan penolong (bahan tidak langsung)
Bahan tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu
produk tertentu.
e. Biaya tenaga kerja penolong (tenaga kerja tidak langsung)
Pekerja yang dibutuhkan dalam proses menghasilkan suatu
barang tetapi tidak terlibat secara langsung dalam proses
produksi.
f. Biaya pabrikasi lain
Biaya-biaya tambahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan
suatu produk selain biaya bahan penolong dan biaya tenaga
kerja penolong.
6.4. Konsep Pengendalian
Menurut Garrison, Noreen dan Brewer (2013) pengendalian (control)
meliputi pengumpulan umpan balik untuk memastikan rencana telah
dijalankan secara tepat atau dimodifikasikan bila ada perubahan keadaan.
Pengendalian berkaitan dengan usaha, prosedur dan metode serta
langkah yang harus ditempuh agar apa yang telah direncanakan dapat
terlaksana dengan baik mencapai sasaran yang ditetapkan (Roni, 1990).
6.4.1.
Konsep Anggaran
Pengertian anggaran (budged) menurut Garrison, Noreen dan
Brewer (2013) adalah rencana terperinci untuk masa depan yang
diekspresikan dalam bentuk kuantitatif.
Menurut Bustomi dan Nurlela (2007), anggaran adalah
pernyataan-pernyataan dalam kuantitas yang dinyatakan secara
formal, disusun secara sistematis, dinyatakan dalam unit moneter
dan berlaku untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang.
Horngren Datar Foster (2008) menjelaskan bahwa anggaran
adalah :
c. Pernyataan kuantitatif dari suatu rencana kegiatan yang dibuat
manajemen untuk periode tertentu
d. Alat yang membantu mengkoordinasikan hal-hal yang perlu
dilakukan guna mengimplementasikan rencana tersebut.
Secara umum anggaran mencangkup aspek keuangan dan
nonkeuangan dari sebuah rencana, dan berfungsi sebagai cetak biru
yang akan diikuti perusahaan pada periode mendatang. Anggaran
merupakan bagian integral dari sistem pengendalian manajemen,
jika dikelola dengan baik akan bermaanfaat untuk :
d. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi di antara subunit
dalam perusahaan.
e. Menyediakan kerangka kerja untuk menilai kinerja.
f. Memotivasi para manajer dan karyawan lain.
6.4.2.
Konsep Biaya Standar
Biaya standar menurut Mursyidi (2010), biaya ditentukan di
muka untuk suatu produk yang bersifat homogin dan relative stabil.
Kalkulasi biaya standar mempunyai dua elemen, yaitu standar fisik
(standar input untuk satu unit output), dan standar harga (biaya
standar atau tarif per unit input).
Pengertian biaya standar menurut Mulyadi (2014) adalah
biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang
seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau
untuk membiayai kegiatan tertentu, dibawah asumsi kondisi
ekonomi, efisien, dan faktor-faktor lain tertentu.
Menurut Horngren dan Harrison (1993) biaya standar adalah
perkiraan besarnya tingkat biaya yang telah ditentukan sebelumnya.
Biaya standar biasanya diekspresikan dalam biaya per unit. Biaya
standar merupakan suatu target biaya yang harus dicapai perusahaan.
Sistem biaya standar membantu perusahaan menyusun anggaran,
menganalisa hasil operasi, memperoleh data biaya produksi dan juga
menghemat biaya pencatatan perusahaan.
Mursyidi (2010) menjelaskan bahwa sistem biaya standar
dalam suatu perencanaan dan pengendalian dapat digunakan sebagai
bahan pijakan dalam pengambilan keputusan mengenai biaya dan
perencanaan laba. Untuk itu, biaya standar digunakan dalam rangka :
f. Penetapan anggaran
g. Pengendalian biaya
h. Penyederhanaan prosedur dan pelaporan biaya.
i. Penetapan harga pokok bahan, barang dalam proses dan barang
jadi.
j. Dasar untuk melakukan kontrak dan penetapan harga.
Menurut Mulyadi (2014) biaya standar dapat digolongkan atas
dasar tingkat ketaatan atau kelonggaran sebagai berikut :
e. Standar teoretis
Standar teoretis disebut pula dengan standar ideal, yaitu standar
yang ideal yang dalam pelaksanaannya sulit untuk dicapai. Pada
awalnya akuntasi biaya standar menjadi terkenal dan ada tendensi
bagi sebagian manajemen untuk menggunakan standar teoretis.
Asumsi yang mendasari standar teoretis ini adalah bahwa standar
merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh
para pelaksana. Kebaikan standar teoretis adalah bahwa standar
tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama.
Tetapi pelaksanaan yang sempurna yang dapat dicapai oleh orang
atau mesin jarang dapat dicapai sehingga standar ini seringkali
menimbulkan frustasi. Jenis standar ini sekarang jarang dipakai.
f. Rata-rata biaya waktu yang lalu
Jika biaya standar ditentukan dengan menghitung rata-rata biaya
periode yang telah lampau, standar ini cenderung merupakan
standar yang longgar sifatnya. Rata-rata biaya waktu yang lalu
dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang
seharusnya tidak boleh dimasukan sebagai unsur biaya standar.
Tetapi jenis standar ini kadang-kadang berguna pada saat
permulaan perusahaan menerapkan sistem biaya standar, dan
terhadap jenis biaya standar ini secara berangsur-angsur
kemudian diganti dengan biaya yang benar-benar menunjukan
efesiensi.
g. Standar normal
Standar Normal didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan
datang di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang
normal. Kenyataannya standar normal didasarkan pada rata-rata
biaya di masa yang lalu, yang disesuaikan dengan taksiran
keadaan biaya di masa yang akan datang. Standar normal
berguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka
panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka
panjang. Standar normal tidak begitu bermanfaat ditinjau dari
sudut pengukuran pelaksanaan tindakan dan pengambilan
keputusan jangka pendek.
h. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai (attainable high
performance)
Standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang
paling baik untuk menilai pelaksanaan. Standar ini didasarkan
pada tingkat pelaksaan terbaik yang dapat dicapai dengan
memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat
dihindari terjadinya.
Prosedur penentuan biaya standar menurut Mulyadi (2014)
dibagi kedalam tiga bagian :
4. Biaya bahan baku standar
Biaya bahan baku standar terdiri dari :
c. Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah
keluaran fisik tertentu, atau lebih dikenal dengan nama
kuantitas standar.
d. Harga per satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula
harga standar.
Penentuan kuantitas standar bahan baku dimulai dari penetapan
spesifikasi produk, baik mengenai ukuran, bentuk, warna,
karakteristik pengolahan produk, maupun mutunya. Dari
spesifikasi ini kemudian dibaut kartu bahan baku yang berisi
spesifikasi dan jumlah tiap-tiap jenis bahan baku yang akan dilah
menjadi produk selesai. Kuantitas standar bahan baku yang dapat
ditentukan dengan menggunakan :
c. Penyelidikan teknis.
d. Analisis catatan masa lalu dalam bentuk :
4. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk
produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu
di masa lalu.
5. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam
pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling
buruk di masa lalu.
6. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam
pelaksanaan pekerjaan yang paling baik.
Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa :
4. Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan
datang, biasanya untuk jangka waktu satu tahun.
5. Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar.
6. Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal
dalam jangka panjang.
Harga yang akan dipilih sebagian tergantung dari jenis
fluktuasi harga yang diperkirakan dan tujuan penggunaan biaya
standar tersebut. Jika fluktuasi harga cenderung untuk berulang
kali terjadi dant idak dapat dipastikan mempunyai kecenderungan
turun atau naik, maka harga normal yang tepat untuk situasi ini.
Di lain pihak, jika arah perubahan harga di masa yang akan
datang dapat diperkirakan dengan baik, maka harga yang tepat
untuk situasi ini adalah harga rata-rata dalam periode di mana
biaya standar tersebut akan dipakai.
Harga standar bahan baku digunakan untuk :
3. Mengecek pelaksanaan pekerjaan departemen pembelian.
4. Mengukur akibat kenaikan atau penurunan harga terhadap
laba perusahaan.
Pada umumnya harga standar bahan baku ditentukan pada
akhir tahun dan pada umumnya digunakan selama tahun
berikutnya. Tetapi harga standar ini dapat diubah bila terjadi
penurunan atau kenaikan harga yang bersifat luar biasa.
5. Biaya Tenaga Kerja Standar
Seperti halnya dengan biaya bahan baku standar, biaya tenaga
kerja standar terdiri dari dua unsur : jam tenaga kerja standard an
tarif upah standar.
Syarat mutlak berlakunya jam tenaga kerja standar adalah :
e. Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan
yang modern sehingga dapat dilakukan produksi yang
maksimum dengan biaya yang minimum.
f. Pengembangan staf perencanaan produksi, routing, scheduling
dan dispatching, agar supaya aliran proses produksi lancer,
tanpa terjadi penundaan dan kesimpangsiuran.
g. Pembelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga
tersedia pada saat dibutuhkan untuk produksi.
h. Standarisasi kerja karyawan dan metode-metode kerja dengan
instruksi-instruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan,
sehingga proses produksi dapat dilaksanakan di bawah kondisi
yang paling baik.
Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara :
e. Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu
pekerjaan dari kartu harga pokok (cost sheet) periode yang
lalu.
f. Membuat test-run operasi produksi di bawah keadaan normal
yang diharapkan.
g. Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja
karyawan di bawah keadaan nyata yang diharapkan.
h. Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada
pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk.
Jam tenaga kerja standar ditentukan degan memperhitungkan
kelonggaran waktu untuk istirahat, penundaan kerja yang tak bisa
dihindari (menunggu bahan baku, reparasi dan pemeliharaan
mesin) dan faktor-faktor kelelahan kerja.
Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan mengenai
kegiatan yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga kerja yang
diperlukan dan rata-rata tariff upah per jam yang diperkirakan
akan dibayar.
Tarif upah standar yang dapat ditentukan atas dasar :
4. Perjanjian dengan organisasi karyawan.
5. Data upah masa lalu. Yang dapat digunakan sebagai tarif
upah standar adalah : rata-rata hitung, rata-rata tertimbang,
atau median dari upah karyawan masa lalu.
6. Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal.
6. Biaya Overhead Pabrik Standar
Tarif overhead standar dihitung dengan membagi jumlah biaya
overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan
kapasitas normal. Manfaat utama tarif overhead standar ini, yang
meliputi unsur biaya overhead pabrik variabel dan tetap adalah
untuk penentuan harga pokok produk dan perencanaan. Agar
supaya tarif overhead standar ini dapat bermanfaat untuk
pengendalian biaya, maka tarif ini harus dipisahkan ke dalam
tetap dan variabel. Untuk pengendalian biaya overhead pabrik
dalam sistem biaya standar, perlu dibuat anggaran fleksibel, yaitu
anggaran biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas. Ada
perbedaan pokok antara tarif biaya overhead standar untuk
penentuan harga pokok produk dengan tarif biaya overhead
standar untuk pembuataan anggaran fleksibel. Tarif biaya
overhead standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam
satu tariff yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu.
Sebagai akibatnya dalam tarif biaya overhead pabrik ini semua
biaya overhead pabrik ini diperlakukan sebagai biaya variabel
dan memperlakukan biaya overhead tetap sebagai biaya yang
jumlah totalnya tetap dalam volume tertentu.
6.5. Analisis penyimpangan biaya aktual dari biaya standar
6.5.1. Analisis Selisih Biaya Produksi Langsung
Menurut Mulyadi (2014) ada tiga model analisis biaya produksi
langsung :
4. Model satu selisih (The one way model)
Dalam model ini, selisih antara biaya sesungguhnya dengan
biaya standar tidak dipecah ke dalam selisih harga dan selisih
kuantitas, tetapi hanya ada satu macam selisih yang merupakan
gabungan antara selisih harga dengan selisih kuantitas. Analisis
selisih dalam model ini dapat digambarkan dengan rumus
berikut:
St = (HSt x KSt) – (HS x KS) ......................................... (1)
Di mana :
St
= Total selisih
HSt = Harga standar
KSt = Kuantitas standar
HS = Harga sesungguhnya
KS = Kualitas sesungguhnya
5. Model dua selisih (The two – way model)
Dalam model selisih ini, selisih antara biaya sesungguhnya
dengan biaya standar dipecah menjadi dua macam selisih, yaitu
selisih harga dan selisih kuantitas atau efisiensi. Rumus
perhitungan selisih dapat digambarkan dengan rumus berikut ini :
SH = (HSt – HS) x KS ..................................................... (2)
rumus perhitungan selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ................................................. (3)
rumus perhitungan selisih kuantitas
Di mana :
SH = Selisih Harga
HSt = Harga standar
KSt = Kuantitas standar
SK = Selisis kuantitas / efisiensi
HS = Harga sesungguhnya
KS = Kualitas sesungguhnya
6. Model tiga selisih (The three – way model)
Dalam model ini, selisih antara biaya standar dengan biaya
sesungguhnya dipecah menjadi tiga macam selisih berikut ini:
a. Harga standar dan kuantitas standar masing-masing lebih
tinggi atau lebih rendah dari harga sesungguhnya dan
kuantitas sesungguhnya.
SH = (HSt – HS) x KSt ............................................ (4)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ............................................ (5)
untuk menghitung selisih kuantitas
SHK = (HSt – HS) x (KSt – KS) .............................. (6)
Untuk menghitung selisih gabungan yang merupakan selisih
harga / kuantitas.
b. Harga standar lebih rendah dari harga sesungguhnya, namun
sebaliknya kuantitas standar lebih tinggi dari kuantitas
sesunggguhnya.
SH = (HSt – HS) x KS ............................................. (7)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HSt ............................................. (8)
untuk menghitung selisih kuantitas (Selisih harga/kuantitas
sama dengan nol)
c.
Harga standar lebih tinggi dari harga sesungguhnya, namun
sebaliknya kuantitas standar lebih rendah dari kuantitas
sesungguhnya.
SH = (HSt – HS) x KSt ............................................. (9)
untuk menghitung selisih harga
SK = (KSt – KS) x HS ............................................ (10)
untuk menghitung selisih kuantitas (Selisih harga/kuantitas
sama dengan nol)
6.5.2. Analisis Selisih Biaya Overhead Pabrik
Mulyadi (2014) mengatakan perhitungan selisih biaya overhead
pabrik berbeda dengan perhitungan selisih biaya produksi langsung.
Perhitungan tarif biaya overhead pabrik adalah menggunakan
kapasitas normal, sedangkan pembebanan biaya overhead pabrik
kepada produk menggunakan kapasitas sesungguhnya yang dicapai.
Ada 4 model analisis selisih biaya overhead pabrik, yaitu :
6. Model satu selisih
Dalam model ini, selisih biaya overhead pabrik dihitung dengan
cara mengurangi biaya overhead pabrik dengan tarif standar
pada
kapasitas
standar
dengan
biaya
overhead
pabrik
sesungguhnya.
7. Model dua selisih
Selisih biaya overhead pabrik yang dihitung dengan model satu
selisih dapat dipecah menjadi dua macam selisih : selisih
terkendalikan dan selisih volume. Selisih terkendalikan adalah
perbedaan biaya overhead sesungguhnya dengan biaya overhead
yang dianggarkan pada kapasitas standar, sedangkan selisih
volume
adalah
perbedaan
antara
biaya
overhead
yang
dianggarkan pada jam standar dengan biaya overhead pabrik
yang dibebankan kepada produk (kapasitas standar dengan tarif
standar).
8. Model tiga selisih
Selisih biaya overhead pabrik yang dihitung dengan model satu
selisih dapat dipecah menjadi tiga macam selisih yaitu selisih
pengeluaran, selisih kapasitas dan selisih efisiensi. Selisih
pengeluaran
adalah
perbedaan
biaya
overhead
pabrik
sesungguhnya. Selisih kapasitas adalah perbedaan anara biaya
overhead yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya dengan
biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk pada
kapasitas sesungguhnya (kapasitas sesungguhnya dengan tarif
standar). Selisih efisiensi adalah tarif biaya overhead pabrik
dikalikan dengan selisih antara kapasitas standar dengan
kapasitas sesungguhnya.
9. Model empat selisih
Model empat selisih ini merupakan perluasan model tiga selisih.
Dalam model ini, selisih efisiensi dalam model tiga selisih
dipecah lebih lanjut menjadi dua selisih berikut ini : selisih
efisiensi variabel dan selisih efisiensi tetap.
6.5.3. Analisis Varians
Pengertian varians menurut Horngren dan Harrison (2007) adalah
perbedaan antara jumlah aktual dan anggaran. Varians disebut
menguntungkan jika varians tersebut meningkatkan laba operasi dan
tidak menguntungkan jika varians tersebut menurunkan laba operasi.
Horngren, Datar dan Foster (2008) mendefinisikan varians adalah
gabungan dari fungsi perencanaan dan pengendalian untuk
membantu
manajer
dalam
mengimplementasikan
strateginya.
Varians digunakan dalam evaluasi kinerja dan untuk memotivasi
para manajer. Adakalanya varians mendorong perubahan strategi.
Tingkat kerusakan yang berlebihan atas sebuah produk baru bisa jadi
menunjukan desain produk cacat. Para manajer kemudian mungkin
ingin mengevaluasi ulang strategi-strategi produk mereka.
Varians menurut Bustami dan Nurlela (2007) adalah selisih
antara biaya aktual dengan standar yang ditetapkan sebelum kegiatan
operasi perusahaan dilakukan. Varians tersebut menyangkut untuk
ketiga elemen biaya produksi yaitu :
4.
Varian bahan baku
Varians bahan baku merupakan selisih bahan baku aktual
dengan bahan baku berdasarkan standar yang diperkenankan.
Dalam varians bahan baku dapat dianalisis menjadi :
c. Varians harga bahan baku : Selisih bahan baku aktual
dengan harga bahan baku berdasarkan standar yang
diperkenankan.
d. Varians kuantitas pemakaian bahan baku : Selisih antara
kuantitas aktual yang digunakan untuk produksi dengan
pemakaian bahan berdasarkan standar yang ditetapkan,
menggunakan harga beli bahan baku standar.
5.
Varians tenaga kerja
Varians tenaga kerja merupakan selisih biaya tenaga kerja aktual
dengan
biaya
tenaga
kerja
berdasarkan
standar
yang
diperkenankan. Dalam varians tenaga kerja ada 2 (dua) varians
yang dikembangkan yaitu :
a.
Varians tarif / upah tenaga kerja
Selisih tarif biaya tenaga kerja aktual dengan tarif biaya
tenaga kerja yanh diperkenankan menggunakan jam kerja
standar.
b.
Varians efisiensi tenaga kerja
Selisih jam kerja aktual dengan jam kerja standar yang
diperkenankan, menggunakan tarif tenaga kerja standar.
6.
Varians overhead pabrik
Varians overhead pabrik merupakan selisih biaya overhead
pabrik aktual dengan biaya overhead pabrik berdasarkan standar
yang diperkenankan. Dalam menganalisis biaya overhead pabrik
ini dapat dilakukan dengan :
d.
Metode dua varians
Metode dua varians ini adalah metode yang sering
digunakan dalam praktek sehari-hari, karena metode ini
mudah untuk dihitung.
iii.
Varians terkendali (controllable variance)
Varians antara biaya overhead pabrik aktual yang
terjadi dengan total anggaran fleksibel pada aktivitas
standar yang diperbolehkan.
iv.
Varians volume (volume variance)
Varians antara anggaran fleksibel pada aktivitas standar
dari dasar lokasi yang diperbolehkan dengan standar
biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk.
e.
Metode tiga varians
Masalah yang timbul dalam metode dua varians adalah
menyembunyikan kelebihan dan kekurangan penggunaan
dari input yang merupakan dasar alokasi biaya overhead
pabrik. Metode tiga varians berusaha mengatasi masalah ini
karena dalam metode tiga varians memperhitungkan varians
pengeluaran, varian efisiensi variable dan varians volume
atau varians pengeluaran, varians kapasitas menganggur dan
varians efisiensi.
iv. Varians pengeluaran (spending variance)
Varians biaya overhead pabrik aktual dengan jumlah
anggaran fleksibel yang disesuaikan dengan aktivitas
aktual yang diperkenankan.
v.
Varians efisiensi variable (variable effiency variance)
Variasn biaya overhead pabrik variable dengan
membandingkan
overhead
pabrik
variable
menggunakan aktivitas aktual dengan overhead pabrik
menggunakan aktivitas standar.
vi. Varians volume (volume variance)
Varians antara anggaran fleksibel pada aktivitas standar
dari dasar alokasi yang diperbolehkan dengan standar
biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk.
f.
Metode empat varians
Metode empat varians merupakan pengembangan dari
metode tiga varians, dimana terjadinya pemisahan varians
efisiensi menjadi varians efisiensi variable dan varians
efisiensi tetap.
6.6. Penelitian Terdahulu
Rizky Rahman (2012), meneliti analisis biaya standar sebagai alat
pengendali biaya produksi pada UMKM Pia PiaKu!, Bogor. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varians untuk mengetahui
selisih yang terjadi antara biaya standar dengan biaya yang sesungguhnya
terjadi. Penelitian ini berfokus pada perhitungan biaya produksi pia kering
yang diproduksi setiap hari yaitu, pia rasa kacang hijau, keju dan coklat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan biaya standar
untuk biaya produksi pia yang mencangkup biaya bahan baku langsung,
biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Hasil penelitian tersebut menunjukan adanya selisih antara biaya
standar dan realisasinya pada ketiga komponen biaya produksi yang dihitung
menggunakan analisis varians. Hasil analisis varians tersebut bahwa bahan
baku yang digunakan selama bulan November 2011 bersifat favorable atau
menguntungkan yaitu tepung terigu, kacang hijau kupas, mentega, minyak
sayur, coklat blok, chocochip dan susu bubuk, sedangkan varians harga
bahan baku yang bersifat unfavorable atau tidak menguntungkan adalah gula
pasir, gula halus, keju, coklat bubuk dan telur.
Mai Yunan Tahir Zain (2012), meneliti Analisis Biaya Standar Sebagai
Alat Pengendalian Biaya Produksi Pada UKM Cireng Cageur Grup Bogor.
UKM Cireng Cageur Grup merupakan usaha kecil yang memproduksi
cireng dengan enam aneka rasa, yaitu rasa keju, kornet pedas, ayam pedas,
kornet tidak pedas, sosis pedas, dan bakso pedas. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi penerapan biaya standar untuk biaya produksi yang
mencakup biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik, menganalisis varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya aktual dan mengevaluasi varians yang terjadi masih dalam
batas pengendalian manajemen.
Berdasarkan analisis varians bahan baku yang digunakan selama bulan
November 2011 bersifat favorable. Varians tarif tenaga kerja langsung
bersifat unfavorable dan varians efisiensi tenaga kerja langsung bersifat
favorable. Varians biaya overhead variabel bersifat favorable atau
menguntungkan. Berdasarkan uji t didapatkan kesimpulan bahwa varians
harga bahan baku yang masih berada dalam batas pengendalian manajemen.
Varians efisiensi bahan baku langsung yang berada dalam batas
pengendalian manajemen. Uji hipotesis pada tenaga kerja langsung
didapatkan bahwa varians efisiensi tenaga kerja langsung berada dalam
batas pengendalian manajemen.
Ariesta rossda Maharani (2013), meneliti analisis biaya standar sebagai
alat pengendali biaya produksi pada PT. Gadang Rejo Sentosa Malang. PT.
Gadang Rejo Sentosa Malang, merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang paint factory and industrial coating. Analisis data yang digunakan
dalam
penelitian
ini
adalah
menganalisis
varians
dengan
cara
membandingkan jumlah biaya produksi yang sesungguhnya dengan jumlah
biaya produksi standar yang telah ditetapkan perusahaan.
Hasil analisis menunjukan pada produksi cat ekonomis terjadi varians
yang merugikan pada bahan baku, dan terjadi varians yang menguntungkan
pada harga dan kuantitas bahan baku, untuk cat medium terjadi varians yang
merugikan pada kuantitas bahan baku dan terjadi varians
yang
menguntungkan pada harga bahan baku, sedangkan untuk cat premium
terjadi selisih yang merugikan pada kuantitas bahan baku dan terjadi varians
yang menguntungkan pada harga bahan baku. Varians tarif tenaga kerja
langung menunjukan hasil varians yang tidak menguntungkan, namun
terjadi varians yang menguntungkan pada hasil tenaga kerja langsung.
III. METODELOGI PENELITIAN
3.11. Kerangka Pemikiran Penelitian
Dalam menjalankan perusahaannya pengusaha harus menjalankan
fungsi pengendalian yang baik agar perusahaan dapat berjalan dengan
efektif dan efisien. Dalam fungsi pengendalian, pengusaha membuat banyak
keputusan. Beberapa dari keputusan tersebut menyangkut jumlah dan harga
bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Dalam memperoleh
bahan-bahan tersebut, pengusaha diharapkan untuk membayar dengan harga
yang lebih rendah, kualitasnya baik. Dalam proses produksi, penggunaan
bahan diharapkan seminimum mungkin, yang sesuai dengan kualitas output
yang dinginkan. Lepasnya control terhadap harga dan kualitas input akan
menyebabkan biaya yang berlebihan dan berkurangnya laba perusahaan.
Cara pengusaha melakukan pengendalian terhadap harga dan kualitas
input yang digunakan dalam proses produksi adalah dengan menetapkan
biaya standar (Standart Cost). Biaya standar adalah sama dengan
pengukuran dari elemen-elemen biaya yang seharusnya terjadi (dikeluarkan)
dari operasi perusahaan yang nantinya akan dibandingkan dengan biaya
yang sesungguhnya yang terjadi dalam perusahaan. Biaya standar akan
ditentukan terlebih dahulu sebelum operasi berlangsung (dimulai). Biaya
produksi standar terdiri dari standar bahan baku, standar biaya tenaga kerja
langsung dan tarif biaya overhead pabrik.
Konveksi Sumber Rezeki merupakan usaha kecil yang memproduksi
berbagai jenis pakaian seperti baju dress, kemeja, celana panjang dan rok
panjang. Di dalam proses produksinya konveksi Sumber Rezeki dihadapkan
dengan adanya masalah perbedaan selisih biaya produksi yang dianggarkan
dengan biaya produksi yang sebenarnya terjadi, dikarenakan belum
sepenuhnya melakukan pengendalian biaya produksi dan belum menentukan
biaya standar untuk biaya bahan baku, tenaga kerja dan overhead pabrik.
Penelitian ini mengkaji tentang varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya produksi aktual. Analisis varians dilakukan dengan
membandingkan biaya standar produksi dengan realisasinya. Alat analisis
yang digunakan yaitu analisis varians dan uji t (t-test). Analisis varians
digunakan untuk
mengetahui
apakah varians
yang terjadi
bersifat
menguntungkan atau tidak menguntungkan. sedangkan uji t (t-test) digunakan
untuk mengetahui apakah varian yang terjadi masih dalam pengendalian
manajemen konveksi Sumber Rezeki. Hasil dari kedua analisis tersebut
diharapkan dapat memberikan evaluasi dan perbaikan pada konveksi Sumber
Rezeki untuk memperbaiki manajemen perusahaan dimasa yang akan datang.
Kerangka pemikiran penelitian secara sistematis dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
UKM Konveksi
Sumber Rezeki
Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
Langsung
Biaya Overhead
Pabrik
Biaya Tenaga
Kerja Langsung
Standar Biaya
Produksi
Realisasi Biaya
Produksi
Varian Biaya Produksi
Uji t
Analisis Varians
Evaluasi
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian
3.12. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di rumah produksi UKM Konveksi Sumber
Rezeki yang berlokasi di kampung Nyalindung Rt. 03 Rw. 03 Desa Munjul
Kecamatan Ciambar Sukabumi. Waktu penelitian dimulai dari bulan Mei
2014 sampai dengan bulan Juli 2014. Waktu tersebut digunakan untuk
memperoleh data-data produksi dan biaya-biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi.
3.13. Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu :
1. Data Primer
Data primer dari penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan secara
langsung terhadap objek penelitian melalui wawancara dengan pemilik
usaha.
2. Data Sekunder
Data sekunder didapatkan melalui informasi yang berkaitan dengan
pengetahuan teori yang berkaitan dengan penelitian dan didapatkan
melalui buku-buku dan penelitian terdahulu.
3.14. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah :
3. Observasi
Observasi merupakan pengamatan langsung pada tempat penelitian yang
dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi akurat mengenai
kegiatan produksi UKM konveksi Sumber Rezeki, antara lain yaitu data
produksi, tahapan proses produksi, biaya-biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi dan peralatan apa saja yang digunakan.
4. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak yang terkait dalam proses
produksi UKM konveksi Sumber Rezeki.
3.15. Pengolahan dan Analisis Data
3.15.1.
Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis varians biaya standar. Analisis varians digunakan untuk
mengetahui biaya produksi yang sebenarnya terjadi (realisasi) dengan
biaya yang telah ditetapkan sebelumnya (standar). Analisis varians
memperlihatkan varians yang terjadi antara standar biaya produksi
dengan realisasi biaya produksi. Sehingga dapat dicari penyebab dari
varians yang telah terjadi dan member rekomendasi perbaikan kepada
pihak manajemen.
Varians yang terjadi dapat menguntungkan (favorable) atau
tidak
menguntungkan
(unfavorable).
Varians
dikatakan
menguntungkan (favorable) jika biaya aktualnya lebih kecil dari biaya
standar.
Sedangkan
varians
dikatakan
tidak
menguntungkan
(unfavorable) jika biaya aktualnya lebih besar dari biaya standar.
Pengolahan data yang digunakan untuk menganalisis varian
menggunakan alat bantu piranti lunak dari computer yaitu Microsoft
excel 2007. Data yang telah diolah selanjutnya dilakukan pengujian
dengan uji t atau disebut sebagai t-test menggunakan SPSS versi 16.
3.15.2.
Analisis Varians
Analisis varians merupakan suatu anggaran yang fleksibel yang
dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang muncul pada
tingkat aktivitas aktual (Hansen dan Mowen, 2001). Varians yang
dianalisis yaitu :
1. Varians Bahan Baku Langsung
c. Varians harga bahan baku langsung
Perhitungan varians harga bahan baku langsung (Materials
Price Variance - MPV) menggunakan rumus :
MPV = (AP - SP) AQ ............................................ (11)
d. Varians pemakaian bahan baku langsung
Perhitungan varians pemakaian bahan baku langsung
(Material Usage Variance - MUV) menggunakan rumus :
MUV = (AQ - SQ) SP ............................................. (12)
Keterangan :
AP = Harga aktual per unit
SP = Standar harga per unit
AQ = Kuantitas aktual bahan baku langsung per unit.
SQ = Kuantitas standar bahan baku langsung yang diizinkan
untuk output aktual.
2. Varians Tenaga Kerja Langsung
c. Varians tarif tenaga kerja langsung
Perhitungan varians tarif tenaga kerja langsung (Labor Rate
Variance - LRV) menggunakan rumus :
LRV = (AR - SR) AH ............................................ (13)
d. Varians efisiensi tenaga kerja langsung
Perhitungan varians tarif tenaga kerja langsung (Labor
Efficiency Variance - LEV) menggunakan rumus :
LEV = (AH - SH) SR .............................................. (14)
Keterangan :
AR = Tarif upah pada jam aktual
SR = Tarif upah pada jam standar
AH = Jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan
SH = Jam tenaga kerja langsung standar yang seharusnya
digunakan
3. Varians Overhead Pabrik
c. Varians overhead variable
i.
Varians overhead variable pembiayaan
Perhitungan varians overhead variable pembiayaan
(Variable Overhead Spending Variance - VOSV)
menggunakan rumus :
VOSV = (AVOR - SVOR) AH ........................ (15)
ii. Varians overhead variable efisiensi
Perhitungan varians overhead variable efisiensi (Variable
Overhead Efficiency Variance - VOEV) menggunakan
rumus :
VEOV = (AH - SH) SVOR .............................. (16)
Keterangan :
AVOR = Tarif overhead variable aktual (actual variable
overhead rate)
SVOR = Tarif overhead variable standar (standard
variable overhead rate)
d. Varians overhead tetap
iii.
Varians overhead tetap pembiayaan
Perhitungan varians overhead tetap pembiayaan (Fixed
Overhead Spending Variance-FOSV)
menggunakan
rumus :
FOSV = AFOH – BFOH.................................. (17)
keterangan :
AFOH = Overhead tetap aktual (actual fixed overhead)
BFOH = Overhead tetap yang dianggarkan (budgeting
fixed overhead)
iv.
Varians overhead tetap volume
Penghitungan varians overhead tetap volume (Fixed
Overhead
Volume
Variance-FOVV)
menggunakan
rumus:
FOVV = BFOH – ApFOH ............................... (18)
keterangan :
ApFOH = Overhead tetap yang ditetapkan (applied
overhead).
3.15.3.
Uji Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara sebelum percobaan
dilaksanakan yang didasarkan pada hasil studi literatur. Hipotesis
statistik dibedakan menjadi dua yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis
tandingan (H1). Pernyataan yang ingin ditolak kebenarannya
ditetapkan sebagai hipotesis nol sedangkan pernyataan lawannya
ditetapkan sebagai hipotesis tandingan (Mattjik dan Sumertajaya,
2002).
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan t (t-test)
untuk mengetahui apakah varians yang terjadi antara biaya yang
sesungguhnya dengan biaya standar masih dalam batas pengendalian.
Uji t menggunakan program aplikasi komputer untuk penghitungan
statistik (SPSS) versi 16. langkah-langkah dalam melakukan uji t (ttest) adalah :
6. Merumuskan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1)
H0
= Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
masih dalam batas pengendalian
H1
= Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual
di luar batas pengendalian
7. Mencari Thitung
................................................................... (19)
........................................... (20)
Keterangan :
1
= Rataan nilai biaya standar
2
= Rataan nilai biaya aktual
n1
= Jumlah laporan biaya standar
n2
= Jumlah laporan biaya aktual
x1
= Biaya standar
x2
= Biaya aktual
S1
= Simpangan baku biaya standar
S2
= Simpangan baku biaya aktual
8. Menentukan taraf nyata (α)
Taraf nyata yang digunakan adalah α=5%, kemudian dicari
dengan ttabel dengan ketentuan db=n-1
9. Menentukan daerah keputusan
Jika thitung
ttabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak
Jika thitung
ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima
10. Membuat kesimpulan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
9.1. Gambaran Umum UKM
UKM konveksi Sumber Rezeki pertama didirikan pada tahun 2007 oleh
Bapak Oji dan istrinya Ibu Yayah sebagai usaha kecil yang bergerak dalam
bidang industri konveksi pakaian. UKM konveksi Sumber Rezeki berlokasi
di kampung Nyalindung Rt. 03 Rw. 03 Desa Munjul Kecamatan Ciambar
Sukabumi. Sebelum mendirikan usaha ini, Bapak Oji merupakan seorang
petani singkong dan penadah singkong dari petani-petani di sekitar
lingkungan tempat tinggalnya. Singkong-singkong yang dibeli dari petanipetani tersebut lalu disalurkan kepada perusahaan makanan ringan keripik
singkong Kusuka di Bogor. Dikarenakan biaya operasional dan transportasi
semakin meningkat usaha tersebut selalu mengalami kerugian, bapak Oji
mencoba usaha lain di bidang konveksi atas saran kakak kandungnya yang
kebetulan berkerja pada perusahaan distributor pakaian Wahana Baru di
tanah abang untuk menjadi pemasok pakaian.
Bapak Oji dan Ibu Yayah ingin memberdayakan petani-petani di
lingkungan sekitarnya dengan mengajarkan menjahit. Tujuan awal didirikan
usaha konveksi ini adalah untuk membuka lapangan kerja bagi petani-petani
singkong yang sebelumnya bekerja sama dengan Bapak Oji. Selain
menjalankan bisnis konveksi Bapak Oji masih memberdayakan petani-petani
singkong sekitar lingkungannya dengan membuka industri rumah yaitu
memproduksi keripik singkong dan keripik talas.
UKM konveksi Sumber Rezeki memproduksi pakaian dengan sistem
pesanan dan hanya menerima pesanan dari toko Wahana Baru, Tanah Abang
Jakarta. Pada awalnya UKM konveksi Sumber Rezeki hanya menerima order
500 potong per bulan dan memiliki mesin jahit 6 set. Seiring berjalannya
waktu, hasil jahitannya yang rapi, dan tepat waktu dalam penyelesaiannya
membuat distributor pakaian merasa puas dengan hasil produksinya. Saat ini
UKM konveksi Sumber Rezeki mengalami peningkatan pesanan hingga
10.000 potong per bulan dan memiliki 12 set mesin jahit dan 2 set mesin
obras.
9.2. Struktur Organisasi Konvensi Sumber Rezeki
UKM konveksi Sumber Rezeki mempunyai struktur organisasi yang
sederhana, sebagai berikut :
Pemilik Konveksi
Sumber Rezeki
Supervisor
Bagian
Penjahitan
Bagian
Penyetrikaan
Bagian
Pengepakan
Gambar 2. Struktur Organisasi
Deskripsi Pekerjaan pada Konveksi Sumber Rezeki :
6. Pemilik
Bapak Oji dan Ibu Yayah merupakan pemilik dari Konveksi Sumber
Rezeki memiliki tugas yaitu pengawasi dan bertanggung jawab mengelola
perusahaan.
7. Supervisor
Bapak Asep merupakan supervisor dari Konveksi Sumber Rezeki.
Tugasnya yaitu mengawasi produksi, belanja bahan-bahan pokok,
membuat laporan keuangan, mebuat laporan pengiriman, dan pengantaran
barang.
8. Bagian Penjahitan
Pada bagian penjahitan ada 10 orang tenaga kerja antara lain adalah Latif,
Ipey, Ajo, Unang, Epul, Dede, Heri, Jejen, Randi dan Dayo. Selain
menjahit tenaga kerja bagian penjahitan melakukan pengobrasan pada
masing-masing baju yang sudah dijahit.
9. Bagian Penyetrikaan
Mastur memiliki tugas menggosok pakaian yang sudah jadi dari bagian
penjahitan.
10.
Bagian Pengepakan
Yayah, Eneng dan Riska memiliki tugas memasangkan merek pakaian
yang telah disediakan pemesan dengan menggunakan tag pin dan
mengepak pakaian jadi.
9.3. Proses Produksi Konveksi Sumber Rezeki
Pembahasan dan penelitian ini akan memfokuskan pada produksi
pakaian yang paling sering dipesan oleh distributor diantaranya 3 (tiga)
macam pakaian yaitu baju dress, celana panjang wanita dan rok panjang.
Berikut ini adalah data produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki selama
bulan Mei 2014.
Tabel 2. Jumlah produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Jenis Pakaian
Tanggal
Baju Dress Celana Panjang Rok Panjang
1
350
2
350
3
400
4
libur
5
350
6
350
7
350
8
350
9
350
10
400
11
libur
12
350
13
350
14
350
15
350
16
350
17
350
18
libur
19
350
20
400
21
350
22
350
23
350
24
350
25
libur
26
450
27
400
28
400
29
450
30
400
31
400
Jumlah
5.000
2.500
2.500
Tahapan produksi pakaian pada konveksi Sumber Rezeki dapat dilihat
pada gambar dibawah ini :
Persiapan bahan baku
Penjahitan
Pengobrasan
Pengecekan
Pemasangan merek
Penyetrikaan
Pengemasan
Gambar 3. Proses Produksi Konveksi
Proses produksi pakaian dilakukan yaitu dengan beberapa tahapan,
antara lain :
1. Tahapan persiapan bahan baku
Tahapan ini yaitu mempersiapkan bahan baku utama yaitu kain. Bahan
baku telah disediakan, telah diukur dengan ukuran all size dan telah
dilakukan pemotongan oleh distributor sebagai pihak pemesan.
2. Tahapan penjahitan
Tahapan ini kain yang telah dipersiapkan kemudian dilakukan proses
penjahitan sampai selesai.
3. Tahapan pengobrasan
Tahapan ini setelah kain tersebut sudah dijahit kemudian dilakukan
pengobrasan.
4. Tahapan pengecekan
Tahapan ini setelah dilakukan pengobrasan kemudian dilakukan
pengecekan, apakah pakaian yang dibuat sudah sempurna dan dipastikan
tidak ada yang cacat.
5. Tahapan pemasangan merek
Tahapan ini yaitu melakukan pemasangan merek dengan hang tag yang
telah disediakan oleh distirbutor dengan menggunakan tag pin dan tag
gun.
6. Tahapan Penyetrikaan
Tahapan ini setelah dipastikan bahwa pakaian yang dibuat tidak ada
kecacatan selanjutnya dilakukan penyetrikaan sampai rapi.
7. Tahapan Pengemasan
Tahapan ini merupakan tahapan akhir dari proses produksi. Setelah
pakaian sudah sesuai dengan pesanan kemudian dilakukan pengemasan
kedalam plastik.
9.4. Penentuan Biaya Standar
Penentuan biaya standar pada UKM Sumber Rezeki dibagi menjadi
tiga bagian yang terdiri dari biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja
langsung standar, dan biaya overhead pabrik standar.
4.
Biaya bahan baku langsung standar
c. Kualitas bahan baku langsung standar
Penggunaan bahan baku langsung standar dalam produksi pakaian
ditetapkan oleh Wahana Baru sebagai pemesan tunggal seperti bahan
mana yang akan digunakan.
d. Harga bahan baku langsung standar
Penetapan harga bahan baku langsung standar untuk bahan baku kain
ditetapkan oleh distributor Wahana Baru sedangkan bahan baku lain
seperti kain furing, benang jahit, benang obras, karet, retsleting dan
tali kur ditetapkan berdasarkan tingkat harga rata-rata dari daftar
harga toko tekstil yang menjual bahan baku konveksi.
5.
Biaya tenaga kerja langsung standar
c. Jam tenaga kerja langsung standar
Penetapan tenaga kerja langsung standar ditetapkan oleh pemilik
konveksi UKM Sumber Rezeki. Kegiatan produksi dilakukan dari
hari Senin sampai dengan Sabtu dimulai dari pukul 08.00 sampai
pukul 17.00.
d. Tarif upah tenaga kerja langsung standar
Penetapan tarif upah tenaga kerja langsung standar ditetapkan oleh
pemilik konveksi UKM Sumber Rezeki berdasarkan perjanjian
dengan karyawan.
6.
Biaya overhead pabrik standar
c. Biaya overhead pabrik tetap standar
Biaya overhead pabrik tetap standar terdiri dari biaya penyusutan
peralatan yang digunakan selama produksi, yaitu biaya penyusutan
mesin jahit, biaya penyusutan mesin obras, biaya penyusutan setrika
uap dan biaya penyusutan tag gun.
d. Biaya overhead pabrik variable standar
Biaya overhead pabrik variable standar terdiri dari biaya plastik,
biaya tag pin, biaya listrik, biaya gas dan biaya minyak mesin.
9.5. Biaya Produksi
UKM Sumber Rezeki memproduksi pakaian dengan empat jenis
pakaian yaitu kemeja, baju dress, celana panjang wanita dan rok panjang.
Namun penelitian ini lebih fokus untuk menganalisis 3 (tiga) jenis biaya
produksi pakaian saja yaitu baju dress, celana panjang wanita, dan rok
panjang karena ketiga jenis ini paling banyak dipesan oleh distributor pakaian
tiap bulannya, sedangkan kemeja diproduksi pada waktu tertentu.
4.7.1.
Bahan Baku Langsung
Produksi baju dress, celana panjang dan rok panjang terdiri dari
kain spandek, kain cotton, kain sifon, furing, benang jahit, benang
obras, retsleting, karet dan tali kur. Pembelian bahan baku tersebut
dilakukan di toko textile dan perlengkapan jahit di tanah abang jakarta
pusat.
Pembuatan pakaian untuk setiap jenisnya rata-rata menggunakan
bahan baku yang sama, perbedaannya dari jenis kain yang digunakan
dan bahan baku lain seperti jenis baju dress tidak menggunakan tali
kur dan karet, untuk jenis celana tidak menggunakan retsleting,
sedangkan untuk jenis rok panjang hampir sama dengan bahan baku
untuk pembuatan celana hanya saja pada pembuatan rok panjang
menggunakan furing dan tidak menggunakan tali kur.
4.7.2.
Tenaga Kerja Langsung
UKM Sumber Rezeki mempunyai karyawan sebanyak 14
(empat belas) orang karyawan di bagian produksi pakaian, 10
(sepuluh) orang karyawan dibagian jahit, 1 (satu) orang dibagian
penyetrikaan dan 3 (tiga) orang karyawan dibagian pengecekkan dan
pengepakkan. Kegiatan produksi berlangsung dari hari senin sampai
hari sabtu, yang dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00,
namun karyawan sering kali lembur jika pesanan belum mencapai
target. Setiap karyawan mempunyai satu jam untuk istirahat dan satu
hari libur dalam seminggu atau empat hari dalam sebulan.
Tarif tenaga kerja yang diterima karyawan selama satu bulan
bervariasi tergantung berapa banyak potong jahitan yang diselesaikan
oleh karyawan tersebut. Karyawan jahit obras diupah Rp. 3.500,00
per potong untuk upah pakaian jenis baju dress dan Rp. 2.500,00 per
potong untuk upah pakaian jenis celana panjang maupun rok panjang.
Sedangkan untuk upah pengepakan Rp. 300,00 per potong dan upah
penyetrikaan Rp. 100,00 per potong.
4.7.3.
Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik tetap UKM Sumber Rezeki terdiri dari
biaya penyusutan peralatan yang digunakan selama produksi, yaitu
biaya penyusutan mesin jahit dan biaya penyusutan mesin obras yang
digunakan untuk proses pembuatan pakaian, biaya penyusutan setrika
uap dan biaya penyusutan tag gun untuk proses penyetrikaan dan
pengepakkan, serta biaya penyusutan lain (gunting, cutter dan
meteran).
Menghitung biaya penyusutan peralatan produksi menggunakan
metode garis lurus dengan rumus :
Tarif Penyusutan = Nilai Perolehan – Nilai Sisa
Umur Ekonomis
Biaya overhead pabrik tetap produksi UKM Sumber Rezeki
selama bulan Mei disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Biaya overhead pabrik tetap produksi UKM Sumber
Rezeki bulan Mei 2014
Nilai
Umur
Tarif
Nilai Sisa
Perolehan
Ekonomis Penyusutan
(Rp)
Peralatan
(Rp)
(Tahun)
(per hari)
Mesin jahit
18.000.000 12.000.000
4
4.170
Mesin obras
5.000.000
2.500.000
4
1.390
Setrika uap
3.500.000
1.500.000
4
1.040
Tag gun
200.000
40.000
1
330
Peralatan
lain
Total
250.000
100.000
1
420
7.350
Sumber : Data UMKM Sumber Rezeki
Biaya overhead pabrik variabel UMKM Sumber Rezeki terdiri
dari biaya plastik, biaya tag pin, biaya minyak mesin, biaya listrik dan
biaya bahan bakar LPG. Produksi pakaian untuk setiap jenis pakaian
selama bulan Mei UMKM Sumber Rezeki memproduksi 5.000
potong baju dress, 2.500 potong celana panjang dan 2.500 potong rok
panjang jadi total produksi pakaian sebanyak 10.000 potong yang
dikemas dalam satu plastik dengan harga Rp. 180,00 per plastik,
sehingga biaya plastik selama bulan Mei sebesar Rp. 1.800.000,00.
Biaya tag pin untuk 10.000 potong pakaian dengan harga satu buah
tag pin Rp. 24,00 sehingga biaya tag pin selama bulan Mei sebesar
Rp. 240.000,00. Biaya minyak mesin per hari Rp. 20.000,00 sehingga
biaya minyak mesin per bulan Mei sebesar Rp. 520.000,00.
Biaya listrik yang terjadi pada proses produksi UKM Sumber
Rezeki terdiri dari biaya listrik untuk rumah tangga dan biaya listrik
untuk usaha. Total seluruh biaya penggunaan listrik pada bulan Mei
adalah sebesar Rp. 800.000,00. Jumlah konsumsi biaya listrik rumah
tangga diasumsikan mempunyai persentasi 30% dari total biaya
listrik. Hal tersebut dikarenakan jumlah peralatan rumah tangga yang
digunakan lebih sedikit dibandingkan dengan peralatan usaha.
Sedangkan konsumsi listrik yang digunakan untuk usaha produksi
pakaian mempunyai persentase sebesar 70% dari total seluruh biaya
listrik yang digunakan untuk proses menjahit, mengobras dan
penyetrikaan, sehingga biaya listrik yang digunakan untuk proses
produksi pakaian selama bulan Mei adalah sebesar Rp. 560.000,00.
Bahan bakar gas LPG digunakan untuk proses penyetrikaan
dengan menggunakan mesin setrika uap, selama bulan Mei UKM
Sumber Rezeki menggunakan 4 tabung gas berukuran 20 kg dengan
harga Rp. 120.000,00 per tabung, sehingga biaya gas untuk bulan Mei
sebesar Rp. 480.000,00. Biaya overhead variable produksi UKM
Sumber Rezeki selama bulan Mei disajikan pada Tabel 4.
Tabel 4. Biaya overhead pabrik variable produksi UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Overhead Pabrik Variable
Biaya (Rupiah)
Plastik
1.800.000
Tag pin
240.000
Minyak mesin
520.000
Listrik
560.000
Bahan bakar gas LPG
480.000
Total
3.600.000
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah)
9.6. Penetapan Standar
Penetapan standar digunakan dalam menetapkan harga dan jumlah
kuantitas biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Penetapan biaya standar
memberikan pedoman kepada pelaku usaha untuk menetapkan pengeluaran
pada kegiatan produksi sehingga tercapai efisiensi biaya produksi. Penetapan
standar harga beli bahan baku pakaian Sumber Rezeki didapatkan dari survei
langsung pada toko penjual bahan baku dipasar.
Standar harga bahan baku UKM Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 adalah kain spandek jersey Rp. 78.000,00 per kg atau Rp. 34.700,00 Per
meter, kain katun Cotton Rp. 27.000,00 per meter, kain sifon Rp. 15.000,00
per meter, furing Rp. 7.500,00 per meter, benang jahit Rp. 15.000,00 per
lusin dengan panjang 500 yard atau 457 meter seharga Rp. 33,00 per meter,
benang obras Rp. 35.000,00 per gulung dengan panjang 1.306 yard atau 1194
meter seharga Rp. 29,00 per meter, restleting Rp. 8.500,00 per lusin atau Rp.
708,00 per buah dengan panjang 0.40 meter, karet Rp. 3.300,00 per meter,
tali kur Rp. 15.000,00 per 30 meter atau Rp. 500,00 per meter. Berikut ini
standar harga bahan baku yang digunakan, disajikan dalam Tabel 5.
Tabel 5. Standar harga bahan baku baju dress, celana panjang dan rok
panjang per meter.
Bahan Baku
Jenis Pakaian
Kain spandek (m)
Baju Dress
(Rp)
34.700
Celana Panjang
(Rp)
0
Rok Panjang
(Rp)
0
Kain Cotton (m)
0
27.000
0
Kain Sifon (m)
0
0
15.000
Furing (m)
0
0
7.500
Benang Jahit (m)
33
33
33
Benang Obras (m)
29
29
29
Retsleting (m)
708
0
0
Karet (m)
0
3.300
3.300
Tali kur (m)
0
500
0
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah).
Standar kuantitas bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi
baju dress adalah 2,75 meter kain, untuk celana panjang wanita 1,25 meter
kain, dan untuk rok panjang 1,5 meter kain. Berikut ini komposisi bahan baku
yang digunakan dalam produksi baju dress, celana panjang wanita dan rok
panjang disajikan dalam Tabel 6.
Tabel 6. Standar kuantitas bahan baku baju dress, celana panjang dan
rok panjang per unit.
Bahan Baku
Jenis Pakaian
Kain spandek
Baju Dress
(meter)
2,75
Celana Panjang
(meter)
0
Rok Panjang
(meter)
0
Kain Cotton
0
1,25
0
Kain Sifon
0
0
1,50
Furing
0
0
1,50
Benang Jahit
60,00
32,00
37,00
Benang Obras
75,00
38,00
46,00
Retsleting
0,40
0
0
Karet
0
0,65
0,65
Tali kur
0
1,00
0
Sumber : Data UKM Sumber Rezeki (diolah).
Penetapan standar jam kerja UKM Sumber Rezeki ditetapkan oleh
pemilik selama 9 (sembilan) jam kerja per hari. Tarif upah standar per hari
ditentukan berdasarkan jumlah hasil pakaian yang dikerjakan per hari, per
potong pakaian upah karyawan jahit obras diupah Rp. 3.500,00 per potong
untuk upah pakaian jenis baju dress dan Rp. 2.500,00 per potong untuk upah
pakaian jenis celana panjang maupun rok panjang. Rata-rata per hari
karyawan menyelesaikan 35 (tiga puluh lima) potong pakaian dengan jam
kerja normal, sehingga upah rata-rata per jam sebesar Rp. 13.611,00 untuk
menjahit baju dress dan Rp. 9.722,00 untuk menjahit celana panjang wanita
dan rok panjang . Sedangkan untuk upah pengepakan Rp. 300,00 per potong
dengan upah rata-rata per jam sebesar Rp. 3.889,00 dan upah penyetrikaan
Rp. 100,00 per potong dengan upah rata-rata per jam Rp. 3.889,00.
Dari data yang telah diuraikan di atas dapat diperhitungkan standar
biaya produksi untuk baju dress sebesar Rp. 39.782,00 per potong, untuk
celana panjang wanita sebesar Rp. 34.174,00 per potong dan untuk rok
panjang sebesar Rp. 29.174,00 per potong.
9.7. Analisis Varians
4.7.1.
Analisis Varians Bahan Baku
Analisis varians bahan baku langsung terdiri dari varians harga
dan varians efisiensi pemakaian.
d. Analisis varians harga bahan baku
Analisis varians harga bahan baku rata-rata disajikan pada tabel 7.
Tabel 7. Analisis varians rata-rata harga bahan baku UKM Sumber
Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Analisis Varians Rata-rata Harga Bahan Baku (Rp)
Kain spandek
Standar Realisasi Kuantitas
Harga
Harga
Aktual
(SP)
(AP)
(AQ)
34.700
20.000
2,50
Analisis
Varians
(MPV)
-36,750
U/F
Varians
F
42,36%
Kain Cotton
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
Kain Sifon
15.000
26.667
1,50 17.500,50
U
-77,78%
7.500
6.000
1,50
-2.250
F
20,00%
33
26
58,97
-412,79
F
21,21%
33
26
29,48
-206,36
F
21,21%
33
26
35,38
-247,66
F
21,21%
29
25
73,95
-295,80
F
13,79%
29
25
36,98
-147,92
F
13,79%
29
25
44,37
-177,48
F
13,79%
708
500
0,40
-83,20
F
29,38%
3.300
2.333
0,60
-580,20
F
29,30%
500
400
1,00
-100
F
20,00%
Furing
Benang Jahit
Baju Dress
Benang Jahit
Celana Wanita
Benang Jahit
Rok Panjang
Benang Obras
Baju Dress
Benang Obras
Celana Wanita
Benang Obras
Rok Panjang
Retsleting
Karet
Tali kur
1. Kain Spandek
Bahan baku kain spandek selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 34.700,00 per
meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 20.000,00 per
meter. Varians yang terjadi antara harga kain Spandek
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 36.750,00 dengan rataan
persentase varians 42,36%. Varians terjadi disebabkan karena
penetapan harga realisasi bahan baku kain spandek lebih
murah dari harga standar. Penetapan harga ini dilakukan oleh
distributor yang memesan pakaian sekaligus pemasok bahan
baku kain. Untuk bahan baku kain spandek untuk pembuatan
baju dress dipatok dengan harga Rp. 50.000,00 per potong.
2. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 27.000,00 per meter dan
rataan realisasi harga sebesar Rp. 32.000,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga kain Cotton standar dengan
aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak menguntungkan,
yaitu sebesar Rp. 6.250,00 dengan rataan persentase varians
18,52%. Varians terjadi disebabkan oleh harga bahan baku
yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi. Untuk bahan
baku kain cotton untuk pembuatan celana panjang wanita
dipatok dengan harga Rp. 40.000,00 per potong.
3. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 15.000,00 per meter dan
rataan realisasi harga sebesar Rp. 26.667,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga kain Sifon standar dengan
aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak menguntungkan,
yaitu sebesar Rp. 17.500,50 dengan rataan persentase varians
77,78%. Varians yang terjadi disebabkan oleh harga bahan
baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi. Untuk
bahan baku kain sifon dalam pembuatan rok panjang dipatok
dengan harga Rp. 50.000,00 per potong.
4. Furing
Bahan baku furing selama bulan Mei 2014 mempunyai rataan
standar harga sebesar Rp. 7.500,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 6.000,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga kain Sifon standar dengan aktual bersifat
unfavorable (U) atau tidak menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 2.250,00 dengan rataan persentase varians 20,00%.
Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan
baku furing dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga
harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
5. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang jahit baju dress
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 412,79 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
6. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita selama bulan
Mei 2014 mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00
per meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per
meter. Varians yang terjadi antara harga benang jahit celana
panjang wanita standar dengan aktual bersifat favorable (F)
atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 206,36 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
7. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 33,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 26,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang jahit rok panjang
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 247,66 dengan rataan
persentase varians 21,21%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang jahit dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
8. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress selama bulan Mei 2014
mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 29,00 per meter
dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 25,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang obras baju dress
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 295,80 dengan rataan
persentase varians 13,89%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang obras dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
9. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita selama
bulan Mei 2014 mempunyai rataan standar harga sebesar
Rp. 29,00 per meter dan rataan realisasi harga sebesar
Rp. 25,00 per meter. Varians yang terjadi antara harga
benang obras celana panjang wanita standar dengan aktual
bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 147,92 dengan rataan persentase varians 13,79%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
10. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang selama bulan Mei
2014 mempunyai rataan standar harga sebesar Rp. 29,00 per
meter dan rataan realisasi harga sebesar Rp. 25,00 per meter.
Varians yang terjadi antara harga benang obras rok panjang
standar
dengan
aktual
bersifat
favorable
(F)
atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 177,48 dengan rataan
persentase varians 13,79%. Varians yang terjadi disebabkan
karena pembelian bahan baku benang obras dibeli dengan
jumlah
yang
banyak
sehingga
harga
lebih
murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
11. Retsleting
Bahan baku retsleting selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 708,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 500,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga retsleting standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 83,20
dengan rataan persentase varians 29,38%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
12. Karet
Bahan baku karet selama bulan Mei 2014 mempunyai rataan
standar harga sebesar Rp. 3.300,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 2.333,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga karet standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 580,20
dengan rataan persentase varians 29,30%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
13. Tali Kur
Bahan baku tali kur selama bulan Mei 2014 mempunyai
rataan standar harga sebesar Rp. 500,00 per meter dan rataan
realisasi harga sebesar Rp. 400,00 per meter. Varians yang
terjadi antara harga tali kur standar dengan aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 100,00
dengan rataan persentase varians 20,00%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku benang
obras dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
e. Analisis varians efisiensi bahan baku
Analisis varians rata-rata efisiensi pemakaian bahan baku
disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Analisis varians rata-rata efisiensi pemakaian bahan baku UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Analisis Varians Rata-rata Harga Bahan Baku (Rp)
Standar Realisasi Standar Analisis U/F Varians
Kuantitas Kuantitas Harga Varians
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
Kain spandek
2,75
2,50 34.700
-8.675
F
9,09%
Kain Cotton
1,25
1,25 27.000
0
F
0%
Kain Sifon
1,50
1,50 15.000
0
F
0%
Furing
1.50
1,50
7.500
0
F
0%
Benang Jahit
60,00
58,97
33
-33,99
F
1,72%
Baju Dress
Benang Jahit
32,00
29,48
33
-83,16
F
7,88%
Celana Wanita
Benang Jahit
37,00
35,38
33
-53,46
F
4,38%
Rok Panjang
Benang Obras
75,00
73,95
29
-30,45
F
1,40%
Baju Dress
Benang Obras
38,00
36,98
29
-29,58
F
2,68%
Celana Wanita
Benang Obras
46,00
44,37
29
-47,27
F
3,54%
Rok Panjang
Retsleting
0,40
0,40
708
0
F
0%
Karet
0,65
0,60
3.300 -165,00
F
7,69%
Tali kur
1,00
1,00
500
0
F
0%
14. Kain Spandek
Bahan baku kain spandek mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 2,75 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 2,50
meter selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan yaitu sebesar Rp. 8.675,00 dengan rataan
persentase varians 9,09%. Varians yang terjadi disebabkan
ukuran baju yang diproduksi lebih kecil dibandingkan dengan
standar ukuran baju dress.
15. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,25 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,25
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
16. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,50 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,50
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
17. Furing
Bahan baku furing mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,50 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,50
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
18. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 60,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 58,97 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 33,99
dengan rataan persentase varians 1,72%.
19. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita mempunyai
rataan standar efisiensi sebesar 32,00 meter dan rataan
realisasi efisiensi sebesar 29,48 meter selama bulan Mei
2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan yaitu
sebesar Rp. 83,16 dengan rataan persentase varians 7,88%.
20. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 37,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 35,38 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 53,46
dengan rataan persentase varians 4,38%.
21. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 75,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 73,95 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 30,45
dengan rataan persentase varians 1,40%.
22. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita mempunyai
rataan standar efisiensi sebesar 38,00 meter dan rataan
realisasi efisiensi sebesar 36,98 meter selama bulan Mei
2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan yaitu
sebesar Rp. 29,58 dengan rataan persentase varians 2,68%.
23. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang mempunyai rataan
standar efisiensi sebesar 46,00 meter dan rataan realisasi
efisiensi sebesar 44,37 meter selama bulan Mei 2014. Varians
yang terjadi antara biaya standar dan biaya aktual bersifat
favorable (F) atau menguntungkan yaitu sebesar Rp. 47,27
dengan rataan persentase varians 3,54%.
24. Retsleting
Bahan baku retsleting mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 0,40 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 0,40
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
25. Karet
Bahan baku karet mempunyai rataan standar efisiensi sebesar
0,65 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 0,60 meter
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya
standar dan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan yaitu sebesar Rp. 165 dengan rataan
persentase varians 7,69%. Varians yang terjadi disebabkan
ukuran celana yang diproduksi lebih kecil dibandingkan
dengan standar ukuran celana dress di pasaran.
26. Tali Kur
Bahan baku tali kur mempunyai rataan standar efisiensi
sebesar 1,00 meter dan rataan realisasi efisiensi sebesar 1,00
meter selama bulan Mei 2014. Pada bahan baku kain cotton
tidak terjadi varians.
f. Analisis varians total bahan baku
Analisis varians total bahan baku merupakan gabungan antara
varians rata-rata harga bahan baku dan varians rata-rata efisiensi
pemakaian bahan baku. Analisis varians total bahan baku langsung
UKM Sumber Rezeki disajikan pada tabel 9.
Tabel 9. Analisis varians total rata-rata harga bahan baku UKM
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Bahan Baku
Biaya Standar Biaya Aktual Analisis U/F Varians
(SP x SQ)
(AP x AQ)
Varians
Kain spandek
95.425
50.000
-45.425
F
47,60%
Kain Cotton
33.750
40.000
6.250
U
-18,50%
Kain Sifon
22.500
40.000
17.500,50
U
-77,78%
Furing
11.250
9.000
-2.250
F
20,00%
Benang Jahit
1.980
1.533,22
-446,78
F
22,56%
Baju Dress
Benang Jahit
1.056
766,48
-289,52
F
27,46%
Celana
Wanita
Benang Jahit
1.221
919,88
-301,12
F
24,66%
Rok Panjang
Benang Obras
2.175
1.848,75
-326,25
F
15,00%
Baju Dress
Benang Obras
1.102
924,50
-177,50
F
16,11%
Celana
Wanita
Benang Obras
1.334
1.109,25
-224,75
F
16,85%
Rok Panjang
Retsleting
283,20
200,00
-83.20
F
29,38%
Karet
2.145
1399,80
-745.20
F
34,74%
Tali kur
500
400
-100
F
20,00%
14. Kain Spandek
Bahan baku kain spandek mempunyai biaya standar rata-rata
sebesar Rp. 95.425,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp.
50.000,00 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 45.425,00 dengan rataan
perentase varians 47,60%. Penetapan harga ini dilakukan oleh
distributor yang memesan pakaian sekaligus pemasok bahan baku
kain.
15. Kain Cotton
Bahan baku kain cotton mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 33.750,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 40.000,00
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar
dengan biaya aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 6.250,00 dengan rataan
perentase varians 18,52%. Varians yang terjadi disebabkan oleh
harga bahan baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi.
16. Kain Sifon
Bahan baku kain sifon mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 22.500,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 40.000,50
selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar
dengan biaya aktual bersifat unfavorable (U) atau tidak
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 17.500,50 dengan rataan
perentase varians 77,78%. Varians yang terjadi disebabkan oleh
harga bahan baku yang ditetapkan oleh distributor terlalu tinggi.
17. Furing
Bahan baku furing mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
11.250,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 9.000,00 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 2.250,00 dengan rataan perentase varians 20%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku furing dibeli
dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
18. Benang Jahit Baju Dress
Bahan baku benang jahit baju dress mempunyai biaya standar ratarata sebesar Rp. 1.980,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp.
1.533,22 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya
standar dengan biaya
aktual bersifat
favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 446,78 dengan rataan perentase
varians 22,56%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
19. Benang Jahit Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang jahit celana panjang wanita mempunyai biaya
standar rata-rata sebesar Rp. 1.056,00 dan biaya aktual rata-rata
sebesar Rp. 766,48 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi
antara biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 289,52 dengan rataan perentase
varians 27,42%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
20. Benang Jahit Rok Panjang
Bahan baku benang jahit rok panjang mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 1.221,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 919,88 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 301,12 dengan rataan perentase
varians 24,66%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang jahit dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
21. Benang Obras Baju Dress
Bahan baku benang obras baju dress mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 2.175,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 1.848,75 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 326,25 dengan rataan perentase
varians 15,00%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
22. Benang Obras Celana Panjang Wanita
Bahan baku benang obras celana panjang wanita mempunyai biaya
standar rata-rata sebesar Rp. 1.102,00 dan biaya aktual rata-rata
sebesar Rp. 924,50 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi
antara biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 177,50 dengan rataan perentase
varians 16,11%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
23. Benang Obras Rok Panjang
Bahan baku benang obras rok panjang mempunyai biaya standar
rata-rata sebesar Rp. 1.334,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar
Rp. 1.109,25 selama bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara
biaya standar dengan biaya aktual bersifat favorable (F) atau
menguntungkan, yaitu sebesar Rp. 224,75 dengan rataan perentase
varians 16,85%. Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian
bahan baku benang obras dibeli dengan jumlah yang banyak
sehingga harga lebih murah dibandingkan dengan pembelian
eceran.
24. Retsleting
Bahan baku retsleting mempunyai biaya standar rata-rata sebesar
Rp. 283,20 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 200,00 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 83,20 dengan rataan perentase varians 29,38%. Varians
yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku retsleting
dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
25. Karet
Bahan baku karet mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
2.145,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 1.399,80 selama
bulan Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan
biaya aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu
sebesar Rp. 745,20 dengan rataan perentase varians 34,74%.
Varians yang terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku
karet dibeli dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih
murah dibandingkan dengan pembelian eceran.
26. Tali Kur
Bahan baku tali kur mempunyai biaya standar rata-rata sebesar Rp.
500,00 dan biaya aktual rata-rata sebesar Rp. 400,00 selama bulan
Mei 2014. Varians yang terjadi antara biaya standar dengan biaya
aktual bersifat favorable (F) atau menguntungkan, yaitu sebesar
Rp. 100,00 dengan rataan perentase varians 20,00%. Varians yang
terjadi disebabkan karena pembelian bahan baku tali kur dibeli
dengan jumlah yang banyak sehingga harga lebih murah
dibandingkan dengan pembelian eceran.
4.7.2.
Analisis Varians Tenaga Kerja Langsung
Analisis varians tenaga kerja langsung terdiri dari varians tarif
tenaga kerja langsung dan varians efisiensi tenaga kerja langsung.
c. Analisis varians tarif tenaga kerja langsung
Analisis varian rata-rata tarif tenaga kerja langsung
disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Analisis varians rata-rata tarif tenaga
Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Tarif
Tarif
Jam
Analisis
Jenis
Upah
Upah
TKL
Varians
Pekerjaan
Standar Aktual Aktual (LRV)
per Jam
per
(AH)
(SR)
Jam
(AR)
Jahit Dress
13.611 13.571
9,21
-368
Jahit
9.722
9.694
9,21
-258
Celana
Jahit Rok
9.722
9.474
11,00
-2.728
Setrika
3.889
3.858
10,00
-310
Pengepakan 3.889
3.906
9,00
153
kerja UKM
U/F Varians
F
F
0,29%
0,29%
F
F
U
2,55%
0,80%
-0,44%
Tarif upah standar yang ditetapkan pemilik UKM Sumber Rezeki
selama satu bulan mempunyai rataan Rp. 13.611,00 per jam untuk
penjahitan baju, Rp. 9.722,00 per jam untuk penjahitan celana
panjang wanita dan rok panjang, Rp. 3.889,00 per jam untuk
bagian penyetrikaan dan pengepakan. Tarif upah aktual selama
bulan Mei 2014 mempunyai rataan Rp. 13.571,00 per jam untuk
penjahitan baju, Rp. 9.694,00 per jam untuk penjahitan celana
panjang wanita dan Rp.9.474,00 per jam untuk penjahitan rok
panjang,
sedangkan untuk bagian penyetrikaan sebesar Rp.
3.858,00 per jam dan bagian pengepakan sebesar Rp. 3.911,00.
d. Analisis varians efisiensi tenaga kerja langsung
Analisis varians efisiensi tenaga kerja langsung rata-rata
disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Analisis varians rata-rata efisiensi tenaga kerja
langsung
UKM Sumber Rezeki bulan Mei 2014.
Jenis
Jam TKL Jam TKL Tarif Upah Analisis
Pekerjaan
Standar
Aktual
Standar per Varians U/F
Varians
(SH)
(AH)
Jam (SR)
(LEV)
Jahit Dress
9
9,21
13.611
2.858
U
-2,33%
4.7.3.
Jahit Celana
9
9,21
9.722
2.042
U
-2,33%
Jahit Rok
9
11,00
9.722
19.444
U
-22,22%
Setrika
9
10,00
3.889
3.889
U
-11,11%
Pengepakan
9
9,00
3.889
0
F
0%
Analisis Varians Overhead Pabrik
c. Analisis varians overhead pabrik tetap
Biaya overhead pabrik tetap UKM Sumber Rezeki terdiri
dari biaya penyusutan peralatan yang digunakan selama produksi,
yaitu biaya penyusutan mesin jahit dan biaya penyusutan mesin
obras yang digunakan untuk proses pembuatan pakaian, serta
biaya penyusutan setrika uap dan biaya penyusutan tag gun untuk
proses penyetrikaan dan pengepakkan. Menghitung biaya
penyusutan peralatan produksi menggunakan metode garis lurus
dengan caraa mengurangi nilai pembelian peralatan dengan nilai
sisa peralatan.
Berdasarkan perhitungan menggunakan metode garis lurus,
didapatkan beban penyusutan peralatan yang digunakan selama
proses produksi yatiu mesin jahit sebesar Rp. 4.170 per hari,
mesin obras sebesar Rp. 1.390 per hari, setrika uap sebesar Rp.
1.040 per hari, tag gun sebesar Rp. 330 per hari dan peralatan lain
Rp. 420,00 per hari. Varians overhead pabrik tetap selama bulan
Mei 2014 sebesar 0 atau tidak ada varians.
d. Analisis varians overhead pabrik variable
Analisis varians overhead pabrik variable terdiri dari
varians pengeluaran overhead variable dan varians efisiensi
overhead variable.
iii.
Analisis varian overhead variable pembiayaan
Analisis varians overhead pabrik variable pembiayaan selama
bulan Mei 2014 disajikan dalam table 12.
Tabel 12. Analisis varians overhead variable pembiayaan UKM
Rezeki bulan Mei 2014
Tarif
Tarif
Jam
Analisis
Overhead
Standar
Aktual
TKL
Varians
Pabrik
Overhead Overhead Aktual (VOSV)
U/F Varians
Variable
Variabel
Variabel (AH)
(SVOR)
(AVOR)
Plastik
2.000.000 1.800.000 9,68 -1.936.000
F
10,00%
Tag pin
250.000
240.000 9,68
-96.800
F
4,00%
Minyak
650.000
520.000 9,68 -1.258.400
F
20,00%
mesin
Listrik
700.000
560.000 9,68 -1.355.200
F
20,00%
Bahan
520.000
480.000 9,68
-387.200
F
7.69%
bakar gas
LPG
iv.
Analisis varians overhead variable efisiensi
Analisis varians overhead pabrik variable efisien selama
bulan Mei 2014 disajikan dalam tabel 13.
Tabel 13. Analisis varians overhead variable pembiayaan UKM
Rezeki bulan Mei 2014
Tarif
Jam
Jam
Overhead
Standar
Analisis
TKL
TKL
Pabrik
Overhead
Varians
U/F
Varians
Standar Aktual
Variable
Variabel
(VEOV)
(SH)
(AH)
(SVOR)
Plastik
9
9,68
2.000.000
1.360.000
U
-7,56%
Tag pin
9
9,68
250.000
170.000
U
-7,56%
Minyak
9
9.68
650.000
442.000
U
-7,56%
mesin
Listrik
9
9,68
700.000
476.000
U
-7,56%
Bahan
bakar gas
LPG
9
9,68
360.000
244.800
U
-7,56%
9.8. Uji Hipotesis
Varians yang terjadi antara biaya standar dengan biaya aktual dapat
bersifat menguntungkan maupun tidak menguntungkan, sehingga perlu
dilakukan pengendalian untuk mengetahui apakah varians tersebut masih
berada dalam batas kewajaran dan dalam batas pengendalian manajemen.
Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan melakukan uji hipotesis
menggunakan uji t (t-test) dengan program aplikasi computer SPSS versi 16.
4.7.1.
Uji Hipotesis Bahan Baku Langsung
Hasil uji t untuk biaya bahan baku UKM Konveksi Sumber
Rezeki disajikan pada tabel 14.
Tabel 14. Hasil uji hipotesis t-hitung varians harga dan varians
efisiensi bahan baku pada UKM Konveksi Sumber
Rezeki bulan Mei 2014
Bahan Baku
Baju Dress
Celana Panjang
Rok Panjang
d.
Varians Tarif t-hitung
-1,035
0,852
0,944
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan baju UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,035 dan t tabel
sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas
(df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
e.
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan celana panjang wanita UKM Konveksi Sumber
Rezeki selama bulan Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar
0,852 dan t tabel sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5%
dan derajat bebas (df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut
diperoleh kesimpulan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka
terima H0. Hal ini menunjukkan bahwa varians yang terjadi
f.
berada di dalam batas pengendalian manajemen.
Uji t yang dilakukan pada varians harga dan varians efisiensi
pembuatan rok panjang UKM Konveksi Sumber Rezeki selama
bulan Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 0,944 dan t tabel
sebesar 3,182 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas
(df) sebesar 3. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
4.7.2.
Uji Hipotesis Tenaga Kerja Langsung
Hasil uji t untuk biaya tenaga kerja langsung UMKM Konveksi
Sumber Rezeki disajikan pada tabel 15.
Tabel 15. Uji Hipotesis t-hitung varians harga dan varians
efisiensi tenaga kerja langsung
Varians Tarif
Varians Efisiensi
t-hitung
t-hitung
Penjahitan Dress
1,472
-1,472
Penjahitan Celana
1,000
-1,000
Penjahitan Rok
2,214
-6,362
Penyetrikaan
1,481
-3,097
Pengepakan
-2,149
-3,119
k. Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
Tenaga Kerja
penjahitan dress UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 1,472 dan t tabel 2,160
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 13. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan dress berada dalam batas
pengendalian manajemen.
l.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penjahitan dress UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,472 dan t tabel 2,160
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 13. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan dress berada dalam batas
pengendalian manajemen.
m. Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan celana UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 1,000 dan t tabel 2,447
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 6. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan celana berada dalam batas
pengendalian manajemen.
n.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penjahitan celana UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan
Mei 2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -1,000 dan t tabel 2,447
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 6. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan celana berada dalam batas
pengendalian manajemen.
o.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan rok UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar 2,214 dan t tabel 2,571
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 5. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan rok berada dalam batas
pengendalian manajemen.
p.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penjahitan rok UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -6,362 dan t tabel 2,571
sebesar dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 5. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan bahwa
t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian penjahitan rok berada dalam batas
pengendalian manajemen.
q.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
penyetrikaan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebebsar 1,481 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga
kerja
bagian
penyetrikaan
berada
dalam
batas
pengendalian manajemen.
r.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
penyetrikaan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebebsar -3,097 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga
kerja
bagian
pengendalian manajemen.
penyetrikaan
berada
dalam
batas
s.
Uji t yang dilakukan pada varians tarif tenaga kerja bagian
pengepakan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -2,149 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian pengepakan berada di luar batas pengendalian
manajemen.
t.
Uji t yang dilakukan pada varians efisiensi tenaga kerja bagian
pengepakan UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014 diperoleh hasil t hitung sebesar -3,119 dan t tabel sebesar
2,056 dengan taraf signifikan ( ) 5% dan derajat bebas (df)
sebesar 26. Berdasarkan uji t tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel, maka terima H0. Hal ini
menunjukkan bahwa varians yang terjadi dalam penggunaan
tenaga kerja bagian pengepakan berada di dalam batas
pengendalian manajemen.
4.7.3.
Uji Hipotesis Overhead Pabrik
Penetapan biaya standar pada UKM Konveksi Sumber Rezeki
dilakukan terhadap biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung untuk memproduksi setiap model pakaian. Sedangkan untuk
biaya standar overhead pabrik disiapkan untuk seluruh jumlah
produksi pakaian selama 1 (satu) bulan. Penelitian ini menganalisis
biaya produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei
2014. Varians tidak dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t,
tetapi varians overhead pabrik dianalisis menggunakan analisis
varians. Hasil analisis varians biaya overhead pabrik tetap dan biaya
overhead pabrik variable dapat dilihat pada tabel 11 dan 12.
9.9. Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil penelitian pada UKM Konveksi Sumber Rezeki,
pemilik usaha belum sepenuhnya menetapkan biaya standar pada biaya
produksi. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan pemilik usaha
sehingga manajemen perusahaan dijalankan dengan sangat sederhana.
Pemilik usaha juga tidak melakukan administrasi keuangan dan tidak
memiliki catatan atas semua transaksi usahanya, sehingga tidak mengetahui
apakah usahanya mengalami keuntungan atau kerugian. Hendaknya pemilik
usaha memiliki sumber daya manusia yang kompeten agar dapat mengelola
keuangan perusahaan.
Penelitian atas biaya produksi pada bulan Mei 2014 pada UKM
Konveksi Sumber Rezeki menunjukan varians antara biaya standar dan biaya
realisasinya. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa varians yang terjadi
antara standar harga beli bahan baku dan harga realisasi pada kain cotton dan
kain sifon terjadi karena pembelian bahan baku tersebut dibeli dari pemesan
sekaligus pemasok bahan baku kain dengan harga yang sama rata. Pemilik
usaha seharusnya meneliti kembali apakah harga yang diberikan oleh
pemasok menguntungkan atau merugikan, pemilik usaha sebaiknya
melakukan survey langsung terhadap harga bahan baku sehingga harga yang
diberikan oleh pemasok bisa dikurangi sesuai dengan harga pasar.
Varians yang terjadi pada tarif tenaga kerja UKM Konveksi Sumber
Rezeki disebabkan karena jumlah pesanan terlalu banyak dan tidak sebanding
dengan jumlah tenaga kerja sehingga menyebabkan tarif tenaga kerja lebih
rendah, begitu pun dengan varians yang terjadi pada efisiensi tenaga kerja
kerja UKM Konveksi Sumber Rezeki sehingga jam kerja melebihi jam kerja
standar. Hendaknya pemilik usaha menambah tenaga kerja pada bagian
penyetrikaan dan pengepakan karena akan mengefisiensikan waktu bagi
tenaga kerja lain agar dapat bekerja lebih efektif.
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah varians biaya
produksi yang terjadi antara biaya standar dan biaya realisasinya masih
berada dalam batas pengendalian manajemen. Pengawasan dan pengendalian
harus dilakukan oleh manajemen agar varians yang terjadi pada proses
produksi dapat diminimalisir.
KESIMPULAN DAN SARAN
3. Kesimpulan
Penelitian ini menganalisa biaya produksi yang terjadi di UMKM
Konveksi Sumber Rezeki mengenai penerapan biaya standard dan
realisasinya selama bulan Mei 2014. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :
a. Standar Harga Pokok Produksi (HPP) pembuatan masing-masing pakaian
pada UKM konveksi Sumber Rezeki yaitu untuk baju dress sebesar Rp.
39.782,00 per potong, untuk celana panjang wanita sebesar Rp.
34.174,00 per potong dan untuk rok panjang sebesar Rp. 29.174,00 per
potong.
b. Varians bahan baku yang digunakan selama bulan Mei 2014 untuk kain
spandek, furing, benang jahit, benang obras, karet dan tali kur bersifat
favorable atau menguntungkan sedangkan untuk kain cotton dan kain
sifon bersifat unfavorable atau tidak menguntungkan, Varian tenaga kerja
langsung bagian penjahitan dan penyetrikaan bersifat bersifat favorable
atau menguntungkan sedangkan untuk pengepakan bersifat unfavorable
atau tidak menguntungkan. Varian biaya overhead pabrik selama bulan
Mei 2014 bersifat favorable atau menguntungkan yaitu biaya plastik,
biaya tag pin, biaya listrik, biaya gas dan biaya minyak mesin.
c. Varians biaya produksi yang terjadi pada UMKM Konveksi Sumber
Rezeki dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui apakan varians
tersebut masih berada dalam batas pengendalian atau di luar batas
pengendalian manajemen. Berdasarkan uji t didapatkan bahwa pada
varians bahan baku kain spandek, kain cotton dan kain sifon uji t tidak
dapat dilakukan karena harga realisasi pada ketiga jenis kain tersebut
pada UMKM Konveksi Sumber Rezeki selama bulan Mei 2014 adalah
sama setiap harinya. Varians biaya tenaga kerja langsung pada bagian
penjahitan
dan
penyetrikaan
menunjukkan
masih
dalam
batas
pengendalian manajemen, sedangkan dalam proses pengepakan di luar
batas pengendalian manajemen. Untuk varians overhead variabel tidak
dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji t, tetapi varians overhead
pabrik dianalisis menggunakan analisis varians.
4. Saran
Adapun saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah
sebagai berikut :
d. Varians biaya produksi yang merugikan pemilik UKM terdapat pada
penggantian harga kain, hendaknya pemilik UKM harus melakukan
evaluasi apakah harga penggantian tersebut sesuai dengan harga pasar.
e. Secara keseluruhan pemilik UKM mendapat keuntungan dalam
menjalankan usahanya, namun keuntungan yang diperoleh sangat kecil.
Untuk meningkatkan keuntungan hendaknya pemilik usaha melakukan
produksi
tidak
hanya
berdasarkan
pesanan
saja
melainkan
mendistribusikanya kepada pengecer.
f. Untuk varians biaya produksi di luar batas pengendalian manajemen
yang terdapat dalam varians biaya tenaga kerja langsung bagian
pengepakan hendaknya pemilik usaha menambah tenaga kerja pada
bagian pengepakan.
DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi. 2014. Akuntansi Biaya Edisi 5. UPP STIM YKPN, Yogjakarta.
Hadri Kusuma, Zulkifli dan Sulastiningsih. 2013. Akuntansi Manajemen.
Ekonisia, Yogjakarta
Rudianto. 2013. Akuntansi Manajemen ; Informasi Untuk Pengambilan
Keputusan Strategis. Erlangga, Jakarta.
Garrison, Noreen dan Brewer. 2013. Akuntansi Manajerial. Salemba Empat,
Jakarta.
Maharani, A.R. 2013. Analisis Biaya Standar Sebagai Alat Pengendali Biaya
Produksi Studi Kasus PT. Gadang Rejo Sentosa Malang. Jurnal pada
Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Brawijaya, Malang.
Rahman, R. 2012.
Analisis Biaya Standar Sebagai Alat Pengendali Biaya
Produksi Studi Kasus UMKM Pia PiaKu!. Skripsi pada Fakultas Ekonomi
dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Zain, M.Y. 2012. Analisis Biaya Standar Sebagai Alat Pengendalian Biaya
Produksi Studi Kasus UKM Cireng Cageur Grup Bogor. Skripsi pada
Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Mursyidi.2008. Akuntansi Biaya ; Conventional Costing, Just in Time, dan
Activity-Based Costing. Refika Aditama, Bandung.
Horngren, C.T., Harrison Jr. W.T. 2007. Akuntansi. Erlangga, Jakarta.
Bustami dan Nurlela. 2007. Akuntansi Biaya. Graha Ilmu, Yogjakarta
Warindrani, A.K. 2006. Akuntansi Manajemen. Graha Ilmu, Yogjakarta.
Horngren, C.T., Srikant M. Datar, George Foster. 2006. Akuntansi Biaya ;
Penekanan Manajerial. Erlangga, Jakarta.
Mattjik A.A dan Sumertajaya. 2002. Perancangan dan Percobaan ; Dengan
Aplikasi SAS dan Minitab. IPB Press, Bogor
Hansen and Mowen. 2001. Manajemen Biaya ; Akuntansi dan Pengendalian.
Salemba Empat, Jakarta.
Horngren and Harrison. 1993. Akuntansi. Salemba Empat, Jakarta.
Rony. 1990. Akuntansi Biaya ; Pengantar Untuk Perencanaan dan Pengendalian
Biaya Produksi. Fakultas Ekonomi Univertitas Indonesia, Jakarta.
http://kalselventura.wordpress.com
http://kemenperin.go.id
http://mix.co.id [19 Maret 2014]
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuisioner
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir, saya Tuti Kurnia Sari
(H24097126), mahasiswi Program Alih Jenis Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen, Intitute Pertanian Bogor, memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk
melakukan wawancara. Hasil wawancara digunakan sebagai data primer untuk
penelitian tugas akhir yang berjudul "Analisis Biaya Standar Sebagai Alat
Pengendalian Biaya Produksi (Studi Kelayakan : UKM Konveksi Sumber Rezeki,
Sukabumi)".
A. UMKM Konveksi Sumber Rezeki
1. Bagaimana sejarah berdirinya UKM Konveksi Sumber Rezeki?
2. Bagaimana struktur organisasi UKM Konveksi Sumber Rezeki?
B. Komponen Biaya Standar
1. Apa saja bahan baku yang digunakan dalam produksi pakaian?
2. Berapakah standar biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku
yang diperlukan dalam proses produksi pakaian?
3. Berapakah standar upah karyawan dan bagaimanakah sistem upah pada
UKM Konveksi Sumber Rezeki?
4. Berapakah standar jam kerja karyawan?
5. Berapa jumlah karyawan yang bekerja pada UKM Konveksi Sumber
Rezeki?
6. Berapa biaya pengeluaran overhead pabrik?
Lampiran 2. Realisasi harga beli bahan baku UKM Konveksi Sumber Rezeki
Bulan Mei 2014
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Kain
(rupiah)
Furing
(rupiah)
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
32.000
32.000
32.000
32.000
32.000
32.000
32.000
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
20.000
26.667
26.667
26.667
26.667
26.667
26.667
6.000
6.000
6.000
6.000
6.000
6.000
Bahan Baku
Benang Benang Retsleting Karet
Jahit
Obras
(rupiah) (rupiah)
(rupiah) (rupiah)
26
25
500
26
25
500
26
25
500
libur
26
25
500
26
25
500
26
25
500
26
25
500
26
25
2.333
26
25
2.333
libur
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
500
libur
26
25
500
26
25
500
26
25
500
26
25
500
26
25
500
26
25
500
libur
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
26
25
2.333
Tali Kur
(rupiah)
400
400
400
400
400
400
400
Lampiran 3. Realisasi kuantitas bahan baku UKM Konveksi Sumber Rezeki
Bulan Mei 2014
Tgl
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Kain
(meter)
Furing
(meter)
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
1,25
1,25
1,25
1,25
1,25
1,25
1,25
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
2,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
1,50
Bahan Baku
Benang Retsleting
Obras
(meter)
(meter)
73,95
0,40
73,95
0,40
73,95
0,40
libur
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
29,48
36,98
29,48
36,98
libur
29,48
36,98
29,48
36,98
29,48
36,98
29,48
36,98
29,48
36,98
58,97
73,95
0,40
libur
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
58,97
73,95
0,40
libur
35,38
44,37
35,38
44,37
35,38
44,37
35,38
44,37
35,38
44,37
35,38
44,37
Benang
Jahit
(meter)
58,97
58,97
58,97
Karet
(meter)
Tali Kur
(meter)
0,60
0,60
400
400
0,60
0,60
0,60
0,60
0,60
400
400
400
400
400
0,60
0,60
0,60
0,60
0,60
0,60
Lampiran 4. Analisis Varians Harga Bahan Baku Kain UKM Konveksi Sumber
Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Kain
Standar Realisasi Kuantitas
Analisis
Tgl
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
1
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
2
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
3
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
4
libur
5
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
6
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
7
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
8
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
9
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
10
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
11
libur
12
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
13
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
14
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
15
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
16
27.000
32.000
1,25
6.250
U
-18,52%
17
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
18
libur
19
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
20
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
21
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
22
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
23
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
24
34.700
20.000
2,50
(36.750)
F
42,36%
25
libur
26
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
27
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
28
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
29
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
30
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
31
15.000
26.667
1,50
17.501
U
-77,78%
Lampiran 5. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Kain UKM Konveksi Sumber
Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Kain
Standar
Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas
Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
1
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
2
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
3
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
libur
4
5
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
6
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
7
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
8
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
9
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
10
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
libur
11
12
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
13
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
14
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
15
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
16
1,25
1,25
34.700
0
F
0%
17
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
libur
19
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
20
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
21
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
22
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
23
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
24
2,75
2,50
34.700 -8.675
F
-10%
libur
25
26
1,50
1,50
34.700
0
F
0%
27
1,50
1,50
34.700
0
F
0%
28
1,50
1,50
34.700
0
F
0%
29
1,50
1,50
34.700
0
F
0%
30
1,50
1,50
34.700
0
F
0%
31
1,50
1,50
34.701
0
F
0%
Lampiran 6. Analisis Varians Harga Bahan Baku Furing UKM Konveksi Sumber
Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Furing
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
26
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
27
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
28
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
29
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
30
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
31
7.500
6.000
1,50 -2.250
F
20,00%
Lampiran 7. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Furing UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Furing
Standar
Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas
Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
26
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
27
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
28
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
29
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
30
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
31
1,50
1,50
7.500
0
F
0,00%
Lampiran 8. Analisis Varians Harga Bahan Baku Benang Jahit UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Benang Jahit
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
1
33
26
58,97
-413
F
21,21%
2
33
26
58,97
-413
F
21,21%
3
33
26
58,97
-413
F
21,21%
libur
4
5
33
26
58,97
-413
F
21,21%
6
33
26
58,97
-413
F
21,21%
7
33
26
58,97
-413
F
21,21%
8
33
26
58,97
-413
F
21,21%
9
33
26
29,48
-206
F
21,21%
10
33
26
29,48
-206
F
21,21%
libur
11
12
33
26
29,48
-206
F
21,21%
13
33
26
29,48
-206
F
21,21%
14
33
26
29,48
-206
F
21,21%
15
33
26
29,48
-206
F
21,21%
16
33
26
29,48
-206
F
21,21%
17
33
26
58,97
-413
F
21,21%
libur
18
19
33
26
58,97
-413
F
21,21%
20
33
26
58,97
-413
F
21,21%
21
33
26
58,97
-413
F
21,21%
22
33
26
58,97
-413
F
21,21%
23
33
26
58,97
-413
F
21,21%
24
33
26
58,97
-413
F
21,21%
libur
25
26
33
26
35,38
-248
F
21,21%
27
33
26
35,38
-248
F
21,21%
28
33
26
35,38
-248
F
21,21%
29
33
26
35,38
-248
F
21,21%
30
33
26
35,38
-248
F
21,21%
31
33
26
35,38
-248
F
21,21%
Lampiran 9. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Benang Jahit UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Benang Jahit
Standar
Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas
Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
1
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
2
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
3
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
libur
4
5
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
6
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
7
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
8
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
9
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
10
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
libur
11
12
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
13
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
14
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
15
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
16
32,00
29,48
33
-83
F
7,88%
17
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
libur
18
19
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
20
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
21
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
22
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
23
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
24
60,00
58,97
33
-34
F
1,72%
libur
25
26
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
27
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
28
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
29
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
30
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
31
37,00
35,38
33
-53
F
4,38%
Lampiran 10. Analisis Varians Harga Bahan Baku Benang Obras UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Benang Obras
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
1
29
25
73,95
-296
F
13,79%
2
29
25
73,95
-296
F
13,79%
3
29
25
73,95
-296
F
13,79%
libur
4
5
29
25
73,95
-296
F
13,79%
6
29
25
73,95
-296
F
13,79%
7
29
25
73,95
-296
F
13,79%
8
29
25
73,95
-296
F
13,79%
9
29
25
36,98
-148
F
13,79%
10
29
25
36,98
-148
F
13,79%
libur
11
12
29
25
36,98
-148
F
13,79%
13
29
25
36,98
-148
F
13,79%
14
29
25
36,98
-148
F
13,79%
15
29
25
36,98
-148
F
13,79%
16
29
25
36,98
-148
F
13,79%
17
29
25
73,95
-296
F
13,79%
libur
18
19
29
25
73,95
-296
F
13,79%
20
29
25
73,95
-296
F
13,79%
21
29
25
73,95
-296
F
13,79%
22
29
25
73,95
-296
F
13,79%
23
29
25
73,95
-296
F
13,79%
24
29
25
73,95
-296
F
13,79%
libur
25
26
29
25
44,37
-177
F
13,79%
27
29
25
44,37
-177
F
13,79%
28
29
25
44,37
-177
F
13,79%
29
29
25
44,37
-177
F
13,79%
30
29
25
44,37
-177
F
13,79%
31
29
25
44,37
-177
F
13,79%
Lampiran 11. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Benang Obras UKM
Konveksi Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Benang Obras
Standar Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
1
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
2
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
3
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
libur
4
5
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
6
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
7
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
8
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
9
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
10
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
libur
11
12
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
13
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
14
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
15
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
16
38,00
29,48
29
-247
F
22,42%
17
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
libur
18
19
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
20
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
21
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
22
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
23
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
24
75,00
58,97
29
-465
F
21,37%
libur
25
26
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
27
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
28
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
29
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
30
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
31
46,00
35,38
29
-308
F
23,09%
Lampiran 12. Analisis Varians Harga Bahan Baku Retsleting UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Retsleting
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
1
708
500
0,40
-83
F
29,38%
2
708
500
0,40
-83
F
29,38%
3
708
500
0,40
-83
F
29,38%
libur
4
5
708
500
0,40
-83
F
29,38%
6
708
500
0,40
-83
F
29,38%
7
708
500
0,40
-83
F
29,38%
8
708
500
0,40
-83
F
29,38%
17
708
500
0,40
-83
F
29,38%
libur
18
19
708
500
0,40
-83
F
29,38%
20
708
500
0,40
-83
F
29,38%
21
708
500
0,40
-83
F
29,38%
22
708
500
0,40
-83
F
29,38%
23
708
500
0,40
-83
F
29,38%
24
708
500
0,40
-83
F
29,38%
Lampiran 13. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Retsleting UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Retsleting
Standar Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
1
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
2
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
3
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
libur
4
5
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
6
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
7
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
8
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
17
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
libur
18
19
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
20
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
21
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
22
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
23
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
24
0,40
0,40
708
0
F
0,00%
Lampiran 14. Analisis Varians Harga Bahan Baku Karet UKM Konveksi Sumber
Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Karet
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
9
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
10
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
libur
11
12
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
13
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
14
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
15
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
16
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
libur
25
26
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
27
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
28
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
29
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
30
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
31
3.300
2.333
0,60
-580
29,30%
Lampiran 15. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Karet UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Karet
Standar Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
9
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
10
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
libur
11
12
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
13
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
14
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
15
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
16
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
libur
25
26
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
27
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
28
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
29
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
30
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
31
0,65
0,60
3.300
-165
F
7,69%
Lampiran 16. Analisis Varians Harga Bahan Baku Tali Kur UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Tali Kur
Standar Realisasi Kuantitas Analisis
Tanggal
Harga
Harga
Aktual
Varians
U/F
Penyimpangan
(SP)
(AP)
(AQ)
(MPV)
9
500
400
1,00
-100
F
20,00%
10
500
400
1,00
-100
F
20,00%
libur
11
12
500
400
1,00
-100
F
20,00%
13
500
400
1,00
-100
F
20,00%
14
500
400
1,00
-100
F
20,00%
15
500
400
1,00
-100
F
20,00%
16
500
400
1,00
-100
F
20,00%
Lampiran 17. Analisis Varians Efisiensi Bahan Baku Tali Kur UKM Konveksi
Sumber Rezeki Bulan Mei 2014
Bahan Baku Tali Kur
Standar Realisasi Standar Analisis
Tanggal
Kuantitas Kuantitas Harga
Varians
U/F
Penyimpangan
(SQ)
(AQ)
(SP)
(MUV)
9
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
10
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
libur
11
12
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
13
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
14
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
15
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
16
1,00
1,00
500
0
F
0,00%
Lampiran 18. Realisasi jam kerja produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki Bulan
Mei 2014
Bagian Penjahitan
Tanggal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Tarif Upah per
Hari
122.500
122.500
140.000
122.500
122.500
122.500
122.500
87.500
100.000
87.500
87.500
87.500
87.500
87.500
122.500
122.500
140.000
122.500
122.500
122.500
122.500
112.500
100.000
100.000
112.500
100.000
100.000
Aktual Jam
Kerja per
Produksi
9
9
10,29
libur
9
9
9
9
9
10,29
libur
9
9
9
9
9
9
libur
9
10,29
9
9
9
9
libur
11,57
10,29
10,29
11,57
10,29
10,29
Tarif Upah
Aktual per Jam
13.611
13.611
13.605
13.611
13.611
13.611
13.611
9.722
9.718
9.722
9.722
9.722
9.722
9.722
13.611
13.611
13.605
13.611
13.611
13.611
13.611
9.723
9.718
9.718
9.723
9.718
9.718
Lampiran 18. Realisasi jam kerja produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki Bulan
Mei 2014
Bagian Penyetrikaan
Tanggal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Tarif Upah
per Hari
35.000
35.000
40.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
40.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
40.000
35.000
35.000
35.000
35.000
45.000
40.000
40.000
45.000
40.000
40.000
Aktual Jam
Kerja per
Produksi
9
9
10,29
libur
9
9
9
9
9
10,29
libur
9
9
9
9
9
9
libur
9
10,29
9
9
9
9
libur
12,33
10,29
10,29
12,33
10,29
10,29
Tarif Upah
Aktual per
Jam
3.889
3.889
3.887
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.887
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.887
3.889
3.889
3.889
3.889
3.650
3.887
3.887
3.650
3.887
3.887
Lampiran 18. Realisasi jam kerja produksi UKM Konveksi Sumber Rezeki Bulan
Mei 2014
Bagian Pengepakan
Tanggal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Tarif Upah
per Hari
35.000
35.000
39.800
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
39.800
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
35.000
39.800
35.000
35.000
35.000
35.000
45.694
40.000
40.000
45.694
40.000
40.000
Aktual Jam
Kerja per
Produksi
9
9
10,23
libur
9
9
9
9
9
10,23
libur
9
9
9
9
9
9
libur
9
10,23
9
9
9
9
libur
11,75
10
10
11,75
10
10
Tarif Upah
Aktual per
Jam
3.889
3.889
3.891
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.891
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
3.891
3.889
3.889
3.889
3.889
3.889
4.000
4.000
3.889
4.000
4.000
Lampiran 19. Analisis Varians Tarif Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Penjahitan
Tarif
Upah
Tanggal Standar
per Jam
(SR)
1
13.611
2
13.611
3
13.611
4
5
13.611
6
13.611
7
13.611
8
13.611
9
9.722
10
9.722
11
12
9.722
13
9.722
14
9.722
15
9.722
16
9.722
17
13.611
18
19
13.611
20
13.611
21
13.611
22
13.611
23
13.611
24
13.611
25
26
9.722
27
9.722
28
9.722
29
9.722
30
9.722
31
9.722
Tarif
Upah Jam TKL Analisis
Aktual
Aktual Varians
per Jam
(AH)
(LRV)
(AR)
13.611
9
0
13.611
9
0
13.605
10,29
-62
libur
13.611
9
0
13.611
9
0
13.611
9
0
13.611
9
0
9.722
9
0
9.718
10,29
-41
libur
9.722
9
0
9.722
9
0
9.722
9
0
9.722
9
0
9.722
9
0
13.611
9
0
libur
13.611
9
0
13.605
10,29
-62
13.611
9
0
13.611
9
0
13.611
9
0
13.611
9
0
libur
9.723
11,57
12
9.718
10,29
-41
9.718
10,29
-41
9.723
11,57
12
9.718
10,29
-41
9.718
10,29
-41
U/F
Penyimpangan
F
F
F
0%
0%
0%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
U
F
F
U
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
Lampiran 19. Analisis Varians Tarif Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Penyetrikaan
Tarif
Tarif
Upah
Upah Jam TKL
Tanggal Standar Aktual
Aktual
per Jam per Jam
(AH)
(SR)
(AR)
1
3.889
3.889
9
2
3.889
3.889
9
3
3.889
3.887
10,29
4
5
3.889
3.889
9
6
3.889
3.889
9
7
3.889
3.889
9
8
3.889
3.889
9
9
3.889
3.889
9
10
3.889
3.887
10,29
11
12
3.889
3.889
9
13
3.889
3.889
9
14
3.889
3.889
9
15
3.889
3.889
9
16
3.889
3.889
9
17
3.889
3.889
9
18
19
3.889
3.889
9
20
3.889
3.887
10,29
21
3.889
3.889
9
22
3.889
3.889
9
23
3.889
3.889
9
24
3.889
3.889
9
25
26
3.889
3.650
12,33
27
3.889
3.887
10,29
28
3.889
3.887
10,29
29
3.889
3.650
12,33
30
3.889
3.887
10,29
31
3.889
3.887
10,29
Analisis
Varians
(LRV)
U/F
Penyimpangan
0
0
-21
F
F
F
0%
0%
0%
0
0
0
0
0
-21
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
0
0
0
0
0
0
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
0
-21
0
0
0
0
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
libur
-2.947
-21
-21
-2.947
-21
-21
F
F
F
F
F
F
6%
0%
0%
6%
0%
0%
libur
libur
Lampiran 19. Analisis Varians Tarif Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Pengepakan
Tarif
Tarif
Upah
Upah Jam TKL
Tanggal Standar Aktual
Aktual
per Jam per Jam
(AH)
(SR)
(AR)
1
3.889
3.889
9
2
3.889
3.889
9
3
3.889
3.891
10,23
4
5
3.889
3.889
9
6
3.889
3.889
9
7
3.889
3.889
9
8
3.889
3.889
9
9
3.889
3.889
9
10
3.889
3.891
10,23
11
12
3.889
3.889
9
13
3.889
3.889
9
14
3.889
3.889
9
15
3.889
3.889
9
16
3.889
3.889
9
17
3.889
3.889
9
18
19
3.889
3.889
9
20
3.889
3.881
10,23
21
3.889
3.889
9
22
3.889
3.889
9
23
3.889
3.889
9
24
3.889
3.889
9
25
26
3.889
3.889
11,75
27
3.889
4.000
10
28
3.889
4.000
10
29
3.889
3.889
11,75
30
3.889
4.000
10
31
3.889
4.000
10
Analisis
Varians
(LRV)
U/F
Penyimpangan
0
0
20
F
F
U
0%
0%
0%
0
0
0
0
0
20
F
F
F
F
F
U
0%
0%
0%
0%
0%
0%
0
0
0
0
0
0
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
U
U
F
U
U
0%
-3%
-3%
0%
-3%
-3%
libur
libur
libur
0
(82)
0
0
0
0
libur
0
1.110
1.110
0
1.110
1.110
Lampiran 20. Analisis Varians Efisiensi Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Penjahitan
Jam TKL Jam TKL
Tanggal Standar Aktual
(SH)
(AH)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Tarif Upah
Standar
per Jam
(SR)
9
9
9
9
9
10,29
13.611
13.611
13.605
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
10,29
13.611
13.611
13.611
13.611
9.722
9.718
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9.722
9.722
9.722
9.722
9.722
13.611
9
9
9
9
9
9
9
10,29
9
9
9
9
13.611
13.605
13.611
13.611
13.611
13.611
9
9
9
9
9
9
11,57
10,29
10,29
11,57
10,29
10,29
9.723
9.718
9.718
9.723
9.718
9.718
Analisis
Varians
(LEV)
0
0
17.550
libur
0
0
0
0
0
12.536
libur
0
0
0
0
0
0
libur
0
17.550
0
0
0
0
libur
24.988
12.536
12.536
24.988
12.536
12.536
U/F
Penyimpangan
F
F
U
0%
0%
13%
F
F
F
F
F
U
0%
0%
0%
0%
0%
13%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
U
F
F
F
F
0%
13%
0%
0%
0%
0%
U
U
U
U
U
U
22%
13%
13%
22%
13%
13%
Lampiran 20. Analisis Varians Efisiensi Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Penyetrikaan
Tarif
Jam TKL Jam TKL Upah
Tanggal Standar Aktual Standar
(SH)
(AH)
per Jam
(SR)
1
9
9
3.889
2
9
9
3.889
3
9
10,29
3.887
4
5
9
9
3.889
6
9
9
3.889
7
9
9
3.889
8
9
9
3.889
9
9
9
3.889
10
9
10,29
3.887
11
12
9
9
3.889
13
9
9
3.889
14
9
9
3.889
15
9
9
3.889
16
9
9
3.889
17
9
9
3.889
18
19
9
9
3.889
20
9
10,29
3.887
21
9
9
3.889
22
9
9
3.889
23
9
9
3.889
24
9
9
3.889
25
26
9
12,33
3.650
27
9
10,29
3.887
28
9
10,29
3.887
29
9
12,33
3.650
30
9
10,29
3.887
31
9
10,29
3.887
Analisis
Varians
(LEV)
0
0
5.014
libur
0
0
0
0
0
5.014
libur
0
0
0
0
0
0
libur
0
5.014
0
0
0
0
libur
12.155
5.014
5.014
12.155
5.014
5.014
U/F
Penyimpangan
F
F
U
0%
0%
13%
F
F
F
F
F
U
0%
0%
0%
0%
0%
13%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
U
F
F
F
F
0%
13%
0%
0%
0%
0%
U
U
U
U
U
U
27%
13%
13%
27%
13%
13%
Lampiran 20. Analisis Varians Efisiensi Tenaga Kerja Langsung UKM Konveksi
Sumber Rezeki bulan Mei 2014
Bagian Pengepakan
Tarif
Jam TKL Jam TKL Upah
Tanggal Standar Aktual Standar
(SH)
(AH)
per Jam
(SR)
1
9
9
3.889
2
9
9
3.889
3
9
10,23
3.891
4
5
9
9
3.889
6
9
9
3.889
7
9
9
3.889
8
9
9
3.889
9
9
9
3.889
10
9
10,23
3.891
11
12
9
9
3.889
13
9
9
3.889
14
9
9
3.889
15
9
9
3.889
16
9
9
3.889
17
9
9
3.889
18
19
9
9
3.889
20
9
10,23
3.891
21
9
9
3.889
22
9
9
3.889
23
9
9
3.889
24
9
9
3.889
25
26
9
11,75
3.889
27
9
10
4.000
28
9
10
4.000
29
9
11,75
3.889
30
9
10
4.000
31
9
10
4.000
Analisis
Varians
(LEV)
0
0
4.786
libur
0
0
0
0
0
4.786
libur
0
0
0
0
0
0
libur
0
4.786
0
0
0
0
libur
10.695
4.000
4.000
10.695
4.000
4.000
U/F
Penyimpangan
F
F
U
0%
0%
12%
F
F
F
F
F
U
0%
0%
0%
0%
0%
12%
F
F
F
F
F
F
0%
0%
0%
0%
0%
0%
F
U
F
F
F
F
0%
12%
0%
0%
0%
0%
U
U
U
U
U
U
23%
10%
10%
23%
10%
10%
Lampiran 21. Uji hipotesis varians harga dan efisiensi bahan baku pembuatan
Baju Dress.
Paired Samples Statistics
Std. Error
Mean
Pair 1
Varians Harga
Pembuatan Baju
Varians Efisiensi
Pembuatan Baju
N
Std. Deviation
Mean
-9385,4475
4
18243,54513
9121,77256
-2184,8600
4
4326,78690
2163,39345
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
Correlation
Sig.
Varians Harga
Pembuatan Baju &
4
Varians Efisiensi
1,000
,000
Pembuatan Baju
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Mean
Std.
Std. Error
Deviation
Mean
13916,80
6958,40
Difference
Lower
Sig. (2-
Upper
t
df
tailed)
Pai Varians Harga
r1
Pembuatan Baju
-
Varians Efisiensi
7200,58
-29345,33 14944,15
-1,035
3
Pembuatan Baju
Lampiran 22. Uji hipotesis varians harga dan efisiensi bahan baku pembuatan
Celana Panjang Wanita.
Paired Samples Statistics
Std. Error
Mean
Pair 1
Varians Harga
Pembuatan Celana
Varians Efisiensi
Pembuatan Celana
N
Std. Deviation
Mean
1043,1040
5
2916,90191
1304,47819
-55,5480
5
69,97796
31,29510
,377
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
Correlation
Sig.
Varians Harga
Pembuatan Celana &
5
Varians Efisiensi
,498
,393
Pembuatan Celana
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Mean
Std.
Interval of the
Std.
Error
Difference
Deviation
Mean
Lower
Upper
Sig. (2t
df
tailed)
Pair Varians Harga
1
Pembuatan
Celana - Varians
Efisiensi
1098,65
2882,65
1289,16
-2480,64
4677,94
,852
4
,442
Pembuatan
Celana
Lampiran 23. Uji hipotesis varians harga dan efisiensi bahan baku pembuatan Rok
Panjang.
Paired Samples Statistics
Std. Error
Mean
Pair 1
Varians Harga
Pembuatan Rok
Varians Efisiensi
Pembuatan Rok
N
Std. Deviation
4123,7900
4
8919,53644
4459,76822
-66,4325
4
69,91499
34,95749
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
Correlation
Sig.
Varians Harga
Pembuatan Rok &
Varians Efisiensi
Pembuatan Rok
Mean
4
,648
,352
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Mean
Std.
Interval of the
Std.
Error
Difference
Deviation
Mean
Lower
Sig. (2-
Upper
t
df
tailed)
Pair Varians Harga
1
Pembuatan Rok Varians Efisiensi
4190,22
8874,35
4437,17
-9930,86 18311,30
,944
3
,415
Pembuatan Rok
Lampiran 24. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan baju dress)
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
Pair 1
tarif standar
penjahitan dress
tarif realisasi
penjahitan dress
Std.
Deviation
N
13611,0000
14
,00000
,00000
13610,1429
14
2,17882
,58231
Paired Samples Correlations
N
Correlation
tarif standar
penjahitan dress &
14
.
tarif realisasi
penjahitan dress
Mean
Pair tarif standar
1
penjahitan dress tarif realisasi
penjahitan dress
,85714
Std. Error Mean
Sig.
.
Paired Samples Test
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std.
Difference
Deviatio Std. Error
n
Mean
Lower
Upper
2,17882
,58231
-,40087
2,11516
t
1,472
df
13
Sig. (2tailed)
,165
Lampiran 25. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan celana panjang wanita)
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
tarif standar
penjahitan celana
tarif realisasi
penjahitan celana
Std.
Deviation
N
Std. Error Mean
9722,0000
7
,00000
,00000
9721,4286
7
1,51186
,57143
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
tarif standar
penjahitan celana
& tarif realisasi
penjahitan celana
Correlation
Sig.
7
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair 1 tarif standar
penjahitan celana
- tarif realisasi
penjahitan celana
,57143
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Difference
Std.
Std. Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
1,51186
,57143
-,82681
t
1,96966
Sig. (2tailed)
df
1,000
6
,356
Lampiran 26. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan rok panjang)
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
tarif standar penjahitan
rok
tarif realisasi
penjahitan rok
N
Std. Deviation
Std. Error Mean
9722,0000
6
,00000
,00000
9719,6667
6
2,58199
1,05409
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
tarif standar penjahitan
rok & tarif realisasi
penjahitan rok
Correlation
6
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair 1 tarif standar
penjahitan rok tarif realisasi
penjahitan rok
2,33333
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std.
Difference
Std.
Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
2,58199
1,05409
-,37630
t
5,04296 2,214
Sig. (2tailed)
df
5
,078
Lampiran 27. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung (bagian
penyetrikaan)
Paired Samples Statistics
Pair 1
Mean
3889,0000
3870,8519
tarif standar penyetrikaan
tarif realisasi penyetrikaan
N
27
27
Std.
Deviation
,00000
63,66179
Std. Error
Mean
,00000
12,25172
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
Correlation
tarif standar penyetrikaan
& tarif realisasi
penyetrikaan
27
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Paired Differences
Pair 1 tarif standar
penyetrikaan tarif realisasi
penyetrikaan
Mean
Std.
Deviation
18,14815
63,66179
Std. Error
Mean
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
12,25172 -7,03562
t
43,33191
Sig. (2tailed)
df
1,481
26
,151
Lampiran 28. Uji hipotesis penyimpangan harga tenaga kerja langsung (bagian
pengepakan)
Paired Samples Statistics
Pair 1
tarif standar pengepakan
tarif realisasi pengepakan
Mean
3889,0000
3905,5926
N
27
27
Std.
Deviation
,00000
40,12410
Std. Error Mean
,00000
7,72189
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
tarif standar pengepakan &
tarif realisasi pengepakan
Correlation
27
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Paired Differences
Pair 1
tarif standar
pengepakan tarif realisasi
pengepakan
Mean
Std.
Deviation
-16,59259
40,12410
Std.
Error
Mean
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
7,72189 -32,46516
-,72003
t
2,149
df
26
Sig. (2tailed)
,041
Lampiran 29. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan baju dress)
Paired Samples Statistics
Pair 1
efisiensi standar dress
efisiensi realisasi dress
Mean
9,0000
9,1843
N
Std.
Deviation
14
,00000
14
,46845
Std. Error Mean
,00000
,12520
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
efisiensi standar dress &
efisiensi realisasi dress
Correlation
14
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair
1
efisiensi standar
dress - efisiensi
realisasi dress
-,18429
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std.
Difference
Std.
Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
,46845
,12520
-,45476
,08619
t
-1,472
Sig. (2tailed)
df
13
,165
Lampiran 30. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan celana panjang wanita)
Paired Samples Statistics
Pair 1
efisiensi standar celana
efisiensi realisasi celana
Mean
9,0000
9,1843
N
7
7
Std.
Deviation
,00000
,48757
Std. Error Mean
,00000
,18429
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
efisiensi standar celana
& efisiensi realisasi
celana
Correlation
7
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair efisiensi standar
1
celana - efisiensi
realisasi celana
-,18429
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std.
Difference
Std.
Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
,48757
,18429
-,63522
,26665
t
-1,000
Sig. (2tailed)
df
6
,356
Lampiran 31. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung (bagian
penjahitan rok panjang)
Paired Samples Statistics
Pair 1
Mean
9,0000
10,7167
efisiensi standar rok
efisiensi realisasi rok
Std.
Deviation
,00000
,66099
N
6
6
Std. Error Mean
,00000
,26985
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
Correlation
efisiensi standar rok &
efisiensi realisasi rok
6
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair efisiensi standar
1
rok - efisiensi
realisasi rok
-1,71667
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Std.
Difference
Std.
Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
,66099
,26985
-2,41033
-1,02300
t
Sig. (2tailed)
df
-6,362
5
,001
Lampiran 32. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung (bagian
penyetrikaan)
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
efisiensi standar
penyetrikaan
efisiensi realisasi
penyetrikaan
Std.
Deviation
N
Std. Error
Mean
9,0000
27
,00000
,00000
9,5811
27
,97485
,18761
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
efisiensi standar
penyetrikaan &
efisiensi realisasi
penyetrikaan
Correlation
27
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Paired Differences
Mean
Pair efisiensi standar
1
penyetrikaan efisiensi realisasi
penyetrikaan
-,58111
Std.
Deviation
,97485
Std. Error
Mean
,18761
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
-,96675
-,19547
t
-3,097
Sig. (2tailed)
df
26
,005
Lampiran 33. Uji hipotesis penyimpangan efisiensi tenaga kerja langsung (bagian
pengepakan)
Paired Samples Statistics
Mean
Pair 1
efisiensi standar
pengepakan
efisiensi realisasi
pengepakan
Std.
Deviation
N
Std. Error Mean
9,0000
27
,00000
,00000
9,4885
27
,81383
,15662
Paired Samples Correlations
N
Pair 1
efisiensi standar
pengepakan &
efisiensi realisasi
pengepakan
Correlation
27
Sig.
.
.
Paired Samples Test
Mean
Pair efisiensi standar
1
pengepakan efisiensi realisasi
pengepakan
,48852
Paired Differences
95% Confidence
Interval of the
Difference
Std.
Std. Error
Deviation
Mean
Lower
Upper
,81383
,15662
-,81046
-,16658
t
3,119
df
26
Sig. (2tailed)
,004
Download