Pengertian Kontraksi Rahim His (kontraksi) adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus uteri pada daerah di mana tuba falopii memasuki dinding uterus, awal gelombang tersebut didapat dari ‘pacemaker’ yang terdapat di dinding uterus daerah tersebut. Resultante efek gaya kontraksi tersebut dalam keadaan normal mengarah ke daerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis (jalan laihir) yang membuka, untuk mendorong isi uterus ke luar. His dapat terjadi sebagai akibat dari : 1. Kerja hormon oksitosin 2. Regangan dinding uterus oleh isi konsepsi 3. Rangsangan terhadap pleksus saraf Frankenhauser yang tertekan massa konsepsi. 3. Keadaan mental pasien (pasien bersalin sering ketakutan, cemas/ anxietas, atau eksitasi). 4. Prostaglandin meningkat sebagai respons terhadap stress Hal yang penting dinilai mengenai kontraksi rahim adalah : 1. Amplitudo : intensitas kontraksi otot polos : bagian pertama peningkatan agak cepat, bagian kedua penurunan agak lambat. 2. Frekuensi : jumlah his dalam waktu tertentu (biasanya per 10 menit) 3. Satuan his : unit Montevide (intensitas tekanan / mmHg terhadap frekuensi). Konsep Dasar Pengukuran Kontraksi Kontraksi rahim dikatakan baik dan ideal apabila : 1. Kontraksi simultan simetris di seluruh uterus 2. Kekuatan terbesar (dominasi) di daerah fundus 3. Terdapat periode relaksasi di antara dua periode kontraksi 4. Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his 5. Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot,akan tertarik ke atas oleh retraksi otot-otot korpus, kemudian terbuka secara pasif dan mendatar (cervical effacement). Ostium uteri eksternum dan internum pun akan terbuka. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya nyeri saat kontraksi rahim berlangsung adalah : 1. 2. Iskemia dinding korpus uteri yang menjadi stimulasi serabut saraf di pleksus hipogastrikus diteruskan ke sistem saraf pusat menjadi sensasi nyeri Peregangan vagina, jaringan lunak dalam rongga panggul dan peritoneum, menjadi rangsang nyeri. Dalam persalinan perbedaan antara segmen atas rahim dan segmen bawah rahim lebih jelas lagi. Segmen atas memegang peranan yang aktif karena berkontraksi dan dindingnya bertambah tebal dengan majunya persalinan. Sebaliknya segmen bawah rahim memegang peranan pasif dan makin tipis dengan majunya persalinan karena diregang. Jadi segmen atas berkontraksi menjadi tebal dan mendorong anak keluar sedangkan segmen bawah dan serviks mengadakan relaksasi dan dilatasi menjadi saluran yang tipis dan teregang yang akan dilalui bayi. Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas seperti : Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum kontraksi tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya seperti sebelum kontraksi yang disebut retraksi. Sehingga rongga rahim mengecil dan anak berangsur didorong ke bawah dan tidak banyak naik lagi ke atas setelah His hilang akibatnya segmen atas semakin majunya persalinan apalagi setelah bayi lahir. Tidak akan ada kemajuan dalam persalinan. Pada ligamentum rotundum dalam persalinan yang mengandung otot-otot polos apabila uterus berkontraksi maka otototot ligamentum rotundumikut berkontraksi hingga ligamentum rotundum menjadi pendek. Jadi, disini kita disini akan mengukur suatu keadaan ketika rahim berkontrkasi dengan sebuah alat medis yang diberi nama kontraksi meter dan diharapkan alat dapat memprediksi apakah ibu hamil sudah waktunya untuk melakukan persalinan atau masih membutuhkan waktu lagi. Rancangan Alat Medis Pada dasarnya alat ini mengukur tekanan kontraksi rahim, jadi kita bermain tekanan di perut ibu hamil. Ini menggunakan artificial intelligent. Konsepnya yaitu menggunakan bagian sebagi berikut: 1. Mikrokontroller, untuk menyimpan kodingannya 2. Flexi force, sensor yang dililitkan diperut ibu hamil (sensor tekanan) 3. Display, untuk menampilkan hasil alatnya. Kontraksi ibu yang mau melahirkan dan yang tidak atau disebut kontraksi palsu ini berbeda. Maka alat ini akan mengukur jumlahan atau skala untuk mengukurnya. Menurut refrensi yang ada, ibu yang akan melahirkan memiliki jumlah tekanan sekitar 70 kpa. Angka 70 tersebut merupakan hasil yang belum pasti atau benar dikarenakan belum melakukan penelitian yang berlanjut. Jadi jika belum menunjukkan angka besaran segitu maka ibu hamil belum bisa dikatakan siap untuk melahirkan. Prediksi Prediksi disini yaitu untuk menentukan apakah ibu hamil siap untuk melahirkan atau tidak. Ini bergantung pada besaran scalar kontraksi rahim yang dapat diukur dengan alat terssebut. Dan alat ini menggantikan dokter untuk menentukan apakah ibu hamil siap melahirkan atau tidak. Dan akan dikembangkan lagi untuk memprediksi kapan ibu hamil ini akan melahirkan (lebih ke waktu, berapa bulan lagi, berapa hari lagi seperti itu) Konsep Kodingan Konsepnya disini bermain hanya pada mikro saja, yaitu apabila tidak mencapai besaran 70 kpa maka bernilai 0 yang berarti ibu hamil belum pada saatnya untuk melahirkan dan apabila besaran nilai mencapai 70 kpa maka kodingan bernilai 1 yang berarti ibu siap untuk melahirkan. __ Untuk kontraksi (his)..menjelang usia kehamilan ini sering terjadi. Kontraksi ada beberapa macam, diantaranya kontrkasi palsu (pendahuluan) dan kontraksi sebenarnya (his pembukaan). Pebedaannya kalo his sebenarnya, terjadi dengan frekuensi teratur yg semakin lama semakin sering dan kuat (intensitas semakin kuat 30-40 detik, frekuensi sampai 5 menit sekali atau bahkan lebih sering) dan pada saat kondisi ini terjadi pembukaan, kondisi perut ibu keras seperti papan (tidak lunak)...untuk his palsu, frekuansinya jarang, intensitasnya lemah, kadang hilang agak lama...untuk his ini masih ada waktu beberapa hari atau beberapa minggu ke persalinan. __ Aksi Kontraksi dalam kehamilan dan persalinan, berbeda jenis dan artinya. Kenali jenis kontraksi dan dapatkan kontraksi terbaik! Kontraksi “palsu” atau kontraksi Braxton Hicks sering terjadi di usia kehamilan 32 minggu, berlangsung selama 30 detik, setiap 30 menit sekali. Nyeri seperti rasa kram haid. Jika kontraksi tidak menjadi makin lama, tidak tambah kuat, dan intervalnya memendek, maka persalinan tidak akan terjadi sekarang. Untuk meredakannya berendamlah di air hangat. Kontraksi Braxton Hicks yang semakin sering dan kuat, dapat menjadi petunjuk persalinan sudah dekat. Kontraksi inkordinat adalahkontraksi yang tidak menyeluruh, hanya di bagian perut tertentu saja sehingga persalinan tidak mengalami kemajuan. Kontraksi jenis ini dalam persalinan disebabkan oleh ketuban pecah sebelum waktunya atau ada miom di rahim ibu. Deteksi kontraksi inkoordinat dapat diketahui dengan alat partogam. Kontraksi Tetanis, disebabkan plasenta atau ari-ari janin lepas sehingga kontraksi terlalu kuat dan sering, otot rahim tidak mendapat kesempatan relaksasi. Kondisi ini dapat mengancam ibu dan janin. Bisa terjadi trauma jalan lahir ibu dan menimbulkan perdarahan, inversio uteri atau rahim terbalik, trauma janin hingga kematian janin dalam rahim. Tindakan menghentikan kehamilan melalui operasi Caesar harus segera dilakukan. Kelainan kontraksi Tetanis bisa dideteksi dengan partogram, yaitu grafik yang dijadikan tolok ukur untuk melahirkan. Kontraksi Inersia adalah kontraksi dalam proses persalinan yang lemah, pendek, atau tidak sesuai fase. Biasanya disebabkan kelainan fisik ibu, misal kurang gizi, anemia, hepatitis atau TBC, dan miom. Kontraksi inersia ada 2 macam, primer dan sekunder. Disebut primer bila sama sekali tak terjadi kontraksi sejak awal persalinan. Sedangkan sekunder adalah kontraksi yang awalnya bagus -kuat dan teratur- tapi setelah itu menghilang. Kontraksi ini dapat ditegakkan melalui evaluasi pembukaan mulut rahim dan ketuban. Kontraksi Sungguhan. Memasuki kehamilan 36 minggu, bayi mulai turun ke tulang pinggul lebih dalam. Akibatnya, timbul desakan di kandung kemih, panggul dan vagina. Saat inilah muncul kontraksi sungguhan tanda persalinan. Berlangsung 40-60 detik, terjadi setiap 10-20 menit sekali atau 1 jam, kemudian berangsur-angsur menjadi lebih sering. Jika kurang yakin ini kontraksi sungguhan, berendamlah di air hangat. Kontraksi sungguhan akan menguat di air hangat. Tanda dimulainya proses persalinan, kontraksi akan disertai dilatasi serviks atau pembukaan mulut rahim -keluarnya lendir bercampur darah berwarna kecoklatan, merah jambu atau merah, yang merupakan sumbatan lendir atau mukus di leher rahim- , dengan atau tanpa terjadi ketuban pecah. Ciri-ciri kontraksi yang baik dalam persalinan: Di akhir kala I, kontraksi uterus meningkat, lebih sering dan teratur dengan amplitudo 60 mm Hg. Pada kala II atau pengeluaran bayi, kontraksi menjadi lebih efektif, terkordinasi, dan simetris, kuat dan lebih lama (60-90 detik). Pada waktu relaksasi atau masa istirahat, kekuatan otot-otot uterus berkurang menjadi <12 mm Hg. __ Tidak mudah membedakan antara kontraksi yang benar dengan kontraksi palsu. Kontraksi palsu pertama kali diperkenalkan dokter Braxton Hicks sehingga disebut pula sebagai kontraksi Braxton Hicks. Perdarahan di periode awal sampai pertengahan: keguguran, mola, ektopik Pada pertengahan: solusio plasenta (terbagi solusio plasenta (seluruh), solusio plasenta parsialis (sebagian), sedikit bagian dari pinggiran plasenta (rupture sinus marginalis). g/ perut nyeri (spt kram), terdapat darah keluar berwarna kehitaman. Kadang darah hanya tidak keluar byk namun dalam tubuh ibu terjadi pendarahan hebat. Perdaahan tdk keluar bias o/k telah tjd proses koagulasi dlm tubuh ibu shg darah sulit keluar dlm btk bekuan. Kontraksi yang benar vs kontraksi palsu __ Kontraksi yang benar Kontraksi palsu Datangnya dengan interval. Makin lama makin sering. Datangnya tidak teratur. Kira-kira 10-20 menit sekali. Lama kelamaan kontraksi kian kuat. Lama kelamaan kontraksi berkurang, bahkan menghilang sendiri. Terasa nyeri (menjalar dari pinggang belakang ke perut dan terasa mules). Tidak terlalu nyeri. Jika Anda menggeser tubuh, kontraksi terasa makin melilit. Menggeser tubuh bisa membuat kontraksi melemah atau berkurang. Makin lama makin panjang durasinya. Lamanya sekitar satu menit. Kaluarnya lender yang dicurigai sebagai cairan amnion bersamaan dengan darah bias merupakan tanda terjadinya KPD (ketuban pecah dini) yg didefinisikan sebagai pecahnya ketuban sebelum proses persalinan dimulai. Hal ini dapat terjadi pada akhir kehamilan maupun jauh sebelum waktunya melahirkan. Kpd basa terjadi < UK 37 mgg. __ Anc mnrt buku ajar patologi obstetric mrpkn pengawasan kehamilan utk tau kesehatan umum ibu sedangkan prenatal utk pengawasan janin dlm rahim tapi ada juga yg mendefinisikannya secara sama. Intinya Anc sgt diperlukan utk memonitoring FR apa aja terdapat pada si ibu hamil berupa observasi edukasi dan penanganan medik. Ex preeklampsi, infeksi genitalia(yg bias menyeb premature rupture membrane, BBLR, dan abortus spontaneous). Pada wanita yang menjalani asuhan prenatal rutin, konsentrasi feritin serum yang rendah menginikasikan cadangan besi yang rendah, tetapi tingginya kadar feritin serum tampaknya merupakan reaksi fase akut dan memprediksikan persalinan prematur. __ Prematur <37 mgg atau <259hr (yaitu antara 20-37 mgg udh kontraksi) BBJ<2500 gram. __