Aksi Buruh Hambat Investasi

advertisement
Aksi Buruh Hambat Investasi Pengusaha mengeluhkan aksi buruh yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya akhir‐akhir ini. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, mengklaim kondisi ini bakal memperburuk iklim investasi Indonesia. Sudah ada beberapa investor asing, khususnya investor pada industri garmen, tekstil, dan sepatu, yang menyatakan ingin mengalihkan investasi mereka ke negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Untuk mengantisipasi aksi buruh yang menyangkut persoalan penentuan upah minimum regional (UMR) atau upah minimum kabupaten (UMK) ini, pemerintah berencana akan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Permen tersebut akan mengatur soal komponen‐komponen hidup untuk menentukan besar UMR/UMK. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Istana Negara (31/1/2012), menargetkan Permen tersebut akan terbit paling lambat Maret atau April mendatang, sehingga tahun 2013 sudah dapat dijadikan sebagai acuan. Menurutnya, sejauh ini mekanisme penentuan UMR/UMK sudah berlangsung bagus. Semua pihak yang terlibat diikutsertakan dalam pembahasan dan penentuan mengingat tiap kabupaten/kota memiliki kebutuhan hidup layak yang berbeda. Namun, Muhaimin melanjutkan, yang menjadi masalah adalah prosedur pelaksanaannya. Setidaknya ada prosedur yang harus dilalui dengan survei di lapangan menyangkut harga kebutuhan dan harga pasar. Kemudian, hasil survei dibicarakan dengan tiga pihak, yaitu pemerintah daerah, Apindo, dan serikat pekerja. Baru setelah itu akan muncul rekomendasi upah minimum. (rh) Sumber : 1. Kontan. 30 Januari 2012. hal. 2. Pengusaha Cemas Aksi Buruh Hambat Investasi.
2. http://nasional.kontan.co.id/news/aksi‐buruh‐bermunculan‐pemerintah‐siapkan‐
permen/2012/01/31
Download