sistem informasi penjualan secara tunai berbasis

advertisement
SISTEM INFORMASI PENJUALAN SECARA TUNAI BERBASIS WEB (Studi Kasus : Butik Belleza)
SISTEM INFORMASI PENJUALAN SECARA TUNAI BERBASIS WEB
(STUDI KASUS : BUTIK BELLEZA)
1,2,
Eko Yulianto1, Toni Wijanarko2
Program Studi Teknik Informatika STMIK ProVisi Semarang
1
[email protected], [email protected]
Abstract
Belleza Boutique is a store that sells a wide range of goods, especially in the field of clothing that is still
making sales manually. To meet the needs of consumers in terms of service, Belleza Boutique has a special
part in dealing with consumers
Application sales of goods can be one solution that can be used to facilitate the seller in the sale of data
processing, the data item, the data item reports, reports sales of goods, as well as a memorandum of the
sale of goods is made easier, faster and efficient so that it can help increase profits Belleza Boutique in
improving their business.
Keywords: Sales Information System, Web, cash
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi dibidang informasi
mendorong setiap instansi atau toko untuk tetap
mengikuti perkembangannya, terutama berkenaan
dengan perkembangan teknologi informasi yang ada
hubungannya dengan kegiatan toko tersebut.
Perkembangan
teknologi
informasi
telah
memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam
meningkatkan kegiatan usaha khususnya dalam hal
pengolahan data yang memberikan dukungan
terhadap pengambilan keputusan bisnis serta
memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam
meningkatkan kegiatan pelayanan.
Saat ini telah banyak toko memanfaatkan web
sebagai media untuk transaksi penjualan barang,
tetapi tidak sedikit pula toko yang masih belum
memanfaatkan web khususnya toko yang sedang
berkembang (Sanada, dkk, 2012:1-14). Butik belleza
misalnya, butik yang berlokasi di Jalan Gatot
Subroto 157 Semarang ini memulai usahanya pada
awal tahun 2013, bergerak dalam bidang penjualan
berbagai macam produk seperti pakaian, rok dan
sepatu untuk kaum wanita.
Permasalahan yang ada pada butik belleza saat
ini adalah kesulitan dalam pengelolaan barang yang
dijual selain itu juga butik belleza masih bertransaksi
dan melakukan kegiatan manajemen butik dengan
cara manual yaitu masih melakukan pencatatan di
buku. Dengan sistem yang masih menggunakan
media buku sebagai penyimpan data, bagian kasir
kesulitan dalam melakukan pencarian data penjualan
barang, dan juga dalam pembuatan laporan barang
apa saja yang laku dan tidak
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan sejumlah komponen
(manusia, komputer, teknologi informasi, dan
prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data
menjadi informasi), dan dimaksudkan untuk
mencapai suatu sasaran atau tujuan (Kadir, 2003:
10). Menurut (Sutabri 2007: 36) sistem informasi
adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategis dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan –
laporan yang diperlukan.
Menurut (Susanto, 2000: 59) menjelaskan,
sistem informasi adalah kumpulan dari sub – sub
sistem baik phisik maupun non fisik yang saling
berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara
harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu
mengolah data menjadi informasi yang berguna.
Berdasarkan dari beberapa pengertian tersebut
dapat dikatakan bahwa sistem informasi adalah
sekumpulan prosedur-prosedur yang saling bekerja
sama untuk mengolah data menjadi suatu informasi
yang berguna bagi penggunanya.
27 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 6 Nomor 2 September 2015
2.2. Penjualan
Pengertian penjualan menurut (Simamora, 2000 :
24) adalah pendapatan lazim dalam toko dan
merupakan jumlah kotor yang dibebankan kepada
pelanggan atas barang dan jasa. Pengertian
penjualan menurut (Marom, 2002 : 28) menyatakan
bahwa Penjualan artinya penjualan barang dagangan
sebagai usaha pokok toko yang biasanya dilakukan
secara teratur. Berdasarkan pengertian di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa penjualan adalah
persetujuan kedua belah pihak antara penjual dan
pembeli, dimana penjual menawarkan suatu produk
dengan harapan pembeli dapat menyerahkan
sejumlah uang sebagai alat ukur produk tersebut
sebesar harga jual yang telah disepakati.
2.3. Butik
Butik berasal dari bahasa Perancis yaitu
Boutique yang berarti toko busana. Butik dapat
diartikan sebagai toko busana yang menjual busana
berkualitas tinggi. Pengertian butik menurut
(Satyodirgo, 1979: 120) adalah toko busana yang
menjual busana berkualitas tinggi dan menyediakan
bahan-bahan yang halus bermutu tinggi dan
mutakhir serta pelengkap busana. Sementara,
menurut (Riyanto, 2003: 120) mengemukakan
bahwa butik adalah suatu usaha pembuatan busana
dengan jahitan kualitas tinggi dengan penjualan
pelengkap busananya.
2.4. Unified Modeling Language (UML)
Menurut Supriyanto (2007: 222), UML adalah
bahasa nyata (grafis) untuk menggambarkan,
menetapkan, membangun, dan mendokumentasikan
sesuatum (benda) pada sebuah sistem perangkat
lunak secara intensif.
UML menawarkan sebuah standar untuk
merancang model sebuah sistem. Penggunaan model
diharapkan
pengembangan
software
dapat
memenuhi semua kebutuhan pengguna dengan
lengkap dan tepat, termasuk faktor – faktor seperti
lingkup (scalability), kemampuan (robustness),
keamanan (security), dan sebagainya. Pemodelan
(modeling) merupakan proses merancang software
sebelum melakukan pengkodean (coding). Membuat
model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah
penting karena developer tidak dapat memahami
sistem semacam itu secara menyeluruh (Supriyanto,
2007: 222).
UML memungkinkan developer melakukan
permodelan secara visual, yaitu penekanan pada
28 penggambaran, bukan didominasi oleh narasi.
Permodelan visual membantu untuk menangkap
struktur dan kelakuan dari objek, mempermudah
penggambaran interaksi antara elemen dalam sistem,
dan mempertahankan konsistensi antara disain dan
implementasi dalam pemrograman (Hermawan,
2003 : 7).
3. METODE PENELITIAN
3.1. Objek Penelitian
Objek penelitian yang dipilih oleh penulis adalah
Butik Belleza Semarang yang beralamat di Jalan
Gatot Subroto 157 Semarang.
3.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah :
a. Interview atau wawancara
Interview dan wawancara dilakukan untuk
mendapatkan data-data yang diperlukan dalam
penelitian ini, penulis melakukan wawancara
langsung dengan pihak yang bersangkutan sebagai
bahan identifikasi masalah. Pihak yang terkait yaitu
bagian Kasir Toko Butik Belleza. Hasil wawancara
diperoleh data data item penjualan, Data Item
Pembelian, Data Transaksi Penjualan, Data
Transaksi Pembelian, Data Stok Gudang, Data
Karyawan Kasir, Alur Sistem yang berjalan.
b. Observasi
Observasi dilakukan dengan cara melihat secara
langsung terhadap kegiatan yang sedang berjalan
atau dilakukan di bagian Kasir Toko Butik Belleza
mulai dari transaksi Penjualan barang, Pembelian
barang, dan cek ketersediaan barang.
c. Studi Dokumentasi
Bentuk perolehan data yang bersumber dari
dokumen laporan-laporan dari toko, tentang teori
dan konsep yang akan digunakan dalam penelitian
perancangan sistem informasi penjualan Toko Butik
Belleza.
3.3. Tahapan Penelitian
3.3.1 Tahap Perencanaan Sistem (system
planning)
Kegiatan
yang
dilakukan
pada
tahap
perencanaan sistem meliputi :
a.
Mendefinisikan masalah,
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan pada
tahap
perencanaan
sistem,
maka
definisi
permasalahan yaitu:
SISTEM INFORMASI PENJUALAN SECARA TUNAI BERBASIS WEB (Studi Kasus : Butik Belleza)
1)
2)
Kesulitan
Pembelian
Kesulitan
Pembelian
dalam melakukan Input data
dan Penjualan barang.
dalam pembuatan Laporan
dan Penjualan barang.
mengakses sistem informasi, karena tanpa web
browser sistem tidak akan bisa diakses/digunakan.
4.2
Implementasi Hasil Rancangan
4.2.1 Halaman Beranda
Halaman beranda adalah halaman depan Sistem
informasi ketika pertama kali user mengakses
sistem.
b.
Menentukan tujuan sistem informasi
penjualan.
Tujuan sistem informasi Penjualan adalah untuk
mempermudah bagian kasir dalam melakukan proses
input data transaksi dan juga mempermudah dalam
pembuatan laporan transaksi pembelian maupun
penjualan.
3.3.2 Tahap Analisis
Tahap analisa diawali dengan kegiatan
mendefinisikan kebutuhan data dan informasi yang
dibutuhkan untuk merancang Sistem Informasi
Penjualan secara tunai Berbasis Web.
3.3.3 Perancangan / Design Sistem
Website sebagai media yang saat ini mempunyai
banyak fungsi salah satunya digunakan media
transaksi penjualan merupakan pengembangan dari
sistem lama yang masih bersifat Tradisional. Sistem
ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan ada
sistem lama. Tahap perancangan sistem kegiatan
yang dilakukan yaitu menentukan pihak yang
terlibat,
merancang
kebutuhan
data,
mengidentifikasi
fungsi
Website,
membuat
pemodelan proses, membuat pemodelan data, dan
membuat desain tampilan antar muka (interface).
4.2.2 Halaman Login
Halaman login adalah halaman yang digunakan
untuk masuk ke dalam sistem informasi, dengan
memasukan username dan password terlebih dahulu.
3.3.4 Penerapan Sistem
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk
merancang Sistem Informasi Penjualan secara tunai
pada butik berbasis Web adalah sebuah computer
dengan Spesifikasi Processor Intel Core i3, memory
4Gb dan Hardisk 500 GB. Perangkat Lunak yang
digunakan adalah Adobe Dreamweaver, XAMP
Server dengan database MYSQL Server,
dan
Rational Rose 2002. Metode Pengujian yang
digunakan adalah pengujian Kotak Hitam (black box
testing) yaitu dengan cara memberi input dari
kasir/admin kepada sistem yang sudah berjalan dan
mengamati hasil output dari sistem.
4.2.3 Halaman Menu Utama
Halaman menu utama adalah halaman yang
ditampilkan setelah user berhasil masuk kedalam
sistem informasi.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Kebutuhan Sistem Pendukung
Kebutuhan sistem pendukung dalam Sistem
Informasi Penjualan secara tunai pada butik berbasis
web adalah Web Browser. Web browser pada sistem
ini berfungsi sebagai media yang digunakan untuk
29 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 6 Nomor 2 September 2015
Halaman grafik penjualan barang merupakan
halaman yang menampilkan grafik penjualan
barang.
4.2.4 Halaman Transaksi Pembelian
Halaman Transaksi Penjualan barang adalah
halaman yang berfungsi untuk melakukan Input data
transaksi penjualan barang.
4.2.7 Halaman Grafik Penjualan Total
Halaman grafik penjualan total merupakan
halaman yang menampilkan grafik penjualan total.
4.2.5 Halaman Transaksi Penjualan
Halaman Transaksi Penjualan barang adalah
halaman yang berfungsi untuk melakukan
Input data transaksi penjualan barang.
4.3
4.2.6 Halaman Grafik Penjualan Barang
30 Pengujian Sistem
Pengujian Sistem Informasi Penjualan secara
Tunai pada butik berbasi web menggunakan metode
black box. Pengujian sistem dengan metode black
box bertujuan untuk menemukan kesalahan fungsi
pada program. Pengujian dilakukan dengan cara
memasukkan input tertentu dan melihat hasil yang
SISTEM INFORMASI PENJUALAN SECARA TUNAI BERBASIS WEB (Studi Kasus : Butik Belleza)
didapat dari input tersebut. Pengujian black box,
yang diuji adalah masukan serta keluarannya.
Pengujian dilakukan dengan cara memberi input
atau masukan dari user terhadap sistem yang sudah
berjalan dan mengamati hasil output dari sistem.
Pengujian tersebut akan dilakukan pada setiap use
case untuk mengetahui kesesuaian fungsi dari
perangkat lunak.
Prosedur Pengujian yang dilakukan Sistem
Informasi Penjualan secara Tunai pada butik
berbasis web adalah :
a. Menentukan data-data yang akan digunakan
untuk keperluan pengujian sistem, data-data
tersebut berupa contoh data user, data kategori,
data barang, data supplier, data pelanggan, data
pembelian, dan data penjualan.
b. Menentukan metode pengujian dan kriteria
evaluasi hasil pengujian untuk masing-masing
use case yang ada di dalam sistem. Daftar
bisnis use case, sistem use case, metode
pengujian dan kriteria evaluasi hasil pengujian.
c. Melakukan pengujian untuk masing-masing
use case menggunakan data yang sudah
dipersiapkan sebelumnya dan membandingkan
hasilnya dengan kriteria hasil pengujian.
Beberapa hasil pngujian berdasarkan fungsi
yang terdapat pada masing-masing use case.
transaksi penjualan merupakan pengembangan dari
sistem lama yang masih bersifat Tradisional. Sistem
ini diharapkan dapat mengatasi kelemahan ada
sistem lama. Tahap perancangan sistem kegiatan
yang dilakukan yaitu menentukan pihak yang
terlibat,
merancang
kebutuhan
data,
mengidentifikasi
fungsi
Website,
membuat
pemodelan proses, membuat pemodelan data, dan
membuat desain tampilan antar muka (interface).
Admin Butik Belleza dalam menyusun laporan
data pembelian dan penjualan barang dilakukan
dengan mencatat pada buku dengan mengambil data
dari nota penjualan setiap harinya. Kesalahan dapat
terjadi pada saat memindahkan data dari nota ke
laporan penjualan karena ketidaktelitian admin.
Sistem informasi penjualan secara tunai berbasis
web menyediakan menu laporan yang terintegrasi
antara data produk dan data pemesanan, sehingga
admin dapat membuat laporan berdasarkan tanggal
yang diinginkan dan mencetak laporan tersebut
seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.31
(halaman laporan pembelian) dan Gambar 4.32
(halaman laporan penjualan).
Berdasarkan hasil
dan simulasi di atas maka terbukti bahwa adanya
kemudahan yang diberikan kepada admin dalam
membuat laporan data pembelian dan penjualan
berdasarkan atas kurun waktu tertentu. Selain itu
bagian kasir butik belleza pada awalnya dalam
memberikan nota penjualan kepada pelanggan masih
menggunakan cara manual, yaitu dengan menulis
transaksi penjualan pada nota yang telah disediakan.
Sistem informasi penjualan secara tunai berbasis
web menyediakan menu cetak nota penjualan yang
secara otomatis dibuat setelah input transaksi
penjualan dilakukan seperti yang ditunjukan pada
Gambar 4.5 (halaman input transaksi penjualan) dan
Gambar 4.6 (halaman cetak nota penjualan).
Berdasarkan hasil dan simulasi di atas maka terbukti
bahwa adanya kemudahan yang diberikan sistem
kepada kasir dalam pencatatan nota penjualan yang
akan diberikan kepada pelanggan.
4.4
Pembahasan
Permasalahan yang ada pada butik belleza saat
ini adalah kesulitan dalam pengelolaan barang yang
dijual selain itu juga butik belleza masih bertransaksi
dan melakukan kegiatan manajemen butik dengan
cara manual yaitu masih melakukan pencatatan di
buku. Dengan sistem yang masih menggunakan
media buku sebagai penyimpan data, bagian kasir
kesulitan dalam melakukan pencarian data penjualan
barang, dan juga dalam pembuatan laporan barang
apa saja yang laku dan tidak. Dari permasalahan
yang dihadapi Butik Belleza, sehingga menyulitkan
bagian kasir dalam melakukan transaksi penjualan
barang dan juga dalam pembuatan laporannya,
khususnya ketika pada bulan yang mempunyai hari
besar seperti bulan desember yang memiliki hari
besar yaitu hari natal dan juga tahun baru. Solusi
yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah
dilakukannya perancangan dan implementasi sistem
informasi penjualan secara tunai pada butik berbasis
web.
Website sebagai media yang saat ini mempunyai
banyak fungsi salah satunya digunakan media
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
pada bab sebelumnya, maka dapat diambil
kesimpulan yaitu permasalahan yang ada pada Butik
Belleza saat ini adalah kesulitan dalam pengelolaan
barang yang dijual. Solusi yang dapat menjawab
permasalahan
tersebut
adalah
dilakukannya
perancangan dan implementasi sistem informasi
31 Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 6 Nomor 2 September 2015
penjualan secara tunai pada butik berbasis web.
Tahap perancangan sistem kegiatan yang dilakukan
yaitu menentukan pihak yang terlibat, merancang
kebutuhan data, mengidentifikasi fungsi Website,
membuat pemodelan proses, membuat pemodelan
data, dan membuat desain tampilan antar muka
(interface). Berdasarkan wawancara kepada pemilik
Butik Belleza dapat disimpulkan bahwa dengan
diterapkannya sistem informasi penjualan tunai
berbasis web ini memberikan kemudahan yang
diberikan sistem kepada kasir dalam pencatatan nota
penjualan yang akan diberikan kepada pelanggan.
5.2
Saran
Berdasarkan hasil, pembahasan dan kesimpulan
yang telah diuraikan, agar sistem dapat memberikan
pelayanan yang lebih baik, maka saran dalam
penelitian
sebagai berikut :
a. Membuat katalog produk online, sehingga
pelanggan tidak perlu repot-repot datang ke
toko untuk melihat produk yang diinginkan.
b. Membuat laporan penjualan secara online,
sehingga memudahkan owner dalam memantau
laporan penjualan dimana saja tanpa harus
datang ke toko terlebih dahulu.
c. Pemakaian
barcode
reader,
sehingga
mengurangi presentase kesalahan kasir dalam
melakukan input penjualan.
DAFTAR PUSTAKA
Kadir, A. 2001. Dasar Pemorgaman WEB Dinamis
Menggunakan PHP. Yogyakarta : Andi Offset
Kadir, A. 2003. Pengenalan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Penerbit Andi
Marom, C. 2002. Sistem Akuntansi Perusahaan
Dagang.Jakarta : Grasindo
Riyanto A, Arifah . 2003. Teori Busana. Yampendo
Sanada, Y.I, Herdiyansyah, M.I dan Zuhriyadi, I.
2012. Sistem Informasi Penjualan Online Berbasis
Web Cv.Multikom Dengan Menggunakan Metode
Crm (Customer Relationship Management). Jurnal
Imiah Sistem Informasi Vol.x No.x, Oktober 2012:1
-14.
Satyodirgo, R. 1979. Pengelolaan Usaha. Jakarta :
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI
Simamora, H. 2000. Akuntansi Basis Pengambilan
Keputusan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Supriyanto, A. 2007. Pengantar
Informasi. Jakarta: Salemba Infotek
Susanto, A. 2000. Sistem Informasi Manajemen
Konsep
dan
Pengembangannya.
Bandung:
Linggajaya.
Sutabri, T. 2007. Analisa Sistem
Yogyakarta: Andi.
32 Teknologi
Informasi.
Download